P. 1
Rumah Sakit Pertama di Indonesia

Rumah Sakit Pertama di Indonesia

|Views: 606|Likes:
Dipublikasikan oleh PERDHAKI
Rumah Sakit Pertama di Indonesia. Ditulis oleh: Drs. Yos E. Hudyono, Apt., Ketua badan Pengurus Perdhaki periode 1990 – 1995
Rumah Sakit Pertama di Indonesia. Ditulis oleh: Drs. Yos E. Hudyono, Apt., Ketua badan Pengurus Perdhaki periode 1990 – 1995

More info:

Categories:Types, Research
Published by: PERDHAKI on Mar 20, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

RUMAH SAKIT PERTAMA DI INDONESIA

Yos.E.Hudyono* Pernahkah anda bertanya dalam diri anda sendiri mengenai rumah sakit (RS) pertama di Indonesia ini dibangun di mana? Siapa yang membangun ? Dan kapan? Keinginan tahu ini sudah lama berkecamuk di dalam benak saya sejak menjadi pengurus Perdhaki di tahun 1972 yang lalu. Apakah itu sebuah RS Protestan? Mungkin karena mereka lebih awal berkarya jadi jelas bukan RS Katolik. Ataukah sebuah RS lain seperti RS yang dibangun oleh masyarakat Cina di Jakarta, atau masyarakat Muslim di Jakarta? Sebab terdapat fakta sejarah yang mengungkapkan bahwa mereka pernah membangun rumah sakit untuk masyarakat mereka sendiri, yaitu di zaman “Vereenigde Oost - Indische Compagnie” (VOC) pada abad ke XVIII. Namun bukan merekalah yang pertama dan apakah itu sebuah RS atau sebuah rumah perawatan dan siapa tenaga medisnya? Rumah sakit pertama ternyata dibangun oleh VOC dan rumah sakit ini dibangun di Batavia yang pada saat itu luas kotanya adalah 900 x 1300 meter dan berada di tiga kelurahan di Jakarta Kota. Rumah sakit ini dibangun di belahan kota di bagian Timur Kali Besar (Ciliwung). Bagian ini adalah bagian kota yang pertama dibangun diawali dari utara, mulai dari pembangunan Gudang yang bernama Nassau (1613) dan Mauritius (1617) kini lokasinya berada antara jalan (jl.) Tongkol dan Kali Besar yang mengalir ke arah pelabuhan Sunda Kelapa. Ujung kota belahan Timur ini berakhir di Setasiun Kereta Api “BeOS” di kota. Namun rumah sakit ini dibangun di sisi sungai Kali Besar yaitu di jl. Kali Besar Timur dan di utara di batasi dengan jl. Bank (Museum Bank Mandiri). Dahulu jl. Ini disebut sebagai Ziekenhuis straat yang di ujungnya ada jembatan Rumah Sakit dan berbelok ke kiri ke Kleine Poort atau kini dikenal dengan Pintu Kecil. Lokasi RS yang luas dengan kebun yang luas ini berada di lahan Museum Bank Indonesia hingga ke Museum Bank Mandiri. Di rumah sakit itu ada seorang dokter yang dikenal dengan “Chirugyn” yang berpraktek di bangunan yang sejajar dengan jl. Rumah Sakit tersebut, sedangkan Apoteker bekerja di sebelah selatan verband kamer di sisi yang dekat Kali Besar. Secara resmi RS ini melayani karyawan VOC, khususnya tentara mereka, awak kapal dan karyawan VOC dan diberi nama “ VOC binnen Ziekenhuis “. Pada tahun 1937 ada sebuah gambar yang menunjukkan sisa bangunan Rumah Sakit pertama tersebut. *Drs. Yos E. Hudyono, Apt., Ketua badan Pengurus Perdhaki periode 1990 – 1995.

Tanda bintang merah pada gambar tersebut adalah bangunan bata kuno yang merupakan sisa dari bangunan RS pertama di Indonesia. RS ini pindah pada tahun 1801 di daerah yang sekarang ditempati Masjid besar Istiqal. Sebelumnya merupakan kompleks Citadel. Berikut ini adalah sebuah peta lama pada masa VOC, yang menggambarkan posisi RS yang berada di ujung selatan dari kota di belahan Timur Kali Besar, dan berada di antara Bastion Holandia dan Bastion Grimbergen. Terlihat saluran – saluran air yang berada di luar Dinding Kota maupun saluran – saluran air yang berada di dalam kota yang berfungsi sebagai sarana untuk berperahu yang merupakan sarana utama transportasi pada saat itu. Jakarta memang memiliki lebih banyak saluran air sebagai sarana untuk menggunakan alat transportasi perahu. Semoga informasi ini bermanfaat dalam mengawali sejarah rumah sakit I Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->