PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) SMF MATA RSUD Dr.SOEBADI JEMBER By. Dr.LUTFI ZEIN, Sp.

M

PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP LEWAT POLIKLINIK MATA
No. Dokumen /SMF.Mata/…….. No. Revisi 1 Halaman 1/1

RSUD Dr. SOEBANDI
Tanggal terbit …………………….. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Cholid Baktir, MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur

Pengertian Semua pasien baru atau lama, Askes atau umum yang datang ke poliklinik mata pada jam dan hari kerja, yang kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap Tujuan Pasien dilayani dengan cepat, tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien setelah dilayani di klinik mata, kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap sudah mendapat terapi dan rencana tindakan lengkap serta dokumen medik yang lengkap Prosedur 1. Pasien baru dengan status dan nomor Rekam Medik baru, setelah dari Loket Admisi mendaftar ke Loket Poliklinik Mata 2. Pasien lama dengan status dan nomor Rekam Medik lama (pasien wajib membawa kartu berobat) dari Loket Admisi, lalu mendaftar di Loket Poliklinik Mata 3. Semua pasien baru atau lama setelah diperiksa dan perlu rawat inap, wajib mengurus dokumen medis di Admisi / Unit Rekam Medik 4. Dokumen Rekam Medik Rawat Inap setelah diisi kelengkapannya oleh petugas Loket Poliklinik Mata dan Dokter, baru dibawa ke Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun 5. Dokter menulis di Dokumen Rekam Medik : Instruksi, rencana tindakan dan terapi yang diberikan dengan lengkap Unit Terkait Loket Admisi Poliklinik Mata Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun

MM NIP. Dokter wajib menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga pasien tentang kemungkinan hasil operasi dan risiko yang mungkin terjadi (resiko anestesi dan resiko operasi) Unit Terkait SMF Mata SMF Anestesi SMF Kardiologi Laboratorium (LPK). Dokter yang memeriksa keadaan terakhir pasien.PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI UMUM No. tetes mata Pantocain. bila anak – anak ke bagian Pediatri atau ke bagian lain terkait penyakitnya. Perawat menyiapkan pasien : potong bulu mata.. 140 054 077 Pengertian Semua tindakan operasi mata dengan anestesi umum baik di IGD maupun di IBS. Dokter segera mengkonsulkan ke bagian lain bila dijumpai ada kelainan di luar bagian mata 4. tanda tangan persetujuan tindakan. X photo Thorax dan ada persetujuan tindakan operasi (tanda tangan informed consent) • Semua pasien wajib dikonsulkan ke Kardiologi bila berumur > 40 tahun.. Dokumen /SMF. baik operasi sendiri maupun bersama bagian lain Tujuan Semua pasien disiapkan dan dilakukan operasi dengan cepat. Kadar Gula Darah. injeksi valium 10mg intra muskular.LFT dll) sesuai yang diperlukan. hasil optimal dan pasien merasa puas Kebijakan • Semua pasien wajib disiapkan pemeriksaan laboratorium lengkap (DL. No. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. RFT. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Radiologi IBS (Instalasi Bedah Sentral) IGD (Instalasi Gawat Darurat) Ditetapkan oleh : Direktur . Cholid Baktir. tepat. HM. tetes midriasil. obat – obatan lain yang diberikan dokter 2. bila berkas lengkap selanjutnya dikonsultasikan ke bagian anestesi Prosedur 1. melengkapi dokumen medis 3. melakukan anel test.Mata/……. PROSEDUR TETAP Dr. tanda tangan persetujuan tindakan.

5. dokter wajib mendatangi. bila perlu dirawat mata.Paviliun. diperiksa dan ditulis hasilnya di lembar konsultasi dalam dokumen medis 4. bila ada dokter muda di bagian mata. Unit Terkait Instalasi Rawat Inap (Ruangan dan Paviliun) SMF Mata IGD ICU . sebaiknya pasien dibawa ke poliklinik mata sehingga dapat memperoleh pemeriksaan yang lengkap menggunakan sarana pemeriksaan standar. No. dokter bisa didanpingi perawat mata atau dokter muda di bagian mata 7.IGD. IGD. segera dijawab. Ruangan Paviliun & ICU yang dikonsultasikan ke SMF Mata Tujuan Pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien rawat inap mata yang memerlukan konsultasi ke SMF lain atau pasien yang dirawat karena kasus di luar mata di Ruang Rawat Inap. ditulis di lembar konsultasi dalam dokumen medis 2. Cholid Baktir.. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. HM. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. maka dokter muda bisa melakukan pemeriksaan tonometri dan pemberian tetes mata midriasil lebih dahulu. MM NIP. Pasien mata yang sedang dirawat bila ada kelainan di bidang lain segera dikonsulkan. memeriksa dan menjawab konsul di tempat pasien rawat inap 6.Mata/……. Pasien mata yang sedang dirawat di bagian lain.ICU yang ada kelainan atau keluhan penyakitnya. Dalam menjawab konsul. wajib dikonsultasikan ke bagian yang terkait dengan penyakitnya dan dokter yang mendapat konsul wajib segera menjawab.IGD. maka wajib dirawat gabung dengan bidang lain selain mata 3. Dokumen /SMF. Pasien di bidang lain yang dikonsulkan ke bagian mata. Bila pasien yang dikonsulkan bisa berjalan. Paviliun.. Prosedur 1. Bila pasien yang dikonsulkan tidak mungkin berjalan. PROSEDUR TETAP Dr.PROTAP KONSULTASI PASIEN RAWAT INAP No. Bila memungkinkan dalam menjawab konsultasi. ICU mendapat pelayanan multidisipliner terkait penyakitnya secara memuaskan Kebijakan Semua pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap.

Mata/……. HM. Pasien lama harus membawa kartu berobat ke Loket Admisi. Selanjutnya pasien kembali ke loket membawa status rawat jalan dan pasien pulang atau MRS atau ke SMF lain untuk konsultasi Unit Terkait Loket Admisi Loket SMF IP. Cholid Baktir. fluoresein. Tujuan Pasien dilayani dengna cepat. tepat dan puas Kebijakan Semua pasien sebelum ke poliklinik Mata harus ke loket karcis dan Loket Admisi dulu untuk mendaftar dan mendapat kartu berobat serta lembar status rawat jalan Prosedur 1.. ataupun dialkukan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan tonometri. umum atau askes. Setelah dari Admisi. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. didaftar dan diberi lembar status rawat jalan yang lama 3. Bila diperlukan tindakan. MM NIP. No. Setelah dicatat. PROSEDUR TETAP Dr.PROTAP ALUR PASIEN RAWAT JALAN MATA No. Mata (Poliklinik Mata) PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI LOKAL . terus masuk ke Ruang Refraksi (kamar 4) 5. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. Pasien baru mendafar ke loket karcis dan Loket Admisi diberi kartu berobat dan diberi lembar status rawat jalan 2. pasien menuju ruang tindakan di Poliklinik Mata 7. Dokumen /SMF. yang datang periksa atau berobat di Poliklinik Mata pada jam dan hari kerja. Selanjutnya pasien menunggu untuk dilakukan pemeriksaan di kamar 3 oleh dokter spesialis mata.. pasien mendaftar ke Loket Administrasi Poliklinik Mata (kamar 1) dengan membawa status rawat jalan 4. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien baru atau lama. didaftar di Loket Administrasi Poliklinik Mata.dan lain-lain oleh paramedik 6.

Pengertian Semua pasien yang direncanakan operasi mata dengan menggunakan anestesi lokal. Cholid Baktir. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur .Mata/……. 4. dilengkapi dokumen medis rawat jalan maupun dokumen rawat inap dan tanda tangan persetujuan tindakan (informed consent). PROSEDUR TETAP Dr. Pasien dari Poliklinik Mata disiapkan dari klinik mata.Semua pasien yang disiapkan operasi mata dengan anestesi lokal dilakukan persiapan pemeriksaan Laboratorium yaitu Kadar Gula Darah dan bila usia diatas 40 tahun wajib dikonsultasikan ke Kardiologi. surat ke Ruangan / Paviliun. Pasien dari ruang Rawat Inap / Paviliun / IGD disiapkan dari IGD. tepat dan merasa puas Kebijakan .Bila gula darah acak < 200 gr% dan tensi badan < 150/90 atau telah mendapat persetujuan dari bagian kardiologi  maka operasi dapat dijadwalkan / dilaksanakan. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr.. MM NIP. Persiapan operasi mata misalnya : potong bulu mata. Dokumen /SMF.Bila kadar gula darah masih tinggi (Gula Darah Acak > 200 mg%)  dikonsultasikan ke bagian Penyakit Dalam sampai teregulasi/mendapat persetujuan dari bagian Penyakit Dalam Prosedur 1.. No. HM. Premedikasi injeksi valium 10 mg intra muskular oleh paramedis dan anestesi lokal oleh dokter. IGD maupun dari ruangan mata. 2. Konsul ke Kardiologi maupun pemeriksaan Laboratorium. Tujuan Pasien dilayani dan disiapkan dengna cepat. Dokter menulis persiapan tindakan meliputi : resep obat. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. . surat ke IBS. baik dari poliklinik mata. pemberian tetes Pantocain maupun Midriasil. ruang Rawat Inap / Paviliun. dilengkapi tanda tangan persetujuan tindakan. . 3. Unit Terkait Poliklinik SMF Mata Ruangan Mata / Paviliun IBS PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP MATA LEWAT IGD No. kelengkapan catatan dokumen medis dan obat yang diperlukan.

Semua pasien sebelum dikirim ke Ruangan Mata / Rawat Inap / Paviliun harus ada terapi yang jelas dan lengkap Unit Terkait Loket Rekam Medik IGD Ruang Rawat Inap Mata (Ruang Bedah Umum / Paviliun ) PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) KEGAWAT DARURATAN MATA SMF MATA RSUD Dr. Pasien lama harus mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam medik lama (sesuai yang pernah didaftar) 4. Setelah dilakukan tindakan / operasi pasien bisa dipindah ke Ruang Rawat Inap Mata ( Ruang Bedah Umum / Paviliun ) dengan instruksi yang jelas di lembar Rekam Medik 6. Prosedur 1.Br.Pengertian Semua pasien baru atau lama. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL MATA .Sp.SOEBADI JEMBER By. dan dikonsulkan ke dokter spesialis bila perlu penanganan spesialis 5. tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien yang dilayani di IGD sebelum ke Ruang Rawat Inap (Ruang Bedah Umum atau Paviliun) ditangani secara tuntas dan ada lembar status Rawat Inap dengan prinsip satu pasien satu nomor registrasi. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA 2. keluarga mengurus dokumen medik di Loket Rekam Medik 2. Pasien baru mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam Medik baru 3.M 1. Pasien ditangani dokter jaga dulu sesuai kemmapuan. Askes atau Umum yang datang ke IGD dan memerlukan rawat inap Tujuan Semua pasien dilayani cepat.LUTFI ZEIN. Pasien yang dilayani di IGD.

Untuk bahan kimia basa : • Derajat I-II .Bebat mata bila ada erosi kornea/defek epitel kornea . HM.. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. dapat diberikan sikloplegik tetes mata “short acting” (misal Homatropin 2%).Rawat inap.pembnersih lantai.Antibiotika tetes/salep mata .5 % atau 2% 2-3 tetes sampai rasa nyeri berkurang.dll) Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma kimia mata sesegera mungkin secara adekuat melalui tindakan medik yang memenuhi standar medik Kebijakan Penerapan tindakan medikm yang cepat. konjungtiva. asam sulfat.deterjen. 7. Sebelum irigasi dapat diberikan Pantocain tetes mata 0. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….kapur. 6. pembersih porselen/keramik. Untuk bahan kimia asam. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. baik dari anamnesis maupun test dengan kertas pH meter ( pH < 7  asam. bersihkan dengan bantuan lidi kapas. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM MATA PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA RSUD Dr. Tentukan bahan kimia penyebab trauma. Cholid Baktir.Sikloplegik tetes mata . maupun bahan kimia basa (gamping. bila perlu dengan menggunakan ”infusion set” atau ”continuous irrigation”. SOEBANDI No. Dokumen /SMF. 2. dapat rawat jalan.Antibiotika topikal (tetes/salep mata) . 4. apakah jenis asam atau basa.Mata/…….Rawat jalan • Derajat III-IV . 5. dan pH > 7  basa) atau dengan kertas lakmus. Teteskan anestesi topikal Pantocain/Tetracain tetes mata 0. tepat. Bila didapatkan erosi kornea/defek epitel kornea  mata dibebat. dapat berupa bahan kimia asam (asam cuka. irigasi dilanjutkan secara intensif di ruang rawat inap.3. MM NIP.5 % . sedang bahan kimia basa minimal 1 jam.dll).Sikloplegik tetes mata . 140 054 077 Pengertian Trauma kimia mata adalah trauma/ruda paksa akibat paparan terhadap bahan kimia. Bila ada sisa bahan kimia. No.2 % . Untuk bahan kimia asam dilakukan minimal ½ jam. Irigasi dengan cairan fisiologis/aquadest steril secara sistematis pada kornea. 3.. forniks superior dan inferior untuk menetralisir pH. diberikan antibiotik tetes/salep mata profilaktik.

glaukoma sekunder. 140 054 077 . Bila klinis membaik (pH normal.. Bebat mata bila ada erosi kornea/ defek epitel kornea Mengatasi penyulit-penyulit yang timbul. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. HM.- Kortikosteriod tetes mata 7-14 hari. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL PADA MATA RSUD Dr.Mata/……. MM NIP. stop pemberian kortikosteroid topikal. Cholid Baktir. Dokumen /SMF. inflamasi berkurang)  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. SOEBANDI No. Bila klinis menjelek. kornea mengalami epitelialisasi. No. dll. misal simblefaron. bila klinis membaik dilakukan tappering off setelah 14 hari..

Dapat diberikan kortikosteroiod sistemik / oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit seperti uveitis. hifema.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3.0 – 4. ablasio retina dll. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif) prinsipnya : a. g. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. vasokonstriktor tetes mata serta dapat rawat jalan 3. Bila terjadi Hifema atau perdarahan di bilik mata depan : • MRS(rawat inap).0) b. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik disarankan eviserasi atau enukleasi i. oftalmia simpatetik dan menekan proses radang f. d. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. Diberikan Antibiotika topikal ( tetes mata/salep mata) . dapat dengan bius lokal atau umum.Pengertian Trauma mekanik tumpul pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tumpul dengan penyulit. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. 6. Obat penenang (pada anak-anak) serta analgesik (simptomatis) • Paracentesa bila terjadi penyulit Glaukoma sekunder yang tidak terkontrol dengan obat anti glaukoma.0-6.0.0. perdarahan badan kaca. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. Penderita dengan trauma tembus disertai visus LP (-)  diberikan edukasi yang baik. perdarahan sub konjungtiva. ruptur konjungtiva. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi.0. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun Antobiotika sistemik dan sikloplegik bila perlu e. ruptur sklera.0.8.6.0.0 atau Vicryl 5. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0. Vicryl. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengna oftalmoskop. tepat. prolaps choroids  choroidektomi. 6. Pada penyulit erosi kornea (defek epitel kornea)  diberikan Antibiotik salep mata dan dibebat serta dapat rawat jalan 4. kornea  dengan Nylon 10. hemosiderosis atau perdarahan yang menetap > 5 hari • Edukasi prognosis • Bila dalam perawatan segmen posterior tidak dapat dievaluasi dengan oftalmoskop  direncanakan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) . tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medikm yang cepat.Kulit  dengan benang silk 5. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. Pada penyulit hematoma palpebra dan perdarahan subkonjungtiva  diberikan analgesik.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2.l hematoma/edema/ruptur palpebra. ruptur kornea. dianjurkan USG (sambil rawat jalan) h. Prolene atau Dermalon 5. Bila klinis membaik  dapat rawat jalan 5. 6. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum.0 . dislokasi lensa. tirah baring sempurna. prolaps vitreous  vitrektomi) c. bila ada erosi /defek epitel kornea  bebat mata • Koagulansia.0 6. mukosa.Otot. visus. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. segmen anterior dan posterior.0.0-7. antiinflamasi. dengan bantuan loupe atau mikroskop. Dexon 5.0 5.0 pada anak.penyulitnya a.0 atau 7. posisi kepala lebih tinggi dari badan (semi fowler) • Kompres dingin • Antibiotika topikal( tetes/salep mata ). Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tumpul pada mata secara cepat. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . tarsus  dengan benang Catgut.

Cholid Baktir... SOEBANDI No. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM PADA MATA RSUD Dr. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. HM. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. 140 054 077 .• Mobilisasi boleh dilakukan setelah hifema atau koagulum hilang (hari 3-5 post trauma) mencegah rebleeding atau hifema sekunder • Bila klinis membaik  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum.Mata/……. No. MM NIP. Dokumen /SMF.

0.0-6. Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. oftalmia simpatetik serta menekan proses radang f.l ruptur palpebra dengan atau tanpa ruptur kanalis lakrimalis. kornea  dengan Nylon 10. tepat.0-7. dengan bantuan loupe atau mikroskop.0. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik.0) b. ruptur kornea. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . dianjurkan eviserasi atau enukleasi i. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medik yang cepat.0 atau 7. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. Dexon 5. Dapat diberikan kortikosteroid sistemik/oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit uveitis.6.0. visus.8.0. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tajam pada mata secara cepat. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif)  prinsipnya : a. Bila klinis membaik  rawat jalan 5.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. ruptur konjungtiva.Kulit  dengan benang silk 5. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengan oftalmoskop  dianjurkan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) h.0.Pengertian Trauma mekanik tajam pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tajam dengan penyulit. Diberikan Antibiotika topikal (tetes mata/salep mata). Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun sistemik dan sikloplegik bila perlu e. segmen anterior dan posterior g. Pada penderita dengan trauma tembus disertai visus Lp(-)  diberikan edukasi yang baik. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0. d.Otot. mukosa. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. Paviliun ) .0 .0.0 4. 6. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. tarsus  dengan benang Catgut. Vicryl.penyulitnya a.0 pada anak. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi.0 – 4. prolaps choroids  choroidektomi. Prolene atau Dermalon 5. prolaps vitreous  vitrektomi) c.0 3. ruptur sklera dll. dapat dengan bius lokal atau umum. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. 6.0 atau Vicryl 5.