Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem Comunity Nursing Program II

Disusun oleh TUTOR 7 M. Zaenudin Wasilah Iswari Nastiti Aisah Syayidah Fabianus Tegar Endah Rahayu Hanna khoirotun nisa Wiwi Karlina Evi Noviyanti Djoko Permadi S. Ratih Herdina Annisa Labertha Sonya Putri Perdana 220110100032 220110100043 220110100083 220110100102 220110100105 220110100034 220110100056 220110100051 220110100096 220110100121 220110100002 220110100009

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2013

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmat dan hidayatnya sehingga penyusunan makalah kasus 3 Nusing Community II telah selesai disusun. Dalam makalah ini dijelaskan mengenai definisi asuhan keperawatan, Tujuan, Tahapan-tahapan sampai intervensi dalam asuhan keperawatan keluarga. Makalah yang telah kami susun ini merupakan hasil dari diskusi kelompok kami yang mana telah kami sesuaikan dengan sumber-sumber yang ada. Diharapkan disamping dapat menambah wawasan keilmuan, juga dapat membentuk mahasiswa yang aktif, kreatif, dan mampu bekerja sama dalam menggali, mengkaji, dan mempelajari suatu bahan materi. Penyusun berharap makalah ini dapat dijadikan salah satu sumber bagi para mahasiswa dalam proses belajar di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran. Di samping itu, semoga makalah ini dapat memperkaya khazanah keilmuan khususnya bagi para mahasiswa yang menyusun makalah ini. Akhir kata, semoga upaya untuk meningkatkan keilmuan dalam pengetahuan keperawatan ini mendapat ridlo Allah subhanahu wa taala.

Jatinangor, 9 Maret 2013

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan BAB II ISI 1. Kasus Pemicu 2. Definisi asuhan keperawatan 3. Misi 4. Tujuan 5. Tahapan-Tahapan 6. Klasifikasi Intervensi 7. Hambatan Intervensi 8. Peka Budaya 9. Evidance Based 10. Penentuan Prioritas Masalah 11. Pengkajian 12. Diagnosa keperawatan BAB III Simpulan Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Asuhan Keperawatan keluarga merupakan salah satu kegiatan keperawatan yang biasnya bertempatkan dirumah klien, agent memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Pemberian asuhan keperawatan juga melibatkan beberapa disiplin ilmu dari berbagai profesi kesehatan yang ada. Pemberian asuhan keperawatan bertujuan Memandirikan klien sebagai bagian dari anggota keluarga, menyejahterakan klien sebagai gambaran kesejahteraan klien, meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap anggota keluarga, meningkatkan produktivitas klien dan keluarga, meningkatkan kualitas keluarga. Untuk memberikan asuhan keperawatan juga harus melewati beberapa tahapan seperti pengkajian, diagnosa prioritas, hingga implementasi setelah diberikan intervensi agent juga mengevaluasi klien. 2. Tujuan Setelah melakukan pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat memahami materi sehingga dapat mengaplikasikan materi yang ada kedalam kehidupan di dunia keperawatan. Perawat harus bisa berbaur dengan klien dengan nyaman agar tercipta rasa trust sehingga memudahkan pekerjaan kami.

BAB II
4

ISI 1. Kasus Pemicu Chair Scriber 1 Scriber 2 : Sonya putri perdana : Iswari Nastiti : Aisah Syayidah

Dalam kunjungan berikutnya, perawat Y juga menemukan informasi baru bahwa Tn. A (Sunda) dan Ny. B (Aceh) memiliki masalah kesehatan yaitu hipertensi dan DM. Tn A bahkan tidak bisa bekerja jika DM dan hipertensinya kambuh. Perawat Y memulai tahapan berikutnya setelah pengkajian selesai dilaksanakan. Perawat Y mempertimbangkan beban keluarga dalam penentuan diagnosa keperawatan, prioritas, dan rencana asuhan keerawatan keluarga dengan mempertimbangkan budaya yang dimiliki keluarga. Pertisipasi keluarga dalam membantu anggota keluarga yang sakit dan masalah keluarga lainnya yang telah teridentifikasi perlu dioptimalkan. STEP 1 (tidak ada) STEP 2
a. Diagnosa yang mungkin diangkat dalam kasus ini? (iswari)

b. Peran dan fungsi keluarga? Apa yang harus dilakukan perawat untuk hal tersebut? (endah) c. Partisipasi keluarga yang bisa diharapkan untuk membantu mengatasi masalah keluarga? (fabian) d. Intervensi keperawatan? (icha) e. Dampak perbedaan kebudayaan? (evi) f. Faktor penyebab DM dan hipertensi kambuh? (djoko)
5

g. Tahap apa saja yang dilakukan perawat dalam pengkajian hingga intervensi? (ais) h. Apa saja yang perlu dipertimbangkan perawat selain budaya dalam beban keperawata? (hana) i. Apa saja beban keluarga? (ratih) j. Adakah lembaga yang melindungi perawat? (evi) k. Adakah cara lain ketika keluarga menolak untuk diintervensi? (endah) l. Apa budaya yang bertentangan antara suku sunda dengan suku aceh? (fabian) m. Munculnya masalah Tn A itu dari mana? Sosial? Ekonomi? (wasilah) n. Manajemen sumber daya keluarga yang bisa membantu untuk menentukan dalam intervensi keperawatan keluarga? (djoko) o. Apakah evidence based practice tentang peran keluarga Tn A dengan penyakit tn A yang kronik? (ais) STEP 3 a. Mekanisme koping tidak efektif berhubungan dengan sosial dan ekonomi rendah (endah) b. LO c. Bisa dengan bantuan orang terdekat atau orang yang dipercaya. Contoh: orang tua, teman (wasilah) d. Harus memahami bahasa agar tidak salah paham dan persamaan persepsi (hana) e. Perseteruan karena individu yang kurang mengerti mengenai budaya masing-masing (endah) Komunikasi tidak sejalan (fabian) Buruknya tujuan, peran, dan fungsi keluarga (icha)
6

f. Karena emosi menyebabkan TD meningkat. Tekanan darah meningkat memicu hipertensi sehingga DM kambuh (hana) g. LO h. LO i. Bebannya antara lain: Istri anak tidak mau berkomunikasi, penyakit anak, penyakit yang diderita sendiri, dan ekonomi (wiwi) j. Perawat dibawah wewenang DEPKES. Perlindungan untuk perawat belum ada (hana) k. Intervensi lagi keluarga ketika sudah masuk ke tahap bargaining (iswari) l. Karakter aceh: sifat keras, dan berpendirian teguh Karakter sunda: rendah hati (icha dan djoko) m. Sosial ekonomi merupakan salah satu faktornya. Mekanisme koping tidak efektif (wiwi) n. LO o. Manajemen sumber daya keluarga yang bisa membantu untuk menentuka dalam intervensi keperawatan keluarga (djoko) p. LO

STEP 4

Asuhan keperawa tan keluarga

STEP 5 Daftar Learning objects a. Pengkajian keluarga b. Diagnosa keperawatan keluarga c. Prioritas masalah keperawatan keluarga d. Rencana asuhan keperawatan keluarga e. Evidence based practice tentang partisipasi keluarga dalam perawatan keluarga dengan penyakit kronis di rumah f. Peka budaya dalam pemberian asuhan keperawatan keluarga 2. Definisi asuhan keperawatan keluarga
8

Asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan dalam praktik keperawatan yang diberikan kepada klien sebagai anggota keluarga, pada tatanan komunitas dengan menggunakan proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, berlandaskan pada etika dn etiket keperawatan, dalam lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan (Kelompok Kerja Keperawatan CHS, 1994;Mc Closkey & Grace, 2001) Dapat disimpulkan bahwa asuhan kperawatan keluarga adalah kegiatan praktik keperawatan kepada klien yaitu anggota dalam suatu keluarga dengan menggunakan proses keperawatan yang telah berpedoman pada standar keperawatan yang berlaku, dan etika keperawatan , serta dalam lingkup wewenga dan tanggung jawab keperawatan. 3. MISI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Berikut ini adalah misi yang digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga yang berkualitas : a. Memberdayakan keluarga untuk membangun setiap anggota keluarganya agar dapat memelihara kesehatan yang optimal. b. Membina kemitraan penting dilakukan karena dapat menjadikan keluarga yang mandiri dan meningkatkan ketahanan keluarga c. Meningkatkan peran keluarga dalam prevensi primer, sekunder, dan tersier di bidang kesehatan. d. Mewujudkan kesehatan merupakan hak setiap individu dalam anggota keluarga. e. Memiliki karakter yang kuat dan cerdas dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan peran serta aktif keluarga.

4. Tujuan asuhan keperawatan keluarga Menurut Kozier & Erb, 1995; Friedman, 1998; Mc Closkey & Grace, 2001 tujuan asuhan keperawatan keluarga adalah sebagai berikut :
9

a. Memandirikan klien sebagai bagian dari anggota keluarga b. Menyejahterakan klien sebagai gambaran kesejahteraan klien c. Meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap anggota keluarga d. Meningkatkan produktivitas klien dan keluarga e. Meningkatkan kualitas keluarga
5. Tahapan-tahapan dalam melakukan asuhan keperawatan keluarga :

a. Pengkajian

Pengkajian keluarga

Identifikasi data demografi dan sosio kultural ktermasuk lokasi Agama yang dianut dan hubungannya dengan kondisi kesehatan saat ini Lingkungan rumah Struktur keluarga Fungsi dasar keluarga Perkembangan keluarga dan tugas perkembangan yang dilaksanakan strategi yang dilakukan keluarga bila stress dan mekaisme koping pengkajian pelaksanaan tugas kesehatan keluarga bahasa pengantar yang digunakan keluarga hubungan keluarga dengan tetangga dan antar keluarga yang berhubungan darah

pendidikan system dan sumber pendukung yang tersedia untuk keluarga


10

Pengkajian anggota keluarga


Pengkajian fisik setiap anggota keluarga Pengkajian mental setiap anggota keluarga Pengkajian emosional setiap anggota keluarga Pengkajian social setiap anggota keluarga Pengkajian spiritual setiap anggota keluarga Pengkajian terlaksananya tugas individu

b. DiagnosaKeperawatan Pada asuhan keperawatan keluarga bidang garapan keperawatan adalah kesenjangan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar pada manusia pada tingkat keluarga disebut juga sebagai masalah keperawatan. Etiologi dari masalah keperawatan keluarga biasanya tidak optimalnya kesehatan keluarga dalam bidang kesehatan. Menentukan prioritas masalah :

Pertimbangan dalam menentukan prioritas masalah :


Masalah keperawatan keluarga yang dijumpai lebih dari satu Sumber daya yang dimiliki keluarga dan komunitas terbatas Keterbatasan IPTEK keperawatan yang dikuasai perawatan keluarga Berat dan menonjolnya masalah yang dirasakan oleh keluarga berbedabeda

Waktu yang dimiliki terbatas Mengatasi masalah prioritas dapat mengatasi masalah inti tersebut
11

c. Perencanaan Merupakan acuan tertulis yang terdiri dari berbagai intervensi keperawatan yang dirancanakan dapat mengatasi diagnosis keperawatan sehingga klien dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya. Intervensi yang dilakukan perawat bersifat bantuan, higienis, rehabilitasi, suportif, preventif, observasi, dan memberikan invormasi yang akurat dan memuaskan tentang pengobatan.

Indikasi untuk intervensi keperawatan keluarga :

Menurut White and leahey dalam friedman ,1998 :

Adanya keluarga dengan suatu masalah yang berhubungan diantara anggota keluarga yang dipengaruhi

Adanya anggota keluarga dengan penyakit yang memiliki dampak yang merugikan secara nyata terhadap anggota keluarga lain

Seorang angota keluargadi diagnosa penyakitnya untuk pertama kali Perkembangan anak atau remaja secara emosional, tingklah laku, atau fisik dalam konteks keluarga yang sakit

Salah satu anggota keluarga yang mempunyai penyakit kronis pulang atau pindah dari suatu institusi keperawatan komunitas

Anggota keluarga mempunyai penyakit mematikan

d. Implementasi Merupakan suatu bagian aktif dalam asuhan keperawatan . Tindakan ini bersifat intelektual, teknis, dan interpersonal berupa upaya pemenuhan kebutuhan dasar klien. Tindakan keperawatan meliputi :

Tindakan keperawatan Observasi keperawatan


12

Pendidikan kesehatan atau keperawatan Tindakan medis yang dilakukan perawat(tindakan limpah)

e. Evaluasi Merupakan tahap akhir dari rangkaian proses keperawatan yang berguna apakah tujuan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan tercapai atau perlu pendekatan lain
6. Klasifikasi intervensi keperawatan:

a. Menurut freedman 1998 :

Supplemental : perawat secara langsung memberikan pelayanan keperawatan yang tidak dapat dilakukan keluarga

Facilitative :perawat membantu mengatasi hambatan dari keluargadan memperoleh pelayanan medis,kesejahteraan social, transportasi, atau pelayanan kesehatan dirumah.

Developmental : Perawat membantu keluarga untuk menolong diri sendiri sesuai kemampuannya. internal dan eksternal Perawat juga menolong keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang bersumber dari diri sendiri seperti dukungan social

Intervensi keluarga dan definisi aktifitas : Label Dukungan keluarga Mempertahankan proses keluarga Promise integritas keluarga Keterlibatan keluarga Mobilisasi keluarga Defenisi aktifitas Meningkatnya minat keluargadan tujuan Meminimalkan efek gangguan proses keluarga Meningkatnya daya ikat dan kesatuan keluarga Partisipasi keluarga dalam perawatan fisik dan emisi pasien Penggunaan mempengaruhi Terapi keluarga kekuatan kesehatan keluarga pasien yang melalui

petunjuk positif Interaksi dengan keluarga sebagai agen


13

pengubah yang bergerak menuju cara hidup Dukungan saudara kandung yang lebih produktif Meningkatkan keterlibatan saudara kandung pada saat saudara lainnya mengalami sakit

7. Hambatan dalam intervensi keperawatan keluarga : a. Menurut bailon & maglaya 1978

Infirmasi yang diperoleh keluarga mungkin kurang atau keliru Informasi yang diperoleh keluarga tidak menyeluruh sehingga keluarga hanya melihat sebagian dari masalah

Keluarga memperoleh informasi yang diperlukan ,tetapi tidak dapat mengaitkan dengan situasi yang sedang dihadapi

Keluarga tidak mau menghadapi situasi Keluarga ingin mempertahankan suatu pola tingkah laku Kegagalan mengaitkan antara tindakan dan sasaran keluarga Keluarga kurang percaya terhadap tindakan yang di usulkan

Hambatan dalam intervensi keperawatan keluarga menurut buku yang berjudul Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat oleh Drs. Nasrul Effendy halaman 43, dibagi menjadi dua sumber yaitu : a. Hambatan dari keluarga
-

Pendidikan keluarga yang rendah akan mempersulit tingkat pemahaman keluarga dengan apa yang disampaikan oleh perawat.

Keterbatasan sumber-sumber daya keluarga (keuangan, sarana, dan prasarana)


14

Sumber daya keluarga merupakan factor pendukung dalam pola hidup sehat yang seharusnya keluarga lakukan. Kebiasaan-kebiasaan yang melekat Kebiasaan yang sudah melekat akan sangat sulit untuk dirubah, yang tentunya memerlukan proses yang lama. Sosial budaya yang tidak menunjang Sosial budaya seseorang yang bertentangan dengan dunia kesehatan akan sangat menghambat dalam proses intervensi keperawatan keluarga ini. Karena kita akan sulit untuk mengubah paradigma yang sudah membudaya secara turun temurun. b. Hambatan dari perawat Sarana dan prasarana yang tidak menunjang dan mencukupi, seperti ; PHN Kit, transportasi Kondisi alam (geografi yang sulit) Letak geografis suatu keluarga yang dikaji sulit tempuh seperti melewati sungai besar tanpa jembatan yang memadai, atau letak rumah dipelosok dengan jalan tanpa aspal, dll, akan sangat menghambat perawat dalam melakukan intervensi. Kesulitan dalam berkomunikasi (bahasa) Ini merupakan factor penting, karena dengan beda bahasa akan besar kemungkinan dalam salah persepsi. Dan itu fatal jika salah persepsi itu dalam hal proses pengobatan . Keterbatasannya pengetahuan perawat tentang kultur keluarga.

15

Pengetahuan perawat tentang kultur keluarga merupakan suatu modal utama yang harus dimiliki perawat untuk masuk kedalam dunia keluarga tersebut dan akan memudahkan dalam melakukan intervensi. 8. Peka Budaya Ada tiga pedoman dalam keperawatan peka budaya / transcultural nursing (Andrew and Boyle, 1995) yaitu : mempertahankan budaya yang dimiliki klien bila budaya klien tidak bertentangan dengan kesehatan, mengakomodasi budaya klien bila budaya klien kurang menguntungkan kesehatan dan merubah budaya klien bila budaya yang dimiliki klien bertentangan dengan kesehatan.
a. Cultural care preservation or maintenance

Identifikasi perbedaan konsep antara klien dan perawat tentang proses melahirkan dan perawatan bayi. Bersikap tenang dan tidak terburu-buru saat berinterkasi dengan klien. Mendiskusikan kesenjangan budaya yang dimiliki klien dan perawat Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh klien Libatkan keluarga dalam perencanaan perawatan Apabila konflik tidak terselesaikan, lakukan negosiasi dimana kesepakatan berdasarkan pengetahuan biomedis, pandangan klien dan standar etik

b. Cultural care accomodation or negotiation

c. Cultual care repartening/reconstruction Beri kesempatan pada klien untuk memahami informasi yang diberikan dan melaksanakannya Tentukan kelompok Gunakan pihak ketiga bila perlu Terjemahkan terminologi gejala pasien ke dalam bahasa kesehatan yang dapat dipahami oleh klien dan orang tua Berikan informasi pada klien tentang sistem pelayanan kesehatan tingkat perbedaan pasien melihat dirinya dari budaya

16

Perawat dan klien harus mencoba untuk memahami budaya masing-masing melalui proses akulturasi, yaitu proses mengidentifikasi persamaan dan perbedaan budaya yang akhirnya akan memperkaya budaya-budaya mereka. Bila perawat tidak memahami budaya klien maka akan timbul rasa tidak percaya sehingga hubungan terapeutik antara perawat dengan klien akan terganggu. Pemahaman budaya klien amat mendasari efektifitas keberhasilan menciptakan hubungan perawat dan klien yang bersifat terapeutik.

9. Evidence Based Practice Evidence Based Practice is the practice of EBP is the integration of individual clinical expertise with the best available external clinical evidence from systematic research and clients values and expectations. Evidence memiliki beberapa level yaitu : Randomized controlled double blind studies RCT Cohort Case control Seri kasus Laporan kasus Ide/ opini

Proses Identifikasi pertanyaan EBP : Problem/ populasi/ pasien Intervensi


17

Comparison with others Outcomes

Distinctive Featurs of Research Studies Design Experimental Distintive Features Randomization Manipulation Quasi-experimental Control No randomization Some manipulation Some control Non-equvalent control group: posttest only or pretest-posttest One group: posttest only or pretestposttest Untreated control, repeated measures Repeated treatment where subjects serve as their own controls Crossover design Non-experimental No randomized No manipulation Little control Time series Descriptive : - exploratory - survey - descriptive comparative - time dimensional Qualitative No randomization No manipulation Little control Correlational Historical research Grounded theory Ethnographic Phenomenological-hermeneutic Examples Randomized controlled trial

Aspek yang dikritisi Author, tahun, negara


18

Design Sample technique and sample size Intervensi Outcomes Hasil Komentar (kelebihan dan kekurangan)

Strength of Research Evidence Rating Scheme Level Type of Evidence I Evidence obtained from an experimental study/ randomized controlled trial (RCT) or II III meta-analysis of RCTs Evidence obtained from a quasi-experimental study Evidence obtained from a non-experimental study, qualitative study, or meta-synthesis

Quality Rating Scheme for Research Evidence Grade A: High Research Evidence Consistent result with sufficient sample, adequate control, and definitive conclusions; consistent recommendations based on extensive literature B: Good review that includes thoughtful reference ti scientific evidence Reasonably consistent results; sufficient sample, some control, with fairly definitive conclusions; reasonably consistent recommendations based on fairly comprehensive literature review that includes some reference to scientific evidence C: Low/Major flaw Little evidence with inconsistent results; insufficient sample size; conclusions cannot be drawn

The Johns Hopkins Nursing Evidence-Based Practice Process PET (Practice Question, Evidence, and Translation)
Practice question 19

Evidence

Translation

Practice Question Step 1 : Identify an EBP question Step 2 : Define the scope of the practice question Step 3 : Assign responsibility for leadership Step 4 : Recruit an interdisciplinary team Step 5 : Schedule a team conference Evidence Step 6 : conduct an internal and external search for evidence Step 7 : Appraise all types of evidence Step 8 : Summarize the evidence Step 9 : Rate the strength of the evidence Step 10 : Develop recommendations for change in systems or processes of care based on the strength of the evidence Translation Step 11 : determine the appropriateness and feasibility of translating recommendations inti the specific practice setting Step 12 : Create an action plan Step 13 : Implement the change Step 14 : Evaluate outcomes Step 15 : report the results of the preliminary evaluation to decision makers
20

Step 16 : secure support from decision makers to implement the recommented change internally Step 17 : identify the next steps Step 18 : communicate the findings

10. Penentuan masalah prioritas dengan scoring. Ditinjau dari:

1. Sifat masalah.(skala : 1-3, bobot : 1) a. Skor 3 : Tidak atau kurang sehat. b. Skor 2 : Ancaman kesehatan. c. Skor 1 : Keadaan sejahtera. 2. Kemungkinan masalah dapat diubah.(skala : 0-2, bobot : 2) a. Skor 2 : mudah b. Skor 1 : sebagian c. Skor 0 : tidak dapat diubah

3. Potensial masalah untuk dicegah. (skala : 1-3, bobot : 1) a. Skor 3 : tinggi b. Skor 2 : cukup c. Skor 1 : rendah 4. Menonjolnya masalah. (skala : 0-2, bobot : 1) a. Skor 2 : masalah berat harus segera ditangani. b. Skor 1 : masalah ada tapi tidak perlu segera ditangani. c. Skor 0 : masalah tidak dirasakan. Rumus :
Total skor yang didapat X bobot Skor tertinggi 21

11. PENGKAJIAN

KEPERAWATAN

KELUARGA

PADA

TN.

DENGAN

DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI a. Data Umum 1. Kepala Keluarga (KK) 2. Jenis Kelamin 3. Umur/ tanggal lahir 4. Agama 5. Pendidikan 6. Pekerjaan 7. Alamat b. Susunan Anggota Keluarga N0 Nama Umur Sex Hub Pendd Pekerjaan Status Imunisasi Status BCG Polio DPT Hepatitis Campak Kes Dg KK Ayah Ibu Buruh IRT Pelajar Pelajar Pelajar : Tn. A : Laki - laki : 40 tahun : Islam :: Buruh : Jalan Mawar

1 2 3 4 5 6

Tn. A 40 Ny. B 33 An. C 15 An. E 8 An. F 7

L P P L L P

Anak SMP Anak SD Anak SD Anak -

An. D 4

22

c.

Genogram

Ny. H

Tn. A

Ny. B

An. E An. C An. D

An. F

Ket : = perempuan

= Laki laki

= Pisah atau bercerai d. Pengkajian Tipe Keluarga Suku Bangsa Agama Bahasa yang di gunakan Pantangan : : Blended Family : Tn A = Sunda, Ny. B = Aceh : Islam : bahasa sunda : tidak teridentifikasi

23

Kebiasaan

Budaya

yang

Berhubungan

dengan

Masalah

Kesehatan:

tidak

teridentifikasi Kegiatan Rutin keagamaan di rumah: tidak teridentifikasi Pekerjaan Anggota Keluarga: Ny. B seorang ibu rumah tangga, suaminya bekerja sebagai buruh, dan anak anak nya masih pelajar. Tahapan Perkembangan Keluarga : Keluarga Tn. A sekarang pada tahap perkembangan dengan anak usia remaja. Tugas perkembangan pada tahap ini adalah mengimbangi kebebasan remaja dengan tanggung jawab yang sejalan dengan maturitas remaja, memfokuskan kembali hubungan perkawinan, dan melakukan komunikasi yang terbuka di antara orangtua dengan anak-anak remaja.

Konflik antar pasangan : Masalah yang timbul di keluarga Tn. A mungkin salah satu penyebabnya adalah perbedaan budaya dan komunikasi dalam keluarga yang kurang efektif. Pola komunikasi Keluarga : Komunikasi yang terjadi di keluarga Tn. A mungkin kurang efektif karena setelah dilakukan pengkajian keluarga Tn. A mengalami stres marital, kesulitan keuangan dam nutrisi keluarga yang kurang sehingga anak anak nya pun sering bolos sekolah dan sering mengalami penyakit infeksi. Penghasilan Keluarga : Penghasilan secara keseluruhan dari keluarga Tn. A secara jelas nya tidak teridentifikasi tetapi dari melihat pekerjaan dan kondisi keluarga nya pun, sepertinya penghasilan keluarga Tn. A kurang atau tidak sesuai dengan kebutuhan keluarganya. Struktur Kekuatan keluarga : Dalam melakukan pengambilan keputusan< keputusan terakhir dipegang oleh Tn. A Struktur Peran : Tn. A tetap berperan menjadi pencari nafkah, Ny. B sebagai ibu rumah tangga dan anak anak nya sebagai pelajar.
24

Nilai dan Norma Budaya : Tn. A dan Ny. B lahir dari budaya yang berbeda yaitu sunda dan aceh. Meskipun dengan kebudayaan yang berbeda Tn. A dan Ny.B tetap saling menghargai satu sama lain meskipun terkadang mengalami perbadaan dalam kebudayaan. Fungsi Keluarga : Fungsi afektif : Tn. A dan Ny. B sangat menyayangi anak anak nya meskipun ada anak yang dihasilkan dari istri yang berbeda Fungsi Sosial : hubungan antar anggota keluarga Tn. A baik tetapi setelah pengkajian didapatkan resiko ketidakefektifan komunikasi terapeutik yang dilakukan keluarga Tn. A sehingga anggota keluarga masih kurang tahu tentang penyakit yang diderita Tn. A

Kemampuan Keluarga Mengenal masalah kesehatan : Keluarga Tn. A masih kurang peka terhadap timbulnya tanda gejala munculnya penyakit yang diderita Tn. A sehingga penyakit yang diderita baru diketahui setelah dilakukan pengkajian oleh perawat Kemampan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan keperawatan : Dalam mengambil keputusan pun keluarga Tn. A masih kurang sigap karena memikirkan keadaan ekonomi keluarga yang sangat pas pasan. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit : Sama dengan poin poin sebelumnya anggota keluarga yang lain masih kurang peka dan masih minim penetahuannya mengenai penyakit yang diderita oleh Tn. A. Kemampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan rumah yang sehat: Mungkin karena keadaan ekonomi yang minim keluarga Tn. A jadi kurang memperhatikan keadaan rumah yang sehat sehingga anak anak nya pun bisa dikatakan sering mengalami penyakit infeksi. Kemampuan Memanfaatkan fasilitas kesehatan : Keluarga Tn. A masih ragu untuk menggunakan fasilitas kesehatan diakibatkan karena kondisi ekonomi yang rendah. Hasil Pemeriksaan Fisik Keluarga Tn. A
25

Dari hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan kepada seluruh anggota keluarga Tn. A didapatkan hasil bahwa : Tn. A mengalami masalah kesehatan hipertensi dan diabetes melitus sedangkan anak anknya mempunyai riwayat penyakit infeksi. ANALISA DATA Data 1. Data Subjektif Keluarga tidak penyakit Tn. Masalah ketidakefektifan Etiologi program Ketidaktahuan anggota

A terapeutik pada keluarga keluarga mengenai kondisi, pengobatan dan faktor faktor resiko pada penyakit kronis yang dialami Tn. A yang

mengetahui Tn. A

sedang diderita oleh Tn. A, dan anggota keluarga yang lain masih mengetahui bagaimana tidak Tn. A saat ini 2. Data Objektif Dari pengkajian riwayat diderita Tn. hasil dan yang A cara tahu merawat Tn. A dan bagaimana kondisi kurang

sebenarnya Tn. A sudah sejak lama mengidap penyakit


26

ini tetapi Tn. A tidak tahu penyakit yang diderita dan anggota mengira penyakit saja keluarga sebagai warung yang lain pun hanya

12. DIAGNOSA KEPERAWATAN Ketidakefektifan program terapeutik pada keluarga Tn. A berhubungan dengan ketidaktahuan anggota keluarga mengenai kondisi, pengobatan dan faktor faktor resiko pada penyakit kronis yang dialami Tn. A

27

BAB III SIMPULAN Setelah mendiskusikan kasus 3 mengenai asuhan keperawatan keluarga anggota tutor menjadi paham mengenai pemberihan asuhan keperawatan keluarga yang merupakan bagian dari tugas perawat komunitas. Diskusi ini juga menunjang untuk melakukan praktikum kami ke keluarga. Sehingga mempermudah untuk melakukan tahapan-demi tahapan yang harus dilalui untuk mengkaji hingga melakukan implementasi.

28

Daftar Pustaka Sudiharto. 2005. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan

Transtruktural. Jakarta: EGC Sudiharto. 2007. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan pendekatan keperawatan transkultural. Jakarta : EGC. Slide ibu desy (evidance based practice)

29