PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) SMF MATA RSUD Dr.SOEBADI JEMBER By. Dr.LUTFI ZEIN, Sp.

M

PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP LEWAT POLIKLINIK MATA
No. Dokumen /SMF.Mata/…….. No. Revisi 1 Halaman 1/1

RSUD Dr. SOEBANDI
Tanggal terbit …………………….. PROSEDUR TETAP Dr. HM. Cholid Baktir, MM NIP. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur

Pengertian Semua pasien baru atau lama, Askes atau umum yang datang ke poliklinik mata pada jam dan hari kerja, yang kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap Tujuan Pasien dilayani dengan cepat, tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien setelah dilayani di klinik mata, kemudian dirawat di Ruang Rawat Inap sudah mendapat terapi dan rencana tindakan lengkap serta dokumen medik yang lengkap Prosedur 1. Pasien baru dengan status dan nomor Rekam Medik baru, setelah dari Loket Admisi mendaftar ke Loket Poliklinik Mata 2. Pasien lama dengan status dan nomor Rekam Medik lama (pasien wajib membawa kartu berobat) dari Loket Admisi, lalu mendaftar di Loket Poliklinik Mata 3. Semua pasien baru atau lama setelah diperiksa dan perlu rawat inap, wajib mengurus dokumen medis di Admisi / Unit Rekam Medik 4. Dokumen Rekam Medik Rawat Inap setelah diisi kelengkapannya oleh petugas Loket Poliklinik Mata dan Dokter, baru dibawa ke Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun 5. Dokter menulis di Dokumen Rekam Medik : Instruksi, rencana tindakan dan terapi yang diberikan dengan lengkap Unit Terkait Loket Admisi Poliklinik Mata Ruang Rawat Inap Mata / Paviliun

LFT dll) sesuai yang diperlukan.PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI UMUM No. bila berkas lengkap selanjutnya dikonsultasikan ke bagian anestesi Prosedur 1. injeksi valium 10mg intra muskular.. X photo Thorax dan ada persetujuan tindakan operasi (tanda tangan informed consent) • Semua pasien wajib dikonsulkan ke Kardiologi bila berumur > 40 tahun. tanda tangan persetujuan tindakan. tetes mata Pantocain. Perawat menyiapkan pasien : potong bulu mata.Mata/……. Dokumen /SMF. Dokter wajib menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga pasien tentang kemungkinan hasil operasi dan risiko yang mungkin terjadi (resiko anestesi dan resiko operasi) Unit Terkait SMF Mata SMF Anestesi SMF Kardiologi Laboratorium (LPK).. Radiologi IBS (Instalasi Bedah Sentral) IGD (Instalasi Gawat Darurat) Ditetapkan oleh : Direktur . baik operasi sendiri maupun bersama bagian lain Tujuan Semua pasien disiapkan dan dilakukan operasi dengan cepat. No. bila anak – anak ke bagian Pediatri atau ke bagian lain terkait penyakitnya. hasil optimal dan pasien merasa puas Kebijakan • Semua pasien wajib disiapkan pemeriksaan laboratorium lengkap (DL. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. melengkapi dokumen medis 3. Cholid Baktir. melakukan anel test. tanda tangan persetujuan tindakan. 140 054 077 Pengertian Semua tindakan operasi mata dengan anestesi umum baik di IGD maupun di IBS. obat – obatan lain yang diberikan dokter 2. MM NIP. Dokter yang memeriksa keadaan terakhir pasien. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. Dokter segera mengkonsulkan ke bagian lain bila dijumpai ada kelainan di luar bagian mata 4. tepat. tetes midriasil. HM. RFT. Kadar Gula Darah. PROSEDUR TETAP Dr.

ICU yang ada kelainan atau keluhan penyakitnya. Bila pasien yang dikonsulkan tidak mungkin berjalan. memeriksa dan menjawab konsul di tempat pasien rawat inap 6. ICU mendapat pelayanan multidisipliner terkait penyakitnya secara memuaskan Kebijakan Semua pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap. SOEBANDI Tanggal terbit …………………….. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien rawat inap mata yang memerlukan konsultasi ke SMF lain atau pasien yang dirawat karena kasus di luar mata di Ruang Rawat Inap. dokter bisa didanpingi perawat mata atau dokter muda di bagian mata 7. Pasien di bidang lain yang dikonsulkan ke bagian mata.IGD.PROTAP KONSULTASI PASIEN RAWAT INAP No. 5. segera dijawab. Cholid Baktir.IGD. diperiksa dan ditulis hasilnya di lembar konsultasi dalam dokumen medis 4. sebaiknya pasien dibawa ke poliklinik mata sehingga dapat memperoleh pemeriksaan yang lengkap menggunakan sarana pemeriksaan standar. IGD. maka dokter muda bisa melakukan pemeriksaan tonometri dan pemberian tetes mata midriasil lebih dahulu. Ruangan Paviliun & ICU yang dikonsultasikan ke SMF Mata Tujuan Pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap. Bila memungkinkan dalam menjawab konsultasi. PROSEDUR TETAP Dr. bila perlu dirawat mata. MM NIP. Unit Terkait Instalasi Rawat Inap (Ruangan dan Paviliun) SMF Mata IGD ICU . Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Dalam menjawab konsul. Prosedur 1. Paviliun. wajib dikonsultasikan ke bagian yang terkait dengan penyakitnya dan dokter yang mendapat konsul wajib segera menjawab. Dokumen /SMF.. dokter wajib mendatangi.Paviliun. HM. No. maka wajib dirawat gabung dengan bidang lain selain mata 3.Mata/……. Bila pasien yang dikonsulkan bisa berjalan. Pasien mata yang sedang dirawat di bagian lain. bila ada dokter muda di bagian mata. Pasien mata yang sedang dirawat bila ada kelainan di bidang lain segera dikonsulkan. ditulis di lembar konsultasi dalam dokumen medis 2.

Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. Tujuan Pasien dilayani dengna cepat. terus masuk ke Ruang Refraksi (kamar 4) 5. ataupun dialkukan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan tonometri. 140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur Pengertian Semua pasien baru atau lama. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. Dokumen /SMF. Mata (Poliklinik Mata) PROTAP PERSIAPAN OPERASI MATA DENGAN ANESTESI LOKAL . fluoresein. didaftar dan diberi lembar status rawat jalan yang lama 3. yang datang periksa atau berobat di Poliklinik Mata pada jam dan hari kerja. didaftar di Loket Administrasi Poliklinik Mata. Selanjutnya pasien menunggu untuk dilakukan pemeriksaan di kamar 3 oleh dokter spesialis mata. Selanjutnya pasien kembali ke loket membawa status rawat jalan dan pasien pulang atau MRS atau ke SMF lain untuk konsultasi Unit Terkait Loket Admisi Loket SMF IP. pasien menuju ruang tindakan di Poliklinik Mata 7. umum atau askes. Pasien baru mendafar ke loket karcis dan Loket Admisi diberi kartu berobat dan diberi lembar status rawat jalan 2.dan lain-lain oleh paramedik 6. Pasien lama harus membawa kartu berobat ke Loket Admisi. Setelah dari Admisi.. Bila diperlukan tindakan. PROSEDUR TETAP Dr..Mata/……. MM NIP. tepat dan puas Kebijakan Semua pasien sebelum ke poliklinik Mata harus ke loket karcis dan Loket Admisi dulu untuk mendaftar dan mendapat kartu berobat serta lembar status rawat jalan Prosedur 1. pasien mendaftar ke Loket Administrasi Poliklinik Mata (kamar 1) dengan membawa status rawat jalan 4. Cholid Baktir. Setelah dicatat. HM. No.PROTAP ALUR PASIEN RAWAT JALAN MATA No.

140 054 077 Ditetapkan oleh : Direktur .Pengertian Semua pasien yang direncanakan operasi mata dengan menggunakan anestesi lokal. dilengkapi tanda tangan persetujuan tindakan. Persiapan operasi mata misalnya : potong bulu mata. Cholid Baktir. kelengkapan catatan dokumen medis dan obat yang diperlukan.Mata/……. ruang Rawat Inap / Paviliun. 4.Semua pasien yang disiapkan operasi mata dengan anestesi lokal dilakukan persiapan pemeriksaan Laboratorium yaitu Kadar Gula Darah dan bila usia diatas 40 tahun wajib dikonsultasikan ke Kardiologi. IGD maupun dari ruangan mata. Dokumen /SMF. PROSEDUR TETAP Dr. . Pasien dari Poliklinik Mata disiapkan dari klinik mata. Pasien dari ruang Rawat Inap / Paviliun / IGD disiapkan dari IGD. Premedikasi injeksi valium 10 mg intra muskular oleh paramedis dan anestesi lokal oleh dokter.. Tujuan Pasien dilayani dan disiapkan dengna cepat. pemberian tetes Pantocain maupun Midriasil. SOEBANDI Tanggal terbit ……………………. dilengkapi dokumen medis rawat jalan maupun dokumen rawat inap dan tanda tangan persetujuan tindakan (informed consent). 2. baik dari poliklinik mata. Revisi 1 Halaman 1/1 RSUD Dr. No. HM.Bila gula darah acak < 200 gr% dan tensi badan < 150/90 atau telah mendapat persetujuan dari bagian kardiologi  maka operasi dapat dijadwalkan / dilaksanakan. tepat dan merasa puas Kebijakan . MM NIP. surat ke Ruangan / Paviliun.Bila kadar gula darah masih tinggi (Gula Darah Acak > 200 mg%)  dikonsultasikan ke bagian Penyakit Dalam sampai teregulasi/mendapat persetujuan dari bagian Penyakit Dalam Prosedur 1. Unit Terkait Poliklinik SMF Mata Ruangan Mata / Paviliun IBS PROTAP ALUR PASIEN RAWAT INAP MATA LEWAT IGD No. Konsul ke Kardiologi maupun pemeriksaan Laboratorium.. surat ke IBS. 3. Dokter menulis persiapan tindakan meliputi : resep obat. .

Pasien ditangani dokter jaga dulu sesuai kemmapuan.LUTFI ZEIN. Pasien yang dilayani di IGD. tepat dan merasa puas Kebijakan Semua pasien yang dilayani di IGD sebelum ke Ruang Rawat Inap (Ruang Bedah Umum atau Paviliun) ditangani secara tuntas dan ada lembar status Rawat Inap dengan prinsip satu pasien satu nomor registrasi. Pasien lama harus mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam medik lama (sesuai yang pernah didaftar) 4. Setelah dilakukan tindakan / operasi pasien bisa dipindah ke Ruang Rawat Inap Mata ( Ruang Bedah Umum / Paviliun ) dengan instruksi yang jelas di lembar Rekam Medik 6.Pengertian Semua pasien baru atau lama. dan dikonsulkan ke dokter spesialis bila perlu penanganan spesialis 5.Br. Prosedur 1. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA 2. Semua pasien sebelum dikirim ke Ruangan Mata / Rawat Inap / Paviliun harus ada terapi yang jelas dan lengkap Unit Terkait Loket Rekam Medik IGD Ruang Rawat Inap Mata (Ruang Bedah Umum / Paviliun ) PROTAP (PROSEDUR TETAP) SOP (STANDART OPERATING PROCEDUR) KEGAWAT DARURATAN MATA SMF MATA RSUD Dr. keluarga mengurus dokumen medik di Loket Rekam Medik 2.SOEBADI JEMBER By. Pasien baru mendapat dokumen medik dengan nomor Rekam Medik baru 3.Sp.M 1. Askes atau Umum yang datang ke IGD dan memerlukan rawat inap Tujuan Semua pasien dilayani cepat. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL MATA .

Bebat mata bila ada erosi kornea/defek epitel kornea . maupun bahan kimia basa (gamping.pembnersih lantai. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. 2. konjungtiva.Rawat jalan • Derajat III-IV . 3. SOEBANDI No. sedang bahan kimia basa minimal 1 jam.Sikloplegik tetes mata . Untuk bahan kimia asam dilakukan minimal ½ jam.2 % .dll). Untuk bahan kimia asam. HM.deterjen. 5.5 % .Rawat inap.dll) Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma kimia mata sesegera mungkin secara adekuat melalui tindakan medik yang memenuhi standar medik Kebijakan Penerapan tindakan medikm yang cepat.kapur. forniks superior dan inferior untuk menetralisir pH. No.5 % atau 2% 2-3 tetes sampai rasa nyeri berkurang. dapat berupa bahan kimia asam (asam cuka. dan pH > 7  basa) atau dengan kertas lakmus. Bila ada sisa bahan kimia. Sebelum irigasi dapat diberikan Pantocain tetes mata 0. diberikan antibiotik tetes/salep mata profilaktik.Antibiotika tetes/salep mata . asam sulfat.Sikloplegik tetes mata . dapat rawat jalan. Dokumen /SMF.. Teteskan anestesi topikal Pantocain/Tetracain tetes mata 0. 7. MM NIP. 6. 140 054 077 Pengertian Trauma kimia mata adalah trauma/ruda paksa akibat paparan terhadap bahan kimia. baik dari anamnesis maupun test dengan kertas pH meter ( pH < 7  asam. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. Untuk bahan kimia basa : • Derajat I-II . 4. irigasi dilanjutkan secara intensif di ruang rawat inap.. PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM MATA PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA KIMIA MATA RSUD Dr.Mata/…….Antibiotika topikal (tetes/salep mata) . Tentukan bahan kimia penyebab trauma. bersihkan dengan bantuan lidi kapas. dapat diberikan sikloplegik tetes mata “short acting” (misal Homatropin 2%). PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. Irigasi dengan cairan fisiologis/aquadest steril secara sistematis pada kornea. Bila didapatkan erosi kornea/defek epitel kornea  mata dibebat. bila perlu dengan menggunakan ”infusion set” atau ”continuous irrigation”. Cholid Baktir.3. pembersih porselen/keramik. apakah jenis asam atau basa. tepat.

Bebat mata bila ada erosi kornea/ defek epitel kornea Mengatasi penyulit-penyulit yang timbul. Bila klinis menjelek.Mata/……. SOEBANDI No. Bila klinis membaik (pH normal. stop pemberian kortikosteroid topikal. Cholid Baktir. inflamasi berkurang)  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. bila klinis membaik dilakukan tappering off setelah 14 hari. 140 054 077 . Dokumen /SMF.. HM. No. MM NIP. glaukoma sekunder. misal simblefaron. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit ……………………. dll..- Kortikosteriod tetes mata 7-14 hari. kornea mengalami epitelialisasi. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TUMPUL PADA MATA RSUD Dr.

prolaps vitreous  vitrektomi) c.8. Penderita dengan trauma tembus disertai visus LP (-)  diberikan edukasi yang baik.0-7. g.l hematoma/edema/ruptur palpebra. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm. Prolene atau Dermalon 5.0 6. bila ada erosi /defek epitel kornea  bebat mata • Koagulansia.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. dengan bantuan loupe atau mikroskop.0 pada anak. hifema. dislokasi lensa.0 . Bila terjadi Hifema atau perdarahan di bilik mata depan : • MRS(rawat inap). Dexon 5.0 5.Pengertian Trauma mekanik tumpul pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tumpul dengan penyulit. Diberikan Antibiotika topikal ( tetes mata/salep mata) . visus. mukosa. perdarahan sub konjungtiva. dapat dengan bius lokal atau umum.0. Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . kornea  dengan Nylon 10.0. Bila klinis membaik  dapat rawat jalan 5. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. perdarahan badan kaca.0) b. 6.penyulitnya a. tirah baring sempurna.Otot. Pada penyulit erosi kornea (defek epitel kornea)  diberikan Antibiotik salep mata dan dibebat serta dapat rawat jalan 4. ablasio retina dll. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengna oftalmoskop. Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun Antobiotika sistemik dan sikloplegik bila perlu e.0. 6. posisi kepala lebih tinggi dari badan (semi fowler) • Kompres dingin • Antibiotika topikal( tetes/salep mata ).0. d. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. antiinflamasi.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. ruptur konjungtiva. Vicryl. vasokonstriktor tetes mata serta dapat rawat jalan 3. prolaps choroids  choroidektomi.0 atau 7.6.0 atau Vicryl 5. Pada penyulit hematoma palpebra dan perdarahan subkonjungtiva  diberikan analgesik. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik disarankan eviserasi atau enukleasi i. Dapat diberikan kortikosteroiod sistemik / oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit seperti uveitis. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0.0-6.0 – 4. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif) prinsipnya : a. 6. Obat penenang (pada anak-anak) serta analgesik (simptomatis) • Paracentesa bila terjadi penyulit Glaukoma sekunder yang tidak terkontrol dengan obat anti glaukoma.0. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. tarsus  dengan benang Catgut. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. dianjurkan USG (sambil rawat jalan) h. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medikm yang cepat. ruptur kornea. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7.Kulit  dengan benang silk 5. ruptur sklera. hemosiderosis atau perdarahan yang menetap > 5 hari • Edukasi prognosis • Bila dalam perawatan segmen posterior tidak dapat dievaluasi dengan oftalmoskop  direncanakan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) . tepat.0. segmen anterior dan posterior. oftalmia simpatetik dan menekan proses radang f. Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tumpul pada mata secara cepat.

Dokumen /SMF. HM.. 140 054 077 . Paviliun ) PROTAP PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN AKIBAT TRAUMA MEKANIK TAJAM PADA MATA RSUD Dr. No. PROSEDUR TETAP Ditetapkan oleh : Direktur Dr. MM NIP. Cholid Baktir. SOEBANDI No.Mata/……..• Mobilisasi boleh dilakukan setelah hifema atau koagulum hilang (hari 3-5 post trauma) mencegah rebleeding atau hifema sekunder • Bila klinis membaik  dapat rawat jalan Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Revisi 1 Halaman 1/2 Tanggal terbit …………………….

8.0 4. ruptur kornea.5% untuk menghilangkan nyeri sehingga dapat dilakukan pemeriksaan klinis 2. ruptur konjungtiva. Pada penderita dengan trauma tembus disertai visus Lp(-)  diberikan edukasi yang baik. Bila terjadi ruptur kornea atau ruptur sklera (Test Siedel positif)  prinsipnya : a.0. dapat dengan bius lokal atau umum. Diberikan Antibiotika topikal (tetes mata/salep mata). Antibiotika injeksi subkonjungtiva maupun sistemik dan sikloplegik bila perlu e.0. segmen anterior dan posterior g. Penderita dirawat inap dengan monitoring keluhan penderita.anak sehingga tidak perlu aff hechting • Bila disertai ruptur kanalis lakrimalis  repair dengan bantuan pigtail • Bila disertai ruptur 1/3 medial palpebra inferior  hanging di glabella dengan zeide 3. bila perlu untuk mencegah oftalmia simpatetik. Dapat diberikan kortikosteroid sistemik/oral misal Prednison 30-60 mg/hari pada dewasa untuk mengantisipasi penyulit uveitis. Vicryl. Setiap jaringan yang keluar/prolaps harus digunting/dibuang (prolaps iris  iridektomi. Pertahankan bola mata dan setiap kebocoran harus ditutup/dijahit ( sklera  dengan Vicryl 6. Paviliun ) .l ruptur palpebra dengan atau tanpa ruptur kanalis lakrimalis.0 – 4.0 pada anak.0-7. Bila klinis membaik  rawat jalan 5. oftalmia simpatetik serta menekan proses radang f. prolaps vitreous  vitrektomi) c. kornea  dengan Nylon 10. Pemberian tetes mata Pantocain/Tetracain 0. Bila terjadi robekan konjungtiva  > 1 cm.Kulit  dengan benang silk 5.0. Tindakan dilakukan di kamar bedah steril. dengan bantuan loupe atau mikroskop.Otot.Pengertian Trauma mekanik tajam pada mata adalah trauma/ruda paksa pada mata akibat kontak dengan benda tajam dengan penyulit. Bila tidak mungkin dilakukan evaluasi segmen posterior dengan oftalmoskop  dianjurkan pemeriksaan USG (sambil rawat jalan) h. 6. tarsus  dengan benang Catgut.0. Prolene atau Dermalon 5. tepat dan adekuat serta memenuhi standar medik yang berlaku Kebijakan Peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan tindakan medik yang cepat.0 atau Vicryl 5. dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum.0 . Bila terjadi ruptur palpebra : • Dilakukan rekonstruksi dengan penjahitan lapis demi lapis dengan aposisi luka yang baik . Tujuan Mengatasi kegawat daruratan akibat trauma mekanik tajam pada mata secara cepat. mukosa.0. dianjurkan eviserasi atau enukleasi i. perlu dijahit dengan benang Vicryl 7. prolaps choroids  choroidektomi.0) b.0 3. Unit Terkait Poliklinik /Unit Rawat Jalan Mata Instalasi Gawat Darurat (IGD) Ruang Rawat Inap ( Ruang Bedah Umum. Dexon 5.0-6. ruptur sklera dll. visus. d.penyulitnya a. adekuat dan memenuhi standar medik yang berlaku Prosedur 1. tepat.0. 6.6.0 atau 7. Untuk semua prosedur tindakan diberikan informed consent yang jelas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful