PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) SMF MATA RSUD Dr.SOEBADI JEMBER By. Dr.LUTFI ZEIN, Sp.

M

PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP LEWAT POLIKLINIK MATA
No. Dokumen /SMF.Mata/…….. No. Revisi 1 Halaman 1/1

RSUD Dr. SOEBANDI
Tanggal terbit …………………….. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Cholid Baktir, MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur

Pengertian Semua pasien baru atau lama, Askes atau umum yang datang ke poliklinik mata pada jam dan hari kerja, yang kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap Tujuan Pasien dilayani dengan cepat, tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien setelah dilayani di klinik mata, kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap sudah mendapat terapi dan rencana tindakan lengkap serta dokumen medik yang lengkap Prosedur 1. Pasien baru dengan status dan nomor Rekam Medik baru, setelah dari Loket Admisi mendaftar ke Loket Poliklinik Mata 2. Pasien lama dengan status dan nomor Rekam Medik lama (pasien wajib membawa kartu berobat) dari Loket Admisi, lalu mendaftar di Loket Poliklinik Mata 3. Semua pasien baru atau lama setelah diperiksa dan perlu rawat inap, wajib mengurus dokumen medis di Admisi / Unit Rekam Medik 4. Dokumen Rekam Medik Rawat Inap setelah diisi kelengkapannya oleh petugas Loket Poliklinik Mata dan Dokter, baru dibawa ke Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun 5. Dokter menulis di Dokumen Rekam Medik : Instruksi, rencana tindakan dan terapi yang diberikan dengan lengkap Unit Terkait Loket Admisi Poliklinik Mata Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun

SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. MM NIP. Cholid Baktir. Dokumen /SMF. bila anak – anak ke bagian Pediatri atau ke bagian lain terkait penyakitnya. melengkapi dokumen medis 3. hasil optimal dan pasien merasa puas Kebijakan • Semua pasien wajib disiapkan pemeriksaan laboratorium lengkap (DL. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. tetes midriasil. obat – obatan lain yang diberikan dokter 2. PROSEDUR TETAP Dr.Mata/……. RFT. tanda tangan persetujuan tindakan. HM.LFT dll) sesuai yang diperlukan. 140 054 077 Pengertian Semua tindakan operasi mata dengan anestesi umum baik di IGD maupun di IBS. tetes mata Pantocain... baik operasi sendiri maupun bersama bagian lain Tujuan Semua pasien disiapkan dan dilakukan operasi dengan cepat. Dokter segera mengkonsulkan ke bagian lain bila dijumpai ada kelainan di luar bagian mata 4. No. Dokter yang memeriksa keadaan terakhir pasien.PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI UMUM No. Radiologi IBS (Instalasi Bedah Sentral) IGD (Instalasi Gawat Darurat) Ditetapkan oleh : Direktur . melakukan anel test. tanda tangan persetujuan tindakan. Kadar Gula Darah. bila berkas lengkap selanjutnya dikonsultasikan ke bagian anestesi Prosedur 1. X photo Thorax dan ada persetujuan tindakan operasi (tanda tangan informed consent) • Semua pasien wajib dikonsulkan ke Kardiologi bila berumur > 40 tahun. injeksi valium 10mg intra muskular. tepat. Dokter wajib menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga pasien tentang kemungkinan hasil operasi dan risiko yang mungkin terjadi (resiko anestesi dan resiko operasi) Unit Terkait SMF Mata SMF Anestesi SMF Kardiologi Laboratorium (LPK). Perawat menyiapkan pasien : potong bulu mata.

sebaiknya pasien dibawa ke poliklinik mata sehingga dapat memperoleh pemeriksaan yang lengkap menggunakan sarana pemeriksaan standar. Pasien mata yang sedang dirawat di bagian lain. 5. HM. diperiksa dan ditulis hasilnya di lembar konsultasi dalam dokumen medis 4. Bila pasien yang dikonsulkan tidak mungkin berjalan. bila ada dokter muda di bagian mata. No.. Prosedur 1. maka dokter muda bisa melakukan pemeriksaan tonometri dan pemberian tetes mata midriasil lebih dahulu. wajib dikonsultasikan ke bagian yang terkait dengan penyakitnya dan dokter yang mendapat konsul wajib segera menjawab. Pasien di bidang lain yang dikonsulkan ke bagian mata. ditulis di lembar konsultasi dalam dokumen medis 2. Pasien mata yang sedang dirawat bila ada kelainan di bidang lain segera dikonsulkan.IGD.ICU yang ada kelainan atau keluhan penyakitnya. ICU mendapat pelayanan multidisipliner terkait penyakitnya secara memuaskan Kebijakan Semua pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap. maka wajib dirawat gabung dengan bidang lain selain mata 3. bila perlu dirawat mata.IGD. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. segera dijawab. memeriksa dan menjawab konsul di tempat pasien rawat inap 6. Bila memungkinkan dalam menjawab konsultasi. dokter bisa didanpingi perawat mata atau dokter muda di bagian mata 7. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien rawat inap mata yang memerlukan konsultasi ke SMF lain atau pasien yang dirawat karena kasus di luar mata di Ruang Rawat Inap. Bila pasien yang dikonsulkan bisa berjalan. Cholid Baktir. Unit Terkait Instalasi Rawat Inap (Ruangan dan Paviliun) SMF Mata IGD ICU .Paviliun. Dalam menjawab konsul.Mata/…….. PROSEDUR TETAP Dr. MM NIP.PROTAP KONSULTASI PASIEN RAWAT INAP No. Ruangan Paviliun & ICU yang dikonsultasikan ke SMF Mata Tujuan Pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap. Paviliun. IGD. Dokumen /SMF. dokter wajib mendatangi.

.Mata/……. Setelah dicatat. No.dan lain-lain oleh paramedik 6. Dokumen /SMF. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Pasien baru mendafar ke loket karcis dan Loket Admisi diberi kartu berobat dan diberi lembar status rawat jalan 2. MM NIP. didaftar di Loket Administrasi Poliklinik Mata. Selanjutnya pasien kembali ke loket membawa status rawat jalan dan pasien pulang atau MRS atau ke SMF lain untuk konsultasi Unit Terkait Loket Admisi Loket SMF IP. Bila diperlukan tindakan. fluoresein. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien baru atau lama. umum atau askes.PROTAP ALUR PASIEN RAWAT JALAN MATA No. Mata (Poliklinik Mata) PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI LOKAL . Cholid Baktir. pasien menuju ruang tindakan di Poliklinik Mata 7. PROSEDUR TETAP Dr. Tujuan Pasien dilayani dengna cepat. didaftar dan diberi lembar status rawat jalan yang lama 3. Pasien lama harus membawa kartu berobat ke Loket Admisi.. tepat dan puas Kebijakan Semua pasien sebelum ke poliklinik Mata harus ke loket karcis dan Loket Admisi dulu untuk mendaftar dan mendapat kartu berobat serta lembar status rawat jalan Prosedur 1. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. Setelah dari Admisi. Selanjutnya pasien menunggu untuk dilakukan pemeriksaan di kamar 3 oleh dokter spesialis mata. pasien mendaftar ke Loket Administrasi Poliklinik Mata (kamar 1) dengan membawa status rawat jalan 4. terus masuk ke Ruang Refraksi (kamar 4) 5. ataupun dialkukan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan tonometri. HM. yang datang periksa atau berobat di Poliklinik Mata pada jam dan hari kerja.

SOEBANDI Tanggal terbit …………………….Pengertian Semua pasien yang direncanakan operasi mata dengan menggunakan anestesi lokal. dilengkapi tanda tangan persetujuan tindakan. surat ke Ruangan / Paviliun. kelengkapan catatan dokumen medis dan obat yang diperlukan. tepat dan merasa puas Kebijakan . Dokumen /SMF. 3. ruang Rawat Inap / Paviliun. pemberian tetes Pantocain maupun Midriasil. IGD maupun dari ruangan mata. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Unit Terkait Poliklinik SMF Mata Ruangan Mata / Paviliun IBS PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP MATA LEWAT IGD No.. Cholid Baktir.. Premedikasi injeksi valium 10 mg intra muskular oleh paramedis dan anestesi lokal oleh dokter. baik dari poliklinik mata. Pasien dari Poliklinik Mata disiapkan dari klinik mata. Tujuan Pasien dilayani dan disiapkan dengna cepat. dilengkapi dokumen medis rawat jalan maupun dokumen rawat inap dan tanda tangan persetujuan tindakan (informed consent).Mata/……. No. .Semua pasien yang disiapkan operasi mata dengan anestesi lokal dilakukan persiapan pemeriksaan Laboratorium yaitu Kadar Gula Darah dan bila usia diatas 40 tahun wajib dikonsultasikan ke Kardiologi.Bila kadar gula darah masih tinggi (Gula Darah Acak > 200 mg%)  dikonsultasikan ke bagian Penyakit Dalam sampai teregulasi/mendapat persetujuan dari bagian Penyakit Dalam Prosedur 1. Pasien dari ruang Rawat Inap / Paviliun / IGD disiapkan dari IGD. 4. Dokter menulis persiapan tindakan meliputi : resep obat. surat ke IBS. . PROSEDUR TETAP Dr. HM. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur . Konsul ke Kardiologi maupun pemeriksaan Laboratorium. MM NIP. 2.Bila gula darah acak < 200 gr% dan tensi badan < 150/90 atau telah mendapat persetujuan dari bagian kardiologi  maka operasi dapat dijadwalkan / dilaksanakan. Persiapan operasi mata misalnya : potong bulu mata.

Pasien baru mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam Medik baru 3. Pasien lama harus mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam medik lama (sesuai yang pernah didaftar) 4. Prosedur 1.M 1. Pasien yang dilayani di IGD.SOEBADI JEMBER By.Pengertian Semua pasien baru atau lama. Setelah dilakukan tindakan / operasi pasien bisa dipindah ke Ruang Rawat Inap Mata ( Ruang Bedah Umum / Paviliun ) dengan instruksi yang jelas di lembar Rekam Medik 6.Sp. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA 2.LUTFI ZEIN. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL MATA . dan dikonsulkan ke dokter spesialis bila perlu penanganan spesialis 5. Semua pasien sebelum dikirim ke Ruangan Mata / Rawat Inap / Paviliun harus ada terapi yang jelas dan lengkap Unit Terkait Loket Rekam Medik IGD Ruang Rawat Inap Mata (Ruang Bedah Umum / Paviliun ) PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) KEGAWAT DARURATAN MATA SMF MATA RSUD Dr.Br. keluarga mengurus dokumen medik di Loket Rekam Medik 2. Pasien ditangani dokter jaga dulu sesuai kemmapuan. tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien yang dilayani di IGD sebelum ke Ruang Rawat Inap (Ruang Bedah Umum atau Paviliun) ditangani secara tuntas dan ada lembar status Rawat Inap dengan prinsip satu pasien satu nomor registrasi. Askes atau Umum yang datang ke IGD dan memerlukan rawat inap Tujuan Semua pasien dilayani cepat.

. diberikan antibiotik tetes/salep mata profilaktik. 4. konjungtiva. forniks superior dan inferior untuk menetralisir pH. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….Sikloplegik tetes mata . HM. 3. Dokumen /SMF. Cholid Baktir. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM MATA PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA RSUD Dr.dll). dapat berupa bahan kimia asam (asam cuka. Untuk bahan kimia basa : • Derajat I-II .dll) Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma kimia mata sesegera mungkin secara adekuat melalui tindakan medik yang memenuhi standar medik Kebijakan Penerapan tindakan medikm yang cepat.deterjen. Bila ada sisa bahan kimia. Untuk bahan kimia asam. 2. sedang bahan kimia basa minimal 1 jam. Teteskan anestesi topikal Pantocain/Tetracain tetes mata 0. No. Sebelum irigasi dapat diberikan Pantocain tetes mata 0. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. tepat. Irigasi dengan cairan fisiologis/aquadest steril secara sistematis pada kornea.2 % . adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1.Antibiotika tetes/salep mata . 7.5 % atau 2% 2-3 tetes sampai rasa nyeri berkurang. dapat rawat jalan.. Bila didapatkan erosi kornea/defek epitel kornea  mata dibebat.Bebat mata bila ada erosi kornea/defek epitel kornea . asam sulfat. bersihkan dengan bantuan lidi kapas. SOEBANDI No. Untuk bahan kimia asam dilakukan minimal ½ jam. pembersih porselen/keramik. MM NIP. 5.Sikloplegik tetes mata . irigasi dilanjutkan secara intensif di ruang rawat inap.pembnersih lantai. 6.3.Antibiotika topikal (tetes/salep mata) . bila perlu dengan menggunakan ”infusion set” atau ”continuous irrigation”.Mata/……. baik dari anamnesis maupun test dengan kertas pH meter ( pH < 7  asam. dapat diberikan sikloplegik tetes mata “short acting” (misal Homatropin 2%).5 % .Rawat jalan • Derajat III-IV . maupun bahan kimia basa (gamping. dan pH > 7  basa) atau dengan kertas lakmus.kapur. apakah jenis asam atau basa.Rawat inap. Tentukan bahan kimia penyebab trauma. 140 054 077 Pengertian Trauma kimia mata adalah trauma/ruda paksa akibat paparan terhadap bahan kimia.

SOEBANDI No. Bebat mata bila ada erosi kornea/ defek epitel kornea Mengatasi penyulit-penyulit yang timbul. misal simblefaron.Mata/……. Bila klinis membaik (pH normal. Dokumen /SMF. MM NIP. 140 054 077 . Bila klinis menjelek.- Kortikosteriod tetes mata 7-14 hari. kornea mengalami epitelialisasi. stop pemberian kortikosteroid topikal. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL PADA MATA RSUD Dr.. inflamasi berkurang)  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum.. Cholid Baktir. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. dll. HM. bila klinis membaik dilakukan tappering off setelah 14 hari. glaukoma sekunder. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. No.

Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun Antobiotika sistemik dan sikloplegik bila perlu e. Pada penyulit erosi kornea (defek epitel kornea)  diberikan Antibiotik salep mata dan dibebat serta dapat rawat jalan 4.0 atau Vicryl 5. Vicryl. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita.penyulitnya a. oftalmia simpatetik dan menekan proses radang f.0.0. 6.0. Prolene atau Dermalon 5. tirah baring sempurna.Otot. vasokonstriktor tetes mata serta dapat rawat jalan 3. ruptur kornea. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medikm yang cepat. 6. Bila klinis membaik  dapat rawat jalan 5. prolaps vitreous  vitrektomi) c. hifema. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. hemosiderosis atau perdarahan yang menetap > 5 hari • Edukasi prognosis • Bila dalam perawatan segmen posterior tidak dapat dievaluasi dengan oftalmoskop  direncanakan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) . 6. ruptur sklera. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7.0-7.0 . Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif) prinsipnya : a.0 pada anak. mukosa. ruptur konjungtiva.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. antiinflamasi. d. g. kornea  dengan Nylon 10. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tumpul pada mata secara cepat.8. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. dianjurkan USG (sambil rawat jalan) h.Kulit  dengan benang silk 5. visus.l hematoma/edema/ruptur palpebra. Penderita dengan trauma tembus disertai visus LP (-)  diberikan edukasi yang baik. Diberikan Antibiotika topikal ( tetes mata/salep mata) . bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik disarankan eviserasi atau enukleasi i.0 atau 7.0. tarsus  dengan benang Catgut. dapat dengan bius lokal atau umum. tepat. segmen anterior dan posterior.0 – 4. posisi kepala lebih tinggi dari badan (semi fowler) • Kompres dingin • Antibiotika topikal( tetes/salep mata ).5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. perdarahan badan kaca.0 6. Dexon 5.6. Pada penyulit hematoma palpebra dan perdarahan subkonjungtiva  diberikan analgesik. ablasio retina dll.0) b. prolaps choroids  choroidektomi. Obat penenang (pada anak-anak) serta analgesik (simptomatis) • Paracentesa bila terjadi penyulit Glaukoma sekunder yang tidak terkontrol dengan obat anti glaukoma.0 5. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. dengan bantuan loupe atau mikroskop. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. dislokasi lensa.Pengertian Trauma mekanik tumpul pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tumpul dengan penyulit. bila ada erosi /defek epitel kornea  bebat mata • Koagulansia.0. perdarahan sub konjungtiva. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengna oftalmoskop. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas.0-6. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik .0. Dapat diberikan kortikosteroiod sistemik / oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit seperti uveitis. Bila terjadi Hifema atau perdarahan di bilik mata depan : • MRS(rawat inap).

PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. Dokumen /SMF. No... Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….Mata/……. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM PADA MATA RSUD Dr. 140 054 077 .• Mobilisasi boleh dilakukan setelah hifema atau koagulum hilang (hari 3-5 post trauma) mencegah rebleeding atau hifema sekunder • Bila klinis membaik  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. MM NIP. SOEBANDI No. HM. Cholid Baktir.

penyulitnya a. visus. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif)  prinsipnya : a. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. kornea  dengan Nylon 10. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medik yang cepat. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. Diberikan Antibiotika topikal (tetes mata/salep mata).Otot.0.0. ruptur kornea. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0. d. dengan bantuan loupe atau mikroskop. dianjurkan eviserasi atau enukleasi i. Prolene atau Dermalon 5. 6. Pada penderita dengan trauma tembus disertai visus Lp(-)  diberikan edukasi yang baik. dapat dengan bius lokal atau umum. Bila klinis membaik  rawat jalan 5.Pengertian Trauma mekanik tajam pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tajam dengan penyulit.0 3.0. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tajam pada mata secara cepat. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. segmen anterior dan posterior g.0 – 4. prolaps vitreous  vitrektomi) c. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun sistemik dan sikloplegik bila perlu e.0 .6. Vicryl.0.0 4. tepat. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6.0. Paviliun ) .0 atau 7. ruptur sklera dll. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik.0-7. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. oftalmia simpatetik serta menekan proses radang f. ruptur konjungtiva.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3.0 atau Vicryl 5. Dapat diberikan kortikosteroid sistemik/oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit uveitis.8. 6. mukosa.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2.0. Dexon 5. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . Tindakan dilakukan di kamar bedah steril.Kulit  dengan benang silk 5. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas. prolaps choroids  choroidektomi. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengan oftalmoskop  dianjurkan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) h.0-6.l ruptur palpebra dengan atau tanpa ruptur kanalis lakrimalis.0) b. tarsus  dengan benang Catgut.0 pada anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful