Anda di halaman 1dari 27

PROGRAM DIPLOMA DAN MAGISTER KERJASAMA PUSDIKTEK-BPSDM DEP.

KIMPRASWIL DENGAN FAKULTAS TEKNIK UNHAS


ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SDM BIDANG KIMPRASWIL TERKAIT KEBUTUHAN PENDIDIKAN KEAHLIAN PROFESIONAL KEDINASAN

Disampaikan Oleh : Prof.Dr.-Ing.M.Yamin Jinca,MSTr.


Pada kuliah Studium General Matrikulasi Program Diploma IV

Sumber :

Materi Seminar Pengembangan Sistem Pendidikan Profesional Kedinasan Keahlian Teknik Bandung, 23 Sept. 2002

POKOK-POKOK PAPARAN
1. Pengantar Organisasi Dep. Kimpraswil 2. Tantangan Sumbedaya Manusia di Bidang Kimpraswil 3. Arah Kebijakan Pengembangan Sumberdaya Manusia di Bidang Kimpraswil 4. Kebutuhan Penyelenggaraan Pendidikan Keahlian Teknik 5. Penutup

ORGANISASI DEP. KIMPRASWIL


Departemen Kimpraswil Merupakan Penggabungan dari Dep. Kimbangwil, Kantor Meneg PU, dan BP4SPU

Penggabungan dilandasi pemikiran pentingnya pengembangan wilayah yang holistik dengan pendekatan penataan ruang terhadap permukiman, prasarana wilayah, dan sumber daya air yang didukung jasa konstruksi

Organisasi Dep. Kimpraswil diharapkan menstimulasikan serta mendorong proses pembangunan sesuai fungsi departemen :
Memfasilitasi pelaksanaan pengembangan perumahan dan permukiman, prasarana wilayah serta sumberdaya air termasuk pengembangan konstruksi Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas serta pelayanan administrasi Pelaksanaan penelitian & pengembangan terapan, pendidikan dan pelatihan tertentu serta pengawasan fungsional

Pelaksanaan fungsi tersebut sangat tergantung pada SDM, agar tercapai visi : Terwujudnya permukiman yang layak huni dan produktif serta prasarana wilayah yang handal dan bermanfaat dalam pengembangan wilayah yang holistik, berkeadilan, dan berkelanjutan serta selaras dengan aspirasi masyarakat Lembaga pendidikan keahlian teknik memiliki posisi strategis untuk menumbuh kembangkan profesionalisme bidang kimpraswil sesuai kompetensinya untuk mewujudkan visi tersebut baik aparatur di tingkat pusat maupun daerah

TANTANGAN SDM DI BIDANG KIMPRASWIL


1. Masih belum sesuai kualitas dan komposisi SDM di bidang Kimpraswil Saat ini pegawai dibawah pembinaan departemen (pegawai pusat) sekitar 9.450 org (26 ribu sudah diserahkan ke daerah) Komposisi pegawai Dep. Kimpraswil berpendidikan S3 (0,41%), S2 (9,37%), S1/D4 (25,45%), D3 (11,41%), SLA (42,98%) dan <SLA (10,38%) Struktur masih cukup berat pada tingkat SLA atau lebih rendah (bukan tenaga profesional) dengan komposisi di atas 50%

2. Belum meratanya penyebaran SDM bidang Kimpraswil ke berbagai pelosok tanah air Kegiatan terpusat di beberapa kawasan khususnya di P. Jawa dan Indonesia Bagian Barat Secara nasional sekitar 72,70% dari sekitar 4 juta PNS, bekerja di P. Jawa dan Sumatera 3. Pada tataran institusi diperlukan efektifitas manajemen kelembagaan (perampingan organisasi)
Kebijakan rekruitmen pegawai baru sangat dibatasi

Peningkatan kapasitas pegawai yang ada didorong untuk memiliki kemampuan profesional bidang Kimpraswil 4. Kurang diperhatikannya pemberian imbalan atau penghargaan bagi SDM yang memiliki kontribusi tinggi dalam pencapaian tugas cenderung menurunkan motivasi berprestasi

5. Masih dijumpainya berbagai penyimpangan dalam praktekprektek penyelenggaraan pembangunan bidang Kimpraswil 6. Adanya indikasi timbulnya fanatisme lokal yang menurunkan produktifitas SDM yang tersedia sebagai implikasi kebijakan desentralisasi yang merubah pembagian wewenang, hak, kewajiban dan tanggungjawab pada lapisan pemerintah
7. Masih rendahnya keterlibatan dan dukungan masyarakat terhadap perwujudan optimalisasi peran prasarana dan sarana Kimpraswil 8. Dalam aspek fisik, menuntut kebutuhan SDM yang mempunyai kualifikasi lintas sektor sesuai paradigma pemberdayaan wilayah/daerah

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SDM DI BIDANG KIMPRASWIL


Arah Kebijakan Pengembangan SDM Bidang Kimpraswil bagian dari Upaya Mewujudkan Visi Departemen Dalam aspek administrasi pembangunan, kebijakan dikelompokkan adalah : Kebijakan pembangunan fisik (teknis dan manajemen) fungsional infrastruktur Kimprawil Kebijakan kelembagaan/organisasi
Kebijakan manajemen sumberdaya

Dalam mewujudkan SDM profesional dan berkualitas, ketiga aspek tersebut perlu dicakupi/dikuasai dengan penekanan Penguasaan substansi pokok teknis Kimpraswil Penguasaan kemampuan manajemen Aset Fungsional Kimpraswil Penguasaan operasionalisasi manajemen sumberdaya

Substansi kebijakan tahun 2003 yang perlu dikuasai SDM bidang Kimpraswil 1. Kebijakan membangun dan memelihara prasarana dan sarana pendukung pembangunan ekonomi meliputi : Manajemen Aset Infrastruktur Pengembangan Infrastruktur untuk Pengembangan kawasan Pengembangan Partisipasi Swasta 2. Kebijakan Meningkatkan Penanggulangan Kemiskinan :

Peningkatan Akses Infrastruktur Perdesaan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan dan Kawasan Nelayan Perluasan Lapangan Kerja dan Kesempatan Usaha bidang Konstruksi

3. Kebijakan Meningkatkan Pembangunan Daerah melalui OTODA dan Pemberdayaan Masyarakat, diberikan dengan fasilitas yang mencakup : Peningkatan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat Pemantapan regulasi penyelenggaraan OTODA dan dukungan teknologi Peningkatan kelembagaan dan manajemen Kimpraswil di daerah Pemantapan dan pengembangan sumberdaya manajemen daerah

4. Kebijakan Meningkatkan Penerapan Prinsip-Prinsip Pembangunan Berkelanjutan meliputi : Penerapan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan Keseimbangan Pembangunan Antar Daerah Pembangunan Infrastruktur yang Ramah Lingkungan

Dengan menguasai penjabaran 4 kebijakan tersebut, SDM bidang Kimpraswil diharapkan mampu memenuhi fungsi sebagai SDM yang dapat merumuskan dan melaksanakan berbagai kebijakan tersebut

FOKUS PENGEMBANGAN MANAJEMEN FUNGSIONAL INFRASTRUKTUR KIMPRASWIL


Pengembangan kebijakan infrastruktur Kimpraswil termasuk NSPM dan SPM Pengembangan sistem perencanaan dan pemograman Pengembangan sistem evaluasi kinerja kebijakan maupun program (output/outcome) Peningkatan kualitas pelayanan informasi publik, termasuk investasi publik dan swasta Pengembangan jasa konstruksi terutama ditekankan pada efektifitas pelaksanaan Undang-Undang Jasa Konstruksi mendorong berperannya LPJK

KAJIAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN MENEKANKAN PADA


Jangka pendek sinkronisasi tupoksi dari struktur orgranisasi Dep. Kimpraswil dan jangka menengah/ panjang restrukturisasi dan perampingan organisasi Penataan kelembagaan Kimpraswil di daerah Pemantapan peran Dep. Kimpraswil dalam badan-badan koordinasi Korporitisasi lembaga pelayanan masyarakat Penataan ketatalaksanaan yang transparan dan akuntabel

Pengembangan Manajemen Sumberdaya difokuskan pada :


Penataan Sumberdaya Manusia Pengembangan Sumber dana Pengembangan Manajemen Aset dan Perkantoran Kebijakan Penataan Sumberdaya Manusia difokuskan untuk : Melanjutkan realokasi pegawai dalam rangka OTODA Meningkatkan kemampuan teknis fungsional melalui jalur pendidikan dan pelatihan Pemberdayaan kemitraan Pembinaan karier

Secara lebih spesifik, operasionalisasi kebijakan manajemen SDM bidang Kimpraswil terkait kelembagaan terkait :
Formasi Pengangkatan Penugasan Penilaian Pengembangan Mutasi Penghargaan dan hukuman Pemberhentian

Formasi dimaksudkan agar satuan-satuan organisasi di Dep. Kimpraswil dapat mempunyai jumlah dan mutu SDM yang memadai sesuai dengan beban kerja dan tanggungjawabnya Untuk mewujudkan SDM yang profesional, berwawasan global, netral dari pengaruh partai politik, berpengetahuan luas, berkemampuan tinggi, dan bermoral tinggi dilaksanakan antara lain melalui regenerasi berdasarkan pemenuhan persyaratan kualifikasi tertentu
Penugasan dalam rangka pembinaan dilakukan berdasar norma, standar dan prosedur yang telah ditetapkan dan penugasan-penugasan ke daerah Kebijakan operasional mendorong peningkatan kinerja SDM dilakukan dengan menggunakan perangkat penilaian

Meningkatkan kapasitas SDM yang ada didorong melalui pengembangan berupa pengikutsertaan dalam berbagai DIKLAT Untuk memperoleh komposisi jumlah pegawai seimbang dan proporsional dengan kebutuhan departemen, kebijakan diterapkan berupa mutasi baik ke instansi lain di pusat maupun ke instansi di daerah Penghargaan atas prestasi yang dihasilkan diberikan dalam bentuk kesempatan mengikuti diklat, promosi, serta penugasan lain guna memperluas pengetahuan dan wawasannya SDM memiliki prestasi buruk dikenakan hukuman disiplin ringan, sedang, dan berat Untuk menyeimbangkan riil SDM departemen dilakukan melalui pola pemberhentian karena pensiun/pemberhentian sebelum saatnya pensiun

KEBUTUHAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAHLIAN TEKNIK


LINGKUP Kebijakan pengembangan SDM bidang Kimpraswil memerlukan dukungan penyelenggaraan pendidikan keahlian teknik yang profesional Pendidikan kedinasan profesional diarahkan mengisi ruangruang penguasaan substansi teknis dan manajemen fungsional Kimpraswil dan memahami pula organisasi dan aturan main serta operasionalisasi manajemen sumberdaya sebagaimana telah diuraikan

Kesempatan meningkatkan kemampuan teknis di bidang Kimpraswil perlu terbuka dan pemberian kesempatan yang sama bagi seluruh pegawai

Pendidikan keahlian teknik yang berkembang dengan penyelenggaraan pendidikan teknik profesional kedinasan Program Diploma (D3/D4) serta Program Magister Teknik (S2) diharapkan mampu menyiapkan SDM bidang Kimpraswil sesuai kebutuhan

Sesuai sifat fisik fungsional infrastruktur Kimpraswil dan kebutuhan organisasi, gradasi pendidikan keahlian profesional sudah efektif Magister S2 untuk melakukan fungsi terutama penyiapan dan perumusan kebijakan serta perumusan perencanaan D4 terutama untuk penyusunan program D3 terutama untuk keterampilan pada tingkat operasional

HAKEKAT PROFESIONAL Eksistensi Dep. Kimpraswil di masa datang akan sangat tergantung pada peran yang dimainkan SDM (membangun kemampuan kompetetif mendukung tujuan nasional)

Pendidikan keahlian profesional kedinasan menjadi tumpuan mewujudkan pemahaman secara benar terhadap hakekat profesionalisme, sehingga peserta mampu menjunjung tinggi etika profesi dan menjaga integritasnya
Pendidikan keahlian profesional kedinasan berbasis kompetensi Kompetensi teknis merefleksikan kemampuan melakukan aktivitas, pokok-pokok perlu dikuasai dalam pekerjaan, kemampuan menerapkan keterampilan dan pengetahuan Etika profesi, merupakan salah satu unit kompetensi yang esensial

ISU MEMERLUKAN PERHATIAN DALAM PENGEMBANGAN SDM PROFESIONAL KEDINASAN Pendidikan keahlian profesional kedinasan dikembangkan untuk menghasilkan SDM yang mampu mewujudkan produk konstruksi sesuai aspirasi masyarakat dengan mengedepankan penerapan secara efektif keunggulankeunggulan teknologi baik dalam proses maupun hasil akhir yang dikeluarkan Pengembangan pola pikir berdasarkan pendekatan total quality management untuk menuju kualitas produksi konstruksi dan peningkatan kualitas pelayanan Mampu mengubah budaya dan pola pikir SDM departemen yang berorientasi pada provider menjadi enabler atau fasilitator

Perlu pengembangan pola pikir untuk mengubah kebiasaaan dan pola tindak tidak cermat, menunggu perintah, dan pola tindak, boros dan reaktif, menjadi pola tindak yang responsif, efisien dalam memanfaatkan waktu, concern terhadap biaya, serta berupaya melakukan pemenuhan target secara tepat waktu dan tepat sasaran

Menumbuhkembangkan iklim kondusif penerapan atas norma, standar, pedoman dan manual (NSPM) dab SPM disamping berbagai kebijakan dan regulasi secara taat atas, serta mendorong kemampuan inovatif dan kreatif SDM bidang Kimpraswil

Pola tindak harus memiliki kesesuaian dengan kebijakan penerapan akuntabilitas kinerja yang didorong atas rasa tanggungjawab dan kewajiban kepada masyarakat selaku pengguna atas produk-produk infrastruktur
Akuntabilitas kinerja akan mendorong proses penyempurnaan atas berbagai kebijakan, program, kegiatan secara berkelanjutan melalui evaluasi guna mengetahui sampai sejauhmana hasil, manfaat dan dampak infrastruktur yang dibangun telah dirasakan masyarakat

PENUTUP
Pengembangan SDM faktor kunci dalam pencapaian visi departemen Untuk itu peran pendidikan profesional kedinasan sangat strategis dalam mengarahkan SDM yang menguasai kompetensi teknis dan manajemen prasarana dan sarana fungsional Kimpraswil, dan memahami kelembagaan dan aturan main serta manajemen sumber daya pendukung terutama SDM Secara operasional terus mengembangkan sistem pembelajaran yang didukung kurikulum, standarisasi, tenaga pengajar, serta sarana dan prasarana iklim kemandirian melalui penciptaan kinerja dan kewira-usahaan pengelolaan institusi penyelenggara diklat; pengembangan jejaring kerja dengan institusi pengem-bangan SDM intra maupun inter Dep. Kimpraswil termasuk dengan unitunit pelatihan Pemda dan Luar Negeri

Pusdiktek sebagai institusi pengembangan SDM profesional keahlian teknik bidang Kimpraswil diharapkan mampu menghadapi tantangan untuk secara terus menerus memantapkan kinerja dan kompetensi menghadapi perubahan dan perkembangan situasi dan kondisi yang cepat dewasa ini dan mendatang. Dengan demikian SDM yang dihasilkan Pusdiktek diharapkan mampu menyelenggarakan infrastruktur kimpraswil lebih efisien, efektif, dan memenuhi fasilitas mutu yang disyaratkan.