Anda di halaman 1dari 23

KASUS 1 (Kelompok 1 dan 5) FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA I. DATA UMUM KELUARGA 1. Identitas Kepala Keluarga Nama : Tn.

SR Pendidikan : SD Umur : 54 tahun Pekerjaan : Wiraswata Suku : Jawa No. Telepon : 0812145384053 Alamat : Jln. BS Gg. JB No.9, Br. DS, Sesetan, Denpasar Selatan 2. Komposisi Keluarga No 1. 2. 3. 4. 5 Nama Ny. SU RI NO RO FIR L/P Umur P P P P L 42th 20th 18th 12th 8th Hub. Dgn KK Istri Anak Anak Anak Anak Pendidikan SD SLTA SLTA SD SD Pekerjaan IRT Swasta Swasta Blm Bekerja Blm Bekerja Keterangan Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat

3. Genogram

Tn.SR 54 thn FIR 8 thn RI 20 thn NO 18 thn RO 12 thn

Ny.SU 42 thn

Keterangan Gambar: : Laki-laki : Sakit

: Perempuan : Meninggal 4. Tipe Keluarga 1) Jenis tipe keluarga

: Hubungan keluarga : Tinggal serumah

Jenis tipe keluarga Tn. SR adalah Nuclear Family yang terdiri dari Tn.SR sebagai ayah, Ny.SU sebagai ibu dan RI, NO, RO serta FIR sebagai anakanak.

2) Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut Masalah yang terjadi pada TN. SR dengan tipe keluarga ini adalah apabila terjadi permasalahan (sakit) pada salah satu keluarga maka memerlukan waktu ataupun keterlambatan keluarga turut membantu mengingat keluarga TN. SR merantau dan jauh dari sanak keluarga tentunya hal ini menjadi beban pikiran keluarga TN. SR

5. Suku Bangsa 1) Asal suku bangsa Jawa 2) Budaya yang berhubungan dengan kesehatan Tidak ada budaya khusus dalam keluarga Tn.SR yang berhubungan dengan kesehatan seperti tidak menkonsumsi daging, dll. 6. Agama Kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan Tidak ada kepercayaan/agama keluarga Tn. SR yang dapat mepengaruhi kesehatannya 7. Status Ekonomi keluarga 1) Anggota keluarga yang mencari nafkah Anggota keluarga yang mencari nafkah adalah Tn.SR, RI, dan NO 2) Penghasilan Penghasilan Tn.SR tidak tentu tiap bulannya tergantung pada banyaknya pesanan rooling door yang diperolehnya. Ditambah dengan dua orang

anaknya yaitu RI dan NO. Maka penghasilan rata-rata keluarga setiap bulan >Rp.3.000.000,3) Upaya lain untuk menambah penghasilan Ny. SU terkadang menerima pesanan pembuatan hiasan tedung 4) Kebutuhan yang dikeluarkan setiap bulan Kebutuhan yang dikeluarkan setiap bulan untuk membayar uang sekolah, membayar listrik, membeli air minum isi ulang, membayar uang kebersihan, biaya makan, membayar cicilan motor, dan membayar sewa rumah 5) Harta Benda yang dimiliki ( Perabot, transportasi) Keluarga mempunyai 1 buah televisi, 1 buah lemari es, 4 buah handphone, 4 sepeda gayung dan 3 sepeda motor 6) Tabungan khusus kesehatan Ny.SU mengatakan keluarga tidak memiliki tabungan khusus untuk kesehatan 8. Aktivitas Rekreasi keluarga Keluarga Tn. SR tidak memiliki aktifitas rekreasi khusus , waktu luang

digunakan untuk menonton televisi dan berbincang-bincang dengan anggota keluarga.

II.

RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1.

Tahap perkembangan keluarga saat ini ( ditentukan dengan anak tertua): Tahap perkembangan keluarga Tn.SR termasuk tahap ke V yaitu anak remaja dengan usia 13-20 tahun, yaitu: Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggungjawab ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri Memfokuskan kembali hubungan perkawinan Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak Memberikan perhatian Memberika kebebasan dalam batasan tanggungjawab Mempertahankan komunikasi terbuka dua arah Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya Keluarga Tn.SR tidak mengalami gangguan tahap perkembangan keluarganya

2.

3.

Riwayat Keluarga Inti : 1) Riwayat terbentuknya keluarga inti Tn. SR dan Ny. SU sudah menikah sejak 20 tahun yang lalu, perkawinan mereka direstui oleh orang tua masing-masing dan tanpa ada paksaan. Dalam hubungan pernikahan jarang terjadi percekcokan dan tidak pernah mengalami masalah perceraian 2) Riwayat kesehatan keluarga saat ini Tn.SR mengatakan kepala sering terasa pusing dang tengkuk terasa berat, badan terasa lemas dan tidur tidak nyenyak, Tn SR sudah berobat ke praktek bidan swasta. Ny. SU dan anak-anaknya saat ini dalam keadaan sehat.

3) Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga


No Nama Umur BB/TB Keadaan kesehatan Imunisasi (BCG/Polio/DPT/HB/Campak) Masalah Kesehatan Tindakan yang telah dilakukan

1.

Tn. SR

54th

80kg/160cm Sakit

Tidak tahu

Hipertensi

2.

Ny. SU RI NO RO FIR

42th

60kg/165cm Sehat

Tidak tahu

Tidak ada

Berobat ke praktek bidan swasta _

3. 4. 5. 6.

20th 18th 12th 8th

60kg/165cm Sehat 58kg/160cm Sehat 45kg/150cm Sehat 30kg/128cm Sehat

Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

_ _ _ _

4)

Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan Bila ada anggota keluarga yang sakit biasanya dibawa berobat ke Puskesmas atau ke praktek bidan swasta

4.

Riwayat Kesehatan keluarga sebelumnya

Menurut Ny. SU, kedua orang tua baik orang tua dari Tn. SU maupun Ny.SR tidak mengalami penyakit yang bersifat keturunan seperti hipertensi, diabetes, dll

III.

DATA LINGKUNGAN 1. Karakteristik rumah 1) Luas rumah Luas rumah : 6m x 4 m 2) Tipe Rumah Tipe rumah permanent., lantai terbuat dari semen, dinding rumah terbuat dari batu bata dan atap genteng 3) Kepemilikan rumah Kepemilikan rumah yang dihuni oleh keluarga Tn.SR adalah rumah dengan status kontrakan/sewa. 4) Jumlah dan Rasio kamar / ruangan Jumlah kamar tidur sebanyak 3 kamar (1 kamar tidur berfungsi sekaligus sebagai dapur), 3 buah kamar mandi di masing-masing kamar, 1 ruangan berfungsi sebagai gudang dan garase.

5) Ventilasi dan jendela Terdapat ventilasi pada ruangan seperti jendela, pintu dan lubang angin. 6) Pemanfaatan ruangan 1 kamar tidur untuk pegawai Tn.SU, 1 kamar tidur untuk Tn.SR, Ny.SU, dan FIR sekaligus berfungsi sebagai dapur keluarga, 1 kamar tidur untuk RI,NO dan RE. Pemanfaatan ruangan kurang baik kerena kurangnya banyaknya perabot rumah tangga dan ruangan juga sempit sehingga kesulitan menempatkan barang. 7) Septic tank : ada / tidak Ada, terletak di Timur halaman rumah dan sudah berjarak lebih dari 10 meter dari sumber air. 8) Sumber air minum : Untuk kebutuhan air minum keluarga Tn.SR membeli air isi ulang. 9) Kamar mandi / WC

Kamar mandi dan WC terdapat di masing-masing kamar. Kondisi kamar mandi dalam keadaan bersih dan berfungsi dengan baik. 10) Sampah Sampah ditampung dalam bak sampah tanpa tutup, limbah rumah tangga diangkut setiap hari oleh petugas khusus. 11) Kebersihan lingkungan Pengaturan perabotan baik di dalam maupun diluar rumah belum rapi, di sekitar rumah masih terdapat benda-benda yang berpotensi untuk tempat tergenangnya air. Halaman tampak penuh dengan peralatan kerja Tn.SR yang mengerjakan pekerjaannya membuat rolling door di rumah. 12) Denah Rumah

T
4

6 5

3 Keterangan Gambar: : Jendela : Pintu 1 2 3 4 5 6 7

: Kamar tidur : Kamar mandi dan WC : Dapur : Septictank : Pelinggih : Gudang dan garase : Sumur

2. Karakteristik tetangga dan komunitas tempat tinggal 1) Lingkungan Fisik Keluarga Tn.SR tinggal di lingkungan perumahan yang penduduknya terdiri dari berbagai macam suku. Pengaturan jarak setiap rumah tampak rapi, SPAL dalam keadaan lancar mengalir. 2) Kebiasaan Tidak ada kebiasaan khusus pada komunitas tepat tinggal keluarga Tn.SR. Para tetangga jarang saling berinteraksi dan hanya berpartisipasi bila ada kegiatan kerja bakti. 3) Aturan atau kesepakatan penduduk setempat Penduduk setempat sepakat untuk melakukan kerja bakti setiap 1 minggu sekali. 4) Budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan Tidak ada budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan seperti minum minuman keras. 3. Mobilitas Geografis keluarga Keluarga TN.SR sudah 13 tahun tinggal di rumah ini. Letak rumah berada 100m dari jalan umum, jenis kendaraan yang biasa digunakan adalah sepeda motor pribadi. 4. Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan masyarakat 1) Waktu untuk berkumpul Waktu berkumpul keluarga tidak menentu dan lebih sering dilakukan pada malam hari. 2) Perkumpulan yang ada Tidak ada. 3) Interaksi keluarga dengan masyarakat Keluarga tinggal di perumahan dimana penduduknya jarang saling berinteraksi dengan masyarakat disekitarnya. 5. Sistem Pendukung Keluarga Saat keluarga TN.SR membutuhkan bantuan terutama bila ada permasalahan keuangan, biasanya dibantu dan dibicarakan dengan keluarga atau temanTn.SR. Tetapi tidak jarang pula Tn.SR lebih suka memikirkannya sendiri.

IV.

STRUKTUR KELUARGA 1. Pola Komunikasi keluarga Komunikasi berlangsung secara terbuka dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dalam interaksi jarang terjadi konflik dan respon keluarga positif terhadap hal yang dibicarakan. 2. Struktur Kekuatan Keluarga Keputusan yang menyangkut kepentingan keluarga diambil secara

musyawarah dan diputuskan oleh Tn.SR. 3. Struktur Peran Setiap anggota keluarga melaksanakan peran formalnya. Tn.SR sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah utama sebagai wiraswastawan dan dibantu oleh Ny.SU yang tekadang menerima pesanan membuat hiasan tedung. RI dan NO bekerja sebagai pegawai swasta. RO dan FIR masih berstatus sebagai pelajar. 4. Nilai Norma keluarga yang berkaitan dengan kesehatan Menurut keluarga, kesehatan adalah hal yang sangat penting bila ada anggota keuarga yang sakit segera dibawa ke praktek bidan swasta dan bila sakit tidak berkurang baru akan dibawa ke puskesmas I Denpasar Selatan.

V.

FUNGSI KELUARGA 1. Fungsi Afektif 1) Perasaan saling memiliki Keluarga Tn.SR selalu memperhatikan kebutuhan anggota keluarganya terutama dalam hal materi dan kasih sayang. 2) Dukungan terhadap anggota keluarga Tn.RS sangat mendukung keinginan NO untuk melanjutkan kuliah, Ny.SU tampak membantu Tn. SR mengangkat besi karena pegawai Tn.SR yang biasa membantunya sedang libur. 3) Kehangatan Tn.SR dan Ny.SU tampak sering bercanda dengan anak-anaknya bila sedang tidak sibuk

4) Saling Menghargai Tn.SU menghargai keinginan anak-anaknya namun terkadang merasa sedih bila tidak mampu memenuhinya karena faktor ekonomi.

2. Fungsi Sosialisasi 1) Kerukunan hidup dalam keluarga Menurut Ny.SU, keluarganya adalah keluarga yang harmonis, semua permasalahan selalu dirundingkan dahulu percekcokkan 2) Interaksi dan hubungan dalam keluarga Interaksi dan hubungan dalam keluarga Tn.SR terjalin dengan baik. 3) Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan Tn.SR selaku kepala rumah keluarga dominan mengambil keputusan dengan sebelumnnya bermusyawarah terlebih dahulu dengan anggota keluarga lainnya. 4) Kegiatan di waktu senggang Waktu senggang biasanya digunakan oleh keluarga Tn.SR untuk berbincang-bincang sambil menonton televisi 5) Partisipasi dalam kegiatan sosial Keluarga Tn.SR jarang berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan rumah ataupun ditempat lainnya sehinga jarang terjadi

3. Fungsi Perawatan Kesehatan 1) Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit / masalah kesehatan keluarganya Tn.SR mengeluh kepala pusing dan tengkuk terasa terasa berat, badan terasa lemas dan sering terjaga dari tidurnya karena memikirkan

pekerjaan dan beban ekonomi keluarga yang ditanggungnya. Keluarga beranggapan Tn.RS menderita tekanan darah tinggi. Ny.SU tidak tahu bahwa makanan yang asin dapat mempengaruhi kesehatan Tn.SR. Tn.SR adalah perokok berat dan tidak tahu dampak rokok bagi dirinya maupun lingkungannya. 2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan kesehatan yang tepat

Keluarga Tn.SR kurang mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah Tn.SR yaitu Ny. SU sering menghidangkan ikan asin untuk menu sehari-hari. Tn.SR sudah berobat ke praktik bidan swasta tetapi obat yang didapatkan tidak sesuai untuk pengobatan hipertensi. 3) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit Keluarga Tn.SR kurang mampu merawat anggota keluarga yang sakit, yakni kurang memperhatikan diit dan hal-hal yang harus dikurangi atau bahkan dihentikan seperti rokok. Tn.SR jarang mengontrolkan tensinya dan hanya berobat bila ada keluhan saja. 4) Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat Keluarga Tn.SR kurang mampu memelihara lingkungan rumah yang sehat. Pengaturan barang/perabot rumah tangga baik didalam rumah maupun diluar rumah kurang rapi. Terdapat benda-benda seperti ember yang berpotensi untuk tempat tergenangnya air dan menjadi sarang nyamuk. Tn.SR tampak merokok didalam rumah. Halaman rumah tampak penuh dengan peralatan kerja Tn.SR. Sampah ditampung di bak sampah tanpa tutup. Ny.SU mengatakan belum sempat membersihkan dan merapikan barang-barang di rumahnya karena masih sibuk membantu Tn.SR. 5) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat Keluarga Tn.SR kurang mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan dengan tepat. Tn.SR menderita hipertensi dan memiliki

Jamkesmas, tetapi lebih sering berobat ke praktik bidan swasta tetapi mendapat terapi yang tidak sesuai dengan penyakitnya. 4. Fungsi Reproduksi 1) Perencanaan jumlah anak Ny.SU mengatakan jumlah anaknya sudah cukup dan tidak ingin menambah anak lagi. 2) Akseptor : Ya yang digunakan: suntik lamanya: 1 tahun

5. Fungsi Ekonomi 1) Upaya pemenuhan sandang dan pangan Menurut Ny.SU, pemenuhan sandangan pangan keluarga diperoleh dari penghasilan Tn.SR sebagai wiraswastawan, dibantu dengan dua orang

anaknya yang bekerja sebagai pegawai swasta. Selain itu Ny.SU terkadang menerima pesanan pembuatan hiasan tedung. 2) Pemanfaatan sumber di masyarakat Keluarga Tn.SR jarang memanfaatkan sumber fasilitas yang ada dimasyarakat seperti puskesmas, karena merasa obat yang diberikan dirasa tidak cocok untuk mengobati sakitnya sehingga akhirnya Tn. SR lebih suka berobat ke praktik bidan swasta langganannya. VI. STRES DAN KOPING KELUARGA 1. Stresor jangka pendek Stresor jangka pendek yang dialami keluarga Tn.SR adalah pemenuhan hidup sehari-hari 2. Stresor jangka panjang Stresor jangka panjang keluarga Tn.SR adalah bagaimana kelanjutan kehidupan anak-anaknya terutama RO dan FIR, berhubung Tn.SR sudah berusia lanjut dan penghasilannya yang pas-pasan. 3. Respon keluarga terhadap stresor Tn. SR jarang beristirahat karena sibuk menyelesaikan pekerjaannya dan sering terbangun dari tidurnya pada malam hari karena memikirkan pekerjaan serta pemecahan masalah ekonomi keluarganya. 4. Strategi koping Keluarga Tn.SR mempunyai koping yang adaptif dalam mengahadapi masalahnya, dimana untuk mengatasi stres Tn.SR bertukar pikiran dengan sahabatnya, tetapi tidak jarang pula Tn.SR memikirkannya sendiri. 5. Strategi adaptasi disfungsional Tidak didapatkan cara-cara disfungsional dalam menghadapi masalah.

VII.

PEMERIKSAAN FISIK Tanggal Pemeriksaan Fisik : 7 Januari 2013

Pemeriksaan Vital Sign

BB,TB/BB Kepala

Mata

Nama Anggota Keluarga Tn.SR Ny.SU RI NO T:150/90 T:110/70 T:100/60 T:100/70 mmHg mmHg mmHg mmHg N:92x/mnt N:80x/mnt N:84x/mnt N:84x/mnt R:19x/mnt R:16x/mnt R:16x/mnt R:17x/mnt BB:80kg BB:60kg BB:60kg BB:58cm TB:160cm TB:165cm TB:160cm TB:155cm Kepala Kepala Kepala Kepala simetris, simetris, simetris, simetris, bentuk bentuk bentuk bentuk kepala kepala kepala kepala normal, normal, normal, normal, tidakada tidakada tidakada tidakada benjolan/ benjolan/ benjolan/ benjolan/ lesi di lesi di lesi di lesi di kepala kepala kepala kepala Kedua bola Kedua bola Kedua bola Kedua bola mata mata mata mata simetris, simetris, simetris, simetris, konjungtiva konjungtiva konjungtiva konjungtiva merah merah merah merah muda muda muda muda sklera sklera sklera sklera putih, tidak putih, tidak putih, tidak putih, tidak

RO T:100/70 mmHg N:88x/mnt R:19x/mnt BB:45kg TB:150cm Kepala simetris, bentuk kepala normal, tidakada benjolan/ lesi di kepala Kedua bola mata simetris, konjungtiva merah muda sklera putih, tidak

FIR N:92x/mnt R:17x/mnt

BB:30kg TB:128cm Kepala simetris, bentuk kepala normal, tidakada benjolan/ lesi di kepala Kedua bola mata simetris, konjungtiva merah muda sklera putih, tidak

Hidung

Telinga

Mulut

Leher

Thorak

ditemui gangguan pada mata. Hidung simetris, tidak terdapat secret, tidak ada gangguan pada hidung. Kedua telinga simetris, tidak ada jaringan granulasi, tidak ada gangguan pada telinga. Kedua bibir simetris, mulut bersih, tidak ada bibir sumbing, tidak ada gangguan pada mulut Tidak ada kaku leher, tidak ada pembesaran kelenjar, tidak ada distensi vena jugularis Simetris, bunyi

ditemui gangguan pada mata. Hidung simetris, tidak terdapat secret, tidak ada gangguan pada hidung. Kedua telinga simetris, tidak ada jaringan granulasi, tidak ada gangguan pada telinga. Kedua bibir simetris, mulut bersih, tidak ada bibir sumbing, tidak ada gangguan pada mulut Tidak ada kaku leher, tidak ada pembesaran kelenjar, tidak ada distensi vena jugularis Simetris, bunyi

ditemui gangguan pada mata. Hidung simetris, tidak terdapat secret, tidak ada gangguan pada hidung. Kedua telinga simetris, tidak ada jaringan granulasi, tidak ada gangguan pada telinga. Kedua bibir simetris, mulut bersih, tidak ada bibir sumbing, tidak ada gangguan pada mulut Tidak ada kaku leher, tidak ada pembesaran kelenjar, tidak ada distensi vena jugularis Simetris, bunyi

ditemui gangguan pada mata. Hidung simetris, tidak terdapat secret, tidak ada gangguan pada hidung. Kedua telinga simetris, tidak ada jaringan granulasi, tidak ada gangguan pada telinga. Kedua bibir simetris, mulut bersih, tidak ada bibir sumbing, tidak ada gangguan pada mulut Tidak ada kaku leher, tidak ada pembesaran kelenjar, tidak ada distensi vena jugularis Simetris, bunyi

ditemui gangguan pada mata. Hidung simetris, tidak terdapat secret, tidak ada gangguan pada hidung. Kedua telinga simetris, tidak ada jaringan granulasi, tidak ada gangguan pada telinga. Kedua bibir simetris, mulut bersih, tidak ada bibir sumbing, tidak ada gangguan pada mulut Tidak ada kaku leher, tidak ada pembesaran kelenjar, tidak ada distensi vena jugularis Simetris, bunyi

ditemui gangguan pada mata. Hidung simetris, tidak terdapat secret, tidak ada gangguan pada hidung. Kedua telinga simetris, tidak ada jaringan granulasi, tidak ada gangguan pada telinga. Kedua bibir simetris, mulut bersih, tidak ada bibir sumbing, tidak ada gangguan pada mulut Tidak ada kaku leher, tidak ada pembesaran kelenjar, tidak ada distensi vena jugularis Simetris, bunyi

Abdomen

Tangan

jantung normal, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak ada gangguan. Tidak ada distensi, tidak teraba benjolan, tidak ada acites, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak diperiksa

jantung normal, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak ada gangguan. Tidak ada distensi, tidak teraba benjolan, tidak ada acites, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak diperiksa

jantung normal, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak ada gangguan. Tidak ada distensi, tidak teraba benjolan, tidak ada acites, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak diperiksa

jantung normal, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak ada gangguan. Tidak ada distensi, tidak teraba benjolan, tidak ada acites, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak diperiksa

jantung normal, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak ada gangguan. Tidak ada distensi, tidak teraba benjolan, tidak ada acites, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak diperiksa

jantung normal, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak ada gangguan. Tidak ada distensi, tidak teraba benjolan, tidak ada acites, tidak ada nyeri tekan. Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak ada kelainan pergerakan, tidak ada kekakuan sendi, akral hangat, kekuatan otot . 555 555 Tidak diperiksa

Kaki

Genetalia

VIII.

HARAPAN KELUARGA 1. Terhadap masalah kesehatan

Ny. SU berharap masalah kesehatan Tn.SR bisa teratasi 2. Terhadap petugas kesehatan yang ada Ny.SU berharap petugas memberikan solusi terhadap masalah kesehatan Tn.SR

7 Januari 2013

Mahasiswa

KASUS 2 (Kelompok 3 dan 7) ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. PENGKAJIAN A. Data Umum 1. Nama KK 2. Alamat 3. Pekerjaan KK 4. Pendidikan KK 5. Komposisi Keluarga NO 1 2 3 Nama Ibu R An. F An. I

: : : :

Bpk D. (30 thn) RT 09/RW 02 Kelurahan Tugu Karyawan Sarjana

Gender P L L

Hub. Dgn KK Istri Anak Anak

Umur 28 th 3 th 5 bl

Pendidikan SMA BKB -

6. Genogram

30

28

3 thn

5 bln

Keterangan : - An. A umur 5 bln riwayat 1 minggu yang lalu di rawat di Rumah Sakit karena diare - An.A umur 5 bln saat ini mempunyai masalah kesehatan batuk pilek - An. F umur 3 tahun mengalami masalah gangguan nutrisi karena termasuk dalam gizi kurang 7. Tipe Keluarga : Keluarga Bpk D. termasuk keluarga inti karena terdiri dari suami istri dan dua orang anak. 8. Suku Bangsa Bpk D dan Ibu R sama-sama suku sunda, Bpk D dan Ibu R adalah penduduk asli Tasikmalaya, menurut Bpk D hampir semua penduduk RT. 09 adalah orang pendatang yang statusnya rumah milik orang tua. Menurut Ibu R tidak ada budaya atau kebiasaan dalam keluarganya sehari-hari sekarang ini yang bertentangan dengan kesehatan.

9. Agama Semua anggota keluarga beragama Islam. Ibu R tidak ikut dipengajian yang diadakan di RT 09 karena repot mengurus anak. Dan Bpk D juga tidak ikut pengajian yang diadakan di RW 02. 10. Status sosial ekonomi keluarga Bpk D adalah seorang karyawan swasta di daerah Jakarta, yang pendapatannya setiap bulan tidak terlalu besar dengan rentang Rp 1.000.000,- Rp 1.500.000,-. Selama ini menurut keluarga kehidupannya dalam rentang biasa saja/masih berkecukupan, kerena hanya Bpk D yang mencari nafkah. 11. Aktifitas rekreasi keluarga Menurut keluarga, mereka sering pergi jalan-jalan untuk rekreasi, seperti ke tempat rekreasi pantai Ancol. Keluarga mengatakan dapat merasakan kebahagiaan saat jalan bersama-sama sambil menikmati lingkungan yang ada. B. Riwayat dan tahapan perkembangan keluarga 1. Tahap perkembangan keluaarga saat ini : Tahap perkembangan keluarga Bpk D adalah tahap perkembangan keluarga dengan usia prasekolah, yaitu : 1. Memenuh kebutuhan anggota keluarga seperti : tempat tinggal, privasi dan rasa aman, membantu anak untuk sosialisasi. 2. Adaptasi dengan anak yang baru lahir dan kebutuhan anak yang lain 3. Mempertahankan hubungan yang sehat internal/ekternal keluarga, pembagian tanggungjawab keluarga 4. Stimulasi tumbang anak 5. Pembagian waktu untuk individu,pasangan dan anak ( paling repot ) 2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Tugas perkembangan keluarga pada keluarga Bpk. D yang belum terpenuhi, menurut teori Duvall diatas adalah keluarga Bpk.D belum bisa mempunyai rumah sendiri 3. Riwayat keluarga sebelumnya. Dulunya keluarga tinggal bersama mertua, akhirnya keluarga Bpk. D saat ini tinggal dikontrakan milik mertuanya yang berada disamping rumah mertuanya. C. Lingkungan 1. Karakteristik Rumah Ukuran rumah kira-kira 5x8 m, jumlah kamar tidur 1 buah, terdapat ruang tamu, dapur, kamar tidur, kamar mandi dengan WC jongkok yang terbuat dari proselen, jarak septikteng dengan sumur kira-kira 10 meter. Atap rumah genteng, lantai keramik, ventilasi hanya di bagian depan tapi kurang dari 1/3 luas rumah, penerangan cukup, lampu hanya digunakan pada malam hari saja, Jendela tidak terbuka pada pagi sampai sore hari. Kamar mandi berlantai ubin, bak terbuat dari porselin, air dalam bak mandi tampak kotor, WC jongkok tampak kotor menurut ibu jarang menguras bak mandi dan membersihkan lantai. Saat pengkajian keadaan kamar mandi banyak pakain kotor yang belum dicuci. Rumah secara umum tampak berantakan mainan anak, perabotan tidak rapi, lantai rumah dan teras rumah tampak kotor.

2. Denah Rumah Rumah tetangga Jalan gang TV Kulkas 5m Ruang klrg Lemari baju Kamar Tidur

KM WC

Rumah tetanggga

Dapur

8m Rumah tetangga 3. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Lingkungan sekitar rumah lebih banyak dari suku betawi, pergaulan dengan lingkungan cukup baik, hal ini dibuktikan dengan turut sertanya keluarga dalam kegiatan RT, arisan, kegiatan yang diadakan di RT. Sebagian besar masyarakat di sekitar keluarga Bpk D merupakan kaum pendatang dengan status karyawan pabrik, sebagian pegawai swasta, pedagang dan bahkan mahasiswa yang mengontrak rumah. Di depan rumah Bpk D jalannya sempit hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dan sepeda motor. Akses menuju rumah Bpk D bisa dengan jalan kaki dan jasa tukang ojek. 4. Mobilitas geografis keluarga Sebelumnya keluarga tinggal bersama mertua di rumah samping rumahnya sekarang ini. 5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Ibu R, rajin mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan di lingkungannya, seperti arisan, dan kegiatan BKB. Bpk. D juga ikut dalam perkumpulan dengan bapakbapak untuk pertemuan RT setiap bulan sekali. 6. Sistem pendukung keluarga Bila keluarga Bpk. D ada masalah biasanya dibantu oleh orang tua Ibu R serta saudara-saudaranya yang lain. Keluarga mempunyai sedikit tabungan, keluarga selalu berusaha untuk menabung, keluarga punya Jamsostek dan tidak mengikuti Asuransi apapun. Keluarga menanggung biaya kesehatan dari penghasilan keluarga Bpk. D. D. Struktur keluarga 1. Pola komunikasi keluarga

Sifat komunikasi terbuka, setiap anggota keluarga dapat mengemukakan pendapatnya, namun pembuat keputusan dalam keluarga didominasi oleh Bpk. D, yang sebelumnya didiskusikan terlebih dahulu dengan Ibu R, namun bila masalah itu belum dapat dipecahkan juga, Bpk. D akan berkonsultasi dengan orang tuanya atapun saudara terdekat keluarga. 2. Struktur kekuaatan keluarga Keluarga saling menghangat satu sama lain, terbukti dengan sikap Bpk. D dan anak-anaknya yang sangat menghargai dan menghormati Ibu R, bila ada anggota keluarga yang sakit diusahakan untuk mendapat pengobatan yang optimal dan senantiasa di follow up dan diperhatikan takut kambuh lagi. Bpk. D adalah sumber kekuatan yang utama, yang menanggung semua biaya kehidupan keluarga. Sumber kekuatan kedua dalam keluarga mertua Bpk. D yang tinggal dekat dengan rumah keluarganya. 3. Struktur peran Bpk. D sebagai ayah, kepala keluarga, pencari nafkah, pendidik dan pelindung bagi anggota keluarganya, ayah juga membantu ibu dalam mengasuh anak, seperti membantu memandikan An.F dan menyuapinya, namun Bpk. D lebih banyak berperan sebagai pengontrol perkembangan anak-anaknya karena sebagian waktunya untuk bekerja diluar rumah. Ibu R adalah sebagai ibu, pengatur rumah tangga, pendidik dan pengasuh kedua anaknya, bertanggung jawab atas rumah tangganya. An F adalah sebagai anak sulung, murid di BKB, berperan sebagai anak bagi kedua orang tuanya,dan berperan sebagai kakak bagi adiknya, an A. An. A berperan sebagai anak bagi kedua orang tuanya, dan berperan sebagai adik bagi kakaknya an. F. 4. Nilai dan norma budaya Keluarga menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga seperti menjalankan sholat 5 waktu, walau sesibuk atau dimanapun berada harus dijalankan, puasa bulan Ramadhan dalam kondisi apapun wajib menjalankannya kecuali sakit berat. Anak-anak diwajibkan tidur siang dan tidak boleh bermain terlalu jauh keluar rumah. Nilai-nilai agama yang dianut oleh keluarga selama ini tidak bertentangan dengan kesehatan, ini dibuktikan dengan ibu R menggunakan alat kotrasepsi, dan keluarga meyakini agamanya membolehkan, begitu pula nilainilai norma yang dianut oleh keluarga selama ini tidak bertentangan dengan kesehatan, malah mendukung kesehatan anggota keluarganya, ini dibuktikan dengan keluarga tidak berpantangan makan apapun asal halal dan baik. E. Fungsi keluarga 1. Fungsi efektif Keluarga saling menyayangi, baik Ibu R, Bpk. D, dan kedua anaknya. Bila ada yang mengeluh kurang sehat sedikit saja, sudah di perhatikan dan diberi Pengobatan walaupun beli obat di warung ataupun stock obat dirumah. Ibu R dan bapak D sangat memperhatikan kesejahteraan kedua anaknya, terutama kesehatan kedua anaknya. 2. Fungsi sosialisasi Keluarga tidak melarang anak-anaknya untuk berteman dengan siapapun. Bila ada acara keluarga atau berkunjung ke keluarga anak-anaknya selalu diajak serta. 3. Fungsi perawatan kesehatan Bpk.D mempunyai riwayat sebelum menikah sakit bagian pernafasan sampai dirawat di RS, saat ini keluhan bpk.D batuk tidak sembuh-sembuh. Bpk.D sudah

dianjurkan untuk berobat oleh Ibu. R tetapi tidak mau. Untuk mengatasi sakit hanya dengan beli obat di warung atau d apotik terdekat. Ibu.R tidak mempunyai masalah kesehatan, yang dirasakan hanya kelelahan mengurusi kedua anaknya apalagi setelah kemarin pulang ngrawat anaknya dari RS. An.F mempunyai masalah kesehatan sulit makan, kebiasaan jajan di warung, tidak mau makan sayuran. Untuk masalah kesehatan hanya sakit batuk pilek dan bisa diobati dengan obat warung tanpa harus dibawa ke klinik untuk berobat. Ibu R mengatakan bahwa An.F sangat susah makan, sering jajan sehingga malas makan. Menurut ibu R makanan adalah suatu yang penting bagi pertumbuhan, penyebab kedua anaknya kurus-kurus karena makannya susah, lebih suka jajan. Tanda kekurangan gizi yaitu badan kurus, lesu, akibat kalau kurang gizi menurut ibu kurus, dan gampang sakit, agar tidak sepeti itu maka harus makan banyak, ibu mengatakan tidak tahu bagaimana caranya agar anaknya mau makan, tidak susah, dan gemuk. An.A satu minggu yang lalu baru keluar dari RS Tugu Ibu karena sakit diare, saat ini keluhannya batuk pilek. Untuk mengobati sakitnya An.A selalu dibawa ke klinik untuk berobat. Ibu R mengatakan An.A baru pulang 1 minggu yang lalu dirawat di RS Tugu Ibu karena diare. Menurut ibu R An.A masih diberikan ASI tetapi ditambah dengan susu formula dan cara memberikannya dengan botol, menurut Ibu R botol yang digunakan untuk minum tidak pernah dicuci. Saat ini Ibu R tidak tahu resiko yang dapat menyebabkan anaknya terkena diare, serta tidak tahu cara pencegahan diare pada balita. Ibu R mengatakan An.A mengalami batuk dan pilek. Ibu R mengatakan hanya memberi obat syrup yang dibeli diwarung. Ibu R mengatakan biasa kalau pergantian musim begini anak-anak banyak yang sakit batuk pilek karena banyak jajan dan debu. 4. Fungsi ekonomi Bapak D adalah seorang karyawan swasta dengan pendapatan Rp 1.000.000 Rp 1.500.000 perbulan, bapak D tidak punya pengasilan lain lagi, ibu R tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi 2 orang anak. F. Sterss dan koping keluarga 1. Stessor jangka pendek Saat ini stres yang dirasakan karena pembiayaan yang dikeluarkan saat anaknya dirawat di RS, akibatnya uang simpanan yang ada sudah digunakan semua untuk berobat sehingga untuk mengurangi pembiayaan susu buat An.A dibelikan susu yang biasa yang harganya lebih terjangkau. 2. Stessor jangka panjang Untuk jangka panjang keluarga lebuh mementingkan masa depan anak-anak mereka. Terutama yang bungsu karena sering sakit dan berobat ke klinik. 3. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah Keluarga memperbanyak berdo a kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, dan pasrah pada cobaan yang di berikan pada keluarganya, di sisi lain mereka tetap optimis pasti Tuhan akan menolong mereka dan berusaha semaksimalnya ketika menghadapi suatu masalah. 4. Strategi koping yang digunakan Bercerita pada orang tua dan saudara, banyak aktifitas agar tidak terlalu memikirkan masalahnya, banya berdoa dan bersabar. 5. Strategi adaptasi disfungsional Belum ditemukan

G. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik Tanda vital Suhu Nadi RR TD TB BB Fisik Kepala Bpk. D Anggota Keluarga Ibu R An. F Afebris 110/80 mm Hg 151 cm 67 kg Tidak ada keluhan, rambut hitam merata Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, tidak ada keluhan Simetris, tidak ada seruma, tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Afebris 112 cm 15 kg Tidak ada keluhan, rambut hitam merata Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, tidak ada keluhan Simetris, tidak ada seruma, tidak ada keluhan Tidak ada keluhan An. A Afebris 85 cm 6,8 kg Rambut hitam, distribusi merata, tidak ada keluhan Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik Simetris, tidak ada seruma, tidak ada keluhan Ada ingus encer berwarna putih bening Tidak ada keluhan Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Tidak sesak.

Mata

Telinga

Hidung

Mulut dan gigi Leher

Dada/ thorax

Tidak ada keluahan Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Tidak ada keluhan Pembesaran perut, tidak ada keluhan, Nyeri tekan pada ulu hati, tidak kembung Tidak ada edem,varises Tidak ada keluhan

Abdomen

Ekstremitas Kulit

Ada caries gigi Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Tampak kemerahan biang keringat Pembesaran perut, tidak ada keluhan, Nyeri tekan pada ulu hati, tidak kembung Tidak ada edem Tampak kemerahan dan biang keringat bagian abdomen dan punggung

Elastisitas abdomen kurang

Tidak kelainan Integritas kulit bagian anus tampak kemerahan Pada bagian wajah tampak bercak putih

H. Pola kebiasaan sehari-hari 1. Ibu. D a. Pola makan Ibu R biasa makan 3X sehari, siang dan sore hari dan kadang makan di malam hari, pada pagi hari biasanya ibu H hanya minum teh manis dan makanan kecil yang ada, dan baru Siang hari ibu makan sepiring nasi dan lauk pemberian mertua dan untuk sore biasa makan mie atau goreng telur. b. Pola tidur Ibu tidur sehari kira-kira 5-6 jam perhari, malam ibu tidur mulai jam 22.3005.00, ibu tidak mengalami keluhan menjelang tidur,siang hari kadang ibu tidur hanya 1 jam, dengan waktu yang tidak tentu. c. Pola aktivitas Saat ini kegiatan ibu R sebagai ibu rumah tangga, yang mengurus keperluan rumah tangga dengan dibantu oleh suaminya. d. Pola eliminasi Tidak ada keluhan. BAK 3-4x dalam sehari, tidak ada keluhan. Ibu R mengatakan BAB 1x dalam sehari, biasanya dipagi hari sambil mandi pagi. 2. Bapak S 1. Pola makan Bpk.R biasa makan 3x sehari, pagi siang dan sore hari, pada pagi hari biasanya bapak makan nasi goreng atau pisang goreng dengan teh manis, atau apa saja yang mampu disediakan oleh istrinya. Siang hari bapak makan ditempat kerja. Malam hari sama seperti yang disediakan dirumah. 2. Pola tidur Bapak tidur sehari kira-kira 6-7 jam, malam bapak tidur mulai jam 23.00 05.00, tidak mengalami keluhan menjelang tidur. 3. Pola aktivitas Saat ini kegiatan bapak S selain sebagai kepala rumah tangga, membantu tugas istrinya dalam mengurus RT, mencari nafkah dengan menjadi karyawan swasta dengan jam dinas dari jam 08.00 17.00 WIB dari hari senin- sabtu dalam sebulan. 4. Pola eliminasi BAK 3-4x dalam sehari, tidak ada keluhan Bpk.D mengatakan BAB 1x dalam sehari, biasanya dipagi hari sambil mandi pagi. 3. Anak F 1. Pola makan An. F biasa makan 2x sehari, pagi siang dan sore hari, pada pagi hari biasanya makan nugget. Siang hari an. A makan sepiring nasi, telur, tapi tidak pernah habis dengan alasan sudah kenyang dan tidak mau makan sayur. Pada sore harinya an. A jarang makan lagi tapi biasanya jajan bakso atau apa saja tukang jajanan yang lewat. Kebiasaan An.F suka jajan dan sulit untuk makan. 2. Pola tidur An. A tidur sehari kira-kira 8 jam, malam An. A tidur mulai jam 21.30 05.30, An. A mengatakan tidak mengalami keluhan menjelang tidur, siang hari An. A tidur 1 jam. 3. Pola aktivitas

Saat ini kegiatan an. A selain sebagai salah satu murid BKB, bermain dengan teman sebaya atau bermain dengan adiknya di rumah neneknya. 4. Pola eliminasi BAK 3-4 x dalam sehari, tidak ada keluhan An. A mengatakan BAB 1 x dalam sehari, biasanya dipagi hari sambil mandi pagi 4. Anak A 1. Pola makan Saat ini An.A masih minum susu ASI tetapi ditambah dengan minum susu formula setiap hari hampir 6-8x minum susu formula dengan menggunakan botol. 2. Pola tidur Anaknya tidur sehari kira-kira 9 jam. An.A tidur mulai jam 20.00 05.30, dan masih setiap 3 jam sekali tidur tetapi setiap kali tidur hanya setengah jam. 3. Pola aktivitas Aktivitas bermain dengan kakaknya dan teman sebayanya saat kegiatan di BKB atau di Posyandu 4. Pola eliminasi BAK 5-6x dalam sehari, tidak ada keluhan An. A baru saja dirawat di Rs kjarena diare satu minggu yang lalu. Riwayat diare dalam sehari lebih dari 7x encer disertai panas dan muntah saat itu langsung dibawa ke klinik dikasih obat tetapi tidak berhenti malah diare tambah sering akhirnya dibawa lagi ke RS Tugu Ibu dan dianjurkan untuk dirawat karena sudah mengalami dehidrasi.

I. Harapan keluarga Keluarga berharap mahasiswa dapat memberikan informasi tentang perawatan bagi anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan di rumah, terutama untuk perawatan dan pencegahan anak dengan diare serta bagaimana mengatasi anak dengan sulit makan.

3 Agustus 2011

TTD (Mahasiswa)