Anda di halaman 1dari 5

Wening Dwijayanti P17424109091/REG A

TUGAS PROMOSI KESEHATAN

STRATEGI PROMOSI KESEHATAN


Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan Dosen Pengampu : Elisa Ulfiana, SSiT, M.Kes

Disusun oleh :

WENING DWIJAYANTI P17424109091 REGULER A / SEMESTER III

PRODI DIII KEBIDANAN SEMARANG POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG 2009/2010

STRATEGI PROMOSI KESEHATAN MENINGKATKAN JUMLAH PERSALINAN DI BIDAN TANPA MENGELIMINASI DUKUN BAYI

A. LATAR BELAKANG Pada masa sekarang ini sudah tidak zaman dan di ijinkan lagi untuk seorang dukun membantu dalam menolong persalinan, namun tidak bagi di desa yang masih pelosok-pelosok, budaya melahirkan bayi dengan bantuan dukun masihlah banyak dan sering meski praktik melahirkan dukun sudah dilarang oleh pemerintah, padahal sudah terdapat tenaga kesehatan yang lebih kompeten dibanding dengan dukun yaitu bidan desa. Banyak sekali alasan mengapa ibu-ibu bersalin memilih untuk mengundang dukun bayi ke rumah dalam proses kelahiran bayinya dibanding dengan datang ke rumah bidan untuk melahirkan di bidan. Beberapa factor yang mendorong diantaranya adalah budaya setempat yang masih mengagungkan dukun, biaya bersalin dengan dukun lebih murah dengan biaya persalinan di bidan, masih adanya kemauan dari dukun untuk menjalankan praktik persalinan meskipun sudah dilarang, dan lain-lain. Padahal dalam hal persalinan seorang dalam menjalankan praktiknya tidak dibekali dengan teori dan pengetahuan yang cukup, hal ini bisa memberi dampak negative pada ibu dan janinnya. Contohnya saja pada ketuban pecah awal seorang dukun mempunyai persepsi bahwa pembukaan pasti sudah lengkap dan disuruhlah ibu mengejan padahal sebenarnya pembukaan servik belum lengkap dan mengakibatkan vagina ibu udema, bayi tak kunjung lahir dan kepala bayi terdapat caput suksedaneum karena sudah terlalu lama di dalam panggul ibu. Oleh karena itu sebagai seorang tenaga kesehatan khusunya bidan saya harus bisa mengatasi hal ini untuk menekan adanya angka kesakitan bayi, ibu dan juga memperkecil atau juga menekan angka kematian ibu dan bayi diwilayah yang masih banyak

menggunakan jasa dukun bayi untuk membantu proses kelahiran, dimana agar masyarakat mau dan bersedia untuk melahirkan di tenaga kesehatan tanpa mengeliminasi keberadaan seorang dukun bayi.

B. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN STRATEGI yang harus saya lakukan bila didaerah atau diwilayah kerja saya nantinya sebagai bidan desa agar memacu masyarakat untuk melahirkan di bidan tanpa mengeliminasi atau menggeser dukun bayi adalah :

Memberikan keringanan biaya persalinan pada orang yang benar-benar kurang mampu dengan menunjukan kartu miskin, sehingga ibu bersalin tidak mengundang dukun lagi untuk membantu proses persalinan karena factor biaya yang mana bila bersalin dengan bantuan dukun maka biaya lebih murah atau dibawah dari bersalin di bidan.

Memberikan paket untuk bayi baru lahir gratis bagi ibu yang mau bersalin ditempat bidan seperti baju, kain segi empat untuk membedong, topi bayi, kaos tangan dan kaki khusus bayi, perlak bayi dan selimut bayi. Diharapkan dengan adanya ini jumlah ibu yang melahirkan di bidan meningkat

Menggandeng atau kolaborasi atau kerja sama dengan dukun bayi dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat seperti pijat bayi, sehingga seorang dukun bayi tidak merasa dieliminasi atau tergeser oleh seorang bidan, dan masih dapat menjalankan praktik namun bukan praktik persalinan melainkan pemijatan bayi sehingga dukun masih tetap mempunyai penghasilan, tidak merasa tersaingi dengan adanya praktik bidan. Bidan disini sebagai fasilitator bagi dukun yaitu memberikan atau menyediakan fasilitas tempat pemijatan.

Memberikan pijat bayi gratis untuk 2 kali kunjungan pada ibu yang mau bersalin ditempat bidan yang mana pijat bayi ini dilakukan oleh seorang dukun bayi.

Jadi bidan menyediakan tempat khusus untuk pemijatan bayi layaknya spa dan body massage khusus bayi. Memberikan pelayanan persalinan yang special dibanding yang lain bahkan dibandingkan dengan seorang dukun yaitu dengan : Menerapkan Asuhan sayang ibu Yaitu dengan memperbolehkan suami menjadi pendamping saat melahirkan bayinya, memberikan jus buah yang segar, memberik minuman yang hangat Memberikan masase dan pijat ganda pada pinggul saat persalinan untuk mengurangi sakit Masase dan pijat ganda pinggul ini dilakukan pada saat ada kontraksi, pijat ganda ini terkadang diselingi dengan kompres hangat ataupun juga dingin. Menggunakan metode hypnosis untuk mengurangi adanya nyeri saat persalinan Memberikan aromaterapi pada ruangan yang mana hal ini bisa sebagai alternative untuk mengurangi nyeri. Aromaterapi bisa wangi bunga ataupun buah yang menyejukan sehingga pasien ibu bersalin bisa merasakan kenyamanan ketika menghadapi persalinan. Menyediakan sarana transportasi untuk antar jemput bagi keluarga yang rumahnya terlalu jauh dan tidak punya kendaraan pribadi. Hal ini bisa menjadi sarana yang amat diperlukan pada saat persalinan, yang terkadang menjadi salah satu kendala bagi keluarga untuk mencapai rumah bidan, bagi yang rumahnya terlalu jauh dari rumah bidan dan juga bagi keluarga yang belum mempunyai kendaraan.

Menyediakan jasa pembuatan akta kelahiran anak bila ibu melahirkan anaknya disini. Jadi begitu bayi lahir, proses pembuatan akta kelahiran anak sudah dalam proses, sehingga orang tua sudah tidak lagi pusing memikirkan bagaimana

membuat akta kelahiran anaknya dan tidak merasa kerepotan untuk pembuatan akta kelahiran, yang harus mengurus ke kelurahan, menggunakan kartu keluarga dahulu dan lain sebagainya, yang mana bisa menyita waktu orang tuanya.

Memberikan dooprize untuk ibu yang telah beberapa kali melahirkan di bidan atau bagi ibu yang tidak pernah melahirkan di dukun bayi. Doorprize dapat berupa voucher berbelanja ditoko sembako senilai

Rp.100.000,00, ibu bisa berbelanja apapun yang dikehendakinya namun dengan jumlah total Rp. 100.000,00

C. KESIMPULAN Dengan adanya strategi ini diharapkan jumlah ibu hamil yang bersalin di tenaga kesehatan yaitu bidan dapat meningkat, sehingga tidak ada lagi yang melahirkan dengan bantuan dukun, dengan begini angka kesakitan dan kematian ibu dan anak bisa ditekan atau berkurang, tanpa harus menggeser atau mengeliminasi dukun bayi, melainkan bermitra atau berkolaborasi dan bekerja sama dengan dukun.