Anda di halaman 1dari 31

PRESENTASI MAKALAH SEMINAR

OLEH : DEFRIAN SUPRIADY NIM : 2009-11-112

Judul : METODE SOFT-STATER ELEKTRONIK UNTUK PENGENDALIAN STARTING MOTOR INDUKSI TIGA FASA

ABSTRAK

Motor induksi mempunyai banyak keunggulan di segi teknis maupun ekonomis, karena itu motor induksi terutama jenis motor induksi 3 fasa banyak digunakan pada dunia industri. Akan tetapi motor induksi yang mempunyai daya besar, mempunyai banyak kelemahan pada sistem startingnya, karena pada saat motor distart sering terjadi lonjakan arus yang cukup besar sehingga menyebabkan terjadinya penurunan tegangan dan menghasilkan torsi awal yang lebih tinggi melebihi torsi beban penuh, sehingga kebutuhan akan energi listrik yang cukup besar walaupun hanya sesaat dan sangat berpengaruh pada peralatan pengaman atau proteksi (Circuit Breaker). Untuk mengatasinya digunakan sistem pengasutan dengan Soft-Stater elektronik untuk pengendalian starting motor induksi tiga fasa, dengan mengontrol suplai tegangan naik secara bertahap pada saat motor di-start sehingga arus mula yang cukup besar dapat dihindari dan penyediaan daya lebih kecil. Kata Kunci: Kendali Starting, Soft-stater elektronik

BATASAN MASALAH

Pembahasan hanya dibatasi pada pembahasan tentang teori dan perancangan pengasutan softstater untuk mengasut motor induksi tiga fasa.

MOTOR INDUKSI 3 FASA

PENDAHULUAN MOTOR INDUKSI 3 FASA

BAGIAN YANG BERPUTAR (BERGERAK) ADALAH ROTOR


GAMBAR DISAMPING ADALAH KONSTRUKSI ROTOR DAN ARAH PUTARANNYA

Rotor

N
Difference in rotation of field magnetism and rotor rotation

PENDAHULUAN MOTOR INDUKSI 3 FASA


DAN BAGIAN YANG TETAP(TIDAK BERGERAK) ADALAH STATOR. GAMBAR INI MENUNJUKAN ADANYA INTERAKSI ANTARA STATOR DAN ROTOR.

KONSTRUKSI MOTOR INDUKSI

BERIKUT DI BAWAH INI CONTOH GAMBAR MOTOR AC INDUKSI TIGA FASA.

PENDAHULUAN MOTOR INDUKSI 3 FASA

PADA BAGIAN DIATAS STATOR MEMILIKI PASANGAN KUTUB UTARA DAN SELATAN. DAN GAMBAR DIATAS DIMANA ADANYA INTERAKSI MEDAN MAGNETIK PADA ROTOR DAN STATOR.

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI

Bila sumber tegangan tiga phasa dipasang pada kumparan stator, maka pada kumparan stator akan timbul medan putar dengan kecepatan :

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI

Medan putar stator akan memotong konduktor yang terdapat pada sisi rotor, akibatnya pada kumparan rotor akan timbul tegangan induksi (ggl) sebesar :

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI


Karena kumparan rotor merupakan kumparan rangkaian tertutup, maka tegangan induksi akan menghasilkan arus ( I ). Adanya arus dalam medan magnet akan menimbulkan gaya ( F ) pada rotor. Bila torsi awal yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikul torsi beban, maka rotor akan berputar searah dengan arah medan putar stator.

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI


Untuk membangkitkan tegangan induksi (E2s) agar tetap ada, maka diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator ( ns )dengan kecepatan putar rotor ( nr ). Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ) yang dinyatakan dengan persamaan:

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI


Jika ns = nr tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor, dengan demikian tidak ada torsi yang dapat dihasilkan. Torsi suatu motor akan timbul apabila ns > nr. Dilihat dari cara kerjanya motor tiga phasa disebut juga dengan motor tak serempak atau asinkron.

ARAH PUTARAN MOTOR INDUKSI

BERIKUT DISEBELAH KANAN SAYA AKAN MENUNJUKAN BENTUK LILITAN PADA SETIAP FASA. BAGAIMANA LILITAN STATOR DAPAT TERHUBUNG DENGAN INPUT 3 FASA YANG MENGHASILKAN ARAH PUTARAN MEDAN MAGNETIK. PADA SETIAP SETIAP FASA TERLIHAT LILITAN-LILITAN TERLETAK PADA SEKELILING STATOR. PENEMPATAN LILITAN PADA STATOR DENGAN JARAK SUDUT 120

ARAH PUTARAN MOTOR INDUKSI

PUTARAN MEDAN MAGNET PADA STATOR TIGA FASA AKAN TERLIHAT PADA GAMBAR BERIKUT INI.

ARAH PUTARAN MOTOR INDUKSI

DAPAT KITA SIMPULKAN DARI GAMBAR DIATAS BAHWA HASIL ANALISA PADA POINT 1-7. PADA POINT 1 POLARISASI LILITAN POSISI AWAL. POSISI 1-1A(N-S)

ARAH PUTARAN MOTOR INDUKSI

PADA POINT 2 POLARISASI LILITAN BERGERAK SEARAH JARUM JAM. LIHAT ARAH ANAK PANAH DARI 3-3A(N-S)

ARAH PUTARAN MOTOR INDUKSI

DAN JIKA SETIAP POINT KUMPARAN BERPUTAR DARI 1-7 MAKA RESULTAN MEDAN MAGNETIK AKAN BERPUTAR SEARAH JARUM JAM SERTA PUTARANNYA SEBESAR 360

ANIMASI PADA MOTOR INDUKSI

Putaran flux magnetik pada Motor Induksi 3 Fasa sebesar 360

PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASA

Motor induksi saat dihubungkan dengan tegangan sumber secara langsung akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus mula yang besar dapat mengakibatkan pengurangan ( drop ) tegangan pada saluran sehingga akan mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Untuk motor berdaya besar maka arus pengasutan juga akan semakin besar, apabila arus yang besar tersebut mengalir dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan motor dan saluran penghantar menjadi panas dan merusakkan isolasi. Untuk mengurangi besarnya arus pengasutan pada motor, maka digunakan metode pengasutan untuk motor induksi.

PENGASUTAN SOFT-STARTER

Pengasutan Soft starting menggunakan komponen solid-state, yaitu enam buah Thyristor yang terhubung antiparalel. Saat saklar Q1 di ON kan tegangan akan dipotong gelombang sinusoidanya oleh enam buah Thyristor yang dikendalikan oleh rangkaian triger. Dengan mengatur sudut penyalaan triger Thyristor, sama mengatur tegangan ke belitan stator motor. Dengan k sebagai ratio tegangan asut dengan tegangan nominal besarnya torsi motor starting.

THYRISTOR

Thyristor berasal kata dari bahasa Yunani yang berarti pintu. Dinamakan demikian karena sifat dari komponen yang mirip dengan pintu yang dapat dibuka dan ditutup untuk melewatkan arus listrik. Ciri - ciri utama dari sebuah thyristor adalah komponen yang terbuat dari bahan semiconductor silicon. Thyristor yang digunakan adalah SCR (Silicon Controlled Rectifier) yang merupakan komponen elektronika daya yang dapat digunakan sebagai sistem saklar. Salah satu keuntungan dari SCR adalah mampu mengalirkan daya ratusan watt dan hanya membutuhkan mili watt sinyal pemicuan.

(a) Struktur dasar thyristor, (b) Simbol thyristor

PERANCANGAN PENGASUTAN SOFT-STARTER


Komponen SCR memblokir aliran arus dalam satu arah tetapi meneruskan arus dalam arah yang lainnya setelah menerima sinyal triger atau penyulut yang disebut pulsa gerbang. Enam buah SCR disusun dalam konfigurasi apa yang disebut konverter AC-AC anti paralel.

PERANCANGAN PENGASUTAN SOFT-STARTER

Prisip kerjanya adalah dengan mengatur tegangan yang masuk ke motor. Pertama-tama motor hanya diberikan tegangan yang rendah sehingga arus dan torsi pun juga rendah. Pada level ini motor hanya sekedar bergerak perlahan dan tidak menimbulkan kejutan. Selanjutnya tegangan akan dinaikan secara bertahap sampai ke nominal tegangannya dan motor akan berputar dengan dengan kondisi RPM yang nominal. Komponen utama softstarter adalah thyristor dan rangkaian yang mengatur trigger thyristor. Seperti diketahui, output thyristor dapat di atur via pin gate nya. Rangkaian tersebut akan mengontrol level tegangan yang akan dikeluarkan oleh thyristor.

PERANCANGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER

PERANCANGAN ALAT
Rangkaian soft starting dihubungkan secara seri dengan saluran tegangan yang masuk ke stator motor, soft starting bertujuan untuk mendapatkan proses pengasutan yang terkendali. Rangkaian soft starting motor induksi 3 fasa memiliki spesifikasi sebagai berikut: 1. Sumber tegangan yang digunakan adalah AC tiga fasa 380V, 50Hz yang merupakan tegangan masukan rangkaian daya soft starting. 2. Kemampuan hantar arus maksimal rangkaian daya soft starting tiga fasa sebesar 7,5A. 3. Kemampuan tegangan maksimal rangkaian daya soft starting tiga fasa sebesar 500V. 4. Rangkaian kontrol untuk soft starting tiga fasa menggunakan sumber tegangan masukan AC satu fasa 220V, 50Hz.

5.

6.

7.

8.

Rangkaian soft starting tiga fasa terdiri dari tiga buah mikrokontroler yang masing masing mengatur satu tegangan fasa dan bekerja secara bersamaan. Setiap mikrokontroler hanya mendeteksi satu fasa dan mengatur proses pemicuan dua buah SCR yang bekerja secara bergantian. Terdapat tiga tombol masukan, yaitu satu tombol STOP, satu tombol START, satu tombol RESET dan terdapat tiga masukan deteksi fasa serta enam keluaran indikator keadaan yaitu, LED biru untuk kondisi stop / mati (Standby) dan LED putih untuk kondisi hidup (Run). Motor induksi tiga fasa yang digunakan adalah motor induksi tiga fasa jenis squirrel cage yang memiliki tegangan line to line 380 V / 2,0 A dengan konfigurasi belitan stator hubung bintang.

PENUTUP
Soft starter adalah metode starting lain untuk motor induksi 3 fasa yang memiliki keandalan yang lebih baik untuk mengatasi arus lebih pada saat start motor. Pengasutan Soft starting menggunakan komponen solid state Thyristor terpasang antiparalel pada rangkaian belitan stator. Dengan mengatur sudut penyalaaan triger , tegangan dan arus starting terkendali.

SELESAI

Terima kasih