615.

1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI 615.1 Ind p Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional 2008.-- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2008 1. Judul I. DRUGS

615.1 Ind P

D A F TA R O B AT ESENSIAL NASIONAL 2008

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan revisi dan penyusunan DOEN 2008 diucapkan banyak terimakasih. Apt. keterjangkauan serta akses obat bagi seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. NIP. mengamanatkan bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. jaminan ketersediaan obat esensial yang aman. Kustantinah. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup. terapi dan rehabilitasi. PENDAHULUAN Bab II. Hal ini membutuhkan transparansi proses evaluasi yang memanfaatkan bukti ilmiah dan mempertimbangkan formulasi obat untuk anak. Pembaharuan revisi saat ini merupakan pendekatan baru. MAppSc. 239/MENKES/SK/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN (KomNas Revisi DOEN) 2008 Lampiran 3 Peserta Pembahasan Teknis dan Rapat Konsultasi DOEN 2008 Lampiran 4 Formulir Pernyataan Kesediaan Lampiran 5 Formulir Pernyataan Konflik Kepentingan Lampiran 6 Format Kajian Indeks Halaman i ii iii 1 21 59 81 91 97 Jakarta. Diharapkan dengan berlakunya DOEN tahun 2008 ini. 140 100 965 105 107 i Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ii . amanat Kebijakan Obat Nasional dapat diterapkan secara lebih baik. profilaksis. Revisi DOEN tahun ini dilaksanakan oleh Komite Nasional DOEN yang disyahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan. karena selain penambahan dan pengurangan proses didahului re-evaluasi daftar yang sudah ada oleh Komite Nasional Revisi DOEN. mencakup upaya diagnosis.KATA SAMBUTAN Kebijakan Obat Nasional (2006). sehingga ada obat yang dihilangkan karena sudah obsolet dan penambahan karena perkembangan ilmu baru. Daftar Obat Terbatas untuk Puskesmas 2008 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I Daftar obat DOEN 2005 yang mengalami perubahan Lampiran 2 Keputusan Menteri Kesehatan RI No. DOEN dievaluasi setiap 3 (tiga) tahun sekali. Agustus 2008 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan 101 103 Dra. DAFTAR ISI Kata Sambutan Daftar Isi Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab I. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Bab III. revisi terakhir dilakukan pada tahun 2005.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan b. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). bahwa Daftar Obat Esensial Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang obat dan kedokteran. perlu ditetapkan kembali Daftar Obat Esensial Nasional dengan Keputusan Menteri Kesehatan. pola penyakit. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007. c. 8. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). Tugas. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/Per/I/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. 11. 3. b. serta program kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Keehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 791/MENKES/SK/VIII/2008 TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 9. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Kedua : 6. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Mengingat : 1. Pemerintahan Daerah Propinsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 239/Menkes/SK/III/2008 tentang Pembentukan Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional (KomNas Revisi DOEN) 2008. Peraturan Preiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008. 4. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 sebagaimana dimakud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini iii Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 iv . 5. 2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. 7. 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3781). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial Nasional. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). 12.

dr. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. JP(K) v Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . SP. keamanan. SITI FADILAH SUPARI. I Dr. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketiga : Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. Keempat : LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 791/MENKES/SK/VIII/2008 TANGGAL : 21 AGUSTUS 2008 DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (DOEN) 2008 Kelima Keenam : : Ketujuh : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2008 MENTERI KESEHATAN. maka Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 497/Menkes/SK/VII/2006 tentang Daftar Obat Esensial Nasional 2005 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. memeratakan. Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. Dengan ditetapkannya Keputusan ini. dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Revisi sebelumnya lebih banyak hanya mengevaluasi obat yang diusulkan untuk ditambahkan ke dalam DOEN. Seluruh proses pembahasan. diberikan tekanan kembali pentingnya transparansi proses seleksi baik dari tim ahli yang melakukan revisi. Komitmen pemerintah melakukan revisi berkala merupakan prestasi tersendiri. 2. Salah satunya adalah proses seleksi DOEN. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. Bentuk transparansi juga ditunjukkan dengan adanya penjelasan tentang beberapa alasan mengapa suatu obat perlu dikeluarkan dan ditambahkan dari DOEN 2005. Organisasi Kesehatan Dunia . Pemilihan tim ahli melalui seleksi cukup ketat. 6. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008. pemanfaatan data EBM sangat diutamakan. Revisi bersifat menyeluruh dalam arti mengkaji seluruh obat dalam DOEN termasuk catatancatatan yang sudah tidak sesuai lagi. yang dari segi proses transparansi dinilai kurang memadai. dan dokumen ini menjadi salah satu acuan. yaitu 4 (empat) orang. Oleh karenanya proses revisi kali ini agak berbeda dengan proses revisi sebelumnya. Mengingat beberapa hal di atas. BAB I PENDAHULUAN 3.World Health Organization (WHO) telah melaksanakan program Good Governance on Medicines (GGM) tahap pertama di Indonesia dengan melakukan survey tentang proses transparansi 5 (lima) fungsi kefarmasian. dalam beberapa hal antara lain : 1. 4. Selain pendapat dan pengalaman para ahli dalam tim revisi. dan metoda revisi yang harus semakin mengandalkan evidence based medicine (EBM). juga ditunjukkan dengan dokter spesialis anak dalam tim ahli yang berjumlah paling banyak. Seperti diketahui WHO telah pula menerbitkan daftar obat esensial untuk anak. termasuk bentuk sediaan. Dari pertemuan peringatan 30th Essential Medicine List WHO di Srilanka (2007). maka revisi pada tahun 2008. termasuk penilaian terhadap kemungkinan konflik kepentingan. Keberpihakan kepada kepentingan anak. Sejak awal pembahasan telah menyertakan para pengelola program yang menggunakan obat di lingkungan Departemen Kesehatan (bukan hanya dalam rapat pleno). Pada tahun 2007. dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 1 . ataupun adanya perubahan bentuk sediaan. telah dirintis kearah perbaikan tersebut. dan pentingnya pernyataan conflicting of interest dari para anggota tim ahli. 5. memberikan perhatian sangat besar pada obat untuk anak.BAB I PENDAHULUAN Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980. proses revisi. Upaya ini diharapkan merupakan proses pembelajaran kembali kepada internal Departemen Kesehatan untuk memahami kembali konsep obat esensial.

Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi dengan kontrol. dan studi kasus. . . harus memenuhi kriteria berikut : .Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi tersebut.Obat yang stabilitasnya lebih baik.Mudah diperoleh. 1. Formularium Rumah Sakit. . Daftar obat terbatas lain dan Informatorium Obat Nasional Indonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan obat. Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung.Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga. Kriteria Obat Esensial Nasional a. seperti studi komparatif. dapat disusun dalam Formularium (RS) atau Daftar obat terbatas lain (Daftar Obat PKD. (7). Obat jadi kombinasi tetap.Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih tinggi daripada masing-masing komponen. (8). pilihan dijatuhkan pada : . 2. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu studi quasi-eksperimental jenis lain yang dirancang dengan baik. a.Obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah. Mutu terjamin. studi korelasi. sebagai berikut : TINGKAT PEMBUKTIAN (STATEMENTS OF EVIDENCE) Ia Ib IIa Fakta diperoleh dari meta analisis uji klinik acak dengan kontrol. Daftar Obat Esensial Nasional Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. 3. mencakup upaya diagnosis. Pedoman Pengobatan. . Fakta yang diperoleh dari laporan atau opini Komite Ahli dan / atau pengalaman klinik dari pakar yang disegani. (4). Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan. termasuk stabilitas dan bioavailabilitas. Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita.A. tanpa acak. Penerapan Konsep Obat Esensial Obat esensial adalah obat paling mendasar yang dibutuhkan oleh pelayanan kesehatan. Jika dalam pelayanan kesehatan diperlukan obat di luar DOEN. . Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang serupa. (5). Fakta diperoleh dari studi deskriptif yang dirancang dengan baik. (6). DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Dalam hal penambahan obat baru perlu dipertimbangkan untuk menghapus obat dengan indikasi yang sama yang tidak lagi merupakan pilihan. profilaksis. 2 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 3 . . Dalam pelaksanaan revisi. hal ini memungkinkan untuk mengeluarkan obat-obat yang dianggap sudah tidak efektif lagi atau sudah ada pengganti yang lebih baik.Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio). sarana dan fasilitas kesehatan. (3). IIb III IV 2. Obat program diusulkan oleh pengelola program dan akan dinilai sesuai kriteria umum DOEN. . Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita. seluruh obat yang ada dalam DOEN edisi sebelumnya dikaji oleh Komite Nasional Revisi dan Penyusunan (KomNas) DOEN. . Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas kriteria berikut : (1). c. Fakta diperoleh dari sekurang-kurangnya satu uji klinik acak dengan kontrol. (2). Kriteria Penambahan dan Pengurangan 1. b. terapi dan rehabilitasi. Obat Esensial Nasional Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan. yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. kecuali ada alasan kuat untuk mempertahankannya.Obat yang telah dikenal.Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya. yang dirancang dengan baik. DPHO Askes).Obat dengan sifat farmakokinetik yang diketahui paling menguntungkan. Petunjuk Tingkat Pembuktian Dan Rekomendasi Tingkat pembuktian dan rekomendasi diambil dari US Agency for Health Care Policy and Research. Penerapan Konsep Obat Esensial dilakukan melalui Daftar Obat Esensial Nasional.

Demikian pula halnya dengan organisasi pengelolaan obat.Pembatasan jumlah dan macam obat berdasarkan Daftar Obat Esensial menggunakan nama generik. Formularium Spesialistik Formularium Spesialistik merupakan suatu buku yang berisi informasi lengkap obatobat yang paling dibutuhkan oleh dokter spesialis bidang tertentu. Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat dan memenuhi standar mutu. 3. kerasionalan penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk memperluas. . b. Informatorium Obat Nasional Indonesia diterbitkan oleh Departemen Kesehatan untuk menjamin obyektivitas. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membawa implikasi terhadap organisasi kesehatan di propinsi. cara penggunaan dan informasi lain yang penting bagi penderita. keamanan. penggunaan obat esensial pada unit pelayanan kesehatan selain harus disesuaikan dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan. d. juga sangat berkaitan dengan pengelolaan obat. seperti Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas dan Pedoman Diagnosis dan Terapi di Rumah Sakit. Bentuk sediaan. dengan perencanaan yang tepat. untuk pengelolaan pasien dengan indikasi penyakit tertentu.Pengadaan dalam jumlah besar (bulk purchasing). Pedoman Pengobatan memuat informasi penyakit. kabupaten maupun kota. efek samping. memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penerapan Formularium Rumah Sakit harus selalu dipantau. dosis. Informatorium Obat Nasional Indonesia Informatorium Obat Nasional Indonesia berisi informasi obat yang beredar dan disajikan secara ringkas dan sangat relevan dengan kebutuhan dokter. Distribusi obat yang efektif harus memiliki desain sistem dan manajemen yang baik dengan cara 4 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 5 . misalnya bidang spesialisasi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. c. Bidang spesialisasi tertentu bisa saja mempunyai banyak subspesialisasi. Pemerintahan Daerah Propinsi. Siklus distribusi obat dimulai pada saat produk obat keluar dari pabrik atau distributor. terutama penyakit yang umum terjadi dan keluhan-keluhannya serta informasi tentang obatnya meliputi kekuatan. e. Formularium Rumah Sakit disusun oleh Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) / Komite Farmasi dan Terapi (KFT) Rumah Sakit berdasarkan DOEN dan disempurnakan dengan mempertimbangkan obat lain yang terbukti secara ilmiah dibutuhkan untuk pelayanan di Rumah Sakit tersebut. . Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan. dosis dan lama pengobatan. kelengkapan dan tidak menyesatkan. Besar kemasan untuk masing-masing unit pelayanan kesehatan didasarkan pada efisiensi pengadaan dan distribusinya dikaitkan dengan penggunaan. Formularium Rumah Sakit Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati beserta infomasinya yang harus diterapkan di Rumah Sakit. Pedoman Pengobatan Pedoman Pengobatan disusun secara sistematik untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan pengobatan yang optimal untuk suatu penyakit tertentu. masing-masing daerah kabupaten / kota mempunyai struktur organisasi dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan obat. Dengan keikutsertaan serta peran aktif para spesialis diharapkan para spesialis tersebut merasa memiliki sehingga penggunaan obat rasional dapat diterapkan dengan baik. dan berakhir pada saat laporan konsumsi obat diserahkan kepada unit pengadaan. apoteker dan tenaga kesehatan lainnya. Informasi obat yang disajikan meliputi indikasi. Dimana hal ini membuka berbagai peluang terjadi perbedaan yang sangat mendasar di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan obat. Formularium Spesialistik disusun untuk meningkatkan ketaatan para dokter spesialis Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit yang selama ini masih sangat rendah. Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Pengembangan Informatorium Obat Nasional Indonesia dilakukan berdasarkan bukti yang didukung secara ilmiah yang berkaitan dengan kemanfaaatan dan penggunaan obat. Pengelolaan dan Penggunaan Obat Untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Penyusunan Formularium Spesialistik melibatkan baik asosiasi profesi dokter spesialis terkait maupun masing-masing subspesialisasinya. Hasil pemantauan dipakai untuk pelaksanaan evaluasi dan revisi agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. .Penerapan DOEN dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan. Aspek yang penting dalam pengelolaan obat meliputi antara lain : . sehingga dapat disusun daftar obat esensial khusus untuk ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. kekuatan sediaan dan besar kemasan yang tercantum dalam DOEN adalah mengikat.Sistem audit dan pelaporan dari kinerja pengelolaan.Pembelian yang transparan dan kompetitif. Pedoman Pengobatan disusun untuk setiap tingkat unit pelayanan kesehatan. merupakan bidang spesialisasi yang mempunyai banyak subspesialisasi. Penyusunan Formularium Rumah Sakit juga mengacu pada pedoman pengobatan yang berlaku.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 9. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Hal ini dapat dicapai melalui koordinasi. mempertahankan mutu obat yang baik selama proses distribusi. Menyelenggarakan surveilans pola penggunaan antibiotik. Keadaan ini dinilai sangat membahayakan. supervisi. tetapi juga untuk kepraktisan dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang ada. pendidikan. peringatan perhatian. Pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Kesehatan hanya memback-up manakala kabupaten/kota maupun provinsi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menunjang proses penyusunan dan penyempurnaan DOEN. cara penggunaan. 4. KIE kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dalam rangka peningkatan penggunaan obat yang rasional perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara terus-menerus melalui jalur berikut: a. Hasil penelitian dan pengembangan digunakan sebagai masukan dalam proses revisi dan penyempurnaan DOEN secara berkala. Revisi DOEN dilaksanaka secara periodik setiap 3 (tiga) tahun. 8. 5. Penyelenggara surveilans pola penggunaan antibiotik adalah institusi penelitian dan rumah sakit. farmasi. Departemen Kesehatan RI dapat memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1379.antara lain: menjaga suplai obat tetap konstan. Informasi tersebut meliputi indikasi. yang relatif murah harganya. meminimalkan obat yang tidak terpakai karena rusak atau kadaluarsa dengan perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing daerah. monitoring mutu obat pada rantai distribusi dan penggunaannya.q. 7.A/Menkes/SK/XI/2002. Puskesmas. Organisasi Profesi yang terkait c. rasionalisasi depo obat dan pemberian informasi untuk memperkirakan kebutuhan obat. dan penelitian kesehatan. kontraindikasi. Instansi Pemerintah / Swasta b. merupakan elemen penting dalam penerapan konsep obat esensial. Jaga Mutu Jaga mutu obat menyeluruh yang meliputi tahap pengembangan produk. interaksi obat dan bentuk sediaan. Pemantauan dan evaluasi tersebut dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. 6. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menunjang keberhasilan penerapan DOEN melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi keluaran dan dampak penerapan DOEN yang sekaligus dapat mengidentifikasi permasalahan potensial dan strategi penanggulangan yang efektif. pemantauan dan evaluasi penerapan DOEN oleh Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. pemerintah c. Menyelenggarakan surveilans pola resistensi mikroba sehingga diperoleh pola resisten bakteri terhadap antibiotik. 6 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 7 . baik pemerintah maupun swasta. Untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik diperlukan upaya-upaya : a. Untuk pengelolaan dan penggunaan obat khusus (spesialistik) dalam mengatasi keadaan tertentu. Revisi DOEN DOEN perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala. baik oleh tenaga kesehatan maupun penderita. pendidikan dan penelitian lain. epidemiologi. Penyebabnya karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. efek samping. disampaikan kepada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Kesehatan. Resistensi Antibiotik Resistensi antibiotik makin meningkat terutama pada antibiotik esensial lini pertama. karena pada akhirnya dunia kesehatan akan kehilangan antibiotik yang masih peka dan potensial untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi yang baru muncul (emerging) maupun muncul kembali (reemerging). Penyempurnaan DOEN dilakukan secara terus menerus dengan usulan materi dari unit pelayanan kesehatan. Kurikulum pendidikan tenaga kesehatan d. memiliki catatan penyimpanan yang akurat. Komunikasi. Revisi tidak hanya untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Penelitian dan pengembangan tersebut dilaksanakan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam bidang kedokteran. dan pendidikan. Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan. Jalur lain yang memungkinkan Setiap obat yang tercantum dalam DOEN harus disertai dengan informasi yang akurat dan obyektif sehingga dapat dimengerti oleh tenaga kesehatan. b. dosis. Dengan adanya desentralisasi diharapkan kabupaten/kota maupun provinsi dapat mencukupi kebutuhan obatnya masing-masing. DOEN merupakan dasar untuk perencanaan dan pengadaan obat baik di daerah (kabupaten / kota / provinsi) dan tingkat pusat. Informasi dan Edukasi (KIE) KIE mengenai obat esensial merupakan suatu prasyarat untuk mendorong penggunaan obat dan penulisan resep yang rasional oleh tenaga kesehatan.

Pedoman tersebut mencakup ketentuanketentuan tentang pemilihan obat. ketiga dan antibiotik yang sangat dibatasi penggunaannya. Pelayanan kesehatan yang digunakan harus memenuhi pedoman/standar yang berlaku. maka jenis obat dan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan pola penyakit di Indonesia. b. informasi dan edukasi kepada semua pihak yang menggunakan antibiotik baik petugas kesehatan maupun penderita atau masyarakat luas tentang cara menggunakan antibiotik secara rasional dan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. mutu obat dan masa berlaku obat. informasi dan pengelolaan. maka nama garam atau ester yang ditulis dalam tanda kurung akan didahului dengan kata sebagai. Untuk kekuatan sediaan dalam bentuk garam atau esternya. Donasi obat harus memberikan manfaat maksimal bagi negara penerima. 2. Obat Sumbangan Sumbangan atau donasi obat dari suatu negara. B. c. c. misalnya: etambutol tablet 250 mg (hidroklorida). (3) Kemasan Kemasan adalah wadah terkecil yang berhubungan langsung dengan obat. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan International Non-proprietary Names (INN) nama generik yang diterbitkan WHO. 3. Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi terakhir. Tata Nama a. injeksi intravena dan sebagainya. Empat prinsip utama obat donasi adalah : a. Sedangkan untuk kekuatan kandungan zat berkhasiatnya saja. pengemasan dan pemberian label. Pengertian dan Singkatan a. Dalam setiap subkelas atau sub-subkelas terapi obat disusun berdasarkan abjad nama obat. Obat yang sudah lazim digunakan dan tidak mempunyai nama INN (generik) ditulis dengan nama lazim. Terminologi 1. Tidak menggunakan standar ganda bagi mutu obat yang didonasikan. (2) Kekuatan sediaan Kekuatan sediaan adalah kadar zat berkhasiat dalam sediaan obat jadi. d. obat dikelompokkan berdasarkan kelas. kedua. b. Mengendalikan penggunaan antibiotik oleh petugas kesehatan dengan cara memberlakukan kebijakan penulisan resep antibiotik secara bertahap sesuai dengan keadaan penderita dan penyakit yang dideritanya. Dalam DOEN. Untuk obat yang belum terdaftar di Indonesia maka pemasukan obat bantuan harus melalui mekanisme memasukannya melalui jalur khusus (special acces scheme) sesuai dengan peraturan yang berlaku. dituliskan diantara tanda kurung. lembaga swasta internasional atau lembaga donor internasional dapat menunjang pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara yang membutuhkan. subkelas dan kadang-kadang sub-subkelas terapi. Adanya komunikasi yang efektif antara negara donor dan penerima. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim. misalnya : garam oralit. donasi obat harus memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam Pedoman WHO untuk Sumbangan Obat (WHO Guidelines for Drug Donation 1999). Obat kombinasi yang tidak mempunyai nama INN (generik) diberi nama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan masing-masing komponen zat berkhasiatnya disertai kekuatan masing-masing komponen. 8 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 9 . d. Satu jenis obat dapat dipergunakan dalam beberapa bentuk sediaan dan satu bentuk sediaan dapat terdiri dari beberapa jenis kekuatan. misalnya : tablet salut enterik. Memahami kebutuhan dan menghormati otoritas negara penerima. b. dengan pilihan mulai dari antibiotik lini pertama. 10. Dalam pelaksanaannya. Agar penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dapat membantu pelaksanaan kesehatan. c. d.c. maka garam atau ester tersebut dicantumkan dalam tanda kurung. Isi dan Format DOEN a. Pengertian (1) Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat sesuai proses pembuatan obat tersebut dalam bentuk seperti yang akan digunakan. Menyelenggarakan komunikasi. misalnya: klorokuin tablet 150 mg (sebagai fosfat). DOEN Rumah Sakit sama dengan DOEN untuk seluruh unit pelayanan kesehatan. Obat sumbangan yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN.

lar infus OAT serb serb aktif serb inj serb inj i.k. inj i. Suatu obat adalah esensial jika anda tidak dapat berbuat tanpa obat tersebut (You can't do without it). di daerah-daerah tertentu (daerah endemis) (j). inj s. diperlukan perhatian terhadap sifat/cara kerja obat (f). Beberapa perumpamaan muncul untuk mempermudah pengertian atau konsep obat esensial.v. inj infiltr inj i. telah bekerja sesuai dengan kompetensi. pemakaian sesuai program dibidang kesehatan. Tim ahli dan konsultan bekerja bersama dalam pembahasan yang dibagi dalam beberapa kali pembahasan berdasarkan kelas terapi. Hal ini terlihat dari berbagai pembatasan yang berlaku 10 (sepuluh) tahun yang lalu.k. Untuk mengatasi hal ini telah disepakati. Dari proses ini. meski informasi EBM belum sepenuhnya berlaku. dikombinasikan dengan obat lain (i). (4) Pemaparan DOEN untuk Puskesmas dalam kertas berwarna merah. pembatasan indikasi (c). Perbedaan persepsi obat esensial dan obat program akan berakibat pada proses pengadaan obat. namun pembahasan tidak lagi hanya berdasar pembuktian tingkat ke-4. diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek samping (b). Pemahaman konsep DOEN. Obat esensial adalah kebutuhan minimal dalam pelayanan kesehatan. baik dari program dan maupun oleh Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). pendapat ahli semata.v. Lain-lain (1) Penulisan informasi pada kolom restriksi dimaksudkan untuk obat-obat dengan pemakaian sebagai berikut : (a). mulai disosialisasikan kembali. Hal ini dilakukan mengingat perkembangan ilmu kedokteran yang belum tertampung di dalamnya. terbatas untuk kasus-kasus tertentu (d). Obat esensial adalah lantai bukan langit-langit. Selain informasi dari konsultan dan tim ahli. Rupanya pemahaman konsep obat esensial mulai luntur dan penjelasan tentang hal ini sangat dihargai. Dengan pemahaman ini. sekretariat mendukung dengan informasi dari Cochrane review dan WHO Library. b. diterjemahkan dari : Essential Medicine is a floor not a ceiling (WHO TRS 946). diperlukan monitoring ketat atau pertimbangan medis (e). inj p. contohnya penggunaan obat kanker. diperlukan fasilitas tertentu (h). 10 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 11 .m. serb kering sir sir kering sup susp tab tab kunyah tab salut tab salut enterik tab scored tab sublingual tab vagina tts tts mata tts telinga : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : larutan infus obat antituberkulosis serbuk serbuk aktif serbuk injeksi serbuk injeksi intravena serbuk kering sirup sirup kering supositoria suspensi tablet tablet kunyah tablet salut tablet salut enterik tablet dengan tanda belah tablet sublingual tablet vaginal tetes tetes mata tetes telinga Proses Pembaharuan Revisi Pembahasan bukan hanya dari usulan yang masuk. persoalan yang muncul kemudian yaitu masalah perbedaan persepsi dan pengertian obat program. misalnya kotak 100 vial. kapl kaps ktk ktg lar lar rektal : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ampul botol blister inhalasi injeksi injeksi dalam minyak injeksi intraarteri injeksi infiltrasi injeksi intrakutan injeksi intramuskular injeksi intravena injeksi paravertebral injeksi subkutan kaplet kapsul kotak kantong larutan larutan rektal C. c.v. inj i. (3) Daftar obat nasional merupakan daftar obat yang digunakan untuk rumah sakit. (2) Penulisan istilah teknis atau kata-kata bahasa asing digunakan huruf miring.a. tetapi mengkaji seluruh obat dalam DOEN 2005. diperlukan cara atau perlakuan khusus (g).(4) Besar kemasan Besar kemasan adalah jumlah satuan sediaan atau kemasan terkecil dalam satu kemasan standar. Singkatan amp btl bls ih inj inj dlm minyak inj i. sekarang ini sudah bukan lagi pembatasan. Konsultan terutama yang bertanggung jawab atas data EBM. akan dilakukan sosialisasi dan perlu kebijakan khusus dari Departemen Kesehatan terkait dengan obat esensial dan obat program.

Tim ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ke dalam DOEN 2008. puskesmas) pemerintah maupun beberapa swasta terpilih. C. 12 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 13 . hanya dibedakan dokter. bila dinilai oleh panitia dapat menjaga integritasnya. Jika diperlukan. Sekretariat Pelaksana b. 1. Terdapat 33 obat yang diberi catatan perlu diadakan oleh pemerintah melalui cara-cara yang sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Pelaksana adalah Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. Bersedia menandatangani formulir berkaitan dengan konflik kepentingan. KomNas DOEN disahkan melalui SK Menkes dengan mencantumkan tugas-tugasnya. Tidak semua kelas terapi membutuhkan ahli yang harus tercantum dalam KomNas DOEN. Setelah 3 bulan pengiriman. (5). Organisasi (1). Keterlibatan 4 orang dokter spesialis anak. 25 instansi memberikan jawaban. atau jabatan lain yang potensial menimbulkan konflik. membutuhkan penekanan hal ini. seperti karbamazepin disediakan dalam bentuk sirop. dapat diundang seorang ahli di bidangnya untuk menjadi narasumber yang memberikan pandangannya dalam proses revisi tetapi tidak termasuk dalam tim ahli dan konsultan serta tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan. (b). Tim ahli (b). memberikan kontribusi cukup untuk hal ini. telah disepakati 78 obat dihapus dari DOEN 2005 dan 48 ditambah ke dalam DOEN 2008. Selain usulan dari instansi. Persyaratan anggota Tim Ahli dan Konsultan : (a). Keanggotaan KomNas DOEN bersifat tetap sampai terbentuk komite pada revisi DOEN berikutnya. Nama anggota tim ahli dan konsultan yang terpilih disusun sesuai abjad ditulis tanpa gelar. Memiliki integritas dan standar profesional tinggi. sangat intensif. Tugas tim ahli dan konsultan tercantum dalam SK sebagai berikut : (a). dapat memberikan usulan dengan data pendukung. terdiri dari : (a). tim ahli dan konsultan. Dari jawaban tersebut 3 memberikan jawaban tidak ada usulan. Proses pemilihan anggota Tim Ahli dan Konsultan (1). Pada pembahasan terakhir yaitu Rapat Pleno untuk pengesahan. Tim ahli dan konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis / ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. maka yang bersangkutan supaya tidak mewakili asosiasi profesi. dokter spesialis atau apoteker. jenis dan penyelenggaraan rapat pembahasan dan cara penyebarluasan DOEN. Penambahan beberapa obat untuk anak dengan bentuk sediaan khusus anak. namun Indonesia yang konsisten memperjuangkan penurunan angka kematian bayi dan anak. kekuatan dan kemasan) terjadi pada 21 obat. proses revisi. dan tidak ada usulan untuk menghapus obat dari DOEN. Pengelola program adalah wakil dari direktorat di lingkungan Departemen Kesehatan yang mempunyai program pengobatan / pengadaan obat. Meskipun dalam surat permintaan sudah diberitahukan bahwa pengusulan harus memberikan data pendukung dan kegunaan. dan direktorat lain. dokter umum. Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. orang yang memiliki konflik kepentingan masih dapat dipertimbangkan oleh tim menjadi anggota tim ahli. dokter umum / puskesmas. (b). Anggota tim ahli dan konsultan adalah klinikus dari berbagai bidang spesialisasi. (2). sejak awal telah direncanakan akan memberikan perhatian pada obat untuk anak. (e). Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. Tata cara ini merupakan acuan dalam pelaksanaan revisi DOEN pada tahun 2008 yang sangat diperlukan dalam terwujudnya proses transparansi dan akuntabiltias. namun hanya 10 usulan yang memberikan data pendukung. Menyatakan kesediaan secara tertulis. Namun. tugas dan kewajiban anggota tim ahli revisi DOEN. B. Acuan ini berisi kepanitiaan. penetapan kriteria proses rekruitmen anggota tim ahli revisi DOEN. farmakologi (klinik). 2. Demi memperoleh tim ahli yang profesional dan tidak berpihak. pemegang program pengobatan di lingkungan Departemen Kesehatan dan organisasi profesi. (c). dokter gigi. departemen/bagian di rumah sakit.Dalam proses revisi. (6). Demikian pula keterlibatan staf Direktorat Bina Kesehatan Anak. Struktur organisasi berbentuk Komite Nasional Daftar Obat Esensial (KomNas DOEN). Proses revisi Proses revisi dimulai dengan mengirimkan surat kepada institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit tipe A. Perubahan formulasi (bentuk sediaan. Sehingga jumlah total obat yang ada dalam DOEN 2008 adalah 323 item obat. 22 jawaban untuk menambahkan. (3). (4). Kebijakan ini bukan dimaksudkan semata-mata agar selaras dengan kebijakan global. (c). apoteker. Pengelola Program dan (d). Kepanitiaan a. (8). dari sejumlah 114 instansi yang diberikan surat. (d). (7). Konsultan (c).

 Pengesahan draft DOEN menjadi DOEN revisi baru. mengesahkan dan mensosialisasikan draft revisi DOEN.  Peserta rapat pleno adalah o Peserta rapat perdana o Peserta rapat pembahasan teknis o Komite medik RS pendidikan.(2).  Apabila tim ahli tidak dapat mengambil keputusan pada suatu masalah. 14 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 15 . kriteria. Dinas Kesehatan Propinsi yang mewakili. konsultan. Menolak dan menerima usulan (b). Rapat Pleno  Berfungsi untuk menyepakati. Dilakukan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah tanggal batas usulan masuk. Kriteria pembahasan Usulan yang akan dibahas hanyalah usulan yang disertai alasan dan bukti ilmiah (evidence) yang lengkap. e. dilakukan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan atau yang mewakili. RS Swasta terpilih. Menghapus dan menambahkan obat esensial baik dari usulan atau dari anggota tim ahli dan konsultan. (b). (c). Materi revisi Materi revisi adalah matriks yang menyandingkan DOEN WHO edisi terakhir. Jenis rapat pembahasan (a). Rapat Perdana berisi tentang :  Penjelasan tentang pengertian obat esensial (batasan. Pengusulan Proses revisi diawali dengan pengiriman surat permintaan usulan tertulis kepada unit pelayanan kesehatan (RS Pendidikan. (2). Proses rekrutmen anggota Tim Ahli dan Konsulta (a). Rapat-rapat pembahasan teknis  Merupakan rapat-rapat pembahasan materi revisi. Hanya mengkaji usulan yang masuk. Revisi dapat berupa semua atau salah satu proses berikut (a). d. puskesmas dan pengelola program (direktorat terkait di lingkungan Depkes). maka dapat mengundang narasumber di luar tim ahli. Yang bersangkutan menyatakan kesediaan tertulis 1 (satu) minggu setelah mendapat surat permintaan tersebut diatas.  Peserta rapat pleno selain mereka yang berfungsi sebagai pengambil keputusan di institusi masing-masing juga diharapkan berperan aktif dalam penyebarluasan DOEN. Surat permintaan dikirim oleh pelaksana 3 (tiga) bulan sebelum rapat perdana.  Implementasi DOEN (kaitan dengan obat program. Surat permintaan kesediaan berisi :  Uraian tugas tim ahli. RS Khusus.  Hasil pengesahan rapat pleno tidak dapat diubah selain revisi redaksional. Tata cara pembahasan teknis (penyiapan draft revisi DOEN) dan pleno. Materi revisi akan diserahkan kepada tim ahli 1 (satu) minggu sebelum rapat pembahasan teknis.  Membahas usulan penambahan/pengurangan obat esensial dari unit pelayanan kesehatan (kompilasi usulan dari berbagai institusi pelayanan kesehatan dan DOEN 2005 disediakan oleh pelaksana). b. pengelola program. Peserta rapat : tim ahli. Cara revisi DOEN a. DOEN terdahulu dan usulan hasil kompilasi. Sekretariat menyampaikan permintaan kesediaan tertulis dari yang bersangkutan disertai permohonan ijin kepada atasan. yang dilakukan 1 (satu) bulan sebelum rapat perdana revisi DOEN. jumlah obat esensial yang ideal dalam DOEN dan lain-lain).  Peserta rapat : o Tim ahli o Konsultan o Pengelola program Departemen Kesehatan terkait dan o Narasumber terkait. 3. RS Propinsi. acuan pengadaan obat PKD. RS Swasta terpilih dan rumah sakit lain yang memberi usulan revisi o Fakultas Kedokteran o Fakultas Farmasi c.  Pimpinan sidang adalah ketua tim ahli.  Usulan memasukkan suplemen makanan ke dalam DOEN tidak akan dipertimbangkan. Kompilasi usulan Pelaksana melakukan kompilasi usulan yang masuk dan dikelompokkan sesuai dengan kelas terapi. Rumah Sakit TNI-POLRI.  Mencermati secara khusus obat yang diusulkan di luar daftar obat esensial WHO yang harus dipertimbangkan secara seksama. Mengkaji seluruh DOEN dan usulan yang masuk. (c).  Hasil rapat pembahasan teknis adalah draft revisi DOEN. DPHO-ASKES dan lain-lain).  Jadwal pembahasan materi yang harus dihadiri yang bersangkutan.    Tata cara revisi DOEN. RS Kabupaten terpilih. Cara pembahasan materi revisi (1). yang disertai pernyataan tentang konflik kepentingannya. pelaksana kegiatan revisi DOEN. RS TNIPOLRI. Puskesmas Rawat Inap). (b).

namun baru pada revisi kali ini KomNas DOEN. khususnya di RS.v. sedangkan keamanannya justru lebih rendah dibanding NSAID. dikeluarkan dari daftar.3. karena tidak lagi digunakan sebagai antikanker mengingat efikasi dan keamanannya. untuk mengatasi infeksi MRSA (methicilin resistant S. 1.m. Amfoterisin*) inj. Sefazolin merupakan obat terpilih sebagai profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi. Antiepilepsi . Antiinfeksi Dalam beberapa kali revisi. Selain itu midazolam inj i.5 %. 8..Antikonvulsi Usulan penambahan bentuk sirop dan tablet kunyah sediaan untuk pasien anak diterima. Lidokain inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200. PPNI.1. mengingat ketoprofen sup digunakan untuk pasien pasca operasi yang belum bisa menerima pemberian obat secara oral dan tidak mengiritasi lambung. untuk masuk dalam DOEN. Antipirai Kolkhisin tab 500 mcg. karena kelangkaan ketersediaan di pasaran. Antineoplastik.m 60 mg/ml yang efikasinya dinilai ebih baik dibanding artemether inj. Tim ahli sepakat untuk menerima usulan penambahan vankomisin inj 500 mg. Penundaan masuknya antimikroba sefalosporin ini. Dalam hal obat antituberkulosis. Pada kelompok antivirus protease inhibitor ditambahkan tablet lopinavir karena sangat dibutuhkan untuk HIV/AIDS. Maka kolkhisin dikeluarkan dari DOEN. 240 mg dapat diterima. IDI. btl 250 ml diterima dalam DOEN karena memiliki kelebihan terhadap jantung dan digunakan untuk keadaan pasien tertentu. karena merupakan satu-satunya obat antifungi sistemik. efek toksik terhadap jantung lebih kecil. selalu masuk usulan untuk memasukkan sefalosporin. 6. sejak awal sudah tercantum dalam DOEN. walau harganya mahal. mengingat ketersediaan di pasaran. 5 mg/ml. sebagai sedativa dan hipnotika.v/i. 1000 mg/amp. suatu infeksi nosokomial yang serius. berdasarkan kelas terapi adalah sebagai berikut : 1.v. pra anestesi. WHO Model List 2007 pun tidak mencantumkan kolkhisin lagi. Anestetik Umum Dan Oksigen Usulan isofluran cairan ih lar. Analgesik. merupakan obat terpilih pada pasien sangat gawat. Namun dengan munculnya banyak obat NSAID. 3 . 1. dikeluarkan dari daftar. sesuai dengan tatalaksana kesehatan pada anak. aureus). Sekolah Tinggi Keperawatan Dinas Kesehatan Propinsi yang memberikan usulan revisi Organisasi profesi (IBI. pasca operasi pada anak. 16 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 17 . yang merupakan obat pilihan untuk meningitis dan digunakan untuk demam tifoid berat yang resisten dengan kloramfenikol. Antipiretik. btl 250 ml dikeluarkan dari daftar dengan alasan kurang menguntungkan jika dibanding dengan penggunaan isofluran dan halotan. Immunosupresan dan Terapi Paliatif Klormetin dan levamisol dikeluarkan dari DOEN. dengan pembatasan khusus penggunaan yaitu pada profilaksis bedah inj 1 g/vial. Sediaan tunggal masih dipertahankan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belum melaksanakan program direct observed treatment shortcourse (DOTS). Antipirai 1. Oleh tim ahli diusulkan dan diterima Penjelasan Perubahan Obat Perubahan obat dalam DOEN 2008 baik nama generik atau formulasinya. dimana bentuk injeksi dapat menyebabkan syok anafilaktik. dicantumkan beberapa kombinasi untuk kepentingan program.1. Hal yang sama terjadi pada seftriakson inj 1 g/vial.3.5 %. meskipun dari segi pemakaian artemether lebih praktis terutama untuk di Puskesmas. dinilai efikasinya tidak jauh berbeda dengan NSAID yang lain. karena kemasan dinilai terlalu besar. Selain itu.2. ISFI. Dalam daftar diberi tanda *) yang berarti ”membutuhkan keahlian khusus dalam penggunaannya”. terutama di daerah yang sukar mendapatkan bupivakain. Sehingga dalam DOEN ini tercantum fenitoin sirup 50 mg/5 ml. Fenobarbital tab 50 mg ditambahkan dalam DOEN karena sangat diperlukan.000 kemasan 20 dan 30 ml dikeluarkan dari DOEN. i. tab kunyah 100 mg. apakah berbentuk FDC (fixed dose combination) atau kombipak. Dalam hal antimalaria ditambahkan artesunat inj i. Ketersediaan dan pengadaan parasetamol sup dibatasi hanya sampai tingkat rumah sakit kabupaten. Anestetik 2. sehingga akan mempermudah kontaminasi jika digunakan berulang. 250 mg/ml dikeluarkan dengan alasan keamanan. amp 2 ml. Sementara itu enfluran cairan ih.v. memberi tempat kepada sefazolin.o o o o 4. 1 mg/ml dan inj i. vial 50 mg diusulkan dan diterima masuk dalam DOEN. karbamazepin 100 mg/5 ml.v. Sementara itu usulan menambahkan ketoprofen sup 100 mg dan parasetamol sup 120 mg.2. Analgesik Narkotik Sufentanil inj dalam bentuk sitrat 50 mcg/ml. Anestetik Lokal Diusulkan lidokain injeksi 5% + glukosa 7. mengingat perlunya pengobatan kista yang tidak menunjukkan gejala. selain disediakan beberapa obat dalam bentuk tunggal. dalam hal bentuk sediaan diserahkan kepada kebutuhan program. Sedangkan thiopental serb inj i. lebih disebabkan terjadinya perkembangan resistensi antimikroba yang sangat pesat. Untuk kelompok antiamuba ditambahkan diloksanid furoat tab 500 mg. Ikatan ahli/spesialis) Industri farmasi (BUMN dan GP Farmasi) 5. 2. 2. terutama untuk mengatasi infeksi jamur di paru-paru. btl 120 ml. Sedangkan parasetamol sup dibutuhkan untuk kasus kejang demam. Antiinflamasi Nonsteroid. Namun. Analgesik Non Narkotik Metampiron inj i. khususnya untuk anestesi spinal.

Penyerbarluasan DOEN 2008 Dalam rangka penerapan konsep obat esensial. dapat dimasukkan dalam formularium rumah sakit.18% infus. Larutan Elektrolit dan Nutrisi Garam oralit kemasan 1000 ml dikeluarkan dari DOEN. karena kemasan terlalu besar. untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). oleh karena itu disepakati bahwa amalgam diganti dengan komposit. Daunorubisin merupakan pengobatan utama pada Leukemia Limfositik Akut yang banyak ditemukan pada anak-anak. Dalam hal cairan nutrisi parenteral yaitu larutan nutrisi IV. kurang efisien dalam penyimpanan dan tidak lagi menjamin kesegaran larutan. Tambahan baru yang diterima dalam DOEN adalah permetrin sebagai antiskabies yang kurang toksik bagi anak. Dalam subkelas terapi antidepresi dan antimania. Penambahan klozapin diterima. terutama tim ahli dan konsultan. diterima untuk pilihan golongan SSRI. terdaftar di Indonesia dan sesuai dengan WHO Model List. 18 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 19 . kuinidin. Pada subkelas terapi antipsikosis diusulkan penambahan metilfenidat rasemik (dl) dalam bentuk regular release dan extended release. Beberapa cairan seperti lotio kummerfeldi. Penyebarluasan dapat berupa pencetakan buku yang dikirimkan ke sarana pelayanan kesehatan atau dipublikasikan dalam media elektronik. sangat menyadari pentingnya sediaan ini. 28. yang efikasinya sangat baik untuk pembedahan dengan teknik hipotensi dan septik syok. Dengan demikian hanya tersedia kemasan 200 ml. Dalam subkelas antihipertensi ditambahkan injeksi natrium nitroprusid. semua dikeluarkan dari DOEN. dan natrium bikarbonat inj 1. jika diperlukan. bahkan penggunaannya sudah tidak diajarkan lagi di Fakultas Kedokteran Gigi. Perubahan bermakna terjadi juga pada obat tetes telinga. Fluoksetin kap/tab 10 mg dan kap/tab 20 mg. Pada subkelas terapi antiaritmia ditambahkan amiodaron dan digoksin. 20. Untuk itu diusulkan agar kebutuhan akan sediaan ini ditampung dalam formularium rumah sakit. Melfalan merupakan obat murah dan sangat diperlukan dalam pengobatan multiple myeloma. Selain itu sediaan antibiotik dalam bentuk tetes hidung atau telinga tidak tercantum dalam WHO Model List . Obat Kardiovaskuler Pada kelas terapi ini dilakukan beberapa perubahan tempat subkelas terapi atau dikeluarkan karena tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia di pasaran seperti prokainamid. KomNas DOEN. Penambahan lain adalah liquor veilli yaitu obat sederhana yang efektif mengatasi dermatitis basah. Ada pula yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Pengukuran kadar leukosit secara berkala sebaiknya dilakukan. salep levertran. reserpin. Hidung dan Tenggorokan. D. 17. hidung dan tenggorokan. maka DOEN 2008 harus disebarluaskan ke sarana pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. 23. dengan kebutuhan yang mungkin berbeda. Untuk kepentingan anak dan neonatus dalam kelas terapi ini ditambahkan larutan nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0. Obat Gigi Dan Mulut Dari kelas terapi ini cukup banyak obat yang dinilai sudah obsolet. Obat Telinga. Meski bukti (evidence) belum sepenuhnya mendukung.4 % isotonik. Obat ini efektif namun perlu diwaspadai terjadinya agranulositosis. Obat Topikal Dari kelas terapi ini banyak obat yang dilkeluarkan terutama karena sudah obsolet antara lain gentian violet.penambahan daunorubisin HCl serbuk inj 50 mg. akan tetapi komposisi sediaan yang ada di pasaran bervariasi. Psikofarmaka Alprazolam dikeluarkan karena dinilai tidak esensial dan cenderung menimbulkan over used dan ketergantungan. sertralin dan paroksetin. 18. 14. seperti penggunaan amalgam. klorambusil tablet 2 mg dan melfalan tab 2 mg. seperti preparat sulfa cones dan pasta iodoform. yaitu pertimbangan para ahli bahwa pengobatan infeksi telinga tidak perlu menggunakan antibiotik maupun kortikosteroid. diusulkan penambahan fluoksetin. Klorambusil harganya murah . menggantikan gameksan. namun selama ini merupakan obat terpilih untuk ADHD. karena merupakan obat terpilih untuk yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain.

btl 100 tab sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi ketoprofen Daftar Obat Esensial Nasional 2008 21 . ANTIPIRAI 1. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.m. sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu. ANALGESIK.k. btl 250 tab inj i./s./i. fenilbutason ibuprofen tab 200 mg. kemudian dapat dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman./i. btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk keadaan akut.m.BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 KELAS TERAPI.m./i. btl 100 tab tab 400 mg. inj i. 0. ktk 5 amp @ 2 ml tab 10 mg. ANTIINFLAMASI NONSTEROID. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 1.v. 10 mg/ml (HCl/sulfat). ANTIPIRETIK. ktk 10 bls @10 tab tab salut 200 mg. lambat 50 mg/ml (HCl).v.05 mg/ml (sebagai sitrat). ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg.v./s. ktk 10 amp @ 2 ml inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat). Kekuatan.1 ANALGESIK NARKOTIK inj i.k. ktk 5 vial @ 10 ml Penggunaan perlu diperketat BAB II DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL 2008 fentanil kodein morfin petidin sufentanil 1.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg. ktk 10 amp @ 1 ml tab 10 mg (HCl/sulfat).

ktk 5 amp @ 20 ml serb inj i.50% (HCl).v.KELAS TERAPI. 0. ktk 100 amp @ 2 ml inj p.Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . 22 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 23 .m. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml.5% (HCl) + glukosa 7. 10 mg/ml (sebagai HCl). NAMA GENERIK metampiron (Bentuk Sediaan. ktk 5 vial @ 20 ml inj 0. Kekuatan. .v.v. btl 100/1000 tab 2. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. probenesid tab 500 mg.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN halotan isofluran ketamin natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. btl 60 ml sup 120 mg sup 240 mg midazolam nitrogen oksida oksigen propofol tiopental Untuk penggunaan khusus 1. 10 mg/ml (HCl/sulfat). dan Kemasan) cairan ih.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal. terjadi pada 65% penderita. amp 2 ml diazepam Khusus untuk analgesia spinal. btl 50 ml inj 5% + glukosa 7. btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl).v.v.Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum. 10 mg/ml (HCl). Kekuatan. ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin Khusus untuk analgesia spinal. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%. 5 mg/ml ih.Tidak diberikan sewaktu serangan akut. gas dalam tabung inj 10%.5 %.1 ANESTETIK LOKAL bupivakain inj p.m. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. btl 100/1000 tab .k. ktk 25 amp FORMULASI RESTRIKSI 2. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg. 2% (HCl). ktk 10 amp @ 1 ml 2. btl 250 ml inj i. 50 mg/ml (sebagai HCl).3 PROSEDUR PRE OPERATIF. tube 10 g semprot 4%. KELAS TERAPI. btl 50/250 ml cairan ih. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. 1 mg/ml inj i. morfin etil klorida lidokain Kemasan harus kedap udara.v. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat). ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).v. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.5%./i. 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dlm 20 ml air injeksi). ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg. btl 1000 tab tab 500 mg. gas dalam tabung ih. ktk 5 amp @ 4 ml semprot./s. 3. .3. dan Kemasan) tab 500 mg. ANESTETIK 2.Tidak diberikan sewaktu serangan akut .v.

v.1% (sebagai HCl/bitartrat). ktg 30 g FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin karbon aktif magnesium sulfat 4.5 kg serb. btl 100/1000 tab tab kunyah 100 mg sir 100 mg/5 ml.m. NAMA GENERIK 4. fenitoin deferoksamin serb inj 500 mg/ml (mesilat). NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan.v. Kekuatan. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na).m.Terpilih untuk anafilaksis .1 KHUSUS atropin 5./i. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI . btl 1000 ta b inj 5 mg/ml (maleat). ktk 10 vial @ 5 ml kalsium folinat (leukovorin. amp 25 ml inj i. btl 1000 tab tab 50 mg.k. btl 120 ml inj i.k. ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i. bisa diulang KELAS TERAPI.02 mg/ml (HCl).v. ktk 100 amp @ 2 ml inj i.5 ml kaps 30 mg (garam Na).KELAS TERAPI. ktk 24 amp @10ml inj i. 10 mg/ml. btl 100 tab tab 15 mg. amp 25 ml tab 250 mg (garam Na). btl 120 ml inj i. btl 120 ml tab 30 mg. ktk 10 amp @ 2 ml inj 0. ktg 0. btl 1000 tab tab 100 mg.4 mg/ml (HCl). 50 mg/ml (sebagai garam Na).k 1 mg/ml (sulfat).v.0./i. Kekuatan. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na). ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. ktk 100 amp @ 2 ml tab 200 mg. 20%. 10 mg/ml (sebagai dihidrat).Dosis 0. ktk 10 amp @ 1 ml serb aktif. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml. 0. ktk 10 amp @ 2 ml Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar).v. ktk 10 amp @10 ml inj i.2 UMUM apomorfin (Bentuk Sediaan.m./s.m. btl 50 tab tab 500 mg (garam Na). btl 1000 tab inj i.3 mg . 40%. ktk 10 amp @ 2 ml sir 50 mg/5 ml. tube 2.v. btl 1000 tab inj i. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na). ktk 10 vial @ 10 ml tab 1 mg. dan Kemasan) inj s. ktk 10 amp @ 1 ml inj 100 mg/ml. ktk 5 amp @ 2 ml tab 500 mg.v. ktk 100 amp @ 1 ml tab 4 mg (maleat).5 mg. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0. 5 mg/ml (HCl). dan Kemasan) inj s. Ca) fenobarbital kalsium glukonat metil tionin klorida (biru metilen) nalokson karbamazepin magnesium sulfat natrium bikarbonat natrium tiosulfat protamin sulfat valproat 24 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 25 . 25%./i. 5 mg/ml. btl 10 tab inj 3 mg/ml.m 50 mg/ml.

500 mg/vial (sebagai garam Na) (untuk dilarutkan dalam 5 ml air injeksi). 250 mg/vial (sebagaigaram Na). 10 juta UI/vial.v. ktk 2 vial 26 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 27 .m. btl 60 ml serb inj i.3 Antisistosoma prazikuantel tab 600 mg. Fasciolopsis buski.m. Dosis untuk anak : 20 mg/kgBB benzatin benzilpenisilin mebendazol pirantel tab 100 mg. ktk 10 vial serb inj i. ktk 25 vial @ 10 ml inj i. 250 mg/vial (sebagai garam Na)./i.v. ktk 10 vial inj i./i. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100 tab .m.2 Antifilaria dietilkarbamazin tab scored 100 mg (sitrat). ktk 20 vial tab 500 mg (sebagai garam K).m. 6.m. ktk 5 str @ 6 tab Untuk strongiloides.1 ANTELMINTIK 6.m.v.v. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K)./i. ktk 25 vial kaps 250 mg (sebagai garam Na).Hanya untuk daerah Sulawesi Tengah.1 Antelmintik Intestinal albendazol (Bentuk Sediaan. dan Kemasan) serb inj i./i. .KELAS TERAPI. btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis.v./i. btl 30 ml tab scored 250 mg (sebagai pamoat).v.4 juta UI/ml. ktk 10 vial sefazolin ampisilin Digunakan pada profilaksis bedah untuk mencegah terjadinya infeki luka operasi seftriakson serb inj 1 g / vial. btl 30 ml tab scored 300 mg. 1 juta UI/vial.m. 500 mg/vial (sebagaigaram Na).1. 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 100 vial serb inj i.m. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml.5 mg/5 ml (sebagai garam Na). Kekuatan.2. fenoksimetil penisilin (penisilin V) 6.m.1. btl 60 ml serb inj i. ktk 10 vial serb inj i. 2. Kekuatan. NAMA GENERIK ampisilin (Bentuk Sediaan. ktk 2 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 400 mg. btl 60 ml serb inj i./i. ktk 25 str @ 4 kaps tab scored 500 mg (sebagai garam Na) sir 62. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.1 Beta laktam amoksisilin trihidrat prokain benzilpenisilin tab scored 500 mg. ktk 100 vial serb inj 1 g / vial.Khusus di Kalimantan Selatan untuk pengobatan .2 ANTIBAKTERI 6. NAMA GENERIK 6. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. 1.2 juta UI/ml.m. ANTIINFEKSI 6. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat). 3 juta UI/vial.1. btl 100/1000 tab scored benzilpenisilin kristal dikloksasilin prazikuantel 6.

Kekuatan. btl 100 tab tab 250 mg. Dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal ktk 10 str @ 10 kaps inj i.2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat).2.6 Kuinolon siprofloksasin tab scored 500 mg (sebagai HCl).2. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaps 100 mg(sebagai hiklat/HCl). NAMA GENERIK trimetoprim (Bentuk Sediaan. ktk 5 amp @ 5 ml. 50 mg/ml (HCl).4 Makrolid eritromisin oksitetrasiklin kaps 250 mg (sebagai stearat).7 Penggunaan Khusus metronidazol tab.5 Aminoglikosida gentamisin inj 10 mg/ml (sebagai sulfat).2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. btl 100/1000 tab sup 500 mg. 250 mg/3 ml (HCl). dan Kemasan) tab scored 200 mg. btl 60 ml serb inj i. ktk 5 vial @ 10 ml Perlu pertimbangan yang baik. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). ktk 10 str @ 10 tab vankomisin Life saving pada infeksi MRSA 6.2..v. Kekuatan. klindamisin tetrasiklin 6.v. ktk 6 sup lar infus 5 mg/ml.2. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl). ktk 10 str @ 10 kaps 6. ktk 10 amp @ 2 ml 6. Tidak sebagai pilihan utama untuk infeksi kuman gram ktk 10 bls @ 10 tab scored positif. btl 100/1000 tab tab 500 mg.3.2.2. btl 500 tab sulfasalazin inj i.2. btl 100 tab dapson tab scored 100 mg. ktk 10 vial @ 10 ml 6.2.2.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.2.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg kotrimoksazol DOEN III kombinasi : sulfametoksazol 80 mg/ml trimetoprim 16 mg/ml sulfadiazin tab. 100 mg/ml (sebagai Na suksinat).2.2.2. hanya untuk kondisi darurat. btl 1000 tab scored 28 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 29 . ktk 100 amp @ 2 ml inj 40 mg/ml (sebagai sulfat). ktk 10 amp @ 3 ml inj i.1 Tetrasiklin doksisiklin (Bentuk Sediaan. btl 60 ml inj 150 mg/ml (sebagai fosfat).v. btl 100 ml tab 500 mg.2. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl).2 Antibakteri Lain 6. 6.1 Antilepra tab 500 mg.KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 2 ml Khusus untuk infeksi tulang. NAMA GENERIK 6. ktk 1 vial 6. serb inj 500 mg/vial.v. Pemakaian khusus untuk colitis ulcerativa.

4 ANTIFUNGI 6. ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.000 UI/tab btl 100/1000 tab susp 100. btl 100/1000 tab tab scored 100 mg..2 Antituberkulosis etambutol tab 250 mg (HCl). rifampisin Penggunaan terbatas untuk lepra dan tuberkulosis 6. micronized kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg ketokonazol kapl 150 mg. 300 mg tab 400 mg. btl 100 tab tab 500 mg (HCl). 30 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 31 . ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat). micronized (Bentuk Sediaan. 75 mg.1 Antifungi. btl 100 kaps kaps 300 mg. Kekuatan. 500 mg tab 275 mg.KELAS TERAPI. btl 100 tab scored rifampisin tab scored 300 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg metenamin mandelat (heksamin mandelat) nitrofurantoin tab. dan Kemasan) kaps dalam minyak 100 mg. streptomisin Kombinasi : rifampisin isoniazid Kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kapl 150 mg. 50 mg inj. btl 100 tab *) Penggunaan membutuhkan keahlian khusus griseofulvin. ktk 100 vial trimetoprim 6. NAMA GENERIK Kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan. ktk 10 str @ 10 kaps FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab 500 mg. i. btl 100 tab tab 100 mg.3. btl 100 tab Khusus untuk RSTP (RS Tuberkulosa Paru).3. infeksi mikosis sistemik (kandidiasis. dan Kemasan) kapl 150 mg. 500 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. Kekuatan. 75 mg tab 150 mg.dioidomikosis dan lain-lain). ktk 10 str @ 10 tab isoniazid pirazinamid tab salut enterik 500 mg. parakoksi . ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.4. vial 50 mg/10 ml. 150 mg. btl 100 tab scored tab 200 mg. botol 12 ml Indikasi dibatasi hanya untuk kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obatobat lain. vial @ 10 ml tab scored 250 mg. NAMA GENERIK klofazimin. 50 mg.v. 500 mg Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. 250 mg. btl 1000 tab tab 300 mg. 300 mg tab 400 mg. 6. Hanya untuk tuberkulosis dan lepra.000 UI/ml. 450 mg tab 75 mg. 450 mg tab 75 mg. nistatin tab salut 500. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. sistemik amfoterisin *) Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.

btl 30 ml tab vagina 100. ktk 10 str @ 10 tab kuinin Hanya untuk malaria yang gawat.6 ANTIVIRUS 6.5.2. NAMA GENERIK kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin (Bentuk Sediaan. btl 100 tab 6. btl 100 tab tab 500 mg. 25% (sebagai HCl).5 ANTIPROTOZOA 6. ktk 6 amp @ 1 ml inj i. btl 1000 tab tab 30 mg.2.2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab. 6.2. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml.6. btl 60 tab tab 100 mg.2 Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) efavirens tab 200 mg.1. ktk 100 amp @ 2 ml tab 15 mg (sebagai fosfat). ktg 20 g krim 2% (nitrat).2. tube 10 g cairan 25%. Kekuatan.v.1 Antiamuba dan Antigiardiasis diloksanid metronidazol tab 500 mg (furoat) tab 250 mg.3 Protease Inhibitor lopinavir tab 200 mg.6. btl 30 tab nevirapin 6.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat).2 Antifungi. topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol (Bentuk Sediaan. natrium tiosulfat nistatin primakuin 6. Kekuatan.2.2 Antimalaria 6.KELAS TERAPI.000 UI/tab.4.1 Antiherpes asiklovir 6. btl 90 tab tab 600 mg. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.6. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI serb 2% (nitrat). btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). btl 1000 tab inj i. 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat).5.5. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) lamivudin (3TC) tab 150 mg stavudin tab scored 200 mg tab scored 400 mg 6. dan Kemasan) ktk. btl 500 tab Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. 60 mg/ml ktk 8 vial @ 1 ml tab 32 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 33 .5. Antiretroviral 6. 6 bls @ 10 tab artemether artesunat inj 80 mg/ml. NAMA GENERIK 6. btl 60 tab tab 300 mg. btl 60 tab tab 40 mg. btl 100 tab sir 50 mg/5 ml.m./i. 200 mg/10 ml zidovudin 6. btl 10 ml lar infus i.v.v. dan Kemasan) salep.6.2.6. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk.

v. ktk 5 str @ 4 kaps lunak kalsium folinat (leukovorin.1 HORMON DAN ANTIHORMON medroksi progesteron asetat tab 250 mg./i. ktk 10 amp @ 5 ml kaps 100 mg. btl 100 kaps tab salut 50 mg. btl 10 tab inj 3 mg/ml. ktk 10 vial serb inj 50 mg/vial. btl 100 tab serb inj 100 mg/vial. ktk 1 vial 0.5 ml tab 20 mg (sebagai sitrat).v. 200 mg/vial. ktk 1 vial 2. ktk 1 vial serb inj i. btl 50 tab inj 200 mg/ml. NAMA GENERIK 7. ktk 1 vial @ 5 ml serb inj i. ANTINEOPLASTIK. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial. IMUNOSUPRESAN azatioprin siklosporin tab 50 mg. ktk 1 vial @ 25 ml inj 20 mg/ml. btl 50 kaps inj 50 mg/ml. testosteron 8.2. 0. 50 mg/vial (HCl). dan Kemasan) inj i. ktk 1 vial serb inj i. 1000 mg/vial. IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF 8. Ca) klorambusil melfalan merkaptopurin metotreksat tamoksifen Harus disimpan pada suhu 2-8oC. ktk 10 str @ 10 tab tab scored 40 mg (HCl) btl 100 tab scored daunorubisin doksorubisin tab 1 mg (tartrat). ktk 10 amp @ 5 ml prokarbazin siklofosfamid 8. ANTIMIGREN 7.v. ktk 1 vial serb inj 15 mg/amp (sebagai HCl). ktk 1 vial @ 4 ml serb inj i. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 28 tab serb inj i.5 mg (sebagai garam Na). ktk 1 vial kaps 50 mg (sebagai HCl).5 mg serb inj 20 mg/vial (HCI).2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein (Bentuk Sediaan. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI tab 2.5 mg/vial.t. btl 30 tab kaps lunak 40 mg (undekanoat). ktk 30/100 tab etoposid 1 mg 50 mg fluorourasil 8.3 SITOTOKSIK asparaginase bleomisin busulfan dakarbazin serb inj 10.5 mg (sebagai mesilat). ktk 1 vial serb inj i. Kekuatan. ktk 10 amp @ 5 ml tab 15 mg.v.v. btl 100 tab kaps lunak 25 mg. btl 100 tab tab.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin propranolol 7. 10 mg/vial (HCl).v.v. 5 mg/vial (sebagai garam Na). Kekuatan. ktk 1 amp tab salut 2 mg. ktk 5 amp @ 1/10 ml tab 2 mg tab 2 mg tab 50 mg.KELAS TERAPI./i. btl 25 tab tab 2. 500 mg/vial.v. btl 10 kaps inj i. btl 100 tab serb inj 50 mg/vial (sebagai garam Na).000 UI/vial. ktk 1 vial sisplatin 34 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 35 .m. 50 mg/ml. NAMA GENERIK daktinomisin (Bentuk Sediaan.

1 PRODUK DARAH faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 UI/vial + pelarut 10 ml. . btl 1000 tab tab salut 300 mg.25 g kalium klorida 0. btl 30 tab Sesuai program perawatan paliatif rumah sakit 9.2 PENGGANTI PLASMA dan PLASMA EKSPANDER hydroxy ethyl starch lar infus 6%. Kekuatan. ktk 5 vial serb inj 10 mg/vial (sulfat).k. vinkristin . ktk 1 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl inj 500 mcg/ml.Dosis untuk bayi prematur 0.1 ANTIANEMI asam folat besi (II) sulfat 7 H20 tab 1 mg.19 g kalsium (terikat pada polipeptida 0. PRODUK DARAH dan PENGGANTI PLASMA 11.125 g air steril bebas pirogen sampai 500 ml .m. dan Kemasan) inj i. btl 500 ml kombinasi : poligelin (ekivalen dengan 0. OBAT untuk morfin tab 10 mg (sulfat). NAMA GENERIK sitarabin (Bentuk Sediaan.KELAS TERAPI.5 g natrium klorida 4. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil faktor IX kompleks tab.Harus disimpan pada suhu 2-8°C warfarin tab 2 mg (garam Na/K). DARAH. ktk 1 vial serb inj 1000 UI/vial + pelarut 25 ml. btl 60 ml tts. btl 250 tab fraksi protein plasma Harus diproduksi dengan benar 10. amp 1 ml . Na (Bentuk Sediaan./s. ktk 100 amp @ 1 ml 11. btl 500 ml lar infus 10%. OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. 1 mg/vial (sulfat). btl 500 ml sianokobalamin (vitamin B12) 10. btl 100 tab Untuk haemofilia B tab 2 mg (HCl).63 g nitrogen) 17. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 1000 tab sir./s. ktk 1 vial 5 ml inj 10 mg/ml.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).m 2 mg/ml.2 KOAGULASI. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.v. OBAT yang MEMPENGARUHI 10./i. 5000 UI/ml.Perlu sarana dan keahlian khusus.v.4 TERAPI PALIATIF.k 100 mg/vial. dan Kemasan) serb inj i. ktk 1 vial serb inj i.Variasi kombinasi sediaan yang beredar di pasaran dapat digunakan 36 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 37 . ktk 1 vial Untuk haemofilia A 8. NAMA GENERIK heparin.v. btl 1000 tab inj 10 mg/ml.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg .Tidak boleh diberikan secara intratekal .5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Pengganti plasma DOEN lar infus. Kekuatan. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI vinblastin protamin sulfat Pemakaian terbatas (kasus tertentu). btl 100 tab 11. . ktk 1 vial serb inj 500 UI/vial + pelarut 10 ml.

3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i.v.1. ktk 1 vial 2 ml 12. kedap udara. Kekuatan.1.7%.v.1 Ginjal natrium aminohipurat 12. ktk 10 amp @ 10 ml inj 0.2 Hati natrium bromsulftalein inj mengandung 30.042 g barium sulfat 13.1.2. btl 1000 ml . ktk 10 amp @ 20 ml inj i.6 Urografi iopamidol (Bentuk Sediaan.5 l meglumin natrium amidotrizoat polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat & metanal) Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 cairan. ktg.5% iodium.v.1.2 Biligrafi natrium iopodat 12.4 Mielografi iofendilat inj 76%.Untuk diencerkan sampai 3%.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat. btl 500 ml lar 59. DIAGNOSTIK (Bentuk Sediaan. btl 250/450 ml susp 55%. Untuk diencerkan serb.0% (glukonat). ktk 1 amp 3 ml inj 240 mg I/ml. ktg 200 g susp 2.2. btl 6 kaps 12. btl 2.3 Histerosalpingografi meglumin natrium amidotrizoat 12.3 Lain-lain fluoresein inj i. ktk 10 amp @ 20 ml 12. dan Kemasan) inj 0.25 g simetikon 0.2. 76%. ktk 1 vial 10 ml inj 350 mg I/ml.1. ktk 1 amp 20 ml inj 65%. ktk 10 amp @ 20 ml inj 0. ANTISEPTIK dan DISINFEKTAN granul. btl 120 ml klorheksidin lar 5.1. 1:10. btl 2 l susp 65%. ktk 1 amp 3 ml ioheksol tts mata 1% (garam Na).755 g/ml. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 10 ml / 50 ml 38 39 . ktk 1 amp 5 ml iopamidol 12. ktk 1 vial 50 ml meglumin natrium amidotrizoat kaps 500 mg. ktk 1 amp 5 ml inj 20%. dengan lar asam sitrat anhidrat 10% 13.1 BAHAN KONTRAS RADIOLOGI 12.5 Saluran Cerna Bahan kontras media DOEN kombinasi : natrium bikarbonat 1. terlindung dari cahaya.k.408 g/ml.612 g/ml.612 g/ml.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. ktk 1 vial 20 ml inj 0.KELAS TERAPI. NAMA GENERIK 12. 200 mg/ml. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na).2%. Kekuatan. ktk 1 amp 10 ml inj i. btl 5 ml inj 10%. NAMA GENERIK 12.1 Angiografi meglumin amidotrizoat 12.2 TES FUNGSI 12. ktk 1 vial 10 ml inj 300 mg I/ml. . ktk 1 amp 20 ml FORMULASI RESTRIKSI 12. 5%.

5 mg.2 GIGI dan MULUT./i. btl 100 ml /1000 ml serb. btl 60 ml cairan konsentrat 5%. natrium hipoklorit nistatin tab 2. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK 16. Kekuatan. btl 100 g pasta pengisi saluran akar spons gelatin senyawa klor surgical ginggival pack 14. ktk 25 amp @ 2 ml tab 25 mg. btl 100 tab pasta.KELAS TERAPI. btl 100 tab lar 5%. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80.2 ml. btl 10 ml tab 0. btl 100 tab tab 5 mg. DIURETIK furosemida tab 40 mg. Kekuatan. ktk 2 tube cairan. btl 100 g serb. btl 6 g (4. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. OBAT dan BAHAN untuk 14. btl 500 ml tab 25 mg. GIGI dan MULUT. klg 50 butir set FORMULASI RESTRIKSI 14. btl 10 ml Kemasan harus kedap udara manitol spironolakton 16. HORMON.m.5 mg. ktg 20 g cairan.1 Antidiabetes.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida (Bentuk Sediaan.1%). tube 10 g semprot 15% (HCl).8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta./s.k. btl 100 ml cairan.05-0. btl 1000 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 1000 ml Program samijaga Ditjen P2-PL. btl 10 ml susp 100. NAMA GENERIK povidon iodida 13. btl 250 tab inj i. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 15. btl cubicles 1x1x1 cm.m. ktk 5 bls @ 20 tab glipizid Daftar Obat Esensial Nasional 2008 40 41 . btl 10 g lar.000 etil klorida eugenol fluor kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) klorheksidin lidokain inj. glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin tab 1 g. dan Kemasan) lar dan serb. dan Kemasan) lar 10%. Oral glibenklamida Untuk diencerkan. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara lar. ktk 10 amp @ 1 ml lar 0. 10 mg/ml.v.2 ANTIDIABETES 16. ktk 10 str @10 tab hidroklortiazid semprot 0. btl 12 ml Daftar Obat Esensial Nasional 2008 16. btl 1000 ml serb (untuk lar 0.1 GIGI dan MULUT . btl 1000 tab lar infus 20%. btl 100 tab tab 5 mg. 20 IU/ml.1 HORMON ANTIDIURETIK desmopresin vasopresin semprot inj i.000 UI/ml.2% (glukonat) inj 2% (HCl).2. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl).

3.625 mg.2. btl 100 tab prednison 17. ktk 1 vial 10 ml 16.5 mg. Implan levonorgestrel (Bentuk Sediaan.m.3. btl 100/1000 tab tab 0. btl 100 tab tab 0.25 mg. Parenteral insulin intermediate insulin regular insulin regular : insulin intermediate (30 : 70) (Bentuk Sediaan.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16. KARDIOVASKULER. NAMA GENERIK 16. str 28 tab tab 0.3 Progestogen hidroksi progesteron noretisteron 16.btl 60 tab tab sublingual 0.4.4.3. Kekuatan.4 Kontraseptik 16.25 mg/ml. ktk 1 vial 10 ml inj 100 UI/ml.3. NAMA GENERIK metformin 16.5 mg.ktk 1amp @ 2 ml Tablet 0.4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml natrium tiroksin tab 0.2 Estrogen estrogen terkonjugasi etinilestradiol 16. btl 1000 tab 16. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat).4. btl 100 tab tab 0. btl 1000 tab Dalam pemakaian harus dilarutkan dulu.4.3 Kontraseptik. ktk 1 vial 10 ml propiltiourasil 16.2 Kontraseptik. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg 17. btl 100 tab inj 0. AKDR (IUD) copper T set / buah digoksin 42 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 43 . dan Kemasan) tab 500 mg. ktk 1 amp 2 ml tab 5 mg. ktk. 125 mg/ml.KELAS TERAPI.1 ANTIANGINA atenolol diltiazem HCl isosorbid dinitrat nitrogliserin tab 50 mg.3.3. ktk 10 str @ 10 tab tab 30 mg.0625 mg.2 Antidiabetes. Kekuatan.4 Kontraseptik. btl 30 tab Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. inj 100 UI/ml. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg.5 KORTIKOSTEROID deksametason inj dalam minyak 200 mg/ml (enantat). pil 17.2 ANTIARITMIA amiodaron tab 200 mg.1 mg.5 mg.05 mg. ktk 1 vial 1 ml hidrokortison tab 0. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg 30 mcg etinilestradiol 16. ktk 6 amp @ 3 ml tab 0. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. btl 100 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 50 tab tab scored 100 mg. serb inj 100 mg/vial (Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg.3.1 Androgen testosteron 16. OBAT inj i.1 Kontraseptik. dan Kemasan) implan 2 rods (3-4 tahun) FORMULASI RESTRIKSI inj 100 UI/ml.0625 mg untuk pediatrik 16.3.

ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg.5 TROMBOLITIK (Bentuk Sediaan.5 mg. dan Kemasan) inj 750.Dapat timbul efek samping batuk. 17. ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg.3 ANTIHIPERTENSI atenolol hidroklorotiazida kaptopril tab 50 mg.5 juta UI/vial FORMULASI RESTRIKSI Untuk intrakardial atau resusitasi streptokinase . . NAMA GENERIK 17. 1 mg/ml (HCl).0625 mg. vial tab 10 mg Diberikan setiap 4 jam. ktk 10 bls @ 10 tab 44 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 45 . NAMA GENERIK disopiramida epinefrin (adrenalin) lidokain (Bentuk Sediaan. Digunakan untuk hipertensi berat 17. amp 10 ml inj 40 mg/ml (HCl).000 UI/vial inj 1. btl 100 kaps inj 0. . 0.m.1% (sebagai bitartrat). ktk 10 str @ 6 / 10 tab scored inj i. OBAT untuk 17.m.5 mg.7 SYOK.5 mg/ml (HCl).6 GAGAL JANTUNG.Dapat timbul efek samping batuk. ktk 3 str @ 10 tab tab salut 250 mg. dan Kemasan) kaps 100 mg (fosfat).25 mg/ml. OBAT digoksin tab 0. ktk 5 amp @ 5 ml inj i. Kekuatan. ktk 100 amp @ 2 ml tab 10 mg (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml klonidin *) dopamin lisinopril epinefrin (adrenalin) metildopa 17. 10 mg/ml./i. ktk 30 tab scored inj 50 mg/ml (HCl).Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. ktk 20 str @ 10 tab inj i.KELAS TERAPI. ktk 10 amp @ 1ml tab 40 mg (HCl).v. btl 100/1000 tab inj.15 mg/ml ( HCl). furosemida 17. ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg.v.0625 mg untuk pediatrik verapamil Untuk aritmia supraventrikuler. ktk 10 str @ 10 tab scored propranolol Tablet 0. ktk 1 amp 2 ml tab 40 mg.Pemakaian terbatas (kasus tertentu). ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. . btl 100 tab tab scored 12. btl 100 tab inj i. kaptopril . vial 5 ml inj 25 mg/ml.v.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg. amp 2 ml natrium nitroprusid *) nifedipin Sebagai long acting vasopressor.v. 2% (HCl). .1 % (sebagai HCl/ bitartrat).2 Syok karena anestesi efedrin norepinefrin 17. btl 50 tab tab 25 mg. ktk 100 amp @ 1 ml inj 4 mg/ml.1 Syok Kardiogenik dobutamin inj 50 mg/ml.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg. ktk 1 amp 1 ml tab 5 mg.Perlu sarana dan keahlian khusus.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. Kekuatan.7. btl 100 tab tab 0.7. ktk 10 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 30 tab inj 2. 0.25 mg. 17. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. btl 100/100 tab inj 0. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.

KELAS TERAPI. NAMA GENERIK Salep 2-4 .Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat. salep. btl 100 ml tingtur 25 %. tube 5 g larutan Dibuat segar urea 18. dan Kemasan) salep. . salep 2%. tube 40 g hidrokortison liquor veilli (solutio salicylic acid 0. .7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat krim 1%.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens liquor faberi krim 10 %.3 ANTIFUNGI Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% mikonazol salep.2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. k a r e n a d a p a t menimbulkan bahaya akibat absorpsi. tube 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 47 . Kekuatan. btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 18. tube 20 g perak nitrat lar 20%.Tidak boleh dibawa pulang. .5% (asetat). tube 5 g krim 0. btl 30 ml natrium tiosulfat 18. btl 30 ml Perlu pengawasan khusus karena : .6 KAUSTIK (Bentuk Sediaan.1% (sebagai valerat).4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0. coal tar podofilin serb 2% (nitrat). pot 30 g lar 5 %.1% (sebagai valerat). KULIT.1 ANTIAKNE asam retinoat 18.5 % gliserin 10 % serb 2%. tube 10 g cairan 25%.1 % boraks 0. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. pot 30 g salep 5%. ktg 20 g krim 2% (nitrat).000 UI/g perak sulfadiazin 18. btl 30 ml liquor 18.1 %) kombinasi : asam salisilat 0. pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI 18.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS permetrin krim 5 %.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. Kekuatan. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18. pot 500 g Hanya untuk luka bakar yang luas. tube 5 g krim 0. pot 30 g salep 10%.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. OBAT TOPIK AL untuk 18. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis.Harus diaplikasikan oleh dokter .05%. ktk 100 g susp 2%. btl 30 ml susp 5%. tube 5 g krim 2.Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien .

4%.3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21.4% isotonik. ktk 1 amp 10 ml inj i.Disimpan dalam wadah kedap udara. tube kedap 10 tab .1.58 g 2.1%. btl 500 ml inj 15%.5%. btl 5 ml darrow glukosa ana (DG ana) darrow glukosa half strength dekstrose glukosa lar infus. 10%. NAMA GENERIK Larutan nutrisi DOEN kombinasi : glukosa 5% natrium klorida 0. ANESTETIK LOKAL bupivakain natrium bikarbonat 20. btl 500 ml lar infus 40%.9%.v.5% (HCl).KELAS TERAPI.30 g 0. btl 5 ml tts mata 0.5g idoksuridin kalium klorida kalsium glukonat oksitetrasiklin 48 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 49 .Perlu sarana dan keahlian khusus. . tube 3. btl 500 ml lar infus 3%.2 ANTIMIKROBA amfoterisin lar infus. btl 500 ml lar infus 5%. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. inj 0. btl 100/500 ml . MATA. btl 500 ml inj i. 24 btl @ 1000 ml lar. ktk 24 amp@10 ml salep mata 3%. vial 50 ml lar infus. 19. btl 500 ml Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah. dan Kemasan) lar infus. tube 3.v. btl lar infus 5 %.v. btl 500 ml lar infus 10%.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat kalium klorida serb. 8.3%.Sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air .5% (HCl). btl 500 ml manitol natrium bikarbonat lar infus 20%. amp/vial @10 ml/20 ml lar infus 10%. tube 4 g salep mata 1% (HCl). btl 25 ml inj 1. OBAT untuk 21. btl 1 galon FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.18 % (Bentuk Sediaan. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium. ktk 5 amp @ 20 ml tts mata 0. 100 ktg. kombinasi : glukosa 4% natrium klorida 0.5 g tts mata 0. btl 500 ml tetrakain 21.70 g tab siap larut 300 mg.3%. btl 100/500 ml lar infus 20%. btl 1000 tab ktk. Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah lar infus. LARUTAN ELEKTROLIT. LARUTAN DIALISIS PERITONEAL dialisa peritoneal DOEN hemodialisa DOEN 20. dan Kemasan) lar infus.5 g gentamisin salep mata 0. natrium klorida ringer laktat 20. 1 mek/ml. Kekuatan. btl 500 ml FORMULASI RESTRIKSI Untuk pra operatif pada anak. Kekuatan. tube 3.Pemakaian terbatas (kasus tertentu).2 PARENTERAL cairan intralipid tab 500 mg. btl 25 ml inj i. btl 5 ml salep mata 0.225 % Larutan nutrisi.52 g 0. btl lar infus 0. tiap ktg untuk 200 ml air 0.

ktk 100 amp @ 1 ml 21. ktk 10 vial @ 1 ml 50 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 51 .2 RELAKSAN UTERUS magnesium sulfat homatropin inj 20%.5% (sulfat). dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 22. btl 1000 tab tab 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml. btl 5 ml Untuk kasus dry eyes syndrome litium karbonat 23. Kekuatan. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 5 ml tts mata 2% (sebagai HBr).8-1.m/i.200 mg/ml.5% (maleat). NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial @ 20 ml inj 40%.25% (maleat).01% b/v natrium kromoglikat lar 2%.5 mg (HCl). btl 5 ml tts mata 0.1 OKSITOSIK tts mata 1 mg/ml (natrium).4 MIDRIATIK atropin tts mata 0.4 ANTIPSIKOSIS flufenazin tab 25 mg (HCl). btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). btl 5 ml metilergometrin tab salut 0. ktk 10 vial @ 20 ml 21.125 mg (maleat). ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml tts mata 2% (HCl/nitrat).v.KELAS TERAPI. ktk 100 amp @ 2 ml pilokarpin timolol 23. btl 15 ml oksitosin 22.6 LAIN-LAIN kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg dekstran (70) 1 mg gliserin 2 mg benzalkonium klorida 0.5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA asetazolamida tab 250 mg. ktk 30 tab kap/tab 20 mg. dan Kemasan) tts mata 15% (natrium). Kekuatan. btl 1000 tab inj i. btl 5 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. btl 100 tab inj i.3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin tts mata 2%. btl 100 tab serb inj i. 5 mg/ml.m.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg. Safety windows 0. ktk 10 str @ 10 tab Bila memungkinkan dilakukan monitoring kadar obat. PSIKOFARMAKA 23. 500 mg/vial (sebagai garam Na). btl 5 ml 23.2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl). btl 5 ml tts mata 0.2 mmol ek/l 21. NAMA GENERIK sulfasetamida 21.m. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat).3 ANTIINFLAMASI betametason (Bentuk Sediaan. ktk 10 bls @ 10 tab fluoksetin kap/tab 10 mg. ktk 30 tab tab 200 mg. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. btl 15 ml 23.25 mg/ml (dekanoat). btl 100 tab inj 0.

btl 1000 tab inj i. ktk 5 str @ 10 tab tab 2 mg. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl). 25 mg/ml (HCl). 5. ktk 10 str/bls @ 10 tab *) Merupakan alternatif kedua setelah piridostigmin 25. NAMA GENERIK suksinilkolin (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial FORMULASI RESTRIKSI . KELAS TERAPI.Perlu sarana dan keahlian khusus.5 ml. NAMA GENERIK haloperidol (Bentuk Sediaan. ktk 5 str @ 10 tab tab 150 mg.m. btl 60 ml risperidon 23.m.5 mg./i. btl 15 ml/100 ml inj i. btl 100/1000 tab tab 2 mg. btl 1000 tab inj i. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.2 ANTIEMETIK tab kunyah.1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 24. untuk 25. 24. RELAKSAN OTOT PERIFER dan PENGHAMBAT KOLINESTERASE 24.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg Antasida DOEN II kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml ranitidin 25.m. btl 100/1000 tab tab 1.Sebaiknya dilakukan cek leukosit secara berkala (hati-hati agranulositosis) . ktk 3 str @ 10 tab tab regular release 10 mg. OBAT.1 PENGHAMBAT NEUROMUSKULER atrakurium inj 25 mg / 2. dimenhidrinat tab 50 mg. SALURAN CERNA. Kekuatan.m. ktk 50 tab FORMULASI RESTRIKSI Sebagai alternatif klorpromazin. 2 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj i. amp 2. ktk 30 tab Perlu keahlian khusus dalam penggunaannya. ADHD. OBAT untuk (dl) metilfenidat *) tab 1 mg. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg.m.KELAS TERAPI.v 10 mg/ml. ktk 100 tab tab 5 mg.m 5 mg/ml (HCl). ktk 30 tab tab extended release 20 mg. Kekuatan.v. btl 1000 tab Penggunaan ½ .5 mg. . ktk 50 amp @ 1 ml piridostigmin tab 60 mg (bromida). btl 1000 tab klorpromazin klozapin *) . ktk 100 amp @ 2 ml 52 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 53 . btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml.5 ml rokuronium inj i. 25 mg/ml (HCl). dan Kemasan) serb inj i. OBAT untuk neostigmin *) inj 0. dan Kemasan) tab 0.Merupakan obat terpilih dalam pengobatan psikosis yang sudah resisten terhadap antipsikotik lain susp.5 mg/ml (metilsulfat).Pemakaian terbatas (kasus tertentu). 5 mg/ml (HCl) ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat) ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) tab salut 25 mg (HCl). vial 5 ml klorpromazin tab salut 25 mg (HCl).2 MIASTENIA GRAVIS. 100 mg/vial (klorida). ktk 50 tab tab 50 mg.

4 ANTISPASMODIK atropin tab 1 mg (sulfat)./i. btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).KELAS TERAPI. klg 100 tab inj i. ktk 100 amp @ 1 ml lar respirator untuk nebulizer 2. 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl). btl 1000 tab inj i. OBAT untuk sulfasalazin 26. btl 50 ml tts 0. tabung 200/400 dosis inj 50 mcg/ml (sebagai sulfat). OBAT untuk 26. ktk 10 amp @ 2 ml sir 5 mg/5 ml.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2.k.7 ANTIINFLAMASI.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 25.52 g 0.5 % .58 g 2. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 25. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).30 g 0. 1 mg/ml (sulfat). kanister 15 ml aerosol 200 mcg/puff.m.5ml NaCl. ktk 100 sup budesonid deksametason efedrin epinefrin (adrenalin) ekstrak beladon 25. btl 1000 tab inj 0. Kekuatan. btl 100/1000 tab lar ih 0. 10 ml ih/aerosol 100 mcg/dosis (sebagai sulfat)./s.6 KATARTIK bisakodil salbutamol serb. tiap ktg untuk 200 ml air 0.25 mg/ml (sulfat). ktk 6 sup cairan.m. dan Kemasan) tab 500 mg. 0. btl 10 ml FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr). ktk 100 amp @ 1 ml inj i. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida kalium klorida trinatrium sitrat dihidrat glukosa anhidrat 25. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.1 mg/tts. SALURAN NAPAS. dan Kemasan) tab 10 mg (sebagai HCl)./i. btl 100 ml gliserin 26.v. ktk 100 amp @ 10 ml aerosol 100 mcg/puff. ktk 4x5 nebules 25.v. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr). btl 60 ml 54 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 55 .v. btl 100 tab inj 5 mg/ml (sebagai HCl).5 DIARE.70 g Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah Inhalasi untuk serangan intermitten dan untuk serangan akut pertama. NAMA GENERIK metoklopramid (Bentuk Sediaan. ktk 6 sup sup 10 mg.k. btl 100/1000 tab sup./s. kanister 15 ml tab 0. Kekuatan. btl 1000 tab scored inj 24 mg/ml.1 ANTIASMA aminofilin tab scored 200 mg.1 % (sebagai HCl/bitartrat).5 mg. sup 5 mg. 100 ktg.5 mg/2.

000 UI/vial.m.. ktk vial 10/20 dosis serb inj s.m. 1500 UI/amp.Disimpan pada suhu 2-8° C. inj i. ktk 10 vial @ 10 ml inj i..KELAS TERAPI.m.m.k. btl 1000 ml serum antitetanus (A. inj i. dan Kemasan) tab 10 mg (HCl/fosfat).S) Untuk pencegahan : inj i. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C./i.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan post-exposure di daerah rabies.m. HIDUNG dan TENGGOROKAN. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C.S) inj i./i.D.000 UI/vial.C.G. btl 1000 tab cairan. .025% (HCl).k. btl 60 ml tab 100 mg.Digunakan untuk pengobatan post-exposure di daerah rabies.m. ktk 10 amp @ 2 ml.B. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C tts. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C. inj i.v. terlindung dari cahaya./i.v 20. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat sir 25 mg/5 ml. 500 UI. 1 ml inj i. 100 UI/ml.2 VAKSIN vaksin B. 26. btl 200 ml cairan konsentrat. Kekuatan.m. (Bentuk Sediaan. 20. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i.m.k.T.k.m. ktk 5 amp @ 2 ml inj i.. Disimpan pada suhu 2-8º C. I (khusus ular dari luar Papua) A.000 UI/vial. Kekuatan. btl 10 ml serum imunoglobulin 56 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 57 . tts telinga 10 %. ktk 10 vial @ 10 ml .m./i. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. ktk 10 vial @ 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C inj i. btl 1000 ml vaksin campak obat batuk hitam (OBH) vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus(DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies.050 % (HCl). . NAMA GENERIK kodein (Bentuk Sediaan.5.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A. ktk 10 vial @ 4 ml inj i.U. btl 50 ml tts hidung 0.Khusus daerah tertentu .Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca. Disimpan pada suhu 2-8º C 27.Untuk diencerkan sampai 3%.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN human tetanus imunoglobulin serum anti bisa ular A. serum antirabies . ktk 5 amp @ 4 ml inj s. NAMA GENERIK 27.. 10.B. kedap udara. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Harus disimpan pada suhu dibawah 5º C Disimpan pada suhu 2-8º C. vial inj i.. karbogliserin lidokain oksimetazolin Disimpan pada suhu 2-8º C.m.k. 28..m.Disimpan pada suhu 2-8º C. btl 5 ml cairan semprot 4% (HCl). SISTEM IMUN... . .000 UI/amp.U. ktk 1 vial 0.v. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. OBAT untuk hidrogen peroksida cairan konsentrat. dan Kemasan) inj i.Disimpan pada suhu 2-8º C. . btl 15 ml tts hidung 0. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. . TELINGA. 10.

btl 1000 tab tab 25 mg (HCl). btl 1000 tab kaps 50. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI Pemakaian terapeutik pada hipokalsemia iodium BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 kalsium glukonat kalsium laktat (kalk) nikotinamid piridoksin (vitamin B6) retinol (vitamin A) tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks 58 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) ergokalsiferol (vitamin D3) (Bentuk Sediaan. Kekuatan. btl 60 ml kaps lunak 200 mg.000 UI/ml. btl 1000 tab tab 100 mg tab 10 mg (HCl).KELAS TERAPI. ktk 24 amp @ 10 ml tab 500 mg. btl 50 kaps lunak tab 50 mg (HCl). btl 1000 tab tab. btl 100 kaps susp 10. btl 1500 kaps lunak inj 100 mg/ml. dan Kemasan) tab 50 mg.000 UI. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200.000 UI (sebagai palmitat).000 UI.000 UI. NAMA GENERIK 29. btl 50 kaps lunak kaps lunak 100. btl 1000 tab tab 5000 IU. botol 1000 tab kaps lunak 50.

ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg. ktk 10 amp @ 1 ml 1.2 ANESTETIK UMUM dan OKSIGEN ketamin inj i. diazepam morfin probenesid tab 500 mg. ANTIPIRAI 1. btl 100 tab tab 400 mg. Kekuatan. ktk 10 str @ 10 tab tab 100 mg. btl 100/1000 tab . ktk 100 amp @ 2 ml inj i. btl 60 ml 2. ANTIINFLAMASI NONSTEROID.m/s. gas dalam tabung serb inj i. ANTIPIRETIK. .v lambat 50 mg/ml (HCl). 1. tube 10 g semprot 4%. ktk 10 vial @ 20 ml inj i. btl 1000 tab sir 120 mg/5 ml. ANESTETIK (Bentuk Sediaan.3 PROSEDUR PRE OPERATIF. oksigen tiopental natrium diklofenak parasetamol tab 25 mg. ktk 50 amp @ 1 ml tab 5 mg.3. dan Kemasan) KELAS TERAPI. ktk 10 bls @10 tab tab 200 mg.v 50 mg/ml (sebagai HCl).Menghambat produksi asam urat (35% penderita) . btl 100/1000 tab 3. btl 1000 tab inj 5 mg/ml. btl 100 tab tab 500 mg. Kekuatan. ktk 100 amp @ 2ml jeli 2%. ANALGESIK.v 10 mg/ml (HCl/sulfat). btl 100 ml inj infiltr 1% (HCl). ktk 100 amp @ 1 ml difenhidramin 59 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 60 .Dosis 2 X ½ tablet dengan banyak minum. ktk 100 amp @ 2 ml inj p.Tidak diberikan sewaktu serangan akut .1 ANESTETIK LOKAL etil klorida lidokain semprot. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI FORMULASI RESTRIKSI 2. ktk 10 str @ 10 tab tab 50 mg. NAMA GENERIK 2. OBAT untuk atropin inj 1 mg/ml (sulfat).1 ANALGESIK NARKOTIK petidin inj i.2 ANALGESIK NON-NARKOTIK asam asetilsalisilat (asetosal) ibuprofen metampiron tab 100 mg.BAB III DAFTAR OBAT TERBATAS UNTUK PUSKESMAS 2008 KELAS TERAPI.m 10 mg/ml (HCl). btl 50 ml Kemasan harus kedap udara. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.m/s.k/i.v 500 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). ktk 10 amp @ 2 ml 1. ANTIALERGI dan OBAT untuk ANAFILAKSIS deksametason inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). ktk 25 amp Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan Pemakaian supaya dibatasi untuk mengurangi efek samping agranulositosis.v 10 mg/ml (sebagai HCl).v 2% (HCl). btl 1000 tab Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 2. ANTIPIRAI alopurinol tab 100 mg.k/i. ktk 10 vial @ 20 ml ih.Mempercepat ekskresi asam urat di ginjal terjadi pada 65% penderita .Tidak diberikan sewaktu serangan akut. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. btl 1000 tab tab 500 mg.

2 UMUM karbon aktif magnesium sulfat tab 1 mg.v 50 mg/ml (sebagai garam Na).5 mg. btl 60 ml serb inj i.4 juta UI/ml. NAMA GENERIK epinefrin (adrenalin) (Bentuk Sediaan.1% (sebagai HCl/ bitartrat). tube 2.5 kg serb.m/i.v 500 mg/vial (sebagai garam Na). ktk 25 vial @ 10 ml 5.m 50 mg/ml. btl 1000 tab inj 5 mg/ml (maleat). Kekuatan.m 1. benzatin benzilpenisilin ampisilin fenitoin 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 62 . ktk 10 amp @ 2 ml Khusus terapi lanjutan pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas.2 juta UI/ml. bisa diulang KELAS TERAPI. ktk 10 vial serb inj i. btl 100 tab sir 100 mg/5 ml.KELAS TERAPI.m 2.m 0. ANTIINFEKSI . NAMA GENERIK fenobarbital (Bentuk Sediaan.1. btl 250 kaps inj 50 mg/ml (garam Na).5 ml kaps 30 mg (garam Na).2 Antifilaria dietilkarbamazin 6.1 KHUSUS atropin inj i. btl 30 ml pirantel tab scored 250 mg (sebagai pamoat).Dalam label perlu dicantumkan peringatan “hanya sebagai antidot” (dosis besar).k 1 mg/ml (sulfat). btl 1000 tab inj i. d serb aktif.2. btl 250 tab scored susp 125 mg/5 ml (sebagai pamoat).v 25%.v 250 mg/vial (sebagai garam Na).1 ANTELMINTIK 4.0.m/i. btl 100 tab tab 500 mg. ktk 10 amp @10 ml 6.1. ktk 100 amp @ 2 ml lar rektal 4 mg/ml. ktk 100 amp @ 2 ml inj i. ktk 10 vial inj i. dan Kemasan) inj s. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI .1 Beta laktam amoksisilin trihidrat tab scored 500 mg. ANTIDOT dan OBAT LAIN untuk KERACUNAN 4. ktk 25 vial @ 4 ml inj i. ANTIEPILEPSI – ANTIKONVULSI diazepam inj i. . Kekuatan.Dosis 0. dan Kemasan) tab 30 mg.1 Antelmintik Intestinal mebendazol tab 100 mg. btl 30 ml kalsium folinat (leukovorin. btl 250 kaps kaps 100 mg (garam Na).Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan 6.v 5 mg/ml. btl 1000 tab tab 50 mg.v/s. ktk 10 str @ 10 tab scored sir kering 125 mg/5 ml. ktg 30 g 6. btl 1000 tab tab 100 mg. ktk 10 amp @ 2 ml 6. ktk 100 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI klorfeniramin tab 4 mg ( maleat).Terpilih untuk anafilaksis . btl 1000 tab Disediakan untuk daerahdaerah endemis filariasis. btl 1000 tab inj i.3 mg . ktk 100 amp @ 1 ml 6. ktg 0.m/i.m/i.k/i.2 ANTIBAKTERI tab scored 100 mg (sitrat). Ca) natrium bikarbonat natrium tiosulfat 4.

ktk 10 amp @ 3 ml inj i. micronized tab scored 100 mg. ktk 100 vial serb inj i.KELAS TERAPI. btl 1000 tab tab 300 mg. Kekuatan. ktk 10 str @ 10 kaps dapson klofazimin. btl 100 kaps tetrasiklin 6.v 10 juta UI/vial.2. btl 1000 kaps susp 125 mg/5 ml (sebagai palmitat).2. dan Kemasan) tab 500 mg. btl 100 tab tab 100 mg.2. NAMA GENERIK benzilpenisilin kristal fenoksimetil penisilin (penisilin V) (Bentuk Sediaan.1 Antilepra 6.2 Antibakteri Lain 6.2.v 50 mg/ml (HCl).2.4 Makrolid eritromisin prokain benzilpenisilin kaps 250 mg (sebagai stearat). 50 mg Hanya untuk tuberkulosis dan lepra. btl 60 ml pirazinamid rifampisin 6. ktk 10 str @ 10 tab sir kering 250 mg/5 ml (sebagai garam K). btl 100/1000 tab 6. ktk 10 str @ 10 tab tab 450 mg. ktk 10 str @ 10 tab serb inj 1000 mg/vial (sebagai sulfat).v 250 mg/3 ml (HCl). 75 mg tab 150 mg.2.3 Sulfa-Trimetoprim kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg kotrimoksazol DOEN II (pediatrik) kombinasi : sulfametoksazol 100 mg trimetoprim 20 mg tab. ktk 100 vial kapl 150 mg. btl 1000 tab scored kaps dalam minyak 100 mg. ktk 10 vial @ 10 ml kaps 250 mg (HCl). NAMA GENERIK sulfadiazin trimetoprim (Bentuk Sediaan. ktk 10 str @ 10 tab streptomisin kombinasi : rifampisin isoniazid Dengan kemasan khusus tab. btl 100 kaps sir 200 mg/5 ml (sebagai etil suksinat). btl 1000 tab tab 250 mg (sebagai garam K). ktk 10 str @ 10 tab tab 600 mg.m/i.1 Tetrasiklin oksitetrasiklin inj i. ktk 100 vial FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.2. btl 100/1000 tab tab 500 mg.3. btl 1000 kaps kaps 500 mg (HCl).2. btl 100 tab Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.3. 6.7 Penggunaan Khusus metronidazol tab 250 mg.m 3 juta UI/vial. btl 100 tab tab 500 mg (HCl).2. btl 100 tab tab scored 200 mg. Kekuatan.3 ANTIINFEKSI KHUSUS 6.2 Antituberkulosis etambutol isoniazid tab 250 mg (HCl). 63 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 64 .2 Kloramfenikol kloramfenikol kaps 250 mg. ktk 25 vial tab 500 mg (sebagai garam K).2. btl 100 tab tab scored 300 mg.m 1 juta UI/vial. btl 60 ml 6. btl 1000 tab tab 500 mg. btl 60 ml serb inj i. dan Kemasan) inj i. btl 100 tab scored FORMULASI RESTRIKSI Tidak untuk infeksi berat 6.2.

5 ANTIPROTOZOA 6. btl 500 tab tab scored 100 mg.1 Untuk Pencegahan klorokuin tab 150 mg (sebagai fosfat).Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan primakuin tab 15 mg (sebagai fosfat).2 Untuk Pengobatan Antimalaria DOEN kombinasi : pirimetamin 25 mg sulfadoksin 500 mg tab.2. btl 1000 tab 6. 500 mg 6. Kekuatan.5.1 Antiamuba dan Antigiardiasis metronidazol tab 250 mg. ktk 100 amp @ 2 ml kuinin 6. 75 mg.m 60 mg/ml. btl 100 tab scored tab scored 200 mg. btl 1000 tab 65 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 66 . 3 bls @ 8 tab tab 150 mg (sebagai fosfat). 500 mg tab 275 mg.5. artemether artesunat inj 80 mg/ml. btl 60 ml tab 222 mg (bisulfat). ktk 6 amp @ 1 ml inj i.000 UI/tab. 50 mg.3 Antiseptik Saluran Kemih kotrimoksazol DOEN I (dewasa) kombinasi : sulfametoksazol 400 mg trimetoprim 80 mg nitrofurantoin trimetoprim tab. Sistemik griseofulvin. btl 100/1000 tab susp 100. btl 100 tab scored tab salut 500. btl 1000 tab sir 50 mg/5ml.4. ktk 10 str @ 10 tab FORMULASI RESTRIKSI 6.5. 300 mg tab 400 mg. btl 1000 tab inj i. 500 mg 6. 250 mg.2 Antifungi.000 UI/ml. NAMA GENERIK nistatin (Bentuk Sediaan.1 Antifungi. NAMA GENERIK kombinasi : rifampisin isoniazid etambutol kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid kombinasi : rifampisin isoniazid pirazinamid etambutol (Bentuk Sediaan.2. Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. Kekuatan. 450 mg tab 75 mg.4.5.v 25% (sebagai HCl). Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional.KELAS TERAPI. btl 12 ml kombinasi : artesunat tab 50 mg amodiakuin tab 200 mg klorokuin ktk. . btl 100 tab kapl 150 mg. 150 mg. 450 mg tab 75 mg. btl 100 tab scored Untuk daerah-daerah yang terdapat resistensi terhadap klorokuin yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. btl 100 tab tab 500 mg. Topikal Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% salep. dan Kemasan) tab vagina 100. 300 mg tab 400 mg.Hanya untuk malaria yang gawat. ktk 10 str @ 10 tab 6. pot 30 g . dan Kemasan) kapl 150 mg tab 150 mg tab 400 mg FORMULASI RESTRIKSI Bentuk sediaan dan penggunaan sesuai dengan program TB paru nasional. ktk 8 vial @ 1 ml 6.000 UI/tab.4 ANTIFUNGI 6.2 Antimalaria kapl 150 mg. 2 bls @ 12 tab (kombipak) ktk. KELAS TERAPI.v/i. micronized nistatin tab scored 250 mg.3.

btl 100 ml /1000 ml serb. DISINFEKTAN dan ANTISEPTIK 13.Untuk diencerkan sampai 3%. ktk 1 amp 5 ml inj 20%. ktg 20 g Program samijaga Ditjen P2-PL.1 PROFILAKSIS dihidroergotamin (Bentuk Sediaan. terlindung dari cahaya .1 ANTIANEMI asam folat tab 1 mg.5 mg Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 67 68 . ktk 100 amp @ 1 ml povidon iodida 13. kedap udara. btl 1000 tab sir. ktk 1 vial 2 ml 9. btl 1000 tab tab salut 300 mg. btl 5 ml inj 10%. ANTIPARKINSON Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg levodopa 100 mg triheksifenidil tab. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. DARAH.3 TES KULIT tuberkulin protein purified derivative inj i.2 TES FUNGSI (Bentuk Sediaan. amp 1 ml tab 1 g. btl 1000 ml . ktk 30/100 tab tts mata 1% (garam Na). Kekuatan. btl 100 tab tab.Disimpan dalam botol dengan sumbat kaca.2 DISINFEKTAN etanol 70% kalsium hipoklorit lar 10%.2. btl inj 500 mcg/ml.2 SERANGAN AKUT ergotamin kombinasi : ergotamin kafein tab 1 mg (tartrat). tab 2 mg (HCl).5 mg (sebagai mesilat). OBAT yang MEMPENGARUHI fitomenadion (vitamin K1) tab salut 10 mg. DIAGNOSTIK 12. btl 60 ml tts.KELAS TERAPI. btl 1000 ml lar. btl 1000 ml . ANTIMIGREN 7. 13.3 Lain-lain fluoresein 7.m 2 mg/ml. btl 100 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu. btl 250 tab Diagnostik parkinsonism harus dipastikan dulu. btl 1000 ml 10. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. OBAT yang MEMPENGARUHI 10.k 1:10. NAMA GENERIK 12. besi (II) sulfat 7 H20 sianokobalamin (vitamin B12) kresol tersaponifikasi 50% (lisol) paraformaldehida cairan.Dosis untuk bayi prematur 0. btl 5 ml tts mata 2% (garam Na). ktk 10 str @ 10 tab 12. btl 1000 tab inj 10 mg/ml.1 ANTISEPTIK hidrogen peroksida cairan konsentrat. btl 100 tab lar 5%. 10. NAMA GENERIK 7. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI tab 2. ktk 1 amp 5 ml 1 mg 50 mg 12.Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg . btl 1000 tab tab 5 mg.2 KOAGULASI. Kekuatan.

2 ANTIDIABETES 16.1 GIGI dan MULUT .2 ml. btl 100 tab tab 500 mg. AKDR (IUD) copper T set / buah 16. dan Kemasan) tab 40 mg. ktk 2 tube cairan.5 mg. Kekuatan. klg 50 butir 16. ktk 20/50/100 amp @ 2 ml 16.1 Kontraseptik. btl 250 tab inj i.3.m 10 mg/ml.v/i.3.3 HORMON KELAMIN dan OBAT yang MEMPENGARUHI FERTILITAS 16. btl 100 tab Untuk puskesmas daerah tertentu Kemasan harus kedap udara 16. HORMON. btl 100 tab metformin kalsium hidroksida klorfenol kamfer mentol (CHKM) lidokain pasta. tube 10 g semprot 15% (HCl).4 HORMON TIROID dan ANTITIROID larutan lugol btl 30 ml Pemakaian harus dilarutkan dulu. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.2. inj 2% (HCl).3 Kontraseptik. Oral kombinasi : levonorgestrel 150 mcg etinil estradiol 30 mcg pil nistatin 14. btl 100 g 16.05-0.KELAS TERAPI. btl 10 g lar.2 GIGI dan MULUT.4. propiltiourasil tab scored 100 mg. Kekuatan. OBAT untuk Anestetik lokal gigi DOEN kombinasi : lidokain HCl 2% epinefrin 1 : 80. btl 100 tab tab 5 mg.5 mg.4.3.8 ml) cocoa butter 5 g ktk 120 batang set pasta. GIGI dan MULUT. ktk 100 amp @ 2 ml pasta 5% (HCl).3.000 UI/ml. Oral glibenklamida tab 2. NAMA GENERIK 15. btl 10 ml tab 0.4 Kontraseptik Sesuai dengan Program KB Nasional yang dikoordinir BKKBN. DIURETIK furosemida (Bentuk Sediaan. btl 60 ml susp 100. OBAT dan BAHAN untuk 14. btl cubicles 1x1x1 cm.1 Antidiabetes.4. BAHAN untuk bahan tumpatan sementara glass ionomer ART (Atraumatic Restorative Treatment) gutta percha points komposit resin pasta pengisi saluran akar spons gelatin lar dan serb. btl 100 ml cairan. btl 10 ml 16. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. OBAT ENDOKRIN LAIN dan KONTRASEPTIK semprot 0. btl 12 ml 16. Parenteral medroksi progesteron asetat inj depo 150 mg serb.2 Kontraseptik. btl 1000 tab 69 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 70 . btl 6 g (4. ktk 25 amp @ 2 ml FORMULASI RESTRIKSI 14.000 etil klorida eugenol fluor inj.

btl 1000 tab inj 5 mg/ml (sebagai natrium fosfat). .v 0. ktk 10 bls @ 10 tab 18. ktk 25 amp @ 2 ml tab scored 12. ktk 30 tab 18.KELAS TERAPI. btl 30 ml 17. ktk 100 amp @ 1 ml 17.5 mg. ktk 10 str @ 6 tab scored tab scored 25 mg. ktk 20 str @ 10 tab inj i. tube 5 g krim 2. ktk 1 amp 2 ml Tablet 0.5% (asetat). NAMA GENERIK furosemida (Bentuk Sediaan. OBAT digoksin tab 0.5 mg. btl 100 tab tab 0.25 mg/ml. ktk 10 str @ 6 tab/10 tab scored . cairan 25%.7.8 ANTIHIPERLIPIDEMIA simvastatin tab scored 10 mg. NAMA GENERIK 16. Kekuatan.5 mg.v 1 mg/ml (HCl).1% (sebagai valerat). tube 5 g krim 0.3 ANTIHIPERTENSI hidroklorotiazida kaptopril tab 25 mg. btl 100 tab tab scored 12. ktk 10 amp @ 1ml 18. btl 100/100 tab inj 0. serb inj 100 mg/vial(Na suksinat) ktk 100 vial @ 2 ml tab 5 mg. ktk 10 str @ 10 tab tab sublingual 5 mg. tube 5 g 17.7 SYOK.btl 60 tab 17. ktk 100 amp @ 1 ml tab 10 mg. btl 100 tab inj i. dan Kemasan) tab 0.m 10 mg/ml. OBAT TOPIKAL untuk tab 10 mg (HCl).1% (sebagai valerat). KARDIOVASKULER. tube 5 g 17. pot 30 g Untuk keadaan akut dan kronis.Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.0625 mg untuk pediatrik hidrokortison 71 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 72 . dan Kemasan) tab 40 mg. prednison Sebagai alternatif deksametason. OBAT 17.v/i.6 GAGAL JANTUNG.3 ANTIFUNGI salep. Kekuatan.5 KORTIKOSTEROID deksametason (Bentuk Sediaan.4 ANTIAGREGASI PLATELET asam asetilsalisilat (asetosal) tab 80 mg.1 % (sebagai HCl/ bitartrat).2 ANTIBAKTERI Antibakteri DOEN kombinasi : basitrasin 500 UI/g polimiksin B 10. 17. ktk 10 str @ 10 tab scored FORMULASI RESTRIKSI kaptopril hidrokortison .Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil.2 ANTIARITMIA propranolol tab 50 mg.Dapat timbul efek samping batuk. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI. KULIT. Antifungi DOEN kombinasi : asam benzoat 6% asam salisilat 3% natrium tiosulfat salep.25 mg.Dapat timbul efek samping batuk.1 Syok Kardiogenik epinefrin (adrenalin) inj i.0625 mg. .000 UI/g 18.1 ANTIANGINA atenolol isosorbid dinitrat 17. OBAT untuk 17. ktk 10 str @10 tab scored tab scored 25 mg.4 ANTIINFLAMASI dan ANTIPRURITIK betametason salep 0.

btl 10 ml Untuk lesi hipergranulasi 20.1-4 jam setelah pemakaian harus dibersihkan supaya tidak ada obat yang tertinggal. pot 30 g salep 5%. btl 500 ml lar infus 3%. btl 500 ml inj 15%. btl 25 ml lar infus 0. ktk 100 g susp 2%.1 ORAL Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0.Tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena efek teratogenik. btl 100 ml tingtur 25 %. btl 5 ml serb 2%. btl 1000 tab coal tar podofilin lar infus 5%. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari muntah 18.8 LAIN-LAIN bedak salisil liquor carbonis detergens salep mata 1% (HCl).Penggunaan hanya pada penebalan yang hebat.Pemakaian hanya di Puskesmas Perawatan natrium klorida ringer laktat 20. btl 500 ml lar infus 40%.1 ANESTETIK LOKAL tetrakain 21.58g glukosa anhidrat 2.KELAS TERAPI.5% (HCl). tube 3. dan Kemasan) salep.2 ANTIMIKROBA oksitetrasiklin lar infus. serb. karena dapat menimbulkan bahaya akibat absorbsi. Kekuatan. btl 500 ml lar infus 10%. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. NUTRISI dan LAIN -LAIN 20. .5g tts mata 15% (natrium).Tidak boleh dibawa pulang. btl 5 ml tts mata 1% (sulfat).6 KAUSTIK perak nitrat lar 20%. 100 ktg. sulfasetamida 21. OBAT untuk 21.7 KERATOLITIK dan KERATOPLASTIK asam salisilat salep 2%. amp/vial @10 ml/20 ml tts mata 0. btl 30 ml liquor .4 MIDRIATIK atropin liquor faberi tts mata 0. kombinasi : asam salisilat 2 % belerang endap 4 % 18. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI 18.30 g trinatrium sitrat dihidrat 0.70 g natrium bikarbonat 20. LARUTAN ELEKTROLIT. btl 5 ml 18. MATA. btl 30 ml susp 5%.2 PARENTERAL glukosa Perlu pengawasan khusus karena : . pot 30 g FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.5% (sulfat). btl 500 ml ktk. btl 30 ml tab 500 mg.Perlu dilakukan pemeriksaan kadar natrium .9%. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan.5 ANTISKABIES dan ANTIPEDIKULOSIS Salep 2-4.52 g kalium klorida 0. pot 30 g salep 10%. btl 5 ml 73 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 74 . Kekuatan. . .Harus diaplikasikan oleh dokter .Tidak boleh dipakai sendiri oleh pasien . vial 50 ml .3 LAIN – LAIN air untuk injeksi 21. pot 30 g lar 5 %.

ktk 100 amp @ 1 ml inj 10 UI/ml.5 mg lidokain 10 mg seng oksida 120 mg sup ad 2 g 75 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 76 . btl 15 ml/100 ml inj i. btl 1000 tab inj i. btl 1000 tab Penggunaan ½-1 jam sebelum makan untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik 23.3 ANTIHEMOROID Antihemoroid DOEN sup.1 ANTASIDA dan ANTIULKUS Antasida DOEN I kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg magnesium hidroksida 200 mg tab kunyah. btl 1000 tab inj i. NAMA GENERIK klorpromazin (Bentuk Sediaan. ktk 100 amp @ 2 ml 25. btl 1000 tab tab salut 100 mg (HCl). dan Kemasan) tab salut 25 mg (HCl). PSIKOFARMAKA 23. btl 1000 tab oksitosin 23. btl 5 ml tts mata 4% (HCl/nitrat). btl 100/1000 tab tab 2 mg.2 ANTIEMETIK dimenhidrinat tab 50 mg.Sebagai alternatif klorpromazin. btl 100 tab inj 0.m 2 mg/ml (HCl). ktk 5 amp @ 1 ml inj 50 mg/ml (sebagai dekanoat). ktk 100 amp @ 1 ml 25.Puskesmas yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa. btl 1000 tab klorpromazin tab 0.5 MIOTIK DAN ANTIGLAUKOMA pilokarpin tts mata 2% (HCl/nitrat).2 ANTIDEPRESI dan ANTIMANIA amitriptilin tab salut 25 mg (HCl).200 mg/ml. ktk 100 amp @ 1 ml FORMULASI RESTRIKSI 21.5 mg. tab salut 25 mg (HCl). ktk 10 bls @ 10 tab 23.m 25 mg/ml (HCl).KELAS TERAPI. btl 60 ml kombinasi : aluminium hidroksida 200 mg/5 ml magnesium hidroksida 200 mg/5 ml 25.m 5 mg/ml (HCl). untuk 25.m 5 mg/ml (HCl). ktk 100 sup kombinasi : bismut subgalat 150 mg heksaklorofen 2. ktk 100 amp @ 1 ml inj i. Kekuatan. Kekuatan. dan Kemasan) FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.5 mg. btl 1000 tab tab 5 mg. btl 100/1000 tab tts 2 mg/ml.m 5 mg/ml. btl 5 ml 22. ktk 100 tab tab 5 mg. btl 1000 tab inj i.1 ANTIANSIETAS dan ANTIINSOMNIA diazepam tab 2 mg.1 OKSITOSIK metilergometrin tab salut 0. OKSITOSIK dan RELAKSAN UTERUS 22. btl 100/1000 tab tab 1. SALURAN CERNA. NAMA GENERIK (Bentuk Sediaan. . ktk 100 amp @ 2 ml Antasida DOEN II susp.4 ANTIPSIKOSIS haloperidol tab 25 mg (HCl). OBAT.m 25 mg/ml (HCl).3 ANTIOBSESI KOMPULSI klomipramin 23.125 mg (maleat). ktk 5 amp @ 1 ml (long acting) . ktk 5 amp @ 1 ml inj i.

U./i.T.B./i.4 ANTISPASMODIK atropin (Bentuk Sediaan. ktk 10 amp @ 1 ml Untuk pengobatan : inj i. btl 100/1000 tab inj i. dan Kemasan) tab 1 mg (sulfat). ktk 5 amp @ 2 ml inj i.v 5 mg/ml (sebagai natrium fostat). btl 1000 tab inj i.KELAS TERAPI. SISTEM IMUN. .70 g 25. inj i.C.2 VAKSIN vaksin B.v/s. btl 1000 tab inj 0./i.B. I (khusus ular dari luar Papua) A. . OBAT untuk 26. OBAT untuk Garam oralit kombinasi : natrium klorida 0. Kekuatan.v/s. ktk 10 vial @ 5 ml inj i. dan Kemasan) tab 10 mg.m/i.k.k 0. btl 200 ml cairan konsentrat.1 ANTIASMA deksametason tab 0.3 EKSPEKTORAN gliseril guaiakolat (Bentuk Sediaan. ktk 10 vial @ 20 ml Disimpan pada suhu 2-8° C. ktk 10 amp @ 2 ml. .58g glukosa anhidrat 2.m 20.U. ktk 100 amp @ 1 ml inj i.5 mg. ktk 100 amp @ 1 ml tab 25 mg (HCl).m 1500 UI/amp.m 10.Disimpan pada suhu 2-8º C.5 DIARE.m. btl 100/1000 tab FORMULASI RESTRIKSI KELAS TERAPI.1 SERUM dan IMUNOGLOBULIN serum anti bisa ular A. btl 250 tab FORMULASI RESTRIKSI sir 25 mg/5 ml.v. klg 100 tab inj i.000 UI/vial.S) inj i. 100 ktg.52 g kalium klorida 0.Disimpan pada suhu 2-8º C efedrin epinefrin (adrenalin) serum antitetanus (A.Disimpan pada suhu 2-8° C.000 UI/vial.II (khusus ular dari Papua) serum antidifteri (A.2 ANTITUSIF dekstrometorfan tab 15 mg (HBr).k. SALURAN NAPAS. btl 60 ml tab 100 mg. ktk 5 amp @ 4 ml Harus disimpan pada suhu dibawah 5° C. OBAT yang MEMPENGARUHI 27. btl 100 ml 26. NAMA GENERIK kodein 26.6 KATARTIK gliserin obat batuk hitam (OBH) serb. btl 60 ml 27. 77 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 78 .D. tiap ktg untuk 200 ml air Diminum sedikit demi sedikit 2-3 teguk untuk menghindari i muntah 27. ktk 100 amp @ 1 ml tab 2 mg (sebagai sulfat).000 UI/amp. ktk 10 vial @ 10 ml inj i. btl 1000 tab sir 10 mg/5 ml (HBr). Kekuatan.v 10. btl 1000 ml ekstrak beladon 25.Digunakan untuk pengobat an post-exposure di daerah rabies.G.000 UI/vial.v 20.Khusus daerah tertentu .1 % (sebagai HCl/bitartrat). serum antirabies . ktk 50 amp @ 1 ml tab 10 mg. ktk 10 vial @ 5 ml .30 g trinatrium sitrat dihidrat 0. NAMA GENERIK 25.S) salbutamol Untuk pencegahan : inj i.k 1 mg/ml (sulfat). btl 100/1000 tab tab 4 mg (sebagai sulfat).m/i. ktkl 10 vial @ 4 ml 26.m 100 UI/ml. cairan.m. btl 1000 tab cairan.m.25 mg/ml (sulfat). inj i.

NAMA GENERIK vaksin campak (Bentuk Sediaan.000 UI (sebagai palmitat). btl 1000 tab tab 25 mg (HCl). btl 1000 tab tab 5. dan Kemasan) inj s. ktk 1 vial 0. SITI FADILAH SUPARI.KELAS TERAPI. 1 ml inj i. btl 50 kaps lunak retinol (vitamin A) 79 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 80 . Kekuatan.m. OBAT untuk karbogliserin tts telinga 10 %. ktk 1 vial 5 ml Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C tts. btl 1000 tab tab. btl 5 ml 29. VITAMIN dan MINERAL asam askorbat (vitamin C) tab 50 mg. TELINGA. untuk manusia Disimpan pada suhu 2-8º C Disimpan pada suhu 2-8º C MENTERI KESEHATAN inj i. Sp. btl 1000 tab kalsium laktat (kalk) piridoksin (vitamin B6) tab 500 mg.k.JP(K) 28. Kekuatan.Disimpan pada suhu 2-8º C . ktk vial 10/20 dosis serb inj s.k. btl 50 kaps lunak kaps lunak 200. NAMA GENERIK tiamin (vitamin B1) vitamin B kompleks (Bentuk Sediaan.000 UI. ktk 7 vial @ 1 dosis + 7 amp pelarut @ 2 ml Booster : ktk 5 amp @ 1 dosis + 5 amp pelarut @ 4 ml Disimpan pada suhu -20º C . HIDUNG dan TENGGOROKAN.5. I Dr.m. ktk 10 vial @ 5 ml inj i./i.dr.k. btl 1000 tab kaps lunak 50. btl 1000 tab tab 10 mg (HCl).000 UI.000 UI. dan Kemasan) tab 50 mg (HCl) . btl 50 kaps lunak kaps lunak 100.m.Digunakan untuk pengobatan pre-exposure dan pre-exposure di daerah rabies. ktk 10 vial (10 dosis) @ 5 ml inj 20 mcg/ml. btl 1000 tab FORMULASI RESTRIKSI vaksin hepatitis B rekombinan vaksin jerap difteri tetanus (DT) vaksin jerap difteri tetanus pertusis (DTP) vaksin jerap tetanus (tetanus adsorbed toxoid) vaksin polio vaksin rabies. ktk 10 vial @ 5 ml FORMULASI RESTRIKSI Disimpan pada suhu 2-8º C KELAS TERAPI.

btl 100 tab tab 200 mg. tube 5 g jeli 2. PENGURANGAN (. PERUBAHAN FORMULASI 1 alprazolam LAMPIRAN I 2 amalgam perak amfoterisin*) amilorid amiodaron tab 0. btl 5 ml − − + − + DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN 3 4 5 6 artesunat + − Pindah sub kelas terapi 7 8 asam triklorasetat asetazolamida 9 10 11 atrakurium benzilpenisilin benzoil peroksida + − − + + 12 13 besi (II) sulfat 7H2O betametason Daftar Obat Esensial Nasional 2008 81 .v. Kemasan) PENAMBAHAN (+).v.5%. ktk 30 tab inj 150 mg/3 ml.m 60 mg/ml. Kekuatan Sediaan. i.). ktk 10 vial + 10 amp air untuk injeksi @ 5 ml inj 25 mg/2. ktk 6 amp @ 3 ml inj i. vial 50 mg tab 5 mg (HCl). btl 1 oz inj. tube 5 g jeli 5%. ktk 10 str @ 10 tab serb 65 . ktk 8 vial @ 1 ml kristal. ktk 10 str @ 10 tab tab 0.m/i.5 mg.v/i. btl 60 ml tts mata 1mg/ml (natrium).5 ml. btl 100 tab serb inj i.25 mg.5 ml salep mata 1000 UI/g. ktg tab 250 mg. amp 2. 500 mg/vial (sebagai garam Na). tube 5 g tts.DAFTAR OBAT DALAM DOEN 2005 YANG MENGALAMI PERUBAHAN NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan..75%.

).v. ktk 5 vial 20 ml inj 100 UI/ml. btl 90 tab tab 600 mg. Kekuatan Sediaan. ktk 5 amp @ 2 ml inj. 2mg/ml.25% (HCl). ktk 30 tab kap/tab 20 mg. btl 500 ml semprot tab scored 100 mg (sitrat).0625 mg.m. ktk 5 amp @ 1 ml 42 − − − − Perubahan bentuk garam 26 edrofonium efavirens 43 44 gameksan Garam Oralit I 28 45 46 gentian violet haloperidol 29 30 enfluran etakridin (rivanol) 82 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 83 . PENGURANGAN (. btl 250 ml lar 0. btl 500 ml lar infus 5 %. btl 1000 tab tab 0. btl 30 ml serb. amp 1 ml kap/tab 10 mg.m. ktk 5 amp @ 1 ml inj i. PENGURANGAN (.m. btl 100 g 33 34 35 36 37 39 40 etonogestrel fenitoin fenobarbital fenol cair fentanil fitomenadion (vitamin K1) fluoksetin − + + − Perubahan bentuk kemasan + + bentuk sediaan dan kekuatan tidak dicantumkan 23 24 25 diloksanid dinatrium edetat dobutamin + − + − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − 41 fraksi protein plasma (termasuk fibrinogen) framisetin kasa steril 1% (sulfat). 0. Kemasan) PENAMBAHAN (+).m. 10 mg/ml (klorida). ktk 1 amp 10 ml kaps 250 mg. vial 10 ml inj i.35%. btl 5 ml inj 50 mg/ml. PERUBAHAN FORMULASI NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. ktk 1 amp @ 2 ml tab 500 mg (furoat) tts mata 0.v.96 ml (setara dengan 0. tiap ktg untuk 1000 ml air lar 1%. 100 ktg.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. 1 ml mengandung 0. btl 30 tab cairan ih.25 mg. btl 10 ml inj i. Kekuatan Sediaan.). ktk 10 lbr krim 1%. 2 mg/ml (HCl). btl 300 ml serb.a. ktk 30 tab − 32 etoksuksimid − 16 17 18 19 20 21 22 set / buah serb inj 50 mg (HCl) lar infus 6%./i. btl 100 tab inj 0.48 g iodium). PERUBAHAN FORMULASI 14 15 bupivakain campuran insulin regular : intermediate (30 : 70) copper T daunorubisin dekstran 70 dekstrose desmopresin dietilkarbamazin digoksin inj infiltr 0. ktk 1 vial 10 ml − + + + − + Perubahan bentuk sediaan Perubahan kekuatan sediaan + 31 etil ester dari oleum papaveris teriodisasi (oleum iodatum) inj i. Kemasan) PENAMBAHAN (+). ktk 10 vial @ 10 ml tab 200 mg. btl 100/1000 kaps sir 250 mg/5 ml. 5 mg/ml (HCl). vial 5 ml inj 25 mg/ml.v. btl 100 tab tab 0. i.05 mg/ml (sitrat).25 mg/ml.1 %./i. btl 60 ml implan 1 rods (3 th) sirup 50 mg/5 ml tab 50 mg btl 10 ml inj i.

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

47 48 49 50 51

hidroklortiazid hidrokortison hidrokortison hidrokortison asetat human tetanus imunoglobulin insulin intermediate insulin regular iodium isofluran isoprenalin

tab 25 mg, btl 1000 tab tab 10 mg krim 1% (asetat), tube 5 g tts mata 1%, btl 5 ml inj i.m 500 UI, vial

+ + − − + − − − + − +

66

klormetin

serb inj 10 mg/vial (HCl), ktk 1 vial tab 25 mg, ktk 50 tab tab 50 mg, ktk 50 tab tab 10 mg (fosfat), btl 250 tab

− +

67

klozapin *)

68

kodein

Perubahan kekuatan sediaan dan bentuk kemasan − +

52 53 54 55 56

inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 40 UI/ml, ktk 1 vial 10 ml inj 480 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml cairan ih, btl 250 ml inj 1mg/ml (HCl), ktk 1 amp 2 ml sirup 100 mg/5 ml, btl 120 ml tab 100 mg (kunyah) serb aktif, ktg 0,5 kg sup 100 mg tab 50 mg (sitrat), btl 10 tab tab 10 mg (HCl), btl 250 tab tab 2 mg tts telinga 3 %, btl 5 ml lar 1,5 % (glukonat), btl 2,5 l lar 4,0 % (glukonat), btl 2,5 l lar 0,2% (glukonat), btl 2,5 l

69

kolkhisin

tab 500 mcg, ktk 3 str @ 10 tab tab, ktk 30/100 tab

70

kombinasi : ergotamin 1 mg kafein 50 mg kombinasi : ekst. apii herba

71

kapsul 92 mg

57

karbamazepin

72 73

komposit resin kuinidin

set tab 200 mg (sulfat), btl 100/1000 tab infus, btl 500 ml

+ − + − − − − − −

58 59 60 61 62 63 64 65

karbon aktif ketoprofen klomifen klomipramin klorambusil kloramfenikol klorheksidin klorheksidin

Perubahan nama obat + − − + − − +

74

lar. nutrisi : glukosa 4% + NaCl 0,18% larutan nutrisi DOEN I larutan nutrisi DOEN II larutan nutrisi DOEN III larutan nutrisi DOEN IV larutan nutrisi DOEN V levamisol

75 76 77 78 79 80

infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml infus, botol 500 ml tab 50 mg (HCl), ktk 4 bls @ 9 tab

84

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

85

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

81 82 83 84

levertran levonorgestrel levonorgestrel lidokain

salep kulit 5% pil 75 mcg, 150 mcg implan 6 rods (5 th) inj 5% + glukosa 7,5 %, amp 2 ml inj 1% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 30 ml inj 2% (HCl) + epinefrin 1 : 200.000, ktk 10 vial @ 20 ml liquor ditambah mentol 0,1% liquor ditambah mentol 0,5% larutan

− − − + −

95

(dl) metilfenidat *)

tab regular release 10 mg kaps extended release 20 mg tab 4 mg, btl 100 tab

+ − Perubahan sub kelas terapi dan komposisi obat ditulis lengkap.

96 97

metil prednisolon

85

lidokain

metilselulosa, diubah menjadi lar 2 %, btl 5 ml metilselulosa, kombinasi : hidroksipropil metilselulosa 5 mg 1 mg dekstran (70) 2 mg gliserin benzalkonium klorida 0,01% b/v metoklopramid sir 5 mg/5 ml, btl 50 ml tts 0,1 mg/tts, btl 10 ml inj i.v. 1 mg/ml inj i.v. 5 mg/ml inj 1,4 % isotonik krim 20 mg/g, tube 5 g inj, vial tab 500 mg, btl 100 kaps tab 100 mg inj 4 mg/ml, amp 2 ml tts telinga, btl 5 ml

98 − 99 + 100 101

+ + + − + − + + −

86

liquor faberi

midazolam

87

liquor veilli; kombinasi : asam salisilat 0,1 % boraks 0,5 % gliserin 10 % lisinopril

natrium bikarbonat natrium fusidat natrium nitroprusid neomisin nikotinamid norepinefrin Obat telinga DOEN kombinasi : neomisin sulfat 500 mg polimiksin B sulfat 1 juta UI/100 ml pankuronium parasetamol pasta devitalisasi (non arsen)

88

tab 5 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 10 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 20 mg, ktk 3 str @ 10 tab tab 200 mg, ktk 10 str @ 10 tab tab cairan, kemasan sesuai kebutuhan lar infus 20%, btl 500 ml tab 2 mg inj i.m 250 mg/ml, ktk 25 vial @ 10 ml ktk 100 amp @ 2 ml

102 103 104

89 90 91 92 93 94

litium karbonat lopinavir lotio kummerfeldi manitol melfalan metampiron

Perubahan kekuatan sediaan + − − + −

105 106

107 108 109

inj i.v. 2 mg/ml (bromida), ktk 10 amp @ 2 ml sup 120 mg sup 240 mg pasta, btl

− + −

86

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

87

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

NO

NAMA GENERIK

FORMULASI (Bentuk Sediaan, Kekuatan Sediaan, Kemasan)

PENAMBAHAN (+), PENGURANGAN (- ), PERUBAHAN FORMULASI

110 111 112 113

pasta iodoform patent blue V perak nitrat perfenazin

pasta inj s.k. 2,5%, ktk 1 amp 2 ml lar 40%, btl 10 ml tab 4 mg (HCl), btl 100/1000 tab tab 16 mg (HCl), btl 100/1000 tab krim 5%, tube tab 10 mg (bromida), ktk 10 str/bls @ 10 tab cairan, btl 10 ml / 50 ml

− − − −

125

retinol (vitamin A)

tab 5000 UI, btl 50 tab kaps lunak 100.000 UI, btl 50 kaps lunak inj 100.000 UI/ amp, ktk 100 amp 1 ml inj dalam minyak 100.000 UI/amp (sebagai palmitat), ktk 100 amp @ 2 ml inj i.v 10 mg/ml, vial 5 ml inj 1 gr, vial, ktk 2 vial inj 1 gr, vial, ktk 2 vial serb dan cairan, set 30 g btl 1 set cairan, btl 100 ml lembar 5 x 7 x 1 cm tab 30 mg, btl 60 tab tab 40 mg, btl 60 tab inj 50 mcg/ml (sitrat), ktk 5 vial @ 5 ml serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial serb inj iv/i.m 500 mg/vial (klorida), ktk 10 vial kap 50 mg, ktk 10 str @ 10 kap tab 200 mg, ktk 2 str @ 10 tab inj 100 mg/ml, ktk 100 amp 1 ml

+

126

retinol (vitamin A)

114 115

permetrin piridostigmin polikresulen (kondensasi metakresol sulfonat dan metanal) prednisolon

+ −

127 128 129

rokuronium sefazolin seftriakson semen seng fosfat

+ + + − − − Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan − − Perubahan nama obat

116

Pindah kelas terapi

130

117

tts mata 0,5%, btl 5 ml salep mata 1%, tube 3,5 g cones, btl 100 butir inj 100 mg/ml (HCl) tab 40 mg inj dalam minyak 500-600 mg/ml, ktk 1 amp 20 ml tab 100 mg, btl 1000 tab

− − − + −

131 132 133

sirop timi majemuk spons gelatin stavudin

118 119 120 121

preparat sulfa prokainamida propanolol propiliodon propiltiourasil

134

sufentanil

135 Perubahan kekuatan sediaan − 137 − 138

suksametonium suksinil kolin

122

136

123

propranolol

tab 10 mg, ktk 100 tab tab 40 mg, ktk 100 tab tab 0,10 mg, btl 1000 tab tab 0,25 mg, btl 1000 tab

sulpirid

− −

124

reserpin

tiamin (vitamin B1)

88

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

Daftar Obat Esensial Nasional 2008

89

v. ktk 1 vial serb inj 10 mg/vial (bromida). btl 5 ml inj i.NO NAMA GENERIK FORMULASI (Bentuk Sediaan. Kemasan) PENAMBAHAN (+). btl 100 tab tab 100 mg. ktk 10 vial @ 10 dosis + 10 amp pelarut @ 5 ml tab 250 mg (garam Na). btl 120 ml serb inj. ktk 25 amp tts mata 1%. btl 50 tab sir 250 mg/5 ml (garam Na). btl 50 tab tab 500 mg (garam Na). btl 100 tab 143 144 vankomisin + − Perubahan kekuatan sediaan Perubahan sub kelas terapi dan bentuk sediaan 145 146 147 vekuronium warfarin zidovudin 90 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 1000 mg/amp (garam Na) (untuk dilarutkan dalam 20 ml air injeksi). 500 mg/vial.k. PERUBAHAN FORMULASI 139 tiopental serb inj i.). ktk 1 vial 25 ml − 140 141 tropikamida tuberkulin protein purified derivative vaksin meningokokus polisakarida A + C valproat − − − LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 142 serb inj. PENGURANGAN (. ktk 20 vial tab 2 mg (garam K). Kekuatan Sediaan. 1:10.

Susunan Organisasi. b. f. pola penyakit. Anggota Anggota bertugas memberikan masukan yang diperlukan dalam rangka evaluasi DOEN 2005 dan usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dalam DOEN 2008. 72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 No. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. perlu dibentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan DOEN 2008 dengan Keputusan Menteri Kesehatan. c. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 239/MENKES/SK/III/2008 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS REVISI DOEN) 2008 Pertama : MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Membentuk Komite Nasional Revisi dan Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional 2008 (KomNas DOEN) dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. Pelaksana Pelaksana bertugas menginventarisasi data. Konsultan Konsultan bertugas memberikan masukan teknis / ilmiah yang diperlukan tim ahli. d. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 82. 7. Masa tugas KomNas DOEN terhitung mulai tanggal ditetapkannya keputusan ini sampai dengan akhir tahun 2008. Ketiga Keempat : : 4. Kelima : 91 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 92 . Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Peraturan Pemerintah No. tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tim Ahli dan Konsultan bersama-sama memberikan dukungan teknis/ilmiah kepada Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam penerapan DOEN secara nasional serta membantu Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional dalam penerapan kebijakan DOEN. finalisasi DOEN 2008 dan penyebarluasannya. 3781). ketersediaan obat esensial yang aman. tambahan Lembaran Negara RI No. Fungsi. e. Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Kedua : b. d. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Dalam melakukan tugasnya KomNas Revisi DOEN bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.138. 3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 189/MENKES/SK/III/ 2006 tentang Kebijakan Obat Nasional. bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang obat dan kedokteran. dan Tata Kerja Kementerian Negara RI. mempersiapkan prosedur dan pedoman pelaksanaan. melaksanakan rapat-rapat teknis dan sidang pleno. 2. Revisi DOEN 2005 dilaksanakan selama tahun 2008. program kesehatan serta perbaikan status kesehatan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan dibidang kesehatan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) perlu direvisi. c. serta melaporkan hasil kegiatannya 1 (satu) bulan setelah berakhir masa kerjanya. bahwa sesuai hal tersebut pada huruf (a) perlu didukung dengan pembinaan penggunaan obat yang rasional. Tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE NASIONAL REVISI DAN PENYUSUNAN DAFTAR OBAT ESENSIAL NASIONAL (KOMNAS DOEN 2008). bahwa dalam rangka revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008. Tugas KomNas DOEN sebagai berikut : a. Pengarah Pengarah bertugas memberikan pengarahan dalam rangka revisi dan penyusunan DOEN 2008 sesuai dengan peraturan yang berlaku. melaksanakan pendokumentasian. Tim Ahli Tim Ahli bertugas melakukan evaluasi obat dalam DOEN 2005 dan menilai usulan obat yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari/ ke dalam DOEN 2008. Peraturan Menteri Kesehtan RI Nomor : 1575/Menkes/Per/ XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI. tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 6. bermanfaat serta bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup merupakan tanggung jawab pemerintah seperti di amanatkan dalam Kebijakan Obat Nasional (KONAS). mempersiapkan usulan rancangan DOEN 2008. Mengingat : 1.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Dalam Negeri Kepala BAPPENAS Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Para Eselon I di lingkungan Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di seluruh Indonesia Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Vertikal Departemen Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia Yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya 93 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 94 . 5. SITI FADILAH SUPARI. 8. SpJP(K) Salinan Keputusan ini disampaikan kepada : 1. 6. 7. 9. 3. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan kembali atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapannya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keenam : Biaya penyusunan KomNas DOEN dan seluruh kegiatan revisi dan penyusunan DOEN 2008 dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional Tahun 2008. dr. 4. 2. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ketujuh : Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr.

9. Sekretariat : 1. 5.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pelaksana : Ketua Sekretaris Sekretaris I Anggota : : : : Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Zorni Fadia (Dokter umum) Dita Novianti (Apoteker) LAMPIRAN III DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1. SpJP(K) 95 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 3. Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Surveilans Epidemiologi. Imunisasi dan Kesehatan Matra Kasubdit Standardisasi dan Bimbingan Teknis Penggunaan Obat Rasional Kasubdit Promosi Penggunaan Obat Rasional Erie Gusnellyanti Liza Fetrisiani Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 5 MARET 2008 MENTERI KESEHATAN I Dr. 2. 8. 7. 2. dr. 5. SITI FADILAH SUPARI. 6. 4. 10. 6. 3. 4.

Prof.MedSc. Apt. Dr. PhD. Banten Ditrektur RS Sumber Waras. Djakaria. Asril Aminullah. Dr.Biomed dr. Sarwono Waspadji. DR. Indofarma Direktur Utama PT. Irawan Mangunatmadja. M. Prof. Padang Direktur Utama PT. Engko Sosialine.A. MARS Dra. Inge Sutanto Prof. S. dr. Jakarta Ketua Pusat Ikatan Dokter Indonesia Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Ketua Persatuan Ahli Farmakologi Indonesia Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Ketua Persatuan Ikatan Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi Indonesia Prof. Gunawan Darmansjah. dr. dr. Silvia Desiree. Rianto Setiabudy. Karyadi. Semarang Direktur RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Direktur RS. SpA (K) dr. Robert Reverger. Abdullah Akhmad. Arini Setiawati.DAFTAR PESERTA PEMBAHASAN TEKNIS DAN RAPAT KONSULTASI DOEN 2008 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan AlKes Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan Sekretaris Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional Direktur Bina Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktur Bina Kesehatan Anak Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Direktur Surveilans Epidemiologi. Abdul Muthalib. Pekanbaru Direktur RSUP Sanglah. SpPD (K). Sardjito. dr. Dr. Dede Gunawan. dr. dr. MSi Dita Novianti. Dettie Yuliati. Siloam Karawaci. Makasar Direktur RSU Dr. SpKJ (K) dr. SpA (K) Prof. M. Sri Rezeki S. SpPD (K) Prof. Jakarta Ditrektur RSU Husada. SpS (K) dr. Bambang Sudarmanto. dr. Tangerang Direktur RSUD Arifin Achmad. Dr. Djamil Padang Direktur RSU Ulin Banjarmasin Direktur RSUPN Cipto Mangunkusumo Direktur RSUP Hasan Sadikin Bandung Direktur RSUP Muh. Sri Suryawati dr. Prof. dr. Atie W. SpAn. Prof. Apt. Surabaya Direktur RSU Kab. Riawan Dra. Solo Direktur RS dr. Kartono Muhammad dr. Hussein Palembang Direktur RS dr. dr. SpRad (K). Soekandar. Kimia Farma Direktur Utama PT. dr. Moewardi. SpFK. Prof.Si. Imunisasi & Kesehatan Matra Direktur Bina Gizi Masyarakat Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Direktur RSU Dr M Yunus Bengkulu Direktur RSU DR. Prof. Hanafi Trisnohadi. Iwan Darmansjah. Omo Abdul Madjid. Sp. Phapros Direktorat Kesehatan TNI-POLRI Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nangroe Aceh Darusalam Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Papua Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karang Anyar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Surakarta Kepala Puskesmas Pajang. Jiwa Cimahi Direktur RSUD Wahidin Sudirohusodo Mojokerto-Jatim Direktur RSU dr. SpFK. Surakarta Kepala Puskesmas Kecamatan Tebet. PhD. MM 97 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 98 . SpFK. SpOG. dr. Prof. SpOG. SpA (K) drg. dr.Denpasar Direktur RS. Nugroho Kampono.Soetomo. Pinky F. Jakarta Ditrektur RSU Yos Sudarso. Yogyakarta Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo. Iwan Dwiprahasto. Zorni Fadia dr. dr. SpKJ(K) Prof. Dr. Hadinegoro. SpKGA DR. M. dr.

Dara Amelia. Apt. Apt. Apt. S. dr.Si. Drs. Djentot Fibihanindyo Putro Dra. Suhata Awan Yurianto Suprihandoyo Prihadi Mulyono Anwar Wahyudi Nofiyanti Mulyati LAMPIRAN IV PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA/WAKIL KETUA/ANGGOTA TIM AHLI/ANGGOTA KONSULTAN *) 99 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Ema Viaza. Rohayati Rahafat. Dra.98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Erie Gusnellyanti.Si. Apt. S.

... Bersedia menjadi Ketua / Wakli Ketua / Anggota Tim Ahli / Anggota Konsultan*) dalam KOMNAS DOEN......... Bersedia menghadiri rapat-rapat pembahasan teknis revisi DOEN.... Nama Alamat : : LAMPIRAN V SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dengan ini menyatakan : 1..PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI KETUA / WAKIL KETUA / ANGGOTA TIM AHLI / ANGGOTA KONSULTAN *) Saya yang bertandatangan di bawah ini... 2.. ( ) *) Coret yang tidak perlu 101 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Konflik Kepentingan terlampir.... . 3............... Jakarta....

Tidak ada keluarga dari anggota KomNas yang memiliki. 1. Anggota KomNas Tanggal *) Coret yang tidak perlu 103 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 104 . organisasi keagamaan dimana ia tidak menerima kompensasi apapun atau sepanjang organisasi tersebut tidak mempengaruhi pandangannya sebagai anggota KomNas. maka yang bersangkutan harus memberitahukan kepada Ketua Tim Ahli atau Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional sebelum setiap kegiatan revisi dan tidak ikut serta dalam pelaksanaan pengambilan keputusan. lisan. 6. Untuk itu perlu adanya kesediaan seluruh anggota KomNas DOEN untuk mempelajari dan menandatangani dokumen pernyataan berikut apabila sudah menyetujuinya. Anggota KomNas tidak meminta atau menerima uang atau apapun yang bernilai dari seseorang atau organisasi baik secara langsung atau tidak langsung dalam jumlah sedemikian yang mungkin dapat mempengaruhi subyektivitas revisi atau hasil penilaian. Anggota KomNas tidak menyampaikan informasi yang dihasilkan dari pertemuan resmi kegiatan revisi dengan cara apapun dan alasan apapun tanpa persetujuan dari Ketua Tim Ahli dan anggota KomNas yang lain. Anggota KomNas diperbolehkan untuk terlibat sebagai petugas atau anggota badan dari organisasi sosial. 5. 3. memiliki kepentingan atau bekerja pada perusahaan atau fasilitas lain yang berada di bawah pengawasan anggota KomNas. Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan : : Ketua / Wakil Ketua / Anggota Tim Ahli / Konsultan*) KomNas DOEN Dengan ini menyatakan bahwa saya : Memahami dan akan mematuhi pernyataan yang tertera di atas. Jika dalam melaksanakan tugas sebagai anggota KomNas mempunyai konflik atau resiko konflik kepentingan. 4. mengendalikan. Anggota KomNas tidak bertindak sebagai wakil resmi dari suatu badan untuk mempresentasikan baik berupa tulisan. menjalankan.SURAT PERNYATAAN KONFLIK KEPENTINGAN Dalam rangka Revisi Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) diperlukan adanya jaminan bahwa tidak akan ada konflik kepentingan anggota Komite Nasional DOEN (disingkat : KomNas DOEN) yang dapat mengganggu keputusan yang dibuat. peragaan atau menampilkan sesuatu yang mungkin dapat menguntungkan secara finansial/material bagi dirinya. 2.

LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 NO 1 Ringkasan Alasan Penarikan Hubungan dengan masalah masyarakat Perbandingan dengan obat yang sejenis dalam DOEN Sifat farmakologi Bukti efektivitas Bukti keamanan Rasio manfaat terhadap biaya Formulasi Penggunaan obat ini dalam pedoman internasional Peraturan yang mendukung pengurangan obat ini Rekomendasi Daftar Pustaka KETERANGAN LAMPIRAN VI FORMAT KAJIAN USULAN PENAMBAHAN / PENGURANGAN OBAT PADA DOEN 2008 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 105 .

PENGUKEKUATAN NO KELAS TERAPI NAMA OBAT BAHAN RANGAN BUKTI ILMIAH PENDUKUNG *) INDEKS Keterangan: *) Berdasarkan literatur / acuan / pustaka terpercaya *) Dilampirkan literatur / acuan / pustaka terkait …………………. Cap Dinas / tanda tangan Nama terang NIP. 106 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 ..200.REKAPITULASI USULAN REVISI DOEN 2008 Usulan dari Nama Instansi Alamat lengkap No Telp/Fax : : : PERUBAHAN BENTUK SEDIAAN KEMASAN DAN PENAM.

48 daunorubisin. 72. 46 hidroksipropil metilselulosa. 48 coal tar. 48 diazepam. 40. 55 amiodaron.T. 33. 26. 25. 40. 29. 68 etil klorida. 55. 46. 33. 72 biru metilen. 25. 42. 77 azatioprin. 76 amfoterisin.S. 22. 25. 65. 24. 56. 34. 68 hidroklortiazida. 75 dietilkarbamazin. 31 hemodialisa DOEN. 78 A. 59 aluminium hidroksida. 77 epinefrin. 48. 72. 73 benserazid. 77 dekstrometorfan. 64. 26. 67 flufenazin. 35 dapson. 38 basitrasin. 33 asparaginase. 46 asam salisilat. 61. 51 fluoksetin. 79 DTP. 69 barium sulfat. 74. 69 etinilestradiol. 29. 32. 48. 57. 77 glukosa. 50.D. 76 antibakteri DOEN. 28 doksorubisin. 31. 50 human tetanus immunoglobulin. 58 ergotamin. 69 cairan intralipid. 43. 60 digoksin. 67 asam retinoat. 67 eritromisin. 51. 34 B bahan kontras media DOEN. 27. 74. 50. 77 air steril bebas pirogen. micronized. 42. 46. 69 atropin. 53. 32. 34 deferoksamin.I. 34 atenolol. 22. 76 antimalaria DOEN. 59 107 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 108 . 41. 21 fenitoin. 35 eugenol. 79 asam benzoat. 74 albendazol. 60. 50 benzatin benzilpenisilin. 50. 50 dekstrose. 48 heparin. 40. 26. 45 DT. 41 hidrokortison. 54 bismut subgalat. 56. lihat adrenalin ergokalsiferol. 55. 27 diloksanid. 43. 69 fluoresein. 58. 31. 61. 49. 51 fluor. 21 fitomenadion. 41. 60. 70. 42 etoposid. 71. 79 fenobarbital. 43. 37 hidrogen peroksida. 34 boraks. 37 fenilbutason. 53. 54. 61. 41 gliseril guaiakolat. 49 glass ionomer art . 70 glipizid.S . 68 fluorourasil. 42 homatropin. 77 ekstrak beladon. 54. 44. 54. 66 antiparkinson DOEN. 54. 62 difenhidramin. 23. 54. 29. 69 antasida DOEN I. 75 halotan. 39. 22. 60. 76 antasida DOEN II. 34. 43 amitriptilin. 52 atraumatic restorative treatment. 37 air untuk injeksi. 47.B. 35 dopamin. 72 bedak salisil. 49 aminofilin. 21. 69 E efavirens. 55. 41 DG ana lihat darrow glukosa ana dialisa peritoneal DOEN. 56 hydroxy ethyl starch. 53. 54. 36. 61 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 I Ibuprofen . 32. 36. 72 asam folat. 33 efedrin. 41. 66 artesunat. 32 diltiazem HCl. 44 dobutamin. 24. 32. 78 A. 43. 78 gliserin. 77 gentamisin. 55 bupivakain. 78 adrenalin. 37 faktor IX kompleks. 23. 77 griseofulvin. 55. 78 A. 27. 71 asam askorbat. 62 anestetik lokal gigi DOEN. 37 furosemida. 52. 73 copper T. 37 C CHKM. 71 atrakurium. 40. 41. 74 glukosa anhidrat. 49 busulfan. 46. 75 amodiakuin tab. 57. 70 D dakarbazin. 63 fentanil. 76 disopiramida. 60. lihat atraumatic restorative treatment glibenklamida. 67 benzalkonium klorida. 48 darrow glukosa half strength. 50 asetosal. 71. 77 dekstran . 32. 62 fenoksimetil penisilin. 34 daktinomisin. 41. 74. 69 H haloperidol.U. 46. 45. 46. 67 betametason. 72 antihemoroid DOEN. 56. 76 bleomisin. 25 artemether. 36. lihat asam asetilsalisilat asiklovir. 46. 54.INDEKS A A. 30. 22. 64 darrow glukosa ana. 39. 64 estrogen terkonjugasi. 67 apomorfin. 56. 36. 48. Na. 53. 46 budesonid. 72 antifungi DOEN. 65. 73 belerang endap. 72. 62 ampisilin. 23. 24 deksametason. 47. 51. 46. 43 dimenhidrinat. 23.B. 67 dikloksasilin.U. 48 desmopresin. 71 dihidroergotamin. 38 bahan tumpatan sementara. 35 F faktor VIII. 42 etambutol. 27 benzilpenisilin kristal. 66 amoksisilin trihidrat. 59. 56. 73 asetazolamida. 65. 45. 65 etanol 70%. 47. 40.II. 36. 45. 50 hidroksi progesteron. 63 besi (II) sulfat 7 H20. 47. 45 doksisiklin. 45. 72 G garam oralit. 49. 26 alopurinol. 24 bisakodil. 65 gutta percha points. 23 heksaklorofen. 76 heksamin mandelat. 21. 32. 50. 35 fraksi protein plasma. 66 asam asetilsalisilat. 44. 31. 40.

35 metronidazol. 79 piridostigmin. 43. 32. 70 metil tionin klorida. 77 komposit resin. 26. 73 liquor faberi. 30. 71 kotrimoksazol DOEN I. 33 klozapin. 52 P paraformaldehida. 61 manitol. 44 metilergometrin. 55. 61 kalsium glukonat. 66. 77 natrium kromoglikat. 39 natrium diklofenak. 31. 46 morfin. 38 natrium klorida. 52 kodein. 23 propranolol. 57. 21. 40 klorokuin. 56.B. 70 larutan nutrisi. 66 probenesid. 65 nitrogen oksida. 49. 28. lihat heksamin mandelat metformin. 49 larutan nutrisi DOEN. 23. 26. 24. 40 natrium iopodat. 63. 53 nevirapin. 26 prednisone. 37 penisilin V. 37 M magnesium hidroksida. 60 oksimetazolin. 21. 38 meglumin natrium amidotrizoat. 46. 22. 69. 51. 49. 74. 38. 51. 24. lihat kalsium folinat levodopa. 74 risperidon. 49. 43 norepinefrin. 38 ioheksol. 22. 42. 28 kresol. 22. 24. 72 natrium tiroksin. 24. 73 liquor veilli. 28. 35 merkaptopurin. 33. 44 natrium tiosulfat. 71 protamin sulfat. 51 lopinavir. 42. 41. 65. 74. 41. 22. 40. 76 sefazolin. 51. 64 klomipramin. 38. lihat kresol tersaponifikasi litium karbonat. micronized. 75 pirantel. 39. 29 klofazimin. 66 klorpromazin. 27 seftriakson. 32. 77 salep 2-4. 23 nitrogliserin. 49 leukovorin. 42. 23 isoniazid. 48. lihat biru metilen metildopa. lihat A. 53 retinol. 60 ketokonazol. 44 lisol. 59 pasta pengisi saluran akar. 24. 25. 48. 79 rifampisin. 66 podofilin. 64. 59 prokain benzilpenisilin. 68 parasetamol. lihat OBH oksigen. 39 metampiron. 78 obat batuk hitam. 31. 44. lihat A. 65 piridoksin. 37 kalsium folinat. 25 karbon aktif. 61. 40. 33 J - K kafein. 58 iofendilat. 23. 48. 74 oksitosin. 39 metenamin mandelat . 24 natrium aminohipurat. 21 klindamisin. 76 liquor carbonis detergens.idoksuridin. 22. 43. 62 medroksi progesteron asetat. 68 prazikuantel. 75 R ranitidin. 74 natrium bromsulftalein. 28. 54. 41. 73 seng oksida. lihat kalk kaptopril. 47. 72 karbamazepin. 68 kalsium laktat. 73 poligelin. 47. 33. 31 ketoprofen. Ca. 38 isofluran. 67 levonorgestrel. 46 petidin. 66 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 Q - O OBH. 79 kalsium. 60 N nalokson. 43. lihat fenoksimetil penisilin perak nitrat. 69 permetrin. 69 nitrofurantoin. 31. 65 isosorbid dinitrat. 47. 61 karbogliserin. 76 magnesium sulfat. 40. 23. 51. 30. 45. 30. 44. 38. 33 nifedipin. 29. 36. 44. 49 insulin intermediate. 50 natrium nitropusid. 69 pengganti plasma DOEN. 47. lihat CHKM klorheksidin. tersaponifikasi. 43 neostigmin. 57 oksitetrasiklin. 58. 58 kalsium hidroksida. 37. 63 kotrimoksazol DOEN II. 54. 71 primakuin. 23 mikonazol. 49. 50. 40. 67 kalium klorida. 40. 39 polimiksin B. 60. 35 metakresol sulfonat. 40.D. 25. 40. 37 polikresulen. 43. 52 metoklopramid. 64. 64. 40 serum anti bisa ular. 52 rokuronium. 32. 58. 42 L lamivudin. 56. 35 propiltiourasil. 54. 63 prokarbazin. 28. 62 pirazinamid. 45 noretisteron. 58. 46 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 S salbutamol. 54. 31. 46 lisinopril.S 109 110 . 66 midazolam. 44 klorambusil. 77 kalk. 33 larutan lugol.I serum antidifteri. 39 melfalan . 42 iodium. 27 senyawa klor. 43. 64. 71. 59 natrium hipoklorit. 75 (dl) metilfenidat. 35 kloramfenikol. 59 metanal. 61 klorfenol kamfer mentol. 32. 34.70 meglumin amidotrizoat. 44 nikotinamid. 54 metotreksat. 57. 79 ketamin. 48. 68 kuinin. 69 kalsium hipoklorit.U. 32. 30. 73 perak sulfadiazin. 39 natrium bikarbonat. 75 klonidin. 31. 63 kotrimoksazol DOEN III . 58 nistatin. 27. 47. 70 propofol. 38 iopamidol. 32. 63 klorfeniramin. 46. 72 povidon iodida. 34. 70 lidokain. 53 pirimetamin. 35. 42 insulin regular. 65 ringer laktat. 53. 21. 49 mebendazol. 59 pilokarpin.

29. 79 timolol. 44 vinblastin. 74 tetrasiklin. 65 trinatrium sitrat dihidrat. lihat sianokobalamin vitamin B6. 47 111 Daftar Obat Esensial Nasional 2008 . 56. 28. 79 valproat. 50 tiopental. 57. 28. lihat piridoksin vitamin C. 63 tiamin. 60 triheksifenidil. 33 U urea. 58. lihat tiamin vitamin B12. 66 sulfametoksazol. 67 siklofosfamid. 32. 34. 57. 64 sufentanil. 63. 77 vaksin campak. 69 stavudin.C. 54. 45. 65 sulfasalazin. 31. 78 serum antitetanus. 38 simvastatin. 36. 56. 57. 35 sitarabin.. 36 solutio salicylic acid 0. 79 vaksin polio. lihat DT vaksin jerap tetanus 57. 21 suksinilkolin. 29 sisplatin. lihat DTP vaksin jerap difteri tetanus.1%. lihat asam askorbat vitamin D3. 30. 42 tetanus adsorbed toxoid. 72 siprofloksasin. 41 verapamil. 77 tuberkulin protein purified derivative. 36 vinkristin. 36 vitamin A. 34 simetikon. 64 sulfadoksin. 29. 74. 25 vankomisin. 41 spons gelatin. 53 sulfadiazin. lihat retinol vitamin B kompleks. lihat liquor veilli spironolakton. 56. 28. lihat A. 45 streptomisin. 64.S serum imunoglobulin. 74 surgical ginggival pack.T. 29 vasopressin. 41 V vaksin B. lihat fitomenadion T tamoksifen.G. 34 testosteron. 77 vaksin hepatitis B rekombinan. 36. 33 streptokinase. 55 sulfasetamida. 63. 48. untuk manusia. 79 vitamin B1. 31. 35 siklosporin. 28. 68 W warfarin. 78 vaksin jerap difteri tetanus pertusis.serum antirabies. 49. 39. 58. 79 tetrakain. 56 sianokobalamin. 37 X - Y - Z zidovudin. 23. 50. lihat ergokalsiferol vitamin K1. 79 vaksin rabies. 56. 41. 67 trimetoprim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful