Asal Mula Waduk Sermo

Pada zaman dahulu didaerah pegunungan yang terletak dibagian barat provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta , tepatnya di kabupaten Kulonprogo terdapat suatu kejadian terbentuknya Waduk Sermo , di Kokap.

Konon , pada zaman dahulu kala ada sebuah kampung indah nan permai diatas pegunungan sewu. Kampung itu aman dan tentram dibawah pemerintahan adipati yang bijaksana. Tak ada permusuhan di masyarakat. Para masyarakat hidup berdampingan satu sama lain.

Mata pencaharian para penduduk kampung itu sebagai petani, berbagai macam palawija dan pertaanian pohonn kelapa. Setiap matahari terbit disebelah timur dan kicauan buurung bernyanyi merdu, terlihat para penduduk menuruni lereng gunung dimana mereka tinggal. Para penduduk berjalan beriringan dan sifat kekeluargaannya sangatlah kental, terlihat keakraban diantara mereka.

Aktifitas itu selalu mereka lakukan setiap harinya karena lading mereka berada dibawah. Para penduduk bercocok tanam didaratan rendah karena dataran tinggi yang mereka tempati adalah daratan tandus sehingga hanya digunakan untuk pemukiman penduduk, tidak cocok untuk pertanian. Ladang yang terletak dilereng gunung itu dialiri sebuah sungai besar yang mengairi seluruh lading penduduk dan persawahan penduduk. Diseebelah ladang penduduk itu terdapat pemakaman dan sebuah perkampungan. Penduduk dari atas gunung dan penduduk kampung lembah itu saling bekerjasama dan membagi aliran sungai secara adil.

Pada suatu ketika, musim kemarau panjang menimpa wilayah tersebut maka terjadilah kelaparan. Banyak tanaman palawija kekeringan, hasil bumi mereka menurun.

Disaat terjadi kekeringan itu muncul inisiatif seorang penduduk dari perkampungan atas gunung. Penduduk tersebut bernama mbah Sastro. Dengan pikiran jeniusnya, mbah Sastro mengusulkan supaya adanya gotong-royong membangun bendungan pada sungai mengalir melewati sawah dan ladang mereka.

Melihat ladang kelapa dan persawahan mbah sastro. terus-menerus berhanti. mbah Sastro mengucap sumpah. Mbah Sastro pun hidup makmur dan berkecukupan. Disaat memperbaiki bendungan . Mereka juga pernah memaki-maki mbah Sastro. Dia bersumpah jika ada orang yang kembali merusak bendungannya maka ia akan mati terkena air bah sungai itu. Rusaknya bendungan itu tak membuat dia marah. ide yang dikemukakan mbah Sastro ditolak semua penduduk. Tapi penduduk masih saja menunggu hujan. mbah Sastro bekerja keras banting tulan membangun bendungan mengairi ladang kelapa dan persawahannya. Tapi terkejutlah mbah Sastro melihat bendungannya rusaak. Penduduk yang tinggal yang tinggal diperkampungan bawah lari menuju pegunungan. menunggu hujan turun dan kemarau berakir adalah pendapat pada penduduk. Selesai memperbaiki bendungan. sawah-sawah dan perkampungan dibagian bawah gunung itu. Selama 1 bulan mbah Sastro membangun bendungan itu. Seperti biasa. Setelah selesai mbah Sastro pun pulang kerumahnya. setiap pagi mbah Sastro pergi kesawah dan ladang kelapanya untuk merawat serta memanen kelapa yang ada. Mereka beranggapan semangat mbah Sastro membangun bendungan hanya akan menghabis-habiskan waktu dan tenaga saja. Ia pun mulai geram. Pemakaman jjuga terkena air bah itu. Hari berganti hari. pada tengah malam terdengar suara air bah dasyat mengguyur wilayah ladang kelapa. Penduduk berpendapat supaya jangan menyianyiakan tenaga dan waktu. bulan berganti bulan. Sungai yang melintasi ladang dan sawah mulai surut seiring berjalannya waktu. Dengan tekat bulat.Tapi sayang. Mbah Sastro dikejutkan kembali saat dai kembali keladang. dilihatnya bendungan yang sudah ia perbaiki kembali rusak. para penduduk iri akan kesuburan dan hasil pertanian mbah Sastro. mbah Sastro kembali pulang. Denagn peluh menetes membasahi tubuhnya. dia membenahi bendungannya. . Kekeringan yang terjadi semakin parah. Tak disangka.

Istana itu hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu saja.Semua penduduk selamat kecuali seseorang bernama mbah Sermo. Dan tepat diatas pemakaman yang terkubur oleh air waduk terdapat istana gaib. Di tulis ulang oleh Megan Prio Nugroho . pemakaman. Sejak saat itulah bendungan yang berubah menjadi waduk dinamakan Waduk Sermo. serta sawah ladang penduduk. mbah Sermo mati terkubur air bah dasyat bersama perkampungan bawah.