Anda di halaman 1dari 31

Praktikum biologi Keperawatan

Sitogenetika
Kromosom adalah dasar dari hereditas Teknik-teknik pemeriksaan dan analisa kromosom manusia Identifikasi dan karyotiping kromosom Aplikasi medis Aberasi kromosom

Kromosom adalah dasar dari hereditas


Ketika sel membelah, kromatin kromosom Unit informasi genetik( genes) di kodeka di DNA kromosom Setiap spesies memiliki karakteristik kromosom constitution(karyotipe) Perhatian tidak hanya pada jumlah dan morfologi kromosom, tetapi juga pd gen dan lokasi ( the gene map) Posisi gen : lokus Gen yang lokusnya pada kromosom sama : lingked Bentuk alternatif gen pada lokus yang sama : allel

Identifikasi karyotiping kromosom


Konferrensi genetika di Paris (1971) : kromosom di klasifikasikan menjadi 7 golongan (A s-d G) berdasarkan urutan ukuran besar kecilnya dan letak sentomer yang dominan pada tiap kelompok Karyotiping : proses pembuatan kariotip kromosom dg cara menggunting foto kromosom dan menyusun pasangan berdasarkan klasifikasi

Berdasarkan letak sentromer


Metasentrik : letak sentromer ditengah badan kromosom Sub metasentrik : sentromer membagi kromosom menjadi dua ukuran ( p sedikit pendek dari q) Akrosentrik : letak sentromer dekat ujung lengan p. Kromosom memiliki satelit dan dihubungkan oleh satu tangkai yang merupakan konstriksi sekunder dan mengandung gen 18 S dan 28 S RNA ribosom Telosentrik: sentromer terletak diujung kromosom

Klasifikasi kromosom
Gol A : No 1 dan 3 metasentrik, 2 sub meta Bol B : No 4 dan 5 sub meta sentrik Gol C ; 8 pasang pada wanita (6 s-d 12 + X) dan 7,5 pasang pada pria Gol D : 13,14, 15 akrosentrik Gol E : 16 meta, 17 dan 18 sub meta Gol F : 19, 20 meta Gol G : 21 dan 22 + Y pada pria

AberasiKromosom
Penyimpangan dari keadaan normal Legeune dll (1959), anak-anak mongolis mempunyai 47 kromosom Berdasarkan : jumlah dan struktur pada kromosom autosom atau seks, dapat terjadi pada semua sel tubuh

Sitogenetika modern berkembang sejak TJIO DAN LEVAN (1956)BERHASIL MENGEMBANGKAN TEKNIK ANALISA KROMOSOM METODE KULTUR DAN JARINGAN SECARA IN VITRO DENGAN PRINSIP BAHWA SEL-SEL BERPROLIFERAI DAN MENGADAKAN MITOSIS PADA METAFASE UNTUK MENDETEKSI KELAINAN-KELAINAN BAWAAN PADA JANIN (PRENATAL) bbl SEPERTI DOWN SYNDROM, TURNER SYNDROM, AMBIGOUS GENITALIA, HIDROCEPHALI, ANENCHEPALI DLL PADA ORG DEWASA SPT : SINDROM KLINE FELTER, FRAGILE-x GANGGUAN INFERTILITAS ( AMENORE PRIMER, ABORTUS HABITUALIS)

Teknik pewarnaan dan analisa kromosom manusia


ambil 5 cc darah vena. Sel-sel darah dipisahkan dibubuhkan pada medium kultur yang mengandung zat phytohaemagglutinin (PHA).Zat ini didapat dari ekstrak biji kacang merah (phaseolus vulgaris) yg berfungsi : Menyebabkan sel-sel darah merah menggumpal sehingga mudah memisahkannya dari sel-sel darah putih. Memacu sel-sel darah putih untuk membelah.

Kemudian sel sel lekosit dipelihara dalam keadaan steril pada temperatur 37*C selama 3 hari. Saat sel-sel membelah dan kemudian dibubuhkan zat kolkhisin sedikit. Kolkhisin adalah suatu alkaloida yang didapatkan dari umbi tanaman Colchicum autmnale, yg berfungsi meniadakan pembentukan gelendong inti dan menghentikan pembelahan mitosis pada stadium metafase,

satu jam kemudian, ditambahkan larutan hipotonik salin, sehingga sel-sel membesar dan kromosom-kromosom menyebar letaknya.. memotret kromosom-kromosom yang letaknya sudah tersebar itu dengan sebuah kamera yang dipasang pada mikroskop. Kemudian tiap-tiap kromosom pada foto itu digunting, diatur dalam pasangan-pasangan mulai dari yang paling besar ke yang paling kecil, sehingga didaptkan 22 pasang autosom dan sepasang kromosom kelamin.

Drum Stick
Merupakan massa kromatin sek yang ditemukan pada sel-sel darah merah yang berinti (polimorfonuklear) terutama neutrofil Tampak sembulan massa kromatin halus berbentuk pemukul drum ( (drum stick) yang merupakan representasi inaktifasi kromosom

Drum stick

Drumstick (sex chromatin or Barr body) in a human female leukocyte. LM X400

Drumstik pada neutrohil

Barr Bodies
Massa kromatin seks yang ditemukan pada sel-sel interfase pada wanita dan tidak dijumpai pada pria Diteliti oleh Bertram thn 1949 ditemukan pada se-sel epitel mukosa pipi dan sediaan apus ( buccal smear) Diduga kromatin yang berkondensasi ini akibat inaktifai kromosom X ((hipotesis Lyon)

Figure 2 XIST RNA localization and Barr body formation. (A) The F26 TC chromosome is not the X chromosome. Ectopic XIST RNA (green), X chromosome paint (red). (B) F26 XIST RNA (green) and condensed DNA of a Barr body (arrow) (in 98% of expressing cells). (C) XIST RNA (green) and Xi Barr body (arrow) in normal female WI-38 cells. (D) Some F12 cells (5%) show large XIST RNA (green) drift. Most (70%) show diffuse cloud. (E and F) The XIST RNA (green) signal is enhanced equally for F12 and F26 cells (black and white images). XIST RNA drift can be

Barr body

A female cell showing a darkly stained Barr Body which is the

inactivated X chromosome

(source: Gardner RJM & Sutherland GR

(1996): Chromosome abnormalities and genetic counselling. Oxford Monographs on Medical Genetics No. 29. Oxford University Press, UK)

Barr body