P. 1
Daftar Obat Essensial 2008

Daftar Obat Essensial 2008

|Views: 106|Likes:
Dipublikasikan oleh Mus Amano
Daftar Obat Essensial 2008
Daftar Obat Essensial 2008

More info:

Published by: Mus Amano on Mar 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2013

pdf

text

original

615.

1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI 615.1 Ind p Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional 2008.-- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2008 1. Judul I. DRUGS

615.1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. karena selain penambahan dan pengurangan proses didahului re-evaluasi daftar yang sudah ada oleh Komite Nasional Revisi DOEN. Revisi DOEN tahun ini dilaksanakan oleh Komite Nasional DOEN yang disyahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. mengamanatkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. 239/MENKES/SK/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN (KomNas Revisi DOEN) 2008 Lampiran 3 Peserta Pembahasan Teknis dan Rapat Konsultasi DOEN 2008 Lampiran 4 Formulir Pernyataan Kesediaan Lampiran 5 Formulir Pernyataan Konflik Kepentingan Lampiran 6 Format Kajian Indeks Halaman i ii iii 1 21 59 81 91 97 Jakarta. sehingga ada obat yang dihilangkan karena sudah obsolet dan penambahan karena perkembangan ilmu baru. Apt. DAFTAR ISI Kata Sambutan Daftar Isi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab I. DOEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali. Daftar Obat Terbatas untuk Puskesmas 2008 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I Daftar obat DOEN 2005 yang mengalami perubahan Lampiran 2 Keputusan Menteri Kesehatan RI No. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup.KATA SAMBUTAN Kebijakan Obat Nasional (2006). profilaksis. Kustantinah. Pembaharuan revisi saat ini merupakan pendekatan baru. Hal ini membutuhkan transparansi proses evaluasi yang memanfaatkan bukti ilmiah dan mempertimbangkan formulasi obat untuk anak. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab III. MAppSc. Diharapkan dengan berlakunya DOEN tahun 2008 ini. terapi dan rehabilitasi. revisi terakhir dilakukan pada tahun 2005. amanat Kebijakan Obat Nasional dapat diterapkan secara lebih baik. PENDAHULUAN Bab II. Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DOEN 2008 diucapkan banyak terimakasih. Agustus 2008 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan 101 103 Dra. mencakup upaya diagnosis. Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. 140 100 965 105 107 i Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ii . jaminan ketersediaan obat esensial yang aman. keterjangkauan serta akses obat bagi seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. NIP.

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. c. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. Tugas. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. serta program kesehatan. 5. MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008. 2. 12. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/I/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. bahwa Daftar Obat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Keehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 791/MENKES/SK/VIII/2008 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 239/Menkes/SK/III/2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (KomNas Revisi DOEN) 2008. 11. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 sebagaimana dimakud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini iii Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 iv . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. b. pola penyakit. Peraturan Preiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). 7. 3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. Pemerintahan Daerah Propinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. 10. Kedua : 6. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara. Fungsi. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431).

maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. I Dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketiga : Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. keamanan. Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. memeratakan. Keempat : LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 791/MENKES/SK/VIII/2008 TANGGAL : 21 AGUSTUS 2008 DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (DOEN) 2008 Kelima Keenam : : Ketujuh : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2008 MENTERI KESEHATAN. SP. dr. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. SITI FADILAH SUPARI. dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. JP(K) v Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Dengan ditetapkannya Keputusan ini.

BAB I PENDAHULUAN Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980. diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi. dalam beberapa hal antara lain : 1. pemanfaatan data EBM sangat diutamakan. ataupun adanya perubahan bentuk sediaan. BAB I PENDAHULUAN 3. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 1 . Oleh karenanya proses revisi kali ini agak berbeda dengan proses revisi sebelumnya. dan pentingnya pernyataan conflicting of interest dari para anggota tim ahli. Mengingat beberapa hal di atas. 6. Pemilihan tim ahli melalui seleksi cukup ketat. Komitmen pemerintah melakukan revisi berkala merupakan prestasi tersendiri. Pada tahun 2007. dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. Revisi bersifat menyeluruh dalam arti mengkaji seluruh obat dalam DOEN termasuk catatancatatan yang sudah tidak sesuai lagi. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008. dan dokumen ini menjadi salah satu acuan. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007). Seluruh proses pembahasan. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. Selain pendapat dan pengalaman para ahli dalam tim revisi. maka revisi pada tahun 2008. Bentuk transparansi juga ditunjukkan dengan adanya penjelasan tentang beberapa alasan mengapa suatu obat perlu dikeluarkan dan ditambahkan dari DOEN 2005. Upaya ini diharapkan merupakan proses pembelajaran kembali kepada internal Departemen Kesehatan untuk memahami kembali konsep obat esensial. dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan evidence based medicine (EBM). termasuk bentuk sediaan. memberikan perhatian sangat besar pada obat untuk anak. Seperti diketahui WHO telah pula menerbitkan daftar obat esensial untuk anak. termasuk penilaian terhadap kemungkinan konflik kepentingan. proses revisi.World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. yaitu 4 (empat) orang. juga ditunjukkan dengan dokter spesialis anak dalam tim ahli yang berjumlah paling banyak. telah dirintis kearah perbaikan tersebut. 4. yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai. Sejak awal pembahasan telah menyertakan para pengelola program yang menggunakan obat di lingkungan Departemen Kesehatan (bukan hanya dalam rapat pleno). Keberpihakan kepada kepentingan anak. Revisi sebelumnya lebih banyak hanya mengevaluasi obat yang diusulkan untuk ditambahkan ke dalam DOEN. 5. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN. 2. Organisasi Kesehatan Dunia .

(3). DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. Daftar obat terbatas lain dan Informatorium Obat Nasional Indonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan obat. Kriteria Obat Esensial Nasional a. Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research. Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita. (7). 2 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 3 . . Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. 2. Obat jadi kombinasi tetap. (6). (4). Formularium Rumah Sakit. hal ini memungkinkan untuk mengeluarkan obat-obat yang dianggap sudah tidak efektif lagi atau sudah ada pengganti yang lebih baik. Dalam hal penambahan obat baru perlu dipertimbangkan untuk menghapus obat dengan indikasi yang sama yang tidak lagi merupakan pilihan.Obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi quasi-eksperimental jenis lain yang dirancang dengan baik. mencakup upaya diagnosis. tanpa acak. . Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita.Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen. (8). 1. pilihan dijatuhkan pada : . Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan / atau pengalaman klinik dari pakar yang disegani.Mudah diperoleh. Obat Esensial Nasional Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik. Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa.Obat yang telah dikenal. dan studi kasus. Obat program diusulkan oleh pengelola program dan akan dinilai sesuai kriteria umum DOEN. terapi dan rehabilitasi. . . studi korelasi. . Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : (1). IIb III IV 2. Dalam pelaksanaan revisi. Penerapan Konsep Obat Esensial Obat esensial adalah obat paling mendasar yang dibutuhkan oleh pelayanan kesehatan. termasuk stabilitas dan bioavailabilitas.Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut.Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan kontrol. (5). yang dirancang dengan baik. Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftar obat terbatas lain (Daftar Obat PKD. . profilaksis. Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DOEN.Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio). seperti studi komparatif. Pedoman Pengobatan. DPHO Askes). Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan. sebagai berikut : TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS OF EVIDENCE) Ia Ib IIa Fakta diperoleh dari meta analisis uji klinik acak dengan kontrol. . (2).Obat dengan sifat farmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan. kecuali ada alasan kuat untuk mempertahankannya. seluruh obat yang ada dalam DOEN edisi sebelumnya dikaji oleh Komite Nasional Revisi dan Penyusunan (KomNas) DOEN. Mutu terjamin. c.Obat yang stabilitasnya lebih baik. b.A. harus memenuhi kriteria berikut : . sarana dan fasilitas kesehatan. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan kontrol. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya. 3. Kriteria Penambahan dan Pengurangan 1. Penerapan Konsep Obat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional. a. .

. kabupaten maupun kota. Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau. juga sangat berkaitan dengan pengelolaan obat. cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita. Bentuk sediaan. Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta infomasinya yang harus diterapkan di Rumah Sakit. dosis. .Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengelolaan.Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi. dosis dan lama pengobatan.Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). Pemerintahan Daerah Propinsi. keamanan. penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan selain harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. efek samping. Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya. e. merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi. Informatorium Obat Nasional Indonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. kelengkapan dan tidak menyesatkan. sehingga dapat disusun daftar obat esensial khusus untuk ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pengelolaan dan Penggunaan Obat Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Demikian pula halnya dengan organisasi pengelolaan obat. Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi. Pengembangan Informatorium Obat Nasional Indonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaaatan dan penggunaan obat. Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan. Dimana hal ini membuka berbagai peluang terjadi perbedaan yang sangat mendasar di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan obat. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membawa implikasi terhadap organisasi kesehatan di propinsi. 3. Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efisiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaan. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. . kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DOEN adalah mengikat. Formularium Rumah Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) / Komite Farmasi dan Terapi (KFT) Rumah Sakit berdasarkan DOEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebut. c. Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Sakit.Pembelian yang transparan dan kompetitif. Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. b. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan.Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Obat Esensial menggunakan nama generik. dengan perencanaan yang tepat. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. masing-masing daerah kabupaten / kota mempunyai struktur organisasi dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan obat. Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara 4 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 5 . d. Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain : .

Penyelenggara surveilans pola penggunaan antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit. pendidikan dan penelitian lain. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan. baik pemerintah maupun swasta.q. tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan hanya memback-up manakala kabupaten/kota maupun provinsi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Untuk pengelolaan dan penggunaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu. meminimalkan obat yang tidak terpakai karena rusak atau kadaluarsa dengan perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. 4. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan d. Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik.A/Menkes/SK/XI/2002. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama. yang relatif murah harganya. DOEN merupakan dasar untuk perencanaan dan pengadaan obat baik di daerah (kabupaten / kota / provinsi) dan tingkat pusat. kontraindikasi. 6. 5. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif. Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan.antara lain: menjaga suplai obat tetap konstan. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut: a. Departemen Kesehatan RI dapat memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1379. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. dan pendidikan. Instansi Pemerintah / Swasta b. Komunikasi. b. Revisi DOEN dilaksanaka secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. Puskesmas. 8. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan obat. interaksi obat dan bentuk sediaan. Dengan adanya desentralisasi diharapkan kabupaten/kota maupun provinsi dapat mencukupi kebutuhan obatnya masing-masing. baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. dan penelitian kesehatan. Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. Informasi tersebut meliputi indikasi. efek samping. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. 7. Organisasi Profesi yang terkait c. epidemiologi. Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. farmasi. cara penggunaan. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. Jalur lain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. mempertahankan mutu obat yang baik selama proses distribusi. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan. Menyelenggarakan surveilans pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. pemerintah c. Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. 9. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : a. pendidikan. 6 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 7 . Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). memiliki catatan penyimpanan yang akurat. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. supervisi. peringatan perhatian. dosis.

Terminologi 1. d. misalnya: klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan International Non-proprietary Names (INN) nama generik yang diterbitkan WHO. Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedoman/standar yang berlaku. 3. dituliskan diantara tanda kurung. Dalam DOEN. Tidak menggunakan standar ganda bagi mutu obat yang didonasikan. Satu jenis obat dapat dipergunakan dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk sediaan dapat terdiri dari beberapa jenis kekuatan. kedua. pengemasan dan pemberian label. b. lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan obat.c. Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi negara penerima. Empat prinsip utama obat donasi adalah : a. informasi dan pengelolaan. subkelas dan kadang-kadang sub-subkelas terapi. injeksi intravena dan sebagainya. misalnya : garam oralit. Tata Nama a. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. Agar penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dapat membantu pelaksanaan kesehatan. misalnya: etambutol tablet 250 mg (hidroklorida). donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 1999). misalnya : tablet salut enterik. d. maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung. Pedoman tersebut mencakup ketentuanketentuan tentang pemilihan obat. maka jenis obat dan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan pola penyakit di Indonesia. maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai. d. Isi dan Format DOEN a. mutu obat dan masa berlaku obat. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (generik) ditulis dengan nama lazim. Obat Sumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara. b. b. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi. Obat sumbangan yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya. dengan pilihan mulai dari antibiotik lini pertama. c. c. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya. 8 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 9 . Untuk obat yang belum terdaftar di Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya. B. Menyelenggarakan komunikasi. Pengertian dan Singkatan a. Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima. Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (generik) diberi nama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. 2. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. 10. obat dikelompokkan berdasarkan kelas. c. DOEN Rumah Sakit sama dengan DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. Dalam setiap subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun berdasarkan abjad nama obat. Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir.

Beberapa perumpamaan muncul untuk mempermudah pengertian atau konsep obat esensial. telah bekerja sesuai dengan kompetensi. (4) Pemaparan DOEN untuk Puskesmas dalam kertas berwarna merah. inj i. b. c. lar infus OAT serb serb aktif serb inj serb inj i. kapl kaps ktk ktg lar lar rektal : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ampul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalam minyak injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intramuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal C. namun pembahasan tidak lagi hanya berdasar pembuktian tingkat ke-4. 10 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 11 . Obat esensial adalah kebutuhan minimal dalam pelayanan kesehatan. Konsultan terutama yang bertanggung jawab atas data EBM. contohnya penggunaan obat kanker. Tim ahli dan konsultan bekerja bersama dalam pembahasan yang dibagi dalam beberapa kali pembahasan berdasarkan kelas terapi. Rupanya pemahaman konsep obat esensial mulai luntur dan penjelasan tentang hal ini sangat dihargai. meski informasi EBM belum sepenuhnya berlaku. inj infiltr inj i. Obat esensial adalah lantai bukan langit-langit. Singkatan amp btl bls ih inj inj dlm minyak inj i. diperlukan cara atau perlakuan khusus (g). Suatu obat adalah esensial jika anda tidak dapat berbuat tanpa obat tersebut (You can't do without it). Untuk mengatasi hal ini telah disepakati. sekarang ini sudah bukan lagi pembatasan. Perbedaan persepsi obat esensial dan obat program akan berakibat pada proses pengadaan obat. Dari proses ini. inj p. inj s. di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) (j). tetapi mengkaji seluruh obat dalam DOEN 2005. diperlukan monitoring ketat atau pertimbangan medis (e). (2) Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring. serb kering sir sir kering sup susp tab tab kunyah tab salut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts tts mata tts telinga : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : larutan infus obat antituberkulosis serbuk serbuk aktif serbuk injeksi serbuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspensi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda belah tablet sublingual tablet vaginal tetes tetes mata tetes telinga Proses Pembaharuan Revisi Pembahasan bukan hanya dari usulan yang masuk. pendapat ahli semata. Selain informasi dari konsultan dan tim ahli. diterjemahkan dari : Essential Medicine is a floor not a ceiling (WHO TRS 946).v. dikombinasikan dengan obat lain (i). diperlukan perhatian terhadap sifat/cara kerja obat (f). Hal ini terlihat dari berbagai pembatasan yang berlaku 10 (sepuluh) tahun yang lalu. diperlukan fasilitas tertentu (h). Pemahaman konsep DOEN. misalnya kotak 100 vial. Dengan pemahaman ini.v.m. pemakaian sesuai program dibidang kesehatan. sekretariat mendukung dengan informasi dari Cochrane review dan WHO Library. akan dilakukan sosialisasi dan perlu kebijakan khusus dari Departemen Kesehatan terkait dengan obat esensial dan obat program. Lain-lain (1) Penulisan informasi pada kolom restriksi dimaksudkan untuk obat-obat dengan pemakaian sebagai berikut : (a).a. mulai disosialisasikan kembali. inj i.v.k. baik dari program dan maupun oleh Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). Hal ini dilakukan mengingat perkembangan ilmu kedokteran yang belum tertampung di dalamnya. pembatasan indikasi (c).k.(4) Besar kemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek samping (b). persoalan yang muncul kemudian yaitu masalah perbedaan persepsi dan pengertian obat program. (3) Daftar obat nasional merupakan daftar obat yang digunakan untuk rumah sakit. terbatas untuk kasus-kasus tertentu (d).

Dari jawaban tersebut 3 memberikan jawaban tidak ada usulan. Struktur organisasi berbentuk Komite Nasional Daftar Obat Esensial (KomNas DOEN). (c). Nama anggota tim ahli dan konsultan yang terpilih disusun sesuai abjad ditulis tanpa gelar. Keanggotaan KomNas DOEN bersifat tetap sampai terbentuk komite pada revisi DOEN berikutnya. telah disepakati 78 obat dihapus dari DOEN 2005 dan 48 ditambah ke dalam DOEN 2008. namun Indonesia yang konsisten memperjuangkan penurunan angka kematian bayi dan anak. orang yang memiliki konflik kepentingan masih dapat dipertimbangkan oleh tim menjadi anggota tim ahli. Pengelola program adalah wakil dari direktorat di lingkungan Departemen Kesehatan yang mempunyai program pengobatan / pengadaan obat. dapat memberikan usulan dengan data pendukung. dapat diundang seorang ahli di bidangnya untuk menjadi narasumber yang memberikan pandangannya dalam proses revisi tetapi tidak termasuk dalam tim ahli dan konsultan serta tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan.Dalam proses revisi. Sekretariat Pelaksana b. farmakologi (klinik). (5). (2). Sehingga jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item obat. Kebijakan ini bukan dimaksudkan semata-mata agar selaras dengan kebijakan global. Proses pemilihan anggota Tim Ahli dan Konsultan (1). dokter gigi. (b). Jika diperlukan. Tim ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ke dalam DOEN 2008. (b). bila dinilai oleh panitia dapat menjaga integritasnya. Acuan ini berisi kepanitiaan. apoteker. Persyaratan anggota Tim Ahli dan Konsultan : (a). hanya dibedakan dokter. Setelah 3 bulan pengiriman. pemegang program pengobatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan organisasi profesi. Memiliki integritas dan standar profesional tinggi. Namun. dan tidak ada usulan untuk menghapus obat dari DOEN. jenis dan penyelenggaraan rapat pembahasan dan cara penyebarluasan DOEN. 12 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 13 . kekuatan dan kemasan) terjadi pada 21 obat. (7). tim ahli dan konsultan. Pengelola Program dan (d). seperti karbamazepin disediakan dalam bentuk sirop. dokter spesialis atau apoteker. Demikian pula keterlibatan staf Direktorat Bina Kesehatan Anak. Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. Menyatakan kesediaan secara tertulis. (8). 2. Pelaksana adalah Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. (c). Penambahan beberapa obat untuk anak dengan bentuk sediaan khusus anak. Tidak semua kelas terapi membutuhkan ahli yang harus tercantum dalam KomNas DOEN. B. Pada pembahasan terakhir yaitu Rapat Pleno untuk pengesahan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. 22 jawaban untuk menambahkan. 1. penetapan kriteria proses rekruitmen anggota tim ahli revisi DOEN. namun hanya 10 usulan yang memberikan data pendukung. maka yang bersangkutan supaya tidak mewakili asosiasi profesi. proses revisi. Tugas tim ahli dan konsultan tercantum dalam SK sebagai berikut : (a). (3). dokter umum. Tim ahli (b). (d). Terdapat 33 obat yang diberi catatan perlu diadakan oleh pemerintah melalui cara-cara yang sesuai dengan kebijakan yang berlaku. sejak awal telah direncanakan akan memberikan perhatian pada obat untuk anak. Anggota tim ahli dan konsultan adalah klinikus dari berbagai bidang spesialisasi. atau jabatan lain yang potensial menimbulkan konflik. tugas dan kewajiban anggota tim ahli revisi DOEN. Meskipun dalam surat permintaan sudah diberitahukan bahwa pengusulan harus memberikan data pendukung dan kegunaan. dan direktorat lain. Tata cara ini merupakan acuan dalam pelaksanaan revisi DOEN pada tahun 2008 yang sangat diperlukan dalam terwujudnya proses transparansi dan akuntabiltias. departemen/bagian di rumah sakit. (6). Keterlibatan 4 orang dokter spesialis anak. membutuhkan penekanan hal ini. Bersedia menandatangani formulir berkaitan dengan konflik kepentingan. dari sejumlah 114 instansi yang diberikan surat. (e). Demi memperoleh tim ahli yang profesional dan tidak berpihak. Perubahan formulasi (bentuk sediaan. Tim ahli dan konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis / ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. Kepanitiaan a. puskesmas) pemerintah maupun beberapa swasta terpilih. C. terdiri dari : (a). KomNas DOEN disahkan melalui SK Menkes dengan mencantumkan tugas-tugasnya. (4). Selain usulan dari instansi. 25 instansi memberikan jawaban. Konsultan (c). Proses revisi Proses revisi dimulai dengan mengirimkan surat kepada institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit tipe A. memberikan kontribusi cukup untuk hal ini. sangat intensif. Organisasi (1). dokter umum / puskesmas.

Sekretariat menyampaikan permintaan kesediaan tertulis dari yang bersangkutan disertai permohonan ijin kepada atasan. Materi revisi akan diserahkan kepada tim ahli 1 (satu) minggu sebelum rapat pembahasan teknis.    Tata cara revisi DOEN. Cara pembahasan materi revisi (1). Puskesmas Rawat Inap). Rapat-rapat pembahasan teknis  Merupakan rapat-rapat pembahasan materi revisi. Peserta rapat : tim ahli. Materi revisi Materi revisi adalah matriks yang menyandingkan DOEN WHO edisi terakhir.  Pengesahan draft DOEN menjadi DOEN revisi baru. Rumah Sakit TNI-POLRI. puskesmas dan pengelola program (direktorat terkait di lingkungan Depkes).  Peserta rapat : o Tim ahli o Konsultan o Pengelola program Departemen Kesehatan terkait dan o Narasumber terkait. RS Khusus. Rapat Pleno  Berfungsi untuk menyepakati. Pengusulan Proses revisi diawali dengan pengiriman surat permintaan usulan tertulis kepada unit pelayanan kesehatan (RS Pendidikan. RS Swasta terpilih dan rumah sakit lain yang memberi usulan revisi o Fakultas Kedokteran o Fakultas Farmasi c. 3. yang disertai pernyataan tentang konflik kepentingannya. Dinas Kesehatan Propinsi yang mewakili.  Jadwal pembahasan materi yang harus dihadiri yang bersangkutan. Hanya mengkaji usulan yang masuk. Menghapus dan menambahkan obat esensial baik dari usulan atau dari anggota tim ahli dan konsultan. Tata cara pembahasan teknis (penyiapan draft revisi DOEN) dan pleno.  Hasil pengesahan rapat pleno tidak dapat diubah selain revisi redaksional. RS TNIPOLRI. Kriteria pembahasan Usulan yang akan dibahas hanyalah usulan yang disertai alasan dan bukti ilmiah (evidence) yang lengkap. (2).  Apabila tim ahli tidak dapat mengambil keputusan pada suatu masalah. pelaksana kegiatan revisi DOEN. RS Swasta terpilih. b. Rapat Perdana berisi tentang :  Penjelasan tentang pengertian obat esensial (batasan. Cara revisi DOEN a. (c). Surat permintaan dikirim oleh pelaksana 3 (tiga) bulan sebelum rapat perdana. e. yang dilakukan 1 (satu) bulan sebelum rapat perdana revisi DOEN.  Membahas usulan penambahan/pengurangan obat esensial dari unit pelayanan kesehatan (kompilasi usulan dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan DOEN 2005 disediakan oleh pelaksana).  Implementasi DOEN (kaitan dengan obat program. Kompilasi usulan Pelaksana melakukan kompilasi usulan yang masuk dan dikelompokkan sesuai dengan kelas terapi. DPHO-ASKES dan lain-lain). acuan pengadaan obat PKD.(2). d. Menolak dan menerima usulan (b).  Hasil rapat pembahasan teknis adalah draft revisi DOEN. RS Propinsi. jumlah obat esensial yang ideal dalam DOEN dan lain-lain). Mengkaji seluruh DOEN dan usulan yang masuk.  Peserta rapat pleno selain mereka yang berfungsi sebagai pengambil keputusan di institusi masing-masing juga diharapkan berperan aktif dalam penyebarluasan DOEN. Dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah tanggal batas usulan masuk. RS Kabupaten terpilih. maka dapat mengundang narasumber di luar tim ahli.  Pimpinan sidang adalah ketua tim ahli. DOEN terdahulu dan usulan hasil kompilasi. dilakukan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan atau yang mewakili. Proses rekrutmen anggota Tim Ahli dan Konsulta (a). Revisi dapat berupa semua atau salah satu proses berikut (a).  Peserta rapat pleno adalah o Peserta rapat perdana o Peserta rapat pembahasan teknis o Komite medik RS pendidikan. kriteria. Yang bersangkutan menyatakan kesediaan tertulis 1 (satu) minggu setelah mendapat surat permintaan tersebut diatas. konsultan. mengesahkan dan mensosialisasikan draft revisi DOEN. pengelola program. (b). Jenis rapat pembahasan (a). 14 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 15 . Surat permintaan kesediaan berisi :  Uraian tugas tim ahli. (b). (c).  Usulan memasukkan suplemen makanan ke dalam DOEN tidak akan dipertimbangkan.  Mencermati secara khusus obat yang diusulkan di luar daftar obat esensial WHO yang harus dipertimbangkan secara seksama.

namun baru pada revisi kali ini KomNas DOEN. walau harganya mahal. karena merupakan satu-satunya obat antifungi sistemik. Antipirai 1. Antipiretik. merupakan obat terpilih pada pasien sangat gawat. i. Anestetik Lokal Diusulkan lidokain injeksi 5% + glukosa 7. Ikatan ahli/spesialis) Industri farmasi (BUMN dan GP Farmasi) 5. terutama untuk mengatasi infeksi jamur di paru-paru. Antipirai Kolkhisin tab 500 mcg.3. untuk mengatasi infeksi MRSA (methicilin resistant S. pra anestesi. Namun dengan munculnya banyak obat NSAID. 250 mg/ml dikeluarkan dengan alasan keamanan. 1. berdasarkan kelas terapi adalah sebagai berikut : 1. Sementara itu enfluran cairan ih.v. 6. btl 120 ml.5 %. suatu infeksi nosokomial yang serius. meskipun dari segi pemakaian artemether lebih praktis terutama untuk di Puskesmas. Maka kolkhisin dikeluarkan dari DOEN. dimana bentuk injeksi dapat menyebabkan syok anafilaktik. Analgesik. PPNI. Sediaan tunggal masih dipertahankan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belum melaksanakan program direct observed treatment shortcourse (DOTS). dalam hal bentuk sediaan diserahkan kepada kebutuhan program. Sekolah Tinggi Keperawatan Dinas Kesehatan Propinsi yang memberikan usulan revisi Organisasi profesi (IBI.m 60 mg/ml yang efikasinya dinilai ebih baik dibanding artemether inj.o o o o 4. Hal yang sama terjadi pada seftriakson inj 1 g/vial. Dalam hal obat antituberkulosis. mengingat ketoprofen sup digunakan untuk pasien pasca operasi yang belum bisa menerima pemberian obat secara oral dan tidak mengiritasi lambung. Selain itu. Analgesik Non Narkotik Metampiron inj i.2. Antineoplastik. efek toksik terhadap jantung lebih kecil. selalu masuk usulan untuk memasukkan sefalosporin. btl 250 ml dikeluarkan dari daftar dengan alasan kurang menguntungkan jika dibanding dengan penggunaan isofluran dan halotan. 3 . sehingga akan mempermudah kontaminasi jika digunakan berulang.1. dikeluarkan dari daftar. khususnya untuk anestesi spinal. terutama di daerah yang sukar mendapatkan bupivakain. Anestetik Umum Dan Oksigen Usulan isofluran cairan ih lar. 5 mg/ml. 2. lebih disebabkan terjadinya perkembangan resistensi antimikroba yang sangat pesat.Antikonvulsi Usulan penambahan bentuk sirop dan tablet kunyah sediaan untuk pasien anak diterima. Namun. amp 2 ml. Sementara itu usulan menambahkan ketoprofen sup 100 mg dan parasetamol sup 120 mg. apakah berbentuk FDC (fixed dose combination) atau kombipak. mengingat perlunya pengobatan kista yang tidak menunjukkan gejala. vial 50 mg diusulkan dan diterima masuk dalam DOEN. yang merupakan obat pilihan untuk meningitis dan digunakan untuk demam tifoid berat yang resisten dengan kloramfenikol. sejak awal sudah tercantum dalam DOEN.1. Sedangkan parasetamol sup dibutuhkan untuk kasus kejang demam. dengan pembatasan khusus penggunaan yaitu pada profilaksis bedah inj 1 g/vial. Sedangkan thiopental serb inj i. btl 250 ml diterima dalam DOEN karena memiliki kelebihan terhadap jantung dan digunakan untuk keadaan pasien tertentu. Tim ahli sepakat untuk menerima usulan penambahan vankomisin inj 500 mg. Sefazolin merupakan obat terpilih sebagai profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi. Dalam daftar diberi tanda *) yang berarti ”membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya”. Sehingga dalam DOEN ini tercantum fenitoin sirup 50 mg/5 ml. Selain itu midazolam inj i.m. dikeluarkan dari daftar. karena kemasan dinilai terlalu besar. sesuai dengan tatalaksana kesehatan pada anak. karena kelangkaan ketersediaan di pasaran. Untuk kelompok antiamuba ditambahkan diloksanid furoat tab 500 mg. selain disediakan beberapa obat dalam bentuk tunggal. dicantumkan beberapa kombinasi untuk kepentingan program. untuk masuk dalam DOEN. Lidokain inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200. Anestetik 2.. sedangkan keamanannya justru lebih rendah dibanding NSAID. mengingat ketersediaan di pasaran.2. Ketersediaan dan pengadaan parasetamol sup dibatasi hanya sampai tingkat rumah sakit kabupaten. memberi tempat kepada sefazolin. dinilai efikasinya tidak jauh berbeda dengan NSAID yang lain. 8.v.5 %.v/i. aureus). Fenobarbital tab 50 mg ditambahkan dalam DOEN karena sangat diperlukan.v. khususnya di RS. pasca operasi pada anak. WHO Model List 2007 pun tidak mencantumkan kolkhisin lagi. 240 mg dapat diterima.3. sebagai sedativa dan hipnotika. Dalam hal antimalaria ditambahkan artesunat inj i. 1000 mg/amp. IDI. ISFI. 1 mg/ml dan inj i. Immunosupresan dan Terapi Paliatif Klormetin dan levamisol dikeluarkan dari DOEN. 16 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 17 . tab kunyah 100 mg. Penundaan masuknya antimikroba sefalosporin ini. 1. 2. Antiepilepsi . Antiinflamasi Nonsteroid.000 kemasan 20 dan 30 ml dikeluarkan dari DOEN. Pada kelompok antivirus protease inhibitor ditambahkan tablet lopinavir karena sangat dibutuhkan untuk HIV/AIDS. Analgesik Narkotik Sufentanil inj dalam bentuk sitrat 50 mcg/ml. Amfoterisin*) inj. karbamazepin 100 mg/5 ml. Antiinfeksi Dalam beberapa kali revisi. Oleh tim ahli diusulkan dan diterima Penjelasan Perubahan Obat Perubahan obat dalam DOEN 2008 baik nama generik atau formulasinya.v. karena tidak lagi digunakan sebagai antikanker mengingat efikasi dan keamanannya.

Untuk kepentingan anak dan neonatus dalam kelas terapi ini ditambahkan larutan nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0. akan tetapi komposisi sediaan yang ada di pasaran bervariasi. Pengukuran kadar leukosit secara berkala sebaiknya dilakukan. karena merupakan obat terpilih untuk yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain. klorambusil tablet 2 mg dan melfalan tab 2 mg. reserpin. Klorambusil harganya murah . 23. diterima untuk pilihan golongan SSRI. Penyebarluasan dapat berupa pencetakan buku yang dikirimkan ke sarana pelayanan kesehatan atau dipublikasikan dalam media elektronik. yaitu pertimbangan para ahli bahwa pengobatan infeksi telinga tidak perlu menggunakan antibiotik maupun kortikosteroid. terutama tim ahli dan konsultan. Pada subkelas terapi antipsikosis diusulkan penambahan metilfenidat rasemik (dl) dalam bentuk regular release dan extended release. Daunorubisin merupakan pengobatan utama pada Leukemia Limfositik Akut yang banyak ditemukan pada anak-anak.18% infus. yang efikasinya sangat baik untuk pembedahan dengan teknik hipotensi dan septik syok. Untuk itu diusulkan agar kebutuhan akan sediaan ini ditampung dalam formularium rumah sakit. Hidung dan Tenggorokan. 17.penambahan daunorubisin HCl serbuk inj 50 mg. Penambahan klozapin diterima. 20. Selain itu sediaan antibiotik dalam bentuk tetes hidung atau telinga tidak tercantum dalam WHO Model List . Pada subkelas terapi antiaritmia ditambahkan amiodaron dan digoksin. Dalam subkelas antihipertensi ditambahkan injeksi natrium nitroprusid. maka DOEN 2008 harus disebarluaskan ke sarana pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. hidung dan tenggorokan. Dalam subkelas terapi antidepresi dan antimania. Obat Kardiovaskuler Pada kelas terapi ini dilakukan beberapa perubahan tempat subkelas terapi atau dikeluarkan karena tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran seperti prokainamid. bahkan penggunaannya sudah tidak diajarkan lagi di Fakultas Kedokteran Gigi. namun selama ini merupakan obat terpilih untuk ADHD. 18. oleh karena itu disepakati bahwa amalgam diganti dengan komposit. Penambahan lain adalah liquor veilli yaitu obat sederhana yang efektif mengatasi dermatitis basah. Obat Telinga. Fluoksetin kap/tab 10 mg dan kap/tab 20 mg. sangat menyadari pentingnya sediaan ini. Tambahan baru yang diterima dalam DOEN adalah permetrin sebagai antiskabies yang kurang toksik bagi anak. diusulkan penambahan fluoksetin. Obat Gigi Dan Mulut Dari kelas terapi ini cukup banyak obat yang dinilai sudah obsolet. D. 28. KomNas DOEN. salep levertran. Perubahan bermakna terjadi juga pada obat tetes telinga. kurang efisien dalam penyimpanan dan tidak lagi menjamin kesegaran larutan. dapat dimasukkan dalam formularium rumah sakit. Larutan Elektrolit dan Nutrisi Garam oralit kemasan 1000 ml dikeluarkan dari DOEN. semua dikeluarkan dari DOEN. karena kemasan terlalu besar. Psikofarmaka Alprazolam dikeluarkan karena dinilai tidak esensial dan cenderung menimbulkan over used dan ketergantungan. seperti penggunaan amalgam.4 % isotonik. dan natrium bikarbonat inj 1. 14. menggantikan gameksan. untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Obat ini efektif namun perlu diwaspadai terjadinya agranulositosis. kuinidin. Obat Topikal Dari kelas terapi ini banyak obat yang dilkeluarkan terutama karena sudah obsolet antara lain gentian violet. Dengan demikian hanya tersedia kemasan 200 ml. Meski bukti (evidence) belum sepenuhnya mendukung. terdaftar di Indonesia dan sesuai dengan WHO Model List. jika diperlukan. 18 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 19 . seperti preparat sulfa cones dan pasta iodoform. dengan kebutuhan yang mungkin berbeda. Ada pula yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. sertralin dan paroksetin. Beberapa cairan seperti lotio kummerfeldi. Melfalan merupakan obat murah dan sangat diperlukan dalam pengobatan multiple myeloma. Penyerbarluasan DOEN 2008 Dalam rangka penerapan konsep obat esensial. Dalam hal cairan nutrisi parenteral yaitu larutan nutrisi IV.

fenilbutason ibuprofen tab 200 mg. ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat). lambat 50 mg/ml (HCl). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.v.v.m. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 1.k.v. ANALGESIK. ANTIPIRETIK. btl 250 tab inj i. btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut. btl 100 tab sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi ketoprofen Daftar Obat Esensial Nasional 2008 21 . Kekuatan./i. btl 100 tab tab 400 mg. 10 mg/ml (HCl/sulfat). ktk 10 bls @10 tab tab salut 200 mg. ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCl/sulfat).1 ANALGESIK NARKOTIK inj i. ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg./s. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman. inj i.05 mg/ml (sebagai sitrat).BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 KELAS TERAPI. sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu.m./i.k.m.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. ktk 5 vial @ 10 ml Penggunaan perlu diperketat BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 fentanil kodein morfin petidin sufentanil 1./i. ANTIPIRAI 1. ktk 5 amp @ 2 ml tab 10 mg. 0./s.

btl 50/250 ml cairan ih. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 60 ml sup 120 mg sup 240 mg midazolam nitrogen oksida oksigen propofol tiopental Untuk penggunaan khusus 1. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). Kekuatan. terjadi pada 65% penderita.5% (HCl) + glukosa 7.m. NAMA GENERIK metampiron (Bentuk Sediaan. gas dalam tabung ih. 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dlm 20 ml air injeksi). Kekuatan.v. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. ktk 5 vial @ 20 ml inj 0. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg.k. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. 5 mg/ml ih. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). gas dalam tabung inj 10%. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.5 %. .v./s. 10 mg/ml (sebagai HCl). 10 mg/ml (HCl). 50 mg/ml (sebagai HCl). btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl).m.1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj p.KELAS TERAPI. btl 100/1000 tab . morfin etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara.v. KELAS TERAPI.50% (HCl).v.3. probenesid tab 500 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj p.v. 2% (HCl).v. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. dan Kemasan) tab 500 mg. ktk 5 amp @ 20 ml serb inj i. amp 2 ml diazepam Khusus untuk analgesia spinal.v. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. btl 1000 tab tab 500 mg. 0. ktk 10 vial @ 20 ml inj i.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN halotan isofluran ketamin natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. 22 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 23 . btl 250 ml inj i. btl 50 ml inj 5% + glukosa 7. 1 mg/ml inj i. 10 mg/ml (HCl/sulfat).5%.v. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%.Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum. ANESTETIK 2. dan Kemasan) cairan ih. tube 10 g semprot 4%. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. . 3. ktk 25 amp FORMULASI RESTRIKSI 2.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . btl 100/1000 tab 2.Tidak diberikan sewaktu serangan akut. ktk 5 amp @ 4 ml semprot.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin Khusus untuk analgesia spinal./i.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. ktk 10 amp @ 1 ml 2.

ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg. btl 1000 tab tab 100 mg. ktk 10 amp @ 2 ml inj 0./i.1 KHUSUS atropin 5.k. 10 mg/ml (sebagai dihidrat). ktg 30 g FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin karbon aktif magnesium sulfat 4.0. dan Kemasan) inj s.m. 50 mg/ml (sebagai garam Na). fenitoin deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na). btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). ktk 10 vial @ 5 ml kalsium folinat (leukovorin. btl 120 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat). 5 mg/ml.k 1 mg/ml (sulfat). btl 120 ml tab 30 mg. Kekuatan. btl 100 tab tab 15 mg. btl 1000 tab tab 50 mg. 20%./s.3 mg .1% (sebagai HCl/bitartrat).v. amp 25 ml tab 250 mg (garam Na). btl 120 ml inj i.v.v./i. dan Kemasan) inj s. ktk 10 amp @ 2 ml sir 50 mg/5 ml. tube 2. amp 25 ml inj i. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). ktk 10 amp @10 ml inj i. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).5 kg serb. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar). ktk 24 amp @10ml inj i.5 mg. btl 1000 tab inj i. ktk 100 amp @ 2 ml tab 200 mg. 5 mg/ml (HCl). 0. btl 1000 tab inj i. Kekuatan.4 mg/ml (HCl).v.KELAS TERAPI. bisa diulang KELAS TERAPI.02 mg/ml (HCl). btl 10 tab inj 3 mg/ml. ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml.5 ml kaps 30 mg (garam Na). 40%.m. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml.v.m 50 mg/ml. ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI . btl 100/1000 tab tab kunyah 100 mg sir 100 mg/5 ml. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif.v. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.Terpilih untuk anafilaksis . btl 1000 ta b inj 5 mg/ml (maleat). 25%.k.m./i.Dosis 0.2 UMUM apomorfin (Bentuk Sediaan.v. Ca) fenobarbital kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson karbamazepin magnesium sulfat natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat valproat 24 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 25 . 10 mg/ml. ktk 5 amp @ 2 ml tab 500 mg. ktg 0. NAMA GENERIK 4.m.

4 juta UI/ml.m. ktk 10 vial inj i. ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na).v. NAMA GENERIK 6. ktk 100 vial serb inj i. 2. NAMA GENERIK ampisilin (Bentuk Sediaan.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat prokain benzilpenisilin tab scored 500 mg. ktk 10 vial sefazolin ampisilin Digunakan pada profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeki luka operasi seftriakson serb inj 1 g / vial. . 500 mg/vial (sebagaigaram Na). ktk 25 vial @ 4 ml inj i.5 mg/5 ml (sebagai garam Na)./i. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat). btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). Kekuatan./i. 6.1./i. btl 100/1000 tab scored benzilpenisilin kristal dikloksasilin prazikuantel 6.m. btl 100 tab . Fasciolopsis buski./i.m. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. btl 60 ml serb inj i.v. btl 60 ml serb inj i.1.2 ANTIBAKTERI 6./i. 500 mg/vial (sebagai garam Na).2 juta UI/ml. ktk 100 vial serb inj 1 g / vial.m. ktk 2 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 400 mg.1 Antelmintik Intestinal albendazol (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 1 juta UI/vial.m.v.Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah./i.1 ANTELMINTIK 6.3 Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg. btl 30 ml tab scored 300 mg. ktk 25 vial @ 10 ml inj i. Dosis untuk anak : 20 mg/kgBB benzatin benzilpenisilin mebendazol pirantel tab 100 mg. 250 mg/vial (sebagaigaram Na). Kekuatan.2. 10 juta UI/vial. ANTIINFEKSI 6.v. ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na) sir 62. fenoksimetil penisilin (penisilin V) 6.m. ktk 2 vial 26 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 27 .m. ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K).v. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). 500 mg/vial (sebagai garam Na) (untuk dilarutkan dalam 5 ml air injeksi). ktk 10 vial serb inj i.m.m.1. btl 60 ml serb inj i. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat). 3 juta UI/vial. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml. 1.Khusus di Kalimantan Selatan untuk pengobatan .m.v. ktk 5 str @ 6 tab Untuk strongiloides. dan Kemasan) serb inj i. ktk 10 vial serb inj i.KELAS TERAPI. 250 mg/vial (sebagai garam Na).

ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml 6.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaps 100 mg(sebagai hiklat/HCl).2. ktk 10 str @ 10 tab vankomisin Life saving pada infeksi MRSA 6. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl).1 Tetrasiklin doksisiklin (Bentuk Sediaan.2. btl 100/1000 tab sup 500 mg.2.v. 250 mg/3 ml (HCl). btl 100 tab tab 250 mg. btl 500 tab sulfasalazin inj i. ktk 100 amp @ 2 ml Khusus untuk infeksi tulang. btl 100 ml tab 500 mg. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.2.2. 6. ktk 100 amp @ 2 ml inj 40 mg/ml (sebagai sulfat).v.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. btl 100/1000 tab tab 500 mg. btl 1000 tab scored 28 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 29 . serb inj 500 mg/vial. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat).5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 mg/ml (sebagai sulfat).4 Makrolid eritromisin oksitetrasiklin kaps 250 mg (sebagai stearat). ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl).2. hanya untuk kondisi darurat.2.2.v. 50 mg/ml (HCl). Tidak sebagai pilihan utama untuk infeksi kuman gram ktk 10 bls @ 10 tab scored positif. btl 100 tab dapson tab scored 100 mg. btl 60 ml serb inj i.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi : sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16 mg/ml sulfadiazin tab. ktk 10 str @ 10 kaps 6. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat). ktk 5 vial @ 10 ml Perlu pertimbangan yang baik. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat). NAMA GENERIK 6.6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCl). Pemakaian khusus untuk colitis ulcerativa.2.2. klindamisin tetrasiklin 6. ktk 5 amp @ 5 ml.2.2.1 Antilepra tab 500 mg.3. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). ktk 10 vial @ 10 ml 6. NAMA GENERIK trimetoprim (Bentuk Sediaan.2. Kekuatan.2. ktk 1 vial 6.KELAS TERAPI. ktk 10 amp @ 3 ml inj i.2 Antibakteri Lain 6.2. Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal ktk 10 str @ 10 kaps inj i.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab. Kekuatan. dan Kemasan) tab scored 200 mg.v..

Kekuatan. btl 1000 tab tab 300 mg. 50 mg inj.000 UI/ml. botol 12 ml Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obatobat lain.4 ANTIFUNGI 6. Kekuatan.4. 300 mg tab 400 mg. rifampisin Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis 6. 6. 450 mg tab 75 mg. btl 100 tab tab 100 mg. NAMA GENERIK klofazimin.v. micronized kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg ketokonazol kapl 150 mg. ktk 10 str @ 10 tab isoniazid pirazinamid tab salut enterik 500 mg. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat). btl 100 kaps kaps 300 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg metenamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab. vial 50 mg/10 ml. btl 100/1000 tab tab scored 100 mg. ktk 100 vial trimetoprim 6. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. NAMA GENERIK Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 150 mg. dan Kemasan) kaps dalam minyak 100 mg. btl 100 tab tab 500 mg (HCl). 75 mg. streptomisin Kombinasi : rifampisin isoniazid Kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kapl 150 mg. vial @ 10 ml tab scored 250 mg. btl 100 tab scored tab 200 mg.dioidomikosis dan lain-lain).2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCl). parakoksi . infeksi mikosis sistemik (kandidiasis. 450 mg tab 75 mg. ktk 10 str @ 10 kaps FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 300 mg tab 400 mg.KELAS TERAPI.3.1 Antifungi.000 UI/tab btl 100/1000 tab susp 100. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg. 500 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.3. 75 mg tab 150 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 100 tab Khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosa Paru). 50 mg. Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. dan Kemasan) kapl 150 mg. btl 100 tab scored rifampisin tab scored 300 mg. micronized (Bentuk Sediaan. sistemik amfoterisin *) Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.. btl 1000 tab tab 500 mg. nistatin tab salut 500. 500 mg tab 275 mg. 30 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 31 . 250 mg. btl 100 tab *) Penggunaan membutuhkan keahlian khusus griseofulvin. i.

2.5. ktg 20 g krim 2% (nitrat).4.m. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).v. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 10 ml lar infus i.v.v. btl 100 tab 6.5. Kekuatan. ktk 100 amp @ 2 ml tab 15 mg (sebagai fosfat). btl 100 tab sir 50 mg/5 ml.2. btl 60 tab tab 300 mg.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab.2. dan Kemasan) salep. NAMA GENERIK 6. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) tab 150 mg stavudin tab scored 200 mg tab scored 400 mg 6. dan Kemasan) ktk.5.2.2. NAMA GENERIK kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin (Bentuk Sediaan.1 Antiherpes asiklovir 6. 200 mg/10 ml zidovudin 6. 6.000 UI/tab. btl 60 tab tab 40 mg.2 Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) efavirens tab 200 mg. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). 60 mg/ml ktk 8 vial @ 1 ml tab 32 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 33 . btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI serb 2% (nitrat).5./i. btl 30 tab nevirapin 6.6.2 Antimalaria 6. topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol (Bentuk Sediaan. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk. btl 30 ml tab vagina 100.KELAS TERAPI.5 ANTIPROTOZOA 6. 6 bls @ 10 tab artemether artesunat inj 80 mg/ml. Antiretroviral 6. btl 100 tab tab 500 mg. btl 60 tab tab 100 mg.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. natrium tiosulfat nistatin primakuin 6. tube 10 g cairan 25%.1.6 ANTIVIRUS 6.6. btl 1000 tab inj i. 25% (sebagai HCl). ktk 10 str @ 10 tab kuinin Hanya untuk malaria yang gawat.6.2 Antifungi.6.6.1 Antiamuba dan Antigiardiasis diloksanid metronidazol tab 500 mg (furoat) tab 250 mg.3 Protease Inhibitor lopinavir tab 200 mg. ktk 6 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab tab 30 mg. btl 90 tab tab 600 mg. Kekuatan.2.

Ca) klorambusil melfalan merkaptopurin metotreksat tamoksifen Harus disimpan pada suhu 2-8oC. ktk 1 vial @ 4 ml serb inj i. Kekuatan. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial. ktk 1 vial serb inj i.5 mg (sebagai garam Na). btl 25 tab tab 2. NAMA GENERIK daktinomisin (Bentuk Sediaan. ktk 1 vial sisplatin 34 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 35 . ktk 5 amp @ 1/10 ml tab 2 mg tab 2 mg tab 50 mg. ANTIMIGREN 7. ktk 1 vial 2. btl 28 tab serb inj i. btl 10 kaps inj i.v. testosteron 8. ktk 10 amp @ 5 ml tab 15 mg.1 HORMON DAN ANTIHORMON medroksi progesteron asetat tab 250 mg. ktk 1 vial serb inj i. IMUNOSUPRESAN azatioprin siklosporin tab 50 mg./i.t. ANTINEOPLASTIK.v. 50 mg/ml. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i. ktk 30/100 tab etoposid 1 mg 50 mg fluorourasil 8.5 ml tab 20 mg (sebagai sitrat). ktk 10 str @ 10 tab tab scored 40 mg (HCl) btl 100 tab scored daunorubisin doksorubisin tab 1 mg (tartrat). ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 2. 1000 mg/vial. Kekuatan.5 mg/vial. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. btl 100 tab serb inj 100 mg/vial. btl 50 tab inj 200 mg/ml. btl 100 kaps tab salut 50 mg.5 mg serb inj 20 mg/vial (HCI). ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCl).KELAS TERAPI. NAMA GENERIK 7. btl 50 kaps inj 50 mg/ml.v. ktk 10 amp @ 5 ml prokarbazin siklofosfamid 8. dan Kemasan) inj i. btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na).2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein (Bentuk Sediaan. btl 10 tab inj 3 mg/ml.v. 5 mg/vial (sebagai garam Na).3 SITOTOKSIK asparaginase bleomisin busulfan dakarbazin serb inj 10. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin propranolol 7. 10 mg/vial (HCl). ktk 1 vial 0. 200 mg/vial. ktk 1 vial serb inj i. btl 100 tab tab. ktk 1 amp tab salut 2 mg. 500 mg/vial.000 UI/vial. btl 100 tab kaps lunak 25 mg. 0.v. ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial. btl 30 tab kaps lunak 40 mg (undekanoat). ktk 1 vial serb inj 15 mg/amp (sebagai HCl).v.v. 50 mg/vial (HCl).2. ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg. ktk 5 str @ 4 kaps lunak kalsium folinat (leukovorin.m.v. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF 8.5 mg (sebagai mesilat)./i.

Kekuatan. btl 1000 tab tab 5 mg.KELAS TERAPI.Perlu sarana dan keahlian khusus. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. OBAT yang MEMPENGARUHI 10. ktk 1 vial serb inj i.k. btl 500 ml lar infus 10%. dan Kemasan) inj i. ktk 1 vial serb inj 1000 UI/vial + pelarut 25 ml. ktk 5 vial serb inj 10 mg/vial (sulfat). btl 1000 tab sir.v. btl 500 ml kombinasi : poligelin (ekivalen dengan 0. btl 1000 tab tab salut 300 mg.m.Harus disimpan pada suhu 2-8°C warfarin tab 2 mg (garam Na/K).Tidak boleh diberikan secara intratekal . ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI vinblastin protamin sulfat Pemakaian terbatas (kasus tertentu). DARAH.19 g kalsium (terikat pada polipeptida 0. btl 60 ml tts. Na (Bentuk Sediaan.1 ANTIANEMI asam folat besi (II) sulfat 7 H20 tab 1 mg. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER hydroxy ethyl starch lar infus 6%.v.k 100 mg/vial.5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Pengganti plasma DOEN lar infus. PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11. NAMA GENERIK sitarabin (Bentuk Sediaan. 1 mg/vial (sulfat). btl inj 500 mcg/ml. . 5000 UI/ml. amp 1 ml . btl 100 tab 11. Kekuatan./i.1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 UI/vial + pelarut 10 ml.25 g kalium klorida 0.5 g natrium klorida 4. btl 30 tab Sesuai program perawatan paliatif rumah sakit 9.125 g air steril bebas pirogen sampai 500 ml . OBAT untuk morfin tab 10 mg (sulfat). ktk 1 vial Untuk haemofilia A 8. ktk 100 amp @ 1 ml 11.Dosis untuk bayi prematur 0. btl 1000 tab inj 10 mg/ml./s.m 2 mg/ml. ktk 1 vial serb inj 500 UI/vial + pelarut 10 ml./s. NAMA GENERIK heparin. dan Kemasan) serb inj i.Variasi kombinasi sediaan yang beredar di pasaran dapat digunakan 36 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 37 . ktk 1 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).2 KOAGULASI.63 g nitrogen) 17.4 TERAPI PALIATIF.v. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil faktor IX kompleks tab. . btl 100 tab Untuk haemofilia B tab 2 mg (HCl). btl 500 ml sianokobalamin (vitamin B12) 10.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . btl 250 tab fraksi protein plasma Harus diproduksi dengan benar 10. vinkristin .

dan Kemasan) inj 0.3 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12.755 g/ml. btl 10 ml / 50 ml 38 39 . btl 120 ml klorheksidin lar 5. ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN granul. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. Kekuatan.408 g/ml.1. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% 13. ktk 1 amp 20 ml FORMULASI RESTRIKSI 12. ktk 1 amp 5 ml inj 20%.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. ktk 1 amp 3 ml ioheksol tts mata 1% (garam Na). 1:10. btl 5 ml inj 10%. Kekuatan.612 g/ml.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12.2 Biligrafi natrium iopodat 12. ktk 1 amp 5 ml iopamidol 12. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0. ktk 1 vial 50 ml meglumin natrium amidotrizoat kaps 500 mg.1. btl 500 ml lar 59. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na).2 Hati natrium bromsulftalein inj mengandung 30. 5%.1. btl 1000 ml .2%.612 g/ml. ktk 1 vial 2 ml 12. Untuk diencerkan serb. ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 76%. NAMA GENERIK 12.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i.1.7%. terlindung dari cahaya.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12.v.25 g simetikon 0.4 Mielografi iofendilat inj 76%. ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml. ktg. btl 6 kaps 12. 200 mg/ml. NAMA GENERIK 12. ktk 1 amp 20 ml inj 65%.6 Urografi iopamidol (Bentuk Sediaan. .5 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi : natrium bikarbonat 1.2 TES FUNGSI 12. btl 2 l susp 65%. btl 2.2.1 Ginjal natrium aminohipurat 12.1.5 l meglumin natrium amidotrizoat polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 cairan. ktk 10 amp @ 20 ml 12.5% iodium.v. ktk 1 vial 20 ml inj 0.1.k.KELAS TERAPI.3 Lain-lain fluoresein inj i.v. DIAGNOSTIK (Bentuk Sediaan.2.042 g barium sulfat 13.2.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat. ktk 1 amp 10 ml inj i. ktk 10 amp @ 20 ml inj i.Untuk diencerkan sampai 3%. btl 250/450 ml susp 55%. kedap udara. ktg 200 g susp 2.0% (glukonat).

ktk 25 amp @ 2 ml tab 25 mg. btl 100 tab tab 5 mg. btl 60 ml cairan konsentrat 5%. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar.1%). dan Kemasan) lar dan serb. btl cubicles 1x1x1 cm. NAMA GENERIK povidon iodida 13. btl 1000 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktg 20 g cairan. btl 1000 ml serb (untuk lar 0. btl 6 g (4.1 Antidiabetes.1 HORMON ANTIDIURETIK desmopresin vasopresin semprot inj i. btl 1000 tab lar infus 20%. btl 100 ml /1000 ml serb.000 UI/ml. ktk 2 tube cairan. btl 10 ml Kemasan harus kedap udara manitol spironolakton 16.1 GIGI dan MULUT . tube 10 g semprot 15% (HCl).k.2 ml./i.2 ANTIDIABETES 16.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida (Bentuk Sediaan. btl 100 g pasta pengisi saluran akar spons gelatin senyawa klor surgical ginggival pack 14. DIURETIK furosemida tab 40 mg. OBAT dan BAHAN untuk 14.KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl). ktk 10 str @10 tab hidroklortiazid semprot 0.2% (glukonat) inj 2% (HCl).000 etil klorida eugenol fluor kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) klorheksidin lidokain inj.05-0.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. Kekuatan. btl 100 tab pasta. btl 10 ml tab 0. natrium hipoklorit nistatin tab 2. GIGI dan MULUT. btl 10 ml susp 100. klg 50 butir set FORMULASI RESTRIKSI 14. btl 100 tab lar 5%./s. 20 IU/ml. ktk 5 bls @ 20 tab glipizid Daftar Obat Esensial Nasional 2008 40 41 . Kekuatan. btl 100 tab tab 5 mg. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 12 ml Daftar Obat Esensial Nasional 2008 16.v. btl 500 ml tab 25 mg. btl 100 g serb.2 GIGI dan MULUT. 10 mg/ml. btl 10 g lar. HORMON.2. Oral glibenklamida Untuk diencerkan.m. ktk 10 amp @ 1 ml lar 0. btl 1000 ml Program samijaga Ditjen P2-PL. btl 100 ml cairan. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg.5 mg. dan Kemasan) lar 10%.m. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 15. glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin tab 1 g. btl 250 tab inj i. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16.5 mg.

3. Implan levonorgestrel (Bentuk Sediaan.625 mg.2 Kontraseptik.5 mg.3.4. btl 1000 tab 16.4 Kontraseptik. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg.5 mg.5 KORTIKOSTEROID deksametason inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat).3.3. Kekuatan.2 Estrogen estrogen terkonjugasi etinilestradiol 16. 125 mg/ml.1 Androgen testosteron 16.0625 mg. Parenteral insulin intermediate insulin regular insulin regular : insulin intermediate (30 : 70) (Bentuk Sediaan.3. btl 50 tab tab scored 100 mg.1 mg.4. ktk 1 vial 10 ml propiltiourasil 16.4.ktk 1amp @ 2 ml Tablet 0. NAMA GENERIK metformin 16.1 ANTIANGINA atenolol diltiazem HCl isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml natrium tiroksin tab 0. btl 100 tab prednison 17. str 28 tab tab 0.2 ANTIARITMIA amiodaron tab 200 mg. KARDIOVASKULER.2. btl 1000 tab Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu. ktk 1 vial 1 ml hidrokortison tab 0. btl 100 tab inj 0. ktk 1 vial 10 ml inj 100 UI/ml.3.btl 60 tab tab sublingual 0. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml. ktk 10 str @ 10 tab tab 30 mg.3. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg.2 Antidiabetes.KELAS TERAPI. ktk 6 amp @ 3 ml tab 0.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.0625 mg untuk pediatrik 16. dan Kemasan) tab 500 mg. serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.4.3.3 Kontraseptik. ktk.25 mg/ml.5 mg. btl 30 tab Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).05 mg. inj 100 UI/ml.4 Kontraseptik 16.3 Progestogen hidroksi progesteron noretisteron 16. pil 17. btl 100 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100/1000 tab tab 0. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg 30 mcg etinilestradiol 16.1 Kontraseptik.m.25 mg. OBAT inj i. btl 100 tab tab 0. NAMA GENERIK 16. ktk 1 vial 10 ml 16. Kekuatan. btl 100 tab tab 0. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg 17. dan Kemasan) implan 2 rods (3-4 tahun) FORMULASI RESTRIKSI inj 100 UI/ml. AKDR (IUD) copper T set / buah digoksin 42 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 43 .

Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. amp 10 ml inj 40 mg/ml (HCl). Digunakan untuk hipertensi berat 17. ktk 20 str @ 10 tab inj i.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida kaptopril tab 50 mg. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 50 tab tab 25 mg.7. OBAT untuk 17. .m.m. ktk 30 tab scored inj 50 mg/ml (HCl). ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg. btl 30 tab inj 2.5 TROMBOLITIK (Bentuk Sediaan. btl 100 tab inj i.1 Syok Kardiogenik dobutamin inj 50 mg/ml.7.Perlu sarana dan keahlian khusus.1% (sebagai bitartrat).5 mg.2 Syok karena anestesi efedrin norepinefrin 17.6 GAGAL JANTUNG. dan Kemasan) kaps 100 mg (fosfat).0625 mg untuk pediatrik verapamil Untuk aritmia supraventrikuler.1 % (sebagai HCl/ bitartrat).Dapat timbul efek samping batuk. 2% (HCl). ktk 10 str @ 10 tab scored propranolol Tablet 0. amp 2 ml natrium nitroprusid *) nifedipin Sebagai long acting vasopressor. ktk 10 str @ 6 / 10 tab scored inj i. dan Kemasan) inj 750. Kekuatan. btl 100 tab tab scored 12. ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg. furosemida 17.Dapat timbul efek samping batuk. ktk 100 amp @ 1 ml klonidin *) dopamin lisinopril epinefrin (adrenalin) metildopa 17.KELAS TERAPI.v. vial 5 ml inj 25 mg/ml. OBAT digoksin tab 0. ./i.25 mg/ml.v. btl 100 kaps inj 0. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. ktk 5 amp @ 5 ml inj i. . NAMA GENERIK disopiramida epinefrin (adrenalin) lidokain (Bentuk Sediaan. ktk 10 bls @ 10 tab 44 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 45 . ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12.25 mg. ktk 10 amp @ 1ml tab 40 mg (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml inj 4 mg/ml. Kekuatan.15 mg/ml ( HCl). btl 100 tab tab 0.5 juta UI/vial FORMULASI RESTRIKSI Untuk intrakardial atau resusitasi streptokinase . 0.0625 mg.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.v.5 mg/ml (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml inj i. vial tab 10 mg Diberikan setiap 4 jam.7 SYOK. kaptopril . 17. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (HCl).5 mg. . 0.v. 17.000 UI/vial inj 1. NAMA GENERIK 17. ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg. 10 mg/ml. ktk 10 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. 1 mg/ml (HCl). btl 100/100 tab inj 0. btl 100/1000 tab inj.

7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat krim 1%.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. ktk 100 g susp 2%. . ktg 20 g krim 2% (nitrat). pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis.Harus diaplikasikan oleh dokter . pot 500 g Hanya untuk luka bakar yang luas. dan Kemasan) salep.Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. btl 30 ml natrium tiosulfat 18. pot 30 g salep 10%.1 ANTIAKNE asam retinoat 18.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0.5 % gliserin 10 % serb 2%.1% (sebagai valerat). kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18.KELAS TERAPI. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.6 KAUSTIK (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. btl 30 ml susp 5%. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI 18.1 % boraks 0. . tube 40 g hidrokortison liquor veilli (solutio salicylic acid 0. salep 2%. OBAT TOPIK AL untuk 18.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . btl 100 ml tingtur 25 %. Kekuatan. coal tar podofilin serb 2% (nitrat). tube 5 g krim 0.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens liquor faberi krim 10 %.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol salep. tube 5 g larutan Dibuat segar urea 18. tube 10 g cairan 25%. tube 5 g krim 0.000 UI/g perak sulfadiazin 18. pot 30 g lar 5 %. k a r e n a d a p a t menimbulkan bahaya akibat absorpsi. . tube 5 g krim 2. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 18. KULIT. Kekuatan.1 %) kombinasi : asam salisilat 0. tube 20 g perak nitrat lar 20%.5% (asetat).5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS permetrin krim 5 %.05%. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : . NAMA GENERIK Salep 2-4 . pot 30 g salep 5%. tube 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 47 .2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10.Tidak boleh dibawa pulang. btl 30 ml liquor 18.1% (sebagai valerat). salep.

5%. btl 500 ml lar infus 10%. btl 5 ml salep mata 0.58 g 2. tube 3. dan Kemasan) lar infus. btl 500 ml Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah.KELAS TERAPI. btl 25 ml inj i.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air .3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21. tube 4 g salep mata 1% (HCl).2 PARENTERAL cairan intralipid tab 500 mg. ktk 24 amp@10 ml salep mata 3%. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. OBAT untuk 21.Disimpan dalam wadah kedap udara. btl 100/500 ml lar infus 20%. LARUTAN ELEKTROLIT. inj 0. ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0. btl 500 ml manitol natrium bikarbonat lar infus 20%. tube 3.4% isotonik. Kekuatan. ktk 1 amp 10 ml inj i.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat kalium klorida serb. btl 500 ml lar infus 40%. 10%.4%. natrium klorida ringer laktat 20. Kekuatan. btl 500 ml lar infus 5%. 1 mek/ml. MATA. btl 1000 tab ktk. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL dialisa peritoneal DOEN hemodialisa DOEN 20. tube kedap 10 tab . kombinasi : glukosa 4% natrium klorida 0. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium. btl 5 ml darrow glukosa ana (DG ana) darrow glukosa half strength dekstrose glukosa lar infus.5 g gentamisin salep mata 0.v. tiap ktg untuk 200 ml air 0. Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah lar infus.1.2 ANTIMIKROBA amfoterisin lar infus. . vial 50 ml lar infus.5% (HCl). amp/vial @10 ml/20 ml lar infus 10%.3%.3%. 8.70 g tab siap larut 300 mg.225 % Larutan nutrisi.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).5% (HCl). btl 500 ml FORMULASI RESTRIKSI Untuk pra operatif pada anak. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. 19.9%.5g idoksuridin kalium klorida kalsium glukonat oksitetrasiklin 48 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 49 . btl 1 galon FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 500 ml inj i.v. NAMA GENERIK Larutan nutrisi DOEN kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0.30 g 0. 24 btl @ 1000 ml lar. ANESTETIK LOKAL bupivakain natrium bikarbonat 20. btl 500 ml inj 15%.5 g tts mata 0. btl 500 ml lar infus 3%. dan Kemasan) lar infus.1%.18 % (Bentuk Sediaan. tube 3. btl 5 ml tts mata 0.52 g 0. btl 100/500 ml . btl lar infus 5 %.v. btl 500 ml tetrakain 21. btl 25 ml inj 1.Perlu sarana dan keahlian khusus. 100 ktg. btl lar infus 0.

ktk 10 str @ 10 tab Bila memungkinkan dilakukan monitoring kadar obat. btl 100 tab inj 0. btl 5 ml 23. PSIKOFARMAKA 23.01% b/v natrium kromoglikat lar 2%.6 LAIN-LAIN kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg dekstran (70) 1 mg gliserin 2 mg benzalkonium klorida 0.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.5 mg (HCl). Kekuatan.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tts mata 2%. btl 5 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.200 mg/ml.5% (sulfat).3 ANTIINFLAMASI betametason (Bentuk Sediaan.4 MIDRIATIK atropin tts mata 0.2 mmol ek/l 21.m.KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 1 ml 21. btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr). btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). 5 mg/ml.2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat homatropin inj 20%.8-1. ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%. ktk 10 vial @ 20 ml 21. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 5 ml tts mata 0.5% (maleat). btl 15 ml oksitosin 22. ktk 30 tab kap/tab 20 mg. dan Kemasan) tts mata 15% (natrium).m/i. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. btl 1000 tab inj i.25 mg/ml (dekanoat). dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 22. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml tts mata 2% (HCl/nitrat).m. ktk 10 bls @ 10 tab fluoksetin kap/tab 10 mg. ktk 30 tab tab 200 mg. btl 15 ml 23. btl 1000 tab tab 2. NAMA GENERIK sulfasetamida 21. btl 100 tab serb inj i.25% (maleat).125 mg (maleat).1 OKSITOSIK tts mata 1 mg/ml (natrium).5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA asetazolamida tab 250 mg. 500 mg/vial (sebagai garam Na). btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). Kekuatan.v. Safety windows 0. ktk 100 amp @ 2 ml pilokarpin timolol 23.4 ANTIPSIKOSIS flufenazin tab 25 mg (HCl). ktk 10 vial @ 1 ml 50 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 51 . btl 5 ml Untuk kasus dry eyes syndrome litium karbonat 23. btl 5 ml metilergometrin tab salut 0. btl 5 ml tts mata 0. btl 100 tab inj i.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22.

2 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj i. NAMA GENERIK haloperidol (Bentuk Sediaan.2 ANTIEMETIK tab kunyah. amp 2. SALURAN CERNA. ktk 3 str @ 10 tab tab regular release 10 mg.Merupakan obat terpilih dalam pengobatan psikosis yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain susp.m. RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE 24.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).m. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. ktk 100 tab tab 5 mg.5 ml. 25 mg/ml (HCl). OBAT untuk (dl) metilfenidat *) tab 1 mg. ktk 100 amp @ 2 ml 52 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 53 .v 10 mg/ml. ktk 30 tab tab extended release 20 mg. btl 1000 tab inj i.KELAS TERAPI. Kekuatan.m. ktk 50 tab FORMULASI RESTRIKSI Sebagai alternatif klorpromazin.m 5 mg/ml (HCl). dimenhidrinat tab 50 mg.Perlu sarana dan keahlian khusus. btl 1000 tab Penggunaan ½ . 24. ktk 10 str/bls @ 10 tab *) Merupakan alternatif kedua setelah piridostigmin 25.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25. ADHD.1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 24. btl 1000 tab klorpromazin klozapin *) .5 mg. btl 1000 tab inj i. KELAS TERAPI.Sebaiknya dilakukan cek leukosit secara berkala (hati-hati agranulositosis) . ktk 30 tab Perlu keahlian khusus dalam penggunaannya.m. 5. OBAT untuk neostigmin *) inj 0. ktk 5 str @ 10 tab tab 2 mg. ktk 50 amp @ 1 ml piridostigmin tab 60 mg (bromida). . Kekuatan. btl 15 ml/100 ml inj i.v. 5 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) tab salut 25 mg (HCl). ktk 10 vial FORMULASI RESTRIKSI . vial 5 ml klorpromazin tab salut 25 mg (HCl). btl 100/1000 tab tab 2 mg. dan Kemasan) tab 0.5 ml rokuronium inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl). ktk 50 tab tab 50 mg. untuk 25.1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER atrakurium inj 25 mg / 2.5 mg/ml (metilsulfat). NAMA GENERIK suksinilkolin (Bentuk Sediaan. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 60 ml risperidon 23.2 MIASTENIA GRAVIS. dan Kemasan) serb inj i. btl 100/1000 tab tab 1. 25 mg/ml (HCl). 100 mg/vial (klorida). ktk 5 str @ 10 tab tab 150 mg./i.5 mg. OBAT.m.

5 DIARE. btl 1000 tab inj i.7 ANTIINFLAMASI. 1 mg/ml (sulfat). ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2. btl 100/1000 tab lar ih 0. ktk 6 sup sup 10 mg. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 25.KELAS TERAPI.70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah Inhalasi untuk serangan intermitten dan untuk serangan akut pertama.52 g 0./i. dan Kemasan) tab 10 mg (sebagai HCl).4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat). btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml. Kekuatan.1 % (sebagai HCl/bitartrat). ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg. tabung 200/400 dosis inj 50 mcg/ml (sebagai sulfat). SALURAN NAPAS. ktk 10 amp @ 2 ml sir 5 mg/5 ml.5 % . btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCl).25 mg/ml (sulfat). 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).m. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat). NAMA GENERIK metoklopramid (Bentuk Sediaan. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat). tiap ktg untuk 200 ml air 0. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. 10 ml ih/aerosol 100 mcg/dosis (sebagai sulfat).1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg. 100 ktg.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25. btl 60 ml 54 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 55 .3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. OBAT untuk 26. btl 100 ml gliserin 26.v. kanister 15 ml tab 0. ktk 100 sup budesonid deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) ekstrak beladon 25. kanister 15 ml aerosol 200 mcg/puff. klg 100 tab inj i.1 mg/tts. btl 1000 tab inj 0. ktk 4x5 nebules 25.k. sup 5 mg.5 mg/2. btl 50 ml tts 0.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr)./i.30 g 0.58 g 2. ktk 6 sup cairan. Kekuatan.m.k. btl 10 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.5ml NaCl./s. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr). 0. OBAT untuk sulfasalazin 26.6 KATARTIK bisakodil salbutamol serb.v. ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 mcg/puff. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl). btl 100/1000 tab sup. dan Kemasan) tab 500 mg.5 mg.v./s.

/i.. 10. ktk 1 vial 0.025% (HCl).II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.G.Disimpan pada suhu 2-8º C.C.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca.050 % (HCl).m.m. ktk vial 10/20 dosis serb inj s. btl 15 ml tts hidung 0. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. inj i.m. OBAT untuk hidrogen peroksida cairan konsentrat. btl 50 ml tts hidung 0.D. NAMA GENERIK kodein (Bentuk Sediaan. Kekuatan.U.Digunakan untuk pengobatan post-exposure di daerah rabies. 1 ml inj i.v...Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan post-exposure di daerah rabies.. kedap udara.m..m. 100 UI/ml.v 20.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5 ml. . 1500 UI/amp. btl 60 ml tab 100 mg. dan Kemasan) inj i.k. . btl 1000 ml vaksin campak obat batuk hitam (OBH) vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus(DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C tts. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. btl 200 ml cairan konsentrat. ktk 10 amp @ 2 ml. .k. ktk 5 amp @ 2 ml inj i.Disimpan pada suhu 2-8° C. ktk 10 vial @ 10 ml .S) Untuk pencegahan : inj i.m. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. terlindung dari cahaya. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C.000 UI/vial. TELINGA. tts telinga 10 %.U.Khusus daerah tertentu .5. ktk 10 vial @ 10 ml inj i.000 UI/vial. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C. karbogliserin lidokain oksimetazolin Disimpan pada suhu 2-8º C..B. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Harus disimpan pada suhu dibawah 5º C Disimpan pada suhu 2-8º C.v. btl 5 ml cairan semprot 4% (HCl)./i.KELAS TERAPI.2 VAKSIN vaksin B. inj i. 20. btl 1000 ml serum antitetanus (A. SISTEM IMUN. vial inj i. HIDUNG dan TENGGOROKAN. NAMA GENERIK 27. 500 UI.m.S) inj i. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C.k.m.m. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C inj i. Kekuatan.m./i.000 UI/vial.T.000 UI/amp..m. btl 10 ml serum imunoglobulin 56 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 57 . 28. dan Kemasan) tab 10 mg (HCl/fosfat).k. 26. (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab cairan.Disimpan pada suhu 2-8º C. ktk 10 vial @ 4 ml inj i. Disimpan pada suhu 2-8º C 27.B.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN human tetanus imunoglobulin serum anti bisa ular A. . Disimpan pada suhu 2-8º C. . .m. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i..Untuk diencerkan sampai 3%. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. inj i. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C./i. 10. I (khusus ular dari luar Papua) A. serum antirabies .k. ktk 5 amp @ 4 ml inj s.

btl 50 kaps lunak tab 50 mg (HCl). dan Kemasan) tab 50 mg. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian terapeutik pada hipokalsemia iodium BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) nikotinamid piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks 58 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . btl 60 ml kaps lunak 200 mg. NAMA GENERIK 29. btl 1000 tab kaps 50. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) ergokalsiferol (vitamin D3) (Bentuk Sediaan. btl 100 kaps susp 10. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. botol 1000 tab kaps lunak 50. btl 1000 tab tab 5000 IU.000 UI.000 UI/ml.000 UI. btl 1500 kaps lunak inj 100 mg/ml.KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab. ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg.000 UI (sebagai palmitat). Kekuatan. btl 1000 tab tab 100 mg tab 10 mg (HCl).000 UI. btl 1000 tab tab 25 mg (HCl).

1 ANESTETIK LOKAL etil klorida lidokain semprot. diazepam morfin probenesid tab 500 mg.m/s. ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. ANTIPIRETIK. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat).Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum. btl 100 tab tab 400 mg. btl 50 ml Kemasan harus kedap udara.3. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.v 10 mg/ml (HCl/sulfat). btl 100/1000 tab 3. ANESTETIK (Bentuk Sediaan.Tidak diberikan sewaktu serangan akut . .1 ANALGESIK NARKOTIK petidin inj i.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) ibuprofen metampiron tab 100 mg.v 2% (HCl).Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal terjadi pada 65% penderita .v 50 mg/ml (sebagai HCl). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab tab 500 mg. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI FORMULASI RESTRIKSI 2. NAMA GENERIK 2. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. dan Kemasan) KELAS TERAPI.m 10 mg/ml (HCl). btl 1000 tab inj 5 mg/ml. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%.v lambat 50 mg/ml (HCl).m/s. ktk 10 amp @ 2 ml 1. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. ANALGESIK. 1. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin 59 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 60 .2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. gas dalam tabung serb inj i. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg.v 10 mg/ml (sebagai HCl).v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). btl 100/1000 tab . ktk 10 vial @ 20 ml inj i. ktk 10 amp @ 1 ml 1.3 PROSEDUR PRE OPERATIF.k/i.BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 KELAS TERAPI. ANTIPIRAI 1. ktk 10 bls @10 tab tab 200 mg. Kekuatan.Tidak diberikan sewaktu serangan akut. btl 1000 tab Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 2. oksigen tiopental natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. ktk 100 amp @ 2 ml inj p. tube 10 g semprot 4%. btl 60 ml 2. Kekuatan. btl 100 tab tab 500 mg. ktk 10 vial @ 20 ml ih. ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). ktk 25 amp Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl).Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg.k/i.

ktk 100 amp @ 1 ml 6. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI .1.m/i. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis.3 mg .5 ml kaps 30 mg (garam Na).Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar).4 juta UI/ml. Kekuatan. btl 60 ml serb inj i. ktk 25 vial @ 10 ml 5.v/s. btl 30 ml kalsium folinat (leukovorin. ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i.2 juta UI/ml. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml.m 2. ktk 100 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin tab 4 mg ( maleat).Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 6.m/i.KELAS TERAPI. ktk 10 amp @10 ml 6.k/i. btl 1000 tab inj i. dan Kemasan) tab 30 mg.2 UMUM karbon aktif magnesium sulfat tab 1 mg.k 1 mg/ml (sulfat). btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). ktk 10 amp @ 2 ml 6.1 KHUSUS atropin inj i. ktk 10 amp @ 2 ml Khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas. btl 1000 tab tab 50 mg. dan Kemasan) inj s.1% (sebagai HCl/ bitartrat). NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan.2 ANTIBAKTERI tab scored 100 mg (sitrat).v 50 mg/ml (sebagai garam Na). ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.m/i. btl 30 ml pirantel tab scored 250 mg (sebagai pamoat).v 250 mg/vial (sebagai garam Na). Ca) natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4. btl 100 tab tab 500 mg. benzatin benzilpenisilin ampisilin fenitoin 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 62 . ktk 10 vial serb inj i.0.1 Antelmintik Intestinal mebendazol tab 100 mg.m/i. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. btl 1000 tab inj i. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na).Dosis 0. Kekuatan.v 5 mg/ml.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.2. ktk 10 vial inj i. btl 1000 tab tab 100 mg.2 Antifilaria dietilkarbamazin 6.5 kg serb. bisa diulang KELAS TERAPI.m 1. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat). d serb aktif. NAMA GENERIK fenobarbital (Bentuk Sediaan. ANTIINFEKSI .v 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 25 vial @ 4 ml inj i.5 mg.1.m 0.1 ANTELMINTIK 4.m 50 mg/ml. ktg 0. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).v 25%. .Terpilih untuk anafilaksis . ktg 30 g 6. tube 2.

75 mg tab 150 mg. Kekuatan. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat).2.2. btl 60 ml serb inj i. btl 100 kaps tetrasiklin 6. btl 100 tab tab 100 mg.2. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.4 Makrolid eritromisin prokain benzilpenisilin kaps 250 mg (sebagai stearat).2 Antituberkulosis etambutol isoniazid tab 250 mg (HCl). btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI Tidak untuk infeksi berat 6. btl 100/1000 tab 6. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. micronized tab scored 100 mg. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). dan Kemasan) tab 500 mg.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab 250 mg. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K).2. NAMA GENERIK benzilpenisilin kristal fenoksimetil penisilin (penisilin V) (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. 50 mg Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. btl 100 tab tab 500 mg (HCl). btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl).2.2.3.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6. 63 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 64 . ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat).1 Antilepra 6.2. btl 1000 tab tab 300 mg. ktk 10 str @ 10 tab streptomisin kombinasi : rifampisin isoniazid Dengan kemasan khusus tab.2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg.v 50 mg/ml (HCl). ktk 25 vial tab 500 mg (sebagai garam K). dan Kemasan) inj i. Kekuatan. ktk 10 str @ 10 kaps dapson klofazimin. btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K).2.v 10 juta UI/vial. btl 100/1000 tab tab 500 mg. btl 60 ml 6.m/i.KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab 500 mg. ktk 100 vial kapl 150 mg.1 Tetrasiklin oksitetrasiklin inj i.2. btl 100 tab Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.m 3 juta UI/vial.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg tab. ktk 100 vial serb inj i. btl 100 tab tab scored 300 mg.2. NAMA GENERIK sulfadiazin trimetoprim (Bentuk Sediaan. 6.v 250 mg/3 ml (HCl). ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl). btl 60 ml pirazinamid rifampisin 6.3. btl 100 tab tab scored 200 mg. ktk 10 amp @ 3 ml inj i.m 1 juta UI/vial.2 Antibakteri Lain 6.2.

m 60 mg/ml. ktk 100 amp @ 2 ml kuinin 6.v/i.000 UI/tab. 300 mg tab 400 mg. btl 1000 tab inj i. btl 100 tab tab 500 mg. 250 mg.5. btl 12 ml kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin ktk. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat). btl 500 tab tab scored 100 mg.000 UI/tab.4. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 50 mg. dan Kemasan) tab vagina 100. 500 mg 6. btl 100 tab scored Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. 150 mg.v 25% (sebagai HCl).4 ANTIFUNGI 6. ktk 8 vial @ 1 ml 6.2.4.5. Kekuatan. 450 mg tab 75 mg.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab.Hanya untuk malaria yang gawat. 450 mg tab 75 mg. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 6. 75 mg.5 ANTIPROTOZOA 6.5. Sistemik griseofulvin. btl 1000 tab 65 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 66 .000 UI/ml. btl 100 tab kapl 150 mg.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat). btl 100/1000 tab susp 100. 500 mg tab 275 mg. NAMA GENERIK kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan.2 Antimalaria kapl 150 mg. ktk 10 str @ 10 tab 6. 300 mg tab 400 mg.5. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. artemether artesunat inj 80 mg/ml. KELAS TERAPI.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg. micronized nistatin tab scored 250 mg. dan Kemasan) kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. btl 100 tab scored tab salut 500. ktk 6 amp @ 1 ml inj i. .2. btl 1000 tab 6. NAMA GENERIK nistatin (Bentuk Sediaan. Kekuatan. pot 30 g . btl 1000 tab sir 50 mg/5ml. Topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% salep. 500 mg 6.KELAS TERAPI.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg nitrofurantoin trimetoprim tab.1 Antifungi.3.2 Antifungi. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk.

DIAGNOSTIK 12. ktk 1 amp 5 ml 1 mg 50 mg 12. btl 1000 ml lar.3 Lain-lain fluoresein 7. btl 100 tab tab. NAMA GENERIK 7. btl 1000 tab inj 10 mg/ml. btl 1000 tab tab 5 mg. kedap udara.5 mg (sebagai mesilat). ktk 100 amp @ 1 ml povidon iodida 13.KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 100 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu.2 KOAGULASI. btl 1000 tab tab salut 300 mg. btl 100 ml /1000 ml serb. ktk 10 str @ 10 tab 12. ktk 1 amp 5 ml inj 20%.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab. amp 1 ml tab 1 g. btl 1000 ml 10.m 2 mg/ml. ANTIMIGREN 7. NAMA GENERIK 12.Untuk diencerkan sampai 3%. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI tab 2. besi (II) sulfat 7 H20 sianokobalamin (vitamin B12) kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida cairan. terlindung dari cahaya . tab 2 mg (HCl).2 TES FUNGSI (Bentuk Sediaan. btl 60 ml tts.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit lar 10%. btl 100 tab lar 5%.k 1:10.5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 67 68 . dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 5 ml inj 10%.1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg. 10.Dosis untuk bayi prematur 0.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . Kekuatan.2. 13. Kekuatan. ktk 30/100 tab tts mata 1% (garam Na). ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2-PL. DARAH. OBAT yang MEMPENGARUHI 10. ktk 1 vial 2 ml 9. btl 250 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i. btl 1000 ml . btl 1000 ml . btl 5 ml tts mata 2% (garam Na). btl 1000 tab sir. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat).1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat. btl inj 500 mcg/ml.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin (Bentuk Sediaan.

Kekuatan.1 GIGI dan MULUT .4.5 mg. AKDR (IUD) copper T set / buah 16. Oral glibenklamida tab 2.1 Antidiabetes. ktk 25 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI 14. btl 250 tab inj i.05-0.4.m 10 mg/ml. btl 6 g (4. btl 100 tab tab 5 mg. btl 100 tab tab 500 mg.KELAS TERAPI.v/i. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 100 ml cairan. btl 1000 tab 69 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 70 .2 ANTIDIABETES 16. NAMA GENERIK 15. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. btl 10 ml 16.3. btl 100 tab metformin kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) lidokain pasta. btl 60 ml susp 100.000 etil klorida eugenol fluor inj. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK semprot 0.2 Kontraseptik. btl 100 g 16.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml Pemakaian harus dilarutkan dulu. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg serb. btl 100 tab Untuk puskesmas daerah tertentu Kemasan harus kedap udara 16. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl).4 Kontraseptik Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. HORMON. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. dan Kemasan) tab 40 mg. Kekuatan.4.3 Kontraseptik. GIGI dan MULUT. DIURETIK furosemida (Bentuk Sediaan. inj 2% (HCl).3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16.000 UI/ml. btl cubicles 1x1x1 cm. tube 10 g semprot 15% (HCl). OBAT dan BAHAN untuk 14. propiltiourasil tab scored 100 mg. btl 10 ml tab 0. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 16.2 ml.5 mg. btl 10 g lar. btl 12 ml 16.3. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin pasta pengisi saluran akar spons gelatin lar dan serb.2.1 Kontraseptik. klg 50 butir 16.3.3. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg pil nistatin 14.2 GIGI dan MULUT. ktk 2 tube cairan.

ktk 30 tab 18. prednison Sebagai alternatif deksametason. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis. btl 30 ml 17.6 GAGAL JANTUNG.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.7 SYOK. KARDIOVASKULER. dan Kemasan) tab 40 mg.KELAS TERAPI.5 mg.5 mg. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. ktk 1 amp 2 ml Tablet 0. tube 5 g krim 0. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg.5 KORTIKOSTEROID deksametason (Bentuk Sediaan. btl 100 tab tab 0.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. KULIT. ktk 20 str @ 10 tab inj i.2 ANTIARITMIA propranolol tab 50 mg. tube 5 g 17. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). NAMA GENERIK furosemida (Bentuk Sediaan. btl 100/100 tab inj 0.25 mg/ml.v 0. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg.1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i. 17.5 mg.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida kaptopril tab 25 mg. Kekuatan. tube 5 g 17. OBAT 17.5% (asetat).4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored . Kekuatan.0625 mg. cairan 25%. . OBAT untuk 17. Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep. tube 5 g krim 2. serb inj 100 mg/vial(Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.Dapat timbul efek samping batuk. ktk 10 amp @ 1ml 18.0625 mg untuk pediatrik hidrokortison 71 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 72 .25 mg.3 ANTIFUNGI salep. OBAT TOPIKAL untuk tab 10 mg (HCl).1% (sebagai valerat). ktk 10 bls @ 10 tab 18.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. dan Kemasan) tab 0.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg. btl 100 tab tab scored 12.m 10 mg/ml.v 1 mg/ml (HCl).v/i.1 ANTIANGINA atenolol isosorbid dinitrat 17.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg.000 UI/g 18. . btl 100 tab inj i.1 % (sebagai HCl/ bitartrat). OBAT digoksin tab 0.btl 60 tab 17. ktk 100 amp @ 1 ml 17.1% (sebagai valerat).7. NAMA GENERIK 16. ktk 10 str @ 10 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaptopril hidrokortison . btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg.Dapat timbul efek samping batuk.

Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0. btl 500 ml lar infus 10%. btl 500 ml inj 15%. OBAT untuk 21.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Salep 2-4.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . btl 1000 tab coal tar podofilin lar infus 5%. btl 500 ml lar infus 3%. btl 500 ml lar infus 40%. btl 5 ml 18.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 20. tube 3.52 g kalium klorida 0. serb.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%.KELAS TERAPI. .4 MIDRIATIK atropin liquor faberi tts mata 0. vial 50 ml .3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21. pot 30 g salep 10%.6 KAUSTIK perak nitrat lar 20%.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0.5% (HCl). . NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.9%. btl 5 ml serb 2%. pot 30 g salep 5%. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 30 ml susp 5%. pot 30 g lar 5 %.Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium . Kekuatan. btl 5 ml 73 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 74 . tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah 18. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat). btl 25 ml lar infus 0.1 ANESTETIK LOKAL tetrakain 21. 100 ktg. . dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 18. btl 500 ml ktk. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.5g tts mata 15% (natrium).Tidak boleh dibawa pulang.70 g natrium bikarbonat 20.58g glukosa anhidrat 2.5% (sulfat). MATA. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi. Kekuatan.2 PARENTERAL glukosa Perlu pengawasan khusus karena : . kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18. sulfasetamida 21. btl 30 ml tab 500 mg.2 ANTIMIKROBA oksitetrasiklin lar infus. amp/vial @10 ml/20 ml tts mata 0. LARUTAN ELEKTROLIT. dan Kemasan) salep. btl 100 ml tingtur 25 %.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens salep mata 1% (HCl). ktk 100 g susp 2%. btl 30 ml liquor .Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan natrium klorida ringer laktat 20.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik.Harus diaplikasikan oleh dokter .

btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml. btl 15 ml/100 ml inj i.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg.m 2 mg/ml (HCl). Kekuatan. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.125 mg (maleat).m 25 mg/ml (HCl). tab salut 25 mg (HCl). btl 1000 tab Penggunaan ½-1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 23.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl). ktk 100 sup kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab inj i. btl 100/1000 tab tab 1.m 5 mg/ml.KELAS TERAPI.4 ANTIPSIKOSIS haloperidol tab 25 mg (HCl). untuk 25. btl 100 tab inj 0. btl 100/1000 tab tab 2 mg. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl).5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA pilokarpin tts mata 2% (HCl/nitrat). ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. SALURAN CERNA. dan Kemasan) tab salut 25 mg (HCl). btl 1000 tab oksitosin 23. btl 60 ml kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml 25.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin 23.5 mg. btl 1000 tab inj i.m 5 mg/ml (HCl).1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg tab kunyah. OBAT.200 mg/ml. ktk 100 tab tab 5 mg.Sebagai alternatif klorpromazin. ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) . ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat). ktk 100 amp @ 2 ml Antasida DOEN II susp.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 75 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 76 . PSIKOFARMAKA 23.m 25 mg/ml (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml inj i. Kekuatan. ktk 10 bls @ 10 tab 23.5 mg. ktk 100 amp @ 2 ml 25. ktk 5 amp @ 1 ml inj i.2 ANTIEMETIK dimenhidrinat tab 50 mg. ktk 100 amp @ 1 ml 25.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN sup. btl 5 ml 22. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. NAMA GENERIK klorpromazin (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab tab 5 mg. .1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0. btl 1000 tab klorpromazin tab 0. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI 21.m 5 mg/ml (HCl).

ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI sir 25 mg/5 ml. Kekuatan. 77 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 78 .Disimpan pada suhu 2-8° C.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.C.Disimpan pada suhu 2-8º C efedrin epinefrin (adrenalin) serum antitetanus (A. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0.000 UI/vial.G.T.k. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. ktkl 10 vial @ 4 ml 26.k. .m.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat (Bentuk Sediaan.m.m 20. 100 ktg.D.v/s.1 % (sebagai HCl/bitartrat).v 20. NAMA GENERIK kodein 26.B.v/s. cairan.B./i.S) salbutamol Untuk pencegahan : inj i. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl).v.v 10.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. ktk 10 amp @ 2 ml.2 VAKSIN vaksin B.1 ANTIASMA deksametason tab 0.Khusus daerah tertentu . ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg.m 10. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. . klg 100 tab inj i. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari i muntah 27.000 UI/vial.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A.U. btl 1000 tab inj 0. btl 60 ml tab 100 mg. I (khusus ular dari luar Papua) A. serum antirabies . btl 1000 tab cairan.25 mg/ml (sulfat). btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat). ktk 5 amp @ 4 ml Harus disimpan pada suhu dibawah 5° C. inj i. ktk 10 vial @ 10 ml inj i.4 ANTISPASMODIK atropin (Bentuk Sediaan.000 UI/amp. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.m.000 UI/vial.m 100 UI/ml. btl 1000 tab inj i. btl 200 ml cairan konsentrat. SISTEM IMUN.m/i. ktk 10 vial @ 5 ml .m 1500 UI/amp. btl 100 ml 26. inj i. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr).Digunakan untuk pengobat an post-exposure di daerah rabies. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat). dan Kemasan) tab 10 mg.6 KATARTIK gliserin obat batuk hitam (OBH) serb. OBAT untuk 26.k 0./i.S) inj i. btl 60 ml 27.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr).KELAS TERAPI. btl 100/1000 tab inj i.70 g 25.5 mg.5 DIARE. SALURAN NAPAS.v 5 mg/ml (sebagai natrium fostat). ktk 5 amp @ 2 ml inj i.k 1 mg/ml (sulfat).U./i. dan Kemasan) tab 1 mg (sulfat). btl 1000 ml ekstrak beladon 25. Kekuatan. NAMA GENERIK 25.m/i. btl 100/1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. .Disimpan pada suhu 2-8º C.52 g kalium klorida 0.58g glukosa anhidrat 2.

NAMA GENERIK vaksin campak (Bentuk Sediaan.000 UI. btl 1000 tab kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) tab 500 mg.m. btl 1000 tab tab. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) tab 50 mg.m. dan Kemasan) inj s.k. btl 1000 tab kaps lunak 50.5.k. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C MENTERI KESEHATAN inj i. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. SITI FADILAH SUPARI. I Dr. dan Kemasan) tab 50 mg (HCl) . ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Disimpan pada suhu 2-8º C KELAS TERAPI.Disimpan pada suhu 2-8º C . btl 1000 tab tab 10 mg (HCl). NAMA GENERIK tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks (Bentuk Sediaan.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan pre-exposure di daerah rabies. btl 1000 tab tab 5./i. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C tts. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. Kekuatan.JP(K) 28. OBAT untuk karbogliserin tts telinga 10 %.k. ktk 10 vial @ 5 ml inj i.000 UI. 1 ml inj i. btl 5 ml 29.000 UI. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C . Kekuatan.dr. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. btl 50 kaps lunak retinol (vitamin A) 79 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 80 . TELINGA.KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab 25 mg (HCl). ktk 1 vial 0. ktk vial 10/20 dosis serb inj s.m. Sp.000 UI (sebagai palmitat). HIDUNG dan TENGGOROKAN.

25 mg.75%.. PENGURANGAN (.5 ml salep mata 1000 UI/g.v.v.5 mg. vial 50 mg tab 5 mg (HCl). btl 100 tab tab 200 mg. tube 5 g jeli 2. btl 1 oz inj. ktk 8 vial @ 1 ml kristal. btl 5 ml − − + − + DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN 3 4 5 6 artesunat + − Pindah sub kelas terapi 7 8 asam triklorasetat asetazolamida 9 10 11 atrakurium benzilpenisilin benzoil peroksida + − − + + 12 13 besi (II) sulfat 7H2O betametason Daftar Obat Esensial Nasional 2008 81 .5%. ktg tab 250 mg.). Kemasan) PENAMBAHAN (+). ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml.5 ml. tube 5 g jeli 5%. ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml inj 25 mg/2.m/i. 500 mg/vial (sebagai garam Na). tube 5 g tts. ktk 10 str @ 10 tab tab 0. ktk 10 str @ 10 tab serb 65 . PERUBAHAN FORMULASI 1 alprazolam LAMPIRAN I 2 amalgam perak amfoterisin*) amilorid amiodaron tab 0. btl 100 tab serb inj i. btl 60 ml tts mata 1mg/ml (natrium). ktk 6 amp @ 3 ml inj i. amp 2.DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan.v/i. Kekuatan Sediaan.m 60 mg/ml. i.

48 g iodium). btl 300 ml serb. btl 100/1000 kaps sir 250 mg/5 ml.1 %. ktk 5 amp @ 1 ml 42 − − − − Perubahan bentuk garam 26 edrofonium efavirens 43 44 gameksan Garam Oralit I 28 45 46 gentian violet haloperidol 29 30 enfluran etakridin (rivanol) 82 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 83 .m. 1 ml mengandung 0.v.m. PERUBAHAN FORMULASI 14 15 bupivakain campuran insulin regular : intermediate (30 : 70) copper T daunorubisin dekstran 70 dekstrose desmopresin dietilkarbamazin digoksin inj infiltr 0./i.0625 mg. btl 10 ml inj i. btl 90 tab tab 600 mg. btl 100 tab inj 0. ktk 30 tab − 32 etoksuksimid − 16 17 18 19 20 21 22 set / buah serb inj 50 mg (HCl) lar infus 6%. amp 1 ml kap/tab 10 mg.m.m. Kemasan) PENAMBAHAN (+). 2 mg/ml (HCl). Kekuatan Sediaan. 0. btl 500 ml lar infus 5 %.v. 5 mg/ml (HCl). ktk 10 vial @ 10 ml tab 200 mg.25% (HCl). btl 5 ml inj 50 mg/ml. tiap ktg untuk 1000 ml air lar 1%.a. btl 250 ml lar 0. ktk 5 vial 20 ml inj 100 UI/ml.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. Kemasan) PENAMBAHAN (+). vial 5 ml inj 25 mg/ml.)./i.96 ml (setara dengan 0. btl 100 tab tab 0.25 mg. btl 500 ml semprot tab scored 100 mg (sitrat).35%.05 mg/ml (sitrat).25 mg/ml. Kekuatan Sediaan. PERUBAHAN FORMULASI NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. 100 ktg. PENGURANGAN (. ktk 1 amp 10 ml kaps 250 mg. ktk 30 tab kap/tab 20 mg. ktk 1 vial 10 ml − + + + − + Perubahan bentuk sediaan Perubahan kekuatan sediaan + 31 etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) inj i. ktk 10 lbr krim 1%. i. ktk 1 amp @ 2 ml tab 500 mg (furoat) tts mata 0. 2mg/ml. 10 mg/ml (klorida). btl 60 ml implan 1 rods (3 th) sirup 50 mg/5 ml tab 50 mg btl 10 ml inj i. btl 30 ml serb. vial 10 ml inj i. PENGURANGAN (. btl 100 g 33 34 35 36 37 39 40 etonogestrel fenitoin fenobarbital fenol cair fentanil fitomenadion (vitamin K1) fluoksetin − + + − Perubahan bentuk kemasan + + bentuk sediaan dan kekuatan tidak dicantumkan 23 24 25 diloksanid dinatrium edetat dobutamin + − + − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − 41 fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) framisetin kasa steril 1% (sulfat). btl 1000 tab tab 0.v. btl 30 tab cairan ih.). ktk 5 amp @ 2 ml inj.

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

47 48 49 50 51

hidroklortiazid hidrokortison hidrokortison hidrokortison asetat human tetanus imunoglobulin insulin intermediate insulin regular iodium isofluran isoprenalin

tab 25 mg, btl 1000 tab tab 10 mg krim 1% (asetat), tube 5 g tts mata 1%, btl 5 ml inj i.m 500 UI, vial

+ + − − + − − − + − +

66

klormetin

serb inj 10 mg/vial (HCl), ktk 1 vial tab 25 mg, ktk 50 tab tab 50 mg, ktk 50 tab tab 10 mg (fosfat), btl 250 tab

− +

67

klozapin *)

68

kodein

Perubahan kekuatan sediaan dan bentuk kemasan − +

52 53 54 55 56

inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 480 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml cairan ih, btl 250 ml inj 1mg/ml (HCl), ktk 1 amp 2 ml sirup 100 mg/5 ml, btl 120 ml tab 100 mg (kunyah) serb aktif, ktg 0,5 kg sup 100 mg tab 50 mg (sitrat), btl 10 tab tab 10 mg (HCl), btl 250 tab tab 2 mg tts telinga 3 %, btl 5 ml lar 1,5 % (glukonat), btl 2,5 l lar 4,0 % (glukonat), btl 2,5 l lar 0,2% (glukonat), btl 2,5 l

69

kolkhisin

tab 500 mcg, ktk 3 str @ 10 tab tab, ktk 30/100 tab

70

kombinasi : ergotamin 1 mg kafein 50 mg kombinasi : ekst. apii herba

71

kapsul 92 mg

57

karbamazepin

72 73

komposit resin kuinidin

set tab 200 mg (sulfat), btl 100/1000 tab infus, btl 500 ml

+ − + − − − − − −

58 59 60 61 62 63 64 65

karbon aktif ketoprofen klomifen klomipramin klorambusil kloramfenikol klorheksidin klorheksidin

Perubahan nama obat + − − + − − +

74

lar. nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0,18% larutan nutrisi DOEN I larutan nutrisi DOEN II larutan nutrisi DOEN III larutan nutrisi DOEN IV larutan nutrisi DOEN V levamisol

75 76 77 78 79 80

infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml tab 50 mg (HCl), ktk 4 bls @ 9 tab

84

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

85

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

81 82 83 84

levertran levonorgestrel levonorgestrel lidokain

salep kulit 5% pil 75 mcg, 150 mcg implan 6 rods (5 th) inj 5% + glukosa 7,5 %, amp 2 ml inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 20 ml liquor ditambah mentol 0,1% liquor ditambah mentol 0,5% larutan

− − − + −

95

(dl) metilfenidat *)

tab regular release 10 mg kaps extended release 20 mg tab 4 mg, btl 100 tab

+ − Perubahan sub kelas terapi dan komposisi obat ditulis lengkap.

96 97

metil prednisolon

85

lidokain

metilselulosa, diubah menjadi lar 2 %, btl 5 ml metilselulosa, kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg 1 mg dekstran (70) 2 mg gliserin benzalkonium klorida 0,01% b/v metoklopramid sir 5 mg/5 ml, btl 50 ml tts 0,1 mg/tts, btl 10 ml inj i.v. 1 mg/ml inj i.v. 5 mg/ml inj 1,4 % isotonik krim 20 mg/g, tube 5 g inj, vial tab 500 mg, btl 100 kaps tab 100 mg inj 4 mg/ml, amp 2 ml tts telinga, btl 5 ml

98 − 99 + 100 101

+ + + − + − + + −

86

liquor faberi

midazolam

87

liquor veilli; kombinasi : asam salisilat 0,1 % boraks 0,5 % gliserin 10 % lisinopril

natrium bikarbonat natrium fusidat natrium nitroprusid neomisin nikotinamid norepinefrin Obat telinga DOEN kombinasi : neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta UI/100 ml pankuronium parasetamol pasta devitalisasi (non arsen)

88

tab 5 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 200 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab cairan, kemasan sesuai kebutuhan lar infus 20%, btl 500 ml tab 2 mg inj i.m 250 mg/ml, ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml

102 103 104

89 90 91 92 93 94

litium karbonat lopinavir lotio kummerfeldi manitol melfalan metampiron

Perubahan kekuatan sediaan + − − + −

105 106

107 108 109

inj i.v. 2 mg/ml (bromida), ktk 10 amp @ 2 ml sup 120 mg sup 240 mg pasta, btl

− + −

86

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

87

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

110 111 112 113

pasta iodoform patent blue V perak nitrat perfenazin

pasta inj s.k. 2,5%, ktk 1 amp 2 ml lar 40%, btl 10 ml tab 4 mg (HCl), btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCl), btl 100/1000 tab krim 5%, tube tab 10 mg (bromida), ktk 10 str/bls @ 10 tab cairan, btl 10 ml / 50 ml

− − − −

125

retinol (vitamin A)

tab 5000 UI, btl 50 tab kaps lunak 100.000 UI, btl 50 kaps lunak inj 100.000 UI/ amp, ktk 100 amp 1 ml inj dalam minyak 100.000 UI/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v 10 mg/ml, vial 5 ml inj 1 gr, vial, ktk 2 vial inj 1 gr, vial, ktk 2 vial serb dan cairan, set 30 g btl 1 set cairan, btl 100 ml lembar 5 x 7 x 1 cm tab 30 mg, btl 60 tab tab 40 mg, btl 60 tab inj 50 mcg/ml (sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial kap 50 mg, ktk 10 str @ 10 kap tab 200 mg, ktk 2 str @ 10 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp 1 ml

+

126

retinol (vitamin A)

114 115

permetrin piridostigmin polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat dan metanal) prednisolon

+ −

127 128 129

rokuronium sefazolin seftriakson semen seng fosfat

+ + + − − − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − Perubahan nama obat

116

Pindah kelas terapi

130

117

tts mata 0,5%, btl 5 ml salep mata 1%, tube 3,5 g cones, btl 100 butir inj 100 mg/ml (HCl) tab 40 mg inj dalam minyak 500-600 mg/ml, ktk 1 amp 20 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

− − − + −

131 132 133

sirop timi majemuk spons gelatin stavudin

118 119 120 121

preparat sulfa prokainamida propanolol propiliodon propiltiourasil

134

sufentanil

135 Perubahan kekuatan sediaan − 137 − 138

suksametonium suksinil kolin

122

136

123

propranolol

tab 10 mg, ktk 100 tab tab 40 mg, ktk 100 tab tab 0,10 mg, btl 1000 tab tab 0,25 mg, btl 1000 tab

sulpirid

− −

124

reserpin

tiamin (vitamin B1)

88

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

89

PENGURANGAN (.k. Kemasan) PENAMBAHAN (+). btl 100 tab 143 144 vankomisin + − Perubahan kekuatan sediaan Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 145 146 147 vekuronium warfarin zidovudin 90 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 1:10. btl 120 ml serb inj. ktk 25 amp tts mata 1%. btl 5 ml inj i.). ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml tab 250 mg (garam Na). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na).v. ktk 1 vial 25 ml − 140 141 tropikamida tuberkulin protein purified derivative vaksin meningokokus polisakarida A + C valproat − − − LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 142 serb inj. Kekuatan Sediaan. 500 mg/vial. 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial (bromida). btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). PERUBAHAN FORMULASI 139 tiopental serb inj i. ktk 20 vial tab 2 mg (garam K).NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. btl 100 tab tab 100 mg.

mempersiapkan prosedur dan pedoman pelaksanaan. Tugas KomNas DOEN sebagai berikut : a. melaksanakan rapat-rapat teknis dan sidang pleno. Pelaksana Pelaksana bertugas menginventarisasi data. Susunan Organisasi. c. Revisi DOEN 2005 dilaksanakan selama tahun 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82. Pengarah Pengarah bertugas memberikan pengarahan dalam rangka revisi dan penyusunan DOEN 2008 sesuai dengan peraturan yang berlaku. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 No. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup merupakan tanggung jawab pemerintah seperti di amanatkan dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS). perlu dibentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN 2008 dengan Keputusan Menteri Kesehatan. 3781). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Fungsi. 3. d. Kelima : 91 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 92 . Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 189/MENKES/SK/III/ 2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. Ketiga Keempat : : 4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. ketersediaan obat esensial yang aman. 7. Peraturan Pemerintah No.138. Mengingat : 1. bahwa sesuai hal tersebut pada huruf (a) perlu didukung dengan pembinaan penggunaan obat yang rasional. program kesehatan serta perbaikan status kesehatan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan dibidang kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) perlu direvisi. Masa tugas KomNas DOEN terhitung mulai tanggal ditetapkannya keputusan ini sampai dengan akhir tahun 2008. Tim Ahli Tim Ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ ke dalam DOEN 2008. c. e. Membentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2008 (KomNas DOEN) dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. b. d. bahwa dalam rangka revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 6. Konsultan Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. tambahan Lembaran Negara Nomor 4431).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS DOEN 2008). Anggota Anggota bertugas memberikan masukan yang diperlukan dalam rangka evaluasi DOEN 2005 dan usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dalam DOEN 2008. 2. tambahan Lembaran Negara RI No. Peraturan Menteri Kesehtan RI Nomor : 1575/Menkes/Per/ XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 Pertama : MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. mempersiapkan usulan rancangan DOEN 2008. finalisasi DOEN 2008 dan penyebarluasannya. serta melaporkan hasil kegiatannya 1 (satu) bulan setelah berakhir masa kerjanya. melaksanakan pendokumentasian. 5. f. pola penyakit. Tugas. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat dan kedokteran. Dalam melakukan tugasnya KomNas Revisi DOEN bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Tim Ahli dan Konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis/ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Kedua : b. dan Tata Kerja Kementerian Negara RI.

7. SpJP(K) Salinan Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan kembali atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapannya. dr. 2. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Dalam Negeri Kepala BAPPENAS Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Para Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Vertikal Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia Yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya 93 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 94 . 5.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keenam : Biaya penyusunan KomNas DOEN dan seluruh kegiatan revisi dan penyusunan DOEN 2008 dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional Tahun 2008. 9. 4. 3. SITI FADILAH SUPARI. 6. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketujuh : Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. 8.

2. 4. 3. 10. 5. SITI FADILAH SUPARI. 3.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pelaksana : Ketua Sekretaris Sekretaris I Anggota : : : : Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Zorni Fadia (Dokter umum) Dita Novianti (Apoteker) LAMPIRAN III DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1. 2. 9. 8. SpJP(K) 95 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 6. 5. 4. 7. Imunisasi dan Kesehatan Matra Kasubdit Standardisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional Kasubdit Promosi Penggunaan Obat Rasional Erie Gusnellyanti Liza Fetrisiani Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Surveilans Epidemiologi. Sekretariat : 1. 6. dr.

Semarang Direktur RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Direktur RS. Dr. DR. S. Sarwono Waspadji. SpPD (K) Prof. Jakarta Ditrektur RSU Yos Sudarso. SpKJ (K) dr.Soetomo. SpKJ(K) Prof. Atie W. Robert Reverger. Iwan Darmansjah. Prof. SpKGA DR. SpFK. Apt. dr. Prof. Prof. Bambang Sudarmanto. SpOG. dr. SpA (K) drg. Dr. SpFK. dr. PhD. Jakarta Ketua Pusat Ikatan Dokter Indonesia Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Ketua Persatuan Ahli Farmakologi Indonesia Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Ketua Persatuan Ikatan Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi Indonesia Prof. Silvia Desiree. dr. Irawan Mangunatmadja. Sri Suryawati dr. Dr. Tangerang Direktur RSUD Arifin Achmad. Riawan Dra. Yogyakarta Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo. MM 97 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 98 . Pinky F. Moewardi. Surakarta Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet. Djakaria. dr. Engko Sosialine. Dr. Pekanbaru Direktur RSUP Sanglah. SpPD (K). dr. Banten Ditrektur RS Sumber Waras. Siloam Karawaci. M.DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan AlKes Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan Sekretaris Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Direktur Bina Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Surveilans Epidemiologi. Hussein Palembang Direktur RS dr. dr. Sardjito. dr. Inge Sutanto Prof. Makasar Direktur RSU Dr. Djamil Padang Direktur RSU Ulin Banjarmasin Direktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Direktur RSUP Hasan Sadikin Bandung Direktur RSUP Muh. Dettie Yuliati. SpOG. Kimia Farma Direktur Utama PT. Gunawan Darmansjah. dr. Phapros Direktorat Kesehatan TNI-POLRI Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nangroe Aceh Darusalam Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karang Anyar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta Kepala Puskesmas Pajang. SpA (K) Prof. Abdullah Akhmad. Prof. M. Iwan Dwiprahasto. MARS Dra. Zorni Fadia dr. Jakarta Ditrektur RSU Husada. dr. Dede Gunawan.Biomed dr. Padang Direktur Utama PT. SpFK. Indofarma Direktur Utama PT. SpA (K) dr. Sp. Omo Abdul Madjid. SpRad (K). Kartono Muhammad dr. Arini Setiawati. Apt.Si. Imunisasi & Kesehatan Matra Direktur Bina Gizi Masyarakat Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Direktur RSU Dr M Yunus Bengkulu Direktur RSU DR. Karyadi. Prof. dr. Rianto Setiabudy. SpS (K) dr. Hanafi Trisnohadi. Nugroho Kampono. Hadinegoro. Solo Direktur RS dr. Jiwa Cimahi Direktur RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto-Jatim Direktur RSU dr.Denpasar Direktur RS. PhD. dr. dr. Abdul Muthalib. Dr. M. Soekandar.A. dr. Prof. MSi Dita Novianti. Asril Aminullah. Surabaya Direktur RSU Kab.MedSc. SpAn. Prof. Sri Rezeki S.

98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Erie Gusnellyanti. Ema Viaza. Apt. Djentot Fibihanindyo Putro Dra. Dra. dr. Apt. Suhata Awan Yurianto Suprihandoyo Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati LAMPIRAN IV PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA/WAKIL KETUA/ANGGOTA TIM AHLI/ANGGOTA KONSULTAN *) 99 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .Si. S.Si. S. Apt. Drs. Dara Amelia. Apt. Rohayati Rahafat.

..... Jakarta.... 3. Nama Alamat : : LAMPIRAN V SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dengan ini menyatakan : 1. Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Konflik Kepentingan terlampir. ( ) *) Coret yang tidak perlu 101 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ..... 2.........PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA / WAKIL KETUA / ANGGOTA TIM AHLI / ANGGOTA KONSULTAN *) Saya yang bertandatangan di bawah ini......... Bersedia menjadi Ketua / Wakli Ketua / Anggota Tim Ahli / Anggota Konsultan*) dalam KOMNAS DOEN......... . Bersedia menghadiri rapat-rapat pembahasan teknis revisi DOEN...

6. Jika dalam melaksanakan tugas sebagai anggota KomNas mempunyai konflik atau resiko konflik kepentingan. Anggota KomNas diperbolehkan untuk terlibat sebagai petugas atau anggota badan dari organisasi sosial. Tidak ada keluarga dari anggota KomNas yang memiliki. 3. 5. Anggota KomNas Tanggal *) Coret yang tidak perlu 103 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 104 . 4. 1. lisan. maka yang bersangkutan harus memberitahukan kepada Ketua Tim Ahli atau Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional sebelum setiap kegiatan revisi dan tidak ikut serta dalam pelaksanaan pengambilan keputusan. mengendalikan. memiliki kepentingan atau bekerja pada perusahaan atau fasilitas lain yang berada di bawah pengawasan anggota KomNas. Anggota KomNas tidak menyampaikan informasi yang dihasilkan dari pertemuan resmi kegiatan revisi dengan cara apapun dan alasan apapun tanpa persetujuan dari Ketua Tim Ahli dan anggota KomNas yang lain. organisasi keagamaan dimana ia tidak menerima kompensasi apapun atau sepanjang organisasi tersebut tidak mempengaruhi pandangannya sebagai anggota KomNas. Untuk itu perlu adanya kesediaan seluruh anggota KomNas DOEN untuk mempelajari dan menandatangani dokumen pernyataan berikut apabila sudah menyetujuinya. 2. menjalankan.SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dalam rangka Revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) diperlukan adanya jaminan bahwa tidak akan ada konflik kepentingan anggota Komite Nasional DOEN (disingkat : KomNas DOEN) yang dapat mengganggu keputusan yang dibuat. Anggota KomNas tidak meminta atau menerima uang atau apapun yang bernilai dari seseorang atau organisasi baik secara langsung atau tidak langsung dalam jumlah sedemikian yang mungkin dapat mempengaruhi subyektivitas revisi atau hasil penilaian. Anggota KomNas tidak bertindak sebagai wakil resmi dari suatu badan untuk mempresentasikan baik berupa tulisan. peragaan atau menampilkan sesuatu yang mungkin dapat menguntungkan secara finansial/material bagi dirinya. Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : : Ketua / Wakil Ketua / Anggota Tim Ahli / Konsultan*) KomNas DOEN Dengan ini menyatakan bahwa saya : Memahami dan akan mematuhi pernyataan yang tertera di atas.

LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 NO 1 Ringkasan Alasan Penarikan Hubungan dengan masalah masyarakat Perbandingan dengan obat yang sejenis dalam DOEN Sifat farmakologi Bukti efektivitas Bukti keamanan Rasio manfaat terhadap biaya Formulasi Penggunaan obat ini dalam pedoman internasional Peraturan yang mendukung pengurangan obat ini Rekomendasi Daftar Pustaka KETERANGAN LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 105 .

REKAPITULASI USULAN REVISI DOEN 2008 Usulan dari Nama Instansi Alamat lengkap No Telp/Fax : : : PERUBAHAN BENTUK SEDIAAN KEMASAN DAN PENAM.200. 106 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Cap Dinas / tanda tangan Nama terang NIP.PENGUKEKUATAN NO KELAS TERAPI NAMA OBAT BAHAN RANGAN BUKTI ILMIAH PENDUKUNG *) INDEKS Keterangan: *) Berdasarkan literatur / acuan / pustaka terpercaya *) Dilampirkan literatur / acuan / pustaka terkait …………………..

45 doksisiklin. 78 gliserin. 40. 44. 78 adrenalin. 74. 26. 55. 60. 41. 54. 23 heksaklorofen. 41 hidrokortison. 46. 66 asam asetilsalisilat.B. 35 F faktor VIII. 27 diloksanid. 78 A. 60. 72 antifungi DOEN. 37 furosemida. 56. 56. 74 albendazol. 43. 46. 73 copper T. 69 barium sulfat. 46. 53. 41. 48 heparin. 77 dekstran . 53. 76 bleomisin. 50 dekstrose. 67 asam retinoat. 41. 40. 58. 50 hidroksi progesteron. 72 bedak salisil. 59 107 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 108 . 38 bahan tumpatan sementara. 63 fentanil. 33.II. 76 antibakteri DOEN. Na. 56 hydroxy ethyl starch. 35 dapson. 59.U. 54 bismut subgalat.I. 62 fenoksimetil penisilin. 69 antasida DOEN I. 77 dekstrometorfan. 32 diltiazem HCl. 74 glukosa anhidrat. 66 antiparkinson DOEN. 34 B bahan kontras media DOEN. 48 diazepam. 55. 47. 30. 40. 43. 46.D. 53. 42 etoposid. 50. 67 apomorfin. 50. 46. 65. 40. 27 benzilpenisilin kristal. 24. 35 dopamin. 70 glipizid. 41. 71 atrakurium. 26. 72 antihemoroid DOEN. 21. 54. 54. 74. 48. 64. 26 alopurinol. 75 dietilkarbamazin. 72. 69 atropin. 23. 77 griseofulvin. 24 deksametason.S. 36. 76 heksamin mandelat. 60. 62 ampisilin. 48 coal tar. 79 fenobarbital. 50. 57.U. 22. 54. 72 asam folat. 40. 38 basitrasin. 42. 42. 34 daktinomisin. 54. 77 ekstrak beladon. 45 DT. 28 doksorubisin. 76 disopiramida. 46. 59 aluminium hidroksida. 48 daunorubisin. 21 fitomenadion. 52 atraumatic restorative treatment. 65. 61. 55. 56. 33 efedrin. 33 asparaginase. 60. 45. 69 cairan intralipid. 72 biru metilen. 79 DTP. 27. 55. 37 air untuk injeksi. 77 air steril bebas pirogen. 37 fenilbutason. 72. 78 A. 71 asam askorbat. 31. 60 digoksin. 32. 75 halotan. 31. 77 epinefrin. 50 asetosal. 43 amitriptilin. 79 asam benzoat. 46 budesonid. 34. 51. 49. 64 darrow glukosa ana. 32. 72. 54. 77 azatioprin. 45. 50 human tetanus immunoglobulin. 47. 50. 65 gutta percha points. 75 amodiakuin tab. 67 eritromisin. 29. 22. 55 bupivakain. 71. 34 atenolol. 51 fluoksetin. 32. 66 amoksisilin trihidrat. 48 desmopresin. 73 benserazid. 37 C CHKM. 25 artemether. 41. 42 homatropin. 49 glass ionomer art . 24. 36. 36. 25. 45. 39. 76 antimalaria DOEN. 55 amiodaron. 37 faktor IX kompleks. 34 boraks. 62 anestetik lokal gigi DOEN. 76 antasida DOEN II. 72 G garam oralit. 27. 36. 69 etinilestradiol. 67 dikloksasilin. lihat asam asetilsalisilat asiklovir. 69 H haloperidol. 51. 26. 23. 47. 34. 67 betametason. lihat adrenalin ergokalsiferol. 56. 65 etanol 70%. 57. 41 DG ana lihat darrow glukosa ana dialisa peritoneal DOEN. 25. 23. 43. 73 belerang endap. 70.INDEKS A A. 46 asam salisilat. 23. 37 hidrogen peroksida. 49 aminofilin. 56. 51 fluor. 66 artesunat. 45. 71. 74. 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 I Ibuprofen . 24 bisakodil. 63 besi (II) sulfat 7 H20. 21 fenitoin. 33. 29. 29. 36. 48. 40. 42 etambutol. 77 glukosa.S . 44 dobutamin.B. 48. 68 fluorourasil. 70 D dakarbazin. 31. 46 hidroksipropil metilselulosa. 69 fluoresein. 58 ergotamin. 62 difenhidramin. 78 A. 47. 32. 39. 44. 32. 49. 22. 67 flufenazin. 35 eugenol. 43. 65. 35 fraksi protein plasma. 54. 68 hidroklortiazida. 43 dimenhidrinat. 46. 76 amfoterisin. 73 asetazolamida. 21. 52. 22. 61. 49 busulfan.T. 77 gentamisin. 48 darrow glukosa half strength. lihat atraumatic restorative treatment glibenklamida. 64 estrogen terkonjugasi. micronized. 71 dihidroergotamin. 69 E efavirens. 32. 31 hemodialisa DOEN. 68 etil klorida. 25. 41 gliseril guaiakolat. 50 benzatin benzilpenisilin. 67 benzalkonium klorida. 61. 34 deferoksamin. 53.

35 metronidazol. 60 ketokonazol. 77 komposit resin. 38 iopamidol. 25. 43 norepinefrin. 37 M magnesium hidroksida. 40. 72 povidon iodida. 65 piridoksin. 31. 53 pirimetamin. 30. 28 kresol. 59 prokain benzilpenisilin. 53 retinol. 21. 74. 54. 42. 79 rifampisin. 49 leukovorin. 53 nevirapin. 44 metilergometrin. lihat fenoksimetil penisilin perak nitrat. 71 protamin sulfat. 64. 47. 46. 68 prazikuantel. 23. 70 larutan nutrisi. lihat A. 51. 37. 66 klorpromazin. 73 seng oksida. 71 primakuin. 49. 24. 60. tersaponifikasi. 44. 35 propiltiourasil. 48. 49 mebendazol. 63 prokarbazin. 44. 69. 35 kloramfenikol. 21. 66 midazolam. 41. 68 kalsium laktat. 22. 27 senyawa klor. 75 R ranitidin. 39 natrium diklofenak. 74 oksitosin. 47.U.I serum antidifteri. 25. 66 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Q - O OBH. 62 medroksi progesteron asetat. 58. 47. 22. 71. lihat kalk kaptopril. 79 ketamin. 75 pirantel. 51 lopinavir. 44 lisol. 33 larutan lugol. 43. 59 pasta pengisi saluran akar. 21 klindamisin. 49. 64 klomipramin. 28. 74 natrium bromsulftalein. 22. 73 perak sulfadiazin. 26 prednisone. 55. 34. 32. 43. 40 natrium iopodat. 65 isosorbid dinitrat. 32. 69 permetrin. 25 karbon aktif. 61 klorfenol kamfer mentol. 40 serum anti bisa ular. 22. 66. 47. 31 ketoprofen. 65 nitrogen oksida. 42 L lamivudin. 33. 43. 24. 79 piridostigmin. 75 klonidin. 42 insulin regular. 76 liquor carbonis detergens. 39 metenamin mandelat . 46 morfin. 24. 41. 74. 79 kalsium. 29. 46 petidin. 76 sefazolin. 60 oksimetazolin. lihat biru metilen metildopa. 77 natrium kromoglikat. 45. 47. 46. 24 natrium aminohipurat. Ca. 61 manitol. 54 metotreksat. 72 natrium tiroksin. 30. 43 neostigmin. 58. 42 iodium. 37 polikresulen. 51. 59 pilokarpin. 71 kotrimoksazol DOEN I. 69 kalsium hipoklorit. 64. 51. 52 P paraformaldehida. 70 lidokain. 29 klofazimin. 43. 38 isofluran. 49 insulin intermediate.idoksuridin. 32. 27. 65. 78 obat batuk hitam. 63. 64. 75 (dl) metilfenidat. 28. 68 parasetamol. 66 podofilin. 64. 59 metanal. 67 levonorgestrel. 49 larutan nutrisi DOEN. 31. 32. 35 merkaptopurin. 48. 58 nistatin. 56. 22. 63 klorfeniramin. 65 ringer laktat. 39 melfalan . 54. 26. 27 seftriakson. lihat CHKM klorheksidin. 61 karbogliserin. 39. 44 natrium tiosulfat. 40. 56. 31. 36. 66 probenesid. 40. 40. 31. 48. 38 natrium klorida. 24. 23. 68 kuinin. 38. 53. 58 kalsium hidroksida. 76 magnesium sulfat. 35. 33 nifedipin. 54. 63 kotrimoksazol DOEN II. 33 J - K kafein. lihat heksamin mandelat metformin. 44 nikotinamid. 69 pengganti plasma DOEN. 43. 51. 40 klorokuin. 72 karbamazepin. 44 klorambusil. 63 kotrimoksazol DOEN III . 34. 21. 73 liquor faberi. lihat A. 77 kalk. 57. 39 polimiksin B. 69 nitrofurantoin. 23 nitrogliserin. 39 natrium bikarbonat. 44. 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 S salbutamol. 54. 50 natrium nitropusid. 23 propranolol. 35 metakresol sulfonat. 38. 46 lisinopril.S 109 110 . 32. 23. micronized. 57 oksitetrasiklin. 60 N nalokson. 39 metampiron. 70 metil tionin klorida. 30.D. 73 liquor veilli. 28. 33 klozapin. 45 noretisteron. 37 kalsium folinat. 59 natrium hipoklorit. 26. 52 kodein. 23 isoniazid. 42. 33. 40. lihat kresol tersaponifikasi litium karbonat. 37 penisilin V. 42. 58 iofendilat. 70 propofol. lihat kalsium folinat levodopa. 58. 62 pirazinamid. 38 ioheksol. 40. 61 kalsium glukonat. 74 risperidon. 40. 31.70 meglumin amidotrizoat. 77 salep 2-4. 30. 67 kalium klorida. 32. 38. 57. 38 meglumin natrium amidotrizoat. lihat OBH oksigen. 52 rokuronium. 73 poligelin.B. 61. 41. 52 metoklopramid. 23 mikonazol. 24. 49. 28. 48. 49. 50.

lihat ergokalsiferol vitamin K1. 65 sulfasalazin. 36. 50. 49.C.T. 29 vasopressin. 50 tiopental. 33 U urea. 68 W warfarin. 79 tetrakain. 41 V vaksin B. 36 vitamin A. 79 timolol. 55 sulfasetamida. 57. lihat asam askorbat vitamin D3. 79 vaksin polio. 56. lihat fitomenadion T tamoksifen. 32. 41 verapamil. 31. 41. 56. 64. 21 suksinilkolin. 53 sulfadiazin. 79 vaksin rabies.. 41 spons gelatin. 56. 34 testosteron. 28. 74 surgical ginggival pack. 67 siklofosfamid. 33 streptokinase. 25 vankomisin. 54. 35 sitarabin. 31. 63. 28. 30. 36 solutio salicylic acid 0. untuk manusia. 57. 28. 29. 48. 74. 79 vitamin B1. 58. 29 sisplatin. 37 X - Y - Z zidovudin. 56. 77 tuberkulin protein purified derivative. lihat tiamin vitamin B12. lihat piridoksin vitamin C. 65 trinatrium sitrat dihidrat. 23. 78 serum antitetanus. 36. 63 tiamin. 66 sulfametoksazol. 77 vaksin campak. 44 vinblastin.G. 47 111 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 .S serum imunoglobulin. 57. 45. 58. 39. 78 vaksin jerap difteri tetanus pertusis. lihat retinol vitamin B kompleks. lihat A. 29. lihat liquor veilli spironolakton. 79 valproat. 38 simvastatin. 60 triheksifenidil. 45 streptomisin. 36 vinkristin. 56 sianokobalamin. 34 simetikon. lihat sianokobalamin vitamin B6. 77 vaksin hepatitis B rekombinan. 35 siklosporin. 28. 42 tetanus adsorbed toxoid.serum antirabies. 64 sulfadoksin. 69 stavudin. 74 tetrasiklin. 34. 63. 72 siprofloksasin.1%. 64 sufentanil. lihat DTP vaksin jerap difteri tetanus. 67 trimetoprim. lihat DT vaksin jerap tetanus 57.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->