Anda di halaman 1dari 18

PROFESI AKUNTAN PUBLIK

I.

Kantor Akuntan Publik (KAP) Kantor akuntan publik (KAP) adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik dalam memberikan jasanya. Kantor akuntan publik juga memberikan banyak jasa lain, seperti jasa pajak dan konsultasi. Empat kategori ukuran yang digunakan untuk menggambarkan KAP, yaitu:

1.

Kantor internasional Empat Besar Kantor Empat Besar mengaudit hampir semua perusahaan besar, baik di Amerika Serikat, maupun dunia, serta juga banyak perusahaan yang lebih kecil juga.

2.

Kantor nasional Kantor nasional memberikan jasa yang sama seperti kantor Empat Besar dan bersaing secara langsung dengannya untuk mendapatkan klien. Setiap kantor nasional berafiliasi dengan kantor-kantor di negara lain sehingga mempunyai kemampuan bertaraf internasional.

3.

Kantor regional dan kantor lokal yang besar Kantor regional dan kantor lokal yang besar bersaing mendapatkan klien dengan KAP lainnya, termasuk kantor nasional dan Empat Besar. Banyak kantir regional dan lokal yang besar berafiliasi dengan asosiasi KAP untuk berbagi sumber daya untuk hal-hal seperti informasi teknis dan pendidikan berkelanjutan.

4.

Kantor lokal kecil Banyak kantor lokal kecil tidak melakukan audit, terutama jasa akuntansi, serta perpajakan bagi klien-kliennya.
II.

Kegiatan Kantor Akuntan Publik KAP menyediakan jasa audit serta jasa atestasi dan assurance lainnya. Jasa-jasa tambahan yang biasanya diberikan oleh KAP meliputi jasa akuntansi dan pembukuan, jasa perpajakan, serta jasa konsultasi manajemen. KAP juga terus mengembangkan produk dan jasa baru, termasuk perencanaan keuangan, penilaian usaha, akuntansi forensik, audit internal yang disubkontrakkan (outsourcing), serta jasa penasihat teknologi informasi.
1

Terdapat tiga jasa tambahan KAP, yaitu: 1. Jasa akuntansi dan pembukuan Banyak klien kecil yang memiliki staf akuntansi terbatas mengandalkan KAP untuk menyusun laporan keuangannya dan jasa atestasi serta akuntansi dan pembukuan adalah sumber pendapatan utama bagi kebanyakan KAP besar. 2. Jasa perpajakan KAP menyiapkan SPT pajak perusahaan dan perorangan baik untuk klien audit maupun non-audit. Hampir setiap KAP melakukan jasa perpajakan yang mungkin mencakup Pajak Bumi dan Bangunan, pajak hadiah, serta pajak perencanaan pajak.
3. Jasa konsultasi manajemen atau jasa penasihat manajemen

Sebagian besar KAP memberikan jasa tertentu yang memungkinkan klien mengoperasikan bisnis secara lebih efektif. Jasa ini dengan memberikan saran singkat untuk memperbaiki sistem akuntansi. III. Struktur Kantor Akuntan Publik Tiga faktor utama yang mempengaruhi struktur organisasi semua KAP, yaitu: 1. Kebutuhan akan independensi dari klien 2. Pentingnya struktur untuk memicu kompetensi
3. Meningkatnya resiko tuntuntan hukum yang dihadapi auditor

Tersedia 6 struktur organisasi bagi KAP, yaitu:


1. Perusahaan perorangan (propietorship)

Hanya kantor dengan pemilik tunggal yang dapat beroperasi dalam bentuk ini. Secara tradisional, semua kantor dengan pemilik tunggal diorganisasikan sebagai perusahaan perorangan (proprietorship), tetapi dalam tahun-tahun terakhir ini sebagian besar sudah berubah menjadi bentuk organisasi yang memiliki kewajiban yang lebih terbatas akibat risiko tuntutan hukum.
2. Persekutuan umum (general partnership)

Bentuk organisasi ini sama seperti perusahaan peroranga, kecuali bahwa bentuk ini menyangkut banyak pemilik. Struktur organisasi ini juga semakin kurang populer karena bentuk kepemilikan lain yang menawarkan perlindungan hukum tertentu telah diperbolehkan menurut hukum negara bagian.

3. Korporasi umum

Keunggulan korporasi adalah bahwa para pemegang sahamnya hanya bertanggung jawab sampai sebatas investasi mereka dalam korporasi itu. Sebagian KAP tidak diorganisasikan sebagai korporasi umum karena hukum di kebanyakan Negara bagian melarang bentuk ini.
4. Korporasi profesional

Korporasi professional (professional corporation atau PC) memberikan jasa-jasa professional dan dimiliki oleh satu atau lebih pemegang saham. Hukum PC di beberapa negara bagian menawarkan perlindungan kewajiban pribadi yang sama dengan perlindungan oleh korporasi umum, sedangkan perlindungan di negara-negara bagian lain sangat rendah. Perbedaan ini menyulitkan KAP memiliki klien-klien di Negara bagian yang berbeda untuk beroperasi sebagai suatu PC. 5. Limited liability company Limited Liability Company (LLC) menggabungkan atribut-atribut yang paling menguntungkan dari korporasi umum dan persekutuan umum. LLC biasanya memakai struktur dan dikenai pajak seperti persekutuan umum, tetapi para pemiliknya memiliki tanggung jawab pribadi yang terbatas yang mirip dengan kewajiban dalam korporasi umum. Semua Negara bagian memiliki hukum LLC, dan sebagian besar juga mengizinkan KAP untuk beroperasi sebagai LLC. 6. Limited liability partnership Limited Liability Partnership (LLP) dimiliki oleh satu atau lebih partner. Struktur ddan pajaknya sama seperti persekutuan umum, tetapi perlindungan kewajiban pribadi dalam LLP lebih rendah ketimbang dalam korporasi umum atau LLC. Para partner dalam LLP lebih rendah ketimbang dalam korporasi umum atau LLC. Para partner dalam LLP secara pribadi ikut bertanggung jawab atas utang dan kewajiban persekutuan, tindakan mereka sendiri, dan tindakan orang-orang lain di bawah supervisi mereka. Para partner tidak secara pribadi bertanggung jawab atas kewajiban yang berasal dari tindakan ceroboh partner lain dan pegawai yang tidak berada di bawah supervisinya. Jadi, tidaklah mengejutkan bahwa semua kantor Empat Besar dan banyak kantor yang lebih kecil sekarang beroperasi sebagai LLP.

Tingkat dan Tanggung Jawab Staf Tingkat Staf Asisten Staf Auditor senior atau penanggung jawab Pengalaman Rata-rata 0-2 tahun Tanggung Jawab Utama Melakukan sebagian besar pekerjaa audit yang terinci. Mengoordinasikan dan bertanggung jawab atas pekerjaan 2-5 tahun lapangan audit, termasuk mengawasi dan mereview pekerjaan staf. Membantu penanggung jawab merencanakan dan mengelola audit, Manajer 5-10 tahun mereview pekerjaan penanggung jawab, serta membina hubungan dengan klien. Seorang manajer mungkin bertanggung jawab atas lebih dari satu penugasan pada saat yang sama. Mereview keseluruhan pekerjaan audit dan terlibat dalam Partner 10 tahun ke keputusan-keputusan audit yang signifikan. Seorang partner atas adalah pemilik KAP dan karenanya mengemban tanggung jawab akhir dalam melaksanakan audit dan melayani klien. IV. Sarbanes-Oxley Act dan Public Company Accounting Oversight Board Dipicu oleh banyaknya kasus kepailitan dan dugaan kegagalan audit yang melibatkan perusahaan-perusahaan seperti Enron dan WorldCom, Sarbanes-Oxley Act disahkan pada tanggal 30 Juli 2002. Ketentuan dalam UU ini, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai peraturan terpenting yang mempengaruhi profesi auditing sejak Securities Act tahun 1933 dan 1934, secara dramatis mengubah hubungan antara perusahaan terbuka dan kantor akuntan yang mengauditnya. Sarbanes-Oxley Act membentuk Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), yang ditunjuk dan diawasi oleh Securities and Exchange Commission (SEC). PCAOB mengawasi auditor perusahaan publik atau terbuka, menetapkan standar auditing dan pengendalian mutu untuk audit atas perusahaan terbuka, serta melakukan pemeriksaan atas pengendalian mutu di kantor-kantor yang melakukan audit tersebut. Kegiatankegiatan ini tadinya merupakan tanggung jawab AICPA. Sebelum diberlakukannya Sarbanes-Oxley Act, Auditing Standards Board (ASB) dari AICPA menetapkan standar auditing untuk perusahaan terbuka dan perusahaan swasta. Sekarang PCAOB bertanggung jawab atas standar auditing untuk perusahaan terbuka, sedangkan ASB terus menyediakan standar-standar auditing bagi perusahaan swasta.
4

PCAOB menggunakan standar auditing yang sudah ada, yang ditetapkan oleh ASB, sebagai standar audit interim. Akibatnya, sebagian besar standar auditing untuk perusahaan terbuka dan swasta memiliki kemiripan dan terutama didasarkan pada standarstandar yang sebelumnya ditetapkan oleh ASB. Sekarang PCAOB mengeluarkan standar auditingnya sendiri mencakup menetapkan standar untuk audit tentang efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Standar-standar tersebut disebut sebagai Standar Auditing PCAOB apabila diacu dalam buku ini dan hanya diterapkan pada audit atas perusahaan terbuka. Statements on Auditing Standards yang dikeluarkan oleh ASB setelah dibentuknya PCAOB tidak harus selalu diikuti dalam audit atas perusahaan terbuka. Akan tetapi, bila ada rujukan pada Statemet on Auditing Standards (SAS) yang dikeluarkan ASB, diasumsikan bahwa standar itu berlaku baik untuk perusahaan terbuka maupun swasta kecuali dinyatakan sebaliknya. PCAOB melakukan inspeksi atas kantor-kantor akuntan yang terdaftar untuk menilai ketaatannya pada aturan-aturan PCAOB dan SEC, standar professional, serta kebijakan pengendalian mutu kantor itu sendiri. PCAOB mensyaratkan inpeksi tahunan atas kantorkantor lain yang terdaftar setidaknya setiap tiga tahun sekali. Setiap pelanggaran dapat mengakibatkan tindakan disipliner oleh PCAOB dan dilaporkan ke SEC serta dewan akuntansi negara bagian. V. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga (Bapepam-LK) 1. Pengertian Bapepam-LK Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) adalah sebuah lembaga di bawah Kementerian Keuangan Indonesia yang bertugas membina, mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan.

2. Sejarah Bapepam-LK

Pada tahun 1976, ketika pasar modal Indonesia diaktifkan kembali pemerintah membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal. Menurut Keppres No.52/1976, Bapepam bertugas :

Mengadakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang akan menjual saham-sahamnya melalui Pasar Modal apakah telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dan sehat serta baik;

Menyelenggarakan Bursa Pasar Modal yang efektif dan efisien; Terus-menurus mengikuti perkembangan perusahaan-perusahaan yang menjual saham-sahamnya melalui pasar modal. Pada awal berdiri, selain sebagai penyelenggara, Bapepam juga merupakan

pembina dan pengawas pasar modal. Namun akhirnya dualisme yang ada Bapepam ditiadakan pada tahun 1990 dengan keluarnya Keppres No. 53/1990 dan SK Menkeu No. 1548/1990, sehingga lembaga ini dapat memfokuskan diri pada pengawasan pembinaan pasar modal. 3. Visi dan Misi Bapepam-LK 3.1 Visi Bapepam-LK Menjadi otoritas pasar modal dan lembaga keuangan yang amanah dan profesional, yang mampu mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. 3.2 Misi Bapepam-LK 3.2.1 Misi di bidang ekonomi Menciptakan iklim yang kondusif bagi perusahaan dalam memperoleh pembiayaan dan bagi pemodal dalam memilih alternatif investasi pada industri Pasar Modal dan Jasa Keuangan Non Bank. 3.2.2 Misi di bidang kelembagaan Mewujudkan Bapepam-LK menjadi lembaga yang melaksanakan tugas dan fungsinya memegang teguh pada prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, independensi, integritas dan senantiasa mengembangkan diri menjadi lembaga berstandar internasional. 3.2.3 Misi di bidang sosial budaya
6

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang memahami dan berorientasi pasar modal dan jasa keuangan non bank dalam membuat keputusan investasi dan pembiayaan. 4. Tugas Bapepam-LK Bapepam dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas membina, mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. Fungsi Bapepam-LK

Penyusunan peraturan di bidang pasar modal; Penegakan peraturan di bidang pasar modal; Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha, persetujuan, pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal; Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik; Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek, Kliring dan Penjaminan, dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;

Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal; Penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan; Pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; Perumusan standar, norma, pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan; Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan; Pelaksanaan tata usaha Badan.

6. Wewenang Bapepam-LK

Memberi:
7

Izin usaha kepada Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan,

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Reksa Dana, Perusahaan Efek, Penasihat Investasi, dan Biro Administrasi Efek Izin orang perseorangan bagi Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Persetujuan bagi Bank Kustodia Perantara Pedagang Efek, dan Wakil Manajer Investasi

Mewajibkan pendaftaran Profesi Penunjang Pasar Modal dan Wali Amanat Menetapkan persyaratan dan tata cara pencalonan dan memberhentikan untuk sementara waktu komisaris dan atau direktur serta menunjuk manajemen sementara Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sampai dengan dipilihnya komisaris dan atau direktur yang baru Menetapkan persyaratan dan tata cara Pernyataan Pendaftaran serta menyatakan, menunda atau membatalkan efektifnya Pernyataan Pendaftaran Mengadakan pemeriksaan dan penyidikan terhadap setiap Pihak dalam hal terjadi peristiwa yang diduga merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang dan atau peraturan pelaksanaanya Mewajibkan setiap Pihak untuk Menghentikan atau memperbaiki iklan atau promosi yang berhubungan dengan kegiatan di Pasar Modal Mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi akibat yang timbul dari iklan atau promosi dimaksud Melakukan pemeriksaan terhadap Setiap Emiten atau Perusahaan Publik yang telah atau diwajibkan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam Pihak yang dipersyaratkan memiliki izin usaha, izin orang perseorangan, persetujuan, atau pendaftaran profesi berdasarkan Undang-undang Menunjuk Pihak lain untuk melakukan pemeriksaan tertentu dalam rangka pelaksanaan wewenang Bapepam Mengumumkan hasil pemeriksaan Membekukan atau membatalkan pencatatan suatu Efek pada Bursa Efek atau menghentikan transaksi Bursa atas Efek tertentu untuk jangka waktu tertentu guna melindungi kepentingan pemodal
8

Menghentikan kegiatan perdagangan Bursa Efek untuk jangka waktu tertentu dalam hal keadaan darurat Memeriksa keberatan yang diajukan oleh Pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek, Lembaga Kliring dsan Penjaminan, atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian serta memberikan keputusan membatalakan atau menguatkan pengenaan sanksi dimaksud Menetapkan biaya perizinan, persetujuan, pendaftaran, pemeriksaan, dan penelitian serta biaya lain dalam rangka kegiatan Pasar Modal Melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakat sebagai akibat pelanggaran atas ketentuan di bidang Pasar Modal Memberikan penjelasan lebih lanjut yang bersifat teknis atas UUPM atau peraturan pelaksanaannya Menetapkan instrumen lain sebagai Efek selain yang telah ditentukan dalam Pasal 1 angka 5 UU PM Melakukan hal-hal lain yang diberikan berdasarkan Undang-undang Pasar Modal
VI.

Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) 1. Pengertian IAPI Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) merupakan organisasi akuntan publik di Indonesia yang memegang prinsip bahwa kejujuran adalah modal dasar dan modal sosial untuk anggota IAPI dalam melakukan praktik audit. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik bahwa setiap akuntan publik di Indonesia wajib menjadi anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

2. Sejarah IAPI

Didirikannya Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada 23 Desember 1957 di Aula Universitas Indonesia yang merupakan perkumpulan akuntan Indonesia yang pertama.

Pada 7 April 1977 IAI membentuk Seksi Akuntan Publik sebagai wadah para akuntan publik di Indonesia untuk melaksanakan program-program pengembangan akuntan publik.

Dalam Kongres IAI ke VII tahun 1994, anggota IAI sepakat untuk memberikan hak otonomi kepada akuntan publik dengan merubah Seksi Akuntan Publik menjadi Kompartemen Akuntan Publik.

Pada 24 Mei 2007 berdirilah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebagai organisasi akuntan publik yang independen dan mandiri dengan berbadan hukum yang diputuskan melalui Rapat Umum Anggota Luar Biasa IAI.

3. Keanggotaan IAPI Anggota IAPI diwajibkan untuk selalu menjaga dan melakukan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan dengan mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan (PPL) secara berkelanjutan sekurang-kurangnya 30 jam setahun. Dan untuk yang berpraktik di Pasar Modal sekurang-kurangnya 40 jam setahun. Anggota yang tidak memenuhi jumlah jam pelatihan yang diwajibkan tersebut, dikenakan sanksi bahkan sampai dengan pencabutan keanggotaannya. Kewajiban menjaga profesionalitas dalam melakukan audit adalah bersifat mutlak dan melekat sepanjang yang bersangkutan berpraktek sebagai akuntan publik, dimanapun akuntan publik tersebut berpraktek di wilayah Indonesia. 4. Fungsi IAPI Penyusunan dan penetapan standar profesional akuntan publik dan kode etik

Standar auditing Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) bertanggungjawab untuk menerbitkan pernyataan tentang masalah audit semua perusahaan. Pernyataan yang diterbitkan oleh DSPAP disebut Pernyataan Standar Akuntansi (PSA). Standar review dan kompilasi

10

IAPI menerbitkan Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSJAR), yang memberikan dasar tentang jasa review dan kompilasi yang diberikan. Dalam jasa kompilasi, akuntan membantu klien menyiapkan laporan keuangan tanpa memberikan penjaminan apapun. Penyelenggara sertifikasi akuntan publik Untuk melewati ujian akuntan publik, IAPI memberikan berbagai pelatihan dan pendidikan bagi anggotanya, termasuk di dalamnya adalah petunjuk audit untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Wadah asosiasi akuntan publik IAPI memberikan sejumlah pelatihan dan seminar untuk anggotanya dengan berbagai materi yang berkaitan dengan jasa penjaminan, atestasi, konsultasi manajemen dan pajak, untuk peningkatan kualitas akuntan publik. VII. Standar Audit yang Berlaku Umum Standar audit merupakan pedoman umum untuk membantu membantu auditor memenuhi tanggung jawab profesionalnya dalam audit atas laporan keungan historis. Standar auditing adalah standar yang ditetapkan dan disyahkan institut akuntan tidak hanya itu standar umum menekankan pentingnya kualitas pribadi yang harus dimiliki auditor. 1. Pelatihan dan Kecakapan Teknis yang Memadai Standar umum yang pertama biasanya diinterpretasikan sebagai keharusan bagi auditor untuk memiliki pendidikan formal dibidang auditing dan akuntansi, pengalaman praktik yang memadai bagi pekrjaan yang sedang dilakukan, serta mengikuti pendidikan profesional yang berkelanjutan. 2. Independensi Sikap Mental Standar umum yang kedua KAP diharuskan mengikuti praktik-praktik tertentu untuk meningkatkan kemungkinan indepedensi semua personil. 3. Kecermatan Profesional Standar umum yang ketiga menyangkut kecermatan dalam melakukan semua aspek auditing. Secara sederhana, ini berarti bahwa auditor adalah profesional yang bertanggung jawab melaksanakan tugasnya dengan tekun dan seksama, kecermatan mencangkup pertimbangan mengenai kelengkapan dokumentasi audit, kecukupan bukti audit, serta ketepatan laporan audit.
11

4. Perencanaan dan Pengawasan yang Memadai Pengawasan sangat penting dalam auditing karna sebagiaan besar pekerjaan lapangan dilakukan oleh anggota staf yang kurang berpengalaman. 5. Memahami Entitas dan Lingkunganya, termasuk Pengendalian Internasional Untuk melakukan audit secara memadai, auditor harus memahami bisnis dan industri klien. Salah satu konsep yang paling diterima luas dalam teori dan praktik auditing adalah pentingnya sistem pengendalian internal klien untuk mengurangi risiko bisnis klien, menjaga aktiva dan catatan, serta menghasilkan informasi keuangan yang andal. Jika auditor yakin bahwa klien memiliki sistem pengendalian internal yang sangat baik yang mencangkup pengendalian internal yang memadai untuk menyadiakan data yang andal, jumlah bukti audit yang harus dikumpulkan akan lebih jauh sedikit ketimbang bila pengendaliannya tidak memadai. 6. Bukti yang Mencukupi dan Tepat Keempat standar pelaporan GAAS mengharuskan auditor menyiapkan laporan mengenai laporan keungan secara keseluruhan, termasuk pengungkapan informatif. Karena PCAOB menetapkan standar auditing untuk audit perusahaan publik. Standar pelaporan juga mensyaratkan bahwa laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) dan juga mengidentifikasikan keadaan dimana GAAP tidak diterapkan secara konsisten dalam tahun berjalan jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Standar Auditing yang Berlaku Umum Standar Umum 1. Audit harus dilakukan oleh orang yang sudah mengikuti pelatihan dan memiliki kecakapan teknis yang memadai sebagai seorang auditor. 2. Auditor harus mempertahankan sikap mental yang independen dalam semua hal yang berhubungan dengan audit. 3. Auditor harus menerapkan kemahiran profesional dalam melaksanakan audit dan menyusun laporan. Standar Pekerja Lapangan 1. Auditor harus merencanakan pekerjaan secara memadai dan mengawasi semua asisten sebagai mana mestinya. 2. Auditor harus memperoleh pemahaman yang cukup mengenai entititas serta
12

lingkunganya, termasuk pengendaliaan internal, untuk menilai risiko salah saji material dalam laporan keuangan karna kesalahan atau kecurangan, dan untuk merangcang sifat, waktu, serta luas prosedur audit selanjutnya. 3. Auditor herus memperoleh cukup bukti audit yang tepat dengan melakukan prosedur audit agar memiliki dasar yang layak untuk memberikan pendapat menyangkut laporan keungan yang diaudit. Standar Pelaporan
1. Auditor harus menyatakan dalam laporan auditor apakah laporan keuangan telah

disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.


2. Auditor harus mengindentifikasikan dalam laporan auditor mengenai keadaan dimana

prinsip-prinsip tersebut tidak secara konsisten diikuti selama priode berjalan jika dikaitkan dengan priode sebelumnya.
3. Jika auditor menetapkan bahwa pengungkapan yang informatif belum memadai,

auditor harus menyatakannya dalam laporan auditor. 4. Auditor harus menyatakan pendapat mengenai laporan keuangan, sesecara keseluruhan, atau menyatakan bahwa suetu pendapat tidak bisa diberikan, dalam laporan auditor. Jika tidak dapat menyatakan satu pendapat secara keseluruhan, auditor harus menyatakan alasan alasan yang mendasari dalam laporan audit.

VIII.

Pernyataan Standar Audit (PSA) Kesepuluh standar audit yang berlaku umum (GAAS) masih terlalu umum untuk memberikan pedoman yang berarti, sehingga auditor beralih ke SAS yang diterbitkan ASB sebagai pedoman yang lebih khusus. Statements on Auditing Standars (SAS) atau Pernyataan-pernyataan yang diterbitkan oleh AICPA untuk menginterpretasikan standar audit yang berlaku secara umum. SAS juga menginterpretasikan kesepeluh standar auditing yang berlaku umum dan merupakan referensi yang paling otoritatif yang tersedia bagi auditor. Walaupun GAAS dan SAS merupakan pedoman auditing yang otoritatif bagi anggota profesi, keduanya memberikan lebih sedikit arahan kepada auditor ketimbang yang dapat diasumsikan. Hampir tidak ada prosedur audit spesifik yang disyaratkan oleh standarstandar itu, dan tidak ada persyaratan khusus bagi keputusan auditor seperti menentukan sampel, memilih item sampel dari populasi untuk diuji, atau mengevaluasi hasil. GAAP dan SAS dipandang oleh praktisi sebagai standar minimum kinerja, dan bukan merupakan
13

standar maksimum atau yang ideal. Apabila menginginkan pedoman yang lebih spesifik, auditor harus melihat sumber-sumber yang kurang otoritatif, termasuk buku teks, jurnal, dan publikasi teknis. IX. Standar Auditing Internasional International Standards on Auditing (ISA) dikeluarkan oleh International Auditing Practices Committee (IAPC) dari International Federation of Accountants (IFAC). IFAC adalah organisasi profesi akuntansi sedunia, dengan 163 organisasi anggota di 120 negara, yang mewakili lebih dari 2,5 juta akuntan di seluruh dunia. IAPC berupaya meningkatkan keseragaman praktik auditing dan jasa-jasa terkait di seluruh dunia dengan mengeluarkan persyaratan mengenai berbagai fungsi audit dan atestasi serta dengan mendorong penerimaannya di seluruh dunia. ISA secara umum serupa dengan GAAS di A.S., meskipun ada beberapa perbedaan. Jika auditor di Amerika Serikat mengaudit laporan keuangan historis sesuai dengan ISA, auditor itu harus memenuhi semua persyaratan ISA yang jauh di luar cakupan GAAS. ISA tidak mengesampingkan peraturan-peraturan yang berlaku di suatu negara yang mengatur audit atas informasi keuangan atau informasi lainnya, karena peraturan setiap negara itu sendiri biasanya mengatur praktik-praktik audit. Peraturan ini mungkin berupa ketetapan atau pernyataan yang dikeluarkan oleh badan pengatur atau badan operasional, seperti Australian Auditing & Assurance Standards Board atau Instituto de Contabilidad y Auditoria de Cuentas di Spanyol. X. Pengendalian Mutu Bagi sebuah KAP, pengendalian mutu terdiri atas metode-metode yang digunakan untuk memastikan bahwa kantor itu memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien dan pihak-pihak lain. Metode-metode ini meliputi struktur organisasi KAP itu serta prosedur yang ditetapkannya. Sebagai contoh, suatu KAP mungkin memiliki struktur organisasi yang menjamin dilakukannya review teknis atas setiap penugasan oleh partner yang ahli dalam industri klien. Pengendalian mutu berkaitan erat tetapi berbeda dengan GAAS. Untuk memastikan bahwa standar auditing yang berlaku umum diikuti dalam setiap audit, KAP mengikuti prosedur pengendalian mutu khusus yang membantu memenuhi standar-standar itu secara konsisten pada setiap penugasan.
14

Pada tahun 1978, AICPA membentuk Quality Control Standards Committee dan memberinya tanggung jawab untuk membantu KAP mengembangkan serta mengimplementasikan standar-standar pengendalian mutu. Lima Unsur Pengendalian Mutu Ikhtisar Persyaratan Contoh Prosedur Seluruh personel yang bertugas harus Setahun sekali setiap partner dan mempertahankan independensi dalam dan pegawai hanya kuesioner yang saham dan fakta dan penampilan, melaksanakan menjawab semua tanggung jawab profesional independensi dengan melaksanakan Manajemen kepegawaian integritas, objektivitas tanggung mempertahankan dalam kepemilikan

Unsur Independensi, integritas, objektivitas

serta menanyakan hal-hal seperti jawab keanggotaan dalam dewan direksi. harus Setiap profesional KAP dievaluasi atas harus setiap

profesional mereka. Kebijakan dan prosedur ditetapkan untuk memberi kepastian yang wajar bahwa: kualifikasi untuk

penugasan dengan memakai melakukan individu dari KAP yang

Semua personel baru memiliki laporan penilaian penugasan pekerjaan secara kompeten. Pekerjaan diserahkan kepada personel yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang memadai. bersangkutan.

Semua personel ikut serta dalam pendidikan berkelanjutan pengembangan memungkinkan diberikan. serta profesi profesi kegiatan yang mereka

memenuhi tanggung jawab yang Personel yang terpilih untuk promosi memiliki kenaikan kualifikasi
15

jabatan yang

diperlukan Penerimaan kelanjutan serta penugasan

untuk

memenuhi formulir penilaian

tanggung jawab yang diberikan. dan Kebijakan dan prosedur harus Sebuah akan menerima ini atau

klien ditetapkan untuk memutuskan apakah klien, yang berkaitan dengan melanjutkan hal-hal seperti komentar audit meminimalkan manajemen, harus disiapkan setiap klien baru hubungan dengan klien. Kebijakan dan terdahulu dan evaluasi atas prosedur harus resiko yang berkaitan dengan klien untuk integritas. KAP juga harus hanya menerima diselesaikan penugasan dengam yang dapat komptensi harus Direktur akuntansi KAP menyetujui dan siap semua sebelum

yang manajemennya tidak memiliki sebelum penerimaan.

profesional. Kinerja penugasan Kebijakan dan konsultasi

prosedur

memastikan bahwa pekerjaan yang auditing memenuhi standar profesi yang harus

dilaksanakan oleh personel penugasan memberikan konsultasi serta berlaku, persyaratan peraturan, dan penugasan Pemantauan prosedur

standar mutu itu KAP sendiri. penugasan itu sendiri. Harus ada kebijakan dan prosedur Partner bagian pengendalian untuk memastikan bahwa keempat mutu harus menguji prosedur unsur pengendalian mutu lainnya pengendalian setidaknya KAP. setahun mutu sekali diterapkan secara efektif.

untuk memastikan kepatuhan

AICPA telah membentuk dua seksi praktik (practice sections) yaitu: Center for Public Company Audit Firms (CPCAF) dan Private Companies Practice Section (PCPS), yang juga disebut sebagai AICPA Alliance for CPA Firms. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas praktik oleh KAP sesuai dengan standar pengendalian mutu AICPA. KAP harus mendaftarkan diri dalam program pemantauan praktik yang disetujui AICPA agar para anggota KAP memenuhi syarat keanggotaan AICPA. Pemantauan praktik, yang juga dikenal sebagai peer review, adalah review oleh akuntan publik atas ketaatan KAP pada sistem pengendalian mutu kantor itu sendiri. Tujuannya adalah untuk
16

menentukan dan melaporkan apakah KAP yang direview itu telah mengembangkan kebijakan dan prosedur yang memadai bagi kelima unsur pengendalian mutu, dan mengikuti kebijkan serta prosedur itu dalam praktik. Review diadakan setiap tiga tahun, dan biasanya dilakukan oleh KAP yang dipilih oleh yang direview, meskipun kantor akuntan dapat meminta agar ditunjuk seorang peninjau melalui perkumpulan penyelenggara review negara bagian. Setelah review selesai, para peninjau mengeluarkan laporan yang menyebutkan kesimpulan dan saran mereka. Hasil dari peer review ini oleh AICPA dimasukkan dalam arsip publik. Peer review menguntungkan bagi KAP karena membantu memenuhi standar pengendalian mutu, yang selanjutnya, menguntungkan profesi melalui peningkatan kinerja para praktisi dan peningkatan mutu audit sehingga memperbaiki reputasi dan efektivitas KAP, sehingga memperkecil kemungkinan timbulnya tuntutan hukum.

Hubungan antara GAAS, pengendalian Mutu, AICPA Practice Sections, dan Peer Review.

Standar Pengendalian Mutu


Standar yang diberlakukan pada suatu KAP untuk membantu memenuhi standar auditing yang berlaku umum. 17

Standar Standarauditing auditingyang yangberlaku berlaku umum umum Sta yang diberlakukan Standar pada setiap audit.

AICPA Practice Sections


Center for Public Company Audit Firms Private Companies Practice Section

Peer Review
Metode untuk menentukan apakah suatu KAP memenuhi standar pengendalian mutu.

Organisasi yang dimaksudkan untuk membantu KAP memenuhi standar pengendalian mutu dan GAAS.

DAFTAR PUSTAKA

http://ayakucipoon-aya.blogspot.com/2009/12/peran-akuntan-publik-dalam-melakukan.html http://kerockan.blogspot.com/2010/10/fungsi-dan-cara-kerja-akuntansi-publik.html http://ekonomi.kabo.biz/2011/10/badan-pengawas-pasar-modal-dan-lembaga.html http://bapepam.go.id/bapepamlk/visi_misi/index.htm http://www.iapi.or.id/iapi/sejarah_iapi.php

18