Anda di halaman 1dari 30

TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.

03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 1 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
PERAMALAN KINERJA INJEKSI UAP


1. TUJUAN
Meramalkan produksi minyak yang akan diperoleh sejak diinjeksikan uap ke dalam suatu reservoir
minyak.


2. METODE DAN PERSYARATAN
2.1. METODE
Peramalan N
p
terhadap waktu atau q
o
terhadap waktu dilakukan dengan metode analitis dari
Marx Langenheim, Jones, Farouq Ali, dan Miller Leung.

2.2. PERSYARATAN
Metode ini digunakan untuk reservoir minyak yang mempunyai distribusi karakteristik batuan
dan fluida (porositas, permeabilitas, saturasi fluida) seragam dan menerus.


3. LANGKAH KERJA
3.1. METODE MARX - LANGENHEIM
1. Siapkan data pendukung :
- Kedalaman sampai puncak lapisan (Z)
- Porositas ()
- Permeabilitas (k)
- Temperatur Reservoir (T
r
)
- Temperatur di Permukaan (T
s
)
- Viskositas minyak pada kondisi reservoir (
o
)
- Tekanan reservoir (P
res
)
- API gravity minyak (
o
)
- Ketebalan bersih (h
p
)
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 2 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
- Ketebalan kotor (h
g
)
- Saturasi minyak pada saat injeksi uap dilakukan (S
o
)
- Perolehan produksi primer (% IOIP)
- Tekanan injeksi uap di permukaan (P
inj
)
- Luas reservoir yang akan diinjeksi (A)
- Saturasi air awal (S
wi
)
- Gradien geotermal (G
g
)
- Konduktivitas panas batuan di atas dan di bawah formasi (K
ob
)
- Panas spesifik batuan formasi (C
f
)
- Panas spesifik air (C
w
)
- Panas spesifik minyak (C
o
)
- Kerapatan jenis batuan formasi (
f
)
- Kerapatan jenis air (
w
)
- Kualitas uap di permukaan (X)
- Kerapatan jenis minyak (
o
)
- Difusivitas termal lapisan atas dan lapisan bawah (
D
)
- Faktor Volume Formasi minyak (B
o
)
- Saturasi gas (S
g
)
- Saturasi minyak residu setelah injeksi uap (S
or
)

2. Sediakan "Steam Table" di dalam satuan Inggris (British - Unit). Dianjurkan menggunakan
buku "Thermal Properties of Steam" karangan Keenam dan Keyes, John Wiley & Sons.
3. Tentukan laju injeksi (q
steam
, B/D) dari persamaan berikut ini :
) ( 10 8 . 3
6
res inj g steam
P P kh q =

(1)

4. Berdasarkan harga P
inj
, tentukan harga entalpi dari cairan jenuh, uap jenuh (H
s
), t.emperatur uap
(T
steam
) dan entalpi dari Evaporated atau yang kurang (H
wv
) dari "Steam Table".
5. Tentukan laju injeksi (q
steam
, lb/hari)
24
350
=
steam steam
q q (2)
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 3 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
6. Dengan diketahui harga q
steam
dan P
inj
tentukan kehilangan panas (H
loss
) setelah 1 tahun untuk
setiap kedalaman 100 ft dengan menggunakan Gambar 2.

7. Tentukan entalpi di permukaan dari persamaan :
s w
XH H X H + = ) 1 ( (3)

8. Tentukan panas yang hilang dari permukaan sampai kedalaman titik injeksi (H
loss
, Btu/hr).
100
Z
H H q H
lossft steam loss
= (4)

9. Hitung kualitas uap di dasar sumur injeksi :
wv steam
loss
i
H q
H
X X = (5)

10. Tentukan input panas di permukaan (H
s
, BTU/hr)
steam s
q H H = (6)

11. Hitung masukan panas ke dalam formasi :
loss s o
H H H = (7)

12. Produksi kumulatif minyak ditentukan berdasarkan persamaan :
o
or o g s
p
B
S S h t A
N
615 . 5
) ( ) (
=

(8)
dimana :
(

= 1
2
) ( 4
) (
2
2

x
erfcx e
T T K
Mh H
t A
x
r steam ob
D g o
s
(9)
o o o w w w f f
C S C S C M + + = ) 1 ( (10)

Jika tidak diketahui, S
o
dapat ditentukan dari persamaan
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 4 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
| |
wc
oi
o
p
o
S
B
B
N
N
S
(

= 1 ) 1 ( (11)
(

+ 1
2 2

x
erfcx e
x
dibaca dari kolom 3 Tabel 1 dimana :
D g
ob
Mh
t K
x

5 . 0
2
= (12)

3.2. Metode Jones
1. Siapkan data pendukung :
- Kedalaman sampai puncak lapisan (Z)
- Permeabilitas (k)
- Temperatur di Permukaan (T
s
)
- Viskositas minyak pada kondisi reservoir (
o
)
- Tekanan reservoir (P
res
)
- API gravity minyak (
o
)
- Saturasi minyak pada saat injeksi uap dilakukan (S
o
)
- Perolehan produksi primer (% IOIP)
- Tekanan injeksi uap di permukaan (P
inj
)
- Luas reservoir yang akan diinjeksi (A) (acres)
- Saturasi air awal (S
wi
)
- Gradien geotermal (G
g
)
- Konduktivitas panas batuan di atas dan di bawah formasi (K
ob
)
- Panas spesifik batuan formasi (C
f
)
- Panas spesifik air (C
w
)
- Panas spesifik minyak (C
o
)
- Kerapatan jenis batuan formasi (
f
)
- Kerapatan jenis air (
w
)
- Kualitas uap di permukaan (X)
- Kerapatan Jenis minyak (
o
)
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 5 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
- Difusivitas termal lapisan atas dan lapisan bawah (
D
)
- Faktor Volume Formasi minyak (B
o
)
- Saturasi gas (S
g
)
- Saturasi minyak awal (S
oi
)
- Saturasi minyak residual (S
or
)
- Injeksi uap kumulatif (V
s,inj
)
- Porositas ()
- Tekanan injeksi uap yang digunakan pada ekstension laju alir-tekanan (P
1
dan P
2
)
- Laju injeksi uap yang digunakan pada ekstension laju alir-tekanan (i
s1
dan i
s2
)
- Laju injeksi uap (i
s
)
dengan tambahan data yang perlu disesuaikan:
- Temperatur reservoir (T
r
)
- Tebal bersih lapisan (h
p
)
- Tebal kotor lapisan (h
g
)
- Viskositas minyak pada kondisi awal reservoir (
oi
)
2. Lakukan perhitungan seperti pada langkah 3.1-3 s/d 12.
3. Volume minyak yang terproduksi karena pendesakan dapat ditentukan dengan persamaan :
5 . 0
) (
1
(

=
or oi
oi p
oD
S S N
S N
V (13)
dengan 0 V
oD
1.0

4. Pori-pori awal yang terisi uap seperti air dihitung dengan persamaan :
2
,
560 , 43
62 . 5
(
(

=
g p
inj s
pD
S Ah
V
V

(14)
dengan 0 V
pD
1.0 dan V
pD
= 1.0 @ S
g
= 0.

5. Ukuran zona uap tak berdimensi dihitung dengan persamaan :
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 6 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
2
5 . 0
100
ln 11 . 0

|
.
|

\
|
=
oi
s
cD
A
A
A

(15)
dengan 0 A
cD
1.0 dan A
cD
= 1.0 @
o
100 cp.

6. Laju minyak yang terdesak dapat dihitung dengan persamaan :
t
N N
q
dn dn
od

=
1
(16)
dimana:

inj s os d
V F N
,
' = (17)

hs D o
g
p
w w
os
E h S
h
h
M
C
F ) 1 ( '
1
+ =

(18)

w w or s o o or s s or s R R
C S f C S C S f C M ) 1 )( 1 ( ) 1 ( ) 1 (
1
+ + + = (19)
dengan:

R
= 165 lbm/cuft
C
R
= 0.20 Btu/lbm-
o
F
S
or
= 0.15

w
= 62.4 lbm/cuft
C
s
C
w
= 1.0 Btu/lbm-
o
F
C
o
= 0.45 Btu/lbm-
o
F

s
0
f
s
= kualitas uap di dasar lubang

( )
(
(

|
|
.
|

\
|


+
+

+ =
D
cD D
D
t cD D
hD
cD D
D D
t
D
hs
t
t t
t erfc e
t t
F
t t
t t erfc e
t
E
D D

3
3
3
1
1
1 / 2
1

(20)
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 7 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu

1
2
048 , 42
M h
t K
t
g
h
D
= (21)
) 1 ( 28 . 0 30 . 1 04 . 1
o R h
S K K + = (22)
dimana: K
R
= 2.75 Btu/ft-hr-
o
F @ 125
o
F

71 . 1
48 . 0
hD cD
F t = (23)

T C
h f
F
w
fg s
hD

= (24)

s fg
P h 207 . 0 865 = (25)

Perhitungan P
s
ada 2 cara, yaitu:
a. secara geometrik :

) (
1
1 s s
i i m
s
e P P

= (26)

) (
) / ln(
1 2
1 2
s s
i i
P P
m

= (27)
b. secara linier :
) (
1 1 s s s
i i m P P + = (28)

1 2
1 2
s s
i i
P P
m

= (29)

D
t
D
e K
K K K K t erfc

+
+ =
) 061405429 . 1
453152027 . 1 421413741 . 1 284496736 . 0 254829592 . 0 (
5
4 3 2

(30)

D
t
K
3275911 . 0 1
1
+
= (31)

7. Laju produksi minyak dihitung dengan persamaan :

pD oD cD od o
V V A q q = (32)

TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 8 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
8. Rasio kumulatif minyak yang terproduksi terhadap air setelah uap diinjeksikan dapat dihitung
menggunakan persamaan :

inj s
t
o
os
V
t q
F
,
0


= (33)

3.3. Metode Farouq Ali
1. Siapkan data-data sama dengan subbab 3.1 dan 3.2.
2. Ketebalan zona uap dapat dihitung dengan persamaan :

p R st
h A h 5 . 0 (34)
dimana :

2
1
2
) ( ) 328 . 6 (
) 144 )( 350 (
(
(

=
p st st st o
st st st
R
h k
f i
A


(35)
9 . 363 /
9588 . 0
s st
P = (36)

4
10 ) 82 2 . 0 (

+ =
s st
T (37)

3. Perhitungan waktu kritik menggunakan persamaan berikut ini :

cD
ob h
p s
c
t
M K
h M
t
(
(

=
4
2 2
(38)
dimana:

) (
1
1
R s w
vdh sdh
cD
t
T T C
L f
t erfc e
cD

+
= (39)
dengan

38 . 0
) 705 ( 94
s vdh
T L = (40)

4. Volume pola injeksi dan volume zona uap pada saat breakthrough dihitung dengan persamaan :
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 9 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu

g B
Ah V 560 , 43 = (41)

st A sBT
h AE V 560 , 43 = (42)

5. Pada suatu harga waktu t, volume zona uap dihitung dengan persamaan :

| |
R s ob hob
s g i
s
T T M k
F M h Q
t V

=
4
) (
1
2
untuk t t
c
(43)

| |
R s ob hob
s g i
s
T T M k
F M h Q
t V

=
4
) (
2
2
untuk t > t
c
(44)
dimana :

D
D
D D
t
t
t
t t erfc e F
D
85 . 0 1
1 / 2
1
+
+ = (45)

( )
( ) (
(


+ +

=

D cD D D
t
cD D
R s w v st
cD D
t t t t erfc e t t
T T c L f
t t
F F
D

3 / ) ( 3 / ) 3 (
) ( / 1
1
1 2
(46)

6. Harga konduktivitas termal dari cap rock dihitung menggunakan persamaan :
) 1 ( 28 . 0 3 . 1 04 . 1
o R h
S K K + + = (47)
dimana:
K
R
= 2.75 Btu/ft-hr-
o
F pada 120
o
F

7. Kapasitas panas rata-rata dari zona uap (M
s
) dihitung dengan persamaan :

w w or s o o or s s or s R R s
C S f C S C S f C M ) 1 )( 1 ( ) 1 ( ) 1 ( + + + = (48)
dimana:

R
= 165 lbm/cuft
C
R
= 0.20 Btu/lbm-
o
F
C
s
C
w
= 1.0 Btu/lbm-
o
F
C
o
= 0.45 Btu/lbm-
o
F

TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 10 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu

8. Kapasitas panas dari cap atau base rock adalah :
M
ob
=
R
C
R
(49)

9. Harga
cD
t
t erfc e
cD
pada persamaan (39) diperoleh dari :

5 4 3 2
061 . 1 453 . 1 421 . 1 284 . 0 255 . 0 K K K K K t erfc e
cD
t
cD
+ + = (50)
dimana :

2
3276 . 0
1
1
(
(
(
(


=
K
t
cD
(51)

10. Jadi, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperoleh harga t
c
adalah sebagai berikut :
(i) Hitung nilai dari
cD
t
t erfc e
cD
pada persamaan (39).
(ii) Selesaikan persamaan (50) untuk harga K.
(iii) Tentukan t
cD
dari persamaan (51).
(iv) Hitung t
c
dari persamaan (38).

11. Temperatur rata-rata dari formasi yang tidak tersapu dihitung dengan persamaan :

| |
R
s B s
s R s s i
avg
T
t V V M
M T T t V t Q
T +


=
) ( 2
) )( (
(52)
Persamaan ini hanya merupakan perkiraan dan digunakan untuk T
avg
T
s
. Jika T
avg
> T
s
, maka
T
avg
diset sama dengan T
s
untuk seluruh waktu di masa depan.

12. Menggunakan harga T
avg
yang sudah dihitung pada langkah (11), hitung viskositas minyak dan
air sebagai berikut :

) 89 5 . 26 /( ) 776 , 1 (
) 460 /(
=
=
+
T T
ae
w
T b
o

(53)

TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 11 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
13. Perhitungan k
rw
dan k
ro
adalah sebagai berikut :

2
* *
024167 . 0 002167 . 0
w w rw
S S k + = (54)

2
*
*
13856 . 0 0808 . 1
9416 . 0
w
w
ro
S
S
k + = (55)
dengan k
ro
= 1 jika 2 . 0
*

w
S .

14. Ketika V
s
> V
sBT
, terdapat pilihan untuk memproduksi uap pada interval yang telah diberikan
atau menghentikan produksi. Farouq Ali menyarankan suatu perlakuan yang telah
disederhanakan, yang memberikan V
s
(t) setelah breakthrough pada semua waktu (t) :

| |
) ( /
/ ) )( ( ) 560 , 43 ( 2 ) ( ) (
avg s s
BT R s A h BT i sBT s
T T M
t t T T E A K t t Q V t V

+ =
(56)

15. Dengan asumsi bahwa reservoir dan formasi yang berdekatan memiliki sifat-sifat termal yang
sama, kehilangan panas di atas dan bawah daerah uap dihitung dengan persamaan :

BT
R s h i
t t
T T A K Q

= ) )( 560 , 43 ( 4 (57)

16. Keseimbangan energi secara keseluruhan memberikan Q
in
Q
out
= Q
accumulation
atau
) ( ) )( 560 , 43 ( 4
R s s s
BT
R s h i
T T M V
t t
T T A K t Q =

(58)
17. Penyelesaian persamaan (58) untuk memperoleh V
s


) (
) )( 560 , 43 ( 4
R s s
BT
R s h i
s
T T M
t t
T T A K t Q
V


=

(59)
karena
) (
R s s sBT BT i
T T M V t Q = (60)
maka, diperoleh :
) ( ) ( ) (
R s s sBT BT i BT i BT i i
T T M V t t Q t Q t t Q t Q + = + = (61)
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 12 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu

18. Substitusi persamaan (61) ke persamaan (59) menghasilkan :

| |
) ( /
/ ) ( ) )( 560 , 43 ( 4 ) ( ) (
R s s
BT R s h BT i sBT s
T T M
t t T T A K t t Q V t V

+ =
(62)

19. Dari langkah waktu t |t
(n)
sampai t
(n+1)
|, volume uap darimana minyak dan air dipindahkan
karena ekspansi dan pemindahan fluida dapat dihitung dengan persamaan :

) ( ) 1 ( n
s
n
s s
V V V =
+
(63)

20. Laju pemindahan minyak, Q
o
, dihitung dengan persamaan :
) (
) (
orst
n
o s o
S S V Q = (64)

21. Laju pemindahan air, Q
w
, dihitung dengan persamaan :

| |
) 1 (
) 1 (
) (
) (
orst st
n
w s
orst st
n
w s w
S S S V
S S S V Q
+ + =
=


(65)

22. Persamaan material balance secara menyeluruh untuk zona minyak-air antara t
(n)
dan t
(n+1)

adalah sebagai berikut :
Untuk minyak :
| | | |
) ( ) 1 ( ) 1 ( n
o
n
o
n
s B o o
S S V V t q Q =
+ +
(66)
Diasumsikan
' ) 1 (
B
n
s B
V V V =
+
, maka untuk air :

| |
( ) ( ) | |
| |
) 1 ( ) ( '
) ( ) 1 ( '
) 1 ( '
1 1
+
+
+
=
=
=
n
o
n
o B
g
n
o g
n
o B
n
w
n
w B w w
S S V
S S S S V
S S V t q Q


(67)

23. Dari persamaan (34) dan (35) kita mempunyai :

| |
| |
) 1 ( ) ( '
) ( ) 1 ( '
+
+


=
n
o
n
o B w
n
o
n
o B o
w
o
S S V Q
S S V Q
q
q

(68)
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 13 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu


24. Dari persamaan aliran fraksional, kita dapat menulis

o rw
w ro
w o
w
w
k
k
q q
q
f

+
=
+
=
1
1
(69)
dan
C
k
k
q
q
o rw
w ro
w
o
= =

(70)
25. Substitusi persamaan (38) ke dalam persamaan (36) dan penyelesaian untuk
) 1 ( + n
o
S memberikan

( )
C
V
CQ Q
C S
S
B
w o n
o
n
o
+

+ +
=
+
1
1
'
) (
) 1 (

(71)


3.4. Metode Miller dan Leung
1. Data-data dan perhitungan yang dilakukan sama dengan yang dilakukan pada subbab 3.1 3.3
dengan beberapa modifikasi seperti yang akan dijabarkan pada langkah 2 dan seterusnya di
bawah ini.
2. Laju injeksi uap optimum dapat dihitung menggunakan persamaan :

t L
Q
i
vdh w
i
st

=
6146 . 5
(72)

3. Untuk memperhitungkan kenyataan bahwa laju injeksi uap seharusnya didasarkan pada air
dingin yang disuplai ke dalam generator uap, persamaan (72) menjadi :

| | ) 32 ( 6146 . 5 +
=
R w vdh sdh fs w
i
st
T C L f h
Q
i

(73)
dimana jumlah panas yang diinjeksikan dihitung dengan menggunakan persamaan :
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 14 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
) ( ) ( 4
R s s s R s h i
T T M Ah
t
T T A K Q +

(74)
















4. DAFTAR PUSTAKA

1. Farouq Ali, S. M. : Steam Injection Theories A Unified Approach, paper SPE 10746,
dipresentasikan di California Regional Meeting of the SPE, San Francisco, March 24-26, 1982.
2. Marx, J. W. and Langenheim, R. H. : Reservoir Heating by Hot Fluid Injection, SPE Reprint
Series No. 7, hal 150-153.
3. Satter, A. : Heat Losses During Flow of Steam Down a Wellbore, SPE Reprint Series No. 10,
hal 55-61.
4. White, P. D. and Moss, J. T. : Thermal Recovery Method, Penn Well Publ. Co. Tulsa,
Oklahoma.


TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 15 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu




















5. DAFTAR SIMBOL

A = luas, Acres
A
cD
= ukuran zona uap tak berdimensi
B
o
= faktor volume formasi minyak, STB/bbl
B
oi
= faktor volume formasi minyak awal, STB/bbl
C
f
= panas spesifik batuan formasi, Btu/lb F
C
i
= panas spesifik dari fasa i, Btu/lbm-
o
F
C
o
= panas spesifik minyak, Btu/lb F
C
w
= panas spesifik air, Btu/lb F
E
A
= efisiensi penyapuan areal
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 16 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
E
V
= efisiensi penyapuan vertical
f
cp
= kondensat uap yang terproduksi, fraksi
f
sdh
= kualitas uap di dasar sumur, fraksi
G
g
= gradien geotermal, F/ft
H = entalpi, Btu/lb
H
s
= entalpi dari saturated vapor, Btu/lb
H
w
= entalpi dari saturated liquid, Btu/lb
H
wv
= entalpi dari Evaporated, Btu/lb
h
fs
= entalpi dari uap tersaturasi pada temperatur uap, Btu/lbm
h
g
= tebal kotor (net pay thickness), ft
h
n
= tebal zona bersih, ft
h
p
= tebal bersih (gross pay thickness), ft
h
s
= tebal zona uap, ft
i
st
= laju injeksi uap, cold water equivalent, BWPD
k = permeabilitas, md
k
ro
= permeabilitas relatif minyak, fraksi
k
rw
= permeabilitas relatif air, fraksi
K
h
= konduktivitas panas dari cap rock dan base rock, Btu/ft-hr-
o
F
K
ob
= konduktivitas panas batuan, Btu/hr-ft-F
L
vdh
= panas laten dari uap, Btu/lb
M
ob
= kapasitas panas dari cap rock dan base rock, Btu/ft
3
-
o
F
M
s
= kapasitas panas zona uap, Btu/ft
3
-
o
F
N = jumlah minyak awal di tempat (IOIP), STB
N
d
= jumlah kumulatif minyak yang dipindahkan, bbl
N
p
= produksi minyak kumulatif, STB
P = tekanan, psi
P
inj
= tekanan injeksi uap di permukaan, psi
P
res
= tekanan reservoir, psi
q
o
= laju alir minyak, STB/D
q
oi
= laju alir minyak sebelum diinjeksi uap, STB/D
q
w
= laju produksi air, BWPD
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 17 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
Q
i
= laju injeksi panas, Btu/hr
Q
l
= kehilangan panas pada cap rock dan zona uap, Btu
Q
o
= laju pemindahan minyak, BOPD
Q
w
= laju pemindahan air, BWPD
S
g
= saturasi gas, fraksi
S
o
= saturasi minyak, fraksi
S
oc
= saturasi minyak zona kondensat, fraksi
S
oi
= saturasi minyak awal, fraksi
S
or
= saturasi minyak residual, fraksi
S
orst
= saturasi minyak residual injeksi uap, fraksi
S
os
= saturasi minyak zona uap, fraksi
S
st
= saturasi uap di zona uap, fraksi
S
w
= saturasi air, fraksi
S
w
* = (S
w
-S
wir
)/(1-S
wir
-S
orw
)
S
wc
= saturasi air konat, fraksi
S
wir
= saturasi air irreducible, fraksi
T = waktu, jam
t
c
= waktu kritik, jam
t
cD
= waktu kritik tak berdimensi
t = penambahan waktu, jam
t
BT
= waktu breakthrough uap, jam
T
1,2
= temperatur pada kondisi 1 dan 2,
o
F
T
r
= T
R
= temperatur reservoir, F
T
s
= temperatur permukaan, F
V
B
= volume bulk dari pola, ft
3
V
B
= V
B
V
s
(n+1)
, ft
3

V
oD
= produksi minyak yang terpindahkan, tak berdimensi
V
pD
= ruang pori mula-mula yang terisi uap sebagai air, tak berdimensi
V
s
(t) = volume zona uap pada saat t, ft
3
V
sBT
= volume zona uap pada saat breakthrough, ft
3

TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 18 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
X = kualitas uap, fraksi
x = parameter Marx-Langenheim
Z = kedalaman, ft

Huruf Yunani

D
= difusivitas termal overburden dan underburden, ft
2
/hr
= porositas, fraksi
= konstanta (=3.14159)

o
= viskositas minyak, cp

o
= API gravity minyak, API

f
= kerapatan jenis batuan reservoir, lb/Cu-ft

o
= kerapatan jenis minyak, lb/Cu-ft

w
= kerapatan jenis air, lb/Cu-ft










6. LAMPIRAN
6.1. Latar Belakang dan Rumus

Metode peramalan ulah injeksi uap yang dikembangkan oleh Marx dan Langenheim merupakan
metode yang sederhana dan praktis digunakan. Metode ini dikembangkan untuk proses injeksi uap
pada reservoir yang ideal (homogen, isotropis dan mempunyai karakteristik batuan dan fluida yang
seragam dan menerus).
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 19 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu

Gambar 1 memperlihatkan distribusi temperatur berjarak radial dari sumur injeksi (garis tegas) dan
kemudian disederhanakan sebagai garis terputus-putus untuk mempermudah pengembangan
persamaan matematis.

Berdasarkan pola penyebaran panas seperti diperlihatkan pada Gambar l tersebut, produksi
kumulatif minyak yang diperoleh adalah :

o
or o g s
p
B
S S h t A
N
615 . 5
) ( ) (
=

(1)

dimana :
(

= 1
2
) ( 4
) (
2
2

x
erfcx e
T T k
Mh H
t A
x
r steam ob
D g o
s
(2)
o o o w w w f f
C S C S C M + + = ) 1 ( (3)

Harga fungsi erf di ruas kanan persamaan (2) dapat dilihat pada Tabel 1. Kehilangan panas dari
permukaan sampai kedalaman titik injeksi dapat diperkirakan menggunakan Gambar 2.






6.2. Contoh Soal

Suatu reservoir dengan data di bawah ini merupakan calon untuk proyek injeksi uap. Perkirakanlah
laju produksi dan produksi kumulatif minyak yang diperoleh selama 10 tanun projek ini berjalan.
Kedalaman formasi (Z) = 700 ft
Porositas () = 0.35
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 20 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
Permeabilitas (k) = 7600 md
Temperatur reservoir (T
r
) = 80
o
F
Temperatur di permukaan (T
s
) = 70
o
F
Viskositas minyak pada T
r
(
o
) = 4000 cp
Tekanan reservoir = 140 psi
API gravity minyak = 14
o
API
Tebal bersih (h
p
) = 70 ft
Tebal kotor (h
g
) = 80 ft
Saturasi minyak awal (S
oi
) = 0.60
Perolehan produksi primer = 0.13
Tekanan injeksi uap di permukaan (P
inj
) = 400 psi
Luas reservoir (A) = 60 acres
Saturasi air awal (S
wi
) = 0.40
Gradien geothermal (G
g
) = 0.011
Konduktivitas panas batuan di atas dan bawah
Permukaan (k
ob
) = 1.6 Btu/hr-ft
Panas spesifik batuan formasi (C
f
) = 0.3 BTU/lb
o
F
Panas spesifik air (C
w
) = 1.0 BTU/lb
o
F
Panas spesifik minyak (C
o
) = 0.5 BTU/lb
o
F
Kerapatan formasi (
f
) = 130 lb/ft
3

Kerapatan jenis air (
w
) = 57 lb/ft
3
Kerapatan jenis minyak (
o
) = 50 lb/ft
3
Difusivitas termal overburden dan underburden (
D
) = 0.04 ft
2
/hr
Kualitas uap di permukaan (X) = 0.8
Faktor volume formasi minyak (B
o
) = 1 STB/bbl
Saturasi gas (S
g
) = 0
Saturasi minyak tersisa setelah injeksi uap = 0.10

Penyelesaian :
) ( 10 8 . 3
6
res inj g steam
P P kh q =


TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 21 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
) 140 400 )( 800 )( 600 , 7 ( 10 8 . 3
6
=

steam
q
= 601 B/D

Dari steam table, pada P
inj
= 400 psi didapat :
H
w
= 424 BTU/lb
H
s
= 1204.5 BTU/lb
H
wv
= 781 BTU/lb
T
steam
= 444.59
o
F

Laju injeksi (lb/hr) :
24
350
) / ( = D B q q
steam steam

hr lb q
steam
/ 765 , 8
24
350
601 = =

Dari Gambar 1 :
Dengan q
steam
= 8,765 lb/hr dan P
inj
= 400 psi diperoleh H
loss
= 0.32 % dari panas input per 100 ft.

Entalpi di permukaan :
s w
XH H X H + = ) 1 (
lb BTU H / 4 . 048 , 1 ) 5 . 204 , 1 )( 8 . 0 ( ) 424 )( 2 . 0 ( = + =

Panas yang hilang dari permukaan sampai kedalaman Z,
H
loss
(BTU/hr) = q
steam
(lb/hr) H H
loss
(Z/100)
= 8,765 1,048.4 0.0032 (700/100)
= 205,838.6 BTU/hr
Kualitas uap pada titik injeksi di formasi :
wv steam
loss
i
H q
H
X X

=
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 22 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
77 . 0
) 781 ( ) 765 , 8 (
6 . 838 , 205
8 . 0 =

=
i
X
) / ( hr lb q H H
steam s
=
hr BTU H
s
/ 226 , 189 , 9 ) 765 , 8 )( 4 . 048 , 1 ( = =
Input panas di formasi :
loss s o
H H H =
hr BTU H
o
/ 387 , 983 , 8 6 . 838 , 205 226 , 189 , 9 = =
Saturasi minyak pada saat dimulainya injeksi uap :
| |
wc
oi
o
p
o
S
B
B
N
N
S
(

= 1 ) 1 (
| | 52 . 0 4 . 0 1
1
1
) 13 . 0 1 ( =
(

=
o
S
Tentukan harga M :
o o o w w w f f
C S C S C M + + = ) 1 (
) 5 . 0 )( 50 )( 35 . 0 )( 52 . 0 ( ) 1 )( 57 )( 35 . 0 )( 48 . 0 ( ) 3 . 0 )( 130 )( 35 . 0 1 ( + + = M
M = 39.5
Tentukan harga x :
D g
ob
Mh
t k
x

5 . 0
2
=
5 . 0
5 . 0
0051 . 0
04 . 0 ) 80 )( 5 . 39 (
) 6 . 1 ( 2
t
t
x = =
Tentukan N
p
:
o
or o g s
p
B
S S h t A
N
615 . 5
) ( ) (
=


) ( 84 . 1
) 1 ( 615 . 5
) 1 . 0 52 . 0 )( 35 . 0 )( 70 )( (
t A
t A
N
s
s
p
=

=
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 23 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu
(

= 1
2
) ( 4
) (
2
2

x
erfcx e
T T k
Mh H
t A
x
r steam ob
D g o
s

(

+ = 1
2
3 . 146 , 304 ) 84 . 1 )( (
2

x
erfcx e t A
x
s

(

+ = 1
2
) 3 . 146 , 304 )( 84 . 1 ( ) (
2

x
erfcx e t A
x
s


Buat tabel seperti berikut ini :
t
(tahun)
x
(

+ 1
2 2

x
erfcx e
x
N
p
(STB)
0.5 0.34 0.09157 51,245
1 0.48 0.16771 93,855
1.5 0.58 0.23133 129,459
2 0.68 0.30117 168,544
3 0.83 0.41549 232,520
4 0.95 0.51362 287,437
6 1.17 0.71003 397,354
8 1.35 0.91847 514,003
9 1.43 0.96611 540,663
10 1.51 1.01415 567,548








6.3. GAMBAR DAN TABEL
TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 24 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu



Gambar 1. Distribusi radial temperatur sebagai akibat injeksi uap (garis tegas) dan
penyederhanaannya (garis putus-putus).








TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 25 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu






















Gambar 2. Panas yang hilang sebagai fungsi laju injeksi uap dan tekanan injeksi








TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 26 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu

TABEL 1







TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 27 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu


TABEL 1 (SAMBUNGAN)





TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 28 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu



TABEL 1 (SAMBUNGAN)



TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 29 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu




TABEL 1 (SAMBUNGAN)

























TEKNIK RESERVOIR NO : TR.08.03

JUDUL : METODE EOR
SUB JUDUL : Peramalan Kinerja Injeksi Uap

Halaman : 30 / 30
Revisi/Thn : 2/ Juli
2003



Manajemen Produksi Hulu