Anda di halaman 1dari 25

SISTIM KOMUNIKASI PESAWAT TERBANG KOMUNIKASI HF DAN VHF Kemampuan penerbang untuk berkomunikasi dengan pengontrol lalu lintas

udara merupakan salah satu syarat bagi terlaksananya keamanan terbang baik bagi pesawat dan penumpangnya. Hal ini juga merupakan effisiensi pengontrolan bagisejumlah pesawat diangkasa. Apakah komunikasi vhf itu ? Mengapa menggunakan komunikasi HF ? Komunikasi HF adalah sistim komunikasi yang menggunakan getaran antara 3 30 mhz dalam hal mengirim dan menerima informasi.informasi ini dapat berupa suara atau kode-kode. Sistim komunikasi HF memungkinkan hubungan antara penerbang dengan fasilitas didarat. Sistim komunikasi HF memungkinkan cara yang terpercaya dalam mengirimkan dan menerima informasi penerbangan, instruksi pendaratan dan komunikasi suara.Pada pesawat-pesawat terbang komersil biasanya membawa beberapa pemancar-penerima (transceiver) untuk pembagian tugas dan fungsi. Sistim komunikasi HF memungkinkan berkomunikasi diluar batas line of sight. Sistim komunikasi HF Sistim komunikasi HF terdiri dari sebuah pemancar-penerima, sebuah antenna, antenna coupler, sebuah unit remote control, sebuah microphone dan sebuah speaker atau headset. Fasilitas didarat terdiri dari unit-unit yang sama tetapi berbeda dalam hal kekuatan dayanya, effisiensinya dan bentuknya. Penerima-pemancar (Transciever) Unit penerima-pemancar (rt) memungkinkan memancarkan signal dan daya ke antenna, memproses signal yang diterima dari antenna. HF rt beroperasi pada daerah getaran 2,000 29,999 mhz dengan menggunakan sistim upper side band, lower side band, emisi amplituda modulasi, CW, suara dan komunikasi data. RT terdiri dari rangkaian-rangkaian berikut; sebuah frequency synthesizer, sebuah penerima, sebuah exciter dan sebuah sumber -2daya/power supply. Transciever juga dapat mempunyai rangkaian untuk memonitor vswr dari antenna dan kabel transmisi. Bagian penerima terdiri dari rangkaian-rangkaian yang perlu untuk menerima, mendeteksi, memperkuat dan menyaring signal-signal yang diterima. Exciter mempunyai rangkaian untuk excite, memodulasi, memperkuat dan memancarkan suara atau kode. Kontrol-kontrol

Control terdiri dari sakelar-sakelar yang perlu dan control untuk pemilihan getaran dan mode ( USB, LSB, CW,AM dan Data) . Juga terdapat control untuk pengatur squelch dan rf gain dan peraga dari getaran yang dipilih. Antenna dan antenna coupler Antenna batang diatur untuk dapat bekerja pada getaran 2 29,999 Mhz. Sebuah antenna coupler dibutuhkan dalam sistem HF untuk menyesuaikan getaran yang diterima dan juga untuk menyesuaikan getaran yang dipilih dengan panjang dari antenna batang pada saat pemancaran. Mikrophone, headset dan speaker Mikrophone mempunyai rangkaian yang diperlukan untuk merubah suara menjadi signal listrik. Dalam penggunaannya ada 3 jenis microphone; carbon, transistor atau electret condenser. Microphone carbon menggunakan butiran-butiran karbon yang bergetar seirama suara dari penerbang. Mikrophone transistor menggunakan kumparan yang bergerak pada sebuah medan magnet dan mengubah suara menjadi getaran listrik. Setiap macam mikrophone mempunyai keuntungan dan kerugian. Masa sekarang mikrophone karbon tidak lagi digunakan. Mikrophone transistor dan electret codenser dipakai secara luas. Speaker dan headset yang digunakan disesuaikan impedansinya dengan penerima yang digunakan. Fasilitas Darat Fasilitas darat memiliki peralatan yang sama seperti yang digunakan pada pesawat terbang, tetapi dirancang untuk digunakan didarat, bukan untuk dipasang pada pesawat terbang. Fasilitas darat ini biasa memiliki beberapa jenis getaran untuk operasinya. Getaran VHF diperuntukan untuk pengontrolan didarat, pendaratan,tinggal ladas dan pengaturan lalu-lintas udara. Sistim HF menggunakan getaran yang telah ditentukan sesuai dengan CASR. - 3 Apakah komunikasi VHF itu ? Seperti halnya komunikasi HF , sistim komunikasi VHF diperuntukan pengiriman dan penerimaan suara dan kode/data. Sistim komunikasi VHF bersifat Line of Sight atau segaris dengan pandangan mata dan bekerja pada daerah getaran 118,0 sampai 136,975 MHZ. Dalam suatu sistim Line Of Sight gelombang radio bergerak dalam garis lurus dari pemancar menuju kepenerima. Komunikasi VHF dipilih untuk pengaturan lalu-lintas udara karena getaran ini sangat sedikit mengalami gangguan, membutuhkan antenna yang pendek dan kecil dan daya dapat secara effisien dikirim kepenerima. Mengapa menggunakan komunikasi VHF ? Komunikasi VHF digunakan untuk memperkecil gangguan dari statsiun lain yang bekerja pada getaran yang sama namun berjauhan jaraknya dikarenakan sifat getaran VHF ini jang jangkauannya dekat/ terbatas. Sistim komunikasi VHF

Sistim komunikasi VHF terdiri dari sebuah pemancar-penerima, antenna, control,microphone, speaker atau headset. Fasilitas didarat mempunyai peralatan yang mirip tetapi berbeda bentuknya, tenaganya dan effisiensinya.Didalam penggunaannya daerah getaran VHF yang digunakan dibagi-bagi sesuai peruntukannya. Untuk komunikasi dalam perjalanan menggunakan getaran 126,7 sampai 132 MHZ, untuk pengaturan lalu-lintas udara menggunakan 123,6 sampai 126,7 mHZ , sedangkan untuk pesawat pribadi dan komunikasi bandara ditentukan 121,5 sampai 123,6 mhz. Karena meningkatnya permintaan untuk saluran komunikasi, maka spasi antar saluran dikurangi dari 50khz menjadi 25 khz. Dengan spasi 25 khz ini didapatkan saluran sebanyak 1360 yang dapat digunakan untuk komunikasi VHF. Penerima-pemancar/transceiver Transciever vhf beroperasi pada daerah getaran 118.000 136.975 dengan spasi antar saluran 25 khz. Transciever terdiri dari ; frequency synthesizer,modulator, receiver,transmitter dan power supply. -4Juga diperlengkapi dengan rangkaian untuk memonitor VSWR dari pancaran yang disalurkan keantenna. Transciever ditala dan dikontrol oleh unit pengontrol yang berada di cockpit/ruang penerbang. Pada pengontrol ini terdapat tombol-tombol untuk pemilihan getaran kerja, mengatur kuat/lemahnya suara, squelch dan lain-lain. Kontrol-kontrol Kontrol memungkinkan pengontrolan dari jauh untuk pemilihan getaran kerja bagi transceiver . Kontrol terdiri dari sakelar dan tombol untuk memilih getaran yang akan digunakan antara 118.000 sampai 136.975 Mhz . Antenna Antenna komunikasi VHF berupa antenna Omnidirectional atau antenna segala arah untuk pemancaran vertical. Kadang antenna ini juga dikombinasikan dengan antenna horizontal untuk sistim navigasi yang bekerja pada daerah getaran antara 108,00 -117,95 Mhz. Microphone, headset dan speaker Mikrophone yang digunakan untuk sistim komunikasi VHF sejenis dengan microphone yang digunakan untuk komunikasi HF.

- 4 Cara kerja Sistim komunikasi VHF dan HF penggunaannya dalam pesawat adalah sama, perbedaannya adalah terletak dari getaran yang digunakan. Sistim komunikasi HF digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena sifat getaran HF yang dapat dipantulkan oleh lapisan-lapisan atmosfir bumi, sedangkan getaran untuk komunikasi VHF dipergunakan untuk komunikasi jarak dekat dengan sifat getaran vhf yang line of sight atau merambat dalam garis lurus. Sistim komunikasi dalam pesawat baik HF ataupun VHF digunakan untuk berkomunikasi antara pesawat dengan pesawat atau antara pesawat dengan pengontrol lalu lintas udara, antara pesawat dengan taxiway atau dengan petugas didarat. Prinsip dasar komunikasi HF/VHF

Sistim komunikasi HF menggunakan bermacam-macam mode seperti AME,USB,LSB,CW dan DATA dan karena signal yang dipancarkan dan diterima sama, memungkinkan menggunakan beberapa rangkaian yang sama baik untuk pemancaran dan penerimaan signal. Untuk penerimaan signal HF umumnya menggunakan jenis penerima superheterodyne. Signal dari antenna dan antenna coupler diteruskan ke rangkaian filter dan diteruskan ke rangkaian RF amplifier, diperkuat, kemudian diteruskan kerangkaian Mixer. Pada rangkaian mixer diubah menjadi getaran menengah/intermediate RF yang kemudian kembali diperkuat. Suatu rangkaian yang dinamakan Band pass menyaring, meneruskan getaran yang diinginkan dan menolak atau membuang getaran yang tidak diinginkan dan dikombinasi dengan sistim filter lainnya agar getaran yang diinginkan saja yang terus diproses. Proses ini dinamakan SELECTIVITY, yaitu kemampuan memilih hanya satu getaran dari getaran-getaran yang ada diangkasa.Rangkaian mixer ke-2 dan rangkaian IF selanjutnya memproses dan memperkuat getaran yang dipilih sebelum diteruskan ketingkat detector. Rangkaian Detektor memisahkan getaran informasi/suara dari getaran if, diteruskan kepenguat getaran AFdan selanjutnya diteruskan ke speaker atau headset. Karena signal yang diterima bervariasi kekuatannya, diperlukan suatu rangkaian untuk mengontrolnya agar suara pada speaker selalu stabil kekuatannya. Untuk keperluan ini dibuat rangkaian AGC/automatic gain control. - 5 CW /continuous wave Dengan menggunakan CW yaitu dengan menggunakan kunci telegraph dan menggunakan abjad telegraph. CW merupakan sistim komunikasi yang terpercaya dan mudah dandapat mengatasi gangguan cuaca terutama pada saat menggunakan komunikasi HF jarak jauh, hanya pengguna harus memahami dan menguasai abjad morse. AME / Amplitude Modulation Equivalent Yaitu komunikasi dengan menggunakan suara dan menggunakan kedua sisi dari signal carrier. Pengiriman suara menggunakan microphone. Cara ini adalah cara mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Namun diperlukan daya pancar yang besar dan kelebaran band yang digunakan/Bandwidth adalah sekitar 5 khz.

SSB/ single side band

Sideband /sisi-sisi dari band/pita dari gelombang pembawa adalah getaran-getaran yang dihasilkan dengan mengurangkan atau menambahkan getaran modulasi dari carrier/gelombang pembawa.USB adalah bagian sisi atas dari gelombang pembawa sedangkan lsb adalah bagian sisi bawah dari gelombang pembawa. Sistim komunikasi SSB pada dasarnya adalah mirip dengan sistim komunikasi AME namun dengan effisiensi lebih besar dan penggunaan daya pancar juga lebih effisien. Contoh untuk sistim komunikasi AME membutuhkan daya pancar sekitar 80 watt, maka untuk sistim SSB hanya membutuhkan 1/8 dari daya diatas atau hanya sekitar 10 watt saja, jangkauannya lebih jauh dan kejelasan informasi yang dibawa lebih baik. Namun untuk sistim penerimaan bagi SSB dibutuhkan rangkaian tambahan yang dapat menterjemahkan signal yang diterima menjadi informasi yang jelas. -6-

-7

SELCAL Terdapat beberapa macam sistim komunikasi dalam pesawat terbang, Setiap macamnya digunakan untuk tujuan khusus. Untuk menghindari perhatian yang terlalu banyak bagi awak pesawat dan mengurangi tugas untuk selalu memantau Setiap peralatan komunikasi, maka digunakan sistim SelCal atau selective calling, dimana sistim selcal ini berhubungan dengan Transciever komunikasi antara operator didarat dengan pesawat yang diinginkannya utuk dipanggil, tanpa awak pesawat selalu harus memonitor peralatan komunikasinya. Secara mendasar SELCAL hanya berhubungan dengan pesawat yang dipilih oleh petugas didarat untuk dihubungi, sementara pesawat-pesawat lainnya tidak perlu menjawab.

- 8

gambar diatas menggambarkan sistim selcal dipesawat dan didarat. Peralatan selcal didarat terdiri dari; transceiver HF atau VHF, encodern, control panel dan antenna.peralatan dipesawat terdiri dari; transceiver HF atau VHF dan signal indicator yang berupa bell, seruling, lampu atau kombinasinya dan unit selcal pesawat. Setiap pesawat mempunyai kode panggilan masing-masing yang terdiri dari sederetan nada, yang jumlahnya kurang lebih 2970 kode dengan warna dan huruf sebagaimana daftar dibawah ;

- 9 Getaran-getaran HF dan vhF

Penggunaan getaran kerja pada pesawat terbang ditentukan oleh pemerintah atau lembaga yang ditunjuk dan harus dipatuhi oleh Setiap pemilik pesawat udara, utamanya yang digunakan untuk tujuan komersil.aturan ini meliputi penggunaan secara nasional dan internasional. Spasi pada saluran komunikasi VHF pada daerah getaran 118.000 135.975 MHZ adalah 25 khz. Pada getaran HF spasinya adalah 1.0 khz pada daerah getaran 2.0 29.999 mhz dan dapat menghasilkan saluran sebanyak 280.000 saluran.tabel dibawah menunjukan contoh penggunaanya.

- 10 Dalam suatu sistim komunikasi mempunyai 3 syarat ; ada pemancarnya, ada pengantaranya dan ada penerimanya. Dalam hal komunikasi VHF, pemancarnya adalah sebuah alat elektronik yang membangkitkan, memperkuat dan memancarkan signal getaran radio. Pengantaranya adalah atmosfir bumi dan penerimanya adalah sebuah alat elektronik yang dapat menangkap, memperkuat, mendeteksi dan merubahnya menjadi informasi yang dapat dimengerti. Suara atau informasi mempunyai daerah getaran antara 20 20.000 hertz, yang jangkauannya tidak jauh, sekalipun sudah diperkuat dengan menggunakan pengeras suara. Agar informasi ini dapat

menjangkau tempat yang cukup jauh, antar Negara dan benua, maka digunakan sistim penumpangan informasi ini pada getaran radio, utamanya jenis HF yang dengan menggunakan pengantara lapisan atmosfir bumi dapat menjangkau tempat-tempat yang cukup jauh. Penumpangan informasi kepada gelombang pembawa/carrier disebut modulasi. Sebagaimana dijelaskan diatas ada beberapa mode yang digunakan, salah satunya adalah AME.

- 11

- 12

gambar diatas adalah perbandingan antara ketinggian dan jarak jangkau getaran VHF untuk komunikasi.Sebagaimana dijelaskan diatas, bahwa perambatan getaran VHF adalah Line Of sight atau sejauh pandangan mata atau segaris. Pada ketinggian terbang pesawat sekitar 45.000 kaki atau lebih, jangkauan komunikasi dapat mencapai jarak 420 kilimeter atau 260 mil. Selanjutnya dengan melihat gambar diatas, dapat diperkirakan berapa jangkauannya pada ketinggian tertentu.Rumus diatas dapat digunakan untuk menghitungnya. PERALATAN NAVIGASI PESAWAT TERBANG Peralata navigasi udara meliputibanyak sistim dan instrument antara lain : VHF omnirange ( VOR), Instrument Landing system (ILS), distance measuring Equipment (DME), Automatic Direction finder (ADF), Doppler system, Inertial navigation system (INS), Marker Beacon, TACAN , Radio Altimeter dan banyak lagi peralatan yang berkembang dengan semakin majunya perkembangan teknologi pesawat terbang. Kesemua peralatan ini bertujuan untuk memandu pesawat terbang untuk mencapai tujuannya dengan aman, lancer, effisien dan selamat. - 13 VHF OMNIRANGE SYSTEM (VOR) VHF VOR adalah suatu alat navigasi elektronik, dan sesuai dengan namanya arah pancaran gelombangnya dipancarkan kesegala arah yang memungkinkan penerbang untuk menentukan arah penerbangannya ke bandara-bandara dalam daerah jangkauannya. Alat ini bekerja pada getaran 108.0 117.95 Mhz. informasi yang didapat diperagakan pada sebuah instrument di kokpit. Peralatan vOR terdiri dari ; sebuah penerima, sebuah visual indicator, antenna dan power supply.

beberapa pabrik membuat unit pemilih getaran yang dipasang pada bagian depan dari penerima, tapi pada pesawat terbang unit pemilih getaran ini biasa ditempatkan secara terpisah, yaitu diruang penerbang.unit pemilih getaran ini digunakan untuk memilih getaran/saluran pemancar VOR didarat. Penerima VOR sebagai tambahan untuk navigasi arah juga berfungsi sebagai penerima localizer selama melakukan operasi ILS - 14 (instrument landing system). Ada juga unit VOR ini disatukan dengan unit Glide slope dalam satu wadah. Informasi dari VOR diperagakan/ditunjukan oleh instrument CDI ( Course Deviation Indicator)

CDI mempunyai beberapa fungsi. Selama operasi VOR jarum vertical digunakan sebagai indicator arah. Jarum ini juga menunjukan apabila pesawat menyimpang dari arahnya dan penerbang harus mengarahkan kembali pesawat kearah jarum menunjuk. Indicator TO-FROM menunjukan arah pesawat terhadap Pemancar VOR didarat, apakah masih menuju atau telah meninggalkan Pemancar VOR. Pada instrument ini juga terdapat berdera alarm VOR-LOC . Pada kondisi normal bendera ini nampak hanya apabila unit penerima tidak berfungsi atau kehilangan signal pancaran. Bila signal localizer yang dipilih, indicator akan menunjukan posisi berkas pancaran Localizer terhadap pesawat dan arah pesawat harus diputar untuk mengarah ke localizer. - 15 Dalam operasi VOR, arah derajat VOR dipilih dengan menggunakan tombol OBS/ Course selector. Tombol OBS biasanya terletak pada CDI, namun ada juga yang terletak pada pesawat penerima navigasi. Langkah-kangkah berikut adalah cara yang digunakan untuk pengecheckan didarat. Dalam mengecheck sistim VOR hendaknya selalu mengikuti petunjuk yang disediakan oleh pabrik pembuat. Didarat untuk melakukan pengecheckan VOR biasa menggunakan peralatan test, seperti VOT ( very high frequency omnirange test) atau falitas VOR terminal. 1. Tempatkan sakelar on/off pada posisi ON. 2. Atur tombol pemilih getaran kesaluran yang diinginkan. 3. Biarkan beberapa saat untuk pemanasan 4. bendera VOR akan menghilang bila signal dari pemancar VOR diterima.

5. Atur tombol volume pada kekerasan yang diinginkan dan yakinkan suara jelas dan kuat. 6. periksa CDI apakah jarum vertical bergerak 7. tepatkan jarum ditengah dengan menggunakan tombol OBS 8. Periksa indicator TO_FROMpada penunjukan TO 9.Putar tombol OBS agar pembacaan 10 derajat lebih tinggi dari posisi jarum.jarum akan bergerak kekiri pada titik terakhir yang berarti 10 derajat pergeseran. 10. Kembali putar OBS keposisi semula. Jarum vertikal akan kembali keposisi tengah. 11. putar oBS agar berada 10 derajat dibawah posisi semula.jarum akan bergerak kekanan. 12. Jakinkan jarum vertical dapat bergerak kekiri dan kekanan dimana daerah pergerakan berarti 20 derajat. Catatan ; bila indicator TO-FROM tertulis FROM, jarum vertical akan Bergerak kearah yang berlawanan dari prosedur diatas. Bila pengecheckan operasional dianggap kurang memuaskan, lepas penerima VOR dan instrument terkait dari pesawat dan harus dikalibrasi.

- 16 INSTRUMENT LANDING SYSTEM / ILS Alat ini bekerja pada getaran VHF. Sistim ini terdiri dari Localizer landasan pacu, signal glide slope dan Marker beacon untuk menentukan lokasi.Peralatan localizer menhasilkan arah radio yang segaris dengan garis tengah landasan pacu/runway. Signal arahnya dihasilkan dari perpotongan dua signal yang sama kuat, satu mempunyai getaran yang dimodulasi dengan getaran 90 hZ dan yang satunya dimodulasi dengan getaran 150 HZ. Bila salah satu terdengar lebih keras dari yang lainnya berarti pesawat belum segaris dengan garis tengah landasan pacu dan daerah ini disebut daerah biru (daerah dimana getaran 150 hZ terdengar lebih keras). Sebaliknya bila getaran 90 HZ terdengar lebih keras, disebut daerah Kuning/Yellow sector. Fasilitas Localizer beroperasi dalam daerah getaran 108.0 112.0 MHZ dengan langkah Setiap persepuluhan ganjil. Penerima VOR juga bekerja pada daerah ini, tetapi pada daerah persepuluhan genap.pada saat beroperasi pada ILS, penerima VOR berfungsi sebagai Localizer. Glideslope adalah berkas radio yang memandu secara vertical terhadap pesawat yang akan mendarat dengan membuat sudut pendaratan yang tepat pada saat mendarat dilandasan pacu. Signal glideslope dipancarkan oleh dua buah antenna yang bersebelahan dengan titik sentuh pendaratan pada landasan pacu. Fasilitas Glide slope bekerja pada getaran 329.3 Mhz sampai 335.0 MHZ.

Penerima glideslope dan penerima VOR/Localizer boleh terpisah atau dapat dalam satu wadah. Penerima Glideslope berpasangan dengan Localizer dan menggunakan satu pemilih getaran untuk menala kedua penerima.

Sistem Interphone Dalam pesawat terbang yang besar-besar biasanya terdapat system interphone yang dapat digunakan terpisah atau menjadi satu. Satu system utamanya digunakan untuk interphone operasi penerbangan dan lainnya digunakan untuk komunikasi dua arah antara statsiun sementara pesawat masih didarat. Pada system flight interphone memungkinkan awak pesawat berkomunikasi satu sama lain sambil juga memonitor signal-signal sistim navigasi . Pada system ini juga tersedia speaker bagi pilot dan copilot agar dapat mendengarkan signal yang masuk tanpa harus menggunakan headset. Service interphone system memungkinkan komunikasi dua arah antara beberapa tempat di pesawat terbang atau diluar ketika berada didarat yang memungkinkan para teknisi berkomunikasi selama persiapan terbang.

Pemilih audio, control, panel untuk system interphone berada pada pilot, copilot, navigator dan rak-rak radio station.Setiap panel memiliki toggle switch pemilih signal, sebuah switch pemilih microphone, dan sebuah amplifier transistor dengan rangkaiannya dengan daya sekitar 3 watt. Sistem Passenger Address

Sistem Passenger Address memungkinkan awak pesawat mengumumkan sesuatu atau memutar music yang ditujukan untuk para penumpang sementara pesawat dalam penerbangan. Sistem terdiri speaker yang ditempatkan sedemikian rupa yang disambung ke amplifier pada rak radio. Sistem Passenger Addres dapat dioperasikan dari dek microphone penerbangan atau dari tempat dimana awak pesawat dapat engan mudah mengoperasikannya

Sistem Audio Integrasi Sistem ini memungkinkan komunikasi antara masing-masing awak pesawat, dan juga antara awak pesawat dengan statsiun didarat.Digital audio control panel diperuntukan bagi kapten pilot, perwira pertama/first officer dan pengawas adan memungkinkan awak pesawat untuk memilih radio, passenger addres, flight dan system service interphone.