Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS I. IDENTITAS Nama : Nn.

DA Umur : 16 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Pelajar Alamat : Selomerto, Wonosobo Tanggal masuk RS : 27 Juni 2009 II. ANAMNESA Keluhan Utama : Nyeri pada telinga sebelah kanan. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke poliklinik THT BRSD Wonosobo pada tanggal 27 Juni 2009 dengan keluhan nyeri pada telinga sebelah kanan. Keluhan dirasakan sejak tiga hari yang lalu, saat pasien membersihkan telinga dengan cotton bud. Nyeri juga dirasakan saat pasien menarik daun telinganya. Pasien mengaku sering membesihkan telinga dengan cotton bud. Tidak ada gangguan pendengaran pada telinga kanan maupun kiri, juga tidak didapatkan cairan yang keluar dari telinga. Pasien mengaku badan agak demam sejak kemarin namun setelah minum obat warung demam turun. Pasien tidak batuk pilek dan hudung tidak tersumbat. Pasien juga dapat makan dan minum seperti biasa tanpa nyeri telan. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa seperti ini sebelumnya. Pasien mengaku tidak punya riwayat alergi obat-obatan. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada yang menderita penyakit serupa dengan pasien

Resume Anamnesis : Seorang pasien perempuan 16 tahun, dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 3 hari yang lalu. Riwayat kebiasaan mengorek-ngorek telinganya dengan cotton bud (+), tidak ada cairan yang keluar dari telinga. Tidak terjadi penurunan pendengaran pada kedua telinga. Pasien demam namun tidak batuk pilek. Tidak ada nyeri telan. Riwayat alergi disangkal. III. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis

Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Composmentis Vital Sign : Tekanan Darah : tidak dilakukan Nadi : 88x/mnt RR : 22x/mnt T : afebris Status lokalis A. Telinga Inspeksi : Auricula dx Auricula sin Benjolan pada telinga luar - Otore - Hiperemis - Edema - Serumen - Kelainan Kongenital - -

Palpasi Auricula dx Auricula sin Tragus Pain + Nyeri tarik Auricula + Kelenjar limfe Retrouriculer - Kelenjar limfe Preuriculer - Otoskopi : Auricula dx Auricula sin Laserasi Meatus Eksternus + Otore - Hiperemis + Edema + Serumen - Membrana Timpani Intak Intak Refleks Cahaya + +

B. Hidung Inspeksi Deformitas hidung (-/-) Deviasi septum nasi (-/-) Oedem (-/-) Hiperemis (-/-) Cikatrik (-/-) Discharge (-/-) Palpasi Nyeri tekan (-/-) Krepitasi (-/-) Rhinoskopi anterior : Kolumela Dextra Kolumela Sinistra Mukosa hidung hiperemis - Mukosa hidung oedem - Konka oedem - Permukaan konka Licin Licin Discharge - Massa - Rhinoskopi posterior : tidak dilakukan C. Tenggorokan Inspeksi Mukosa lidah : dalam batas normal, tidak terdapat gambaran peta Mukosa faring : hiperemis (-), granuler (-), oedem (-) Uvula : di tengah, tidak hiperemis Tonsil : tidak membesar, T1-T1, tidak hiperemis Palpasi Pembesaran lnn submandibula (-), nyeri tekan (-) IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG : Tidak dilakukan V. DIAGNOSIS KERJA Otitis Eksterna

VI. TERAPI 1. Kausatif : - Antibiotik sistemik Amoksisilin 3x500 mg - Antibiotik local Ottopain 2-4 x sehari 4-5 tetes. 2. Simptomatis - Analgetik Asam mefenamat 3x500 mg - Antiinflamasi Dexamethasone 3 x 0,5 mg. 3. Edukatif - Kontrol jika obat habis - Minum obat secara teratur, antibiotic harus dihabiskan. - Telinga jangan kemasukan air. - Mengurangi kebiasaan mengotek telinga dengan cotton bud. VII. PROGNOSIS Dubia at Bonam

PEMBAHASAN

Otitis Eksterna adalah radang liang telinga akut meupun kronis yang disebabkan oleh bakteri. Di

klinik, seringkali sukar dibedakan peradangan yang disebabkan oleh penyebab lain, seperti jamur, alergi (eksim) atau virus, sebab seringkali timbul secara bersama-sama. Factor-faktor yang mempengaruhi otitis eksterna : Perubahan kulit kanalis yang biasaya asam atau normal berubah menjadi basa (pH yang basa akan menurunkan proteksi terhadap infeksi). Perubahan lingkungan terutama gabungan peningkatan suhu dan kelembapan (udara hangat dan lembab). Trauma ringan, seringkali oleh karena membersihkan telinga secara berlebihan atau berenang yang menyebabkan perubahan kulit karena terkena air. I. OTITIS EKSTERNA DIFUS Biasanya mengenai kulit liang telinga dua per tiga dalam. Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema dengan tidak jelas batasnya, serta tidak terdapat furunkel. Kuman penyebabnya biasanya golongan pseudomonas. Kuman lain yang dapat sebagai peyebab ialah Staphylococcus albus, Eschericia colli dan sebagainya. Otitis Eksterna Difus juga dapat terjadi sekunder pada otitis media supuratif kronis. Gejalanya berupa rasa nyeri, kadang-kadang terdapat secret yang berbau. Sekret ini tidak mengandung lendir (musin) seperti secret yang keluar dari kavum timphani pada otits media. Pengobatannya ialah dengan memasukkan tampon yang mengandung antibiotic ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadang-kadang diperlukan obat antibiotic sistemik. II. OTITIS EKSTERNA SIRKUMSKRIPTA Oleh karena kulit di sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit seperti folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar serumen, maka di tempat tersebut dapat terjadi infeksi pada pilosebaseus sehingga membentuk furunkel. Kuman penyebabnya biasanya Staphilococcus aureus dan Staphilococcus albus. Gejalanya ialah rasa nyeri yang hebat yang tidak sesuai dengan besarnya bisul. Hal ini disebabkan karena kulit liang telinga tidak mengandung jaringan longgar di bawahnya, sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. III. OTITIS EKSTERNA MALIGNA Adalah suatu infeksi khusus pada liang telinga yang biasanya pada penderita diabetes mellitus dan orang tua. Peradangan dapat meluas ke lapisan sub kutis dan organ sekitarnya. Gejala utamanya ialah rasa gatal pada liang telinga, nyeri hebat, secret yang banyak serta pembengkakan liang telinga. Pengobatan tidak boleh ditunda-tunda, sebab penyakit akan segera menyerang bagian-bagian

penting di sekitarnya. Pengobatan yang dianjurkan ialah pemberian antibiotic dosis tinggi terhadap pseudomonas aeruginosa yang dikombinasikan dengan aminoglikosid dan diberikan secara parenteral selama 4-6 minggu. Disampig obat-obatan, juga dilakukan pembersihan luka (debridement) secara radikal.