Anda di halaman 1dari 21

MUKOADHESIVE DRUG DELIVERY SYSTEM EKSTENSI B / SEM V/ 2012Click to edit Master subtitle style 2013 DITA AYUDHYAS C FENNY

ADLIA Z SEPTIA ADRINA D

3/20/13

Pendahuluan
Bioadhesif dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu bahan (hasil sintesis atau produk biologi) teradhesi pada suatu jaringan biologi untuk periode waktu yang lebih lama. Untuk tujuan penghantaran obat, terminologi bioadhesif bermakna terikatnya sistem pembawa obat pada lokasi spesifik biologi.Permukaan biologi tersebut dapat berupa jaringan epitel atau 3/20/13 dapat berupa lapisan penutup mukus

Sistem penghantaran obat mukoadhesif ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sediaan bukal, sublingual, vaginal, rektal, nasal, okular, serta gastrointestinal. Prinsip penghantaran obat dengan sistem mukoadesif adalah memperpanjang waktu tinggal obatpada organ tubuh yang mempunyai lapisan mukosa. Sistemmukoadhesif akan dapat meningkatkan kontak yang lebih baik anatara sediaan dengan jaringan tempat terjadinya absorpsi sehingga 3/20/13

Teori MDDS

3/20/13

Teori Elektronik
Adanya perpindahan elektron diantara permukaan karena adanya perbedaan struktur elektrik yang dihasilkan antara kedua lapisan elektrik sehingga menimbulkan gaya tarik.
3/20/13

Teori Adsorpsi
Setelah kontak awal bahan adheren ke permukaan karena kekuatan aksi antara atom di kedua permukaan lapisan, menghasilkan pembentukan ikatan yang terkait dengan keberadaan kekuatan intermolekuler, seperti ikatan hidrogen dan van der waals untuk interaksi perlekatan antara substrat permukaan.
3/20/13

Teori Pembasahan
Digunakan pada sistem cairan dimana terdapat afinitas pada permukaan untuk menyebar. Afinitas ini dapat diukur dengan menggunakan berbagai cara seperti sudut kontak. Menurunkan sudut kontak dapat meningkatkan 3/20/13 afinitas.

Teori Difusi
Teori difusi menggambarkan interpenetrasi dari kedua polimer dan rantai musin dengan kedalaman yang cukup untuk menciptakan ikatan perekat semi-permanen. Hal ini diyakini bahwa gaya adhesi meningkat dengan tingkat penetrasi rantai polimer. tingkat penetrasi ini tergantung pada
3/20/13

koefisien difusi

Teori Fracture
Teori ini menganalisi kekuatan yang diperlukan untuk memisahkan dua permukaan setelah terbentuk adhesi. Teori ini terfokus pada kekuatan yang diperlukan untuk memisahkan suatu bagian, tidak mempertimbangkan penetrasi atau difusi dari rantai polimer.
3/20/13

Teori Mekanik
Menjelaskan tentang difusi cairan adhesif ke dalam mikro-cracks dan ketidakteraturan pada permukaan substrat dengan demikian pembentukan struktur yang saling menyambung dapat meningkatkan sifat adhesinya.

3/20/13

Mekanisme MDDS
mukoadhesif harus tersebar di substrat untuk memulai kontak yang rapat antara bioadhesif dan membran, baik dari permukaan bioadhesif yang memiliki pembasahan bagus, maupun dari pengembangan bioadhesif. Mekanisme mukoadhesive menjadi 2 tahap:
-

dibagi

Tahap Kontak

3/20/13

Tahap Kontak
Tahap ini melibatkan kontak yang rapat antara bioadhesif dan membran, baik dari permukaan bioadhesif yang memiliki pembasahan bagus, maupun dari pengembangan bioadhesif

3/20/13

Tahap Konsolidasi
Pada tahap ini, setelah diadakan kontak, penetrasi bioadhesif ke dalam celah-celah permukaan jaringan atau antar rantai dari bioadhesif dengan mukus terjadi. Interaksi tersebut terdiri dari daya tarik dan daya tolak. Interaksi daya tarik muncul dari gaya Van der Waals, daya tarik elektrostatik, ikatan hidrogen, dan interaksi hidrofobik. Interaksi daya tolak terjadi 3/20/13 karena tolakan elektrostatik dan

Faktor-faktor yang mempengaruhi MDDS

Faktor terkait Polymer


1. 2.

Berat molekul polimer Konsentrasi polimer yang digunakan Fleksibilitas rantai polimer Faktor pengembangan Stereokimia dari polimer

3. 4. 5. .

Faktor terkait Lingkungan 3/20/13

Polimer MDDS
Syarat Polimer yang ideal untuk MDDS :

Polimer dan produk degradasi tidak beracun dan harus non-absorable dari saluran pencernaan. Tidak mengiritasi ke selaput lendir. sebaiknya membentuk ikatan nonkovalen yang kuat dengan musinepitel permukaan sel.

3/20/13

Contoh polimer MDDS


Sintetik Polimer contohnya : Selulosa derivatif (metilselulosa, etil selulosa, hidroksi-etilselulosa, selulosa propil Hidroksil, hidroksil propil metilselulosa, natrium karboksi metilselulosa, Poli (asam akrilat) polimer (carbomers, polycarbophil), Poli (hidroksietil methylacrylate), Poli (etilen oksida), Poli (vinil pirolidon), Poli (vinil alkohol). 3/20/13

Natural Polimer Contohnya :


Tragakan alginat Sodium Lektin pati larut Gelatin Pektin Chitosan


3/20/13

Perkembangan Polimer MDDS


Lee Et Al dalam penelitiannya menyatakan polimer tua (Polimer Generasi Pertama) memang memenuhi persyaratan polimer untuk MDDS hanya saja kurangnya kemampuan spesifisitas dalam mentargetkan. Interaksi kimia antara polimer MDDS dengan jaringan permukaan umumnya membentuk ikatan yang non kovalen di alam dan 3/20/13 sebagian besarnya terdiri dari ikatan

Polimer terbaru (polimer generasi kedua) mampu membentuk ikatan kovalen dengan lendir dan lapisan sel yang mendasari, dan oleh sebab itu dapat meningkatkan interasksi kimia di dalamnya Generasi baru dari polimer MDDS yaitu dapat melakukan kontak langsung ke permukaan sel. Mereka berinteraksi dengan permukaan sel dengan cara reseptor spesifik atau ikatan kovalen.
3/20/13

KEUNTUNGAN MDDS

Memperlama waktu tinggal sediaan pada tempat absorpsi Dengan meningkatnya waktu tinggal dapat meningkatkan absorpsi dan efikasi terapetik dari obat. Absorpsi cepat karena supply darah besar dan kecepatan aliran darah baik. Meningkatkan bioavailabilitas karena 3/20/13 tidak adanya first pass metabolisme

TERIMA KASIH

3/20/13

Anda mungkin juga menyukai