Anda di halaman 1dari 12

1.

Anatomi Perbandingan Dari studi anatomi perbandingan dapat diketabui bahwa alat-alat fungsional pada pelbagai binatang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: a. Homologi alat tubuh yang mempunyai bentuk yang berbeda dan fungsinya berbeda namun kalau diteliti mempunyai bentuk dasar sama. b. Analogi alat-alat tubuh yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda namun karena perkembangan evolusi yang konvergen alat-alat tersebut mempunyai fungsi yang sama. 2. Embriolog Perbandingan Embrio hewan bersel banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio, berawal dari zygot blastula gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk bermacam-macam alat tubuh. Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan ontogeni yang serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi. Cotoh: adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi, selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil. 3. Perbandingan Fisiologi Telah diketahui ada kemiripan dalam faal antara pelbagai makhluk mulai dari mikroorganisme sampai manusia, misalnya : kemiripan dalam kegiatan pernafasan. pembentukan ATP dan penggunaannya dalam pelbagai proses kehidupan adalah serupa pada hampir semua organisme. 4. Petunjuk-petunjuk Secara Biokimia Digunakan uji presipitin yang pada dasarnya adanya reaksi antara antigen-antibodi. Banyaknya endapan yang terjadi sebagai akibat reaksi tersebut digunakan untuk menentukan jauh-dekatnya hubungan antara organisme yang satu dengan yang lainnya. 5. Petunjuk-petunjuk Peristiwa Domestikasi Menguhah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia adalah akibat dari peristiwa domestikasi. Contoh: penyilangan burung-burung merpati, sehingga dijumpai adanya 150 variasi burung, yang di antaranya begitu berbeda hingga dapat dianggap sebagai spesies berbeda. 6. Petunjuk-petunjuk dari alat tubuh yang tersisa Alat-alat yang tersisa dianggap sebagai bukti adanya proses evolusi, alat-alat ini sudah tidak berguna namun ternyata masih dijumpai. Contoh : Pada manusia : selaput mata pada sudut mata sebelah dalam tulang ekor gigi taring yang runcing

7. Petunjuk-petunjuk Paleontologi Telah diketabui bahwa fosil dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi. Contoh : Urutan fosil kuda: dari Eohippus (kuda zaman Eosin) Mesohippus Merychippus Pliohippus Equas (kuda zaman sekarang

Palaentologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fosil. Pada Tugas Kelompok, Anda akan mendapatkan data tentang fosil-fosil yang terdapat di museum, misalnya Sangiran. Dari anggota tubuh manakah fosilfosil yang disimpan di Museum Sangiran itu? Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu. Sisa-sisa tersebut dapat berupa tulang, cangkang, gigi, jejak kaki, maupun bagianbagian yang lain. Contoh-contoh fosil yang pernah ditemukan dapat Anda lihat pada Gambar 7.11 di bawah ini! Fosil-fosil di atas dipelajari oleh para ilmuwan untuk dikaitkan dengan sejarah evolusi makhluk hidup. Jadi, fosil adalah bukti terjadinya evolusi makhluk hidup.
Gambar 7.11 Hasil penemuan fosil (A) Bakteri dan (B) Ikan Sumber : Biologi Jilid 3, Kimball, 1994

AB
230 Biologi SMA/MA Kelas XII

Beberapa tokoh yang mempelajari tentang fosil adalah sebagai berikut. __ *_!___$!$_5____8_14%:_4_=) Da Vinci adalah seorang pelukis terkenal berkebangsaan Italia. Ia berpendapat bahwa fosil merupakan bukti dari adanya makhluk hidup dan kehidupan di masa lampau. __ __!___2 /___8_7_=:_90%) Cuvier adalah seorang ahli anatomi dari Perancis, yang mempunyai gagasan bahwa makhluk hidup diciptakan khusus pada setiap zaman dan pada setiap zaman tersebut diakhiri dengan makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup pada lapisan bumi sebelumnya. __ 2'_____.__-__ Darwin berpendapat bahwa makhluk hidup yang terdapat pada lapisan bumi yang tua akan mengadakan perubahan bentuk yang disesuaikan dengan lapisan bumi yang lebih muda sehingga pada lapisan bumi lebih muda ditemukan fosil yang berbeda dengan lapisan bumi yang lebih tua. Dari beberapa pendapat tokoh-tokoh evolusioner tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada masa lampau terdapat makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup sekarang. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan di permukaan bumi secara bertahap yang menyebabkan adanya perubahan pula pada makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penemuan berbagai macam fosil biasanya berupa bagian-bagian tubuh tertentu saja dan jarang ditemukan dalam keadaan yang utuh. Hal itu disebabkan oleh faktor-faktor berikut. a. Bagian tubuh yang menyusun organisme lunak sehingga mudah hancur

dan jarang menjadi fosil. b. Terjadinya lipatan batuan bumi atau patahan bumi. c. Adanya pengaruh air, angin, dan bakteri. Fosil yang ditemukan lebih lengkap dari fosil yang lain adalah fosil kuda. Fosil ini ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Hasil penemuan tersebut kemudian dibuat urutan evolusi secara lengkap yang dapat Anda lihat pada Gambar 7.12!
Biologi SMA/MA Kelas XII 231

Dari Gambar 7.12 dapat dijelaskan bahwa terdapat perubahan dan perkembangan yang mengarah pada evolusi bentuk dan fungsi antara lain: a. tubuh bertambah besar; b. kepala bagian depan semakin panjang; c. leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas; d. perubahan geraham depan dan geraham besar sehingga sangat sesuai untuk makanan yang berupa rumput; e. anggota tubuh yang lain semakin bertambah panjang, sehingga sesuai dengan gerakan untuk berlari cepat; f. jari kaki mereduksi dari lima menjadi satu, sehingga dapat mendukung gerakan ketika berlari cepat. Selain mengidentifikasi bentuk dan struktur fosil, pada penemuan fosil dapat pula dilakukan penghitungan umur fosil. Penetapan umur fosil dapat dilakukan dengan cara-cara berikut. a. Cara langsung, yaitu dilakukan dengan mengukur umur fosil itu sendiri. b. Cara tidak langsung, yaitu dilakukan dengan mengukur umur lapisan bumi tempat fosil ditemukan.

Fosil merupakan bukti adanya kehidupan pada masa lampau, demikian pendapat Leonardo Da Vinci ilmuwan italia, pada tahun 1452 1519. Fosil berasal dari kata fodere yang berarti menggali. Fosil adalah sisa sisa hewan atau tumbuhan dari zaman purba yang telah membatu (jejak jejak yang tersimpan dalam bebatuan). Penemuan fosil hanya secara kebetulan saja dan jarang sekali di temukan fosil yang utuh secara keseluruhan , hal ini dapat dipahami karena banyak factor yang menyebabkan hancurnya tubuh organism yang telah mati, misalnya karena berikut ini: - Proses lipatan batuan bumi.

- Pengaruh air - Air - Bakteri pengurai - Hewan pemakan bangkai. Ilmu yang mempelajajri tentang fosil adalah palaentologi (palaes = tua) Dari berbagai lapisan batuan tersebut secara kebetulan ditemukan adanya fosil yang menunjukkan adanya perubahan struktur tubuh secara berangsur angsur. Dengan membandingkan struktur tubuh tersebut maka dapat diambil kesimpulan keadaan lingkungan pada masa lampau berbeda dengan masa sekarang.

a. Penemuan Fosil Kuda Hasil rekonstruksi penemuan fosil kuda oleh Marsh dan Osborn pada evolusi kuda sangat baik dan jelas sekali arah umum perkembangannya Perubahan utama yang terjadi pada evolusi kuda ini disebabkan oleh perubahan pada lingkungan, misalnya: 1. Perubahan pada jumlah jari dan membesarnya jari disebabkan karena menyesuaikan diri pada tempat berpijaknya , yang mulanya hutan berawa menjadi padang rumput. 2. Perubahan geraham menjadi tinggi dan bergerigi disebabkan karena menyesuaikan diri dengan jenis makanannya yang semula buah buahan lunak menjadi rumput yang mengandung silica. 3. Leher berubah menjadi panjang dan gerakan makin lincah karena menyesuaikan diri untuk memperluas jangkauan pandangan terhadap predator dipadang rumput dan dan dapat menengok kesegala arah. Gambar Evolusi Kuda

b. Evolusi Fosil Manusia Ordo primata memiliki 2 subkelompok yaitu prosimian dan anthropoid. Prosimian adalah kelompok primata sebelum kera misalnya lemur, loris, tarsius. Antropoid adalah kelompok primate termasuk kera dan monyet , aves, dan manusia yang rata rata memiliki otak yang lebih besar. Cirri cirri prosimian adalah ibu jari dapat digerakkan kesegala arah, jari memiliki kuku, dan mata mengarah kedepan. Prosmian mulai punah pada zaman eosin. Evolusi hominid ( cikal bakal manusia ) dimuali diafrika. Hominid awal termasuk genus Australopithecus, diperkirakan muncul 3,8 juta tahun lalu. Sejarah penemuan fosil hominid dapat diterangkan sebagai berikut:

1) Australophitecus afarensis (Lucy)

Ditemukan di Euthopia pada tahun 1974 leh johanson merupakan hominid berukuran kecil , cirri cirinya sebagai berikut: a) Tingi kira kira 3 kaki (1,5 m) b) Wajahnya mengarah kemuka, tulang tengkorak seperti kera, dan volume otak kecil yaitu , 450 500 cc. c) Gigi masih primitif dan memiliki 2 gigi taring yang panjang. Diperkirakan A. afarensis ini belum bisa bicara, belum bisa membuat peralatan dan belum menggunakan api. Beberapa ilmuwan memperkirakan A. afarensis berkembang menjadi austrolopithecus yang lebih maju yaitu A. africanus.

2) Australophitecus africanus Ditemukan di afrika selatan pada tahun 1829 oleh Raymond Dart. Ciri cirinya sebagai berikut: a. Ukuran tubuh agak kecil b. Berjalan tegak c. Tangan dan susunan gigi berbeda dengan manusia d. Memakan tumbuhan dan hewan

3) Homo Habilis Ditemukan disejumlah daerah diafrika. Homo habilisdiperkirakan muncul kira kira 1,9 juta dan bertahan lebih dari setengah juta tahun. Cirri cirinya sebagai berikut: 1. Volume otak rata rata 650 cc. 2. Sudah dapat membuat peralatan dari batuuntuk memotong dan menumbuk. Dilihat dari cirri cirri fisiknya , dikatakan bahwa H. Habilis berasal dari A. Africanus.

4) Homo Erectus Ditemukan di Afrika, Asia dan Eropa, namun sebenarnya H. Erectus ini berasal dari afrika yang kemudian ada yang bermigrasi ke eropa dan asia. Hal ini disebabkan oleh suatu bukti ditemukannya fosil A.Erectus di afrika yang tertua yang berusia 1,5 dan 1,6 juta tahun. Sedangkan fosil A.Erectus yang ditemukan di asia dan eropa berusia 200.000 tahun lalu. Cirri cirri H. Erectus adalah sebagai berikut: a. Volume otak 850 1200 cm3. b. Ukuran tubuh lebih tinggi dari H. Habilis c. Berjalan dengan 2 kaki (bipedal) d. Berdiri tegak e. Lubang mata dalam dan muka menonjo keluar f. Sudah dapat membuat peralatan dari batu yang lebih maju g. Sudah memakai baju, membuat api, dan membuat pondok ataupun hidup digua gua .

5) Homo Sapiens Ditemukan dilembah Neander jerman. Fosil H. Sapiens tersebut disebut manusia Neanderthal. Manusia Neanderthal termasuk slah satu kelompok H. sapiens yang tertua. Kelompok ini juga menyebar keseluruh Eurasia. Ciri cirinya sebagai berikut: 1. Bentuk tubuh pendek dan kuat 2. Volume otak sedikit lebih besar dari pada H. sapiens 3. Wajahnya menonjol Manusia neandethal ini sudah mampu membuat peralatan dengan lebih sempurna disbanding H.Erectus. cara mencari makan adalah dengan berburu. Mereka sudah memiliki hubungan social yang tinggi dan melakukan upacara ritual atau kepercayaan. Punahnya manusia neandethal masih menjadi misteri. Ada ilmuwan yang menduga bahwa mereka punah karena gagal berkompetisi atau karena gagal menghadapi perubahan iklim pada zaman pleistosen.

6) Homo Sapiens Modern Homo sapiens dengan bentuk tubuh modern muncul kira kira 40.000 tahun lalu dan mungkin juga lebih awal. Homo sapiens modern diduga pernah hidup di prancis dan spanyol, dan disebut manusia CroMagnon. Senjata dan peralatan manusia Cro-Magnon lebih rumit dan kadang dibuat dari bahan selain batu, misalnya tulang, gading dan kayu. Mereka juga mulai mengembangkan seni terbukti dengan ditemukannya lukisan lukisan di gua, seni patung dan seni pahat.

Beberapa tokoh yang mempelajari fosil hubungannya dengan evolusi, yaitu : ~ Leonardo da Vinci (Itali, 1452 1519) Merupakan orang pertama yang berpendapat bahwa fosil merupakan suatu bukti adanya makhluk hidup di masa lampau. ~ George Cuvier (Prancis, 1769 1532) Ahli anatomi perbandingan, yang mengadakan study perbandingan antara fosil-fosil dengan makhluk hidup yang ada sekarang. Selanjutnya menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan makhluk hidup yang berbeda dari masa ke masa (atau pada setiap yang berbeda diciptakan makhluk yang berbeda pula. Setiap masa diakhiri dengan kehancuran alam,

erbentuknya spesies baru dapat terjadi karena :

1. Isolasi waktu Misalnya adalah kuda. Kuda jaman eosen yaitu Eohippus Mesohippus Meryhippus Pliohippus Equus. Dari jaman eosin hingga sekarang seorang ahli palaentolog menduga telah terjadi 150 ribu kali mutasi yang menguntungkan untuk setiap gen kuda. Dengan dmikian terdapat cukup banyak perbedaan antara nenek moyang kuda dengan kuda yang kita kenal sekarang. Oleh sebab itu kuda-kuda tersebut dinyatakan berbeda species. 2. Isolasi geografis Burung Fringilidae yang mungkin terbawa badai dari pantai Equador ke kepulauan Galapagos. Karena pulas-pulau itu cukup jauh jaraknya maka perkawinan populasi satu pulau dengan pulau lainnya sangat jarang terjadi. Akibat penumpukan mutasi yang berbeda selama ratusan tahun menyebabkan kumpulan gen yang jauh berbeda pada tiap-tiap pulaunya. Dengan demikian populasi burung di tiap-tiap pulau di kepulauan Galapagos menjadi spesies yang terpisah. 3. Domestikasi Hewan ternak yang dijinakkan dari hewan liar dan tanaman budi daya dari tumbuhan liar adalah contoh domestikasi. Domestikasi memindahkan makhluk-makhluk tersebut dari habitat aslinya ke dalam lingkungan yang diciptakan manusia. Hal ini mengakibatkan muncul jenis hewan dan tumbuhan yang memiliki sifat menyimpang dari sifat aslinya. 4. Mutasi kromosom adalah peristiwa terjadinya species baru secara cepat.

Archaeopteryx adalah burung yang paling awal dikenal, ditemukan dalam bentuk fosil dari zaman Jurassic akhir, 150 juta tahun yang lalu. Mereka memiliki gigi, cakar dan ekor dari dinosaurus pembunuh dan berbulu. Mereka mungkin hidup di hutan terbuka, bergantung di pepohonan dengan lengannya yang berbulu. Archaeopteryx sebesar burung merpati, namun bulunya yang bercampur diperkirakan hal ini dikarenakan tahap evolusi dari reptil ke burung. Hal ini masih diyakini sebagai evolusi burung untuk terbang, namun tidak ada seorangpun yang yakin bagaimana mereka terbang untuk pertama kalinya.

Info Dino Panjang : 35 centimeter Bobot : Diperkirakan 300 400 gram Makanan : Serangga dan kadal kecil

Semua kerangka Archaeopteryx yang ditemukan hingga saat ini ditemukan di tambang kapur di Bavaria, sebelah utara Jerman. Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mammalia Infrakelas: Eutheria Ordo: Perissodactyla Famili: Palaeotheriidae Genus: Hyracotherium
Owen, 1841

Lima belas juta tahun yang lalu, banyak hutan yang berubah menjadi padang rumput. Hal ini terjadi karena meningkatnya intensitas iklim yang dingin dan kering. Kondisi ini telah mengakibatkan banyak hewan kehilangan tempat tinggal dan terpaksa hidup di habitat yang baru, padang rumput. Salah satu dari hewan-hewan tersebut adalah seekor mamalia yang dinamakan "Hyracotherium". Hewan ini hidup di Zaman Eosen. Hewan ini diduga sebagai nenek moyang dari kuda yang hidup sekarang.

"Hyracotherium" adalah hewan herbivora yang memiliki kelengkapan empat puluh empat gigi dengan mahkota gigi yang rendah, gigi-gigi ini dipergunakan untuk mengunyah daun-daun dari pohon atau semak. "Hyracotherium" adalah "equine" pertama yang diketahui, banyak saintis mempercayai bahwa mamalia inilah yang telah menurunkan berbagai jenis kuda yang ada pada zaman sekarang. "Hyracotherium" telah beradaptasi dengan baik untuk hidup di padang rumput. Mamalia ini memiliki empat jari di tiap-tiap kakinya. Jari-jemari ini berfungsi sebagai penyangga untuk menahan hampir seluruh berat tubuhnya. "Hyracotherium" berukuran kira-kira sama dengan ukuran seekor kancil. Pada Zaman Oligosen, "Hyracotherium" mengalami kepunahan. Akan tetapi, mamalia ini telah menurunkan keturunannya yang dinamakan "Mesohippus". "mesohippus" berukuran lebih besar daripada "Hyracotherium". Struktur tubuh "Mesohippus" menunjukkan bahwa hewan ini telah beradaptasi dengan sangat baik untuk hidup di padang rumput, hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah jari pada setiap kaki "Mesohippus" menjadi tiga jari di setiap kakinya. Jari tengahnya juga lebih besar daripada jari-jari lainnya. Selain itu, hewan ini juga memiliki kaki yang lebih kuat dan lincah dibandingkan dengan

"Hyracotherium". Hewan ini memiliki leher yang agak panjang. Pada mulutnya, ditemukan beberapa gigi pra-geraham yang hampir berkembang menjadi gigi geraham. Gigi seperti ini tentu akan meningkatkan kemampuannya untuk mengunyah makanan. Pada pertengahan Zaman Miosen, Hidup sejenis kuda yang disebut "Merychippus". Spesies kuda ini diperkirakan merupakan keturunan dari "Mesohippus". Seperti nenek moyangnya, "Merychippus" masih memiliki leher yang agak panjang yang khas. Diduga, leher panjang ini berfungsi sebagai alat bantu saat ia merumput, sehingga ia bisa merumput dengan tenang dengan posisi berdiri. "merychippus" memiliki tiga jari pada kaki belakangnya, dan empat jari pada kaki depannya. Kaki "Merychippus" berkembang menjadi kaki yang panjang, agak berbeda dangan kaki yang dimiliki kuda zaman sekarang. Sekarang, "Merychippus" telah punah. Penyebab kepunahannya diperkirakan akibat perubahan iklim besar-besaran yang mengakibatkan terjadinya zaman es. Penelitian menunjukkan bahwa "Merychippus" telah menurunkan keturunan yang berupa kuda zaman sekarang (" Equus"). Jari-jemari pada nenek moyangnya telah berkurang jumlahnya sampai tinggal satu jari di setiap kakinya yang telah dilindungi oleh kuku yang sangat keras dan telah termodifikasi. Struktur kaki kuda zaman sekarangpun telah beradaptasi bukan hanya untuk hidup di padang rumput tetapi juga untuk berlari dengan cepat. Jenis kaki ini membuat kuda dapat berlari dengan sangat cepat tanpa khawatir akan resiko terkilir.

Suatu ketika evolusionis pernah mengklaim bahwa fosil Seymouria (kiri) adalah bentuk peralihan antara amfibi dan reptil. Menurut skenario ini, Seymouria adalah "nenek moyang primitif dari reptil". Akan tetapi, berbagai penemuan fosil berikutnya menunjukkan bahwa reptil telah hidup di bumi sekitar 30 juta tahun sebelum Seymouria. 32 Berdasarkan penemuan ini, evolusionis harus melepaskan klaim mereka berkaitan dengan Seymouria.

Archaeopteryx/Arkheopteriks adalah burung. Ia mempunyai kaki-kaki yang dapat mencengkeram, sayap-sayap seperti burung, bulu-bulu seperti bulu burung modern, tempurung kepala seperti burung, dan sebuah furcula (tulang selangka burung). Selain itu, ia terbang! Lebih jauh lagi, walaupun fosil Archaeopteryx pertama kali ditemukan 1861, fosil-fosil lain yang

ditemukan sejak saat itu tidak ada satu pun yang menunjukkan bentuk transisi antara reptil dan Archaeopteryx atau antara Archaeopteryx dan burung-burung. Jika reptil berevolusi menjadi burung maka akan ditemukan ribuan makhluk transisi yang hidup dan mati, yang meninggalkan jejak dalam bentuk fosil. Walaupun bukti yang memberatkan dan bertentangan ini ada namun banyak evolusionis mempertahankan pendapat bahwa Archaeopteryx adalah bentuk transisi antara reptil dan burung. Mereka menunjuk pada bukti bahwa burung ini mempunyai cakar di kedua sayapnya, gigi, dan beberapa ciri khas yang tampak seperti reptil. Beberapa orang menyatakan bahwa ciri khas ini mengindikasikan bahwa Archaeopteryx berevolusi dari reptil. Tetapi, beberapa burung purba mempunyai gigi. Dengan bukti yang sama juga ternyata banyak burung purba yang tidak mempunyai gigi. Intinya adalah tidak ada fosil yang ditemukan yang menyatakan terjadinya kehilangan gigi secara terus-menerus/perlahan-lahan hilang pada burung-burung. Mereka ada yang mempunyai gigi dan ada yang tidak! Hal ini tidak mengejutkan karena hal ini juga terjadi pada beberapa binatang bertulang belakang lainnya. Beberapa ikan mempunyai gigi, beberapa amfibi mempunyai gigi, dan beberapa reptil mempunyai gigi. Tetapi ada ikan, dan amfibi, dan reptil yang tidak punya gigi! Kebanyakan mamalia punya gigi, tetapi beberapa tidak. Keberadaan atau ketidakberadaan gigi tidak mengkonfirmasi atau menyangkal teori evolusi atau penciptaan. Apakah adanya cakar pada sayap membuktikan transisi reptil dan burung ? Tidak, karena ada paling sedikit 3 burung yang hidup sekarang yang juga mempunyai cakar di sayapnya. Hoatzin, burung yang hidup di Amerika Selatan, mempunyai cakar di sayapnya ketika masih muda. Hal ini juga terjadi pada touraco, burung yang hidup di Afrika. Ostrich mempunyai 3 cakar pada sayapnya, tetapi tidak ada satu pun yang berani mengusulkan bahwa ketiga burung ini adalah binatang perantara reptil dan burung karena mereka hidup pada saat ini.

Beberapa tahun lalu, paleontologis (ahli fosil) menemukan fosil dari burung modern dan menyimpulkan, dari bukti, bahwa burung modern itu hidup pada waktu yang sama dengan Archaeopteryx. Archaeopteryx tidak bisa menjadi nenek moyang burung jika burung modern dan Archaeopteryx hidup pada waktu yang bersamaan. Baru-baru ini, paleontologis menemukan fosil-fosil dari seekor burung di Texas yang diduga hidup 75 juta tahun sebelum Archaeopteryx. Jika kita mengikuti pola pikir evolusionis maka burung ini seharusnya lebih menyerupai reptil daripada Archaeopteryx. Tetapi makhluk ini lebih menyerupai burung daripada Archaeopteryx! Ilmuwan yang percaya teori penciptaan

menyimpulkan bahwa Archaeopteryx bukan seekor binatang perantara reptil dan burung, tetapi adalah burung, khusus diciptakan Tuhan dan terpelihara untuk kita dalam bentuk catatan fosil.