Anda di halaman 1dari 12

1.

Pengenalan Teknologi Maklumat dalam Pendidikan

1.1

Teknologi Pendidikan

Berbagai-bagai takrifan telah diberikan mengenai teknologi pendidikan: "Teknologi pendidikan ialah gabungan manusia, peralatan, teknik dan peristiwa yang bertujuan untuk memberi kesan baik kepada pendidikan" (Crowell (1971):Encyclopedia of education)

"Teknologi dalam pendidikan ialah penggunaan kemahiran dan teknik moden dalam keperluan latihan, yang meliputi kemudahan belajar dengan

menggunakan persekitaran setakat mana ianya menimbulkan pembelajaran" (Uhwin Derek (1976): Applying Educational Technology) Teknologi dalam pendidikan mencakupi setiap kemungkinan saranan (alat) yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam pendidikan dan latihan. Ellington (1989) menyatakan bahawa teknologi dalam pendidikan pada dasarnya adalah apa yang oleh teknologi pendidikan dipopularkan dengan nama alat bantu pandang dengar (audiovisual aid). Selanjutnya dikembangkan dalam pembelajaran untuk pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Teknologi dalam pendidikan merupakan perpaduan Aspek Teoritis Dalam Pendidikan, Aspek Perangkat Keras (komponen yang saling bergantung tetapi tidak berbeza satu sama lainnya) dan Aspek Perangakat Lunak (berkenaan dengan benda yang dipakai pada perangkat keras). Pengguanaan teknologi telah berjalan lama sesuai perkembangan dan aspeknya. Eric Hasby membahagi revolusi dalam pendidikan menjadi 4, yaitu: Pertama, saat masyarakat mendiferensiasikan tulisan mesin cetak peranan orang saranan penggunaan

dewasa, Kedua, digunakannya pendidikan, Ketiga, ditemukannya

sebagai dan Keempat,

teknologi canggih sebagai perkembangan bidang elektronik. Dari apa yang dialami ternyata bahawa terdapat hubungan timbal balik antara teknologi dan pendidikan, hal ini lebih terkhusus lagi dengan teknologi komunikasi.
1

Definisi Teknologi Pendidikan : A systematic way of designing, implementing, and evaluating the total process of of learning and teaching in terms of specific objectives, based on research in human learning and communication and employing a combination of human and non human resources to bring about more effective instruction . (Comission on Instructional Technology, 1970:). Suatu cara yang sistematik dalam mendesign, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam

teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia mahupun bukan manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. Jadi, menurut konsep ini tujuan utama teknologi pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif. Bagaimana hal itu dilakukan? Dengan cara mendesign, melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematik berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya, serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia mahupun bukan manusia dengan demikian, sejak tahun 1970an, sudah ada pandangan bahawa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber belajar. Instructional technology is the research in and application of behavioral science and learning theories and the use of a systems approach to analyze, design, develop, implement, evaluate and manage the use of technology to assist in the solving of learning or performance problems.Tom Cutchall (1999). (source: http://www.arches.uga.edu/~cutshall/tomitdef.html) Definisi menurut Cutchal ini menekankan bahawa teknologi pembelajaran merupakan penelitian dan aplikasi ilmu prilaku dan teori belajar dengan menggunakan pendekatan sistem untuk melakukan analisis, design,

pengembangan, implementasi, evaluasi dan pengelolaan penggunaan teknologi

untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kerja. Tujuan utamanya adalah pemanfaatan teknologi (soft-technology maupun hard-technology) untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kerja manusia. Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources. AECT (2004). Implementasi teknologi dalam pendidikan dapat dilihat pada sektor berikut : a) Pendidikan Dasar dan Menengah, teknologi diharapkan mempengaruhi peningkatan motivasi, menguatkan pengajaran, meningkatkan lingkungan psikologi di dalam kelas. b) Pendidikan merangsang intelektualnya Tinggi, dan penggunanan memotivasi dapat teknologi dimaksudkan untuk

mahasiswa

dalam

mengembangkan penelitian dan

sehingga

mengembangkan

pengembangan ilmu baik teoretis mahupun terapan. c) Belajar Jarak Jauh, menyediakan media perantara antara pelajar dan lembaga pendidikannya. d) Pendidikan Luar Biasa, berfungsi sebagai alat bantu bagi anak-anak yang mengalami kelainan. e) Pendidikan dan Latihan, berpengaruh langsung terhadap persiapan tenaga kerja yang semakin kompleks untuk menghasilkan tenaga terampil. f) Dalam Pendidikan Matematika, hal ini berkaitan dengan program-program yang telah disiapkan, alat peraga dan penyelesaian soalan-soalan. g) Dalam Pendidikan Sains, beruapa aplikasi program komputer dan sistem pemodelan. h) Dalam Pendidikan Bahasa, berkaitan dengan penulisan, mendengarkan, telekomunikasi dan lainnya.

1.2

Kepentingan Teknologi dalam Pendidikan

Mantan sekretaris pendidikan negara Amerika, Rod Paige mengatakan, Pendidikan adalah sektor industri yang masih memperdebatkan kegunaan teknologi. Bill Gates, pendiri Microsoft mengatakan dalam bukunya, The Road Ahead: Saya selalu peduli tentang pendidikan, tetapi sekarang saya seorang ayah sehingga saya memberikan pemikiran yang lebih mendalam. Saya melihat dari pengalaman pribadi bagaimana pembelajaran akan meningkat jika alat-alat yang tepat ada di tangan dan bagaimana sulitnya itu ketika alat yang baik dan informasi tidak tersedia. Potensi manusia terbuang ketika siswa-siswi di mana saja terutama sekali anak-anak, yang secara alamiah mencintai komputer dan interaksi tidak mempunyai akses ke teknologi informasi yang menjadi barang biasa dalam dunia perniagaan yang berpikir ke depan. Susan Brooks Young menulis dalam bukunya, Digital-Age Literacy for Teachers: Applying Technology Standards to Everyday Practice: Hari ini guru guru harus mendapatkan kenyataan bahawa menyelesaikan tugas-tugas dengan metode tradisional masih bisa berjalan, tetapi ini akan membuat siswa-siswi menjadi dingin. Kenapa? Kerana di luar kelas siswa-siswi mempunyai akses ke teknologi yang dapat membuat mereka dapat mengerjakan tugas-tugas yang sama yang lebih masuk akal bagi mereka. Daripada memegang cara lama bagaimana dahulu guru-guru belajar, guru-guru seharusnya memanfaatkan teknologi di dunia nyata dan paling tidak, mencerminkan, kalau tidak memimpin, penggunaan teknologi di kelas.

1.3

Kesimpulan:

Teknologi pendidikan ialah satu sistem yang meliputi alat dan bahan media, organisasi yang digunakan secara terancang bagi menghasilkan kecekapan dalam pengajaran dan keberkesanan dalam pembelajaran.
4

Dari berbagai pengertian di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulam : 1. Teknologi pendidikan adalah sebagai media yang lahir dari

perkembangan alat komunikasi yang digunakan untuk tujuan pendidikan. Alat-alat itu lazim disebut hardware. 2. Ada yang menafsirkan teknologi pendidikan sebagai suatu pendekatan yang ilmiah kritis, dan sistematis tentang pendidikan. Penerapan ini mengutamakan soft ware, tanpa alat pendidikan dapat berjalan. Sebaliknya hardware tak dapat berguna tanpa penerapan soft ware . 3. Jadi, pendidikan ini merupakan suatu ekspresi dari gerakan ilmiah yang telah dirintis sejak priode Aristoteles dan bergerak terus melalui Wundt, Pavlov, Thorndike, Skinner dan lain-lain. 4. Belajar berprograma yang diciptakan oleh B.F. Skinner banyak

mendorong kearah perkembangan teknologi pendidikan. 5. Teknologi pendidikan mengajak guru untuk bersikap problematik terhadap proses belajar-mengajar dan memandang tiap teknik mengajar sebagai hipotesis yang harus diuji keberkesanannya. Dengan demikian teknologi pendidikan mendorong profesion keguruan untuk berkembang menjadi suatu science. Namun pekerjaan guru selalu mengandungi seni.

2.0

PENGENALAN TEKNIK HANTARAN BOLA SEPAK Terdapat 3 teknik hantaran bola leret iaitu hantaran bahagian dalam kaki, hantaran bahagian luar kaki, hantaran bahagian kekura kaki. Pilihan teknik anda adalah bergantung kepada keadaan dan situasi permainan.

2.1

Hantaran Bahagian Dalam Kaki Kemahiran hantaran yang paling asas dan juga kemahiran yang pertama

perlu anda menguasai biasanya dikenali sebagai hantaran jenis tolakan. Ini adalah kerana permukaan dalam kaki yang sebenarnya menolak bola. Teknik hantaran dengan bahagian dalam kaki adalah kemahiran yang paling utama perlu dikuasai oleh seorang pemain bola sepak. Hantaran ini dalah merupakan kaedah yang terbaik apabila membuat hantaran yang tepat terutamanya pada jarak 5 hingga 15 ela. Tekniknya agak mudah, iaitu dengan menghadap tubuh ke arah sasaran dengan kedudukan bahu selari sewaktu menghampiri bola. Kaki yang tidak menendang berada disisi bola dan mengarah kearah sasaran (sebagai pengimbang). Kedudukan kaki penendang berada dalam keadaan kemas dan kuncikan pergelangan kaki. Kontak bola dengan bahagian dalam kaki ikut lajak pergerakan sewaktu tendangan dilakukan. Gambar Rajah 1.1 Persediaan

1. Menghadap sasaran. 2. Kaki pengimbang disisi bola.


6

3. Kaki pengimbang menghala sasaran. 4. Bahu dan pinggul menghadap sasaran. 5. Bengkokkan sedikit kaki pengimbang. 6. Ayun kaki penendang ke belakang. 7. Kaki penendang di sisi. 8. Lengan berada disisi untuk imbangan. 9. Kedudukan kepala dalam keadaan stabil.

Gambar Rajah 1.2 Pelaksanaan

1. Kedudukan badan di atas kepala. 2. Ayun kaki penendang kea rah hadapan. 3. Kaki penendang sentiasa dalam keadaan kemas dan tegap. 4. Kontak bahagian tengah bola dengan permukaan dalam kaki. 5. Tumpukan perhatian pada bola.

Gambar Rajah 1.3 Ikut Lajak

1. Pindahkan berat badan ke depan. 2. Hasilkan momentum melalui bola. 3. Ikut lajak dengan lancar.

3.0

Model ASSURE Reka Bentuk Pengajaran ASSURE was stood for :

A - Analyze the Learner (Analisis pelajar). S - State the Objectives (Nyatakan objektif pembelajaran). S - Select the Method (Pilih media dan kaedah). U - Utilize the Media and Materials (Gunakan media dan kaedah). R - Require Learner Participation (Dapat respons pelajar). E - Evaluate and Revise (Nilai bahan, kaedah dan seluruh proses pengajaran).

3.1

Analyze the Learner (Analisis pelajar). Mengenalpasti kesediaan dan pengetahuan sedia ada pelajar berkaitan dengan tajuk yang hendak diajar. Kaji umur, bakat, kelas serta taraf ekonomi pelajar untuk memudahkan proses pengajaran dan pembelajaran berlaku.

3.2

State objective (nyatakan objektif) Nyatakan objektif dengan khusus berdasarkan pencapaian yang

dirancangkan.

3.3

Select, modify or make media (pilih, baiki atau bina media) Guru hendaklah memilih media yang sedia ada disesuaikan dengan objektif pengajaran. Sekiranya media itu rosak atau kurang sesuai hendaklah dibaiki terlebih dahulu. Tetapi jika media yang sedia ada tidak bersesuaian dengan objektif pengajaran, guru hendaklah membina media yang baru bersesuai dengan tajuk dan objektif pengajaran.

3.4

Use media (gunakan media) Rancangkan bagaimana media itu hendak digunakan. Sediakan alat kemudahan untuk persembahan. Rancangkan aktiviti-aktiviti yang menarik minat murid serta yang memberi motivasi kepada murid supaya murid merasa seronok. Adakan juga aktiviti susulan bagi tujuan pengayaan.

3.5

Require learner response (keperluan tindakbalas) Tindakbalas dari pelajar seperti membuat latihan hasil dari pembelajaran yang berlaku. Adakan juga pengukuhan supaya tindakbalas yang betul diperolehi.

3.6

Evaluate materials (menilai) Menilai dan menyemak semula bahan yang telah digunakan.

Adakah objektif tercapai? Bahan yang digunakan membantu P&P? Adakah semua pelajar gunakan cara yang betul? Adakah suasana P&P selesa? Adakah peluang-peluang pemerhati individu diberi? Soalan yang dikemukakan dapat dijawab?

3.7

Huraian Model ASSURE Huraian Analisis Model Pengetahuan sedia ada pelajar: - Pelajar telah mempunyai pengetahuan sedia ada mengenai bola sepak. Umur - 11 tahun (Darjah 5) Bilangan Pelajar - 21 orang

Langkah-langkah A - Analyze the Learner (Analisis pelajar).

S - State the Objectives Kognitif: Menyatakan bahagian kaki yang terlibat (Nyatakan pembelajaran). objektif semasa menendang bola. Memahami prinsip

imbangan, kawalan bola, dan berfikir secara bijak apabila ingin membuat hantaran. Afektif: Memupuk keyakinan diri, kerjasama dan bertanggungjawab serta jujur. Psikomotor: Melakukan kemahiran hantaran leret dengan tepat dan pantas ke sasaran.
10

S - Select the Method Media menggunakan media yang bersesuaian (Pilih media dan kaedah). dengan kaedah pengajaran supaya pelajar dapat memahami isi pelajaran dengan berkesan. Video Penggunaan video dapat memudahkan pelajar melihat teknik-teknik yang betul yang ingin disampaikan oleh guru. GambarMenunjukkan gambar sebenar untuk

menggambarkan kemahiran dalam aktiviti.

U - Utilize the Media and LCD- Alat pemancar digunakan untuk tayangan Materials (Gunakan media video dan gambar-gambar dalam proses pengajaran dan kaedah). dan pembelajaran. Komputer- alat bantu mengajar untuk memudahkan proses pengajaran dan pembelajaran berjalan

dengan lancar. R Require Learner Pelajar melakukan aktiviti kemahiran asas hantaran (Dapat bola bersama rakan atau pasangan dengan cara bergilir-gilir.

Participation respons pelajar).

E - Evaluate and Revise Guru menggunakan kaedah sesi soal jawab dan (Nilai bahan, kaedah dan demonstrasi kepada pelajar untuk mengukuhkan lagi seluruh pengajaran). Penggunaan bahan bantu mengajar yang sesuai dapat menjayakan proses P&P dengan berkesan dan pelajar dapat menguasainya dengan baik. proses kefahaman tentang cara hantaran yang betul.

11

12