Anda di halaman 1dari 3

1.

Jelasakan, bahwa indikator merupakan asam lemah (dilambangkan dengan HIn) Indikator asam basa umumnya berupa molekul organik yang

bersifat asam lemah dengan rumus HIn. Indikator memberikan warna tertentu ketika ion H+ dari larutan asam terikat pada molekul HIn dan berbeda warna ketika ion H+ dilepaskan dari molekul HIn menjadi In. Untuk mengetahui bagaimana indikator bekerja, perhatikan reaksi kesetimbangan berikut yang menyatakan indikator HIn sebagai asam lemah dengan Ka = 1,0 108. HIn(aq) H+(aq) + In(aq)

2. Jelaskan perubahan warna indikator PP (Phenol Ptealin) pada daerah basah Salah satu indikator asam basa adalah fenolftalein (PP), indikator ini banyak digunakan karena harganya murah. Indikator PP tidak berwarna dalam bentuk HIn (asam) dan berwarna merah jambu dalam bentuk In (basa). Perhatikan struktur fenolftalein berikut.

Bila dalam suatu larutan diberi dengan indikator pp kemudian larutannya berwarna merah muda, maka larutan tersebut bersifat basa. Karena pada proses ini yang menjadi sebagai titer (larutan yang dititrasi) adalah larutan yang bersifat asam dan yang menjadi titran (larutan yang menitrasi) adalah larutan yang bersifat basa. Untuk titer, kita berikan sedikit indikator pp untuk mengetahui apakah senyawa tersebut memiliki sifat asam atau basa. setelah penambahan indikator pp pada larutan asam maih berwarna bening, maka kita akan menitrasinya dengan titran yang memiliki sifat basa. ketika terjadi pencampuran awal, antara larutan asam dan larutan basa maka warna larutan masih tetap berwarna bening, namun ketika mol asam sudah habis karena digunakan untuk bereaksi dengan mol basa (namanya adalah titik ekivalen), maka larutan basa akan berikatan dengan indikator pp, sehingga terjadi perubahan warna dari bening ke warna pink (namanya titik akhir titrasi, ditandai dengan perubahan warna). karena memang larutan basa akan lebih memilih berikatan dengan larutan asam dulu dari pada dengan indikator pp. jadi gitu deh, urutan proses terjadinya warna pink pada titrasi asam basa.

3. Tuliskan rumus EDTA, mengapa EDTA merupakan agen chelating agent... Etilen diamin tetra asetat merupakan ligan penitrasi yang banyak dipakai pada titrasi kompleksometri.

Edta sebagai agen chelating agent EDTA bersifat sebagai pencekal kation bivalen (chelating agent). yang dipakai disini adalah garam natrium atau kaliumnya. Garam-garam ini mengubah ion kalsium dalam darah menjadi bentuk bukan ion, dengan cara mengikat ion kalsium (Ca2+) sehingga ion kalsium tidak lagi bermuatan (Ca) sehingga kerak tidak terjadi.

4. Gambarkan, pengikatan EDTA dengan logam kalsium EDTA sering di tulis dengan rumus molekul H2Y-2 + Ca+2 -- CaY-2 + 2H+ *prinsipnya sama kaya celating agent 5. Lengkapi Zat yg ditentukan Asam organik (asam asetat) Asam Askorbat (Vit.C) Klorida Metode titrasi asidimetri Larutan Baku Larutan primer sekunder Asam oksalat NaOH baku Indika tor PP H2Y-2 , pengikatan EDTA dengan Logam kalsium dapat di gambarkan dalam reaksi dibawah ini

iodimetri

As2O3

I2

Amilu m

Argentometri, Metode Fayans Metode Mohr Metode Volhard

Lar.Baku NaCl Lar.Baku NaCl

Lar.Baku AgNO3 Lar.Baku AgNO3

Fluore sens CrO4-2 Ion Fe+3 EBT

magnesium kompleksometri

Lar.Baku Lar.Baku AgNO3 NH4CNS atau KCNS Lar.baku non EDTA