TRUCK

1. TRUCK
Dipakai untuk mengangkut tanah, aggregate, batuan, bijih, batubara, atau materialmaterial lainnya (misal: water truck dan fuel truck). Keuntungan alat angkut (jenis truck): - kapasitas relatif besar - kecepatan relatif tinggi - ongkos relatif rendah - fleksibilitas baik (high degree of flexibility) Hampir semua jenis truck membutuhkan kondisi jalan yang baik dengan tanjakan yang tidak terlalu curam, agar dapat beroperasi dengan baik. Beberapa jenis truck, dengan ukuran tertentu tidak boleh melewati jalan raya (off highway truck) biasanya untuk mengangkut material dengan tonage besar, pada proyek PTM yang besar, dan untuk penghematan ongkos angkut.

Klasifikasi truck didasarkan pada:
1. Ukuran dan type mesin: gasoline, diesel, butane, propane 2. Berdasarkan DLLAJR: yang boleh lewat jalan umum dan yang tidak boleh 3. Jumlah roda penggerak (kind of drive): 2 wheel drive, 4 wheel drive, 6 wheel drive 4. Jumlah susunan sumbu dan roda penggerak: single-axle dualwheel 5. Metode penumpahan material: rear dump, side dump, bottom dump 6. Berdasarkan bentuk bak: bak terbuka dan bak tertutup (Peti kemas) 7. Sumber penggerak untuk penumpahan material: hydraulic, cable

.

ARTICULATED DUMP TRUCK .

.

TRUCK YG BOLEH LEWAT DI JALAN UMUM (HIGHWAY TRUCK) .

Truck yang tidak boleh lewat jalan umum .

Jenis material (material berat atau ringan) . disesuaikan dengan jenis material. harus diketahui: . misal: . dalam cu yd kapasitas volume truck dalam kondisi pengisian “munjung”. tikungan.Kapasitas Truck.struck capacity . dalam cu yd kapasitas volume truck yang diisi “peres” dengan bagian teratas dari bak dan tidak ada material yang munjung • Heaped volume.Earth atau sandy clay dapat dimuat dengan “kemunjungan” = 1:1 .dimensi panjang dan lebar bak truck . dalam ton • Struck volume. dinyatakan dalam: • Tonage. dll) . mulus.Dry sand atau gravel dengan “kemunjungan” = 3:1 Untuk menentukan heaped capacity.kondisi jalan lintas (lurus. berlubang.sudut kemiringan (angle of repose) material .

Pemuatan Material Earth atau Sandy Clay Pemuatan Material Dry Sand atau Gravelt .

maka over loading dibenarkan. . gear. clutches (kopling) meningkat. biaya maintenance meningkat Namun jika nilai tambah material yang diangkut lebih besar dari jumlah total biaya operasi truck.Over loading • • • • Meningkatkan biaya operasi per jam Meningkatkan konsumsi kebutuhan bahan bakar Mengurangi umur ban Frekuensi kerusakan pada axle. brake.

apabila produksi alat muat = produksi alat angkut Produksi alat-alat muat: nL( 60 Cl( satuswing ) xK B ) nL = jumlah alat muat KB = kapasitas bucket Cl = waktu edar satu swing Produksi alat-alat angkut (truck): nT = jumlah truck KT = kapasitas bak truck Ct = waktu edar truck nT ( 60 xKT ) Ct .Match Factor = Faktor Keserasian Pemilihan kapasitas alat angkut harus disesuaikan dengan kapasitas alat muat (power shovel. dragline. atau belt loader) Serasi. dozer shovel. back hoe.

artinya serasi (match) .Match Factor Produksi alat muat = produksi truck 1 prod . Alat muat MF  nT x CL nL x Ct MF = 1. Truck prod .

menguntungkan pada jarak angkut pendek Biasanya kecepatan lebih tinggi Pengaruh penurunan produksi lebih kecil.Truck kapasitas kecil Keuntungan • • • • Lebih fleksibel dalam manuver. akan mengurangi waktu tunggu (time lost) Kerugian • • • • Alat gali muat lebih sulit memuatkan material ke dalam truck Waktu penempatan truck (spotting time) untuk dimuati banyak yang hilang. karena jumlah truck banyak Kebutuhan operator (driver) lebih banyak Karena jumlah truck banyak. reparasi dan stock suku cadang lebih besar • . kondisi jalan lebih cepat rusak dan resiko tabrakan lebih besar Biaya perawatan. maka investasi lebih besar. jika ada unit yang rusak Lebih mudah menyeimbangkan jumlah truck dengan alat muat.

Truck kapasitas besar Keuntungan • • • Jumlah truck lebih sedikit. sehingga mengurangi biaya investasi. perawatan dan reparasi Operator lebih sedikit Sinkronisasi dengan alat gali lebih mudah dan resiko tabrakan lebih kecil khususnya pada long road Meningkatkan target pemuatan excavator Frekuensi spotting time lebih kecil Pemakaian bahan bakar lebih hemat • • • Kerugian • • • • Waktu pemuatan lebih lama. khususnya untuk small excavator Truck besar dan berat akan mempercepat kerusakan jalan Lebih sukar dalam menyeimbangkan jumlah truk dengan out put excavator Sulit untuk dibawa ke jalan raya .

Radius putar truck Berhubungan dengan bentuk dan konstruksi alat angkut. R = radius putar Wb = jarak poros roda depan dan belakang α = sudut penyimpangan roda depan (0) Wb R sin  GAMBAR SUDUT PENYIMPANGAN MAKSIMUM RODA KENDARAAN .

Wb  R  c .

Wt+(n+1)(0.jarak (spasi) alat angkut terhadap tepi jalan W = n (U + Fa + Fb + Z) + C Keterangan: lihat diktat C = Z = 0.5 (U + Fa + Fb) . dihitung berdasarkan pada: .lebar juntai atau tonjolan (overhang) alat angkut bagian depan dan belakang pada saat membelok .lebar jejak ban .jarak antara alat angkut pada saat bersimpangan . L = lebar jalan angkut n = jumlah jalur Wt = lebar alat angkut (total) Rumus di atas hanya untuk lebar jalan dua jalur b. Lebar pada jalan lurus (rule of thumb by Aasho Manual Rural Highway Design) L = n.5Wt) meter . Lebar pada jalan tikungan.Geometri jalan angkut a.

GAMBAR LEBAR JALAN PADA TIKUNGAN .

m g = gravitasi bumi.c.18% e. 1 % = jalan naik atau turun 1 meter atau 1 ft untuk setiap jarak datar 100 m atau 100 ft Secara umum kemiringan jalan berkisar antara 10 % . baik dalam pengereman maupun mengatasi tanjakan. Kemiringan jalan pada tikungan (super elevasi) tan θ = V2 : (R.g) m/m atau mm/m Keterangan: V = kecepatan rencana. 9. Kemiringan jalan angkut biasanya dinyatakan dalam (%). Kemiringan jalan angkut Kemiringan atau grade jalan angkut merupakan faktor penting karena berhubungan dengan kemampuan alat angkut. Konstruksi jalan angkut Secara umum konstruksi jalan harus memenuhi dua syarat: 1) Secara keseluruhan harus mampu menahan berat atau beban kendaraan maksium yang berada di atasnya 2) Permukaan jalan harus mampu untuk menahan gesekan roda kendaraan.8 m/dt2 d. pengaruh air dan hujan . km/jam R = radius tikungan.

Dispatch System .

demikian juga dengan pemakaian shovel ataupun loader sebagai alat gali menjadi se-efektif mungkin. .General Overview • Dispatch adalah suatu alat yang tugas utamanya digunakan untuk mengatur distribusi truk sebagai alat angkut. sehingga pemakaian truk tersebut dapat dilakukan se-efektif mungkin. dispatch juga dilengkapi dengan sistim control yang berfungsi untuk mengetahui dan mengontrol pengambilan material termasuk juga pembuangannya. apakah material tersebut dibuang pada tempat yang sesuai dengan yang ditentukan. berdasarkan permintaan yang dibuat oleh bagian perencanaan tambang dan engineering (Mine Planning Dept). • Selain tugas utama dispatch untuk meningkatkan produktivitas alat.

pemindahan alat dilakukan berdasarkan situasi. bukan berdasarkan data kemarin atau data kondisi yang sudah lalu tetapi berdasarkan hitungan data beberapa menit yang lalu. kondisi dan kepentingan yang terjadi saat itu. sehingga setiap pelanggaran yang ada seperti misalnya kesalahan penggalian material ataupun kesalahan tempat pembuangan material dan lain-lainnya. penugasan alat.Continued …… • Dalam sistim dispatch semua pengontrolan ini dilakukan secara “real time” yang artinya setiap perubahan distribusi truk. • Setiap transaksi atau pekerjaan yang dilakukan oleh truk sebagai alat angkut maupun shovel/loader diketahui oleh dispatch operator. 24 . semuanya itu diketahui oleh dispatch system dan dispatch operator bertugas mengingatkan pengawas lapangan untuk segera memperbaikinya sehingga kesalahan serupa tidak terulang lagi.

A. Dasar-dasar Sistem Dispatch Peralatan Sistem Dispatch .

Rangkaian Sistim Dispatch Di Alat .

Konfigurasi Sistem Dispatch .

tekan TUNDA TIBA Queue Spotting Loading PERTAMA DITUGASKAN KE Dump/Crusher Penuh tekan FULL Terminology ……. ?? . Cara Kerja Sistem Dispatch Dumping TUGAS Idle TIBA Traveling Dumping Idle TUGAS Berhenti.B.

pada kondisi jalan naik dan turun adalah 15 km/jam. a. Setiap kali hendak menumpahkan material ke crusher rata-rata truk menunggu 0. Berapakah produksi truk setiap jamnya ? (truck productivity in hr = tph) b.5 menit. spotting time 0. berapa jumlah truk yang diperlukan ? (Truck Requirements) .5 Jam. berapakah produksi truk perhari ? (Ton perTruck per-Day = TPTD) c. Jika target produksi yang ditetapkan untuk shovel tersebut adalah 50. Pada suatu Tambang Emas Terbuka. dengan asumsi availability alat adalah 82% dan effisiensi kerja adalah 98% dan Load Factor Cat 793 adalah 210T. Waktu isi adalah 2.5 menit per-load.000 Ton per hari maka. dengan waktu dumping 0. kecepatan rata-rata truk.Contoh Soal 1.5 menit. Jarak tempuh untuk membuang material ke crusher adalah 5 km.7 menit. Jika operasi tambang berjalan 3 shift dan delay shift change adalah 0.

082 Tptd = .5 0.0 20. Truck Requirement = 17.79 hrs x 286 tph = 50.000 T / 5.Contoh Perhitungan Jarak tempuh Kecepatan truk rata2 5 km 15 km/hr 20.5 hrs = 285 Tph Productive Hour Delay shift change 19.5 17.2 min x 210 T = = 24 x 0.5 0.070 Tptd 9.82 x 0.0 2.86 Truck ~ 10 Truck b. TPTD c.7 44.2 menit " " " " " Travel Time Bermuatan = 5/15*60 Travel Time Kosong (diasumsikan sama) Load Time Dump Time Spot Time Queue Time rata-rata Total CT a.3 hrs 1.98 = = 3 x 0.79 5.5 0. TPH = 1 Jam / CT x Load Factor truck 60 / 44.

Truck Function Production Load factor truck CT No of Truck 210 T 40 Min 100 Units Asumsi availability truck = 0.82.82 x 0.075 T = 607.98 Productivity Truck = 60 / 40 x 210 T = 315 T = 24 hrs x Availability x Use of Availability x Tph = 24 x 0.500 Tpd 31 TPTD Total Produksi .98 x 315 = 6. as follow : 1. use of availability = 0.075 Tptd = 100 truk x 6.Dasar Perhitungan Produksi Production can be calculated based on 2 methods.

of shovel Load factor truck CT Shovel 10 units 210 T Load time + Spot time + Hang time = 2.150 Tph x 19.95 Productive Hours = 24 hrs x Availability x Use of Availability = 24 hrs x 0. 2.8 hrs = = 62. Shovel Function Production No.95 = 19.5 min + 1 min = 4 min Asumsi availability shovel = 0.8 hrs = 60 min / 4 min x 210 T = = 3.Continued ……. use of availability = 0.87 x 0.483 Tpd x 10 Shovels = 3.5 min + 0.834 Tpd 32 Productivity Shovel Tpd Shovel Total Produksi .483 Tpd 624.87.150 Tph 62.

Urutan Aktivitas Truk .

Masukkan Nama dan minta Penugasan Dumping Berjalan ke Shovel Berjalan ke Dump URUTAN AKTIVITAS “GOIC” di Tiba di Shovel Bucket Pertama .

Pilihan Penugasan Truk .

Penugasan Oleh Sistim Dispatch .

Dasar Pemikiran dan Perhitungan .3.

hasil dari perhitungan ini masuk di model LP .“Best Path” – Digunakan untuk menentukan jarak terpendek antara dua lokasi . Dispatch langsung menghitung jarak antara 2 lokasi setiap ada perubahan jalan di “Pit Graphic” dan jika ada penghitungan baru di LP.

Pit Graphic .

LP model menghitung untuk memberikan solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas “Dynamic Programming” Memfasilitasi pencapaian yang sudah dihitung/rencanakan oleh LP dengan penugasan2 truk secara “Real Time” .“Linear Programming” Perhitungan dan perencanaan teoritis untuk memaksimalkan produktivitas truk yang berpatokan pada shovel/dump circuit.

.

Perhitungan Sederhana Kebutuhan Truk 2 Shovel Dispatched .

4. High Precision GPS .

Cara Pembacaan/Penggunaan 1. 4. 5. Gambar shovel akan bergerak-gerak sesuai dengan pergerakan shovel saat itu juga. Lihat Skala 2. Tanda Panah akan berubah-ubah sesuai pergerakan shovel. Selama shovel beroperasi diharapkan tanda panah di angka Nol (0) 3. Garis-garis di sekitar shovel menandakan batas material (Belum difungsikan) .

5. Layar Standard Dispatch Layar Exception .

Layar Transaksi .

Dispatch Utility .

LP Route .