Dr.

RUSDI YUNUS,MKT

1

Pengertian Penelitian survai :
 Suatu penelitian utk mencoba

menggali bagaimana dan mengapa suatu fenomena yang terdapat di masyarakat itu dapat terjadi

2

Contoh: -Merokok faktor resiko terjadinya Ca-paru(efek) -Hipertensi faktor resiko penyakit jantung(efek) 3 .Tujuan Penelitian survai :  Mengetahui korelasi antara fenomena. resiko atau efek.

Cross Sectional Study 2.Ada 3 jenis pendekatan Penelitian survai: 1. Case control Study (Retrospective) 3. Cohort Study (Prospective) 4 .

dengan cara pendekatan. observasi atau pengumpulan data sekali gus pada suatu saat (Point Time Approach) 5 .Cross Sectional Study (Disebut Penelitian Transversal)  Penelitian untuk mempelajari hubungan antara faktor resiko dengan efek.

Cross Sectional Study  Sering dilakukan pada Penelitian Epidemiologi  Objek penelitian diobservasi sekali saja  Pengukuran dilakukan terhadap suatu karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan  Merupakan Penelitian paling mudah dan sederhana 6 .

Identifikasi variabel. Menetapkan subjek penelitian(Populasi dan sampel) 3. Melakukan observasi atau pengukuran variabel. Melakukan analisa korelasi --------membandingkan proporsi kelompok hasil observasi/ pengukuran 7 . faktor resiko atau efek 4. faktor efek 2. faktor resiko.Langkah Penelitian Cross Sectional Study: 1.

Rancangan Penelitian Cross Sectional Study Efek (+) Faktor resiko (+) Efek (-) Populasi /Sampel Efek (+) Faktor resiko (-) Efek (-) 8 .

Ratio Prevalence  Untuk mengidentifikasi faktor resiko menghitung perbandingan prevalensi efek pada kelompok dengan resiko (+) dengan prevalensi efek pada kelompok resiko (-) 9 .

variabel resiko & Efek 10 . Mudah dilaksanakan.Keunggulan Cross Sectional Study: 1. Ekonomis dan tidak memerlukan waktu lama 3. sederhana 2. Dalam waktu bersamaan dapat dikumpulkan banyak variabel --.

Interpretasi Ratio Prevalence (RP)  RP = 1 : faktor resiko tidak pengaruhi terhadap terjadinya efek  RP > 1 : Faktor resiko benar mempengaruhi utk terjadinya efek  RP < 1 : Faktor resiko menghambat terjadinya efek 11 .

Efek Ya Ya a c a+c Tidak b d b+d Jumlah a+b c+d a+b+c+d Resiko Tidak Jumlah RP = a/(a+b) : c(c+d) 12 .

Memerlukan subjek penelitian yang banyak 2. Kurang akurat menggambarkan perkembangan suatu penyakit 3.Kelemahan Cross Sectional Study: 1. Lemah dalam kesimpulan korelasi faktor resiko dengan faktor efek 13 . Tidak valid untuk meramalkan suatu kecenderungan 4.

Case control Study (Retrospective)  Suatu penelitian/Survai yang mempelajari bagaimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan Retrospective  Besarnya faktor resiko biasanya dengan resiko relatif . disebut Odd Ratio 14 . berupa perkiraan yang dilakukan secara tidak langsung.

sampel) Identifikasi kasus Pemilihan subjek sebagai kontrol Melakukan pengukuran retrospektip utk melihat faktor resiko Mempelajari dan membandingkan proporsi antara variabel objek penelitian dengan variabel kontrol 15 . Menetapkan subjek penelitian (Populasi dan 3. Identitifasi variabel. 5. 6. faktor efek 2. faktor resiko.Langkah Penelitian Case Control Study: 1. 4.

Rancangan Penelitian Case Control Study Faktor resiko (+) Retrospektif Efek (+) Faktor resiko (-) Populasi /sampel Faktor resiko (+) Retrospektif Faktor resiko (-) Efek (-) 16 .

Penyakit Pemaparan Positip Positip Negatip Jumlah a c n1 Negatip b d n2 Jumlah m1 m2 N Odd Penyakit a/b c/d Odd Pemaparan: a/c & b/d Odd Ratio : (a/b)/(c/d) atau ad/bc 17 .

 Contoh: Penelitian hubungan Kanker Paru dgn merokok yg dilakukan secara retrospektif dgn mengambil 100 org penderita dan 100 org tdk ada kanker Paru sebagai kontrol. Hasil pengamatan diperoleh 90 org merokok pada kelompok penderita dan 40 org merokok pada kelompok kontrol 18 .

8 Diperkirakan resiko bagi perokok terkena kanker paru adalah 10.8 kali lebih besar dibanding dengan orang tdk merokok 19 .Pemaparan Perokok Tdk merokok Jumlah Kasus 90 10 100 Kontrol 40 60 100 Rate Pemaparan klp kasus= 90/100 = 90% Rate Pemaparan klp kontrol= 40/100 = 40 % Odd Ratio = (90x60)/(40x10) = 5400/500 = 10.

Keunggulan Case control Study: 1. Tidak menghadapi kendala etik 4. Ada kesamaan ukuran waktu antara kelompok kasus dan kelompok kontrol 2. Tidak memerlukan waktu yang lama 20 . Ada pembatasan dan pengendalian faktor resiko ---.hasil penelitian lebih tajam dibanding Cross sectional study 3.

Kadang sulit memilih kontrol yang benar-2 sesuai dengan kelompok kasus. Efek variabel luar tidak diketahui. Pengukuran variabel. objektivitas dan reabilitas kurang. karena secara tehnis tidak dapat dikendalikan 3.Kelemahan Case control Study: 1. karena banyaknya faktor resiko yang harus dikendalikan 21 . karena subjek penelitian harus mengingat kembali faktor2 resikonya 2.

Cohort Study (Prospective Study)  Penelitian utk mempelajari dinamika korelasi antara faktor resiko dan faktor efek melalui pendekatan longitudinal kedepan  Merupakan Penelitian survai yang paling baik utk mengkaji hubungan antara faktor resiko dan faktor efek 22 .

3. 6. 5.identifikasi timbul tidaknya efek Bandingkan proporsi subjek yang dpt efek (+) dgn subjek yang dpt efek (-) pada kelompok yang beresiko (+) maupun pada kelompok kontrol 23 . Identifikasi faktor resiko dan faktor efek Menetapkan subjek penelitian (populasi dan sampel) Pemilihan subjek dengan faktor resiko(+) dan subjek dengan faktor resiko (-) Memilih subjek utk kelompok kontrol Mengobservasi subjek penelitian sampai batas waktu yang ditentukan ---. 4. 2.Langkah-2 Cohort Study: 1.

Rancangan Penelitian Cohort Study Efek (+) Faktor resiko (+) Prospektif Populasi /sampel Efek (-) Efek (+) Faktor resiko (-) Prospektif Efek (-) 24 .

Insiden penyakit Positip Sakit + (a) + (c) a+c Tdk sakit .(b) -(d) b+d Jumlah a+b c+d N Pemaparan Negatip Jumlah Resiko klp terpapar : a/(a+b) = m Resiko klp tdk terpapar = c/(c+d) = n Resiko Relatip = m/n Resiko Atribut = m-n 25 .

4  Kesimpulan : Seorang peminum alkohol mempunyai resiko 5.Contoh: Dilakukan penelitian prospektip utk mengetahui resiko terserang stroke pada orang peminum alkohol dgn yang tidak minum alkohol  Dari hasil pengamatan didapati:  RR = 5.4 kali lebih besar utk terserang stroke dibanding dengan orang yang tidak minum alkohol 26 .

Ada keseragaman observasi terhadap kelompok faktor resikomaupun kelompok efek dari waktu kewaktu 27 .Keunggulan Cohort Study: 1. Dapat mengatur komparabilitas kedua kelompok sejak awal 2. Dapat langsung menetapkan besarnya angka resiko dari suatu waktu kewaktu lain 3.

Memerlukan sarana dan pengelolaan lebih rumit 3.Kelemahan Cohort Study: 1. Memerlukan waktu yang lama 2. Kemungkinan ada subjek drop-out yang dapat mengganggu 4. Karena faktor resiko pada subjek diamati sampai ada efek(penyakit).terlihat kurang etis 28 .

29 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful