Anda di halaman 1dari 3

MODEL DAN STRUKTUR P3B

Pendahuluan : Istilah baku P3B 1.DTA : Double Tax Agreement 2.DTC : Double Tax Convention 3.Tax Treaty : perjanjian internasional yang disepakati antar negara dan dibuat sesuai dengan hukum internasional 4.P3B : Persetujuan antara 2 negara atau lebih dengan membagi hak untuk mengenakan pajak atas penghasilan yang berasal dari suatu negara yang diperoleh penduduk negara lain(IBFD)

Model P3B : 1.UN Model 2.OECD Model Struktur P3B-OECD Model Ketentuan dalam P3B dapat dikelompokkan menjadi 1.Ruang Lingkup(Scope) 2.Definisi 3.Substansi (pembagian hak pemajakan atas penghasilan 4.Anti Penghindaran Pajak 5.Metode menghilangkan Pajak Berganda 6.Lain-lain Struktur Pasal-pasal P3B-OECD Model 1.Personal Scope (Scope) 2.Taxes Covered (Scope) 3.General Definitions (Definisi) 4.Resident (Definisi) 5.Permanent Establisment (Definisi) 6.Immovable Property (Substansi) 7.Business Proft (Substansi) 8.Shipping (Substansi) 9.Associated Enterprise (Anti Avoidance) 10.Dividend (Substansi) 11.Interest (Substansi) 12.Royalties (Substansi) 13.Capital Gain(Substansi) 14.Independent Personal Service(Substansi) 15.Dependent Personal Service(Substansi) 16.Director(Substansi)

17.Artistes and Sportsmen(Substansi) 18.Pensions(Substansi) 19.Government Services(Substansi) 20.Students(Substansi) 21.Other Income(Substansi) 22.Capital (Substansi) 23.Elimination of Double Taxation 24.Non Discrimination(LAin-lain)) 25.MAP (metode mneghilangkan pajak berganda) 26.Exchange of Information (Anti Avoidance) 27.Diplomats (Lain-lain) 28.Territorial Extension (Lain-lain) 29.Entry into force (Scope) 30.Termination (Scope)

Menghilangakan Pajak Berganda dalam P3B 1.Tie Breaker Rules untuk kasus Dual Residence Pasal 4 P3B 2.Pembagian hak pemajakan(DItributive Rules) Pasal 6 s/d 21/22 P3B 3.Corresponding Adjustment untuk Transfer Pricing Pasal 9 4.Penentuan metode pneghilangan pajak berganda Pasal 23 5.MAP Pasal 25

Distributive Rules dalam P3B A.Penentuan jenis penghasilan 1.Aktifitas : Pertanian dan kehutanan(pasal 6), aktifitas bisnis(pasal 7), Independent/dependent personal services(pasal 14/15) 2.Harta atau hubungan Kontraktual : Harta tidak tetap(pasal 6), Dividen(pasal 10, Bunga(pasal 11), Royalti(pasal 12 3.Pengalihan Harta : Capital Gains(pasal 13) 4.Lain-lain : Hubungan Istimewa(pasal 9), students(pasal 20), Other Income(pasal 21)

B.Penentuan sumber penghasilan 1.Immovable Property : dimana harta berada 2.Laba usaha dan jasa profesional : BUT 3.Transportasi udara dan Pengoperasian Kapal : Tempat manajemen efektif 4.Dividen, bunga, penghasilan direktur : Negara tempat membayar penghasilan

5.Pekerjaan, artis, Olahrgawan : tempat pekerjaan dilaksanakan 6.Gaji dari pemerintah dan pensiun : Negara tempat membayarkan penghasilan 7.Penghasilan lain-lain : negara residen

C.Penentuan Hak pemajakan 1.Negara sumber tidak boleh mengenakan pajak 2.Negara sumber dapat mengenakan pajak tanpa dibatasi 3.Negara sumber dapat mengenakan pajak namun dibatasi