Anda di halaman 1dari 3

Menurut Ducan (2007:109) cara penangan konflik antar saudara kandung dengan beberapa cara : 1) Beri kesempatan mereka

menyelesaikan sendiri permasalahan mereka. Ketika dia melakukan ini, mereka akan dapat mengembangkan skill negosiasi dan kompromi. Arahkan mereka dengan mengatakan seperti ini. Bagaimana kalian berdua akan menyelesaikan masalah ini? atau Bisakah kalian menemukan solusi yang baik untuk kalian berdua?. Jika mereka tetap bertengkar, pisahkan mereka hingga mereka mau menyelesaikan permasalahan bersama. Ketika kita membimbing anak anak kita dengan cara ini, kita berarti membantu mereka melatih sebuah skill kehidupan yang penting. 2) Gunakan waktu istirahat. Jika permasalahan yang terjadi sangat mengganggu minta mereka untuk beristirahat. pisahkan kedua anak yang sedang berkonflik ke kamar yang berbeda untuk menenangkan diri. Ketika mereka sudah tenang, minta mereka berkumpul lagi untuk memecahkan permasalahan. 3) Cobalah metode permainan peran (role play) atau pertukaran peran (role reversal). Minta anak-anak yang sedang berkonflik itu bertukar peran sehingga mereka bisa melihat apa yang dirasakan ketika dia berada di posisi saudaranya 4) perhatian. Jika sesuatu tertentu terlihat menjadi penyebab permasalahan, hilangkan sesuatu itu untuk beberapa waktu. kita juga bisa menggunakan pengalih perhatian untuk menyelesaikan konflik dengan mengatakan sesuatu seperti, Siapa yang ingin ikut ibu ke taman? atau Siapa yang ingin ikut ibu membuat kue? atau Siapa yang bisa menebak kapan ayah pulang? itu. Sering kali metode role play atau ini menyelesaikan pengalih pertengkaran dengan tawa gembira. Hilangkan sumber konflik gunakan

5)

Bantu anak-anak memahami bahwa tindakan mereka Konsekuensi adalah alternatif dari hubungan. Tapi jangan

mendatangkan konsekuensi-konsekuensi. dirancukan antara konsekuensi dengan penyuapan. 6) yang jelas. Kita tidak perlu berteriak memerintah mereka. Beritahukan saja kepada anak-anak aturan-aturan dan batasan-batasan dengan bahasa yang jelas dan sederhana sehingga mereka bisa memahaminya. Ajari mereka tentang pentingnya kesopan-santunan dan perhatian kepada saudara sendiri. 7) Hindari pelabelan dan pembandingan. Sangat berhahaya memberi anak-anak label-label seperti si badut, si dungu, si pintar, si keras kepala, si lucu, atau si gila. Label dapat menyebabkan kecemburuan, yang menyebabkan pertengkaran. Dari pada membandingkan puji setiap anak dikarenakan oleh kemampuan masing-masing anak yang unik. 8) Bentengi sang adik dari situasi-situasi kalah. Saudara muda sering ingin bersaing dengan saudara tuanya, yang bisa menyebabkan kekecewaan ketika mereka selalu kalah. 9) Minta sang kakak untuk membantu. Orang tua bisa membantu membangun ikatan persaudaraan dengan meminta sang kakak mengajari adiknya tentang hal-hal baru. Tapi jangan meminta sang kakak untuk selalu memperbolehkan adiknya ikut dalam permainannya atau bergaul dengan teman - temannya. Pastikan sang kakak mendapatkan beberapa privasi. 10) Beri contoh baik untuk anak-anak kita. Anak-anak kita melihat bagaimana kita menyelesaikan Orang tua harus membuat aturan dan batasan - batasan

ketidaksepahaman dan perselisihan dengan pasangan kita, dengan teman-teman kita, atau dengan anggota keluarga yang lain. Mereka

melihat contoh dari kita sebagai orang tua yang kemudian mereka gunakan untuk menyelesaikan permasalahan mereka sendiri.