Anda di halaman 1dari 3

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI

KANTOR WILAYAH BENGKULU


JL.Pangeran Natadirja Km.7 Telp. (0736) 24743-22234 Fax. (0736) 345357

BENGKULU TELAAHAN TIM YANKOMMAS (PENDAPAT HUKUM) Tentang : Pengaduan Saudari Lelawati Atas Dugaan Terjadinya Pelanggaran Terhadap Hak Anak Atas Pendidikan Yang Diduga Memiliki Dua Kewarganegaraan. Nomor : W21.UM.08.10-

I.

Data

1. Undang-Undang Dasar 1945; 2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia; 3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; dan 4. Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

II.

Sumber

: Berdasarkan pengaduan dari Klien YANKOMMAS kepada Tim YANKOMMAS Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu pada tanggal 05 November 2010, Sekitar Pukul 09:00 WIB, atas nama Nyonya Lelawati, umur 33 Tahun dan beralamat di Jalan Meranti 04 Nomor 13 RT/RW : 11/03 Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu.

III. Permasalahan : Suatu telaahan terhadap pengaduan dari Nyonya Lelawati yang selanjutnya disebut Klien YANKOMMAS kepada Tim YANKOMMAS Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu berupa adanya dugaan pelanggaran hak-hak anak untuk memperoleh dan mengembangkan pendidikan yang disebabkan status kewarganegaraan anak yang belum jelas. Berikut uraian kronologi pengaduan yang diterima Tim YANKOMMAS : a. Bahwa Nyonya Lelawati (Klien YANKOMMAS) berdasarkan pengakuan yang bersangkutan adalah seorang Warga Negara Republik Indonesia (WNI) telah melakukan pernikahan secara sah dengan seorang Warga Negara Asing (Warga Negara Malaysia); b. Bahwa dari pernikahan diantara keduanya, telah lahir 3 (tiga) orang anak yang bernama : - Nurul Huda Atika (lahir di Bengkulu, umur 11 tahun) - M. Khairul Azim (lahir di Johor Baru, Malaysia, umur 9 Tahun) - Nur Khairul Nisa (lahir di Johor Baru,, Malaysia, umur 7 Tahun); c. Bahwa Klien YANKOMMAS mengadukan jika anak pertamanya yang bernama Nurul Huda Atika akan mengikuti ujian EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) di Sekolah Dasar Negeri 19 (SDN 19) Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu namun oleh pihak sekolah tidak diikutsertakan; d. Bahwa alasan pihak sekolah seperti yang diadukan oleh Klien YANKOMMAS kepada Tim YANKOMMAS adalah status Nurul Huda Atika tersebut adalah Warga Negara Asing (WNA) mengingat bahwa ayah dari anak tersebut merupakan Warga Negara Malaysia (WNA); e. Bahwa alasan pihak sekolah tersebut juga diperkuat surat (keterangan) dari Kantor Imigrasi Bengkulu yang menilai bahwa status anak tersebut adalah Warga Negara Asing (WNA) dan bermasalah dengan izin tinggal di Indonesia sehingga berimbas kepada status pendidikannya di Bengkulu, Indonesia; f. Bahwa Klien YANKOMMAS juga mendapatkan surat peringatan dari Negara Malaysia yang mempertegas jika anak pertama Klien YANKOMMAS merupakan Warga Negara Malaysia; g. Bahwa berdasarkan alasan pada poin d, e, dan f, saat ini Klien YANKOMMAS merasa kebingungan dengan kelanjutan pendidikan Nurul Huda Atika padahal sebentar lagi hendak mengikuti ujian EBTANAS; h. Bahwa menurut pengakuan Klien YANKOMMAS, selain apa yang telah dijelaskan di atas tidak ada tekanan lain dari pihak lain terkait status kewarganegaraan Nurul Huda Atika. 2. Terhadap permasalahan sebagaimana dimaksud pada angka 1 di atas, Klien YANKOMMAS 2 telah melakukan berbagai upaya koordinasi untuk meminta klarifikasi dan solusi ke Kantor Imigrasi Bengkulu, Sekolah Dasar yang bersangkutan dan Bidang Pelayanan Hukum di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu namun berdasarkan

Pembuat Telaahan,

Hero Herlambang Bratayudha, SH