Anda di halaman 1dari 23

Proses Produksi

Ari Zaqi Al Faritsy

Pendahuluan
Produksi dapat diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menciptakan kegunaan (utility) dari benda-benda ekonomi dengan masukan berupa faktor-faktor produksi sehingga menjadi bentuk keluaran berupa produk. Proses adalah suatu kumpulan tugas yang dikaitkan melalui suatu aliran material dan informasi yang mentransformasikan berbagai input ke dalam output yang bermanfaat atau bernilai tambah tinggi.

Proses Produksi
Proses produksi : proses pengubahan faktor faktor produksi, khususnya bahan baku menjadi produk. Proses manufaktur : penerapan proses fisik dan kimia untuk mengubah geometri, sifat sifat dan atau penampilan dari suatu material awal dalam pembuatan komponen atau produk.

Diagram Proses Produksi

Pembagian proses produksi


Sifat produk Tipe proses produksi Berdasarkan manfaat yang diciptakan Teknik (sifat) proses produksi

Sifat Produk
Sifat produk menjadikan suatu proses produksi dari suatu produk tertentu akan lain dengan sifat produk yang berbeda. Produk spesifik proses produksi pesanan. Contoh : produk meuble, pakaian, sepatu, dsb. Produk standar proses produksi untuk disimpan (stock). Contoh televisi, almari es, sikat gigi, pakaian bayi, dan sebagainya.

Tipe proses produksi


Tipe proses produksi terus menerus (continuous process)
Waktu yang lama (set up mesin) Variasi sedikit Jumlah produk besar Urutan proses pasti Contoh : perusahaan semen, tekstil, mobil dan sebagainya

Tipe proses produksi terputus putus (intermitent)


Contoh : meubel, pengecoran logam, pakaian dan sebagainya.

Manfaat yang diciptakan


Manfaat Dasar (primary utility) contoh : perusahaan tambang, perikanan, dsb Manfaat bentuk (form utility) contoh : meubel, mobil, pakaian, dsb. Manfaat waktu (time utility) contoh : naiknya harga minyak, naiknya harga sembako. Manfaat tempat (place utility) Contoh : hasil hasil pertanian yang di angkut ke kota Manfaat milik (ownership utility) contoh : pedagang, toko, dealer, distributor, pengecer dan sebagainya

Proses Ekstraktif contoh : penambangan, perkebunan, perikanan Proses Analitis contoh : pertamina Proses Fabrikasi contoh : pakaian, sepatu dsb Proses Sintesis contoh : perusahaan kimia, obat obatan, gelas, kaca, dsb. Proses Assembling contoh : perusahaan karoseri mobil, IPTN, perusahaan elektronika, dsb

Teknik Proses Produksi

Proses pemesinan konvensional


Transformasi metalurgi Pengecoran Pembentukan logam Pemotongan logam Pengelasan Perakitan Finishing

Proses Produksi

Proses pemesinan non konvensional


Electro discharge machining (EDM) Electro chemical machining (ECM) Electrolitic grinding Photo etching Chemical milling Numerically Controlled machine Robot

Industri Proses
Industri manufaktur menggunakan proses kimiawi dalam tranformasi bahan baku menjadi bahan jadi Contoh : idustri sabun dan industri kecantikan, dlsb.

Klasifikasi Proses Produksi


Perubahan bentuk
Proses pengecoran Proses penempaan Proses ekstrusi Proses pengerolan Proses penarikan Proses penekanan Proses penumbukan Proses tusuk tekan Proses pemukulan
proses pembengkokkan proses pengguntingan proses putar tekan proses tarik tekan proses rol bentuk pemotongan nyala pembentukan eksplosif pembentukan elektrohidrolik pembentukan magnetik pembentukan elektro pembentukan serbuk logan pencetakan plastik

Klasifikasi proses produksi


Pemesinan
Proses tradisional
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Pembubutan Penyerutan Pengetaman Penggurdian Pengeboran Pelebaran Penggergajian Potong tarik Pemfraisan Penggerindaan Hobbing Routing
Proses pemesinan bukan tradisional 1. Ultrasonik 2. Erosi loncatan listrik 3. Laser optik 4. Elektro kimia 5. Frais kimia 6. Pemotongan abrasi 7. Proses pemesinan oleh berkas elektron 8. Proses busur plasma

Klasifikasi Proses Produksi


Penyelesaian Permukaan
1. Proses polis 2. Proses gosok amril 3. Proses menghilangkan geram dengan menggulingkan 4. Pelapisan listrik 5. Penghalusan lubang bulat
6. Penggosokan halus 7. Penghalusan rata 8. Pelapisan semprot logam 9. Lapisan anorganik 10. Pelapisan fosfat (parkerizing) 11. Anodisasi 12. Seradisasi

Klasifikasi proses produksi


Penyambungan
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pengelasan Solder Mematri Sinter Penyambungan Pengelingan Penyambungan dengan baut 8. Perekatan dengan lem

Perubahan sifat Fisis


1. 2. 3. 4. Perlakuan panas Pengerjaan panas Pengerjaan dingin Benturan peluru (shoot peening)

Industri Manufaktur
Industri primer Industri sekunder Industri tersier

Operasi manufaktur
Operasi pengerjaan dan perakitan Pemindahan bahan Inspeksi dan pengujian Koordinasi dan pengendalian

Operasi Pengerjaan dan Perakitan


Operasi pengerjaan mengubah material kerja dari satu tahap proses penyelesaian produk ke tahap yang lebih lanjut yang lebih dekat ke bentuk akhir part atau produk yang diinginkan. Operasi perakitan menggabungkan dua atau lebih komponen untuk membentuk entitas baru yang disebut rakitan, sub rakitan atau beberapa istilah lain yang merujuk pada proses penggabungan yang spesifik.

Operasi pengerjaan
Operasi shaping (pembentukan) Operasi peningkatan sifat material Operasi pengerjaan permukaan

Proses solidifikasi pengecoran (untuk logam) dan pencetakan (untuk plastik dan gelas). Proses partikulir proses pressing (pemadatan) Proses deformasi proses tempa (forging), ekstrusi dan rolling, penarikan (drawing), pembentukan (forming) dan penekukan (bending) Proses pemotongan/pembuangan material proses pemesinan seperti bubut, gurdi dan frais, gerinda.

Operasi Shaping

Operasi peningkatan sifat material


Untuk meningkatkan sifat sifat mekanik atau fisik material benda kerja. Operasi perlakuan panas dan perlakuan dingin.

Operasi pengerjaan permukaan


Pembersihan Perlakuan permukaan Proses pelapisan dan pengendapan film tipis

Operasi perakitan
Penggabungan permanen : pengelasan, brazing, penyolderan, dan penggabungan adhesif (adhesive bonding). Selain itu paku keling, press fitting, dan expansion fits. Penggabungan tidak permanen : ulir

Kesimpulan
Proses produksi merupakan suatu hal yang penting dalam pembuatan produk di industri. Proses produksi terdiri dari : perubahan bentuk, pemesinan, penyambungan dan perubahan sifat fisis. Berdasarkan prosesnya industri ada 2 macam yaitu industri proses (bahan kimia) dan industri manufaktur (bahan logam) Proses manufaktur bisa disebut juga sebagai proses produksi. Karena kegiatan kegiatan/operasi operasi manufaktur hampir sama dengan proses yang ada dalam proses produksi.