Anda di halaman 1dari 83

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, perguruan tinggi sebagai salah satu penyedia tenaga kerja, dituntut untuk meningkatkan metode pengajaran dan pendidikan demi mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.Untuk itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sebagai salah satu institusi (perguruan tinggi) di Indonesia yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi memberi kesempatan bagi mahasiswanya untuk mengembangkan diri agar mampu menyesuiakan dirinya sesuai dengan perkembangan dan tuntutan dunia industri sekarang ini. Sejalan dengan upaya tersebut, maka ITS memasukkan program kerja praktek dalam kurikulum yang wajib diselesaikan oleh mahasiswanya. Dalam program kerja praktek tersebut, mahasiswa dituntut untuk belajar secara langsung dengan pekerjaan yang ada di lapangan agar dapat mengembangkan diri dengan memperluas wawasannya. Selain itu, mahasiswa juga dituntut memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menerapkan ilmu yang dimilikinya selama berada di perkuliahan, agar ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dapat berkembang dengan mengetahui masalah yang akan dihadapi di lapangan nantinya. Pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang dunia kerja yang berkaitan dengan dunia industri sangat diperlukan sehubungan dengan kondisi negara Indonesia yang merupakan salah satu negara berkembang, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi akan diaplikasikan oleh industri terlebih dulu. Untuk itu mahasiswa diharapkan sebagai calon output dari sebuah perguruan tinggi akan lebih mengenal perkembangan industri terlebih dahulu sebelum masuk ke dalamnya. Pemahaman tentang permasalahan di dunia industri akan banyak diharapkan dapat menunjang pengetahuan secara teoritis yang didapat dari materi perkuliahan, sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era globalisasi. Atas dasar pemikiran tersebut, kerja praktek menjadi salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa S-1 Teknik Elektro ITS. Dengan syarat kelulusan yang ditetapkan, mata kuliah kerja praktek telah menjadi salah satu pendorong utama bagi setiap mahasiswa untuk mengenal kondisi di lapangan kerja dan untuk melihat

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

keselarasan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan aplikasi praktis di dunia kerja. 1.2 Tujuan Kerja Praktek Tujuan pelaksanaan kerja praktek : I.2.1 Umum 1. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi ilmunya di dunia industri pada umumnya serta mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh. 2. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan kontribusinya pada sistem pendidikan nasional. 3. Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan profesi melalui penerapan ilmu, latihan kerja, dan pengamatan teknik yang dilakukan di PABRIK PRODUK BETON PASURUAN PT. WIJAYA KARYA BETON. 4. Memahami dan mengetahui sistem kerja di dunia usaha sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh. 5. Mengetahui proses produksi beton secara umum 6. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna keluarannya. I.2.2 Khusus 1) Untuk mengetahui desain sistem kendali pada PABRIK PRODUK BETON PASURUAN PT. WIJAYA KARYA BETON yang meliputi : a) Pemahaman Konsep Dasar serta pengoperasian PLC yang digunakan. b) Perancangan Human Machine Interface. c) Jaringan komunikasi data. 2) Mengetahui Penggunaan Sensor dan Tranduser Sistem Pengawasan dan Otomasi Industri pada PABRIK PRODUK BETON PASURUAN PT. WIJAYA KARYA BETON 3) Mempelajari manajemen perawatan khususnya pada instrument maintence alat-alat produksi 4) Memahami pentingnya kedisiplinan dan keselamatan kerja dalam dunia kerja khususnya pada industri Produksi beton.

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

1.3

Waktu dan Tempat Kerja Praktek Tempat pelaksanaan kerja praktek adalah di PABRIK PRODUK BETON PASURUAN PT. WIJAYA KARYA BETON. Adapun pelaksanaan kerja praktek ini berlangsung pada tanggal 15 Januari 2012 11 Februari 2012. 1.4 Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kerja praktek ini antara lain sebagai berikut: a) Pengamatan langsung terhadap kegiatan kerja di PABRIK PRODUK BETON PASURUAN PT. WIJAYA KARYA BETON, khususnya mengenai objek-objek yang berkaitan dengan bidang kerja yang diambil. b) Wawancara dan diskusi dengan pembimbing, staf, dan karyawan. c) Studi literature dengan mempelajari teori - teori yang ada pada buku penunjang Maintenance, file file presentasi dan artikel artikel dari internet. 1.5 Sistematika Penulisan Laporan kerja praktek ini terdiri atas lima bab dengan rincian sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab I Membahas mengenai latar belakang, ruang lingkup masalah, tujuan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN Bab II Berisi tentang profil singkat PABRIK PRODUK BETON PASURUAN PT. WIJAYA KARYA BETON BAB III TINJAUAN PUSTAKA Bab III Berisi sekilas tentang Proses pembuatan produk beton dan penggunaan alat alat terkait. BAB IV DESAIN SISTEM KENDALI DAN INSTRUMENTASI Bab IV membahas tentang berbagai project yang ditugaskan terkait dengan Desain Sistem Kendali dan Instrumentasi pada Pabrik Produk Beton PT. Wijayakarya Beton.

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

BAB V KESIMPULAN Bab V berisi tentang kesimpulan dari kerja praktek.

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT. WIJAYA KARYA BETON. PT Wijaya Karya Beton (WIKA BETON) adalah salah satu dari anak perusahaan PT Wijaya Karya (WIKA) yang telah berdiri sejak 11 Maret 1997, anak perusahaan ini merupakan perluasan WIKA di bidang industri beton pracetak. WIKA telah memulai konsentrasi pada industri beton pracetak di tahun 1977 dengan mengembangkan produk beton pracetak untuk teras perumahan. Sejak saat itu, WIKA bertekad mempertahankan pengembangan produk tersebut untuk mengantisipasi adanya pengembangan perencanaan dan datangnya proyek-proyek infrastuktur lain. Pengembangan produk tersebut telah menciptakan beberapa hasil seperti tiang beton untuk jalur pendistribusian energi dan bantalan beton pracetak serta produk lainnya seperti bantalan, bantalan rel kereta api, produk beton untuk jembatan, pipa, dinding penahan tanah dan bangunan gedung dan perumahan yang diimplementasikan untuk berbagai macam proyek. Produk-produk ini dihasilkan pada waktu yang tepat dan diprediksikan akan menjadi produk pemimpin di pasaran. Terlepas dari usaha keras dalam pengembangan produk, WIKA juga melanjutkan pengembangan produk-produk infrastruktur dengan menambah jumlah pabrik di beberapa lokasi. Kini, WIKA BETON telah memiliki 7 pabrik di seluruh Indonesia, seperti di Sumatera Utara, Lampung, Bogor, Majalengka, Boyolali, Pasuruan dan Sulawesi Selatan. Didukung dengan kepemilikan pabrik sendiri, produk yang bervariasi seperti halnya manajemen yang profesional, WIKA BETON telah menjadi penghasil utama dan pemimpin dalam industri beton pracetak di Indonesia. Dalam hal konsistensi jaminan kualitas, WIKA BETON telah melaksanakan Quality Management Sistem yang selaras dengan ISO 9000. 2.2. Identitas Perusahaan. Nama Perusahaan :PT.Wijaya Karya Beton Nama Pabrik :Pabrik Produk Beton Pasuruan PT.Wijaya Karya Beton Jenis Badan Hukum :PT (Perseroan Terbatas) Alamat Perusahaan :Jl Raya Kejapanan No.323 Gempol Pasuruan Nomor Telepon : (0343)852130 Nomor Fax. : (0343)851480

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Status Permodalan Bidang Usaha 2.3. Struktur Organisasi.

: BUMN : Produk Beton

Struktur Organisasi Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton adalah sebagai berikut.
MANAJER PABRIK Khusnul Hakim

SEKSI TEKNIK DAN MUTU Kasi : Alwin Sawytra P., S.T. Asst. : Gustowo Suprayugi, S.T.

SEKSI PRODUKSI

Kasi : - Ir. Bima Anuesanto - Husridal

SEKSI PERENC.& EV. PRODUKSI Kasi : Syarifudin Syampera Asst. : -

Asst. : 1. Siyono 2. Supono

SEKSI PERALATAN Kasi : Eko Sumantri Asst. : - Erick F.Panjaitan, S.T. - Moestofa AR

SEKSI KEUANGAN & PERSONALIA Kasi : Soegeng Prajitno Asst. : -

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Pabrik Produk Beton Pasuruan

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

2.4. Kegiatan Usaha. PT. Wijaya Karya Beton pada awalnya adalah Divisi produk beton pada tahun 1997, WIKA Beton memenuhi kebutuhan pelanggan, selain Tiang Listrik prategang berpenampang H dikembangkan pula Tiang Listrik Bulat Berongga dengan sistem sentrifugal. Disamping itu, WIKA Beton juga mengembangkan produk produk beton pracetak lain. Berikut adalah beberapa hasil produksi Pabrik Produk Beton PT. Wijaya Karya: 1. Tiang listrik Beton 2. Tiang Pancang Beton 3. Komponen Jembatan 4. Bantalan Beton Prategang 5. Komponen Pracetak Lainnya. 2.5 Visi Perusahaan. "To be the foremost company in the precast concrete product industry". 2.6. Misi Perusahaan. 1. To be the market leader in precast concrete industry in Indonesia. 2. To provide excellent services to customers on the fulfillment of quality, time and price. 3. To apply management sistem and technology which can increase efficiency, consistently maintain the quality, ensure the occupational health and safety based on environmental requirement. 4. To continuously grow together with business partners for a mutual benefit. 5. To enhance employees compentence and welfare.

2.7. Motto Perusahaan. Innovation and trust.

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Proses Manufacture Produk Beton. Dalam aktivitas produksi produk beton sehari-hari umumnya semua pabrik beton menggunakan jenis proses produksi yang terus menerus (continue). Hal ini dikarenakan kegiatan produksi dari perusahaan tersebut berlangsung didasarkan atas banyaknya pesanan yang datang setiap harinya dan persediaan untuk permintaan yang datang setiap harinya dan persediaan untuk permintaan yang datang sewaktu-waktu. Proses produksi dimulai dari proses persiapan tulangan (Reinforcement Preparation), persiapan cetakan beton, pembuatan adukan beton (Concrete Mixing), pembuatan benda uji beton, perakitan tulangan (Reinforcement Assembly), pengecoran adukan beton (Concrete Filling), penutupan cetakan dan penarikan kawat pratekan (Mould Closing and PreStressing), pemutaran cetakan (Mould Spinning), perawatan uap (Steam Curing), pembukaan cetakan (Mould Stripping) dan merek WIKA Beton PPB Pasuruan, perawatan air dan penyelesaian akhir (Water Curing and Finishing). 3.2 Mesin dan Peralatan Pabrik Produk Beton Di dalam melaksanakan kegiatan produksi produk beton mutlak dibutuhkan peralatan dan mesin.. Pada umumnya semua mesin dan peralatan dapat diopersikan, tetapi untuk meningkatkan produktivitas dilakukan modifikasi-modifikasi terhadap mesin dan peralatan yang dilakukan oleh bagian seksi peralatan. 3.2.1 Mesin Produksi Beberapa jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi dimana prinsip kerja dari setiap mesin masing-masing berbeda dalam sistem kerja dan hasil dari mesin produksi yang digunakan. Adapun mesin dan peralatan yang umum digunakan adalah sebagai berikut :

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

No. 1

Tabel 3.1 Mesin Produksi Pabrik Beton Nama Mesin Kegunaan Mixer untuk mencampur atau mengaduk pasir, Batching koral/split, semen dan air dengan zat Plant additive selama 80 detik sehingga homogen. Pan Mixer untuk proses pengadukan air, pasir, koral/split, semen, dan zat additive hingga homogen. untuk menarik bucket material ke dalam tanki mixer dengan sling untuk mendistribusikan semen dari silo ke timbangan sebelum dimasukkan ketanki mixer. untuk mendistribusikan air dari sumur bor ke tower air untuk mendistribusikan air dari bak ke timbangan dan dicampurkan kedalam tanki air sebelum dimasukkan ke tanki mixer untuk mensuplay cor kehopper distribusi Untuk mendapatkan uap panas pada proses perawatan uap (Steam Curing). Untuk menggerakkan motor hopper.

Motor Bucket Material Motor screw semen Submersible pump Pompa Air

Motor hopper suplay Steam Boiler Gear Motor Hopper Gear Motor Trolly Motor Spinning dan panel Mesin Tes

8 9

10

Untuk menggerakkan motor trolly.

11

Untuk memutar roll spinning agar adukan beton didalam cetakan menjadi padat. Mesin yang digunakan untuk pengujian

12

10

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Tekan Kubus 13 14 15 Motor Hoist Crain Hoist Compressor Screw Compressor Piston Mesin Stressing Softener Genset dan Panel Induk Bridge Craine Mesin Heading Mesin Spiral Mesin Vibrator Mesin Conveyor Motor bucket pintu

kekuatan beton. Untuk mengangkat hoist craine dengan sling dan rantai Untuk memindahkan cetakan dengan menggunakan rantai Untuk mendapatkan kekuatan angin didalam pengoperasian. Untuk mendapatkan kekuatan angin didalam pengoperasian Untuk menegangkan PC Wire pada proses penulangan Untuk menyaring air dari zat-zat yang dapat merusak steam boiler Untuk mendapatkan arus listrik pengganti bila arus dari PLN tiba-tiba terputus Untuk mengangkat cetakan bawah dan end plate dari atas trolly ke tempat perakitan tulangan Untuk membentuk kepala pada PC wire

16

17

18 19

20

21

22 23

Untuk membuat spiral sesuai dengan SSP Untuk meratakan cor beton pada cetakan Untuk memindahkan split yang telah dicuci ke penampungan Untuk membuka dan menutup pintu bucket material Untuk menggetarkan split

24

25

26

Mesin getar

11

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

27

Mesin Cutter

Bar

Untuk memotong besi PC wire

28 29

End Carriage Scraper

Untuk menggerakkan portal Untuk menarik material di bak

3.2.2 Peralatan Produksi Dalam Proses produksi diperlukan beberapa alat bantu dalam urusan material handling, yang umumnya adalah sebagai berikut : Tabel 3.2 Peralatan Produksi Pabrik Beton Nama Mesin Kegunaan Trolly - Membawa cetakan ke bagian bukaan cetakan dan perakitan - Tempat cetakan yang akan di cor. - Membawa cetakan yang telah di cor ke bagian Stressing, penutupan cetakan, dan dibawa ke bagian spinning. - Membawa produk yang telah jadi ke stock yard Silo Semen Tempat penyimpanan semen sementara Tanki Additive Ember Plastik Tempat zat additive yang akan didistribusikan kedalam mixer Sebagai tempat penampungan cor dan diambil sampelnya untuk dicetak di kotak kubus Untuk memindahkan adukan beton dari molen ke hopper cor Tempat untuk mengambil sampel beton yang akan di uji mutu dan kekuatannya di laboratorium

No. 1

2 3

Hopper Suplay Kotak Kubus

12

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Tebeng cor suplay

Alat yang diletakkan diatas cetakan pada sebelah kanan dan kiri untuk menahan cor an yang di supllay dari hopper Untuk meratakan coran semen sebelum ditutup Untuk mengencangkan melonggarkan baut pada ruth Untuk mengencangkan melonggarkan baut pengunci cetakan dan

Sendok semen Kunci pas ring simultan Kunci L 24 mm

10

dan pada

11

Inpect tools

Untuk mengendorkan baut dorong dan membuka seluruh baut pengikat pada cetakan. Pada perakitan tulangan untuk membersihkan sisa-sisa hasil cetakan Untuk merapikan seluruh cor sebelum melakukan penutupan cetakan Untuk membersihkan sisa-sisa hasil cetakan - Sebagai alat untuk mengangkut limbah ke bak limbah. - Alat mengangkut cor an kebagian pembuatan sepatu beton Sebagai alat untuk membersihkan sisasisa hasil cetakan yang melekat pada sisi cetakan Untuk tempat gulungan besi prategang

12

Sapu cetakan

13

Kuas cetakan

14

Alat perojok

15

Kereta Sorong

16

Scrap/cetok

17

Sangkar Pengaman

13

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

18

Mal cincin

Untuk membentuk cincin sesuai type yang diizinkan Untuk membentuk spiral sesuai type yang diizinkan Untuk menentukan panjang PC wire yang diinginkan sesuai dengan type Untuk memotong spiral dan membentuk cincin PC wire secara manual Untuk menimbang bahan baku yang masuk dari suplayer Untuk menimbang bahan baku dan bahan penolong sesuai standar setiap pengadukan. Untuk tempat menimbang material dan mendistribusikan ke mixer Untuk memutar cetakan Untuk memindahkan adukan beton dari molen ke cetakan

19

Rol spiral

20

Mal PC wire

21

Alat besi

potong

22

Jembatan Timbang Timbangan digital

23

24

Bucket material Roll spinning Hopper cor

25 26

3.3 Sistem Otomasi Industri Ditinjau dari sisi teknologi, Otomasi Industri merupakan integrasi antara teknologi mekatronika, teknologi komputer dan teknologi informasi. Sedangkan definisi Mekatronika menurut Loughborough University (United Kingdom) adalah: "Mechatronics is a design philosophy that utilizes a synergistic integration of Mechanics, Electronics and Computer Technology (or IT) to produce enhanced products, processes or sistems". Secara lebih spesifik, sistem mekatronika merupakan integrasi sinergi antara teknologi mekanik (

14

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

mekanik konvensional / elektromekanik ), kontrol, elektronik (analog/ digital) dan teknologi informasi. Contoh sistem mekatronika sederhana adalah mesin pengemasan permen, mesin pengemasan obat dan kosmetik dan mesin-mesin CNC. Adapun terdapat beberapa perincian level otomasi menurut Prof. Dr. H. Kirrmann dari Pusat Riset EPFL/ABB Swiss, dengan penjelasan sebagai berikut: Administrasi : Keuangan, sumber daya manusia, dokumentasi dan perencanaan ( Administration ) jangka panjang. Perusahaan : Menentukan target produksi, merencanakan perusahaan dan sumber (Enterprise) : daya, mengkoordinir lokasi berbeda, mengatur order/pesanan, memprediksi prilaku proses produksi di masa depan khususnya untuk pemeliharaan peralatan, menelusuri indikasi kunci keberhasilan untuk kepentingan optimasi aset. Rekayasa/Produksi : Mengatur pelaksanaan, sumber daya, alur kerja, pengawasan ( Manufacturing ) kualitas, jadwal produksi, pemeliharaan, menyimpan data pabrik dan produk untuk keperluan proses berikutnya dengan cara yang aman, menelusuri proses produksi dan produk untuk sistem manajemen dan informasi pabrik ( plant information and management sistem PIMS ). Pengawasan : Mengawasi lokasi dan produksi, mengoptimalkan, melaksanakan ( Supervision ) operasi, visualisasi proses produksi dalam bentuk panel display ( SCADA ) (man-machine interface-MMI), menyimpan data proses dan membukukan operasi produksi. SCADA: urutan perintah operasi, proteksi dan penyambungan. Field : Mengakuisisi data (sensor dan aktuator) dan mentransmisikan data. Level Field berinteraksi dengan sistem mekanis proses (primary technology) secara tidak langsung.

Profesi bidang otomasi industri merupakan profesi yang diperlukan oleh industri manufaktur.

15

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

3.3.1 Pengelompokan Sistem Otomasi Industri Sistem Otomasi Industri berdasarkan konfigurasi sistem kontrol, fasilitas dan cakupan kerjanya dikelompokkan menjadi: 1. Direct Digital Kontrol (DDC), pada sistem ini, proses dikontrol langsung oleh kontroler elektronik/komputer. Sistem ini banyak diterapkan pada pabrik pengolahan dengan mesin prose sederhana (mesin pengemasan kosmetik, mesin pengolahan kayu, mesin pengemasan makanan, mesin pengemasan obat dan sebagainya). Pada level otomasi industri menempati Level-1 (Unit Kontrol/Sell). Distributed Kontrol Sistem (DCS), Sistem ini menerapkan kontrol terdistribusi, yaitu setiap proses dikontrol oleh masing-masing local Kontroller. Sedangkan masingmasing local Kontroller tersebut dikendalikan oleh main Kontroller atau supervisory computer. Sistem ini telah memanfaatkan teknologi jaringan komputer lokal (sering juga dilengkapi dengan panel MMI untuk memonitor proses) dan banyak dipakai pada pabrik pengolahan dengan jumlah proses yang banyak dalam satu jalur produksi (contoh: pabrik pengolahan bahan kimia, pabrik ban, pabrik baja, pabrik kertas dan sebagainya). Pada level otomasi industri menempati Level-1(Group Kontrol). Supervisory Kontrol and Data Acquisition (SCADA), Sistem ini dapat dikatakan sebagai DCS yang dilengkapi dengan fasilitas: a. Display visualisasi proses yang sedang berjalan, b. Display alarm and kejadian untuk gangguan (alarm log, logbook), c. Display trend data (numerik dan grafik) dinamis dan hasil analisisnya, d. Display handbook, datasheet, inventory, expert sistem (documentation), e. Komunikasi dan sinkronisasi data dengan kantor pusat.

2.

3.

16

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

3.4 Komunikasi Data Serial Untuk komunikasi serial ada beberapa yang sering digunakan di Industri, yaitu RS232, RS485, dan RS422. RS adalah singkatan dari Recommended Standard . Ketiga jenis RS tersebut merupakan physical layer (Hardware) dari Layer pertama di OSI Model yang pada intinya pada phisycal layer bagaimana hardware tersebut mengubah data menjadi sinyal elektrik dan juga sebaliknya mengubah sinyal elektrik menjadi data. Setiap standard komunikasi serial masing masing memiliki spesifikasi yang berbeda beda. 3.4.1 RS 232 RS-232 ( adalah standar komunikasi serial yang didefinisikan sebagai antarmuka antara perangkat terminal data (bahasa Inggris: data terminal equipment atau DTE) dan perangkat komunikasi data (bahasa Inggris: data communications equipment atau DCE) menggunakan pertukaran data biner secara serial. Di dalam definisi tersebut, DTE adalah perangkat komputer dan DCE sebagai modem walaupun pada kenyataannya tidak semua produk antarmuka adalah DCE yang sesungguhnya. Komunikasi RS-232 diperkenalkan pada 1962 dan pada tahun 1997, Electronic Industries Association mempublikasikan tiga modifikasi pada standar RS-232 dan menamainya menjadi EIA-232.

Gambar 3.1 Kabel Serial Penghubung antar peripheral Standar RS-232 mendefinisikan kecepatan 256 kbps atau lebih rendah dengan jarak kurang dari 15 meter, namun

17

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

belakangan ini sering ditemukan jalur kecepatan tinggi pada komputer pribadi dan dengan kabel berkualitas tinggi, jarak maksimum juga ditingkatkan secara signifikan. Dengan susunan pin khusus yang disebut null modem cable, standar RS-232 dapat juga digunakan untuk komunikasi data antara dua komputer secara langsung 3.4.2 RS 485 Standard RS-485 mendukung komunikasi data halfduplex, ini berarti bahwa untuk mengirimkan dan menerima data hanya menggunakan 2 jalur kabel. Spesifikasi dari standar ini mampu mendukung komunikasi data dari sejumlah perangkat dan juga mampu menyangga komunikasi data dalam jarak hingga 1200 meter. Sambungan dari tiap perangkat yang terhubung ke RS-485 dilakukan secara parallel, sehingga penyambungan maupun pelepasan perangkat dapat dilakukan tanpa mengganggu kerja seluruh jaringan. Untuk menyesuaikan impedansi kabel yang digunakan perlu dipasang resistor yang nilainya disesuaikan dengan karakteristik impedansi kabel (~ 120 Ohm). Topologi jaringan komunikasi data menggunakan RS-485 dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.2 Komunikasi via RS 485

3.4.3 Modbus Modbus adalah protokol komunikasi serial yang dipublikasikan oleh Modicon pada tahun 1979 untuk diaplikasikan ke dalam programmable Logic Kontrollers (PLCs). Modbus sudah menjadi standar protokol yang umum digunakan untuk menghubungkan peralatan elektronik industri.

18

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Beberapa alasan mengapa protokol ini banyak digunakan, antara lain: a. Modbus dipublikasikan secara terbuka dan bebas royalti b. Mudah digunakan dan dipelihara c. Memindahkan data bit atau word tanpa terlalu banyak membatasi vendor Modbus mampu menghubungkan 247 peralatan (slave) dalam satu jaringan atau master, misalnya sebuah sistem yang melakukan pengukuran suhu dan kelembapan dan mengirimkan hasilnya ke sebuah komputer. Modbus sering digunakan untuk menghubungkan komputer pemantau dengan remote terminal unit (RTU) pada sistem supervisory Kontrol and data acquisition (SCADA). 3.4.3.1 Jenis Modbus Beberapa variasi Modbus, antara lain: Modbus RTU - Merupakan varian Modbus yang ringkas dan digunakan pada komunikasi serial. Format RTU dilengkapi dengan mekanisme cyclic redundancy error (CRC) untuk memastikan keandalan data. Modbus RTU merupakan implementasi protokol Modbus yang paling umum digunakan. Setiap frame data dipisahkan dengan periode idle (silent). Modbus ASCII - Digunakan pada komunikasi serial dengan memanfaatkan karakter ASCII. Format ASCII menggunakan mekanisme longitudinal redundancy check (LRC). Setiap frame data Modbus ASCII diawali dengan titik dua (":") dan baris baru yang mengikuti (CR/LF). Modbus TCP/IP atau Modbus TCP Merupakan varian Modbus yang digunakan pada jaringan TCP/IP.

19

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

20

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

BAB IV DESAIN SISTEM KENDALI DAN INSTRUMENTASI 4.1 Kondisi Umum Sistem Kendali Pabrik. Di Pabrik produk beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton (WIKA BETON) menggunakan PLC sebagai kontroler dari berbagai macam plant (mesin dan peralatan produksi). Sistematika dari cara kerja pengontrolan proses produksi adalah sebagai berikut :

Operator

PC

PLC

Sensor

Plant

Aktuator

Gambar 4.1 Bagan Sistem Kendali Dalam Prakteknya beberapa Sistem Produksi sudah bisa diotomasi atau mampu untuk itu, contohnya adalah sistem spinning di jalur 5 .

21

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Gambar 4.2 Panel Jalur 5. Namun kondisi dilapangan mayoritas masih menggunakan operator sebagai penentu keputusan utama. 4.2 Project Dengan kondisi umum seperti yang telah dijelaskan pada sub bab 4.1, Pabrik Produk beton Pasuruan PT. WIjaya Karya Beton mengajukan beberapa permasalahan yang dihadapi. Masalah serta penyelesaian di tuliskan pada beberapa bentuk project pada sub bab berikut. 4.2.1 Interface PLC ke PC via kabel Parallel PC atau Personal Computer perlu berkomunikasi dengan PLC. Beberapa sistem kendali pada jalur jalur tertentu masih menggunakan sistem parallel untuk memberi perintah dan akuisisi data dari PLC. Kedua bagian dari Sistem Produksi ini memiliki level tengangan sendiri dalam menyatakan sebuah Logic 1 dan nol. PC melalui port parallel nya mengeluarkan tegangan 5 V saat mendefinisikan Logic 1. Dan 0V saat mendefinisikan Logic 0. Hal ini berbeda dengan cara kerja PLC yang Logic 1 dan nol nya adalah tegangan 24V dan 0V.

22

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Interface Level Hardware

PC

PLC

Komunikasi Parralel
Gambar 4.3 Bagan Komunikasi Parallel Permasalahan kedua adalah PLC merupakan sistem yang berinteraksi langsung dengan aktuator sehingga merupakan sebah sistem yang perlu diisolasi dari PC. Kontak langsung antara PLC dan PC diharapkan di pisahkan sehingga bila terdapat permasalahan di PLC tidak sampai merusak sistem PC. Oleh karena itu perlu diciptakan sebuah level sifter Logic PC ke PLC yang juga mengisolasi sistem keduanya. Berikut adalah skematik dari rangkaian yang diciptakan saat Kerja praktek berlangsung.

Gambar 4.4 Skematik Level Shifter & Logic Isolator

23

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Ketika PC mengeluarkan Logic 1 pada salah satu pin Parallelnya maka Optokoupler(PC817) akan aktif, (sisi led akan terkena tegangan dan arus mengalir) Jika bagian kiri aktif maka bagian kanan PC817 yang terdiri atas sebuah fototransistor akan memiliki kemampuan untuk melewatkan arus dari tegangan 5 Volt PLC (sudah diturunkan dari 24 Volt dengan IC LM7805). 5 Volt ini kemudian akan masuk ke IC ULN2803 yang akan mengonversi tegangan tersebut menjadi 0 Volt dan kebalikannya. Bila Common dari input input PLC adalah 24 Volt maka dengan memberi input 0V dari IC ULN maka Logic input PLC adalah 1. Jadi ketika diberi Logic 1 dari computer relay PLC akan aktif dan Logic dalam ladder diagram. Kebutuhan akan isolasi dipenuhi saat tegangan input menyalakan IC PC817. Sinyal Input ini di bawa ke foto transistor via cahaya sehingga tidak memungkinkan kontak tegangan balik dari Sistem PLC dan aktuator, sehingga PC aman dari tegangan yang merusak. Jumlah barang yang berhasil di realisasikan adalah 10 unit yang semuanya lolos uji coba.

Gambar 4.5 Desain Board Level Shifter & Logic Isolator

24

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

4.2.2 Converter 10 Volt ke 15 Volt dengan penguat arus Pada beberapa jalur yang masih menggunakan Spinning Tipe Lama terdapat masalah jika hendak di otomasi karena Interface Kontrol motornya yang menggunakan tegangan tidak sama dengan tegangan kerja PLC. Untuk membuat Motor Spinning berputar sebesar 2000rpm maka Driver Motor harus di beri tegangan Analog sebesar 15 Volt. Tegangan ini tidak dapat dicapai oleh PLC yang memiliki kemampuan menghasilkan tegangan analog (DAC) hanya sebesar 10Volt maks. Beberapa langkah telah dilakukan oleh pihak peralatan salah satunya adalah dengan membuat Amplifier 1.5x sehingga PLC dapat mengendalikan Driver Motor. Namun saat fase uji coba tegangan yang dihasilkan drop atau jatuh sehingga aksi Kontrol menjadi tidak valid. Oleh karena itu dalam Kerja praktek ini di rancang sebuah Amplifier tegangan 1.5x yang luarannya di beri penguat Arus sehingga diharapkan tidak terjadi penurunan tegangan lagi saat Amplifier di hubungkan dengan Driver motor. Berikut adalah Skematik dari rangakain Converter dengan amplifier ini :

Gambar 4.6 Skematik Converter dan Amplifier 10V ke 15V

25

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Cara kerjanya adalah, Mula mula tegangan dikuatkan dengan Op-Amp dengan penguatan Op Amp sebesar 1.5 kali. Op-Amp yang digunakan adalah LM324. Pemilihan resistor adalah RI = 10Kohm dan RF = 20Kohm. Dengan rumus penguatan sebagai berikut : Vout = Vin ( 1 + R1/R2 ) Vout = Vin ( 1 + 10k/20k ) Vout = 1.5 Vin

Gambar 4.7 Sistematika Op-Amp Setelah di kuatkan tegangannya maka stage ke dua adalah dikuat kan arusnya caranya adalah dengan melewatkan tegangan yang sudah dikuatkan sebagai basis dari Transistor penguat. Dengan begitu tegangan akan di supply oleh transistor yang mampu menyalurkan arus dengan besar sehingga tegangan tidak akan turun akibat beban yang berlebih. Sistem penguatan ini memiliki kelemahan pada tegangan input yang berkisar antara 0 0.7Volt maka tidak ada tegangan yang keluar karena transistor tidak dapat bekerja bila tegangan basisnya belum diatas 0.7 Volt. Untuk mengatasi hal ini maka di beri diode seri terhadap RF sehingga tegangan

26

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

luaran Opamp tanpa input adalah 0.7 Volt. Sehingga Transistor sudah ON tanpa perlu menunggu input basis naik ke 0.7 dahulu.

Gambar 4.8 Pengujicobaan Converter & Amplifier 10V ke 15V Hasil Uji coba menunjukkan tegangan dapat keluar dengan baik tanpa penurunan tegangan. Sehingga alat sukses di pakai. Berikut adalah Penampakan Board rangakain dalam Eagle:

Gambar 4.9 Board rangkaian Converter & Amplifier 10V ke 15V

27

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

4.2.3 Akuisisi Data Tacho Mesin Spinning Lama Project ini berkaiatan dengan project semelumnya dimana Pabrik Wijaya Karya Beton Pasuruan mengalami kesulitan dalam proses Akuisisi data Tachometer dari Mesin Spinning Lama. Tegangan Luaran tacho adalah 60Volt per 1000rpm bila putaran motor maksimum adalah 2000 rpm maka tegangan luaran maksimum adalah 120 Volt. Perlu diciptakan sebuah perubah level tegangan dari level Tacho ke tegangan kerja ADC PLC 10 Volt. Oleh karena itu dalam kerja praktek ini dirancang sebuah Pembagi tegangan dengan Buffer. Tegangan 120Volt dari tacho akan dirubah menjadi 10 Volt. Berikut skematik dari rangkaian untuk merubah level tegangan agar dapat di olah di PLC.

Gambar 4.10 Skematik Rangakaian Penurun Level Tegangan Tegangan pada awalnya di turunkan dengan resistor yang bersifat sebagai pembagi tegangan besarnya resistor yang dipilih adalah R1 100K R2 10K dan R3 10k. dengan menggunakan rumus pembagian tegangan didapatkan tegangan luaran sebesar 1/12 kali tegangan masukan.

28

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Buffer pada rangkaian ini di tujukan agar tegangan yang dibaca oleh PLC adalah tegangan yang benar benar valid tanpa pengaruh pembebanan Oleh ADC PLC. Pembuatan awal dari alat ini adalah tanpa buffer, hasil uji coba menunjukkan data sangat kacau sehingga proses Kontrol menjadi kacau. Analisa yang dilakukan dengan Divisi Workshop berkesimpulan penambahan buffer bisa dan berpeluang menjadi solusi. Setelah dilakukan uji coba rangakain dengan penambahan buffer hasil ouput yang didapat menjadi lebih baik. Berikut adalah board rangakain yang di buat.

Gambar 4.11 Board Rangakain Penurun Level Tegangan 4.2.4 Perancangan Sistem Kontrol Motor Hoist. Hoist adalah salah satu peralatan Produksi yang paling penting dalam Industri Produk Beton di Pabrik Beton WIKA Pasuruan. Tanpa hoist mustahil pekerja dapat memindahkan Tiang tiang pancang maupun bahan baku tiang pancang dari satu titik ke titik lainnya karena beratnya yang mencapai skala Ton Tonan.

29

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Gambar 4.12 Hoist(kuning) pada Jalur 5 Produksi Tiang Pancang. Hoist dikendalikan oleh sebuah remote yang dipegang oleh operator. Sebauah hoist dapat melakukan gerak maju, mundur, atas ,bawah, kanan dan kiri. Kendalanya selama ini adalah remote hoist memiliki jumlah kabel sebanyak 12 Buah jalur karena masing masing tombol memiliki akses secara parallel kepada aktuator, jumlah dan besar kabel yang sedemikian banyak itu mengakibatkan kabel sering tersangkut dan putus di tengah tengah sehingga hoist tidak dapat berjalan kemudian proses produksi terhenti. Kabel yang rusak dan putus tersebut harus di ganti dengan yang baru. Rata rata panjang kabel yang harus di ganti berkisar antara 30 - 40 Meter. Dengan harga per meternya mencapai 80ribu rupiah, berarti total biaya yang harus dikeluarkan mencapai 3,2 juta rupiah setiap ada kabel yang putus. Dalam kerja praktek ini di tuntut untuk melahirkan sebuah solusi atas permasalahan ini. Setelah berkonsultasi dengan pembimbing kerjapraktek dari Jurusan teknik elektro di buatlah 2 buah solusi. Solusi pertama yakni menggunakan PLC sebagai pengganti remote yang kemudian di lengkapi dengan Remote IO yang berfungsi untuk memanjangkan Input dan Output dari PLC tersebut. Solusi ini merupakan Solusi teraman yang dapat di tempuh oleh Pihak Pabrik Beton WIKA Pasuruan

30

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

karena Alat Alatnya sudah standart Industri. Solusi kedua adalah solusi alternative yang masih perlu di uji kehandalannya dalam dunia Industri. Uji Coba yang dilakukan sampai sejauh ini hanya sebatas uji fungsionalitas saja. Berikut rangkaian dari alat kendali ini.

Gambar 4.13 Skematik Rangkaian Kendali Hoist Cara kerja rangkaian ini adalah, apabila sebuah tombol di tekan akan mempunyai bobot tegangan yang berbeda begitu pula dengan semua kombinasi tombol yang terjadi. Setelah dihasilkan tegangan yang berbeda beda barulah kemudian data dimasukkan kedalam converter V to I (Tegangan ke Arus) data dirubah dahulu ke dalam bentuk arus karena data dalam bentuk arus sangat tahan terhadap noise, Sehingga penggunaan kabel yang cukup panjang bukan permasalahan. Data kemudian di ADC oleh PLC di atas Hoist untuk dibaca berapa arus yang lewat dan motor mana yang harus digerakkan seperti apa. Pada PLC data kemudian di tafsirkan dengan program yang sudah di downloadkan terlebih dahulu dalam bentuk

31

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

ladder diagram yang dibuat untuk memilah tombol mana yang ditekan. Program ladder diagram dapat dilihat pada lampiran laporan Kerja Praktek ini. Hasil ujicoba menunjukkan ALat masih terpengaruh oleh suhu ruangan pengujian dilakukan, beberapa tombol yang memiliki jarak yang kecil tegangannya, kadang kadang terjadi salah tafsir penekanan tombol.Terutama saat pengujian dilakukan pada waktu yang suhunya berbeda ekstrem seperti pada pagi hari dan siang hari. Berikut adalah board Alat ini.

Gambar 4.14 Board Rangkaian Kontrol Hoist.

32

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

4.2.5 Interface PLC ke PC via kabel Serial (RS-232) Salah satu kelemahan dari kabel parallel adalah komunikasinya yang bersifat satu arah saja, yakni dari PC ke PLC. Hal ini kurang menguntungkan bila digunakan untuk mengontrol sebuah sistem yang bersifat closed-loop / menggunakan feedback karena PC tidak dapat membaca keluaran dari sistem. Protocol serial dapat mengakomodasi kekurangan tersebut, hal ini karena kabel serial memiliki Tx dan Rx sehingga dapat bekerja secara dua arah (Full Duplex). Dengan komunikasi Full Duplex, keluaran dari PLC dapat dibaca pada PC sehingga keluaran dari PLC menjadi akurat. PLC yang digunakan pada WIKA BETON PASURUAN yakni PLC LG K120s telah mendukung protocol RS-232. Hal ini mempermudah untuk pemrograman pada PC saat meminta data dari PLC sekaligus memerintah PLC. Berdasarkan Datasheet K120s , PLC dapat diperintahkan untuk menulis (write) dan membaca (read) I/O dengan format perintah tertentu. Berikut ini contoh format perintah untuk membaca (read) dan menulis (write) dari memori %MW100.

Gambar 4.15 Contoh format perintah individual read

Gambar 4.16 Contoh format perintah individual write

33

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Saat PLC diberi perintah read I/O oleh PC, PLC akan mengirimkan data yang diminta dengan mengirimkan satu paket data berisi Header, atribut data dan data. Untuk mendapatkan data yang valid, maka pertama yang harus dilakukan adalah menangkap packet data yang dikirimkan oleh PLC dan mengabaikan data lain yang tidak menggunakan format PLC. Untuk masalah tersebut, kami memanfaatkan ComPacketData dari Library ComportLib Delphi7. Packet data yang kami tangkap (capture) merupakan urutan data dengan header berupa (ACK) dan Tail berupa (ETX) . Selanjutnya, setelah packet data dari PLC telah dapat ditangkap, maka yang dilakukan adalah memisahkan antara data asli dari PLC dengan atribut dari data tersebut,semisal ACK, ETX, EOT dll. Untuk memisahkan data tersebut, kami melihat data dari manual PLC LG-K120s dan melihat bahwa data merupakan string ke-9 hingga ke-12 dari paket data yang dikirimkan. Setelah data yang ditangkap merupakan data valid, maka yang selanjutnya dilakukan adalah menerjemahkan isi data. Hal ini dilakukan karena data yang dikirimkan merupakan sebuah karakter ASCII dengan karakteristik bilangan hexadecimal, yakni mengirimkan karakter F bila data berupa 0xF (F dalam bentuk Hexa), sedangkan data yang diinginkan adalah berupa integer (bilangan bulat. Untuk itu, maka dari itu kami membuat program converter untuk merubah pembacaan string dari PLC menjadi integer dan ditampilkan di panel.

Gambar 4.17 Format data yang dikirimkan oleh PLC Permasalahan selanjutnya adalah sistem yang ingin dibangun adalah sebuah sistem monitoring, yakni sistem yang secara terus menerus melakukan pembacaan I/O dari PLC padahal format perintah membaca diatas adalah untuk format perintah individual / satu kali saja. Untuk mengatasi permasalah itu, maka perintah untuk membaca harus diberikan secara

34

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

berkala. untuk itu, maka kami menggunakan timer pada Delphi untuk mengatur pengiriman perintah secara berkala setiap 100ms. Dengan ini, maka PLC akan mengirimkan data PLC setiap 100ms. Salah satu aplikasi dari sistem yang kami buat adalah untuk memonitor dan memerintah PLC pada proses Stressing besi rangka (wire cage) dari tiang pancang produksi WIKA BETON. Pada proses Stressing, dilakukan pengencangan / penarikan kabel besi pada tiang pancang hingga 80% dari failure point (titik dimana tekanan yang diberikan menyebabkan kabel putus). Bila tekanan yang diberikan kurang, maka hasil cetak beton akan kurang bagus/ kurang keras, sedangkan bila tekanan terlalu besar dapat menyebabkan besi rangka putus. Dengan menggunakan sistem monitor PLC berbasis RS-232, maka tekanan dapat dimonitor dengan baik dan menghindari kelebihan/ kekurangan tekanan. Dengan menggunakan tool dari Delphi7, grafik dari perubahan tekanan juga dapat ditampilkan dan disimpan dalam bentuk file Microsoft Excel (*.xls) beserta data operator, tipe produk, dan target dalam satu file.

Gambar 4.18 Program Monitor proses Stressing dengan protokol RS-232

35

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Selain program Stressing, program lain yang kami buat adalah program kontrol dan monitoring mesin Spinning. Spinning sendiri merupakan sebuah proses yang dilakukan setelah Stressing, untuk memutar tiang pancang dengan kecepatan tertentu dengan tujuan agar adonan beton basah dari cetakan tiang pancang menjadi merata dana dapat mengeras dengan proporsi dan ketebalan yang sama ditiap bagiannya. Pada program ini, kami mencoba membaca dan mengontrol 4 motor Spinning sekaligus hanya dengan menggunakan 1 buah PLC. Sebelumnya, untuk mengontrol 4 motor Spinning dibutuhkan 4 buah PLC.

Gambar 4.19 Program monitor ADC/DAC dari motor proses Spinning Program lain yang kami buat adalah monitor Output dan tombol input virtual untuk digital I/O pada PLC LG K120S. Program ini ditujukan untuk membuat sebuah kontrol I/O dari pin input PLC sehingga bila tombol di program ditekan, seolah-olah tombol dari PLC juga ditekan secara hardware. Selain itu, program ini juga memonitor pin keluaran dari PLC K120s yakni pin P40-P47 sehingga bila salah satu output bernilai Logic 1 maka warna panel akan berubah menjadi berwarna hijau. Sedangkan bila mati, maka akan berwarna merah.

36

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Gambar 4.20 Program pembacaan I/O digital dan tombol virtual pada LG K120s

37

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

38

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari hasil pengamatan di lapangan dan berbagai project yang ditugaskan dapat di ambil beberapa poin kesimpulan sebagai berikut: 1. Komunikasi Antara PLC dan PC pada Pabrik Produk Beton Pasuruan WIKA BETON masih menggunakan Komunikasi Parallel. Otomatisasi pada sistem spinning dapat dilakukan, dibuktikan dengan dapat di olahnya data Tacho dan dapat di kontrolnya Driver Motor. Sistem yang terjamin untuk masalah hoist saat ini adalah penggunaan remote IO. Penggunaan Solusi Alternative ke dua masih belum dapat di jamin kehandalannya. Protokol komunikasi RS-232 memiliki kelebihan dibanding protokol parallel karena dapat digunakan untuk komunikasi 2 arah. Protokol komunikasi RS-232 dapat digunakan untuk komunikasi PC PLC dan baik untuk digunakan pada sistem closed-loop.

2.

3.

4.

5.

5.2 Saran Berdasarkan hasil pengamatan pada proses kerja pabrik dan wawancara terhadap karyawan, diajukan beberapa saran antara lain: 1. 2. Pelatihan mengenai sistem Kontrol indurstri terkini hendaknya sering diadakan. Penambahan tenaga ahli sistem Kontrol hendaknya dilakukan.

39

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

40

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

DAFTAR PUSTAKA

[1]

__. 2011. RS-232. http://id.wikipedia.org/wiki/RS-232. diakses tanggal 10 April 2012. __. 2012. RS-485. http://www.batan.go.id/ptapb/rs485.php. diakses tanggal 10 April 2012. _.Users Manual, KGL for Windows. LG Ltd. _.Users Manual, MASTER-K 120S series. LG Ltd.

[2]

[3] [4]

41

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

42

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

LAMPIRAN 1. LISTING PROGRAM DELPHI UNTUK STRESSING unit Unit1; interface uses Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Kontrols, Forms, Dialogs, CPort, StdCtrls, ExtCtrls, Buttons, CPortCtl, TeEngine, Series, TeeProcs, Chart, RzButton, Mask, RzEdit, RzBckgnd, RzLabel, RzPanel, Menus, RzStatus, ComObj, DB, DBCtrls, ADODB; type TForm1 = class(TForm) Chart1: TChart; Series1: TLineSeries; Shape2: TShape; RzEdit1: TRzEdit; RzClockStatus1: TRzClockStatus; RzPanel1: TRzPanel; RzBitBtn1: TRzBitBtn; RzBitBtn4: TRzBitBtn; RzBitBtn3: TRzBitBtn; RzEdit2: TRzEdit; RzPanel2: TRzPanel; RzBackground1: TRzBackground; Timer1: TTimer; ComDataPacket1: TComDataPacket; MainMenu1: TMainMenu; Setting1: TMenuItem; SettingComport1: TMenuItem; entang1: TMenuItem; entangStressing1: TMenuItem; ComPort1: TComPort;

43

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

RzPanel3: TRzPanel; RzLabel1: TRzLabel; Shape1: TShape; RzPanel4: TRzPanel; RzPanel5: TRzPanel; RzLabel2: TRzLabel; Shape3: TShape; RzLabel3: TRzLabel; Shape4: TShape; RzPanel7: TRzPanel; Label1: TLabel; RzPanel8: TRzPanel; Label2: TLabel; ComboBox1: TComboBox; RzPanel9: TRzPanel; Label3: TLabel; ADOTable1: TADOTable; DataSource1: TDataSource; DBLookupComboBox1: TDBLookupComboBox; DBEdit2: TDBEdit; procedure Button1Click(Sender: TObject); procedure ComDataPacket1Packet(Sender: TObject; const Str: String); procedure Timer1Timer(Sender: TObject); procedure BitBtn1Click(Sender: TObject); procedure Button3Click(Sender: TObject); procedure Button4Click(Sender: TObject); procedure Button2Click(Sender: TObject); procedure FormCreate(Sender: TObject); procedure ComboBox2Change(Sender: TObject); procedure RzBitBtn3Click(Sender: TObject); procedure RzBitBtn4Click(Sender: TObject); procedure RzBitBtn1Click(Sender: TObject); procedure RzBitBtn2Click(Sender: TObject); procedure FormResize(Sender: TObject); procedure SettingComport1Click(Sender: TObject); procedure FormDestroy(Sender: TObject); procedure ComboBox1Change(Sender: TObject); procedure entangStressing1Click(Sender: TObject);

44

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

private { Private declarations } public { Public declarations } end; var Form1: TForm1; state,a,x:integer; ExcelApp,ColumnRange: OleVariant; hasil : extended;

const // SheetType xlChart = -4109; xlWorksheet = -4167; // WBATemplate xlWBATWorksheet = -4167; xlWBATChart = -4109; // Page Setup xlPortrait = 1; xlLandscape = 2; xlPaperA4 = 9; // Format Cells xlBottom = -4107; xlLeft = -4131; xlRight = -4152; xlTop = -4160; // Text Alignment xlHAlignCenter = -4108; xlVAlignCenter = -4108; // Cell Borders xlThick = 4; xlThin = 2; implementation uses Unit2;

45

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

{$R *.dfm} procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); begin SERIES1.Clear; Rzedit2.Text:='0 Bar'; a:=a+1; ExcelApp.Cells[a+3, 1].Value := a; ExcelApp.Cells[a+3, 2].Value := FormatDateTime('dd/mmm/yyyy', Now); ExcelApp.Cells[a+3, 3].Value := FormatDateTime('h:mm:ss', Now); ExcelApp.Range['A'+inttostr(a+3)+':H'+inttostr(a+3)].Borders.Wei ght := xlThin; //Timer1.Enabled:=true; end; procedure TForm1.ComDataPacket1Packet(Sender: TObject; const Str: String); var nilai : array [1..3] of integer; out : string; total,i,target : integer; bar: extended; begin //edit3.Text:=str; //------------------------HEX TO INTEGER--------------// for i:=4 to 6 do begin case str[i] of 'A' : nilai[i-3] := 10; 'B' : nilai[i-3] := 11; 'C' : nilai[i-3] := 12; 'D' : nilai[i-3] := 13; 'E' : nilai[i-3] := 14;

46

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

'F' : nilai[i-3] := 15; else nilai[i-3] := strtoint(str[i]); end; end; //-----------------state PLC out----------------// case str[12] of '0' : out:=('0000'); '1' : out:=('0001'); '2' : out:=('0010'); '3' : out:=('0011'); '4' : out:=('0100'); '5' : out:=('0101'); '6' : out:=('0110'); '7' : out:=('0111'); '8' : out:=('1000'); '9' : out:=('1001'); 'A' : out:=('1010'); 'B' : out:=('1011'); 'C' : out:=('1100'); 'D' : out:=('1101'); 'E' : out:=('1110'); 'F' : out:=('1111'); end; total := nilai[1]*256+nilai[2]*16+nilai[3]; bar := (total/4000)*800; //RUMUS HITUNGAN BAR, MAX 800 BAR Rzedit1.Text := floattostr(bar)+ ' Bar'; //----------------------grafik+indikator-----------------// if out[3]='1' then //tarik begin //series1.Clear; Shape1.Brush.Color:=clLime; if bar>=15 then series1.AddY(bar); Rzedit2.Text := floattostr(bar)+ ' Bar '; hasil:=bar;

47

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

end else begin Shape1.Brush.Color:=clRed; end; if out[2]='1' then //balik begin Shape3.Brush.Color:=Cllime; end else begin Shape3.Brush.Color:=clRed; end; if out[1]='1' then //auto begin Shape4.Brush.Color:=Cllime; end else begin Shape4.Brush.Color:=ClRed; end; target:=StrToInt(DBEdit2.Text); {if combobox2.Text= '200' then target:=200; if combobox2.Text= '300' then target:=300; if combobox2.Text= '400' then target:=400; if combobox2.Text= '500' then target:=500;} //else target:=0; if bar>target then begin comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00401'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00401'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00401'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00401'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00401'+#4); a:=0;

48

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

//Timer1.Enabled:=false; end; end; procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject); begin comport1.Open; comport1.WriteStr(#5+'01RSS0207%DW498005%PW04'+#4); //comport1.WriteStr(#5+'01RSS0107%DW4980'+#4); if state=1 then begin shape2.Brush.Color:=clRed; state:=0; end else if state=0 then begin shape2.Brush.color:=clwhite; state:=1; end; end;

procedure TForm1.BitBtn1Click(Sender: TObject); begin ComPort1.ShowSetupDialog; //status_port:=true; end;

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject); begin comport1.Open; Timer1.Enabled:=true; series1.Clear; comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); a:=1; end; procedure TForm1.Button4Click(Sender: TObject);

49

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

begin comport1.Open; comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); end; procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); begin Timer1.Enabled:=false; end;

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject); begin comport1.Open; Timer1.Enabled:=true; ADOTable1.Active:=True; //DBEdit2.Clear; {ExcelApp := CreateOleObject('Excel.Application'); //ExcelApp.Workbooks.Add; ExcelApp.Workbooks.Open('c:\Stressing master.xls'); ExcelApp.visible:=true; ExcelApp.Workbooks[1].SaveAs('c:\'+ComboBox1.text+' '+formatdatetime('hh-mm',now)+'.xls'); } end; procedure TForm1.ComboBox2Change(Sender: TObject); var a: integer; begin // a:=strtoint(combobox2.Items); end; procedure TForm1.RzBitBtn3Click(Sender: TObject); begin

50

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

comport1.Open; Timer1.Enabled:=true; series1.Clear; comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00101'+#4); a:=1; end; procedure TForm1.RzBitBtn4Click(Sender: TObject); begin comport1.Open; comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01WSS0106%PX00000'+#4); end; procedure TForm1.RzBitBtn1Click(Sender: TObject); begin SERIES1.Clear; x:=x+1; ExcelApp.Cells[x+3, 1].Value := x; ExcelApp.Cells[x+3, 2].Value := FormatDateTime('dd/mmm/yyyy', Now); ExcelApp.Cells[x+3, 3].Value := FormatDateTime('hh:mm:ss', Now); ExcelApp.Cells[x+3, 4].Value := DBLookUpComboBox1.Text; ExcelApp.Cells[x+3, 5].Value := DBLookUpComboBox1.Text; ExcelApp.Cells[x+3, 6].Value := hasil; ExcelApp.Cells[x+3, 7].Value := DBEdit2.Text; ExcelApp.Cells[x+3, 8].Value := ComboBox1.Text; ExcelApp.Range['A'+inttostr(x+3)+':H'+inttostr(x+3)].Borders.Wei ght := xlThin;

51

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

ExcelApp.Workbooks[1].save; //a:=a+1;

Rzedit2.Text:='0 Bar'; end; procedure TForm1.RzBitBtn2Click(Sender: TObject); begin ComPort1.ShowSetupDialog; end; procedure TForm1.FormResize(Sender: TObject); begin {chart1.Width:=form1.Width-20; RzBackground1.Width:=form1.Width; RzEdit1.Left:= form1.Width-495; Shape2.Left:= form1.Width-580; RzClockstatus1.Left:= RzBackground1.Width-257;} end; procedure TForm1.SettingComport1Click(Sender: TObject); begin ComPort1.ShowSetupDialog; end; procedure TForm1.FormDestroy(Sender: TObject); begin //ExcelApp.ActiveWorkBook.SaveAs('c:\filename.xls'); if not VarIsEmpty(ExcelApp) then //Memerikasa apakah excel masih terbuka begin ExcelApp.DisplayAlerts := False; //Tidak Menampilkan Kotak pesan save file ExcelApp.Quit; end; end;

52

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

procedure TForm1.ComboBox1Change(Sender: TObject); begin x:=0; if not VarIsEmpty(ExcelApp) then //Memerikasa apakah excel masih terbuka begin ExcelApp.DisplayAlerts := False; //Tidak Menampilkan Kotak pesan save file ExcelApp.Quit; end; ExcelApp := CreateOleObject('Excel.Application'); //ExcelApp.Workbooks.Add; if fileexists('c:\Stressing master.xls') then ExcelApp.Workbooks.Open('c:\Stressing master.xls') else begin ExcelApp := CreateOleObject('Excel.Application'); ExcelApp.Workbooks.Add; ExcelApp.visible:=true; ExcelApp.Range['A1:H3'].Font.Bold := True; ExcelApp.Range['A1:H2'].Mergecells := True; ExcelApp.Range['A3:H3'].Borders.Weight := xlThin; ExcelApp.Range['A1:H1600'].HorizontalAlignment := xlHAlignCenter; ExcelApp.Range['A1:H3'].VerticalAlignment := xlVAlignCenter; ExcelApp.Cells[1, 1].Value := 'LAPORAN HASIL STRESSING JALUR X'; ExcelApp.Cells[1, 1].Font.Size := 16; ExcelApp.Cells[3, 1].Value := 'NO.'; ExcelApp.Cells[3, 2].Value := 'TANGGAL'; ExcelApp.Cells[3, 3].Value := 'JAM'; ExcelApp.Cells[3, 4].Value := 'NAMA PRODUK'; ExcelApp.Cells[3, 5].Value := 'TIPE PRODUK'; ExcelApp.Cells[3, 6].Value := 'NILAI (BAR)'; ExcelApp.Cells[3, 7].Value := 'TARGET (BAR)'; ExcelApp.Cells[3, 8].Value := 'OPERATOR';

53

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

ColumnRange := ExcelApp.Workbooks[1].WorkSheets[1].Columns; ColumnRange.Columns[1].ColumnWidth := 5.57; ColumnRange.Columns[2].ColumnWidth := 16; ColumnRange.Columns[3].ColumnWidth := 16; ColumnRange.Columns[4].ColumnWidth := 22; ColumnRange.Columns[5].ColumnWidth := 22; ColumnRange.Columns[6].ColumnWidth := 14; ColumnRange.Columns[7].ColumnWidth := 14; ColumnRange.Columns[8].ColumnWidth := 16; ExcelApp.ActiveSheet.PageSetup.Orientation := xlLandscape; //ExcelApp.Workbooks.Open('c:\Stressing master.xls'); end; ExcelApp.visible:=false; ExcelApp.Workbooks[1].SaveAs('c:\'+ComboBox1.text+' '+formatdatetime('hh.mm',now)+'.xls'); end; procedure TForm1.entangStressing1Click(Sender: TObject); begin Form2.Show; end; end.

54

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

2.

LISTING PROGRAM DELPHI UNTUK SPINNING unit Unit1; interface uses Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Kontrols, Forms, Dialogs, ExtCtrls, CPort, StdCtrls, Mask, Buttons, ImgList, Menus, CPortCtl; type TForm1 = class(TForm) BitBtn1: TBitBtn; BitBtn2: TBitBtn; BitBtn3: TBitBtn; ComPort1: TComPort; ComDataPacket1: TComDataPacket; Timer1: TTimer; Timer2: TTimer; GroupBox1: TGroupBox; ScrollBar1: TScrollBar; ScrollBar2: TScrollBar; ScrollBar3: TScrollBar; ScrollBar4: TScrollBar; Edit1: TEdit; Edit2: TEdit; Edit3: TEdit; Edit4: TEdit; Label1: TLabel; Label2: TLabel; Label3: TLabel; Label4: TLabel; GroupBox2: TGroupBox; Edit5: TEdit; Label5: TLabel;

55

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Edit6: TEdit; Label6: TLabel; Edit7: TEdit; Label7: TLabel; Edit8: TEdit; Label8: TLabel; Panel1: TPanel; Panel2: TPanel; ComLed2: TComLed; procedure BitBtn1Click(Sender: TObject); procedure BitBtn2Click(Sender: TObject); procedure BitBtn3Click(Sender: TObject); procedure ComDataPacket1Packet(Sender: TObject; const Str: String); procedure Timer1Timer(Sender: TObject); procedure Timer2Timer(Sender: TObject); private { Private declarations } public { Public declarations } end; var Form1: TForm1; implementation {$R *.dfm} procedure TForm1.BitBtn1Click(Sender: TObject); begin Comport1.ShowSetupDialog; end; procedure TForm1.BitBtn2Click(Sender: TObject); begin comport1.Open; Timer2.Enabled:=true; panel2.Color:=clLime;

56

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

panel2.Caption:='- ONLINE -'; end; procedure TForm1.BitBtn3Click(Sender: TObject); begin Timer1.Enabled:=false; Timer2.Enabled:=false; Comport1.Close; panel2.Color:=clRed; panel2.Caption:='- OFFLINE -'; end; procedure TForm1.ComDataPacket1Packet(Sender: TObject; const Str: String); var ADC : array [1..4, 2..22] of integer; nilai : array [1..4] of integer; i : integer; begin //maskedit1.Text:=Str; for i:=2 to 4 do begin case str[i] of 'A' : ADC[1][i] := 10; 'B' : ADC[1][i] := 11; 'C' : ADC[1][i] := 12; 'D' : ADC[1][i] := 13; 'E' : ADC[1][i] := 14; 'F' : ADC[1][i] := 15; else ADC[1][i] := strtoint(str[i]); end; end; for i:=8 to 10 do begin case str[i] of 'A' : ADC[2][i] := 10; 'B' : ADC[2][i] := 11;

57

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

'C' : ADC[2][i] := 12; 'D' : ADC[2][i] := 13; 'E' : ADC[2][i] := 14; 'F' : ADC[2][i] := 15; else ADC[2][i] := strtoint(str[i]); end; end; for i:=14 to 16 do begin case str[i] of 'A' : ADC[3][i] := 10; 'B' : ADC[3][i] := 11; 'C' : ADC[3][i] := 12; 'D' : ADC[3][i] := 13; 'E' : ADC[3][i] := 14; 'F' : ADC[3][i] := 15; else ADC[3][i] := strtoint(str[i]); end; end; for i:=20 to 22 do begin case str[i] of 'A' : ADC[4][i] := 10; 'B' : ADC[4][i] := 11; 'C' : ADC[4][i] := 12; 'D' : ADC[4][i] := 13; 'E' : ADC[4][i] := 14; 'F' : ADC[4][i] := 15; else ADC[4][i] := strtoint(str[i]); end; end; nilai[1]:=(ADC[1][2]*256+ADC[1][3]*16+ADC[1][4]*1); nilai[2]:=(ADC[2][8]*256+ADC[2][9]*16+ADC[2][10]*1);

58

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

nilai[3]:=(ADC[3][14]*256+ADC[3][15]*16+ADC[3][16]*1); nilai[4]:=(ADC[4][20]*256+ADC[4][21]*16+ADC[4][22]*1); edit5.Text:=floattostr(nilai[1]/4000*2000*1.3); edit6.Text:=floattostr(nilai[1]/4000*10); edit7.Text:=floattostr(nilai[3]/4000*10); edit8.Text:=inttostr(nilai[4]); end; procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject); //PERINTAH READ begin //comport1.WriteStr(#5+'01RSS0407%DW498007%DW498107% DW498407%DW4985'+#4); comport1.WriteStr(#5+'01RSS0407%DW498007%DW498107%D W498207%DW4991'+#4); //comport1.WriteStr(#5+'01RSS0407%DW498407%DW498507% DW498607%DW4987'+#4); Timer1.Enabled:=false; Timer2.Enabled:=True; end; procedure TForm1.Timer2Timer(Sender: TObject); //PERINTAH WRITE var data, sisa : array [1..4] of integer; buff : array [1..3, 1..4] of integer; nilai : array [1..4, 1..3] of string; temp : array [1..4] of string; i,j: integer; begin data[1]:=ScrollBar1.Position; data[2]:=ScrollBar2.Position; data[3]:=ScrollBar3.Position;

59

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

data[4]:=ScrollBar4.Position; for i:=1 to 4 do begin buff[1][i]:=data[i] div (256); sisa[i]:=data[i] mod (256); buff[2][i]:=sisa[i] div 16; sisa[i]:=sisa[i] mod 16; buff[3][i]:=sisa[i]; for j:=1 to 3 do begin case buff[j][i] of 10 : nilai[j][i] := 'A'; 11 : nilai[j][i] := 'B'; 12 : nilai[j][i] := 'C'; 13 : nilai[j][i] := 'D'; 14 : nilai[j][i] := 'E'; 15 : nilai[j][i] := 'F'; else nilai[j][i] := inttostr(buff[j][i]); end; temp[i]:=nilai[1][i]+nilai[2][i]+nilai[3][i]; end; end; edit1.text:=temp[1]; edit2.text:=temp[2]; edit3.text:=temp[3]; edit4.text:=temp[4];

edit1.text:=floattostr(scrollbar1.Position/4000*10); {edit2.text:=inttostr(scrollbar2.Position); edit3.text:=inttostr(scrollbar3.Position); edit4.text:=inttostr(scrollbar4.Position);}

comport1.WriteStr(#5+'01WSS0407%DW00000'+temp[1]+'07%D

60

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

W49850'+temp[2]+'07%DW49860'+temp[3]+'07%DW49870'+tem p[4]+#4); timer2.Enabled:=false; timer1.Enabled:=true; end;

end.

61

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

3.

LISTING PROGRAM DELPHI UNTUK I/O unit Unit1; interface uses Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Kontrols, Forms, Dialogs, ExtCtrls, StdCtrls, CPort, CPortCtl; type TForm1 = class(TForm) Button1: TButton; Button2: TButton; Button3: TButton; Button4: TButton; Button5: TButton; Button6: TButton; Button7: TButton; Button8: TButton; Button9: TButton; Button10: TButton; Button11: TButton; Button12: TButton; Timer1: TTimer; ComPort1: TComPort; ComDataPacket1: TComDataPacket; Button13: TButton; Label9: TLabel; Button14: TButton; Panel9: TPanel; Button15: TButton; ComLed1: TComLed; ComLed2: TComLed; Panel10: TPanel; Label1: TLabel; Label2: TLabel; Label3: TLabel; Label4: TLabel;

62

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Label5: TLabel; Label6: TLabel; Label7: TLabel; Label8: TLabel; Panel1: TPanel; Panel2: TPanel; Panel3: TPanel; Panel4: TPanel; Panel5: TPanel; Panel6: TPanel; Panel7: TPanel; Panel8: TPanel; procedure Button1Click(Sender: TObject); procedure Button2Click(Sender: TObject); procedure Button3Click(Sender: TObject); procedure Button4Click(Sender: TObject); procedure Button5Click(Sender: TObject); procedure Button6Click(Sender: TObject); procedure Button7Click(Sender: TObject); procedure Button8Click(Sender: TObject); procedure Button9Click(Sender: TObject); procedure Button10Click(Sender: TObject); procedure Button11Click(Sender: TObject); procedure Button12Click(Sender: TObject); procedure Timer1Timer(Sender: TObject); procedure ComDataPacket1Packet(Sender: TObject; const Str: String); procedure Button13Click(Sender: TObject); procedure FormCreate(Sender: TObject); procedure Button14Click(Sender: TObject); procedure Button15Click(Sender: TObject); //procedure ComPort1RxChar(Sender: TObject; Count: Integer); private { Private declarations } public { Public declarations } end; var

63

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

Form1: TForm1; implementation {$R *.dfm} procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); begin //Timer1.Enabled:=false; comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00001'+#4); //Timer1.Enabled:=True; end; procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00101'+#4); end; procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00201'+#4); end; procedure TForm1.Button4Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00301'+#4); end; procedure TForm1.Button5Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00401'+#4); end;

64

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

procedure TForm1.Button6Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00501'+#4); end; procedure TForm1.Button7Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00601'+#4); end; procedure TForm1.Button8Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00701'+#4); end; procedure TForm1.Button9Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00801'+#4); end; procedure TForm1.Button10Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00901'+#4); end; procedure TForm1.Button11Click(Sender: TObject); begin

65

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00A01'+#4); end; procedure TForm1.Button12Click(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00WSS0106%PX00B01'+#4); end; procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject); begin comport1.WriteStr(#5+'00RSS0105%PW04'+#4); end; procedure TForm1.ComDataPacket1Packet(Sender: TObject; const Str: String); var buff : array [3..4] of string; total,i : integer; RPM: extended; begin for i:=3 to 4 do begin case str[i] of '0' : buff[i]:=('0000'); '1' : buff[i]:=('0001'); '2' : buff[i]:=('0010'); '3' : buff[i]:=('0011'); '4' : buff[i]:=('0100'); '5' : buff[i]:=('0101'); '6' : buff[i]:=('0110'); '7' : buff[i]:=('0111'); '8' : buff[i]:=('1000'); '9' : buff[i]:=('1001'); 'A' : buff[i]:=('1010'); 'B' : buff[i]:=('1011'); 'C' : buff[i]:=('1100');

66

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

'D' : buff[i]:=('1101'); 'E' : buff[i]:=('1110'); 'F' : buff[i]:=('1111'); end; end; if buff[3][1] ='1' then Panel1.Color:=clLime else Panel1.Color:=clRed; if buff[3][2] ='1' then Panel2.Color:=clLime else Panel2.Color:=clRed; if buff[3][3] ='1' then Panel3.Color:=clLime else Panel3.Color:=clRed; if buff[3][4] ='1' then Panel4.Color:=clLime else Panel4.Color:=clRed; if buff[4][1] ='1' then Panel5.Color:=clLime else Panel5.Color:=clRed; if buff[4][2] ='1' then Panel6.Color:=clLime else Panel6.Color:=clRed; if buff[4][3] ='1' then Panel7.Color:=clLime else Panel7.Color:=clRed; if buff[4][4] ='1' then Panel8.Color:=clLime else Panel8.Color:=clRed; end; procedure TForm1.Button13Click(Sender: TObject); begin comport1.Open; Timer1.Enabled:=true; panel9.Caption:='- ON LINE -'; panel9.Color:=clLime; end;

67

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject); begin //comport1.Open; end; procedure TForm1.Button14Click(Sender: TObject); begin timer1.Enabled:=false; panel9.Caption:='- OFF LINE -'; panel9.Color:=clRed; comport1.Close; end; procedure TForm1.Button15Click(Sender: TObject); begin ComPort1.ShowSetupDialog; end;

end.

68

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

4.

GAMBAR LADDER DIAGRAM UNTUK PLC HOIST

69

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

70

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

71

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

72

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

KATA PENGANTAR Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan berkah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan hasil Kerja Praktek di PT. Wijaya Karya Beton Pasuruan. Kerja praktek ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memenuhi persyaratan Akademik di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat melihat langsung kegiatan-kegiatan dan peralatan-peralatan dalam bidang elektronika dan menghubungkannya dengan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan. Tak lupa kami sampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam melaksanakan kerja praktek dan menyusun laporan ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik, khususnya kepada : 1. Bapak Suwito, selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek. 2. Bapak Khusnul Hakim selaku Manajer Pabrik Beton Pasuruan PT. Wijaya Karya Beton, yang memberi kami tempat untuk melaksanakan Kerja Praktek. 3. Bapak Eko Sumantri, selaku Kepala Seksi Peralatan yang senantiasa mengawasi dan membimbing kami. 4. Bapak Sulis, selaku Pembimbing Lapangan Kerja Praktek di PT. Wika Beton Pasuruan yang tanpa lelah dan sabar selalu membimbing kami. 5. Seluruh staf dan karyawan di lingkungan PT. Wijaya Karya Beton Pasuruan. Dalam penulisan laporan ini kami menyadari akan adanya kekurangan-kekurangan akibat dari keterbatasan pengetahuan kami. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran membangun dari semua pihak agar dapat lebih baik di masa yang akan datang. Dan akhirnya kami mengharapkan semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak.

Surabaya, Maret 2012

Penulis

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

ii

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

DAFTAR ISI

Halaman Judul Halaman Pengesahan Jurusan Halaman Pengesahan Instansi Kata Pengantar ......................................................................................... i Daftar Isi ................................................................................................ iii Daftar Gambar ...................................................................................... vii Daftar Tabel ........................................................................................... ix

I. 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5

PENDAHULUAN Latar Belakang .......................................................................... 1 Tujuan Kerja Praktek ................................................................ 2 Waktu dan Tempat Kerja Praktek ............................................. 3 Metode Penulisan ...................................................................... 3 Sistematika Penulisan ............................................................... 3

II. 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.5 2.5

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah PT. WIJAYA KARYA BETON .................................. 5 Identitas Perusahaan .................................................................. 5 Struktur Organisasi ................................................................... 6 Kegiatan Usaha ......................................................................... 6 Visi Perusahaan ......................................................................... 7 Misi Perusahaan ........................................................................ 7 Motto Perusahaan...................................................................... 7

iii

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

III. 3.1 3.2. 3.2.1 3.2.2 3.3 3.3.1 3.4 3.4.1 3.4.2 3.4.3

DASAR TEORI Proses Manufacture Produk Beton ........................................... 9 Mesin dan Peralatan Pabrik Produk Beton ............................... 9 Mesin Produksi ......................................................................... 9 Peralatan Produksi .................................................................. 12 Sistem Otomasi Industri ......................................................... 14 Penglompokan Sistem Otomasi Industri ................................. 16 Komunikasi Data Serial .......................................................... 17 RS 232 .................................................................................... 17 RS 485 .................................................................................... 18 Modbus ................................................................................... 18

3.4.3.1 Jenis Modbus .......................................................................... 19

IV. 4.1 4.2 4.2.1 4.2.2 4.2.3 4.2.4 4.2.5

DESAIN SISTEM KENDALI DAN INSTRUMENTASI Kondisi Umum Sistem Kendali Pabrik ................................... 21 Project .................................................................................... 22 Interface PLC ke PC via kabel Parallel ................................. 22 Converter 10 Volt ke 15 Volt dengan penguat arus ................ 25 Akuisisi Data Tacho Mesin Spinning Lama ........................... 28 Perancangan Sistem Kontrol Motor Hoist. ............................. 29 Interface PLC ke PC via kabel Serial (RS-232) ..................... 33

iv

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

V. 5.1 5.2

PENUTUP Kesimpulan ............................................................................. 39 Saran ....................................................................................... 39

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

vi

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Pabrik Produk Beton Pasuruan ......... 6 Gambar 3.1 Kabel Serial Penghubung antar peripheral ..................... 17 Gambar 3.2 Komunikasi via RS 485 .................................................. 18 Gambar 4.1 Bagan Sistem Kendali .................................................... 21 Gambar 4.2 Panel Jalur 5 ................................................................... 22 Gambar 4.3 Bagan Komunikasi Parallel ........................................... 23 Gambar 4.4 Skematik Level Shifter & Logic Isolator ........................ 23 Gambar 4.5 Desain Board Level Shifter & Logic Isolator ................. 24 Gambar 4.6 Skematik Converter dan Amplifier 10V ke 15V ............. 25 Gambar 4.7 Sistematika Op-Amp ....................................................... 26 Gambar 4.8 Pengujicobaan Converter & Amplifier 10V ke 15V ....... 27 Gambar 4.9 Board rangkaian Converter & Amplifier 10V ke 15V .... 27 Gambar 4.10 Skematik Rangakaian Penurun Level Tegangan ............ 28 Gambar 4.11 Board Rangakain Penurun Level Tegangan .................. 29 Gambar 4.12 Hoist(kuning) pada Jalur 5 Produksi Tiang Pancang ... 30 Gambar 4.13 Skematik Rangkaian Kendali Hoist ............................... 31 Gambar 4.14 Board Rangkaian Kontrol Hoist .................................... 32 Gambar 4.15 Contoh format perintah individual read ........................ 33 Gambar 4.16 Contoh format perintah individual write ....................... 33 Gambar 4.17 Format data yang dikirimkan oleh PLC ........................ 34 Gambar 4.18 Program Monitor proses Stressing protokol RS-232 ..... 35 Gambar 4.19 Program monitor ADC/DAC Proses Spinning .............. 36 Gambar 4.20 Program I/O digital & tombol virtual pada LG K120s . 37

vii

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]

viii

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Mesin Produksi Pabrik Beton ............................................... 10 Tabel 3.2 Peralatan Produksi Pabrik Beton .......................................... 12

ix

Laporan Kerja Praktik Pabrik Produk Beton Pasuruan PT Wijaya Karya Beton

[Halaman ini sengaja dikosongkan]