Anda di halaman 1dari 39

Sengketa Internasional IsraelPalestina

Bryant Abiyatar Felicia Meiriani Jedidiah Wahana Matthew Aditya Ricky Wibowo Shelly Daud Tania Gandasutedja Yohanes Edwin

SEBAB
Keinginan akan akuisi tanah (Israel) melawan perjuangan akan hak milik tanah (Palestina), inilah yang mendasari peperangan Israel dan Palestina. Belum begitu lama diingatan kita, ketika Amerika sebagai Polisi Dunia melalui PBB memberikan pengakuan terhadap kaum Israel dan memberikan mereka tempat di tanah Arab dekat Jalur Gaza. Namun, nampaknya apa yang dilakukan Amerika, hanyalah sebagai bentuk Politik Kekuasaan atas tanah yang sangat kaya akan minyak, serta bentuk dukungan kepada Kaum Israel untuk memecah Palestina dan menguasai Daerah tersebut.

Konflik Israel-Palestina boleh jadi merupakan konflik yang memakan waktu panjang setelah Perang Salib yang pernah terjadi antara dunia Timur dan Barat di sekitar abad keduabelas. Konflik yang telah berlangsung enam puluhan tahun ini menjadi konflik cukup akut yang menyita perhatian masyarakat dunia. akhir 2008 yang diprediksi dunia Internasional (dalam hal ini Amerika) sebagai puncak penyelesaian konfik Israel-Palestina justru menampakkan kondisi sebaliknya.

Tidak kurang dari seribu lebih warga Palestina mengalami korban jiwa dan lebih dari dua ribu korban luka lainnya dalam waktu sepekan serangan udara yang dilancarkan pasukan Israel ke Jalur Gaza. Tidak hanya sampai di situ, Israel bahkan mulai melakukan serangan darat dengan dalih ingin melucuti sisa-sisa roket yang dimiliki pejuang Hamas, sebuah gerakan perlawanan Islam di Palestina yang menjadi alasan penyerangan Israel ke wilayah tersebut.

Fakta lain yang penulis maksud adalah dimensi politik yang juga demikian kental dalam konflik Israel-Palestina. Fakta ini setidaknya ditunjukkan dengan keberpihakan Amerika Serikat sebagai negara adidaya pada Israel. Pasukan Israel membunuh 7.398 warga Palestina, termasuk 1.537 anak-anak, baik di Israel dan wilayah-wilayah yang diduduki selama periode itu. B`Tselem juga menyebut Palestina membunuh 1.483 warga Israel, termasuk 139 anak-anak.

Kronologi dan Anatomi Konflik IsraelPalestina


Tahun Pristiwa Deskripsi 2 November 1917 Inggris memenangkan Deklarasi Balfour yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirikan tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina. Pimpinan Amin al Husein yang menyebabkan tidak kurang 5000 warga Arab terbunuh

1917

Deklarasi Balfour

1922

Mandat Palestina

1936-1939

Revolusi Arab

1947

Rencana pembagian wilayah oleh PBB

29 November 1947, Perserikatan BangsaBangsa menyetujui untuk mengakhiri Mandat Britania untuk Palestina dari tanggal 1 Agustus 1948 dengan pemecahan wilayah mandat diproklamirkan pada tanggal 14 Mei 1948, sehari kemudian langsung diserang oleh tentara dari Libanon, Yordania, Mesir, Irak, dan negara Arab lainnya. Israel berhasil memenangkan peperangan dan merebut + 70% dari luas total wilayah mandat PBB Britania Raya. 3 April 1949, Israel dan Arab sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Israel mendapat kelebihan 50 persen lebih banyak dari yang diputuskan rencana pemisahan PBB

1948

Deklarasi Negara Israel

1949

Perseteujuan gencatan senjata

1956

1964

1967

29 Oktober 1965, Krisis Suez, sebuah serangan meliter terhadap Perang Suez Mesir dilakukan oleh Britania Raya, Perancis dan Israel. Mei 1964, Organisasi Pembebasan Organisasi Pembebasan Palestina Palestina (PLO) resmi berdiri, (PLO) berdiri tujuannya untuk menghancurkan Israel. Dikenal dengan perang Arab-Israel 1967, merupakan peperangan antara Israel menghadapi gabungan tiga negara Arab: Mesir, Yordania Perang enam hari dan Suriah, yang mendapatkan bantuan aktif dari Irak, Kuwait, Arab Saudi, Sudan dan Aljazair. Perang tersebut berlangsung selama 132 jam 30 menit.

1967

Resolusi Khartoum

1968

Palestina menuntut pembekuan Israel

1970

War of Attrition

Sebuah pertemuan 8 pemimpin negara Arab pada tanggal 1 September 1967 karena terjadinya perang enam hari. Resolusi ini berlanjut ke perang Yom Kippur tahun 1973. Perjanjian Nasional Palestina dibuat, dan secara resmi Palestina menuntut pembekuan Israel. Setelah perang enam hari (5-10 Juni 1967), terjadi insiden serius di Terusan Suez. Tembakan pertama dilepaskan 1 Juli 1967, ketika pasukan Mesir menyerang patroli Israel, dan ini merupakan awal dari perang War of Attrition.

1973

Perang Yom Kippur

1978

Kesepakatan Camp David

1982

Perang Libanon

Dikenal juga dengan Perang Ramadhan pada tanggal 6-26 Oktober 1973 karena bertepatan dengan bulan ramadhan. Perang ini merupakan perang antara pasukan Israel melawan koalisi negaranegara Arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah, terjadi pada hari raya Yom Kipur, hari raya yang paling besar dalam tradisi orang-orang Yahudi. Ditandatangani pada tanggal 17 September 1978 di Gedung Putih yang diselenggarakan untuk perdamaian di Tmur Tengah. Jimmy Carter (Presiden Amerika Serikat) memimpin perundingan rahasia yang berlangsung selama 12 hari antara Presiden Mesir, Anwar Sadat, dan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin. Perang antara Israel dan Libanon yang terjadi pada tanggal 6 Juni 1982 ketika angkatan bersenjata Israel menyerang Libanon Selatan.

1990-1991

Perang Teluk 13 September 1993, Israel dan PLO sepakat untuk saling mengakui kedaulatan masing-masing. Pertemuan Yaser Arafat dan Israel Yitzhak Rabin berhasil melahirkan kesepakatan OSLO. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa memerintah di kedua wilayah. Arafat mengakui hak negara Israel untuk eksis secara aman dan damai. sengaja membuka terowongan Masjid al Aqsha untuk memikiat para turis dan membahayakan fondasi mesjid bersejarah, pertempuran berlangsung beberapa hari.

1993

Kesepakatan damai antara Palestina dan Israel

1996

Kerusuhan teromongan al Aqsha

1997

1998

Perjanjian Wye River

Israel menarik pasukannya dari Hebron, Tepi Barat Oktober 1998, yang berisi penarikan dan dilepaskannya tahanan politik dan kesediaan Palestina untuk menerapkan butir-butir perjanjian , termasuk soal penjualan senjata ilegal. Israel membangun tembok pertahanan di tepi Barat diiringi rangkaian serangan bunuh diri Palestina Mahkamah Internasional menetapkan pembangunan batas pertahanan menyalahi hukum internasional dan Israel harus merobohkannya

2000

KTT Camp David

2002

2004

2005

Mahmud Abbas terpilih menjadi Presiden

9 Januari 2005, Mahmud Abbas dari al Fatah terpilih sebagai Presiden Otoritas Palestina menggantikan Yaser Arafat yang wafat pada 11 November 2004 Juni 2005, pertemuan Mahmud Abbas dan Ariel Sharon di Yerusalem. Mahmud Abbas mengulur Jadwal Pemili karena mengkhawatirkan kemenangan diraih pihak Hammas Agustus 2005, Israel hengkang dari pemukiman Gaza dan empat wilayah pemukiman di Tepi Barat

2006

2008

Januari 2006, Hammas memenangkan Hamas memenangkan Pemilu kursi Dewan Legislatif, menyudahi dominasi fatah selama 40 tahun Januari-Juli, ketegangan meningkat di Gaza. Israel memutus suplai listrik dan gas, Hamas dituding tidak mampu mengendalikan kekerasan November 2008, Hamas batal ikut serta dalam pertemuan univikasi Palestina yang dilaksanakan di Kairo, Mesir. Serangan roket kecil berjatuhan di wilayah Israel. 26 Desember 2008, Agresi Israel ke Jalur Gaza. Israel melancarkan Operasi Oferet Yetsuka, yang dilanjutkan dengan serangan udara ke pusat-pusat operasi Hamas.

Bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang pintar namun keras kepala. Bangsa Israel memiliki mayoritas bangsa Yahudi (penyembah dewa) yang dikenal merupakan bangsa yang selalu membangkang dan tidak mau tunduk kepada Allah SWT. Bangsa Yahudi juga dikenal sebagai bangsa terusir karena watak dan sejarah mereka yang dikenal kejam dan suka memperbudak Ada beberapa literatur yang menyatakan bahwa Palestina merupakan tanah yang dijanjikan bagi kaum Israel, namun ada juga yang menyatakan bahwa diharamkan bagi kaum Israel untuk bisa menduduki tanah Palestina. Palestina sendiri bisa disebut sebagaian tanah suci bagi kaum Islam, banyak peninggalan jaman Nabi Muhammad SAW disana, seperti Mesjid Al-Aqsha yang merupakan tujuan perjalanan Isra dan Mirajnya Nabi Muhammad SAW. Namun, jaman telah berubah dengan teknologi dan politik Internasional, apa yang digaris kan dalam literatur itu sendiri sudah berbeda dengan kenyataan. Saat ini warga Israel telah berhasil mendapat tempat di semenanjung perbatasan Palestina

Negara Palestina sendiri dikuasai Oleh 2 kelompok Islamis, Yaitu Hamas dan Fatah. Namun sayangnya, kedua kelompok ini juga tidak begitu akur, sehingga sering terjadi perpecahan. Kaum Hamas terlihat lebih Anti terhadap Zionisme dan sangat bersikap Protektif. Disebutkan pula bahwa, perang yang terjadi diakhir 2008 ini disebabkan oleh roket Hamas yang jatuh dikawasan Israel. *ZIONISME adalah gerakan untuk membangun tanah air Yahudi di Palestina, merupakan respon kaum Yahudi terhadap modernisasi yang paling imajinatif dan paling luas jangkauannya. Oleh karenanya, Zionisme hanya dapat dipahami sebagai gerakan untuk membangun negara Israel yang dalam faktanya menjadi gerakan paling berpengaruh, namun tetap saja Zinonisme tidak dapat diklaim sebagai seluruh orang Yahudi. Bahkan seperti yang dituliskan Karen Armstong, kaum ortodoks Yahudi mengutuk gerakan zionis dengan istilah-istilah yang paling ekstrim.

Indonesia menekankan bahwa semua upaya menghidupkan kembali upaya perdamaian di Timur Tengah, terutama Palestina, sangat tergantung pada kesungguhan Israel untuk menyelesaikannya, karena Israel-lah yang menjadi akar permasalahan sengketa tak berkesudahan tersebut.

Akibat-akibat yang ditimbulkan


Israel Serang Kapal Kemanusiaan Korban jiwa berjatuhan dalam penyerangan pasukan Israel terhadap kapal-kapal kemanusiaan internasional yang bertujuan ke Gaza. Berbagai pihak pun mengecam tindakan brutal tersebut. Kabar terakhir menyebutkan sudah 19 orang tewas dalam serangan Israel ke kapal Mavi Marmara tersebut. Sementara 12 WNI di kapal tersebut tidak bisa dihubungi. Sedangkan pemerintah Israel mengklaim cuma 9 orang saja yang tewas.

100 Tokoh Ulama Dunia Kutuk Serangan Israel Terhadap Kapal Kemanusiaan 100 tokoh ulama sepakat mengutuk serangan Israel atas kapal-kapal kemanusiaan internasional untuk Gaza. 100 tokoh ulama itu mendesak segera diadakannya muktamar Islam di Arab guna membuat langkah-langkah yang kongkrit soal Palestina, baik secara politik, informasi, ekonomi, ataupun militer.

Dua Pejuang Palestina Gugur di Selatan Gaza Radio Israel menyatakan bahwa pasukan Zionis hari Selasa (1/6/10), membunuh dua pejuang Palestina. Keduanya adalah Abdul Rahman Umar Abdul Hamin al Astal (19) dan Hamada Amin Muhammad Shahwan (19) dari timur Khan Yunis, wilayah selatan Jalur Gaza.

Bayi Mungil Meninggal Akibat Blokade Jumlah korban akibat blokade Gaza terus meningkat. Kali ini seorang bayi yang menyusu, Muhammad Hatim Hijazi (3 bulan) warga Gaza, akhirnya meninggal, menyusul penyakit malformasi kongenital hati yang dideritanya. Dengan meninggalnya bayi mungil ini, maka jumlah korban akibat blokade mencapai 373 orang. Sementara itu, departemen kesehatan Palestina dalam keterangannya yang dilansir infopalestina, Rabu (26/5) meminta republic Mesir untuk membuka perlintasan Rafah secara terus menerus untuk memudahkan lalu lintas pasien Palestina yang akan melakukan pengobatan di sejumlah rumah sakit di Mesir. Mereka ini sudah sangat bersabar menunggu untuk dapat diizinkan berobat ke luar Gaza.

Anak-Anak Palestina Mengalami Pelecehan Seksual Sebuah organisasi internasional pembela hak-hak anak mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa anak-anak Palestina yang ditahan Israel telah mengalami pelecehan seksual. Empat belas dari laporan tersebut mengatakan mereka mengalami pelecehan seksual atau diancam dengan kekerasan seksual untuk membuat mereka tertekan dan mengakui hal yang tidak mereka lakukan. Saat ini ada 340 anak-anak Palestina di penjara-penjara Israel, kebanyakan dihukum karena melemparkan batu.

Pengaruh Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1860/2009 Terhadap Perdamaian Israel-Palestina

Dalam konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina, beberapa resolusi telah dikeluarkan baik oleh Majelis Umum maupun Dewan Keamanan PBB. 1. Resolusi Dewan Keamanan No.242, 22 November 1967, ketika Israel menggunakan cara-cara militer untuk merebut wilayah palestina. Menekankan penolakan terhadap pencaplokan wilayah dengan cara perang dan mendorong perlunya usaha perdamaian yang adil dan langgeng dimana setiap negara dapat hidup dengan aman melalui penarikan pasukan bersenjata Israel dari wilayahwilayah yang diduduki dalam konflik pada saat itu sehingga menjadi akhir semua klaim atau keadaan perang, dihormati dan diakuinya kekuasaan, integritas wilayah dan politik setiap negara di Timur Tengah, serta hak-hak untuk hidup aman di wilayah perbatasan yang diakui, yang bebas dari ancaman maupun pengerahan kekuasaan

2. Resolusi Dewan Keamanan No. 250/1968 menegaskan kembali resolusi sebelumnya dan juga penegasan bahwa penambahan wilayah melalui penaklukan militer tidak dapat diterima. Resolusi tersebut dikeluarkan karena memperhatikan bahwa sejak diadopsinya resolusi-resolusi yang telah dikeluarkan baik oleh Majelis Umum maupun Dewan Keamanan PBB, Israel telah mengambil langkah lebih jauh dan bertindak bertentangan dengan resolusiresolusi tersebut.

3. Resolusi No. 271, 15 September 1969 tentang pernyataan mengenai bahaya yang ditimbullkan terhadap perdamaian dan keamanan menyusul kerusakan yang sedemikian parah di Masjid Suci Al Aqsa di Jerusalem, di wilayah pendudukan Israel, karena pada tanggal 21 Agustus 1969 secara sengaja dibakar.

4. Resolusi No. 476, 21 Agustus 1980 membahas tentang penegasan kembali karakter geografis, demografis, sejarah, dan status kota Jerusalem

5. Resolusi Dewan Keamanan No.1860/2009 menyerukan adanya gecatan senjata segera dan bertahan lama yang akan mengarah kepada penarikan sepenuhnya pasukan Israel. Dalam resolusi tersebut juga diserukan penyaluran bantuan kemanusiaan secara aman, termasuk makanan dan peralatan medis. Resolusi itu disetujui oleh 14 dari 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Amerika Serikat memilih abstain dalam voting tersebut.

Penyebab Awal Konflik Palestina Dengan Israel

Konflik ini dimulai setelah perang dunia kedua,ketika masyarakat Israel (yahudi) berpikir untuk memiliki negara sendiri. Pilihan letak negara itu adalah tanah leluhur mereka yang pada saat itu merupakan tanah jajahan Inggris karena secara leluhur mereka memilikinya tapi juga secara religius beberapa tempat keagamaan Yahudi ada disana. Meskipun tidak secara terbuka, negara-negara barat setuju dan mendukung (alasannya karena sebelum orang Palestina tinggal disana, tanah itu adalah milik Israel), sebaliknya negara-negara Arab berargumen bahwa adalah karena Jerman yang melakukan genosida maka tanah Jerman lah yang harus disisihkan untuk dijadikan negara Yahudi. Dibalik semua intrik politik dan keuntungan dan kerugian politik, strategis,dll. Inggris secara sukarela mundur dari negara dan memberikan siapa saja untuk mengklaimnya. berhubung Isreal lebih siap maka mereka lebih dahulu memproklamirkan negara.

Sebaliknya orang-orang palestina yang telah tinggal dan besar disana tidak mau terima mejadi bagian negara Yahudi (dalam literatur doktrin Islam pemimpin negara harus seorang Muslim),sehingga bangsa Israel kemudian melihat orang Palestina sebagai ancaman dalam negeri, begitu juga dengan bangsa Palestina yang menganggap Israel sebagai penjajah baru.

Hasilnya bisa ditebak, perang dan konflik yang telah berbelit-belit. yang sebenarnya adalah urusan antara dua negara/bangsa menjadi konflik antara agama (Yahudi vs Islam) belum lagi stabilitas kawasan timur tengah dan ikut campur Amerika dengan kebijakan Minyak mereka. Jadi sebenarnya masalah dasarnya tidak ada hubungannya dengan orang Palestina itu beragama Islam atau orang Israel itu beragama Yahudi, tapi masalahnya adalah "Tanah dan Kekuasaan".

Tiga Alasan Dasar Perebutan Kota Suci Jerusalem :

Alasan ekonomi Presiden Bill Clinton : kota Jerusalem akan menjadi tempat tujuan utama para turis internasional dan para pelancong dunia dalam sejarah keparawisataan dan karenanya pula ia berusaha merayu Presiden Yasir Arafat agar mau memindahkan masjid Al-Aqsho dari sana. Sebenarnya Jerusalem itu banyak berisi gerejagereja dan masjid-masjid sehingga jika Israel menguasai Jerusalem maka Israel akan mendapat devisa besar dari wilayah ziarah tersebut.

Alasan Politik Alasan ini terealisasikan lewat program mereka untuk menjadikan kota Jerusalem lama yang memiliki posisi yang strategis dan sejarah panjang menjadi Ibu Kota Negara yang Abadi menurut keyakinan mereka), yang dari sanalah mereka akan menguasai seluruh wilayah sekitarnya.

Alasan Historis Dengan alasan perang budaya, maka merebut kota suci Jerusalem dan menguasai seluruh barang bersejarah umat Islam dan Kristen di kota itu merupakan kemenangan budaya Barat atas budaya Arab Islam, dengan keunggulan dan hegemoni politik Barat mengajak sekutunya untuk mengusik dendam sejarah masa lalu yang berkobar dalam jiwa dan dada mereka atas budaya Arab Islam yang mengalahkan mereka dalam perang orang-orang Barat delapan abad yang lalu.

Dua penyebab utama konflik IsraelPalestina sampai saat ini


Perbedaan yang menonjol dan prinsip berupa pengakuan akan keberadaan kedua negara dan bangsa tersebut di mata mereka sendiri khususnya, dan di mata negara-negara lain di dunia termasuk Amerika Serikat yang sampai saat ini masih berpihak kepada pemerintah Israel. Kedudukan kota Jerusalem dengan mesjid Alaqsanya sebagai tempat ibadah dan bersejarah bagi kedua bangsa yang secara umum berbeda agama tersebut.

Bila dilihat dari sejarah pertikaian dua bangsa ini karena :


Masalah wilayah. Bangsa yahudi mengklaim teritorial negara israel sekarang adalah pemberian dari Tuhan (tanah perjanjian). [kitab Ulangan, HakimHakim, 1 dan 2 Raja-raja]

Masalah agama. bangsa yahudi dari zaman nabi musa hingga sekarang adalah menganut kepercayaan monotheisme. Sedangkan leluhur bangsa palestina (bangsa filistin) adalah penganut berhala, dewa utama mereka adalah bernama Dagon. Sedangkan saat ini masyarakat palestina umumnya beragama islam, dan minoritas beragama kristen khususnya di wilayah bethlehem

Masalah kota suci Yerusalem. baik israel maupun palestina berkeinginan kota Yerusalem menjadi ibukota mereka. Meski jalur gaza dan tepi barat telah dilepas oleh israel dan diberi kepada palestina, palestina tetap bersikukuh kota Yerusalem masuk dalam wilayahnya.