Anda di halaman 1dari 65

OBAT MATA

PENGGOLONGAN OBAT MATA CARA PEMBERIAN OBAT MATA

PENGGOLONGAN OBAT MATA

Obat mata di Indonesia dapat digolongkan sebagai berikut : Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi Obat mata golongan kortikosteroid Obat midriatikum Obat miotikum Obat glaukoma Obat mata lainnya

- Obat Mata golongan antiseptik dan antiinfeksi

Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba, masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus. Pemilihan obat antiseptik dan antiinfeksi mata tergantung mikroba yang menginfeksi mata, kemudian disesuaikan dengan zat aktif obat mata.

Zat aktif yang digunakan sebagai antiinfeksi/antiseptik:

Sulfacetamid Na (10%)

Ciprofloxacin HCl (3 mg/ml atau 0,3 %)


Tobramycin(3 mg/ml atau 0,3 %) Chloramphenicol dan kombinasinya (0,5 % dan 1 %) Levofloxacin ( 0,5 % ) Dibekacin Sulfat ( 0,3 % ) Fusidic acid ( 1 % ) Gentamycin Sulfat ( 0,3 % )

Oxytetracycline dan turunannya (1 % ) Kombinasi Neomycin Sulfat dan antibiotik lainnya Ofloxacin ( 0,3 % ) Acyclovir ( 3 % )

Pengobatan antibiotika untuk kondisi ocular yg umum.


Blepharitis Conjunctivitis Keratitis

Bacitracin Polymixin B Na Sulfacetamide Trimethoprim Vancomycin Ciprofloxacin Gentamicin Tobramycin Amikacin Ofloxacin Ceftazidime

X X X X X X X

X
X X X

X X

Erythromycin : pencegahan ophthalmia neonatorum krn Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia trachomatis.
Chloramphenicol : Hanya pada infeksi serius , bilamana obat lain (yg krg berbahaya) kurang efektive atau dikontraindikasikan.

Larutan Zinc Sulfat Indikasi : adstringent untuk menghilangkan iritasi mata.


Natamycin : Suatu antibiotika tetraene - polien , dari streptomyces natalensis. Aktivitas in vitro thd yeast,fungi, termasuk Candida ,Aspergillus, Cephalosporium, Fusarium, Penicillium. Mekanisme kerja: mengikat molekul pada membransel fungi. Aktivitasnya fungisida. Tak efektif thd bakteri gram +/- .

KORTIKOSTEROID MATA dan KOMBINASINYA dengan ANTISEPTIK MATA

Obat mata yang mengandung kortikosteroid digunakan untuk mengatasi masalah mata seperti alergi, bengkak ataupun gatal.
Karena infeksi mata seringkali menyebabkan gejala gatal dan bengkak sehingga sediaan obat antiseptik mata sering dikombinasi dengan kortikosteroid untuk mengatasi gejala alerginya.

kortikosteoid yang terdapat dalam sediaan obat mata adalah Betamethasone dan Fluorometholone. Betamethasone (1 mg/mL atau 0,1 % ) Fluorometholone ( 0,1 % ) Obat mata yang mengandung antiseptik (biasanya antibiotik) dan kortikosteroid. Kombinasi ini diharapkan dapat mengatasi infeksi mata dengan salah satu gejalanya bengkak atau alergi.

Adapun kombinasi yang ada adalah sebagai berikut :


Gentamycin Sulfat (sebagai antiseptik) dan Betamethasone dihydrogenphosphat dinatrium (sebagai kortikosteroid). Tobramycin (sebagai antiseptik) dan Dexamethasone (sebagai kortikosteroid). Polymixin B Sulfat, Neomycin (sebagai antiseptik) dan Dexamethasone (sebagai kortikosteroid). Chloramphemicol, Polymixin B Sulfat (sebagai antiseptik) dan Dexamethasone Na Phosphate (sebagai kortikosteroid). Oxytetracycline (sebagai antiseptik) dan Hydrocortisone (sebagai kortikosteroid).

Kombinasi antibiotika: Triple kombinasi : Polymixin B Sulfat; Neomycin Sulfat dan Bacitracin Zn. Poly; Neo ; Gramicidin Kombinasi dual : Poly; Baci. ; Poly, Oxytetra. ; Poly, Trimethoprim. Kombinasi steroid dan antibiotika Steroid Antibiotika 1 % hydrocortison Neo----0,35% Poly--- 10.000 U 0,5% Prednisolone Neo ----0,35% acetate Poly---10.000 U 1% Prednisolone Gentamycin 0,3 % acetate 0,1% Dexamethasone Neo----0,35%

Steroid 0,1% Dexamethasone

Antibiotika Tobramycin---0,35%

Kombinasi steroid dan anti infektive Steroid Sulfonamide

0,1% Fluorometholone 10% Na Sulfacetamide 0,2% Prednisolone 10% Na Sulfacetamide (0,25%, 0,5%,)

OBAT MIDRIATIKUM

Obat midriatikum adalah obat yang digunakan untuk membesarkan pupil mata. Juga digunakan untuk siklopegia dengan melemahkan otot siliari sehingga memungkinkan mata untuk fokus pada obyek yang dekat. Obat untuk midriatikum bisa dari golongan obat simpatomimetik dan antimuskarinik, sedangkan obat untuk Siklopegia hanya obat dari golongan antimuskarinik.

Obat yang digunakan:


Atropin ( 1 % ) Atropin merupakan antimuskarinik pertama yang digunakan sebagai obat, Atropin sangat potensial sebagai obat midriatikum-siklopegia dengan panjang waktu kerja lebih dari dua minggu. (on set::30-40 menit ; duration:7-10 hr ----- mydriatic 1 hari 2 minggu ----- siklopegia ) Homatropin ( 2 % ) Durasi kerja Homatropin lebih pendek dibanding dengan Atropin. (on set::30-60 menit ; duration:1-2 hr ----- mydriatic 30-60 menit: 1-2 hr ----- siklopegia ) Tropikamid ( 0,5 % dan 1 % ) Tropikamid mempunyai waktu kerja dan lama kerja lebih pendek (on set::15-30 menit ; duration:4-6 jam -----mydriatic 25 menit: 6 jam ----- siklopegia )

Obat Miotikum

Obat miotikum adalah obat yang menyebabkan miosis (konstriksi dari pupil mata). obat Miotikum yang sering digunakan : Betaxolol (0,5 % ) penghambat beta adregenik. Pilokarpin ( 10 mg/5 ml ) digunakan untuk glaukoma mengatasi gejalanya dengan menurunkan tekanan pada mata penderita glaukoma.

OBAT GLAUKOMA

Jenis-jenis Glaukoma : Glaukoma sudut terbuka Glaukoma sudut tertutup Glaukoma sekunder Glaukoma kongenitalis

Glaukoma sudut terbuka

Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata. Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior.

Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Glaukoma sudut tertutup


Bisa diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya etazolamide). Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat.

Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blocker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan.

Glaukoma sekunder

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.

Glaukoma kongenitalis

Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Sedangkan jenis obat glaukoma adalah sebagai berikut :


Brinzolamide penghambat karbonik anhidrasi yang digunakan dengan kadar 1 %. digunakan untuk mengobati tekanan yang meningkat pada mata karena glaukoma sudut terbuka. Timolol maleate penghambat reseptor beta adrenergik non selektif digunakan untuk pengobatan glaukoma dengan kadar 0,25%, 0,5% dan 0,68%. Betaxolol HCl penghambat reseptor beta1 selektif digunakan dengan kadar 0,1% dan 0,5%.

Latonoprost mengontrol perkembangan glaukoma atau hipertensi mata, meningkatkan pengeluaran cairan dari mata. Tersedia dengan kadar 0,005%, dan juga dikombinasi dengan Timolol maleate.

OBAT MATA LAIN

Obat mata Katarak dan paska operasi katarak

Obat mata konjungtivitis


Obat mata merah atau teriritasi Air mata buatan atau lubrikasi Untuk penggunaan lainnya

Obat mata Katarak dan paska operasi katarak

Na Pirenoksin dengan kadar 750 g/tablet dalam 15 ml cairan atau 0,05 mg/ml. Na Diklofenak dindikasikan untuk inflamasi / pemebengkakan sehabis operasi katarak dengan kadar 1 mg/ml.

Obat mata konjungtivitis

Pemirolast Kalium dindikasikan untuk Konjungtivitis alergi dan konjungtivitis vernal dengan kadar 0,1%. Lodoxamide diindikasikan untuk Keratokonjungtivitis alergi atau atopik, keratokonjungtivitis vernal, konjungtivitis (radang selaput ikat mata) papiler besar, keratitis vernal dengan kadar 0,1%. Natrium Cromoglycate diindikasikan untuk konjungtivitas alergi akut dan kronik, hay fever dan keratokonjungtivis dengan kadar 2 %.

Obat mata merah atau teriritasi

Tetrahidrozolin 0,05 % atau kombinasinya dengan Benzalkonium Klorida 0,01 %, Asam Borat 1,5 % diindikasikan untuk menghilangkan iritasi dan kemerahan pada mata. Oksimetazolin HCl dindikasikan untuk mengurangi mata kadar 0,025 %. Tetrahidrozolin dan oksimetazolin bekerja dengan cara membuat vasokontriksi/pengkerutan pada saluran darah di mata. Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa, Dekstran, tanpa atau dengan tambahan Gliserin 2 mg, Benzalkonium Klorida 0,01 % dindikasikan untuk menghilangkan iritasi dan kekeringan pada mata. Kombinasi Nafazolin HCl 0,025 %, Feniramin maleat 0,3 % diindikasikan untuk menghilangkan iritasi dan atau kongesti mata atau untuk pengobatan kondisi alergi atau peradangan pada mata

Air mata buatan atau lubrikasi

Ion Natrium & Kalium dengan Benzalkonium Cl diindikasikan sebagai emolien/pelembut & pengganti air mata untuk pemakai lensa kontak, Kadar 0,01 %.

Untuk penggunaan lainnya

Na fluorescein dindikasikan untuk mendeteksi benda asing pada jaringan mata yang transparan dengan 2 %.

Natrium Etilendiamin Tetra Asetat dindikasikan untuk menghilangkan endapan Kalsium pada kornea yang terjadi pada penyakit seperti pita keratopati (7,5 mg/ml.)
Tetrakain diindikasikan sebagai anestesi lokal untuk diagnosis atau terapi pembedahan dengan kadar 0,5 % dan 2 % , Verteporfin diindikasikan untuk pengobatan degenerasi makular yang berhubungan dengan penuaan pada pasien dengan predominan klasik subfoveal neovaskularisasi koroidal.

Contoh Obat Mata :


Dyes Fluorescein used to detect loss of corneal epithelium/for Seidels test Rose Bengal stains dead corneal epithelial cells (indicator of herpes keratitis) Indocyanine Green (ICG) used to stain lens capsule during cataract surgery

Topical Anesthetics Proparacaine anesthesia begins in 15 seconds, last for 15-20 minutes Mydriatics/Cycloplegics Mydriatics Phenylephrine recovery after 6 hours (10% soln.) Cycloplegic Mydriatics (Anticholinergics) Atropine recovery after 7-10 days Tropicamide recovery after 5-6 hours

Anti-Inflammatories Corticosteroids Dexamethasone 0.1% solution or suspension (equivalent of 1% prednisolone) Prednisolone 0.125% and 1% solution or suspension Triamcinolone suspension given sub-conjunctivally lasts for days NSAIDS Flurbiprofen post-surgical inflammation/prevention of intraoperative miosis Suprofen Artificial Tears and Lubricants

Carboxymethylcellulose/Hydroxypropyl Methylcellulose(Celluvisc/Goniosol) White Petrolatum/Mineral Oil/Lanolin (Puralube)

Anti-Infectives Antibiotics
Small Guns (general, broad spectrum -- prophylactic, erosions, conjunctivitis)

Neomycin Neo in triple antibiotic Polymyxin B Poly in triple antibiotic Bacitracin Bac in triple antibiotic ointment Gramicidin Gramin triple antibiotic drops Gentamicin Oyxtetracycline (Terramycin) commonly used in feline conjunctivitis

Big Guns (use usually indicated by culture stromal loss, infected or melting ulcers) Ciprofloxacin (Ciloxan) Ofloxacin (Ocuflox) Tobramycin Cefazolin Chloramphenicol

Antifungal
Miconazole ointment Itraconazole given in DMSO

Antiviral
Trifluridine (Viroptic) solution
Vidarabine (Vira-A) ointment

Glaucoma
Epinephrines reduce IOP through increased aqueous outflow Epinephrine Dipivefrin (Propine) prodrug of epinephrine Beta Blockers reduce the rate of aqueous production Timolol combined with dorzolamide in Cosopt Betaxolol (Betoptic)

Direct Acting Miotics reduce resistance to aqueous outflow


Pilocarpine Carbachol (Miostat) used intraocularly during cataract surgery Cholinesterase Inhibitor Miotics reduce resistance to aqueous outflow Physostigmine Demecarium (Humorsol)

Carbonic Anhydrase Inhibitors reduce the rate of aqueous production Methazolamide (Neptazane) oral Dorzolamide (Trusopt) topical/combined with timolol in Cosopt Brinzolamide (Azopt) topical Prostaglandins increase aqueous outflow Latanoprost (Xalatan)

Hyperosmotic Agents
Topical Hypertonic Sodium Chloride (Muro 128) topical/temporary relief of corneal edema

Intravenous Mannitol reduction of IOP in acute glaucoma

Surgical Adjuncts
Intraocular Irrigation BSS (Balanced Salt Solution) Povidone Iodine Betadine 5% solution used for surgical prep

Viscoelastic Agents
Sodium Hyaluronate (Hylartin) maintains the anterior chamber during intraocular surgery

CARA PEMBERIAN OBAT MATA

Ada beberapa cara pemberian obat mata :

Topical Oral Parenteral Periocular Intracameral Intravitreal

Topikal

Penggunaan topikal adalah penggunaan yang paling umum untuk obat mata, karena sederhana, sifat-2nya yang non invasive, dan pasien dapat menggunakan sendiri. Tidak bisa menembus struktur posterior ocular dan biasanya tak mempunyai efek terapi terhadap penyakit-2 retina, syaraf-2 optik, dan struktur segment posterior.

Bentuk Sediaan Obat Topikal

- Solution
Suspension Ointment ( unguentum / salep ) Gels Spray Lid Scrub

1. Solution / Suspensio

Syarat-2 larutan untuk obat mata : Steril ; isotonis; isohidris; viscositas.


Kemasan : dalam wadah gelas/plastik yang memliki penetes. dalam botol dengan gelas mata (cuci mata) Dalam larutan / suspensi untuk obat mata terdapat zat-2 yang tidak

aktif : Pengawet; zat menaikkan viscositas; antioksidan ; Wetting agent (zat pembasah); buffer ; tonicity agent ( isotonis) ;

Cara pakai obat tetes mata yang benar


Untuk menggunakan obat tetes mata, ikuti instruksi sebagai berikut:

Cuci tangan anda seluruhnya dengan sabun dan air.


Gunakan cermin atau minta tolong orang lain untuk meneteskan obat mata ke mata anda.

Buka tutup botol. Pastikan ujung penetes tidak patah atau retak dan cairan jernih tidak berkabut.
Hindari menyentuh ujung penetes pada mata anda dan benda lainnya. Pegang botol menghadap ke bawah sepanjang waktu penetesan untuk menghindari cairan kembali ke botol dan mengkontaminasi sisa cairanyang ada. Tengadahkan kepala anda ke belakang.

Jepit botol diantara jempol dan jari telunjuk, letakkan ujung penetes sedekat mungkin ke kelopak mata tanpa menyentuhnya. Letakkan sisa jari tangan yang memegang botol ke pipi atau hidung anda. Dengan jari telunjuk dari tangan lainnya, tarik ke bawah kelopak mata bawah agar membentuk kantong. Teteskan sejumlah yang diresepkan dokter pada kantung kelopak mata bawah yang terbentuk dan mata. Meletakkan penetes pada permukaan bola mata dapat mengakibatkan pedih di mata. Tutup mata anda dan tekan kelopak bawah mata anda dengan jari secara perlahan selama 2-3 menit untuk menjaga obat tetap di mata. Jangan berkedip.

Tutup dan putar hingga kencang segera mungkin. Jangan usap atau basuh obat tersebut.
Bersihkan sisa cairan yang ada di pipi anda dengan tisu yang bersih. Cuci tangan anda kembali.

Jenis obat yang dipakai:

Miotik, midriatik, siklopegia, lokal anestesi, anti radang, antiseptik lokal, anti mikroba, anti virus, adstringent, pelindung topical.

LARUTAN LENSA KONTAK

Larutan Pembasah ( Wetting agents ) Larutan Pembersih ( Cleaning agents ) Larutan untuk merendam ( Soaking agents ) Larutan bertujuan kombinasi (Combination agents)

Larutan Pembasah

Polivinil alkohol (pembasah) Hidroksi etil sellulosa (viscositas) Benzalkonium Chloride (pengawet) Na Edetat ( pengawet) Timerosal ( pengawet )

Larutan Pembersih

Larutan emzymatis :

Enzim papain Enzim pankreatin

Larutan Perendam

Lensa keras : -

larutan germisida Na Edetat Benzalkonim Cl Dimetil benzil amonium Cl

Lensa lunak : larutan dapar borat dan pengawet.

Larutan Kombinasi

Terdiri dari :

Cleaning Soaking

/ soaking / wetting

Lubricating / rewetting Desinfecting / storage

2. Suspensi untuk obat mata

Syarat-2 sama dengan untuk larutan : - steril, isotonis, isohidris, viscositas , pengemasan. Contoh :

Suspensi steril Tetracyclin HCl 1 % Suspensi steril Polymixin B, Neomycin dan Hidrokortison Suspensi steril Dexamethason (0,1 %)

3. Salep Mata

Syarat-2 : - steril ; - dasar salep tidak mengiritasi mata; - bahan obat dapat berdifusi ke seluruh mata yang dibasahi karena sekresi cairan mata. Dasar salep yang sering digunakan : - petrolatum dan cairan petrolatum - lanolin

Keuntungan : Menambah waktu hubungan antara obat dengan mata. Baik untuk anak-2 karena sering menangis. Untuk mengobati luka pada mata (injury)--corneal abrasion.

Kerugian : Pandangan kabur pada waktu dasar salep meleleh dan menyebar melalui lensa mata

Cara menggunakan salep mata yang benar


Untuk menggunakan salep mata, ikuti petunjuk sebagai berikut :

Cuci tangan anda dengan air dan sabun.


Gunakan cermin atau minta bantuan orang lain untuk memakai salep. Hindari menyentuh ujung tube ke mata atau tempat lainnya. Salep harus dijaga tetap bersih. Tengadahkan kepala ke belakang secara perlahan. Pegang tube dengan jempol dan jari tleunjuk tangan anda, letakkan tube sedekat mungkin dengan kelopak mata tanpa menyentuhnya.

Letakkan sisa jari tangan yang memegang botol ke pipi atau hidung anda. Dengan jari telunjuk dari tangan lainnya, tarik ke bawah kelopak mata bawah agar membentuk kantong. Letakkan sejumlah kecil salep ke dalam kantung kelopak mata dan mata. inci salep biasanya cukup keculai bila dinyatakan lain dari petunjuk dokter. Dengan perlahan tutup mata anda dan diamkan terpejam selama 1-2 menit agar obat diabsorbsi/diserap. Tutup dan kencangkan tutup tube segera mungkin. Bersihkan sisa salep dari pelupuk dan bulu mata anda dengan tisu bersih. Cuci tangan anda kembali.

Cara pemberian oral Cara pemberian parenteral


Cara pemberian Periocular Diinjeksikan langsung kedalam jaringan periocular (inj.subconjunctival, sub tenons, retrobulbar)

Cara pemberian intracameral Memasukkan obat langsung keruang mata anterior (untuk ekstraksi katarak) Cara pemberian intra vitreal Inj. Antibiotik mis.utk endophthalmitis

KONTRA INDIKASI DAN EFEK SAMPING

1. Lokal Anestesi Ester : Cocain, Proparacain, Procain, Chloroprocain, Tetracain, Benoxinate Amida: Lidocain, Mepivacain, Bupivacain, Etidocain. K.I. : hypersensitive thd obat, pemakaian lama (terapi sendiri) E.S.: erosi epitel cornea, retardasi, penghambatan penyembuhan keratitis dan opacification cornea permanen.

2. Mydriatic / Cycloegia Phenylephrine : K.I. : pasien yg diobati antidepresan trisiklik (amytriptilin) ,MAO inhibitor(reserpin, methyldopa) narrow angle glaucoma ; brt bdn bayi lhr rendah. E.S.: pandangan kabur, mydriasis, merah, iritasi, tdk nyaman, keratitis, lacrimasi, palpitasi, tachycardi, hypertensi,

Cyclopegia : Atropin, homatropin, scopolamin, tropicamide K.I.: sudut ruang anterior dekat, pernah glaucoma angle closure, hati2 pemakaian atropin pd downs syndrome, pasien diobati dg anticholinergic systemik. alergi thd atropin dapat diganti dg scopolamin E.S.: lokal: tekanan intra ocular meningkat, terbakar, iritasi,dll. sistemik: mulut dan kulit kering, kabur, photophobia, tachycardia, pusing. 3. Anti Alergi & Decongestan Decongestan: Phenylephrine, Naphazoline, Tetrahydrozoline HCl. K.I. : Hypersensitive , narrow angle glaucoma E.S.: mata : kabur, midriasis, merah, iritasi, keratitis, lacrimasi sistemik : palpitasi, tachycardia, cardiac arrythmia, hypertensi.

Antihistamin : Ketotifen Fumarate, Lodoxamine Tromethamine, Pemirolast Potassium. K.I. : hypersensitive E.S. : mata : kabur, pandangan dobel, nyeri mata, kering, sensitive thd cahaya. sistemik : sakit perut, konstipasi, perubahan selera makan, nausea, mual, diare, bingung, lelah, pusing.
4. Anti Inflamasi Corticosteroid : Dexamethasone, Medrysone, Prednisolone, Fluorometholone. K.I. : superficial herpes simplex keratitis akut, penyakit jamur pd mata, vaccinia, varicella dan semua peny. Virus pd mata & conjuctiva, infeksi mycobacteria, hypersensitive. E.S.: glaucoma dg kerusakan saraf mata, kehilangan lapangan pandang mata, katarak (subcapsul posterior),

infeksi sekunder pd mata (oleh bakteri patogen),


herpes simplex, kabur, tak nyaman, nyeri mata, hyperemia, gatal2 NSAID (Non Steroidal Anti Inflamatory Drugs) Suprofen , Diclofenac, Ketorolac. K.I.: hypersensitive, Suprofen--- epitelial herpes simplex keratitis Diclofenac, Ketorolac--- pemakai soft lens E.S.: terbakar , iritasi Suprofen: merah, alergi, iritis, nyeri, dll. Diclofenac: keratitis, kering, lesi cornea, iritasi, kabur, Ketorolac: iritasi, alergi, keratitis.

5. Glaucoma * Epinephrine : K.I.: hypersensitive, narrow angle galucoma, aphaxia, pemakai soft lens. E.S.: mata: terbakar, nyeri mata, alergi, iritasi. sistemik: pusing, palpitasi, tachycardia, hypertensi. * Alpha 2 Adrenergic Agonis - Apraclonidine HCl K.I.: hypersensitive E.S.: hyperemi, gatal2, keluar air mata, tdk nyaman, lid edema, mulut kering. - Brimonidine Tartrate K.I.: hypersensitive E.S.: mulut kering, hyperemi, terbakar, pusing, kabur, lelah, alergi, gatal2, erosi, photophobia, nyeri, kering.

* Beta Adrenergic Blocking Agents Carteolol, Betaxolol, Levobetaxolol, Levobunolol, Metipranolol, Timolol. K.I.: asma bronkhial, penyakit paru2 kronis, sinus bradycardi, gagal jantung, hypersensitive. E.S.: arrythmia, heart block, palpitasi; pusing, depresi,; hypersensitive,; nausea,; keratitis, blepharoptosis, diplopia, bronchospasm, gagal pernafasan.
* Myotic, Direct- Acting Acetylcholine , Carbachol, Pilocarpin. K.I. : hypersensitive, tak boleh ada kontriksi (mis: acut iritis, glaucoma sekunder, dll) E.S.: Achedema cornea, clouding, decompensasi, bradycardi, hypotensi, sulit nafas.

Carbachol terbakar, clouding, keratopati, spasme ciliari. pusing, salivasi, kram G.I., vomiting, diare, asma, keringat. Pilocarpin terbakar, keluar air mata, spasme ciliari,keratitis hypertensi,tachycardi,edema pulmonary,nause salivasi,keringat,vomiting,diare.
* Cholinesterase inhibitor : Physostigmin , Demecarium Br, Echothiophate I, Pilocarpin & Epinephrine. K.I.: hypersensitive, inflamasi iris atau cilary body. E.S.:cysta iris, terbakar, lacrimasi, merah, pusing, nausea, diare, vomiting, keringat, salivasi.

* Carbonic Anhidrase Inhibitor. Acetazolamide, Dichlorphenamide , Methazolamide, Dorzolamide HCl, Brinzolamide. K.I. : hypersensitive, serum level Na/K menurun, peny. / gagal fungsi ginjal/hati, gagal glandula suprarenal, hyperchloremic acidosis, kekurangan hormon adrenocortical, kerusakan paru2, cirrhosis E.S.: gejala2 mirip sulfonamide
6. Hyperosmotic Agents Glukosa topikal (ointment 40%) K.I.: hypersnsitive Gliserin topikal K.I. : hypersensitive ; E.S.: nyeri, iritasi. Na Cl hypertonic (solution 2%, 5%, oint. 5%) K.I.: hypersensitive.

Anda mungkin juga menyukai