Anda di halaman 1dari 5

Latar Belakang Patah tulang atau fracture merupakan luka akibat trauma pada tulang yang menyebabkan jaringan

tulang atau tulang rawan menjadi terganggu atau rusak. Patah tulang dibagi menjadi dua yaitu patah tulang tertutup (close fracture) dan patah tulang terbuka (open fracture). Perbedaan antara keduanya adalah pada keadaan lukanya, pada close fracture ditandai dengan keadaan fracture yang bersih karena kulit tidak robek dan tanpa komplikasi, sedangkan pada open fracture terdapat kerusakan kulit dan disertai tulang yang terlihat atau mencuat keluar sehingga dapat terjadi infeksi oleh bakteri dari luar. Terapi pada open fracture digunakan antibiotik untuk pencegahan infeksi dari bakteri dan analgesik untuk pereda rasa nyeri. Tujuan Dapat memberikan rekomendasi terapi pada patah tulang terbuka (open fracture) terkait terapi farmakologi untuk mengatasi nyeri, penggunaan antibiotik profilaksis, dan resusitasi cairan. Kasus Seorang lelaki muda berusia 25 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Kemudian 2 jam setelahnya dibawa ke UGD rumah sakit. Di UGD, pasien mengalami penurunan kesadaran, kehilangan darah 2 Liter, terjadi perdarahan hebat di sebelah kanan dan keadaannya kotor karena terkena aspal dan debu. Kemudian terlihat tonjolan tulang pada kaki kanan. Akhirnya, 2 jam kemudian dipasang pen. Terapi yang diberikan pada hari pertama dan kedua sama, tapi hari ketiga diganti.

Data Klinis 1 Masuk UGD Pre-op 12.500 9,8 32,5 270.000 38 136 3,8 102 8,5 150 90/70 108 38,2 34 446 Kotor, tulang menem bus kulit 100/80 86 37,8 30 446 Post-op 11.000 11,0 34,0 35 45 18.000 Hari 2 3 4 5

Parameter Leukosit Hb Hct Trombosit LED Na+ K+ ClCa GDS TD Nadi Suhu RR GCS Kesulitan Istirahat Luka di kaki

Nilai Normal 3500 - 10.000/L 11,0 - 16,5 g/dL 35,5 - 50,0 % 150.000 - 390.000/L 0 30 mm/jam 136 145 mmol/L 3,5 - 5 mmol/L 98 - 106 mmol/L 7,6 - 11,0 mg/dL < 200 mg/dL 120/80 mmHg 80 x/menit 36,5-37,5 C 20x/menit 456

110/80 90 37,2 32 346 Operasi pasang pen

120/8 0 92 37,6 26 456 +

120/80 92 38,4 24 456 +

130/80 88 38,2 24 456 ++

130/80 88 38,2 24 456 ++

meradang

Ada pus, Ada pus, Ada pus, jaringan jaringan jaringan Luka sekitar sekitar sekitar masih bekas bekas bekas basah operasi operasi operasi radang radang radang

Kultur dan Sensitifitas Antibiotik Bakteri Kultur Resisten Sensitif

Pseudomonas aeruginosa Cefazolin Ceftazidim, Meropenem, Siprofloksasin

Terapi Hari 1 Pre Operasi Post -op -op 2 3 4 5

Obat RL Sodium Metamizol Cefazolin PRC RL Ketorolac Meloxicam Ranitidine D5 NS Cefazolin Cefazolin Ketorolac Ranitidine Aquacell AG Kultur Diskusi

Bentuk flas ampul Inj. i.v flas flas Inj. i.v Supp. Inj. i.v flas Inj. i.v Inj. i.v Inj. i.v Inj. i.v lembar

Dosis 3 flas 1 ampul 2 gram 300 cc 2 flas (20tpm) 30 mg 30 mg 150 mg 3x1 g 3x2 g 3x30mg 2x50mg 1x1

Masuk UGD

Luka operasi diklasifikasikan menjadi 3 yaitu tipe I (laserasi < 1 cm, tanpa

kontaminasi, dan trauma rendah), tipe II (laserasi antara 1-10 cm, kerusakan jaringan lunak sedang, kontaminasi minimal, dan trauma rendah), dan tipe III dimana laserasi > 10 cm dan trauma berat (tipe III A terjadi kerusakaan jaringan lunak parah, tipe III B laserasi sudah mencapai periosteum tulang, tipe III C laserasi sudah mencapai pembuluh darah).

Prinsip

penggunaan antibiotik secara umum adalah penggunaan antibiotik diindikasikan pada kondisi adanya gejala klinik infeksi, pemilihan antibiotik meliputi pemilihan antibiotik, dosis dan cara pemberian yang tepat, efek terapi yang optimal dipengaruhi oleh tercapainya kadar antibiotik terapeutik pada tempat infeksi dan harus memperhatikan faktor-faktor umur, BB, fungsi ginjal, dan fungsi hepar. Kombinasi antibiotik diindikasikan untuk pengobatan infeksi campuran, pengobatan awal pada infeksi berat yang etiologinya belum jelas, mendapatkan efek sinergis, dan memperlambat timbulnya resistensi.

Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang harus diberikan sesegera mungkin

setelah terjadi luka dalam waktu 3 jam secara intravena pada pasien yang belum infeksi tapi memiliki resiko tinggi untuk infeksi. Tujuan pemberiannya adalah mencegah kemungkinan terjadinya infeksi oleh organisme yang menyebabkan infeksi. Prinsip penggunaan antibiotik profilaksis yaitu aktif melawan patogen dari luka operasi, memiliki efikasi terpercaya dari clinical trial, idealnya single dose, lebih efektif dan tidak toksik, antibiotik spektrum luas terbaru digunakan pada resistensi yang persisten, dan farmakoekonomi.

Jenis antibiotik yang dapat digunakan berdasarkan jenis luka operasi:

Tipe I : Cefalosporin (cefazolin) setiap 8 jam, 1-2 gram IV selama 3 hari Tipe II : Cefalosporin + Aminoglikoside (gentamicyn) / tobramycin 5,1 mg/kg IV sampai luka menutup terus lanjutkan sampai 24 jam (monitoring oleh farmasis) Tipe III : Cefalosporin + Penicillin 2- 4 million unit IV setiap 4 jam+ Aminoglikoside (Tipe IIIA terapi diberikan selama3 hari, tipe III B & III C terapi dilanjutkan 3 hari setelah luka tertutup)

Antibiotik yang cocok digunakan pada pasien ini berdasarkan hasil kultur dan

sensitifitas antibiotik adalah gentamycin dan ceftazidim, karena termasuk golongan Sefalosporin generasi ketiga yang memiliki aktivitas kuat terhadap Pseudomonas aeruginosa dan efektif bila dikombinasi dengan aminoglikosida.

Analgesik yang dapat digunakan pada pasien ini adalah Tramadol i.v 3x30mg,

karena pasien menderita nyeri yang mengganggu istirahat. Tramadol memiliki sifat adiktif minimal, efek samping lebih ringan daripada morfin, dan efikasinya 10-20% dari morfin.

Prinsip pemberian resusitasi cairan adalah menentukan besar kekurangan

cairan berdasarkan anamnesa pemeriksaan fisik dan laboratorium, macam cairan yang hilang berdasarkan patofis penyakit, cairan yang akan digunakan untuk mengganti bila tekanan onkotik turun (cairan koloid), dan lama pemberian.

Terapi resusitasi yang diberikan pada pasien setelah masuk UGD adalah RL 3

flash, karena pasien mengalami syok hipovolemik severe. Pemberian Packed Red Cell 300cc dan RL 2 flash 20 tpm saat operasi berlangsung bertujuan meningkatkan oksigenasi ke jaringan melalui hemoglobin yang mampu mengikat oksigen dan sebagai terapi pencegahan terjadinya volume depletion pada pasien. D5 NS lifeline diberikan untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang serta lebih mempercepat recovery setelah operasi. Kesimpulan
1. Antibiotik yang tidak sesuai pada kasus ini adalah cefazolin 2. Rekomendasi antibiotik berdasarkan hasil kultur dan sensitifitas antibiotik pada kasus

ini adalah gentamycin dan ceftazidim. 3. Analgesik yang dapat digunakan pada kasus ini adalah Tramadol i.v 3x30mg, Referensi Cross, W. W., and Marc F Swiontkowski. 2008. Treatment Principles in The Management of Open Fractures. Indian J Orthop. 2008 Oct-Dec; 42(4): 377386. Dipiro, J.T., Robert L.T., Gary C.Y., et al. 2008. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Seventh Edition. McGraw Hill. USA