615.

1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI 615.1 Ind p Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional 2008.-- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2008 1. Judul I. DRUGS

615.1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

239/MENKES/SK/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN (KomNas Revisi DOEN) 2008 Lampiran 3 Peserta Pembahasan Teknis dan Rapat Konsultasi DOEN 2008 Lampiran 4 Formulir Pernyataan Kesediaan Lampiran 5 Formulir Pernyataan Konflik Kepentingan Lampiran 6 Format Kajian Indeks Halaman i ii iii 1 21 59 81 91 97 Jakarta. NIP. Revisi DOEN tahun ini dilaksanakan oleh Komite Nasional DOEN yang disyahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. DOEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab III. profilaksis. DAFTAR ISI Kata Sambutan Daftar Isi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab I. jaminan ketersediaan obat esensial yang aman. Diharapkan dengan berlakunya DOEN tahun 2008 ini. MAppSc. Agustus 2008 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan 101 103 Dra. amanat Kebijakan Obat Nasional dapat diterapkan secara lebih baik. sehingga ada obat yang dihilangkan karena sudah obsolet dan penambahan karena perkembangan ilmu baru. mencakup upaya diagnosis. Kustantinah. mengamanatkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. revisi terakhir dilakukan pada tahun 2005. terapi dan rehabilitasi. Hal ini membutuhkan transparansi proses evaluasi yang memanfaatkan bukti ilmiah dan mempertimbangkan formulasi obat untuk anak. 140 100 965 105 107 i Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ii . Pembaharuan revisi saat ini merupakan pendekatan baru. keterjangkauan serta akses obat bagi seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. karena selain penambahan dan pengurangan proses didahului re-evaluasi daftar yang sudah ada oleh Komite Nasional Revisi DOEN. Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DOEN 2008 diucapkan banyak terimakasih. Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup.KATA SAMBUTAN Kebijakan Obat Nasional (2006). Daftar Obat Terbatas untuk Puskesmas 2008 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I Daftar obat DOEN 2005 yang mengalami perubahan Lampiran 2 Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Apt. PENDAHULUAN Bab II.

8. Peraturan Preiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. serta program kesehatan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). 10.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 791/MENKES/SK/VIII/2008 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. 11. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). pola penyakit. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 239/Menkes/SK/III/2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (KomNas Revisi DOEN) 2008. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. Fungsi. Mengingat : 1. bahwa Daftar Obat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/I/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. 7. Kedua : 6. 3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). c. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Tugas. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). 2. Pemerintahan Daerah Propinsi. MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008. b. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 sebagaimana dimakud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini iii Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 iv . perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Keehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138. 9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.

I Dr. SP. keamanan. Keempat : LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 791/MENKES/SK/VIII/2008 TANGGAL : 21 AGUSTUS 2008 DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (DOEN) 2008 Kelima Keenam : : Ketujuh : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2008 MENTERI KESEHATAN. Dengan ditetapkannya Keputusan ini. dr. SITI FADILAH SUPARI. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. JP(K) v Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketiga : Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. memeratakan. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas.

Daftar Obat Esensial Nasional 2008 1 . telah dirintis kearah perbaikan tersebut. termasuk penilaian terhadap kemungkinan konflik kepentingan. yaitu 4 (empat) orang. Seperti diketahui WHO telah pula menerbitkan daftar obat esensial untuk anak. Oleh karenanya proses revisi kali ini agak berbeda dengan proses revisi sebelumnya. Selain pendapat dan pengalaman para ahli dalam tim revisi. dan pentingnya pernyataan conflicting of interest dari para anggota tim ahli. ataupun adanya perubahan bentuk sediaan. dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan evidence based medicine (EBM). Komitmen pemerintah melakukan revisi berkala merupakan prestasi tersendiri.BAB I PENDAHULUAN Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980. 2. Revisi sebelumnya lebih banyak hanya mengevaluasi obat yang diusulkan untuk ditambahkan ke dalam DOEN. Bentuk transparansi juga ditunjukkan dengan adanya penjelasan tentang beberapa alasan mengapa suatu obat perlu dikeluarkan dan ditambahkan dari DOEN 2005. Pemilihan tim ahli melalui seleksi cukup ketat. Sejak awal pembahasan telah menyertakan para pengelola program yang menggunakan obat di lingkungan Departemen Kesehatan (bukan hanya dalam rapat pleno). 4. termasuk bentuk sediaan. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN. Upaya ini diharapkan merupakan proses pembelajaran kembali kepada internal Departemen Kesehatan untuk memahami kembali konsep obat esensial. Keberpihakan kepada kepentingan anak. Revisi bersifat menyeluruh dalam arti mengkaji seluruh obat dalam DOEN termasuk catatancatatan yang sudah tidak sesuai lagi. memberikan perhatian sangat besar pada obat untuk anak. diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi. maka revisi pada tahun 2008. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. proses revisi. 5. dalam beberapa hal antara lain : 1. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007). pemanfaatan data EBM sangat diutamakan. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008. dan dokumen ini menjadi salah satu acuan.World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. 6. dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. juga ditunjukkan dengan dokter spesialis anak dalam tim ahli yang berjumlah paling banyak. BAB I PENDAHULUAN 3. Pada tahun 2007. Mengingat beberapa hal di atas. Seluruh proses pembahasan. yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai. Organisasi Kesehatan Dunia .

(6). Mutu terjamin. (3). IIb III IV 2.Obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah. Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DOEN. (2). 2. Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research. sarana dan fasilitas kesehatan. harus memenuhi kriteria berikut : . Dalam pelaksanaan revisi. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan.Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio). Penerapan Konsep Obat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional. Pedoman Pengobatan. Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. hal ini memungkinkan untuk mengeluarkan obat-obat yang dianggap sudah tidak efektif lagi atau sudah ada pengganti yang lebih baik. 3. terapi dan rehabilitasi. . (7). Dalam hal penambahan obat baru perlu dipertimbangkan untuk menghapus obat dengan indikasi yang sama yang tidak lagi merupakan pilihan. 2 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 3 . sebagai berikut : TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS OF EVIDENCE) Ia Ib IIa Fakta diperoleh dari meta analisis uji klinik acak dengan kontrol. a. . Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa. Penerapan Konsep Obat Esensial Obat esensial adalah obat paling mendasar yang dibutuhkan oleh pelayanan kesehatan. yang dirancang dengan baik.Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. DPHO Askes). tanpa acak. Kriteria Penambahan dan Pengurangan 1. studi korelasi.Obat yang stabilitasnya lebih baik. dan studi kasus. mencakup upaya diagnosis. Obat Esensial Nasional Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik. seperti studi komparatif. Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan.Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen.Obat yang telah dikenal. c. Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita. Obat program diusulkan oleh pengelola program dan akan dinilai sesuai kriteria umum DOEN. seluruh obat yang ada dalam DOEN edisi sebelumnya dikaji oleh Komite Nasional Revisi dan Penyusunan (KomNas) DOEN. (5).Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya. pilihan dijatuhkan pada : . (8). termasuk stabilitas dan bioavailabilitas. Daftar obat terbatas lain dan Informatorium Obat Nasional Indonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan obat. . . Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. Obat jadi kombinasi tetap. dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftar obat terbatas lain (Daftar Obat PKD. Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : (1). . Formularium Rumah Sakit. b. Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan / atau pengalaman klinik dari pakar yang disegani. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan kontrol. (4). profilaksis.Mudah diperoleh. . . Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan kontrol. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. Kriteria Obat Esensial Nasional a.Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut. kecuali ada alasan kuat untuk mempertahankannya.A.Obat dengan sifat farmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi quasi-eksperimental jenis lain yang dirancang dengan baik. 1. .

dosis. Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi. penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan selain harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara 4 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 5 . Pengembangan Informatorium Obat Nasional Indonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaaatan dan penggunaan obat. Dimana hal ini membuka berbagai peluang terjadi perbedaan yang sangat mendasar di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan obat. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membawa implikasi terhadap organisasi kesehatan di propinsi. Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DOEN adalah mengikat. terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. b. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi. Bentuk sediaan. masing-masing daerah kabupaten / kota mempunyai struktur organisasi dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan obat. misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. d.Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Obat Esensial menggunakan nama generik. Formularium Rumah Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) / Komite Farmasi dan Terapi (KFT) Rumah Sakit berdasarkan DOEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebut. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. .Pembelian yang transparan dan kompetitif. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. Pengelolaan dan Penggunaan Obat Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain : . Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu.Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya.Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. e. kelengkapan dan tidak menyesatkan. . Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta infomasinya yang harus diterapkan di Rumah Sakit. sehingga dapat disusun daftar obat esensial khusus untuk ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pemerintahan Daerah Propinsi. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan. c. cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita. Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efisiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. Demikian pula halnya dengan organisasi pengelolaan obat. dengan perencanaan yang tepat. efek samping. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Sakit. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. keamanan. untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. dosis dan lama pengobatan. . Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas. merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi.Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengelolaan. 3. juga sangat berkaitan dengan pengelolaan obat. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaan. Informatorium Obat Nasional Indonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. kabupaten maupun kota. Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah.

farmasi. Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. efek samping. peringatan perhatian. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. memiliki catatan penyimpanan yang akurat. epidemiologi. Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan hanya memback-up manakala kabupaten/kota maupun provinsi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama.q. Departemen Kesehatan RI dapat memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1379. Dengan adanya desentralisasi diharapkan kabupaten/kota maupun provinsi dapat mencukupi kebutuhan obatnya masing-masing. Penyelenggara surveilans pola penggunaan antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit. Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan d. mempertahankan mutu obat yang baik selama proses distribusi.A/Menkes/SK/XI/2002. 9. baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). yang relatif murah harganya. 6 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 7 . KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut: a. kontraindikasi. Informasi tersebut meliputi indikasi. Instansi Pemerintah / Swasta b. Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif. rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan obat. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan. Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. dan penelitian kesehatan. 6. 8. cara penggunaan.antara lain: menjaga suplai obat tetap konstan. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. dan pendidikan. meminimalkan obat yang tidak terpakai karena rusak atau kadaluarsa dengan perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing daerah. baik pemerintah maupun swasta. Menyelenggarakan surveilans pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. b. tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. DOEN merupakan dasar untuk perencanaan dan pengadaan obat baik di daerah (kabupaten / kota / provinsi) dan tingkat pusat. dosis. pemerintah c. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. Jalur lain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. Komunikasi. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. pendidikan dan penelitian lain. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. interaksi obat dan bentuk sediaan. 4. Organisasi Profesi yang terkait c. pendidikan. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : a. Revisi DOEN dilaksanaka secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. 5. supervisi. Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). Untuk pengelolaan dan penggunaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu. 7. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan.

injeksi intravena dan sebagainya. Dalam DOEN. c. c. Dalam setiap subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun berdasarkan abjad nama obat. misalnya: klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). c. Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi negara penerima. Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. d. 8 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 9 . Untuk obat yang belum terdaftar di Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima. (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan obat. subkelas dan kadang-kadang sub-subkelas terapi. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (generik) ditulis dengan nama lazim. d. mutu obat dan masa berlaku obat. Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir. dituliskan diantara tanda kurung. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya. misalnya : tablet salut enterik. Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedoman/standar yang berlaku. Isi dan Format DOEN a. B. Tata Nama a. Menyelenggarakan komunikasi. b. Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. informasi dan pengelolaan. b. maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai. Agar penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dapat membantu pelaksanaan kesehatan. misalnya : garam oralit. DOEN Rumah Sakit sama dengan DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. d. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan International Non-proprietary Names (INN) nama generik yang diterbitkan WHO. Obat sumbangan yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN. donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 1999). Pengertian dan Singkatan a. Obat Sumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (generik) diberi nama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. 3. misalnya: etambutol tablet 250 mg (hidroklorida). Satu jenis obat dapat dipergunakan dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk sediaan dapat terdiri dari beberapa jenis kekuatan. dengan pilihan mulai dari antibiotik lini pertama. Empat prinsip utama obat donasi adalah : a. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya. kedua. Dalam pelaksanaannya. pengemasan dan pemberian label. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. Pedoman tersebut mencakup ketentuanketentuan tentang pemilihan obat. b. Terminologi 1. 10. 2.c. obat dikelompokkan berdasarkan kelas. Tidak menggunakan standar ganda bagi mutu obat yang didonasikan. lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. maka jenis obat dan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan pola penyakit di Indonesia. maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung.

inj s. Suatu obat adalah esensial jika anda tidak dapat berbuat tanpa obat tersebut (You can't do without it).v. diperlukan fasilitas tertentu (h). diperlukan cara atau perlakuan khusus (g). lar infus OAT serb serb aktif serb inj serb inj i. sekarang ini sudah bukan lagi pembatasan. Pemahaman konsep DOEN. inj infiltr inj i. namun pembahasan tidak lagi hanya berdasar pembuktian tingkat ke-4. Perbedaan persepsi obat esensial dan obat program akan berakibat pada proses pengadaan obat. persoalan yang muncul kemudian yaitu masalah perbedaan persepsi dan pengertian obat program. misalnya kotak 100 vial.v. Tim ahli dan konsultan bekerja bersama dalam pembahasan yang dibagi dalam beberapa kali pembahasan berdasarkan kelas terapi. pemakaian sesuai program dibidang kesehatan.k. dikombinasikan dengan obat lain (i). diperlukan monitoring ketat atau pertimbangan medis (e). 10 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 11 . c. pembatasan indikasi (c). Singkatan amp btl bls ih inj inj dlm minyak inj i. inj p. (2) Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring. di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) (j). Lain-lain (1) Penulisan informasi pada kolom restriksi dimaksudkan untuk obat-obat dengan pemakaian sebagai berikut : (a). Beberapa perumpamaan muncul untuk mempermudah pengertian atau konsep obat esensial. Untuk mengatasi hal ini telah disepakati.k. diperlukan perhatian terhadap sifat/cara kerja obat (f). (4) Pemaparan DOEN untuk Puskesmas dalam kertas berwarna merah. kapl kaps ktk ktg lar lar rektal : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ampul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalam minyak injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intramuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal C. telah bekerja sesuai dengan kompetensi. Dari proses ini.m. pendapat ahli semata. Dengan pemahaman ini. Hal ini terlihat dari berbagai pembatasan yang berlaku 10 (sepuluh) tahun yang lalu. inj i. akan dilakukan sosialisasi dan perlu kebijakan khusus dari Departemen Kesehatan terkait dengan obat esensial dan obat program. mulai disosialisasikan kembali. meski informasi EBM belum sepenuhnya berlaku. terbatas untuk kasus-kasus tertentu (d). Obat esensial adalah kebutuhan minimal dalam pelayanan kesehatan. (3) Daftar obat nasional merupakan daftar obat yang digunakan untuk rumah sakit. b.a. Konsultan terutama yang bertanggung jawab atas data EBM. diterjemahkan dari : Essential Medicine is a floor not a ceiling (WHO TRS 946). Hal ini dilakukan mengingat perkembangan ilmu kedokteran yang belum tertampung di dalamnya.v. tetapi mengkaji seluruh obat dalam DOEN 2005. sekretariat mendukung dengan informasi dari Cochrane review dan WHO Library.(4) Besar kemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. contohnya penggunaan obat kanker. diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek samping (b). serb kering sir sir kering sup susp tab tab kunyah tab salut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts tts mata tts telinga : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : larutan infus obat antituberkulosis serbuk serbuk aktif serbuk injeksi serbuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspensi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda belah tablet sublingual tablet vaginal tetes tetes mata tetes telinga Proses Pembaharuan Revisi Pembahasan bukan hanya dari usulan yang masuk. inj i. Selain informasi dari konsultan dan tim ahli. Obat esensial adalah lantai bukan langit-langit. baik dari program dan maupun oleh Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). Rupanya pemahaman konsep obat esensial mulai luntur dan penjelasan tentang hal ini sangat dihargai.

(b). namun Indonesia yang konsisten memperjuangkan penurunan angka kematian bayi dan anak. Namun. proses revisi. Anggota tim ahli dan konsultan adalah klinikus dari berbagai bidang spesialisasi. Tim ahli (b). dari sejumlah 114 instansi yang diberikan surat. hanya dibedakan dokter. (c). Pengelola Program dan (d). Meskipun dalam surat permintaan sudah diberitahukan bahwa pengusulan harus memberikan data pendukung dan kegunaan. C. 22 jawaban untuk menambahkan. maka yang bersangkutan supaya tidak mewakili asosiasi profesi. bila dinilai oleh panitia dapat menjaga integritasnya. Acuan ini berisi kepanitiaan. (5). 1. (c). telah disepakati 78 obat dihapus dari DOEN 2005 dan 48 ditambah ke dalam DOEN 2008. dan tidak ada usulan untuk menghapus obat dari DOEN. orang yang memiliki konflik kepentingan masih dapat dipertimbangkan oleh tim menjadi anggota tim ahli. (3). (7). memberikan kontribusi cukup untuk hal ini. pemegang program pengobatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan organisasi profesi. Keterlibatan 4 orang dokter spesialis anak. jenis dan penyelenggaraan rapat pembahasan dan cara penyebarluasan DOEN. Tim ahli dan konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis / ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. (d). Demi memperoleh tim ahli yang profesional dan tidak berpihak. dapat memberikan usulan dengan data pendukung. (6). Pengelola program adalah wakil dari direktorat di lingkungan Departemen Kesehatan yang mempunyai program pengobatan / pengadaan obat. Perubahan formulasi (bentuk sediaan. Struktur organisasi berbentuk Komite Nasional Daftar Obat Esensial (KomNas DOEN). penetapan kriteria proses rekruitmen anggota tim ahli revisi DOEN. Pada pembahasan terakhir yaitu Rapat Pleno untuk pengesahan. Demikian pula keterlibatan staf Direktorat Bina Kesehatan Anak. departemen/bagian di rumah sakit. Jika diperlukan.Dalam proses revisi. Bersedia menandatangani formulir berkaitan dengan konflik kepentingan. Tim ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ke dalam DOEN 2008. Konsultan (c). Tidak semua kelas terapi membutuhkan ahli yang harus tercantum dalam KomNas DOEN. (e). Dari jawaban tersebut 3 memberikan jawaban tidak ada usulan. Kepanitiaan a. Kebijakan ini bukan dimaksudkan semata-mata agar selaras dengan kebijakan global. Menyatakan kesediaan secara tertulis. terdiri dari : (a). dan direktorat lain. Sehingga jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item obat. membutuhkan penekanan hal ini. Tata cara ini merupakan acuan dalam pelaksanaan revisi DOEN pada tahun 2008 yang sangat diperlukan dalam terwujudnya proses transparansi dan akuntabiltias. B. apoteker. farmakologi (klinik). Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. Tugas tim ahli dan konsultan tercantum dalam SK sebagai berikut : (a). Nama anggota tim ahli dan konsultan yang terpilih disusun sesuai abjad ditulis tanpa gelar. (4). Memiliki integritas dan standar profesional tinggi. KomNas DOEN disahkan melalui SK Menkes dengan mencantumkan tugas-tugasnya. atau jabatan lain yang potensial menimbulkan konflik. dokter gigi. 2. (b). Proses pemilihan anggota Tim Ahli dan Konsultan (1). namun hanya 10 usulan yang memberikan data pendukung. dokter umum / puskesmas. Persyaratan anggota Tim Ahli dan Konsultan : (a). Keanggotaan KomNas DOEN bersifat tetap sampai terbentuk komite pada revisi DOEN berikutnya. sangat intensif. dokter spesialis atau apoteker. dokter umum. Penambahan beberapa obat untuk anak dengan bentuk sediaan khusus anak. kekuatan dan kemasan) terjadi pada 21 obat. tim ahli dan konsultan. (2). seperti karbamazepin disediakan dalam bentuk sirop. Pelaksana adalah Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. Setelah 3 bulan pengiriman. dapat diundang seorang ahli di bidangnya untuk menjadi narasumber yang memberikan pandangannya dalam proses revisi tetapi tidak termasuk dalam tim ahli dan konsultan serta tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan. 25 instansi memberikan jawaban. Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. Terdapat 33 obat yang diberi catatan perlu diadakan oleh pemerintah melalui cara-cara yang sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Proses revisi Proses revisi dimulai dengan mengirimkan surat kepada institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit tipe A. sejak awal telah direncanakan akan memberikan perhatian pada obat untuk anak. 12 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 13 . Organisasi (1). puskesmas) pemerintah maupun beberapa swasta terpilih. tugas dan kewajiban anggota tim ahli revisi DOEN. Selain usulan dari instansi. (8). Sekretariat Pelaksana b.

 Hasil rapat pembahasan teknis adalah draft revisi DOEN. (2).  Peserta rapat : o Tim ahli o Konsultan o Pengelola program Departemen Kesehatan terkait dan o Narasumber terkait. Dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah tanggal batas usulan masuk. Jenis rapat pembahasan (a).  Peserta rapat pleno adalah o Peserta rapat perdana o Peserta rapat pembahasan teknis o Komite medik RS pendidikan. Revisi dapat berupa semua atau salah satu proses berikut (a). pengelola program. Mengkaji seluruh DOEN dan usulan yang masuk. pelaksana kegiatan revisi DOEN. Puskesmas Rawat Inap).  Pimpinan sidang adalah ketua tim ahli. Surat permintaan dikirim oleh pelaksana 3 (tiga) bulan sebelum rapat perdana. dilakukan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan atau yang mewakili.  Jadwal pembahasan materi yang harus dihadiri yang bersangkutan. (c). DOEN terdahulu dan usulan hasil kompilasi. Materi revisi Materi revisi adalah matriks yang menyandingkan DOEN WHO edisi terakhir.  Hasil pengesahan rapat pleno tidak dapat diubah selain revisi redaksional. yang disertai pernyataan tentang konflik kepentingannya. RS Kabupaten terpilih.  Membahas usulan penambahan/pengurangan obat esensial dari unit pelayanan kesehatan (kompilasi usulan dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan DOEN 2005 disediakan oleh pelaksana). (b). RS Khusus. Materi revisi akan diserahkan kepada tim ahli 1 (satu) minggu sebelum rapat pembahasan teknis. Proses rekrutmen anggota Tim Ahli dan Konsulta (a). Hanya mengkaji usulan yang masuk. jumlah obat esensial yang ideal dalam DOEN dan lain-lain). mengesahkan dan mensosialisasikan draft revisi DOEN. Cara revisi DOEN a.  Peserta rapat pleno selain mereka yang berfungsi sebagai pengambil keputusan di institusi masing-masing juga diharapkan berperan aktif dalam penyebarluasan DOEN. DPHO-ASKES dan lain-lain). Sekretariat menyampaikan permintaan kesediaan tertulis dari yang bersangkutan disertai permohonan ijin kepada atasan. RS Swasta terpilih.  Pengesahan draft DOEN menjadi DOEN revisi baru. 3. Dinas Kesehatan Propinsi yang mewakili. Menghapus dan menambahkan obat esensial baik dari usulan atau dari anggota tim ahli dan konsultan. kriteria.  Implementasi DOEN (kaitan dengan obat program. Rapat Pleno  Berfungsi untuk menyepakati.    Tata cara revisi DOEN. Kompilasi usulan Pelaksana melakukan kompilasi usulan yang masuk dan dikelompokkan sesuai dengan kelas terapi. RS Propinsi. Tata cara pembahasan teknis (penyiapan draft revisi DOEN) dan pleno. yang dilakukan 1 (satu) bulan sebelum rapat perdana revisi DOEN.  Mencermati secara khusus obat yang diusulkan di luar daftar obat esensial WHO yang harus dipertimbangkan secara seksama. acuan pengadaan obat PKD. Rapat-rapat pembahasan teknis  Merupakan rapat-rapat pembahasan materi revisi. 14 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 15 . Rumah Sakit TNI-POLRI. d.  Apabila tim ahli tidak dapat mengambil keputusan pada suatu masalah. RS Swasta terpilih dan rumah sakit lain yang memberi usulan revisi o Fakultas Kedokteran o Fakultas Farmasi c. Surat permintaan kesediaan berisi :  Uraian tugas tim ahli. (b). maka dapat mengundang narasumber di luar tim ahli. RS TNIPOLRI. Kriteria pembahasan Usulan yang akan dibahas hanyalah usulan yang disertai alasan dan bukti ilmiah (evidence) yang lengkap. Menolak dan menerima usulan (b). puskesmas dan pengelola program (direktorat terkait di lingkungan Depkes). (c).  Usulan memasukkan suplemen makanan ke dalam DOEN tidak akan dipertimbangkan.(2). b. konsultan. e. Cara pembahasan materi revisi (1). Yang bersangkutan menyatakan kesediaan tertulis 1 (satu) minggu setelah mendapat surat permintaan tersebut diatas. Pengusulan Proses revisi diawali dengan pengiriman surat permintaan usulan tertulis kepada unit pelayanan kesehatan (RS Pendidikan. Peserta rapat : tim ahli. Rapat Perdana berisi tentang :  Penjelasan tentang pengertian obat esensial (batasan.

Anestetik Lokal Diusulkan lidokain injeksi 5% + glukosa 7. walau harganya mahal. 3 . Anestetik Umum Dan Oksigen Usulan isofluran cairan ih lar. 5 mg/ml. Antipirai Kolkhisin tab 500 mcg. Selain itu midazolam inj i. karbamazepin 100 mg/5 ml. 2. Antiepilepsi . suatu infeksi nosokomial yang serius. Penundaan masuknya antimikroba sefalosporin ini. sebagai sedativa dan hipnotika. mengingat perlunya pengobatan kista yang tidak menunjukkan gejala. Sementara itu usulan menambahkan ketoprofen sup 100 mg dan parasetamol sup 120 mg. memberi tempat kepada sefazolin.5 %. Hal yang sama terjadi pada seftriakson inj 1 g/vial. 250 mg/ml dikeluarkan dengan alasan keamanan. khususnya untuk anestesi spinal. Analgesik Non Narkotik Metampiron inj i. Tim ahli sepakat untuk menerima usulan penambahan vankomisin inj 500 mg. 1000 mg/amp. apakah berbentuk FDC (fixed dose combination) atau kombipak. Sehingga dalam DOEN ini tercantum fenitoin sirup 50 mg/5 ml. mengingat ketersediaan di pasaran.m 60 mg/ml yang efikasinya dinilai ebih baik dibanding artemether inj. dengan pembatasan khusus penggunaan yaitu pada profilaksis bedah inj 1 g/vial. meskipun dari segi pemakaian artemether lebih praktis terutama untuk di Puskesmas. Amfoterisin*) inj. dinilai efikasinya tidak jauh berbeda dengan NSAID yang lain. 16 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 17 . Ketersediaan dan pengadaan parasetamol sup dibatasi hanya sampai tingkat rumah sakit kabupaten. Lidokain inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200.m. pra anestesi. dicantumkan beberapa kombinasi untuk kepentingan program. pasca operasi pada anak. Dalam hal obat antituberkulosis. terutama untuk mengatasi infeksi jamur di paru-paru. vial 50 mg diusulkan dan diterima masuk dalam DOEN.. Selain itu. Sefazolin merupakan obat terpilih sebagai profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi. Maka kolkhisin dikeluarkan dari DOEN. Sedangkan thiopental serb inj i. IDI. untuk mengatasi infeksi MRSA (methicilin resistant S. Sedangkan parasetamol sup dibutuhkan untuk kasus kejang demam. 240 mg dapat diterima. Antipiretik. sehingga akan mempermudah kontaminasi jika digunakan berulang. karena tidak lagi digunakan sebagai antikanker mengingat efikasi dan keamanannya. 1 mg/ml dan inj i.2. Namun dengan munculnya banyak obat NSAID. dikeluarkan dari daftar. 6. 8. Sediaan tunggal masih dipertahankan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belum melaksanakan program direct observed treatment shortcourse (DOTS). selalu masuk usulan untuk memasukkan sefalosporin. khususnya di RS. dimana bentuk injeksi dapat menyebabkan syok anafilaktik.v. dikeluarkan dari daftar. amp 2 ml. PPNI. mengingat ketoprofen sup digunakan untuk pasien pasca operasi yang belum bisa menerima pemberian obat secara oral dan tidak mengiritasi lambung. Dalam hal antimalaria ditambahkan artesunat inj i. Oleh tim ahli diusulkan dan diterima Penjelasan Perubahan Obat Perubahan obat dalam DOEN 2008 baik nama generik atau formulasinya. Sementara itu enfluran cairan ih. efek toksik terhadap jantung lebih kecil. Untuk kelompok antiamuba ditambahkan diloksanid furoat tab 500 mg. sedangkan keamanannya justru lebih rendah dibanding NSAID. merupakan obat terpilih pada pasien sangat gawat. berdasarkan kelas terapi adalah sebagai berikut : 1. tab kunyah 100 mg. aureus). Anestetik 2.Antikonvulsi Usulan penambahan bentuk sirop dan tablet kunyah sediaan untuk pasien anak diterima. btl 250 ml diterima dalam DOEN karena memiliki kelebihan terhadap jantung dan digunakan untuk keadaan pasien tertentu. Antiinflamasi Nonsteroid. Analgesik. Antipirai 1.3. 1. sesuai dengan tatalaksana kesehatan pada anak. Immunosupresan dan Terapi Paliatif Klormetin dan levamisol dikeluarkan dari DOEN. Ikatan ahli/spesialis) Industri farmasi (BUMN dan GP Farmasi) 5.v. karena kemasan dinilai terlalu besar. btl 120 ml.1. lebih disebabkan terjadinya perkembangan resistensi antimikroba yang sangat pesat.v. terutama di daerah yang sukar mendapatkan bupivakain. karena kelangkaan ketersediaan di pasaran. btl 250 ml dikeluarkan dari daftar dengan alasan kurang menguntungkan jika dibanding dengan penggunaan isofluran dan halotan. untuk masuk dalam DOEN. Pada kelompok antivirus protease inhibitor ditambahkan tablet lopinavir karena sangat dibutuhkan untuk HIV/AIDS. karena merupakan satu-satunya obat antifungi sistemik. Fenobarbital tab 50 mg ditambahkan dalam DOEN karena sangat diperlukan. yang merupakan obat pilihan untuk meningitis dan digunakan untuk demam tifoid berat yang resisten dengan kloramfenikol. Dalam daftar diberi tanda *) yang berarti ”membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya”. namun baru pada revisi kali ini KomNas DOEN. Analgesik Narkotik Sufentanil inj dalam bentuk sitrat 50 mcg/ml.1. dalam hal bentuk sediaan diserahkan kepada kebutuhan program. Namun. i. Antineoplastik. sejak awal sudah tercantum dalam DOEN. 2.v. Antiinfeksi Dalam beberapa kali revisi.3. Sekolah Tinggi Keperawatan Dinas Kesehatan Propinsi yang memberikan usulan revisi Organisasi profesi (IBI.2. WHO Model List 2007 pun tidak mencantumkan kolkhisin lagi.000 kemasan 20 dan 30 ml dikeluarkan dari DOEN.o o o o 4.v/i. 1.5 %. selain disediakan beberapa obat dalam bentuk tunggal. ISFI.

Fluoksetin kap/tab 10 mg dan kap/tab 20 mg. Obat Topikal Dari kelas terapi ini banyak obat yang dilkeluarkan terutama karena sudah obsolet antara lain gentian violet. yang efikasinya sangat baik untuk pembedahan dengan teknik hipotensi dan septik syok. 23. seperti preparat sulfa cones dan pasta iodoform. terdaftar di Indonesia dan sesuai dengan WHO Model List. Obat Kardiovaskuler Pada kelas terapi ini dilakukan beberapa perubahan tempat subkelas terapi atau dikeluarkan karena tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran seperti prokainamid. Dalam hal cairan nutrisi parenteral yaitu larutan nutrisi IV. Dalam subkelas antihipertensi ditambahkan injeksi natrium nitroprusid. 18 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 19 . Ada pula yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. menggantikan gameksan. Psikofarmaka Alprazolam dikeluarkan karena dinilai tidak esensial dan cenderung menimbulkan over used dan ketergantungan. 17. untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). sangat menyadari pentingnya sediaan ini. Beberapa cairan seperti lotio kummerfeldi. D. bahkan penggunaannya sudah tidak diajarkan lagi di Fakultas Kedokteran Gigi. Untuk itu diusulkan agar kebutuhan akan sediaan ini ditampung dalam formularium rumah sakit. Klorambusil harganya murah . Penyerbarluasan DOEN 2008 Dalam rangka penerapan konsep obat esensial. Pada subkelas terapi antiaritmia ditambahkan amiodaron dan digoksin. Melfalan merupakan obat murah dan sangat diperlukan dalam pengobatan multiple myeloma. klorambusil tablet 2 mg dan melfalan tab 2 mg. jika diperlukan. kuinidin. Penyebarluasan dapat berupa pencetakan buku yang dikirimkan ke sarana pelayanan kesehatan atau dipublikasikan dalam media elektronik. Hidung dan Tenggorokan. yaitu pertimbangan para ahli bahwa pengobatan infeksi telinga tidak perlu menggunakan antibiotik maupun kortikosteroid. Selain itu sediaan antibiotik dalam bentuk tetes hidung atau telinga tidak tercantum dalam WHO Model List . karena kemasan terlalu besar. Penambahan lain adalah liquor veilli yaitu obat sederhana yang efektif mengatasi dermatitis basah. 28. Tambahan baru yang diterima dalam DOEN adalah permetrin sebagai antiskabies yang kurang toksik bagi anak. KomNas DOEN.penambahan daunorubisin HCl serbuk inj 50 mg. Meski bukti (evidence) belum sepenuhnya mendukung. hidung dan tenggorokan. Penambahan klozapin diterima. terutama tim ahli dan konsultan. maka DOEN 2008 harus disebarluaskan ke sarana pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan demikian hanya tersedia kemasan 200 ml. 18. diusulkan penambahan fluoksetin. 14.18% infus. semua dikeluarkan dari DOEN. Obat ini efektif namun perlu diwaspadai terjadinya agranulositosis. dan natrium bikarbonat inj 1. Obat Telinga.4 % isotonik. Pada subkelas terapi antipsikosis diusulkan penambahan metilfenidat rasemik (dl) dalam bentuk regular release dan extended release. reserpin. karena merupakan obat terpilih untuk yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain. sertralin dan paroksetin. 20. akan tetapi komposisi sediaan yang ada di pasaran bervariasi. Larutan Elektrolit dan Nutrisi Garam oralit kemasan 1000 ml dikeluarkan dari DOEN. Untuk kepentingan anak dan neonatus dalam kelas terapi ini ditambahkan larutan nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0. salep levertran. Daunorubisin merupakan pengobatan utama pada Leukemia Limfositik Akut yang banyak ditemukan pada anak-anak. kurang efisien dalam penyimpanan dan tidak lagi menjamin kesegaran larutan. diterima untuk pilihan golongan SSRI. oleh karena itu disepakati bahwa amalgam diganti dengan komposit. Obat Gigi Dan Mulut Dari kelas terapi ini cukup banyak obat yang dinilai sudah obsolet. Pengukuran kadar leukosit secara berkala sebaiknya dilakukan. dapat dimasukkan dalam formularium rumah sakit. Perubahan bermakna terjadi juga pada obat tetes telinga. seperti penggunaan amalgam. Dalam subkelas terapi antidepresi dan antimania. namun selama ini merupakan obat terpilih untuk ADHD. dengan kebutuhan yang mungkin berbeda.

btl 250 tab inj i. ktk 10 bls @10 tab tab salut 200 mg.v. btl 100 tab sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi ketoprofen Daftar Obat Esensial Nasional 2008 21 . lambat 50 mg/ml (HCl)./s./i. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman.m.m.v. ktk 5 amp @ 2 ml tab 10 mg.v. ANTIPIRETIK./s.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg.05 mg/ml (sebagai sitrat).k. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. Kekuatan.BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 KELAS TERAPI. ANTIPIRAI 1.k. ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat).m. btl 100 tab tab 400 mg. btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut. ktk 5 vial @ 10 ml Penggunaan perlu diperketat BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 fentanil kodein morfin petidin sufentanil 1. 10 mg/ml (HCl/sulfat). ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCl/sulfat).1 ANALGESIK NARKOTIK inj i./i. inj i. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 1./i. fenilbutason ibuprofen tab 200 mg. 0. sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu. ANALGESIK. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.

terjadi pada 65% penderita./s. 1 mg/ml inj i.k. 10 mg/ml (HCl).v. morfin etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara.KELAS TERAPI.5%. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. ktk 25 amp FORMULASI RESTRIKSI 2. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl). ktk 10 amp @ 1 ml 2. dan Kemasan) tab 500 mg.Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum. 10 mg/ml (HCl/sulfat).3 PROSEDUR PRE OPERATIF. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. 2% (HCl).1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj p.v. btl 50/250 ml cairan ih. 3. NAMA GENERIK metampiron (Bentuk Sediaan. tube 10 g semprot 4%.v. KELAS TERAPI. btl 1000 tab inj 5 mg/ml.50% (HCl).v. btl 50 ml inj 5% + glukosa 7.3. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. dan Kemasan) cairan ih. 50 mg/ml (sebagai HCl). .Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml.5 %.m. Kekuatan.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). 22 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 23 . Kekuatan.v. btl 100/1000 tab . ktk 100 amp @ 2 ml inj i. ktk 5 amp @ 4 ml semprot. . 5 mg/ml ih. 0. gas dalam tabung inj 10%. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.5% (HCl) + glukosa 7. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin Khusus untuk analgesia spinal.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) .Tidak diberikan sewaktu serangan akut. ktk 5 amp @ 20 ml serb inj i.v. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. 10 mg/ml (sebagai HCl). ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. btl 100/1000 tab 2. ktk 10 vial @ 20 ml inj i.v. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat)./i. amp 2 ml diazepam Khusus untuk analgesia spinal. gas dalam tabung ih.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN halotan isofluran ketamin natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg.m. btl 60 ml sup 120 mg sup 240 mg midazolam nitrogen oksida oksigen propofol tiopental Untuk penggunaan khusus 1.v. btl 250 ml inj i. ktk 5 vial @ 20 ml inj 0. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. probenesid tab 500 mg. 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dlm 20 ml air injeksi). ANESTETIK 2.

btl 120 ml inj i. btl 1000 tab inj i./i. ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml. btl 120 ml inj i. btl 1000 ta b inj 5 mg/ml (maleat). dan Kemasan) inj s. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4.v.m. ktg 0. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml. btl 1000 tab inj i. ktk 10 amp @ 2 ml inj 0.4 mg/ml (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI ./i. ktg 30 g FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin karbon aktif magnesium sulfat 4. 0. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). amp 25 ml tab 250 mg (garam Na). 10 mg/ml (sebagai dihidrat). btl 1000 tab tab 50 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v. ktk 5 amp @ 2 ml tab 500 mg.v.v. 10 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar). 20%.2 UMUM apomorfin (Bentuk Sediaan.m. 25%. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat).3 mg . btl 120 ml tab 30 mg. tube 2.v.1% (sebagai HCl/bitartrat). 5 mg/ml (HCl).5 kg serb. btl 100 tab tab 15 mg. ktk 10 amp @ 2 ml sir 50 mg/5 ml.k. Kekuatan. Ca) fenobarbital kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson karbamazepin magnesium sulfat natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat valproat 24 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 25 . 5 mg/ml.m. bisa diulang KELAS TERAPI. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.v.KELAS TERAPI. ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg./i. btl 50 tab tab 500 mg (garam Na). 50 mg/ml (sebagai garam Na). ktk 24 amp @10ml inj i.v. fenitoin deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat).m. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif.m 50 mg/ml.02 mg/ml (HCl).k. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). ktk 10 vial @ 5 ml kalsium folinat (leukovorin.5 ml kaps 30 mg (garam Na). amp 25 ml inj i./s. NAMA GENERIK 4. btl 1000 tab tab 100 mg. ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i.Dosis 0.k 1 mg/ml (sulfat). Kekuatan. ktk 10 amp @10 ml inj i. 40%. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan.0. btl 100/1000 tab tab kunyah 100 mg sir 100 mg/5 ml. ktk 100 amp @ 2 ml tab 200 mg. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). btl 10 tab inj 3 mg/ml.1 KHUSUS atropin 5.Terpilih untuk anafilaksis .5 mg. dan Kemasan) inj s.

v.m. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis. ktk 100 vial serb inj i./i. ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na) sir 62.1 ANTELMINTIK 6. ktk 10 vial serb inj i.v. NAMA GENERIK 6. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat). btl 30 ml tab scored 300 mg.v. ktk 2 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 400 mg.m. ANTIINFEKSI 6.Khusus di Kalimantan Selatan untuk pengobatan . ktk 25 vial @ 10 ml inj i. ktk 5 str @ 6 tab Untuk strongiloides.m. 500 mg/vial (sebagai garam Na) (untuk dilarutkan dalam 5 ml air injeksi).1 Beta laktam amoksisilin trihidrat prokain benzilpenisilin tab scored 500 mg. ktk 10 vial inj i. 2./i. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K).Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah. btl 60 ml serb inj i. ktk 10 vial sefazolin ampisilin Digunakan pada profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeki luka operasi seftriakson serb inj 1 g / vial. ktk 2 vial 26 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 27 . ktk 10 vial serb inj i. 3 juta UI/vial./i. .v.m./i.KELAS TERAPI. dan Kemasan) serb inj i.1 Antelmintik Intestinal albendazol (Bentuk Sediaan. btl 100 tab . dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. ktk 100 vial serb inj 1 g / vial. 1. btl 100/1000 tab scored benzilpenisilin kristal dikloksasilin prazikuantel 6.5 mg/5 ml (sebagai garam Na).v. 250 mg/vial (sebagaigaram Na)./i. Fasciolopsis buski.2. 500 mg/vial (sebagai garam Na). 500 mg/vial (sebagaigaram Na). ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na).v. 1 juta UI/vial.4 juta UI/ml.m. btl 60 ml serb inj i.m.m.2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat)./i. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).2 ANTIBAKTERI 6.1.1. Kekuatan. 10 juta UI/vial. 6. Kekuatan.2 juta UI/ml. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.m.m. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). btl 60 ml serb inj i.m. Dosis untuk anak : 20 mg/kgBB benzatin benzilpenisilin mebendazol pirantel tab 100 mg. NAMA GENERIK ampisilin (Bentuk Sediaan. 250 mg/vial (sebagai garam Na).1.3 Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg. fenoksimetil penisilin (penisilin V) 6.

2. NAMA GENERIK trimetoprim (Bentuk Sediaan.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi : sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16 mg/ml sulfadiazin tab.2.v.2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat).2.2.3.2. 50 mg/ml (HCl).2.1 Antilepra tab 500 mg.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. ktk 10 str @ 10 tab vankomisin Life saving pada infeksi MRSA 6. ktk 100 amp @ 2 ml inj 40 mg/ml (sebagai sulfat). ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml. btl 100 tab tab 250 mg. hanya untuk kondisi darurat.1 Tetrasiklin doksisiklin (Bentuk Sediaan. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat).2. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100/1000 tab tab 500 mg.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab. ktk 10 vial @ 10 ml 6. ktk 5 vial @ 10 ml Perlu pertimbangan yang baik. btl 60 ml serb inj i.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6. Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal ktk 10 str @ 10 kaps inj i. btl 100 ml tab 500 mg. klindamisin tetrasiklin 6.. ktk 10 str @ 10 kaps 6. Kekuatan.2. ktk 10 amp @ 2 ml 6. btl 500 tab sulfasalazin inj i.2. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl).v. ktk 100 amp @ 2 ml Khusus untuk infeksi tulang. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat).2. ktk 1 vial 6.2 Antibakteri Lain 6. NAMA GENERIK 6.2.KELAS TERAPI. Tidak sebagai pilihan utama untuk infeksi kuman gram ktk 10 bls @ 10 tab scored positif.v. dan Kemasan) tab scored 200 mg.5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 mg/ml (sebagai sulfat).6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCl). ktk 10 amp @ 3 ml inj i. 6. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaps 100 mg(sebagai hiklat/HCl). Pemakaian khusus untuk colitis ulcerativa. btl 100 tab dapson tab scored 100 mg.v. btl 100/1000 tab sup 500 mg. btl 1000 tab scored 28 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 29 . ktk 5 amp @ 5 ml.2. serb inj 500 mg/vial. 250 mg/3 ml (HCl).4 Makrolid eritromisin oksitetrasiklin kaps 250 mg (sebagai stearat). Kekuatan. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl). btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat).2.2.

i. dan Kemasan) kapl 150 mg. botol 12 ml Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obatobat lain. btl 100 tab tab 500 mg (HCl). 75 mg tab 150 mg.3. btl 100 tab scored tab 200 mg. ktk 100 vial trimetoprim 6. 75 mg. vial @ 10 ml tab scored 250 mg. NAMA GENERIK klofazimin.KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab 500 mg. 6.. micronized kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg ketokonazol kapl 150 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.dioidomikosis dan lain-lain). infeksi mikosis sistemik (kandidiasis. 300 mg tab 400 mg. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat). Kekuatan.4 ANTIFUNGI 6. btl 100 tab Khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosa Paru). 50 mg. NAMA GENERIK Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan. rifampisin Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis 6. ktk 10 str @ 10 kaps FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 450 mg tab 75 mg. parakoksi . 50 mg inj.4. micronized (Bentuk Sediaan. btl 100 kaps kaps 300 mg.2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCl).000 UI/ml. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. dan Kemasan) kaps dalam minyak 100 mg. 30 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 31 . 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 100 tab scored rifampisin tab scored 300 mg. btl 1000 tab tab 300 mg. 500 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 100/1000 tab tab scored 100 mg. nistatin tab salut 500. ktk 10 str @ 10 tab isoniazid pirazinamid tab salut enterik 500 mg. streptomisin Kombinasi : rifampisin isoniazid Kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kapl 150 mg.000 UI/tab btl 100/1000 tab susp 100. btl 100 tab tab 100 mg. 300 mg tab 400 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg metenamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab. vial 50 mg/10 ml. btl 100 tab *) Penggunaan membutuhkan keahlian khusus griseofulvin. Kekuatan. 250 mg.v. sistemik amfoterisin *) Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 450 mg tab 75 mg. Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. 150 mg. 500 mg tab 275 mg.3.1 Antifungi. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.

6.2. 6 bls @ 10 tab artemether artesunat inj 80 mg/ml.m.6. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). NAMA GENERIK 6. ktk 100 amp @ 2 ml tab 15 mg (sebagai fosfat). btl 30 tab nevirapin 6.2.2 Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) efavirens tab 200 mg./i.1 Antiamuba dan Antigiardiasis diloksanid metronidazol tab 500 mg (furoat) tab 250 mg.6 ANTIVIRUS 6.000 UI/tab. btl 10 ml lar infus i.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat).5. btl 1000 tab inj i. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. natrium tiosulfat nistatin primakuin 6. tube 10 g cairan 25%. btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.1 Antiherpes asiklovir 6. 200 mg/10 ml zidovudin 6. Kekuatan. dan Kemasan) ktk. btl 60 tab tab 100 mg.2. dan Kemasan) salep. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml.5.5 ANTIPROTOZOA 6. btl 100 tab tab 500 mg.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab.6.KELAS TERAPI. btl 100 tab sir 50 mg/5 ml.5. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI serb 2% (nitrat).6.5. 60 mg/ml ktk 8 vial @ 1 ml tab 32 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 33 . Antiretroviral 6.v.2.2 Antimalaria 6. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).2. 25% (sebagai HCl).1. topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol (Bentuk Sediaan.2 Antifungi.2.6. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) tab 150 mg stavudin tab scored 200 mg tab scored 400 mg 6.v. NAMA GENERIK kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin (Bentuk Sediaan. btl 90 tab tab 600 mg. ktk 10 str @ 10 tab kuinin Hanya untuk malaria yang gawat. btl 60 tab tab 40 mg. btl 60 tab tab 300 mg. btl 1000 tab tab 30 mg.4.v. btl 100 tab 6. ktk 6 amp @ 1 ml inj i. Kekuatan. 6. btl 30 ml tab vagina 100. ktg 20 g krim 2% (nitrat).3 Protease Inhibitor lopinavir tab 200 mg. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk.

5 ml tab 20 mg (sebagai sitrat). 5 mg/vial (sebagai garam Na).KELAS TERAPI. 500 mg/vial. NAMA GENERIK daktinomisin (Bentuk Sediaan. ktk 1 vial serb inj i. btl 100 tab tab.v. btl 50 kaps inj 50 mg/ml.v. btl 10 tab inj 3 mg/ml.5 mg serb inj 20 mg/vial (HCI). ktk 1 vial serb inj i. btl 100 tab serb inj 100 mg/vial. btl 10 kaps inj i. 0. ktk 10 amp @ 5 ml prokarbazin siklofosfamid 8.v. btl 28 tab serb inj i.5 mg (sebagai mesilat). 1000 mg/vial. Ca) klorambusil melfalan merkaptopurin metotreksat tamoksifen Harus disimpan pada suhu 2-8oC. dan Kemasan) inj i.1 HORMON DAN ANTIHORMON medroksi progesteron asetat tab 250 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab scored 40 mg (HCl) btl 100 tab scored daunorubisin doksorubisin tab 1 mg (tartrat). ktk 1 vial 0.t. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. ktk 1 vial 2. ktk 5 str @ 4 kaps lunak kalsium folinat (leukovorin.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin propranolol 7. btl 25 tab tab 2./i. ktk 1 vial sisplatin 34 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 35 . ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i. 50 mg/ml. ktk 30/100 tab etoposid 1 mg 50 mg fluorourasil 8.5 mg (sebagai garam Na). ktk 5 amp @ 1/10 ml tab 2 mg tab 2 mg tab 50 mg. IMUNOSUPRESAN azatioprin siklosporin tab 50 mg. 10 mg/vial (HCl).v. ktk 1 vial serb inj 15 mg/amp (sebagai HCl).m.000 UI/vial. 200 mg/vial. ANTINEOPLASTIK. ktk 10 amp @ 5 ml tab 15 mg.5 mg/vial. ktk 1 vial @ 4 ml serb inj i. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg.v. 50 mg/vial (HCl). ktk 1 vial serb inj i. btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial. Kekuatan.v. ANTIMIGREN 7.3 SITOTOKSIK asparaginase bleomisin busulfan dakarbazin serb inj 10. NAMA GENERIK 7. ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCl).2. btl 100 kaps tab salut 50 mg. btl 100 tab kaps lunak 25 mg./i. testosteron 8. btl 30 tab kaps lunak 40 mg (undekanoat).v. btl 50 tab inj 200 mg/ml. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 2. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF 8. Kekuatan.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein (Bentuk Sediaan. ktk 1 amp tab salut 2 mg.v.

4 TERAPI PALIATIF.k 100 mg/vial. ktk 1 vial serb inj i. btl 30 tab Sesuai program perawatan paliatif rumah sakit 9.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . btl inj 500 mcg/ml.5 g natrium klorida 4. DARAH. btl 500 ml kombinasi : poligelin (ekivalen dengan 0.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER hydroxy ethyl starch lar infus 6%. ktk 5 vial serb inj 10 mg/vial (sulfat).m. dan Kemasan) inj i.Dosis untuk bayi prematur 0. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. btl 1000 tab tab salut 300 mg.m 2 mg/ml. OBAT untuk morfin tab 10 mg (sulfat). PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11. vinkristin .k. btl 60 ml tts.Variasi kombinasi sediaan yang beredar di pasaran dapat digunakan 36 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 37 . . ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI vinblastin protamin sulfat Pemakaian terbatas (kasus tertentu). . OBAT yang MEMPENGARUHI 10.19 g kalsium (terikat pada polipeptida 0.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). dan Kemasan) serb inj i. btl 250 tab fraksi protein plasma Harus diproduksi dengan benar 10.Harus disimpan pada suhu 2-8°C warfarin tab 2 mg (garam Na/K). amp 1 ml .2 KOAGULASI. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. NAMA GENERIK heparin. btl 100 tab 11. btl 500 ml sianokobalamin (vitamin B12) 10.1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 UI/vial + pelarut 10 ml.1 ANTIANEMI asam folat besi (II) sulfat 7 H20 tab 1 mg. ktk 1 vial serb inj 500 UI/vial + pelarut 10 ml.125 g air steril bebas pirogen sampai 500 ml . btl 500 ml lar infus 10%.v. 1 mg/vial (sulfat).5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Pengganti plasma DOEN lar infus.25 g kalium klorida 0. ktk 1 vial Untuk haemofilia A 8.63 g nitrogen) 17. ktk 1 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil faktor IX kompleks tab. ktk 1 vial serb inj 1000 UI/vial + pelarut 25 ml./s.Perlu sarana dan keahlian khusus. btl 1000 tab tab 5 mg./s. 5000 UI/ml.v. NAMA GENERIK sitarabin (Bentuk Sediaan. Na (Bentuk Sediaan./i. btl 1000 tab inj 10 mg/ml.Tidak boleh diberikan secara intratekal . Kekuatan. Kekuatan. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml 11. btl 1000 tab sir. btl 100 tab Untuk haemofilia B tab 2 mg (HCl).v.KELAS TERAPI.

Untuk diencerkan sampai 3%. ktk 1 amp 20 ml inj 65%.1.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12. btl 6 kaps 12. ktg. btl 500 ml lar 59.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i.v.KELAS TERAPI.3 Lain-lain fluoresein inj i. ktk 1 amp 3 ml ioheksol tts mata 1% (garam Na). btl 2 l susp 65%.4 Mielografi iofendilat inj 76%.5% iodium.1.408 g/ml. btl 250/450 ml susp 55%. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.7%.2. btl 1000 ml . ktk 1 vial 2 ml 12. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na).2. ktk 1 amp 5 ml iopamidol 12.5 l meglumin natrium amidotrizoat polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 cairan. ktk 1 amp 5 ml inj 20%. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% 13.2 TES FUNGSI 12. dan Kemasan) inj 0.042 g barium sulfat 13.612 g/ml. 1:10. ktk 1 amp 10 ml inj i.25 g simetikon 0.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat.1 Ginjal natrium aminohipurat 12. ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml. ktk 1 vial 20 ml inj 0.v. btl 5 ml inj 10%. NAMA GENERIK 12. kedap udara. ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN granul.6 Urografi iopamidol (Bentuk Sediaan. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml. .k. 76%.2%. ktk 1 amp 20 ml FORMULASI RESTRIKSI 12. btl 10 ml / 50 ml 38 39 . ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml.755 g/ml. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0.612 g/ml. 5%. Kekuatan. ktk 10 amp @ 20 ml 12.1.v.3 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. btl 2. 200 mg/ml.2 Biligrafi natrium iopodat 12.1. Kekuatan.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12. btl 120 ml klorheksidin lar 5.1.2.0% (glukonat). ktk 10 amp @ 20 ml inj i. terlindung dari cahaya. NAMA GENERIK 12. ktg 200 g susp 2.2 Hati natrium bromsulftalein inj mengandung 30. Untuk diencerkan serb. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.5 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi : natrium bikarbonat 1.1. ktk 1 vial 50 ml meglumin natrium amidotrizoat kaps 500 mg. DIAGNOSTIK (Bentuk Sediaan.

DIURETIK furosemida tab 40 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. klg 50 butir set FORMULASI RESTRIKSI 14.1 GIGI dan MULUT . ktk 10 amp @ 1 ml lar 0.000 etil klorida eugenol fluor kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) klorheksidin lidokain inj. dan Kemasan) lar 10%.1%)./i. HORMON.v. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar. btl 100 ml /1000 ml serb.m. btl 1000 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 10 g lar. ktk 5 bls @ 20 tab glipizid Daftar Obat Esensial Nasional 2008 40 41 .2 ml. btl 100 ml cairan.k. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. btl cubicles 1x1x1 cm. btl 100 g serb. btl 1000 tab lar infus 20%. btl 100 tab pasta. ktg 20 g cairan. btl 100 g pasta pengisi saluran akar spons gelatin senyawa klor surgical ginggival pack 14. natrium hipoklorit nistatin tab 2. ktk 2 tube cairan.KELAS TERAPI. dan Kemasan) lar dan serb.2% (glukonat) inj 2% (HCl). ktk 25 amp @ 2 ml tab 25 mg. btl 6 g (4. btl 500 ml tab 25 mg. btl 100 tab lar 5%. btl 250 tab inj i. btl 60 ml cairan konsentrat 5%. ktk 10 str @10 tab hidroklortiazid semprot 0. btl 1000 ml Program samijaga Ditjen P2-PL. GIGI dan MULUT. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl). btl 10 ml tab 0. tube 10 g semprot 15% (HCl). OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. Kekuatan.1 Antidiabetes. btl 100 tab tab 5 mg.2.2 ANTIDIABETES 16. Oral glibenklamida Untuk diencerkan.5 mg. 20 IU/ml. btl 1000 ml serb (untuk lar 0. btl 10 ml susp 100. glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin tab 1 g. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16. btl 100 tab tab 5 mg. NAMA GENERIK povidon iodida 13. OBAT dan BAHAN untuk 14. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 15./s.1 HORMON ANTIDIURETIK desmopresin vasopresin semprot inj i. Kekuatan.m.000 UI/ml.05-0. btl 12 ml Daftar Obat Esensial Nasional 2008 16.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida (Bentuk Sediaan.5 mg. btl 10 ml Kemasan harus kedap udara manitol spironolakton 16.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. 10 mg/ml.2 GIGI dan MULUT.

btl 1000 tab 16. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg 30 mcg etinilestradiol 16. AKDR (IUD) copper T set / buah digoksin 42 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 43 .4 Kontraseptik 16. 125 mg/ml. btl 100 tab inj 0.4.5 mg. btl 100 tab tab 0. btl 100 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg 17.2. KARDIOVASKULER. NAMA GENERIK metformin 16.5 KORTIKOSTEROID deksametason inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat).btl 60 tab tab sublingual 0. btl 100 tab tab 0.3. ktk 1 vial 10 ml inj 100 UI/ml. btl 100/1000 tab tab 0. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). btl 30 tab Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN.3.1 mg.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml natrium tiroksin tab 0.KELAS TERAPI.25 mg.5 mg.1 ANTIANGINA atenolol diltiazem HCl isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg. ktk 1 vial 10 ml propiltiourasil 16.25 mg/ml.4 Kontraseptik. NAMA GENERIK 16.3 Kontraseptik.ktk 1amp @ 2 ml Tablet 0. ktk 10 str @ 10 tab tab 30 mg. btl 50 tab tab scored 100 mg.4. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml.3. dan Kemasan) tab 500 mg.2 Kontraseptik. inj 100 UI/ml. btl 1000 tab Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu.2 Estrogen estrogen terkonjugasi etinilestradiol 16. ktk 1 vial 10 ml 16. ktk 1 vial 1 ml hidrokortison tab 0.3. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg. serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg. Implan levonorgestrel (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) implan 2 rods (3-4 tahun) FORMULASI RESTRIKSI inj 100 UI/ml.5 mg.4.3.3 Progestogen hidroksi progesteron noretisteron 16. Kekuatan. ktk.1 Androgen testosteron 16.0625 mg untuk pediatrik 16.4. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. OBAT inj i.625 mg.2 ANTIARITMIA amiodaron tab 200 mg.1 Kontraseptik.m. btl 100 tab prednison 17.3. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. str 28 tab tab 0.3.05 mg. ktk 6 amp @ 3 ml tab 0.3. pil 17. Parenteral insulin intermediate insulin regular insulin regular : insulin intermediate (30 : 70) (Bentuk Sediaan.0625 mg. Kekuatan.2 Antidiabetes.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.

ktk 100 amp @ 1 ml klonidin *) dopamin lisinopril epinefrin (adrenalin) metildopa 17.5 mg. 0./i.Dapat timbul efek samping batuk. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg.25 mg/ml. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg. ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg.v.5 mg/ml (HCl).7.v.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg. 17. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida kaptopril tab 50 mg. NAMA GENERIK disopiramida epinefrin (adrenalin) lidokain (Bentuk Sediaan.Dapat timbul efek samping batuk. ktk 10 amp @ 1ml tab 40 mg (HCl).7 SYOK.5 mg.KELAS TERAPI.m. Kekuatan.6 GAGAL JANTUNG.1 % (sebagai HCl/ bitartrat). dan Kemasan) inj 750. ktk 100 amp @ 1 ml inj 4 mg/ml.15 mg/ml ( HCl).1 Syok Kardiogenik dobutamin inj 50 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.7. Digunakan untuk hipertensi berat 17. ktk 20 str @ 10 tab inj i.v. . btl 100 tab tab scored 12.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).000 UI/vial inj 1.Perlu sarana dan keahlian khusus.v. amp 10 ml inj 40 mg/ml (HCl). 0. btl 50 tab tab 25 mg. ktk 10 str @ 6 / 10 tab scored inj i. btl 100 kaps inj 0. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (HCl). . btl 100/1000 tab inj. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. ktk 10 bls @ 10 tab 44 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 45 .m. ktk 5 amp @ 5 ml inj i.5 juta UI/vial FORMULASI RESTRIKSI Untuk intrakardial atau resusitasi streptokinase . 1 mg/ml (HCl). btl 100/100 tab inj 0. kaptopril . btl 100 tab inj i. dan Kemasan) kaps 100 mg (fosfat). OBAT digoksin tab 0. amp 2 ml natrium nitroprusid *) nifedipin Sebagai long acting vasopressor.2 Syok karena anestesi efedrin norepinefrin 17. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg.0625 mg untuk pediatrik verapamil Untuk aritmia supraventrikuler. ktk 10 str @ 10 tab scored propranolol Tablet 0. furosemida 17.25 mg. . ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg. 2% (HCl). . NAMA GENERIK 17. btl 100 tab tab 0. btl 30 tab inj 2.5 TROMBOLITIK (Bentuk Sediaan.0625 mg. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg. vial tab 10 mg Diberikan setiap 4 jam. ktk 30 tab scored inj 50 mg/ml (HCl). Kekuatan. OBAT untuk 17. 17.1% (sebagai bitartrat). 10 mg/ml. vial 5 ml inj 25 mg/ml.

btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 18. salep 2%.1 ANTIAKNE asam retinoat 18.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens liquor faberi krim 10 %. dan Kemasan) salep.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis.KELAS TERAPI.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. tube 20 g perak nitrat lar 20%. pot 500 g Hanya untuk luka bakar yang luas. salep. . pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI 18. tube 5 g larutan Dibuat segar urea 18.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat krim 1%. tube 40 g hidrokortison liquor veilli (solutio salicylic acid 0.5% (asetat).Tidak boleh dibawa pulang. ktg 20 g krim 2% (nitrat).Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18. ktk 100 g susp 2%. tube 5 g krim 0. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. tube 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 47 . .Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. pot 30 g salep 10%.1 %) kombinasi : asam salisilat 0.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . tube 5 g krim 2. btl 30 ml liquor 18.000 UI/g perak sulfadiazin 18.1% (sebagai valerat). tube 10 g cairan 25%.1% (sebagai valerat). coal tar podofilin serb 2% (nitrat). NAMA GENERIK Salep 2-4 . pot 30 g lar 5 %.Harus diaplikasikan oleh dokter . . NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : . pot 30 g salep 5%. btl 100 ml tingtur 25 %. KULIT.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS permetrin krim 5 %.05%.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol salep.5 % gliserin 10 % serb 2%.1 % boraks 0. btl 30 ml natrium tiosulfat 18. Kekuatan. tube 5 g krim 0. k a r e n a d a p a t menimbulkan bahaya akibat absorpsi.6 KAUSTIK (Bentuk Sediaan. OBAT TOPIK AL untuk 18. Kekuatan. btl 30 ml susp 5%.

btl 500 ml lar infus 10%. btl 500 ml FORMULASI RESTRIKSI Untuk pra operatif pada anak. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium. btl 500 ml lar infus 5%. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL dialisa peritoneal DOEN hemodialisa DOEN 20.3%.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat kalium klorida serb. btl 25 ml inj 1. inj 0.5g idoksuridin kalium klorida kalsium glukonat oksitetrasiklin 48 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 49 . btl 500 ml manitol natrium bikarbonat lar infus 20%. btl 1 galon FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. amp/vial @10 ml/20 ml lar infus 10%. dan Kemasan) lar infus. btl 500 ml inj i. tube kedap 10 tab .Perlu sarana dan keahlian khusus. tube 3.2 PARENTERAL cairan intralipid tab 500 mg.5% (HCl). btl 5 ml tts mata 0. btl 25 ml inj i. btl 500 ml inj 15%. tiap ktg untuk 200 ml air 0. btl 500 ml Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah.5 g tts mata 0.1.5 g gentamisin salep mata 0. 24 btl @ 1000 ml lar. btl lar infus 5 %. dan Kemasan) lar infus. 1 mek/ml.70 g tab siap larut 300 mg. Kekuatan. LARUTAN ELEKTROLIT. NAMA GENERIK Larutan nutrisi DOEN kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0. 8. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. btl lar infus 0.4% isotonik. btl 500 ml tetrakain 21. ANESTETIK LOKAL bupivakain natrium bikarbonat 20. 100 ktg.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).Disimpan dalam wadah kedap udara. kombinasi : glukosa 4% natrium klorida 0. . 10%. btl 100/500 ml lar infus 20%.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air . Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah lar infus.58 g 2.5%. btl 100/500 ml . vial 50 ml lar infus.v. tube 3. Kekuatan. btl 500 ml lar infus 40%. 19.2 ANTIMIKROBA amfoterisin lar infus.225 % Larutan nutrisi.30 g 0.5% (HCl). btl 1000 tab ktk. btl 5 ml salep mata 0.3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21.52 g 0. MATA.3%. natrium klorida ringer laktat 20.9%. tube 3.v. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.1%. ktk 24 amp@10 ml salep mata 3%.4%. OBAT untuk 21. btl 500 ml lar infus 3%. tube 4 g salep mata 1% (HCl). ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0.KELAS TERAPI.18 % (Bentuk Sediaan. ktk 1 amp 10 ml inj i. btl 5 ml darrow glukosa ana (DG ana) darrow glukosa half strength dekstrose glukosa lar infus.v.

OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. ktk 10 vial @ 1 ml 50 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 51 .2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat homatropin inj 20%. btl 5 ml metilergometrin tab salut 0. btl 1000 tab tab 2. btl 1000 tab tab 5 mg.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tts mata 2%. btl 15 ml 23. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat).4 ANTIPSIKOSIS flufenazin tab 25 mg (HCl).1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg.KELAS TERAPI. btl 5 ml tts mata 0.25 mg/ml (dekanoat). dan Kemasan) tts mata 15% (natrium). PSIKOFARMAKA 23. ktk 10 bls @ 10 tab fluoksetin kap/tab 10 mg. ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%. btl 15 ml oksitosin 22. ktk 30 tab kap/tab 20 mg. btl 5 ml 23. 500 mg/vial (sebagai garam Na). btl 100 tab serb inj i. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). NAMA GENERIK sulfasetamida 21.m. 5 mg/ml. ktk 10 str @ 10 tab Bila memungkinkan dilakukan monitoring kadar obat. ktk 30 tab tab 200 mg. btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.125 mg (maleat).1 OKSITOSIK tts mata 1 mg/ml (natrium). ktk 100 amp @ 2 ml pilokarpin timolol 23.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl). Kekuatan.2 mmol ek/l 21.5 mg (HCl).3 ANTIINFLAMASI betametason (Bentuk Sediaan.v.4 MIDRIATIK atropin tts mata 0. btl 5 ml Untuk kasus dry eyes syndrome litium karbonat 23. btl 5 ml tts mata 0. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 22. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml tts mata 2% (HCl/nitrat).8-1.5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA asetazolamida tab 250 mg.25% (maleat).5% (maleat). btl 5 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 1 ml 21.6 LAIN-LAIN kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg dekstran (70) 1 mg gliserin 2 mg benzalkonium klorida 0. ktk 10 vial @ 20 ml 21. btl 100 tab inj i.m. btl 1000 tab inj i.m/i. Kekuatan. Safety windows 0.200 mg/ml.01% b/v natrium kromoglikat lar 2%.5% (sulfat). btl 100 tab inj 0.

5. NAMA GENERIK suksinilkolin (Bentuk Sediaan.m 5 mg/ml (HCl).KELAS TERAPI. dimenhidrinat tab 50 mg. 100 mg/vial (klorida).5 mg. vial 5 ml klorpromazin tab salut 25 mg (HCl).m. KELAS TERAPI. OBAT untuk neostigmin *) inj 0. btl 100/1000 tab tab 1. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. 24. btl 15 ml/100 ml inj i. ktk 5 str @ 10 tab tab 2 mg. btl 1000 tab Penggunaan ½ . Kekuatan. SALURAN CERNA. btl 1000 tab inj i. ADHD.1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 24. ktk 100 tab tab 5 mg.m.v. OBAT. ktk 30 tab tab extended release 20 mg. btl 60 ml risperidon 23. ktk 50 amp @ 1 ml piridostigmin tab 60 mg (bromida). ktk 10 str/bls @ 10 tab *) Merupakan alternatif kedua setelah piridostigmin 25.v 10 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER atrakurium inj 25 mg / 2.5 mg/ml (metilsulfat).m. btl 1000 tab klorpromazin klozapin *) .Sebaiknya dilakukan cek leukosit secara berkala (hati-hati agranulositosis) . ktk 100 amp @ 2 ml 52 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 53 .m. btl 100/1000 tab tab 2 mg. ktk 5 str @ 10 tab tab 150 mg.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25.5 ml rokuronium inj i.Perlu sarana dan keahlian khusus. ktk 3 str @ 10 tab tab regular release 10 mg.5 mg. dan Kemasan) serb inj i. OBAT untuk (dl) metilfenidat *) tab 1 mg. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl).2 MIASTENIA GRAVIS.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). 2 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj i.2 ANTIEMETIK tab kunyah. ktk 30 tab Perlu keahlian khusus dalam penggunaannya. 25 mg/ml (HCl).m. 25 mg/ml (HCl). untuk 25. ktk 50 tab tab 50 mg. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg. amp 2.Merupakan obat terpilih dalam pengobatan psikosis yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain susp. Kekuatan. RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE 24. dan Kemasan) tab 0. ktk 50 tab FORMULASI RESTRIKSI Sebagai alternatif klorpromazin. 5 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) tab salut 25 mg (HCl). NAMA GENERIK haloperidol (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial FORMULASI RESTRIKSI . .5 ml. btl 1000 tab inj i./i.

0. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 25.5 mg/2. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2.m./i. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 100/1000 tab lar ih 0. dan Kemasan) tab 500 mg. btl 100/1000 tab sup. OBAT untuk sulfasalazin 26. ktk 4x5 nebules 25. ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 mcg/puff./s.5 DIARE.1 mg/tts. NAMA GENERIK metoklopramid (Bentuk Sediaan. tabung 200/400 dosis inj 50 mcg/ml (sebagai sulfat). btl 60 ml 54 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 55 .6 KATARTIK bisakodil salbutamol serb.1 % (sebagai HCl/bitartrat). btl 50 ml tts 0. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25.30 g 0.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25. kanister 15 ml tab 0. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.k.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg. kanister 15 ml aerosol 200 mcg/puff. ktk 100 sup budesonid deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) ekstrak beladon 25./i. ktk 6 sup cairan. btl 1000 tab inj i. klg 100 tab inj i.5ml NaCl.4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat)./s. ktk 6 sup sup 10 mg. dan Kemasan) tab 10 mg (sebagai HCl). btl 1000 tab inj 0.70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah Inhalasi untuk serangan intermitten dan untuk serangan akut pertama. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl). Kekuatan. 1 mg/ml (sulfat).v. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).7 ANTIINFLAMASI.v. Kekuatan.58 g 2. btl 100 ml gliserin 26.k.52 g 0. 100 ktg. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat). ktk 10 amp @ 2 ml sir 5 mg/5 ml.v. btl 10 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.KELAS TERAPI. OBAT untuk 26. sup 5 mg. tiap ktg untuk 200 ml air 0.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr).m.5 % . btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr). btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCl).5 mg.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2.25 mg/ml (sulfat). 10 ml ih/aerosol 100 mcg/dosis (sebagai sulfat). btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml. SALURAN NAPAS.

ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C. btl 60 ml tab 100 mg. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C. dan Kemasan) inj i. Kekuatan. inj i. ktk 1 vial 0.m. I (khusus ular dari luar Papua) A. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.Khusus daerah tertentu .3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5 ml. ..2 VAKSIN vaksin B. 20. karbogliserin lidokain oksimetazolin Disimpan pada suhu 2-8º C.KELAS TERAPI.k. ktk 5 amp @ 4 ml inj s.. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i. .Digunakan untuk pengobatan post-exposure di daerah rabies. . Disimpan pada suhu 2-8º C.m. . inj i.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca../i.. ktk 10 vial @ 10 ml inj i.v.. btl 200 ml cairan konsentrat.S) Untuk pencegahan : inj i. TELINGA./i. 100 UI/ml.m. 1500 UI/amp.U.G.B. ktk 10 vial @ 10 ml .000 UI/vial. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C.Untuk diencerkan sampai 3%.m.050 % (HCl). Disimpan pada suhu 2-8º C 27.. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. 28. (Bentuk Sediaan. btl 5 ml cairan semprot 4% (HCl). ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. OBAT yang MEMPENGARUHI 27.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan post-exposure di daerah rabies. ktk vial 10/20 dosis serb inj s.k.m. btl 10 ml serum imunoglobulin 56 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 57 . ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Harus disimpan pada suhu dibawah 5º C Disimpan pada suhu 2-8º C.B. btl 1000 tab cairan.T.D.U. tts telinga 10 %.m. .Disimpan pada suhu 2-8º C.m.m. . ktk 10 amp @ 2 ml.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A. btl 1000 ml vaksin campak obat batuk hitam (OBH) vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus(DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. btl 15 ml tts hidung 0.v 20.C. 10. Kekuatan. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C tts. 10.Disimpan pada suhu 2-8º C.v.k. dan Kemasan) tab 10 mg (HCl/fosfat).000 UI/vial. btl 50 ml tts hidung 0./i. 500 UI. ktk 10 vial @ 4 ml inj i.m.k.Disimpan pada suhu 2-8° C. 1 ml inj i..S) inj i./i. ktk 5 amp @ 2 ml inj i. HIDUNG dan TENGGOROKAN.025% (HCl). untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C inj i. vial inj i. NAMA GENERIK kodein (Bentuk Sediaan.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN human tetanus imunoglobulin serum anti bisa ular A. NAMA GENERIK 27. terlindung dari cahaya.m.m. kedap udara.000 UI/vial. OBAT untuk hidrogen peroksida cairan konsentrat.m. btl 1000 ml serum antitetanus (A. 26. serum antirabies ..000 UI/amp. inj i. SISTEM IMUN.5.k.

btl 1000 tab tab 5000 IU. btl 1000 tab tab 25 mg (HCl). btl 100 kaps susp 10.000 UI/ml. btl 1500 kaps lunak inj 100 mg/ml. btl 1000 tab tab 100 mg tab 10 mg (HCl). dan Kemasan) tab 50 mg.000 UI.KELAS TERAPI. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian terapeutik pada hipokalsemia iodium BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) nikotinamid piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks 58 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . NAMA GENERIK 29. ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) ergokalsiferol (vitamin D3) (Bentuk Sediaan. Kekuatan. btl 60 ml kaps lunak 200 mg. btl 1000 tab tab. btl 1000 tab kaps 50.000 UI.000 UI. botol 1000 tab kaps lunak 50. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. btl 50 kaps lunak tab 50 mg (HCl).000 UI (sebagai palmitat).

k/i. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ANTIPIRAI 1. ANALGESIK.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) ibuprofen metampiron tab 100 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. btl 100 tab tab 400 mg.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. btl 100/1000 tab 3.m 10 mg/ml (HCl). btl 100 tab tab 500 mg. btl 50 ml Kemasan harus kedap udara. .v lambat 50 mg/ml (HCl). ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg.Tidak diberikan sewaktu serangan akut. btl 1000 tab Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 2. ktk 25 amp Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. dan Kemasan) KELAS TERAPI.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal terjadi pada 65% penderita . diazepam morfin probenesid tab 500 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.1 ANESTETIK LOKAL etil klorida lidokain semprot. btl 100/1000 tab .1 ANALGESIK NARKOTIK petidin inj i. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. Kekuatan.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. ktk 10 amp @ 2 ml 1. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin 59 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 60 .BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 KELAS TERAPI.3. 1. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml.m/s.Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). oksigen tiopental natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).v 2% (HCl). Kekuatan. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl). NAMA GENERIK 2. ktk 10 vial @ 20 ml ih.v 10 mg/ml (sebagai HCl).Tidak diberikan sewaktu serangan akut . ktk 10 amp @ 1 ml 1. ANESTETIK (Bentuk Sediaan. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg.v 10 mg/ml (HCl/sulfat). tube 10 g semprot 4%.m/s. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab inj 5 mg/ml.k/i. ktk 10 bls @10 tab tab 200 mg. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI FORMULASI RESTRIKSI 2. gas dalam tabung serb inj i.v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). ANTIPIRETIK. btl 60 ml 2. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%.v 50 mg/ml (sebagai HCl).

v 25%.v 5 mg/ml.v 250 mg/vial (sebagai garam Na). btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.1 ANTELMINTIK 4. ktk 10 vial inj i.m/i.1. dan Kemasan) tab 30 mg. bisa diulang KELAS TERAPI.1 Antelmintik Intestinal mebendazol tab 100 mg.2 juta UI/ml. Kekuatan. btl 1000 tab tab 50 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI . ktk 10 amp @ 2 ml Khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. btl 1000 tab inj i. d serb aktif.3 mg .k/i.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg. btl 30 ml pirantel tab scored 250 mg (sebagai pamoat). ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. ktk 25 vial @ 10 ml 5. .1% (sebagai HCl/ bitartrat). ktg 0.5 ml kaps 30 mg (garam Na). tube 2. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). ktk 100 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin tab 4 mg ( maleat).m/i.m/i. ktk 10 vial serb inj i. dan Kemasan) inj s. ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i.v/s.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 6.KELAS TERAPI. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).k 1 mg/ml (sulfat). benzatin benzilpenisilin ampisilin fenitoin 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 62 .0. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml.2 Antifilaria dietilkarbamazin 6.2 ANTIBAKTERI tab scored 100 mg (sitrat). Kekuatan. btl 30 ml kalsium folinat (leukovorin. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).2. btl 1000 tab inj i.1 KHUSUS atropin inj i. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat). ktg 30 g 6.m/i. btl 100 tab tab 500 mg.Terpilih untuk anafilaksis .v 500 mg/vial (sebagai garam Na). NAMA GENERIK fenobarbital (Bentuk Sediaan.v 50 mg/ml (sebagai garam Na).Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar). ktk 25 vial @ 4 ml inj i. btl 60 ml serb inj i.1.5 mg.5 kg serb.4 juta UI/ml.m 0.Dosis 0. ktk 10 amp @10 ml 6.m 2. ktk 10 amp @ 2 ml 6. ANTIINFEKSI .2 UMUM karbon aktif magnesium sulfat tab 1 mg. Ca) natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4.m 1. btl 1000 tab tab 100 mg.m 50 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml 6.

2.m/i.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.KELAS TERAPI. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl). ktk 10 amp @ 3 ml inj i. Kekuatan.2. btl 100 tab tab 500 mg (HCl).2. ktk 100 vial serb inj i. btl 100/1000 tab 6. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat).7 Penggunaan Khusus metronidazol tab 250 mg.2. btl 100 tab Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.2. btl 60 ml pirazinamid rifampisin 6. ktk 25 vial tab 500 mg (sebagai garam K). ktk 100 vial kapl 150 mg. btl 1000 tab tab 300 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.1 Antilepra 6. NAMA GENERIK benzilpenisilin kristal fenoksimetil penisilin (penisilin V) (Bentuk Sediaan.2. btl 100 tab tab scored 300 mg.2.1 Tetrasiklin oksitetrasiklin inj i.v 50 mg/ml (HCl). dan Kemasan) inj i.2. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. Kekuatan. btl 100 tab tab 100 mg.4 Makrolid eritromisin prokain benzilpenisilin kaps 250 mg (sebagai stearat). btl 60 ml serb inj i.3.2 Antibakteri Lain 6. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). btl 100 kaps tetrasiklin 6. 63 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 64 . btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. btl 60 ml 6. 50 mg Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl).2.3.2 Antituberkulosis etambutol isoniazid tab 250 mg (HCl). btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI Tidak untuk infeksi berat 6. micronized tab scored 100 mg.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg tab.m 1 juta UI/vial. ktk 10 str @ 10 tab streptomisin kombinasi : rifampisin isoniazid Dengan kemasan khusus tab. 6.v 10 juta UI/vial. dan Kemasan) tab 500 mg.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6. btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg.2. btl 100 tab tab scored 200 mg. 75 mg tab 150 mg.m 3 juta UI/vial. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). btl 1000 tab tab 500 mg. NAMA GENERIK sulfadiazin trimetoprim (Bentuk Sediaan. ktk 10 str @ 10 kaps dapson klofazimin. btl 100/1000 tab tab 500 mg.2.v 250 mg/3 ml (HCl).

ktk 100 amp @ 2 ml kuinin 6. 500 mg 6. btl 100/1000 tab susp 100.5. btl 100 tab kapl 150 mg.000 UI/ml.2 Antifungi.1 Antifungi. 450 mg tab 75 mg. btl 100 tab scored tab salut 500. ktk 6 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab 6. btl 100 tab tab 500 mg. Kekuatan.4.000 UI/tab. micronized nistatin tab scored 250 mg. pot 30 g . NAMA GENERIK nistatin (Bentuk Sediaan.KELAS TERAPI.5.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat). btl 1000 tab 65 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 66 .4 ANTIFUNGI 6. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 6.Hanya untuk malaria yang gawat. btl 500 tab tab scored 100 mg. ktk 8 vial @ 1 ml 6. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. dan Kemasan) tab vagina 100.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab. artemether artesunat inj 80 mg/ml. Sistemik griseofulvin. 500 mg 6.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat).2 Antimalaria kapl 150 mg. 300 mg tab 400 mg. NAMA GENERIK kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg nitrofurantoin trimetoprim tab.4. btl 12 ml kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin ktk.2. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).5 ANTIPROTOZOA 6. btl 1000 tab inj i.m 60 mg/ml. Topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% salep. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. 150 mg.v/i.5.3. KELAS TERAPI. 50 mg. .1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg. 450 mg tab 75 mg.000 UI/tab. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk. dan Kemasan) kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. ktk 10 str @ 10 tab 6. 250 mg.5. 300 mg tab 400 mg. Kekuatan. 75 mg. 500 mg tab 275 mg. btl 100 tab scored Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.v 25% (sebagai HCl).2.

ktk 100 amp @ 1 ml inj i.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . ANTIMIGREN 7. btl 1000 tab sir. ktk 1 amp 5 ml inj 20%. ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2-PL. btl 1000 tab inj 10 mg/ml. 13.Dosis untuk bayi prematur 0.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i. btl 100 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu.k 1:10. btl 1000 ml lar. btl 100 ml /1000 ml serb. DIAGNOSTIK 12. kedap udara.5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 67 68 . btl 5 ml tts mata 2% (garam Na).3 Lain-lain fluoresein 7. NAMA GENERIK 12.Untuk diencerkan sampai 3%. btl 5 ml inj 10%. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13.5 mg (sebagai mesilat). btl 250 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu. 10.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. btl 1000 ml . Kekuatan. ktk 100 amp @ 1 ml povidon iodida 13.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit lar 10%. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 1000 tab tab salut 300 mg. btl 60 ml tts. NAMA GENERIK 7.1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg. ktk 1 amp 5 ml 1 mg 50 mg 12.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 1000 ml 10. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI tab 2. DARAH. ktk 1 vial 2 ml 9.2.2 KOAGULASI.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat). amp 1 ml tab 1 g. ktk 30/100 tab tts mata 1% (garam Na). terlindung dari cahaya . tab 2 mg (HCl).KELAS TERAPI. btl 1000 ml . btl inj 500 mcg/ml. OBAT yang MEMPENGARUHI 10. besi (II) sulfat 7 H20 sianokobalamin (vitamin B12) kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida cairan.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat. btl 100 tab lar 5%. Kekuatan.m 2 mg/ml.2 TES FUNGSI (Bentuk Sediaan. ktk 10 str @ 10 tab 12. btl 100 tab tab. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab.

btl 100 tab Untuk puskesmas daerah tertentu Kemasan harus kedap udara 16. btl 100 ml cairan. btl 60 ml susp 100.3.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml Pemakaian harus dilarutkan dulu. ktk 2 tube cairan.m 10 mg/ml.5 mg.2.000 UI/ml.000 etil klorida eugenol fluor inj.1 Antidiabetes.3.4. inj 2% (HCl).2 Kontraseptik. btl 100 tab tab 5 mg. tube 10 g semprot 15% (HCl).KELAS TERAPI.1 Kontraseptik.2 ANTIDIABETES 16.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16. btl 250 tab inj i. btl 100 tab tab 500 mg.05-0. Kekuatan. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg serb. btl 10 ml 16.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. btl cubicles 1x1x1 cm.v/i. NAMA GENERIK 15. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 16. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK semprot 0. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 6 g (4. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl). propiltiourasil tab scored 100 mg.4. Kekuatan.3 Kontraseptik. klg 50 butir 16.4 Kontraseptik Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. ktk 25 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI 14. DIURETIK furosemida (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab 69 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 70 .2 GIGI dan MULUT. AKDR (IUD) copper T set / buah 16.3. GIGI dan MULUT.2 ml. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. btl 100 g 16. btl 12 ml 16. btl 10 ml tab 0.1 GIGI dan MULUT . BAHAN untuk bahan tumpatan sementara glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin pasta pengisi saluran akar spons gelatin lar dan serb. Oral glibenklamida tab 2.4. HORMON.5 mg. dan Kemasan) tab 40 mg.3. OBAT dan BAHAN untuk 14. btl 100 tab metformin kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) lidokain pasta. btl 10 g lar. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg pil nistatin 14. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.

8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida kaptopril tab 25 mg. Kekuatan.5 KORTIKOSTEROID deksametason (Bentuk Sediaan.btl 60 tab 17.Dapat timbul efek samping batuk. cairan 25%. btl 30 ml 17. btl 100/100 tab inj 0. .v 0. tube 5 g krim 2.5 mg. tube 5 g 17. ktk 100 amp @ 1 ml 17. OBAT untuk 17. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg.1% (sebagai valerat).0625 mg. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis.KELAS TERAPI. ktk 30 tab 18. ktk 20 str @ 10 tab inj i.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10.25 mg/ml.5 mg.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. dan Kemasan) tab 0.000 UI/g 18. Kekuatan.7.1% (sebagai valerat). dan Kemasan) tab 40 mg.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). prednison Sebagai alternatif deksametason. ktk 10 amp @ 1ml 18. tube 5 g 17.v 1 mg/ml (HCl). ktk 10 bls @ 10 tab 18. .Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. NAMA GENERIK furosemida (Bentuk Sediaan. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12.Dapat timbul efek samping batuk.5 mg.5% (asetat). OBAT TOPIKAL untuk tab 10 mg (HCl). ktk 10 str @ 10 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaptopril hidrokortison . ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored .3 ANTIFUNGI salep.m 10 mg/ml.0625 mg untuk pediatrik hidrokortison 71 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 72 . ktk 1 amp 2 ml Tablet 0. NAMA GENERIK 16. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. OBAT digoksin tab 0. tube 5 g krim 0. serb inj 100 mg/vial(Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg. OBAT 17.25 mg. KULIT. KARDIOVASKULER.1 % (sebagai HCl/ bitartrat). Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep.6 GAGAL JANTUNG.1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i. btl 100 tab inj i. 17.v/i. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.7 SYOK. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. btl 100 tab tab 0. btl 100 tab tab scored 12.2 ANTIARITMIA propranolol tab 50 mg.1 ANTIANGINA atenolol isosorbid dinitrat 17.

btl 30 ml susp 5%. .Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik.3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21.52 g kalium klorida 0.4 MIDRIATIK atropin liquor faberi tts mata 0. ktk 100 g susp 2%. LARUTAN ELEKTROLIT.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.5% (HCl).2 PARENTERAL glukosa Perlu pengawasan khusus karena : . btl 5 ml 73 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 74 . btl 100 ml tingtur 25 %.Harus diaplikasikan oleh dokter . serb.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%. btl 500 ml lar infus 40%. . btl 1000 tab coal tar podofilin lar infus 5%. btl 500 ml inj 15%.5% (sulfat). btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). btl 500 ml lar infus 3%. MATA.KELAS TERAPI. pot 30 g lar 5 %. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi. . pot 30 g salep 5%.Tidak boleh dibawa pulang. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah 18.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. tube 3.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan natrium klorida ringer laktat 20. amp/vial @10 ml/20 ml tts mata 0. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. btl 25 ml lar infus 0. btl 30 ml tab 500 mg. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 20. pot 30 g salep 10%. 100 ktg.5g tts mata 15% (natrium).1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal.58g glukosa anhidrat 2.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien .Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium .8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens salep mata 1% (HCl).2 ANTIMIKROBA oksitetrasiklin lar infus. Kekuatan. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.6 KAUSTIK perak nitrat lar 20%. btl 500 ml lar infus 10%. Kekuatan. btl 5 ml serb 2%.70 g natrium bikarbonat 20.1 ANESTETIK LOKAL tetrakain 21.9%. btl 5 ml 18. btl 500 ml ktk. vial 50 ml . dan Kemasan) salep. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 18. btl 30 ml liquor .5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Salep 2-4. sulfasetamida 21. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18. OBAT untuk 21.

. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. Kekuatan. ktk 100 amp @ 2 ml 25.m 2 mg/ml (HCl). btl 1000 tab klorpromazin tab 0. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. untuk 25. OBAT. dan Kemasan) tab salut 25 mg (HCl).m 5 mg/ml (HCl).m 5 mg/ml (HCl). SALURAN CERNA. btl 100 tab inj 0.5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA pilokarpin tts mata 2% (HCl/nitrat). NAMA GENERIK klorpromazin (Bentuk Sediaan. btl 15 ml/100 ml inj i. tab salut 25 mg (HCl).4 ANTIPSIKOSIS haloperidol tab 25 mg (HCl).m 25 mg/ml (HCl). ktk 100 amp @ 2 ml Antasida DOEN II susp. btl 1000 tab inj i.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN sup. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml.5 mg. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat).1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl). btl 1000 tab Penggunaan ½-1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 23.Sebagai alternatif klorpromazin. btl 60 ml kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml 25. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab tab 5 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 75 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 76 . btl 1000 tab inj i.KELAS TERAPI.m 25 mg/ml (HCl).Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg tab kunyah. PSIKOFARMAKA 23. ktk 100 sup kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI 21. ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) .5 mg. ktk 100 amp @ 1 ml 25.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin 23.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. btl 100/1000 tab tab 2 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl). ktk 100 tab tab 5 mg.m 5 mg/ml. ktk 10 bls @ 10 tab 23.200 mg/ml.125 mg (maleat). Kekuatan. btl 1000 tab oksitosin 23. btl 1000 tab inj i. btl 100/1000 tab tab 1. btl 5 ml 22.2 ANTIEMETIK dimenhidrinat tab 50 mg.

serum antirabies . ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).k./i. btl 200 ml cairan konsentrat. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr). Kekuatan.25 mg/ml (sulfat). dan Kemasan) tab 10 mg. btl 60 ml tab 100 mg. klg 100 tab inj i.000 UI/vial.U.1 ANTIASMA deksametason tab 0.v/s. btl 1000 tab inj 0. 77 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 78 .v/s. btl 1000 ml ekstrak beladon 25.Disimpan pada suhu 2-8º C.U. I (khusus ular dari luar Papua) A. OBAT yang MEMPENGARUHI 27.m.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A.Khusus daerah tertentu .KELAS TERAPI.6 KATARTIK gliserin obat batuk hitam (OBH) serb. .m/i. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari i muntah 27.D.5 DIARE. ktk 5 amp @ 2 ml inj i. Kekuatan. inj i. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).S) salbutamol Untuk pencegahan : inj i. NAMA GENERIK 25. 100 ktg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.k 0.Digunakan untuk pengobat an post-exposure di daerah rabies.v 20. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C.000 UI/vial. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg. btl 100/1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.m 20. btl 1000 tab inj i.v.70 g 25. btl 100 ml 26.5 mg. NAMA GENERIK kodein 26.T.000 UI/amp.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.v 5 mg/ml (sebagai natrium fostat). ktk 10 amp @ 2 ml.52 g kalium klorida 0.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr). inj i.1 % (sebagai HCl/bitartrat). ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i./i.58g glukosa anhidrat 2.Disimpan pada suhu 2-8º C efedrin epinefrin (adrenalin) serum antitetanus (A.B.k 1 mg/ml (sulfat). btl 100/1000 tab inj i.m.m 10. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl). btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI sir 25 mg/5 ml. ktk 10 vial @ 5 ml . SISTEM IMUN. ktkl 10 vial @ 4 ml 26.000 UI/vial.C.S) inj i./i.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat (Bentuk Sediaan.4 ANTISPASMODIK atropin (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. ktk 10 vial @ 10 ml inj i.m. SALURAN NAPAS.v 10.m 100 UI/ml.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. btl 60 ml 27. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0. ktk 5 amp @ 4 ml Harus disimpan pada suhu dibawah 5° C.B. OBAT untuk 26. dan Kemasan) tab 1 mg (sulfat). .m/i.m 1500 UI/amp. .k.Disimpan pada suhu 2-8° C. cairan.2 VAKSIN vaksin B.G. btl 1000 tab cairan.

ktk 1 vial 0. btl 1000 tab tab. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200.000 UI. NAMA GENERIK tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks (Bentuk Sediaan.000 UI. I Dr. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C tts. btl 1000 tab tab 25 mg (HCl). untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C MENTERI KESEHATAN inj i.k.5. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan pre-exposure di daerah rabies.Disimpan pada suhu 2-8º C .000 UI (sebagai palmitat). NAMA GENERIK vaksin campak (Bentuk Sediaan. Sp. btl 1000 tab tab 5.k. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Disimpan pada suhu 2-8º C KELAS TERAPI.m.000 UI. Kekuatan. btl 5 ml 29. btl 1000 tab kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) tab 500 mg.KELAS TERAPI. dan Kemasan) tab 50 mg (HCl) .k. SITI FADILAH SUPARI. btl 1000 tab tab 10 mg (HCl). TELINGA. 1 ml inj i./i. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C .m. OBAT untuk karbogliserin tts telinga 10 %. btl 50 kaps lunak retinol (vitamin A) 79 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 80 . ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) tab 50 mg.dr. Kekuatan. btl 1000 tab kaps lunak 50. ktk vial 10/20 dosis serb inj s. HIDUNG dan TENGGOROKAN.m. dan Kemasan) inj s.JP(K) 28.

i. amp 2.m/i. ktk 6 amp @ 3 ml inj i.v/i. tube 5 g jeli 5%.25 mg. PERUBAHAN FORMULASI 1 alprazolam LAMPIRAN I 2 amalgam perak amfoterisin*) amilorid amiodaron tab 0. tube 5 g tts.m 60 mg/ml. Kekuatan Sediaan. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml.DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 100 tab tab 200 mg. Kemasan) PENAMBAHAN (+).5 mg.5 ml.5 ml salep mata 1000 UI/g.v. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml inj 25 mg/2. ktk 10 str @ 10 tab serb 65 . 500 mg/vial (sebagai garam Na). btl 5 ml − − + − + DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN 3 4 5 6 artesunat + − Pindah sub kelas terapi 7 8 asam triklorasetat asetazolamida 9 10 11 atrakurium benzilpenisilin benzoil peroksida + − − + + 12 13 besi (II) sulfat 7H2O betametason Daftar Obat Esensial Nasional 2008 81 . ktk 10 str @ 10 tab tab 0.). ktk 8 vial @ 1 ml kristal.. ktg tab 250 mg. tube 5 g jeli 2.v. btl 1 oz inj.75%. btl 60 ml tts mata 1mg/ml (natrium). btl 100 tab serb inj i. vial 50 mg tab 5 mg (HCl). PENGURANGAN (.5%.

/i. PERUBAHAN FORMULASI 14 15 bupivakain campuran insulin regular : intermediate (30 : 70) copper T daunorubisin dekstran 70 dekstrose desmopresin dietilkarbamazin digoksin inj infiltr 0.v. 2 mg/ml (HCl). vial 10 ml inj i. btl 10 ml inj i.m.m. btl 60 ml implan 1 rods (3 th) sirup 50 mg/5 ml tab 50 mg btl 10 ml inj i. 5 mg/ml (HCl).).m.m. btl 300 ml serb. ktk 1 amp 10 ml kaps 250 mg.v. btl 30 ml serb.25 mg. 10 mg/ml (klorida). 100 ktg./i. btl 500 ml lar infus 5 %.48 g iodium).25 mg/ml. btl 100 tab tab 0. ktk 1 vial 10 ml − + + + − + Perubahan bentuk sediaan Perubahan kekuatan sediaan + 31 etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) inj i. i. ktk 30 tab − 32 etoksuksimid − 16 17 18 19 20 21 22 set / buah serb inj 50 mg (HCl) lar infus 6%. ktk 5 vial 20 ml inj 100 UI/ml. amp 1 ml kap/tab 10 mg.0625 mg. ktk 5 amp @ 1 ml 42 − − − − Perubahan bentuk garam 26 edrofonium efavirens 43 44 gameksan Garam Oralit I 28 45 46 gentian violet haloperidol 29 30 enfluran etakridin (rivanol) 82 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 83 . PENGURANGAN (. vial 5 ml inj 25 mg/ml. PENGURANGAN (.). Kemasan) PENAMBAHAN (+). 0. btl 5 ml inj 50 mg/ml. btl 250 ml lar 0. btl 1000 tab tab 0.1 %. ktk 5 amp @ 2 ml inj. Kekuatan Sediaan. btl 100 tab inj 0.35%. Kekuatan Sediaan. btl 90 tab tab 600 mg.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial @ 10 ml tab 200 mg. btl 100 g 33 34 35 36 37 39 40 etonogestrel fenitoin fenobarbital fenol cair fentanil fitomenadion (vitamin K1) fluoksetin − + + − Perubahan bentuk kemasan + + bentuk sediaan dan kekuatan tidak dicantumkan 23 24 25 diloksanid dinatrium edetat dobutamin + − + − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − 41 fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) framisetin kasa steril 1% (sulfat). ktk 1 amp @ 2 ml tab 500 mg (furoat) tts mata 0. Kemasan) PENAMBAHAN (+). tiap ktg untuk 1000 ml air lar 1%. ktk 10 lbr krim 1%. 1 ml mengandung 0. ktk 30 tab kap/tab 20 mg.05 mg/ml (sitrat). PERUBAHAN FORMULASI NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.a. btl 30 tab cairan ih. 2mg/ml. btl 500 ml semprot tab scored 100 mg (sitrat).v. ktk 5 amp @ 1 ml inj i.25% (HCl).96 ml (setara dengan 0. btl 100/1000 kaps sir 250 mg/5 ml.

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

47 48 49 50 51

hidroklortiazid hidrokortison hidrokortison hidrokortison asetat human tetanus imunoglobulin insulin intermediate insulin regular iodium isofluran isoprenalin

tab 25 mg, btl 1000 tab tab 10 mg krim 1% (asetat), tube 5 g tts mata 1%, btl 5 ml inj i.m 500 UI, vial

+ + − − + − − − + − +

66

klormetin

serb inj 10 mg/vial (HCl), ktk 1 vial tab 25 mg, ktk 50 tab tab 50 mg, ktk 50 tab tab 10 mg (fosfat), btl 250 tab

− +

67

klozapin *)

68

kodein

Perubahan kekuatan sediaan dan bentuk kemasan − +

52 53 54 55 56

inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 480 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml cairan ih, btl 250 ml inj 1mg/ml (HCl), ktk 1 amp 2 ml sirup 100 mg/5 ml, btl 120 ml tab 100 mg (kunyah) serb aktif, ktg 0,5 kg sup 100 mg tab 50 mg (sitrat), btl 10 tab tab 10 mg (HCl), btl 250 tab tab 2 mg tts telinga 3 %, btl 5 ml lar 1,5 % (glukonat), btl 2,5 l lar 4,0 % (glukonat), btl 2,5 l lar 0,2% (glukonat), btl 2,5 l

69

kolkhisin

tab 500 mcg, ktk 3 str @ 10 tab tab, ktk 30/100 tab

70

kombinasi : ergotamin 1 mg kafein 50 mg kombinasi : ekst. apii herba

71

kapsul 92 mg

57

karbamazepin

72 73

komposit resin kuinidin

set tab 200 mg (sulfat), btl 100/1000 tab infus, btl 500 ml

+ − + − − − − − −

58 59 60 61 62 63 64 65

karbon aktif ketoprofen klomifen klomipramin klorambusil kloramfenikol klorheksidin klorheksidin

Perubahan nama obat + − − + − − +

74

lar. nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0,18% larutan nutrisi DOEN I larutan nutrisi DOEN II larutan nutrisi DOEN III larutan nutrisi DOEN IV larutan nutrisi DOEN V levamisol

75 76 77 78 79 80

infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml tab 50 mg (HCl), ktk 4 bls @ 9 tab

84

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

85

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

81 82 83 84

levertran levonorgestrel levonorgestrel lidokain

salep kulit 5% pil 75 mcg, 150 mcg implan 6 rods (5 th) inj 5% + glukosa 7,5 %, amp 2 ml inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 20 ml liquor ditambah mentol 0,1% liquor ditambah mentol 0,5% larutan

− − − + −

95

(dl) metilfenidat *)

tab regular release 10 mg kaps extended release 20 mg tab 4 mg, btl 100 tab

+ − Perubahan sub kelas terapi dan komposisi obat ditulis lengkap.

96 97

metil prednisolon

85

lidokain

metilselulosa, diubah menjadi lar 2 %, btl 5 ml metilselulosa, kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg 1 mg dekstran (70) 2 mg gliserin benzalkonium klorida 0,01% b/v metoklopramid sir 5 mg/5 ml, btl 50 ml tts 0,1 mg/tts, btl 10 ml inj i.v. 1 mg/ml inj i.v. 5 mg/ml inj 1,4 % isotonik krim 20 mg/g, tube 5 g inj, vial tab 500 mg, btl 100 kaps tab 100 mg inj 4 mg/ml, amp 2 ml tts telinga, btl 5 ml

98 − 99 + 100 101

+ + + − + − + + −

86

liquor faberi

midazolam

87

liquor veilli; kombinasi : asam salisilat 0,1 % boraks 0,5 % gliserin 10 % lisinopril

natrium bikarbonat natrium fusidat natrium nitroprusid neomisin nikotinamid norepinefrin Obat telinga DOEN kombinasi : neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta UI/100 ml pankuronium parasetamol pasta devitalisasi (non arsen)

88

tab 5 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 200 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab cairan, kemasan sesuai kebutuhan lar infus 20%, btl 500 ml tab 2 mg inj i.m 250 mg/ml, ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml

102 103 104

89 90 91 92 93 94

litium karbonat lopinavir lotio kummerfeldi manitol melfalan metampiron

Perubahan kekuatan sediaan + − − + −

105 106

107 108 109

inj i.v. 2 mg/ml (bromida), ktk 10 amp @ 2 ml sup 120 mg sup 240 mg pasta, btl

− + −

86

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

87

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

110 111 112 113

pasta iodoform patent blue V perak nitrat perfenazin

pasta inj s.k. 2,5%, ktk 1 amp 2 ml lar 40%, btl 10 ml tab 4 mg (HCl), btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCl), btl 100/1000 tab krim 5%, tube tab 10 mg (bromida), ktk 10 str/bls @ 10 tab cairan, btl 10 ml / 50 ml

− − − −

125

retinol (vitamin A)

tab 5000 UI, btl 50 tab kaps lunak 100.000 UI, btl 50 kaps lunak inj 100.000 UI/ amp, ktk 100 amp 1 ml inj dalam minyak 100.000 UI/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v 10 mg/ml, vial 5 ml inj 1 gr, vial, ktk 2 vial inj 1 gr, vial, ktk 2 vial serb dan cairan, set 30 g btl 1 set cairan, btl 100 ml lembar 5 x 7 x 1 cm tab 30 mg, btl 60 tab tab 40 mg, btl 60 tab inj 50 mcg/ml (sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial kap 50 mg, ktk 10 str @ 10 kap tab 200 mg, ktk 2 str @ 10 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp 1 ml

+

126

retinol (vitamin A)

114 115

permetrin piridostigmin polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat dan metanal) prednisolon

+ −

127 128 129

rokuronium sefazolin seftriakson semen seng fosfat

+ + + − − − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − Perubahan nama obat

116

Pindah kelas terapi

130

117

tts mata 0,5%, btl 5 ml salep mata 1%, tube 3,5 g cones, btl 100 butir inj 100 mg/ml (HCl) tab 40 mg inj dalam minyak 500-600 mg/ml, ktk 1 amp 20 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

− − − + −

131 132 133

sirop timi majemuk spons gelatin stavudin

118 119 120 121

preparat sulfa prokainamida propanolol propiliodon propiltiourasil

134

sufentanil

135 Perubahan kekuatan sediaan − 137 − 138

suksametonium suksinil kolin

122

136

123

propranolol

tab 10 mg, ktk 100 tab tab 40 mg, ktk 100 tab tab 0,10 mg, btl 1000 tab tab 0,25 mg, btl 1000 tab

sulpirid

− −

124

reserpin

tiamin (vitamin B1)

88

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

89

btl 50 tab tab 500 mg (garam Na). 500 mg/vial. PERUBAHAN FORMULASI 139 tiopental serb inj i. ktk 25 amp tts mata 1%. btl 5 ml inj i. 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi).k. ktk 20 vial tab 2 mg (garam K). ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial (bromida).NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.v.). ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml tab 250 mg (garam Na). ktk 1 vial 25 ml − 140 141 tropikamida tuberkulin protein purified derivative vaksin meningokokus polisakarida A + C valproat − − − LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 142 serb inj. 1:10. btl 100 tab 143 144 vankomisin + − Perubahan kekuatan sediaan Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 145 146 147 vekuronium warfarin zidovudin 90 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Kemasan) PENAMBAHAN (+). btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). btl 120 ml serb inj. PENGURANGAN (. Kekuatan Sediaan. btl 100 tab tab 100 mg.

mempersiapkan prosedur dan pedoman pelaksanaan. Anggota Anggota bertugas memberikan masukan yang diperlukan dalam rangka evaluasi DOEN 2005 dan usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dalam DOEN 2008.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS DOEN 2008). e. b. Dalam melakukan tugasnya KomNas Revisi DOEN bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82. Kelima : 91 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 92 . ketersediaan obat esensial yang aman. mempersiapkan usulan rancangan DOEN 2008. Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah No. bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat dan kedokteran. perlu dibentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN 2008 dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Fungsi. tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). Masa tugas KomNas DOEN terhitung mulai tanggal ditetapkannya keputusan ini sampai dengan akhir tahun 2008. f. serta melaporkan hasil kegiatannya 1 (satu) bulan setelah berakhir masa kerjanya. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 189/MENKES/SK/III/ 2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. Revisi DOEN 2005 dilaksanakan selama tahun 2008. Membentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2008 (KomNas DOEN) dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. melaksanakan pendokumentasian. Pelaksana Pelaksana bertugas menginventarisasi data. dan Tata Kerja Kementerian Negara RI. tambahan Lembaran Negara RI No. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 No. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. 5.138. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. c. bahwa sesuai hal tersebut pada huruf (a) perlu didukung dengan pembinaan penggunaan obat yang rasional. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Kedua : b. melaksanakan rapat-rapat teknis dan sidang pleno. bahwa dalam rangka revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008. 2. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup merupakan tanggung jawab pemerintah seperti di amanatkan dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS). Ketiga Keempat : : 4. Konsultan Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 Pertama : MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Tim Ahli dan Konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis/ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 3781). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. c. Pengarah Pengarah bertugas memberikan pengarahan dalam rangka revisi dan penyusunan DOEN 2008 sesuai dengan peraturan yang berlaku. finalisasi DOEN 2008 dan penyebarluasannya. 7. program kesehatan serta perbaikan status kesehatan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan dibidang kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) perlu direvisi. d. d. Tim Ahli Tim Ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ ke dalam DOEN 2008. Peraturan Menteri Kesehtan RI Nomor : 1575/Menkes/Per/ XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI. pola penyakit. Susunan Organisasi. 6. 3. Tugas KomNas DOEN sebagai berikut : a.

2. 7. 3. SITI FADILAH SUPARI. 9. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Dalam Negeri Kepala BAPPENAS Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Para Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Vertikal Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia Yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya 93 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 94 . MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketujuh : Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. SpJP(K) Salinan Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan kembali atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapannya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keenam : Biaya penyusunan KomNas DOEN dan seluruh kegiatan revisi dan penyusunan DOEN 2008 dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional Tahun 2008. 5. 4. 6. 8. dr.

6. 2. SpJP(K) 95 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 5.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pelaksana : Ketua Sekretaris Sekretaris I Anggota : : : : Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Zorni Fadia (Dokter umum) Dita Novianti (Apoteker) LAMPIRAN III DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1. 10. 7. 3. 5. 9. 4. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Surveilans Epidemiologi. dr. Sekretariat : 1. 2. 6. SITI FADILAH SUPARI. 4. Imunisasi dan Kesehatan Matra Kasubdit Standardisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional Kasubdit Promosi Penggunaan Obat Rasional Erie Gusnellyanti Liza Fetrisiani Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. 8. 3.

M. Yogyakarta Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo. Hadinegoro.Si. SpKGA DR. Bambang Sudarmanto. Zorni Fadia dr. Imunisasi & Kesehatan Matra Direktur Bina Gizi Masyarakat Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Direktur RSU Dr M Yunus Bengkulu Direktur RSU DR. Prof. Engko Sosialine. Sarwono Waspadji. dr. Apt. Atie W. Sardjito. SpFK. Irawan Mangunatmadja. SpS (K) dr. Moewardi. dr. Sri Suryawati dr. Djakaria. SpA (K) dr. Prof. Padang Direktur Utama PT. Jakarta Ketua Pusat Ikatan Dokter Indonesia Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Ketua Persatuan Ahli Farmakologi Indonesia Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Ketua Persatuan Ikatan Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi Indonesia Prof.A. S. dr.Biomed dr. Surakarta Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet. Dettie Yuliati. M. Karyadi.Denpasar Direktur RS. SpAn. Pinky F. Tangerang Direktur RSUD Arifin Achmad. Prof. Abdul Muthalib. SpOG. Prof. dr. dr. PhD. Sp. Banten Ditrektur RS Sumber Waras. Semarang Direktur RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Direktur RS. Dr. MM 97 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 98 . Dede Gunawan. Soekandar. SpKJ (K) dr. Prof. Surabaya Direktur RSU Kab. Prof. Apt. dr. Pekanbaru Direktur RSUP Sanglah. Inge Sutanto Prof. Sri Rezeki S. Jiwa Cimahi Direktur RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto-Jatim Direktur RSU dr. dr. Riawan Dra. SpFK. Indofarma Direktur Utama PT. Hussein Palembang Direktur RS dr. Rianto Setiabudy. MARS Dra. dr. Dr. Jakarta Ditrektur RSU Husada. Arini Setiawati. Makasar Direktur RSU Dr. Asril Aminullah. Gunawan Darmansjah. SpA (K) Prof. dr. Iwan Darmansjah. dr. Djamil Padang Direktur RSU Ulin Banjarmasin Direktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Direktur RSUP Hasan Sadikin Bandung Direktur RSUP Muh. Robert Reverger. Solo Direktur RS dr. Nugroho Kampono. Jakarta Ditrektur RSU Yos Sudarso. Hanafi Trisnohadi. DR. M. PhD. dr.MedSc. Iwan Dwiprahasto. Kimia Farma Direktur Utama PT. Abdullah Akhmad. Phapros Direktorat Kesehatan TNI-POLRI Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nangroe Aceh Darusalam Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karang Anyar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta Kepala Puskesmas Pajang. Omo Abdul Madjid. SpA (K) drg. SpKJ(K) Prof. Dr.DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan AlKes Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan Sekretaris Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Direktur Bina Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Surveilans Epidemiologi. dr. SpRad (K). Prof. Silvia Desiree. SpPD (K). dr. Siloam Karawaci. SpPD (K) Prof. MSi Dita Novianti.Soetomo. Dr. Dr. SpFK. SpOG. dr. Kartono Muhammad dr.

Ema Viaza.98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Erie Gusnellyanti. Apt. Djentot Fibihanindyo Putro Dra.Si. Dara Amelia. Apt. Apt. Drs. Rohayati Rahafat.Si. Apt. S. Suhata Awan Yurianto Suprihandoyo Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati LAMPIRAN IV PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA/WAKIL KETUA/ANGGOTA TIM AHLI/ANGGOTA KONSULTAN *) 99 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . dr. S. Dra.

.............. Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Konflik Kepentingan terlampir.. Jakarta.....PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA / WAKIL KETUA / ANGGOTA TIM AHLI / ANGGOTA KONSULTAN *) Saya yang bertandatangan di bawah ini... Bersedia menjadi Ketua / Wakli Ketua / Anggota Tim Ahli / Anggota Konsultan*) dalam KOMNAS DOEN..... 2... 3......... ( ) *) Coret yang tidak perlu 101 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . .. Bersedia menghadiri rapat-rapat pembahasan teknis revisi DOEN.. Nama Alamat : : LAMPIRAN V SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dengan ini menyatakan : 1..

maka yang bersangkutan harus memberitahukan kepada Ketua Tim Ahli atau Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional sebelum setiap kegiatan revisi dan tidak ikut serta dalam pelaksanaan pengambilan keputusan. 2. mengendalikan.SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dalam rangka Revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) diperlukan adanya jaminan bahwa tidak akan ada konflik kepentingan anggota Komite Nasional DOEN (disingkat : KomNas DOEN) yang dapat mengganggu keputusan yang dibuat. Tidak ada keluarga dari anggota KomNas yang memiliki. Untuk itu perlu adanya kesediaan seluruh anggota KomNas DOEN untuk mempelajari dan menandatangani dokumen pernyataan berikut apabila sudah menyetujuinya. 4. Anggota KomNas tidak meminta atau menerima uang atau apapun yang bernilai dari seseorang atau organisasi baik secara langsung atau tidak langsung dalam jumlah sedemikian yang mungkin dapat mempengaruhi subyektivitas revisi atau hasil penilaian. 1. Jika dalam melaksanakan tugas sebagai anggota KomNas mempunyai konflik atau resiko konflik kepentingan. lisan. 6. organisasi keagamaan dimana ia tidak menerima kompensasi apapun atau sepanjang organisasi tersebut tidak mempengaruhi pandangannya sebagai anggota KomNas. 5. Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : : Ketua / Wakil Ketua / Anggota Tim Ahli / Konsultan*) KomNas DOEN Dengan ini menyatakan bahwa saya : Memahami dan akan mematuhi pernyataan yang tertera di atas. menjalankan. 3. memiliki kepentingan atau bekerja pada perusahaan atau fasilitas lain yang berada di bawah pengawasan anggota KomNas. Anggota KomNas diperbolehkan untuk terlibat sebagai petugas atau anggota badan dari organisasi sosial. Anggota KomNas tidak menyampaikan informasi yang dihasilkan dari pertemuan resmi kegiatan revisi dengan cara apapun dan alasan apapun tanpa persetujuan dari Ketua Tim Ahli dan anggota KomNas yang lain. Anggota KomNas tidak bertindak sebagai wakil resmi dari suatu badan untuk mempresentasikan baik berupa tulisan. peragaan atau menampilkan sesuatu yang mungkin dapat menguntungkan secara finansial/material bagi dirinya. Anggota KomNas Tanggal *) Coret yang tidak perlu 103 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 104 .

LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 NO 1 Ringkasan Alasan Penarikan Hubungan dengan masalah masyarakat Perbandingan dengan obat yang sejenis dalam DOEN Sifat farmakologi Bukti efektivitas Bukti keamanan Rasio manfaat terhadap biaya Formulasi Penggunaan obat ini dalam pedoman internasional Peraturan yang mendukung pengurangan obat ini Rekomendasi Daftar Pustaka KETERANGAN LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 105 .

REKAPITULASI USULAN REVISI DOEN 2008 Usulan dari Nama Instansi Alamat lengkap No Telp/Fax : : : PERUBAHAN BENTUK SEDIAAN KEMASAN DAN PENAM. 106 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .PENGUKEKUATAN NO KELAS TERAPI NAMA OBAT BAHAN RANGAN BUKTI ILMIAH PENDUKUNG *) INDEKS Keterangan: *) Berdasarkan literatur / acuan / pustaka terpercaya *) Dilampirkan literatur / acuan / pustaka terkait …………………..200. Cap Dinas / tanda tangan Nama terang NIP.

45. 30. 23. 77 glukosa. 54. 32. 22. 69 H haloperidol. 37 C CHKM. 45 DT. 49. 78 adrenalin. 48 darrow glukosa half strength. 43. 41 gliseril guaiakolat. 77 ekstrak beladon. 57. 72 asam folat. 48. 34 daktinomisin. 50 asetosal. 76 antimalaria DOEN. 65. 60. 48 heparin. 43 amitriptilin.D. 40. micronized. 72 bedak salisil. 40. 59 aluminium hidroksida. 26. 23 heksaklorofen. 77 air steril bebas pirogen.U. 62 difenhidramin. 29. 24. 57. 59. 61. 36. 45. 65. 48 coal tar. 56. 31 hemodialisa DOEN. 29. 44. 65 etanol 70%. 51 fluoksetin. 75 halotan. 72. 29. 47. 76 heksamin mandelat.U. 22. 34 B bahan kontras media DOEN.S . 63 besi (II) sulfat 7 H20. 42. 77 dekstrometorfan. 24. 54. 73 belerang endap. 74. 25. 49 aminofilin. 77 griseofulvin. 76 disopiramida. 48 daunorubisin. 66 asam asetilsalisilat. 67 dikloksasilin. 74. 41. 56. 24 deksametason. 60 digoksin. 76 bleomisin. 36. 49 busulfan. 25. 41. 56. 60. 55 amiodaron. 53. 47. 46 hidroksipropil metilselulosa. 42 etoposid. 52 atraumatic restorative treatment. 54. 46. 40.II. 50. 76 antibakteri DOEN. 47. 78 A. 53. 44 dobutamin. 58 ergotamin. 54. 46. 31. 67 asam retinoat. 45. 32. 56 hydroxy ethyl starch. 47.INDEKS A A. 59 107 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 108 . 33 asparaginase. 72 G garam oralit. 64 darrow glukosa ana. 45 doksisiklin. 48 desmopresin. 69 etinilestradiol. 78 gliserin. 79 fenobarbital. 48 diazepam. 53. 41 hidrokortison. 32. 62 ampisilin. 22.T. 50 hidroksi progesteron. 50 dekstrose. lihat adrenalin ergokalsiferol. 71 atrakurium. 55. 27. 27 benzilpenisilin kristal. 66 amoksisilin trihidrat. 67 flufenazin. 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 I Ibuprofen . 36. 78 A. 72 antifungi DOEN. 50 human tetanus immunoglobulin. 21 fenitoin. 24 bisakodil. 63 fentanil. 67 betametason. 41. 27. 37 hidrogen peroksida. 38 basitrasin. 76 antasida DOEN II. 39. 50 benzatin benzilpenisilin. 73 copper T. 54. 50. 69 barium sulfat. 23. 22. 79 asam benzoat. 45. 34 boraks. 37 fenilbutason. 41. 67 apomorfin. 46 asam salisilat. 33 efedrin. 37 furosemida. 40. 36. 40. 67 benzalkonium klorida. 77 gentamisin. 61. 51 fluor. 69 atropin. lihat atraumatic restorative treatment glibenklamida. 52.B. 73 asetazolamida. Na. 54. 55. 71 asam askorbat. 58. 70. 21. 73 benserazid. 34 atenolol. 62 fenoksimetil penisilin. 65 gutta percha points. 27 diloksanid. 67 eritromisin. 75 dietilkarbamazin. 21 fitomenadion. 38 bahan tumpatan sementara. 46. 21. 37 faktor IX kompleks. 50. 79 DTP. 35 F faktor VIII. 62 anestetik lokal gigi DOEN. 42. 76 amfoterisin. 56. 72 biru metilen. 64. 34. 54. 60. 68 fluorourasil.I. 54 bismut subgalat. 53. 70 D dakarbazin. 35 dopamin.S. 72. 32 diltiazem HCl. 66 artesunat. 32. 71 dihidroergotamin. 33. 55. 41. 43. 69 fluoresein. 46 budesonid. 64 estrogen terkonjugasi. 26 alopurinol. 44. 49. 46. 77 epinefrin. lihat asam asetilsalisilat asiklovir. 36. 74 albendazol. 51. 37 air untuk injeksi. 25. 75 amodiakuin tab. 35 fraksi protein plasma. 48. 77 dekstran . 66 antiparkinson DOEN. 43. 32. 55. 68 hidroklortiazida. 65. 69 cairan intralipid. 25 artemether. 48. 72 antihemoroid DOEN. 60.B. 34. 26. 70 glipizid. 46. 68 etil klorida. 50. 71. 43 dimenhidrinat. 23. 43. 46. 49 glass ionomer art . 28 doksorubisin. 55 bupivakain. 34 deferoksamin. 78 A. 42 homatropin. 51. 74. 72. 56. 23. 77 azatioprin. 61. 31. 69 antasida DOEN I. 74 glukosa anhidrat. 41 DG ana lihat darrow glukosa ana dialisa peritoneal DOEN. 32. 46. 35 eugenol. 42 etambutol. 71. 40. 33. 39. 69 E efavirens. 26. 31. 35 dapson.

28. 50 natrium nitropusid. lihat heksamin mandelat metformin. 27 senyawa klor.idoksuridin. 39 metenamin mandelat . lihat A. 49. 29 klofazimin. 23 isoniazid. 39 natrium bikarbonat. 46 morfin. 38 iopamidol. 54. 27 seftriakson. 23 propranolol. 44 klorambusil. 61 kalsium glukonat. 30.B. 23. 51. 66 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Q - O OBH. 49 mebendazol. 57 oksitetrasiklin. 61 karbogliserin. 31 ketoprofen. 68 parasetamol. 62 pirazinamid. 39 polimiksin B. 61 klorfenol kamfer mentol. 28 kresol. 43. 34. 25. 25.U. 42. 40 klorokuin. 58. 21. 24. 42 iodium. 73 perak sulfadiazin. 56. 74. 26.70 meglumin amidotrizoat. 44. 38 isofluran. 38. 38 natrium klorida. 47. 70 propofol. 40. 32. 26. 57. 71 primakuin. 38. 64. 66 midazolam. micronized. 30. 33 nifedipin. 47. 38 ioheksol. 23. 50. 75 klonidin. 74. 53 nevirapin. 66 probenesid. 31. 49 leukovorin. 44 natrium tiosulfat. 74 natrium bromsulftalein. lihat fenoksimetil penisilin perak nitrat. 43. 52 kodein. 56. 42. 77 kalk. 32. lihat A. 42 L lamivudin. 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 S salbutamol. 52 metoklopramid. 31. 74 oksitosin. 22. 35 metronidazol. 49. 64. 40. 35 merkaptopurin. 45 noretisteron. 64 klomipramin. tersaponifikasi. 51. 60 N nalokson. 52 rokuronium. 51 lopinavir. 70 larutan nutrisi. 79 ketamin. 65. 41. 77 salep 2-4. 60 oksimetazolin. lihat kalk kaptopril. 76 liquor carbonis detergens. 63. 72 povidon iodida. 44. 32. 23. 58. 40. 59 metanal. 36. 46. 33 larutan lugol. 65 ringer laktat. 76 magnesium sulfat. 72 karbamazepin. 69 permetrin. 26 prednisone. 48.D. 60. 30. 41. lihat CHKM klorheksidin. 39 melfalan . 62 medroksi progesteron asetat. 75 pirantel. 33 J - K kafein. 71 protamin sulfat. 38 meglumin natrium amidotrizoat. 43 neostigmin. 64. 75 (dl) metilfenidat. 54. 42. 69. 30. 49 larutan nutrisi DOEN. 31. 79 rifampisin. 61 manitol. 64. 22. 54 metotreksat. 65 isosorbid dinitrat. 32. 49. 33 klozapin. 58 kalsium hidroksida. 52 P paraformaldehida. 44. 69 kalsium hipoklorit. 58. 55. 63 klorfeniramin. 66 podofilin. 43. 59 pilokarpin. 23 mikonazol. 68 prazikuantel. 40. 47. 22. 53. 61. 44 metilergometrin. 39 natrium diklofenak. 40. 47. 73 poligelin. 43. 24. 49 insulin intermediate. 25 karbon aktif. lihat OBH oksigen. 59 pasta pengisi saluran akar. 40 serum anti bisa ular. 31. 75 R ranitidin. 66. 41. 72 natrium tiroksin. 46 petidin. lihat biru metilen metildopa. 73 liquor veilli. 46 lisinopril. 24. 33. 51. 32. 22.I serum antidifteri. 49. 24 natrium aminohipurat. 37 polikresulen. lihat kresol tersaponifikasi litium karbonat. 74 risperidon. 39 metampiron. 24. Ca. 68 kalsium laktat. 48.S 109 110 . 21. 38. 60 ketokonazol. 59 natrium hipoklorit. 35 propiltiourasil. 28. 37. 48. 53 pirimetamin. 65 piridoksin. 35. 32. lihat kalsium folinat levodopa. 47. 58 nistatin. 43 norepinefrin. 69 nitrofurantoin. 76 sefazolin. 57. 77 komposit resin. 79 piridostigmin. 63 prokarbazin. 45. 23 nitrogliserin. 73 liquor faberi. 65 nitrogen oksida. 48. 46. 59 prokain benzilpenisilin. 58 iofendilat. 24. 63 kotrimoksazol DOEN III . 70 metil tionin klorida. 34. 43. 68 kuinin. 67 levonorgestrel. 37 penisilin V. 40 natrium iopodat. 54. 21. 37 M magnesium hidroksida. 54. 22. 33. 44 lisol. 35 metakresol sulfonat. 29. 40. 71 kotrimoksazol DOEN I. 53 retinol. 79 kalsium. 51. 73 seng oksida. 42 insulin regular. 35 kloramfenikol. 21 klindamisin. 66 klorpromazin. 67 kalium klorida. 31. 71. 70 lidokain. 28. 28. 69 pengganti plasma DOEN. 39. 77 natrium kromoglikat. 40. 44 nikotinamid. 78 obat batuk hitam. 37 kalsium folinat. 27. 63 kotrimoksazol DOEN II.

65 trinatrium sitrat dihidrat. 79 timolol. 42 tetanus adsorbed toxoid. 38 simvastatin.. 74 surgical ginggival pack. 66 sulfametoksazol. 56 sianokobalamin. 35 siklosporin. 77 tuberkulin protein purified derivative.T. 74. 54. lihat liquor veilli spironolakton. 28. 35 sitarabin. 79 tetrakain. 36. 29. 77 vaksin campak. 36. 36 vitamin A. 49. 41 verapamil. 33 streptokinase. 60 triheksifenidil. 48. 58. lihat asam askorbat vitamin D3. 72 siprofloksasin. 67 siklofosfamid. lihat piridoksin vitamin C. lihat tiamin vitamin B12. 77 vaksin hepatitis B rekombinan.C.S serum imunoglobulin. 63. 30. 79 vaksin polio. 32. 79 vitamin B1. 28. 33 U urea. 29. 31. 45 streptomisin. 41 spons gelatin. 64 sufentanil. 50 tiopental. 56. lihat sianokobalamin vitamin B6. 56. lihat DT vaksin jerap tetanus 57. 79 valproat. lihat retinol vitamin B kompleks. 23. 53 sulfadiazin. 57. 34 testosteron. lihat ergokalsiferol vitamin K1. 56. 63. 36 solutio salicylic acid 0.1%. 57. lihat DTP vaksin jerap difteri tetanus. 41. 34 simetikon. 45. 36 vinkristin. 63 tiamin. 50. lihat A. 31. 29 vasopressin.G. 68 W warfarin. 64 sulfadoksin. 67 trimetoprim. 58. 78 vaksin jerap difteri tetanus pertusis. 57. lihat fitomenadion T tamoksifen. 65 sulfasalazin. 39. 28. 44 vinblastin. untuk manusia. 79 vaksin rabies. 21 suksinilkolin. 56. 69 stavudin. 37 X - Y - Z zidovudin. 74 tetrasiklin. 55 sulfasetamida. 64. 47 111 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 78 serum antitetanus. 41 V vaksin B. 25 vankomisin. 34. 28. 29 sisplatin.serum antirabies.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful