Anda di halaman 1dari 9

Proposal Pengajuan

Penyelenggaraan
Ekskul Beladiri
“ Setia Hati Terate “
DASAR PEMIKIRAN

LATAR BELAKANG

Kesenian merupakan salah satu aspek kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dalam
setiap individu, termasuk para generasi muda. Begitu banyaknya jenis kesenian maka
begitu banyak pula cara yang digunakan untuk mengapresiasikannya. Seperti seni tarik
suara, seni musik, seni tari , seni drama, seni rupa dan seni beladiri. Perbedaannya setiap
individu memiliki cara sendiri untuk mengekspresikannya.

Oleh karena itu, kami berniat untuk mengekspresikannya dengan mengadakan akskul
beladiri Pencak Silat “ Setia Hati Terate ” dengan maksud agar seluruh siswa dapat
mengeksplorasikan segala potensi yang dimilikinya.
Sejarah Singkat Persaudaraan Setia Hati Terate

Jiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah seorang
Saudara Tertua Setia Hati, dengan bantuan teman-temannya dari Pilang Bango, Madiun
dengan berani menghadang kereta api yang lewat membawa tentara Belanda atau
mengangkut perbekalan militer. Penghadangan, pelemparan, dan perusakkan yang terjadi
berulang-ulang sampai akhirnya ia ditangkap PID Belanda dan mendapat hukuman
kurungan di penjara Cipinang dan dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat. Setelah
dibebaskan, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang telah mendirikan Setia Hati Pencak Sport
Club yang kemudian mengaktifkan kembali perguruannya sampai akhirnya berkembang
dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate.

Persaudaraan Setia Hati Terate dalam perkembangannya dibesarkan oleh RM Imam


Koesoepangat murid dari Mohammad Irsyad kadhang (saudara) Setia Hati Pencak Sport
Club (SH PSC) yang merupakan murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Sebelum menjadi kadhang SH dan mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Hardjo Oetomo


magang sebagai guru di SD Banteng Madiun. Tidak betah menjadi guru, bekerja di
Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso, Panarukan dan Tapen. Tahun 1906 keluar
dari PJKA dan bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor Madiun di Mlilir dengan jabatan
terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir, Dolopo, Uberan dan Pagotan (wilayah
selatan Madiun). Pada tahun 1916 bekerja di pabrik gula Redjo Agung Madiun. Tahun
1917 masuk menjadi saudara SH dan dikecer langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo,
pendiri Persaudaran Setia Hati. Pada tahun ini bekerja di stasiun kereta api Madiun
hingga menjabat Hoof Komisaris. Tahun 1922 bergabung dengan Sarekat Islam dan
mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club di Desa Pilangbango, Madiun, yang kemudian
berkembang sampai ke daerah Nganjuk, Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan,
Solo, dan Yogyakarta.

Tahun 1925, ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang, kemudian
dipindahkan ke Padang, Sumatra Barat selama 15 tahun. SH PSC dibubarkan Belanda
karena terdapat nama pencak. Setelah pulang dari masa tahanan mengaktifkan kembali
SH PSC dan untuk menyesuaikan keadaan, kata pencak pada SH PSC menjadi pemuda.
Kata pemuda semata-mata hanya untuk mengelabui Belanda agar tidak dibubarkan.
Bertahan sampai tahun 1942 bersamaan dengan datangnya Jepang ke Indonesia.

Tahun 1942, atas usul saudara SH PSC Soeratno Soerengpati tokoh pergerakan Indonesia
Muda, nama SH Pemuda Sport Club diubah menjadi Setia Hati Terate. Pada waktu itu
SH Terate bersifat perguruan tanpa organisasi.

Tahun 1948, atas prakarsa Soetomo Mengkoedjojo, Darsono,dan lain-lain mengadakan


konferensi di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di desa Pilangbango, Madiun. Hasil
konferensi menetapkan Setia Hati Terate yang dulunya bersifat perguruan diubah menjadi
organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dengan diketuai oleh Oetomo Mangkoewidjojo
dengan wakilnya Darsono. Kemudian secara berturut-turut:

· Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.


· Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.
· Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum
Pusat oleh Badini.
· Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat
oleh Tarmadji Boedi Harsono.
· Tahun 1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia dan PSHT
dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai sekarang.

Untuk menjadi saudara pada Persaudaraan Setia Hati Terate ini, sebelumnya seseorang
itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai dari sabuk hitam,
merah muda, hijau dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang tersebut disebut sebagai
siswa atau calon saudara.

Selama dalam proses latihan pencak silat, seorang pelatih/warga (saudara SH) juga
memberikan pelajaran dasar ke-SH-an secara umum kepada para siswa.
Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang yang dianggap sebagai warga
atau saudara SH adalah apabila ia telah melakukan pengesahan yang dikecer oleh Dewan
Pengesahan. Dewan pengesahan ini termasuk saudara SH yang terbaik dari yang terbaik
yang dipilih melalui musyawarah saudara-saudara SH. Proses kecer tersebut berlangsung
pada bulan Syura. Adapun sarat yang harus disediakan dalam pengeceran antara lain:
Ayam jago, mori, pisang, sirih, dan lain sebagainya sarat-sarat yang telah ditentukan.

Dalam proses pengeceran ini, kandidat diberi pengisian dan gemblengan jasmani dan
rohani dan ilmu ke-SH-an serta petuah-petuah, petunjuk-petunjuk secara mendalam dan
luas. Saudara SH yang baru disahkan tersebut, dalam tingkatan ilmu disebut sebagai
saudara tingkat I (erste trap). Pada Persaudaraan Setia Hati Terate juga dibagi dalam tiga
jenis tingkatan saudara yaitu saudara SH Tingkat I (ester trap), Tingkat II (twede trap),
tingkat III (derde trap).

Pada Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan 36 jurus pencak silat yang merupakan
warisan dari Ki Ngabei Soerodiwirjo di erste trap serta pelajaran ilmu ke-SH-an yang
dapat diperoleh pada tingkatan twede trap dan derde trap. Jurus-jurus tersebut merupakan
ramuan dari beberapa aliran pencak silat yang berada di nusantara, di antaranya dari Jawa
Barat, Betawi (Jakarta), dan Minangkabau.

Khadang SH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara seperti
Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura,
Vietnam, Brunei Darussalam.
JENIS KEGIATAN
1.
2.

LANDASAN KEGIATAN
Program Kerja OSIS /apa gtu

DASAR dan TUJUAN

Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate ikut mendidik manusia yang berbudi luhur
tahu benar dan salah serta ikut Memayu Hayuning Bawono juga mengajarkan bela diri
pencak silat dimana didalamnya terkandung unsur-unsur olah raga, dan seni bela diri
serta merupakan seni budaya bangsa Indonesia yang perlu di kembangkan dan
dilestarikan.

Berbudi Luhur

Manusia berbudi luhur adalah manusia yang baik, kehadiranya mampu menciptakan
ketentraman, keamanan,kedamaian serta kebahagiaan lahir batin. Yang lemah merasa
terlindungi dan yang kuat tidak merasa tersaingi. Manusia bisa di sebut baik bila
perbuatan baiknya lebih banyak dari perbuatan buruknya walaupun selisihnya sedikit.
Karena tidak ada manusia yang lepas dari dosa kecuali para utusan Tuhan. Mereka
memang selalu di jaga dan di jauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela agar di jadikan
panutan umatnya.

Budi pekerti bisa menentukan nilai martabat manusia. Dan bila di tilik lebih lanjut
berbudi luhur dapat di bedakan menajadi empat macam.

Berbudi Luhur kepada Tuhan

Kita harus yakin bahwa Tuhan menaruh embrio manusia kedalam kandungan ibunya,
kemudian melahirkan ke alam dunia lalu membesarkan dan memberikan nikmat yang tak
terhitung nilainya. Dia pula yang akan mematikan dan membangkitkanya nanti pada hari
kiamat. Manusia selalu tergantung kepada Tuhan. Contoh-contoh kecil adalah ketidak
mampuan manusia membuat setetes darah apalagi banyak. Ketidakberdayaan manusia
menumbuhkan sel-sel daun pada satu pohon apalagi semua pohon. Ketidak tahuan pada
bahan bakar matahari apalagi menyediakanya. Ilmu-ilmu jin dan manusia kalo di
gabungkan tak akan lebih dari setetes air di samudera luas jika di bandingkan ilmu
Tuhan. Maka kalau manusia mau berfikir sejenak pastilah ia merasa terpaksa atau
sukarela untuk berterimaksih kepada Tuhan SWT. Ungkapan terimakasih kepada Tuhan
bukan sekedar percaya kepadaNya. Bila manusia sekedar percaya tetapi tidak taat maka
iblis akan lebih baik. Tentu saja iblis lebih baik, iblis lebih percaya kepada Tuhan dari
pada manusia karena iblis pernah berdialog langsung dengan Tuhan tetapi tetap durhaka.
Ungkapan terimaksih kepada Tuhan harus dinyatakan dengan perbuatan yaitu dengan
memenuhi hak-hak Tuhan supaya Tuhan juga memenuhi hak-hak hambaNya.

Berbudi Luhur kepada Orang Tua dan Guru

Walaupun yang melahirkan manusia itu Tuhan (=ibu hanya mampu mengandung saja
karena bila sudah tiba saat melahirkan maka ia tak akan mampu menahanya. Atau
walaupun seorang ibu sedah ingin melahirkan tetapi kalau Tuhan belum menghandaki
maka ia juga tak akan sanggup mengeluarkan bayinya. Bukti kekuasaan Tuhan ini, yaitu
adanya ibu-ibu yang melahirkan saat sedang diperjalanan ke rumah sakit atau pada saat
yang tidak di kehendaki ibu itu).Namun demikian jangan lupa bahwa ibu selalu
menyambut kelahiran bayinya dengan rasa sakit dan darah, bahkan kadang-kadang
bayinya di tebus dengan nyawa satu-satunya. Dan setelah putranya cukup umur maka ia
menyerahkan kepada guru. Maka dari itu berterimakasih kepada orang tua dan Guru
wajib.

Berbudi Luhur kepada Diri Sendiri

Memenuhi hak-hak jasmani dan rokhani dengan menjaga kesehatan makan makanan
yang baik dan halal, menghindari makanan yang haram, miuman keras ganja , atau obat-
obatan terlarang lainnya yang merusak saraf otak.

Berbudi Luhur kepada Semua Mahluk

Manusia adalah makluk sosial. Satu sama lain saling membutuhkan. Yang kaya
membutuhkan tenaga yang miskin dan yang miskin memerlukan bantuan yang kaya,
yang pandai memerlukan yang bodoh dan juga sebalikya.hal ini juga berlaku antar
bangsa. Perbuatan baik dan buruk merupakan pantulan dari sifat seseorang. Maka orang
yang bijaksana tidak akan merendahkan dirinya sendiri dengan menghina orang lain.
Orang bijaksana selalu menjaga martabat dan kehormatanya dengan menyantuni orang
lain terutama yang lemah.

Maka kalaupun harus terjadi tindak kekerasan tidak dapat di hindari, haruslah di sadari
bahwa pendekar sejati tidak akan berangan-angan untuk menciderai tubuh maupun hati
lawan. Kekerasan tadi hanyalah sekedar untuk memberi peringatan saja agar memiliki
kesempatan bertaubat. Dan walaupun Tuhan mengijinkan membalas perbuatan yang jahat
dengan kejahatan yang seimbang. Namun Tuhan juga menawarkan alternatif lain yang
lebih baik yaitu memafkan karena memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa.
Untuk itulah dalam Persaudaraan Setia Hati Terate mengajarkan kripen atau tehnik
kuncian agar dapat mengalahkan lawan tanpa harus melukai apalagi sampai membunuh.
Saling membunuh tanpa sebab yang dibenarkan sangatlah berat sangsinya apalagi sesama
manusia.

Sedangkan contoh berbudi luhur kepada tumbuh-tumbuhan adalah tidak merusak


lingkungan hidup. Bila nenebang pohon di hutan harus di adakan reboisasi atau
penanaman kembali.

PESERTA KEGIATAN

Seluruh siswa/i
Para Orang Tua murid
( . . . . .............. )

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Hari/ Tanggal : Setiap hari (.......)


Waktu : 15.00 s.d 18.00 WIB
Tempat :

( disesuaikan dengan jadwal ekskul sekolah )

SUSUNAN KEPANITIAAN dan PELATIH

Lampiran ... Terlampir


PENUTUP

Demikianlah proposal Pengajuan Perencanaan kegiatan Ekskul Beladiri “ Setia Hati


Terate “ ini kami buat. Atas perhatian, kerjasama dan dukungannya kami mengucapkan
terimakasih.