615.

1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI 615.1 Ind p Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional 2008.-- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2008 1. Judul I. DRUGS

615.1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Diharapkan dengan berlakunya DOEN tahun 2008 ini. terapi dan rehabilitasi. jaminan ketersediaan obat esensial yang aman. Pembaharuan revisi saat ini merupakan pendekatan baru.KATA SAMBUTAN Kebijakan Obat Nasional (2006). Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab III. 140 100 965 105 107 i Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ii . Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DOEN 2008 diucapkan banyak terimakasih. MAppSc. mengamanatkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Apt. 239/MENKES/SK/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN (KomNas Revisi DOEN) 2008 Lampiran 3 Peserta Pembahasan Teknis dan Rapat Konsultasi DOEN 2008 Lampiran 4 Formulir Pernyataan Kesediaan Lampiran 5 Formulir Pernyataan Konflik Kepentingan Lampiran 6 Format Kajian Indeks Halaman i ii iii 1 21 59 81 91 97 Jakarta. Agustus 2008 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan 101 103 Dra. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup. profilaksis. Kustantinah. karena selain penambahan dan pengurangan proses didahului re-evaluasi daftar yang sudah ada oleh Komite Nasional Revisi DOEN. mencakup upaya diagnosis. sehingga ada obat yang dihilangkan karena sudah obsolet dan penambahan karena perkembangan ilmu baru. PENDAHULUAN Bab II. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Hal ini membutuhkan transparansi proses evaluasi yang memanfaatkan bukti ilmiah dan mempertimbangkan formulasi obat untuk anak. Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. Daftar Obat Terbatas untuk Puskesmas 2008 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I Daftar obat DOEN 2005 yang mengalami perubahan Lampiran 2 Keputusan Menteri Kesehatan RI No. revisi terakhir dilakukan pada tahun 2005. DOEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali. DAFTAR ISI Kata Sambutan Daftar Isi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab I. amanat Kebijakan Obat Nasional dapat diterapkan secara lebih baik. Revisi DOEN tahun ini dilaksanakan oleh Komite Nasional DOEN yang disyahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. NIP. keterjangkauan serta akses obat bagi seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah.

MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 7. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 791/MENKES/SK/VIII/2008 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. 4. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Keehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Mengingat : 1. 8. c. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara. Tugas. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. 12. Fungsi. serta program kesehatan. pola penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/I/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. 5. Pemerintahan Daerah Propinsi. Peraturan Preiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. b. 10. bahwa Daftar Obat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). 3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Daftar Obat Esensial Nasional 2008 sebagaimana dimakud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini iii Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 iv . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. Kedua : 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 239/Menkes/SK/III/2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (KomNas Revisi DOEN) 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49.

SP. keamanan. Dengan ditetapkannya Keputusan ini. SITI FADILAH SUPARI. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Keempat : LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 791/MENKES/SK/VIII/2008 TANGGAL : 21 AGUSTUS 2008 DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (DOEN) 2008 Kelima Keenam : : Ketujuh : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2008 MENTERI KESEHATAN. I Dr. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. memeratakan. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketiga : Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. JP(K) v Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .

Komitmen pemerintah melakukan revisi berkala merupakan prestasi tersendiri. telah dirintis kearah perbaikan tersebut. dan pentingnya pernyataan conflicting of interest dari para anggota tim ahli. Selain pendapat dan pengalaman para ahli dalam tim revisi. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN. Revisi sebelumnya lebih banyak hanya mengevaluasi obat yang diusulkan untuk ditambahkan ke dalam DOEN. yaitu 4 (empat) orang. 6. dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. Revisi bersifat menyeluruh dalam arti mengkaji seluruh obat dalam DOEN termasuk catatancatatan yang sudah tidak sesuai lagi. Mengingat beberapa hal di atas. 5. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008. yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai.World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. pemanfaatan data EBM sangat diutamakan. Oleh karenanya proses revisi kali ini agak berbeda dengan proses revisi sebelumnya. Sejak awal pembahasan telah menyertakan para pengelola program yang menggunakan obat di lingkungan Departemen Kesehatan (bukan hanya dalam rapat pleno). Seperti diketahui WHO telah pula menerbitkan daftar obat esensial untuk anak. BAB I PENDAHULUAN 3. dalam beberapa hal antara lain : 1. ataupun adanya perubahan bentuk sediaan. dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan evidence based medicine (EBM). Pemilihan tim ahli melalui seleksi cukup ketat. Upaya ini diharapkan merupakan proses pembelajaran kembali kepada internal Departemen Kesehatan untuk memahami kembali konsep obat esensial. termasuk penilaian terhadap kemungkinan konflik kepentingan. juga ditunjukkan dengan dokter spesialis anak dalam tim ahli yang berjumlah paling banyak. memberikan perhatian sangat besar pada obat untuk anak. maka revisi pada tahun 2008. Organisasi Kesehatan Dunia .BAB I PENDAHULUAN Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980. Bentuk transparansi juga ditunjukkan dengan adanya penjelasan tentang beberapa alasan mengapa suatu obat perlu dikeluarkan dan ditambahkan dari DOEN 2005. 2. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 1 . 4. proses revisi. Seluruh proses pembahasan. termasuk bentuk sediaan. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007). DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi. dan dokumen ini menjadi salah satu acuan. Keberpihakan kepada kepentingan anak. Pada tahun 2007.

studi korelasi. Obat jadi kombinasi tetap. mencakup upaya diagnosis. c. Kriteria Penambahan dan Pengurangan 1. Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : (1). Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi quasi-eksperimental jenis lain yang dirancang dengan baik. (7). Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan kontrol. Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research. (5). Dalam hal penambahan obat baru perlu dipertimbangkan untuk menghapus obat dengan indikasi yang sama yang tidak lagi merupakan pilihan. pilihan dijatuhkan pada : . 2 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 3 .Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. seperti studi komparatif. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan kontrol. .Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya. . 1. Daftar obat terbatas lain dan Informatorium Obat Nasional Indonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan obat. b. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. terapi dan rehabilitasi. Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan. Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan / atau pengalaman klinik dari pakar yang disegani. DPHO Askes). termasuk stabilitas dan bioavailabilitas.Obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah. Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa. (6).Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen. profilaksis.Mudah diperoleh. . kecuali ada alasan kuat untuk mempertahankannya. Penerapan Konsep Obat Esensial Obat esensial adalah obat paling mendasar yang dibutuhkan oleh pelayanan kesehatan. dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftar obat terbatas lain (Daftar Obat PKD. a. Pedoman Pengobatan. tanpa acak. Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DOEN. . IIb III IV 2. yang dirancang dengan baik. Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. .Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. Kriteria Obat Esensial Nasional a. Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita. dan studi kasus. (2). seluruh obat yang ada dalam DOEN edisi sebelumnya dikaji oleh Komite Nasional Revisi dan Penyusunan (KomNas) DOEN. . 3. Formularium Rumah Sakit. Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik. (4). (8). Dalam pelaksanaan revisi. Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita.A. harus memenuhi kriteria berikut : .Obat yang telah dikenal. (3). hal ini memungkinkan untuk mengeluarkan obat-obat yang dianggap sudah tidak efektif lagi atau sudah ada pengganti yang lebih baik. Obat Esensial Nasional Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. sebagai berikut : TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS OF EVIDENCE) Ia Ib IIa Fakta diperoleh dari meta analisis uji klinik acak dengan kontrol. Obat program diusulkan oleh pengelola program dan akan dinilai sesuai kriteria umum DOEN. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Penerapan Konsep Obat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional.Obat dengan sifat farmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan.Obat yang stabilitasnya lebih baik. 2.Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio). . . Mutu terjamin. sarana dan fasilitas kesehatan. Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.

Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efisiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. . Pengelolaan dan Penggunaan Obat Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. dosis dan lama pengobatan. . Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi. untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu. Dimana hal ini membuka berbagai peluang terjadi perbedaan yang sangat mendasar di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan obat.Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengelolaan. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. 3. kabupaten maupun kota. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Sakit. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau. Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas. Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan. c. keamanan. Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Demikian pula halnya dengan organisasi pengelolaan obat. cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita.Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan.Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Obat Esensial menggunakan nama generik. Formularium Rumah Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) / Komite Farmasi dan Terapi (KFT) Rumah Sakit berdasarkan DOEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebut. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. kelengkapan dan tidak menyesatkan. Pengembangan Informatorium Obat Nasional Indonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaaatan dan penggunaan obat. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membawa implikasi terhadap organisasi kesehatan di propinsi. Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta infomasinya yang harus diterapkan di Rumah Sakit. terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaan. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. dengan perencanaan yang tepat. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku. d. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. Pemerintahan Daerah Propinsi. e. masing-masing daerah kabupaten / kota mempunyai struktur organisasi dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan obat. Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi. juga sangat berkaitan dengan pengelolaan obat.Pembelian yang transparan dan kompetitif. Bentuk sediaan. Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain : . Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu. Informatorium Obat Nasional Indonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. dosis. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara 4 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 5 . kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DOEN adalah mengikat. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan selain harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. sehingga dapat disusun daftar obat esensial khusus untuk ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. . merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi. Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. efek samping. b.

Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Puskesmas. Jalur lain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. dan penelitian kesehatan. Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan hanya memback-up manakala kabupaten/kota maupun provinsi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Dengan adanya desentralisasi diharapkan kabupaten/kota maupun provinsi dapat mencukupi kebutuhan obatnya masing-masing. 4. Departemen Kesehatan RI dapat memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1379. pendidikan dan penelitian lain. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan. interaksi obat dan bentuk sediaan. KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut: a. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. 7. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. cara penggunaan. epidemiologi. 9. Instansi Pemerintah / Swasta b. memiliki catatan penyimpanan yang akurat. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. 6. DOEN merupakan dasar untuk perencanaan dan pengadaan obat baik di daerah (kabupaten / kota / provinsi) dan tingkat pusat. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : a. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan. yang relatif murah harganya. Revisi DOEN dilaksanaka secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya. baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan obat. Organisasi Profesi yang terkait c. Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik. dan pendidikan. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan d. 6 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 7 . Informasi tersebut meliputi indikasi. Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan. pemerintah c.antara lain: menjaga suplai obat tetap konstan. 5. Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). Menyelenggarakan surveilans pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. dosis. supervisi. kontraindikasi. Penyelenggara surveilans pola penggunaan antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif.A/Menkes/SK/XI/2002. meminimalkan obat yang tidak terpakai karena rusak atau kadaluarsa dengan perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing daerah.q. Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. b. mempertahankan mutu obat yang baik selama proses distribusi. peringatan perhatian. pendidikan. efek samping. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama. baik pemerintah maupun swasta. 8. Untuk pengelolaan dan penggunaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu. Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. farmasi. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. Komunikasi.

dengan pilihan mulai dari antibiotik lini pertama. Terminologi 1. b. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi. B. Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (generik) diberi nama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (generik) ditulis dengan nama lazim. b. misalnya : tablet salut enterik. Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi negara penerima. injeksi intravena dan sebagainya. Dalam DOEN. Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedoman/standar yang berlaku. Tata Nama a. d. 2. Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir. Isi dan Format DOEN a. maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung. lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. Pedoman tersebut mencakup ketentuanketentuan tentang pemilihan obat. 10. misalnya: klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). Dalam setiap subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun berdasarkan abjad nama obat. obat dikelompokkan berdasarkan kelas. mutu obat dan masa berlaku obat. c. misalnya: etambutol tablet 250 mg (hidroklorida). Pengertian dan Singkatan a. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. misalnya : garam oralit. 8 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 9 . Dalam pelaksanaannya. donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 1999). (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan obat. maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai. maka jenis obat dan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan pola penyakit di Indonesia. 3. Tidak menggunakan standar ganda bagi mutu obat yang didonasikan.c. c. kedua. c. Obat sumbangan yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN. b. d. Satu jenis obat dapat dipergunakan dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk sediaan dapat terdiri dari beberapa jenis kekuatan. subkelas dan kadang-kadang sub-subkelas terapi. DOEN Rumah Sakit sama dengan DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan International Non-proprietary Names (INN) nama generik yang diterbitkan WHO. Untuk obat yang belum terdaftar di Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan peraturan yang berlaku. informasi dan pengelolaan. Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya. d. Obat Sumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. Agar penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dapat membantu pelaksanaan kesehatan. Empat prinsip utama obat donasi adalah : a. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. Menyelenggarakan komunikasi. pengemasan dan pemberian label. dituliskan diantara tanda kurung. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya.

inj i. mulai disosialisasikan kembali. Dengan pemahaman ini. Beberapa perumpamaan muncul untuk mempermudah pengertian atau konsep obat esensial.(4) Besar kemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. Obat esensial adalah kebutuhan minimal dalam pelayanan kesehatan. misalnya kotak 100 vial. inj s. Perbedaan persepsi obat esensial dan obat program akan berakibat pada proses pengadaan obat. diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek samping (b). Hal ini dilakukan mengingat perkembangan ilmu kedokteran yang belum tertampung di dalamnya. Hal ini terlihat dari berbagai pembatasan yang berlaku 10 (sepuluh) tahun yang lalu. inj i.a. tetapi mengkaji seluruh obat dalam DOEN 2005. dikombinasikan dengan obat lain (i). contohnya penggunaan obat kanker. Obat esensial adalah lantai bukan langit-langit. Lain-lain (1) Penulisan informasi pada kolom restriksi dimaksudkan untuk obat-obat dengan pemakaian sebagai berikut : (a).m. telah bekerja sesuai dengan kompetensi. Untuk mengatasi hal ini telah disepakati. sekarang ini sudah bukan lagi pembatasan. akan dilakukan sosialisasi dan perlu kebijakan khusus dari Departemen Kesehatan terkait dengan obat esensial dan obat program. kapl kaps ktk ktg lar lar rektal : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ampul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalam minyak injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intramuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal C. lar infus OAT serb serb aktif serb inj serb inj i. serb kering sir sir kering sup susp tab tab kunyah tab salut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts tts mata tts telinga : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : larutan infus obat antituberkulosis serbuk serbuk aktif serbuk injeksi serbuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspensi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda belah tablet sublingual tablet vaginal tetes tetes mata tetes telinga Proses Pembaharuan Revisi Pembahasan bukan hanya dari usulan yang masuk.v. pembatasan indikasi (c). inj infiltr inj i. 10 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 11 . diperlukan perhatian terhadap sifat/cara kerja obat (f). Konsultan terutama yang bertanggung jawab atas data EBM. b. inj p. di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) (j). c. diperlukan monitoring ketat atau pertimbangan medis (e). Dari proses ini. sekretariat mendukung dengan informasi dari Cochrane review dan WHO Library. diperlukan fasilitas tertentu (h). (2) Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring. baik dari program dan maupun oleh Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). terbatas untuk kasus-kasus tertentu (d). pendapat ahli semata. Suatu obat adalah esensial jika anda tidak dapat berbuat tanpa obat tersebut (You can't do without it).k. Tim ahli dan konsultan bekerja bersama dalam pembahasan yang dibagi dalam beberapa kali pembahasan berdasarkan kelas terapi. Selain informasi dari konsultan dan tim ahli. pemakaian sesuai program dibidang kesehatan. persoalan yang muncul kemudian yaitu masalah perbedaan persepsi dan pengertian obat program. Pemahaman konsep DOEN. Singkatan amp btl bls ih inj inj dlm minyak inj i.v. Rupanya pemahaman konsep obat esensial mulai luntur dan penjelasan tentang hal ini sangat dihargai. diterjemahkan dari : Essential Medicine is a floor not a ceiling (WHO TRS 946). (4) Pemaparan DOEN untuk Puskesmas dalam kertas berwarna merah. meski informasi EBM belum sepenuhnya berlaku. namun pembahasan tidak lagi hanya berdasar pembuktian tingkat ke-4.v.k. diperlukan cara atau perlakuan khusus (g). (3) Daftar obat nasional merupakan daftar obat yang digunakan untuk rumah sakit.

seperti karbamazepin disediakan dalam bentuk sirop. (e). dokter gigi. C. dapat diundang seorang ahli di bidangnya untuk menjadi narasumber yang memberikan pandangannya dalam proses revisi tetapi tidak termasuk dalam tim ahli dan konsultan serta tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan. Tim ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ke dalam DOEN 2008. Tim ahli dan konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis / ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. dapat memberikan usulan dengan data pendukung. tim ahli dan konsultan. (5). farmakologi (klinik). memberikan kontribusi cukup untuk hal ini. (c). Sekretariat Pelaksana b. Jika diperlukan. sangat intensif. Demi memperoleh tim ahli yang profesional dan tidak berpihak. (7). B. hanya dibedakan dokter. Tugas tim ahli dan konsultan tercantum dalam SK sebagai berikut : (a). Perubahan formulasi (bentuk sediaan. Tim ahli (b). membutuhkan penekanan hal ini. dan direktorat lain. dokter spesialis atau apoteker.Dalam proses revisi. (6). Selain usulan dari instansi. Sehingga jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item obat. Kebijakan ini bukan dimaksudkan semata-mata agar selaras dengan kebijakan global. dari sejumlah 114 instansi yang diberikan surat. Persyaratan anggota Tim Ahli dan Konsultan : (a). Proses pemilihan anggota Tim Ahli dan Konsultan (1). Memiliki integritas dan standar profesional tinggi. (4). tugas dan kewajiban anggota tim ahli revisi DOEN. maka yang bersangkutan supaya tidak mewakili asosiasi profesi. Pada pembahasan terakhir yaitu Rapat Pleno untuk pengesahan. Demikian pula keterlibatan staf Direktorat Bina Kesehatan Anak. kekuatan dan kemasan) terjadi pada 21 obat. Meskipun dalam surat permintaan sudah diberitahukan bahwa pengusulan harus memberikan data pendukung dan kegunaan. apoteker. 12 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 13 . Struktur organisasi berbentuk Komite Nasional Daftar Obat Esensial (KomNas DOEN). departemen/bagian di rumah sakit. Menyatakan kesediaan secara tertulis. (3). Acuan ini berisi kepanitiaan. Dari jawaban tersebut 3 memberikan jawaban tidak ada usulan. (b). Tidak semua kelas terapi membutuhkan ahli yang harus tercantum dalam KomNas DOEN. Keanggotaan KomNas DOEN bersifat tetap sampai terbentuk komite pada revisi DOEN berikutnya. Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. terdiri dari : (a). Terdapat 33 obat yang diberi catatan perlu diadakan oleh pemerintah melalui cara-cara yang sesuai dengan kebijakan yang berlaku. (b). Pelaksana adalah Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. sejak awal telah direncanakan akan memberikan perhatian pada obat untuk anak. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. (d). Keterlibatan 4 orang dokter spesialis anak. Proses revisi Proses revisi dimulai dengan mengirimkan surat kepada institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit tipe A. orang yang memiliki konflik kepentingan masih dapat dipertimbangkan oleh tim menjadi anggota tim ahli. pemegang program pengobatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan organisasi profesi. 1. Pengelola program adalah wakil dari direktorat di lingkungan Departemen Kesehatan yang mempunyai program pengobatan / pengadaan obat. Nama anggota tim ahli dan konsultan yang terpilih disusun sesuai abjad ditulis tanpa gelar. (2). Tata cara ini merupakan acuan dalam pelaksanaan revisi DOEN pada tahun 2008 yang sangat diperlukan dalam terwujudnya proses transparansi dan akuntabiltias. atau jabatan lain yang potensial menimbulkan konflik. telah disepakati 78 obat dihapus dari DOEN 2005 dan 48 ditambah ke dalam DOEN 2008. proses revisi. Konsultan (c). dokter umum / puskesmas. dokter umum. penetapan kriteria proses rekruitmen anggota tim ahli revisi DOEN. Organisasi (1). dan tidak ada usulan untuk menghapus obat dari DOEN. 25 instansi memberikan jawaban. Kepanitiaan a. Setelah 3 bulan pengiriman. bila dinilai oleh panitia dapat menjaga integritasnya. jenis dan penyelenggaraan rapat pembahasan dan cara penyebarluasan DOEN. namun Indonesia yang konsisten memperjuangkan penurunan angka kematian bayi dan anak. namun hanya 10 usulan yang memberikan data pendukung. puskesmas) pemerintah maupun beberapa swasta terpilih. (8). KomNas DOEN disahkan melalui SK Menkes dengan mencantumkan tugas-tugasnya. Namun. (c). Penambahan beberapa obat untuk anak dengan bentuk sediaan khusus anak. Anggota tim ahli dan konsultan adalah klinikus dari berbagai bidang spesialisasi. 2. Pengelola Program dan (d). Bersedia menandatangani formulir berkaitan dengan konflik kepentingan. 22 jawaban untuk menambahkan.

puskesmas dan pengelola program (direktorat terkait di lingkungan Depkes).  Mencermati secara khusus obat yang diusulkan di luar daftar obat esensial WHO yang harus dipertimbangkan secara seksama. d.  Implementasi DOEN (kaitan dengan obat program. mengesahkan dan mensosialisasikan draft revisi DOEN. Hanya mengkaji usulan yang masuk. yang disertai pernyataan tentang konflik kepentingannya. konsultan.  Peserta rapat pleno adalah o Peserta rapat perdana o Peserta rapat pembahasan teknis o Komite medik RS pendidikan. Materi revisi Materi revisi adalah matriks yang menyandingkan DOEN WHO edisi terakhir. RS Swasta terpilih dan rumah sakit lain yang memberi usulan revisi o Fakultas Kedokteran o Fakultas Farmasi c. Cara revisi DOEN a. RS Kabupaten terpilih. Rapat-rapat pembahasan teknis  Merupakan rapat-rapat pembahasan materi revisi. kriteria.  Hasil rapat pembahasan teknis adalah draft revisi DOEN. 14 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 15 . 3. Kriteria pembahasan Usulan yang akan dibahas hanyalah usulan yang disertai alasan dan bukti ilmiah (evidence) yang lengkap. b. e.  Hasil pengesahan rapat pleno tidak dapat diubah selain revisi redaksional. DOEN terdahulu dan usulan hasil kompilasi. Menghapus dan menambahkan obat esensial baik dari usulan atau dari anggota tim ahli dan konsultan.  Apabila tim ahli tidak dapat mengambil keputusan pada suatu masalah. Rapat Pleno  Berfungsi untuk menyepakati. Rapat Perdana berisi tentang :  Penjelasan tentang pengertian obat esensial (batasan.  Pengesahan draft DOEN menjadi DOEN revisi baru. (c). RS TNIPOLRI. (c).  Jadwal pembahasan materi yang harus dihadiri yang bersangkutan. (b). Peserta rapat : tim ahli. Tata cara pembahasan teknis (penyiapan draft revisi DOEN) dan pleno. jumlah obat esensial yang ideal dalam DOEN dan lain-lain).  Peserta rapat : o Tim ahli o Konsultan o Pengelola program Departemen Kesehatan terkait dan o Narasumber terkait.  Pimpinan sidang adalah ketua tim ahli. Pengusulan Proses revisi diawali dengan pengiriman surat permintaan usulan tertulis kepada unit pelayanan kesehatan (RS Pendidikan. DPHO-ASKES dan lain-lain). RS Propinsi. Surat permintaan kesediaan berisi :  Uraian tugas tim ahli. Cara pembahasan materi revisi (1). pelaksana kegiatan revisi DOEN. Mengkaji seluruh DOEN dan usulan yang masuk. yang dilakukan 1 (satu) bulan sebelum rapat perdana revisi DOEN.  Peserta rapat pleno selain mereka yang berfungsi sebagai pengambil keputusan di institusi masing-masing juga diharapkan berperan aktif dalam penyebarluasan DOEN. (2). Yang bersangkutan menyatakan kesediaan tertulis 1 (satu) minggu setelah mendapat surat permintaan tersebut diatas. Rumah Sakit TNI-POLRI. RS Khusus. pengelola program. dilakukan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan atau yang mewakili. Menolak dan menerima usulan (b). Surat permintaan dikirim oleh pelaksana 3 (tiga) bulan sebelum rapat perdana. Kompilasi usulan Pelaksana melakukan kompilasi usulan yang masuk dan dikelompokkan sesuai dengan kelas terapi. Puskesmas Rawat Inap). RS Swasta terpilih. (b). Revisi dapat berupa semua atau salah satu proses berikut (a).  Membahas usulan penambahan/pengurangan obat esensial dari unit pelayanan kesehatan (kompilasi usulan dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan DOEN 2005 disediakan oleh pelaksana). Materi revisi akan diserahkan kepada tim ahli 1 (satu) minggu sebelum rapat pembahasan teknis. Dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah tanggal batas usulan masuk. Jenis rapat pembahasan (a).(2).    Tata cara revisi DOEN. Dinas Kesehatan Propinsi yang mewakili.  Usulan memasukkan suplemen makanan ke dalam DOEN tidak akan dipertimbangkan. Sekretariat menyampaikan permintaan kesediaan tertulis dari yang bersangkutan disertai permohonan ijin kepada atasan. maka dapat mengundang narasumber di luar tim ahli. acuan pengadaan obat PKD. Proses rekrutmen anggota Tim Ahli dan Konsulta (a).

Anestetik 2. Sehingga dalam DOEN ini tercantum fenitoin sirup 50 mg/5 ml. 16 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 17 . dalam hal bentuk sediaan diserahkan kepada kebutuhan program. IDI.2. 3 . vial 50 mg diusulkan dan diterima masuk dalam DOEN. Analgesik Non Narkotik Metampiron inj i. 250 mg/ml dikeluarkan dengan alasan keamanan.5 %. Sediaan tunggal masih dipertahankan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belum melaksanakan program direct observed treatment shortcourse (DOTS). Namun. mengingat ketersediaan di pasaran.5 %. Oleh tim ahli diusulkan dan diterima Penjelasan Perubahan Obat Perubahan obat dalam DOEN 2008 baik nama generik atau formulasinya. 6. dinilai efikasinya tidak jauh berbeda dengan NSAID yang lain. Antiepilepsi . khususnya untuk anestesi spinal. dengan pembatasan khusus penggunaan yaitu pada profilaksis bedah inj 1 g/vial. 1. Dalam daftar diberi tanda *) yang berarti ”membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya”.1.o o o o 4. Ketersediaan dan pengadaan parasetamol sup dibatasi hanya sampai tingkat rumah sakit kabupaten. karena merupakan satu-satunya obat antifungi sistemik. Analgesik. 1 mg/ml dan inj i. apakah berbentuk FDC (fixed dose combination) atau kombipak. khususnya di RS.m 60 mg/ml yang efikasinya dinilai ebih baik dibanding artemether inj. sebagai sedativa dan hipnotika. Sedangkan thiopental serb inj i. Immunosupresan dan Terapi Paliatif Klormetin dan levamisol dikeluarkan dari DOEN. tab kunyah 100 mg. i. Antiinflamasi Nonsteroid.000 kemasan 20 dan 30 ml dikeluarkan dari DOEN. Dalam hal antimalaria ditambahkan artesunat inj i. Sementara itu enfluran cairan ih. Dalam hal obat antituberkulosis. Anestetik Umum Dan Oksigen Usulan isofluran cairan ih lar. Amfoterisin*) inj. Sementara itu usulan menambahkan ketoprofen sup 100 mg dan parasetamol sup 120 mg. 1000 mg/amp.v. pra anestesi. 240 mg dapat diterima. selalu masuk usulan untuk memasukkan sefalosporin. dimana bentuk injeksi dapat menyebabkan syok anafilaktik. memberi tempat kepada sefazolin. Anestetik Lokal Diusulkan lidokain injeksi 5% + glukosa 7. dicantumkan beberapa kombinasi untuk kepentingan program. Namun dengan munculnya banyak obat NSAID. pasca operasi pada anak. namun baru pada revisi kali ini KomNas DOEN.3. mengingat ketoprofen sup digunakan untuk pasien pasca operasi yang belum bisa menerima pemberian obat secara oral dan tidak mengiritasi lambung. ISFI. Analgesik Narkotik Sufentanil inj dalam bentuk sitrat 50 mcg/ml. 2. sejak awal sudah tercantum dalam DOEN.v.m. Lidokain inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200. Fenobarbital tab 50 mg ditambahkan dalam DOEN karena sangat diperlukan. Sefazolin merupakan obat terpilih sebagai profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi. sedangkan keamanannya justru lebih rendah dibanding NSAID. efek toksik terhadap jantung lebih kecil. btl 120 ml. WHO Model List 2007 pun tidak mencantumkan kolkhisin lagi. terutama di daerah yang sukar mendapatkan bupivakain. Ikatan ahli/spesialis) Industri farmasi (BUMN dan GP Farmasi) 5. untuk masuk dalam DOEN. Maka kolkhisin dikeluarkan dari DOEN.. amp 2 ml. btl 250 ml dikeluarkan dari daftar dengan alasan kurang menguntungkan jika dibanding dengan penggunaan isofluran dan halotan. Antipirai Kolkhisin tab 500 mcg. selain disediakan beberapa obat dalam bentuk tunggal.v. Selain itu midazolam inj i. karena tidak lagi digunakan sebagai antikanker mengingat efikasi dan keamanannya. yang merupakan obat pilihan untuk meningitis dan digunakan untuk demam tifoid berat yang resisten dengan kloramfenikol. untuk mengatasi infeksi MRSA (methicilin resistant S. Antipiretik. mengingat perlunya pengobatan kista yang tidak menunjukkan gejala. sehingga akan mempermudah kontaminasi jika digunakan berulang. Pada kelompok antivirus protease inhibitor ditambahkan tablet lopinavir karena sangat dibutuhkan untuk HIV/AIDS. Antipirai 1. Antiinfeksi Dalam beberapa kali revisi.1.3. meskipun dari segi pemakaian artemether lebih praktis terutama untuk di Puskesmas. Selain itu. sesuai dengan tatalaksana kesehatan pada anak. aureus). Hal yang sama terjadi pada seftriakson inj 1 g/vial. berdasarkan kelas terapi adalah sebagai berikut : 1. walau harganya mahal.v/i. Untuk kelompok antiamuba ditambahkan diloksanid furoat tab 500 mg. Tim ahli sepakat untuk menerima usulan penambahan vankomisin inj 500 mg. PPNI.Antikonvulsi Usulan penambahan bentuk sirop dan tablet kunyah sediaan untuk pasien anak diterima.v. 2. Sedangkan parasetamol sup dibutuhkan untuk kasus kejang demam. btl 250 ml diterima dalam DOEN karena memiliki kelebihan terhadap jantung dan digunakan untuk keadaan pasien tertentu. terutama untuk mengatasi infeksi jamur di paru-paru. dikeluarkan dari daftar.2. 8. Antineoplastik. Penundaan masuknya antimikroba sefalosporin ini. merupakan obat terpilih pada pasien sangat gawat. suatu infeksi nosokomial yang serius. 5 mg/ml. Sekolah Tinggi Keperawatan Dinas Kesehatan Propinsi yang memberikan usulan revisi Organisasi profesi (IBI. dikeluarkan dari daftar. karbamazepin 100 mg/5 ml. 1. karena kemasan dinilai terlalu besar. karena kelangkaan ketersediaan di pasaran. lebih disebabkan terjadinya perkembangan resistensi antimikroba yang sangat pesat.

Obat ini efektif namun perlu diwaspadai terjadinya agranulositosis. 28. Obat Telinga. karena kemasan terlalu besar. Obat Kardiovaskuler Pada kelas terapi ini dilakukan beberapa perubahan tempat subkelas terapi atau dikeluarkan karena tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran seperti prokainamid.18% infus. Penambahan klozapin diterima. Pada subkelas terapi antipsikosis diusulkan penambahan metilfenidat rasemik (dl) dalam bentuk regular release dan extended release. Dalam subkelas terapi antidepresi dan antimania. Fluoksetin kap/tab 10 mg dan kap/tab 20 mg. kurang efisien dalam penyimpanan dan tidak lagi menjamin kesegaran larutan. 18. Dalam subkelas antihipertensi ditambahkan injeksi natrium nitroprusid. karena merupakan obat terpilih untuk yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain. 14. Meski bukti (evidence) belum sepenuhnya mendukung. maka DOEN 2008 harus disebarluaskan ke sarana pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. salep levertran. D. sangat menyadari pentingnya sediaan ini. yaitu pertimbangan para ahli bahwa pengobatan infeksi telinga tidak perlu menggunakan antibiotik maupun kortikosteroid. dapat dimasukkan dalam formularium rumah sakit. namun selama ini merupakan obat terpilih untuk ADHD. Penyebarluasan dapat berupa pencetakan buku yang dikirimkan ke sarana pelayanan kesehatan atau dipublikasikan dalam media elektronik. Klorambusil harganya murah . Melfalan merupakan obat murah dan sangat diperlukan dalam pengobatan multiple myeloma. Tambahan baru yang diterima dalam DOEN adalah permetrin sebagai antiskabies yang kurang toksik bagi anak. klorambusil tablet 2 mg dan melfalan tab 2 mg. Larutan Elektrolit dan Nutrisi Garam oralit kemasan 1000 ml dikeluarkan dari DOEN. seperti penggunaan amalgam. sertralin dan paroksetin. menggantikan gameksan. seperti preparat sulfa cones dan pasta iodoform. diusulkan penambahan fluoksetin. Perubahan bermakna terjadi juga pada obat tetes telinga. Penyerbarluasan DOEN 2008 Dalam rangka penerapan konsep obat esensial. Penambahan lain adalah liquor veilli yaitu obat sederhana yang efektif mengatasi dermatitis basah. jika diperlukan. yang efikasinya sangat baik untuk pembedahan dengan teknik hipotensi dan septik syok. Selain itu sediaan antibiotik dalam bentuk tetes hidung atau telinga tidak tercantum dalam WHO Model List .4 % isotonik. hidung dan tenggorokan. kuinidin. terutama tim ahli dan konsultan. Psikofarmaka Alprazolam dikeluarkan karena dinilai tidak esensial dan cenderung menimbulkan over used dan ketergantungan. akan tetapi komposisi sediaan yang ada di pasaran bervariasi. semua dikeluarkan dari DOEN.penambahan daunorubisin HCl serbuk inj 50 mg. Ada pula yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. 20. oleh karena itu disepakati bahwa amalgam diganti dengan komposit. untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Pengukuran kadar leukosit secara berkala sebaiknya dilakukan. Daunorubisin merupakan pengobatan utama pada Leukemia Limfositik Akut yang banyak ditemukan pada anak-anak. 18 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 19 . dan natrium bikarbonat inj 1. 17. Untuk kepentingan anak dan neonatus dalam kelas terapi ini ditambahkan larutan nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0. Hidung dan Tenggorokan. Obat Topikal Dari kelas terapi ini banyak obat yang dilkeluarkan terutama karena sudah obsolet antara lain gentian violet. diterima untuk pilihan golongan SSRI. 23. Untuk itu diusulkan agar kebutuhan akan sediaan ini ditampung dalam formularium rumah sakit. dengan kebutuhan yang mungkin berbeda. KomNas DOEN. Pada subkelas terapi antiaritmia ditambahkan amiodaron dan digoksin. reserpin. Obat Gigi Dan Mulut Dari kelas terapi ini cukup banyak obat yang dinilai sudah obsolet. bahkan penggunaannya sudah tidak diajarkan lagi di Fakultas Kedokteran Gigi. Beberapa cairan seperti lotio kummerfeldi. terdaftar di Indonesia dan sesuai dengan WHO Model List. Dalam hal cairan nutrisi parenteral yaitu larutan nutrisi IV. Dengan demikian hanya tersedia kemasan 200 ml.

ANALGESIK./i.v.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg. btl 100 tab sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi ketoprofen Daftar Obat Esensial Nasional 2008 21 . ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCl/sulfat).k./s. btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut./s.m. ktk 5 vial @ 10 ml Penggunaan perlu diperketat BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 fentanil kodein morfin petidin sufentanil 1.1 ANALGESIK NARKOTIK inj i. 10 mg/ml (HCl/sulfat).m. ANTIPIRAI 1.m. ANTIPIRETIK. ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg.05 mg/ml (sebagai sitrat).v. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 KELAS TERAPI. ktk 5 amp @ 2 ml tab 10 mg.k. 0./i. ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat). ktk 10 bls @10 tab tab salut 200 mg. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman. inj i. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 1.v. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 100 tab tab 400 mg. Kekuatan. fenilbutason ibuprofen tab 200 mg./i. lambat 50 mg/ml (HCl). sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu. btl 250 tab inj i.

v.m. .Menghambat produksi asam urat (35% penderita) .50% (HCl). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) cairan ih. 1 mg/ml inj i.3. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). gas dalam tabung inj 10%. btl 60 ml sup 120 mg sup 240 mg midazolam nitrogen oksida oksigen propofol tiopental Untuk penggunaan khusus 1. btl 100/1000 tab . ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. 0. btl 250 ml inj i. tube 10 g semprot 4%. 2% (HCl). ktk 10 vial @ 20 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin Khusus untuk analgesia spinal. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. ktk 100 amp @ 2 ml inj p.m.v. btl 50/250 ml cairan ih.v. ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum. 5 mg/ml ih. gas dalam tabung ih.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 100/1000 tab 2.5 %. 10 mg/ml (HCl). Kekuatan. 3. btl 1000 tab tab 500 mg./s.Tidak diberikan sewaktu serangan akut .Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal.v. 22 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 23 . amp 2 ml diazepam Khusus untuk analgesia spinal. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. morfin etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara. ktk 10 amp @ 1 ml 2. 10 mg/ml (HCl/sulfat). NAMA GENERIK metampiron (Bentuk Sediaan. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg.v. dan Kemasan) tab 500 mg. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. ktk 5 vial @ 20 ml inj 0. 50 mg/ml (sebagai HCl). ktk 10 vial @ 20 ml inj i. ktk 5 amp @ 4 ml semprot. 10 mg/ml (sebagai HCl). btl 50 ml inj 5% + glukosa 7.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN halotan isofluran ketamin natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg.Tidak diberikan sewaktu serangan akut. KELAS TERAPI.5%.5% (HCl) + glukosa 7.1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj p.k.v. terjadi pada 65% penderita. ktk 5 amp @ 20 ml serb inj i. probenesid tab 500 mg. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl).v. ktk 25 amp FORMULASI RESTRIKSI 2./i. Kekuatan.KELAS TERAPI. 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dlm 20 ml air injeksi). ANESTETIK 2. .v. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.

ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i.Terpilih untuk anafilaksis . ktk 100 amp @ 2 ml inj i. ktk 100 amp @ 2 ml tab 200 mg. ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar). btl 100 tab tab 15 mg. btl 120 ml inj i. 10 mg/ml.k 1 mg/ml (sulfat).3 mg . dan Kemasan) inj s.5 kg serb. btl 1000 tab tab 100 mg. NAMA GENERIK 4.Dosis 0. 0. 40%. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). ktk 24 amp @10ml inj i.m. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat). ktk 10 amp @ 2 ml sir 50 mg/5 ml. amp 25 ml tab 250 mg (garam Na). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na). btl 100/1000 tab tab kunyah 100 mg sir 100 mg/5 ml.m. btl 120 ml inj i. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif.1% (sebagai HCl/bitartrat). 5 mg/ml.v.4 mg/ml (HCl). btl 1000 tab inj i. 50 mg/ml (sebagai garam Na). 20%.KELAS TERAPI.v.k. ktk 10 amp @10 ml inj i. Kekuatan. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan.m. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI .02 mg/ml (HCl). ktk 10 amp @ 2 ml inj 0.5 ml kaps 30 mg (garam Na)./i. ktk 10 vial @ 5 ml kalsium folinat (leukovorin. Ca) fenobarbital kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson karbamazepin magnesium sulfat natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat valproat 24 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 25 . btl 120 ml tab 30 mg. amp 25 ml inj i./i. btl 1000 tab inj i./i.2 UMUM apomorfin (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) inj s.m 50 mg/ml.0. bisa diulang KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab 50 mg.1 KHUSUS atropin 5./s.v. ktg 0. 10 mg/ml (sebagai dihidrat).5 mg.v.k. fenitoin deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat). btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na).v. ktk 5 amp @ 2 ml tab 500 mg. Kekuatan. btl 10 tab inj 3 mg/ml.v. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml.v.m. 25%. btl 1000 ta b inj 5 mg/ml (maleat). 5 mg/ml (HCl). tube 2. ktg 30 g FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin karbon aktif magnesium sulfat 4.

btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. ktk 10 vial inj i. NAMA GENERIK 6. dan Kemasan) serb inj i. 3 juta UI/vial. Kekuatan. btl 30 ml tab scored 300 mg.Khusus di Kalimantan Selatan untuk pengobatan . 1 juta UI/vial.m. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).1. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. NAMA GENERIK ampisilin (Bentuk Sediaan. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K).2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat). btl 60 ml serb inj i. ktk 100 vial serb inj i./i. Fasciolopsis buski. fenoksimetil penisilin (penisilin V) 6.v. ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na) sir 62.Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah./i.m.2.1.5 mg/5 ml (sebagai garam Na).m. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis. btl 100 tab . 1. ktk 10 vial sefazolin ampisilin Digunakan pada profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeki luka operasi seftriakson serb inj 1 g / vial. 500 mg/vial (sebagaigaram Na). ktk 25 vial @ 10 ml inj i. 500 mg/vial (sebagai garam Na).1 ANTELMINTIK 6. ANTIINFEKSI 6. 500 mg/vial (sebagai garam Na) (untuk dilarutkan dalam 5 ml air injeksi). Dosis untuk anak : 20 mg/kgBB benzatin benzilpenisilin mebendazol pirantel tab 100 mg./i.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat prokain benzilpenisilin tab scored 500 mg. btl 60 ml serb inj i./i.v. .m. btl 100/1000 tab scored benzilpenisilin kristal dikloksasilin prazikuantel 6. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K).m.m. ktk 5 str @ 6 tab Untuk strongiloides. ktk 100 vial serb inj 1 g / vial.2 ANTIBAKTERI 6. 6. Kekuatan.m.m. 10 juta UI/vial.1 Antelmintik Intestinal albendazol (Bentuk Sediaan. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K).v. ktk 2 vial 26 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 27 . dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 60 ml serb inj i./i. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).4 juta UI/ml.v. 250 mg/vial (sebagaigaram Na).v.m.3 Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg. ktk 2 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 400 mg. 2./i.KELAS TERAPI. 250 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na).2 juta UI/ml. ktk 10 vial serb inj i.v.1.m. ktk 10 vial serb inj i.

ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl). ktk 100 amp @ 2 ml Khusus untuk infeksi tulang. btl 100/1000 tab tab 500 mg. btl 100 ml tab 500 mg.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. Kekuatan.2.3. ktk 100 amp @ 2 ml inj 40 mg/ml (sebagai sulfat).2.2. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). Pemakaian khusus untuk colitis ulcerativa. klindamisin tetrasiklin 6. ktk 10 amp @ 3 ml inj i. Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal ktk 10 str @ 10 kaps inj i. ktk 1 vial 6. btl 60 ml serb inj i.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml. hanya untuk kondisi darurat. ktk 10 vial @ 10 ml 6. serb inj 500 mg/vial..v.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi : sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16 mg/ml sulfadiazin tab.KELAS TERAPI. btl 100 tab dapson tab scored 100 mg. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat).2. btl 100/1000 tab sup 500 mg.v.6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCl). btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl).2.2. Kekuatan. btl 100 tab tab 250 mg. NAMA GENERIK 6.2. ktk 10 amp @ 2 ml 6. 50 mg/ml (HCl). dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). dan Kemasan) tab scored 200 mg. ktk 5 amp @ 5 ml.2 Antibakteri Lain 6.2. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat). ktk 5 vial @ 10 ml Perlu pertimbangan yang baik.v. ktk 10 str @ 10 tab vankomisin Life saving pada infeksi MRSA 6.2. Tidak sebagai pilihan utama untuk infeksi kuman gram ktk 10 bls @ 10 tab scored positif.v.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.2.5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 mg/ml (sebagai sulfat).4 Makrolid eritromisin oksitetrasiklin kaps 250 mg (sebagai stearat). btl 500 tab sulfasalazin inj i. NAMA GENERIK trimetoprim (Bentuk Sediaan.2.2. ktk 10 str @ 10 kaps 6.2. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaps 100 mg(sebagai hiklat/HCl).1 Tetrasiklin doksisiklin (Bentuk Sediaan. 6. 250 mg/3 ml (HCl).2.2. btl 1000 tab scored 28 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 29 .1 Antilepra tab 500 mg.

300 mg tab 400 mg. vial @ 10 ml tab scored 250 mg. btl 100 tab scored tab scored 200 mg.000 UI/tab btl 100/1000 tab susp 100. 50 mg inj. 500 mg tab 275 mg.3. btl 100 tab tab 500 mg (HCl). btl 1000 tab tab 300 mg.000 UI/ml. sistemik amfoterisin *) Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. botol 12 ml Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obatobat lain. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 100 tab tab 100 mg. nistatin tab salut 500. i.v. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg. 50 mg. ktk 100 vial trimetoprim 6. 500 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 6. rifampisin Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis 6. dan Kemasan) kapl 150 mg. Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. 450 mg tab 75 mg.4 ANTIFUNGI 6.3.2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCl).KELAS TERAPI.1 Antifungi. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat).4. Kekuatan. micronized kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg ketokonazol kapl 150 mg. NAMA GENERIK Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan. Kekuatan.. btl 100/1000 tab tab scored 100 mg. micronized (Bentuk Sediaan. vial 50 mg/10 ml. btl 100 tab Khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosa Paru). btl 100 tab *) Penggunaan membutuhkan keahlian khusus griseofulvin.dioidomikosis dan lain-lain).3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg metenamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab. 450 mg tab 75 mg. infeksi mikosis sistemik (kandidiasis. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. btl 100 kaps kaps 300 mg. btl 100 tab scored tab 200 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. ktk 10 str @ 10 kaps FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 250 mg. ktk 10 str @ 10 tab isoniazid pirazinamid tab salut enterik 500 mg. 75 mg tab 150 mg. 300 mg tab 400 mg. streptomisin Kombinasi : rifampisin isoniazid Kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kapl 150 mg. 75 mg. 150 mg. 30 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 31 . btl 100 tab scored rifampisin tab scored 300 mg. NAMA GENERIK klofazimin. dan Kemasan) kaps dalam minyak 100 mg. parakoksi .

2. btl 10 ml lar infus i. Antiretroviral 6.6. 200 mg/10 ml zidovudin 6. topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol (Bentuk Sediaan.000 UI/tab. NAMA GENERIK 6. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.2.6. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk.5. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. btl 60 tab tab 300 mg.KELAS TERAPI. btl 1000 tab inj i. btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. btl 60 tab tab 100 mg.2 Antimalaria 6. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).2.6.2.v. NAMA GENERIK kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin (Bentuk Sediaan. btl 60 tab tab 40 mg. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) tab 150 mg stavudin tab scored 200 mg tab scored 400 mg 6.1. dan Kemasan) ktk.1 Antiherpes asiklovir 6.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). Kekuatan./i. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat).4.1 Antiamuba dan Antigiardiasis diloksanid metronidazol tab 500 mg (furoat) tab 250 mg. btl 90 tab tab 600 mg.3 Protease Inhibitor lopinavir tab 200 mg.6.2 Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) efavirens tab 200 mg. Kekuatan.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab.2 Antifungi. natrium tiosulfat nistatin primakuin 6. btl 1000 tab tab 30 mg.v. 60 mg/ml ktk 8 vial @ 1 ml tab 32 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 33 . dan Kemasan) salep. btl 30 tab nevirapin 6. 25% (sebagai HCl). btl 30 ml tab vagina 100. tube 10 g cairan 25%.5.2.m.5. ktg 20 g krim 2% (nitrat).6.2.5 ANTIPROTOZOA 6. ktk 6 amp @ 1 ml inj i.5. ktk 10 str @ 10 tab kuinin Hanya untuk malaria yang gawat. btl 100 tab 6. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI serb 2% (nitrat). btl 100 tab tab 500 mg. 6. ktk 100 amp @ 2 ml tab 15 mg (sebagai fosfat).v.6 ANTIVIRUS 6. 6 bls @ 10 tab artemether artesunat inj 80 mg/ml. btl 100 tab sir 50 mg/5 ml.

ktk 10 amp @ 5 ml tab 15 mg. ktk 1 vial sisplatin 34 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 35 . ktk 1 amp tab salut 2 mg. 50 mg/vial (HCl).v. btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na).1 PROFILAKSIS dihidroergotamin propranolol 7. btl 28 tab serb inj i. 0. ktk 1 vial serb inj 15 mg/amp (sebagai HCl). ktk 5 str @ 4 kaps lunak kalsium folinat (leukovorin. ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg. btl 50 kaps inj 50 mg/ml.5 mg/vial. NAMA GENERIK daktinomisin (Bentuk Sediaan. btl 50 tab inj 200 mg/ml.1 HORMON DAN ANTIHORMON medroksi progesteron asetat tab 250 mg.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein (Bentuk Sediaan. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. IMUNOSUPRESAN azatioprin siklosporin tab 50 mg./i. ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCl). 50 mg/ml.3 SITOTOKSIK asparaginase bleomisin busulfan dakarbazin serb inj 10.000 UI/vial. btl 100 tab kaps lunak 25 mg. 500 mg/vial.2. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 2. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF 8.v. ANTINEOPLASTIK. ktk 1 vial serb inj i. ANTIMIGREN 7.KELAS TERAPI.v. NAMA GENERIK 7. 5 mg/vial (sebagai garam Na).v.5 mg (sebagai garam Na).v. ktk 1 vial serb inj i. ktk 1 vial @ 4 ml serb inj i.5 mg serb inj 20 mg/vial (HCI). ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial. Kekuatan. 10 mg/vial (HCl).5 ml tab 20 mg (sebagai sitrat). btl 100 kaps tab salut 50 mg.v. btl 25 tab tab 2. ktk 1 vial serb inj i. btl 10 kaps inj i. ktk 10 str @ 10 tab tab scored 40 mg (HCl) btl 100 tab scored daunorubisin doksorubisin tab 1 mg (tartrat). btl 100 tab serb inj 100 mg/vial.v.5 mg (sebagai mesilat). 1000 mg/vial. ktk 1 vial 2. Ca) klorambusil melfalan merkaptopurin metotreksat tamoksifen Harus disimpan pada suhu 2-8oC.m. btl 10 tab inj 3 mg/ml. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. ktk 10 amp @ 5 ml prokarbazin siklofosfamid 8./i. dan Kemasan) inj i.t. ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial. Kekuatan. 200 mg/vial. btl 30 tab kaps lunak 40 mg (undekanoat). btl 100 tab tab.v. ktk 30/100 tab etoposid 1 mg 50 mg fluorourasil 8. ktk 5 amp @ 1/10 ml tab 2 mg tab 2 mg tab 50 mg. testosteron 8. ktk 1 vial 0.

btl 100 tab Untuk haemofilia B tab 2 mg (HCl). btl 500 ml sianokobalamin (vitamin B12) 10.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER hydroxy ethyl starch lar infus 6%. btl 1000 tab tab 5 mg. 1 mg/vial (sulfat). btl 1000 tab inj 10 mg/ml. Na (Bentuk Sediaan. btl 250 tab fraksi protein plasma Harus diproduksi dengan benar 10. dan Kemasan) inj i. vinkristin . btl 30 tab Sesuai program perawatan paliatif rumah sakit 9. btl 500 ml kombinasi : poligelin (ekivalen dengan 0./s. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI vinblastin protamin sulfat Pemakaian terbatas (kasus tertentu). amp 1 ml .5 g natrium klorida 4. dan Kemasan) serb inj i. btl 500 ml lar infus 10%. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml. ktk 1 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. OBAT untuk morfin tab 10 mg (sulfat).1 ANTIANEMI asam folat besi (II) sulfat 7 H20 tab 1 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab tab salut 300 mg.v. btl 1000 tab sir.125 g air steril bebas pirogen sampai 500 ml . ktk 5 vial serb inj 10 mg/vial (sulfat).Dosis untuk bayi prematur 0. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil faktor IX kompleks tab. ktk 1 vial serb inj 500 UI/vial + pelarut 10 ml.63 g nitrogen) 17.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . btl 100 tab 11.19 g kalsium (terikat pada polipeptida 0. OBAT yang MEMPENGARUHI 10.k 100 mg/vial.5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Pengganti plasma DOEN lar infus. NAMA GENERIK heparin. 5000 UI/ml.25 g kalium klorida 0./s.4 TERAPI PALIATIF. DARAH.m 2 mg/ml.2 KOAGULASI. btl inj 500 mcg/ml.Perlu sarana dan keahlian khusus.Harus disimpan pada suhu 2-8°C warfarin tab 2 mg (garam Na/K).1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 UI/vial + pelarut 10 ml. ktk 1 vial serb inj 1000 UI/vial + pelarut 25 ml.m.KELAS TERAPI. btl 60 ml tts.Tidak boleh diberikan secara intratekal . . ktk 100 amp @ 1 ml 11.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 1 vial Untuk haemofilia A 8.k. NAMA GENERIK sitarabin (Bentuk Sediaan.Variasi kombinasi sediaan yang beredar di pasaran dapat digunakan 36 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 37 . PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11. .v.v. Kekuatan./i. Kekuatan. ktk 1 vial serb inj i. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg.

1. ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml.KELAS TERAPI.v.2%. 5%. ktk 1 vial 20 ml inj 0.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i. . ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN granul. ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml. Kekuatan.755 g/ml.1. dan Kemasan) inj 0.2 TES FUNGSI 12. Kekuatan.2 Hati natrium bromsulftalein inj mengandung 30.2.2. ktk 10 amp @ 20 ml inj i. ktk 1 vial 50 ml meglumin natrium amidotrizoat kaps 500 mg. kedap udara. btl 6 kaps 12. btl 10 ml / 50 ml 38 39 . ktk 1 amp 5 ml iopamidol 12. ktk 1 amp 5 ml inj 20%.408 g/ml. 200 mg/ml.4 Mielografi iofendilat inj 76%. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml. ktk 1 amp 10 ml inj i. NAMA GENERIK 12. DIAGNOSTIK (Bentuk Sediaan. 76%.1 Ginjal natrium aminohipurat 12.7%. btl 2 l susp 65%. ktk 1 vial 2 ml 12. Untuk diencerkan serb. terlindung dari cahaya.612 g/ml.6 Urografi iopamidol (Bentuk Sediaan.2.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12. ktk 10 amp @ 20 ml 12.v.612 g/ml. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 120 ml klorheksidin lar 5. NAMA GENERIK 12.5 l meglumin natrium amidotrizoat polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 cairan.5 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi : natrium bikarbonat 1. ktk 1 amp 3 ml ioheksol tts mata 1% (garam Na). btl 5 ml inj 10%. btl 250/450 ml susp 55%.25 g simetikon 0. ktk 1 amp 20 ml inj 65%.2 Biligrafi natrium iopodat 12. ktg 200 g susp 2.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca.3 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12.3 Lain-lain fluoresein inj i.5% iodium.v.1. ktk 1 amp 20 ml FORMULASI RESTRIKSI 12.1. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% 13.Untuk diencerkan sampai 3%.0% (glukonat). 1:10. ktg.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.1.1. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na).k. btl 2. btl 500 ml lar 59.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat.042 g barium sulfat 13. btl 1000 ml .

HORMON.1 GIGI dan MULUT .000 UI/ml.1%).k. Kekuatan. btl 6 g (4. btl 100 tab lar 5%. btl 100 g pasta pengisi saluran akar spons gelatin senyawa klor surgical ginggival pack 14. OBAT dan BAHAN untuk 14.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida (Bentuk Sediaan.1 HORMON ANTIDIURETIK desmopresin vasopresin semprot inj i. Oral glibenklamida Untuk diencerkan. DIURETIK furosemida tab 40 mg.05-0. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. btl 10 g lar. glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin tab 1 g. NAMA GENERIK povidon iodida 13.000 etil klorida eugenol fluor kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) klorheksidin lidokain inj. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar.m. btl 10 ml susp 100. ktk 2 tube cairan. 10 mg/ml. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 15. btl 100 g serb. tube 10 g semprot 15% (HCl).2. btl 100 tab pasta. btl cubicles 1x1x1 cm.KELAS TERAPI. btl 10 ml Kemasan harus kedap udara manitol spironolakton 16. dan Kemasan) lar dan serb. ktk 10 str @10 tab hidroklortiazid semprot 0. btl 100 tab tab 5 mg. btl 1000 ml serb (untuk lar 0.1 Antidiabetes. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktg 20 g cairan.5 mg. ktk 25 amp @ 2 ml tab 25 mg.2% (glukonat) inj 2% (HCl).2 ml. Kekuatan. dan Kemasan) lar 10%.5 mg. btl 100 ml cairan. btl 1000 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI./i. ktk 5 bls @ 20 tab glipizid Daftar Obat Esensial Nasional 2008 40 41 . btl 1000 ml Program samijaga Ditjen P2-PL. natrium hipoklorit nistatin tab 2. btl 250 tab inj i. GIGI dan MULUT. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. btl 60 ml cairan konsentrat 5%. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. 20 IU/ml. ktk 10 amp @ 1 ml lar 0. klg 50 butir set FORMULASI RESTRIKSI 14. btl 12 ml Daftar Obat Esensial Nasional 2008 16. btl 10 ml tab 0.v. btl 100 ml /1000 ml serb. btl 1000 tab lar infus 20%.2 ANTIDIABETES 16. btl 100 tab tab 5 mg./s.m.2 GIGI dan MULUT. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl). btl 500 ml tab 25 mg.

4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml natrium tiroksin tab 0.btl 60 tab tab sublingual 0.0625 mg untuk pediatrik 16.4.3. NAMA GENERIK metformin 16. NAMA GENERIK 16.2. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg 30 mcg etinilestradiol 16.m. ktk 10 str @ 10 tab tab 30 mg.5 mg. Kekuatan.2 Kontraseptik.3 Progestogen hidroksi progesteron noretisteron 16. ktk 1 vial 10 ml inj 100 UI/ml.2 ANTIARITMIA amiodaron tab 200 mg.4 Kontraseptik 16. ktk 1 vial 10 ml propiltiourasil 16. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. btl 100 tab prednison 17. str 28 tab tab 0. ktk 6 amp @ 3 ml tab 0. AKDR (IUD) copper T set / buah digoksin 42 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 43 . dan Kemasan) implan 2 rods (3-4 tahun) FORMULASI RESTRIKSI inj 100 UI/ml.5 KORTIKOSTEROID deksametason inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat). Parenteral insulin intermediate insulin regular insulin regular : insulin intermediate (30 : 70) (Bentuk Sediaan. inj 100 UI/ml.3. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg 17.4. Implan levonorgestrel (Bentuk Sediaan. ktk. btl 100/1000 tab tab 0.0625 mg.3. 125 mg/ml. dan Kemasan) tab 500 mg.1 mg. btl 100 tab inj 0. OBAT inj i.2 Antidiabetes. btl 30 tab Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN.5 mg.4. KARDIOVASKULER. ktk 1 vial 1 ml hidrokortison tab 0. btl 1000 tab 16. Kekuatan.05 mg.ktk 1amp @ 2 ml Tablet 0. btl 100 tab tab 0.3. btl 50 tab tab scored 100 mg.1 Androgen testosteron 16. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. pil 17. btl 100 tab tab 0.25 mg.3.3 Kontraseptik.3.1 Kontraseptik.3. btl 1000 tab Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu.625 mg. btl 100 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml.KELAS TERAPI.1 ANTIANGINA atenolol diltiazem HCl isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg.3. ktk 1 vial 10 ml 16.2 Estrogen estrogen terkonjugasi etinilestradiol 16. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).4.4 Kontraseptik.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16. serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.5 mg.25 mg/ml.

1 % (sebagai HCl/ bitartrat).4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg.1 Syok Kardiogenik dobutamin inj 50 mg/ml.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida kaptopril tab 50 mg. btl 30 tab inj 2.v. .Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. Kekuatan.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg.25 mg.7.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (HCl).5 mg/ml (HCl).15 mg/ml ( HCl).v. ktk 10 amp @ 1ml tab 40 mg (HCl). ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg. OBAT untuk 17. furosemida 17.KELAS TERAPI. 10 mg/ml. Digunakan untuk hipertensi berat 17. ktk 10 bls @ 10 tab 44 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 45 .Dapat timbul efek samping batuk.7. ktk 20 str @ 10 tab inj i. amp 10 ml inj 40 mg/ml (HCl). ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg. NAMA GENERIK 17.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. btl 100/100 tab inj 0. OBAT digoksin tab 0. 1 mg/ml (HCl).5 mg.m. NAMA GENERIK disopiramida epinefrin (adrenalin) lidokain (Bentuk Sediaan.25 mg/ml. btl 100 tab tab 0.6 GAGAL JANTUNG. btl 100 tab inj i. btl 100 tab tab scored 12.m.7 SYOK. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg. btl 50 tab tab 25 mg./i. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. Kekuatan. 0.5 mg. . . amp 2 ml natrium nitroprusid *) nifedipin Sebagai long acting vasopressor. 17.000 UI/vial inj 1. ktk 100 amp @ 1 ml klonidin *) dopamin lisinopril epinefrin (adrenalin) metildopa 17. btl 100/1000 tab inj.2 Syok karena anestesi efedrin norepinefrin 17. ktk 30 tab scored inj 50 mg/ml (HCl). kaptopril . ktk 100 amp @ 1 ml inj 4 mg/ml.v.v. ktk 10 str @ 6 / 10 tab scored inj i. ktk 5 amp @ 5 ml inj i. dan Kemasan) kaps 100 mg (fosfat). 0.Dapat timbul efek samping batuk. ktk 10 str @ 10 tab scored propranolol Tablet 0. vial tab 10 mg Diberikan setiap 4 jam. 2% (HCl). 17. ktk 10 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. vial 5 ml inj 25 mg/ml.0625 mg.5 juta UI/vial FORMULASI RESTRIKSI Untuk intrakardial atau resusitasi streptokinase . btl 100 kaps inj 0.Perlu sarana dan keahlian khusus.5 TROMBOLITIK (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) inj 750. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg.1% (sebagai bitartrat). .0625 mg untuk pediatrik verapamil Untuk aritmia supraventrikuler. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12.

dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100 ml tingtur 25 %. tube 5 g krim 2. tube 20 g perak nitrat lar 20%. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens liquor faberi krim 10 %. Kekuatan. Kekuatan. coal tar podofilin serb 2% (nitrat).2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. ktk 100 g susp 2%. btl 30 ml liquor 18. ktg 20 g krim 2% (nitrat).1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal.5% (asetat).6 KAUSTIK (Bentuk Sediaan. tube 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 47 .KELAS TERAPI.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat krim 1%.05%. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : . btl 30 ml susp 5%. salep. OBAT TOPIK AL untuk 18. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 18. NAMA GENERIK Salep 2-4 .Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI 18.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien .4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0.1% (sebagai valerat). pot 30 g lar 5 %. salep 2%. tube 10 g cairan 25%.1 %) kombinasi : asam salisilat 0. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis.000 UI/g perak sulfadiazin 18. dan Kemasan) salep.Harus diaplikasikan oleh dokter .3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol salep. KULIT.Tidak boleh dibawa pulang. pot 30 g salep 10%. .1% (sebagai valerat).1 % boraks 0.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS permetrin krim 5 %.5 % gliserin 10 % serb 2%. . k a r e n a d a p a t menimbulkan bahaya akibat absorpsi. pot 30 g salep 5%. tube 5 g krim 0. tube 5 g krim 0. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 30 ml natrium tiosulfat 18.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. tube 5 g larutan Dibuat segar urea 18. .1 ANTIAKNE asam retinoat 18. pot 500 g Hanya untuk luka bakar yang luas. tube 40 g hidrokortison liquor veilli (solutio salicylic acid 0.

Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah lar infus. tube kedap 10 tab . Kekuatan.v. btl 500 ml manitol natrium bikarbonat lar infus 20%.58 g 2.18 % (Bentuk Sediaan. btl 5 ml tts mata 0.5 g gentamisin salep mata 0. tube 4 g salep mata 1% (HCl). btl lar infus 0.52 g 0.5%. LARUTAN ELEKTROLIT. tube 3.4% isotonik. 10%.Disimpan dalam wadah kedap udara. ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL dialisa peritoneal DOEN hemodialisa DOEN 20. OBAT untuk 21. btl 5 ml darrow glukosa ana (DG ana) darrow glukosa half strength dekstrose glukosa lar infus.5g idoksuridin kalium klorida kalsium glukonat oksitetrasiklin 48 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 49 . btl 100/500 ml lar infus 20%.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air . btl 1000 tab ktk. inj 0. btl lar infus 5 %. natrium klorida ringer laktat 20. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20.5% (HCl). btl 500 ml inj 15%.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). 8. 24 btl @ 1000 ml lar. . MATA.3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21.v. 100 ktg. btl 25 ml inj i.70 g tab siap larut 300 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.5% (HCl).9%. btl 500 ml lar infus 3%.5 g tts mata 0. tube 3.30 g 0.2 ANTIMIKROBA amfoterisin lar infus. kombinasi : glukosa 4% natrium klorida 0. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium. 19.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat kalium klorida serb.225 % Larutan nutrisi. btl 5 ml salep mata 0. btl 500 ml lar infus 40%. btl 500 ml lar infus 5%. tube 3.KELAS TERAPI.v. amp/vial @10 ml/20 ml lar infus 10%. ktk 24 amp@10 ml salep mata 3%. btl 100/500 ml . dan Kemasan) lar infus. btl 1 galon FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ANESTETIK LOKAL bupivakain natrium bikarbonat 20.1%. btl 500 ml lar infus 10%.1. dan Kemasan) lar infus. 1 mek/ml. vial 50 ml lar infus. tiap ktg untuk 200 ml air 0. ktk 1 amp 10 ml inj i.Perlu sarana dan keahlian khusus. btl 25 ml inj 1. btl 500 ml FORMULASI RESTRIKSI Untuk pra operatif pada anak. Kekuatan. btl 500 ml tetrakain 21.3%. btl 500 ml inj i.3%. NAMA GENERIK Larutan nutrisi DOEN kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0. btl 500 ml Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah.2 PARENTERAL cairan intralipid tab 500 mg.4%.

ktk 10 vial @ 1 ml 50 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 51 . Kekuatan.m. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. btl 5 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.4 MIDRIATIK atropin tts mata 0.2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat homatropin inj 20%. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 5 ml metilergometrin tab salut 0.5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA asetazolamida tab 250 mg.4 ANTIPSIKOSIS flufenazin tab 25 mg (HCl). Kekuatan. btl 5 ml tts mata 0. ktk 100 amp @ 2 ml pilokarpin timolol 23.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl). ktk 30 tab tab 200 mg. ktk 100 amp @ 1 ml 21.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tts mata 2%.5% (maleat). OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. dan Kemasan) tts mata 15% (natrium). ktk 10 str @ 10 tab Bila memungkinkan dilakukan monitoring kadar obat. btl 100 tab inj 0.25 mg/ml (dekanoat). NAMA GENERIK sulfasetamida 21.01% b/v natrium kromoglikat lar 2%.m/i.3 ANTIINFLAMASI betametason (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml tts mata 2% (HCl/nitrat).1 OKSITOSIK tts mata 1 mg/ml (natrium). btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). PSIKOFARMAKA 23.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. btl 5 ml 23. ktk 30 tab kap/tab 20 mg. btl 5 ml Untuk kasus dry eyes syndrome litium karbonat 23.6 LAIN-LAIN kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg dekstran (70) 1 mg gliserin 2 mg benzalkonium klorida 0.5 mg (HCl). btl 1000 tab tab 5 mg.5% (sulfat). ktk 10 vial @ 20 ml 21.8-1. 500 mg/vial (sebagai garam Na). dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 22. 5 mg/ml. ktk 10 bls @ 10 tab fluoksetin kap/tab 10 mg.200 mg/ml.25% (maleat). btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). btl 100 tab serb inj i. btl 1000 tab tab 2.v. btl 15 ml 23. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). btl 5 ml tts mata 0.KELAS TERAPI. btl 15 ml oksitosin 22.125 mg (maleat). btl 100 tab inj i.m. ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%.2 mmol ek/l 21. btl 1000 tab inj i. Safety windows 0.

ktk 50 tab FORMULASI RESTRIKSI Sebagai alternatif klorpromazin.m. ktk 100 tab tab 5 mg.m.5 mg/ml (metilsulfat). dan Kemasan) tab 0. btl 1000 tab klorpromazin klozapin *) .m 5 mg/ml (HCl).Perlu sarana dan keahlian khusus. vial 5 ml klorpromazin tab salut 25 mg (HCl). ktk 100 amp @ 2 ml 52 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 53 . ktk 10 str/bls @ 10 tab *) Merupakan alternatif kedua setelah piridostigmin 25.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 5 str @ 10 tab tab 150 mg. untuk 25. KELAS TERAPI. 25 mg/ml (HCl).m./i. btl 60 ml risperidon 23. ktk 30 tab tab extended release 20 mg.m. OBAT untuk neostigmin *) inj 0. btl 1000 tab Penggunaan ½ . ktk 30 tab Perlu keahlian khusus dalam penggunaannya. RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE 24. 5.Merupakan obat terpilih dalam pengobatan psikosis yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain susp. ktk 5 str @ 10 tab tab 2 mg. Kekuatan. dimenhidrinat tab 50 mg.1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER atrakurium inj 25 mg / 2. 25 mg/ml (HCl). NAMA GENERIK suksinilkolin (Bentuk Sediaan. 24.v. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml inj i.Sebaiknya dilakukan cek leukosit secara berkala (hati-hati agranulositosis) . btl 15 ml/100 ml inj i. btl 100/1000 tab tab 1. 100 mg/vial (klorida).5 mg.2 ANTIEMETIK tab kunyah. ADHD. btl 1000 tab inj i. ktk 3 str @ 10 tab tab regular release 10 mg.m. ktk 50 tab tab 50 mg. Kekuatan.5 ml rokuronium inj i.5 mg. btl 1000 tab inj i.KELAS TERAPI. amp 2. ktk 50 amp @ 1 ml piridostigmin tab 60 mg (bromida). OBAT.2 MIASTENIA GRAVIS. btl 100/1000 tab tab 2 mg. ktk 10 vial FORMULASI RESTRIKSI . SALURAN CERNA.1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 24. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg. 5 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) tab salut 25 mg (HCl). . OBAT untuk (dl) metilfenidat *) tab 1 mg. 2 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj i. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. NAMA GENERIK haloperidol (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) serb inj i.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25.5 ml.v 10 mg/ml.

/i.58 g 2./s.6 KATARTIK bisakodil salbutamol serb. 0. btl 50 ml tts 0. ktk 4x5 nebules 25.30 g 0.m.7 ANTIINFLAMASI. sup 5 mg. tiap ktg untuk 200 ml air 0. Kekuatan.5 DIARE. btl 100 ml gliserin 26. btl 10 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.v. 1 mg/ml (sulfat). OBAT untuk sulfasalazin 26. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat). ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.5 % .5ml NaCl.v.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).5 mg. btl 1000 tab inj 0.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg.4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat).m. btl 1000 tab inj i. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).k. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 25.1 mg/tts. SALURAN NAPAS. klg 100 tab inj i.k.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr). Kekuatan. btl 100/1000 tab sup. ktk 6 sup cairan. ktk 100 sup budesonid deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) ekstrak beladon 25.25 mg/ml (sulfat). dan Kemasan) tab 500 mg. tabung 200/400 dosis inj 50 mcg/ml (sebagai sulfat). ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.KELAS TERAPI. kanister 15 ml tab 0./i.5 mg/2. NAMA GENERIK metoklopramid (Bentuk Sediaan.70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah Inhalasi untuk serangan intermitten dan untuk serangan akut pertama.1 % (sebagai HCl/bitartrat). btl 100/1000 tab lar ih 0. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl). OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25./s.v. OBAT untuk 26. dan Kemasan) tab 10 mg (sebagai HCl). ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2. kanister 15 ml aerosol 200 mcg/puff. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktk 6 sup sup 10 mg. ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 mcg/puff. ktk 10 amp @ 2 ml sir 5 mg/5 ml. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml. btl 60 ml 54 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 55 . 10 ml ih/aerosol 100 mcg/dosis (sebagai sulfat). btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCl). 100 ktg.52 g 0.

m.S) inj i.. ktk vial 10/20 dosis serb inj s.m. btl 60 ml tab 100 mg. ktk 5 amp @ 4 ml inj s. dan Kemasan) tab 10 mg (HCl/fosfat). 1 ml inj i. btl 5 ml cairan semprot 4% (HCl). serum antirabies .m.U.m..B.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN human tetanus imunoglobulin serum anti bisa ular A. ktk 5 amp @ 2 ml inj i.. btl 10 ml serum imunoglobulin 56 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 57 . ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C inj i. 1500 UI/amp.k. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C.KELAS TERAPI.050 % (HCl).Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 10. HIDUNG dan TENGGOROKAN.m.Khusus daerah tertentu .m.5. TELINGA.B. btl 1000 ml serum antitetanus (A. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C.Disimpan pada suhu 2-8° C.S) Untuk pencegahan : inj i. . inj i. ./i./i. Disimpan pada suhu 2-8º C 27. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. 100 UI/ml. 500 UI.Disimpan pada suhu 2-8º C. btl 50 ml tts hidung 0.v 20. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C tts. 20. OBAT yang MEMPENGARUHI 27.m.k..v. .2 VAKSIN vaksin B. .000 UI/vial. dan Kemasan) inj i. inj i.m. (Bentuk Sediaan.k. ktk 1 vial 0..k. inj i.m. Kekuatan.k. Kekuatan.. karbogliserin lidokain oksimetazolin Disimpan pada suhu 2-8º C. ktk 10 vial @ 4 ml inj i. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i. ktk 10 amp @ 2 ml. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Harus disimpan pada suhu dibawah 5º C Disimpan pada suhu 2-8º C. btl 200 ml cairan konsentrat.Untuk diencerkan sampai 3%. I (khusus ular dari luar Papua) A. . 28. vial inj i.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan post-exposure di daerah rabies. 26.G.. 10.000 UI/vial. SISTEM IMUN.m../i. ktk 10 vial @ 10 ml . NAMA GENERIK kodein (Bentuk Sediaan.000 UI/vial./i. .II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.000 UI/amp.v.Digunakan untuk pengobatan post-exposure di daerah rabies. btl 1000 tab cairan.m.C. tts telinga 10 %. btl 15 ml tts hidung 0.U. ktk 10 vial @ 10 ml inj i. kedap udara.T. OBAT untuk hidrogen peroksida cairan konsentrat.Disimpan pada suhu 2-8º C. NAMA GENERIK 27.025% (HCl). btl 1000 ml vaksin campak obat batuk hitam (OBH) vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus(DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies.D. terlindung dari cahaya. ktk 10 vial @ 5 ml inj i.m.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5 ml. Disimpan pada suhu 2-8º C.

btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian terapeutik pada hipokalsemia iodium BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) nikotinamid piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks 58 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .000 UI/ml. btl 1000 tab tab. btl 50 kaps lunak tab 50 mg (HCl). Kekuatan.KELAS TERAPI. btl 1000 tab kaps 50. dan Kemasan) tab 50 mg. btl 60 ml kaps lunak 200 mg. btl 1500 kaps lunak inj 100 mg/ml. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. NAMA GENERIK 29. btl 1000 tab tab 25 mg (HCl).000 UI. ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) ergokalsiferol (vitamin D3) (Bentuk Sediaan. btl 100 kaps susp 10. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100.000 UI. btl 1000 tab tab 5000 IU. btl 1000 tab tab 100 mg tab 10 mg (HCl).000 UI (sebagai palmitat).000 UI. botol 1000 tab kaps lunak 50.

BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 KELAS TERAPI.Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum. ktk 10 amp @ 2 ml 1. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. Kekuatan. ANESTETIK (Bentuk Sediaan.Tidak diberikan sewaktu serangan akut.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal terjadi pada 65% penderita . dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI FORMULASI RESTRIKSI 2. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). btl 100 tab tab 400 mg. btl 100/1000 tab 3. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.m 10 mg/ml (HCl).3. btl 1000 tab Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 2.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) ibuprofen metampiron tab 100 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. Kekuatan. NAMA GENERIK 2.v 10 mg/ml (HCl/sulfat). dan Kemasan) KELAS TERAPI. oksigen tiopental natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. ktk 25 amp Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis.v 2% (HCl). tube 10 g semprot 4%.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktk 10 bls @10 tab tab 200 mg. ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl). ANALGESIK. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin 59 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 60 .k/i. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. ktk 10 amp @ 1 ml 1. diazepam morfin probenesid tab 500 mg.1 ANALGESIK NARKOTIK petidin inj i. ANTIPIRETIK. 1.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. gas dalam tabung serb inj i. ANTIPIRAI 1.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. .v lambat 50 mg/ml (HCl). ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg.k/i. ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. btl 60 ml 2. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. btl 1000 tab tab 500 mg.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) .v 50 mg/ml (sebagai HCl).1 ANESTETIK LOKAL etil klorida lidokain semprot.v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). btl 50 ml Kemasan harus kedap udara.m/s.m/s. ktk 10 vial @ 20 ml ih.v 10 mg/ml (sebagai HCl). ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. btl 100/1000 tab . btl 100 tab tab 500 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.

NAMA GENERIK fenobarbital (Bentuk Sediaan.m 1. dan Kemasan) inj s.2 juta UI/ml. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. btl 30 ml kalsium folinat (leukovorin. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.m/i. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).v 25%.1 KHUSUS atropin inj i. ktk 10 vial serb inj i.5 mg. Ca) natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4.Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar). ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. dan Kemasan) tab 30 mg.m/i. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan.v/s. btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis.v 5 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml Khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas.4 juta UI/ml.1.Dosis 0.5 kg serb. ktg 0. d serb aktif. btl 30 ml pirantel tab scored 250 mg (sebagai pamoat). tube 2.1. ktk 10 amp @ 2 ml 6.m/i.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 6.v 50 mg/ml (sebagai garam Na). btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.1% (sebagai HCl/ bitartrat). Kekuatan.m 0.v 250 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 10 amp @10 ml 6. btl 1000 tab inj i.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg. btl 100 tab tab 500 mg. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml.1 Antelmintik Intestinal mebendazol tab 100 mg. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat). benzatin benzilpenisilin ampisilin fenitoin 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 62 .Terpilih untuk anafilaksis . . ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i.k 1 mg/ml (sulfat). ktk 25 vial @ 10 ml 5. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI .0.v 500 mg/vial (sebagai garam Na).k/i. btl 1000 tab tab 100 mg.2 UMUM karbon aktif magnesium sulfat tab 1 mg. bisa diulang KELAS TERAPI.m/i.KELAS TERAPI.2 ANTIBAKTERI tab scored 100 mg (sitrat).m 50 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml 6. Kekuatan.1 ANTELMINTIK 4.5 ml kaps 30 mg (garam Na). ktg 30 g 6. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). ANTIINFEKSI . btl 60 ml serb inj i.m 2.2. ktk 10 vial inj i. ktk 100 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin tab 4 mg ( maleat). btl 1000 tab tab 50 mg.2 Antifilaria dietilkarbamazin 6.3 mg .

ktk 25 vial tab 500 mg (sebagai garam K).2. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.2. btl 100 tab tab 500 mg (HCl).m 1 juta UI/vial. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl). ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.2 Antituberkulosis etambutol isoniazid tab 250 mg (HCl). btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg.3.2.2 Antibakteri Lain 6. btl 1000 tab tab 500 mg. NAMA GENERIK sulfadiazin trimetoprim (Bentuk Sediaan.1 Tetrasiklin oksitetrasiklin inj i.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg tab. Kekuatan.2.2. NAMA GENERIK benzilpenisilin kristal fenoksimetil penisilin (penisilin V) (Bentuk Sediaan. btl 100 tab Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.KELAS TERAPI. btl 100 tab tab 100 mg. ktk 10 str @ 10 tab streptomisin kombinasi : rifampisin isoniazid Dengan kemasan khusus tab.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6. btl 60 ml pirazinamid rifampisin 6. btl 100 tab tab scored 200 mg. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI Tidak untuk infeksi berat 6. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat).v 50 mg/ml (HCl). ktk 10 str @ 10 kaps dapson klofazimin.1 Antilepra 6. 50 mg Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. dan Kemasan) tab 500 mg. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl). btl 100/1000 tab 6.m/i.2.2. btl 100/1000 tab tab 500 mg. 6.4 Makrolid eritromisin prokain benzilpenisilin kaps 250 mg (sebagai stearat). micronized tab scored 100 mg.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.v 250 mg/3 ml (HCl). ktk 100 vial kapl 150 mg. btl 1000 tab tab 300 mg.2. Kekuatan. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K).m 3 juta UI/vial.2. btl 60 ml serb inj i. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat). btl 100 kaps tetrasiklin 6. dan Kemasan) inj i. btl 100 tab tab scored 300 mg.v 10 juta UI/vial.2. 63 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 64 . ktk 10 amp @ 3 ml inj i.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab 250 mg. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat).3. ktk 100 vial serb inj i. 75 mg tab 150 mg. btl 60 ml 6.2. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K).

KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 2 ml kuinin 6. btl 1000 tab 6. 500 mg 6. 300 mg tab 400 mg. NAMA GENERIK kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan. ktk 8 vial @ 1 ml 6.4.1 Antifungi. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab. ktk 10 str @ 10 tab 6. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. 500 mg 6.000 UI/tab.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat). ktk 6 amp @ 1 ml inj i. 500 mg tab 275 mg.3.m 60 mg/ml. btl 500 tab tab scored 100 mg. btl 1000 tab inj i. 250 mg. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). btl 100/1000 tab susp 100. btl 100 tab kapl 150 mg.4 ANTIFUNGI 6. 50 mg.2 Antimalaria kapl 150 mg.Hanya untuk malaria yang gawat. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat). pot 30 g . btl 12 ml kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin ktk. 150 mg. btl 100 tab tab 500 mg. Sistemik griseofulvin. Kekuatan.000 UI/ml.5. 300 mg tab 400 mg.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg. btl 1000 tab 65 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 66 . . btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat).5 ANTIPROTOZOA 6. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 6.5.2 Antifungi. micronized nistatin tab scored 250 mg. 450 mg tab 75 mg. dan Kemasan) kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.2.2.5. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml.4. 450 mg tab 75 mg. artemether artesunat inj 80 mg/ml. NAMA GENERIK nistatin (Bentuk Sediaan.5. Topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% salep. Kekuatan.v 25% (sebagai HCl). 75 mg. btl 100 tab scored Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg nitrofurantoin trimetoprim tab.v/i. dan Kemasan) tab vagina 100. btl 100 tab scored tab salut 500.000 UI/tab. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. KELAS TERAPI.

btl 1000 ml lar. ktk 1 amp 5 ml inj 20%. btl 100 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu.5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 67 68 . ANTIMIGREN 7. 10.1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg.k 1:10. amp 1 ml tab 1 g. btl 1000 tab tab salut 300 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit lar 10%. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI tab 2. btl 250 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.Dosis untuk bayi prematur 0. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. OBAT yang MEMPENGARUHI 10.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . Kekuatan. btl 1000 tab inj 10 mg/ml. btl 100 tab lar 5%.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i. Kekuatan. kedap udara. besi (II) sulfat 7 H20 sianokobalamin (vitamin B12) kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida cairan. DARAH. btl 100 tab tab. btl 1000 ml . 13. NAMA GENERIK 12. ktk 100 amp @ 1 ml povidon iodida 13. ktk 1 vial 2 ml 9. btl 1000 ml .1 PROFILAKSIS dihidroergotamin (Bentuk Sediaan.3 Lain-lain fluoresein 7. ktk 30/100 tab tts mata 1% (garam Na). btl 60 ml tts.2.Untuk diencerkan sampai 3%. btl 100 ml /1000 ml serb. ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2-PL. ktk 1 amp 5 ml 1 mg 50 mg 12.KELAS TERAPI. btl 5 ml inj 10%.5 mg (sebagai mesilat). btl 1000 tab sir. ktk 10 str @ 10 tab 12. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na).m 2 mg/ml.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat).2 TES FUNGSI (Bentuk Sediaan. btl 1000 ml 10. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13. tab 2 mg (HCl). DIAGNOSTIK 12.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab. btl 1000 tab tab 5 mg.2 KOAGULASI. terlindung dari cahaya . btl inj 500 mcg/ml. NAMA GENERIK 7.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca.

btl 100 tab Untuk puskesmas daerah tertentu Kemasan harus kedap udara 16. dan Kemasan) tab 40 mg.2 Kontraseptik. NAMA GENERIK 15. GIGI dan MULUT.2 ANTIDIABETES 16.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16. ktk 2 tube cairan. btl 100 ml cairan. ktk 25 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI 14.2. btl 60 ml susp 100. Kekuatan. OBAT dan BAHAN untuk 14.000 etil klorida eugenol fluor inj. btl 10 ml tab 0.4 Kontraseptik Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 16.3. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin pasta pengisi saluran akar spons gelatin lar dan serb.2 GIGI dan MULUT. btl 12 ml 16. HORMON.5 mg. AKDR (IUD) copper T set / buah 16. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. inj 2% (HCl). btl 100 g 16. btl 100 tab tab 5 mg.3. btl 100 tab metformin kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) lidokain pasta.1 Antidiabetes. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.4. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl). btl 250 tab inj i. btl 100 tab tab 500 mg. btl 1000 tab 69 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 70 . btl cubicles 1x1x1 cm. tube 10 g semprot 15% (HCl). Kekuatan.5 mg. btl 10 ml 16.05-0.3 Kontraseptik.3. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg serb. Oral glibenklamida tab 2.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml Pemakaian harus dilarutkan dulu.KELAS TERAPI.4.1 Kontraseptik. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg pil nistatin 14.4. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80.3. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK semprot 0. btl 6 g (4.2 ml.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta.000 UI/ml.m 10 mg/ml. DIURETIK furosemida (Bentuk Sediaan. propiltiourasil tab scored 100 mg. klg 50 butir 16. btl 10 g lar.1 GIGI dan MULUT .v/i.

m 10 mg/ml. serb inj 100 mg/vial(Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg. cairan 25%.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10.5 KORTIKOSTEROID deksametason (Bentuk Sediaan. tube 5 g 17.2 ANTIARITMIA propranolol tab 50 mg.5% (asetat). OBAT untuk 17.25 mg.1% (sebagai valerat). ktk 100 amp @ 1 ml 17.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg.5 mg.1% (sebagai valerat). .v/i. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg. ktk 10 amp @ 1ml 18. ktk 10 bls @ 10 tab 18.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0. btl 30 ml 17. NAMA GENERIK 16. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. tube 5 g 17. ktk 20 str @ 10 tab inj i.Dapat timbul efek samping batuk. KULIT.3 ANTIFUNGI salep. dan Kemasan) tab 40 mg. Kekuatan. tube 5 g krim 0.25 mg/ml.Dapat timbul efek samping batuk. KARDIOVASKULER.btl 60 tab 17.000 UI/g 18.7. btl 100 tab inj i. btl 100/100 tab inj 0.7 SYOK.1 % (sebagai HCl/ bitartrat). ktk 1 amp 2 ml Tablet 0. OBAT 17. ktk 10 str @ 10 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaptopril hidrokortison .Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg.5 mg. Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida kaptopril tab 25 mg.v 0. btl 100 tab tab 0. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis. . prednison Sebagai alternatif deksametason. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg.0625 mg. NAMA GENERIK furosemida (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.KELAS TERAPI.6 GAGAL JANTUNG. Kekuatan.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. dan Kemasan) tab 0. 17.0625 mg untuk pediatrik hidrokortison 71 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 72 . ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored .1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i. ktk 30 tab 18. OBAT TOPIKAL untuk tab 10 mg (HCl). tube 5 g krim 2.1 ANTIANGINA atenolol isosorbid dinitrat 17. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. OBAT digoksin tab 0. btl 100 tab tab scored 12.5 mg.v 1 mg/ml (HCl). btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).

. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah 18. amp/vial @10 ml/20 ml tts mata 0. btl 500 ml ktk.2 PARENTERAL glukosa Perlu pengawasan khusus karena : .1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. btl 500 ml lar infus 40%.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Salep 2-4. Kekuatan. btl 5 ml 73 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 74 . karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi. btl 30 ml tab 500 mg.9%. btl 5 ml 18. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 18. vial 50 ml .4 MIDRIATIK atropin liquor faberi tts mata 0.5g tts mata 15% (natrium).70 g natrium bikarbonat 20. ktk 100 g susp 2%. dan Kemasan) salep. btl 25 ml lar infus 0. MATA. btl 100 ml tingtur 25 %.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. btl 500 ml lar infus 10%. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 20.Tidak boleh dibawa pulang. btl 5 ml serb 2%. .6 KAUSTIK perak nitrat lar 20%.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan natrium klorida ringer laktat 20. pot 30 g lar 5 %.Harus diaplikasikan oleh dokter . Kekuatan.1 ANESTETIK LOKAL tetrakain 21.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.KELAS TERAPI. btl 500 ml inj 15%. btl 500 ml lar infus 3%.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. sulfasetamida 21. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens salep mata 1% (HCl).58g glukosa anhidrat 2. pot 30 g salep 5%.5% (sulfat).Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium . btl 30 ml susp 5%. btl 1000 tab coal tar podofilin lar infus 5%. 100 ktg. pot 30 g salep 10%.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0. tube 3.2 ANTIMIKROBA oksitetrasiklin lar infus. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18.5% (HCl). .Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien .52 g kalium klorida 0. btl 30 ml liquor . serb. OBAT untuk 21. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). LARUTAN ELEKTROLIT.

btl 60 ml kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml 25.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg tab kunyah. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI 21. ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) .5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA pilokarpin tts mata 2% (HCl/nitrat). .2 ANTIEMETIK dimenhidrinat tab 50 mg. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. btl 1000 tab inj i. dan Kemasan) tab salut 25 mg (HCl).KELAS TERAPI.m 25 mg/ml (HCl). ktk 5 amp @ 1 ml inj i.5 mg.5 mg. untuk 25.Sebagai alternatif klorpromazin. btl 1000 tab inj i. btl 100/1000 tab tab 1. ktk 100 amp @ 2 ml 25. SALURAN CERNA. btl 100/1000 tab tab 2 mg.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 75 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 76 . btl 100 tab inj 0. Kekuatan. NAMA GENERIK klorpromazin (Bentuk Sediaan. tab salut 25 mg (HCl). ktk 100 sup kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. btl 1000 tab tab 5 mg.125 mg (maleat). ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml.200 mg/ml. Kekuatan. OBAT. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.4 ANTIPSIKOSIS haloperidol tab 25 mg (HCl). btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). btl 1000 tab oksitosin 23. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa. ktk 100 amp @ 2 ml Antasida DOEN II susp. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml.1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN sup.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl).m 5 mg/ml. ktk 10 bls @ 10 tab 23. ktk 100 amp @ 1 ml 25.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin 23.m 5 mg/ml (HCl).m 2 mg/ml (HCl). btl 15 ml/100 ml inj i. btl 1000 tab inj i.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg.m 5 mg/ml (HCl).m 25 mg/ml (HCl). btl 1000 tab Penggunaan ½-1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 23. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl). PSIKOFARMAKA 23. btl 1000 tab klorpromazin tab 0. ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat). btl 5 ml 22. ktk 100 tab tab 5 mg.

k 1 mg/ml (sulfat).m 10. SISTEM IMUN.T.m 100 UI/ml.v 20. ktk 5 amp @ 2 ml inj i.Disimpan pada suhu 2-8º C efedrin epinefrin (adrenalin) serum antitetanus (A.5 mg. btl 60 ml tab 100 mg.S) inj i.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. dan Kemasan) tab 10 mg. inj i. dan Kemasan) tab 1 mg (sulfat). ktk 10 vial @ 5 ml . btl 100 ml 26. btl 60 ml 27.2 VAKSIN vaksin B.70 g 25. btl 200 ml cairan konsentrat.000 UI/vial.m. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl). . 77 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 78 . SALURAN NAPAS.1 ANTIASMA deksametason tab 0. btl 1000 ml ekstrak beladon 25. .1 % (sebagai HCl/bitartrat). btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr). ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).25 mg/ml (sulfat).S) salbutamol Untuk pencegahan : inj i. btl 100/1000 tab inj i. serum antirabies ./i.58g glukosa anhidrat 2. inj i. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.U.v. ktk 5 amp @ 4 ml Harus disimpan pada suhu dibawah 5° C./i.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.v/s. btl 1000 tab inj i.Disimpan pada suhu 2-8º C. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI sir 25 mg/5 ml. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0.Disimpan pada suhu 2-8° C.m. ktk 10 vial @ 10 ml inj i.k.C. klg 100 tab inj i. ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.v/s.v 10.5 DIARE.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr).3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat (Bentuk Sediaan.52 g kalium klorida 0. OBAT untuk 26.m/i. OBAT yang MEMPENGARUHI 27.G.000 UI/vial. NAMA GENERIK kodein 26. I (khusus ular dari luar Papua) A. cairan. ktk 10 amp @ 2 ml.6 KATARTIK gliserin obat batuk hitam (OBH) serb.Khusus daerah tertentu .B. Kekuatan. 100 ktg.000 UI/amp. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A. btl 1000 tab inj 0.m 20.000 UI/vial.k. NAMA GENERIK 25. btl 100/1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.m/i. btl 1000 tab cairan.v 5 mg/ml (sebagai natrium fostat).m./i.m 1500 UI/amp.B. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari i muntah 27.D. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).Digunakan untuk pengobat an post-exposure di daerah rabies.U.4 ANTISPASMODIK atropin (Bentuk Sediaan.KELAS TERAPI. Kekuatan. .k 0. ktkl 10 vial @ 4 ml 26.

JP(K) 28. TELINGA.m. Kekuatan. ktk 10 vial @ 5 ml inj i.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan pre-exposure di daerah rabies.5.m.000 UI (sebagai palmitat). ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C tts. btl 1000 tab tab 25 mg (HCl). NAMA GENERIK tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks (Bentuk Sediaan. btl 5 ml 29.m./i. dan Kemasan) tab 50 mg (HCl) . ktk vial 10/20 dosis serb inj s.000 UI. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C MENTERI KESEHATAN inj i. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. dan Kemasan) inj s. btl 50 kaps lunak retinol (vitamin A) 79 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 80 . btl 1000 tab kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) tab 500 mg.k. ktk 1 vial 0.000 UI. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Disimpan pada suhu 2-8º C KELAS TERAPI. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. btl 1000 tab tab. HIDUNG dan TENGGOROKAN. Sp. btl 1000 tab tab 5.Disimpan pada suhu 2-8º C . ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C . SITI FADILAH SUPARI.KELAS TERAPI. OBAT untuk karbogliserin tts telinga 10 %. btl 1000 tab kaps lunak 50. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. Kekuatan. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) tab 50 mg. btl 1000 tab tab 10 mg (HCl). I Dr. NAMA GENERIK vaksin campak (Bentuk Sediaan.dr.000 UI.k. 1 ml inj i.k.

5 ml salep mata 1000 UI/g. ktk 10 str @ 10 tab serb 65 . tube 5 g jeli 2. tube 5 g jeli 5%..v. ktk 6 amp @ 3 ml inj i. 500 mg/vial (sebagai garam Na).75%. ktg tab 250 mg.v. i.DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 5 ml − − + − + DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN 3 4 5 6 artesunat + − Pindah sub kelas terapi 7 8 asam triklorasetat asetazolamida 9 10 11 atrakurium benzilpenisilin benzoil peroksida + − − + + 12 13 besi (II) sulfat 7H2O betametason Daftar Obat Esensial Nasional 2008 81 . btl 1 oz inj. btl 60 ml tts mata 1mg/ml (natrium). amp 2. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml inj 25 mg/2. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml.).m/i. Kekuatan Sediaan.25 mg. btl 100 tab tab 200 mg.5 ml. ktk 8 vial @ 1 ml kristal.5%. Kemasan) PENAMBAHAN (+). tube 5 g tts.m 60 mg/ml.v/i. PERUBAHAN FORMULASI 1 alprazolam LAMPIRAN I 2 amalgam perak amfoterisin*) amilorid amiodaron tab 0. PENGURANGAN (.5 mg. btl 100 tab serb inj i. vial 50 mg tab 5 mg (HCl). ktk 10 str @ 10 tab tab 0.

ktk 30 tab kap/tab 20 mg.). ktk 5 amp @ 1 ml 42 − − − − Perubahan bentuk garam 26 edrofonium efavirens 43 44 gameksan Garam Oralit I 28 45 46 gentian violet haloperidol 29 30 enfluran etakridin (rivanol) 82 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 83 . Kemasan) PENAMBAHAN (+). btl 100/1000 kaps sir 250 mg/5 ml./i. PERUBAHAN FORMULASI NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.v. btl 90 tab tab 600 mg./i.v. btl 10 ml inj i. btl 30 ml serb. ktk 5 vial 20 ml inj 100 UI/ml. ktk 10 vial @ 10 ml tab 200 mg.1 %. btl 60 ml implan 1 rods (3 th) sirup 50 mg/5 ml tab 50 mg btl 10 ml inj i.0625 mg. tiap ktg untuk 1000 ml air lar 1%. btl 5 ml inj 50 mg/ml. amp 1 ml kap/tab 10 mg. btl 500 ml lar infus 5 %. btl 1000 tab tab 0.48 g iodium). 2 mg/ml (HCl).96 ml (setara dengan 0. btl 250 ml lar 0. 0. PENGURANGAN (. vial 10 ml inj i.).m. btl 30 tab cairan ih. PENGURANGAN (. Kekuatan Sediaan. btl 300 ml serb. Kemasan) PENAMBAHAN (+).m. Kekuatan Sediaan. btl 500 ml semprot tab scored 100 mg (sitrat). ktk 1 amp 10 ml kaps 250 mg.a.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. i. ktk 10 lbr krim 1%.25% (HCl).05 mg/ml (sitrat). 100 ktg.m. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. btl 100 tab tab 0. 2mg/ml. ktk 1 vial 10 ml − + + + − + Perubahan bentuk sediaan Perubahan kekuatan sediaan + 31 etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) inj i. 10 mg/ml (klorida). 1 ml mengandung 0.v.35%. PERUBAHAN FORMULASI 14 15 bupivakain campuran insulin regular : intermediate (30 : 70) copper T daunorubisin dekstran 70 dekstrose desmopresin dietilkarbamazin digoksin inj infiltr 0.m. ktk 30 tab − 32 etoksuksimid − 16 17 18 19 20 21 22 set / buah serb inj 50 mg (HCl) lar infus 6%.25 mg. 5 mg/ml (HCl).25 mg/ml. btl 100 g 33 34 35 36 37 39 40 etonogestrel fenitoin fenobarbital fenol cair fentanil fitomenadion (vitamin K1) fluoksetin − + + − Perubahan bentuk kemasan + + bentuk sediaan dan kekuatan tidak dicantumkan 23 24 25 diloksanid dinatrium edetat dobutamin + − + − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − 41 fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) framisetin kasa steril 1% (sulfat). ktk 1 amp @ 2 ml tab 500 mg (furoat) tts mata 0. vial 5 ml inj 25 mg/ml. ktk 5 amp @ 2 ml inj. btl 100 tab inj 0.

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

47 48 49 50 51

hidroklortiazid hidrokortison hidrokortison hidrokortison asetat human tetanus imunoglobulin insulin intermediate insulin regular iodium isofluran isoprenalin

tab 25 mg, btl 1000 tab tab 10 mg krim 1% (asetat), tube 5 g tts mata 1%, btl 5 ml inj i.m 500 UI, vial

+ + − − + − − − + − +

66

klormetin

serb inj 10 mg/vial (HCl), ktk 1 vial tab 25 mg, ktk 50 tab tab 50 mg, ktk 50 tab tab 10 mg (fosfat), btl 250 tab

− +

67

klozapin *)

68

kodein

Perubahan kekuatan sediaan dan bentuk kemasan − +

52 53 54 55 56

inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 480 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml cairan ih, btl 250 ml inj 1mg/ml (HCl), ktk 1 amp 2 ml sirup 100 mg/5 ml, btl 120 ml tab 100 mg (kunyah) serb aktif, ktg 0,5 kg sup 100 mg tab 50 mg (sitrat), btl 10 tab tab 10 mg (HCl), btl 250 tab tab 2 mg tts telinga 3 %, btl 5 ml lar 1,5 % (glukonat), btl 2,5 l lar 4,0 % (glukonat), btl 2,5 l lar 0,2% (glukonat), btl 2,5 l

69

kolkhisin

tab 500 mcg, ktk 3 str @ 10 tab tab, ktk 30/100 tab

70

kombinasi : ergotamin 1 mg kafein 50 mg kombinasi : ekst. apii herba

71

kapsul 92 mg

57

karbamazepin

72 73

komposit resin kuinidin

set tab 200 mg (sulfat), btl 100/1000 tab infus, btl 500 ml

+ − + − − − − − −

58 59 60 61 62 63 64 65

karbon aktif ketoprofen klomifen klomipramin klorambusil kloramfenikol klorheksidin klorheksidin

Perubahan nama obat + − − + − − +

74

lar. nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0,18% larutan nutrisi DOEN I larutan nutrisi DOEN II larutan nutrisi DOEN III larutan nutrisi DOEN IV larutan nutrisi DOEN V levamisol

75 76 77 78 79 80

infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml tab 50 mg (HCl), ktk 4 bls @ 9 tab

84

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

85

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

81 82 83 84

levertran levonorgestrel levonorgestrel lidokain

salep kulit 5% pil 75 mcg, 150 mcg implan 6 rods (5 th) inj 5% + glukosa 7,5 %, amp 2 ml inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 20 ml liquor ditambah mentol 0,1% liquor ditambah mentol 0,5% larutan

− − − + −

95

(dl) metilfenidat *)

tab regular release 10 mg kaps extended release 20 mg tab 4 mg, btl 100 tab

+ − Perubahan sub kelas terapi dan komposisi obat ditulis lengkap.

96 97

metil prednisolon

85

lidokain

metilselulosa, diubah menjadi lar 2 %, btl 5 ml metilselulosa, kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg 1 mg dekstran (70) 2 mg gliserin benzalkonium klorida 0,01% b/v metoklopramid sir 5 mg/5 ml, btl 50 ml tts 0,1 mg/tts, btl 10 ml inj i.v. 1 mg/ml inj i.v. 5 mg/ml inj 1,4 % isotonik krim 20 mg/g, tube 5 g inj, vial tab 500 mg, btl 100 kaps tab 100 mg inj 4 mg/ml, amp 2 ml tts telinga, btl 5 ml

98 − 99 + 100 101

+ + + − + − + + −

86

liquor faberi

midazolam

87

liquor veilli; kombinasi : asam salisilat 0,1 % boraks 0,5 % gliserin 10 % lisinopril

natrium bikarbonat natrium fusidat natrium nitroprusid neomisin nikotinamid norepinefrin Obat telinga DOEN kombinasi : neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta UI/100 ml pankuronium parasetamol pasta devitalisasi (non arsen)

88

tab 5 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 200 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab cairan, kemasan sesuai kebutuhan lar infus 20%, btl 500 ml tab 2 mg inj i.m 250 mg/ml, ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml

102 103 104

89 90 91 92 93 94

litium karbonat lopinavir lotio kummerfeldi manitol melfalan metampiron

Perubahan kekuatan sediaan + − − + −

105 106

107 108 109

inj i.v. 2 mg/ml (bromida), ktk 10 amp @ 2 ml sup 120 mg sup 240 mg pasta, btl

− + −

86

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

87

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

110 111 112 113

pasta iodoform patent blue V perak nitrat perfenazin

pasta inj s.k. 2,5%, ktk 1 amp 2 ml lar 40%, btl 10 ml tab 4 mg (HCl), btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCl), btl 100/1000 tab krim 5%, tube tab 10 mg (bromida), ktk 10 str/bls @ 10 tab cairan, btl 10 ml / 50 ml

− − − −

125

retinol (vitamin A)

tab 5000 UI, btl 50 tab kaps lunak 100.000 UI, btl 50 kaps lunak inj 100.000 UI/ amp, ktk 100 amp 1 ml inj dalam minyak 100.000 UI/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v 10 mg/ml, vial 5 ml inj 1 gr, vial, ktk 2 vial inj 1 gr, vial, ktk 2 vial serb dan cairan, set 30 g btl 1 set cairan, btl 100 ml lembar 5 x 7 x 1 cm tab 30 mg, btl 60 tab tab 40 mg, btl 60 tab inj 50 mcg/ml (sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial kap 50 mg, ktk 10 str @ 10 kap tab 200 mg, ktk 2 str @ 10 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp 1 ml

+

126

retinol (vitamin A)

114 115

permetrin piridostigmin polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat dan metanal) prednisolon

+ −

127 128 129

rokuronium sefazolin seftriakson semen seng fosfat

+ + + − − − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − Perubahan nama obat

116

Pindah kelas terapi

130

117

tts mata 0,5%, btl 5 ml salep mata 1%, tube 3,5 g cones, btl 100 butir inj 100 mg/ml (HCl) tab 40 mg inj dalam minyak 500-600 mg/ml, ktk 1 amp 20 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

− − − + −

131 132 133

sirop timi majemuk spons gelatin stavudin

118 119 120 121

preparat sulfa prokainamida propanolol propiliodon propiltiourasil

134

sufentanil

135 Perubahan kekuatan sediaan − 137 − 138

suksametonium suksinil kolin

122

136

123

propranolol

tab 10 mg, ktk 100 tab tab 40 mg, ktk 100 tab tab 0,10 mg, btl 1000 tab tab 0,25 mg, btl 1000 tab

sulpirid

− −

124

reserpin

tiamin (vitamin B1)

88

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

89

ktk 1 vial 25 ml − 140 141 tropikamida tuberkulin protein purified derivative vaksin meningokokus polisakarida A + C valproat − − − LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 142 serb inj. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial (bromida). btl 100 tab tab 100 mg. btl 120 ml serb inj. 500 mg/vial. PERUBAHAN FORMULASI 139 tiopental serb inj i. btl 50 tab tab 500 mg (garam Na).). PENGURANGAN (. btl 100 tab 143 144 vankomisin + − Perubahan kekuatan sediaan Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 145 146 147 vekuronium warfarin zidovudin 90 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . ktk 25 amp tts mata 1%.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 5 ml inj i. Kekuatan Sediaan. ktk 20 vial tab 2 mg (garam K). ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml tab 250 mg (garam Na).k. 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). 1:10. Kemasan) PENAMBAHAN (+).v.

Pengarah Pengarah bertugas memberikan pengarahan dalam rangka revisi dan penyusunan DOEN 2008 sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 Pertama : MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Tugas KomNas DOEN sebagai berikut : a. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 5. 7. Tim Ahli Tim Ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ ke dalam DOEN 2008. mempersiapkan prosedur dan pedoman pelaksanaan. Fungsi. melaksanakan rapat-rapat teknis dan sidang pleno. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 3781). bahwa sesuai hal tersebut pada huruf (a) perlu didukung dengan pembinaan penggunaan obat yang rasional. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pelaksana Pelaksana bertugas menginventarisasi data. e.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS DOEN 2008). bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup merupakan tanggung jawab pemerintah seperti di amanatkan dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS). Kelima : 91 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 92 . Anggota Anggota bertugas memberikan masukan yang diperlukan dalam rangka evaluasi DOEN 2005 dan usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dalam DOEN 2008. 3. d. c. bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat dan kedokteran. d. Peraturan Pemerintah No. finalisasi DOEN 2008 dan penyebarluasannya. Dalam melakukan tugasnya KomNas Revisi DOEN bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. pola penyakit. dan Tata Kerja Kementerian Negara RI. Peraturan Menteri Kesehtan RI Nomor : 1575/Menkes/Per/ XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI. ketersediaan obat esensial yang aman. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 189/MENKES/SK/III/ 2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. Susunan Organisasi. Konsultan Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. tambahan Lembaran Negara RI No. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82. melaksanakan pendokumentasian. Membentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2008 (KomNas DOEN) dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. mempersiapkan usulan rancangan DOEN 2008. tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). Mengingat : 1. b. c. Tim Ahli dan Konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis/ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. program kesehatan serta perbaikan status kesehatan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan dibidang kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) perlu direvisi. 6.138. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Kedua : b. Tugas. f. Masa tugas KomNas DOEN terhitung mulai tanggal ditetapkannya keputusan ini sampai dengan akhir tahun 2008. Revisi DOEN 2005 dilaksanakan selama tahun 2008. Ketiga Keempat : : 4. serta melaporkan hasil kegiatannya 1 (satu) bulan setelah berakhir masa kerjanya. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 No. bahwa dalam rangka revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008. perlu dibentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN 2008 dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

7. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Dalam Negeri Kepala BAPPENAS Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Para Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Vertikal Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia Yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya 93 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 94 . 8. 9. dr. 3. 2. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan kembali atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapannya. 6. SITI FADILAH SUPARI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keenam : Biaya penyusunan KomNas DOEN dan seluruh kegiatan revisi dan penyusunan DOEN 2008 dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional Tahun 2008. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketujuh : Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. SpJP(K) Salinan Keputusan ini disampaikan kepada : 1. 5. 4.

8. 4. SITI FADILAH SUPARI. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Surveilans Epidemiologi. 5. 5. 4. Sekretariat : 1. 3.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pelaksana : Ketua Sekretaris Sekretaris I Anggota : : : : Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Zorni Fadia (Dokter umum) Dita Novianti (Apoteker) LAMPIRAN III DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1. dr. 9. SpJP(K) 95 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Imunisasi dan Kesehatan Matra Kasubdit Standardisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional Kasubdit Promosi Penggunaan Obat Rasional Erie Gusnellyanti Liza Fetrisiani Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. 10. 7. 6. 6. 2. 2. 3.

SpA (K) dr. dr. SpOG. Dede Gunawan. Surakarta Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet. Sarwono Waspadji. SpFK. Kartono Muhammad dr. SpA (K) drg. dr. Apt. M. Indofarma Direktur Utama PT. Semarang Direktur RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Direktur RS. MARS Dra. Soekandar. Arini Setiawati. Hanafi Trisnohadi. Jakarta Ditrektur RSU Yos Sudarso. PhD. SpPD (K). dr. Hadinegoro. dr. Engko Sosialine. MSi Dita Novianti. Tangerang Direktur RSUD Arifin Achmad. Pekanbaru Direktur RSUP Sanglah. Dr. Hussein Palembang Direktur RS dr. Inge Sutanto Prof. SpS (K) dr. Prof. Sardjito. Dr. Dr. SpKJ (K) dr. Prof. dr. Prof. Prof. Zorni Fadia dr. Apt. MM 97 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 98 . Nugroho Kampono. Karyadi. Gunawan Darmansjah. Asril Aminullah. Atie W. Moewardi. SpFK. Dettie Yuliati. dr. SpKGA DR. Djakaria. Sri Rezeki S.DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan AlKes Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan Sekretaris Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Direktur Bina Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Surveilans Epidemiologi. SpPD (K) Prof. Prof. Jakarta Ditrektur RSU Husada.Soetomo. Imunisasi & Kesehatan Matra Direktur Bina Gizi Masyarakat Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Direktur RSU Dr M Yunus Bengkulu Direktur RSU DR. dr. DR.A. Surabaya Direktur RSU Kab. dr. Iwan Dwiprahasto. M. Irawan Mangunatmadja. Banten Ditrektur RS Sumber Waras. SpOG. dr. Abdul Muthalib. Jakarta Ketua Pusat Ikatan Dokter Indonesia Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Ketua Persatuan Ahli Farmakologi Indonesia Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Ketua Persatuan Ikatan Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi Indonesia Prof. SpA (K) Prof. Riawan Dra. dr. dr. M. Solo Direktur RS dr. Abdullah Akhmad. Prof. Padang Direktur Utama PT. SpAn. Dr. S.Denpasar Direktur RS. Kimia Farma Direktur Utama PT. Iwan Darmansjah. Yogyakarta Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo. Bambang Sudarmanto. Jiwa Cimahi Direktur RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto-Jatim Direktur RSU dr.Si. Sp. Pinky F. Omo Abdul Madjid. Silvia Desiree.Biomed dr. Sri Suryawati dr. Dr. Robert Reverger. PhD. SpKJ(K) Prof. Djamil Padang Direktur RSU Ulin Banjarmasin Direktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Direktur RSUP Hasan Sadikin Bandung Direktur RSUP Muh. Prof. Makasar Direktur RSU Dr. dr. Siloam Karawaci. Rianto Setiabudy. Phapros Direktorat Kesehatan TNI-POLRI Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nangroe Aceh Darusalam Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karang Anyar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta Kepala Puskesmas Pajang. dr. SpFK. dr.MedSc. SpRad (K).

Apt. Dra. dr. S. Ema Viaza. Dara Amelia.98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Erie Gusnellyanti. Suhata Awan Yurianto Suprihandoyo Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati LAMPIRAN IV PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA/WAKIL KETUA/ANGGOTA TIM AHLI/ANGGOTA KONSULTAN *) 99 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Apt. Drs. Djentot Fibihanindyo Putro Dra.Si. Apt.Si. S. Rohayati Rahafat. Apt.

Nama Alamat : : LAMPIRAN V SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dengan ini menyatakan : 1......... Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Konflik Kepentingan terlampir....... Bersedia menghadiri rapat-rapat pembahasan teknis revisi DOEN..............PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA / WAKIL KETUA / ANGGOTA TIM AHLI / ANGGOTA KONSULTAN *) Saya yang bertandatangan di bawah ini. ( ) *) Coret yang tidak perlu 101 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Jakarta. 2... . 3. Bersedia menjadi Ketua / Wakli Ketua / Anggota Tim Ahli / Anggota Konsultan*) dalam KOMNAS DOEN..........

Tidak ada keluarga dari anggota KomNas yang memiliki. Untuk itu perlu adanya kesediaan seluruh anggota KomNas DOEN untuk mempelajari dan menandatangani dokumen pernyataan berikut apabila sudah menyetujuinya. Anggota KomNas diperbolehkan untuk terlibat sebagai petugas atau anggota badan dari organisasi sosial. mengendalikan. 4. Anggota KomNas tidak bertindak sebagai wakil resmi dari suatu badan untuk mempresentasikan baik berupa tulisan. Anggota KomNas Tanggal *) Coret yang tidak perlu 103 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 104 . Anggota KomNas tidak meminta atau menerima uang atau apapun yang bernilai dari seseorang atau organisasi baik secara langsung atau tidak langsung dalam jumlah sedemikian yang mungkin dapat mempengaruhi subyektivitas revisi atau hasil penilaian. 2. lisan. memiliki kepentingan atau bekerja pada perusahaan atau fasilitas lain yang berada di bawah pengawasan anggota KomNas. 3. organisasi keagamaan dimana ia tidak menerima kompensasi apapun atau sepanjang organisasi tersebut tidak mempengaruhi pandangannya sebagai anggota KomNas. 5. Jika dalam melaksanakan tugas sebagai anggota KomNas mempunyai konflik atau resiko konflik kepentingan. maka yang bersangkutan harus memberitahukan kepada Ketua Tim Ahli atau Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional sebelum setiap kegiatan revisi dan tidak ikut serta dalam pelaksanaan pengambilan keputusan. peragaan atau menampilkan sesuatu yang mungkin dapat menguntungkan secara finansial/material bagi dirinya. 1. 6. Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : : Ketua / Wakil Ketua / Anggota Tim Ahli / Konsultan*) KomNas DOEN Dengan ini menyatakan bahwa saya : Memahami dan akan mematuhi pernyataan yang tertera di atas. menjalankan.SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dalam rangka Revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) diperlukan adanya jaminan bahwa tidak akan ada konflik kepentingan anggota Komite Nasional DOEN (disingkat : KomNas DOEN) yang dapat mengganggu keputusan yang dibuat. Anggota KomNas tidak menyampaikan informasi yang dihasilkan dari pertemuan resmi kegiatan revisi dengan cara apapun dan alasan apapun tanpa persetujuan dari Ketua Tim Ahli dan anggota KomNas yang lain.

LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 NO 1 Ringkasan Alasan Penarikan Hubungan dengan masalah masyarakat Perbandingan dengan obat yang sejenis dalam DOEN Sifat farmakologi Bukti efektivitas Bukti keamanan Rasio manfaat terhadap biaya Formulasi Penggunaan obat ini dalam pedoman internasional Peraturan yang mendukung pengurangan obat ini Rekomendasi Daftar Pustaka KETERANGAN LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 105 .

REKAPITULASI USULAN REVISI DOEN 2008 Usulan dari Nama Instansi Alamat lengkap No Telp/Fax : : : PERUBAHAN BENTUK SEDIAAN KEMASAN DAN PENAM.200.PENGUKEKUATAN NO KELAS TERAPI NAMA OBAT BAHAN RANGAN BUKTI ILMIAH PENDUKUNG *) INDEKS Keterangan: *) Berdasarkan literatur / acuan / pustaka terpercaya *) Dilampirkan literatur / acuan / pustaka terkait ………………….. Cap Dinas / tanda tangan Nama terang NIP. 106 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .

74. 69 barium sulfat. 77 azatioprin. 49. 72 bedak salisil. 41. 32. 72 G garam oralit. lihat adrenalin ergokalsiferol.B. 36. 47. 47. 45. 44. 77 dekstrometorfan. 45. 56. 50 human tetanus immunoglobulin. 50. 64 estrogen terkonjugasi. 69 H haloperidol. 38 bahan tumpatan sementara. 41. 46 asam salisilat. 37 furosemida. 41 DG ana lihat darrow glukosa ana dialisa peritoneal DOEN. 31. 29. 74.B. 76 antasida DOEN II. 31. 77 air steril bebas pirogen. 76 disopiramida. 65 gutta percha points. 76 antibakteri DOEN. 69 atropin. 54. 37 faktor IX kompleks. 60. 43 dimenhidrinat.U. 40. 23. 48 darrow glukosa half strength. 21 fitomenadion. 62 fenoksimetil penisilin. 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 I Ibuprofen .I. 72 antifungi DOEN.INDEKS A A. 40. 43. 45 DT. 57. 36. 50. 40. 50 asetosal. 22. 71 asam askorbat. 23. 22. 37 air untuk injeksi. 34 daktinomisin. 22. 53. 24. 46. 46. 27. 39. 73 belerang endap. 23 heksaklorofen.S . 35 F faktor VIII. 55. 79 DTP. 22. 33 efedrin. 46. 29. 72 biru metilen. 72. 51. 52 atraumatic restorative treatment. 77 epinefrin. 23. 63 besi (II) sulfat 7 H20. 26 alopurinol. 56. 21. 66 asam asetilsalisilat. 42 etambutol. 55 amiodaron.S. 45 doksisiklin. 36. 54. 59 aluminium hidroksida. 42. 67 apomorfin. 51 fluoksetin. 75 dietilkarbamazin. 28 doksorubisin. 54. 76 amfoterisin. 27. 32. 71. 62 ampisilin. 32. 56. 56 hydroxy ethyl starch. 48. 62 anestetik lokal gigi DOEN. 33 asparaginase. 43. 56. 32. 51. 56. 72 asam folat. 61. 55. 69 fluoresein. 45. 71 atrakurium. 66 artesunat. 48 coal tar. 60. 37 fenilbutason. 41 gliseril guaiakolat. 62 difenhidramin. 48 daunorubisin. 77 glukosa. 70 glipizid. 46. 77 ekstrak beladon. 31 hemodialisa DOEN. 78 A. 43. 54 bismut subgalat. 71 dihidroergotamin. 66 antiparkinson DOEN. 59 107 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 108 . 77 dekstran . 43 amitriptilin. 67 flufenazin. 49 glass ionomer art . 53. 21. 54. 41. 25. 39. 48 diazepam. 23. 29. 65. 60 digoksin. 69 etinilestradiol. 52. 50 hidroksi progesteron. 68 etil klorida. 54. 57. 35 eugenol. 24 deksametason. 34. 79 asam benzoat. 34 atenolol. lihat atraumatic restorative treatment glibenklamida. 34 boraks. 34 deferoksamin. 26. 32 diltiazem HCl. 67 asam retinoat. 36. 47. 37 C CHKM. 76 bleomisin. 40. 34. 78 adrenalin. 71. 48.T. 58. 76 antimalaria DOEN.D. 37 hidrogen peroksida. 31. 68 fluorourasil. 75 halotan. 53. 64 darrow glukosa ana. 49 busulfan. 42. 45. 77 gentamisin. 74 albendazol. 36. 72. 67 eritromisin. 35 fraksi protein plasma. 78 A. 51 fluor. 64. 25 artemether. 40. 73 copper T. 74 glukosa anhidrat. 67 benzalkonium klorida. 74. 33. 73 benserazid. micronized. 32. 77 griseofulvin. 59. 33. 46. 40. 66 amoksisilin trihidrat. 38 basitrasin. 70 D dakarbazin. 55 bupivakain. 35 dopamin. 27 diloksanid. 46 hidroksipropil metilselulosa. 79 fenobarbital. 26. 34 B bahan kontras media DOEN. 42 etoposid.U. 65. 69 cairan intralipid.II. 60. 54. 50. 27 benzilpenisilin kristal. 46 budesonid. 76 heksamin mandelat. 72 antihemoroid DOEN. 49. 35 dapson. 50 dekstrose. 69 antasida DOEN I. 21 fenitoin. 47. 49 aminofilin. 42 homatropin. 75 amodiakuin tab. 41. 43. 65 etanol 70%. 25. 72. 24. 67 dikloksasilin. 78 A. 24 bisakodil. 70. 54. 58 ergotamin. 46. Na. 44 dobutamin. 32. 63 fentanil. 26. lihat asam asetilsalisilat asiklovir. 53. 60. 30. 55. 61. 48 heparin. 48 desmopresin. 41. 25. 61. 46. 55. 50 benzatin benzilpenisilin. 67 betametason. 41 hidrokortison. 73 asetazolamida. 48. 50. 65. 44. 69 E efavirens. 68 hidroklortiazida. 78 gliserin.

42. 65 ringer laktat. 40. 38. 74. 64. 42. 24. Ca. 35 metakresol sulfonat. 38. 64. 40. 23. 57 oksitetrasiklin. 21 klindamisin. 78 obat batuk hitam. 33. 35 kloramfenikol. 63 kotrimoksazol DOEN III . 32. 56. 54. 63. 77 kalk. 46 lisinopril. 60 ketokonazol. 75 pirantel. 30. 69 permetrin. 63 kotrimoksazol DOEN II. 47. 26. 58 kalsium hidroksida. 23. 27 seftriakson. 76 magnesium sulfat. 23 nitrogliserin. 24. 42. 61 karbogliserin. 36. 48. 70 propofol. 49 larutan nutrisi DOEN. 28. 77 komposit resin. 37. 38 ioheksol. 73 poligelin. 60 oksimetazolin. 40. micronized. lihat fenoksimetil penisilin perak nitrat. 60 N nalokson. 55. 46 petidin. 38 natrium klorida. 66 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Q - O OBH. 79 rifampisin. 29 klofazimin. 49 insulin intermediate. 22. 46. 60. 45. 39 natrium diklofenak. 61 klorfenol kamfer mentol. 40. 72 natrium tiroksin. 49. 69 pengganti plasma DOEN. 63 prokarbazin. 32. 39 metampiron. 47. 45 noretisteron.I serum antidifteri. 58. 62 medroksi progesteron asetat. 56. 21. 22. lihat A. 50 natrium nitropusid. 54. 24. 23 propranolol. lihat kalsium folinat levodopa. 25. 39 metenamin mandelat . 22. 69 nitrofurantoin. 74 oksitosin. 73 seng oksida. 42 insulin regular. 75 (dl) metilfenidat.D. 76 liquor carbonis detergens. 49. 65. 65 piridoksin. 59 prokain benzilpenisilin. 66 probenesid. 51 lopinavir. 29. 69 kalsium hipoklorit. 34. 22. 74 natrium bromsulftalein. 32. 57. 58 iofendilat. 69. 51. 65 isosorbid dinitrat. 64. 40. 27. 71 kotrimoksazol DOEN I. 52 rokuronium. 53 retinol. 41. 63 klorfeniramin. 35. 53 pirimetamin. 33 J - K kafein. 31. 77 natrium kromoglikat. 28. 30. 51. 37 M magnesium hidroksida. 73 liquor veilli. 44 klorambusil. 34.U. 30. 33. 43. 79 kalsium. 61 manitol. 52 kodein.B. 51. 31. 54. 43. 48. 39 melfalan . 35 metronidazol. 21. 61. 47. 64 klomipramin. 35 propiltiourasil. 23 isoniazid. 26. 53. 37 kalsium folinat. 39. tersaponifikasi. 79 ketamin. 61 kalsium glukonat. 40. 71. 44 natrium tiosulfat. 68 kuinin. 42 iodium. 31. 23. 43. 42 L lamivudin. 49. 62 pirazinamid. 44. 22. 28. 71 primakuin. 44 lisol. 48. 43 norepinefrin. 38 meglumin natrium amidotrizoat. 37 penisilin V. 46 morfin. 44 metilergometrin. lihat kresol tersaponifikasi litium karbonat. 73 perak sulfadiazin. 49 mebendazol. 39 natrium bikarbonat. 31. 53 nevirapin. 46. lihat OBH oksigen. 73 liquor faberi. 59 metanal. 25 karbon aktif. 49 leukovorin. 74. 67 levonorgestrel. 70 metil tionin klorida. 68 kalsium laktat. 27 senyawa klor. 66 podofilin. 38. 75 R ranitidin. 24. 59 pasta pengisi saluran akar. 40 natrium iopodat. 64. 65 nitrogen oksida. 67 kalium klorida. 44. 77 salep 2-4. 30. 41. 79 piridostigmin. lihat biru metilen metildopa.S 109 110 . 32. 68 prazikuantel. 41. 51. 33 klozapin. 40. 24. 71 protamin sulfat. 68 parasetamol. 54 metotreksat. 26 prednisone. 32. 40 klorokuin. 70 larutan nutrisi. 75 klonidin. 48. 35 merkaptopurin. 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 S salbutamol. 47. 43 neostigmin. 50. 58. 57. 72 karbamazepin. 58 nistatin. 39 polimiksin B. 66 klorpromazin. 23 mikonazol. 74 risperidon.70 meglumin amidotrizoat.idoksuridin. 49. 28 kresol. 33 nifedipin. 31 ketoprofen. lihat kalk kaptopril. 31. 21. 52 P paraformaldehida. 59 natrium hipoklorit. 72 povidon iodida. 38 isofluran. 59 pilokarpin. 40 serum anti bisa ular. 25. 52 metoklopramid. 66. 44 nikotinamid. lihat A. 70 lidokain. lihat heksamin mandelat metformin. 58. 37 polikresulen. 66 midazolam. 24 natrium aminohipurat. 47. lihat CHKM klorheksidin. 28. 54. 38 iopamidol. 44. 33 larutan lugol. 43. 76 sefazolin. 43. 32.

lihat piridoksin vitamin C.S serum imunoglobulin. 34 simetikon. 63. 55 sulfasetamida. 29 sisplatin. 77 vaksin hepatitis B rekombinan. 28. 79 tetrakain. 28. lihat asam askorbat vitamin D3. 56. 63 tiamin. 67 siklofosfamid. 56. lihat liquor veilli spironolakton. 48. 34. lihat fitomenadion T tamoksifen. 49. 32. 56. 29. lihat ergokalsiferol vitamin K1. 36 vitamin A. 45. 79 vitamin B1. 64. 34 testosteron. 54. 57. 68 W warfarin.C. 35 siklosporin. lihat DT vaksin jerap tetanus 57.1%. 67 trimetoprim. 21 suksinilkolin. 39. 78 vaksin jerap difteri tetanus pertusis. lihat DTP vaksin jerap difteri tetanus. 31. 37 X - Y - Z zidovudin. 36 solutio salicylic acid 0. 41 spons gelatin. 78 serum antitetanus. 30.G. 41. 60 triheksifenidil. 47 111 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 57. 36. 79 valproat. lihat sianokobalamin vitamin B6. 77 vaksin campak. 29. 64 sufentanil. 64 sulfadoksin. 50. 35 sitarabin. untuk manusia. 53 sulfadiazin. 56 sianokobalamin. 38 simvastatin. lihat A. 29 vasopressin. 77 tuberkulin protein purified derivative. 63. 74 surgical ginggival pack. 45 streptomisin. 25 vankomisin. 36 vinkristin. lihat retinol vitamin B kompleks. 57. 58. 74 tetrasiklin.T. 33 U urea.serum antirabies. 79 timolol. 23. 74. 58. 72 siprofloksasin. 65 sulfasalazin. 44 vinblastin. 56. 31. 41 V vaksin B. 79 vaksin rabies. 65 trinatrium sitrat dihidrat. 66 sulfametoksazol. 69 stavudin. 79 vaksin polio. 28.. 36. 42 tetanus adsorbed toxoid. 28. 50 tiopental. lihat tiamin vitamin B12. 41 verapamil. 33 streptokinase.