Anda di halaman 1dari 4

INTI, PLASMA (PIR-TRANS) DAN KKPA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT I. PENDAHULUAN 1.1.

Latar belakang Pelaksanaan PIRTRANS & KKPA Program pembangunan perkebunan melalui pola PIR-TRANS didasarkan pada Kepres No. 1 tahun 1986, sedangkan pola KKPA didasarkan atas keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil No.73/Kpts/KB.510/2/1998 dan No. 01/SKB/M/11/98 yang masa kedua pola ini bertujuan sama yaitu meningkatkan produksi non migas, meningkatkan pendapatan petani, membantu pengembangan wilayah serta menunjang pengembangan perkebunan, meningkatkan serta memberdayakan KUD di wilayah plasma. 1.2. Pengertian Umum dalam PIR & KKPA - Pola Perusahaan Inti Rakyat atau disingkat PIR adalah pola Pelaksanaan Pengembangan Perkebunan dengan menggunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat disekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan, utuh dan kesinambungan. - Perusahaan Inti adalah perusahaan perkebunan besar, baik milik swasta maupun milik negara yang ditetapkan sebagai pelaksana proyek PIR. - Kebun Plasma adalah areal wilayah plasma yang dibangun oleh perusahaan Inti dengan tanaman perkebunan. - PIRTRANS adalah proyek PIR yang dikaitkan dengan program transmigrasi - KKPA adalah fasilitas pendanaan yang disediakan oleh Pemerintah berupa Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya.

- KUD adalah lembaga ekonomi desa di wilayah plasma yang merupakan wadah petani peserta/kelompok tani plasma yang berfungsi mengkoordinir pemeliharaan/perawatan, panen, transport dan penjualan hasil produksi

- Kelompok Tani adalah wadah atau organisasi kelompok petani peserta yang berada dalam satu hamparan yang sama - Petani Peserta adalah petani yang ditetapkan sebagai penerima pemilikan kebun plasma / KKPA. II. TAHAPAN PEMBANGUNAN KEBUN INTI, KEBUN PLASMA dan KKPA Tahapan Pembangunan kebun Plasma / KKPA meliputi : 1.Masa Konstruksi 2.Masa Penyerahan Kebun sampai Pelunasan Kredit 3.Masa Pasca Kredit Lunas

2.1. Masa Kontruksi 2.1.1. Masa persiapan meliputi kegiatan : (pengurusan legalitas dan perencanaan) - Permohonan ijin prinsip dari Menteri Pertanian melalui Direktorat Jendral Perkebunan - Permohonan Pencadangan lahan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I - Survey pendahuluan - Permohonan pelepasan Kawasan Hutan kepada Menteri Kehutanan - Study kelayakan dan Perencanaan Proyek - SK Menteri Pertanian tentang pelaksanaan proyek dan penunjukan Perusahaan Inti 2.1.2. Masa Pembangunan fisik kebun

- Pembangunan fisik kebun sepenuhnya dilaksanakan oleh Perusahaan Inti sesuai dengan standar fisik yang telah ditentukan Direktorat Jendral Perkebunan - Pemanfaatan petani peserta sebagai tenaga kerja juga bertujuan untuk membina petani peserta tersebut mempunyai kemampuan untuk mengelola kebun plasma nantinya - Keberhasilan suatu proyek plasma sangat tergantung dari pembangunan fisik kebun yang baik guna menjamin penyerahan kebun yang tepat waktu dan produksi tinggi - Membangun fasilitas pabrik untuk menampung hasil produksi inti dan plasma 2.2. Masa Penyearahan Kebun sampai Pelunasan Kebun 2.2.1. Persiapan Penyerahan Kebun dilaksanakan sejak tanaman berumur 30 bulan s/d 48 bulan yaitu : - Pengukuran kavling - Pembentukan kelompok tani - Undian Blok / Kavling - Penilaian awal fisik kebun - Permohonan Penilaian teknis - Penilaian Teknis Akhir Kebun - Pembuatan sertifikat 2.2.2. Masa Penyerahan Kebun - Perjajian Kerjasama antara Inti, KUD, Kelompok Tani dan Bank - Penyuluhan terpadu oleh TP3D1 dan TP3D2 - Pelaksanaan alih kebun atau akan kredit 2.2.3. Masa Pelunasan Kredit Tugas Perusahaan Inti adalah :

- Bertangung jawab untuk membina KUD, kelompok tani serta memotong hasil produksi petani untuk pembayaran kredit pembangunan kebun pada Bank pelaksana. - Menerima hasil produksi petani peserta melalui KUD

Tugas KUD adalah : - KUD berkewajiban mengkoordinasi pemeliharaan, panen, transport hasil petani peserta ke lokasi pabrik - Menyediakan kebutuhan petani peserta - Melakukan administrasi terhadap penjualan hasil petani peserta - Mengaturkan hubungan kerjasama dengan petani peserta, kelompok tani dan perusahaan inti