Manajemen Perdarahan pada Multiple Fraktur • Fraktur pELVIS cedera yang membahayakan jiwa  15–30% pasien tidak stabil secara hemodinamik angka kematian 6-35% pada fraktur pelvis yg berkekuatan-tinggi. • evaluasi yang efisien dan intervensi yang cepat multidisiplin .

ANATOMI .

.

kepala. • 60-80% cedera muskuloskeletal • 12% cedera urogenital • 8% pleksus lumbosacralis .EVALUASI PASIEN • jarang terjadi sebagai cedera tersendiri  cedera abdomen. dan toraks.

dan tube torakostomi • Intraabdomen FAST • Fraktur Pelvis  CT scan  CT angiografi . radiografi dada.• Hipotensi  syok hipovolemik  satu lokasi perdarahan atau kombinasi • Intratorakal  Px fisik.

Volume darah 7% dr BB 4900 ml pada pasien dgn BB 70 kg (155 lb) .

• fraktur pelvisjarang sbg penyebab satu2nya syok hipovolemikstabilisasi pelvis sementara slm evaluasi dan resusitasi awal .

shear vertikal (VS).SISTEM KLASIFIKASI DAN NILAI PROGNOSTIK anterior-posterior (APC). dan mekanisme kombinasi (CM) . kompresi lateral (LC).

METODE PENATALAKSANAAN • Military Antishock Trousers (MAST) • Sheet Pelvis • Fiksasi Eksternal Fiksasi Eksternal Anterior Standar C-Clamp • Angiografi • Balutan Pelvis • Resusitasi Cairan .

ALGORITMA PENGOBATAN DAN ANGKA KETAHANAN HIDUP .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful