P. 1
102909415-7-Protap-Rawat-Inap-jalan-Smf-Mata-2008.pdf

102909415-7-Protap-Rawat-Inap-jalan-Smf-Mata-2008.pdf

|Views: 163|Likes:
Dipublikasikan oleh Fira Ajah
protap
protap

More info:

Categories:Types, Comics
Published by: Fira Ajah on Mar 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) SMF MATA RSUD Dr.SOEBADI JEMBER By. Dr.LUTFI ZEIN, Sp.

M

PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP LEWAT POLIKLINIK MATA
No. Dokumen /SMF.Mata/…….. No. Revisi 1 Halaman 1/1

RSUD Dr. SOEBANDI
Tanggal terbit …………………….. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Cholid Baktir, MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur

Pengertian Semua pasien baru atau lama, Askes atau umum yang datang ke poliklinik mata pada jam dan hari kerja, yang kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap Tujuan Pasien dilayani dengan cepat, tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien setelah dilayani di klinik mata, kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap sudah mendapat terapi dan rencana tindakan lengkap serta dokumen medik yang lengkap Prosedur 1. Pasien baru dengan status dan nomor Rekam Medik baru, setelah dari Loket Admisi mendaftar ke Loket Poliklinik Mata 2. Pasien lama dengan status dan nomor Rekam Medik lama (pasien wajib membawa kartu berobat) dari Loket Admisi, lalu mendaftar di Loket Poliklinik Mata 3. Semua pasien baru atau lama setelah diperiksa dan perlu rawat inap, wajib mengurus dokumen medis di Admisi / Unit Rekam Medik 4. Dokumen Rekam Medik Rawat Inap setelah diisi kelengkapannya oleh petugas Loket Poliklinik Mata dan Dokter, baru dibawa ke Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun 5. Dokter menulis di Dokumen Rekam Medik : Instruksi, rencana tindakan dan terapi yang diberikan dengan lengkap Unit Terkait Loket Admisi Poliklinik Mata Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun

tetes mata Pantocain. MM NIP. Kadar Gula Darah. injeksi valium 10mg intra muskular. obat – obatan lain yang diberikan dokter 2.. melengkapi dokumen medis 3. baik operasi sendiri maupun bersama bagian lain Tujuan Semua pasien disiapkan dan dilakukan operasi dengan cepat.LFT dll) sesuai yang diperlukan. HM. tanda tangan persetujuan tindakan.. Radiologi IBS (Instalasi Bedah Sentral) IGD (Instalasi Gawat Darurat) Ditetapkan oleh : Direktur . X photo Thorax dan ada persetujuan tindakan operasi (tanda tangan informed consent) • Semua pasien wajib dikonsulkan ke Kardiologi bila berumur > 40 tahun. bila anak – anak ke bagian Pediatri atau ke bagian lain terkait penyakitnya.PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI UMUM No. Dokter yang memeriksa keadaan terakhir pasien. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. tanda tangan persetujuan tindakan. Dokter wajib menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga pasien tentang kemungkinan hasil operasi dan risiko yang mungkin terjadi (resiko anestesi dan resiko operasi) Unit Terkait SMF Mata SMF Anestesi SMF Kardiologi Laboratorium (LPK). Perawat menyiapkan pasien : potong bulu mata. Dokumen /SMF.Mata/……. PROSEDUR TETAP Dr. melakukan anel test. Cholid Baktir. bila berkas lengkap selanjutnya dikonsultasikan ke bagian anestesi Prosedur 1. hasil optimal dan pasien merasa puas Kebijakan • Semua pasien wajib disiapkan pemeriksaan laboratorium lengkap (DL. Dokter segera mengkonsulkan ke bagian lain bila dijumpai ada kelainan di luar bagian mata 4. 140 054 077 Pengertian Semua tindakan operasi mata dengan anestesi umum baik di IGD maupun di IBS. No. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. RFT. tepat. tetes midriasil.

Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Paviliun. dokter wajib mendatangi. MM NIP. bila perlu dirawat mata. segera dijawab. wajib dikonsultasikan ke bagian yang terkait dengan penyakitnya dan dokter yang mendapat konsul wajib segera menjawab. Pasien mata yang sedang dirawat di bagian lain. Dokumen /SMF.. Bila memungkinkan dalam menjawab konsultasi.Paviliun.PROTAP KONSULTASI PASIEN RAWAT INAP No. sebaiknya pasien dibawa ke poliklinik mata sehingga dapat memperoleh pemeriksaan yang lengkap menggunakan sarana pemeriksaan standar.Mata/……. maka dokter muda bisa melakukan pemeriksaan tonometri dan pemberian tetes mata midriasil lebih dahulu. maka wajib dirawat gabung dengan bidang lain selain mata 3. Ruangan Paviliun & ICU yang dikonsultasikan ke SMF Mata Tujuan Pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap.IGD. HM. 5. ICU mendapat pelayanan multidisipliner terkait penyakitnya secara memuaskan Kebijakan Semua pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap.IGD. bila ada dokter muda di bagian mata. dokter bisa didanpingi perawat mata atau dokter muda di bagian mata 7. No.ICU yang ada kelainan atau keluhan penyakitnya. Cholid Baktir. Dalam menjawab konsul. Prosedur 1.. Bila pasien yang dikonsulkan bisa berjalan. PROSEDUR TETAP Dr. ditulis di lembar konsultasi dalam dokumen medis 2. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien rawat inap mata yang memerlukan konsultasi ke SMF lain atau pasien yang dirawat karena kasus di luar mata di Ruang Rawat Inap. Bila pasien yang dikonsulkan tidak mungkin berjalan. Pasien mata yang sedang dirawat bila ada kelainan di bidang lain segera dikonsulkan. diperiksa dan ditulis hasilnya di lembar konsultasi dalam dokumen medis 4. memeriksa dan menjawab konsul di tempat pasien rawat inap 6. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. IGD. Unit Terkait Instalasi Rawat Inap (Ruangan dan Paviliun) SMF Mata IGD ICU . Pasien di bidang lain yang dikonsulkan ke bagian mata.

Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. tepat dan puas Kebijakan Semua pasien sebelum ke poliklinik Mata harus ke loket karcis dan Loket Admisi dulu untuk mendaftar dan mendapat kartu berobat serta lembar status rawat jalan Prosedur 1. Cholid Baktir. PROSEDUR TETAP Dr. No. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. ataupun dialkukan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan tonometri. Selanjutnya pasien menunggu untuk dilakukan pemeriksaan di kamar 3 oleh dokter spesialis mata. MM NIP. Pasien lama harus membawa kartu berobat ke Loket Admisi. Selanjutnya pasien kembali ke loket membawa status rawat jalan dan pasien pulang atau MRS atau ke SMF lain untuk konsultasi Unit Terkait Loket Admisi Loket SMF IP.. didaftar di Loket Administrasi Poliklinik Mata. Setelah dari Admisi. fluoresein. umum atau askes.Mata/…….PROTAP ALUR PASIEN RAWAT JALAN MATA No. Mata (Poliklinik Mata) PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI LOKAL . yang datang periksa atau berobat di Poliklinik Mata pada jam dan hari kerja. Pasien baru mendafar ke loket karcis dan Loket Admisi diberi kartu berobat dan diberi lembar status rawat jalan 2. Setelah dicatat.dan lain-lain oleh paramedik 6. Dokumen /SMF. Tujuan Pasien dilayani dengna cepat. didaftar dan diberi lembar status rawat jalan yang lama 3. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien baru atau lama. pasien menuju ruang tindakan di Poliklinik Mata 7. terus masuk ke Ruang Refraksi (kamar 4) 5.. HM. Bila diperlukan tindakan. pasien mendaftar ke Loket Administrasi Poliklinik Mata (kamar 1) dengan membawa status rawat jalan 4.

Mata/……. No. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur . pemberian tetes Pantocain maupun Midriasil..Bila kadar gula darah masih tinggi (Gula Darah Acak > 200 mg%)  dikonsultasikan ke bagian Penyakit Dalam sampai teregulasi/mendapat persetujuan dari bagian Penyakit Dalam Prosedur 1.Pengertian Semua pasien yang direncanakan operasi mata dengan menggunakan anestesi lokal. . MM NIP. PROSEDUR TETAP Dr. tepat dan merasa puas Kebijakan . kelengkapan catatan dokumen medis dan obat yang diperlukan. surat ke IBS. Pasien dari Poliklinik Mata disiapkan dari klinik mata. 3. Dokter menulis persiapan tindakan meliputi : resep obat. Premedikasi injeksi valium 10 mg intra muskular oleh paramedis dan anestesi lokal oleh dokter. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. 2. Pasien dari ruang Rawat Inap / Paviliun / IGD disiapkan dari IGD. baik dari poliklinik mata. Konsul ke Kardiologi maupun pemeriksaan Laboratorium. 4. Persiapan operasi mata misalnya : potong bulu mata. Cholid Baktir. dilengkapi dokumen medis rawat jalan maupun dokumen rawat inap dan tanda tangan persetujuan tindakan (informed consent).Semua pasien yang disiapkan operasi mata dengan anestesi lokal dilakukan persiapan pemeriksaan Laboratorium yaitu Kadar Gula Darah dan bila usia diatas 40 tahun wajib dikonsultasikan ke Kardiologi. Unit Terkait Poliklinik SMF Mata Ruangan Mata / Paviliun IBS PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP MATA LEWAT IGD No.Bila gula darah acak < 200 gr% dan tensi badan < 150/90 atau telah mendapat persetujuan dari bagian kardiologi  maka operasi dapat dijadwalkan / dilaksanakan. Dokumen /SMF.. Tujuan Pasien dilayani dan disiapkan dengna cepat. dilengkapi tanda tangan persetujuan tindakan. surat ke Ruangan / Paviliun. IGD maupun dari ruangan mata. HM. ruang Rawat Inap / Paviliun. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. .

LUTFI ZEIN. keluarga mengurus dokumen medik di Loket Rekam Medik 2.M 1. Semua pasien sebelum dikirim ke Ruangan Mata / Rawat Inap / Paviliun harus ada terapi yang jelas dan lengkap Unit Terkait Loket Rekam Medik IGD Ruang Rawat Inap Mata (Ruang Bedah Umum / Paviliun ) PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) KEGAWAT DARURATAN MATA SMF MATA RSUD Dr. Pasien ditangani dokter jaga dulu sesuai kemmapuan. Setelah dilakukan tindakan / operasi pasien bisa dipindah ke Ruang Rawat Inap Mata ( Ruang Bedah Umum / Paviliun ) dengan instruksi yang jelas di lembar Rekam Medik 6. tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien yang dilayani di IGD sebelum ke Ruang Rawat Inap (Ruang Bedah Umum atau Paviliun) ditangani secara tuntas dan ada lembar status Rawat Inap dengan prinsip satu pasien satu nomor registrasi.Br. Pasien lama harus mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam medik lama (sesuai yang pernah didaftar) 4.Sp.SOEBADI JEMBER By. Askes atau Umum yang datang ke IGD dan memerlukan rawat inap Tujuan Semua pasien dilayani cepat.Pengertian Semua pasien baru atau lama. Pasien yang dilayani di IGD. Prosedur 1. Pasien baru mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam Medik baru 3. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL MATA . PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA 2. dan dikonsulkan ke dokter spesialis bila perlu penanganan spesialis 5.

Bebat mata bila ada erosi kornea/defek epitel kornea .2 % . dapat rawat jalan. forniks superior dan inferior untuk menetralisir pH..Rawat inap. irigasi dilanjutkan secara intensif di ruang rawat inap.deterjen. 7.3. apakah jenis asam atau basa. SOEBANDI No. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….Rawat jalan • Derajat III-IV . 4. bila perlu dengan menggunakan ”infusion set” atau ”continuous irrigation”. 3. 2. HM. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM MATA PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA RSUD Dr. Cholid Baktir.Sikloplegik tetes mata . pembersih porselen/keramik.dll). Irigasi dengan cairan fisiologis/aquadest steril secara sistematis pada kornea. Teteskan anestesi topikal Pantocain/Tetracain tetes mata 0. Bila didapatkan erosi kornea/defek epitel kornea  mata dibebat. asam sulfat. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr.dll) Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma kimia mata sesegera mungkin secara adekuat melalui tindakan medik yang memenuhi standar medik Kebijakan Penerapan tindakan medikm yang cepat.Mata/…….pembnersih lantai. 6.Antibiotika topikal (tetes/salep mata) .Sikloplegik tetes mata . 5. Tentukan bahan kimia penyebab trauma. dapat berupa bahan kimia asam (asam cuka. Untuk bahan kimia basa : • Derajat I-II . bersihkan dengan bantuan lidi kapas. Untuk bahan kimia asam dilakukan minimal ½ jam. tepat. konjungtiva.kapur. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. maupun bahan kimia basa (gamping. sedang bahan kimia basa minimal 1 jam. MM NIP.5 % . Dokumen /SMF.. baik dari anamnesis maupun test dengan kertas pH meter ( pH < 7  asam.5 % atau 2% 2-3 tetes sampai rasa nyeri berkurang. dapat diberikan sikloplegik tetes mata “short acting” (misal Homatropin 2%).Antibiotika tetes/salep mata . No. Untuk bahan kimia asam. 140 054 077 Pengertian Trauma kimia mata adalah trauma/ruda paksa akibat paparan terhadap bahan kimia. diberikan antibiotik tetes/salep mata profilaktik. Sebelum irigasi dapat diberikan Pantocain tetes mata 0. Bila ada sisa bahan kimia. dan pH > 7  basa) atau dengan kertas lakmus.

glaukoma sekunder.Mata/……. dll. inflamasi berkurang)  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. stop pemberian kortikosteroid topikal. Bila klinis membaik (pH normal. Bebat mata bila ada erosi kornea/ defek epitel kornea Mengatasi penyulit-penyulit yang timbul.. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. Bila klinis menjelek. No. misal simblefaron.. Cholid Baktir.- Kortikosteriod tetes mata 7-14 hari. bila klinis membaik dilakukan tappering off setelah 14 hari. kornea mengalami epitelialisasi. HM. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL PADA MATA RSUD Dr. MM NIP. SOEBANDI No. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. Dokumen /SMF. 140 054 077 .

5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2.Kulit  dengan benang silk 5. Dapat diberikan kortikosteroiod sistemik / oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit seperti uveitis.0-7. bila ada erosi /defek epitel kornea  bebat mata • Koagulansia. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas.l hematoma/edema/ruptur palpebra.0-6.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. d.0 atau Vicryl 5. Penderita dengan trauma tembus disertai visus LP (-)  diberikan edukasi yang baik. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medikm yang cepat.Pengertian Trauma mekanik tumpul pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tumpul dengan penyulit. antiinflamasi. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun Antobiotika sistemik dan sikloplegik bila perlu e. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. perdarahan badan kaca.6. Bila klinis membaik  dapat rawat jalan 5. Dexon 5. dengan bantuan loupe atau mikroskop.0 atau 7. ruptur sklera.0.0 pada anak. ruptur konjungtiva. ruptur kornea.penyulitnya a. 6. visus. segmen anterior dan posterior. Obat penenang (pada anak-anak) serta analgesik (simptomatis) • Paracentesa bila terjadi penyulit Glaukoma sekunder yang tidak terkontrol dengan obat anti glaukoma. Pada penyulit erosi kornea (defek epitel kornea)  diberikan Antibiotik salep mata dan dibebat serta dapat rawat jalan 4. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6.0.0. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . perdarahan sub konjungtiva. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik disarankan eviserasi atau enukleasi i. vasokonstriktor tetes mata serta dapat rawat jalan 3. prolaps vitreous  vitrektomi) c. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tumpul pada mata secara cepat. dianjurkan USG (sambil rawat jalan) h. 6. tarsus  dengan benang Catgut. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. Prolene atau Dermalon 5. oftalmia simpatetik dan menekan proses radang f. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. hemosiderosis atau perdarahan yang menetap > 5 hari • Edukasi prognosis • Bila dalam perawatan segmen posterior tidak dapat dievaluasi dengan oftalmoskop  direncanakan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) . Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0.0 – 4. Pada penyulit hematoma palpebra dan perdarahan subkonjungtiva  diberikan analgesik. g.Otot. dislokasi lensa.0 . prolaps choroids  choroidektomi. tirah baring sempurna. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif) prinsipnya : a. Diberikan Antibiotika topikal ( tetes mata/salep mata) .0 5. posisi kepala lebih tinggi dari badan (semi fowler) • Kompres dingin • Antibiotika topikal( tetes/salep mata ). hifema.0. Bila terjadi Hifema atau perdarahan di bilik mata depan : • MRS(rawat inap).8. tepat. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengna oftalmoskop. ablasio retina dll. 6.0) b.0 6. Vicryl. mukosa. dapat dengan bius lokal atau umum.0.0. kornea  dengan Nylon 10.

. HM. 140 054 077 . Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr..• Mobilisasi boleh dilakukan setelah hifema atau koagulum hilang (hari 3-5 post trauma) mencegah rebleeding atau hifema sekunder • Bila klinis membaik  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. MM NIP. SOEBANDI No.Mata/……. Cholid Baktir. No. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM PADA MATA RSUD Dr. Dokumen /SMF.

kornea  dengan Nylon 10. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. Paviliun ) .Kulit  dengan benang silk 5.0 4. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif)  prinsipnya : a. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum.6. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun sistemik dan sikloplegik bila perlu e.0.0 – 4.0) b. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. prolaps choroids  choroidektomi.0 atau Vicryl 5. 6.0 . Dapat diberikan kortikosteroid sistemik/oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit uveitis. Diberikan Antibiotika topikal (tetes mata/salep mata).0 atau 7. Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medik yang cepat. prolaps vitreous  vitrektomi) c.l ruptur palpebra dengan atau tanpa ruptur kanalis lakrimalis. Prolene atau Dermalon 5. dengan bantuan loupe atau mikroskop. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. Dexon 5.0. Vicryl.Otot. ruptur kornea. Bila klinis membaik  rawat jalan 5. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengan oftalmoskop  dianjurkan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) h.0-6.penyulitnya a.0. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik. dapat dengan bius lokal atau umum. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0.0 3. segmen anterior dan posterior g. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2.0. dianjurkan eviserasi atau enukleasi i. tarsus  dengan benang Catgut. 6.0.0. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tajam pada mata secara cepat. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. oftalmia simpatetik serta menekan proses radang f.Pengertian Trauma mekanik tajam pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tajam dengan penyulit. ruptur konjungtiva.0-7. ruptur sklera dll. mukosa.0 pada anak. visus. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas. d. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . tepat. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm.8. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. Pada penderita dengan trauma tembus disertai visus Lp(-)  diberikan edukasi yang baik.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->