Anda di halaman 1dari 2

Terapi Okupasi Adalah suatu ilmu dan seni pengarahan partisipasi seseorang untuk melaksanakan tugas tertentu yang

telah ditetapkan. Terapi ini berfokus pada pengenalan kemampuan yang masih ada pada seseorang, pemeliharaan dan peningkatan bertujuan untuk membentuk seseorang agar mandiri, tidak tergantung pada pertolongan orang lain. Tujuan Terapi Okupasi 1. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi mental. a. Menciptakan kondisi tertentu sehingga klien dapat mengembangkan kemampuan untuk dapat berhubungan dengan masyarakat dan orang lain sekitar. b. Membantu melepaskan dorongan emosi secara wajar. c. Membantu menemukan kegiatan sesuai bakat dan kondisinya. d. Membantu dalam mengumpulkan data dan menegakkan diagnosa dan terapi. 2. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan gerak, sendi, otot, dan koordinasi gerakan. 3. Mengajarkan ADL seperti makan, berpakaian, BAK, BAB, dan sebagainya. 4. Membantu klien menyesuaikan diri dengan tugas rutin dirumah. 5. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki. 6. Menyediakan berbagai macam kegiatan agar dicoba klien untuk mengetahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan, kemampuan, bersosialisasi, bakat, minat, dan potensi. 7. Mengarahkan minat dan hobi untuk dapat digunakan setelah klien kembali kelingkungan masyarakat. Peranan Aktivitas Dalam Terapi Aktivitas dalam terapi okupasi hanya sebagai media, tidak untuk penyembuhan. Peranan terpai tersebut sebagai penghubung antara batin klien dengan dunia luar, berhubungan dengan tujuan pekerjaan dan dapat meningkatkan kemampuan klien bersosialisasi dalam kelompok terapi. Indikasi Terapi Okupasi a. Klien dengan kelainan tingkah laku disertai dengan kesulitan berkomunikasi. b. Ketidakmampuan menginterprestasikan rangsangan sehingga tidak wajar. c. Klien yanng mengalami kemunduran. d. Klien dengan cacat tubuh disertai gangguan kepribadian. e. Orang yang mudah mengekpresikan perasaan melalui aktivitas. f. Oranng yang mudah belajar sesuatu dengan praktik langsung dari pada membayangkan. Karakteristik Aktvitas Okupasi a. Mempunyai tujuan yang jelas b. Mempunyai arti tertentu bagi klien c. Harus mampu melibatkan klien walau minimal d. Dapat mencegah bertambah buruknya kondisi

e. Dapat memberi dorongan hidup f. Dapat dimodifikasi g. Disesuaikan dengan minat Analisa Aktivitas a. Jenis kegiatan b. Maksud dan tujuan c. Sarana/alat/aktivitas d. Kerumitan/ tk aktivitas e. Persiapan f. Pelaksanaan g. Kontraindikasi h. Disukai klien atau tidak disukai Jenis kegiatan Jenis kegiatan dari terapi okupasi antara lain olahraga, permainan, kerajinan tangan, seni, rekreasi, diskusi dan perawatan kebersihan diri. 1. Proses Terapi Okupasi 2. Pengumpulan data 3. Analisa data dan identifikasi masalah 4. Penentuan tujuan dan sasaran 5. Penentuan aktivitas 6. Evaluasi Pelaksanaan Terapi Terapi okupasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok tergantung dari kondisi klien dan tujuan terapi. 1. Metode a.) Individu: dilakukan untuk klien baru masuk, klien yang belum mampu berinteraksi dengan kelompok dan klien yang sedang menjalani persiapan aktivitas. b.) Kelompok: klien dengan masalah yang sama, klien yang lama, dan yang memiliki tujuan kegiatan yang sama. 2. Waktu Terapi dilakukan 1-2 jam setiap sesi baik metode individual maupun kelompok dengan frekuensi kegiatan per sesi 2-3 jam kali dalam seminggu. Setiap kegiatan dibagi menjadi 2 bagian (pertama: - 1 jam: kedua: 1- jam)

Daftar Pustaka, Riyadi Sujono. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Edisi Pertama. Graha Ilmu: Yogyakarta