BIAYA SERTIFIKASI TANAH *** Image : www.sxc.hu Sebelum tahun 2002, biaya-biaya pelayanan pertanahan yang berlaku di instansi Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) termasuk biaya sertifikasi tanah, tersebar dalam berbagai Peraturan dan Keputusan Menteri. Namun sejak tahun 2002, Pemerintah menyatukan dan membaharui semua biaya-biaya pelayanan pertanahan di BPN melalui Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor : 46 / 2002. PP Nomor : 13 Tahun 2010. Memasuki tahun 2010, pada bulan Januari 2010, Pemerintah kembali mengatur dan membaharui biaya pelayanan pertanahan dengan menerbitkan PP baru, pengganti PP No. 46 / 2002, yaitu PP No. 13 / 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada BPN. Adapun biaya-biaya pelayanan pertanahan ( PNBP ) pada BPN, termasuk biaya-biaya yang berkaitan dengan permohonan sertifikasi tanah, dalam PP No. 13 / 2010 secara garis besarnya antara lain terdiri dari : Image : www.feeddiary.com A. Jenis Pelayanan ( Pasal 1 ). 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pelayanan Survei, Pengukuran dan Pemetaan, Pelayanan Pemeriksaan Tanah, Pelayanan Konsolidasi Tanah Swadaya, Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan, Pelayanan Pendaftaran Tanah, Pelayanan Informasi Pertanahan, Pelayanan Lisensi, Pelayanan Pendidikan, Pelayanan Penetapan Tanah Objek Penguasaan Benda-Benda Tetap Milik Warga Negara Belanda ( P3MB ), 10. Pelayanan dibidang pertanahan yang berasal dari kerjasama dengan Pihak lain. Image : www.freefoto.com B. Tarif Pelayanan. Pelayanan Pengukuran ( Pasal 4 ayat 1 ). • Luas Tanah sampai 10 Ha ( Hektar ), Tu = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp. 100. 000,Luas Tanah diatas 10 Ha s/d 1.000 Ha, Tu = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp. 14. 000.000,Luas Tanah diatas 1.000 Ha, Tu = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp. 134.000.000, • • Pelayanan Pemeriksaan Tanah ( Pasal 7 ayat 1 ). Tpa = ( L / 500 × HSBKpa ) + Rp. 350.000,Pelayanan Pendaftaran Pendaftaran untuk Tanah ( Pasal 17 ayat 1 dan Lampirannya ). pertama kali Rp. 50.000,- Biaya Transportasi, Konsumsi dan Akomodasi (TKA - Pasal 20 ayat 2 ). Biaya TKA, ditanggung sendiri oleh Pemohon. Biaya Sertifikasi Tanah. Berdasarkan point – point tersebut diatas, maka berapa besar biaya sertifikasi tanah yang harus dibayarkan oleh Pemohon dapat dihitung, sebagaimana contoh dibawah ini : Image : www.cjac.org Contoh : Tuan A berdomisili di DKI Jakarta, baru saja membeli sebidang tanah, dengan status tanah negara, seluas : 300 M2, seharga Rp. 100.000.000,- maka biaya sertifikasi lewat permohonan rutin ( permohonan perorangan biasa ) untuk tanahnya adalah sebesar : * * * Biaya Pengukuran : Tu = ( 300 / 500 × Rp. 80.000 ) + Rp. 100.000 = Rp.148.000,- Biaya Pemeriksaan Tanah : Tpa = ( 300/500 × Rp. 67.000 ) + Rp. 350.000 = Rp.390.000,Biaya Pendaftaran Tanah untuk pertama kali : Rp. 50.000,Jumlah ( Rp.148.000 + Rp. 390.000 + Rp. 50.000 ) = Rp. 588.000,- disetor ke Kantor Pertanahan Kab / Kota setempat ). * Biaya Transportasi, Konsumsi dan Akomodasi (TKA ) oleh Pemohon ( tidak disetor ke Kantor ). Rp. PM ditanggung langsung * BPHTB : NPOP - NPOPTKP = 5 % × NPOPKP. Rp. 100.000.000 - Rp. 60.000.000 = Rp. 40.000.000 × 5 % = Rp. 2.000.000,BPHTB disetor sendiri oleh Pemohon ke Kas Negara melalui Bank Milik Pemerintah ( Bank BUMN ). ***** Image : www.bushywood.com Keterangan : Tu = Tarif Ukur. L = Luas Tanah. HSBKu = Harga satuan biaya khusus kegiatan Pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan. HSBKu untuk Tahun 2010 = Rp. 80.000,Tpa = Tarif pemeriksaan tanah oleh Panitia A. HSBKpa = Harga satuan biaya khusus kegiatan Pemeriksanaan Tanah oleh Panitia A. HSBKpa untuk Tahun 2010 = Rp. 67.000,NPOP NPOPKP NPOPTKP = = = Nilai Niali Nilai Perolehan Perolehan Perolehan Objek Objek Pajak Objek Pajak Tidak Kena Kena Pajak. Pajak. Pajak. BPHTB ( Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan atau Bangunan ) sebagaimana diatur dalam UU No. 20 / 2000 jo. UU No. 21 / 1997, adalah bea yang harus dilunasi terlebih dahulu sebelum sertifikat tanahnya diterbitkan. BPHTB bersifat self assesment , artinya Wajib Pajak ( Pemohon ) menghitung sendiri dan menyetor sendiri BPHTBnya ke Kas Negara melalui Bank – Bank milik Pemerintah. NPOPTKP khusus untuk DKI Jakarta sebesar Rp. 60.000.000, sedangkan untuk daerah lain, besarnya ditetapkan oleh Kanwil DIRJEND Pajak an. Mentari Keuangan RI, berdasarkan usulan dari PEMDA Kab / Kota setempat. Mengurus Sertifikat Tanah Semakin Murah Jumat, 27 Februari 2009 | 10:51 WIB | Share: TPG Images ilustrasi JAKARTA, JUMAT — Kepengurusan tanah akan semakin murah karena mulai bulan ini masyarakat tidak perlu lagi membayar untuk mendapatkan blanko akta PPAT. Penyediaan dan pengelolaan blanko akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) akan diperlakukan sama dengan blanko sertifikat tanah yang disediakan oleh negara sehingga menjadi gratis. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto mengatakan, dengan kebijakan baru ini, masyarakat dibebaskan dari biaya pembelian blanko akta PPAT dan PPAT tidak boleh lagi mengenakan biaya karena semua telah ditanggung APBN melalui DIPA BPN. “Surat persetujuan Menteri Keuangan sudah ada sehingga sudah bisa dimulai sekarang,” kata Joyo di Jakarta, kemarin. Blanko akta PPAT dahulu, menurut Joyo, standarnya dijual dengan harga Rp 25.000. Namun di banyak tempat, blanko tersebut dijual dengan harga lebih tinggi, bahkan mencapai Rp 250.000Rp 300.000. Untuk blanko baru yang disediakan negara nantinya akan didistribusikan ke PPAT di seluruh Indonesia. Diharapkan, dengan adanya blanko gratis ini tidak akan beredar lagi blanko palsu. “Untuk pengawasan, maka semua blanko terdaftar dan teregister atas PPAT tertentu sehingga akan sistem monitor dan pengendalian,” katanya. Selain itu, BPN juga akan memberikan identitas (ID) khusus kepada PPAT dan PPAT pengganti. Dengan adanya identitas khusus ini, akan mengurangi praktik percaloan yang selama ini banyak terjadi dalam pengurusan pertanahan. Sistem informasi PPAT ini diharapkan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan tertib administrasi pertanahan. “Ini juga dikembangkan dalam rangka pengendalian blanko akta PPAT yang sekaligus menghindari percaloan dalan pengurusan pertanahan,” katanya. Pada 2009, BPN mendapat realisasi anggaran sebesar Rp 2,069 triliun atau 80,03 persen dari jumlah anggaran tahun 2008 sebesar Rp 2,586 triliun. Pada tahun 2008 BPN juga berhasil menyelesaikan pengkajian kasus pertanahan sebanyak 1.042 kasus dan penanganan kasus pertanahan 1.885 kasus. “Pada 2007-2008, BPN juga telah melakukan redistribusi tanah melalui reforma agraria dengan luas 367.702 hektar dengan 291.787 kepala keluarga penerima,” tambah Joyo. (Uji Agung Santosa/Kontan) Berapa biaya balik nama sertifikat tanah? Law Consultation Wed, 12 Sep 2007 17:31:00 WIB Question: Saya membeli tanah Rp 66.000.000. Si penjual tanah mempunyai anak banyak dan istrinya sedang sakit keras. Di karenakan saya sekarang di luar negri, dengan ijin saya bapak membalik namakan tanah tersebut atas namya bapak saya sebelum istri penjual meninggal, untuk menghindari jika ada tuntutan dari anak2 penjual. (penjual meninggal beberapa bulan lalu setelah balik nama).Jika saya pulang nanti saya ingin memiliki sertifikat tanah tersebut atas nama saya sendiri, bukan warisan tapi jual beli dengan bapak saya. Pertanyaannya: Berapakah jumlah yang harus saya bayarkan untuk biaya balik nama/sertifikat? Saya dengar untuk membayar notaris sekita 3 juta lebih, apa saja perinciannya? Apa saya harus berurusan kembali dengan keluarga penjual? sekian terimakasih Hanna Suprihatin ~ Dongguan - China Answer: Yth. Ibu Hanna Suprihatin di Dongguan – China, Sesuai dengan keterangan Ibu, tanah dimaksud sudah dibalik nama tetapi alinea terakhir, sebagai keterangan tambahan juga Ibu bilang tanah belum sertifikat. Dalam hal menjawab pertanyaan Ibu, Saya berasumsi tanah yang dimaksud disini sudah bersertifikat karena sudah dibalik nama ke atas nama Bapak. Ibu ingin melakukan transaksi Jual-Beli dengan Bapak sendiri; dan bukan memilikinya berdasarkan waris. (?) yang menjadi perhatian Saya disini, apakah 3 saudara Ibu sudah mengetahui bahwa uang yang dipakai adalah MURNI uang Ibu. Jika memang sudah megetahui, maka Saya sarankan pengalihan hak sebaiknya bukan melalui Jual-Beli tapi dengan cara Hibah. Selanjutnya, Hibah dari Bapak (orang tua) kepada Ibu Hanna (anak), syaratnya adalah Persetujuan Hibah dari 3 saudara dan orang tua perempuan (jika masih hidup). Dalam hal demikian, Ibu tidak perlu berurusan dengan keluarga penjual. Biaya Balik-Nama dan Notaris : Untuk pengurusan di notaris, Rp. 3 juta adalah biaya yang wajar; jika termasuk : 1.biaya pengalihan hak (akta Hibah), dan 2.biaya balik nama sertifikat. Namun biaya pengurusan di Notaris akan lebih mahal jika tanah dimaksud belum bersertifikat. Saran-saran : Saran Saya, jika Ibu datang ke Kantor Notaris & PPAT setempat bersikaplah proaktif kepada notaris, agar notaris menjelaskan segala sesuatunya sehubungan dengan proses Hibah dan balik nama dalam kaitannya dengan surat-surat tanah yang telah Ibu miliki saat ini dan berapa lama prosesnya. Terimakasih. Galih Aria Pamungkash, SH MB ( IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN ) Peraturan daerah No. 4 Tahun 2002 Peraturan daerah No. 10 Tahun 2002 Dasar Hukum Retribusi Keputusan Walikota No. 188.45-238/2007 Sesuai data-data sebagai berikut : - Luas bangunan yang dimohon Berapa tingkat bangunan Letak/lokasi bangunan Peruntukan bangunan Konstruksi bangunan Harga standar bangunan per m2 sesuai SK Walikota, Informasi di Loket IMB Petugas Loket Irma PA. Musa, Suwarno, BE Persyaratan 1. Foto copy KTP yang masih berlaku Umum 2. Foto copy tanda lunas PBB terakhir 3. Foto copy surat bukti penguasaan tanah (segel/ sertifikat) 4. Gambar teknis bangunan yang tercantum, jelas ukuran dan keterangan terdiri dari denah, tampak, potongan dan skala 1:50, 1:100, 1:200 (silakan digambar sendiri). Gambar Teknis Bangunan Yang Didalamnya tercantum gambar : - Denah - Tampak Bangunan < Min 2 tampak > - Potongan Bangunan < Min 2 potong > - Rencana Pondasi - Rencana Atap - Detail pondasi - Rencana Sanitasi - Sket Lokasi - Rencana Pagar Persyaratan Khusus 1. 2. 3. 4. 5. Perhitungan konstruksi (untuk bangunan 3 lantai ke atas) AMDAL/UKL/UPL (untuk bangunan berdampak luas) Persetujuan Prinsip Ijin lokasi (dari Gubernur Kaltim/Kanwil BPN Surat rekomendasi dari instansi terkait (untuk bangunan tertentu) 6. Site plan (untuk pengembangan) 7. Ijin lingkungan (untuk pengembangan) 8. Surat keterangan dari kelurahan (untuk pengembangan) 9. Ijin tetangga (bangunan berjarak kurang dari 1 meter 10. Surat kuasa. Jangka Waktu maksimal 15 ( lima belas ) hari kerja terhitung penyelesaian diterimanya berkas lengkap Biaya yang Sesuai koefisien bangunan, peruntukan, lokasi dan diperlukan konstruksi Prosedur 1. Pengambilan formulir permohonan 2. Petugas meneliti kelengkapan persyaratan 3. Peninjauan lokasi 4. Pembuatan risalah teknis dan bangunan 5. Perhitungan atau pengetikan SKRD (Surat ketetapan retribusi daerah) dan pengetikan ijin mendirikan bangunan (IMB) 6. Penandatanganan SKRD dan paraf buku 7. Pemohon membayar retribusi ke loket kas daerah. ) 8. Penandatanganan ijin (Walikota) 9. Penjilidan 10. Penyerahan Ijin kepada pemohon Perda No : 10 Tahun 2000 Contoh Perhitungan : Sebuah Bangunan mempunyai data sebagai berikut : NO DATA BANGUNAN 1 Luas Lantai : 60 m2 2 Tingkat Bangunan : Bangunan Bertingkat 3 Lokasi Bangunan : Ditepi Jalan Lingkungan 4 Penggunaan Bangunan : Perkantoran Umum 5 Konstruksi Bangunan : Bangunan Permanen Tarif Bangunan Tarif Pagar KOEFISIEN 0,50 1,50 1,00 1,50 0,50 Rp 785.000,Rp 157.000,- Tarif Bangunan : Rp 785.000,RUMUS HITUNGAN : Koef. Luas Lantai x Koef. TIngkat Bangunan x Koef. Lokasi Bangunan x Koef. penggunaan Bangunan x Koef. Konstruksi Bangunan x Tarif Bangunan Perhitungan : 0,5 x 1,5 x 1,0 x 1,5 x 0,5 x 785.000 = Rp 441.562,50 Sumber : BPID Kota Balikpapan
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful