Anda di halaman 1dari 16

I.

Perencanaan dan Penganggaran Perusahaan


Perencanaan merupakan salah satu dari fungsi manajemen dan

penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Penganggaran meliputi penganggaran perusahaan dan penganggaran non perusahaan. Penganggaran perusahaan berarti penganggaran untuk organisasi yang bertujuan mencari laba, sedangkan penganggaran non perusahaan (penganggaran nirlaba) berarti penganggaran untuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Penganggaran berbeda dengan anggaran dan perencanaan berbeda dengan rencana. Penganggaran adalah proses menyusun anggaran, sedangkan anggaran adalah hasil penganggaran. Perencanaan adalah proses menyusun rencana, sedangkan rencana adalah hasil perencanaan. Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kuantitatif) tetapi juga tidak dinyatakan dalam angka (kualitatif), sedangkan anggaran dinyatakan dalam angka (kuantitatif) dan umumnya dalam satuan mata uang. Penganggaran sangat erat hubungannya salah satu dengan akunting dan karena bagian penganggaran dari akunting merupakan manajemen. Disamping mempunyai banyak manfaat (sebagai alat pelaksanaan pekerjaan), anggaran juga mempunyai kelemahan karena anggaran dibuat berdasarkan asumsi. Bila asumsinya berubah maka anggaran menjadi kurang bermanfaat, kecuali direvisi sesuai dengan perubahan asumsi. bidang akunting

II.

Fungsi dan Jenis Anggaran


Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan, artinya memberikan gambaran yang jelas dalam satuan barang dan uang. Anggaran berfungsi sebagai alat pelaksanaan, artinya memberikan pedoman agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras. Anggaran berfungsi sebagai alat pengawasan, artinya digunakan sebagai alat menilai pelaksanaan pekerjaan.

Penganggaran - 170610100088

Page 1

Anggaran dapat dikelompokkan dari segi dasar penyusunan (terdiri atas anggaran variabel dan anggaran tetap), segi penyusunan (terdiri atas anggaran periodik dan anggaran continue), segi jangka waktu (terdiri atas anggaran jangka panjang dan anggaran jangka pendek), segi bidangnya (terdiri atas anggaran operasional dan anggaran keuangan), segi kemampuan menyusun (terdiri atas anggaran komprehensif dan anggaran parsial), segi fungsi (terdiri atas anggaran tertentu dan anggaran kinerja), dan segi penentuan harga pokok produk (terdiri atas anggaran tradisional dan anggaran berdasar kegiatan).

III.

Kerancuan Pengindonesiaan Istilah Akuntansi


Keanekaragaman istilah berbeda dengan kerancuan istilah. Keanekaragaman istilah artinya banyak istilah yang mempunyai arti sama, sedangkan kerancuan istilah berarti banyak istilah yang mempunyai arti yang kacau. Akuntansi (accountancy) berbeda dengan akunting (accounting). Akuntansi digunakan dalam dunia nyata, sedangkan akunting digunakan dalam dunia keilmuan. Akunting pengantar memiliki arti yang berbeda dengan pengantar akunting. Akunting pengantar lebih luas dan deskriptif dari sekadar pengantar akunting. Akunting pengantar artinya akunting tingkat pengantar, sedangkan pengantar akunting tidak menunjukkan tingkat. Kata dagang berbeda artinya dengan usaha. Usaha meliputi arti dagang. Piutang dagang dan utang dagang hanya untuk perusahaan dagang, sedangkan piutang usaha dan utang usaha dapat digunakan untuk bermacam perusahaan. Aset tetap tak berwujud berbeda artinya dengan aset tak berwujud. aset tak berwujud meliputi arti aset tetap tak berwujud dan aset lancer tak berwujud, serta aset tidak lancar lainnya yang tak berwujud.

Penganggaran - 170610100088

Page 2

Kewajiban berbeda artinya dengan utang. Kewajiban meliputi arti utang dan modal sendiri. Penghasilan berbeda dengan pendapatan, penghasilan artinya proses memperoleh hasil, sedangkan pendapatan artinya proses memperoleh yang didapat. Dalam laporan laba rugi seharusnya menggunakan istilah hasilan (income) dan dapatan (revenues), bukan penghasilan dan pendapatan, karena yang dimaksud bukan prosesnya, tetapi hasilnya. Biaya (cost) dan beban (expense) dapat beda maksudnya. Biaya dalam arti luas meliputi harga pokok dan beban. Biaya dalam arti luas tidak dapat digunakan dalam akunting keuangan. Biaya pabrik berbeda dengan biaya produksi. Biaya produk biasanya terdapat dalam neraca dalam bentuk harga pokok aset (seperti sediaan, mesin, dan alat), sedangkan biaya produksi terdapat pada laporan laba-rugi dan laporan biaya produksi. Biaya produk atau harga pokok produk adalah biaya yang melekat pada produk (barang/jasa), sedangkan biaya produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, baik yang terjadi pada periode lalu (harga pokok produk dalam proses awal) maupun yang terjadi pada periode saat ini. Dalam neraca, lebih baik menggunakan istilah cadangan depresiasi atau depresiasi terkumpul daripada akumulasi depresiasi, karena akumulasi artinya proses mengumpulkan, padahal depresiasi tersebut sudah terkumpul. Dalam neraca, lebih baik menggunakan istilah investasian atau sertaan daripada investasi atau penyertaan, karena istilah investasi berarti proses menanamkan modal, padahal modal tersebut sudah ditanamkan. Begitu juga dengan istilah penyertaan, artinya proses / cara menyertakan, padahal sudah disertakan. Dalam laporan arus kas lebih tepat menggunakan istilah kas masuk dan kas keluar daripada penerimaan kas dan pengeluaran kas, karena penerimaan berarti proses / cara menerima, dan pengeluaran berarti proses

Penganggaran - 170610100088

Page 3

mengeluarkan, padahal kas tersebut sudah diterima dan kas tersebut sudah dikeluarkan. Suatu proses / cara belum tentu sudah dilaksanakan. Dalam laporan perubahan modal kerja lebih baik menggunakan istilah belanja modal kerja daripada penggunaan modal kerja, karena penggunaan artinya proses / cara menggunakan yang belum tentu sudah digunakan, padahal dalam laporan sudah digunakan. Penanggalan dalam laporan keuangan hanya neraca dan neraca awal yang menggunakan tanggal saat tertentu, seperti per 31 Desember 2017, sedangkan laporan keuangan lainnya menggunakan istilah tanggal periode tertentu seperti : 1. Tahun berakhir 31 Desember 2017 2. Periode 1 Januari sampai 31 Desember 2017

IV.

Analisis Tren
Menurut L.F Orwick, ramalan merupakan fungsi manajemen pertama sebelum dilakukannya perencanaan. Penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan karena anggaran adalah salah satu jenis rencana. Oleh karena itu, sebelum dibuat anggaran terlebih dahulu dibuat ramalan. Dalam hal ini sebelum dibuat anggaran jualan terlebih dahulu dibuat ramalan jualan. Teknik membuat ramalan jualan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Teknik membuat ramalan jualan secara kualitatif bisa menggunakan metode pendapat yang antara lain pendapat para tenaga penjualan, pendapat para manajer divisi penjualan, pendapat eksekutif, pendapat para pakar, dan pendapat survei konsumen. Teknik membuat ramalan jualan secara kuantitatif antara lain dengan menggunakan analisis lini produk, metode distribusi probabilitas, analisis tren, dan analisis regresi.

Penganggaran - 170610100088

Page 4

Ramalan jualan secara kualitatif biasanya digunakan untuk perusahaan yang baru berdiri dan belum mempunyai data kuantitatif yang lengkap. Ramalan jualan secara kualitatif bersifat subjektif, tidak seobjektif ramalan jualan secara kuantitatif. Analisis tren garis lurus terdiri atas metode kuadrat terkecil dan metode momen. Cara menghitung metode kuadrat terkecil dapat menggunakan rumus X = 0 dan rumus X 0, sedangkan cara menghitung metode momen dapat menggunakan cara eliminasi (penghilangan) dan cara subtitusi (penggantian). Analisis tren bukan garis lurus ada terdiri atas tren parabola kuadrat, tren eksponensial, dan tren eksponensial yang diubah. Cara menghitung tren parabola kuadrat menggunakan rumus X = 0, sedangkan cara mengitung tren eksponensial menggunakan tabel logaritma. Untuk menentukan pilihan metode ramalan yang sesuai (apakah metode tren garis lurus atau metode tren bukan garis lurus) digunakan standar kesalahan peralaman (SKP). Nilai SKP yang terkecil menunjukkan bahwa metode ramalan yang mendekati kesesuaian.

V.

Analisis Regresi
Laporan keuangan juga dapat dianalisis dengan menggunakan analisis statistic antara lain berupa analisis regresi. Analisis regresi terdiri atas analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Analisis regresi sederhana digunakan untuk satu variabel terikat (Y) dan satu variabel bebas (X). Untuk mengetahui bahwa variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat digunakan analisis korelasi (R). Untuk mengetahui seberapa jauh variabilitas Y dipengaruhi oleh

Penganggaran - 170610100088

Page 5

variabilitas X maka digunakan koefisien determinan (R2), yaitu dengan cara mengkuadratkan koefisien korelasi. Analisis regresi berganda digunakan untuk satu variabel terikat (Y) dengan beberapa variabel bebas (X). Seperti halnya pada analisis regresi sederhana, untuk mengetahui bahwa variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat digunakan analisis korelasi. Pada analisis regresi sederhana hanya satu perhitungan koefisien korelasi (R), sedangkan pada analisis regresi berganda perhitungan koefisien korelasi dihitung secara parsial dan secara berganda. Begitu juga koefisien determinan (R2) dihitung secara parsial dan secara berganda pada analisis regresi berganda, sedangkan pada analisis regresi sederhana hanya satu perhitungan.

VI.

Penyusunan Anggaran Jualan


Anggaran jualan adalah anggaran hasil penjualan. Jualan artinya hasil penjualan. Penjualan artinya proses menjual. Menjual artinya menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu pada saat tertentu. Manfaat anggaran jualan terutama sebagai dasar penyusunan anggaran lainnya dan sebagai ujung tombak dalam memperoleh laba. Faktor yang memengaruhi anggaran jualan selain ramalan jualan, antara lain : pemasaran, keuangan, ekonomis, teknis, kebijakan perusahaan, perkembangan penduduk, kondisi nasional, dan lain-lain. Penyusunan anggaran jualan dimulai dari mempertimbangkan faktor yang memengaruhi anggaran jualan. Setelah itu, menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu. Kemudian membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan penentuan produk yang akan dijual pada daerah tertentu. Langkah selanjutnya adalah memperhitungkan anggaran jualan, dan terakhir disusunlah anggaran jualan.

VII.

Penyusunan Anggaran Produk

Penganggaran - 170610100088

Page 6

Anggaran produksi berarti anggaran kegiatan, karena produksi adalah proses kegiatan membuat produk. Produksi tidak perlu dianggarkan, tetapi dijadwalkan. Dengan demikian, istilah anggaran produksi tidaklah tepat. Untuk menyusun anggaran produk atau anggaran produk jadi dihasilkan periode ini dihitung berdasarkan anggaran jualan ditambah sediaan produk jadi akhir yang dianggarkan, yang menghasilkan produk jadi siap dijual. Produk jadi siap dijual dikurang sediaan produk jadi awal menghasilkan produk yang dianggarkan, dalam hal ini anggaran produk jadi dihasilkan periode ini. Anggaran produk dapat disusun dalam empat cara : mengutamakan stabilitas produk, mengutamakan stabilitas sediaan, gabungan antara stabilitas produk dengan stabilitas sediaan, dan disesuaikan dengan keperluan manajemen.

VIII.

Penyusunan Anggaran Bahan Baku


Tujuan utama disusun anggaran bahan baku adalah untuk menjaga kelancaran produksi, dan bahan baku adalah komponen utama dari suatu produk. Kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai adalah kuantitas bahan baku yang dibeli ditambah kuantitas sediaan bahan baku awal. Kuantitas standar bahan baku dipakai adalah kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai dikurang kuantitas sediaan bahan baku akhir. Anggaran biaya bahan baku adalah kuantitas standar bahan baku dipakai dikali harga standar bahan baku per unit. Kuantitas standar bahan baku dipakai dapat juga diperoleh dari unit ekuivalen produk dikali kuantitas standar bahan baku per unit produk. Belian bahan baku adalah biaya bahan baku ditambah sediaan bahan baku akhir dikurang sediaan bahan baku awal.

IX.

Penyusunan Anggaran Sediaan


Penganggaran - 170610100088 Page 7

Sediaan pada perusahaan manufaktur terdiri atas : sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, sediaan bahan pembantu, sediaan suku cadang, sediaan pernik, tetapi yang dibahas hanya tiga macam sediaan, yaitu sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, dan sediaan bahan baku. Sediaan pada perusahaan dagang terdiri atas : sediaan barang dagangan, dan sediaan pernik, tetapi yang dibahas hanya sediaan barang dagangan. Cara menentukan anggaran sediaan produk jadi dan sediaan produk dalam proses menggunakan tingkat putaran sediaan, dan membuat anggaran produk. Anggaran sediaan bahan baku dapat dihitung dengan tiga cara : menggunakan tingkat putaran sediaan, dapat dengan cara menentukan tingkat kuantitas pesanan ekonomis (KPE), di samping itu juga dapat dihitung dengan cara membuat anggaran belian bahan baku. Anggaran sediaan barang dagangan dapat dihitung dengan tiga cara : tingkat putaran sediaan, menentukan tingkat pesanan ekonomis, dan membuat anggaran belian barang dagangan. Cara menentukan anggaran sediaan bahan baku dengan membuat anggaran belian bahan baku, dan cara menentukan anggaran sediaan barang dagangan dengan membuat anggaran belian barang daganagan cocok bila akunting keuangan menggunakan pencatatan metode fisik.

X.

Penyusunan Anggaran Piutang


Piutang adalah hak menagih sejumlah harta dari keditor kepada debitor yang bersedia melunasi pada waktu mendatang. Piutang usaha adalah piutang yang timbul karena menjual barang atau jasa secara kredit. Manfaat piutang usaha yang utama adalah untuk meningkatkan volume barang yang dijual agar mampu bersaing.

Penganggaran - 170610100088

Page 8

Faktor yang memengaruhi anggaran piutang antara lain volume barang yang dijual secara kredit, standar kredit, jangka waktu kredit, pemberian potongan, pembatasan kredit, dan kebijakan penagihan piutang. Langkah penyusunan anggaran piutang usaha : 1. Mengumpulkan data realisasi dan anggaran jualan 2. Menentukan taksiran piutang tak tertagih (bila ada) dan syarat pembayaran 3. Menghitung anggaran piutang usaha termasuk menghitung taksiran kerugian piutang (bila ada) 4. Menyusun anggaran piutang

XI.

Penyusunan Anggaran Kas


Anggaran kas adalah anggaran yang menunjukkan perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan arus kas masuk sebagai sumber kas dan arus kas keluar sebagai arus kas digunakan sehingga tampak kelebihan atau kekurangan kas, dan saldo kas selama periode tertentu dari suatu organisasi. Kas masuk dank as keluar diklasifikasikan dalam kegiatan utama perusahaan, yaitu kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan kegiatan pendanaan. Salah satu tujuan pokok disajikan anggaran kas adalah untuk menyediakan likuiditas organisasi, dan manfaat (guna) anggaran kas untuk mengetahui posisi kemampuan membayar rutin (kewajiban jangka pendek), serta memperkuat posisi dalam penawaran. Anggaran kas dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu bentuk tunggal dan bentuk campuran. Cara penyusunan anggaran kas ada dua cara pendekatan, yaitu : 1. Pendekatan kas masuk dan kas keluar atau metode langsung
Penganggaran - 170610100088 Page 9

2. Pendekatan akunting keuangan atau metode tak langsung (metode rekonsiliasi)

XII.

Penyusunan Anggaran Utang dan Modal


Utang meliputi utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Utang jangka pendek adalah utang yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun, seperti : utang usaha, beban terutang, utang wesel, dan lain-lain. Utang jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun, seperti utang obligasi. Utang jangka pendek digunakan untuk membelanjai modal kerja (aset lancar), sedangkan utang jangka panjang digunakan untuk membelnjai aset tak lancar. Belanja aset lancar dan aset tak lancar ini dapat digunakan untuk kegiatan ekspansi, yaitu memperluas kegiatan produksi dan pemasaran untuk meraup laba sebanyak mungkin. Kegiatan ekspansi juga akan memperbesar utang. Struktur modal memengaruhi besar kecilnya utang. Semakin besar modal sendiri maka semakin besar kesempatan memperoleh utang yang besar. Sebaliknya, semakin kecil modal sendiri yang dimiliki maka semakin kecil kemungkinan memperoleh utang yang besar. Struktur modal antara badan usaha yang satu dengan badan usaha yang lain berbeda. Di Indonesia dikenal bebrapa badan usaha, antara lain : perusahaan perseorangan, firma, persekutuan komanditer (CV), perseroan terbatas (PT), dan koperasi.

XIII.

Penyusunan Anggaran Jangka Panjang


Anggaran jangka panjang merupakan pedoman penyusunan anggaran angka pendek. Anggaran modal pada umumnya anggaran untuk investasi barang modal (aset tak lancar) yang termasuk anggaran jangka panjang. Dalam menilai rencana (anggaran) investasi barang modal terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan, yaitu : arus kas, nilai waktu dari uang, dan
Penganggaran - 170610100088 Page 10

biaya modal. Untuk menilai usul (anggaran) investasi barang modal ada beberapa metode penilaian usul investasi yang dapat digunakan, antara lain : metode masa pulih, metode nilai sekarang bersih, metode tingkat imbalan internal, metode indeks kemampulabaan, dan metode tingkat imbalan akunting. Dari kelima metode tersebut biasanya metode nilai sekarang bersih (NSB) yang menjadi acuan untuk memilih investasi, kecuali investasi lebih tersebut mementingkan NSB yang jangka maka waktu yang pendek metode maka indeks digunakan metode masa pulih. Apabila usul investasi dari dua proyek atau mempunyai sama digunakan kemampulabaan. Untuk mengukur risiko dari usul investasi digunakan standar deviasi, nilai bobot, dan koefisien variasi. Semakin besar standar deviasi dibandingkan nilai bobot berarti semakin besar risiko yang terkandung dalam usul investasi. Semakin tinggi koefisien variasi semakin tinggi tingkat risiko investasi. Dalam memilih investasi diambil tingkat koefisien variasi yang rendah atau tingkat risiko investasi yang rendah walaupun metode nilai sekarang bersih menunjukkan tingkat positif yang tinggi.

XIV.

Penyusunan Anggaran Jangka Pendek


Anggaran jangka pendek disusun berdasarkan anggaran jangka panjang. Anggaran jangka pendek merupakan perincian anggaran jangka panjang. Anggaran jangka pendek dapat disusun dalam bentuk anggaran induk yang terdiri atas anggaran operasional, dan anggaran keuangan. Anggaran operasional pada perusahaan manufaktur meliputi : anggaran jualan, anggaran produk, anggaran bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja langsung, anggaran biaya overhead pabrik, anggaran beban usaha, anggaran biaya produksi, dan anggaran laba rugi. Anggaran keuangan pada perusahaan manufaktur meliputi : anggaran kas, anggaran piutang, anggaran sediaan produk jadi, anggaran sediaan

Penganggaran - 170610100088

Page 11

produk dalam proses, anggaran sediaan bahan baku, anggaran utang, anggaran laba ditahan, dan anggaran neraca. Anggaran yang telah disahkan wajib ditaati oleh setiap pejabat dalam perusahaan, antara lain dengan cara : 1. Setiap kegiatan yang berkaitan dengan keuangan perusahaan diteliti lebih dahulu oleh pejabat yang bersangkutan 2. Menghemat tanpa menggangu kelancaran dan mutu produk 3. Setiap periode membuat laporan realisasi anggaran

XV.

Manfaat Anggaran Variabel


Anggaran variabel bermanfaat untuk perencanaan laba jangka pendek dan pengambilan keputusan keuangan. Dalam hal perencanaan laba jangka pendek perusahaan menentukan titik impas sebagai batasan agar perusahaan menjual di atas titik impas bila perusahaan tidak ingin menderita rugi, karena bila menjual di bawah titik impas berarti perusahaan menderita rugi. Ada beberapa cara yang dapat dilaksanakan dalam perencanaan laba jangka pendek, antara lain mengurangi biaya tetap, mengurangi biaya variabel, meningkatkan harga jual per unit, dan meningkatkan kuantitas (unit) yang dijual. Manfaat anggaran variabel dalam pengambilan keputusan keuangan antara lain untuk memilih mesin yang akan dibeli dalam hubungannya dengan kapasitas penggunaan dan mengambil berbagai keputusan (seperti keputusan perusahaan, dalam melayani pesanan khusus, keputusan sementara, menutup keputusan keputusan menutup perusahaan

menyewakan atau memakai sendiri bangunan, keputusan meneruskan produk tertentu atau tidak, keputusan menambah jenis produk tertentu atau menggantinya dengan produk yang lain, keputusan memperluas daerah

pemasaran,

keputusan

menetapkan

harga

jual,

dan

keputusan

meningkatkan produk tertentu).

Penganggaran - 170610100088

Page 12

XVI.

Penyusunan Anggaran Berbasis Aktivitas


Manajemen berbasis aktivitas meliputi analisis penghargapokokan produk dan analisis nilai proses. Analisis penghargapokokan produk merupakan dimensi biaya yang memberikan informasi biaya mengenai sumber daya, aktivitas, dan obyek biaya. Analisis nilai proses merupakan dimensi proses yang memusatkan pada analisis pemacu biaya, analisis aktivitas, dan analisis kinerja. Penganggaran berbasis aktivitas adalah proses menyusun anggaran yang berfokus pada biaya aktivitas atau pemacu biaya yang diperlukan untuk operasi. Penganggaran berbasis aktivitas dimulai dari memisahkan semua biaya anggaran ke dalam kelompok biaya seperti gugus, unit, produk dan fasilitas. Ukuran kinerja keuangan dalam manajemen berbasis aktivitas untuk efisiensi aktivitas, mencakup anggaran variabel aktivitas, anggaran daur hidup produk, dan nilai tambah ekonomi. Penganggaran berbasis aktivitas dapat disusun dalam bentuk anggaran variabel; dan dapat juga disusun dalam bentuk anggaran tetap. Anggaran tetap berupa anggaran induk, yang terdiri atas anggaran operasional dan anggaran keuangan.

XVII.

Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang


Penyusunan anggaran perusahaan dagang lebih sederhana dibandingkan dengan penyusunan anggaran perusahaan manufaktur karena dalam perusahaan dagang tidak terdapat istilah bahan baku, tenaga kerja langsung, overhad pabrik, produk jadi, dan produk dalam pross. Produk jadi dan bahan baku terdapat dalam perusahaan manufaktur, sedangkan barang dagangan terdapat dalam perusahaan dagang. Seperti halnya perusahaan manufaktur, anggaran tetap dan anggaran variabel juga terdapat pada perusahaan dagang, tetapi pada perusahaan
Penganggaran - 170610100088 Page 13

dagang

tidak

menggunakan metode tetap pada seperti karena pada

penghargapokokan penuh untuk yang terdapat dagang merupakan pada tidak biaya perusahaan terdapat variabel,

menyusun manufaktur, pokok

anggaran

perusahaan dagang

penghargapokokan produk per unit. Harga pokok barang terjual atau harga jualan perusahaan sedangkan pada perusahaan manufaktur yang menggunakan metode penghargapokokan penuh terdapat unsur biaya variabel dan usur biaya tetap), yaitu biaya overhead pabrik tetap (misalnya biaya depresiasi pabrik).

XVIII.

Penyusunan Anggaran Perusahaan Jasa


Perusahaan jasa dapat dibedakan menjadi enam golongan : 1. Perusahaan jasa keuangan (perusahaan perbankan, perusahaan asuransi, perusahaan pegadaian, dan perusahaan sewa guna usaha) 2. Perusahaan jasa angkutan (perusahaan penerbangan, perusahaan perkapalan, perusahaan taksi, dan perusahaan angkutan lainnya) 3. Perusahaan jasa hiburan (perusahaan bioskop, perusahaan permainan, perusahaan diskotek, dan perusahaan hiburan lainnya) 4. Perusahaan jasa penitipan (perusahaan penitipan anak, perusahaan parkiran, dan perusahaan penitipan lainnya) 5. Perusahaan 6. Perusahaan jasa jasa sewa lainnya (perusahaan (perusahaan perhotelan, pengetikan, perusahaan perusahaan apartemen, dan perusahaan penyewaan alat) penagihan, dan perusahaan percaloan) Perusahaan jasa dalam bab ini untuk kepentingan penyusunan anggaran hanya membahas perusahaan jasa keuangan berupa perusahaan jasa perbankan, perusahaan jasa hiburan, perusahaan jasa bioskop, dan perusahaan jasa penitipan berupa perusahaan jasa parkir.

XIX.

Analisis Rasio dan Masa Resesi

Penganggaran - 170610100088

Page 14

Analisis keuangan berupa rasio keuangan dan analisis masa resesi yang dapat digunakan untuk menyusun anggaran. Rasio keuangan meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas. Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancar. Contoh : rasio kas, rasio piutang, rasio cepat, rasio lancar, perputaran sediaan, dan periode pengumpulan piutang. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajibannya. Contoh : rasio utang dan modal, rasio utang jangka panjang dengan modal, struktur keuangan vertikal, dan struktur keuangan horizontal. Rasio rentabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba. Contoh : margin laba kotor, rentabilitas ekonomis, dan rentabilitas modal sendiri. Untuk mengantisipasi keadaan masa resesi sangat penting bagi perusahaan membuat anggaran pada masa sebelum resesi dan pada masa resesi yang kemungkinan akan terjadi.

XX.

Nilai Tambah Ekonomi


Perbedaan antara laba akunting dengan laba ekonomi antara lain laba akunting memperhitungkan beban bunga untuk memperoleh laba bersih setelah pajak, sedangkan laba ekonomi memperhitungkan beban modal yang meliputi beban utang dan beban modal sendiri untuk memperoleh nilai tambah ekonomi. Komponen yang digunakan dalam menghitung nilai tambah ekonomi (NTE) terdiri atas laba bersih setelah pajak (dari sisi laba ekonomi), modal tertanam, dan beban modal rata-rata tertimbang. Baik laba bersih setelah pajak (dari sisi laba ekonomi) maupun modal tertanam dapat dihitung dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan usaha (operating approach) dan pendekatan keuangan (financing approach).

Penganggaran - 170610100088

Page 15

Dengan mengetahui nilai tambah ekonomi (NTE) berarti kinerja keuangan yang berbasis nilai dapat diukur. Nilai tambah ekonomi negatif menunjukkan penghancuran nilai dan nilai tambah ekonomi positif menunjukkan penciptaan nilai. Nilai tambah ekonomi tidak hanya digunakan untuk anggaran dengan penghargapokokan berbasis aktivitas, tetapi juga dapat digunakan untuk anggaran dengan penghargapokokan penuh.

Penganggaran - 170610100088

Page 16