Anda di halaman 1dari 54

Click to edit Master subtitle style

3/19/13

HERNIA INGUINALIS

3/19/13

DEFINISI

Hernia adalah suatu protusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan Hernia terdiri dari: cincin, kantong, dan isi

3/19/13

Bagian Hernia

3/19/13

Hernia inguinalis adalah keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis Kanalis inguinalis adalah sebuah saluran berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan. 3/19/13

3/19/13

EPIDEMIOLOGI

Jenis tersering dari seluruh hernia abdominal terjadi di daerah inguinal/lipat paha yaitu 75% Banyak terjadi pada laki-laki Meningkat seiring usia Hernia indirect>direct (3:1)

3/19/13

ETIOLOGI

Kongenital : pada anak-anak

processus vaginalis masih terbuka Tekanan intraabdomen meningkat

Akuisita

Batuk kronik, hipertropi prostat, konstipasi, asites

Kelemahan otot dinding perut

Usia semakin bertambah Post appendectomy yang disertai komplikasi kerusakan N. illiofemoralis

3/19/13

KLASIFIKASI

Berdasarkan terjadinya :

Kongenital (bawaan) Akuisita (didapat) Hernia inguinalis Indirect/ lateralis Hernia inguinalis direct/ medialis

Berdasarkan letaknya :

3/19/13

Berdasarkan sifatnya

Reponible : Isis dapat keluar (bila berdiri, mengedan. Batuk, bersin) masuk (bila berbaring/ didorong masuk perut) Ireponible : Isi tidak dapat keluar masuk

Akreta Inkarserata Strangulata

3/19/13

3/19/13

HERNIA INGUNALIS LATERALIS / INDIRECT

Keluar dari rongga peritoneum melalui anulus inguinalis internus ( sebelah lateral A.V epigastrika inferior) kanalis inguinalis anulus inguinalis eksternus

3/19/13

Bisa berlanjut menjadi : hernia skrotalis atau hernia labialis

Biasanya karena defek atau kelemahan fascia transversalis

HERNIA INGUNALIS MEDIALIS / DIRECT

Menonjol langsung ke depan melalui trigonum hasselbach (dibatasi oleh ligamentum inguinale. A. epigastrika inferior, conjoint tendon)

3/19/13

3/19/13

3/19/13

GEJALA KLINIS

Benjolan di lipat paha Nyeri di epigastrium/periumbilikal nyeri viseral karena regangan pada mesenterium Mual, muntah timbul bila terjadi inkarserasi

3/19/13

PEMERIKSAAN FISIK

FINGER TIP TEST

Os dalam posisi berbaring Masukan 1 jari kita melalui pangkal skrotum untuk mencari anulus inguinalis eksternus Minta Os mengedan :

Bila benjolan menyentuh jari HIL Bila benjolan di samping jari HIM

3/19/13

Pada Bayi dan Wanita

Tidak bisa dengan FTT Letakkan jari diatas Anulus nguinalis eksternus Minta Os mengedan atau pada bayi dibuat menangis Bila benjolan menyentuh jari kita HIL

3/19/13

3/19/13

Metode hernioplasty

Basini

Memperkecil anulus inguinalis internus dengan jahitan terputus, menutup, dan memperkuat fascia transversaMenjahit conjoint tendon dengan lig. Paupart

Mc. Vay

Menjahit conjoint tendon dengan lig. Cooper / lig. illopectinal

3/19/13

PENATALAKSANAAN

Reposisi

Dilakukan secara bimanual Herniotomi

Operatif

Pemotongan leher hernia

Hernioplasty

Memperkecil anulus inguinalis internus Memperkuat fascia transversa Menjahit conjoint tendon

3/19/13

3/19/13

HIDROKEL

3/19/13

PENDAHULUAN
Definisi Hidro = Air rongga/celah Cell =

Kumpulan cairan di dalam prosessus vaginalis yang menghasilkan pembengkakan di daerah inguinalis atau skrotum
3/19/13

Kumpulan cairan serosa yang

PATOFISIOLOGI

Selama janin berkembang testis dibawah ginjal (rongga peritoneal) beberapa saat sebelum lahir testis turun (kanalis inguinalis) skrotum disertai perpanjangan kantung peritoneum (Prosessus Vaginalis) testis turun PV obliterasi fibrous cord with no lumen ujung distal PV menjadi membran di sekitar testis (tunika vaginalis)
3/19/13

3/19/13

3 bentuk hidrokel secara struktural :

Hidrokel Komunikans (kongenital) : PPV memunginkan aliran cairan peritoneum ke dalam skrotum Hidrokel Unkomunikans : terdapat PPV namun tidak ada komunikasi dengan rongga peritoneal Hidrokel Of The Cord : defek 3/19/13 penutupan tunika vaginalis ujung

ANGKA KEJADIAN

AS: bayi baru lahir, 80% PPV, insiden meningkat pada bayi prematur

Pria dewasa (40 th), 1 % hidrokel (hidrokel sekunder)

Bayi : >> menutup spontan dalam waktu (usia) 18 bulan Hidrokel ditemukan HANYA paa lakilaki >>hidrokel kongenital, dilaporkan 3/19/13

ETIOLOGI
1. 2.

>> bawaan Setelah usia bayi : keganasan (tumor testis germ sel), infeksi, gangguan peredaran darah Dewasa (sekunder) : Orkitis , epididimitis, tuberkulosis, filariasis, torsio testis, trauma Terapi radiasi Transplantasi ginjal

3.

4.

5. 3/19/13

DIAGNOSIS

Anamnesa

Asimtomatik Evaluasi onset, durasi, dan keparahan gejala. Identifikasi riwayat genitourinari, seksual, trauma, penyakit sistemik. Keluhan pasien : sensasi berat atau penuh, ketidaknyamana daerah inguinal, nyeri skrotum.

3/19/13

Pemeriksaan Fisik

Tanda vital dan status generalis normal, kecuali bila infeksi Inspeksi : superior dan anterior testis 7-10% bilateral >> bersamaan dengan hernia dekstra

Palpasi : lebih kecil dan lembut saat berbaring membesar dan menegang setelah berdiri lama Transluminasi: sumber cahaya diarahkan melalui hidrokel

3/19/13

B. Pencitraan 1. USG skrotum inguinalis

Hidrokel berupa masa kistik dalam spermatic cord atau masa sekitar testis 2. USG Doppler Untuk menilai perfusi, walaupun tanda klinis akut belum muncul
3/19/13

Harus dilakukan pada keadaan

3. Skintigrafi

Scan nuklir, t6erutama anak-anak dengan kecurigaan torsio testis Menurunnya atau tidak adanya aliran pada testis menunjukan torsio testis Sensitivitas maupun spesifitas untuk torsio testis 90%

4. Rontgen abdomen
3/19/13

Gambaran normal pada hidrokel Gambaran gas obstruktif pada hernia

PEMERIKSAAN PENUNJANG

A. Laboratorium

Hitung jumlah sel (akut atau kronik) Urinalisis (proteinuria atau pyuria)

3/19/13

5. Aspirasi hidrokel

Aspirasi hidrokel : cairan jernih kekuningan Aspirasi tidak terapeutik : reakumulasi cairan cepat Aspirasi tidak dianjurkan karena kekambuhan dan risiko infeksi tinggi, juga bila ada hernia, perforasi usus bisa terjadi.

3/19/13

c. Prosedur Penanganan Transluminasi : #. Sumber cahaya diarahkan melalui skrotum sehingga hidrokel teriluminasi (terang) #. Usus dapat beriluminasi, sehingga transluminasi (+) tidak hanya pada diagnosis hidrokel
3/19/13

#. Prosedur ini tidak dapat

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
a) b) c) d) e)

Orkitis Torsio testis Hernia inguinalis Indirek Epididimitis Trauma Testis

3/19/13

3/19/13

TERAPI
1. Anak : Insisi inguinal dengan ligasi tinggi prosessus vaginalis paten dan eksisi kantung distal (hydrocelectomy) 2. Segera konsultasi pada ahli urologi jika dicurigai ada torsio testis

3/19/13

3/19/13

FOLLOW UP
a.

Kontrol teratur setiap bulan sebelum diputuskan harus operasi Komplikasi Langsung : atrofi testis (penurunan kesuburan) Pasca Bedah : cedera vas deferens, infeksi luka operasi, cedera pembuluh spermatika

b.

c.

Prognosis : baik untuk hidrokel kongenital

3/19/13 Sangat

UNDECENSUS TESTICULORUM

3/19/13

PENDAHULUAN

Suatu kondisi testis tidak dijumpai pada tempat yang semestinya (skrotum) Merupakan kelainan kongenital Dikenal dengan istilah kriptokismus

3/19/13

ANGKA KEJADIAN

Insidensi 3%-5% pada bayi cukup bulan, 30% pada bayi prematur Bertambahnya usia, testis desensus spontan Setelah usia 1 tahun, testis yang letaknya abnormal jarang desensus spontan.

3/19/13

ETIOLOGI

Kelainan Gubernakulum Testis

Masa gubernakulum yang besar mendilatsi jalan testis, kontraksi, dan traksi serta fiksasi pada kantong skrotum.

Kelainan instriksi testis

Pada disgenesis gonadal testis tidak sensitif terhadap hormon gonadotropin

Defisiensi hormon gonadotropin yang memacu proses desendus testis 3/19/13

PATOFISIOLOGI

3/19/13

3/19/13

3/19/13

Beberapa faktor diduga berpengengaruh pada penurunan testis ke skrotum : Adanya tarikan gubernakulum testis dan refleks dari otot kremaster Perbedaan pertumbuhan gubernakulum dengan pertumbuhan badan

1.

2.

3.

Dorongan dari tekanan 3/19/13 intraabdominal

GAMBARAN KLINIS

Anak : Orang tua tidak menemukan testis dalam skrotum. Dewasa: Keluhan infertilitas Keluhan benjolan di perut bawah

Inspeksi skrotum : hipoplasia kulit skrotum. Palpasi skrotum : testis tidak teraba 3/19/13 di kantong skrotum

Palpasi Skrotum
1.

Penentuan lokasi testis Posisi anak: supine, squatting, sitting Pada posisi tidur diraba dari inguinal ke arah skrotum Satu tangan di skrotum, tangan lain menyusur SIAS hingga kantong skrotum

2. Penentuan apakah testis palpable 3/19/13

Jika kedua testis tidak diketahui tempatnya bedakan dengan ANORKISMUS BILATERLA tidak punya testis). Periksa hormon testosterone serta uji pemberian hormon hCG Uji hCG untuk mengetahui keberadaan testis:

Periksa kadar testosterone awal, lalu injeksi hCG 2000U/hari selama 4 hari
3/19/13 Apabila pada hari ke-5 kadar testosterone

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Testis refraktil / Kriptokismus fisiologis


Testis yang biasanya di skrotum, tiba-tiba berada di inguinal pada keadaan lain, kembali ke tempat semula (refleks otot kremaster terlalu kuat setelah cuaca dingin atau beraktifitas)

Anorkismus

Tidak ada testis (kongenital/testis atrofi 3/19/13 akibat torsio in uteri atau torsio

TINDAKAN

Medikamentosa

Pemberian hormon hCG Orkidopeksi

Operasi

meletakan testis ke dalam skrotum dengan melakukan fiksasi pada kantong subdartos

Tujuan operasi :
Mempertahankan fertilitas

3/19/13