Anda di halaman 1dari 57

GAMBARAN KEJADIAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BABYBLUES PADA IBU POSTPARTUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD PROF. DR. MA.

HANAFIAH SM BATUSANGKAR TAHUN 2012

Karya Tulis Ilmiah Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Melakukan Penelitian Karya Tulis Ilmiah pada Program Studi D III Kebidanan STIKes Purna Bhakti Husada Batusangkar

Oleh : DESI NATALIA NIM 20093168

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PURNA BHAKTI HUSADA BATUSANGKAR TAHUN 2012

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN STIKES PURNA BHAKTI HUSADA BATUSANGKAR Karya Tulis Ilmiah, September 2012 Desi Natalia Gambaran Kejadian Dan Faktor-Faktor Penyebab Babyblues Pada Ibu Postpartum Di RSUD Prof. DR MA Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012

x + 37 halaman, 4 tabel, 11 lampiran ABSTRAK Baby blues adalah suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama setelah melahirkan, atau gangguan suasana hati yang berlangsung selam 3-6 hari pasca melahirkan. Angka kejadian babyblues sudah ada sejak abad 5 SM, namun dianggap kurang penting karena dipandang sekedar sebagai efek kelelahan setelah melahirkan. Tetapi pernyataan itu tidak benar karena hal ini dapat dilihat pada angka kejadian babyblues atau postpartum blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kejadian dan Faktor-faaktor Penyebab Babyblues Pada ibu Postpartum di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. M. A. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu postpartum di ruang kebidanan RSUD Prof. Dr. M. A. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012. Pengambilan jumlah sampel dilakukan dengan accidental sampling, ini dilakukan dengan mengambil responden yang kebetulan ada di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. M. A. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012, pada saat penelitian dilakukan. Hasil penelitian didapatkan kejadian babyblues berat sebanyak 43% dan babyblues ringan 57%, dan faktor penyebab yang menyebutkan multifaktor sebanyak 29% dan yang satu faktor sebanyak 71% dari seluruh responden yang ada di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. M. A. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012. Berdasarkan hal diatas, peneliti menyimpulkan bahwa gambaran kejadian babyblues dan faktor-faktor penyebab babyblues terjadi hanya sebagian kecil (23%) dari seuluruh responden. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan ibu-ibu postpartum agar tidak terjadi babyblues.

Daftar Pustaka : 17 (2006-2011)

PROGRAM STUDYOF DIII MIDWIFEY STIKES PURNA BHAKTI HUSADA BATUSANGKAR Scientific Paper Writing, September 2012

Desi Natalia The Description of Occurence And Factors Cause Of Babyblues at Maternall Postpartum in RSUD Prof. DR MA Hanafiah SM Batusangkar Year 2012 x + 37 page, 4 tables, 11 attachments ABSTRACT Blues Baby is an psychological trouble whereas marked with culminating emotion him/ it at first week after bearing, or mood trouble that goes on dive 3-6 day of pasca bear. Number occurence of babyblues there are since century 5 SM, is but assumed by less important because looked into simply as tired effect after bearing. But that statement not true because this matter can be seen by at number occurence of or babyblues of postpartum blues among/between 50-70% from woman of pasca copy. This research aim to to know Picture Occurence and of Faktor-Faaktor Cause of Babyblues At mother of Postpartum [in] Room Midwifery of RSUD Prof. Dr M. A. Hanafiah SM Batusangkar Year 2012. Method which is used in this research is descriptive. Population in this research entire/all mother of postpartum [in] midwifery room of RSUD Prof. Dr M. A. Hanafiah SM Batusangkar Year 2012. Intake of amount of sampel done/conducted with sampling accidental, this [is] [done/conducted] by taking responder which is coincidence in Room Midwifery of RSUD Prof. Dr M. A. Hanafiah SM Batusangkar Year 2012, at the (time) of research done/conducted. Result of research got by occurence of babyblues counted 43% and 57 % and cause factor mentioning multifaktor counted 29% and which is one factor counted 71% from entire/all responder exist in Room Midwifery of RSUD Prof. Dr M. A. Hanafiah SM Batusangkar Year 2012. Pursuant to matter above, researcher conclude that picture occurence of factors and babyblues cause of babyblues happened only some of is small ( 23%) from responder seuluruh. Therefore, researcher suggest to health energy to be more pay attention mothers of postpartum in order not to happened babyblues. Bibliography : 17 (2006-2011)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. IDENTITAS Nama Tempat/Tgl. Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Jumlah Saudara Anak Ke Kebangsaan : Desi Natalia : Sikalang, 25 Desember 1990 : Perempuan : Islam : Jor. Kelarasan Tanjung No.45 Minangkabau : 5 Orang : 5 ( Lima ) : Indonesia

Nama Orang Tua Ayah Ibu Alamat : Jamal : Salami : Dsn. Bukit Sibanta Desa Sikalang Kec. Talawi

B. PENDIDIKAN 1. 1995 - 1996 2. 1996 - 2002 3. 2002 - 2005 4. 2006 - 2009 : TK Lignita Sikalang : SDN 11 Sikalang : SMPN 2 Sawahlunto : SMAN 2 Sawahlunto

5. 2009 - Sekarang : STIKES PBH Batusangkar

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, dan selawat beriringan salam untuk Nabi Muhammad SAW, sehingga peneliti dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah berjudul Gambaran Kejadian Dan Faktor-faktor Penyebab Babyblues Pada Ibu Postpartum Di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012. Karya Tulis Ilmiah ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Studi Diploma III Kebidanan Purna Bhakti Husada Batusangkar. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini peneliti telah mendapatkan banyak bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Mawardi Umar, SKM selaku Ketua Yayasan STIKes Purna Bhakti Husada Batusangkar. 2. Ibu Yulastri Arif, S.Kp M.M.Kep selaku ketua STIKes Purna Bhakti Husada Batusangkar. 3. Ibu Dewi Anas, S.ST selaku Ketua Prodi D III Kebidanan Purna Bhakti Husada Batusangkar. 4. Ibu Milda Yenti, S.ST, selaku pembimbing yang telah membantu, mengarahkan, membimbing, mengorbankan waktu, pikiran, dan memberi masukan dengan penuh kesabaran dan perhatian kepada penulis sehingga Proposal ini dapat diselesaikan dengan baik. 5. Ibu Ns. Marizki Putri, S.Kep selaku Penguji II penyusunan Proposal Karya Tulis Ilmiah.

6. Dosen dan Staf STIKES Purna Bhakti Husada Batusangkar yang telah banyak membantu dan memberikan saran kepada peneliti sehingga peneliti menyelesaikan Proposal ini dengan baik. 7. Teristimewa bagi Ayah dan Bunda beserta kakak-kakakku yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil serta selalu memberikan semangat dan restu kepada peneliti dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. 8. Rekan-rekan seperjuangan Jalur Umum angkatan III program studi D-III Kebidanan STIKES Purna Bhakti Husada Batusangkar, serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, yang telah banyak membantu dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini. dapat

Peneliti menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangan, untuk itu peneliti mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun dari kesempurnaan penelitian ini. Atas bantuan dari semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, peneliti ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan semua ini mendapatkan imbalan dari Allah SWT, Amin. Batusangkar, September 2012

Peneliti

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ABSTRAK ABSTRACT PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................................. i PERNYATAAN PENGUJI .............................................................................. ii DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................ iii KATA PENGANTAR .................................................................................... iv DAFTAR ISI .................................................................................................... vi DAFTAR TABEL .......................................................................................... viii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... ix DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ......................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 6 E. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................. 7 BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN A. Konsep Babyblues ....................................................................... 8 B. Faktor Penyebab Babyblues ....................................................... 10 C. Ibu Post Partum ......................................................................... 17 BAB III KERANGKA KONSEP PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL A. Kerangka Konsep ...................................................................... 22 B. Definisi Operasional .................................................................. 23

BAB IV

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ...................................................................... 24 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................. 24

C. Populasi dan Sampel ................................................................ 24 D. Metode Pengumpulan Data ...................................................... 26 E. Teknik Pengolahan Data Data .................................................. 26 F. Analisis Data ............................................................................. 27

BAB V HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian .................................................... 29 B. Gambaran Umum Responden .............................................................. 30

BAB VI PEMBAHASAN A. Kelemahan Penelitian .......................................................................... 33 B. Gambaran Kejadian Babyblues di Ruang Kebidanan .......................... 33 C. Gambaran Penyebab Babyblues di Ruang Kebidanan ......................... 34

BAB VII PENUTUP A. Kesimpulan .......................................................................................... 36 B. Saran .................................................................................................... 36

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Table 2.1. Kebijakan Program Nasional Masa Nifas Tabel 3.1. Definisi Operasional Tabel 5.1 Distribusi frekuensi responden tentang kejadian babyblues di RSUD Prof. Dr M.A Hanafiah SM Batusangkar tahun 2012 Tabel 5.2. Distribusi frekuensi responden tentang penyebab BabyBlues di RSUD Prof. DR M.A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012

21 23

31

31

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1. Kerangka Konsep Penelitian

22

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9

: Permohonan menjadi Responden : Informed Concent : Kuesioner Penelitian : Lembar Observasi : Ghancart : Master Tabel : Surat Izin Pengambilan Data : Surat Balasan Pengambilan Data : Surat Izin Penelitian : Surat Balasan Penelitian

Lampiran 10 : Lembaran Oponen Lampiran 11 : Lembar Konsultasi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Prevalensi kejadian babyblues dari berbagai penelitian berbeda di tiap Negara, berkisar antara 10-34. Penelitian di Negara barat menunjukkan kejadian lebih tinggi dibandingkan dengan yang pernah dilaporkan dari asia, pada penelitian yang dilakukan terhadap 154 wanita pasca persalinan di Malaysia pada tahun 1995 dilaporkan angka kejadian 3,9% terbanyak dari ras India (8,9%), Melayu (3,0%), dan tidak adanya kasus pada ras Cina. Penelitian di Singapura dilaporkan angka kejadiannya sebesar 1% (Elvira S, 2006). Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Jofesson dkk pada tahun 2002 didapatkan angka babyblues sekitar 10%-20% (Jofesson A, 2002). Catatan medis tentang babyblues telah ada sejak zaman Hippocrates, sekitar abad ke 5 SM, namun dianggap kurang penting karena dipandang sekedar sebagai efek kelelahan setelah melahirkan. Dr.dr. Irawati SpKj, M. Epid dari bagian psikiatri UI melaporkan bahwa 25% dari 580 pasiennya (ibu melahirkan ) menagalami babyblues. Dr. Irawati menegemukakan gejala babyblues dialami oleh sekitar 50-75% ibu melahirkan, atau 2/3 dari jumlah ibu melahirkan di seluruh dunia (Atmadibrata, 2005). Sedangkan The National Mental Health Association (2003) mengemukakan bahwa sekitar 80% ibu yang melahirkan bayi untuk pertama kalinya mengalami gejala tersebut (Syahrir S, 2008).

Angka kejadian babyblues atau postpartum blues di Asia cukup tinggi dan bervariasi antara 26-85%, sedangkan di Indonesia angka kejadian babyblues atau postpartum blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan (Munawaroh, 2008).

Di Indonesia, angka kejadian postpartum blues antara 50-70% wanita pasca persalinan semula diperkirakan angka kejadiannya rendah dibandingkan Negara-negara lain, hal ini disebabkan oleh budaya dan sifat orang Indonesia yang cenderung lebih sabar dan dapat menerima apa yang dialaminya, baik itu peristiwa yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Namun hasil penelitian yang dilakukan di DKI Jakarta oleh dr. Irawati Sp.Kj menunjukkan 25% dari 580 ibu yang menjadi respondennya mengalami sindroma ini. Dan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya, ditemukan bahwa angka kejadiannya 11-30 %, suatu jumlah yang tidak sedikit dan tidak mungkin dibiarkan begitu saja (Sylvia : 2006). Pada penelitian pendahuluan yang pernah dilakukan dibagian Obstetri dan Ginekologi FKUP Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, didapatkan angka kejadian sebesar 33,1% diantara wanita yang melahirkan secara spontan, dan ternyata didapatkan pula bahwa babyblues tersebut lebih banyak dijumpai pada wanita pekerja dan mereka yang berpendidikan tinggi (Wratsangka R, 1996), beberapa penelitian yang telah dilakukan di berbagai tempat di Indonesia anatar lain : di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya pada tahun 1998-2001 ternyata angka kejadian mencolok tinggi yakni sebesar 11%-30% dibandingkan dengan kejadian di negara lain yang ada di Asia. Dan penelitian lain didapatkan angka babyblues yang lebih tinggi yaitu 23,4%-36,7% (Papayungan, 2005). Hasil penelitian yang dilakukan Trika Rianta (2004) di RSIA Siti Fatimah Makassar melaporkan efektifitas dukungan suami dalam hubungannya dengan kejadian babyblues sebesar 23% sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Alfiben (2000) di RSU Hasan Sadikin Bandung melaporkan bahwa efektifitas dukungan suami dalam hubungannya dengan kejadian babyblues (depresi pasca persalinan) sebesar 33%. Selain itu kejadian babyblues di RSB Pertiwi Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2007 adalah 23 kasus (20,0%) dari 1362 persalinan.

Gangguan-gangguan psikologis yang muncul akan mengurangi kebahagiaan yang dirasakan dan sedikit banyak mempengaruhi hubungan anak-ibu dikemudian hari. Hal ini bisa muncul dalam durasi yang sangat singkat atau berupa serangan yang sangat berat selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun lamanya (Purwanto, 2007). Depresi sesudah melahirkan ini adalah gangguan psikologis yang dalam bahasa kedokterannya adalah depresi postpartum atau babyblues atau postpartum blues. Postpartum blues merupakan masa transisi mood setelah melahirkan yang sering terjadi pada 50 70 % wanita. ( Suherni d, 2009) Iskandar (dalam Munawaroh, 2008) menerangkan bahwa babyblues atau postpartum blues terjadi karena kurangnya dukungan terhadap penyesuaian yang dibutuhkan oleh wanita dalam menghadapi aktivitas dan peran barunya sebagai ibu setelah melahirkan. Kunci untuk mendukung wanita dalam melalui periode ini adalah berikan perhatian dan dukungan yang terbaik baginya, serta yakinkan padanya bahwa ia adalah orang yang berarti bagi keluarga dan suami. Hal yang terpenting, berikan kesempatan untuk beristirahat yang cukup. Selain itu, dukungan positif atas keberhasilannya menjadi orang tua dari bayi yang baru lahir dapat memulihkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya. ( Sulistyawati, 2009 ) Taylor (dalam Ariyanto, 2009) menunjukkan suatu penelitian tentang manfaat dukungan sosial yang secara efektif menurunkan keadaan yang membahayakan secara psikologis pada saat-saat penuh ketegangan. Dukungan sosial juga muncul untuk menurunkan kemungkinan sakit dan mempercepat kesembuhan. Fatimah (2009) menyatakan bahwa dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang didalamnya terdapat hubungan yang saling memberi dan menerima bantuan yang nyata, bantuan tersebut akan menempatkan individu-individu yang terlibat

dalam system sosial yang pada akhirnya akan dapat memberikan cinta, perhatian, maupun pendekatan yang baik pada keluarga sosial maupun pasangan. Dukungan suami dan dukungan keluarga sangat penting dan tidak bisa diremehkan, dan yang tidak kalah penting dapat membangun suasana positif, dimana istri merasakan hari-hari pertama yang melelahkan. Oleh sebab itu dukungan atau sikap positif dari pasangan dan keluarga akan memberi kekuatan tersendiri. Adapun dari penelitianpenelitian diketahui bahwa di negara-negara barat syndrome babyblues dialami oleh 1520% dari perempuan yang melahirkan, baik yang pertama kali maupun berikutnya (Sylvia : 2006). Berdasarkan peninjauan data yang penulis lakukan di RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar, penulis tidak mendapatakan data yang tercatat tentang babyblues. Dari survey pendahuluan yang penulis lakukan pada tanggal 15 Maret 2011 di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar dengan cara membagikan kuesioner kepada ibu postpartum yang ada pada saat itu berjumlah 7 orang. Dari 7 ibu postpartum tersebut ternyata ada 3 (42,8%) ibu yang mengalami babyblues. Ini merupakan hasil yang cukup tinggi. Selama ini kejadian babyblues tersebut tidak pernah dhiraukan atau dianggap tidak penting oleh petugas kesehatan yang ada diruang kebidanan padahal itu merupakan hal yang cukup penting untuk diperhatikan. Sehubung dengan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Gambaran Kejadian dan Faktor-Faktor Penyebab Babyblues Pada Ibu Postpartum Di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana Gambaran Kejadian dan Faktor-faktor Penyebab Kejadian Babyblues Pada Ibu

Postpartum di Ruang Bersalin RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Diketahuinya gambaran kejadian dan faktor-faktor penyebab kejadian babyblues pada ibu postpartum di ruang kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012. 2. Tujuan Khusus a. Diketahuinya distribusi frekuensi kejadian babyblues. b. Diketahuinya distribusi frekuensi faktor-faktor penyebab kejadian babyblues.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Penelitian ini di harapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam penulisan karya tulis ilmiah sebagai penerapan ilmu yang didapat dengan proses pembelajaran secara nyata dalam membuat karya tulis ilmiah. 2. Bagi Responden Dengan adanya penelitian ini diharapkan responden dapat mengerti tentang babyblues dan dapat menghindari babyblues tersebut. 3. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan dapat melengkapi bacaan di perpustakaan sebagai sumber bahan bacaan (acuan) dan referensi bagi perpustakaan di institusi pendidikan. untuk penelitian sejenis dengan variabel penelitian yang lebih komplek.

4. Bagi Institusi Penelitian Sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran untuk lebih meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan psikologi kepada ibu intrapartum agar terhindar dari kejadian babyblues. 5. Bagi Peneliti Selanjutnya Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat berguna dan dapat menjadi acuan atau pedoman bagi peneliti selanjutnya.

E. Ruang Lingkup Penelitian Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis membatasi ruang lingkup penelitian ini yaitu gambaran kejadian dan faktor-faktor penyebab kejadian babyblues Diruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar tahun 2012. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2012 di ruang kebidanan RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu nifas pada 2 bulan pertama sebanyak 44 orang dan sampelnya diambil secara accidental sampling.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Babyblues 1. Pengertian Baby blues adalah suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama setelah melahirkan. (Saleha, 2009 : 48) Menurut Cunningham ( 2006 ), baby blues adalah gangguan suasana hati yang berlangsung selam 3-6 hari pasca melahirkan. (Nirwana, 2011 : 63) 2. Adaptasi psikologis ibu Satu atau dua hari postpartum, ibu cenderung pasif dan tergantung ia hanya menuruti nasehat, ragu-ragu dalam membuat keputusan, masih berfokus untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, masih menggebu membicarakan pengalaman persalinan. Periode ini diuraikan oleh Reva Rubin terjadi dalam tiga tahap : a. Taking in 1) Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Ibu pada umumnya pasif dan tergantung, perhatiannya tertuju pada kekhawatiran akan tubuhnya. 2) Ibu akan mengulang-ulang pengalamnnya waktu bersalin dan melahirkan. 3) Tidur tanpa gangguan sangat penting untuk mencegah gangguan tidur. 4) Peningkatan nutrisi mungkin dibutuhkan karena selera makan ibu biasanya bertambah. Nafsu makan yang berkurang menandakan proses pengembalian kondisi ibu tidak berlangung normal. b. Taking hold

1) Berlangsung

2-4

hari

postpartum.

Ibu

menjadi

perhatian

pada

kemampuannya menjadi orang tua yang sukses dan meningkatkan tanggung jawab terhadap janin. 2) Perhatian teehadap fungsi-fungsi tubuh ( misalnya : eliminasi ) 3) Ibu berusaha keras untuk menguasai keterampilan untuk merawat bayi, misalnya menggendong dam menyusui. Ibu agak sensitive dan merasa tidak mahir dalam melakukan hal tersebut, sehingga cenderung menerima nasihat dari bidan karena ia terbuka untuk menerima pengetahuan dan kritikan yang bersifat pribadi. c. Letting go 1) Terjadi setelah ibu pulang kerumah dan sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga. 2) Ibu mengambil tangguang jawab terhadap perawatan bayi. Ia harus beradaptasi dengan kebutuhan bayi yang sangat tergantung, yang menyebabkan berkurangnya hak ibu dalam kebebasan dan berhubungan sosial. 3) Pada periode ini umumnya terjadi depresi postpartum. (Bahiyatun, 2009 : 64-65) B. Faktor-faktor penyebab timbulnya babyblues a. Faktor-faktor penyebab babyblues adalah : a. Faktor hormonal berupa perubahan kadar esterogen, progesteron, prolaktin dan estriol yang terlalu rendah. Kadar esterogen turun secara bermakna setelah melahirkan, ternyata esterogen memiliki efek supresi aktifitas enzim nonadrenalin maupun serotin yang berperan dalam suasana hati dan depresi.

b. Ketidaknyamanan fisik yang dialami wanita menimbulkan gangguan pada emosional seperti payudara bengkak, nyeri jahitan, rasa mules. c. Ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan fisik dan emosional yang kompleks. d. Faktor umur dan paritas ( jumlah anak ). e. Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan. f. Latar belakang psikososial wanita yang bersangkutan seperti tingkat pendidikan, status perkawinan, kehamilan yang tidak diinginkan, riwayat gangguan kejiwaan sebelumnya, sosial ekonomi. g. Kecukupan dukungan dari lingkungannya ( suami, keluarga dan reman). Apakah suami mendukung kehamilan ini, apakah suami mengerti perasaan istri, apakah suami/keluarga/teman memberikan dukungan fisik dan moril misalnya dengan membantu pekerjaan rumah tangga, membantu mengurus bayi, mendengarkan keluh kesah ibu. h. Stress dalam keluarga misal faktor ekonomi memburuk, persoalan dengan suami, problem dengan mertua atau orang tua. i. Stress yang dialami wanita itu sendiri misalnya ASI tidak keluar, frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh, stress melihat bayi sakit, rasa bosan dengan hidup yang dijalani. j. k. Kelelahan pasca melahirkan. Perubahan peran yang diambil ibu. Sebelumnya ibu adalah seorang istri tetapi sekarang sekaligus berperan sebagai ibu dengan bayi yang sangat tergantung padanya. l. Rasa memiliki bayi yang terlalu dalam sehingga timbul rasa takut yang berlebihan akan kehilangan bayinya.

m. Problem anak, setelah kelahiran bayi, kemungkinan timbul rasa cemburu dari anak sebelumnya sehingga hal tersebut cukup menggangu emosional ibu. (Suherni dkk, 2009 : 93-94) b. Gejala-gejala baby blues a. Reaksi depresi/sedih. b. Sering menangis. c. Mudah tersinggung ( iritabilitas ). d. Cemas. e. Labilitas perasaan. f. Cenderung menyalahkan diri sendiri. g. Gangguan tidur dan gangguan nafsu makan. h. Kelelahan. i. Mudah sedih. j. k. l. Cepat marah. Mood mudah berubah, cepat menjadi sedih dan cepat pula menjadi marah. Perasaan terjebak, marah kepada pasangan dan bayinya.

m. Perasaan bersalah. n. Sangat pelupa. (Suherni dkk, 2009 : 91)

c. Penatalaksanaan Adapun langkah-langkah untuk mengatasi babyblues ini yaitu sebagai berikut : a. Komunikasikan segala permasalahan atau hal lain yang ingin diungkapkan. b. Bicarakan rasa cemas yang dialami. c. Bersikap tulus ikhlas dalam menerima aktivitas dan peran baru setelah melahirkan.

d. Bersikap fleksibel dan tidak terlalu perfeksionis dalam mengurus bayi atau rumah tangga. e. Belajar tenang dan menarik nafas panjang dan meditasi. f. Kebutuhan istirahat yang cukup, tidurlah ketika bayi tidur g. Berolahraga ringan. h. Bergabung dengan kelompok ibu-ibu baru. i. Dukungan tenaga kesehatan. j. k. Dukungan suami, keluarga, teman, teman sesama ibu. Konsultasikan pada dokter atau orang yang profesional, agar dapat meminimalisir faktor resiko lainnya dan membantu melakukan pengawasan. (Suherni dkk, 2009 : 95) Beberapa cara peningkatan support mental yang dapat dilakukan keluarga diantaranya : a. Sekali-kali ibu meminta suami untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti : membantu mengurus bayinya, memasak, menyiapkan susu dll. b. Memanggil orangtua ibu bayi agar bisa menemani ibu dalam menghadapi kesibukan merawat bayi. c. Suami seharusnya tahu permasalahan yang dihadapi istrinya dan lebih perhatian terhadap istrinya. d. Menyiapkan mental dalam menghadapi anak pertama yang akan lahir. e. Memperbanyak dukungan dari suami. f. Suami menggantikan peran isteri ketika isteri kelelahan. g. Ibu dianjurkan sering sharing dengan teman-temannya yang baru saja melahirkan. h. Bayi menggunakan pampers untuk meringankan kerja ibu.

i. Mengganti suasana, dengan bersosialisasi. j. Suami sering menemani isteri dalam mengurus bayinya. ( http://www.ibudanbalita.com)

d. Pemeriksaan penunjang Diluar negeri skrining untuk mendeteksi gangguan mood/depresi sudah merupakan acuan pelayanan pasca persalinan yang rutin dilakukan. Untuk melakukan skrining ini dapat dipergunakan alat bantu berupa Edineburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) yaitu kuesioner yang dengan validitas yang teruji yang dapat mengukur intensitas perubahan suasana depresi selam 7 hari pasca persalinan. Pertanyaanpertanyaan berhubungan dengan labilitas perasaan, kecemasan, perasaan bersalah serta mencakup hal-hal yang terdapat pada postpartum blues atau baby blues. Kuesioner ini terdiri dari 10 pertanyaan dimana setiap pertanyaan memiliki 4 pilihan jawaban yang mempunyai nilai skor dan harus dipilih satu sesuai dengan gradasi perasaan yang dirasakan ibu pasca salin saat ini. Pertanyaan harus dijawab sendiri oleh ibu dan rat-rata dapat diselesaikan dalam waktu 5 menit. Alat ini juga telah diuji validitasinya di beberapa Negara seperti Belanda, Swedia, Australia, Italia, dan Indonesia. Edinburgh Postnatal Depression Scale dapat dipergunakan dalam minggu pertama pasca salin dan bila hasilnya meragukan dapat diulangi pengisiannya 2 minggu kemudian. (Suherni dkk, 2009 : 96 )

e. Pencegahan Berikut ini beberapa kiat yang mungkin dapat mengurangi resiko baby blues : 1) Pelajari diri sendiri Pelajari dan mencari informasi mengenai depresi post partum, sehingga Anda sadar terhadap kondisi ini. Apabila terjadi, maka Anda akan segera mendapatkan bantuan secepatnya. 2) Tidur dan makan yang cukup Diet nutrisi cukup penting untuk kesehatan, lakukan usaha yang terbaik dengan makan dan tidur yang cukup. Keduanya penting selama periode postpartum dan kehamilan. 3) Olahraga Olahraga adalah kunci untuk mengurangi emosi postpartum. Lakukan peregangan selama 15 menit dengan berjalan setiap hari, sehingga membuat anda merasa lebih baik dan menguasai emosi berlebihan dalam diri Anda. 4) Hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan Jika memungkinkan, hindari membuat keputusan besar seperti membeli rumah atau pindah kerja, sebelum atau setelah melahirkan. Tetaplah hidup secera sederhana dan menghindari stress, sehingga dapat segera dan lebih mudah menyembuhkan postpartum yang diderita.

5) Beritahukan perasaan Anda Jangan takut untuk berbicara dan mengeskpresikan perasaan yang Anda inginkan dan butuhkan demi kenyamanan Anda sendiri. Jika memiliki masalah dan merasa

tidak nyaman terhadap sesuatu, segera beritahukan pada pasangan atau orang terdekat. 6) Dukungan keluarga dan orang lain diperlukan Dukungan dari keluarga atau orang yang Anda cintai selama melahirkan sangat diperlukan. Certiakan pada pasangan atau orang tua Anda, atau siapa saja yang bersedia menjadi pendengar yang baik. Yakinkan diri Anda, bahwa meraka akan selalu berada disisi Anda setiap mengalami kesulitan. 7) Persiapkan diri dengan baik Persiapan sebelum melahirkan sangatlah diperlukan. Ikutlah kelas senam hamil yang sangat membantu serta buku atau artikel lainnya yang Anda perlukan. Kelas senam hamil akan sangat membantu Anda dalam mengetahui berbagai informasi yang diperlukan, sehingga nantinya Anda tak akan terkejut setelah keluar dari kamar bersalin. Jika Anda tahu apa yang diinginkan, pengalaman traumatis saat melahirkan akan dapat dihindari. 8) Lakukan pekerjaan rumah tangga Pekerjaan rumah tangga setidaknya dapat membantu Anda melupakan gejolak perasaan yang terjadi selama periode postpartum. Kondisi Anda yang belum stabil bisa Anda curahkan dengan memasak atau membersihkan rumah. Mintalah dukungan dari keluarga dan lingkungan Anda, meski pembantu rumah tangga Anda telah melakukan segalanya. 9) Dukungan emosional Dukungan emosi dari lingkungan dan juga keluarga akan membantu Anda dalam mengatasi rasa frustasi yang menjalar. Ceritakan kepada mereka bagaimana perasaan serta perubahan kehidupan Anda, hingga Anda merasa lebih baik. 10) Dukungan kelompok depresi post partum

Dukungan terbaik datang dari orang-orang yang ikut mengalami dan merasakan hal yang sama dengan Anda. Carilah informai menganai adanya kelompok depresi postpartum yang bisa Anda ikuti, sehingga Anda tidak merasa sendirian menghadapi persoalan ini. ( Saleha, 2009 : 67-69 )

C. Ibu Postpartum 1. Pengertian Masa nifas disebut juga masa post partum atau puerperium adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim, sampai enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan, yang mengalami perubahan seperti perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat melahirkan. (Suherni dkk, 2009 : 1) Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai hingga alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. Lama nifas ini, yaitu 68 minggu. Nifas dibagi dalam tiga periode, yaitu : a. Puerperium dini, yaitu kepulihan ketika ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan. b. Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genital. c. Remote puerperium, yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat secara sempurna, terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna mungkin beberapa minggu, bulan, atau tahun. (Bahiyatun, 2009 : 2)

Menjadi orang tua adalah merupakan masa kritis menuju masa transisi. Maka dari itu yang harus menjadi perhatian bagi pasangan suami istri adalah untuk memperhatikan masa transisi. Masa transisi pada postpartum adalah:

1) Fase honeymoon, yaitu fase setelah anak lahir dan terjadi kontak yang cukup lama antara ibu, ayah, dan bayi. Masa ini dapat dikatakan sebagai psikis honeymoon yang memerlukan hal-hal yang romantis, yaitu dengan masingmasing saling memperhatikan bayinya dengan menciptakan hubungan yang baru. 2) Bounding attachment, yaitu satu langkah awal untu mengungkapkan perasaan afeksi (kasih sayang). Attachment merupakan interaksi antara ibu dan bayi secara spesifik sepanjang waktu. Bounding attachment adalah kontak awal antara ibu dan bayi setelah kelahiran, untuk memberikan kasih sayang yang merupakan dasar interaksi antara keduanya secara terusmenerus. Dengan kasih sayang yang diberikan kepada bayinya maka akan membentuk ikatan antara orang tua dengan bayinya. Bounding attachment ini dimulai sejak dini begitu bayi dilahirkan. Bounding adalah istilah untuk menerangkan hubungan antara ibu dan bayi, sedangkan isitilah attachment adalah istilah untuk menerangkan suatu keterkaitan antara orang tua dan anaknya. (Nirwana, 2011 : 61-62)

2. Tujuan asuhan masa nifas Asuhan yang diberikan kepada ibu nifas bertujuan untuk: a. meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis bagi ibu dan bayi. b. Pencegahan, diagnosa dini, dan pengobatan komplikasi pada ibu. c. Merujuk ibu ke asuhan tenaga ahli bilamana perlu. d. Mendukung dan memperkuat keyakinan ibu, serta memungkinkan ibu untuk mampu melaksanakan perannya dalam situasi keluarga dan budaya yang khusus. e. Imunisasi ibu terhadap tetanus.

f. Mendorong pelaksanaan metode yang sehat tentang pemberian makan anak, serta peningkatan pengembangan hubungan yang baik antara ibu dan anak. (Sulistyawati, 2009 : 2-3)

3. Peran bidan pada masa nifas Peran bidan pada masa nifas adalah sebagai berikut: a. Memberi dukungan yang terus-menerus selama masa nifas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan ibu agar mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selam persalinan dan nifas. b. Sebagai promotor hubungan yang erat antara ibu dan bayi secara fisik dan psikologis. c. Mengkondisikan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara meningkatkan rasa nyaman. (Saleha, 2009 : 5) 4. Kebijakan program nasional masa nifas Paling sedikit empat kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk mencegah, mendektesi dan menangani masalah yang terjadi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Tabel.

Tabel 2.1. Kebijakan Program Nasional Masa Nifas Kunju Waktu Tujuan ngan 1 2 3 I 6-8 jam 1. Mencegah perdarahan masa nifas akibat atonia setelah uteri persalinan 2. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan rujuk jika perdarahan berlanjut 3. Memberi konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga mengenai cara mencegah perdarahan masa nifas akibat atonia uteri 4. Pemberian ASI awal 5. Melakukan hubungan antar ibu dan bayi baru lahir 6. Menjaga bayi tetap sehat dengan mencegah hipotermia 7. Petugas kesehatan yang menolong persalinan harus mendampingi ibu dan bayi lahir selama 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil II 6 hari 1. Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus setelah berkontraksi, fundus di bawah umbilicus, tidak ada persalinan perdarahan abnormal, tidak ada bau 2. Menilai adanya demam 3. Memastikan agar ibu mendapatkan cukup makanan, cairan, dan istirahat 4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperhatikan tanda penyulit 5. Memberi konseling pada ibu tentang asuhan pada bayi, perawatan tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, dan perawtan bayi sehari-hari 2 minggu Sama seperti diatas (6 hari setelah persalinan) setelah persalinan 6 minggu 1. Mengkaji tentang kemungkinan penyulit pada ibu setelah 2. Memberi konseling keluarga berencana (KB) secar persalinan dini

III

IV

(Bahiyatun, 2009 : 4-5)

BAB III KERANGKA KONSEP PEMIKIRAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

A. Kerangka Konsep Pemikiran Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya, atau antara variable yang satu dengan variable yang lain dari masalah yang ingin diteliti ( Notoatmodjo, 2010 ) Kerangka konsep pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan system yang terdiri dari input, proses, dan output seperti yang digambarkan dibawah ini : Input Proses Output

Ibu postpartum

Kejadian dan faktor penyebab babyblues

Kejadian Babyblues Berat : bila sampai dpresi Ringan : tanpa depresi

Penyebab babyblues : Ketidaknyamanan fisik Faktor umur dan paritas Stress yang dialami wanita itu sendiri Gambar 3.1 Kerangka Konsep Pemikiran B. Definisi Operasional No Variabel Definisi Definisi Cara Alat skala Hasil ukur

Konseptual 1 2 Babyblues Baby blues adalah suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama setelah melahirkan. ( Siti saleha, 2009 : 48 ) Penyebab babyblues Ketidaknyamana n fisik bila terdapat: - Payudara bengkak - nyeri jahitan - rasa mules atau nyeri perut bagian bawah Faktor umur dan paritas bila : - 19 tahun - 35 tahun Stress yang dialami wanita itu sendiri bila : - ASI tidak keluar - stress karena bayi tidak mau tidur - stress melihat bayi sakit

Operasional ukur 3 4 Gangguan Kuesioner psikologis ibu dalam masa postpartum

ukur 5 Angket

6 7 ordinal Berat : bila sampai depresi Ringan tanpa depresi :

Hal-hal yang Observasi dapat menyebabkan terjadinya babyblues

Chec klist

ordinal Satu faktor, jika mengalami salah satu dari penyebab babyblues Multifaktor jika mengalami beberapa dari penyebab babyblues

BAB IV METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskiptif yang mana didefinisikan suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau (

menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat Notoatmodjo, 2010 ).

Yang bertujuan untuk menadapatkan Gambaran Kejadian dan Faktor-faktor Penyebab Babyblues Pada Ibu Postpartum Di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012

B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Ruang Bersalin RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar, yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2012

C. Populasi Dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tentunya yang ditetapkan oleh peneliti tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Aziz, 2010) Populasi yang diambil adalah seluruh ibu nifas selama 2 bulan pertama yang ada di Ruang Bersalin RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2011 yang berjumlah 44 orang.

2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010: 174), statistik penentuan besarnya sampel ini akan tergantung pada jenis dan besarnya

populasi. Untuk populasi kecil atau lebih kecil dari 10.000 dapat menggunakan format formula yag lebih sederhana yaitu : n = N 1 + N (d)

Keterangan : n N d n = Jumlah Sampel = Besar Populasi = Tingkat ketepatan yang diinginkan (10%) = 44 1 + 44 (0,1) 44 1 + 44 44 1,44 30 sampel

Berdasarkan rumus di atas jumlah sampel Pada penelitian ini adalah sebesar 30 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan sampel yang akan diteliti dengan kriterianya : 1. Kriteria Inklusi a. Bersedia menjadi responden b. Bersedia menandatangani lembar persetujuan c. Ibu postpsrtum yang ada di ruang kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar 2. Kriteria Eksklusi a. Tidak bersedia menjadi responden b. Tidak bersedia menandatangani lembar persetujuan c. Ibu postpartum yang ada diluar waktu penelitian

D. Metode Pengumpulan Data

1. Data Primer Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung yaitu dengan cara menggunakan kuesioner dan lembar checklist, yang dilakukan melalui wawancara terpimpin dan observasi langsung. Kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui ( Arikunto, 2006 ).

2. Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang diambil dari instalansi terkait seperti data yang diperoleh dari rekam medic RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar

E. Teknik Pengolahan Data 1. Mengedit ( Editing ) Setelah kuesioner dikumpulkan kembali oleh responden, maka setiap kuesioner diperiksa apakah diisi dengan benar dan lengkap, kemudian apakah tiap pertanyaan sudah dijawab oleh responden.

2. Mengkode data ( coding ) Memberikan kode tertentu pada setiap data yang dikumpulkan. Untuk variabel pengetahuan, bila jawaban benar diberi nilai (1) sedangkan bila jawaban salah diberi nilai (0). 3. Memasukkan data ( entry ) Yaitu mengisi kolom-kolom atau kotak-kotak pada master tabel sesuai dengan kode jawaban masing-masing pertanyaan oleh responden. 4. Pembersihan data ( cleaning )

Setelah semua data dimasukkan kedalam bentuk master tabel, kemudian dicek kembali untuk melihat kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi. 5. Tabulasi data ( tabulating ) Data terkumpul dengan baik dalam bentuk master tabel, kemudian disusun menurut kategori dan presentase variabel yang diteliti, data tersebut dikelompokkan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. ( Notoatmodjo, 2010 )

F. Analisa Data 1. Analisa univariate Data yang dibatasi dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis dilanjutkan dengan membahas hasil penelitian sesuai dengan kepustakaan yang ada untuk mengambil suatu kesimpulan. Untuk menentukan distribusi dan frekuensi dari tiap variabel digunakan rumus sebagai berikut :

P= Ket :

100 %

P = Presentase yang dicari = Frekuensi jawaban responden N = jumlah responden ( Budiarto, 2002 )

BAB V HASIL PENELITIAN

A. Gambar umum lokasi penelitian 1. Keadaan geografis RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar adalah salah satu RSUD yang ada dibatusangkar dengan batas wilayah : a. Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan sungai tarab b. Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan tanjung emas c. Sebelah utara berbatasan dengan sungai tarab d. Sebelah selatan berbatasan dengan tanjung emas 2. Data sarana dan prasarana Sarana kesehatan yang dimiliki di RSUD Prof. Dr. M.A Hanafia SM batusangkar adalah sebagai berikut : a. Bangunan yang bersifat publik ( terbuka ) meliputi : ruang administrasi, ruang poliklinik, ruang rekam medik, ruang emrgency, ruang farmasi. b. Bangunan yang bersifat semi privat meliputi : ruang laboratorium, ruang radiologi, ruang rehabilitasi medik, ruang pemulasan jenazah. c. Bangunan yang bersifat privat meliputi : ruang instalansi bedah sentral, ruang melahirkan, ruang ICU/ICCU, ruang perawatan, ruang cuci, ruang dapur, ruang IPSRS, sarana IPAL, sarana incinerator.

3. Jenis Pelayanan

Adapun jenisjenis pelayanan yang terdapat di RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar ini yaitu : a. Pelayanan medik b. Pelayanan keperawatan c. Pelayanan kegawatdaruratan d. Pelayanan penunjang medik Dari ketiga pelayanan tersebut diselenggarakan pada instalansi-instalansi yang terdiri dari : instalansi rawat jalan, instalansi rawat inap, instalansi bedh sentral, instalansi gawat darurat, instalansi penunjang. Penelitian ini dilakukan di ruang kebidanan dimana ruang kebidanan tersebut terbagi menjadi 8 ruangan yang terdiri atas : ruang kelas utama ( anggrek ),

ruang dokter, ruang kamar dokter residen, ruang USG, ruang perawatan 3, ruang perawatan 2, ruang cempaka dan kamar perawat.

B. Gambaran umum responden Distribusi Frekuensi kejadian BabyBlues di ruang kebidanan RSUD Prof. Dr

M.A Hanafiah SM Batusangkar tahun 2012 didasarkan pada masing-masing sub variabel yang diteliti apakah ada terjadi atau tidak, dikatakan terjadi babyblues bila jawaban Tidak dari kuisioner yang diberikan melebihi 9 pertanyaan. Sedangkan untuk penyebab babyblues dinilai dari 1 faktor atau multifaktor. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

1. Distribusi frekuensi responden tentang kejadian babyblues di RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012

Tabel 5.1 Distribusi frekuensi responden tentang kejadian babyblues di

RSUD Prof. Dr M.A Hanafiah SM Batusangkar tahun 2012 No 1. 2. Kejadian BabyBlues Babyblues berat Babyblues ringan Jumlah Jumlah Responden 3 4 7 Persentase % 43 57 100

Berdasarkan tabel 5.1 diatas dapat dilihat responden yang mengalami babyblues berat sebanyak 43% dan yang mengalami babyblues ringan sebanyak 57% di RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012 2. Distribusi frekuensi responden tentang penyebab babyblues di RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012

Tabel 5.2. Distribusi frekuensi responden tentang penyebab BabyBlues di RSUD Prof. DR M.A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012 No. 1. 2. Penyebab BabyBlues 1 Faktor Multifaktor Jumlah Jumlah Responden 5 2 7 Persentase % 71 29 100

Berdasarkan tabel 5.2 diatas dapat dilihat bahwa responden yang yang mengalami babyblues dengan penyebab multifaktor lebih dari seeparoh ( 71% ) sedangkan responden dengan satu faktor hanya sebagian kecil dari responden ( 29% ).

BAB VI PEMBAHASAN
A. Kelemahan Penelitian Penelitian ini telah diupayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan peneliti, namun masih terdapat kelemahan. Kelemahan yang berkemungkinan dapat mengganggu hasil penelitian ini diantaranya dari segi peneliti merupakan peneliti baru sehingga masih banyak melakukan kesalahan dalam melakukan penelitian.

B. Gambaran Kejadian BabyBlues di Ruang Kebidanan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 7 responden di ruang kebidanan didapatkan gambaran kejadian babyblues sebanyak 43% yang mengalami babyblues berat dan yang mengalami babyblues ringan sebanyak 57% dari seluruh responden. Banyak orang menganggap bahwa kehamilan adalah kodrati yang harus dilalui dan peristiwa alamiah yang wajar tapi bagi wanita yang mengalami hal tersebut dapat menjadi episode yang dramatis dan traumatis yang sangat menentukan kehidupannya dimasa datang. Hal tersebut menyebabkan ibu mengalami stress diiringi perasaan sedih dan takut sehingga mempengaruhi emosional dan sensivitas ibu pasca melahirkan. (Suherni dkk, 2009 ) Hasil penelitian yang dilakukan Trika Rianta (2004) di RSIA Siti Fatimah Makassar melaporkan efektifitas dukungan suami dalam hubungannya dengan kejadian babyblues sebesar 23% sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Alfiben (2000) di RSU Hasan Sadikin Bandung melaporkan bahwa efektifitas dukungan suami dalam hubungannya dengan kejadian babyblues (depresi pasca persalinan) sebesar 33%. Selain itu kejadian babyblues di RSB Pertiwi Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2007 adalah 23 kasus (20,0%) dari 1362 persalinan. Menurut peneliti, babyblues terjadi karena disebabkan beberapa faktor yang berpengaruh seperti faktor fisik : payudara bengkak, nyeri pada bekas jahitan, dan rasa mules pada perut, faktor masalah dalam keluarga seperti berapa banyak jumlah anak, problem anak setelah bayi baru lahir, rasa cemburu dari anak sebelumnya, perubahan ibu dari seorang istri menjadi seorang ibu, dan itu dapat mengganggu emosional ibu dan perubahan psikologis ibu pun akan terganggu.

C. Gambaran Penyebab BabyBlues di Ruang Kebidanan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 7 responden yang mengalami babyblues di ruang kebidanan didapatkan sebanyak 29% responden dengan penyebab multifaktor dan 71% dengan penyebab satu faktor dari seluruh responden. Gangguan-gangguan psikologis yang muncul akan mengurangi kebahagiaan yang dirasakan dan sedikit banyak mempengaruhi hubungan anak-ibu dikemudian hari. Hal ini bisa muncul dalam durasi yang sangat singkat atau berupa serangan yang sangat berat selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun lamanya (Purwanto, 2007). Menrut peneliti, faktor-faktor penyebab timbulnya babyblues tergantug dari psikologis dan emosional ibu-ibu postpartum, seperti ketidaknyamanan fisik dan emosional seperti payudara bengkak, nyeri jahitan, rasa mules, umur dan paritas, psikososial, pengalaman kehamilan dan persalinan, stress yang dialami ibu itu sendiri misalnya ASI tidak keluar, frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh, stress melihat bayi sakit dan perubahan-perubahan lain yang dialami ibu.

BAB VII PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, maka peneliti dapat

menyimpulkan bahwa gambaran kejadian dan faktor-faktor penyebab babyblues di RSUD Prof. Dr. M.A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012 adalah sebagai berikut : 1. Dari hasil penelitian didapatkan responden yang mengalami babyblues berat sebanyak 43% dan yang mengalami babyblues ringan sebanyak 57% dari seluruh responden. 2. Dari hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh (71%) responden yang mengalami babyblues menyebutkan penyebabnya satu faktor dan hanya sebagian kecil (29%) yang mnyebutkan penyebabnya multifaktor.

B. Saran 1. Bagi peneliti Agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan peneliti dalam penulisan karya tulis ilmiah sebagai penerapan ilmu yang didapat dengan proses pembelajaran secara nyata dalam membuat karya tulis ilmiah 2. Bagi responden

Diharapkan pada ibu-ibu agar dapat mengerti tentang babyblues dan apa-apa saja yang dapat menyebabkan babyblues tersebut.

3. Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan kepada peneliti berikutnya agar penelitian tentang kejadian dan faktor penyebab babyblues ini dapat dilakukan lebih lanjut lagi agar dapat menyempurnakan hasil penelitian ini. 4. Bagi institusi penelitian Bagi pelayanan kesehatan hendaknya lebih memperhatikan ibu-ibu postpartum yang mengalami gangguan psikologis pasca melahirkan. 5. Bagi institusi pendidikan Diharapkan agar dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kejadian dan faktor penyebab babyblues sehingga dapat menghasilkan bidan yang berpotensi baik sebagai pelaksana, pendidik, maupun peneliti.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 2010 Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta Aziz, Alimul, 2010 Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisa Data, Jakarta : Salemba Medika Bahiyatun, 2009 Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal, Jakarta : EGC Budiarto, Eko, 2006 Biostatistika Untuk Kedokteran Dan Kesehatan Masyarakat, Jakarta : EGC Machfoedz, Ircham, 2009 Metode Penelitian, Yogyakarta : Nirwana, Ade Benih, 2011 Psikologi Ibu, Bayi, dan Anak, Yogyakarta : Nuha Medika Notoatmodjo, Soekidjo, 2010 Metodologi Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta Saifuddin, Abdul Bari, 2008 Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo, Jakarta : PT Bina Pustaka Saleha, Sitti, 2009 Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas, Jakarta : Salemba Medika Suherni, dkk, 2009 Perawatan Masa Nifas, Yogyakarta : Fitramaya Sulistyawati, Ari, 2009 Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas, Yogyakarta : Andi http://duniamidwife.blogspot.com/ http://nisa-nirsya.blogspot.com/2007/07/psikologi-pada-ibu-yang-mengalami.html http://pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=22008&tbl=cakrawala http://www.Campusline21.blogspot.com http://www.ibudanbalita.com http://www.mitrakeluarga.com/kemayoran/kesehatan005.html

Lampiran 1 PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada Yth : Calon responden Di tempat

Dengan hormat, Saya yang bertandatangan dibawah ini, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Purna Bhakti Husada Program Studi DIII Kebidanan jalur umum Semester V : Nama Nim Alamat : Desi Natalia : 20093168 : Jor. Kelarasan Tanjung No.45 Minangkabau

Akan mengadakan penelitian dengan judul Gambaran Kejadian Dan Faktorfaktor Penyebab Babyblues Pada Ibu Postpartum Di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah Batusangkar Tahun 2012. Untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian dan faktor-faktor penyebab babyblues pada ibu postpartum di ruang kebidanan RSUD Prof. Dr. M. A. Hanafiah SM Batusangkar Bersama surat ini saya berharap saudara dapat meluangkan waktu dan menandatangani lembar persetujuan. Atas kesediaan dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih. Batusangkar, Januari 2012 Peneliti

DESI NATALIA NIM.20093168

Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN INFORMED CONSENT

Setelah membaca dan mendengar penjelasan dari seorang mahasiswa Akademi Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Purna Bhakti Husada Batusangkar penulis yang dibawah ini : NAMA NIM ALAMAT : : :

Maka saya bersedia menjadi responden penelitian dengan judul Gambaran Kejadian dan Faktor-faktor Penyebab Babyblues Pada Ibu Postpartum Di Ruang Kebidanan RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2012 tanpa ada paksaan dari siapapun juga. Informasi dan data yang saya berikan adalah benar sesuai dengan kenyataan, pengetahuan dan pengalaman saya.

Batusangkar,

Januari 2012

Responden

Lampiran 3 KUESIONER PENELITIAN GAMBARAN KEJADIAN DAN FAKTOR FAKTOR PENYEBAB BABYBLUES PADA IBU POSTPARTUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD Prof. Dr. MA. HANAFIAH SM BATUSANGKAR TAHUN 2012

PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah setiap pertanyaan dan pernyataan sikap dengan teliti dan seksama 2. Silanglah (x) salah satu alternative jawaban yang dianggap benar 3. Jawablah pertanyaan dan pernyataan dengan benar 4. Pertanyaan dan pernyataan yang telah diisi dengan lengkap mohon dikembalikan kepada peneliti 5. Jika ada pertanyaan dan pernyataan yang diragukan atau tidak dimengerti silahkan tanyakan pada peneliti Terima kasih dan selamat mengisi IDENTITAS RESPONDEN No. responden Inisial Umur ibu Alamat Jenis persalinan 1.Normal 2.Secio cesar 3.Vakum ekstraksi 4.Cunam 5.Induksi Melahirkan anak ke- : Pendidikan terakhir ibu : 1.Tidak sekolah/ tidak tamat sd : : : : :

2.Tamat Sd 3.Tamat Smp 4.Sma 5.Perguruan tinggi Pekerjaan ibu Pekerjaan suami : :

Kuesioner Tingkat Depresi Pada Ibu Pasca Bersalin Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS)

1.Apakah ibu mendapatkan dukungan suami selama kehamilan? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

2.Apakah ibu mendapatkan dukungan suami yang cukup selama masa kehamilan? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

3.Apakah suami ibu hadir ketika persalinan? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering 4.Apakah ibu memperoleh dukungan emosi dari suami? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

5.Apakah suami ibu memberikan bantuan selama kehamilan? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

6.Apakah suami ibu dapat diandalkan? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

7.Apakah ibu mendapatkan dukungan dari keluarga/kerabat selama kehamilan? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

8.Apakah ibu mendapatkan dukungan dari keluarga/kerabat yang cukup selama masa kehamilan? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

9.Apakah ibu memperoleh dukungan emosi dari keluarga/kerabat? a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

10.Apakah dari keluarga/kerabat ibu memberikan bantuan selama kehamilan?

a. Ya b. Tidak c. Kadang-Kadang d. Sering

11.Saya sudah dapat tertawa melihat hal-hal yang lucu a. Sesering mungkin b. Tidak terlalu sering c. Pasti tidak begitu sering d. Tidak sama sekali

12.Saya sudah dapat menemukan hal-hal yangmenyenangkan a. Selalu menyenangkan b. Agak kurang menyenangkan c. Sudah pasti kurang menyenangkan d. Sangat sulit menemukan kesenangan

13.Saya menyalahkan diri ketika hal-hal tidak beres a. Ya, setiap saat b. Ya, beberapa kali saja c. Tidak terlalu sering d. Tidak pernah

14.Saya selalu cemas atau khawatir tanpa alasan a. Tidak sama sekali b. Hampir Tidak pernah c. Ya, kadang-kadang d. Ya, sering

15.Saya merasa takut atau panik tanpa alasan yang jelas a. Ya, sering b. Ya, kadang-kadang

c. Tidak begitu sering d. Tidak sama sekali

16.Hal-hal yang membebaniku mampu diselesaikan a. Ya, selalu tidak mampu di atasi b. Ya, kadang tidak dapat diatasi c. Tidak , kebanyakan dapat di atasi d. Tidak, dapat diatasi

17.Saya tidak bahagia dan sering sulit tidur a. Ya, selalu b. Ya, kadang-kadang c. Tidak, sering d. Tidak, sama sekali 18.Saya merasa sedih atau sengsara a. Ya, selalu b. Ya, kadang-kadang c. Tidak, sering d. Tidak, sama sekali

19.Saya tidak begitu bahagia dan sering menangis a. Ya, setiap saat b. Ya, kadang c. Hanya sekali d. Tidak pernah

20.Saya akan melukai diri sendiri a. Ya, sering b. Ya, kadang-kadang c. Hampir tidak pernah d. Tidak pernah sama sekali

Lampiran 4 LEMBAR OBSERVASI PENELITIAN GAMBARAN KEJADIAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BABYBLUES PADA IBU POSTPARTUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD PROF. DR. MA. HANAFIAH SM BATUSANGKAR TAHUN 2012 Petunjuk : berilah yanda checklist () pada kolom ya atau tidak sesuai dengan pernyataan yang sudah ada

Terima kasih IDENTITAS RESPONDEN Nama Umur Anak ke Pekerjaan Alamat : : : : :

LEMBAR OBSERVASI LEMBAR OBSERVASI PENYEBAB TERJADINYA BABYBLUES DI RUANG KEBIDANAN RSUD PROF. DR. MA. HANAFIAH SM BATUSANGKAR TAHUN 2012.

No 1

Penyebab BabyBlues Ketidaknyamanan fisik yang dialami wanita menimbulkan gangguan pada emosional seperti payudara bengkak, nyeri jahitan, rasa mules. Faktor umur dan paritas ( jumlah anak ). Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan. Latar belakang psikososial wanita yang bersangkutan seperti tingkat pendidikan, status perkawinan, kehamilan yang tidak diinginkan, riwayat gangguan kejiwaan sebelumnya, sosial ekonomi. Kecukupan dukungan dari lingkungannya ( suami, keluarga dan teman ). Stress dalam keluarga misal faktor ekonomi memburuk, persoalan dengan suami, problem dengan mertua atau orang tua. Stress yang dialami wanita itu sendiri misalnya ASI tidak keluar, frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh, stress melihat bayi sakit, rasa bosan dengan hidup yang dijalani. Kelelahan pasca melahirkan. Perubahan peran yang diambil ibu. Sebelumnya ibu adalah seorang istri tetapi sekarang sekaligus berperan sebagai ibu dengan bayi yang sangat tergantung padanya. Rasa memiliki bayi yang terlalu dalam sehingga timbul rasa takut yang berlebihan akan kehilangan bayinya.

Ya

Tidak

2 3 4

5 6

8 9

10

LEMBAR OBSERVASI LEMBARAN OBSERVASI GEJALA-GEJALA BABYBLUES DI RUANG KEBIDANAN RSUD PROF. DR. MA. HANAFIAH BATUSANGKAR TAHUN 2012. No Gejala-gejala BabyBlues 1 Reaksi depresi/sedih. 2 3 4 5 6 Sering menangis. Mudah tersinggung (iritabilitas). Cemas. Labilitas perasaan. Cenderung menyalahkan diri sendiri. Gangguan tidur dan gangguan nafsu makan. Kelelahan. Mudah sedih. Cepat marah. Mood mudah berubah, cepat menjadi sedih dan cepat pula menjadi marah. Perasaan terjebak, marah kepada pasangan dan bayinya. Perasaan bersalah. Sangat pelupa. Ya Tidak

8 9 10 11

12

13 14