Anda di halaman 1dari 48

GINGIVITIS (RADANG GUSI)

GINGIVA
Adalah bagian dari oral mukosa yang melekat pada gigi dan tulang alveol.

Tanda-tanda gingiva sehat :

Berwarna merah jambu (tergantung kulit) Bagian margin (tepi gingiva) tipis dan tidak bengkak Gingiva melekat pada gigi dan prosesus alveolaris Sulkus gingiva tidak dalam 2 mm, jika lebih 2 mm disebut pocket Tidak ada eksudat (cairan) dan tidak mudah berdarah

Gingivitis :
Suatu peradangan yang terjadi pada gingiva atau gusi.
Pembagian :

Lokal

: mengenai satu gigi atau satu regio. General : mengenai seluruh gigi Marginal : mengenai tepi-tepi gigi

Penyebab :
Gingivitis disebabkan oleh Plak dan
dipercepat adanya faktor iritasi lokal

dan sistemik.

Macam-macam iritasi lokal yang dapat menyebabkan gingivitis : Iritasi calculus Kebiasaan sikat gigi yang salah Overhanging filling (tambalan berlebih) Obat, misal arsen, phenol Malposisi gigi (gigi crowded) Prothesa

Macam-macam faktor sistemik :


Ketidakseimbangan hormonal (pubertas, pregnancy) Kelainan darah (leukemia) Malnutrisi Obat-obatan, misal dilantin sodium

Tanda-Tanda Umum Gingivitis :


Gusi bengkak Warna sangat merah dan mengkilap, karena banyaknya darah di tepi gusi di sekeliling servik.

Macam-macam Gingivitis :

Gingivitis marginalis Gingivitis pubertas Gingivitis pregnancy Scorbutic gingivitis ANUG

Gingivitis marginalis

Pengertian Peradangan gingiva bagian marginal yang merupakan stadium awal dari penyakit periodontal.

Akibat Lanjut Gingivitis Marginalis :


Periodontitis Periodontal

Abses

Gingivitis pubertas/puberty

Disebabkan karena gangguan endokrin dan biasanya terdapat oral hygiene yang jelek.

Tanda-Tanda Klinis :

Terjadi pada masa pubertas Gingiva mengalami hyperplasi Ginggiva mengalami pembengkakan yang merata Berwarna merah kebiruan Oral hygiene jelek

Pregnancy Gingivitis

Gingivitis yang terjadi pada ibu hamil biasanya terjadi setelah bulan ketiga kehamilan. Disebabkan adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron.

Tanda-Tanda Klinis :

Tidak sakit Warna merah Mudah berdarah Derajat keradangannya dari ringan sampai dengan hebat Oral hygiene jelek Hilang dengan sendirinya setelah melahirkan

Scorbutic gingivitis
Terjadi karena defisiensi vitamin C
Tanda-tanda klinis : Oral hygiene jelek Peradangan terjadi menyeluruh dari interdental papil sampai dengan attached gingiva. Warna merah terang atau merah menyala Ada hiperplasi atau ulserasi

ANUG ( Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis )

Nama lain :

Vincents Gingivitis, Trench Mouth

Merupakan satu-satunya gingivitis yang akut, terjadinya sangat mendadak dan cepat meluas. Biasanya terjadi pada masa pergantian gigi dimana anak mempunyai oral hygiene dan gizi buruk.

Keadaan Umum Penderita :

Suhu badan tinggi Lesu Tak ada nafsu makan, karena gingiva sakit Sukar tidur Pembengkakan kelenjar limfe

Tanda-tanda klinis :

Penderita merasa sakit yang hebat secara tiba-tiba pada seluruh mulut Gingiva sangat mudah berdarah Ulserasi pada interdental papil dengan dilapisi oleh pseudo membran yang berwarna keabuabuan Terjadi nekrosis pada interdental papil Hipersalivasi Halitosis (bau mulut yang tidak sedap)

Terapi & Perawatan Gingivitis


Pencegahan : Oral hygiene diperbaiki (kontrol plak) Gizi ditingkatkan

Pengobatan

Hilangkan faktor penyebab.


Calculus perawatannya : skaling, curettage dan root planning Gigi crowded perawatannya: orthodontik,teliti menyikat gigi Pemberian obat kumur yang bersifat antiseptik Pemberian antibiotik dan analgetik (bila ada tanda-tanda infeksi dan inflamasi)

TUMOR

DEFINISI
Kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus-menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh.

ETIOLOGI

Tidak diketahui Faktor karsinogen yang dapat memicu untuk meningkatnya resiko tinggi terjadinya karsinoma :
1. 2. 3. 4. 5.

Tembakau Alkohol Sirosis hati Diet Masalah kesehatan gigi

PERBEDAAN TUMOR JINAK & GANAS


Jinak
Pertumbuhan Kapsul Metastase Struktur Mitosis
Perlahan, ekspansi Berkapsul Tidak bermetastase Differensiasi tinggi Mitosis sedikit (semua normal) Jarang Homogen

Ganas
Cepat, invasif Tidak berkapsul Metastase Sempurna - anaplastik Macam macam mitosis (beberapa abnormal) Sering Heterogen

Nekrosis sel

PATOFISIOLOGI

TUMOR JINAK RONGGA MULUT

TUMOR ODONTOGEN
A.

AMELOBLASTOMA

Suatu tumor epitelial odontogenik yang berasal dari jaringan pembentuk gigi, bersifat jinak, tumbuh lambat, penyebarannya lokal invasif dan destruktif. Biasanya terdapat pada daerah molar atau ramus mandibula, tapi bisa muncul di bagian manapun dari mandibula atau maksila. Asimptomatik, dapat tumbuh sampai cukup besar. dengan sedikit metastase.

AMELOBLASTOMA

TUMOR ODONTOGEN
B. PINDBORG TUMOR (TUMOR ODONTOGEN EPITHEL BERKALSIFIKASI ) Terlihat seperti ameloblastoma, terjadi deformitas
wajah (asimetri) tapi tidak ada maloklusi. Pembengkakan, terdapat lesi perifer, biasanya pada gingiva anterior. Tempat Predileksi : Pada regio molar-ramus mandibula. Mandibula dua kali lebih sering daripada maksila. Tanda dan Gejala : Invasif setempat,berkembang lambat, tidak

TUMOR ODONTOGEN C. ODONTOMA Jenis yang paling umum dari tumor-tumor odontogenik.
Pada

perkembangan awal dari lesi ini menunjukkan proliferasi epitel odontogen dan jaringan mesenkim, kemudian pada perkembangan selanjutnya diikuti pembentukan enamel, dentin, dan variasi dari pulpa dan sementum. Tumor ini mempunyai 2 tipe, yaitu Compound odontoma yang mengandung struktur seperti gigi yang kecil dan banyak, dan Complex odontoma yang mengandung massa yang besar dari enamel dan dentin dan tidak menyerupai gigi .

Gambaran klinis :
Sebagian

besar odontoma ditemukan pada usia dekade kedua ,dengan rata-rata usia 14 tahun. Asimptomatik Sering ditemukan pada pemeriksaan radiograf rutin ketika memeriksa gigi yang tidak erupsi. Lesi kecil, jarang menjadi besar,apabila menjadi besar kadangkala sampai ukuran 6 cm dan menyebabkan ekspansi rahang. Lebih sering di maksila daripada di mandibula.

TUMOR ODONTOGEN D. CEMENTOBLAS


Lesi

ini umumnya asimptomatik karena tidak ada tanda infeksi, dapat melibatkan seluruh gigi-geligi baik dirahang atas maupun dirahang bawah anterior atau posterior. Apabila lesi cukup besar secara klinis menunjukakan suatu ekspansi tulang sehingga menunjukakan pembengkakan rahang pada regio gigi yang terlibat. Faktor penyebab pasti tidak diketahui tetapi sering disebabkan oleh trauma pada daerah periodontal gigi.

TUMOR NON ODONTOGEN


A. PAPILOMA SKUAMOS Suatu neoplasia jinak yang berasal dari epitel permukaan mukosa mulut. Dipertimbangkan sebagai neoplasia epitel jinak yang sangat umum terjadi di dalam mulut Papiloma sering terjadi akibat hasil dari suatu infeksi virus papiloma manusia (Human papiloma virus).

TUMOR NON ODONTOGEN

Gambaran Klinis :

Pada gambaran klinis didapatkan suatu proliferasi pertumbuhan yang lambat dari epitel squamous berlapis disusun dalam proyeksi seperti jari, biasanya pertumbuhannya tunggal, sempit, dan struktur seperti bertangkai. Papiloma dapat berwarna putih atau merah jambu, lunak , dan fleksibel pada palpasi, umumnya diameternya kurang dari 2 cm, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Walaupun secara umum tunggal, kadang juga multiple.

TUMOR NON ODONTOGEN B. FIBROMA


Suatu neoplasia yang berasal dari jaringan ikat fibrous. Gambaran Klinis :
Lesi menunjukkan suatu benjolan yang kenyal dan dapat digerakkan dapat terjadi pada seluruh permukaan rongga mulut. Lesi ini pada pertumbuhannya tidak menimbulkan rasa sakit. Daerah yang paling sering mendapatkan trauma atau injuri seperti tergigit atau karena gesekan plat protesa dari gigi palsu

TUMOR NON ODONTOGEN C. TUMOR SEL GRANULAR


Tumor rongga mulut jinak yang relatif umum yang mempunyai suatu pola gambaran klinis yang khusus. Gambaran Klinis :
Lesi ini biasanya tumbuh lambat, diameternya jarang melebihi 1-2 cm dan biasanya soliter. Jika lokasinya superfisial tumor menunjukkan warna kekuningan yang khas. Kekhasan tumor ini adalah lesi yang sangat kenyal pada pemeriksaan palpasi dan tidak ada keluhan.

TUMOR NON ODONTOGEN D. LIPOMA


Neoplasia jinak yang berasal dari jaringan adiposa. Gambaran Klinis :
Lesi ini lazim di dalam jaringan subkutan kulit tetapi jarang terjadi di dalam rongga mulut. Lipoma rongga mulut biasanya tunggal, berbatas jelas dan lunak bila dipalpasi. Meskipun lesi berukuran kurang dari 2 cm. Lipoma seringkali menunjukkan warna kekuningan jika berlokasi di bawah

TUMOR NON ODONTOGEN

E. MIXED TUMOR (ADENOMA PLEOMORFIK)

Paling banyak diantara tumor kelenjar air liur. Tumbuh lambat, tidak nyeri, paling sering pada kelenjar parotis. Lebih sering ditemukan pada wanita antara umur 40-60 tahun. Bersimpai dan sering kambuh setelah diangkat dan menjadi invasive serta destruktif.

F. TUMOR WARTHIN (ADENOLIMFOMA) Agak jarang, biasanya pada kelenjar parotis, tumbuh lambat dan bersimpai , biasanya sebesar biji salak dan berkista.

TUMOR GANAS RONGGA MULUT

Tumor ganas rongga mulut tumbuh sangat cepat, sehingga deteksi dini serta tindakan pencegahan sangat penting untuk mengatasi tumor ganas ini. Pada stadium dini tidak ada gejala, tidak ada tanda-tanda sakit ataupun perdarahan. Tumor ganas rongga mulut dapat berasal dari jaringan epitel atau jaringan ikat. Tumor ganas yang berasal dari epitel adalah karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal, sedangkan yang berasal dari jaringan ikat adalah fibrosarkoma.

A. KARSINOMA SEL SKUAMOSA

Jenis keganasan yang paling sering terjadi dalam rongga mulut, meliputi 95% dari seluruh kasus keganasan rongga mulut yang berasal dari sel epitel skuamus. Pada stadium dini tidak terasa sakit dan tampak sebagai lesi ulserasi, fisura, atau keratosis yang dapat diketahui dengan palpasi.

Daerah yang mempunyai frekuensi tinggi terhadap kelainan ini adalah lateral dan ventral lidah. Jika bagian 2/3 posterior lidah dan dasar lidah sudah terkena, maka prognosis menjadi buruk karena sulit mencapai daerah lesi dan lokasinya dekat dengan organ vital. Tindakan yang tepat sangat diperlukan karena menurut data statistik 2/3 dari seluruh pasien tumor ini meninggal.

B. ADENOKARSINOMA

Tumor ganas yang biasanya terdapat pada kelenjar saliva minor palatum dan cenderung menginvasi ke pembuluh limfe dan berinfiltrasi ke sumsum tulang sekitarnya

C. FIBROSARKOMA

Tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat yang dapat timbul dari periosteum atau jaringan lunak. Biasanya fibrosarkoma merupakan lesi yang berdiferensiasi sempurna, tumbuh lambat, invasi lambat, dan tidak bermetastasis, tetapi 1/5 kasus merupakan fibrosarkoma yang anaplastik, tumbuh cepat, dan menginvasi daerah sekitarnya dengan bermetastasis.

Tumor ini jarang timbul di rongga mulut, biasanya terdapat di gingiva, palatum, bibir, dan lidah. Jika tumor ini timbul di ginggiva, maka tanda awalnya adalah tanggalnya gigi-geligi. Prognosis bervariasi tergantung anaplasia dan lokasi tumor yang menentukan keberhasilan operasi.

PENATALAKSANAAN

Pembedahan Penyinaran (Radioterapi) Obat-obatan (Khemoterapi)

TERIMA KASIH