PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) SMF MATA RSUD Dr.SOEBADI JEMBER By. Dr.LUTFI ZEIN, Sp.

M

PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP LEWAT POLIKLINIK MATA
No. Dokumen /SMF.Mata/…….. No. Revisi 1 Halaman 1/1

RSUD Dr. SOEBANDI
Tanggal terbit …………………….. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Cholid Baktir, MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur

Pengertian Semua pasien baru atau lama, Askes atau umum yang datang ke poliklinik mata pada jam dan hari kerja, yang kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap Tujuan Pasien dilayani dengan cepat, tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien setelah dilayani di klinik mata, kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap sudah mendapat terapi dan rencana tindakan lengkap serta dokumen medik yang lengkap Prosedur 1. Pasien baru dengan status dan nomor Rekam Medik baru, setelah dari Loket Admisi mendaftar ke Loket Poliklinik Mata 2. Pasien lama dengan status dan nomor Rekam Medik lama (pasien wajib membawa kartu berobat) dari Loket Admisi, lalu mendaftar di Loket Poliklinik Mata 3. Semua pasien baru atau lama setelah diperiksa dan perlu rawat inap, wajib mengurus dokumen medis di Admisi / Unit Rekam Medik 4. Dokumen Rekam Medik Rawat Inap setelah diisi kelengkapannya oleh petugas Loket Poliklinik Mata dan Dokter, baru dibawa ke Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun 5. Dokter menulis di Dokumen Rekam Medik : Instruksi, rencana tindakan dan terapi yang diberikan dengan lengkap Unit Terkait Loket Admisi Poliklinik Mata Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun

HM. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. tetes mata Pantocain. 140 054 077 Pengertian Semua tindakan operasi mata dengan anestesi umum baik di IGD maupun di IBS. Dokter segera mengkonsulkan ke bagian lain bila dijumpai ada kelainan di luar bagian mata 4. Perawat menyiapkan pasien : potong bulu mata. tanda tangan persetujuan tindakan.PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI UMUM No. Dokumen /SMF. X photo Thorax dan ada persetujuan tindakan operasi (tanda tangan informed consent) • Semua pasien wajib dikonsulkan ke Kardiologi bila berumur > 40 tahun.. PROSEDUR TETAP Dr. Dokter wajib menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga pasien tentang kemungkinan hasil operasi dan risiko yang mungkin terjadi (resiko anestesi dan resiko operasi) Unit Terkait SMF Mata SMF Anestesi SMF Kardiologi Laboratorium (LPK). bila anak – anak ke bagian Pediatri atau ke bagian lain terkait penyakitnya. hasil optimal dan pasien merasa puas Kebijakan • Semua pasien wajib disiapkan pemeriksaan laboratorium lengkap (DL. MM NIP. tepat. No. Dokter yang memeriksa keadaan terakhir pasien. Radiologi IBS (Instalasi Bedah Sentral) IGD (Instalasi Gawat Darurat) Ditetapkan oleh : Direktur . melengkapi dokumen medis 3. injeksi valium 10mg intra muskular. tetes midriasil. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. obat – obatan lain yang diberikan dokter 2. Cholid Baktir.LFT dll) sesuai yang diperlukan.. baik operasi sendiri maupun bersama bagian lain Tujuan Semua pasien disiapkan dan dilakukan operasi dengan cepat. tanda tangan persetujuan tindakan. melakukan anel test. RFT. Kadar Gula Darah.Mata/……. bila berkas lengkap selanjutnya dikonsultasikan ke bagian anestesi Prosedur 1.

sebaiknya pasien dibawa ke poliklinik mata sehingga dapat memperoleh pemeriksaan yang lengkap menggunakan sarana pemeriksaan standar. Dokumen /SMF. Pasien mata yang sedang dirawat di bagian lain. wajib dikonsultasikan ke bagian yang terkait dengan penyakitnya dan dokter yang mendapat konsul wajib segera menjawab. Unit Terkait Instalasi Rawat Inap (Ruangan dan Paviliun) SMF Mata IGD ICU . diperiksa dan ditulis hasilnya di lembar konsultasi dalam dokumen medis 4. memeriksa dan menjawab konsul di tempat pasien rawat inap 6. Dalam menjawab konsul. 5. segera dijawab. PROSEDUR TETAP Dr. maka wajib dirawat gabung dengan bidang lain selain mata 3. Bila pasien yang dikonsulkan tidak mungkin berjalan. Ruangan Paviliun & ICU yang dikonsultasikan ke SMF Mata Tujuan Pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap.. bila perlu dirawat mata. HM. Pasien di bidang lain yang dikonsulkan ke bagian mata. Bila pasien yang dikonsulkan bisa berjalan. MM NIP.Mata/……. Cholid Baktir.IGD.PROTAP KONSULTASI PASIEN RAWAT INAP No. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Paviliun. maka dokter muda bisa melakukan pemeriksaan tonometri dan pemberian tetes mata midriasil lebih dahulu. Prosedur 1.ICU yang ada kelainan atau keluhan penyakitnya. dokter bisa didanpingi perawat mata atau dokter muda di bagian mata 7. dokter wajib mendatangi. Pasien mata yang sedang dirawat bila ada kelainan di bidang lain segera dikonsulkan. Bila memungkinkan dalam menjawab konsultasi. No. ICU mendapat pelayanan multidisipliner terkait penyakitnya secara memuaskan Kebijakan Semua pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap.Paviliun. SOEBANDI Tanggal terbit …………………….. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien rawat inap mata yang memerlukan konsultasi ke SMF lain atau pasien yang dirawat karena kasus di luar mata di Ruang Rawat Inap. IGD.IGD. ditulis di lembar konsultasi dalam dokumen medis 2. bila ada dokter muda di bagian mata.

umum atau askes. Pasien lama harus membawa kartu berobat ke Loket Admisi. Mata (Poliklinik Mata) PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI LOKAL .PROTAP ALUR PASIEN RAWAT JALAN MATA No. Setelah dari Admisi. pasien mendaftar ke Loket Administrasi Poliklinik Mata (kamar 1) dengan membawa status rawat jalan 4. pasien menuju ruang tindakan di Poliklinik Mata 7. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. PROSEDUR TETAP Dr.. didaftar dan diberi lembar status rawat jalan yang lama 3. Bila diperlukan tindakan. No. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. didaftar di Loket Administrasi Poliklinik Mata. terus masuk ke Ruang Refraksi (kamar 4) 5. Selanjutnya pasien menunggu untuk dilakukan pemeriksaan di kamar 3 oleh dokter spesialis mata. Selanjutnya pasien kembali ke loket membawa status rawat jalan dan pasien pulang atau MRS atau ke SMF lain untuk konsultasi Unit Terkait Loket Admisi Loket SMF IP. Dokumen /SMF. HM. Cholid Baktir. Setelah dicatat.Mata/…….dan lain-lain oleh paramedik 6. tepat dan puas Kebijakan Semua pasien sebelum ke poliklinik Mata harus ke loket karcis dan Loket Admisi dulu untuk mendaftar dan mendapat kartu berobat serta lembar status rawat jalan Prosedur 1. ataupun dialkukan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan tonometri. yang datang periksa atau berobat di Poliklinik Mata pada jam dan hari kerja. MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien baru atau lama. fluoresein.. Pasien baru mendafar ke loket karcis dan Loket Admisi diberi kartu berobat dan diberi lembar status rawat jalan 2. Tujuan Pasien dilayani dengna cepat.

Bila kadar gula darah masih tinggi (Gula Darah Acak > 200 mg%)  dikonsultasikan ke bagian Penyakit Dalam sampai teregulasi/mendapat persetujuan dari bagian Penyakit Dalam Prosedur 1. ruang Rawat Inap / Paviliun.Mata/……. surat ke IBS. Persiapan operasi mata misalnya : potong bulu mata. Cholid Baktir. Unit Terkait Poliklinik SMF Mata Ruangan Mata / Paviliun IBS PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP MATA LEWAT IGD No. Pasien dari ruang Rawat Inap / Paviliun / IGD disiapkan dari IGD. tepat dan merasa puas Kebijakan . MM NIP.Pengertian Semua pasien yang direncanakan operasi mata dengan menggunakan anestesi lokal. Tujuan Pasien dilayani dan disiapkan dengna cepat.Bila gula darah acak < 200 gr% dan tensi badan < 150/90 atau telah mendapat persetujuan dari bagian kardiologi  maka operasi dapat dijadwalkan / dilaksanakan. No. dilengkapi dokumen medis rawat jalan maupun dokumen rawat inap dan tanda tangan persetujuan tindakan (informed consent). pemberian tetes Pantocain maupun Midriasil. Premedikasi injeksi valium 10 mg intra muskular oleh paramedis dan anestesi lokal oleh dokter. Konsul ke Kardiologi maupun pemeriksaan Laboratorium. baik dari poliklinik mata. SOEBANDI Tanggal terbit …………………….. 4. Dokter menulis persiapan tindakan meliputi : resep obat. Dokumen /SMF. PROSEDUR TETAP Dr. HM. 2. 3. kelengkapan catatan dokumen medis dan obat yang diperlukan.. IGD maupun dari ruangan mata. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Pasien dari Poliklinik Mata disiapkan dari klinik mata.Semua pasien yang disiapkan operasi mata dengan anestesi lokal dilakukan persiapan pemeriksaan Laboratorium yaitu Kadar Gula Darah dan bila usia diatas 40 tahun wajib dikonsultasikan ke Kardiologi. dilengkapi tanda tangan persetujuan tindakan. surat ke Ruangan / Paviliun. . . 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur .

Setelah dilakukan tindakan / operasi pasien bisa dipindah ke Ruang Rawat Inap Mata ( Ruang Bedah Umum / Paviliun ) dengan instruksi yang jelas di lembar Rekam Medik 6.Br. tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien yang dilayani di IGD sebelum ke Ruang Rawat Inap (Ruang Bedah Umum atau Paviliun) ditangani secara tuntas dan ada lembar status Rawat Inap dengan prinsip satu pasien satu nomor registrasi. Askes atau Umum yang datang ke IGD dan memerlukan rawat inap Tujuan Semua pasien dilayani cepat. Prosedur 1. Pasien yang dilayani di IGD. Pasien ditangani dokter jaga dulu sesuai kemmapuan. keluarga mengurus dokumen medik di Loket Rekam Medik 2.M 1. dan dikonsulkan ke dokter spesialis bila perlu penanganan spesialis 5. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL MATA .Pengertian Semua pasien baru atau lama. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA 2.Sp.SOEBADI JEMBER By. Semua pasien sebelum dikirim ke Ruangan Mata / Rawat Inap / Paviliun harus ada terapi yang jelas dan lengkap Unit Terkait Loket Rekam Medik IGD Ruang Rawat Inap Mata (Ruang Bedah Umum / Paviliun ) PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) KEGAWAT DARURATAN MATA SMF MATA RSUD Dr. Pasien baru mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam Medik baru 3.LUTFI ZEIN. Pasien lama harus mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam medik lama (sesuai yang pernah didaftar) 4.

sedang bahan kimia basa minimal 1 jam.Sikloplegik tetes mata . PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. Dokumen /SMF.Rawat inap. 7.Mata/……. forniks superior dan inferior untuk menetralisir pH. maupun bahan kimia basa (gamping.Bebat mata bila ada erosi kornea/defek epitel kornea . Irigasi dengan cairan fisiologis/aquadest steril secara sistematis pada kornea.. asam sulfat.Sikloplegik tetes mata . bila perlu dengan menggunakan ”infusion set” atau ”continuous irrigation”.dll) Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma kimia mata sesegera mungkin secara adekuat melalui tindakan medik yang memenuhi standar medik Kebijakan Penerapan tindakan medikm yang cepat.3. irigasi dilanjutkan secara intensif di ruang rawat inap. Untuk bahan kimia asam. bersihkan dengan bantuan lidi kapas. Bila didapatkan erosi kornea/defek epitel kornea  mata dibebat. Untuk bahan kimia asam dilakukan minimal ½ jam. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. Sebelum irigasi dapat diberikan Pantocain tetes mata 0. Cholid Baktir.5 % atau 2% 2-3 tetes sampai rasa nyeri berkurang..5 % . 140 054 077 Pengertian Trauma kimia mata adalah trauma/ruda paksa akibat paparan terhadap bahan kimia. konjungtiva. 3.kapur.Antibiotika topikal (tetes/salep mata) . PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM MATA PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA RSUD Dr. SOEBANDI No. dapat rawat jalan.Antibiotika tetes/salep mata . pembersih porselen/keramik. 2.Rawat jalan • Derajat III-IV . Untuk bahan kimia basa : • Derajat I-II . MM NIP.pembnersih lantai. dapat diberikan sikloplegik tetes mata “short acting” (misal Homatropin 2%).dll). No. 6.2 % . Teteskan anestesi topikal Pantocain/Tetracain tetes mata 0. 4. HM. Tentukan bahan kimia penyebab trauma. 5. dapat berupa bahan kimia asam (asam cuka. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. Bila ada sisa bahan kimia. dan pH > 7  basa) atau dengan kertas lakmus. diberikan antibiotik tetes/salep mata profilaktik. apakah jenis asam atau basa. baik dari anamnesis maupun test dengan kertas pH meter ( pH < 7  asam.deterjen. tepat.

Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL PADA MATA RSUD Dr. glaukoma sekunder. dll. Dokumen /SMF. SOEBANDI No.- Kortikosteriod tetes mata 7-14 hari.. bila klinis membaik dilakukan tappering off setelah 14 hari.Mata/……. No. Bebat mata bila ada erosi kornea/ defek epitel kornea Mengatasi penyulit-penyulit yang timbul. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. HM. 140 054 077 . kornea mengalami epitelialisasi. misal simblefaron. Bila klinis menjelek. Bila klinis membaik (pH normal. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….. stop pemberian kortikosteroid topikal. inflamasi berkurang)  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Cholid Baktir. MM NIP.

posisi kepala lebih tinggi dari badan (semi fowler) • Kompres dingin • Antibiotika topikal( tetes/salep mata ). Obat penenang (pada anak-anak) serta analgesik (simptomatis) • Paracentesa bila terjadi penyulit Glaukoma sekunder yang tidak terkontrol dengan obat anti glaukoma. tirah baring sempurna. perdarahan badan kaca. dislokasi lensa. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. 6.0 atau 7. Pada penyulit hematoma palpebra dan perdarahan subkonjungtiva  diberikan analgesik. tarsus  dengan benang Catgut. dianjurkan USG (sambil rawat jalan) h. oftalmia simpatetik dan menekan proses radang f.6.0-6. hifema.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3.0 atau Vicryl 5. Diberikan Antibiotika topikal ( tetes mata/salep mata) . Pada penyulit erosi kornea (defek epitel kornea)  diberikan Antibiotik salep mata dan dibebat serta dapat rawat jalan 4. tepat. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik .0. hemosiderosis atau perdarahan yang menetap > 5 hari • Edukasi prognosis • Bila dalam perawatan segmen posterior tidak dapat dievaluasi dengan oftalmoskop  direncanakan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) .0. prolaps vitreous  vitrektomi) c.Kulit  dengan benang silk 5.0.0. Dexon 5. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tumpul pada mata secara cepat. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas. 6. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medikm yang cepat.0-7. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun Antobiotika sistemik dan sikloplegik bila perlu e. bila ada erosi /defek epitel kornea  bebat mata • Koagulansia. Bila klinis membaik  dapat rawat jalan 5. antiinflamasi. Dapat diberikan kortikosteroiod sistemik / oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit seperti uveitis. perdarahan sub konjungtiva.0 . dapat dengan bius lokal atau umum. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. visus.0. ablasio retina dll.0 pada anak.0 5. 6. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0.8. prolaps choroids  choroidektomi. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. mukosa.0. Vicryl.0) b. ruptur kornea. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif) prinsipnya : a. kornea  dengan Nylon 10.Otot. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik disarankan eviserasi atau enukleasi i. Prolene atau Dermalon 5. segmen anterior dan posterior. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum.0 – 4. Penderita dengan trauma tembus disertai visus LP (-)  diberikan edukasi yang baik. ruptur sklera. ruptur konjungtiva.penyulitnya a.0 6. d.Pengertian Trauma mekanik tumpul pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tumpul dengan penyulit. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. g.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2.l hematoma/edema/ruptur palpebra. vasokonstriktor tetes mata serta dapat rawat jalan 3. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengna oftalmoskop. Bila terjadi Hifema atau perdarahan di bilik mata depan : • MRS(rawat inap). dengan bantuan loupe atau mikroskop.

MM NIP. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. Dokumen /SMF.. HM.Mata/…….• Mobilisasi boleh dilakukan setelah hifema atau koagulum hilang (hari 3-5 post trauma) mencegah rebleeding atau hifema sekunder • Bila klinis membaik  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Cholid Baktir.. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM PADA MATA RSUD Dr. SOEBANDI No. 140 054 077 . Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. No.

tarsus  dengan benang Catgut.0.0.Otot. ruptur kornea. Pada penderita dengan trauma tembus disertai visus Lp(-)  diberikan edukasi yang baik. ruptur sklera dll.penyulitnya a.6. Paviliun ) . 6. prolaps choroids  choroidektomi. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengan oftalmoskop  dianjurkan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) h.0 atau Vicryl 5. Diberikan Antibiotika topikal (tetes mata/salep mata).5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. Prolene atau Dermalon 5.0) b. visus. Vicryl. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tajam pada mata secara cepat. segmen anterior dan posterior g. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medik yang cepat.8. prolaps vitreous  vitrektomi) c. dengan bantuan loupe atau mikroskop. dapat dengan bius lokal atau umum. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun sistemik dan sikloplegik bila perlu e.0 – 4. d. tepat.0-7.0 atau 7.0.0-6.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. dianjurkan eviserasi atau enukleasi i.0 4.0. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita.0 . kornea  dengan Nylon 10. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0.Pengertian Trauma mekanik tajam pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tajam dengan penyulit. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. ruptur konjungtiva. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. Bila klinis membaik  rawat jalan 5. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik.l ruptur palpebra dengan atau tanpa ruptur kanalis lakrimalis. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. 6. mukosa. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6.0 pada anak. Dapat diberikan kortikosteroid sistemik/oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit uveitis. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum.0. oftalmia simpatetik serta menekan proses radang f. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas.Kulit  dengan benang silk 5.0 3. Dexon 5. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif)  prinsipnya : a. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik .0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful