PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) SMF MATA RSUD Dr.SOEBADI JEMBER By. Dr.LUTFI ZEIN, Sp.

M

PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP LEWAT POLIKLINIK MATA
No. Dokumen /SMF.Mata/…….. No. Revisi 1 Halaman 1/1

RSUD Dr. SOEBANDI
Tanggal terbit …………………….. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Cholid Baktir, MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur

Pengertian Semua pasien baru atau lama, Askes atau umum yang datang ke poliklinik mata pada jam dan hari kerja, yang kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap Tujuan Pasien dilayani dengan cepat, tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien setelah dilayani di klinik mata, kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap sudah mendapat terapi dan rencana tindakan lengkap serta dokumen medik yang lengkap Prosedur 1. Pasien baru dengan status dan nomor Rekam Medik baru, setelah dari Loket Admisi mendaftar ke Loket Poliklinik Mata 2. Pasien lama dengan status dan nomor Rekam Medik lama (pasien wajib membawa kartu berobat) dari Loket Admisi, lalu mendaftar di Loket Poliklinik Mata 3. Semua pasien baru atau lama setelah diperiksa dan perlu rawat inap, wajib mengurus dokumen medis di Admisi / Unit Rekam Medik 4. Dokumen Rekam Medik Rawat Inap setelah diisi kelengkapannya oleh petugas Loket Poliklinik Mata dan Dokter, baru dibawa ke Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun 5. Dokter menulis di Dokumen Rekam Medik : Instruksi, rencana tindakan dan terapi yang diberikan dengan lengkap Unit Terkait Loket Admisi Poliklinik Mata Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun

Dokter segera mengkonsulkan ke bagian lain bila dijumpai ada kelainan di luar bagian mata 4. MM NIP.. tanda tangan persetujuan tindakan. tetes midriasil. Kadar Gula Darah. tanda tangan persetujuan tindakan.Mata/……. bila berkas lengkap selanjutnya dikonsultasikan ke bagian anestesi Prosedur 1. Dokter yang memeriksa keadaan terakhir pasien. HM.. melakukan anel test. Perawat menyiapkan pasien : potong bulu mata. bila anak – anak ke bagian Pediatri atau ke bagian lain terkait penyakitnya. Radiologi IBS (Instalasi Bedah Sentral) IGD (Instalasi Gawat Darurat) Ditetapkan oleh : Direktur .PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI UMUM No.LFT dll) sesuai yang diperlukan. tetes mata Pantocain. Cholid Baktir. tepat. baik operasi sendiri maupun bersama bagian lain Tujuan Semua pasien disiapkan dan dilakukan operasi dengan cepat. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. melengkapi dokumen medis 3. No. PROSEDUR TETAP Dr. Dokumen /SMF. RFT. injeksi valium 10mg intra muskular. 140 054 077 Pengertian Semua tindakan operasi mata dengan anestesi umum baik di IGD maupun di IBS. obat – obatan lain yang diberikan dokter 2. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. X photo Thorax dan ada persetujuan tindakan operasi (tanda tangan informed consent) • Semua pasien wajib dikonsulkan ke Kardiologi bila berumur > 40 tahun. hasil optimal dan pasien merasa puas Kebijakan • Semua pasien wajib disiapkan pemeriksaan laboratorium lengkap (DL. Dokter wajib menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga pasien tentang kemungkinan hasil operasi dan risiko yang mungkin terjadi (resiko anestesi dan resiko operasi) Unit Terkait SMF Mata SMF Anestesi SMF Kardiologi Laboratorium (LPK).

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap (Ruangan dan Paviliun) SMF Mata IGD ICU . Bila memungkinkan dalam menjawab konsultasi.ICU yang ada kelainan atau keluhan penyakitnya. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien rawat inap mata yang memerlukan konsultasi ke SMF lain atau pasien yang dirawat karena kasus di luar mata di Ruang Rawat Inap. HM.PROTAP KONSULTASI PASIEN RAWAT INAP No. diperiksa dan ditulis hasilnya di lembar konsultasi dalam dokumen medis 4. Cholid Baktir. bila perlu dirawat mata. bila ada dokter muda di bagian mata. Bila pasien yang dikonsulkan tidak mungkin berjalan. Dalam menjawab konsul. Paviliun.Paviliun. 5. dokter wajib mendatangi. Prosedur 1. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr.IGD. ICU mendapat pelayanan multidisipliner terkait penyakitnya secara memuaskan Kebijakan Semua pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap. No. SOEBANDI Tanggal terbit …………………….. memeriksa dan menjawab konsul di tempat pasien rawat inap 6. Ruangan Paviliun & ICU yang dikonsultasikan ke SMF Mata Tujuan Pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap.. IGD. Pasien di bidang lain yang dikonsulkan ke bagian mata.Mata/……. ditulis di lembar konsultasi dalam dokumen medis 2. maka wajib dirawat gabung dengan bidang lain selain mata 3. dokter bisa didanpingi perawat mata atau dokter muda di bagian mata 7. Bila pasien yang dikonsulkan bisa berjalan. Pasien mata yang sedang dirawat bila ada kelainan di bidang lain segera dikonsulkan. wajib dikonsultasikan ke bagian yang terkait dengan penyakitnya dan dokter yang mendapat konsul wajib segera menjawab. sebaiknya pasien dibawa ke poliklinik mata sehingga dapat memperoleh pemeriksaan yang lengkap menggunakan sarana pemeriksaan standar. Dokumen /SMF. Pasien mata yang sedang dirawat di bagian lain. MM NIP. PROSEDUR TETAP Dr. maka dokter muda bisa melakukan pemeriksaan tonometri dan pemberian tetes mata midriasil lebih dahulu. segera dijawab.IGD.

Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Bila diperlukan tindakan. pasien mendaftar ke Loket Administrasi Poliklinik Mata (kamar 1) dengan membawa status rawat jalan 4. Dokumen /SMF. tepat dan puas Kebijakan Semua pasien sebelum ke poliklinik Mata harus ke loket karcis dan Loket Admisi dulu untuk mendaftar dan mendapat kartu berobat serta lembar status rawat jalan Prosedur 1. yang datang periksa atau berobat di Poliklinik Mata pada jam dan hari kerja. fluoresein. umum atau askes. No. pasien menuju ruang tindakan di Poliklinik Mata 7. Cholid Baktir. MM NIP. Selanjutnya pasien menunggu untuk dilakukan pemeriksaan di kamar 3 oleh dokter spesialis mata. Setelah dicatat. Selanjutnya pasien kembali ke loket membawa status rawat jalan dan pasien pulang atau MRS atau ke SMF lain untuk konsultasi Unit Terkait Loket Admisi Loket SMF IP. Mata (Poliklinik Mata) PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI LOKAL . Tujuan Pasien dilayani dengna cepat. Pasien baru mendafar ke loket karcis dan Loket Admisi diberi kartu berobat dan diberi lembar status rawat jalan 2. didaftar dan diberi lembar status rawat jalan yang lama 3.dan lain-lain oleh paramedik 6. Pasien lama harus membawa kartu berobat ke Loket Admisi. terus masuk ke Ruang Refraksi (kamar 4) 5. HM.PROTAP ALUR PASIEN RAWAT JALAN MATA No.. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. Setelah dari Admisi.Mata/…….. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien baru atau lama. PROSEDUR TETAP Dr. ataupun dialkukan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan tonometri. didaftar di Loket Administrasi Poliklinik Mata.

Pasien dari ruang Rawat Inap / Paviliun / IGD disiapkan dari IGD.Bila kadar gula darah masih tinggi (Gula Darah Acak > 200 mg%)  dikonsultasikan ke bagian Penyakit Dalam sampai teregulasi/mendapat persetujuan dari bagian Penyakit Dalam Prosedur 1. Dokumen /SMF. . Unit Terkait Poliklinik SMF Mata Ruangan Mata / Paviliun IBS PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP MATA LEWAT IGD No.Pengertian Semua pasien yang direncanakan operasi mata dengan menggunakan anestesi lokal. Premedikasi injeksi valium 10 mg intra muskular oleh paramedis dan anestesi lokal oleh dokter. PROSEDUR TETAP Dr. Cholid Baktir. dilengkapi dokumen medis rawat jalan maupun dokumen rawat inap dan tanda tangan persetujuan tindakan (informed consent). dilengkapi tanda tangan persetujuan tindakan. Dokter menulis persiapan tindakan meliputi : resep obat. surat ke IBS. kelengkapan catatan dokumen medis dan obat yang diperlukan. MM NIP. Tujuan Pasien dilayani dan disiapkan dengna cepat.Mata/……. 3. No. pemberian tetes Pantocain maupun Midriasil. HM. 2. tepat dan merasa puas Kebijakan .Bila gula darah acak < 200 gr% dan tensi badan < 150/90 atau telah mendapat persetujuan dari bagian kardiologi  maka operasi dapat dijadwalkan / dilaksanakan. . 4. Persiapan operasi mata misalnya : potong bulu mata. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur .. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr.. ruang Rawat Inap / Paviliun. baik dari poliklinik mata. Pasien dari Poliklinik Mata disiapkan dari klinik mata. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. IGD maupun dari ruangan mata. surat ke Ruangan / Paviliun. Konsul ke Kardiologi maupun pemeriksaan Laboratorium.Semua pasien yang disiapkan operasi mata dengan anestesi lokal dilakukan persiapan pemeriksaan Laboratorium yaitu Kadar Gula Darah dan bila usia diatas 40 tahun wajib dikonsultasikan ke Kardiologi.

PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA 2. dan dikonsulkan ke dokter spesialis bila perlu penanganan spesialis 5. Askes atau Umum yang datang ke IGD dan memerlukan rawat inap Tujuan Semua pasien dilayani cepat. Pasien ditangani dokter jaga dulu sesuai kemmapuan. Pasien lama harus mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam medik lama (sesuai yang pernah didaftar) 4.M 1.SOEBADI JEMBER By.LUTFI ZEIN.Sp. Pasien baru mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam Medik baru 3.Br. Prosedur 1. Semua pasien sebelum dikirim ke Ruangan Mata / Rawat Inap / Paviliun harus ada terapi yang jelas dan lengkap Unit Terkait Loket Rekam Medik IGD Ruang Rawat Inap Mata (Ruang Bedah Umum / Paviliun ) PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) KEGAWAT DARURATAN MATA SMF MATA RSUD Dr. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL MATA . keluarga mengurus dokumen medik di Loket Rekam Medik 2.Pengertian Semua pasien baru atau lama. tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien yang dilayani di IGD sebelum ke Ruang Rawat Inap (Ruang Bedah Umum atau Paviliun) ditangani secara tuntas dan ada lembar status Rawat Inap dengan prinsip satu pasien satu nomor registrasi. Pasien yang dilayani di IGD. Setelah dilakukan tindakan / operasi pasien bisa dipindah ke Ruang Rawat Inap Mata ( Ruang Bedah Umum / Paviliun ) dengan instruksi yang jelas di lembar Rekam Medik 6.

Dokumen /SMF. bersihkan dengan bantuan lidi kapas. forniks superior dan inferior untuk menetralisir pH. Untuk bahan kimia basa : • Derajat I-II .5 % atau 2% 2-3 tetes sampai rasa nyeri berkurang. Untuk bahan kimia asam. asam sulfat.2 % . Cholid Baktir. baik dari anamnesis maupun test dengan kertas pH meter ( pH < 7  asam.Sikloplegik tetes mata .5 % . apakah jenis asam atau basa. 7.pembnersih lantai. MM NIP.Mata/…….dll). Untuk bahan kimia asam dilakukan minimal ½ jam. maupun bahan kimia basa (gamping. dapat diberikan sikloplegik tetes mata “short acting” (misal Homatropin 2%). bila perlu dengan menggunakan ”infusion set” atau ”continuous irrigation”. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. dan pH > 7  basa) atau dengan kertas lakmus. dapat berupa bahan kimia asam (asam cuka. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1.dll) Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma kimia mata sesegera mungkin secara adekuat melalui tindakan medik yang memenuhi standar medik Kebijakan Penerapan tindakan medikm yang cepat. irigasi dilanjutkan secara intensif di ruang rawat inap. sedang bahan kimia basa minimal 1 jam. 2. 5. 140 054 077 Pengertian Trauma kimia mata adalah trauma/ruda paksa akibat paparan terhadap bahan kimia. Bila ada sisa bahan kimia.Antibiotika topikal (tetes/salep mata) . tepat..Bebat mata bila ada erosi kornea/defek epitel kornea . No. pembersih porselen/keramik. HM. 3.Sikloplegik tetes mata . dapat rawat jalan.3. Bila didapatkan erosi kornea/defek epitel kornea  mata dibebat. 4. Sebelum irigasi dapat diberikan Pantocain tetes mata 0. SOEBANDI No.Rawat inap. Teteskan anestesi topikal Pantocain/Tetracain tetes mata 0.kapur. Irigasi dengan cairan fisiologis/aquadest steril secara sistematis pada kornea.deterjen. diberikan antibiotik tetes/salep mata profilaktik.Rawat jalan • Derajat III-IV .. konjungtiva. Tentukan bahan kimia penyebab trauma.Antibiotika tetes/salep mata . PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM MATA PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA RSUD Dr. 6.

Bebat mata bila ada erosi kornea/ defek epitel kornea Mengatasi penyulit-penyulit yang timbul. Cholid Baktir. Bila klinis menjelek. No. glaukoma sekunder. dll.. SOEBANDI No. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL PADA MATA RSUD Dr. kornea mengalami epitelialisasi. inflamasi berkurang)  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. Bila klinis membaik (pH normal. stop pemberian kortikosteroid topikal. MM NIP. misal simblefaron..Mata/……. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. HM. Dokumen /SMF.- Kortikosteriod tetes mata 7-14 hari. bila klinis membaik dilakukan tappering off setelah 14 hari. 140 054 077 .

0 atau Vicryl 5.Pengertian Trauma mekanik tumpul pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tumpul dengan penyulit. segmen anterior dan posterior. Penderita dengan trauma tembus disertai visus LP (-)  diberikan edukasi yang baik.0 . antiinflamasi.0. Obat penenang (pada anak-anak) serta analgesik (simptomatis) • Paracentesa bila terjadi penyulit Glaukoma sekunder yang tidak terkontrol dengan obat anti glaukoma. Dexon 5. Dapat diberikan kortikosteroiod sistemik / oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit seperti uveitis.0 pada anak. prolaps choroids  choroidektomi.Kulit  dengan benang silk 5. tepat. kornea  dengan Nylon 10.0.0 – 4. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tumpul pada mata secara cepat. tarsus  dengan benang Catgut.0-6. perdarahan sub konjungtiva.0. 6.0) b. vasokonstriktor tetes mata serta dapat rawat jalan 3. Bila terjadi Hifema atau perdarahan di bilik mata depan : • MRS(rawat inap).0 5. dapat dengan bius lokal atau umum. ruptur sklera. Bila klinis membaik  dapat rawat jalan 5. ruptur konjungtiva.Otot. 6. tirah baring sempurna. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. g. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0. dengan bantuan loupe atau mikroskop.0.l hematoma/edema/ruptur palpebra.0. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif) prinsipnya : a. Diberikan Antibiotika topikal ( tetes mata/salep mata) . Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengna oftalmoskop. posisi kepala lebih tinggi dari badan (semi fowler) • Kompres dingin • Antibiotika topikal( tetes/salep mata ).8. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. oftalmia simpatetik dan menekan proses radang f. bila ada erosi /defek epitel kornea  bebat mata • Koagulansia. d. hemosiderosis atau perdarahan yang menetap > 5 hari • Edukasi prognosis • Bila dalam perawatan segmen posterior tidak dapat dievaluasi dengan oftalmoskop  direncanakan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) . Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . Pada penyulit erosi kornea (defek epitel kornea)  diberikan Antibiotik salep mata dan dibebat serta dapat rawat jalan 4.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas.0 atau 7. ablasio retina dll. Pada penyulit hematoma palpebra dan perdarahan subkonjungtiva  diberikan analgesik. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medikm yang cepat.penyulitnya a. dislokasi lensa. Vicryl. Prolene atau Dermalon 5. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun Antobiotika sistemik dan sikloplegik bila perlu e. hifema. 6. visus. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1.0 6. perdarahan badan kaca.0.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. mukosa.6. dianjurkan USG (sambil rawat jalan) h.0-7. ruptur kornea. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik disarankan eviserasi atau enukleasi i. prolaps vitreous  vitrektomi) c.

Mata/……. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr.. SOEBANDI No.. Cholid Baktir. MM NIP. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM PADA MATA RSUD Dr. Dokumen /SMF. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….• Mobilisasi boleh dilakukan setelah hifema atau koagulum hilang (hari 3-5 post trauma) mencegah rebleeding atau hifema sekunder • Bila klinis membaik  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. HM. 140 054 077 . No.

0. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun sistemik dan sikloplegik bila perlu e. dengan bantuan loupe atau mikroskop. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. tepat. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. Dapat diberikan kortikosteroid sistemik/oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit uveitis.0.0 – 4. d. 6. Pada penderita dengan trauma tembus disertai visus Lp(-)  diberikan edukasi yang baik. prolaps choroids  choroidektomi. Bila klinis membaik  rawat jalan 5.l ruptur palpebra dengan atau tanpa ruptur kanalis lakrimalis. dapat dengan bius lokal atau umum.0. Paviliun ) . prolaps vitreous  vitrektomi) c.0 4. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif)  prinsipnya : a. Diberikan Antibiotika topikal (tetes mata/salep mata). bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm.Otot.penyulitnya a.0.6.Kulit  dengan benang silk 5. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita.0) b.8.0 pada anak. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tajam pada mata secara cepat. Dexon 5. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0. oftalmia simpatetik serta menekan proses radang f.0-7. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medik yang cepat.0 . segmen anterior dan posterior g.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. ruptur sklera dll. ruptur konjungtiva. visus. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril.0 atau 7. tarsus  dengan benang Catgut. dianjurkan eviserasi atau enukleasi i. Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Vicryl. ruptur kornea. 6.Pengertian Trauma mekanik tajam pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tajam dengan penyulit. Prolene atau Dermalon 5.0 3.0-6. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengan oftalmoskop  dianjurkan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) h. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . mukosa.0.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. kornea  dengan Nylon 10.0. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas.0 atau Vicryl 5.