Anda di halaman 1dari 31

KEGIATAN ASISTENSI PEMANFAATAN BANTUAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL BAGI LEMBAGA/ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI PROVINSI BANTEN TAHUN 2012

Anyer, Selasa 24 April 2012

PETUNJUK PRAKTIS SISTEM PENGELOLAAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

Hendro F Handoko, SST, M,Si

Landasan Hukum
1. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH 2. PERMENDAGRI NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN APBD TA 2012

3. PERMENDAGRI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL
YANG BERSUMBER DARI APBD 4. PERATURAN GUBERNUR NOMOR 27 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PEMBERIAN

HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL


5. PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN APBD TA 2011 6. PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 35 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN

APBD TA 2011

Pengelolaan Keuangan
Definisi : Keuangan Daerah

Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut.

Pengelolaan Keuangan
Definisi : Pengelolaan Keuangan Daerah

Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan Daerah.

Pengelolaan Keuangan
Definisi : Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah

Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah yang selanjutnya disebut dengan. Kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.

Pengelolaan Keuangan
Definisi : Bendahara Umum Daerah Daerah

Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah..

TATACARA PENATAUSAHAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENGELUARAN PPKD SERTA PENYAMPAIANNYA

PENGAJUAN SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN (SPP) Pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilakukan bendahara pengeluaran PPKD adalah untuk melakukan pengeluaran/belanja PPKD dan pengeluaran pembiayaan. Dalam proses ini bendahara pengeluaran PPKD menyusun dokumen SPP-LS PPKD SPP-LS PPKD sebagai alat pengajuan dana atas belanja-belanja PPKD seperti belanja hibah, belanja bunga dan belanja tak terduga. SPP-LS PPKD ini disusun oleh bendahara pengeluaran PPKD Bendahara mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai lampiran dalam pengajuan SPP-LS, selain dari dokumen SPP-LS itu sendiri. Lampiran tersebut antara lain: 1. Salinan SPD 2. Lampiran lain yang diperlukan Setelah itu bendahara pengeluaran PPKD mengisi dokumen SPP LS PPKD yang telah disiapkan. Disamping membuat SPP, bendahara pengeluaran PPKD juga membuat reglster untuk SPP yang diajukan, SPM dan SP2D yang sudah diterima oleh bendahara.

PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ........ REGISTER SPP/SPM/SP2D BENDAHARA PENGELUARAN PPKD

No. 1

Jenis Belanja 2

SPP Tgl. 3 No. 4 Tgl. 5

SPM No. 6

SP2D Tgl. 7 No. 8

Uraian 9

Jumlah 10

Keterangan 11

............., Tanggal ................ Bendahara Pengeluaran Pppkd (Tanda Tangan) (Nama Jelas) NIP.

Lanjutan
Cara Pengisian:
Judul diisi dengan nama PROVINSI dan nama SKPD yang bersangkutan Kolom 1 diisi dengan nomor urut Kolom 2 diisi dengan jenis belanja yang diajukan Kolom 3 diisi dengan tanggal pengajuan SPP Kolom 4 diisi dengan Nomor SPP yang diajukan Kolom 5 diisi dengan tanggal penerbitan SPM terkait pengajuan SPP pada kolom sebelumnya Kolom 6 diisi dengan Nomor SPM yang diterbitkan Kolom 7 diisi dengan tanggal penerbitan SP2D terkait dengan penerbitan SPM pada kolom sebelumnya

Kolom 8 diisi dengan Nomor SP2D yang diterbitkan


Kolom 9 diisi dengan Uraian Pengajuan Kolom 10 diisi dengan jumlah pencairan Kolom 11 diisi dengan keterangan yang diperlukan

Lanjutan
PEMBUKUAN BELANJA PPKD Pembukuan bendahara pengeluaran PPKD merupakan proses pencatatan SP2D LS PPKD ke dalam BKU Pengeluaran dan Buku Pembantu yang terkait. Pembukuan dimulai ketika bendahara pengeluaran PPKD menerima SP2D LS PPKD dari BUD/Kuasa BUD Dokumen-Dokumen yang digunakan dalam pembukuan bendahara pengeluaran PPKD adalah: Buku Kas Umum (BKU) - Bendahara Pengeluaran PPKD Buku Pembantu BKU - Bendahara Pengeluaran PPKD yang terdiri dari: Buku Rekapitulasi Pengeluaran Per Rincian Obyek - Bendahara Pengeluaran PPKD
Contoh dokumen-dokumen pembukuan adalah sebagai berikut:

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN BUKU KAS UMUM BENDAHARA PENGELUARAN PPKD

No.

Tanggal

Uraian

Kode Rekening

Penerimaan

Pengeluaran

Saldo

Mengetahui: ............... PPKD (Tanda Tangan) (Nama Jelas) NIP.

........., tanggal Bendahara Penerimaan PPKD (Tanda Tangan) (Nama Jelas) NIP.

Lanjutan
Cara Pengisian: Judul diisi dengan nama PROVINSI, nama SKPD yang bersangkutan Kolom No. diisi dengan nomor urut transaksi BKU (dimulai dari nomor 1 dan seterusnya). Nomor urut yang digunakan adalah nomor urut per transaksi bukan per pencatatan. Maksudnya apabila satu transaksi menghasilkan dua atau lebih pencatatan, maka terhadap pencatatan kedua dan seterusnya cukup menggunakan nomor urut transaksi yang pertama kali dicatat Kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi Kolom uraian diisi dengan uraian transaksi Kolom kode rekening diisi dengan nomor kode rekening. Kolom ini diisi hanya untuk transaksi belanja Kolom penerimaan diisi dengan jumlah rupiah transaksi penerimaan Kolom pengeluaran diisi dengan jumlah rupiah transaksi pengeluaran Kolom saldo diisi dengan jumlah atau saldo akumulasi. Kas di bendahara pengeluaran pembantu diisi nilai yang tercantum pada kolom saldo pada saat penutupan akhir bulan. Kas di bendahara pengeluaran pembantu dapat berupa kas tunai atau simpanan di Bank * Kolom tanda tangan ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu dan Kuasa Pengguna Anggaran disertai nama jelas.* Diisi hanya pada saat penutupan di akhir bulan untuk keperluan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran PPKD

SKPD Kode Rekening Nama Rekening Jumlah Anggaran Tahun Anggaran No. Tanggal

: : : : Rp. ............. : Uraian

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN BUKU RINCIAN OBYEK BELANJA BENDAHARA PENGELUARAN PPKD

Kode Rekening

Penerimaan

Pengeluaran

Saldo

Mengetahui: ............... PPKD (Tanda Tangan) (Nama Jelas) NIP.

........., tanggal Bendahara PengeluaranPPKD (Tanda Tangan) (Nama Jelas) NIP.

Lanjutan
Cara Pengisian: 1. Judul diisi dengan nama PROVINSI, kode rekening, nama rekening, jumlah anggaran dan tahun anggaran 2. Kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi pengeluaran 3. Kolom no. BKU diisi dengan nomor urut BKU Bendahara Pengeluaran PPKD 4. Kolom uraian diisi dengan uraian belanja 5. Kolom belanja LS diisi dengan jumlah rupiah belanja menggunakan SPP LS 6. Kolom tanda tangan ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran PPKD dan PPKD disertai nama jelas. * 7. Diisi hanya pada saat penutupan di akhir bulan untuk keperluan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran PPKD 8. Langkah-langkah dalam membukukan SP2D LS PPKD yang diterima adalah sebagai berikut: Pembukuan bendahara pengeluaran PPKD menggunakan BKU - Bendahara Pengeluaran PPKD dan Buku Rekapitulasi Pengeluaran per Obyek. Terhadap SP2D LS PPKD yang diterima oleh bendahara pengeluaran PPKD, transaksi tersebut di catat di BKU - Bendahara Pengeluaran PPKD pada kolom penerimaan. Nilai yang dicatat sebesar jumlah kotor (gross). Kemudian bendahara pengeluaran PPKD mencatat di BKU bendahara pengeluaran PPKD pada kolom pengeluaran sebesar jumlah yang dicatat sebelumnya di kolom penerimaan. Terhadap semua belanja yang dilakukan oleh bendahara pengeluaran PPKD selain dicatat pada BKU- bendahara pengeluaran PPKD, belanja-belanja tersebut juga perlu dicatat di Buku Pembantu rincian per obyek. Berikut adalah Bagan Alir yang menggambarkan proses Pembukuan SP2D LS PPKD:

Pembukuan Belanja SP2D LS PPKD

Uraian
1. Bendahara Pengeluaran PPKD menerima SP2D LS PPKD belanja yang dilakukan 2. Bendahara Pengeluaran PPKD kemudian melakukan proses Pengisian BKU Bendahara Pengeluaran PPKD pada kolom penerimaan

Bendahara Pengeluaran PPKD


Melakukan Pengisian Buku rekapitulasi pengeluaran per rincian obyek Bendahara Pengeluaran PPKD Melakukan Pengisian BKU Bendahara Pengeluaran pada kolom pengeluaran Melakukan Pengisian BKU Bendahara Pengeluaran PPKD pada kolom penerimaan

Proses Penerbitan SP2D LS PPKD seperti yang dijelaskan dalam peraturan yang berlaku

SP2D LS PPKD

3. Bendahara Pengeluaran PPKD kemudian melakukan proses pengisian BKU Bendahara Pengeluaran PPKD pada kolom pengeluaran. Tanggal dan jumlah yang dicatat sama dengan tanggal dan jumlah yang dicatat di kolom penerimaan 4. Bendahara pengeluaran PPKD melakukan proses pengisian buku rekapitulasi pengeluaran per rincian obyek bendahara pengeluaran PPKD 5. Hasil akhir dari proses ini adalah BKU bendahara pengeluaran PPKD dan Buku Pembantu BKU Bendahara Pengeluaran PPKD

Melakukan Pengisian BKU Bendahara Pengeluaran PPKD pada kolom penerimaan

Melakukan Pengisian BKU Bendahara Pengeluaran pada kolom pengeluaran

Melakukan Pengisian Buku rekapitulasi pengeluaran per rincian obyek Bendahara Pengeluaran PPKD

BKU Bendahara Pengeluaran PPKD Buku rekapitulasi Per rincian Pengeluaran obyek Pengeluaran PPKD

Lanjutan
PERTANGGUNGJAWABAN

Bendahara pengeluaran PPKD menyampaikan pertanggung-jawaban atas pengelolaan fungsi kebendaharaan yang berada dalam tanggung jawabnya setiap tanggal 10 bulan berikutnya. Pertangungjawaban disampaikan kepada PPKD. Dalam melakukan pertanggungjawaban tersebut, dokumen yang disampaikan adalah Surat Pertanggungjawaban (SP J). Dokumen SP J tersebut dilampirkan dengan: Buku Kas Umum (BKU) - bendahara pengeluaran PPKD Ringkasan pengeluaran per rincian obyek - bendahara pengeluaran PPKD yang disertai dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah atas pengeluaran dari setiap rincian obyek yang tercantum dalam ringkasan pengeluaran per rincian obyek dimaksud Disamping laporan pertanggungjawaban diatas Bendahara Pengeluaran PPKD membuat Register untuk SPP yang diajukan serta SPM dan SP2D yang telah diterbitkan. Contoh Dokumen Pertanggungjawaban adalah sebagai berikut:

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN LAPORAN PERTANGGUNGANJAWABAN BENDAHARA PENGELUARAN PPKD Bendahara Pengeluaran PPKD Jumlah Anggaran Tahun Anggaran : : Rp. ............. :

Kode Rekening
1

Uraian 2

Jumlah Anggaran
3

s.d.Bulan Lalu 4

SPJ LS PPKD *) Bulan s.d. Bulan ini ini 5 6=(4+5)

Sisa Pagu Anggaran 7 = (3+6)

JUMLAH Penerimaan - SP2D - Potongan Pajak a. PPN b. PPh-21 c. PPh-22 d. PPh-23 - Lain-lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran - SPJ (LS) - Penyetoran Pajak a. PPN b. PPh-21 c. PPh-22 d. PPh-23 - Lain-lain Jumlah Pengeluaran Saldo Kas Mengetahui: ............... PPKD (Tanda Tangan) (Nama Jelas) NIP. ........., tanggal Bendahara PengeluaranPPKD (Tanda Tangan) (Nama Jelas) NIP.

Lanjutan
Cara Pengisian: 1. Judul diisi dengan nama PROVINSI, nama SKPD yang bersangkutan, nama pengguna anggaran/kuasa

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

pengguna anggaran, nama bendahara pengeluaran, tahun anggaran dan bulan. Kolom 1 diisi dengan kode rekening Kolom 2 diisi dengan uraian nama kode rekening Kolom 3 diisi dengan jumlah anggaran yang ditetapkan dalam APBD atas masing-masing kode rekening Kolom 4 diisi dengan jumlah SP2D atas pembayaran LS-Pihak Ketiga yang telah diterbitkan/SPJ sampai dengan bulan lalu Kolom 5 diisi dengan jumlah SP2D atas pembayaran LS-Pihak Ketiga yang telah diterbitkan/SPJ bulan ini Kolom 6 diisi dengan jumlah SP2D atas pembayaran LS-Pihak Ketiga yang telah diterbitkan/SPJ sampai dengan bulan ini Kolom 7 diisi dengan jumlah sisa pa gu anggaran yang diperoleh dari jumlah anggaran dikurangi dengan jumlah SPJ atas penggunaan dana LS sampai dengan bulan ini. Langkah-langkah dalam membuat dan menyampaikan SPJ bendahara PPKD adalah sebagai berikut: Berdasarkan BKU-bendahara PPKD dan buku pembantu BKU lainnya, Bendahara pengeluaran PPKD membuat SPJ atas pengelolaan uang yang menjadi tanggungjawabnya. Dokumen SPJ bendahara pengeluaran PPKD dan kelengkapannya tersebut kemudian di berikan ke PPK SKPKD untuk dilakukan verifikasi. Setelah mendapatkan verifikasi dokumen SPJ bendahara pengeluaran PPKD dan kelengkapannya tersebut kemudian diberikan ke PPKD untuk kemudian mendapatkan pengesahan. Apabila disetujui, PPKD mengesahkan SPJ bendahara pengeluaran PPKD dan kemudian memberikan dokumen SPJ yang sudah ditandatangani tersebut kepada bendahara pengeluaran PPKD.

DEFINISI
HIBAH
Hibah adalah pemberian uang/barang atau jasa dari pemda kepada : - pemerintah - pemerintah daerah lainnya, - perusahaan daerah, - masyarakat dan -organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah

BANSOS
Bansos adalah pemberian bantuan berupa uang/barang dari pemda kepada : - individu, - keluarga, - kelompok dan/atau -Masyarakat

yang sifatnya tidak secara terus menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial

PELAKSANAAN & PENATAUSAHAAN


Hibah berupa uang ditetapkan dalam DPAPPKD, hibah berupa barang atau jasa ditetapkan dalam DPA-SKPD. KDH menetapkan daftar penerima hibah beserta besaran uang atau jenis barang atau jasa yang akan dihibahkan dengan keputusan KDH berdasarkan Perda tentang APBD dan Perkada tentang penjabaran APBD. Yg menjadi dasar penyaluran/penyerhan Hibah Hibah dituangkan dalam NPHD yang sekurang-kurangnya memuat ketentuan mengenai: 1. Pemberi dan penerima hibah; 2. Tujuan pemberian hibah; 3. Besaran/jenis hibah; 4. Hak dan kewajiban; 5. Tata cara penyaluran/penyerahan hibah; 6. Tata cara pelaporan hibah; KDH dapat menunjuk pejabat yang menandatangani NPHD Penyaluran/penyerahaan hibah dilakukan setelah penandatanganan NPHD; Pencairan hibah dalam bentuk uang dilakukan dengan LS.

H I B A H

B A N S O S

Bansos berupa uang ditetapkan dalam DPA-PPKD, bansos berupa barang atau jasa ditetapkan dalam DPA-SKPD. KDH menetapkan daftar penerima bansos dengan keputusan KDH berdasarkan Perda APBD dan Perkada Penjabaran APBD, yang menjadi dasar penyaluran/penyerahan bansos. Pencairan bansos dengan cara LS Pencairan bansos sampai dengan Rp. 5 Juta dpt dilakukan dgn mekanisme TU

DOKUMEN PENCAIRAN
PERMOHONAN PENCAIRAN DARI SKPD TERKAIT.
KEPUTUSAN GUBERNUR TENTANG DAFTAR PENERIMA HIBAH NASKAH PERJANJIAN HIBAH DAERAH (NPHD)
PERMOHONAN PENCAIRAN DARI SKPD TERKAIT. KEPUTUSAN GUBERNUR TENTANG DAFTAR PENERIMA BANTUAN SOSIAL BERITA ACARA PEMBAYARAN KWITANSI PHOTO COPY REKENING BANK PENERIMA BANTUAN SOSIAL (BILA MELALUI MEKANISME LS)

H I B A H U A N G

B A N S O S U A N G

BERITA ACARA PEMBAYARAN


KWITANSI NO. REKENING PENERIMA HIBAH

BUKU KAS UMUM


JANUARI

Halaman : 1

No. Urut

Tanggal

Uraian

Penerimaan (Rp)

Pengeluaran

(Rp)

Saldo (Rp)

09/01/2012 Diterima SP2D No.900/Keu-0045/LS.P.I/2012

50.000.000

50.000.000

09/01/2012 Pembelian ATK

2.000.000

48.000.000

09/02/2012 Pembelian 1 Unit Printer

450.000

47.550.000

PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN HIBAH


PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN PEMBERIAN HIBAH. 1) PENERIMA HIBAH BERUPA UANG MENYAMPAIKAN LAPORAN PENGGUNAAN HIBAH KEPADA GUBERNUR MELALUI PPKD DENGAN TEMBUSAN SKPD TERKAIT 2) PENERIMA HIBAH BARANG/JASA MENYAMPAIKAN LAPORAN PENGGUNAAN HIBAH KEPADA GUBERNUR MELALUI SKPD TERKAIT 3) PERTANGGUNGJAWABAN PEMDA : A. USULAN DARI CALON PENERIMA HIBAH B. KEPGUB TTG PENETAPAN DAFTAR PENERIMA HIBAH DAN NPHD C. PAKTA INTEGRITAS DARI PENERIMA HIBAH D. BUKTI TRANSFER UANG DAN BUKTI SERAH TERIMA BARANG JASA ATAS PEMBERIAN HIBAH BERUPA BARANG/JASA.

PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN HIBAH


PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN PEMBERIAN HIBAH. 1) PERTANGGUNGJAWABAN PENERIMA HIBAH :

A. LAPORAN PENGGUNAAN HIBAH


B. SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB BAHWA HIBAH YANG DITERIMA TELAH DIGUNAKAN SESUAI NPHD

C. BUKTI PENGELUARAN YANG LENGKAP DAN SAH SESUAI PER-UU-AN BAGI PENERIMA HIBAH UANG DAN SALINAN BUKTI SERAH TERIMA BARANG/JASA BAGI PENERIMA HIBAH BARANG/JASA
2) PERTANGGUNGJAWABAN DISAMPAIKAN KEPADA GUBERNUR PALING LAMBAT TANGGAL 10 JANUARI TAHUN ANGGARAN BERIKUTNYA, KECUALI DITENTUKAN LAIN OLEH PER-UU-AN 3) PERTANGGUNGJAWABAN ANGKA 1) HURUF C DISIMPAN DAN DIPERGUNAKAN OLEH PENERIMA HIBAH SELAKU OBJEK PEMERIKSAAN

BAGAN MEKANISME PENGANGGARAN HIBAH BERDASARKAN PERGUB 27/2011


USULAN CALON PENERIMA HIBAH
Melalui Biro Umum & Plk /SKPD Terkait 1 2 Disposisi 4

GUBERNUR
Memberikan Pertimbangan 5 6

SKPD TERKAIT (Membentuk Tim Verifikasi, Membuat Kajian dan Evaluasi Usulan

3 Memberikan rekomendasi

TAPD (KUA-PPAS)
7A

Hasil Pembahasan

BADAN ANGGARAN DPRD


7B

RKA SKPD TERKAIT (Hibah Barang/Jasa)


8

RKA PPKD (Hibah Uang)

RAPBD

BAGAN MEKANISME PELAKSANAAN PENCAIRAN DAN PENYERAHAN HIBAH BERDASARKAN PERGUB 27/2011
PERDA APBD
1

2A

PERGUB TENTANG PENJABARAN APBD

2B

DPA SKPD TERKAIT 3A (Hibah Barang/Jasa)

1B

DPA PPKD (Hibah Uang)

DAFTAR PENERIMA DENGAN KEPGUB


4

SKPD TERKAIT
7A

Hibah Barang/Jasa

Hibah Uang

NPHD
5B

5A

SKPD TERKAIT

Usulan Pencairan

DPKAD SELAKU PPKD


7B

PENERIMA HIBAH BARANG/JASA


8

BUD

PENERIMA HIBAH UANG

BAGAN MEKANISME PENGANGGARAN BANSOS BERDASARKAN PERGUB 27/2011


USULAN CALON PENERIMA BANSOS
Melalui Biro Umum & Plk /SKPD 1 2 Disposisi 4

GUBERNUR
Memberikan Pertimbangan 5 6

SKPD TERKAIT (Membentuk Tim Verifikasi, Membuat Kajian dan Evaluasi Usulan

3 Memberikan rekomendasi

TAPD (KUA-PPAS)
7A

Hasil Pembahasan

BADAN ANGGARAN DPRD


7B

RKA SKPD TERKAIT (Bansos Barang)


8

RKA PPKD (Bansos Uang)

RAPBD

BAGAN MEKANISME PELAKSANAAN PENCAIRAN DAN PENYERAHAN BANSOS BERDASARKAN PERGUB 27/2011
PERDA APBD
1

2A

PERGUB TENTANG PENJABARAN APBD

2B

DPA SKPD TERKAIT 3A (Bansos Barang)

1B

DPA PPKD (BansosUang)

DAFTAR PENERIMA DENGAN KEPGUB


4

SKPD TERKAIT
5A

Bansos Barang

Bansos Uang

BUD
Diatas Rp.5 Juta

5B

SKPD TERKAIT

Usulan Pencairan

DPKAD SELAKU PPKD

PENERIMA BANSOSBARANG

7A

7B

PENERIMA BANSOS UANG

Dibawah Rp.5 Juta

BENDAHARA PENGELUARAN PPKD

PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN SOSIAL


PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN SOSIAL . 1) PENERIMA BANSOS BERUPA UANG MENYAMPAIKAN LAPORAN PENGGUNAAN BANSOS KEPADA GUBERNUR MELALUI PPKD DENGAN TEMBUSAN SKPD TERKAIT 2) PENERIMA BANSOS BARANG MENYAMPAIKAN LAPORAN PENGGUNAAN BANSOS KEPADA GUBERNUR MELALUI SKPD TERKAIT 3) PERTANGGUNGJAWABAN PEMDA ATAS PEMBERIAN BANSOS UANG : A. USULAN DARI CALON PENERIMA BANSOS B. KEPGUB TTG PENETAPAN DAFTAR PENERIMA BANSOS C. PAKTA INTEGRITAS DARI PENERIMA BANSOS D. BUKTI TRANSFER UANG, KUITANSI DAN BERITA ACARA PEMBAYARAN PENYERAHAN UANG ATAS PEMBERIAN BANTUAN

PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN SOSIAL


PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN SOSIAL . PERTANGGUNGJAWABAN DIMAKSUD HURUF A DISIMPAN OLEH SKPD TERKAIT, SEDANGKAN HURUF B, C DAN D DISIMPAN OLEH PPKD 5) PERTANGGUNGJAWABAN PEMDA ATAS PEMBERIAN BANSOS BARANG : A. USULAN DARI CALON PENERIMA BANSOS

B. KEPGUB TTG PENETAPAN DAFTAR PENERIMA BANSOS


C. PAKTA INTEGRITAS DARI PENERIMA BANSOS D. BUKTI SERAH TERIMA BARANG ATAS PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL BERUPA BARANG PERTANGGUNGJAWABAN DIMAKSUD HURUF A, B, C DAN D DISIMPAN OLEH SKPD TERKAIT

Hendro F Handoko, SST.Par, M.Si

Anda mungkin juga menyukai