Anda di halaman 1dari 35

Trauma Kepala

patologi, patofisiologi
Sub Bagian Bedah Saraf Laboratorium Bedah FK UNS RSUD Dr Moewardi Surakarta

Patofisiologi

Mekanisme Cedera Otak


Secara Statis (Static Loading) Secara Dinamis (Dynamic Loading) Trauma tembus

Mekanisme Cedera Otak

Cedera statis (static loading)


Cedera otak yang timbul secara lambat, lebih lambat dari 200 milidetik Tekanan pada kepala lambat, terjadi terus menerus Sangat jarang terjadi Squeezing/slow crushing the skull Misal : himpitan kepala pada korban tanah/salju yg longsor, gempa bumi, dll

Cedera dinamik (Dynamic Loading)


Timbul secara cepat Lebih cepat dari 200 milisekon Terdiri

Impulsif

(Impulsif Loading) Impak (Impact Loading)

Impulsif (Impulsif Loading)


Trauma tak langsung membentur kepala Kepala mendadak bergerak atau berhenti Misal :

Cedera

otak karena pukulan yang mengenai tengkuk atau punggung

Impak (Impact loading)


Trauma langsung membentur kepala Terdapat 2 bentuk impak

Contact

injury : terjadi kontak atau benturan langsung Innertial (acceleration-deceleration)

Contact injury
Trauma langsung mengenai kepala Dapat timbul kelainan

Lokal

: fraktur tulang kepala, perdarahan ekstradural, coup contusio Jauh (remote effect) : fraktur dasar tengkorak Memar otak contra coup dan intermediate karena gelombang kejut (shock wave)

Inertial injury
Karena perbedaan koefisien (massa) antara jaringan otak dengan tulang Perbedaan percepatan gerak antara keduanya (akselerasi-deselerasi) Dapat terjadi

Diffuse

aksonal injury Perdarahan subdural Memar otak (coup, intermediate, contra)

Perlindungan otak terdap trauma kepala

Pelindung jaringan otak terhadap benturan

Rambut SCALP : skin, subcutan tissue, aponeurotic galea, loose connective tissue, pericranium Tulang kranium : tabula eksterna, diploe, tabula interna Meningen : duramater, arachnoid, piamater
Sebagian gaya diserap oleh struktur pelindung tsb Sebagian diserap oleh struktur disekitar basis kranii Sisanya akan diteruskan ke bagian otak

Bila terjadi benturan


Cedera primer pada struktur pelindung

SCALP

Abrasi : permukaan luar kulit terkelupas, sedikit perdarahan Kontusio : memar jaringan lunak, perdarahan pada jaringan subkutis, integritas kulit terputus Laserasi : robekan kulit tidak merata, perdarahan cukup banyak, beberapa bagian jaringan tidak vital lagi, luka biasanya kotor, dapat terdapat fraktur kranium tidak di bawah luka karena jrngn subkutis dapat bergerak terhadap tulang Avulsi : arah tarikan gaya searah sumbu badan, rambut akan tercabut dari kulit, bila gaya lebih besar kulit dapat robek didaerah telinga, frontal (supraorbita) dan oksipital (linea nuchea) hingga terkelupas seluruhnya. Luka bakar & radiasi : kelainan ringan sampai berat, hingga kerusakan seluruh tebal SCALP bahkan tulang kranium

Kranium

Fraktur linier

Tidak melukai otak, ada trauma yang cukup keras yg dapat merusakkan struktur pelindung serta otak yang di dalamnya

Fraktur impresi

Tabula eksterna fragmen fraktur masuk hingga sejajar atau lebih dalam dari tabula interna tulang sekitarnya Duramater dan otak sangat mungkin tercederai/robek Duramater tertembus, terdapat fragmen tulang yang masuk ke dalam jaringan otak Bila karena tembakan, terdapat cedera sepanjang arah proyektil

Fraktur penetrasi

Meningen

Trauma langsung (impact) dapat merobek meningen Gaya rotasi dapat menyebabkan ruptur arteri/vena yang menyilang Trauma berat, otak bisa mengalami kerusakan tanpa disertai kerusakan duramater Pada anak-anak bila terdapat fraktur dan robekan duramater bisa menyebabkan terjadinya ingrowing fractur Robekan arachnoid menyebabkan kebocoran LCS ke rongga subdural

Pelindung fisiologis otak

Berbagai pelindung fisiologis

Sistem sirkulasi, yang memiliki


Sawar

darah otak (blood brain barrier = 3B) Autoregulasi : reaksi intrinsik pembuluh darah otak

Sistem cairan serebrospinal, memiliki


Sawar

darah likuor (blood CSF barrier) Sawar otak likuor (brain CSF barrier)

ALIRAN DARAH OTAK

DIRAWAT 3 ARTERI (BERHUBUNGAN) :


ART.

KAROTIS KIRI ART. KAROTIS KANAN ART. BASILARIS

ADO NORMAL 40-50 ml/100 g otak/menit


ml TERGANGGU 10 ml INFARK
20

Blood Brain Barrier

Sawar Darah Otak (=3B)

Pembatas antara parenkim otak dengan isi pembuluh darah, terdiri dari

Sel endotel pembuluh darah tight junctions Membrana basalis, dengan perisit Lapisan perivaskuler, dibentuk oleh kaki-kaki astrosit Tidak terdapat pada : area postrema, hipofise, korpus pineale, daerah hipothalamus, organ subforniks dan pleksus khoroideus Mencegah masuknya metabolit dan bahan toksik ke dalam parenkim otak Melindungi dari perubahan kimia darah Pada bayi prematur belum tumbuh sempurna

Fungsi

Blood Brain Barrier

Sawar Darah likuor


Pembatas antara darah dengan kompartemen likuor, misal ventrikel dan ruang sub arachnoid Komponen pembatas: sel ependim, piamater, arachnoid, pleksus khoroideus

Sawar Otak Likuor


Pembatas antara otak dengan kompartemen LCS Komponen pembatas : ependyma, sel glia

Autoregulasi
Kemampuan pembuluh darah serebral untuk mempertahankan aliran darah ke otak (cerebral blood flow) dalam kondisi tekanan arteriil sistemik yang berfluktuasi Berfungsi baik pada interval sistolik 60 mmHg 160 mmHg Mekanisme autoregulasi

Teori

miogenik Teori neurogenik Teori metabolik

Pada cedera otak sedang atau berat autoregulasi akan terganggu

Tekanan darah vasodilatasi Tekanan darah vasokonstriksi

Pada cedera otak autoregulasi terganggu


hipotensi tekanan perfusi serebral aliran darah otak iskemia Hipertensi tekanan perfusi serebral aliran darah otak kerusakan BBB edema serebri

Tekanan Intrakranial
Normal 10 cm Hg Abnormal/tinggi 20 cm Hg Severe 40 cm Hg

Kompartemen intrakranial
Ruang intrakranial ~ kontainer yang rigid (dws) Volume ruang intrakranial 1500 cc, tdd:

Volume

parenkim otak 1100-1200 cc (80%)

Relatif tetap

LCS 100-150 cc (10%) Volume darah 100-150 cc (10%)


Volume

Massa patologis (SOP) -- hematoma Edema serebri

Komposisi ruang intrakranial

Hukum Monroe Kellie


Volume Ruang Intrakranial = konstan V RIK = V otak + V darah + V likuor

Tekanan Perfusi Otak (CPP)


CPP

= MAP ICP

CPP = cerebral perfusion pressure MAP = mean arterial pressure ICP = intracranial pressure

Iskemia serebral

Penurunan tekanan arterial sistemik (MAP) Naiknya tekanan intrakranial (ICP)

Edema serebri
Tertimbunnya cairan yang berlebihan pada ruang intra dan ekstra seluler otak Penyebab

Faktor dinding pembuluh darah otak


Permeabilitas

meningkat Kerusakan sawar darah otak (3B)

Perbedaan konsentrasi dari zat terlarut intrasel dengan ekstra sel Hipoksia ATP gangguan Na-K pump

Macam edema serebri

Edema vasogenik
Peningkatan

permeabilitas kapiler Tight junction menjadi longgar Pada trauma, tumor, abses

Edema sitotoksik
otak ATP gangguan Na-K pump Na intrasel edema intrasel Mengenai semua sel (endotel, neuron, astrosit)
Hipoksia

Edema interstitial
Gangguan

pada brain-CSF barrier Pada hidrosefalus

Edema serebral