Anda di halaman 1dari 17

HAKIKAT MENYIMAK

NIA PURNAMA SARI

Pengertian Menyimak
O Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.J.S.

Poerwadarminta, 1982:847) O Sabarti, 1992 : 142 O Tarigan, 1983 : 19 O Anderson, 1972 : 68

Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.J.S. Poerwadarminta, 1982:847)


Menyimak adalah mendengarkan (mempertahankan apa yang diucapkan orang). Menyimak adalah latihan mendengarkan baik baik.

Sabarti, 1992 : 142


Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya .

Tarigan, 1983 : 19
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi, untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

Anderson, 1972 : 68
Menyimak dapat dibatasi sebagai proses besar mendengarkan, mengenal, serta menginterprestasikan lambang-lambang lisan.

Jadi, ...............
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan bunyi baik bunyi nonbahasa dan bunyi bahasa dengan penuh pemahaman, perhatian, apresiasi, serta interprestasi, dengan menggunakan aktivitas telinga dalam menangkap pesan yang diperdengarkan untuk memperoleh informasi dan memahami isi yang disampaikan bunyi tersebut.

Menyimak Sebagai Proses Kejiwaan


Menyimak adalah proses kejiwaan mulai dari proses pengenalan bunyi bunyi yang didengarnya dengan penuh perhatian melalui alat pendengar. Kemudian, menyusun penafsiran yang penuh dengan pergaulan aktif antara terka, perkiraan, idealisasi, diiringi dengan interpretasi dan apresiasi untuk menangkap informasi, ide, pesan. Selanjutnya, diteruskan dengan proses penyimpanan dan menghubung hubungkan hasil penafsiran untuk memperoleh pemahaman komunikasi yang diantarkan lewat bahasa lisan.

Jadi, .............
Hakikat menyimak adalah suatu rentetan proses, mulai dari proses mengidentifikasi bunyi, menyusun penafsiran, penyimpanan, dan menghubungkan penafsiran itu dengan keseluruhan pengetahuan dan pengalaman (Bistok, 1986 : 8)

Tujuan Menyimak
O Mendapatkan Fakta O Menganalisis Fakta O Mengevaluasi Fakta O Mendapatkan Inspirasi O Mendapatkan Hiburan

O Memperbaiki Kemampuan

Berbicara

Ragam Menyimak
O Berdasarkan Sumber Suara O Berdasarkan Cara Penyimakan O Berdasarkan Titik Pandang Aktivitas

menyimak O Berdasarkan taraf hasil simakan O Berdasarkan tujuan menyimak O Berdasarkan tujuan khusus

Berdasarkan Sumber Suara


O Sumber suara yang disimak dapat berasal

dari diri kita sendiri. Jenis menyimak yang seperti ini yang disebut intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi. O Sumber suara yang disimak dapat pula berasal dari luar diri penyimak. Jenis menyimak ini disebut interpersonal listening atau menyimak antarpribadi.

Berdasarkan Cara Penyimakan


O Menyimak intensif O Menyimak ekstensif

Jenisnya : O Menyimak kritis. O Menyimak introgatif. O Menyimak penyelidikan. O Menyimak kreatif. O Menyimak konsentratif. O Menyimak selektif.

Jenisnya : O Menyimak sekunder. O Menyimak estetik. O Menyimak pasif. O Menyimak sosial.

Berdasarkan Titik Pandang Aktivitas menyimak


O Kegiatan menyimak bertarap

rendah Menyimak taraf ini dikenal dengan nama silent listening. O Kegiatan menyimak bertaraf tinggi Jenis menyimak seperti ini disebut active listening.

Berdasarkan taraf hasil simakan


O Menyimak terpusat O Menyimak untuk membandingkan O Menyimak organisasi materi O Menyimak kritis O Menyimak kreatif dan apresiatif

Berdasarkan tujuan menyimak


O Menyimak sederhana O Menyimak deskriminatif O Menyimak santai O Menyimak informatif O Menyimak literatur

O Menyimak kritis

Berdasarkan tujuan khusus


O Menyimak untuk belajar O Menyimak untuk menghibur O Menyimak untuk menilai O Menyimak apresiatif O Menyimak untuk mengomunikasikan ide

dan perasaan O Menyimak deskriminatif O Menyimak pemecahan masalah