Anda di halaman 1dari 27

SUPERVISOR

Prof. Dr. Chairuddin Rasjad, MD., Ph.D. Sp, B. Sp.OT

Osteoartritis adalah gangguan sendi yang bersifat kronis disertai kerusakan tulang rawan sendi berupa disentegrasi dan perlunakan progresif diikuti pertambahan pertumbuhan pada tepi tulang dan tulang rawan sendi yang disebut osteofit.

Meningkat seiring dengan proses penuaan dan terutama pada usia diatas 50thn tetapi dapat pula ditemukan pada usia muda akibat kerusakan pada tulang rawan sendi oleh salah satu sebab.

Umur Ditemukan pada usia lanjut (di atas 50 tahun) Jenis kelamin Osteoartritis primer wanita pasca menopause Osteoartritis sekunder lebih banyak pada lakilaki

Faktor metabolik Obesitas & diabetes Trauma dan faktor okupasi Trauma hebat, fraktur intra artikuler dan dislokasi sendi Cuaca/iklim Cuaca dingin /lembab

Osteoartitis primer
Tidak diketahui penyebabnya Dapat mengenai satu atau

beberapa sendi (poliartikuler) Nyeri yang akut dan panas Dapat terjadi pembengkakan tulang (Nodus Heberden)

Osteoartritis sekunder
Disebabkan oleh penyakit /keadaan yang menyebabkan kerusakan pada sinovia, seperti : Trauma/instabilitas Faktor genetik Penyakit metabolik Osteonekrosis

Nyeri Kekakuan Pembengkakan Gangguuan Pergerakan Deformitas

Terbanyak ditemukan pada sendi lutut

Foto Polos a) Densitas tulang normal atau meninggi b) Penyempitan ruang sendi yang asimetris karena hilangnya tulang rawan sendi c) Sklerosis tulang subkondral d) Kista tulang pada permukaan sendi terutama subkondral e) Osteofit pada tepi sendi

Gambar 1 : Sendi lutut normal Gambar 2: Sendi lutut yang mengalami osteoartritis ditandai dengan penyempitan ruang sendi, pembentukan kista subkondral dan adanya osteofit

Grade 0 : tidak terlihat kelainan pada gambaran radiologis. Grade 1 : terdapat kelainan sub-kondral (kista) dan sklerosis. Grade 2: terdapat penyempitan sendi. Grade 3: terdapat penyempitan sendi yang lebih berat. Grade 4: celah sendi sudah menghilang. Grade 5: terdapat dislokasi sendi.

Grade O Grade I Grade II Grade III

Grade IV

: Tidak ada kelainan : Mungkin ada osteofit, tidak ada penyempitan sendi : Osteofit kecil, kemungkinan penyempitan sendi : Beberapa osteofit ukuran sedang, penyempitan ruang sendi, beberapa daerah sklerotik, kemungkinan ada deformitas : Osteofit besar dan banyak, penyempitan ruang sendi yang parah, ditandai sklerosis dan deformitas tulang

Pengobatan umum Istirahat yang teratur untuk mengurangi penggunaan beban sendi Mengurangi berat badan dengan diet Latihan di rumah berupa laihan statis serta memperkuat otot-otot. Fisioterapi kurangi rasa nyeri dan menambah luas pergerakan

Pemberian obat-obatan 1) Pemberian obat analgetik dan anti inflamasi 2) Injeksi steroid pada sinovitis akut bila nyeri pada ligamen peri-artikuler 3) Aspirasi bila ada cairan dalam sendi 4) Pemasangan bidai apabila ada nyeri pada stadium akut, koreksi deformitas dan mengurangi beban tubuh

Oral

- Acetaminofen - COX-2 Inhibitor - NSAID + PPI - Non narkiotik Analgesik (tramadol) - Narkotik Analgesik - Chondroitin/Glucosamine

Intra Artikuler

- Kortikoseroid - Hyaluronan
Topikal

- Capsaicin - Metilsalisilat

Tindakan operasi dilakukan apabila:


a) Nyeri yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan atau tindakan lokal, b) Sendi yang tidak stabil oleh karena sublukasi atau deformitas pada sendi. c) Adanya kerusakan sendi pada tingkat lanjut. d) Untuk mengoreksi beban pada distribusi beban terbagi sama rata.

sendi

agar

Osteotomi,
pada tibia untuk mengoreksi kelurusan pada sendi lutut. Dimana belum ada kerusakan menyolok pada sendi.

Hemiartroplasti, bila hanya mengenai satu kompartemen sendi, maka dilakukan pergantian pada salah satu kompartemen sendi yang rusak saja.

Artroplasti,
bila seluruh kompartemen sendi rusak. Maka dilakukan pernggantian pada seluruh kompartemen sendi

Artroides,
Artrodesis atau penggabungan sendi merupakan tindakan yang menghilangkan nyeri sendi secara permanen namun menyebabkan hilangnya fungsi pergerakan. Tindakan ini hanya dilakukan bila tindakan artroplasti tidak dapat dilakukan karena alasan tertentu atau untuk menyelamatkan artroplasti yang gagal.

Prognosis pasien dengan osteoarthritis tergantung pada sendi yang terkena dan apakah atau mereka menyebabkan gejala dan gangguan fungsi. Beberapa pasien tidak terpengaruh oleh osteoartritis sedangkan yang lain dapat sangat cacat.

1. Rasjad, Chairuddin, Prof. MD, PhD. Pengantar ilmu bedah ortopedi. Edisi ke 3. Jakarta: yarsif Watampone. November 2012 h. 196-204
2. Sjamsuhidayat R, Wim de Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2. Jakarta : EGC 3. Teitel, Ariel, Prof. MD, MDA. Arthritis glossary. 4. National Institue of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Disease. Osteoarthritis.