Anda di halaman 1dari 2

KUIS PERPINDAHAN PANAS

NAMA : INDAH EKA SEPTIANI


NIM : 10521019
Perpindahan panas terjadi melalui tiga mekanisme yaitu: KONDUKSI, KONVEKSI, dan RADIASI.
Driving force pada setiap mekanisme perpindahan panas adalah BEDA SUHU (T). Jika perpindahan
panas terjadi secara molekuler dan tidak disertai dengan perpindahan medianya, maka disebut
perpindahan panas KONDUKSI dan laju perpindahan panas dapat dihitung berdasarkan hukum (5)
FOURIER yaitu Q=

. Simbol untuk konduktivitas panas adalah k. Satuan dari konduktivitas


panas suatu bahan adalah J/detik.m. atau Watt/m.C. Semakin besar konduktivitas panas suatu
bahan, maka laju perpindahan panas semakin BESAR PULA, dan sebaliknya, semakin kecil
konduktivitas panas suatu bahan, laju perpindahan panasnya akan semakin KECIL. Berdasarkan
sifatnya, konduksi dapat dibedakan menjadi STEADY STATE dan UNSTEADY STATE. Berdasarkan
arahnya, konduksi dapat dibedakan menjadi ONE DIMENSIONAL (SATU ARAH) dan MULTI
DIMENSIONAL (LEBIH DARI SATU ARAH).
adalah persamaan umum konduksi untuk koordinat KARTESIAN.

adalah persamaan distribusi suhu pada koordinat SILINDER ke arah SUMBU r.

adalah persamaan diferensial untuk konduksi pada koordinat KARTESIAN pada
UNSTEADY state, dengan =

.
Air yang mengalir melalui pipa saluran air yang ditanam di dalam tanah pada kedalaman tertentu
dapat membeku pada musim dingin, mekanisme perpindahan panas yang terjadi adalah
perpindahan panas KONDUKSI, UNSTEADY state, SATU arah pada koordinat KARTESIAN.
Permukaan yang diperluas (disebut juga Fin) pada beberapa alat elektonik bertujuan untuk
MEMPERBESAR PANAS YANG HILANG AGAR SUATU SISTEM TIDAK MENGALAMI PEMANASAN
BERLEBIHAN (OVERHEATING) SEHINGGA DIHARAPKAN DAPAT MEMBERIKAN EFISIENSI
PENDINGINAN YANG MAKSIMAL DENGAN BIAYA UNTUK BAHAN DAN PEMBUATAN FIN YANG
MINIMAL.
Secara umum penyelesaian pada kasus-kasus perpindahan panas konduksi dapat dilakukan dengan
metode ANALITIS, GRAFIS dan NUMERIS. Salah satu metode numeris yang dapat digunakan pada
penyelesesaian persamaan diferensial pada perpindahan panas konduksi dua arah steady state
adalah FINITE-DIFFERENCE approximation (pendekatan beda hingga).
Perpindahan panas yang terjadi antar fasa dan disertai dengan pergerakan/aliran dari medianya
(fluida) disebut perpindahan panas KONVEKSI. Semakin cepat aliran maka laju perpindahan panas
semakin BESAR. Laju perpindahan panas konveksi mengikuti hukum NEWTON untuk pendinginan
dengan Q=h.A.(

, dengan h adalah simbol untuk KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS SECARA


t
T

1
k
q
z
T
y
T
x
T
' ' '
2
2
2
2
2
2
c
c
= +
c
c
+
c
c
+
c
c
( )

R
R
ln
T T L 2
q
1
2
2 1
r
|
.
|

\
|

=
t k
t
T

1
x
T
2
2
c
c
=
c
c
KONVEKSI dan satuan h adalah J/detik.

. atau Watt/

.C. Nilai h untuk berbagai kasus


perpindahan panas konveksi dapat ditentukan dengan bilangan tak berdimensi yang disebut
bilangan NUSSELT (Nu).
Perpindahan panas konveksi dapat dibedakan menjadi perpindahan panas konveksi ALAM (NATURAL
convection) dan perpindahan panas konveksi PAKSAAN (FORCED convection). Jika aliran fluida pada
perpindahan panas konveksi disebabkan karena perbedaan sifat fisis (terutama densitas), maka
perpindahan panasnya adalah perpindahan panas konveksi ALAM/BEBAS, dimana nilai h ditentukan
oleh bilangan NUSSELT (Nu) yang merupakan fungsi dari bilangan Grashof ( Gr) dan bilangan Prandtl
(Pr). Bilangan Rayleigh (Ra) adalah hasil perkalian antara bilangan Grashof ( Gr) dan bilangan Prandtl
(Pr). Sedangkan jika aliran fluida disebabkan oleh pengaruh dari luar (misal dihembus, dipompa atau
ditekan) maka perpindahan panasnya adalah perpindahan panas konveksi PAKSAAN, dimana nilai h
ditentukan oleh bilangan NUSSELT (Nu) yang merupakan fungsi dari bilangan Reynolds (Re) dan
bilangan Prandtl (Pr).
Perpindahan panas konveksi paksaan (forced convection) dapat dibedakan menjadi EXTERNAL
forced convection dan INTERNAL forced convection.
Perpindahan panas yang terjadi pada air yang direbus dalam panci adalah perpindahan panas
konveksi BEBAS/ALAM. Jika kecepatan fluida yang terlibat dalam perpindahan panas lebih dari 1 m/s
makan perpindahan panas yang terjadi adalah perpindahan panas konveksi PAKSAAN . Perpindahan
panas yang terjadi jika suatu plat yang panas didinginkan dengan cara dihembus dengan kipas angin
adalah perpindahan panas konveksi PAKSAAN dan termasuk dalam EXTERNAL forced convection.
Sedangkan perpindahan panas yang terjadi pada heat exchanger (HE) atau pada aliran fluida dalam
pipa adalah perpindahan panas konveksi PAKSAAN dan termasuk dalam INTERNAL forced
convection.
Untuk konveksi bebas
Nu= = f(Gr,Pr)=f (Ra)
Untuk konveksi paksaan
Nu= = f(Re,Pr)
dengan


h.L
k
h.L
k
2
3
) (
u
| L T T g
Gr
w

=
k
C
p

o
u
= = Pr
u
vD vD
= = Re