Daftar Obat Essensial 2008

615.

1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI 615.1 Ind p Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional 2008.-- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2008 1. Judul I. DRUGS

615.1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. keterjangkauan serta akses obat bagi seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. Kustantinah. PENDAHULUAN Bab II. mengamanatkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. profilaksis. amanat Kebijakan Obat Nasional dapat diterapkan secara lebih baik. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup. NIP. 239/MENKES/SK/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN (KomNas Revisi DOEN) 2008 Lampiran 3 Peserta Pembahasan Teknis dan Rapat Konsultasi DOEN 2008 Lampiran 4 Formulir Pernyataan Kesediaan Lampiran 5 Formulir Pernyataan Konflik Kepentingan Lampiran 6 Format Kajian Indeks Halaman i ii iii 1 21 59 81 91 97 Jakarta. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab III. karena selain penambahan dan pengurangan proses didahului re-evaluasi daftar yang sudah ada oleh Komite Nasional Revisi DOEN. Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. Apt. sehingga ada obat yang dihilangkan karena sudah obsolet dan penambahan karena perkembangan ilmu baru. terapi dan rehabilitasi. mencakup upaya diagnosis. revisi terakhir dilakukan pada tahun 2005. Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DOEN 2008 diucapkan banyak terimakasih.KATA SAMBUTAN Kebijakan Obat Nasional (2006). Revisi DOEN tahun ini dilaksanakan oleh Komite Nasional DOEN yang disyahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. DAFTAR ISI Kata Sambutan Daftar Isi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab I. jaminan ketersediaan obat esensial yang aman. Agustus 2008 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan 101 103 Dra. Diharapkan dengan berlakunya DOEN tahun 2008 ini. Daftar Obat Terbatas untuk Puskesmas 2008 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I Daftar obat DOEN 2005 yang mengalami perubahan Lampiran 2 Keputusan Menteri Kesehatan RI No. MAppSc. 140 100 965 105 107 i Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ii . Hal ini membutuhkan transparansi proses evaluasi yang memanfaatkan bukti ilmiah dan mempertimbangkan formulasi obat untuk anak. DOEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali. Pembaharuan revisi saat ini merupakan pendekatan baru.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/I/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Keehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. 4. 8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Pemerintahan Daerah Propinsi. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). 3. Mengingat : 1. Fungsi. bahwa Daftar Obat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. c. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. b. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008. 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 791/MENKES/SK/VIII/2008 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. 11. pola penyakit. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Kedua : 6. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b. 12. serta program kesehatan. 7. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 sebagaimana dimakud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini iii Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 iv . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007. Tugas. Peraturan Preiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 239/Menkes/SK/III/2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (KomNas Revisi DOEN) 2008.

dr. JP(K) v Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . SITI FADILAH SUPARI. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Keempat : LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 791/MENKES/SK/VIII/2008 TANGGAL : 21 AGUSTUS 2008 DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (DOEN) 2008 Kelima Keenam : : Ketujuh : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2008 MENTERI KESEHATAN.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketiga : Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. SP. memeratakan. Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. keamanan. I Dr. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Dengan ditetapkannya Keputusan ini.

BAB I PENDAHULUAN 3. dan pentingnya pernyataan conflicting of interest dari para anggota tim ahli. maka revisi pada tahun 2008. Mengingat beberapa hal di atas. Oleh karenanya proses revisi kali ini agak berbeda dengan proses revisi sebelumnya. Upaya ini diharapkan merupakan proses pembelajaran kembali kepada internal Departemen Kesehatan untuk memahami kembali konsep obat esensial. Revisi bersifat menyeluruh dalam arti mengkaji seluruh obat dalam DOEN termasuk catatancatatan yang sudah tidak sesuai lagi. 6. Selain pendapat dan pengalaman para ahli dalam tim revisi. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007). dan dokumen ini menjadi salah satu acuan. Revisi sebelumnya lebih banyak hanya mengevaluasi obat yang diusulkan untuk ditambahkan ke dalam DOEN. pemanfaatan data EBM sangat diutamakan. termasuk bentuk sediaan. dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan evidence based medicine (EBM).World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008. Seperti diketahui WHO telah pula menerbitkan daftar obat esensial untuk anak. termasuk penilaian terhadap kemungkinan konflik kepentingan. Keberpihakan kepada kepentingan anak. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 1 . yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai. 4. Bentuk transparansi juga ditunjukkan dengan adanya penjelasan tentang beberapa alasan mengapa suatu obat perlu dikeluarkan dan ditambahkan dari DOEN 2005. telah dirintis kearah perbaikan tersebut. 5. Seluruh proses pembahasan. yaitu 4 (empat) orang. Pemilihan tim ahli melalui seleksi cukup ketat. diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN. dalam beberapa hal antara lain : 1. ataupun adanya perubahan bentuk sediaan.BAB I PENDAHULUAN Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980. Pada tahun 2007. Sejak awal pembahasan telah menyertakan para pengelola program yang menggunakan obat di lingkungan Departemen Kesehatan (bukan hanya dalam rapat pleno). juga ditunjukkan dengan dokter spesialis anak dalam tim ahli yang berjumlah paling banyak. 2. Organisasi Kesehatan Dunia . memberikan perhatian sangat besar pada obat untuk anak. Komitmen pemerintah melakukan revisi berkala merupakan prestasi tersendiri. proses revisi. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983.

Obat program diusulkan oleh pengelola program dan akan dinilai sesuai kriteria umum DOEN. . yang dirancang dengan baik. Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research. 2. mencakup upaya diagnosis. dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftar obat terbatas lain (Daftar Obat PKD. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. termasuk stabilitas dan bioavailabilitas. Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa.Obat yang telah dikenal. Obat Esensial Nasional Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.Obat yang stabilitasnya lebih baik. Dalam hal penambahan obat baru perlu dipertimbangkan untuk menghapus obat dengan indikasi yang sama yang tidak lagi merupakan pilihan. . . Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan kontrol. . Daftar obat terbatas lain dan Informatorium Obat Nasional Indonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan obat. Mutu terjamin. Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Obat jadi kombinasi tetap. . pilihan dijatuhkan pada : . terapi dan rehabilitasi. Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. (8). Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan / atau pengalaman klinik dari pakar yang disegani.A. c. IIb III IV 2. (7). Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita.Obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah. 1. a. 3. seperti studi komparatif. sarana dan fasilitas kesehatan.Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut. hal ini memungkinkan untuk mengeluarkan obat-obat yang dianggap sudah tidak efektif lagi atau sudah ada pengganti yang lebih baik.Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio). (3). Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan. 2 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 3 . harus memenuhi kriteria berikut : . DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita. sebagai berikut : TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS OF EVIDENCE) Ia Ib IIa Fakta diperoleh dari meta analisis uji klinik acak dengan kontrol. dan studi kasus. Dalam pelaksanaan revisi. (5).Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya. Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : (1). (2). Formularium Rumah Sakit. (6).Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen. Kriteria Penambahan dan Pengurangan 1.Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. . . b. tanpa acak.Mudah diperoleh. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi quasi-eksperimental jenis lain yang dirancang dengan baik.Obat dengan sifat farmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan. Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DOEN. profilaksis. . Penerapan Konsep Obat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional. studi korelasi. DPHO Askes). Kriteria Obat Esensial Nasional a. kecuali ada alasan kuat untuk mempertahankannya. Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik. Pedoman Pengobatan. seluruh obat yang ada dalam DOEN edisi sebelumnya dikaji oleh Komite Nasional Revisi dan Penyusunan (KomNas) DOEN. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan kontrol. (4). Penerapan Konsep Obat Esensial Obat esensial adalah obat paling mendasar yang dibutuhkan oleh pelayanan kesehatan.

penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan selain harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. dengan perencanaan yang tepat. . Pengelolaan dan Penggunaan Obat Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan. . b. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara 4 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 5 . Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi. Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas. Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya.Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita. masing-masing daerah kabupaten / kota mempunyai struktur organisasi dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan obat. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Sakit.Pembelian yang transparan dan kompetitif. e. d.Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengelolaan. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta infomasinya yang harus diterapkan di Rumah Sakit. misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. . kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DOEN adalah mengikat. merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau. Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efisiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaan. Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. Informatorium Obat Nasional Indonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membawa implikasi terhadap organisasi kesehatan di propinsi. efek samping. kabupaten maupun kota. c.Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Obat Esensial menggunakan nama generik. juga sangat berkaitan dengan pengelolaan obat. Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku. sehingga dapat disusun daftar obat esensial khusus untuk ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Formularium Rumah Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) / Komite Farmasi dan Terapi (KFT) Rumah Sakit berdasarkan DOEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebut. Dimana hal ini membuka berbagai peluang terjadi perbedaan yang sangat mendasar di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan obat. Bentuk sediaan. 3. dosis dan lama pengobatan. Demikian pula halnya dengan organisasi pengelolaan obat. untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu. keamanan. kelengkapan dan tidak menyesatkan. dosis.Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). Pengembangan Informatorium Obat Nasional Indonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaaatan dan penggunaan obat. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain : . Pemerintahan Daerah Propinsi. Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi.

7. Informasi tersebut meliputi indikasi. dan penelitian kesehatan. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. baik pemerintah maupun swasta. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan. Jalur lain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan. b. mempertahankan mutu obat yang baik selama proses distribusi. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama. pendidikan. dan pendidikan.A/Menkes/SK/XI/2002. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. Dengan adanya desentralisasi diharapkan kabupaten/kota maupun provinsi dapat mencukupi kebutuhan obatnya masing-masing. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : a. Penyelenggara surveilans pola penggunaan antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit. Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. supervisi. Menyelenggarakan surveilans pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. yang relatif murah harganya. 4. Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan. Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan hanya memback-up manakala kabupaten/kota maupun provinsi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. Untuk pengelolaan dan penggunaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu. Organisasi Profesi yang terkait c. Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Komunikasi. interaksi obat dan bentuk sediaan. Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik. KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut: a.q. efek samping. dosis. cara penggunaan. farmasi. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. 5. peringatan perhatian. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. Puskesmas. Revisi DOEN dilaksanaka secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 6. Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. 8. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). meminimalkan obat yang tidak terpakai karena rusak atau kadaluarsa dengan perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Instansi Pemerintah / Swasta b. pemerintah c. kontraindikasi. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan d. epidemiologi. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif. rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan obat. Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. DOEN merupakan dasar untuk perencanaan dan pengadaan obat baik di daerah (kabupaten / kota / provinsi) dan tingkat pusat.antara lain: menjaga suplai obat tetap konstan. Departemen Kesehatan RI dapat memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1379. pendidikan dan penelitian lain. 6 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 7 . memiliki catatan penyimpanan yang akurat. 9. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

c. misalnya : tablet salut enterik. B. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Tidak menggunakan standar ganda bagi mutu obat yang didonasikan. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi. Menyelenggarakan komunikasi. Dalam setiap subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun berdasarkan abjad nama obat. Satu jenis obat dapat dipergunakan dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk sediaan dapat terdiri dari beberapa jenis kekuatan. obat dikelompokkan berdasarkan kelas. dituliskan diantara tanda kurung. injeksi intravena dan sebagainya. Untuk obat yang belum terdaftar di Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya. misalnya : garam oralit. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (generik) ditulis dengan nama lazim. 2. Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir. Empat prinsip utama obat donasi adalah : a. Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi negara penerima. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan International Non-proprietary Names (INN) nama generik yang diterbitkan WHO. kedua. maka jenis obat dan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan pola penyakit di Indonesia. Pedoman tersebut mencakup ketentuanketentuan tentang pemilihan obat. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya. misalnya: etambutol tablet 250 mg (hidroklorida). Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (generik) diberi nama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. Pengertian dan Singkatan a. Isi dan Format DOEN a. d. informasi dan pengelolaan. Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. Obat Sumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara.c. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya. Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedoman/standar yang berlaku. donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 1999). Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. Obat sumbangan yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN. c. Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan obat. 8 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 9 . lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai. d. mutu obat dan masa berlaku obat. c. b. 10. Terminologi 1. Dalam DOEN. d. dengan pilihan mulai dari antibiotik lini pertama. subkelas dan kadang-kadang sub-subkelas terapi. pengemasan dan pemberian label. b. Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima. 3. misalnya: klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung. DOEN Rumah Sakit sama dengan DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. Agar penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dapat membantu pelaksanaan kesehatan. Tata Nama a. b.

sekarang ini sudah bukan lagi pembatasan. Hal ini dilakukan mengingat perkembangan ilmu kedokteran yang belum tertampung di dalamnya. pembatasan indikasi (c). contohnya penggunaan obat kanker. inj infiltr inj i. Obat esensial adalah lantai bukan langit-langit. namun pembahasan tidak lagi hanya berdasar pembuktian tingkat ke-4. terbatas untuk kasus-kasus tertentu (d). 10 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 11 . (2) Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring. inj p. Lain-lain (1) Penulisan informasi pada kolom restriksi dimaksudkan untuk obat-obat dengan pemakaian sebagai berikut : (a). misalnya kotak 100 vial. diperlukan fasilitas tertentu (h). diperlukan monitoring ketat atau pertimbangan medis (e). baik dari program dan maupun oleh Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). Dari proses ini. persoalan yang muncul kemudian yaitu masalah perbedaan persepsi dan pengertian obat program. diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek samping (b). b. (3) Daftar obat nasional merupakan daftar obat yang digunakan untuk rumah sakit. pemakaian sesuai program dibidang kesehatan. lar infus OAT serb serb aktif serb inj serb inj i.v. Singkatan amp btl bls ih inj inj dlm minyak inj i. Selain informasi dari konsultan dan tim ahli. telah bekerja sesuai dengan kompetensi. diperlukan cara atau perlakuan khusus (g). pendapat ahli semata. akan dilakukan sosialisasi dan perlu kebijakan khusus dari Departemen Kesehatan terkait dengan obat esensial dan obat program. kapl kaps ktk ktg lar lar rektal : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ampul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalam minyak injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intramuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal C.v. inj s. Obat esensial adalah kebutuhan minimal dalam pelayanan kesehatan. Konsultan terutama yang bertanggung jawab atas data EBM.(4) Besar kemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. (4) Pemaparan DOEN untuk Puskesmas dalam kertas berwarna merah. tetapi mengkaji seluruh obat dalam DOEN 2005.a. Hal ini terlihat dari berbagai pembatasan yang berlaku 10 (sepuluh) tahun yang lalu. Rupanya pemahaman konsep obat esensial mulai luntur dan penjelasan tentang hal ini sangat dihargai.m. serb kering sir sir kering sup susp tab tab kunyah tab salut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts tts mata tts telinga : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : larutan infus obat antituberkulosis serbuk serbuk aktif serbuk injeksi serbuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspensi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda belah tablet sublingual tablet vaginal tetes tetes mata tetes telinga Proses Pembaharuan Revisi Pembahasan bukan hanya dari usulan yang masuk. Tim ahli dan konsultan bekerja bersama dalam pembahasan yang dibagi dalam beberapa kali pembahasan berdasarkan kelas terapi. diterjemahkan dari : Essential Medicine is a floor not a ceiling (WHO TRS 946). dikombinasikan dengan obat lain (i). Suatu obat adalah esensial jika anda tidak dapat berbuat tanpa obat tersebut (You can't do without it). mulai disosialisasikan kembali.v. meski informasi EBM belum sepenuhnya berlaku. sekretariat mendukung dengan informasi dari Cochrane review dan WHO Library. Dengan pemahaman ini. diperlukan perhatian terhadap sifat/cara kerja obat (f). inj i. c. Untuk mengatasi hal ini telah disepakati.k. inj i. di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) (j).k. Perbedaan persepsi obat esensial dan obat program akan berakibat pada proses pengadaan obat. Pemahaman konsep DOEN. Beberapa perumpamaan muncul untuk mempermudah pengertian atau konsep obat esensial.

jenis dan penyelenggaraan rapat pembahasan dan cara penyebarluasan DOEN. sejak awal telah direncanakan akan memberikan perhatian pada obat untuk anak. apoteker. departemen/bagian di rumah sakit. Jika diperlukan. Setelah 3 bulan pengiriman. (4). kekuatan dan kemasan) terjadi pada 21 obat. Menyatakan kesediaan secara tertulis. namun Indonesia yang konsisten memperjuangkan penurunan angka kematian bayi dan anak. (6). tim ahli dan konsultan. Organisasi (1). Memiliki integritas dan standar profesional tinggi. (d). farmakologi (klinik). (3). memberikan kontribusi cukup untuk hal ini. atau jabatan lain yang potensial menimbulkan konflik. dokter spesialis atau apoteker. dapat diundang seorang ahli di bidangnya untuk menjadi narasumber yang memberikan pandangannya dalam proses revisi tetapi tidak termasuk dalam tim ahli dan konsultan serta tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan. 12 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 13 . Penambahan beberapa obat untuk anak dengan bentuk sediaan khusus anak. Nama anggota tim ahli dan konsultan yang terpilih disusun sesuai abjad ditulis tanpa gelar. (b). dokter umum / puskesmas. (5). orang yang memiliki konflik kepentingan masih dapat dipertimbangkan oleh tim menjadi anggota tim ahli. dokter gigi. Pengelola Program dan (d). namun hanya 10 usulan yang memberikan data pendukung. Tim ahli (b). Tim ahli dan konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis / ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. Namun. Tugas tim ahli dan konsultan tercantum dalam SK sebagai berikut : (a). Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. Pengelola program adalah wakil dari direktorat di lingkungan Departemen Kesehatan yang mempunyai program pengobatan / pengadaan obat. Terdapat 33 obat yang diberi catatan perlu diadakan oleh pemerintah melalui cara-cara yang sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Pelaksana adalah Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. Keanggotaan KomNas DOEN bersifat tetap sampai terbentuk komite pada revisi DOEN berikutnya. terdiri dari : (a). Tata cara ini merupakan acuan dalam pelaksanaan revisi DOEN pada tahun 2008 yang sangat diperlukan dalam terwujudnya proses transparansi dan akuntabiltias. Dari jawaban tersebut 3 memberikan jawaban tidak ada usulan. (7). Sekretariat Pelaksana b. (b). 22 jawaban untuk menambahkan. tugas dan kewajiban anggota tim ahli revisi DOEN. 2. dokter umum. B. (c). pemegang program pengobatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan organisasi profesi. dari sejumlah 114 instansi yang diberikan surat. (e). Proses pemilihan anggota Tim Ahli dan Konsultan (1). Demi memperoleh tim ahli yang profesional dan tidak berpihak. Struktur organisasi berbentuk Komite Nasional Daftar Obat Esensial (KomNas DOEN). Kepanitiaan a. hanya dibedakan dokter. Anggota tim ahli dan konsultan adalah klinikus dari berbagai bidang spesialisasi. KomNas DOEN disahkan melalui SK Menkes dengan mencantumkan tugas-tugasnya. membutuhkan penekanan hal ini. sangat intensif. (8). telah disepakati 78 obat dihapus dari DOEN 2005 dan 48 ditambah ke dalam DOEN 2008. dan direktorat lain. Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. bila dinilai oleh panitia dapat menjaga integritasnya. 25 instansi memberikan jawaban. Meskipun dalam surat permintaan sudah diberitahukan bahwa pengusulan harus memberikan data pendukung dan kegunaan. Tim ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ke dalam DOEN 2008. Demikian pula keterlibatan staf Direktorat Bina Kesehatan Anak. Tidak semua kelas terapi membutuhkan ahli yang harus tercantum dalam KomNas DOEN. Kebijakan ini bukan dimaksudkan semata-mata agar selaras dengan kebijakan global. (2). Proses revisi Proses revisi dimulai dengan mengirimkan surat kepada institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit tipe A. dapat memberikan usulan dengan data pendukung. Pada pembahasan terakhir yaitu Rapat Pleno untuk pengesahan. penetapan kriteria proses rekruitmen anggota tim ahli revisi DOEN. Persyaratan anggota Tim Ahli dan Konsultan : (a). puskesmas) pemerintah maupun beberapa swasta terpilih. maka yang bersangkutan supaya tidak mewakili asosiasi profesi. Sehingga jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item obat. dan tidak ada usulan untuk menghapus obat dari DOEN. Perubahan formulasi (bentuk sediaan. (c).Dalam proses revisi. Konsultan (c). Keterlibatan 4 orang dokter spesialis anak. Selain usulan dari instansi. 1. seperti karbamazepin disediakan dalam bentuk sirop. Bersedia menandatangani formulir berkaitan dengan konflik kepentingan. proses revisi. C. Acuan ini berisi kepanitiaan.

Surat permintaan kesediaan berisi :  Uraian tugas tim ahli. Jenis rapat pembahasan (a). RS Khusus.  Mencermati secara khusus obat yang diusulkan di luar daftar obat esensial WHO yang harus dipertimbangkan secara seksama.  Peserta rapat : o Tim ahli o Konsultan o Pengelola program Departemen Kesehatan terkait dan o Narasumber terkait.  Hasil rapat pembahasan teknis adalah draft revisi DOEN. RS TNIPOLRI. Proses rekrutmen anggota Tim Ahli dan Konsulta (a). konsultan. RS Propinsi. (b).  Usulan memasukkan suplemen makanan ke dalam DOEN tidak akan dipertimbangkan. pengelola program. Sekretariat menyampaikan permintaan kesediaan tertulis dari yang bersangkutan disertai permohonan ijin kepada atasan. Revisi dapat berupa semua atau salah satu proses berikut (a). RS Swasta terpilih.  Membahas usulan penambahan/pengurangan obat esensial dari unit pelayanan kesehatan (kompilasi usulan dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan DOEN 2005 disediakan oleh pelaksana).  Hasil pengesahan rapat pleno tidak dapat diubah selain revisi redaksional.    Tata cara revisi DOEN. yang disertai pernyataan tentang konflik kepentingannya. (2). Surat permintaan dikirim oleh pelaksana 3 (tiga) bulan sebelum rapat perdana. Rapat Pleno  Berfungsi untuk menyepakati. jumlah obat esensial yang ideal dalam DOEN dan lain-lain). Menolak dan menerima usulan (b). Pengusulan Proses revisi diawali dengan pengiriman surat permintaan usulan tertulis kepada unit pelayanan kesehatan (RS Pendidikan. RS Kabupaten terpilih. Rapat Perdana berisi tentang :  Penjelasan tentang pengertian obat esensial (batasan. Dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah tanggal batas usulan masuk. Kompilasi usulan Pelaksana melakukan kompilasi usulan yang masuk dan dikelompokkan sesuai dengan kelas terapi. (b).  Pengesahan draft DOEN menjadi DOEN revisi baru. Rapat-rapat pembahasan teknis  Merupakan rapat-rapat pembahasan materi revisi. acuan pengadaan obat PKD. Rumah Sakit TNI-POLRI. puskesmas dan pengelola program (direktorat terkait di lingkungan Depkes). DPHO-ASKES dan lain-lain).  Peserta rapat pleno selain mereka yang berfungsi sebagai pengambil keputusan di institusi masing-masing juga diharapkan berperan aktif dalam penyebarluasan DOEN. b. Yang bersangkutan menyatakan kesediaan tertulis 1 (satu) minggu setelah mendapat surat permintaan tersebut diatas. Mengkaji seluruh DOEN dan usulan yang masuk.(2). maka dapat mengundang narasumber di luar tim ahli. pelaksana kegiatan revisi DOEN.  Jadwal pembahasan materi yang harus dihadiri yang bersangkutan. 3.  Implementasi DOEN (kaitan dengan obat program.  Peserta rapat pleno adalah o Peserta rapat perdana o Peserta rapat pembahasan teknis o Komite medik RS pendidikan. RS Swasta terpilih dan rumah sakit lain yang memberi usulan revisi o Fakultas Kedokteran o Fakultas Farmasi c. Cara pembahasan materi revisi (1). mengesahkan dan mensosialisasikan draft revisi DOEN. d. dilakukan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan atau yang mewakili. e. Menghapus dan menambahkan obat esensial baik dari usulan atau dari anggota tim ahli dan konsultan. Tata cara pembahasan teknis (penyiapan draft revisi DOEN) dan pleno. 14 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 15 . Hanya mengkaji usulan yang masuk.  Apabila tim ahli tidak dapat mengambil keputusan pada suatu masalah. Cara revisi DOEN a. (c). Materi revisi akan diserahkan kepada tim ahli 1 (satu) minggu sebelum rapat pembahasan teknis. Materi revisi Materi revisi adalah matriks yang menyandingkan DOEN WHO edisi terakhir. Dinas Kesehatan Propinsi yang mewakili. Peserta rapat : tim ahli. Puskesmas Rawat Inap). DOEN terdahulu dan usulan hasil kompilasi.  Pimpinan sidang adalah ketua tim ahli. (c). Kriteria pembahasan Usulan yang akan dibahas hanyalah usulan yang disertai alasan dan bukti ilmiah (evidence) yang lengkap. yang dilakukan 1 (satu) bulan sebelum rapat perdana revisi DOEN. kriteria.

selain disediakan beberapa obat dalam bentuk tunggal. Amfoterisin*) inj. Antipirai Kolkhisin tab 500 mcg. mengingat ketoprofen sup digunakan untuk pasien pasca operasi yang belum bisa menerima pemberian obat secara oral dan tidak mengiritasi lambung. amp 2 ml. 2. 6.1. dinilai efikasinya tidak jauh berbeda dengan NSAID yang lain. dengan pembatasan khusus penggunaan yaitu pada profilaksis bedah inj 1 g/vial. btl 120 ml. terutama untuk mengatasi infeksi jamur di paru-paru. khususnya untuk anestesi spinal. Tim ahli sepakat untuk menerima usulan penambahan vankomisin inj 500 mg. tab kunyah 100 mg. PPNI. Analgesik. sejak awal sudah tercantum dalam DOEN.v.1. Sedangkan parasetamol sup dibutuhkan untuk kasus kejang demam. khususnya di RS. Anestetik 2. i. karena merupakan satu-satunya obat antifungi sistemik. dikeluarkan dari daftar. Analgesik Non Narkotik Metampiron inj i. ISFI. suatu infeksi nosokomial yang serius. dikeluarkan dari daftar. btl 250 ml diterima dalam DOEN karena memiliki kelebihan terhadap jantung dan digunakan untuk keadaan pasien tertentu. dicantumkan beberapa kombinasi untuk kepentingan program. aureus). 16 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 17 . 1000 mg/amp. IDI.v. karbamazepin 100 mg/5 ml.5 %. mengingat ketersediaan di pasaran. Ketersediaan dan pengadaan parasetamol sup dibatasi hanya sampai tingkat rumah sakit kabupaten. karena kelangkaan ketersediaan di pasaran.v. namun baru pada revisi kali ini KomNas DOEN. berdasarkan kelas terapi adalah sebagai berikut : 1. Penundaan masuknya antimikroba sefalosporin ini.Antikonvulsi Usulan penambahan bentuk sirop dan tablet kunyah sediaan untuk pasien anak diterima.m.5 %.v. Antiinflamasi Nonsteroid. 1.2. Hal yang sama terjadi pada seftriakson inj 1 g/vial. Anestetik Lokal Diusulkan lidokain injeksi 5% + glukosa 7. yang merupakan obat pilihan untuk meningitis dan digunakan untuk demam tifoid berat yang resisten dengan kloramfenikol. Lidokain inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200. apakah berbentuk FDC (fixed dose combination) atau kombipak. Immunosupresan dan Terapi Paliatif Klormetin dan levamisol dikeluarkan dari DOEN. efek toksik terhadap jantung lebih kecil. Oleh tim ahli diusulkan dan diterima Penjelasan Perubahan Obat Perubahan obat dalam DOEN 2008 baik nama generik atau formulasinya. Antiinfeksi Dalam beberapa kali revisi.m 60 mg/ml yang efikasinya dinilai ebih baik dibanding artemether inj. sehingga akan mempermudah kontaminasi jika digunakan berulang. 5 mg/ml. untuk masuk dalam DOEN. vial 50 mg diusulkan dan diterima masuk dalam DOEN. Selain itu. memberi tempat kepada sefazolin. dalam hal bentuk sediaan diserahkan kepada kebutuhan program.v/i. 2. untuk mengatasi infeksi MRSA (methicilin resistant S. Sekolah Tinggi Keperawatan Dinas Kesehatan Propinsi yang memberikan usulan revisi Organisasi profesi (IBI. Sementara itu enfluran cairan ih. Dalam daftar diberi tanda *) yang berarti ”membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya”. Sedangkan thiopental serb inj i. WHO Model List 2007 pun tidak mencantumkan kolkhisin lagi. Sehingga dalam DOEN ini tercantum fenitoin sirup 50 mg/5 ml.o o o o 4. 1.3. Dalam hal antimalaria ditambahkan artesunat inj i.000 kemasan 20 dan 30 ml dikeluarkan dari DOEN. Untuk kelompok antiamuba ditambahkan diloksanid furoat tab 500 mg. selalu masuk usulan untuk memasukkan sefalosporin. 3 . Selain itu midazolam inj i. Dalam hal obat antituberkulosis. Antiepilepsi . 1 mg/ml dan inj i. Fenobarbital tab 50 mg ditambahkan dalam DOEN karena sangat diperlukan. 8.3.. Antipirai 1.2. pasca operasi pada anak. Anestetik Umum Dan Oksigen Usulan isofluran cairan ih lar. Antineoplastik. mengingat perlunya pengobatan kista yang tidak menunjukkan gejala. pra anestesi. Antipiretik. Namun dengan munculnya banyak obat NSAID. Pada kelompok antivirus protease inhibitor ditambahkan tablet lopinavir karena sangat dibutuhkan untuk HIV/AIDS. sebagai sedativa dan hipnotika. sedangkan keamanannya justru lebih rendah dibanding NSAID. btl 250 ml dikeluarkan dari daftar dengan alasan kurang menguntungkan jika dibanding dengan penggunaan isofluran dan halotan. Sefazolin merupakan obat terpilih sebagai profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi. Ikatan ahli/spesialis) Industri farmasi (BUMN dan GP Farmasi) 5. terutama di daerah yang sukar mendapatkan bupivakain. walau harganya mahal. Maka kolkhisin dikeluarkan dari DOEN. 240 mg dapat diterima. karena kemasan dinilai terlalu besar. dimana bentuk injeksi dapat menyebabkan syok anafilaktik. merupakan obat terpilih pada pasien sangat gawat. Sementara itu usulan menambahkan ketoprofen sup 100 mg dan parasetamol sup 120 mg. sesuai dengan tatalaksana kesehatan pada anak. karena tidak lagi digunakan sebagai antikanker mengingat efikasi dan keamanannya. Sediaan tunggal masih dipertahankan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belum melaksanakan program direct observed treatment shortcourse (DOTS). 250 mg/ml dikeluarkan dengan alasan keamanan. lebih disebabkan terjadinya perkembangan resistensi antimikroba yang sangat pesat. meskipun dari segi pemakaian artemether lebih praktis terutama untuk di Puskesmas. Analgesik Narkotik Sufentanil inj dalam bentuk sitrat 50 mcg/ml. Namun.

Psikofarmaka Alprazolam dikeluarkan karena dinilai tidak esensial dan cenderung menimbulkan over used dan ketergantungan. dapat dimasukkan dalam formularium rumah sakit. Melfalan merupakan obat murah dan sangat diperlukan dalam pengobatan multiple myeloma. Penyebarluasan dapat berupa pencetakan buku yang dikirimkan ke sarana pelayanan kesehatan atau dipublikasikan dalam media elektronik. Obat Telinga.4 % isotonik. sertralin dan paroksetin. Daunorubisin merupakan pengobatan utama pada Leukemia Limfositik Akut yang banyak ditemukan pada anak-anak. Perubahan bermakna terjadi juga pada obat tetes telinga. Penambahan lain adalah liquor veilli yaitu obat sederhana yang efektif mengatasi dermatitis basah. kurang efisien dalam penyimpanan dan tidak lagi menjamin kesegaran larutan. seperti preparat sulfa cones dan pasta iodoform. yaitu pertimbangan para ahli bahwa pengobatan infeksi telinga tidak perlu menggunakan antibiotik maupun kortikosteroid. karena kemasan terlalu besar. yang efikasinya sangat baik untuk pembedahan dengan teknik hipotensi dan septik syok.penambahan daunorubisin HCl serbuk inj 50 mg. Penyerbarluasan DOEN 2008 Dalam rangka penerapan konsep obat esensial. Dalam subkelas terapi antidepresi dan antimania. jika diperlukan. 18. Untuk kepentingan anak dan neonatus dalam kelas terapi ini ditambahkan larutan nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0. Pengukuran kadar leukosit secara berkala sebaiknya dilakukan. menggantikan gameksan. Dalam subkelas antihipertensi ditambahkan injeksi natrium nitroprusid. KomNas DOEN. 28. sangat menyadari pentingnya sediaan ini. bahkan penggunaannya sudah tidak diajarkan lagi di Fakultas Kedokteran Gigi. hidung dan tenggorokan. diterima untuk pilihan golongan SSRI. Fluoksetin kap/tab 10 mg dan kap/tab 20 mg. untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). akan tetapi komposisi sediaan yang ada di pasaran bervariasi. Dengan demikian hanya tersedia kemasan 200 ml. Beberapa cairan seperti lotio kummerfeldi. Dalam hal cairan nutrisi parenteral yaitu larutan nutrisi IV. Pada subkelas terapi antipsikosis diusulkan penambahan metilfenidat rasemik (dl) dalam bentuk regular release dan extended release. seperti penggunaan amalgam. Hidung dan Tenggorokan. Klorambusil harganya murah . 18 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 19 . Selain itu sediaan antibiotik dalam bentuk tetes hidung atau telinga tidak tercantum dalam WHO Model List . Obat Gigi Dan Mulut Dari kelas terapi ini cukup banyak obat yang dinilai sudah obsolet. 23. 17. Obat Topikal Dari kelas terapi ini banyak obat yang dilkeluarkan terutama karena sudah obsolet antara lain gentian violet. namun selama ini merupakan obat terpilih untuk ADHD. klorambusil tablet 2 mg dan melfalan tab 2 mg. Larutan Elektrolit dan Nutrisi Garam oralit kemasan 1000 ml dikeluarkan dari DOEN.18% infus. Pada subkelas terapi antiaritmia ditambahkan amiodaron dan digoksin. diusulkan penambahan fluoksetin. Obat Kardiovaskuler Pada kelas terapi ini dilakukan beberapa perubahan tempat subkelas terapi atau dikeluarkan karena tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran seperti prokainamid. oleh karena itu disepakati bahwa amalgam diganti dengan komposit. dan natrium bikarbonat inj 1. Ada pula yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. karena merupakan obat terpilih untuk yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain. maka DOEN 2008 harus disebarluaskan ke sarana pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Tambahan baru yang diterima dalam DOEN adalah permetrin sebagai antiskabies yang kurang toksik bagi anak. semua dikeluarkan dari DOEN. D. salep levertran. Meski bukti (evidence) belum sepenuhnya mendukung. Untuk itu diusulkan agar kebutuhan akan sediaan ini ditampung dalam formularium rumah sakit. kuinidin. terdaftar di Indonesia dan sesuai dengan WHO Model List. dengan kebutuhan yang mungkin berbeda. 20. Obat ini efektif namun perlu diwaspadai terjadinya agranulositosis. Penambahan klozapin diterima. terutama tim ahli dan konsultan. 14. reserpin.

/i. btl 250 tab inj i. 10 mg/ml (HCl/sulfat).k. ANTIPIRAI 1. 0. btl 100 tab sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi ketoprofen Daftar Obat Esensial Nasional 2008 21 ./i. ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. ktk 10 bls @10 tab tab salut 200 mg. ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCl/sulfat). ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat). ktk 5 vial @ 10 ml Penggunaan perlu diperketat BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 fentanil kodein morfin petidin sufentanil 1.v.BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 KELAS TERAPI.v./i.m.05 mg/ml (sebagai sitrat)./s. Kekuatan.1 ANALGESIK NARKOTIK inj i. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. lambat 50 mg/ml (HCl). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. inj i.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 1. ktk 5 amp @ 2 ml tab 10 mg. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman. fenilbutason ibuprofen tab 200 mg. btl 100 tab tab 400 mg. sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu. ANALGESIK. btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut.v./s.m.m.k. ANTIPIRETIK.

/s. NAMA GENERIK metampiron (Bentuk Sediaan. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl). btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin Khusus untuk analgesia spinal.k. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. btl 100/1000 tab 2. 22 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 23 . 3. tube 10 g semprot 4%. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat).1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj p. ktk 5 amp @ 20 ml serb inj i.v.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal. 10 mg/ml (sebagai HCl). Kekuatan.5%. 1 mg/ml inj i. terjadi pada 65% penderita.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. probenesid tab 500 mg. ktk 25 amp FORMULASI RESTRIKSI 2. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%. ktk 10 vial @ 20 ml inj i.v. btl 250 ml inj i. 5 mg/ml ih. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. gas dalam tabung ih. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. ktk 100 amp @ 2 ml inj p.v.50% (HCl). morfin etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara.Tidak diberikan sewaktu serangan akut.3. .5% (HCl) + glukosa 7. btl 60 ml sup 120 mg sup 240 mg midazolam nitrogen oksida oksigen propofol tiopental Untuk penggunaan khusus 1. ktk 10 amp @ 1 ml 2. ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). ./i. ktk 5 amp @ 4 ml semprot.v. 10 mg/ml (HCl/sulfat). 2% (HCl). ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 50/250 ml cairan ih. ktk 5 vial @ 20 ml inj 0. KELAS TERAPI. btl 50 ml inj 5% + glukosa 7.KELAS TERAPI. gas dalam tabung inj 10%. ktk 10 vial @ 20 ml inj i.v.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN halotan isofluran ketamin natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg.v. 10 mg/ml (HCl).m. 50 mg/ml (sebagai HCl). dan Kemasan) tab 500 mg. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. ANESTETIK 2. btl 1000 tab tab 500 mg.m.5 %.Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum.v. amp 2 ml diazepam Khusus untuk analgesia spinal. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. btl 100/1000 tab .Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . dan Kemasan) cairan ih. 0. 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dlm 20 ml air injeksi).Tidak diberikan sewaktu serangan akut . Kekuatan.v.

20%. ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i. 0. 10 mg/ml.v. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. btl 1000 tab inj i. fenitoin deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat). Ca) fenobarbital kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson karbamazepin magnesium sulfat natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat valproat 24 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 25 .v. dan Kemasan) inj s. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif.v. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). 5 mg/ml.5 ml kaps 30 mg (garam Na). btl 1000 tab inj i. btl 100/1000 tab tab kunyah 100 mg sir 100 mg/5 ml.4 mg/ml (HCl). ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml. 10 mg/ml (sebagai dihidrat). btl 10 tab inj 3 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml sir 50 mg/5 ml. btl 1000 tab tab 100 mg. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat)./s./i.k.k 1 mg/ml (sulfat).v.KELAS TERAPI.m. btl 120 ml inj i.5 mg. btl 100 tab tab 15 mg. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4.m. 25%./i. tube 2.1% (sebagai HCl/bitartrat).Terpilih untuk anafilaksis . Kekuatan./i. ktk 10 amp @10 ml inj i.k. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI . NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan.m.v. ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml.m.2 UMUM apomorfin (Bentuk Sediaan. NAMA GENERIK 4. ktk 10 vial @ 5 ml kalsium folinat (leukovorin. ktg 0.3 mg . 5 mg/ml (HCl).m 50 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar). btl 120 ml tab 30 mg. amp 25 ml inj i. 50 mg/ml (sebagai garam Na). ktk 10 amp @ 2 ml inj 0. btl 1000 ta b inj 5 mg/ml (maleat). ktg 30 g FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin karbon aktif magnesium sulfat 4.02 mg/ml (HCl). amp 25 ml tab 250 mg (garam Na). ktk 24 amp @10ml inj i. ktk 100 amp @ 2 ml tab 200 mg. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). btl 120 ml inj i. dan Kemasan) inj s. btl 1000 tab tab 50 mg. btl 50 tab tab 500 mg (garam Na).v. bisa diulang KELAS TERAPI.Dosis 0. ktk 5 amp @ 2 ml tab 500 mg. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). Kekuatan.v.0. ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg. 40%.1 KHUSUS atropin 5.5 kg serb.

3 Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg. . Dosis untuk anak : 20 mg/kgBB benzatin benzilpenisilin mebendazol pirantel tab 100 mg.1./i. dan Kemasan) serb inj i. btl 60 ml serb inj i.v. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K). 250 mg/vial (sebagaigaram Na).m./i.m.v. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). NAMA GENERIK ampisilin (Bentuk Sediaan./i. btl 60 ml serb inj i.m. 250 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 vial inj i. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). ktk 2 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 400 mg.m.v. ktk 100 vial serb inj i. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat). ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na). ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na) sir 62.v. ktk 100 vial serb inj 1 g / vial. fenoksimetil penisilin (penisilin V) 6. ktk 10 vial serb inj i.1 ANTELMINTIK 6.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat prokain benzilpenisilin tab scored 500 mg. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. btl 100/1000 tab scored benzilpenisilin kristal dikloksasilin prazikuantel 6. btl 100 tab .v.4 juta UI/ml. Kekuatan.KELAS TERAPI. btl 30 ml tab scored 300 mg.5 mg/5 ml (sebagai garam Na). ktk 10 vial sefazolin ampisilin Digunakan pada profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeki luka operasi seftriakson serb inj 1 g / vial. 500 mg/vial (sebagai garam Na) (untuk dilarutkan dalam 5 ml air injeksi).m.Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah. Kekuatan. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI./i. 3 juta UI/vial.m.2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat)./i. 10 juta UI/vial.1 Antelmintik Intestinal albendazol (Bentuk Sediaan.2 ANTIBAKTERI 6. ktk 2 vial 26 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 27 . ANTIINFEKSI 6. ktk 25 vial @ 10 ml inj i.2 juta UI/ml.m./i.m.1.m. 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 5 str @ 6 tab Untuk strongiloides. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. 6. Fasciolopsis buski. 1 juta UI/vial.2. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. ktk 10 vial serb inj i. 1.Khusus di Kalimantan Selatan untuk pengobatan . NAMA GENERIK 6. btl 60 ml serb inj i. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat). btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis.m.1.v. 500 mg/vial (sebagaigaram Na). 2.

100 mg/ml (sebagai Na suksinat).2. btl 60 ml serb inj i.2.3. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl). ktk 100 amp @ 2 ml Khusus untuk infeksi tulang.2. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). NAMA GENERIK 6. dan Kemasan) tab scored 200 mg. ktk 5 amp @ 5 ml.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab.6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCl). 6.v. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal ktk 10 str @ 10 kaps inj i. NAMA GENERIK trimetoprim (Bentuk Sediaan.2. 250 mg/3 ml (HCl). Kekuatan. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml. ktk 10 amp @ 3 ml inj i. btl 100 ml tab 500 mg.2. btl 100 tab dapson tab scored 100 mg. Pemakaian khusus untuk colitis ulcerativa.1 Tetrasiklin doksisiklin (Bentuk Sediaan.v. ktk 10 str @ 10 tab vankomisin Life saving pada infeksi MRSA 6.2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat).2. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat).2.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.v. ktk 10 amp @ 2 ml 6. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaps 100 mg(sebagai hiklat/HCl).1 Antilepra tab 500 mg. klindamisin tetrasiklin 6. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl).2. btl 100/1000 tab sup 500 mg. ktk 5 vial @ 10 ml Perlu pertimbangan yang baik. hanya untuk kondisi darurat.. Tidak sebagai pilihan utama untuk infeksi kuman gram ktk 10 bls @ 10 tab scored positif.2.2. btl 500 tab sulfasalazin inj i. ktk 1 vial 6. ktk 100 amp @ 2 ml inj 40 mg/ml (sebagai sulfat). btl 1000 tab scored 28 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 29 .3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi : sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16 mg/ml sulfadiazin tab.2 Antibakteri Lain 6.2.4 Makrolid eritromisin oksitetrasiklin kaps 250 mg (sebagai stearat). 50 mg/ml (HCl). btl 100 tab tab 250 mg. Kekuatan.2. ktk 10 vial @ 10 ml 6.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 mg/ml (sebagai sulfat).KELAS TERAPI.2. btl 100/1000 tab tab 500 mg. serb inj 500 mg/vial. ktk 10 str @ 10 kaps 6.2.v.

micronized kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg ketokonazol kapl 150 mg. Kekuatan. botol 12 ml Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obatobat lain. parakoksi . 50 mg. btl 100 tab scored tab scored 200 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg metenamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab. 300 mg tab 400 mg. btl 100 kaps kaps 300 mg. 500 mg tab 275 mg. vial @ 10 ml tab scored 250 mg.v. 450 mg tab 75 mg. 450 mg tab 75 mg. btl 100 tab Khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosa Paru). ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. NAMA GENERIK klofazimin. vial 50 mg/10 ml. micronized (Bentuk Sediaan. sistemik amfoterisin *) Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 30 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 31 . btl 1000 tab tab 500 mg. 6. btl 100 tab tab 500 mg (HCl). 75 mg.4 ANTIFUNGI 6.4. Kekuatan.. 150 mg. 75 mg tab 150 mg. streptomisin Kombinasi : rifampisin isoniazid Kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kapl 150 mg. btl 1000 tab tab 300 mg. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.1 Antifungi.000 UI/tab btl 100/1000 tab susp 100.dioidomikosis dan lain-lain).KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat). btl 100 tab scored tab 200 mg. Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. rifampisin Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis 6.3. ktk 100 vial trimetoprim 6.000 UI/ml. 50 mg inj. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg. btl 100 tab tab 100 mg.3. nistatin tab salut 500. btl 100 tab *) Penggunaan membutuhkan keahlian khusus griseofulvin. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. dan Kemasan) kaps dalam minyak 100 mg. infeksi mikosis sistemik (kandidiasis.2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCl). i. btl 100 tab scored rifampisin tab scored 300 mg. 250 mg. btl 100/1000 tab tab scored 100 mg. ktk 10 str @ 10 kaps FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 10 tab isoniazid pirazinamid tab salut enterik 500 mg. NAMA GENERIK Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan. 300 mg tab 400 mg. 500 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. dan Kemasan) kapl 150 mg.

6. btl 60 tab tab 40 mg. 60 mg/ml ktk 8 vial @ 1 ml tab 32 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 33 .2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab. ktg 20 g krim 2% (nitrat). NAMA GENERIK 6.2 Antimalaria 6. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) tab 150 mg stavudin tab scored 200 mg tab scored 400 mg 6.6. Kekuatan.2. btl 1000 tab tab 30 mg. topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol (Bentuk Sediaan.5.KELAS TERAPI. ktk 6 amp @ 1 ml inj i./i.m.6. 6 bls @ 10 tab artemether artesunat inj 80 mg/ml. 200 mg/10 ml zidovudin 6.2. dan Kemasan) ktk.1 Antiherpes asiklovir 6.4.1 Antiamuba dan Antigiardiasis diloksanid metronidazol tab 500 mg (furoat) tab 250 mg. ktk 10 str @ 10 tab kuinin Hanya untuk malaria yang gawat.6 ANTIVIRUS 6. btl 100 tab tab 500 mg. btl 30 tab nevirapin 6. btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.3 Protease Inhibitor lopinavir tab 200 mg.000 UI/tab.2. btl 100 tab sir 50 mg/5 ml. btl 100 tab 6. btl 1000 tab inj i. ktk 100 amp @ 2 ml tab 15 mg (sebagai fosfat). btl 60 tab tab 100 mg. natrium tiosulfat nistatin primakuin 6. Antiretroviral 6.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). 6.5.6. 25% (sebagai HCl).5 ANTIPROTOZOA 6. btl 60 tab tab 300 mg.2 Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) efavirens tab 200 mg. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI serb 2% (nitrat). btl 10 ml lar infus i.6. tube 10 g cairan 25%.v.2. NAMA GENERIK kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. Kekuatan. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). btl 30 ml tab vagina 100.1.v. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.5. btl 90 tab tab 600 mg.5. dan Kemasan) salep.2 Antifungi. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).2.2.v.

ktk 1 vial serb inj i. btl 28 tab serb inj i. btl 50 kaps inj 50 mg/ml.v. NAMA GENERIK 7. ktk 5 amp @ 1/10 ml tab 2 mg tab 2 mg tab 50 mg. ktk 1 vial 0. 0. btl 100 kaps tab salut 50 mg.v. ktk 1 vial @ 4 ml serb inj i.v. btl 30 tab kaps lunak 40 mg (undekanoat).1 HORMON DAN ANTIHORMON medroksi progesteron asetat tab 250 mg. btl 100 tab kaps lunak 25 mg. dan Kemasan) inj i./i. ktk 30/100 tab etoposid 1 mg 50 mg fluorourasil 8. btl 25 tab tab 2.t. ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial.v.5 mg/vial. ktk 1 vial serb inj 15 mg/amp (sebagai HCl).v. ktk 10 amp @ 5 ml tab 15 mg. testosteron 8.3 SITOTOKSIK asparaginase bleomisin busulfan dakarbazin serb inj 10. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 2.5 mg (sebagai mesilat).5 mg serb inj 20 mg/vial (HCI). Kekuatan. 50 mg/vial (HCl).1 PROFILAKSIS dihidroergotamin propranolol 7.m. ktk 1 amp tab salut 2 mg. ANTIMIGREN 7. ANTINEOPLASTIK.000 UI/vial. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i.5 mg (sebagai garam Na).5 ml tab 20 mg (sebagai sitrat). ktk 10 amp @ 5 ml prokarbazin siklofosfamid 8. btl 50 tab inj 200 mg/ml. 200 mg/vial.2.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein (Bentuk Sediaan. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. btl 100 tab tab. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF 8. ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCl). ktk 1 vial serb inj i. ktk 10 str @ 10 tab tab scored 40 mg (HCl) btl 100 tab scored daunorubisin doksorubisin tab 1 mg (tartrat).v. NAMA GENERIK daktinomisin (Bentuk Sediaan. btl 100 tab serb inj 100 mg/vial. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 500 mg/vial. ktk 5 str @ 4 kaps lunak kalsium folinat (leukovorin.KELAS TERAPI.v. ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg./i. btl 10 tab inj 3 mg/ml. btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na). 50 mg/ml. 1000 mg/vial. 10 mg/vial (HCl). ktk 1 vial sisplatin 34 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 35 . ktk 1 vial 2.v. 5 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 1 vial serb inj i. btl 10 kaps inj i. Kekuatan. Ca) klorambusil melfalan merkaptopurin metotreksat tamoksifen Harus disimpan pada suhu 2-8oC. IMUNOSUPRESAN azatioprin siklosporin tab 50 mg. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial.

63 g nitrogen) 17.k.k 100 mg/vial. btl 500 ml kombinasi : poligelin (ekivalen dengan 0. ktk 1 vial Untuk haemofilia A 8. btl 1000 tab tab 5 mg.v. vinkristin .Perlu sarana dan keahlian khusus. btl 500 ml sianokobalamin (vitamin B12) 10.v. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml.m 2 mg/ml. dan Kemasan) serb inj i.Tidak boleh diberikan secara intratekal . ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI vinblastin protamin sulfat Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 250 tab fraksi protein plasma Harus diproduksi dengan benar 10.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).Dosis untuk bayi prematur 0. PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11. Kekuatan. btl 30 tab Sesuai program perawatan paliatif rumah sakit 9. btl 1000 tab inj 10 mg/ml.2 KOAGULASI. btl 60 ml tts. btl inj 500 mcg/ml. ktk 1 vial serb inj 500 UI/vial + pelarut 10 ml.Harus disimpan pada suhu 2-8°C warfarin tab 2 mg (garam Na/K). OBAT untuk morfin tab 10 mg (sulfat). NAMA GENERIK heparin.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER hydroxy ethyl starch lar infus 6%. amp 1 ml . ktk 5 vial serb inj 10 mg/vial (sulfat). 5000 UI/ml. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil faktor IX kompleks tab. btl 100 tab Untuk haemofilia B tab 2 mg (HCl). OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . NAMA GENERIK sitarabin (Bentuk Sediaan. Na (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) inj i.v. btl 100 tab 11. btl 500 ml lar infus 10%.1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 UI/vial + pelarut 10 ml. . ktk 1 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.KELAS TERAPI. OBAT yang MEMPENGARUHI 10.m. .1 ANTIANEMI asam folat besi (II) sulfat 7 H20 tab 1 mg.125 g air steril bebas pirogen sampai 500 ml .19 g kalsium (terikat pada polipeptida 0. ktk 100 amp @ 1 ml 11./s.5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Pengganti plasma DOEN lar infus. Kekuatan. btl 1000 tab sir. btl 1000 tab tab salut 300 mg./i./s. DARAH.5 g natrium klorida 4.Variasi kombinasi sediaan yang beredar di pasaran dapat digunakan 36 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 37 . 1 mg/vial (sulfat). ktk 1 vial serb inj i.4 TERAPI PALIATIF.25 g kalium klorida 0. ktk 1 vial serb inj 1000 UI/vial + pelarut 25 ml.

5 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi : natrium bikarbonat 1. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml. ktk 1 amp 20 ml FORMULASI RESTRIKSI 12. ktk 1 amp 5 ml iopamidol 12. ktk 1 amp 20 ml inj 65%. btl 10 ml / 50 ml 38 39 . ktk 1 vial 20 ml inj 0. . btl 120 ml klorheksidin lar 5. 76%. btl 2 l susp 65%.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat.1. ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml. 1:10.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12.1. kedap udara. dan Kemasan) inj 0. ktg.2%.5% iodium.408 g/ml.2 TES FUNGSI 12.612 g/ml. ktk 10 amp @ 20 ml 12. NAMA GENERIK 12. 5%.1. ktk 1 amp 3 ml ioheksol tts mata 1% (garam Na).6 Urografi iopamidol (Bentuk Sediaan. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% 13. ktk 10 amp @ 20 ml inj i. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na). Kekuatan.KELAS TERAPI.1.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12.612 g/ml. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml.1.042 g barium sulfat 13.v. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0.4 Mielografi iofendilat inj 76%.2.5 l meglumin natrium amidotrizoat polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 cairan. 200 mg/ml. btl 1000 ml . DIAGNOSTIK (Bentuk Sediaan.2 Hati natrium bromsulftalein inj mengandung 30. ktg 200 g susp 2.2 Biligrafi natrium iopodat 12. ktk 1 vial 50 ml meglumin natrium amidotrizoat kaps 500 mg.755 g/ml. btl 2.2. btl 500 ml lar 59.2. ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN granul.Untuk diencerkan sampai 3%. btl 6 kaps 12.0% (glukonat). terlindung dari cahaya. ktk 1 amp 10 ml inj i. NAMA GENERIK 12. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. btl 5 ml inj 10%.k.25 g simetikon 0.1 Ginjal natrium aminohipurat 12.3 Lain-lain fluoresein inj i.v.1. Kekuatan.3 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. Untuk diencerkan serb. btl 250/450 ml susp 55%.7%. ktk 1 amp 5 ml inj 20%. ktk 1 vial 2 ml 12.v.

/i. natrium hipoklorit nistatin tab 2. tube 10 g semprot 15% (HCl).KELAS TERAPI.2% (glukonat) inj 2% (HCl). btl 10 ml tab 0. 20 IU/ml. 10 mg/ml. btl 100 tab pasta.000 etil klorida eugenol fluor kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) klorheksidin lidokain inj. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl). OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. btl 1000 ml Program samijaga Ditjen P2-PL.1%). NAMA GENERIK povidon iodida 13.1 HORMON ANTIDIURETIK desmopresin vasopresin semprot inj i.m. dan Kemasan) lar 10%. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg.1 GIGI dan MULUT .05-0. btl 6 g (4. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar. DIURETIK furosemida tab 40 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 250 tab inj i. ktk 25 amp @ 2 ml tab 25 mg. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16. btl 100 tab tab 5 mg. btl 1000 ml serb (untuk lar 0. HORMON. Kekuatan. btl 500 ml tab 25 mg.2 ANTIDIABETES 16.k. ktk 5 bls @ 20 tab glipizid Daftar Obat Esensial Nasional 2008 40 41 .v.5 mg.5 mg. btl 100 g pasta pengisi saluran akar spons gelatin senyawa klor surgical ginggival pack 14. ktk 2 tube cairan./s. btl 12 ml Daftar Obat Esensial Nasional 2008 16.2.m. ktk 10 str @10 tab hidroklortiazid semprot 0. btl 100 tab tab 5 mg. Kekuatan. btl 1000 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. GIGI dan MULUT. ktg 20 g cairan.000 UI/ml. btl 10 ml susp 100. btl 100 g serb. btl 60 ml cairan konsentrat 5%.1 Antidiabetes.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. btl 10 ml Kemasan harus kedap udara manitol spironolakton 16. btl 100 tab lar 5%. btl 1000 tab lar infus 20%. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 15.2 GIGI dan MULUT.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida (Bentuk Sediaan. btl cubicles 1x1x1 cm. glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin tab 1 g. btl 100 ml /1000 ml serb. btl 10 g lar. dan Kemasan) lar dan serb. klg 50 butir set FORMULASI RESTRIKSI 14. btl 100 ml cairan. OBAT dan BAHAN untuk 14. ktk 10 amp @ 1 ml lar 0.2 ml. Oral glibenklamida Untuk diencerkan.

3. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml.3.4. btl 1000 tab Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu. str 28 tab tab 0. inj 100 UI/ml. serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg 17. KARDIOVASKULER. Implan levonorgestrel (Bentuk Sediaan. btl 50 tab tab scored 100 mg.3.4. ktk 1 vial 1 ml hidrokortison tab 0.btl 60 tab tab sublingual 0. ktk 1 vial 10 ml propiltiourasil 16.4. 125 mg/ml. btl 100 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 1 vial 10 ml inj 100 UI/ml. btl 100 tab tab 0. ktk 6 amp @ 3 ml tab 0. btl 100 tab inj 0.3.1 ANTIANGINA atenolol diltiazem HCl isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg. btl 100/1000 tab tab 0. btl 30 tab Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN.0625 mg untuk pediatrik 16. dan Kemasan) tab 500 mg. ktk 1 vial 10 ml 16.1 Androgen testosteron 16.3. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg 30 mcg etinilestradiol 16.625 mg.1 Kontraseptik.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml natrium tiroksin tab 0. btl 100 tab tab 0.2 Kontraseptik. ktk 10 str @ 10 tab tab 30 mg. AKDR (IUD) copper T set / buah digoksin 42 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 43 . ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg.4 Kontraseptik 16. NAMA GENERIK 16.5 KORTIKOSTEROID deksametason inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat). pil 17. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg.3.1 mg. Kekuatan.5 mg.3 Kontraseptik. NAMA GENERIK metformin 16. OBAT inj i.2 Antidiabetes.KELAS TERAPI. Kekuatan. Parenteral insulin intermediate insulin regular insulin regular : insulin intermediate (30 : 70) (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) implan 2 rods (3-4 tahun) FORMULASI RESTRIKSI inj 100 UI/ml.3 Progestogen hidroksi progesteron noretisteron 16.2 ANTIARITMIA amiodaron tab 200 mg.25 mg/ml. ktk. btl 100 tab prednison 17.5 mg. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).0625 mg.05 mg. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg.2. btl 1000 tab 16.3.4.2 Estrogen estrogen terkonjugasi etinilestradiol 16.m.ktk 1amp @ 2 ml Tablet 0.5 mg.3.25 mg.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.4 Kontraseptik.

OBAT digoksin tab 0. amp 10 ml inj 40 mg/ml (HCl). btl 100 kaps inj 0.6 GAGAL JANTUNG. .KELAS TERAPI.v. Digunakan untuk hipertensi berat 17.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. btl 100/1000 tab inj. btl 100/100 tab inj 0. btl 50 tab tab 25 mg.v.0625 mg.7. ktk 100 amp @ 1 ml klonidin *) dopamin lisinopril epinefrin (adrenalin) metildopa 17. OBAT untuk 17. furosemida 17. 10 mg/ml.v. ktk 20 str @ 10 tab inj i. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg. ktk 10 str @ 6 / 10 tab scored inj i. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (HCl).1 % (sebagai HCl/ bitartrat).25 mg/ml.7. amp 2 ml natrium nitroprusid *) nifedipin Sebagai long acting vasopressor.7 SYOK.25 mg.Perlu sarana dan keahlian khusus. dan Kemasan) inj 750. .5 juta UI/vial FORMULASI RESTRIKSI Untuk intrakardial atau resusitasi streptokinase . ktk 10 bls @ 10 tab 44 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 45 . ktk 100 amp @ 1 ml inj 4 mg/ml. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg.Dapat timbul efek samping batuk. dan Kemasan) kaps 100 mg (fosfat).5 TROMBOLITIK (Bentuk Sediaan. 1 mg/ml (HCl).Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. NAMA GENERIK disopiramida epinefrin (adrenalin) lidokain (Bentuk Sediaan. ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida kaptopril tab 50 mg. Kekuatan. btl 100 tab inj i. NAMA GENERIK 17. . ktk 30 tab scored inj 50 mg/ml (HCl).4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg.Dapat timbul efek samping batuk. 2% (HCl).Pemakaian terbatas (kasus tertentu). 17.15 mg/ml ( HCl). ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12.5 mg. Kekuatan.m.m. ktk 5 amp @ 5 ml inj i. kaptopril ./i. vial tab 10 mg Diberikan setiap 4 jam. 0. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg. ktk 10 amp @ 1ml tab 40 mg (HCl).5 mg. .5 mg/ml (HCl). ktk 10 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.1 Syok Kardiogenik dobutamin inj 50 mg/ml. 0. btl 30 tab inj 2.2 Syok karena anestesi efedrin norepinefrin 17.1% (sebagai bitartrat). btl 100 tab tab scored 12.000 UI/vial inj 1.0625 mg untuk pediatrik verapamil Untuk aritmia supraventrikuler. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg. btl 100 tab tab 0. ktk 10 str @ 10 tab scored propranolol Tablet 0. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.v. 17. vial 5 ml inj 25 mg/ml.

ktg 20 g krim 2% (nitrat). . btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : . tube 5 g krim 0. ktk 100 g susp 2%. KULIT. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. tube 10 g cairan 25%.05%.Harus diaplikasikan oleh dokter . pot 30 g salep 5%. btl 100 ml tingtur 25 %. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0.1 % boraks 0. k a r e n a d a p a t menimbulkan bahaya akibat absorpsi. pot 500 g Hanya untuk luka bakar yang luas. btl 30 ml susp 5%.1% (sebagai valerat). tube 40 g hidrokortison liquor veilli (solutio salicylic acid 0. btl 30 ml liquor 18. .Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.5 % gliserin 10 % serb 2%. Kekuatan. pot 30 g lar 5 %.Tidak boleh dibawa pulang.5% (asetat). btl 30 ml natrium tiosulfat 18.000 UI/g perak sulfadiazin 18. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. OBAT TOPIK AL untuk 18. pot 30 g salep 10%. NAMA GENERIK Salep 2-4 .3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol salep. tube 5 g krim 2.6 KAUSTIK (Bentuk Sediaan.1 ANTIAKNE asam retinoat 18.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens liquor faberi krim 10 %. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI 18.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat krim 1%. tube 5 g krim 0.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis. . coal tar podofilin serb 2% (nitrat). Kekuatan. salep.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS permetrin krim 5 %. tube 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 47 . dan Kemasan) salep.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. tube 20 g perak nitrat lar 20%. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 18. tube 5 g larutan Dibuat segar urea 18.KELAS TERAPI. salep 2%.1 %) kombinasi : asam salisilat 0.1% (sebagai valerat).

. dan Kemasan) lar infus. 100 ktg. btl lar infus 0.9%. 10%. btl 5 ml tts mata 0. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20.1%.18 % (Bentuk Sediaan.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat kalium klorida serb.4% isotonik.Disimpan dalam wadah kedap udara. ktk 1 amp 10 ml inj i.v. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL dialisa peritoneal DOEN hemodialisa DOEN 20. tiap ktg untuk 200 ml air 0. LARUTAN ELEKTROLIT.5 g gentamisin salep mata 0. 8.5% (HCl). ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0. btl 500 ml lar infus 3%. btl 500 ml inj 15%.5 g tts mata 0. inj 0. btl 500 ml FORMULASI RESTRIKSI Untuk pra operatif pada anak. Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah lar infus.3%.1. btl 500 ml lar infus 5%. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium. btl 100/500 ml lar infus 20%. 1 mek/ml.52 g 0. btl 25 ml inj 1. ktk 24 amp@10 ml salep mata 3%.Perlu sarana dan keahlian khusus.v. btl 500 ml lar infus 40%. Kekuatan.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air .5% (HCl).KELAS TERAPI. OBAT untuk 21. btl 500 ml inj i. btl 500 ml tetrakain 21. tube kedap 10 tab . btl 5 ml salep mata 0. btl 1 galon FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. Kekuatan.2 PARENTERAL cairan intralipid tab 500 mg. kombinasi : glukosa 4% natrium klorida 0. btl 25 ml inj i. btl lar infus 5 %. dan Kemasan) lar infus. tube 3. amp/vial @10 ml/20 ml lar infus 10%. 24 btl @ 1000 ml lar. btl 5 ml darrow glukosa ana (DG ana) darrow glukosa half strength dekstrose glukosa lar infus. btl 500 ml lar infus 10%. vial 50 ml lar infus. btl 100/500 ml .v.5%. btl 500 ml Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah. tube 3.225 % Larutan nutrisi. tube 3. btl 1000 tab ktk. 19. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ANESTETIK LOKAL bupivakain natrium bikarbonat 20. MATA. btl 500 ml manitol natrium bikarbonat lar infus 20%.3%. natrium klorida ringer laktat 20.3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21. NAMA GENERIK Larutan nutrisi DOEN kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0.4%.30 g 0.58 g 2.5g idoksuridin kalium klorida kalsium glukonat oksitetrasiklin 48 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 49 .70 g tab siap larut 300 mg. tube 4 g salep mata 1% (HCl).2 ANTIMIKROBA amfoterisin lar infus.

dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 22.5 mg (HCl).4 ANTIPSIKOSIS flufenazin tab 25 mg (HCl). btl 15 ml 23.m. btl 15 ml oksitosin 22. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). ktk 30 tab kap/tab 20 mg. btl 1000 tab tab 5 mg.4 MIDRIATIK atropin tts mata 0. ktk 10 bls @ 10 tab fluoksetin kap/tab 10 mg. ktk 100 amp @ 2 ml pilokarpin timolol 23. btl 5 ml tts mata 0. ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%. btl 100 tab inj 0. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. Kekuatan. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. btl 5 ml metilergometrin tab salut 0.25% (maleat). ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml tts mata 2% (HCl/nitrat).6 LAIN-LAIN kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg dekstran (70) 1 mg gliserin 2 mg benzalkonium klorida 0.2 mmol ek/l 21.3 ANTIINFLAMASI betametason (Bentuk Sediaan.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 vial @ 1 ml 50 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 51 . ktk 10 vial @ 20 ml 21.v. ktk 30 tab tab 200 mg.8-1.m.KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 10 tab Bila memungkinkan dilakukan monitoring kadar obat. dan Kemasan) tts mata 15% (natrium). btl 100 tab serb inj i. btl 5 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA asetazolamida tab 250 mg. btl 1000 tab inj i. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 100 tab inj i.25 mg/ml (dekanoat). btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). 5 mg/ml. Kekuatan. btl 5 ml 23. btl 5 ml tts mata 0.m/i.1 OKSITOSIK tts mata 1 mg/ml (natrium).3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tts mata 2%.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl).01% b/v natrium kromoglikat lar 2%.5% (sulfat).200 mg/ml. NAMA GENERIK sulfasetamida 21. PSIKOFARMAKA 23. btl 1000 tab tab 2.2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat homatropin inj 20%.125 mg (maleat).5% (maleat). btl 5 ml Untuk kasus dry eyes syndrome litium karbonat 23. ktk 100 amp @ 1 ml 21. Safety windows 0. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat).

untuk 25.5 ml rokuronium inj i. OBAT untuk (dl) metilfenidat *) tab 1 mg. NAMA GENERIK suksinilkolin (Bentuk Sediaan. ktk 50 tab FORMULASI RESTRIKSI Sebagai alternatif klorpromazin. btl 15 ml/100 ml inj i. btl 60 ml risperidon 23.2 MIASTENIA GRAVIS. OBAT untuk neostigmin *) inj 0. 25 mg/ml (HCl). .Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 50 tab tab 50 mg.m. ktk 10 str/bls @ 10 tab *) Merupakan alternatif kedua setelah piridostigmin 25. btl 1000 tab inj i. 25 mg/ml (HCl). RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE 24.5 mg.m.m. ktk 50 amp @ 1 ml piridostigmin tab 60 mg (bromida). ktk 10 vial FORMULASI RESTRIKSI . vial 5 ml klorpromazin tab salut 25 mg (HCl).v 10 mg/ml. ktk 3 str @ 10 tab tab regular release 10 mg. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. 5 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) tab salut 25 mg (HCl). amp 2.5 ml. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg.m. 100 mg/vial (klorida). dan Kemasan) tab 0. btl 1000 tab inj i. ktk 30 tab Perlu keahlian khusus dalam penggunaannya. ktk 5 str @ 10 tab tab 150 mg. ADHD./i. NAMA GENERIK haloperidol (Bentuk Sediaan.Merupakan obat terpilih dalam pengobatan psikosis yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain susp. 2 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj i. Kekuatan. 24. OBAT.KELAS TERAPI.m.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25.Perlu sarana dan keahlian khusus. dan Kemasan) serb inj i. ktk 30 tab tab extended release 20 mg.5 mg. btl 1000 tab Penggunaan ½ . 5. ktk 5 str @ 10 tab tab 2 mg.5 mg/ml (metilsulfat). btl 1000 tab klorpromazin klozapin *) . Kekuatan. SALURAN CERNA. btl 100/1000 tab tab 1. btl 100/1000 tab tab 2 mg.v. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl).1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 24. ktk 100 tab tab 5 mg. dimenhidrinat tab 50 mg.m 5 mg/ml (HCl). KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 2 ml 52 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 53 .1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER atrakurium inj 25 mg / 2.2 ANTIEMETIK tab kunyah.Sebaiknya dilakukan cek leukosit secara berkala (hati-hati agranulositosis) . ktk 100 amp @ 1 ml inj i.

m. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl).6 KATARTIK bisakodil salbutamol serb.k. Kekuatan.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml. ktk 4x5 nebules 25. ktk 10 amp @ 2 ml sir 5 mg/5 ml. 10 ml ih/aerosol 100 mcg/dosis (sebagai sulfat). btl 1000 tab inj i. btl 100 ml gliserin 26. ktk 6 sup cairan.1 mg/tts./s. OBAT untuk sulfasalazin 26. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat). btl 10 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 mcg/puff. NAMA GENERIK metoklopramid (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) tab 10 mg (sebagai HCl). SALURAN NAPAS. Kekuatan. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25.1 % (sebagai HCl/bitartrat). 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). dan Kemasan) tab 500 mg. kanister 15 ml tab 0.5ml NaCl./i.v.KELAS TERAPI. klg 100 tab inj i.30 g 0.7 ANTIINFLAMASI.5 % . 0. tiap ktg untuk 200 ml air 0.52 g 0. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 25. btl 1000 tab inj 0. btl 100/1000 tab lar ih 0. kanister 15 ml aerosol 200 mcg/puff.5 DIARE. 1 mg/ml (sulfat). ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg. ktk 100 sup budesonid deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) ekstrak beladon 25. sup 5 mg.v.v. btl 50 ml tts 0.70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah Inhalasi untuk serangan intermitten dan untuk serangan akut pertama. btl 60 ml 54 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 55 ./s.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. 100 ktg.58 g 2. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr). btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25.25 mg/ml (sulfat).4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat).5 mg.m. OBAT untuk 26. ktk 6 sup sup 10 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.k. btl 100/1000 tab sup./i. ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2.5 mg/2. btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCl). tabung 200/400 dosis inj 50 mcg/ml (sebagai sulfat).

C. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. karbogliserin lidokain oksimetazolin Disimpan pada suhu 2-8º C. . Disimpan pada suhu 2-8º C.k.m. Disimpan pada suhu 2-8º C 27. 10.m. 20. btl 1000 ml vaksin campak obat batuk hitam (OBH) vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus(DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies.m.m. ktk 1 vial 0. ktk 10 vial @ 4 ml inj i.G. ktk vial 10/20 dosis serb inj s. dan Kemasan) tab 10 mg (HCl/fosfat). kedap udara. tts telinga 10 %.v 20.. ktk 5 amp @ 4 ml inj s.. ktk 10 vial @ 10 ml inj i.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5 ml.000 UI/vial. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Harus disimpan pada suhu dibawah 5º C Disimpan pada suhu 2-8º C. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C.S) Untuk pencegahan : inj i.B.. btl 5 ml cairan semprot 4% (HCl).m. 26.Digunakan untuk pengobatan post-exposure di daerah rabies.050 % (HCl). btl 50 ml tts hidung 0.Disimpan pada suhu 2-8° C. HIDUNG dan TENGGOROKAN. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C.025% (HCl).m. terlindung dari cahaya. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i. inj i.Khusus daerah tertentu ..KELAS TERAPI./i.U.k. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. btl 200 ml cairan konsentrat. TELINGA. inj i.m.B.T.m./i. ktk 5 amp @ 2 ml inj i. ktk 10 amp @ 2 ml. dan Kemasan) inj i. 28. btl 1000 tab cairan. I (khusus ular dari luar Papua) A. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C tts.k.. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. SISTEM IMUN. btl 1000 ml serum antitetanus (A..k. . serum antirabies . OBAT untuk hidrogen peroksida cairan konsentrat.000 UI/vial./i. NAMA GENERIK 27.m.v. 500 UI.2 VAKSIN vaksin B.D.m.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN human tetanus imunoglobulin serum anti bisa ular A. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan post-exposure di daerah rabies.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C. btl 60 ml tab 100 mg. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C inj i. btl 15 ml tts hidung 0. inj i. 1 ml inj i.000 UI/amp. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. ktk 10 vial @ 10 ml . NAMA GENERIK kodein (Bentuk Sediaan.m. Kekuatan.m./i. Kekuatan. btl 10 ml serum imunoglobulin 56 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 57 . 100 UI/ml.v.. 10. .U.Disimpan pada suhu 2-8º C. . .000 UI/vial. (Bentuk Sediaan..k.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca.S) inj i.Untuk diencerkan sampai 3%. 1500 UI/amp. . vial inj i.5.Disimpan pada suhu 2-8º C.

botol 1000 tab kaps lunak 50. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian terapeutik pada hipokalsemia iodium BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) nikotinamid piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks 58 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . btl 1000 tab tab 100 mg tab 10 mg (HCl). ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg. btl 50 kaps lunak tab 50 mg (HCl). btl 1000 tab tab 25 mg (HCl).KELAS TERAPI. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) ergokalsiferol (vitamin D3) (Bentuk Sediaan. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. NAMA GENERIK 29. btl 1000 tab kaps 50.000 UI/ml. btl 1000 tab tab 5000 IU. btl 1000 tab tab. btl 100 kaps susp 10.000 UI.000 UI.000 UI (sebagai palmitat).000 UI. btl 60 ml kaps lunak 200 mg. Kekuatan. dan Kemasan) tab 50 mg. btl 1500 kaps lunak inj 100 mg/ml.

k/i.v 10 mg/ml (sebagai HCl). NAMA GENERIK 2. ANESTETIK (Bentuk Sediaan.Tidak diberikan sewaktu serangan akut. ktk 10 amp @ 2 ml 1. ktk 10 amp @ 1 ml 1.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. oksigen tiopental natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. btl 1000 tab Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 2. ANTIPIRETIK. ktk 10 vial @ 20 ml ih.Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum.v 2% (HCl). btl 1000 tab inj 5 mg/ml.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). diazepam morfin probenesid tab 500 mg.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. ktk 25 amp Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. Kekuatan. ANALGESIK.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) ibuprofen metampiron tab 100 mg. ktk 10 bls @10 tab tab 200 mg.m 10 mg/ml (HCl). dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI FORMULASI RESTRIKSI 2.m/s.1 ANALGESIK NARKOTIK petidin inj i.BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 KELAS TERAPI.v 10 mg/ml (HCl/sulfat). 1. gas dalam tabung serb inj i. dan Kemasan) KELAS TERAPI.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%.v 50 mg/ml (sebagai HCl). btl 100 tab tab 500 mg.m/s.3. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. btl 100/1000 tab 3. btl 50 ml Kemasan harus kedap udara.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal terjadi pada 65% penderita . btl 1000 tab tab 500 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. btl 60 ml 2. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg.k/i. btl 100 tab tab 400 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin 59 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 60 .1 ANESTETIK LOKAL etil klorida lidokain semprot. Kekuatan. tube 10 g semprot 4%.v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). . NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 100/1000 tab . ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ANTIPIRAI 1. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg.v lambat 50 mg/ml (HCl). ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl).

m/i. ktg 30 g 6. Kekuatan.Dosis 0. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) inj s. tube 2.m/i.v 5 mg/ml. btl 1000 tab tab 50 mg. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4.m 50 mg/ml.v 25%. ANTIINFEKSI .1 Antelmintik Intestinal mebendazol tab 100 mg. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).Terpilih untuk anafilaksis . ktk 100 amp @ 1 ml 6.2 UMUM karbon aktif magnesium sulfat tab 1 mg.k 1 mg/ml (sulfat).k/i. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis. ktk 100 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin tab 4 mg ( maleat). btl 1000 tab inj i.2 ANTIBAKTERI tab scored 100 mg (sitrat). dan Kemasan) tab 30 mg. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).1.4 juta UI/ml. ktk 10 amp @ 2 ml 6.v 250 mg/vial (sebagai garam Na).v/s. Kekuatan. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml.1 ANTELMINTIK 4.5 kg serb.v 50 mg/ml (sebagai garam Na).1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg.m 1. ktk 25 vial @ 10 ml 5.v 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 amp @ 2 ml Khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas.m/i. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat).1 KHUSUS atropin inj i. btl 30 ml pirantel tab scored 250 mg (sebagai pamoat). d serb aktif. ktk 10 vial serb inj i. . ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI . ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i.3 mg .5 ml kaps 30 mg (garam Na). ktg 0.0. btl 1000 tab tab 100 mg.2 Antifilaria dietilkarbamazin 6. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 6. btl 60 ml serb inj i.m 2.2. btl 30 ml kalsium folinat (leukovorin. ktk 10 amp @10 ml 6. benzatin benzilpenisilin ampisilin fenitoin 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 62 .Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar).1. ktk 10 vial inj i.1% (sebagai HCl/ bitartrat).m/i. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). NAMA GENERIK fenobarbital (Bentuk Sediaan. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. btl 1000 tab inj i.5 mg. btl 100 tab tab 500 mg. Ca) natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4.KELAS TERAPI.m 0.2 juta UI/ml. bisa diulang KELAS TERAPI.

3. ktk 10 str @ 10 kaps dapson klofazimin.2. btl 100 kaps tetrasiklin 6.KELAS TERAPI. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI Tidak untuk infeksi berat 6.v 10 juta UI/vial. ktk 10 amp @ 3 ml inj i. btl 100 tab tab 100 mg.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.3.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg tab.v 50 mg/ml (HCl). 75 mg tab 150 mg. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. NAMA GENERIK benzilpenisilin kristal fenoksimetil penisilin (penisilin V) (Bentuk Sediaan.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab 250 mg. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat).2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). btl 60 ml pirazinamid rifampisin 6.m/i.2. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). dan Kemasan) tab 500 mg. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). NAMA GENERIK sulfadiazin trimetoprim (Bentuk Sediaan.2. btl 100/1000 tab 6. btl 60 ml 6. ktk 100 vial kapl 150 mg. btl 100 tab tab scored 200 mg.2 Antituberkulosis etambutol isoniazid tab 250 mg (HCl). btl 100 tab tab scored 300 mg.2.v 250 mg/3 ml (HCl). btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg. ktk 25 vial tab 500 mg (sebagai garam K).2.2. dan Kemasan) inj i. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.2. 63 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 64 . ktk 100 vial serb inj i.4 Makrolid eritromisin prokain benzilpenisilin kaps 250 mg (sebagai stearat).1 Tetrasiklin oksitetrasiklin inj i. btl 100 tab Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 6.2. Kekuatan. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). btl 1000 tab tab 500 mg. Kekuatan. btl 60 ml serb inj i.m 3 juta UI/vial. btl 100 tab tab 500 mg (HCl).2.1 Antilepra 6. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl). btl 1000 tab tab 300 mg. 50 mg Hanya untuk tuberkulosis dan lepra.m 1 juta UI/vial. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl).2. ktk 10 str @ 10 tab streptomisin kombinasi : rifampisin isoniazid Dengan kemasan khusus tab. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. micronized tab scored 100 mg. btl 100/1000 tab tab 500 mg.2 Antibakteri Lain 6.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.

btl 100 tab kapl 150 mg.3. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. 300 mg tab 400 mg. btl 100 tab scored Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.4 ANTIFUNGI 6.2.KELAS TERAPI. Kekuatan. Sistemik griseofulvin. NAMA GENERIK nistatin (Bentuk Sediaan. ktk 8 vial @ 1 ml 6. artemether artesunat inj 80 mg/ml. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 6. 450 mg tab 75 mg. micronized nistatin tab scored 250 mg.5. 450 mg tab 75 mg. 50 mg. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat). ktk 10 str @ 10 tab 6.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat).4. 500 mg 6. btl 100 tab scored tab scored 200 mg.4.v 25% (sebagai HCl). btl 1000 tab 65 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 66 . 250 mg. 75 mg.000 UI/tab. dan Kemasan) tab vagina 100. pot 30 g .5.5.5 ANTIPROTOZOA 6.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab. btl 1000 tab 6.000 UI/tab. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 100 tab tab 500 mg. btl 1000 tab inj i.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat).3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg nitrofurantoin trimetoprim tab.5. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat).2 Antifungi. dan Kemasan) kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.2 Antimalaria kapl 150 mg. . Topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% salep. 300 mg tab 400 mg. btl 12 ml kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin ktk. ktk 100 amp @ 2 ml kuinin 6. KELAS TERAPI. ktk 6 amp @ 1 ml inj i.v/i.Hanya untuk malaria yang gawat. 150 mg. NAMA GENERIK kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan.000 UI/ml. Kekuatan. 500 mg tab 275 mg. btl 100/1000 tab susp 100. btl 100 tab scored tab salut 500.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg.1 Antifungi. 500 mg 6.m 60 mg/ml. btl 500 tab tab scored 100 mg.2.

btl 5 ml inj 10%. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI tab 2. kedap udara.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. ktk 30/100 tab tts mata 1% (garam Na).3 Lain-lain fluoresein 7. Kekuatan. besi (II) sulfat 7 H20 sianokobalamin (vitamin B12) kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida cairan. ktk 100 amp @ 1 ml povidon iodida 13. ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2-PL. NAMA GENERIK 7. btl 60 ml tts. btl 250 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 1000 ml . 10.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit lar 10%.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat).1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat.Untuk diencerkan sampai 3%. btl 1000 ml 10. Kekuatan.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin (Bentuk Sediaan. DARAH.m 2 mg/ml. btl 1000 ml .1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg. ktk 1 amp 5 ml 1 mg 50 mg 12. ktk 10 str @ 10 tab 12. btl 100 ml /1000 ml serb. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na). tab 2 mg (HCl).5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 67 68 .2.KELAS TERAPI. ANTIMIGREN 7. btl 1000 ml lar. btl 1000 tab sir. ktk 1 vial 2 ml 9. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. OBAT yang MEMPENGARUHI 10. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.Dosis untuk bayi prematur 0. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13. terlindung dari cahaya . ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab. NAMA GENERIK 12.2 TES FUNGSI (Bentuk Sediaan. amp 1 ml tab 1 g. DIAGNOSTIK 12. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. 13. btl 100 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu.5 mg (sebagai mesilat). btl 100 tab tab. btl 1000 tab tab salut 300 mg. ktk 1 amp 5 ml inj 20%. btl inj 500 mcg/ml. btl 100 tab lar 5%.2 KOAGULASI.k 1:10. btl 1000 tab inj 10 mg/ml.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg .3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i.

btl 250 tab inj i.1 GIGI dan MULUT . DIURETIK furosemida (Bentuk Sediaan.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. ktk 2 tube cairan. AKDR (IUD) copper T set / buah 16. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin pasta pengisi saluran akar spons gelatin lar dan serb.05-0. Kekuatan. NAMA GENERIK 15. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. GIGI dan MULUT. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK semprot 0.3. OBAT dan BAHAN untuk 14. btl 10 ml 16. btl cubicles 1x1x1 cm. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg pil nistatin 14.3. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl). inj 2% (HCl).2 GIGI dan MULUT. btl 100 ml cairan.1 Kontraseptik. propiltiourasil tab scored 100 mg.v/i. btl 10 ml tab 0. btl 100 tab tab 5 mg. btl 100 tab metformin kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) lidokain pasta. Kekuatan.1 Antidiabetes. Oral glibenklamida tab 2.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.2 Kontraseptik. btl 1000 tab 69 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 70 .3 Kontraseptik. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 16.000 etil klorida eugenol fluor inj.5 mg.5 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. klg 50 butir 16. btl 60 ml susp 100. HORMON. btl 10 g lar.2 ml.4.2 ANTIDIABETES 16.3. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.4 Kontraseptik Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. btl 100 tab Untuk puskesmas daerah tertentu Kemasan harus kedap udara 16.4. tube 10 g semprot 15% (HCl).4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml Pemakaian harus dilarutkan dulu.4. btl 12 ml 16.m 10 mg/ml. btl 6 g (4. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg serb. dan Kemasan) tab 40 mg.2. ktk 25 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI 14.3. btl 100 tab tab 500 mg.KELAS TERAPI. btl 100 g 16.000 UI/ml.

ktk 10 str @ 10 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaptopril hidrokortison . btl 100 tab inj i. OBAT TOPIKAL untuk tab 10 mg (HCl). ktk 10 bls @ 10 tab 18. prednison Sebagai alternatif deksametason.000 UI/g 18.v 0.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg.1 % (sebagai HCl/ bitartrat). . ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg.3 ANTIFUNGI salep.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida kaptopril tab 25 mg. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.btl 60 tab 17.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0. ktk 10 amp @ 1ml 18. dan Kemasan) tab 40 mg.1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i. Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep. 17.1% (sebagai valerat).7 SYOK.Dapat timbul efek samping batuk. tube 5 g krim 2.v 1 mg/ml (HCl).0625 mg untuk pediatrik hidrokortison 71 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 72 . NAMA GENERIK 16. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored .6 GAGAL JANTUNG. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis.25 mg. . ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).5% (asetat). dan Kemasan) tab 0.5 KORTIKOSTEROID deksametason (Bentuk Sediaan.2 ANTIARITMIA propranolol tab 50 mg. KARDIOVASKULER. Kekuatan. tube 5 g krim 0. NAMA GENERIK furosemida (Bentuk Sediaan.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. btl 30 ml 17. KULIT.1 ANTIANGINA atenolol isosorbid dinitrat 17. cairan 25%. OBAT untuk 17. btl 100/100 tab inj 0. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. ktk 20 str @ 10 tab inj i.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg.KELAS TERAPI.5 mg. Kekuatan. ktk 1 amp 2 ml Tablet 0. tube 5 g 17.7.v/i.25 mg/ml. tube 5 g 17.m 10 mg/ml. OBAT 17.5 mg. ktk 100 amp @ 1 ml 17.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. btl 100 tab tab 0. ktk 30 tab 18.Dapat timbul efek samping batuk.5 mg.0625 mg. serb inj 100 mg/vial(Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg. btl 100 tab tab scored 12. OBAT digoksin tab 0.1% (sebagai valerat).

9%.Tidak boleh dibawa pulang. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan natrium klorida ringer laktat 20. btl 500 ml lar infus 10%.2 ANTIMIKROBA oksitetrasiklin lar infus. btl 500 ml lar infus 40%.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens salep mata 1% (HCl). . btl 30 ml liquor . serb. btl 500 ml lar infus 3%. . pot 30 g lar 5 %.5% (sulfat).1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 20.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. MATA.5g tts mata 15% (natrium). btl 30 ml susp 5%.3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21. btl 25 ml lar infus 0. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.58g glukosa anhidrat 2. btl 30 ml tab 500 mg. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). pot 30 g salep 5%. Kekuatan. vial 50 ml . Kekuatan. amp/vial @10 ml/20 ml tts mata 0. btl 5 ml 73 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 74 . btl 5 ml 18.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal.1 ANESTETIK LOKAL tetrakain 21. btl 1000 tab coal tar podofilin lar infus 5%.52 g kalium klorida 0.4 MIDRIATIK atropin liquor faberi tts mata 0. btl 100 ml tingtur 25 %.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0.Harus diaplikasikan oleh dokter . 100 ktg. tube 3.6 KAUSTIK perak nitrat lar 20%. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. LARUTAN ELEKTROLIT. dan Kemasan) salep. btl 500 ml ktk. .5% (HCl). karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi. OBAT untuk 21.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Salep 2-4.Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium . btl 500 ml inj 15%. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 18. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah 18. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. sulfasetamida 21. ktk 100 g susp 2%.70 g natrium bikarbonat 20.KELAS TERAPI.2 PARENTERAL glukosa Perlu pengawasan khusus karena : . pot 30 g salep 10%.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . btl 5 ml serb 2%. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.

2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl). btl 1000 tab tab 5 mg.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktk 100 amp @ 1 ml 25. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. btl 5 ml 22.5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA pilokarpin tts mata 2% (HCl/nitrat).5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 75 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 76 . ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat).2 ANTIEMETIK dimenhidrinat tab 50 mg. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg tab kunyah. ktk 100 sup kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg.Sebagai alternatif klorpromazin. ktk 100 tab tab 5 mg.m 5 mg/ml (HCl).1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0.m 5 mg/ml (HCl). Kekuatan. dan Kemasan) tab salut 25 mg (HCl).125 mg (maleat). btl 60 ml kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml 25.m 25 mg/ml (HCl).200 mg/ml. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl).5 mg. ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) . btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. untuk 25. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. btl 1000 tab klorpromazin tab 0. btl 1000 tab Penggunaan ½-1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 23. OBAT.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN sup. btl 100/1000 tab tab 2 mg. ktk 10 bls @ 10 tab 23. btl 15 ml/100 ml inj i. btl 1000 tab oksitosin 23.4 ANTIPSIKOSIS haloperidol tab 25 mg (HCl). btl 100 tab inj 0. NAMA GENERIK klorpromazin (Bentuk Sediaan. Kekuatan.m 2 mg/ml (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab inj i.5 mg.KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 2 ml Antasida DOEN II susp. PSIKOFARMAKA 23. btl 100/1000 tab tab 1.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin 23.m 25 mg/ml (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI 21. btl 1000 tab inj i.m 5 mg/ml. . ktk 100 amp @ 2 ml 25. tab salut 25 mg (HCl). SALURAN CERNA. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab inj i.

m.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial @ 10 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl)./i.m.000 UI/amp.v/s.1 ANTIASMA deksametason tab 0.v/s. . ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C.G.B. btl 1000 tab inj 0./i. OBAT untuk 26. btl 100/1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat). NAMA GENERIK kodein 26.m 20. 77 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 78 . .5 DIARE.m 100 UI/ml.70 g 25. Kekuatan. 100 ktg.000 UI/vial.Disimpan pada suhu 2-8º C. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. cairan.S) salbutamol Untuk pencegahan : inj i.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A. I (khusus ular dari luar Papua) A. inj i. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i. dan Kemasan) tab 10 mg.Digunakan untuk pengobat an post-exposure di daerah rabies.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI sir 25 mg/5 ml.S) inj i.m.m 1500 UI/amp. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).Disimpan pada suhu 2-8° C. btl 1000 ml ekstrak beladon 25.D.000 UI/vial. btl 100/1000 tab inj i.58g glukosa anhidrat 2.4 ANTISPASMODIK atropin (Bentuk Sediaan.m/i.k 1 mg/ml (sulfat).000 UI/vial. ktk 5 amp @ 4 ml Harus disimpan pada suhu dibawah 5° C. serum antirabies .k 0.v 20. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.B.T.v. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari i muntah 27.Khusus daerah tertentu . btl 1000 tab cairan.U. btl 1000 tab inj i.v 5 mg/ml (sebagai natrium fostat). OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0.Disimpan pada suhu 2-8º C efedrin epinefrin (adrenalin) serum antitetanus (A.2 VAKSIN vaksin B.6 KATARTIK gliserin obat batuk hitam (OBH) serb. SISTEM IMUN.5 mg. NAMA GENERIK 25.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr). SALURAN NAPAS.C.v 10.k.m/i.KELAS TERAPI. Kekuatan.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.m 10. btl 100 ml 26. ktk 5 amp @ 2 ml inj i. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. ktk 10 vial @ 5 ml . .U.52 g kalium klorida 0. ktk 10 amp @ 2 ml. btl 60 ml 27. klg 100 tab inj i. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg./i.25 mg/ml (sulfat). dan Kemasan) tab 1 mg (sulfat). btl 200 ml cairan konsentrat.k. inj i. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).1 % (sebagai HCl/bitartrat). ktkl 10 vial @ 4 ml 26. btl 60 ml tab 100 mg.

m. dan Kemasan) tab 50 mg (HCl) . btl 1000 tab tab 5.5. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200.k. NAMA GENERIK tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks (Bentuk Sediaan.m. Sp.Disimpan pada suhu 2-8º C . btl 50 kaps lunak retinol (vitamin A) 79 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 80 . Kekuatan. TELINGA. ktk 1 vial 0. btl 1000 tab kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) tab 500 mg. btl 1000 tab tab 25 mg (HCl).Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan pre-exposure di daerah rabies.000 UI. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) tab 50 mg.JP(K) 28. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. HIDUNG dan TENGGOROKAN. SITI FADILAH SUPARI. dan Kemasan) inj s.000 UI (sebagai palmitat). ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C tts. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml.KELAS TERAPI.dr. 1 ml inj i. NAMA GENERIK vaksin campak (Bentuk Sediaan. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C MENTERI KESEHATAN inj i. ktk vial 10/20 dosis serb inj s.k.k.m./i.000 UI. btl 1000 tab tab 10 mg (HCl). btl 5 ml 29. OBAT untuk karbogliserin tts telinga 10 %. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Disimpan pada suhu 2-8º C KELAS TERAPI. I Dr. Kekuatan. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. btl 1000 tab kaps lunak 50.000 UI. btl 1000 tab tab. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C .

Kemasan) PENAMBAHAN (+). ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml. ktk 6 amp @ 3 ml inj i. ktg tab 250 mg. tube 5 g tts.DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. tube 5 g jeli 5%.5 mg.v.5 ml salep mata 1000 UI/g.m 60 mg/ml. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml inj 25 mg/2.v.v/i. amp 2. btl 60 ml tts mata 1mg/ml (natrium). btl 1 oz inj.). btl 5 ml − − + − + DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN 3 4 5 6 artesunat + − Pindah sub kelas terapi 7 8 asam triklorasetat asetazolamida 9 10 11 atrakurium benzilpenisilin benzoil peroksida + − − + + 12 13 besi (II) sulfat 7H2O betametason Daftar Obat Esensial Nasional 2008 81 . i. PERUBAHAN FORMULASI 1 alprazolam LAMPIRAN I 2 amalgam perak amfoterisin*) amilorid amiodaron tab 0. ktk 8 vial @ 1 ml kristal. tube 5 g jeli 2..25 mg. vial 50 mg tab 5 mg (HCl). PENGURANGAN (. Kekuatan Sediaan. 500 mg/vial (sebagai garam Na). btl 100 tab serb inj i. ktk 10 str @ 10 tab tab 0. btl 100 tab tab 200 mg. ktk 10 str @ 10 tab serb 65 .75%.m/i.5 ml.5%.

m.)./i. 0.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 5 amp @ 1 ml 42 − − − − Perubahan bentuk garam 26 edrofonium efavirens 43 44 gameksan Garam Oralit I 28 45 46 gentian violet haloperidol 29 30 enfluran etakridin (rivanol) 82 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 83 . 100 ktg.35%. btl 100/1000 kaps sir 250 mg/5 ml. PENGURANGAN (.48 g iodium). PENGURANGAN (.25 mg. ktk 1 amp 10 ml kaps 250 mg.96 ml (setara dengan 0. btl 60 ml implan 1 rods (3 th) sirup 50 mg/5 ml tab 50 mg btl 10 ml inj i. btl 500 ml lar infus 5 %.a. Kemasan) PENAMBAHAN (+).05 mg/ml (sitrat).v.m. ktk 1 vial 10 ml − + + + − + Perubahan bentuk sediaan Perubahan kekuatan sediaan + 31 etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) inj i. btl 100 tab inj 0. btl 500 ml semprot tab scored 100 mg (sitrat). btl 100 tab tab 0. 1 ml mengandung 0. 5 mg/ml (HCl). ktk 5 amp @ 2 ml inj.0625 mg. ktk 30 tab − 32 etoksuksimid − 16 17 18 19 20 21 22 set / buah serb inj 50 mg (HCl) lar infus 6%. btl 5 ml inj 50 mg/ml. ktk 30 tab kap/tab 20 mg./i. 2 mg/ml (HCl). btl 10 ml inj i. amp 1 ml kap/tab 10 mg. ktk 10 vial @ 10 ml tab 200 mg. vial 5 ml inj 25 mg/ml.25% (HCl).1 %. ktk 5 vial 20 ml inj 100 UI/ml. btl 300 ml serb. 2mg/ml. Kekuatan Sediaan. PERUBAHAN FORMULASI NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. vial 10 ml inj i. Kekuatan Sediaan.v. 10 mg/ml (klorida).m. btl 90 tab tab 600 mg. Kemasan) PENAMBAHAN (+).). ktk 1 amp @ 2 ml tab 500 mg (furoat) tts mata 0. btl 30 ml serb. btl 30 tab cairan ih.25 mg/ml. PERUBAHAN FORMULASI 14 15 bupivakain campuran insulin regular : intermediate (30 : 70) copper T daunorubisin dekstran 70 dekstrose desmopresin dietilkarbamazin digoksin inj infiltr 0.v. btl 1000 tab tab 0.m. btl 250 ml lar 0. i. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. ktk 10 lbr krim 1%. btl 100 g 33 34 35 36 37 39 40 etonogestrel fenitoin fenobarbital fenol cair fentanil fitomenadion (vitamin K1) fluoksetin − + + − Perubahan bentuk kemasan + + bentuk sediaan dan kekuatan tidak dicantumkan 23 24 25 diloksanid dinatrium edetat dobutamin + − + − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − 41 fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) framisetin kasa steril 1% (sulfat). tiap ktg untuk 1000 ml air lar 1%.

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

47 48 49 50 51

hidroklortiazid hidrokortison hidrokortison hidrokortison asetat human tetanus imunoglobulin insulin intermediate insulin regular iodium isofluran isoprenalin

tab 25 mg, btl 1000 tab tab 10 mg krim 1% (asetat), tube 5 g tts mata 1%, btl 5 ml inj i.m 500 UI, vial

+ + − − + − − − + − +

66

klormetin

serb inj 10 mg/vial (HCl), ktk 1 vial tab 25 mg, ktk 50 tab tab 50 mg, ktk 50 tab tab 10 mg (fosfat), btl 250 tab

− +

67

klozapin *)

68

kodein

Perubahan kekuatan sediaan dan bentuk kemasan − +

52 53 54 55 56

inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 480 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml cairan ih, btl 250 ml inj 1mg/ml (HCl), ktk 1 amp 2 ml sirup 100 mg/5 ml, btl 120 ml tab 100 mg (kunyah) serb aktif, ktg 0,5 kg sup 100 mg tab 50 mg (sitrat), btl 10 tab tab 10 mg (HCl), btl 250 tab tab 2 mg tts telinga 3 %, btl 5 ml lar 1,5 % (glukonat), btl 2,5 l lar 4,0 % (glukonat), btl 2,5 l lar 0,2% (glukonat), btl 2,5 l

69

kolkhisin

tab 500 mcg, ktk 3 str @ 10 tab tab, ktk 30/100 tab

70

kombinasi : ergotamin 1 mg kafein 50 mg kombinasi : ekst. apii herba

71

kapsul 92 mg

57

karbamazepin

72 73

komposit resin kuinidin

set tab 200 mg (sulfat), btl 100/1000 tab infus, btl 500 ml

+ − + − − − − − −

58 59 60 61 62 63 64 65

karbon aktif ketoprofen klomifen klomipramin klorambusil kloramfenikol klorheksidin klorheksidin

Perubahan nama obat + − − + − − +

74

lar. nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0,18% larutan nutrisi DOEN I larutan nutrisi DOEN II larutan nutrisi DOEN III larutan nutrisi DOEN IV larutan nutrisi DOEN V levamisol

75 76 77 78 79 80

infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml tab 50 mg (HCl), ktk 4 bls @ 9 tab

84

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

85

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

81 82 83 84

levertran levonorgestrel levonorgestrel lidokain

salep kulit 5% pil 75 mcg, 150 mcg implan 6 rods (5 th) inj 5% + glukosa 7,5 %, amp 2 ml inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 20 ml liquor ditambah mentol 0,1% liquor ditambah mentol 0,5% larutan

− − − + −

95

(dl) metilfenidat *)

tab regular release 10 mg kaps extended release 20 mg tab 4 mg, btl 100 tab

+ − Perubahan sub kelas terapi dan komposisi obat ditulis lengkap.

96 97

metil prednisolon

85

lidokain

metilselulosa, diubah menjadi lar 2 %, btl 5 ml metilselulosa, kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg 1 mg dekstran (70) 2 mg gliserin benzalkonium klorida 0,01% b/v metoklopramid sir 5 mg/5 ml, btl 50 ml tts 0,1 mg/tts, btl 10 ml inj i.v. 1 mg/ml inj i.v. 5 mg/ml inj 1,4 % isotonik krim 20 mg/g, tube 5 g inj, vial tab 500 mg, btl 100 kaps tab 100 mg inj 4 mg/ml, amp 2 ml tts telinga, btl 5 ml

98 − 99 + 100 101

+ + + − + − + + −

86

liquor faberi

midazolam

87

liquor veilli; kombinasi : asam salisilat 0,1 % boraks 0,5 % gliserin 10 % lisinopril

natrium bikarbonat natrium fusidat natrium nitroprusid neomisin nikotinamid norepinefrin Obat telinga DOEN kombinasi : neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta UI/100 ml pankuronium parasetamol pasta devitalisasi (non arsen)

88

tab 5 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 200 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab cairan, kemasan sesuai kebutuhan lar infus 20%, btl 500 ml tab 2 mg inj i.m 250 mg/ml, ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml

102 103 104

89 90 91 92 93 94

litium karbonat lopinavir lotio kummerfeldi manitol melfalan metampiron

Perubahan kekuatan sediaan + − − + −

105 106

107 108 109

inj i.v. 2 mg/ml (bromida), ktk 10 amp @ 2 ml sup 120 mg sup 240 mg pasta, btl

− + −

86

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

87

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

110 111 112 113

pasta iodoform patent blue V perak nitrat perfenazin

pasta inj s.k. 2,5%, ktk 1 amp 2 ml lar 40%, btl 10 ml tab 4 mg (HCl), btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCl), btl 100/1000 tab krim 5%, tube tab 10 mg (bromida), ktk 10 str/bls @ 10 tab cairan, btl 10 ml / 50 ml

− − − −

125

retinol (vitamin A)

tab 5000 UI, btl 50 tab kaps lunak 100.000 UI, btl 50 kaps lunak inj 100.000 UI/ amp, ktk 100 amp 1 ml inj dalam minyak 100.000 UI/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v 10 mg/ml, vial 5 ml inj 1 gr, vial, ktk 2 vial inj 1 gr, vial, ktk 2 vial serb dan cairan, set 30 g btl 1 set cairan, btl 100 ml lembar 5 x 7 x 1 cm tab 30 mg, btl 60 tab tab 40 mg, btl 60 tab inj 50 mcg/ml (sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial kap 50 mg, ktk 10 str @ 10 kap tab 200 mg, ktk 2 str @ 10 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp 1 ml

+

126

retinol (vitamin A)

114 115

permetrin piridostigmin polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat dan metanal) prednisolon

+ −

127 128 129

rokuronium sefazolin seftriakson semen seng fosfat

+ + + − − − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − Perubahan nama obat

116

Pindah kelas terapi

130

117

tts mata 0,5%, btl 5 ml salep mata 1%, tube 3,5 g cones, btl 100 butir inj 100 mg/ml (HCl) tab 40 mg inj dalam minyak 500-600 mg/ml, ktk 1 amp 20 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

− − − + −

131 132 133

sirop timi majemuk spons gelatin stavudin

118 119 120 121

preparat sulfa prokainamida propanolol propiliodon propiltiourasil

134

sufentanil

135 Perubahan kekuatan sediaan − 137 − 138

suksametonium suksinil kolin

122

136

123

propranolol

tab 10 mg, ktk 100 tab tab 40 mg, ktk 100 tab tab 0,10 mg, btl 1000 tab tab 0,25 mg, btl 1000 tab

sulpirid

− −

124

reserpin

tiamin (vitamin B1)

88

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

89

). PERUBAHAN FORMULASI 139 tiopental serb inj i. btl 100 tab 143 144 vankomisin + − Perubahan kekuatan sediaan Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 145 146 147 vekuronium warfarin zidovudin 90 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 1:10. 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). btl 5 ml inj i. Kekuatan Sediaan. ktk 1 vial 25 ml − 140 141 tropikamida tuberkulin protein purified derivative vaksin meningokokus polisakarida A + C valproat − − − LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 142 serb inj. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial (bromida). PENGURANGAN (.k. 500 mg/vial. ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml tab 250 mg (garam Na). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na). ktk 20 vial tab 2 mg (garam K). Kemasan) PENAMBAHAN (+).v. ktk 25 amp tts mata 1%. btl 100 tab tab 100 mg.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 120 ml serb inj.

tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). c. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 No. Konsultan Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. Revisi DOEN 2005 dilaksanakan selama tahun 2008. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. 6. bahwa dalam rangka revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008. Kelima : 91 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 92 . Anggota Anggota bertugas memberikan masukan yang diperlukan dalam rangka evaluasi DOEN 2005 dan usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dalam DOEN 2008. 3. melaksanakan pendokumentasian. 2. finalisasi DOEN 2008 dan penyebarluasannya. 5. program kesehatan serta perbaikan status kesehatan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan dibidang kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) perlu direvisi. e. Mengingat : 1. d. 7. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup merupakan tanggung jawab pemerintah seperti di amanatkan dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS). bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat dan kedokteran. tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). Dalam melakukan tugasnya KomNas Revisi DOEN bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. mempersiapkan usulan rancangan DOEN 2008. Ketiga Keempat : : 4. Tim Ahli Tim Ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ ke dalam DOEN 2008. 3781).138. Tim Ahli dan Konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis/ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. tambahan Lembaran Negara RI No. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 189/MENKES/SK/III/ 2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. d. Pelaksana Pelaksana bertugas menginventarisasi data.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS DOEN 2008). bahwa sesuai hal tersebut pada huruf (a) perlu didukung dengan pembinaan penggunaan obat yang rasional. f. mempersiapkan prosedur dan pedoman pelaksanaan. Peraturan Menteri Kesehtan RI Nomor : 1575/Menkes/Per/ XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Kedua : b. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Tugas KomNas DOEN sebagai berikut : a. c. Membentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2008 (KomNas DOEN) dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. perlu dibentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN 2008 dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Tugas. serta melaporkan hasil kegiatannya 1 (satu) bulan setelah berakhir masa kerjanya. Pengarah Pengarah bertugas memberikan pengarahan dalam rangka revisi dan penyusunan DOEN 2008 sesuai dengan peraturan yang berlaku. pola penyakit. Susunan Organisasi. Fungsi. dan Tata Kerja Kementerian Negara RI. b. melaksanakan rapat-rapat teknis dan sidang pleno. ketersediaan obat esensial yang aman. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 Pertama : MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Masa tugas KomNas DOEN terhitung mulai tanggal ditetapkannya keputusan ini sampai dengan akhir tahun 2008.

2. SpJP(K) Salinan Keputusan ini disampaikan kepada : 1. dr. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan kembali atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapannya. 3. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Dalam Negeri Kepala BAPPENAS Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Para Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Vertikal Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia Yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya 93 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 94 . 6. 5. 7. SITI FADILAH SUPARI. 4.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keenam : Biaya penyusunan KomNas DOEN dan seluruh kegiatan revisi dan penyusunan DOEN 2008 dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional Tahun 2008. 9. 8. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketujuh : Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr.

dr. 6. Sekretariat : 1. 3. 2. 5. 7. SITI FADILAH SUPARI. SpJP(K) 95 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pelaksana : Ketua Sekretaris Sekretaris I Anggota : : : : Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Zorni Fadia (Dokter umum) Dita Novianti (Apoteker) LAMPIRAN III DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Surveilans Epidemiologi. 8. 4. 4. 9. Imunisasi dan Kesehatan Matra Kasubdit Standardisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional Kasubdit Promosi Penggunaan Obat Rasional Erie Gusnellyanti Liza Fetrisiani Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. 5. 3. 10. 6.

Hussein Palembang Direktur RS dr.A. SpA (K) Prof. Tangerang Direktur RSUD Arifin Achmad. dr. Jiwa Cimahi Direktur RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto-Jatim Direktur RSU dr. Inge Sutanto Prof. SpKJ (K) dr. Sarwono Waspadji. Dr.DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan AlKes Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan Sekretaris Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Direktur Bina Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Surveilans Epidemiologi. Irawan Mangunatmadja. Pinky F. SpFK. Abdul Muthalib. dr. Apt. Hanafi Trisnohadi. SpS (K) dr.Soetomo. Surabaya Direktur RSU Kab. dr. MM 97 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 98 . Apt.Biomed dr. SpFK. dr. Soekandar. dr. dr. PhD. SpA (K) drg. Dr. Engko Sosialine. dr. Jakarta Ditrektur RSU Yos Sudarso.Si. SpKGA DR. dr. Iwan Darmansjah. Atie W. Kartono Muhammad dr.MedSc. Hadinegoro. Bambang Sudarmanto. Dede Gunawan. S. Prof. dr. Makasar Direktur RSU Dr. dr. Dr. SpOG. M. Robert Reverger. Pekanbaru Direktur RSUP Sanglah. MARS Dra. Prof. SpOG. M. SpPD (K). dr.Denpasar Direktur RS. Sp. Asril Aminullah. Dr. M. Moewardi. Solo Direktur RS dr. SpFK. dr. Silvia Desiree. Yogyakarta Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo. Banten Ditrektur RS Sumber Waras. dr. Zorni Fadia dr. Gunawan Darmansjah. Prof. Prof. Indofarma Direktur Utama PT. Jakarta Ditrektur RSU Husada. Dr. Sardjito. Abdullah Akhmad. Prof. Jakarta Ketua Pusat Ikatan Dokter Indonesia Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Ketua Persatuan Ahli Farmakologi Indonesia Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Ketua Persatuan Ikatan Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi Indonesia Prof. Arini Setiawati. Omo Abdul Madjid. SpA (K) dr. Phapros Direktorat Kesehatan TNI-POLRI Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nangroe Aceh Darusalam Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karang Anyar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta Kepala Puskesmas Pajang. Sri Suryawati dr. dr. Djakaria. Prof. Surakarta Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet. Kimia Farma Direktur Utama PT. Prof. DR. Siloam Karawaci. SpAn. Padang Direktur Utama PT. Rianto Setiabudy. Karyadi. Nugroho Kampono. Sri Rezeki S. Iwan Dwiprahasto. Riawan Dra. Dettie Yuliati. PhD. Imunisasi & Kesehatan Matra Direktur Bina Gizi Masyarakat Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Direktur RSU Dr M Yunus Bengkulu Direktur RSU DR. SpRad (K). SpPD (K) Prof. MSi Dita Novianti. Djamil Padang Direktur RSU Ulin Banjarmasin Direktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Direktur RSUP Hasan Sadikin Bandung Direktur RSUP Muh. Semarang Direktur RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Direktur RS. SpKJ(K) Prof.

Drs. Apt. S. Dara Amelia. Rohayati Rahafat. Suhata Awan Yurianto Suprihandoyo Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati LAMPIRAN IV PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA/WAKIL KETUA/ANGGOTA TIM AHLI/ANGGOTA KONSULTAN *) 99 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .Si. S.98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Erie Gusnellyanti. dr. Ema Viaza. Apt. Djentot Fibihanindyo Putro Dra. Dra.Si. Apt. Apt.

.... Jakarta.. ( ) *) Coret yang tidak perlu 101 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Bersedia menjadi Ketua / Wakli Ketua / Anggota Tim Ahli / Anggota Konsultan*) dalam KOMNAS DOEN............ 3............ Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Konflik Kepentingan terlampir........ Nama Alamat : : LAMPIRAN V SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dengan ini menyatakan : 1.. .. Bersedia menghadiri rapat-rapat pembahasan teknis revisi DOEN.. 2..PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA / WAKIL KETUA / ANGGOTA TIM AHLI / ANGGOTA KONSULTAN *) Saya yang bertandatangan di bawah ini.

mengendalikan. Anggota KomNas tidak meminta atau menerima uang atau apapun yang bernilai dari seseorang atau organisasi baik secara langsung atau tidak langsung dalam jumlah sedemikian yang mungkin dapat mempengaruhi subyektivitas revisi atau hasil penilaian. 3. lisan. Anggota KomNas Tanggal *) Coret yang tidak perlu 103 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 104 . maka yang bersangkutan harus memberitahukan kepada Ketua Tim Ahli atau Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional sebelum setiap kegiatan revisi dan tidak ikut serta dalam pelaksanaan pengambilan keputusan. peragaan atau menampilkan sesuatu yang mungkin dapat menguntungkan secara finansial/material bagi dirinya. Anggota KomNas diperbolehkan untuk terlibat sebagai petugas atau anggota badan dari organisasi sosial. organisasi keagamaan dimana ia tidak menerima kompensasi apapun atau sepanjang organisasi tersebut tidak mempengaruhi pandangannya sebagai anggota KomNas. 5. Tidak ada keluarga dari anggota KomNas yang memiliki.SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dalam rangka Revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) diperlukan adanya jaminan bahwa tidak akan ada konflik kepentingan anggota Komite Nasional DOEN (disingkat : KomNas DOEN) yang dapat mengganggu keputusan yang dibuat. 6. 4. 2. Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : : Ketua / Wakil Ketua / Anggota Tim Ahli / Konsultan*) KomNas DOEN Dengan ini menyatakan bahwa saya : Memahami dan akan mematuhi pernyataan yang tertera di atas. Anggota KomNas tidak menyampaikan informasi yang dihasilkan dari pertemuan resmi kegiatan revisi dengan cara apapun dan alasan apapun tanpa persetujuan dari Ketua Tim Ahli dan anggota KomNas yang lain. Untuk itu perlu adanya kesediaan seluruh anggota KomNas DOEN untuk mempelajari dan menandatangani dokumen pernyataan berikut apabila sudah menyetujuinya. memiliki kepentingan atau bekerja pada perusahaan atau fasilitas lain yang berada di bawah pengawasan anggota KomNas. Jika dalam melaksanakan tugas sebagai anggota KomNas mempunyai konflik atau resiko konflik kepentingan. 1. Anggota KomNas tidak bertindak sebagai wakil resmi dari suatu badan untuk mempresentasikan baik berupa tulisan. menjalankan.

LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 NO 1 Ringkasan Alasan Penarikan Hubungan dengan masalah masyarakat Perbandingan dengan obat yang sejenis dalam DOEN Sifat farmakologi Bukti efektivitas Bukti keamanan Rasio manfaat terhadap biaya Formulasi Penggunaan obat ini dalam pedoman internasional Peraturan yang mendukung pengurangan obat ini Rekomendasi Daftar Pustaka KETERANGAN LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 105 .

REKAPITULASI USULAN REVISI DOEN 2008 Usulan dari Nama Instansi Alamat lengkap No Telp/Fax : : : PERUBAHAN BENTUK SEDIAAN KEMASAN DAN PENAM.200. Cap Dinas / tanda tangan Nama terang NIP..PENGUKEKUATAN NO KELAS TERAPI NAMA OBAT BAHAN RANGAN BUKTI ILMIAH PENDUKUNG *) INDEKS Keterangan: *) Berdasarkan literatur / acuan / pustaka terpercaya *) Dilampirkan literatur / acuan / pustaka terkait …………………. 106 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .

32. 38 bahan tumpatan sementara. 34. 50 benzatin benzilpenisilin. 48. 42 etambutol. 33 efedrin. 27. 36. 78 adrenalin. 56. 39. 65 gutta percha points. 24.B. 41. 71. 32. 24. 27. 59 aluminium hidroksida. 40. 35 fraksi protein plasma. 22. 50. 63 fentanil. 24 deksametason. 50 human tetanus immunoglobulin. 60. 73 benserazid. 49 aminofilin.INDEKS A A. 76 heksamin mandelat. 60. 43 amitriptilin. 23. 65 etanol 70%. 59 107 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 108 . 56. 49 glass ionomer art . 54. 63 besi (II) sulfat 7 H20. 34 B bahan kontras media DOEN. 62 anestetik lokal gigi DOEN. 77 ekstrak beladon. 48 desmopresin. 56. 41. 76 antasida DOEN II. 77 griseofulvin. 53. 76 amfoterisin. 30. 48 darrow glukosa half strength. 51. 72. 69 cairan intralipid. 23. 70 D dakarbazin. 37 hidrogen peroksida. 77 air steril bebas pirogen. 41. 54. 43. 57. 64 darrow glukosa ana. 67 dikloksasilin. 53. 51. 44. 43. 32. 23. 67 betametason. 48 diazepam. 46 budesonid. 73 copper T. 50. 60 digoksin.S. 69 barium sulfat.S . 77 azatioprin. 37 fenilbutason. 46. 65. 53. 54. 45 doksisiklin. 50. 59. 67 asam retinoat. 75 halotan. 40. 45. 69 E efavirens. 27 benzilpenisilin kristal. 69 etinilestradiol. 54. 35 dapson. 40. 62 fenoksimetil penisilin. 74 albendazol. 75 dietilkarbamazin. 25 artemether. 67 benzalkonium klorida. 56 hydroxy ethyl starch. 37 faktor IX kompleks. 73 asetazolamida. 72. 55. 35 dopamin. 22. 46. 35 eugenol. 50 dekstrose. 31 hemodialisa DOEN. 51 fluoksetin. 74. 37 furosemida. 72 G garam oralit. 34 daktinomisin. 78 A. 41 gliseril guaiakolat. 36. 50. 70. 48 daunorubisin. 69 fluoresein. 65. 79 DTP.U. 70 glipizid. 77 glukosa. 54. 55. 33. 64 estrogen terkonjugasi. 49. 49 busulfan. 75 amodiakuin tab. 72 asam folat. 45. 47. 44 dobutamin. 29. 58 ergotamin. 76 disopiramida. 36. 64. 51 fluor.B. micronized. 72 antifungi DOEN. 43. 46 hidroksipropil metilselulosa. 67 apomorfin. 48 coal tar. 65. 34 deferoksamin. 78 gliserin. 22. 47. 46. 73 belerang endap. 23. 31. 74. 77 gentamisin. 46. 25. 74 glukosa anhidrat. 41.II. 25. 66 asam asetilsalisilat. 26. 42. 36. 41 hidrokortison. 66 amoksisilin trihidrat. 71. 36. 32 diltiazem HCl. 48.D. 41. 54. 57. 46. 31. 41 DG ana lihat darrow glukosa ana dialisa peritoneal DOEN. 47. 79 asam benzoat. 43 dimenhidrinat. 72 biru metilen. 45 DT. 78 A. 71 asam askorbat. 44. 55 bupivakain. 50 asetosal. 26. 71 dihidroergotamin. lihat asam asetilsalisilat asiklovir. 61. 32. 76 bleomisin. 32. 25. 60. 56. 66 artesunat. 54. 72. 61. 58. 45. 40. 79 fenobarbital. 55. 46 asam salisilat. 48 heparin. 28 doksorubisin. 60. 69 H haloperidol. 68 etil klorida. 77 dekstran . 27 diloksanid. 38 basitrasin. 68 hidroklortiazida. 69 atropin. 50 hidroksi progesteron. 21. 67 eritromisin. 26 alopurinol. lihat adrenalin ergokalsiferol. 55. 76 antibakteri DOEN. 22. 66 antiparkinson DOEN. 71 atrakurium. 45. 56. 53. 77 dekstrometorfan. 21.I. 43. 26. 52 atraumatic restorative treatment. 52.T. 34. 46. 55 amiodaron. 74. 78 A. 67 flufenazin. 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 I Ibuprofen . 48. 31. 21 fenitoin. 29. 24 bisakodil. 47. 61. 62 difenhidramin. 34 boraks. 32.U. 40. 42 etoposid. 40. 23 heksaklorofen. Na. 72 bedak salisil. 34 atenolol. 72 antihemoroid DOEN. 54 bismut subgalat. 35 F faktor VIII. 49. 68 fluorourasil. lihat atraumatic restorative treatment glibenklamida. 42 homatropin. 29. 33 asparaginase. 69 antasida DOEN I. 76 antimalaria DOEN. 42. 37 air untuk injeksi. 39. 37 C CHKM. 77 epinefrin. 62 ampisilin. 21 fitomenadion. 33. 46.

31. 69 permetrin. 52 P paraformaldehida. 61 karbogliserin. 29.U. 49. 65 nitrogen oksida. 66 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Q - O OBH. 73 liquor veilli. 59 natrium hipoklorit. 57 oksitetrasiklin. 23. 46.D. 23. 79 kalsium. 72 karbamazepin. 66. 41. 32. 58. 53 retinol. 41. 38 isofluran. 73 seng oksida. 59 pasta pengisi saluran akar. 67 kalium klorida. 43. 46. 42. 64. 21 klindamisin. 39 natrium bikarbonat. 60 oksimetazolin. 69 kalsium hipoklorit. 54. 61. 64 klomipramin.S 109 110 . 35 propiltiourasil. 40. 42. 48. 58 iofendilat. 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 S salbutamol. 45 noretisteron. 38 natrium klorida. 51. 40. 31. 47. 31 ketoprofen. 23 isoniazid. 30. 28. 24. 61 manitol. 54. 68 kalsium laktat. 54. 71 protamin sulfat. 35 metronidazol. 44. 24. 33. 22. 59 pilokarpin. 68 parasetamol. 63 klorfeniramin. 49 mebendazol. 73 perak sulfadiazin. 39 metampiron. 42 iodium. 47. 70 lidokain. 25. 31. 69. 21. 60 N nalokson. 32. 35 metakresol sulfonat. 43. 31. lihat OBH oksigen. 25 karbon aktif. 50. 39 metenamin mandelat . 24. 44 natrium tiosulfat. 40 serum anti bisa ular. Ca. 26. 79 ketamin. 27 seftriakson. 58 nistatin. 70 larutan nutrisi. 35. 67 levonorgestrel. 74. 50 natrium nitropusid. 40.70 meglumin amidotrizoat. 66 midazolam. 65. 38. 47. 64. 71. 61 kalsium glukonat. 63 kotrimoksazol DOEN II. lihat biru metilen metildopa. 49 insulin intermediate. 49 leukovorin. 49 larutan nutrisi DOEN. 21. 27. 37. 32. 23 propranolol. 43. tersaponifikasi. lihat fenoksimetil penisilin perak nitrat. 57. 29 klofazimin. lihat kalsium folinat levodopa. 37 polikresulen. 43 norepinefrin. 47. 23 nitrogliserin. 32. 25. 63 prokarbazin. 48. 40. 66 probenesid. 24. 77 kalk. 78 obat batuk hitam. 40. 33. 33 larutan lugol. micronized. 38 ioheksol. 73 poligelin. 66 podofilin. 59 prokain benzilpenisilin. 62 pirazinamid. 54 metotreksat. 47. 46 lisinopril. 56. 44 klorambusil. 32. 24 natrium aminohipurat. 46 morfin. 63. 26 prednisone. 63 kotrimoksazol DOEN III . 22. 34. 77 natrium kromoglikat. 51. 35 merkaptopurin. 57.idoksuridin. 28. 44. 34. 49. 36. 72 natrium tiroksin. 32. 40. 75 R ranitidin. 75 klonidin. 74 oksitosin. 69 pengganti plasma DOEN.B. 51. lihat kalk kaptopril. 53. 60 ketokonazol. 75 pirantel. 58. 56. 68 prazikuantel. 55. 39 natrium diklofenak. 59 metanal. 43. lihat CHKM klorheksidin. 23. 70 propofol. 51 lopinavir. 22. 65 ringer laktat. 62 medroksi progesteron asetat. 61 klorfenol kamfer mentol. 28. 44 metilergometrin. 77 salep 2-4. 24. 42 L lamivudin. 39 melfalan . 58. 40 klorokuin. 39 polimiksin B. 76 sefazolin. 30. 35 kloramfenikol. 53 nevirapin. 76 magnesium sulfat. 23 mikonazol. 51. 52 rokuronium. 28. 38. 49. lihat heksamin mandelat metformin. 64. 40 natrium iopodat. 60. 71 primakuin. 49. 75 (dl) metilfenidat. 33 J - K kafein. 28 kresol. 26. 33 nifedipin. 30. 42. 79 piridostigmin. 48. 53 pirimetamin. 77 komposit resin. 42 insulin regular. 44 lisol. 65 isosorbid dinitrat. 43. 21. 38 iopamidol. 54. 65 piridoksin. lihat kresol tersaponifikasi litium karbonat. 48. 44. 41. 52 kodein. 37 kalsium folinat. 68 kuinin. 76 liquor carbonis detergens. 74 risperidon. 72 povidon iodida. 71 kotrimoksazol DOEN I. 22. 52 metoklopramid. 70 metil tionin klorida. 69 nitrofurantoin. 38 meglumin natrium amidotrizoat. 46 petidin. 33 klozapin. 45. 74 natrium bromsulftalein. 58 kalsium hidroksida. 37 M magnesium hidroksida. 66 klorpromazin. 44 nikotinamid. 30. 73 liquor faberi. 38. lihat A. 27 senyawa klor.I serum antidifteri. 31. 79 rifampisin. 74. lihat A. 64. 22. 39. 43 neostigmin. 40. 37 penisilin V.

49. 53 sulfadiazin. 77 vaksin campak. 50 tiopental. 47 111 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 74. 64 sufentanil. 29. 41. 56. 67 siklofosfamid. 36. 36.T. 28. 23. 63 tiamin. 74 surgical ginggival pack. 48. 41 V vaksin B. 38 simvastatin. 33 streptokinase. lihat DT vaksin jerap tetanus 57. 29 sisplatin. 44 vinblastin. 28. lihat piridoksin vitamin C. 29 vasopressin. 30. 35 sitarabin. 36 vinkristin. 45. lihat ergokalsiferol vitamin K1. 45 streptomisin. 77 vaksin hepatitis B rekombinan. 79 tetrakain. 35 siklosporin.. 79 vitamin B1. 34 testosteron. 58. lihat A. 79 valproat. 41 spons gelatin. 39. 32. 77 tuberkulin protein purified derivative. 50. 66 sulfametoksazol.C. 34.S serum imunoglobulin. 78 vaksin jerap difteri tetanus pertusis.serum antirabies. 56. 58. 64 sulfadoksin. untuk manusia. 63. 34 simetikon. 42 tetanus adsorbed toxoid. 28. 67 trimetoprim. 37 X - Y - Z zidovudin.G. 33 U urea. 65 sulfasalazin. 36 solutio salicylic acid 0. 28. 56. 41 verapamil. lihat retinol vitamin B kompleks. 68 W warfarin. 79 vaksin rabies. 31. 63. 31. 29. 56 sianokobalamin. lihat DTP vaksin jerap difteri tetanus. 56. 65 trinatrium sitrat dihidrat. 57. 36 vitamin A. lihat liquor veilli spironolakton.1%. 54. 55 sulfasetamida. 60 triheksifenidil. 72 siprofloksasin. 78 serum antitetanus. 57. lihat tiamin vitamin B12. lihat asam askorbat vitamin D3. 74 tetrasiklin. 69 stavudin. 25 vankomisin. 64. 79 vaksin polio. 21 suksinilkolin. lihat sianokobalamin vitamin B6. lihat fitomenadion T tamoksifen. 79 timolol. 57.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful