Anda di halaman 1dari 3

RINALDI 100306003

PADANG PENGEMBALAAN (PASTURA)


Penggembalaan ternak (grazing) adalah sistem pengelolaan padang penggembalaan yang mana ternak mengambil langsung (menyenggut/merumput) pada padang rumput/pastura

System pengembalaan Continuous grazing (grazing kontinyu) adalah penggembalaan ternak dimana ternak menyenggut/merumput pada padang rumput yang sama untuk waktu yang lama (sepanjang tahun) secara terus menerus (tidak ada pembagian paddock). Sistem penggembelaan ektensif, pastura produksi rendah, jumlah ternak konstan, dapat terjadi spot grazing (pastura under grazed) ternak memilih yang baik, terjadi pada musim hujan atau terjadi over-grazing akibat terjadinya under-stocking pada musim kemarau Over-grazing adalah grazing yang berlebihan disebabkan persediaan pakan yang lebih sedikit (under stocking) dengan jumlah ternak yang digembalakan sehingga terjadi ekploitasi padang rumput/pastura secara berlebihan, biasanya terjadi pada sistem penggembalaan kontinyu pada musim kemarau Under-grazing adalah grazing yang mana persediaan pakan yang lebih

banyak (over-stocking) dengan jumlah ternak yang digembalakan sehingga terjadi under ekploitasi padang rumput/pastura, biasanya terjadi pada sistem penggembalaan kontinyu pada musim penghujan Rotational grazing (grazing rotasi/bergiliran) adalah penggembalaan ternak yang intensif dimana ternak menyenggut/merumput pada padang rumput dalam paddock secara bergiliran dari padang rumput yang satu ke padang rumput yang lain atau dari paddock yang satu ke paddock yang lain kemudian kembali ke padang rumput/paddock semula setelah kondisi tanaman kembali siap di senggut (umur

panen). Padang rumput dibagi 2 atau lebih paddock. Pastura yang ditanam dengan irigasi, pastura yang seragam. Jarak/selang waktu perpindahan antar paddock tergantung jumlah paddock, luas paddock, spesies, air, pemupukan, jenis ternak dll. Rotational grazing biasa (paddock 2 atau lebih sekitar 9, ternak dipindah 1-2 minggu) Strip grazing (paddock dibagi secara ekstrem, ternak dipindah setiap hari bahkan pagi dan siang, dengan pembatas aliran listrik, kawat/pagar) Leader and follower grazing (ternak digembalakan sesuai dengan tingkat produksi, sapi perah laktasi menyeggut lebih dahulu kemudian diikuti ternak kering, atau sapi potong finisher kemudian diikuti sapi stock) Zero grazing adalah sistem penggembalaan ternak dimana ternak tidak menyenggut secara langsung dalam padang rumput atau pastura tetapi dikandangkan sehingga tanaman pakan harus dipotong (green chop) kemudian diberikan dikandang (cut and carry) baik secara langsung fresh cut, atau dalam bentuk dikeringkan (hay) atau dalam bentuk difermentasikan (silase, haylage). Soiling adalah zero grazing jika sisa ternak (sisa pakan dan feses pupuk kandang) dikembalikan lagi ke dalam padang rumput/pastura Differed grazing (grazing yang ditunda) penundaan saat grazing dengan maksud untuk memperbaiki padang rumput atau pastura. Perakaran sempurna atau untuk mendapatka biji, biji jatuh sehingga tanaman yang tumbuh pada periode berikutnya lebih banyak, atau untuk mendapat biomassa yang lebih banyak (legum) misal stylo Stocking rate adalah jumlah ternak dalam unit ternak (animal unit) yang digembalakan/ditampung dalam setiap satuan luas padang rumput atau pastura yang dinyatakan dalam unit ternak (UT)/ha atau sebaliknya ha/UT. Di Indonesia satu Unit ternak (animal unit) adalah ternak setara sapi dewasa dengan berat badan 300-350kg

Carrying capacity adalah jumlah ternak dalam unit ternak (animal unit) yang digembalakan/ditampung dalam setiap hektar padang rumput atau pastura untuk dapat menghasilkan (produksi susu, kenaikan berat badan, dll) secara optimal

Proper use factor adalah faktor/perbandingan penggunaan padang rumput atau pastura yang ditunjukkan dengan penggunaan/ penyenggutan oleh ternak. Ringan 2535%, sedang 40-50% dan berat 60-70 % bagian rumput yang disenggut

Tekanan penggembalaan (grazing pressure) jumlah UT yang dapat digembalakan dari tersedianya hijauan suatu padang rumput

Sampling adalah pengambilan contoh/cuplikan/sample tanaman dalam suatu padang penggembalaan atau pastura secara sistimatis (mengikuti aturan, proporsinal, acak, stratifikasi) untuk memperkirakan produksi padang rumput/pastura. Satu cluster adalah cuplikan yang diambil dengan ubinan 1x1m2. Cuplikan pertama diambil secara acak kemudian cuplikan/ubinan kedua diambil jarak 10 langkah lurus kearah kanan. Cluster kedua diambil debgan jarak 125 m dari cluster sebelumnya. Padang rumput seluas 65 ha diambil 50 cluster (100 ubinan/cuplikan)