102909415-7-Protap-Rawat-Inap-jalan-Smf-Mata-2008.pdf

PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) SMF MATA RSUD Dr.SOEBADI JEMBER By. Dr.LUTFI ZEIN, Sp.

M

PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP LEWAT POLIKLINIK MATA
No. Dokumen /SMF.Mata/…….. No. Revisi 1 Halaman 1/1

RSUD Dr. SOEBANDI
Tanggal terbit …………………….. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Cholid Baktir, MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur

Pengertian Semua pasien baru atau lama, Askes atau umum yang datang ke poliklinik mata pada jam dan hari kerja, yang kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap Tujuan Pasien dilayani dengan cepat, tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien setelah dilayani di klinik mata, kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap sudah mendapat terapi dan rencana tindakan lengkap serta dokumen medik yang lengkap Prosedur 1. Pasien baru dengan status dan nomor Rekam Medik baru, setelah dari Loket Admisi mendaftar ke Loket Poliklinik Mata 2. Pasien lama dengan status dan nomor Rekam Medik lama (pasien wajib membawa kartu berobat) dari Loket Admisi, lalu mendaftar di Loket Poliklinik Mata 3. Semua pasien baru atau lama setelah diperiksa dan perlu rawat inap, wajib mengurus dokumen medis di Admisi / Unit Rekam Medik 4. Dokumen Rekam Medik Rawat Inap setelah diisi kelengkapannya oleh petugas Loket Poliklinik Mata dan Dokter, baru dibawa ke Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun 5. Dokter menulis di Dokumen Rekam Medik : Instruksi, rencana tindakan dan terapi yang diberikan dengan lengkap Unit Terkait Loket Admisi Poliklinik Mata Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun

bila anak – anak ke bagian Pediatri atau ke bagian lain terkait penyakitnya. RFT. hasil optimal dan pasien merasa puas Kebijakan • Semua pasien wajib disiapkan pemeriksaan laboratorium lengkap (DL. baik operasi sendiri maupun bersama bagian lain Tujuan Semua pasien disiapkan dan dilakukan operasi dengan cepat. bila berkas lengkap selanjutnya dikonsultasikan ke bagian anestesi Prosedur 1.PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI UMUM No. injeksi valium 10mg intra muskular. tetes midriasil. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. Perawat menyiapkan pasien : potong bulu mata. Dokter yang memeriksa keadaan terakhir pasien. Dokumen /SMF. 140 054 077 Pengertian Semua tindakan operasi mata dengan anestesi umum baik di IGD maupun di IBS. melengkapi dokumen medis 3.. Dokter wajib menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga pasien tentang kemungkinan hasil operasi dan risiko yang mungkin terjadi (resiko anestesi dan resiko operasi) Unit Terkait SMF Mata SMF Anestesi SMF Kardiologi Laboratorium (LPK). tepat.LFT dll) sesuai yang diperlukan. MM NIP. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Kadar Gula Darah. Radiologi IBS (Instalasi Bedah Sentral) IGD (Instalasi Gawat Darurat) Ditetapkan oleh : Direktur . tanda tangan persetujuan tindakan. obat – obatan lain yang diberikan dokter 2. melakukan anel test. Cholid Baktir. Dokter segera mengkonsulkan ke bagian lain bila dijumpai ada kelainan di luar bagian mata 4. X photo Thorax dan ada persetujuan tindakan operasi (tanda tangan informed consent) • Semua pasien wajib dikonsulkan ke Kardiologi bila berumur > 40 tahun.Mata/…….. tanda tangan persetujuan tindakan. tetes mata Pantocain. HM. PROSEDUR TETAP Dr. No.

ICU mendapat pelayanan multidisipliner terkait penyakitnya secara memuaskan Kebijakan Semua pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap. Unit Terkait Instalasi Rawat Inap (Ruangan dan Paviliun) SMF Mata IGD ICU . Prosedur 1.. bila ada dokter muda di bagian mata. 5. Pasien di bidang lain yang dikonsulkan ke bagian mata. segera dijawab.Paviliun. Dokumen /SMF. No. IGD. Pasien mata yang sedang dirawat di bagian lain. wajib dikonsultasikan ke bagian yang terkait dengan penyakitnya dan dokter yang mendapat konsul wajib segera menjawab. Cholid Baktir. Bila pasien yang dikonsulkan bisa berjalan. maka wajib dirawat gabung dengan bidang lain selain mata 3. memeriksa dan menjawab konsul di tempat pasien rawat inap 6.IGD. HM.Mata/……. Paviliun. bila perlu dirawat mata.. ditulis di lembar konsultasi dalam dokumen medis 2. dokter bisa didanpingi perawat mata atau dokter muda di bagian mata 7. maka dokter muda bisa melakukan pemeriksaan tonometri dan pemberian tetes mata midriasil lebih dahulu. diperiksa dan ditulis hasilnya di lembar konsultasi dalam dokumen medis 4. PROSEDUR TETAP Dr. dokter wajib mendatangi. SOEBANDI Tanggal terbit …………………….ICU yang ada kelainan atau keluhan penyakitnya. Dalam menjawab konsul. Bila memungkinkan dalam menjawab konsultasi. Ruangan Paviliun & ICU yang dikonsultasikan ke SMF Mata Tujuan Pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap.PROTAP KONSULTASI PASIEN RAWAT INAP No. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien rawat inap mata yang memerlukan konsultasi ke SMF lain atau pasien yang dirawat karena kasus di luar mata di Ruang Rawat Inap. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Pasien mata yang sedang dirawat bila ada kelainan di bidang lain segera dikonsulkan. sebaiknya pasien dibawa ke poliklinik mata sehingga dapat memperoleh pemeriksaan yang lengkap menggunakan sarana pemeriksaan standar. MM NIP.IGD. Bila pasien yang dikonsulkan tidak mungkin berjalan.

ataupun dialkukan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan tonometri.. yang datang periksa atau berobat di Poliklinik Mata pada jam dan hari kerja. pasien menuju ruang tindakan di Poliklinik Mata 7.PROTAP ALUR PASIEN RAWAT JALAN MATA No. Setelah dicatat. Selanjutnya pasien menunggu untuk dilakukan pemeriksaan di kamar 3 oleh dokter spesialis mata.. tepat dan puas Kebijakan Semua pasien sebelum ke poliklinik Mata harus ke loket karcis dan Loket Admisi dulu untuk mendaftar dan mendapat kartu berobat serta lembar status rawat jalan Prosedur 1.dan lain-lain oleh paramedik 6. Pasien baru mendafar ke loket karcis dan Loket Admisi diberi kartu berobat dan diberi lembar status rawat jalan 2. No. Cholid Baktir. Selanjutnya pasien kembali ke loket membawa status rawat jalan dan pasien pulang atau MRS atau ke SMF lain untuk konsultasi Unit Terkait Loket Admisi Loket SMF IP. Pasien lama harus membawa kartu berobat ke Loket Admisi. HM. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien baru atau lama. Setelah dari Admisi. didaftar di Loket Administrasi Poliklinik Mata.Mata/……. fluoresein. MM NIP. Dokumen /SMF. didaftar dan diberi lembar status rawat jalan yang lama 3. PROSEDUR TETAP Dr. pasien mendaftar ke Loket Administrasi Poliklinik Mata (kamar 1) dengan membawa status rawat jalan 4. umum atau askes. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Bila diperlukan tindakan. terus masuk ke Ruang Refraksi (kamar 4) 5. Mata (Poliklinik Mata) PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI LOKAL . SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. Tujuan Pasien dilayani dengna cepat.

pemberian tetes Pantocain maupun Midriasil. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. . MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur . 3. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Dokumen /SMF. Unit Terkait Poliklinik SMF Mata Ruangan Mata / Paviliun IBS PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP MATA LEWAT IGD No. No.. Premedikasi injeksi valium 10 mg intra muskular oleh paramedis dan anestesi lokal oleh dokter. surat ke IBS. baik dari poliklinik mata. ruang Rawat Inap / Paviliun. dilengkapi tanda tangan persetujuan tindakan.Pengertian Semua pasien yang direncanakan operasi mata dengan menggunakan anestesi lokal. .Mata/……. dilengkapi dokumen medis rawat jalan maupun dokumen rawat inap dan tanda tangan persetujuan tindakan (informed consent). Persiapan operasi mata misalnya : potong bulu mata.. surat ke Ruangan / Paviliun. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr.Bila kadar gula darah masih tinggi (Gula Darah Acak > 200 mg%)  dikonsultasikan ke bagian Penyakit Dalam sampai teregulasi/mendapat persetujuan dari bagian Penyakit Dalam Prosedur 1. tepat dan merasa puas Kebijakan . IGD maupun dari ruangan mata. Dokter menulis persiapan tindakan meliputi : resep obat. Cholid Baktir.Semua pasien yang disiapkan operasi mata dengan anestesi lokal dilakukan persiapan pemeriksaan Laboratorium yaitu Kadar Gula Darah dan bila usia diatas 40 tahun wajib dikonsultasikan ke Kardiologi. kelengkapan catatan dokumen medis dan obat yang diperlukan. Pasien dari Poliklinik Mata disiapkan dari klinik mata. Tujuan Pasien dilayani dan disiapkan dengna cepat. Pasien dari ruang Rawat Inap / Paviliun / IGD disiapkan dari IGD. Konsul ke Kardiologi maupun pemeriksaan Laboratorium. 2.Bila gula darah acak < 200 gr% dan tensi badan < 150/90 atau telah mendapat persetujuan dari bagian kardiologi  maka operasi dapat dijadwalkan / dilaksanakan. 4.

tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien yang dilayani di IGD sebelum ke Ruang Rawat Inap (Ruang Bedah Umum atau Paviliun) ditangani secara tuntas dan ada lembar status Rawat Inap dengan prinsip satu pasien satu nomor registrasi. Semua pasien sebelum dikirim ke Ruangan Mata / Rawat Inap / Paviliun harus ada terapi yang jelas dan lengkap Unit Terkait Loket Rekam Medik IGD Ruang Rawat Inap Mata (Ruang Bedah Umum / Paviliun ) PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) KEGAWAT DARURATAN MATA SMF MATA RSUD Dr. Pasien ditangani dokter jaga dulu sesuai kemmapuan. dan dikonsulkan ke dokter spesialis bila perlu penanganan spesialis 5.LUTFI ZEIN. Askes atau Umum yang datang ke IGD dan memerlukan rawat inap Tujuan Semua pasien dilayani cepat. Pasien lama harus mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam medik lama (sesuai yang pernah didaftar) 4.M 1. Pasien yang dilayani di IGD. keluarga mengurus dokumen medik di Loket Rekam Medik 2.Pengertian Semua pasien baru atau lama. Pasien baru mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam Medik baru 3. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL MATA . Setelah dilakukan tindakan / operasi pasien bisa dipindah ke Ruang Rawat Inap Mata ( Ruang Bedah Umum / Paviliun ) dengan instruksi yang jelas di lembar Rekam Medik 6.SOEBADI JEMBER By.Br. Prosedur 1.Sp. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA 2.

Mata/……. Teteskan anestesi topikal Pantocain/Tetracain tetes mata 0. konjungtiva. Dokumen /SMF. bersihkan dengan bantuan lidi kapas. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM MATA PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA RSUD Dr. bila perlu dengan menggunakan ”infusion set” atau ”continuous irrigation”. dapat diberikan sikloplegik tetes mata “short acting” (misal Homatropin 2%). tepat.pembnersih lantai.5 % .. MM NIP. 2.Sikloplegik tetes mata . dapat rawat jalan. pembersih porselen/keramik. No. 3. SOEBANDI No.kapur. maupun bahan kimia basa (gamping. Bila didapatkan erosi kornea/defek epitel kornea  mata dibebat. dan pH > 7  basa) atau dengan kertas lakmus.Rawat jalan • Derajat III-IV . baik dari anamnesis maupun test dengan kertas pH meter ( pH < 7  asam. apakah jenis asam atau basa. Untuk bahan kimia basa : • Derajat I-II . forniks superior dan inferior untuk menetralisir pH. HM.Bebat mata bila ada erosi kornea/defek epitel kornea .2 % . diberikan antibiotik tetes/salep mata profilaktik. 6.Antibiotika topikal (tetes/salep mata) . Untuk bahan kimia asam. Cholid Baktir. Bila ada sisa bahan kimia. Untuk bahan kimia asam dilakukan minimal ½ jam. Irigasi dengan cairan fisiologis/aquadest steril secara sistematis pada kornea.deterjen.Sikloplegik tetes mata . Sebelum irigasi dapat diberikan Pantocain tetes mata 0. 140 054 077 Pengertian Trauma kimia mata adalah trauma/ruda paksa akibat paparan terhadap bahan kimia.5 % atau 2% 2-3 tetes sampai rasa nyeri berkurang. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. asam sulfat.dll). irigasi dilanjutkan secara intensif di ruang rawat inap. 4. sedang bahan kimia basa minimal 1 jam.Antibiotika tetes/salep mata . 5.Rawat inap.dll) Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma kimia mata sesegera mungkin secara adekuat melalui tindakan medik yang memenuhi standar medik Kebijakan Penerapan tindakan medikm yang cepat. 7. Tentukan bahan kimia penyebab trauma. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. dapat berupa bahan kimia asam (asam cuka..3. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1.

misal simblefaron. SOEBANDI No.. stop pemberian kortikosteroid topikal.Mata/……. glaukoma sekunder. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL PADA MATA RSUD Dr. Cholid Baktir. Bila klinis membaik (pH normal. bila klinis membaik dilakukan tappering off setelah 14 hari. No. kornea mengalami epitelialisasi.- Kortikosteriod tetes mata 7-14 hari. inflamasi berkurang)  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Bila klinis menjelek. 140 054 077 . Bebat mata bila ada erosi kornea/ defek epitel kornea Mengatasi penyulit-penyulit yang timbul. dll.. Dokumen /SMF. HM. MM NIP. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….

Kulit  dengan benang silk 5.l hematoma/edema/ruptur palpebra. antiinflamasi.0. Bila klinis membaik  dapat rawat jalan 5. dislokasi lensa. perdarahan badan kaca. hemosiderosis atau perdarahan yang menetap > 5 hari • Edukasi prognosis • Bila dalam perawatan segmen posterior tidak dapat dievaluasi dengan oftalmoskop  direncanakan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) . ablasio retina dll. 6. Dapat diberikan kortikosteroiod sistemik / oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit seperti uveitis. Obat penenang (pada anak-anak) serta analgesik (simptomatis) • Paracentesa bila terjadi penyulit Glaukoma sekunder yang tidak terkontrol dengan obat anti glaukoma. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik .0.6. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm.0. tepat.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. dianjurkan USG (sambil rawat jalan) h.0.0 5. hifema. Vicryl.Pengertian Trauma mekanik tumpul pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tumpul dengan penyulit. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif) prinsipnya : a. ruptur sklera.penyulitnya a. kornea  dengan Nylon 10. dapat dengan bius lokal atau umum. mukosa.0 atau Vicryl 5. Penderita dengan trauma tembus disertai visus LP (-)  diberikan edukasi yang baik. g.0. perdarahan sub konjungtiva.0) b.0 .0-7.8. prolaps vitreous  vitrektomi) c. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas. ruptur konjungtiva. segmen anterior dan posterior.0. posisi kepala lebih tinggi dari badan (semi fowler) • Kompres dingin • Antibiotika topikal( tetes/salep mata ). tirah baring sempurna. oftalmia simpatetik dan menekan proses radang f. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi.0 6. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita.Otot. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. tarsus  dengan benang Catgut.0-6. d. 6. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. Prolene atau Dermalon 5. bila ada erosi /defek epitel kornea  bebat mata • Koagulansia. visus. ruptur kornea. 6.0 – 4. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medikm yang cepat. dengan bantuan loupe atau mikroskop.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. prolaps choroids  choroidektomi. Pada penyulit hematoma palpebra dan perdarahan subkonjungtiva  diberikan analgesik. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun Antobiotika sistemik dan sikloplegik bila perlu e.0 pada anak. Pada penyulit erosi kornea (defek epitel kornea)  diberikan Antibiotik salep mata dan dibebat serta dapat rawat jalan 4. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengna oftalmoskop.0 atau 7. vasokonstriktor tetes mata serta dapat rawat jalan 3. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik disarankan eviserasi atau enukleasi i. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. Bila terjadi Hifema atau perdarahan di bilik mata depan : • MRS(rawat inap). Diberikan Antibiotika topikal ( tetes mata/salep mata) . Dexon 5. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tumpul pada mata secara cepat. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0.

Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….• Mobilisasi boleh dilakukan setelah hifema atau koagulum hilang (hari 3-5 post trauma) mencegah rebleeding atau hifema sekunder • Bila klinis membaik  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. No. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM PADA MATA RSUD Dr.. HM. Dokumen /SMF. Cholid Baktir. 140 054 077 . SOEBANDI No.. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. MM NIP.Mata/…….

anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. kornea  dengan Nylon 10.6.0.8.0-7. Vicryl. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. dianjurkan eviserasi atau enukleasi i. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik. ruptur konjungtiva. Dexon 5. Pada penderita dengan trauma tembus disertai visus Lp(-)  diberikan edukasi yang baik. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif)  prinsipnya : a. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. ruptur kornea. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas.0 3.0.0-6. Diberikan Antibiotika topikal (tetes mata/salep mata). tarsus  dengan benang Catgut.Otot. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengan oftalmoskop  dianjurkan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) h.penyulitnya a.Pengertian Trauma mekanik tajam pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tajam dengan penyulit. visus.0.0 – 4.0. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik .0 atau Vicryl 5.0.0 . ruptur sklera dll. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. segmen anterior dan posterior g. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0.0) b.Kulit  dengan benang silk 5.0 atau 7. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medik yang cepat. prolaps vitreous  vitrektomi) c. dapat dengan bius lokal atau umum. dengan bantuan loupe atau mikroskop. Paviliun ) . Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun sistemik dan sikloplegik bila perlu e. 6. Bila klinis membaik  rawat jalan 5. 6.0 4. Dapat diberikan kortikosteroid sistemik/oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit uveitis. tepat.l ruptur palpebra dengan atau tanpa ruptur kanalis lakrimalis. oftalmia simpatetik serta menekan proses radang f.0. mukosa. prolaps choroids  choroidektomi. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tajam pada mata secara cepat. Prolene atau Dermalon 5. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi.0 pada anak. d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful