Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS ILMU KESEHATAN ANAK TUBERKULOSIS PARU

Disusun oleh : I Gusti Ayu Dian Ratnasari, S.Ked 07700078 Dokter Pembimbing : dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A dr. B.Gebyar Tri Baskoro, Sp.A dr. Ramzi Syamlan, Sp.A Disusun untuk melaksanakan tugas Kepanitraan Klinik Madya SMF Ilmu Kesehatan Anak di RSUD dr. Soebandi Jember

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2011

LAPORAN KASUS ILMU KESEHATAN ANAK NAMA : I Gusti Ayu Dian Ratnasari NIM : 07700078 I. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis Kelamin Agama Alamat Tgl MRS Tgl Pemeriksaan : An.T : 4 tahun : Laki-laki : Kristen : jalan slamet riyadi no 14 rt 3/rw 5 : 1 Desember 2011 : 6 Desember 2011

Nama Ayah Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku

: Tn. R : 45 tahun : SMA : Wiraswata : Katolik : Jawa

Nama Ibu Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku

: Ny. S : 40 tahun : SMP : Ibu Rumah Tangga : Katolik : Jawa

II. ANAMNESIS Heteroanamnesa dilakukan pada ayah dan ibu pasien pada tanggal 6 Desember 2011. A. Riwayat Penyakit 1. Keluhan Utama Batuk dan pembengkakan disiku tangan

2. Riwayat Penyakit Sekarang 9 hari SMRS Pasien batuk, terdapat dahak berwarna putih kental, batuknya sering, tidak ada darah, ada sesak, tidak pilek, terdapat demam yg dirasa oleh ibu pasien sumersumer, terdapat pembengkakkan di kedua siku tangan, 5cm, warna kemerahan dan nyeri apabila dipegang,dan digerakkan 7 hari SMRS Pasien masih batuk dan terdapat dahak berwarna putih kental,masih terdapat demam, pasien memeriksakan diri ke RS bina sehat sehingga dianjurkan untuk rawat inap selama 7 hari dan didiagnosis sakit paru, telah dilakukan transfusi PRC 1 kolf(Hb 10,8) dan foto rontgen SMRS Selama dirawat inap pasien tidak ada perbaikan keadaan, masih tetap batuk dan terdapat dahak berwarna putih kental, bengkak di tangan juga belum sembuh,demam sumer-sumer,terdapat sesak, tidak ada pilek, tidak mual dan tidak muntah,pasien menjadi lebih rewel, nafsu makan mulai menurun badan pasien makin lemah sehingga pasien dirujuk ke RSD dr, soebandi

3. Riwayat Penyakit Dahulu Pada bulan maret 2011, pasien sering demam, ibu pasien mengatakan demamnya sering naik turun, ada batuk, tidak ada sesak, tidak pilek,tidak kejang, tidak muntah dan mual, dipiksa ke dr.Harno, mendapat obat puyer 3x sehari selama seminggu namun keadaan pasien tidak membaik dan pasien semakin lemah. Pasien akhirnya dirawat di RS Bina sehat selama 14 hari dan didiagnosis kekurangan darah(Hb 10,5) dan ditansfusi darah merah 2 kantong. Setelah itu muncul bula disiku kiri pasien yang

makin lama makin membesar kemudian pecah dan berisi nanah sehingga terlihat tulang, lalu bula juga muncul disiku kanan sejak 1 buakn yll dan 6 bulan yll pasien tidak bias berjalan 2 tahun yll pasien pernah batuk lama selama sebulan lalu diberi obat oleh dokter di RS bali kemudian sembuh

4. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat batuk lama disangkal

5. Riwayat Pemberian Obat Transfusi PRC nebulizer 6. Silsilah Keluarga 75 th 66 th 70 th 65 th

48 th

45 th

40 th

43 th

40 th

15 th

13 th

10 th

4 th

= Laki-Laki

= Perempuan

= Pasien

B. Riwayat Pribadi 1. Riwayat Kehamilan dan Persalinan

- Riwayat Kehamilan Merupakan anak ke 4 dari ibu berusia 35 tahun dan tidak ada riwayat keguguran, ibu memeriksakan kehamilannya ke bidan secara rutin setiap bulan sejak kehamilan usia 2 bulan, Selama kehamilan ibu tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi serta tidak mengalami pembangkakkan dikaki. Selama hamil ibu tidak pernah demam,muntah berlebih, perdarahan melalui jalan lahir, batuk, kejang dan sakit kuning. Ibu tidak pernah minum obat selama hamil, ibu pernah mendapat imunisasi TT, ibu tidak mengkonsumsi jamu, ibu tidak merokok dan tidak minum minuman yang mengandung alkohol. Ibu lupa penambahan berat selama hamil - Riwayat Persalinan Pasien lahir dari ibu G4P3A0, dilahirkan spontan dibantu oleh bidan dirumah, pada usia kehamilan 9 bulan, lahie langsung menangis, ketuban berwarna jernih,kepala lahir duluan, babadan bayi 4200 gram

2. -

Riwayat Pemberian makanan 0-6 bulan : ASI eksklusif 6 bulan 1 tahun : ASI ekslusif, bubur halus ( nasi tim yang duhaluskan dengan sayur dan lauk tempe, tahu,ikan dan ayam jarang) 2 kali sehari, kadang dihabiskan kadang tidak 1 tahun 2 tahun : ASI ekslusif, menu keluarga( nasi dengan lauk tempe/tahu,telor goring/ayam) 3 kali sehari dihabiskan

3. -

Riwayat Tumbuh Kembang Motorik Kasar

Mengangkat kepala : 2 bulan Tengkurap : 3 bulan Merangkak dan duduk : 7 bulan Berdiri sendiri : 9 bulan Jalan : 10 bulan Melompat : 2 tahun Motorik Halus

Tertawa : 3 bulan Memegang benda : 3 bulan Menggambar : 1 tahun Mulai makan sendiri : 1 tahun Bermain dngn anak lain : 2 tahun Bicara

Bicara tidak jelas : 9 bulan Menirukan kata-kata : 1 tahun Mulai panggil ibu : 1 tahun Mulai bercerita : 2 tahun Menyebut nama lengkap anak : 3 tahun Sosial dan kemandirian

Melambaikan tangan : 11 bulan Bermain dengan anak seusia : 2 tahun Berpakaian sendiri : 3 tahun Berani BAB/BAK sendiri : 3 tahun

4. BCG DPT POLIO Campak Hepatitis B

Riwayat Imunisasi : (+) : (+) : (+) : (+) : (+)

5. -

Riwayat Sosial Ekonomi dan Lingkungan Sosial ekonomi Ayah bekerja sebagai pengusaha perkebunan buah dan ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan perbulan lebih kurang 5.000.000,- untuk menghidupi 4 orang

Lingkungan Pasien tinggal dengan orang tua dan 3 kakak kandungnya, ukuran rumah 15m2x 10m2x 6m2, terdiri dari 4 kamar tidur dengan ukuran 3m2x4m2. Memiliki 2 buah jendela, dinding permanen dari tembok, lantai semen dengan keramik, atap genteng, ventilasi dan pencahayaan baik, sumber air minum dari gallon, kamar mandi/WC dirumah. Rumah berdekatan dengan tetangga, dirumah menggunakan bahan bakar kompor yaitu LPG.

6.

Anamnesis Sistem

Sistem serebrospinal : tidak ada kejang, tidak ada pusing, tidak ada nyeri kepala dan tidak ada penurunan kesadaran System kardiovaskular : tidak berdebar-debar System pernafasan : batuk berdahak, sesak nafas, tidak ada pernafasan cuping hidung Sistem gastrointestinal : tidak mual, tidak muntah, nafsu makan baik Sistem urogenital : BAK lancer dan tidak nyeri, tidak ada daran dan lendir

System intergumentum : turgor kulit normal, tidak ada bengkak, tidak kuning, tidak bintik-bintik merah System musculoskeletal : tidak ada odema, terdapat pembengkakan pada siku tangan kanan dan diri,terdapat nyeri tekan,massa pada os fibula dextra III. PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan pada tanggal 6 Desember 2011 A. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan umum : lemah 2. Kesadaran : compos mentis

3. Tanda Vital Nadi : 152 x/ mnt RR : 68 x/mnt Suhu : 37,8c Waktu pengisian kapiler : < 2 detik
4. Status Gizi berdasarkan WHO NHCS yaitu indeks berat badan menurut

umur, anak usia 4 tahun adalah : BB sekarang BB Ideal Status Gizi : 11 kg : 16 kg : BBS/BBI = 69%

5. Kulit : turgor kulit normal, tidak ada ptekie, impetigo pada wajah 6. Kelenjar Limfe : terdapat pembesaran kelenjar getah bening pada mandibula

dextra dan sinistra, terdapat nyeri tekan


7. Otot : tidak ada atrofi otot dam tidak ada nyeri 8. Tulang : terdapat massa pada os fibula dextra 1 tahun dan terdapat nyeri

tekan
9. Sendi : terdapat tanda-tanda peradangan pada siku tangan kanan dan kiri

B. Pemeriksaan Khusus 1. Kepala


a. Bentuk : normocephal b. Rambut : hitam , ikal c. Ubun-ubun : menutup d. Mata : konjungtiva tidak anemia, sclera tidak ikterik, mata tidak cowong,

ada edem palpebra


e. Hidung : tidak ada sekret, tidak ada perdarahan, tidak ada nafas cuping

hidung
f. Telinga : tidak ada sekret, tidak ada perdarahan g. Mulut : tidak ada sianosis, tidak pucat, mukosa mulut basah h. Lidah : tidak kotor, dalam batas normal i. Tenggorokan : tidak hiperemis, tidak ada pembesaran tonsil

2. Leher
a. Bentuk : simetris b. Kelenjar Getah Bening : terdapat pembesaran pada madibula dextra san

sinistra dengan ukuran 2 cm


c. Kaku Kuduk : tidak ada

3. Dada
a. Jantung

Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak Palpasi : iktus kordis tidak teraba Perkusi : redup Auskultasi : S1S2 tunggal, regular, tidak ada suara tambahan b. Paru DEXTRA SINISTRA

ANTERIOR

I = simeris, terdapat retraksi

I = simetris, terdapat retraksi

P = tidak ada ketertinggalan P= tidak ada ketertinggalan gerak gerak P= sonor P= sonor

A= Vesikuler, terdapat A= Vesikuler, terdapat wheezing, terdapat rhonki wheezing, terdapat rhonki POSTERIOR I = simeris, terdapat retraksi I = simeris, retraksi terdapat ada

P = tidak ada ketertinggalan P = tidak gerak ketertinggalan gerak P= sonor P= sonor

A= Vesikuler, terdapat A= Vesikuler, terdapat wheezing, terdapat rhonki wheezing, terdapat rhonki

4. Perut Inspeksi : cembung, distanded Auskultasi : bising usus (+) normal Palpasi : soepel Perkusi : timpani 5. Anogenital Anus : dalam batas normal Genital : Jenis kelamin laki-laki

6. Ekstremitas

Superior : akral hangat +/+, edema +/+, terdapat peradangan dan abses pada elbow sinistra dan dextra Inferior : akral hangat +/+, edema +/+, terdapat massa pada os fibula dextra 3 cm dan terdapat nyeri tekan

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemerksaan laboratorium tanggal 30 -11-2011 Hematologi hematologi leukosit Hitung jenis 15,2 8,3 -/-/-/54/34/12 Normal 13,4-17,7 gr/dL 4,3-10,3 x 109/L 0-4/0-1/3-5/54-62/25-33/3-5 Eos/bas/stab/seg/lim/mono hematokrit trombosit LED 47,6 629 Sampel kering 38-42% 150- 450x 103/ L 0-15mm/jam

Pemeriksaan PA tanggal 2-12-2011 Diagnosa patoligi : R. elbow D et S, FNA : abses, sendrung suatu osteomyelitis supuratif dengan pembentukan fistula ke kulit

Hasil radiologi

Kesan : Paru : susp KP Jantung : besar normal

Tes tuberculin Tes tuberkkulin cara matoux tanggal 3-12-2011 dibaca tanggal 6-12-2011 menunjukan hasil positif yaitu 10 mm

V. RESUME Anamnesis Pasien laki-laki berumur 4 tahun dating dengan keluhan utama batuk dan bengkak pada siku tangan kiri dan kanan,batuknya berdahak putih dan tidak sembuh dari 9 yll, dan bengkak pada tangan sudah lama. Sempat diopname di RS Bina sehat dan ditransfusi PRC dikarenakan saat itu Hbnya 10,9. Tetapi penyakitnya tidak kunjung sembuh setelah itu siku kanan bengkak terlehih dahulu lalu dilajnutkan siku yg kiri ,2 tahun yll pasien pernah sakit batuk lama selama 1 bulan lalu diberi obat oleh dokter di rs bali lalu sembuh. 2 tahun yll pasien pernah batuk lama selama sebulan. Lalu pada bulan maret pasien pernah batuk lama dan diberobat oleh dr harno pengobatan selama seminggu tetapi batuk tidak kunjung sembuh.

Pemeriksaan fisik Keadaan umum : lemah Kesadaran umum : composmentis Tanda Utama : batuk Inspeksi = simeris, terdapat retraksi Palpasi = tidak ada ketertinggalan gerak Perkusi = sonor Auskultasi = Vesikuler, wheezing, terdapat rhonki terdapat Paru :

Pemeriksaan penunjang Darah Rutin : dalam batas normal Pemeriksaan PA : R. elbow D et S, FNA : abses, sendrung suatu osteomyelitis supuratif dengan pembentukan fistula ke kulit

Skor TB Riwayat Kontak : 0 Uji tuberculin : 3 Berat badan/keadaan gizi : 1 Demam : 1 Batuk : 1 Pembengkakan tulang/sendi : 1 Foto rontgen dada : 1 Jumlah = 8

VI. MASALAH DAN DIAGNOSIS Tuberkulosis paru dan osteomyelitis

VII. PENATALAKSANAAN

Terapi suportif Cairan :

Keburuhan cairan harian : BB 11 kg80-85cc/kgBB/hari 80-85ccc/kgBB/hari x 11 kg = 880- 935 cc/kgBB/hari

Jenis cairan : D5 NS Jumlah tetes permenit : 10 tpm

Nutrisi Kebutuhan kalori : 1050 kkal/hari Keburuhan protein : 19,8 gram/hari

Terapi Medikamentosa Pirazinamid 150mg pulvus 2x 1 bungkus Rifampisin 150 mg Isoniasid 100mg B6 10 mg Ethambuthol 200mg Ambroxol sirup 3x cth Pulvus 1 x 1 bungkus

VIII. PROGNOSIS Dubia Ad Bonam

PR LAPSUS 1. Bagaimana cara kultur dahak pada anak-anak dan dewasa? Uji bakteriologi yang umum dilakukan adalah melalui pemeriksaan sampel dahak (tes dahak atau sputum test). Bila ditemukan adanya bakteri TB di dalam 2 sampel dari 3 sampel dahak seseorang, berarti orang tersebut dikatakan positif mengidap TBC paru aktif. Pendambilan sampel dilakukan secara SPS, maksudnya Sewaktu kunjungan pertama, esok Paginya, dan Sewaktu kunjungan berikut (kedua). Selain diperiksa melalui mikroskop, sampel dahak juga dapat diperiksa dengan cara dibiakkan dalam medium tertentu (tes kultur dahak). Tetapi tes ini memakan waktu yang lama, sementara tes dahak yang biasa hanya memakan waktu beberapa jam saja untuk mendapatkan hasilnya. Namun tes dahak sangat sulit dilakukan pada anak-anak, karena mereka cenderung menelan dahaknya. Kalaupun ingin melakukan pemeriksaan mikroskopis BTA pada anak, caranya dengan menggunakan bilasan lambung anak. Tetapi cara ini dinilai menyakitkan bagi anak, sehingga tidak digunakan untuk deteksi dini. Bagi anak yang sudah mampu mengeluarkan dahaknya, maka tes dahak menjadi satu keharusan. 2. Bagaimana bias pada foto thorax terdapat gambaran hilus membesar? Ketika Mycobacterium tuberculosis masuk pada paru-paru, hal ini akan menginisiasi sistem imun non-spesifik melalui sel efektor makrofag alveolar. Hal ini akan menimbulkan TB Paru primer. Dan kerentanan seseorang akan infeksi Mycobacterium tuberculosis ditentukan oleh beberapa faktor, seperti status imun seseorang dan genetik.

Pada beberapa orang dengan gen NRAMP-1 (Natural Resistance associated macrophage protein-1), akan memudahkan seseorang untuk terinfeksi dan menyulitkan terapi. Bakteri ini bermultiplikasi secara intraseluler di dalam Makrofag jika sel imun tidak dapat menghancurkan atau tidak dapat menginhibisi bakteri tersebut. Proses ini terjadi secara berulang-ulang, dan pada akhirnya akan memasuki kelenjar limfe regional dan berlanjut pada kelenjar limfe hilus dan menyebabkan limfadenopati daerah hilus. 3. Mengapa bias terbentuk scar pada daerah suntikan BGC ? Itu merupakan reaksi tubuh terhadap vaksin yg merubakan bakteri yang dilemahkan. 1-2 minggu setelah penyuntikan akan timbul benjolan kecil yang teraba keras dan berubah menjadi pustule, lalu pecah dan membentuk ulkus yang akan sembuh dalam 8-12 minggu dan akan terbentuk jaringan parut yaitu scar