Anda di halaman 1dari 2

MENGATASI MATA BELEKAN PADA ANAK

Belekan pada bayi sering dikeluhkan oleh orangtua, karena kenyamanan anak menjadi
terganggu dan juga dapat membuat panik pada orangtua karena mata anak terkadang tampak bengkak dan merah. Belekan pada bayi belum tentu merupakan hal yang serius, namun untuk amannya kita harus selalu waspada. Untuk belekan yang normal, umumnya terjadi pada waktu bangun tidur. Hal ini wajar karena belek merupakan kotoran mata yang biasa dikeluarkan saat tidur, sehingga saat bangun terkumpul di ujung atau daerah bulu mata. Untuk mengatasi hal ini pada bayi/anak cukup menggunakan kapas yang telah dibasahi air matang dan dibersihkan dari arah dalam ke luar (arah area mata yg dekat hidung ke arah area mata yg dekat pipi). Namun belekan bisa saja menjadi abnormal apabila terjadi juga diluar dari waktu bangun tidur dan disertai gejala lain. Seperti diketahui, air mata diproduksi oleh kelenjar air mata yang berada di sekitar kelopak mata bagian dalam, lalu dialirkan saluran duktus nasolakrimalis ke rongga hidung melalui sebuah katup.Umumnya 90% bayi ketika lahir sudah mengalami pembukaan katup pada saluran air matanya. Namun 10% bayi masih mengalami katup yang masih menutup pada saluran air mata yang menghubungkan antara kantung air mata dan rongga hidung. Terkadang sumbatan dapat terjadi pada saat anak mengalami pilek atau flu yang menyebabkan tersumbatnya rongga hidung. Jika terjadi sumbatan pada saluran ini, air mata tersebut tak bisa dialirkan ke rongga hidung. Lama-kelamaan, genangan air mata pada saluran yang buntu ini dapat mengakibatkan terjadinya infeksi. Gejalanya adalah mata selalu berair dan banyak beleknya terutama pada pagi hari.Tindakan yang dilakukan bila mata tidak ada tanda infeksi (seperti mata menjadi merah) adalah cukup dipijat pangkal hidung. Anda perlu melakukan pemijatan untuk membantu membuka saluran air mata yang tersumbat. Dilakukan masase atau pemijatan secara teratur (sekitar 3-4 kali sehari). Pemijatan dilakukan dengan jari telunjuk di daerah pinggir mata bagian dalam dekat hidung ke arah bawah. Dalam satu kali sesi pemijatan, dilakukan sekitar 10-15 kali. Sebelumnya jari telunjuk pemijat dilumasi dengan baby oil dulu sehingga tidak kasar pada kulit bayi. Dengan dilakukan masase ini, diharapkan terjadi pembukaan katup atau saluran yang tersumbat tadi. Pemijatan ini disamping memberikan tekanan hidrostatik untuk membuka sumbatan juga berperan menjaga agar kantong air mata tetap dalam keadaan kosong sehingga memperkecil kesempatan berkembangnya kuman penyebab infeksi. Tindakan pemberian antibiotik tidak perlu diberikan bila tidak ada tanda infeksi. Biasanya sebelum usia 7 bulan saluran air mata akan terbuka dengan baik.Biasanya dengan berjalannya waktu dan rajin di-masase (serta pembersihan kotoran mata), maka saluran air mata ini akan terbuka spontan pada saat anak menjelang usia 6 bulan. Jika sesudah usia 1 tahun, saluran air mata masih belum bisa membuka secara spontan, maka dokter spesialis mata akan membantu melakukan tindakan untuk membuka saluran air mata tersebut.

Apabila sudah terlanjur terjadi infeksi, yang ditandai dengan mata merah meradang, kelopak mata bengkak dan belekan yang berwarna kekuningan /kehijauan, maka segeralah untuk mencari pertolongan pada dokter spesialis Mata terdekat agar diberikan obat tetes antibiotika.

Oleh : dr. Sri Yuliastini SJ