P. 1
1. pedum-bpsdmp2012

1. pedum-bpsdmp2012

|Views: 290|Likes:
Dipublikasikan oleh taslim_904780478

More info:

Published by: taslim_904780478 on Mar 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2015

pdf

text

original

2012

PEDOMAN PELAKSANAAN

KEGIATAN DAN ANGGARAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

 

KATA PENGANTAR

Mengacu pada visi dan misi pembangunan pertanian, Rencana Strategis Kementerian Pertanian tahun 2010-2014 dan Renstra Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup pertanian mengemban tugas untuk menyelesaikan program dan kegiatan tahun 2012. Pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia pertanian dan kelembagaan petani tahun 2012 dimaksud, beserta berbagai kegiatan untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani, diharapkan dapat berjalan secara efektif dengan mengikutsertakan berbagai pihak, termasuk partisipasi masyarakat. Sehubungan dengan itu, maka diterbitkan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Tahun Anggaran 2012. Pedoman yang merupakan lampiran dari keputusan Kepala Badan PPSDMP ini merupakan acuan bagi seluruh Satuan Kerja lingkup Badan PPSDMP dalam pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2012. Dalam hal terjadi perubahan kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, maka pedoman ini akan di revisi sesuai keperluan. Akhirnya kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian

Jakarta, 30 Desember 2011 Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian,

Dr.Ir. Ato Suprapto, MS

i   

LAMPIRAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN NOMOR : ....../PER/SM.030/J/12/11 TANGGAL : .... Desember 2011

DAN

PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN TAHUN 2012 I.
1.
Latar Belakang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap ke 2 (2010-2014), sektor pertanian tetap memegang peranan penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Peran strategis sektor pertanian tersebut tercermin pada kontribusi yang nyata terhadap pembentukan kapital, penyediaan pangan, penyedia bahan baku industri, pakan dan bio energi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan pendapatan, peningkatan pendapatan petani dan pelestarian lingkungan. Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan peran sektor pertanian tersebut, Kementerian Pertanian telah menetapkan target empat sukses pembangunan pertanian yaitu 1) pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, 2) peningkatan diversifikasi pangan, 3) peningkatan nilai tambah dan daya saing eksport,dan 4) peningkatan kesejahteraan petani. Untuk mewujudkan empat sukses pembangunan pertanian, diperlukan dukungan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, kreatif, inovatif, dan berwawasan global. Kegiatan Badan PPSDMP yang meliputi pemantapan sistem penyuluhan pertanian, pemantapan sistem pelatihan pertanian dan revitalisasi sistem pendidikan pertanian, standardisasi dan sertifikasi profesi sumberdaya manusia pertanian, ditujukan untuk: 1) memperkuat kelembagaan petani, 2) memberdayakan usaha petani, dan 3) mewujudkan pelaku utama pembangunan pertanian yang mandiri, berjiwa wirausaha, berdaya saing, dan berwawasan global, sehingga mampu bersaing di pasar regional dan internasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor: 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (yang selanjutnya disebut Badan PPSDMP) mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) pertanian, dan menjalankan fungsi : 1) Penyusunan Kebijakan teknis, rencana dan program kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM pertanian; 2) Pelaksanaan penyusunan, pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM pertanian; 3) Pemantauan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan, penyuluhan, pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi SDM Pertanian; dan 4) Pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

PENDAHULUAN

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

1

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Badan PPSDMP di Pusat mempunyai 4 (empat) unit kerja Eselon II, yaitu: 1) Pusat Penyuluhan Pertanian; 2) Pusat Pelatihan Pertanian; 3) Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian; dan 4) Sekretariat Badan Operasionalisasi kegiatan penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian di daerah dilaksanakan oleh 19 Unit Pelaksana Teknis (UPT), Badan/Dinas yang menangani penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian di 33 provinsi. Dalam upaya menyelaraskan pelaksanaan program dan kegiatan maka ditetapkan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tahun Anggaran 2012.

2.

Tujuan
dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian tahun anggaran 2012.

Pedoman ini diterbitkan untuk memberikan acuan bagi pejabat/petugas dalam melaksanakan kegiatan

3.

Ruang lingkup
Pedoman pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian ini mengatur tentang: 1) Mekanisme pengelolaan kegiatan dan anggaran yang dijelaskan dalam bab IV; 2) Penyelenggaraan pemantapan sistem penyuluhan pertanian yang dijelaskan dalam bab V; 3) Penyelenggaraan pemantapan sistem pelatihan pertanian yang dijelaskan dalam bab VI; 4) Penyelenggaraan revitalisasi pendidikan pertanian serta standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian yang dijelaskan dalam bab VII; 5) Penyelenggaraan dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya yang dijelaskan dalam bab VIII;

2

429 orang aparatur fungsional.277 orang ketenagaan pelatihan pertanian yang difasilitasi dan dikembangkan. sebagai berikut.080 unit kelembagaan penyuluhan. 2) 229 unit kelembagaan pelatihan milik petani (P4S) yang terbina dan terklasifikasi kelembagaannya. Bapelluh. 4) Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian. KEGIATAN. Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian 1) 29 unit kelembagaan pelatihan UPT Pusat dan Daerah yang difasilitasi dan dikembangkan. meliputi: 1) Meningkatnya kompetensi 4. 1.103 unit kelembagaan petani . TARGET DAN INDIKATOR Program dan Kegiatan Pada anggaran 2012 Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) hanya mempunyai satu program yaitu Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani.103 orang kelembagan petani (Gapoktan/Poktan) yang difasilitasi dan dikembangkan.- 2. dan BPP). 2.205 orang non aparatur di sektor pertanian . 5) 58. Untuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut dalam tahun anggaran 2012 Badan PPSDMP mendapat alokasi dana sejumlah Rp.1.2. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 7) Meningkatnya kapasitas 2. 4) Meningkatnya kompetensi 4.289 orang ketenagaan penyuluhan pertanian yang difasilitasi. PROGRAM.II.289 orang ketenagaan penyuluhan.443 orang aparatur di sektor pertanian. 3 ) Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian. 6) 772 desa yang kegiatan penyuluhannya di kelola petani (FMA – FEATI) 2.369 judul meliputi materi penyuluhan dan informasi pertanian yang dihasilkan dan disebarluaskan. Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian 1) 2. 080 unit kelembagaan penyuluhan pertanian pemerintah yang difasilitasi (Bakorluh. Program ini dijabarkan kedalam 5 (lima) kegiatan prioritas Badan PPSDMP yaitu : 1) Revitalisasi Pendidikan Pertanian.000. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) 1. 2) Pengembangan Pendidikan Menengah Pertanian. Target dan Indikator Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani mempunyai 7 (tujuh) target dan indikator utama.419. 2) 52.248 tenaga teknis menengah dan calon wirausaha muda pertanian 6) Meningkatnya kapasitas 52.2012 3 . Target dan indikator utama dari Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani pada tahun anggaran 2012 kemudian dijabarkan kedalam target dan indikator masing– masing kegiatan prioritas Badan PPSDMP. 5) Tersedianya 16.1. dan 5) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya.621. 3) 4.377. 4) 247 dokumen kegiatan pemantapan sistem penyuluhan pertanian. 2) Meningkatnya kapasitas 22. 3) Meningkatnya kinerja 58.

kapasitasnya melalui pelatihan 2. keuangan. 5) 22. 2.166 orang aparatur pertanian yang ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan pertanian. 8) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan program penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian.205 orang non aparatur pertanian yang ditingkatkan pertanian. 2.4) 23. 7) 258 dokumen perencanaan. keuangan. Pendidikan Menengah Pertanian 1) 16. 6) 204 orang aparatur yang mengikuti jenjang pendidikan formal S2 dan S3.142 orang ketenagaan yang ditingkatkan kualitasnya.5.610 orang tenaga fungsional yang mengikuti jenjang pendidikan kedinasan yang sesuai standar kompetensinya. 6) 150 desa yang meningkat kapasitasnya melalui program READ.3. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 1) 91 dokumen perencanaan. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan revitalisasi pendidikan. 2) 9 unit kelembagaan pendidikan menengah pertanian (SMK-SPP) yang ditingkatkan kualitasnya. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan pendidikan menengah. standarisasi dan sertifikasi profesi pertanian. 3) 132 orang ketenagaan pendidikan menengah pertanian (SMK-SPP) yang ditingkatkan kualitasnya. 2) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran.4.400 orang penyuluh pertanian profesi yang disertifikasi. 7) 110 dokumen perencanaan. Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 1) 7 SKKNI Profesi SDM Pertanian yang distandarisasi. 2) 1. 4) 31 dokumen perencanaan. 8) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran.248 orang generasi muda pertanian yang difasilitasi melalui pendidikan di SMK-SPP. 5) 2. keuangan. keuangan. Pengembangan 3) 10 unit kelembagaan pendidikan yang ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya. 5) 12 bulan pelaksanaan pelayanan perkantoran. organisasi dan kepegawaian serta evaluasi dan pelaporan kegiatan pemantapan sistem pelatihan pertanian. 4) 1. 4 .

III.02/2011 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelahaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga TA. kriteria. yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Pemerintah. pengawasan. prosedur dan pedoman pelaksanaan kewenangan pemerintah di bidang pertanian. 1. serta seorang Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. 2) Sekretaris Badan dan Kepala Pusat (Eselon II Badan PPSDMP) bertindak sebagai pembantu KPA/Kepala Badan yang sehari-hari bertugas sebagai pembina pelaksanaan kegiatan dan anggaran kinerja sesuai dengan tupoksi unit organisasi yang dipimpinnya.05 /2011 tanggal 10 Oktober 2011 tentang Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Pengelola Anggaran di Pusat 1) Kepala Badan bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian sejalan dengan tugasnya sebagai pembina program dan anggaran kinerja organisasi yang dipimpinnya. pengendalian. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK. dan pelaporan. penyiapan perangkat daerah yang akan melaksanakan program dan kegiatan dekonsentrasi. KPA dibantu oleh seorang Bendaharawan Pengeluaran yang bertanggung jawab atas keuangan yang dikelola. pembinaan. Pengelola anggaran berdasarkan program dan anggaran kinerja adalah sebagai berikut: Petunjuk Penyusunan dan 2. Adapun kewenangan Kabupaten/Kota adalah pelaksanaan tugas pembantuan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi. standar teknis. koordinasi. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164 /PMK.2012. 20 satker Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDMP dan 35 satker Dinas/Badan lingkup Pertanian di tingkat provinsi serta 73 satker Dinas/Badan/Kantor di tingkat kabupaten/kota. Secara umum penerapan anggaran kinerja di Indonesia didasarkan atas ketentuan perundangundangan yang berlaku. kewenangan pemerintah pusat adalah menyusun pedoman. PROGRAM DAN ANGGARAN KINERJA PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN Pengorganisasian Pengelolaan Anggaran Terpadu Berbasis Kinerja Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sebagai daerah otonom dan PP Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.2012 5 . Dalam operasional sehari-hari. Kewenangan provinsi sebagai wakil pemerintah pusat adalah sinkronisasi dengan penyelenggaraan urusan pemerintah daerah. Untuk pengelolaan kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun anggaran 2012. Badan PPSDMP dibantu oleh 130 satker yang terdiri dari 2 satker pusat. Secara lengkap Satuan Kerja (Satker) Badan PPSDMP sebagai pelaksana kegiatan pengembangan SDM pertanian dapat dilihat pada Formulir 2. norma.

Pejabat Pembuat Komitmen (P2K). Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja ybs . 2) Gubernur menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). pada Satker yang mendapat kegiatan dan anggaran pelatihan. Pejabat Pembuat Komitmen dan satu orang Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K). Pengelola Anggaran Dekonsentrasi di Tingkat Provinsi 1) Gubernur selaku penerima pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana dekonsentrasi kepada Menteri Pertanian. Pengelola Anggaran di UPT Pusat 1) Kuasa Pengguna Anggaran/KPA dijabat oleh Kepala UPT. 5) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) dapat ditunjuk lebih dari satu orang dan ditetapkan sesuai dengan kedudukan dan kesesuaian tugas pokok dan fungsi unit kerjanya dengan kegiatan dan anggaran pengembangan SDM pertanian yang akan menjadi tanggungjawabnya. 3) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) ditunjuk oleh KPA sebagai pengelola pelaksanaan kegiatan dan anggaran dari unit kerja. masing-masing KPA dibantu oleh Bendahara Pengeluaran. 3) Kepala Dinas/Badan lingkup pertanian tingkat provinsi sebagai Kepala Satker atau pejabat yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. 6 . 2) Bupati mengusulkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). P2K bertugas dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan dan anggaran kinerja pada unit organisasi masing-masing.3) Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) ditunjuk oleh KPA untuk setiap unit Eselon II. agar menunjuk P2K yang berasal dari Unit Kerja/ Balai Pelatihan Pertanian Eks UPT Badan PPSDMP 5. Pengelola Anggaran Tugas Pembantuan di Tingkat Kabupaten/Kota 1) Bupati selaku penerima tugas dari pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan kepada Menteri Pertanian. 4) Untuk kelancaran operasional kegiatan program dan anggaran kinerja (tertib administrasi dan keuangan) sehari-hari. 3. 2) Kuasa Pengguna Anggaran dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh satu orang bendahara pengeluaran. Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana dekonsetrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. bertanggung jawab atas seluruh kegiatan serta keberhasilan program dan anggaran kinerja Pengembangan SDM Pertanian pada Satker yang dipimpinnya. 4. Sehubungan dengan itu.

4) Kepala Dinas/Badan/Kantor lingkup pertanian tingkat kabupaten sebagai Kepala Satker atau pejabat yang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.3) Menteri Pertanian menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran sebagai pelaksana kegiatan yang dibiayai dari dana tugas pembantuan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 5) Untuk kelancaran operasional kegiatan program dan anggaran kinerja (tertib administrasi dan keuangan) sehari-hari.2012 7 . masing-masing KPA dibantu oleh Bendahara Pengeluaran. Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) serta Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. masing-masing bertanggung jawab atas seluruh kegiatan serta keberhasilan program dan anggaran kinerja Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada Satker yang dipimpinnya.

usulan kegiatan dan penganggaran dilakukan oleh Pusat dengan mengacu pada loan agreement disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. 4) Bagi Dinas/badan lingkup pertanian di tingkat provinsi selaku penyelenggara kegiatan pendidikan/pelatihan/penyuluhan pertanian maupun UPT Daerah. kebijakan program dan anggaran PPSDMP perlu dijabarkan secara lebih terstruktur. Selanjutnya setelah dilakukan penelaahan terhadap RKA-KL pagu tetap antara Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (DJA) dengan Kementerian Pertanian c. tetapi dalam bentuk program PPSDMP yang terpadu guna menunjang ketahanan pangan. juga harus didasarkan pada Peraturan Presiden tentang Rencana Kerja Pemerintah. Provinsi dan Nasional. Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) DIPA disahkan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan untuk masing-masing Satuan Kerja (Satker) dan setiap DIPA hanya memuat kegiatan untuk satu Satker. dan kemudian disesuaikan dengan kebijakan PPSDMP. Sedangkan petani sebagai pelaku utama dan subyek pembangunan didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraannya melalui pengembangan usaha dan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Undang-undang APBN dan alokasi pagu APBN serta persetujuan DPR. MEKANISME PENGELOLAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Menyikapi perubahan pola penganggaran dan tantangan PPSDMP. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Tingkat kabupaten. DIPA Kementerian Negara/Lembaga dikategorikan sebagai berikut. 3) Bagi UPT Badan PPSDMP. 5) Untuk dapat menyelenggarakan kegiatan PPSDMP yang berkualitas. melainkan terpadu dalam sistem yang dikoordinasikan dengan instansi terkait baik pusat maupun daerah. lembaga pelatihan dan kelembagaan penyuluhan pertanian.IV. 8 . 2) Perencanaan di tingkat pusat tidak lagi tersekat-sekat. Badan PPSDMP.q. dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Badan PPSDMP tahun 2012. selain berdasarkan kebutuhan kegiatan. terukur dan operasional dengan berbasiskan kepada tugas dan fungsi masing-masing instansi PSDMP. 2. kegiatan dan penganggaran diusulkan langsung ke Pusat. Tampilan program di lapangan tidak lagi dalam bentuk kegiatan parsial. 6) Usulan kegiatan dan anggaran seperti dimaksud di atas. Bagi satuan kerja yang mendapatkan kegiatan yang bersumber dari dana PHLN. DJA menerbitkan Arsip Data Komputer (ADK) dan Surat Penetapan Rencana Kegiatan dan Anggaran (SPRKA) untuk satker lingkup Badan PPSDMP. 1. usulan kegiatan dan penganggaran dilakukan melalui satuan kerja daerah. Untuk itu prinsip perencanaan program dan anggaran PPSDMP adalah sebagai berikut: 1) Pembangunan pertanian khususnya PPSDMP menempatkan aparatur pemerintahan sebagai fasilitator. Penyusunan RKA-KL tersebut. motivator dan dinamisator bagi masyarakat/swasta. secara bertahap dilakukan upaya pengembangan kapasitas lembaga pendidikan. peningkatan nilai tambah dan daya saing serta peningkatan kesejahteraan petani.

dalam hal ini Badan PPSDMP. dan meliputi rencana penarikan anggaran per bulan. Gubernur selaku Kuasa Menteri Pertanian dan Bupati selaku penerima tugas dari Menteri Pertanian.1. 2.3. Sedangkan DIPA dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan adalah dokumen DIPA Pusat yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Kabupaten/ Kota dalam hal ini Satker Tugas Pembantuan di kabupaten/kota.02/2011 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Anggaran 2011. DIPA Kantor Daerah DIPA Kantor Daerah adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanaannya dilakukan oleh Satker Kantor Daerah/Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga. Revisi Anggaran Berdasarkan PMK Nomor 49/PMK. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK RKA dari DJA dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA) yang diterbitkan oleh DJPb.2.2012 . penanggung jawab kegiatan. dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDMP. DIPA dalam rangka Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan DIPA dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanaannya dilimpahkan kepada Gubernur dalam hal ini Satker Dekonsentrasi di provinsi. POK diterbitkan oleh Kepala Satker selaku KPA. dan selanjutnya Kepala Kanwil DJPb atas nama Menteri Keuangan menetapkan SP-DIPA. bahwa Revisi Anggaran adalah Tahun perubahan Rincian Anggaran Belanja 9 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 4. jadwal kegiatan (Peran POK). Validasi ADK RKA dan DNA Satker dilakukan secara bersama antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) dengan Kantor Daerah/Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga. cara pelaksanaan/pengadaan. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK dan SP-RKA yang diterbitkan oleh DJA. Penyusunan DIPA didasarkan pada ADK RKA dari DJA dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA) yang diterbitkan oleh DJPb.2. Kepala UPT Badan PPSDMP selaku Kuasa Menteri Pertanian atau menetapkan DIPA dan selanjutnya Kepala Kanwil DJPb atas nama Menteri Keuangan mengesahkan DIPA dengan menerbitkan SP DIPA. yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Satker menetapkan DIPA. Validasi ADK RKA dan DNA Satker dilakukan secara bersama antara Kanwil DJPb dengan Satker terkait atas nama Gubernur atau Bupati. dan DIPA FEATI dan selanjutnya Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan mengesahkan DIPA dengan menerbitkan Surat Pengesahaan DIPA (SP-DIPA). Kepala Badan PPSDMP selaku Kuasa Menteri Pertanian menetapkan DIPA Badan PPSDMP. Validasi ADK RKA dan SP RKA dilakukan secara bersama antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (DJPb) dengan Kementerian/ Lembaga terkait. Petunjuk Operasional Kegiatan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang merupakan bagian dari DIPA dan sudah terprogram dalam aplikasi DIPA harus menjadi dasar pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran. DIPA Kantor Pusat DIPA Kantor Pusat adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang pelaksanannya dilakukan oleh Satker Kantor Pusat Kementerian Negara/ Lembaga. 2. 3.

5) Penerimaan hibah luar negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan langsung oleh Kementerian/Lembaga. Perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja dalam hal pagu anggaran tetap. Ruang Lingkup dan Batasan Revisi Anggaran 4. dan/atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) .1. Ruang Lingkup Revisi Anggaran terdiri atas: 1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya.2.1. 3) Pergeseran antar jenis belanja dalam satu kegiatan. volume Keluaran dalam satu 10 . 3) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. 4) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan volume Keluaran dalam satu Keluaran dan/atau antarkeluaran dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja. antara lain meliputi : 1) Pergeseran antar program dalam satu bagian anggaran untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional.1. 5) Perubahan volume Keluaran berupa pengurangan Keluaran dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja.1. 4.1. 4. 2) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja dalam hal pagu anggaran tetap. 4. 6) Tambahan pinjaman Luar Negeri 7) Pengurangan alokasi PHLN. 2) Lanjutan kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN 3) Percepatan penarikan PHLN 4) Penerimaan hibah Luar Negeri yang diterima oleh pemerintah Cq Kemenkeu dan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga. Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya sebagai akibat antara lain dari : 1) Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang direncanakan dalam APBN.1. 8) Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN. 2) Pergeseran antar kegiatan dalam satu program sepanjang pergeseran tersebut merupakan Hasil Optimalisasi.1. dan/atau.Pemerintah Pusat yang telah ditetapkan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).1. Surat Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga ( Sp RKA-KL).

4. 10) Pencairan blokir/ tanda bintang (*) yang dicantumkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran. 13) Penggunaan anggaran yang harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) terlebih dahulu.3.6) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan atau pengurangan volume Keluaran antarsatuan kerja sepanjang dalam kegiatan yang sama dan digunakan untuk Keluaran yang sama. 4. 7) Pergeseran dalam satu propinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan dalam rangka Tugas Pembantuan atau dalam satu propinsi untuk Kegiatan dalam rangka Dekonsentras. cara penarikan PHLN.2.2. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Pembayaran berbagai tunggakan. 4) Paket pekerjaan pekerjaan yang bersifat multiyears. 12) Pergeseran rincian anggaran belanja yang mengakibatkan perubahan Hasil Program. kode KPPN. 11) Pergeseran anggaran antar kegiatan yang tidak berasal dari Hasil Optimalisasi.1. 14) Pencairan blokir/ tanda bintang(*) yang dicantumkan oleh DPR-RI termasuk pencairan blokir yang tidak sesuai dengan rencana peruntuka. Batasan Revisi Anggaran: 4. Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan pengurangan alokasi anggaran terhadap : 1) Kebutuhan Biaya Operasional satuan kerja.1.2012 11 .1. 3) Ralat pencantuman volume. 2) Perubahan Nomenklatur bagian anggaran dan /atau satuan kerja sepanjang kode tetap. 4) Perubahan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Menteri Keuangan. kode lokasi. kode nomor register PHLN.penggunaanya. ralat kode dan nomenklatur satua kerja. 9) Perubahan kurs sepanjang perubahan tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani.1.RI.1. 2) Alokasi tunjangan profesi guru/dosen. rumusan keluaran. pejabat perbendaharaan. Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi antara lain karena: 1) Perubahan/ralat kode akun. 8) Pergeseran dalam satu propinsi/kabupaten/kota untuk memenuhi Biaya Operasional yang dilaksakan oleh unit organisasi di tingkat pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah. sumber dana. kode kewenangan. 15) Pergeseran reincian anggaran belanja yang digunakan untuk Program/Kegiatan yang tidak sesuai dengan hasil kesepakatan anarata Pemerintah dengan DPR-RI (kesimpulan repat kerja dalam rangka APBN) 16) Perubahan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. jenis dan satuan Keluaran pada RKA-Kl dan DIPA sesuai dengan dokumen RKP atau hasil kesepakatan DPR .

4. Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Anggaran meliputi perubahan berupa penambahan dan/atau perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja sebagai akibat adanya: 1) Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang direncanakan dalam APBN. 2) Lanjutan kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN 3) Percepatan penarikan PHLN 4) Penerimaan hibah Luar Negeri yang diterima oleh pemerintah Cq Kemenkeu dan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga.2. 10) Pencairan blokir/ tanda bintang(*) yang dicantumkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran.1. 6) Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN. 7) Perubahan volume Keluaran berupa pengurangan volume Keluaran dalam satu Keluaran.1.1.2. 11) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. 9) Perubahan kurs sepanjang perubahan tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani. 4. 8) Perubahan volume Keluaran berupa penambahan atau pengurangan volume Keluaran antarsatuan Kerja sepanjang dalam Kegiatan yang sama dan digunakan untuk Keluaran yang sama. 2) Tidak mengurangi spesifikasi keluaran.2.2.1.2.satuan kerja yang memuat usulan perubahan atau pergeseran rincian anggaran belanja beserta perubahan ADK RKA-K/L dan dilengkapi dengan dokumen pendukung meliputi: 12 . Revisi Anggaran Pada Direktorat Jenderal Anggaran 4. 5) Pengurangan alokasi PHLN. 4.2. Kewenangan dan Tata Cara Revisi Anggaran 4. Usulan Revisi Anggaran yang disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran paling sedikit dilampiri dokumen: RKA.1.5) Paket pekerjaan yang telah dikontrakan dan/atau direalisasikan daqnanya sehingga menjadi minus. Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah Sasaran Kinerja dengan ketentuan : 1) Tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan/ atau Prioritas Bidang. dalam satu kegiatan dan satu satuan kerja.2.

Rincian Anggaran Biaya dan Revisi DIPA terakhir.2.2. 2) Rincian sisa dana PHLN yang ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja dan diketahui oleh KPPN setempat.2.1) Perhitungan anggaran yang diusulkan dilakukan perubahan/pergeseran termasuk dana pendamping untuk PHLN yang mensyaratkan dana rupiah pendamping.2.2. 3) Surat keterangan pengelola kegiatan dan Annual Work Plan (AWP) yang disetujui Lender dalam hal percepatan penarikan PHLN. Revisi Anggaran dapat ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendapatkan persetujuan DPR-RI.q Direktorat Jenderal Anggaran untuk selanjutnya dimintakan persetujuan dari DPR – RI 4.3.2. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Anggaran antarprogram selain untuk memenuhi kebutuhan Biaya 4. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR-RI terdiri dari: 1) Tambahan Pinjaman Proyek Luar Negeri 2) Pergeseran Oreasional. khusus untuk perubahan pagu PHLN akibat lanjtan PHLN.3.2. RKA-satuan kerja yang memuat usulan perubahan pendapatan dilampiri ADK RKA-K/L fotocopi Surat Edaran Bukan Pajak (SSBP) dan Nomor dan transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang telah divalidasi oleh KPPN setempat dalam hal perubahan anggaran karena PNBP yang melampaui target.1.1. Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan DPR-RI 4.2. 4. 7) Pergeseran rincian anggaran belanja yang digunakan untuk Program/Kegiatan yang tidak sesuai dengan hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan DPR-RI (Kesimpulan rapat kerja dalam rangka APBN).2012 13 . 3) Pergeseran anggaran antarkegiatan yang tidak berasal dari Hasil Optimalisasi. 4) Kerangka Acuan Kerja. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan diajukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk selanjutnya dimintakan persetujuan Menteri Keuangan.2. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR-RI diajukan oleh Kementerian Negara kepada Menteri Keuangan c.2. Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan Menteri Keuangan 4.2. 4) Pergeseran rincian anggaran belanja yang mengakibatkan perubahan hasil program. 5) Penggunaan Anggaran yang harus mendapat persetujuan DPR-RI terlebih dahulu. 6) Pencairan blokir/tanda Bintang (*) yang dicantumkan oleh DPR-RI termasuk pencairan blokir yang tidak sesuai dengan rencana peruntukan/penggunaanya.3. 4.

14 . 4.2.4.1.2.2. Usulan Revisi Anggaran yang disampaikan kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan/Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan paling sedikit dilampiri dokumen : 1) Konsep Revisi DIPA yang telah ditandatangani oleh KPA beserta ADK. 4.4.1. Satuan kerja pelaksana Kegiatan dalam rangka Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan melaporkan perubahan tersebut kepada Unit Eselon I. 3) Penambahan volume Keluaran dalam satu Keluaran dan/atau antarkeluaran dalam satu kegiatan.2.3.5. Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Pusat/Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meliputi : 1) Penerimaan Hibah Luar Negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian Negara/Lembaga. Revisi Anggaran dapat dilaksanakan oleh PA/KPA dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Tidak mengurangi alokasi anggaran. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Menteri Keuangan terdiri dari: 1) Pergeseran antarkegiatan dalam satu Program sepanjang pergeseran tersebut merupakan Hasil Optimalisasi 4.4.4.2. 4) Pergeseran antarjenis belanja dalam satu Kegiatan. 2) Penggunaan Anggaran Belanja yang bersumber dari PNBP diatas pagu APBN .2. 3) Pergeseran antarprogram dalam satu Bagian Anggaran untuk memenuhi kebutuhan Biaya Operasional.2. 4.5. dananya masih tersedia dan tidak mengurangi Sasaran Kinerja. Revisi Anggaran Pada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.2.4. 6) Perubahan rincian belanja sebagai akibat dari penyelesaian tunggakan tahun yang lalu sepanjang dalam Program yang sama. Revisi Anggaran pada Kantor Pusat/Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 4. 5) Pergeseran antar propinsi/kabupaten/kota untuk memenuhi Biaya Operasional yang dilaksanakan oleh unit organisasi di tingkat Pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah. 7) Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. 2) Tidak mengubah Sasaran Kinerja.3. 4.2.

3. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 4.4.5. Direktorat Jenderal Anggaran dapat memproses/menyelesaikan usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Kementerian Negara dalam hal substansi dan kewenanganya meliputi kewenangan Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4. Dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA.5.6.2. Paket Pekerjaan yang alokasi anggarannya diblokir/dibintang (*) tidak termasuk paket pekerjaan yang sudah jelas peruntukannya namun pelaksanaannya memerlukan syarat dan kondisi tertentu. Paket Pekerjaan yang alokasi anggarannya diblokir/dibintang (*) sebagai akibat belum dilengkapi TOR/RAB/dokumen pendukung lainya dan alokasi anggaran yang belum jelas peruntukannya. 4.6. alokasi anggaran yang diblokir tersebut tidak dapat digunakan sampai dengan akhir tahun anggaran.2. apabila sampai dengan akhir bulan bulan Juni KPA tidak melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.6.2.5.1.2. 4. 4. dan KPA menetapkan perubahan POK 4.4) Pergeseran antarkomponen untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional.2. Hal-Hal Khusus 4.2012 15 . PA/KPA wajib menyampaikan setiap perubahan ADK RKA satuan kerja kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan untuk DIPA yang disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah disahkan Direktorat oleh Jenderal Kepala Perbendaharaan Wilayah untuk DIP yang Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Revisi anggaran dilakukan dengan cara mengubah ADK RKA satuan kerja melalui aplikasi RKA-K/L.2.2. 6) Pergeseran antarkomponen dan antarkeluaran dalam satu kegiatan. 5) Pergeseran antarkomponen dalam satu Keluaran sepanjang tidak menambah jenis honorarium baru dan besaran honoraium yang sudah ada.3.2.6. perubahan POK dapat ditetapkan oleh KPA setelah perubahan DIPA disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan / Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.2. mencetak POK.

1.6. KPA dapat mengajukan usul perubahan rumusan Keluaran kepada Direktur Jenderal Anggaran sepanjang tidak mengubah pagu anggaran dan tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan/ atau Prioritas Bidang. 7) Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Landasan Operasional Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66. Pengesahan Revisi DIPA yang dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meliputi: 1) Revisi DIPA untuk satuan kerja pusat yang berlokasi di daerah (diluar DKI Jakarta).1. Pelaksanaan Kegiatan dan Pengelolaan Anggaran 1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47. Pengesahan Revisi DIPA yang dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan meliputi: 1) Revisi DIPA satuan kerja Pusat yang berlokasi di DKI Jakarta. 2) Undang -Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5. tambahan Lembaran Negara Nomor 4286). 4) Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010(Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 156.4. 6) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.4. tambahan Lembaran Negara Nomo 4355). 5) Revisi DIPA baik untuk DIPA yang disahkan di Pusat maupun di Daerah. Dalam hal terjadi perubahan rumusan Keluaran sebagai akibat adanya perubahan tugas fungsi unit atau penugasan.3. 3) Revisi DIPA Dekonsentrasi.3. 16 . 2) Revisi DIPA untuk Satuan Kerja Vertikal. 3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan 5. tambahan Lembaran Negara Nomor 4400).2. 2) Revisi DIPA satuan kerja pusat dalam rangka penerimaan Hibah Luar Negeri yang diterima dalam bentuk uang dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian Negara. Pengesahan Revisi DIPA 4. 4. 5) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. 4. 4) Revisi DIPA Tugas Pembantuan.2.3. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5075).

12) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.2012 17 . Penilaian dan Pelaporan Dalam Rangka Penertiban BMN.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Evaluasi dan Pelaporan Pembangunan Pertanian. 15) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK. Pemanfaatan. Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip: 1) hemat. 4) pengeluaran lain-lain untuk kegiatan sejenis seperti tersebut di atas.06/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Inventarisasi. karangan bunga dan sebagainya untuk berbagai peristiwa. Ketentuan Umum Dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ada ketentuanketentuan yang harus diperhatikan. Penghapusan dan Pemindahtangan BMN. 19) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2009 tahun 2009 tentang Tata Cara Rekonsiliasi dalam rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.05/2007 Tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. termasuk Pekan Olah Raga.2. 14) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK. hari ulang tahun Kementerian/Lembaga. efisien dan sesuai kebutuhan teknis yang disyaratkan. iklan.05/2009 Tentang Perencanaan Kas. hadiah/tanda mata. tidak mewah.06/2007 tentang Penggolongan dan Kodefikasi BMN. 5. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 5. 5.06/2007 tetang Tata CaraPelaksanaan.06/2005 Tantang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.05/2007 Tentang Bagan Akun Standar. 11) Peraturan Pemerintah Nomor 102/PMK.140/12/2006 Tentang Pedoman Administrasi Keuangan Kementerian Pertanian. 2) efektif. 9) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2009 tenatng Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penertiban BMN. 10) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 13) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008. 21) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2010 tentang Pedoman Sistem Pemantauan.2. Anggaran Belanja Negara tidak diperkenankan untuk membiayai kegiatan: 1) perayaan atau peringatan hari besar.05/2008 tentang Tatacara Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satker. 16) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK. Penggunaan.2. 3) pesta untuk berbagai peristiwa pada Kementerian/Lembaga. 2) pemberian ucapan selamat . 20) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.1. 22) Keputusan Menteri Pertanian Nomor 720. terarah dan terkendali sesuai dengan rencana/kegiatan. 17) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK. 3) mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri. 18) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.1/Kpts/OT.8) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN/Daerah.2. sebagai berikut.

Bendahara Pengeluaran. dan Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran (P4) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. 2) Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) KAK dan RAB disiapkan oleh penanggungjawab kegiatan. Struktur Organisasi Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan terdiri dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 18 . harus ditandatangani oleh Penanggungjawab Kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. untuk menyiapkan dokumen pendukung pengelolaan anggaran sebagai berikut. 3) Rencana Penyerapan Anggaran Rencana Penyerapan Anggaran yang dikompiliasi menjadi Rencana Penarikan Dana (RPD) sebagai lampiran dokumen DIPA disusun sekaligus untuk 12 bulan dengan mengacu kepada kebutuhan anggaran yang disesuaikan dengan jadwal rencana pelaksanaan kegiatan. 1) Matriks Rencana Kegiatan Matrik rencana kegiatan disiapkan oleh Penanggungjawab kegiatan yang berkoordinasi dengan Bagian/Bidang yang menangani program yang ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. Rencana triwulan diharapkan memperlihatkan progress pencapaian kinerja maupun rencana penyerapan anggaran. Rencana penyerapan anggaran ditandatangani oleh penanggungjawab dan disahkan oleh Kepala Satker. Rencana Kinerja Tahunan merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan. Rincian Anggaran Biaya (RAB) merupakan dokumen rincian biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. 5. 5) Rencana Triwulan Masing-masing Penanggung jawab Kegiatan agar menyiapkan rencana triwulanan sekaligus untuk 4 triwulan dan disahkan oleh Kepala Satker.3. 4) Rencana Kinerja Tahunan Dokumen ini berfungsi sebagai dokumen kendali dan acuan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang diterimanya.4. Dokumen Kinerja Tahunan memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan dengan indikator kinerja sasaran dan rencana capaiannya yang terukur. Dokumen Pendukung Pelaksanaan Setelah menerima DIPA pengelolaan anggaran (daftar isian pelaksanaan anggaran) maka Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran serta Pejabat Pembuat Komitmen berkoordinasi dengan Bagian/Bidang yang menangani program dan menginformasikan kepada penanggungjawab kegiatan. Didalam dokumen rencana kinerja indikator keberhasilan harus dinyatakan dengan parameter yang jelas. Bendahara Penerimaan. KAK dan RAB ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. Rencana Kinerja Tahunan merupakan komitmen suatu unit kerja yang akan dicapai dalam tahun tertentu. spesifik dan terukur. Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) merupakan dokumen yang memuat informasi yang lengkap dan rinci tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.5.

6. 2) Menerbitkan Surat Tugas Perjalanan Dinas oleh Atasan Langsung. III dan IV) akan memberikan gambaran tahapan realisasi dan anggaran. dan transport lokal. II. 5) Mencairkan Uang Persediaan dan Tambahan Biaya Persediaan. 5.5.6.3. Rencana triwulanan diajukan dan ditandatangani oleh Penanggungjawab Kegiatan dan disahkan oleh Kepala Satker. 5. 3) Merekapitulasi Usulan Kegiatan dan Kebutuhan Biaya Kegiatan. Pembayaran dan pelaksanaan Pembayaran Perjalanan Dinas.Rencana triwulan dimaksud tersebut menjadi acuan penyusunan laporan triwulan yang merupakan realisasi kinerja dan penyerapan anggaran pada triwulan yang berjalan. Pengajuan dan Pelaksanaan Biaya Kegiatan Pengajuan dan pelaksanaan biaya kegiatan sangat tergantung dengan ketersediaan Uang pada Bendahara Pengeluaran. uang saku.2.6.1.6. 2) Melakukan Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kebutuhan Dana. 2) Pelaksana perjalanan dinas yang belum melaporkan hasil perjalanan dinas tidak dapat untuk diajukan kembali dan atau ditugaskan kembali melakukan perjalanan dinas sampai laporan sebelumnya diselesaikan 5. 3) Menerbitkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) oleh Pejabat Pembuat Komitmen. dibayarkan oleh Bendahara Pengeluaran setelah SPPD dan Surat Bukti Pengeluaran Perjalanan Dinas disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 6) Mendistribusikan Biaya Kegiatan. 7) Pertanggungjawaban Biaya Kegiatan.6. 2) biaya transport pegawai. Biaya Perjalanan Dinas Biaya perjalanan dinas jabatan terdiri dari : 1) uang harian yang meliputi uang makan. 5.4. 4) Mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM). Pelaporan Perjalanan Dinas 1) Pelaksana perjalanan dinas setelah selesai melaksanakan perjalanan dinas segera membuat laporan perjalanan dinas serta melaporkan kepada atasan langsung paling lama 3 (tiga) hari setelah pelaksanaan perjalanan dinas. Keseluruhan rencana triwulan (I. 4) Berdasarkan SPPD. 5. Proses pengajuan kegiatan dilakukan dengan: 1) Menyusun Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Biaya Kegiatan Bulanan. Rencana triwulan diajukan triwulan ini dapat dievaluasi dan disesuaikan pada awal triwulan yang akan dilaksanakan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengajuan dan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Dalam Negeri 5.2012 19 . Usulan Perjalanan Dinas 1) Usulan Perjalanan Dinas harus diketahui oleh Atasan Langsung untuk disampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran melalui Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapatkan persetujuan. Bendahara Pengeluaran membuat Surat Bukti Pengeluaran Perjalanan Dinas yaitu Rincian Perjalanan Dinas dan Kuitansi Pembayaran Perjalanan Dinas.

SSPB. SSPB) untuk kepastian besarnya realisasi anggaran sebelum dan sesudah dilakukan penggabungan kedalam program Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk mengetahui kepastian nilai asset. 2) Menyusun konsep Laporan Keuangan dan Neraca Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Peraturan yang mengatur Pengadaan Barang/Jasa adalah Perpres 54 Tahun 2010. kebenaran Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan neraca dengan cara membandingkan kesesuaian bukti pengeluaran dengan dokumen pendukung (SPM. laporan realisasi pendapatan negara. dilarang menerima biaya perjalanan dinas rangkap (dua kali atau lebih) untuk perjalanan dinas yang dilakukan dalam waktu yang sama 2) Perjalanan Dinas Luar Negeri diatur sesuai dengan ketentuan yang berklaku untuk itu. Pemanfaatan. 7. neraca dengan cara membandingkan data realisasi Anggaran data SIMAK BMN guna kesesuaian realisasi belanja modal dan penambahan aset sebelum melakukan rekonsiliasi dengan KPPN. SSBP. Pengelolaan Barang Milik Negara Pengelolaan Barang Milik Negara/BMN mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 20 . 4) Merekonsiliasi LRA. 8. 96 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan. dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. Pengadaan Barang dan Jasa Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa. merekonsiliasi data transaksi keuangan dengan dokumen BMN serta menggabung data dari aplikasi SAK dengan SIMAKBMN. data kerugian Negara/ transaksi keuangan lainnya dan menginput kedalam program aplikasi SAK guna menyusun laporan keuangan. SP2D dan SSBP. laporan realisasi anggaran belanja pengembalian belanja. Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap.3) biaya penginapan.5.6. SPM. Penyusunan Laporan Keuangan Penyusunan Laporan Keuangan Sistim Akuntansi Instansi (SAI) Satker Pusat dan Eselon I dan merekonsiliasi data Laporan Realisasi Anggaran Belanja (LRA). Penghapusan. SP2D. 6. 5. 3) Memverifikasi kelengkapan. 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Keuangan No. 5) Merekonsiliasi data realisasi anggaran belanja dan pendapatan seluruh satker dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan program Sistem Akuntansi Uang (SAU) guna memperoleh keakuratan realisasi anggaran. Ketentuan Lain 1) Pejabat Negara. neraca dengan tahapan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: 1) Mengumpulkan SPP.

3) Aspek Kebenaran Pembebanan Dokumen Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kebenaran pembebanan anggaran adalah untuk mengetahui apakah pembebanan anggaran yang tercantum dalam dokumen bukti pengeluaran yang telah dilakukan.2012 21 . Verifikasi Ruang lingkup verifikasi terhadap dokumen pengeluaran anggaran (pertanggungjawaban) mencakup 5 (lima) aspek yakni aspek ketersediaan anggaran. kebenaran pembebanan anggaran. neraca kedalam program SAI eselon I untuk dilaporkan ke Biro Keuangan dan Perlengkapan Kementerian Pertanian. ketetapan tujuan pengeluaran. LRP. b) Lampiran dokumen-dokumen tanda bukti pengeluaran. aspek kebenaran tagihan dan aspek kelengkapan bukti pengeluran sebagai berikut: 1) Aspek Ketersediaan Anggaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek ketersediaan angaran adalah untuk mengetahui jumlah pengeluaran anggaran yang tercantum dalam dokumen 2) Aspek Ketepatan Tujuan Pengeluaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek ketepatan tujuan pengeluaran adalah untuk mengetahui apakah tujuan pengeluaran yang tercantum dalam tanda bukti pengeluaran telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam dokumen anggaran. 9. yaitu : a) Lampiran tanda bukti pengeluaran.6) Mengkonsolidasikan LRA dab neraca dari seluruh satker dengan menggabungkan LRA. 7) Menganalisis LRA. Neraca seluruh satker dengan membandingkan tahun yang lalu untuk dituangkan kedalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) 8) Menyusun Laporan Keuangan Satker Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian untuk pertanggungjawaban Kepala Badan selaku Kuasa Penggunan Anggaran/Barang. sebagai bahan laporan Kementerian Pertanian. 4) Aspek Kebenaran Tagihan Pengujian terdahap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kebenaran tagihan adalah untuk mengetahui apakah secara formal maupun material bukti pengeluaran telah benar dan sah sehingga layak untuk dibayar. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 5) Aspek Kebenaan Kelengkapan Bukti Pengeluaran Pengujian terhadap dokumen pengeluaran anggaran dilihat dari aspek kelengkapan bukti pengeluaran adalah tanda bukti pengeluaran telah dilengkapi dengan persyaratan yang telah diwajibkan.

Gedung Bangunan dan tanah b) Sewa Rumah Dinas. 10. kebun. 2) Penerimaan Fungsional adalah penerimaan yang diperoleh dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian Pertanian a. dst) 10. Bangunan dan Gudang d) … dan seterusnya. 2) Penerimaan Fungsional a) Penjualan Hasil Pertanian. jasa giro. penjualan hasil samping (ternak.l.1. Hasil Kebun b) Penjualan Hasil Peternakan c) Sewa Gedung.3. jasa persewaan. Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP ) 10.10. Jenis Penerimaan PNBP adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari anggaran APBN yaitu pendapatan yang berasal dari penerimaan dalam negeri berupa penerimaan umum dan fungsional.l. barang yang dihapuskan/berlebih/rusak. Penyusunan Target Penerimaan Dalam penyusunan target Penerimaan Negara Bukan Pajak agar mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-49/A/2001 tanggal 9 April 2001. Sedangkan untuk menentukan besaran target yang dapat diterima mengacu pada PP. sewa rumah dinas. Kelompok Penerimaan Dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak terdapat 4 kelompok besar PNBP yang terdiri dari: 1) Penerimaan Penjualan Hasil Samping 2) Penerimaan Sewa dan Jasa 3) Penerimaan Pendidikan 4) Penerimaan Lain-lain. yang pada dasarnya terdapat pada setiap Kementerian a. Sumber dana mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak agar dibedakan sebagai berikut.2.4. 1) Penerimaan Umum adalah penerimaan yang tidak berasal dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian. Penggunaan Hasil Penerimaan Fungsional Penggunaan hasil penerimaan fungsional mengacu pada peraturan pemerintah Nomor 73 tahun 1999 tentang Penggunaan PNBP yang bersumber dari kegiatan tertentu dan harus mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan yang permohonannya dilengkapi: 1) Tujuan penggunaan dana PNBP 2) Rincian kegiatan pokok yang akan dibiayai PNBP 3) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak serta tarif yang berlaku. Nomor 7 tahun 2004 tanggal 11 Pebruari 2004 tentang ketentuan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pertanian. 22 . 1) Peneriman Umum a) Penjualan Rumah. dst. 10. c) … dan seterusnya. perjanjian kerjasama operasional.

4) Laporan realisasi dan perkiraan tahun anggaran berjalan. Pelaporan Dalam pembuatan laporan SPJ/SPJ Bendahara Penerima masing-masing jenis penerimaan (Penerimaan Umum dan Penerimaan fungsional) harus dilampirkan bukti-bukti pendukung antara lain: 1) Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (SSBP). 10.2012 23 . Tuntutan Perbendaharaan (TP) Tuntutan Perbendaharaan (TP) ialah tuntutan yang dikenakan terhadap orang atau badan yang menurut pasal 77 ICW dibebani tugas menerima.5. 2) Copy SPM sepanjang penerimaan yang dipotong melalui daftar gaji. Prosedur Pencairan Hasil Penerimaan Fungsional Pada Instansi Badan PPSDMP pencairan dana Hasil Penerimaan Fungsional yang baru disetujui izin penggunaannya sebesar 90%.: 1) Apabila dalam satu bulan tidak terdapat penerimaan/penyetoran. 4) Kuitansi penerimaan dan bukti-bukti pendukung lainnya.1. Tuntutan Perbendaharaan 11. mess dan pencairannya langsung membuat LS ke KPKN. harus dicantumkan dengan jelas Jenis Penerimaan. menyimpan. maka laporan SPJ tetap dibuat dengan laporan “ NIHIL “ 2) Laporan/SPJ tidak dibenarkan digabung untuk beberapa bulan. Prosedur Penyelesaian 1) Kepala Kantor/Satuan Kerja melaporkan kepada Kepala Badan PPSDMP bahwa pada kantor/satuan kerjanya telah terjadi kerugian Negara yang disebabkan oleh perbuatan melanggar hukum/lalai yang dilakukan oleh Bendaharawan yang berada di unit organisasinya. 10. membayar atau mengeluarkan uang/barang dalam penyimpanannya. aula. 3) Penerimaan dan penyetoran tahun dinas yang lalu tidak dibenarkan dimasukan pada penerimaan/penyetoran tahun dinas berjalan. melainkan harus dibuat setiap bulan. lokasi dan nama kantor/satuan kerja yang bersangkutan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. yaitu sewa gedung. serta perkiraan 2 (dua) tahun anggaran mendatang. 11. Dalam pengajuannya dilakukan selambat-lambatnya tanggal 15 Nopember tahun berjalan yang akan diteliti dan dibahas oleh Kementerian keuangan bersama Instansi terkait. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian oleh Bendaharawan dalam pembuatan SPJ adalah sbb. telah melakukan kelalaian/ kesalahan yang menimbulkan kerugian Negara. 3) Copy Nota debet dari Bank atas jasa giro yang dipindah bukukan.6. 4) Bukti setor dan tanda bukti pengeluaran/kuitansi penerimaan. tembusan laporan disampaikan kepada : a) Badan Pemeriksa Keuangan. dengan melampirkan bukti setor SSBP tahun berjalan yang jumlah penyetorannya lebih besar dari jumlah target penerimaan yang tertera dalam DIPA.

Kepala Sub Perbendaharaan. Penatausahaan Kas dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendaharawan Instansi Bendahara instansi (Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran) dalam mengelola uang untuk pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bertanggugjawab secara fungsional dan wajib menatausahakan dan menyusun laporan pertanggungjawabannya dan disamapaikan kepada Bendahara Umum Negara (BUN). pelengkap SAI dan terkait dengan perkiraan Kas di Bendahara Instansi. disampaikan kepada Kepala Badan PPSDMP. membayar. Biro Keuangan dan Tim TP/TGR Kementerian memberikan laporan hasil penelitian yang dilakukan dan pertimbangan / saran tindak penyelesaian kasus dimaksud kepada Menteri Pertanian disertai dengan konsep surat pengantar kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk penyelesaian selanjutnya. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian untuk diproses lebih lanjut. Bendahara instansi mempunyai tugas menerima. Menteri dapat memerintahkan tim TP/TGR Depertemen agar dapat membantu Biro Keuangan untuk meneliti berkas maupun penelitian setempat guna dapat diberikan pertimbangan/saran tindak penyelesaian kasus tersebut. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan Cq. d) Atasan Langsung dari pejabat yang melapor. Hal ini merupakan amanah Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006. c) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian. 3) Kepala Badan PPSDMP meneruskan berkas laporan tersebut disertai dengan saran/pendapat kepada Menteri Pertanian Cq. e) Kepala Badan PPSDMP tersebut diatas memerintahkan kepada : f) Sekretaris Badan PPSDMP. 5) Apabila dipandang perlu untuk mendapatkan kebenaran atas laporan dimaksud. 4) Menteri Pertanian Cq. Menteri/Pimpinan Lembaga . 12. dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). g) Kepala Bagian Keuangan Cq. menyimpan. menatausahakan dan mempertanggugjawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. h) Pihak lainnya yang terkait (bila dipandang perlu). Kepala Bagian Perbendaharaan untuk mengadakan penelitian dan pemeriksaan atas berkas laporan dan saran/pendapat yang disampaikan oleh Kepala Badan PPSDMP. 2) Laporan lengkap hasil penelitian dan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh pejabat tersebut pada point 2b diatas. Bendahara instansi adalah pejabat fungsional yang diangkat oleh Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang secara fungsional bertanggugjawab kepada Bendahara Umum Negara (BUN)/Kuasa Bendahara Umum Negara.b) Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian. atau Kuasa Bendahara Umum Negara. Penatausahaan kas dan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Instansi merupakan managerial report sebagai sarana pengambilan keputusan dalam pelaksanaan kegiatan operasional seharihariterkait dengan pagu dana yang sesungguhnya. Dalam 24 .

Pembukuan Bendahara Instansi Bendahara Instansi wajib menyelenggarakan pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran/penyetoran atas penerimaan dan pengeluaran yang meliputi seluruh transaksi dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Satuan Kerja yang berada di bawah pengelolaannnya. sedangkan pada akhir tahun anggaran/kegiatan . Pembukuan seluruh transaksi harus segera dicatat baik secara tulis tangan / atau komputer dalam Buku Kas Umum sebelum dibukukan dan dicatat dalam buku-buku pembantu dan pengawasan anggaran berdasarkan azas perhitungan bruto (kotor). Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Bendahara Instansi adalah menatausahakan seluruh transaksi Satuan Kerja (termasuk Surat Perintah Membayar Langsung/SPM-LS). melakukan pemotongan pajak dan bukan pajak pihak ketiga kepada Negara yang langsung disetorkan ke Kas Negara.2012 25 . atas dasar pertimbangan lokasi dan kompleksitas kegiatan. Dalam menjalankan tugas. Ketentuan mengenai penatausahaan kas berlaku juga bagi BPP. Faktur Pajak atas potongan uang yang bersumber dari Uang Persediaan (UP) atau Langsung(LS) Bendahara Instansi.1. dengan disertai salinan rekening Koran. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) mempunyai tugas membantu Bendahara Pengeluaran untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan. kewenangan dan kewajiban Bendahara Instansi dapat dibantu oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) yang diangkat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atau pejabat yang diberi kuasa. khusus sisa Uang Persediaan (UP) dikembalikan kepada Bendahara Pengeluaran. menyetorkan seluruh uang negara yang dikuasai ke Kas Negara pada akhir tahun anggaran/kegiatan dan menyampaikan Laporan Pertanggugjawaban kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) paling lambat 10 hari kerja bulan berikutnya dengan disertai salinan rekening Koran. antara lain Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang telah mendapat pengesahan. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BPP disamapaikan kepada Bendahara Pengeluaran paling lambat 5 hari kerja bulan berikutnya. kwitansi/dokumen pembayaran atas uang yang bersumber dari Uang Persediaan atau Langsung (LS) Bendahara Instansi. BPP wajib menyetorkan seluruh uang negara yang dikuasainya ke kas negara. Dokumen sumber pembukuan adalah seluruh dokumen terkait dengan uang yang dikelola Bendahara Penerimaan atau Bendahara Pengeluaran serta transaksi dalam rangka pelaksanaan anggaran satuan kerja. Buku-Buku Bantu/register selain Buku Kas Umum dapat ditentukan oleh Pengguna Anggaran (PA) /Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan petunjuk pelaksanaan pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 12. Surat Bukti Setoran (SBS)/Bukti Penerimaan Bendahara Penerimaan.menjalankan tugasnya bendahara instansi mempunyai kewenangan melakukan pembayaran atas perintah Pengguna Anggaran (PA) / Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan wajib menolak perintah bayar dari PA/KPA/PPK apabila persyaratan tidak terpenuhi dan bertanggugjawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. Surat Perintah Membayar Uang Persediaan (SPM-UP)/Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan (TUP)/ Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan (SPM-GUP)/Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) yang telah diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

05/2009. dan saldo akhir dari buku-buku pembantu. Laporan Pertangungjawaban (LPJ) disusun oleh Bendahara dan diketahui oleh KPA berdasarkan Buku Kas Umum. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Laporan Pertanggungjawaban menyajikan keadaan pembukuan pada bulan pelaporan yang meliputi saldo awal. penambahan. dapat dicairkan kembali apabila dilakukan revisi Perkiraanm Kas pada bulan berikutnya. Apabila perkiraan Satker terlalu tinggi sedangkan realisasi SPMnya lebih rendah dari perkiraan maka selisih antara realisasi dan perkiraan penarikan tidak dapat dicairkan . Sanksi keterlambatan penyampaian LPJ berupa penundaan penerbitan SP2D atas SPM-GUP / SPM-TUP dan tidak membebaskan Bendahara dari kewajiban menyampaikan LPJ bulan bersangkutan. paling lambat 3 hari kerja sebelum bulan penarikan. (Format Terlampir) 26 .2. Perencanaan Kas Bulanan Perencanaan Kas Bulanan merupakan perkiraan dalam satu tahun anggaran yang dirinci dalam dua belas bulan dan disampaikan paling lambat 10 hari kerja setelah pengesahan DIPA dan jika ada perubahan . Fungsinya untuk mendapatkan batas maksimal penyediaan dana yang bias ditarik oleh satker pada bulan bersangkutan.3. Perencanaan kas yang harus disusun dan dibuat adalah perencanaan kas harian. 12. 12. keadaan kas baik tunai di brankas dan saldo rekekning bank. penggunaan. dimana bertujuan untuk memperoleh dana senilai perkiraan penarikan dana untuk membiayai kegiatan sesuai dengan waktu pelaksanaan pada Kementerian/Lembaga. maka selisihnya tidak dapat dicairkan pada bulan bersangkutan. mingguan dan bulanan. 12. dapat dicairkan kembali apabila dilakukan revisi penyusunan rencana kas bulanan pada bulan berikutnya. Laporan Pertanggungjawaban disampaikan secara bulanan dengan disertai salinan rekening Koran kepada BUN/Kuasa BUN.updating/pemutahiran disampaikan tiap bulan.1.47/PB/2009 seperti dalam lampiran. hasil rekonsiliasi internal antara pembukuan dengan unit akuntansi serta penjelasan selisih antara saldo pembukuan dan saldo kas pada akhir bulan pelaporan. Pembukuan dalam Buku Kas Umum dan Buku-Buku Pembantu dengan menggunakan sarana komputer wajib di cetak dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan. Begitu pula sebaliknya apabila Perkiraan kas yang diajukan lebih rendah dari realisasi SPM. Perencanaan Kas Perencanaan Kas berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.3. Buku-Buku Pembantu dan Buku Pengawasan Anggaran yang telah diperiksa dan direkonsiliasi oleh KPA/PPK. Penyusunan rencana/Jadwal pelaksanaan kegiatan dan Perkiraan Penarikan dan / atau Penyetoran berdasarkan waktu pelaksanaan kegiatan wajib dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga yang dideligasikan kepada Kepala Kantor/Kepala Satuan Kerja. Menteri / Pimpinan Lembaga dan BPK.

2. Email maupun SMS. Kegiatan yang bersifat kontraktual merupakan kegiatan yang cara pembayarannya melalui kontrak dengan pihak ketiga. ( Format Terlampir) 12.3. perubahan jadwal pelaksanaan kegiatan. Kegiatan Kontraktual terbagi menjadi kegiatan yang sudah dikontrakkan dan akan dikontrakkan. Media penyampaian Perkiraan Penarikan Dana Harian menggunakan Aplikasi Forecating Satker (AFS). b) Menentukan besarnya biaya yang dibutuhkan setiap kegiatan disesuaikan dengan pagu dan jadwal kegiatan. 13. Biaya per kegiatan yang sesuai dengan jadwal kegiatan ini yang kemudian menjadi Perkiraan Penarikan Dana.3. terima SKPA. 2) Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana a) Membagi kegiatan yang bersifat kontraktual dan non kontraktual.3. Beberapa hal yang mengharuskan updating data jika lebih kecil dari perkiraan belanja. Pemantauan dan Pelaporan 13.2012 27 .4.1. hal ini Jika ada perubahan kondisi yang merubah jadwal kegiatan dan jadwal penarikan/penyetoran dana. Perkiraan Penarikan Dana disesuaikan dengan termin pembayaran. Updating/pemutahiran tiap bulan paling lambat dua hari kerja sebelum minggu pertama perkiraan. Perencanaan Kas Mingguan Perencanaan Kas Mingguan merupakan perkiraan dalam satu bulan yang dirinci dalam empat periode/minggu. dengan membedakan kegiatan yang bersifat Kontraktual (Mengacu pada aturan Kepres 80 Tahun 2003) dan Non Kontraktual ( Kegiatan Rutin tiap bulan dan kegiatan insidental). tetapi jumlah perkiraan mingguan dalam satu bulan harus sama dengan Perkiraan Penarikan Dana Bulanan. Perkiraan mingguan tidak menjadi batas maksimal penarikan dana Satker. dan diperkirakan belanja tidak bisa dicairkan. dengan diantar langsung berupa ADK dari Aplikasi AFS. Tujuan Pemantauan 1) memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan: 2) melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. revisi yang tidak merubah pagu (revisi putih).12. Disusun tiap dua bulan dan disampaikan paling lambat lima hari kerja sebelum minggu pertama perkiraan. Disusun tiap minggu dan disampaikan setiap hari Kamis minggu sebelumnya. (Format Terlampir) 12. Perencanaan Kas Harian Perencanaan Kas Harian merupakan perkiraan dalam satu minggu yang dirinci dalam hari kerja pada minggu tersebut. Updating/pemutahiran paling lambat satu hari kerja sebelumnya. Langkah-Langkah Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana 1) Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Jadwal Kegiatan harus sesuai dan mengacu pada kegiatan di RKAKL. 3) Updating Perkiraan Penarikan Dana Updating data dilakukan minimal tiap bulan sekali . revisi yang meubah pagu (revisi kuning).

Alur Sistem Pemantauan. 4) mendapatkan masukan informasi bagi perumusan perencanaan dalam menyusun rancangan pengembangan kegiatan tahap berikutnya. 13. UPT Pusat. Gambar 1. Dekon/TP SKPD Provinsi Kegiatan Output Tugas Pembantuan di SKPD Kab/Kota Kegiatan Output Keterangan : = Pemantauan dan Evaluasi = Pelaporan 13. Tatalaksana Pelaporan Tata cara. waktu. evaluasi dan pelaporan secara umum dapat dilihat pada Gambar1. dan format pelaporan hasil pemantauan program/kegiatan penyuluhan dan pengembangan sumberdaya manusia pertanian diatur sebagai berikut: 1) Setiap penanggung jawab kegiatan pada SKPD Kab/Kota dan Provinsi.2. Sumber data yang digunakan adalah SP2D untuk realisasi anggaran dan menggunakan data target fisik sesuai dengan rencana.3) mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. Evaluasi dan Pelaporan BAPPENAS Nasional Outcome/Impact nasional Kementerian Pertanian Sektor/ program Outcome/Impact sektor Unit Eselon I Program Outcome Unit Eselon-II. Satker Pusat dan UPT-Pusat menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada penanggung jawab program di instansi masing-masing dengan menggunakan Formulir A setiap triwulan paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Alur Pemantauan Alur sistem pemantauan. 28 . urutan.3.

2012 29 . Laporan disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. 5) Kepala SKPD Provinsi menyampaikan laporan dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi dan/atau Tugas Pembantuan dengan menggunakan Formulir C kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda dan kepada Menteri Pertanian melalui unit organisasi Eselon-I terkait. Satker Pusat dan UPT-Pusat wajib menyusun laporan dengan menggunakan Formulir C berdasarkan laporan Formulir B dari penanggung jawab program di instansi masing-masing. Provinsi. 9) Kepala Unit Organisasi Eselon-I menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Sekretaris Jenderal paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. dan menyampaikan tembusannya kepada SKPD Provinsi yang mempunyai tugas dan kewenangan yang sama. 4) Kepala SKPD Kab/Kota menyampaikan laporan dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan dengan menggunakan Formulir C kepada Bupati/Walikota melalui Kepala Bappeda dan kepada Menteri Pertanian melalui unit organisasi Eselon-I terkait. Menteri Keuangan dan Menteri Pendayagunaan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Kepala SKPD Kab/Kota. 6) Kepala SKPD Provinsi setelah menerima laporan Formulir C pelaksanaan Tugas Pembantuan dari SKPD Kab/Kota. Satker Pusat dan UPT-Pusat menyusun laporan pelaksanaan program/kegiatan dengan menggunakan Formulir B dan disampaikan kepada Kepala Satker di instansi masing-masing paling lambat 4 (empat) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. 7) Kepala Satker Pusat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Sumber data diperoleh dari Formulir A. Bagi Satker Pusat yang tidak mempunyai DIPA tersendiri cukup menyusun dan menyampaikan laporan dengan menggunakan Formulir B kepada Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait. Laporan disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. merekapitulasi. 8) Kepala UPT Pusat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan Formulir C kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Unit Organisasi Eselon-I terkait dengan tembusan kepada Kepala Daerah dimana kegiatan berlokasi melalui Kepala Bappeda paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. mengevaluasi dan menyampaikan laporan tersebut kepada Kepala Unit Organisasi Eselon-I yang terkait paling lambat 8 (delapan) hari kerja setelah berakhirnya triwulan yang bersangkutan. 10) Menteri Pertanian menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian kepada Menteri Negara PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).2) Setiap penanggung jawab program pada SKPD Kab/Kota dan Provinsi.

formulir laporan dan instansi penerima laporan diatur sebagaimana pada Tabel 1. Jadwal penyampaian laporan dapat dilihat pada Gambar 2. Media Penyampaian dan Instansi Penerima Pelaporan Jenis pelaporan hasil pemantauan. periode waktu pelaporan. instansi pelapor.4. Dalam upaya memudahkan pengisian dan penyampaian laporan. BAPPENAS Nasional (tgl 25 Triwulan berikutnya) Sekjen Kementerian Pertanian (Biro yg Membidangi Monev) Unit Eselon I Sektor/program (14 hari kerja Triwulan berikutnya) Sub-sektor/Sub-program (10 hari kerja Triwulan berikutnya) Kompilasi Kegiatan Dana TP (8 hari kerja Triwulan berikutnya) Kegiatan Dana Dekonsentrasi (5 hari kerja Triwulan berikutnya) SKPD Provinsi SKPD Kab/Kota Kegiatan Dana TP (5 hari kerja Triwulan berikutnya) Gambar 2. Jenis Laporan. 2 dan 3. 30 . serta mengakomodir beberapa informasi yang diperlukan. maka digunakan software SIMONEV.Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) dengan menggunakan Formulir C paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Penyusunan laporan tersebut menggunakan data dari laporan Formulir C Unit Organisasi Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. Alur dan Jadwal Penyampaian Laporan Triwulan 13.

Jenis Laporan.unit oragini-. Kepala SKPD Form .B FORMULIR PELAPORAN Form .C 10 hari kerja setelah triwulan berakhir Tabel 2.A PENYAMPAIAN LAPORAN 3 hari kerja setelah triwulan berakhir 4 hari kerja setelah triwulan berakhir 5 hari kerja setelah triwulan berakhir PENERIMA LAPORAN Penanggung Jawab Program TEMBUSAN Kepala SKPD c. Jenis Laporan. Ka.Tabel 1. Bappeda Kab/Kota Form . Bappeda Ka.I ) 2. Penanggung Jawab Program Form . sasi terkait ( ES. Penanggung Jawab Kegiatan Triwulan b. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Pemantauan Kabupaten/Kota PERIODESASI DAN MEKANISME PELAPORAN PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN JENIS LAPORAN Laporan Dlm Rangka Pelaksanaan Dana Pembantuan di SKPD Kabupaten/Kota PERIODE LAPORAN PELAPOR a.C 1. Ka. Ka.Bappeda Prop Ka.2012 31 . SKPD Propinsi yg tugas dan kewenangan nya sama d. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Pemantauan Provinsi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

2.5. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir A. Format dan Waktu Penyampaian Laporan Tingkat Pusat 13.1. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) Provinsi Setiap SKPD lingkup pertanian Provinsi menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006.5. 13. Laporan penanggung jawab kegiatan disampaikan kepada penanggung jawab program pada Satuan Kerja masing-masing. Penanggung jawab program menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir B. Format Pelaporan Hasil Pemantauan 13. Laporan penanggung jawab kegiatan disampaikan kepada penanggung jawab program pada Satuan Kerja masing-masing. Kepala SKPD Provinsi menyusun laporan hasil pemantauan berdasarkan laporan dari Penanggung 32 . Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan pemantauan dengan menggunakan Formulir A.5. Kepala SKPD menyusun laporan hasil pemantauan berdasarkan laporan dari Penanggung Jawab Program dengan menggunakan Formulir C. Laporan tersebut disampaikan Kepada Menteri Pertanian melalui SKPD Provinsi yang ruang lingkup tugas dan fungsinya sama. Laporan Penanggung Jawab program Kabupaten/Kota disampaikan kepada Kepala SKPD. Jenis Laporan. Penanggung jawab program menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir B. Laporan Penanggung Jawab program disampaikan kepada Kepala Satuan Kerja (SKPD). Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) Kab/Kota Setiap SKPD lingkup pertanian Kabupaten/Kota menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006.Tabel 3.

yang terdiri dari Formulir A. Rincian petunjuk pengisian formulir beserta contohnya dapat dilihat pada Lampiran II Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.Jawab Program dalam Satuan kerjanya dari SKPD Kabupaten/Kota yang ruang lingkup tugas dan fungsinya sama dengan menggunakan formulir C. Bila Satuan kerja dimaksud tidak mempunyai DIPA sendiri. Pedoman Pengisian Formulir Hasil Pemantauan Formulir laporan hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan yang digunakan pada pedoman ini mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.5. Laporan tersebut disampaikan Kepada Menteri Pertanian melalui Eselon-I terkait. 13. maka laporan kepala Satuan kerja cukup menggunakan Formulir B. Laporan Penanggung Jawab Kegiatan disampaikan kepada penanggung Jawab Program. Penanggungjawab Program menyusun laporan dengan menggunakan Formulir B.5. 13. Format Laporan Pemantauan Satuan Kerja Pusat dan UPT Pusat Setiap Satuan Kerja Pusat (Eselon-II/UPTPusat) di lingkup Kementerian Pertanian menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan formulir laporan yang ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. B. Kepala satuan kerja menyusun laporan hasil pemantauan di Satuan Kerja kepada Menteri pertanian melalui Eselon-I dengan menggunakan Formulir C.5.6. 13. Format Laporan Pemantauan Unit Organisasi Eselon-I Kepala Unit Organisasi Eselon-I menyusun laporan hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dengan menggunakan laporan hasil pemantauan Satuan Kerja lingkup Eselon-I dan Laporan SKPD (pelaksanaan DK & TP). dan C.3.4. Penanggung jawab kegiatan menyusun laporan hasil pemantauan dengan menggunakan Formulir A. 3) Formulir C: Formulir yang harus diisi oleh Kepala Satuan Kerja Pusat & SKPD serta Menteri Pertanian. Format Laporan Pemantauan Kementerian Pertanian Menteri Pertanian menyusun laporan hasil pemantauan Kementerian Pertanian dengan menggunakan laporan hasil pemantauan dari Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian dengan menggunakan Formulir C. Laporan hasil pemantauan Kementerian Pertanian disampaikan dengan menggunakan Formulir C. Laporan Hasil pemantauan Unit Organisasi Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian.2012 33 . 13.5. 2) Formulir B: Formulir yang harus diisi oleh Penanggung Jawab Program. kepada Menteri Negara Perencanaan Nasional /Kepala Bappenas. dengan menggunakan Formulir C. 1) Formulir A: Formulir yang harus disi oleh Setiap Penanggung Jawab Kegiatan.

Evaluasi Kinerja 14. outcome. solusi yang dilakukan dan rekomendasi perbaikan di masa mendatang. Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian outcome Eselon-I yang bersangkutan dan output pada Eselon-II di unit kerjanya dengan menggunakan metode yang paling relevan. seperti rapat koordinasi dan atau kunjungan ke daerah/ke lapang. 4) Di tingkat SKPD lingkup pertanian provinsi minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja (program/kegiatan) untuk mengukur capaian outcome dari program dan output kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayahnya pada tahun yang lalu dengan menggunakan metode yang relevan. dan (4) permasalahan yang dihadapi. (2) Output. desk-study. Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian kinerja benefit dan impact pada tingkat Kementerian dan outcome pada tingkat masing-masing Eselon-I dengan menggunakan metode evaluasi yang relevan.14. Tujuan Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui : (1) pencapaian kinerja. outcome dan keberhasilan program dan kegiatan. Sedangkan periode pelaksanaan evaluasi diatur sebagai berikut: 1) Di tingkat Kementerian Pertanian minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis. Mekanisme Evaluasi Kinerja Evaluasi pelaksanaan program/kegiatan disusun menggunakan format dengan pendekatan indikator kinerja dan menggunakan alat ukur kerangka logis ( input.2. 34 . atau kunjungan ke provinsi/kabupaten/kota dan atau ke lapangan. (3) gambaran potensi pengembangan. 2) Di tingkat Eselon-I minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis pada masing-masing unit kerja Eselon-II. 3) Di tingkat Eselon-II minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan minimal satu kali setiap lima tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis untuk mengukur capaian output dengan menggunakan metode yang relevan. benefit dan impact). 5) Di tingkat SKPD lingkup pertanian kabupaten/kota minimal satu kali setiap tahun melakukan evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja (kegiatan) untuk mengukur capaian output kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayahnya pada tahun yang lalu dengan menggunakan metode yang relevan. Secara umum hirarki pelaksanaan evaluasi secara berjenjang menurun dimulai dari level pemerintahan yang lebih tinggi mengevaluasi pelaksanaan di level bawahnya. antara lain metode rapat koordinasi. 14. output. Evaluasi dilakukan pada kegiatan yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya.1.

Laporan disampaikan kepada Menteri Pertanian secara berjenjang melalui Unit Organisasi (Eselon-I) yang terkait. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Eselon-I Unit Organisasi Eselon-I menyusun Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja dengan menggunakan Laporan evaluasi dari Satuan Kerja lingkup Eselon-I (Pusat & Daerah) dan SKPD.3. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dan Kabupaten/Kota paling lambat 15 (lima belas) hari setelah berakhir tahun pelaksanaan APBN diharuskan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Renja Dekonsentrasi (DK). dapat dimanfaatkan oleh eselon-I terkait untuk menyusun Laporan Evaluasi Renja Satuan Kerja Pusat terkait. indikator dan sasaran hasil maupun dampak dari suatu program. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Satuan Kerja Pusat/ UPT Setiap Satuan Kerja Pusat (Eselon-II) maupun Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pusat lingkup Kementerian Pertanian menyusun Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja masingmasing Satuan Kerja di Pusat/UPT serta evaluasi Rencana Kerja hasil kompilasi Renja SKPD Provinsi. Indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan.3. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renja Kementerian Pertanian Menteri Pertanian paling lambat 2 (dua) bulan setelah berakhirnya pelaksanaan APBN sudah harus menyusun Laporan Evaluasi Renja dengan menggunakan Laporan evaluasi Renja dari Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. Laporan evaluasi Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian akan digunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan evaluasi Renja Kementerian Pertanian.2012 35 . dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program. Kab/Kota paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya tahun pelaksanaan APBN. Laporan evaluasi Rencana Kerja Satuan Kerja tersebut akan digunakan oleh Eselon-I untuk digunakan sebagai bahan penyusunan evaluasi Rencana Kerja Eselon-I.3. Berdasarkan laporan evaluasi pelaksanaan DK. Pelaporan Hasil Evaluasi Rencana Kerja (Renja) 14. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program. 14. dan atau TP masing-masing SKPD dilaporkan secara berjenjang kepada Menteri Pertanian melalui Unit Organisasi (Eselon-I) terkait.4. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. Hasil Evaluasi pelaksanaan DK .3.1. Laporan tersebut disampaikan kepada Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 14. dan atau Tugas Pembantuan (TP).14. dan atau indikator dan sasaran kinerja hasil untuk program. Indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan.2. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. 14. Evaluasi dilakukan berdasarkan sumberdaya yang digunakan. dan atau TP tersebut. indikator dan sasaran kinerja keluaran untuk kegiatan. Laporan evaluasi dari Eselon-I dilaporkan kepada Menteri Pertanian melalui Sekretariat Jenderal paling lambat 45 (empat puluh lima) hari setelah berakhir pelaksanaan APBN.3.3.

serta penjelasan mengenai kekuatan dan kelemahan pemilihan design evaluasi. (4) latar belakang. 14. Laporan Evaluasi Renstra Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian.4. pelaksana evaluasi perlu menyampaikan ringkasan eksekutif dan melakukan presentasi dalam bentuk audio visual di depan para pengambil keputusan. 14. 14. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Kementerian Pertanian Menteri Pertanian minimal satu kali dalam lima tahun menggunakan Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Eselon-I untuk menyusun laporan evaluasi pelaksanaan Renstra Kementerian Pertanian dengan menggunakan data periode minimal empat tahun meliputi pencapaian indikator dan sasaran hasil (outcome) dan dampak. Agar hasil evaluasi dapat dikomunikasikan dengan baik dan efektif. Hasil evaluasi akan sangat bermanfaat apabila disebar- 36 . (8) kesimpulan dan saran. minimal satu kali dalam lima tahun melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Renstra. Laporan Evaluasi Renstra Kementerian Pertanian akan digunakan sebagai bahan penyusunan Laporan Evaluasi RPJM Nasional oleh Menteri Negera Perencanaan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 14.4. (7) hasil evaluasi. dan (9) lampiran-lampiran. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) 14.1. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra EselonI Eselon-I menyiapkan laporan evaluasi Renstra dengan menggunakan bahan laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra Satuan Kerja lingkup Eselon-I yang bersangkutan selama periode minimal empat tahun dengan bahan analisis laporan evaluasi Renja dan Renstra berupa pencapaian indikator dan sasaran hasil (outcome). (2) memuat tabel. (3) memuat ringkasan eksekutif yang berisi uraian singkat evaluasi tidak lebih dari 5 halaman. (5) metodologi.4. Format Pelaporan Evaluasi Kinerja Format pelaporan evaluasi kinerja Renja maupun Renstra setidaknya memenuhi persyaratan standar antara lain: (1) memiliki judul evaluasi yang secara jelas. figur dan grafik.5.4. Laporan Evaluasi Renstra Satuan Kerja Setiap Satuan Kerja Pusat dan UPT Pusat.2. (6) pelaksanaan.3. Laporan Evaluasi Pelaksanaan Renstra tersebut disampaikan paling lambat dua bulan sebelum berakhir periode pelaksanaanaan Renstra. Evaluasi setiap Satuan Kerja dilaksanakan paling lambat enam bulan sebelum berakhir untuk disampaikan kepada Eselon-I terkait. paling lambat tiga bulan sebelum berakhirnya pelaksanaan Renstra tersebut melalui Sekretariat Jenderal. Evaluasi disusun dengan menggunakan laporan evaluasi Dekonsentrasi dan atau Tugas Pembantuan SKPD terkait maupun evaluasi kegiatan Satker sendiri selama periode minimal empat tahun dengan menggunakan bahan analisis laporan evaluasi Renja berupa pencapaian indikator dan sasaran keluaran maupun hasil (outcome).Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan Laporan Evaluasi Renca Kerja Pemerintah (RKP).

tepat..... Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra 15...... Latar Belakang  Deskripsi program yang erat kaitannya dengan kebutuhan................... Sistem Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah Pelaporan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting di dalam proses pembangunan...... Hasil Evaluasi  Hasil yang dicapai....luaskan kepada pengambil keputusan dan pengguna lainnya untuk dapat ditindaklanjuti bagi penyempurnaan di masa mendatang............. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) 15.......... Kesimpulan dan Rekomendasi  Kesimpulan  Rekomendasi Lampiran  Kerangka kerja studi evaluasi  Tabel-tabel tambahan  Sumber rujukan  Daftar istilah Gambar 3........  Pelaksanaan... Pelaporan dilakukan untuk memberikan informasi yang cepat.... tujuan.1. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.  Tujuan dan sasaran............... Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra dapat dilihat pada Gambar 3... dan akurat kepada pemangku kepentingan/pimpinan sebagai bahan pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi yang terjadi serta penentuan kebijakan yang relevan. Box: Format Laporan Evaluasi Kinerja Renja dan Renstra Judul evaluasi  Judul dan jenis evaluasi  Judul program yang dievaluasi  Identifikasi pelaksana evaluasi. serta sistem pelaksanaan program  Tujuan melakukan evaluasi dalam konteks ruang lingkup...... serta jadual penyerahan evaluasi Tabel  Judul Tabel dan sub judul tabel  Index tabel figur dan grafik Ringkasan eksekutif  Gambaran singkat evaluasi tidak lebih dari 5 halaman  Uraian kekuatan dan kelemahan pemilihan design evaluasi..2012 37 .... serta aspek-aspek yang akan dievaluasi  Deskripsi studi evaluasi lain yang pernah dilakukan Metodologi  Disain studi evaluasi  Pendekatan yang digunakan  Pengumpulan data  Analisis data Pelaksanaan  Program.....  Faktor Penunjang/Penghambat  Pembahasan/Analisis .......

Acuan Bobot Penilaian SAKIP No 1. sedangkan rencana kinerja dan penetapan kinerja merupakan target dan komitmen kinerja yang akan diwujudkan pada suatu tahun tertentu. 2. 3. 4. Tabel 4. Penetapan Kinerja. antara rencana strategis. Keterkaitan antara Renstra. Selanjutnya rencana kinerja yang telah disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran dituangkan dalam suatu penetapan kinerja. Penetapan kinerja akan dipertanggungjawabkan capaian kinerjanya dalam LAKIP. Renstra memberikan arah pembangunan organisasi jangka menengah.Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumberdaya pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah. Komponen yang dinilai Perencanaan Kinerja Renstra. dan LAKIP digambarkan dalam rangkaian siklus AKIP dalam Gambar 4. Rencana Kerja Tahunan. RK. Output SAKIP adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang dilakukan melalui proses penyusunan rencana strategis. pencapaian sasaran. pengukuran kinerja dan pengukuran Gambar 4. bahwa bobot penilaian SAKIP masing-masing komponen sebagaimana disajikan pada Tabel 4. berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. PK Pengukuran Kinerja Pelaporan Kinerja Evaluasi Kinerja Capaian Kinerja Nilai Total 38 Bobot 35 20 15 10 20 100 . 5. Siklus Sistem AKIP RPJ M Rencana Strategis Rencana Tahunan (RKT) Penetapan (PK Kinerja ) Kinerja Aktual LAKI P Laporan Keuangan SA I Rencana Kerja Anggaran dan (RKA ) Sesuai dengan ketentuan penilaian dari Kementerian PAN & RB. Rencana kinerja merupakan penjabaran dari renstra. memuat seluruh rencana atau target kinerja yang hendak dicapai dalam satu tahun yang dituangkan dalam sejumlah indikator kinerja strategis yang relevan. Dalam SAKIP terdapat dokumen perencanaan yang mempunyai keterkaitan yang sangat erat. penyusunan rencana kinerja. rencana kinerja dan penetapan kinerja.

2012 39 .2. Penetapan Kinerja (PK) menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. dan (4) bila anggaran disetujui. (2) dilanjutkan dengan penjabaran kedalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). yaitu 1). Alur Penyampaian PK Pejabat Eselon II PK II Pejabat Eselon I PK II Kementerian /LPND Presiden KementerianPAN PK II PK I PK I PK I LAPORAN HASIL EVALUASI (LHE) Pemantauan & Evaluasii LHE LHE 15. Langkah-langkah menyusun SAKIP: (1) dimulai dengan merumuskan Rencana Strategis beserta Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). kemudian ditetapkan suatu Penetapan Kinerja (yang merupakan kesanggupan dari penerima mandat untuk mewujudkan kinerja sesuai yang direncanakan). paling lambat 31 Januari dengan tembusan disampaikan kepada unit pengawasan internal dan Menteri PAN&RB.15. Pernyataan Penetapan Kinerja yang merupakan pernyataan kesanggupan Pimpinan instansi/unit kerja Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Gambar 5. paling lambat 15 Februari dengan tembusan kepada unit pengawasan internal dan Menteri PAN&RB. 2) Pimpinan setingkat Eselon-I menyampaikan kepada Menteri. 15.2. 3) Menteri menyampaikan kepada Presiden melalui Menteri PAN&RB paling lambat 31 Maret. (3) sesuai dengan RKT diajukan besarnya anggaran yang dibutuhkan. Penetapan Kinerja Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima tugas dengan pihak yang memberi tugas.2. Penyampaian Penetapan Kinerja Penyampaian Penetapan Kinerja dilakukan secara berjenjang mulai unit kerja yang paling rendah hingga unit kerja Eselon-I kepada Menteri terkait dan Menteri/Kepala Lembaga kepada Presiden. Penyusunan konsep RKT.1. Penyampaian PK dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Pimpinan setingkat Eselon-II menyampaikan kepada atasan langsungnya/pejabat Eselon-I. Format Penetapan Kinerja Secara umum format Penetapan Kinerja terdiri dari 2 (dua) bagian. IKU dan PK disiapkan oleh petugas yang membidangi perencanaan di masing-masing Unit Kerja.2. Alur penyampaian Penetapan Kinerja digambarkan pada skema berikut (Gambar 5).

.... merupakan kumpulan dari kegiatan-kegiatan yang dirancang untuk mencapai sasaran tertentu atau beberapa sasaran sekaligus........) Gambar 7...... Utama Sasaran IK Output Uraian 1 2 3 Target 4 IK Outcome Uraian 5 Target 6 7 Anggaran Menyetujui................ sebagaimana daftar terlampir.......... Badan.. Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif.......... UNIT KERJA ESELON I: Prog.. sebagai tanda kesanggupan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.........) *disesuaikan dengan unit kerja Eselon-I yang bersangkutan (... Penetapan Kinerja ini merupakan tolok ukur keberhasilan organisasi dan menjadi dasar penilaian dalam evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun anggaran 201.... bersama ini kami sampaikan Penetapan Kinerja Inspektorat Jenderal/ Sekretariat Jenderal/Direktorat Jenderal/Badan. Lembar Penetapan Kinerja PENETAPAN KINERJA TAHUN 201....... ( ..... hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang spesifik dan terukur..................... 2) Sasaran strategis.... INSPEKTORAT JENDERAL/SEKRETARIAT JENDERAL/DIREKTORATJENDERAL/BADAN* NO:..... Menyetujui. Renstra dan Penetapan Kinerja. 201.. Lampiran Penetapan Kinerja. Sasaran harus sesuai dengan 40 ......... Menteri Pertanian Inspektur Jenderal/ Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/ Ka... dan 2).Badan.... No:.. .. 201.) Lampiran PK terdiri atas: 1) Program Utama....................... . ( ......... yang merupakan ikhtisar rencana kerja yang akan dicapai pada tahun 201... Contoh format pernyataan penetapan kinerja adalah sebagai Gambar 6 dan 7 berikut.... dan pemberi tugas atau atasan langsungnya sebagai tanda persetujuan atas target kinerja yang ditetapkan tersebut.. transparan.....) ( ..... Hal ini dalam rangka harmonisasi/ keselarasan mulai dari RPJM.. Dalam hal atasan tidak setuju dengan target kinerja yang diajukan............ Inspektur J enderal/Sekretaris J enderal/ D irektur J enderal/Ka........ Menteri Pertanian J akarta........... Gambar 6............. Lampiran Penetapan Kinerja Penetapan Kinerja Tahun 201. pernyataan tersebut harus diperbaiki hingga kedua pihak sepakat... Program tersebut adalah yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional..penerima tugas kepada atasan langsungnya untuk mewujudkan suatu target kinerja tertentu...... Pernyataan ditandatangani oleh penerima tugas..................... akuntabel dan berorientasi kepada hasil.....

Kriteria rumusan output kegiatan: a) Mencerminkan sasaran kinerja unit Eselon 2 sesuai dengan tupoksinya. b) Output kegiatan harus bersifat spesifik dan terukur. Jumlah anggaran didasarkan pada dokumen anggaran yang telah ditetapkan dan disetujui (DIPA). Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 5) Anggaran. b) Outcome Program dapat dievaluasi berdasarkan periode waktu tertentu. benefit. d) Output kegiatan harus dapat dievaluasi berdasarkan periode waktu tertentu. b) Kejelasan rencana kerja sesuai tupoksi dan satuan biaya. Beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dalam Penetapan Kinerja adalah: 1) Program Langkah yang diambil untuk menjabarkan kebijakan atau kumpulan dari kegiatan dalam mewujudkan tujuan. output. Sedangkan indikator hasil (outcome) adalah keluaran yang mencerminkan berfungsinya dari kegiatan pada jangka menengah. outcome. Keterkaitan antara Renstra dan Rencana Kerja (Renja) Tahunan serta keterkaiatn antara Renja Tahunan dengan Penetapan Kinerja dapat digambarkan seperti terlihat pada Gambar 8 dan 9. 4) Rumusan outcome Outcome merupakan manfaat yang diperoleh setelah berfungsinya keluaran dari kegiatankegiatan dalam satu program. 3) Indikator kinerja. pengguna/pelaksana. misi dan sasaran strategis K/L). merupakan ukuran kuantitatif dari setiap indikator kinerja baik keluaran (output) maupun hasil (outcome) yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun. 3) Rumusan output Output merupakan keluaran berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian outcome program. adalah jumlah dana yang dialokasikan untuk mencapai target kinerja sasaran yang telah ditetapkan. Kriteria rumusan outcome program: a) Outcome Program merupakan kinerja hasil dari unit Eselon 1A sesuai tupoksi dan mendukung pencapaian kinerja K/L (visi. 4) Target kinerja.uraian yang ada dalam dokumen Renstra atau Rencana Kerja Tahunan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Selanjutnya target tersebut akan dibandingkan dengan realisasi kinerja pada akhir tahun berjalan dan dilaporkan dalam LAKIP. c) Output kegiatan harus dapat mendukung pencapaian outcome program. Indikator kinerja keluaran (output) adalah sesuatu berupa produk/jasa yang terukur sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan (input) yang digunakan.2012 41 . evaluator dan auditor. 2) Pengukuran Indikator Kinerja a) Diperlukan pembakuan standar kinerja (input. impact). berupa keluaran (output) maupun hasil (outcome). c) Perlu persamaan persepsi dalam mengukur kinerja antara perencana. adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Gambar 8. Target 1 3 5 7 8 9 Form PK Program Utama Sasaran Indikator Kinerja Output Uraian 1 2 3 Target 4 Indikator Kinerja Outcome Uraian 5 Target 6 7 Anggaran 42 . Keterkaitan RS dan RKT Tujuan Sasaran Form RS Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan 4 Program 5 Ket. 7 Target 8 Gambar 9. Keterkaitan antara Renstra dan Rencana Kerja Tahunan a. 6 Uraian 1 Uraian 2 Indikator 3 Form RKT Sasaran Kegiatan Program 4 Ket. Ket. 9 Uraian 1 Indikator Kinerja 2 Target 3 Uraian 5 Indikator Kinerja 6 Sat. Uraian Indikator Kinerja 2 Target Program 4 Uraian Indikator Kinerja 6 Input Outputs Outcomes Sat. Keterkaitan antara Renja Tahunan dengan Penetapan Kinerja Form RKT Sasaran Kegiatan Ket.

15.3. LAKIP
Setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara wajib untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. LAKIP adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan AKIP yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga. Tujuan dan penyampaian LAKIP adalah untuk mewujudkan akuntabilitas instansi pemerintah kepada pihak-pihak yang memberi mandat/amanah. LAKIP merupakan sarana untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang apa yang sudah dicapai dan bagaimana proses pencapaiannya berkaitan dengan mandat yang diterima instansi pemerintah. Hasil LAKIP harus dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti untuk kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Evaluasi LAKIP Eselon-I dan Eselon-II dilakukan oleh Inspektorat Jenderal, sedangkan evaluasi LAKIP Kementerian Pertanian dilakukan oleh Kementerian PAN & RB.

15.3.1. Prinsip-prinsip Penyusunan LAKIP
1) LAKIP harus dibuat berdasarkan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja. 2) Masing-masing instansi/unit kerja harus menjabarkan Renstra dalam bentuk Rencana Kerja Tahunan (RKT). 3) LAKIP harus dapat melaporkan kinerja sasaran dan kegiatan dalam rangka upaya mewujudkan tercapainya tujuan, misi, dan visi institusi/unit kerja, yang dapat menjelaskan keberadaan institusi/unit kerja tersebut. 4) Renstra, Renja dan PK sebagai bahan dasar penyusunan LAKIP, harus disusun secara konsisten, komprehensif, realisitis dan mempunyai hubungan yang logis antar variabel baik di dalam Renstra maupun Renja. 5) LAKIP Eselon-II dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja unit kerja Eselon II tersebut. LAKIP Eselon-II Pusat mencakup kegiatan yang dialokasikan sendiri termasuk Kegiatan Utama yang didanai dari Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 6) LAKIP Unit Kerja Mandiri, merupakan hasil kinerja yang sesuai dengan tugas dan fungsinya serta tugas lainnya yang diberikan, berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan. 7) LAKIP Eselon-I bukan merupakan rekapitulasi unit kerja Eselon-II. LAKIP dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja unit kerja Eselon-I. LAKIP Eselon-I memuat seluruh kegiatan yang dilaksanakan sendiri, termasuk Kegiatan Utama yang didanai dari Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 8) LAKIP Kementerian, bukan merupakan kompilasi dari LAKIP unit kerja Eselon-I. LAKIP Kementerian dibuat berdasarkan hasil pengukuran kinerja (sasaran dan kegiatan) dari pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan yang ditetapkan sebagai ukuran keberhasilan kinerja Kementerian. Mengingat LAKIP merupakan laporan yang menginformasikan kinerja instansi terhadap keseluruhan dari aktivitas yang dilakukan oleh instansi yang bersangkutan, sehingga dalam penyusunannya akan melibatkan semua unsur unit kerja yang ada di lingkungan instansi yang

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

43

bersangkutan. Penanggungjawab penyusunan LAKIP adalah pejabat yang secara fungsional bertanggung jawab melakukan dukungan administratif di instansi masing-masing. Pimpinan instansi dapat menetapkan Tim Kerja yang bertugas membantu penanggungjawab LAKIP.

15.3.2. Pengorganisasian Penyusunan LAKIP
Pengorganisasian penyusunan LAKIP diatur sebagai berikut : 1) LAKIP Eselon-II, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-III/ staf lingkup Eselon-II yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di

Inspektorat/Direktorat/Biro/Pusat yang membidangi evaluasi dan pelaporan. 2) LAKIP Unit Kerja Mandiri, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-III/staf lingkup unit kerja mandiri yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Unit Kerja Mandiri tersebut yang membidangi tugas evaluasi dan pelaporan. 3) LAKIP Eselon-I, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat Eselon-II/ staf lingkup Eselon-I yang bersangkutan. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Sekretariat Itjen/Ditjen/Badan. 4) LAKIP Kementerian, disusun oleh TIM yang terdiri atas unsur pejabat/staf Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian. Penanggungjawabnya adalah pejabat di Sekretariat Jenderal yang membidangi tugas evaluasi dan pelaporan.

15.3.3. Penyampaian LAKIP
1) LAKIP Unit Kerja Eselon-II disampaikan kepada Pejabat Eselon-I yang bersangkutan dan tembusannya disampaikan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya. 2) LAKIP Unit Kerja Mandiri disampaikan kepada Pejabat Eselon-I induk organisasinya dan tembusannya disampaikan kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya. 3) LAKIP Unit Kerja Eselon-I disampaikan kepada Menteri Pertanian dan tembusannya kepada Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian paling lambat tanggal 15 Februari tahun berikutnya. 4) LAKIP Kementerian disampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden dengan tembusan kepada Menteri PAN&RB dan Kepala BPKP paling lambat tanggal 10 Maret pada tahun berikutnya.

15.3.4. Format LAKIP
Format terdiri atas beberapa bagian, sebagai berikut. 1) Ringkasan Eksekutif, menyajikan : tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, realisasi pencapaian tujuan dan sasaran, kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dan sasaran pada tahun laporan dan langkah yang sudah dilakukan untuk mengatasi kendala, dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi di masa mendatang. 2) Pendahuluan, menjelaskan hal-hal umum tentang instansi serta uraian singkat mandat apa yang dibebankan kepada instansi (gambaran umum tupoksi). 3) Perencanaan dan Perjanjian Kinerja yang memuat: a) Rencana Strategis, berisi uraian singkat tentang rencana strategis instansi, mulai dari visi, misi, tujuan, sasaran, serta kebijakan dan program instansi.

44

b) Rencana kinerja, menyajikan rencana kinerja pada tahun yang bersangkutan. Utamanya adalah menyangkut kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai sasaran sesuai dengan pogram pada tahun tersebut, dan indikator keberhasilan

pencapaiannya. c) Penetapan kinerja 4) Akuntabilitas kinerja, menyajikan uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi

(membandingkan kinerja nyata dengan rencana, kinerja nyata dengan kinerja tahun sebelumnya, kinerja instansi dengan kinerja instansi lain, kinerja nyata dengan kinerja negara lain) dan analisis akuntabilitas kinerja (uraian keterkaitan capaian kinerja dengan program dan kebijakan, perkembangan capaian secara efisien dan efektif), termasuk di dalamnya menguraikan secara sistematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala, dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. Selanjutnya dilaporkan pula akuntabilitas keuangan dengan cara menyajikan alokasi dan realisasi anggaran bagi pelaksanaan tupoksi atau tugas-tugas lainnya, termasuk analisis tentang capaian indikator kinerja efisiensi. Akuntabilitas Kinerja merupakan deskripsi dari hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan dan hasil Pengukuran Pencapaian Sasaran, dan masing-masing disajikan dalam tabel Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran. 5) Penutup, menyajikan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan, permasalahan, dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja instansi serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang. 6) Lampiran-lampiran, berisi penjelasan lebih lanjut, perhitungan-perhitungan, gambar, dan aspek pendukung seperti SDM, sarana prasarana, metode, dan aspek lain dan data yang relevan.

15.3.5. Format Pelaporan LAKIP
Pelaporan LAKIP diharapkan mengikuti format sebagai berikut.

RINGKASAN EKSEKUTIF KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. ORGANISASI DAN TUGAS FUNGSI II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEJIK B. RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) C. PENETAPAN KINERJA III. AKUNTABILITAS KINERJA A. AKUNTABILITAS KINERJA B. PERKEMBANGAN PENCAPAIAN KINERJA SASARAN C. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

45

D. ANALISIS EFISIENSI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA IV. PENUTUP LAMPIRAN – LAMPIRAN - FORM RS - FORM RKT - STRUKTUR ORGANISASI DAN KERAGAAN SDM APARAT - Dan lain-lain

16. Laporan Lainnya
16.1. Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan
Di samping pemantauan, evaluasi dan pelaporan LAKIP, masih terdapat beberapa laporan lainnya sesuai kebutuhan. Jenis laporan, pengguna laporan, dan waktu penyampaian laporan disajikan pada Tabel 7.

46

3. 7. LAPORAN RUTIN Laporan PP 39/2006 Form-A Penanggung jawab kegiatan Form-B Penanggungj awab Program Form-C Kepala SKPD Kab/Kota . Prov. Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan NO JENIS LAPORAN PELAPOR PENERIMA LAPORAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN 14 hari kerja setelah triwulan berakhir 3 hari kerja setelah triwulan berakhir 4 hari kerja setelah triwulan berakhir I 1. UPTPusat Eselon-I Setjen Kementan Penanggung jawab program Kepala Satker masingmasing instansi Kepala Daerah Cq Kepala Bappeda dan Menteri Pertanian 5 hari kerja setelah triwulan berakhir 2. 6. 5.2012 .Tabel 7. Satker Pusat. Evaluasi Rencana Kerja/Renstr a Penetapan Eselon-II Kinerja Es-II Penetapan Eselon-I Kinerja Es-I Penetapan Setjen Kinerja Kemtan LAKIP Eselon-II Eselon-II LAKIP Eselon-I Eselon-I LAKIP Kemtan Setjen Rapim Eselon-I Kemtan/Rapi mA Tindaklanjut Eselon-I Rapim A Laporan Bulanan Eselon-I Kegiatan Menteri Laporan Bulanan Eselon-I Kegiatan EsI LAPORAN KHUSUS Bahan Rakor Eselon-I Bappenas Tahunan/Lima Tahun Eselon-I Menteri Pertanian Kementerian PAN&RB 31 Januari 15 Februari 31 Maret Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian 31 Januari T+1 15 Februari T+1 10 Maret T+1 Dua Mingguan Sesuai jadwal Bulanan Bulanan Menko/ Kabinet/ Sesuai Permintaan 47 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 4. II.

termasuk LAKIP dan SIMONEV disampaikan ke Badan PPSDMP dan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan alamat sebagai berikut. simonevsdm@deptan. Laporan Teknis dll) sesuai ketentuan yang berlaku 16. 1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian c. Berdasarkan asas dekonsentrasi. sebagaimana telah jelas.bppsdmp@gmail.com dan simonev@deptan.q. Menko/ Sidang Kabinet/ RDP/ Raker DPR RI Insidental lain DPR-RI Sesuai permintaan Sesuai Permintaan *Laporan-laporan lain (SAI. untuk penyelarasan pelaksanaannya perlu dilakukan tata hubungan kerja antara Pemerintah Pusat dan Provinsi yang harmonis. Harsono RM No.go.id Faksimile : Bagian Evaluasi dan Pelaporan 021-7804981 2) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian c. monevroren@yahoo. perlu dipahami bahwa tata hubungan kerja dalam pelaksanaan pembangunan pertanian baik di pusat maupun daerah. dipertanggungjawabkan serta dilaporkan secara berjenjang berdasarkan ketentuan yang berlaku yang diatur berdasarkan 48 .com. Mengingat tugas dan tanggung jawab pimpinan instansi sebagai penanggung jawab operasional kegiatan cukup kompleks. memiliki hubungan hierarki (dalam hal pengelolaan kegiatan dan anggaran APBN Kementerian Pertanian) dengan Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai pelaksana kegiatan pembangunan pertanian di daerah sesuai dengan asas dekonsentrasi dan tugas pembantuan. evaluasi dan pelaporan 17. teknis fungsional dan kooordinasi. pemanfaatan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan oleh Satker lingkup pertanian dikelola. Alamat Pengiriman Laporan Pengiriman Laporan.q. demikian halnya dengan asas tugas pembantuan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota.2. SIMAK-BMN. Kementerian Pertanian sebagai pemegang kendali simpul koordinasi.8.com. Koordinasi Kegiatan Pemantauan. Laporan Pemantauan Wilayah Binaan. evaluasi dan pelaporan.1 Koordinasi Berdasarkan Hubungan Hirarki Guna mendukung pelaksanaan sistem pemantauan. Untuk itu.id 17.go. maka dibutuhkan kerja keras serta upaya selektif terhadap kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan. 3 Ragunan Jakarta 12550 Alamat e-mail: eproren@yahoo. Laporan Statistik. Bagian Evaluasi dan Pelaporan Kantor Pusat Kementerian Pertanian Gedung D Lantai 7 Jl. Biro Perencanaan Kantor Pusat Kementerian Pertanian Gedung A Lantai 4 Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan Jakarta 12550 Alamat e-mail: evalap. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut perlu adanya koordinasi dan peningkatan jaringan kerja melalui hubungan hierarki.

teknis perlindungan tanaman dan.2. Wujud dari hubungan teknis fungsional tersebut. Tingkat Pusat 1) Melaksanakan pertemuan sosialisasi SIMONEV dengan mengundang petugas pelaporan SIMONEV di tingkat provinsi dan petugas dari Pusat (masing-masing Eselon-I) terkait. Kegiatan Pemantauan. 2) Mengembangkan dan menyempurnakan SIMONEV berdasarkan perkembangan/ perubahan dalam reformasi perencanaan dan anggaran. pendampingan dan penyuluhan. Hubungan hierarki tersebut terwujud dalam sistem perencanaan.2012 49 . panen dan pasca panen. evaluasi dan pelaporan program dan kegiatan. 2) UPT Daerah dengan Kementerian Pertanian (Eselon I). Evaluasi Dan Pelaporan Dalam rangka memperlancar pelaksanaan pemantauan. 3) UPT Daerah dengan UPT Pusat. pengolahan dan pemasaran. Hubungan Teknis Fungsional Hubungan teknis fungsional dalam pelaksanaan program dan anggaran kinerja pembangunan pertanian berdasarkan asas dekonsentrasi. serta teknis pelatihan bagi aparat pertanian dan pelaku usaha. Hubungan Berdasarkan Fungsi Koordinatif Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian berdasarkan sistem anggaran berbasis kinerja dibutuhkan sinergis dalam perencanaan. evaluasi dan pelaporan. Guna meningkatkan kinerja hubungan teknis fungsional diperlukan dukungan pembiayaan (sharing budget) dari berbagai pihak terkait dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumberdaya yang ada sehingga akan diperoleh hasil yang lebih nyata 17. dan berdaya saing. dan tugas pembantuan bertujuan untuk dapat memenuhi standar teknis di bidang pertanian yang ditetapkan. teknis usaha tani. 17. Sebagai wujud pelaksanaan kegiatan tersebut. dilakukan hubungan berdasarkan fungsi koordinasi antara Kementerian Pertanian dengan Provinsi dan Kabupaten /Kota dalam lingkup instansi sebagai berikut : 1) Dinas/Badan/Kantor Provinsi dan Kabupaten/Kota lingkup pertanian dengan Kementerian Pertanian (Eselon I). dilaksanakan melalui pembinaan teknis terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan antara lain: sarana produksi. Kegiatan yang dilaksanakan di tingkat pusat. pemantauan. 17. provinsi maupun kabupaten/ kota adalah sebagai berikut.3. efisien. teknis perbenihan/perbibitan. Sosialisasi dilakukan terhadap software SIMONEV yang dipersiapkan oleh PUSDATIN dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian serta sosialisasi berbagai ketentuan yang terkait dengan pelaporan. Hubungan koordinasi ini merupakan upaya untuk mendukung pemantapan kinerja dari masingmasing instansi dalam pelaksanaan program/kegiatan. menyediakan dana.4.1. provinsi maupun kabupaten/kota) agar menyelenggarakan kegiatan tersebut.Keputusan Menteri Pertanian. pemantauan. 17. sarana dan prasarana yang dibutuhkan.4. evaluasi dan pelaporan. Dengan demikian maka produk pertanian yang dihasilkan dapat diproduksi secara efektif. sehingga SIMONEV dapat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. maka masingmasing Satuan Kerja (di pusat.

dengan mudah diaplikasikan (bersama PUSDATIN. 4) Melakukan kompilasi merekapitulasi dan evaluasi laporan SIMONEV baik di tingkat provinsi maupun tingkat Kabupaten/kota kemudian mengirim ke pusat. baik di tingkat pusat maupun di daerah. maka diperlukan pula upaya-upaya pengendalian 50 . Selanjutnya dilakukan pelatihan (TOT) kepada petugas pengelola pelaporan dari masing-masing unit eselon I. menyusun laporan konsolidasi dari Kabupaten/Kota dan Provinsi.4.4. 2. Setiap tahun dilakukan perbaikan dan penyempurnaan SIMONEV mengikuti dan mengakomodir perubahan sesuai implementasi reformasi.4.3. 17. maka format pelaporan masih tetap menggunakan format lama yang disesuaikan dengan kondisi yang ada dan tetap dilaporkan secara berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tingkat Provinsi 1) Menghadiri undangan sosialisasi software SIMONEV yang diadakan oleh pusat. Pengendalian Intern Kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Penyelenggaraan program/kegiatan penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian oleh Satker lingkup Badan PPSDMP. didukung oleh pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). Menghadiri sosialisasi penggunaan software SIMONEV di provinsi.2. 17.4. 3) Melaksanakan kompilasi. Sistem Pengendalian Intern 18. Software SIMONEV Software SIMONEV ditetapkan bersama antara PUSDATIN dan Biro Perencanaan Kementerian Pertanian dan dibahas bersama dengan unit kerja pengelola pelaporan. sehingga dapat dimengerti dan diaplikasikan. Sebelum software SIMONEV yang baru (revisi) dirumuskan.1. 17. evaluasi dan analisis data/informasi hasil pelaporan SIMONEV dan capaian kegiatan dari Satker Pusat dan Daerah. Tingkat Kabupaten/Kota 1. Disamping perlunya upaya pengawalan dan pendampingan terhadap penyelenggaraan program/kegiatan tersebut. 4) Melaksanakan workshop SIMONEV dan SAI pada tingkat regional (2-3 regional) untuk membahas perkembangan SIMONEV dan SAI. Biro Perencanaan dan semua Eselon I pelaksana program). Selanjutnya membuat laporan konsolidasi tingkat Eselon-I dan Kementerian Pertanian untuk disampaikan ke hirarki lebih lanjut. 2) Menghadiri workshop SIMONEV – SAI tingkat regional (dengan melibatkan Kabupaten/Kota terkait) 3) Melaksanakan sosialisasi SIMONEV tingkat kabupaten/kota dengan mengundang petugas pelaporan SIMONEV di tingkat kabupaten/kota. 5) Melakukan evaluasi terhadap keluaran dan hasil pelaksanaan kegiatan pada setiap satker. 18. Membuat dan mengirim laporan SIMONEV secara periodik dan tepat waktu ke provinsi dan ditembuskan ke pusat.

pagu anggaran.2. perlu segera dirumuskan rekomendasi dan saran tindak lanjut yang mengarah kepada upaya pemecahan masalah. terutama untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki anggaran relatif besar. pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan. yang memuat informasi mengenai aspek-aspek jenis kegiatan. Agar implementasi pengendalian intern dapat berjalan dengan baik di berbagai tingkatan. 500 juta. yang menitikberatkan pada pencapaian tujuan organisasi melalui keandalan pelaporan keuangan. maka dapat dimonitor dan dianalisis pergerakan realisasi yang terjadi sesuai target-target yang telah ditetapkan. efisien. Berdasarkan hasil investigasi tersebut. Upaya-upaya tersebut dimaksudkan agar tujuan program/kegiatan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara akuntabel. Kepala Badan PPSDMP selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mendelegasikan pelaksanaan pengendalian intern kepada Sekretaris Badan yang dibantu suatu Tim Kerja Satuan Pengendali Intern (SPI) Pusat. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN Di tingkat pusat. upaya pengendalian dilakukan oleh Tim SPI dari Satker yang bersangkutan. maka dari sisi pengelolaan anggaran. Hal ini didasari oleh tujuan dari pengendalian intern itu sendiri. baik untuk pengelolaan program/ kegiatan dengan dana yang bersumber dari APBN maupun PHLN. TIM SPI Pusat akan melakukan pendalaman atau investigasi lebih lanjut terhadap kegiatan yang bermasalah dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu Tim SPI perlu dibentuk di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP sebagai upaya peringatan dan pencegahan dini terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 51 . setiap triwulan dan selama 1 tahun anggaran. ekonomis dan tertib. sumber informasi diperoleh dari penanggung jawab kegiatan yang biasanya menjadi tugas dan tanggung jawab para Pejabat Eselon III di unit kerja masing-masing. transparan. BPKP. yaitu formulir perkembangan realisasi fisik dan keuangan program/kegiatan pengembangan SDM pertanian. misalnya diatas Rp. P2K menjadi sumber informasi bagi pengendalian intern ini. setiap bulan. realisasi fisik dan keuangan serta permasalahan yang terjadi. baik yang berjalan lancar maupun yang bermasalah. baik di UPT Pusat maupun Satker Dekonsentrasi/ Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota.intern yang sistematis di berbagai tingkatan organisasi penyelenggara. Di tingkat daerah. Pendalaman atau investigasi ini dimaksudkan untuk menemukenali permasalahan secara lebih dini sebelum Tim Pengawas dari lembaga audit (Itjen Kemtan. mulai dari tingkat pusat hingga daerah (provinsi dan kabupaten/kota). 18. efektif. sehingga pada waktu-waktu selanjutnya setiap permasalahan yang terjadi dapat diatasi secara intern dan pelaksanaan kegiatan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan. Tim SPI Pusat ini melakukan pengendalian intern berdasarkan instrumen monitoring dan evaluasi bulanan. BPK dan Bawasda) melakukan pengawasan pada Satker di lingkup Badan PPSDMP. maka perlu diatur mekanisme dan tata hubungan kerja intern dan antar Satuan Pengendali Intern dengan narasumber informasi/obyek pengendalian. Sedangkan dari sisi teknis. Di tingkat Pusat narasumber pengendalian intern adalah Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Sekretariat dan P2K masing-masing Pusat. Mengingat sebagian besar data dan informasi mengenai hal-hal tersebut harus terdokumentasi dan dikompulir oleh P2K. Berdasarkan laporan bulanan tersebut.

Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota mengirimkan laporan hasil pengendalian internnya kepada Tim SPI Pusat. sedangkan dari sisi teknis adalah penanggung jawab kegiatan. maka sumber informasi bagi Tim SPI dari sisi pengelolaan anggaran adalah P2K. BPKP.penyimpangan sebelum ditemukan oleh lembaga audit pemerintah (Itjen Kemtan. mekanisme dan tata hubungan kerja tersebut digambarkan sebagai terlihat pada Gambar 10 berikut. juga tersebar pasa Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota. Tata hubungan kerja antara Tim SPI Pusat dan Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota bersifat koordinasi. Tim SPI Pusat juga dapat melakukan pengendalian langsung kepada UPT Pusat maupun Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan.3. Sama halnya dengan di tingkat pusat. Secara skematis. BPK dan Bawasda). 52 . Gambar 10. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja SPI Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN KEPALA BADAN/KPA 3) 2) 1) ESELON 2 PUSAT SET BADAN 3) 2) 1) P2K PUSAT2 SPI PUSAT P2K SET BADAN 3) 2) 1) KEPALA UPT SATKER 1) DEKON/TP 2) 3) 3) 2) 1) P2K UPT SPI UPT P2K DEKON/TP 1) 2) 3) 18. Program CFSKR hanya terdapat di Pusat. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN Secara organisatoris. Tim SPI Pusat juga melakukan pembinaan dan supervisi kepada Tim SPI UPT Pusat maupun Tim SPI Satker Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota. sedangkan untuk Program READ dan FEATI selain terdapat di Pusat. pengelolaan program/kegiatan dengan sumber dana PHLN di Pusat dilakukan oleh Pusat Pengembangan Pelatihan Pertanian untuk Program CF-SKR dan READ serta oleh Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian untuk Program FEATI.

Gambar 11. Tim SPI Pusat melakukan pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan PHLN.Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. pembinaan dan supervisi. Melalui Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.4. 1) Pasal 20 ayat (1) Pejabat negara wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan. beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan adalah. maka Presiden mengintruksikan seluruh pimpinan intansi Pemerintah untuk melaksanakan upaya-upaya nyata pemberantasan korupsi. mekanisme dan tata hubungan kerja tersebut digambarkan sebagaimana pada Gambar 11. 3) Pasal 26 ayat (2)setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam LHP pada pasal 20 ayat (1). Secara skematis. 2) Pasal 20 ayat (5) pejabat yang diketahui tidak melaksanakan kewajiban pada ayat (1) dikenakan sanksi administratif.Mekanisme dan tata hubungan kerja pengendalian intern untuk kegiatan PHLN pada dasarnya tidak berbeda dengan pengendalian intern untuk kegiatan APBN. 1) 2) 3) SATKER KAB/KOTA 1) 3) 2) 1) SATKER KAB/KOTA 2) 3) 3) 3) 2) 1) P2K READ KAB/KOTA 2) P2K FEATI KAB/KOTA 1) Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pola hubungan Tim SPI Pusat dengan SPI Satker lain di Lingkup Badan PPSDMP juga bersifat koordinatif. P2K FEATI PROV. Dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak lima ratus juta rupiah. baik di Pusat maupun di daerah dengan sumber informasi melalui P2K untuk pengelolaan anggaran dan penanggung jawab kegiatan untuk pelaksanaan teknis kegiatan. 18. Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja SPI Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN KEPALA BADAN KPA PUSBANGLATTAN SET BADAN PUSBANGLUHTAN P2K SKR P2K READ SPI PUSAT P2K FEATI 3) 2) 1) SATKER PROPINSI SATKER ) PROPINSI 3) 1 2) 3) 2) 1) P2K READ PROV.2012 53 .

satker perlu melakukan klarifikasi secara tuntas struktur temuan (kondisi. sesuai saran pemeriksa sebagai bentuk klarifikasi rekomendasi dikirimkan ke Lembaga Auditor dan ditembuskan kepada Kepala Badan PPSDMP d. maka harus ditindaklanjuti oleh satker.Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendayagunanaan Negara. maka tindak lanjut hasil pemeriksaan meliputi: 1) Pemutakhiran data 2) Tindakan Administratif (penerapan Hukuman Disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. seperti Auditor Itjen Kemtan. 54 . Sesuai Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983. (3) denda. 6) Usulan penghapusan temuan pemeriksaan yang tidak dapat ditindaklanjuti.q. Harsono RM No. Selain itu. bukan berarti tindaklanjut tuntas. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 5) Tindakan Penyempurnaan Aparatur Pemerintah (Kelembagaan. 4) Tindakan Pengaduan Tindak Pidana Umum dan Khusus. memantau dan mencatat perkembangan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan dan melaporkan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Jl. 3) Tanggapan tertulis dan bukti-bukti tindaklanjut yang jelas. dan Bawasda. Selain itu. maka: 1) Diinstruksikan kepada Pimpinan Unit Kerja menindaklanjuti setiap saran/rekomendasi LHP Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). 3) Tindakan Tuntutan /Gugatan Perdata: (1) ganti rugi/penyetoran kembali.PAN/1/2005 tanggal 10 Januari 2005). 3) APIP. kerugian negara) dari auditor yang telah disepakati. tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil). menginventarisasi. maka dapat dilakukan pemutakhiran dengan menyerahkan bukti baru/perhitungan kembali. teknis. Promosi Jabatan.PAN/01/2005. sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor SE/02/M. 4) Tanggapan tertulis dan bukti-bukti tindak lanjut. Kepegawaian & Ketatalaksanaan). 2) Diberikan sanksi kepada Unit Kerja yang lalai dalam pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan DP3.3 Ragunan Pasar Minggu paling lambat 30 hari setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterima oleh obyek pemeriksaan (obrik). Maka Satker perlu intensif melakukan koordinasi dengan Lembaga Auditor dan Badan PPSDMP c. Kantor Pusat Kemtan Gendung D Lt 6. sebab dan akibat). BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian).a. Langkah-langkah satker dalam menyikapi temuan hasil pengawasan: 1) Rekomendasi hasil temuan (administrasi. BPK. 2) Apabila rekomendasi dari auditor tidak disepakati (pada saat audit). mungkin karena rekomendasi satker cacat dan temuan sulit ditindaklanjuti. Bagian Evaluasi dan Pelaporan sampai tindak lanjut dinyatakan tuntas oleh lembaga audit (BPK. (2) Tuntutan perbendaharaan. maka Fokus Pengawasan. BPKP. agar diarahkan kepada temuan pengawasan tahun sebelumnya yang belum tuntas tindak lanjutnya (Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/56/M.

b) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian. b) Apabila dipandang perlu. 4) Menteri Pertanian Cq. Menteri dapat memerintahkan Tim TP/TGR Kementerian agar membantu Biro Keuangan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 6) Pegawai negeri yang bersangkutan mengajukan pembelaan secara tertulis kepada Menteri Atas dasar pembelaan tersebut. 5) Apabila setelah lewat waktu yang diberikan yang bersangkutan tidak memberikan pembelaan. telah melakukan perbuatan melanggar hukum dan atau melalaikan kewajibannya yang mengakibatkan kerugian Negara. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian untuk diproses penuntutan ganti rugi kepada Pegawai Negeri Sipil yang terlibat. 2) Pejabat Eselon I tersebut diatas memerintahkan kepada : a) Sekretaris Badan PengembanganSDM Pertanian b) Kepala Bagian Keuangan Cq. Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan dan Perlengkapan. b) Sebab-sebab mengapa yang bersangukatan harus dikenakan tuntutan ganti rugi.1. c) Jangka waktu untuk memberi kesempatan kepada yang bersangkutan mengajukan pembelaan secara tertulis kepada Menteri. Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Tuntutan Ganti Rugi (TGR) ialah tuntutan yang dikenakan kepada pegawai negeri yang bukan bendaharawan dan diberi tugas melaksanakan kewajiban negara. yaitu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya surat pemberitahuan tersebut. apakah ada alasan untuk menuntut ganti rugi atas kerugian Negara dan menyampaikan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan bahwa kepadanya akan dikenkan tuntutan ganti rugi disertai dengan laporan hasil penelitian yang meliputi: a) Jumlah tuntutan ganti rugi yang dikenakan. Prosedur Penyelesaian 1) Kepala Kantor/Satuan Kerja melaporkan kepada Kepala Badan PPSDMP bahwa pada kantor/Satuan Kerja telah terjadi kerugian Negara disebabkan oleh perbuatan melanggar hukum/lalai yang dilakukan oleh pegawai negeri bukan bendaharawan yang berada di unit organisasinya.2012 55 . Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan untuk mengadakan penelitian terhadap berkas laporan. tembusan laporan disampaikan kepada : a) Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Cq.19. maka : a) Menteri Pertanian Cq. maka Menteri langsung dapat menerbitkan Keputusan Tuntutan Ganti Rugi terhadapnya. Sekretaris Jenderal memerintahkan kepada Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan untuk mengadakan penilaian atas pembelaan yang disampaikan oleh pegawai yang bersangkutan. Kasubag Pebendaharaan c) Pihak lainnya yang terkait (bila dipandang perlu) untuk mengadakan penelitian dan pemeriksaan atas kerugian dimaksud dan memberikan laporan hasil penelitiannya kepada Eselon I pemberi perintah 3) Pejabat Eselon I meneruskan berkas laporan tersebut disertai saran/pendapat kepada Menteri Pertanian Cq. untuk mendapatkan kebenaran akan tuduhan dan tuntutan. Tuntutan Ganti Rugi 19.

1. Usaha mendapatkan penggantian negara secara damai 19. Proses Usaha Mendapatkan Pengantian Kerugian Negara 1) Dalam proses tuntutan. masih dapat mengajukan permohonan kepada Presiden agar kasusnya dipertimbangkan kembali untuk mendapatkan kebijaksanaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya Keputusan Tuntutan Ganti Rugi oleh yang bersangkutan. b) Angsuran paling lama 2 (dua) tahun.untuk meneliti berkas maupun pemeriksaan setempat guna dapat diberikan pertimbangan/saran mengenai kasus tersebut. dan diketahui oleh Kepala Satker setempat. sehingga dapat ditetapkan tuntutan ganti rugi secara bertanggung jawab. yang dapat menetapkan Surat Kuasa dan mengadakan penyitaan harta kekayaan pegawai yang bersangkutan untuk dilelang. penagihan dapat dilakukan dengan cara misalnya melalui perantara panitia urusan piutang negara.2. bilamana mungkin diusahakan dengan jalan damai antara kedua belah pihak yang berkewajiban menjaga kepentingan negara yang harus berusaha memperoleh penggantian atas kerugian negara sepenuhnya : a) Dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya. ditandatangani oleh saksi-saksi.2. 3) Penggantian dapat dilakukan dengan cara : a) Pembayaran tunai. dan hasil pelelangan digunakan untuk melunasi penggantian kerugian kepada negara. Menteri Pertanian menerbitkan Keputusan Tentang Ganti Rugi terhadap pegawai negeri yang bersangkutan. Jika perlu atau apabila dalam pelaksanaanya mengalami hambatan. Proses Pelaksanaan Tuntutan Ganti Rugi Berdasarkan Surat Keputusan pembebanan ganti rugi tingkat pertama atau tingkat banding dapat dilaksanakan penagihan atas pembayaran ganti rugi dengan jalan : 1) Pemotongan gaji atau penghasilan lain dari pegawai negeri yang bersangkutan. b) Dengan jaminan yang sekuat-kuatnya. 2) Cara lainnya yang disanggupi oleh pegawai yang bersangkutan. 19. 19. c) Biro Keuangan dan Tim TP/TGR Kementerian memberikan laporan hasil penelitian yang dilakukan terhadap tuduhan dan pembelaan serta saran dan pertimbangan kepada Menteri Pertanian. 2) Untuk tertibnya penagihan dan pembuktian yang kuat penyelesaian secara damai dilakukan dengan Surat Keterangan Tanggung jawab Mutlah (SKTM).2. d) Berdasarkan oleh Tim TP/TGR. 56 . 4) SKTM harus menyatakan jaminan (agunan).2. e) Kepada pengawai negeri yang bersangkutan walaupun kepadanya telah dikenankan Tuntutan Ganti Rugi.

2012 57 . kelembagaan Teknis. 1.V. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Fasilitasi dan Pembinaan Sasaran : Kelembagaan Penyuluhan di Provinsi dan kabupaten/kota Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 1.1 PEMANTAPAN SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN Penataan dan Pengembangan Kelembagan Penyuluhan Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan. mensinkronisasikan dan mengoptimalkan kinerja penyuluhan pada tingkat pusat.2. kelembagaan teknis. provinsi dan kab/kota dalam penyelenggaraan penyuluhan 2) Menyusun matrik kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada tahun 2012 Output : 1) Terwujudnya persamaan persepsi antar pimpinan kelembagaan Penyuluhan. dan kelembagaan penelitian pertanian Provinsi dan abupate/kota di Indonesia Waktu Pelaksanaan : April – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1. Perikanan dan Kehutanan dalam mengkoordinasikan. mensinkronisasikan dan mengoptimalkan kinerja penyuluhan pada tingkat pusat. dan Kelembagaan Penelitian di pusat. kelembagaan Teknis. Kelembagaan Teknis dan Kelembagaan Litbang Tujuan : 1) Mewujudkan persamaan persepsi antar pimpinan kelembagaan penyuluhan pertanian. mengintegrasikan. Perikanan dan Kehutanan dalam mengkoordinasikan. Perikanan dan Kehutanan Tujuan : Memfasilitasi penyelenggaraan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. dan kelembagaan penelitian pertanian di pusat. mengintegrasikan. Output : Terfasilitasinya penyelenggaraan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian. Fasilitasi Wadah Koordinasi Penyuluhan Pertanian. provinsi dan kab/kota dalam penyelenggaraan penyuluhan 2) Tersusunnya matrik kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada tahun 2012 Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan.

2) Sosialisasi UU Nomor 16 Tahun 2006 beserta aturan pelaksanaannya Sasaran : Kelembagaan Penyuluhan di Provinsi dan Kab/Kota Waktu Pelaksanaan : Januari. tugas. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Fasilitasi dan Pembinaan Sasaran : 1206 Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan yang tersebar di 33 provinsi.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup badan PPSDMP 1.4.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1. Output : Terfasilitasinya tugas dan fungsi kelembagaan penyululuhan kecamatan dalam menyelenggarakan penyuluhan pertanian. Output : Terlaksananya pembinaan kelembagaan penyuluhan pertanian sesuai UU Nomor 16 tahun 2006 dan aturan-aturan pelaksanaannya.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1.der lainnya yang terkait. Pengawalan dan Pendampingan Balai Penyuluhan Kecamatan Tujuan : 58 . Perikanan dan Kehutanan (SP3K) dan aturan-aturan pelaksanaannya.3. Waktu Pelaksanaan : Januari. sehingga dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan penerimaan audiensi pemda provinsi dan Kab/Kota dan stakeho. Pembinaan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyamakan persepsi tentang pembentukan. Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan Tujuan : Memfasilitasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian terutama pada Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian.Waktu Pelaksanaan : Januari. dan fungsi serta mekanisme kerja kelembagaan penyuluhan sesuai UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian.5.

Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 11 Provinsi Lokasi SL-PTT 2. Penataan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani 2.2012 59 .760 desalokasi SL-PTT Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Supervisi dan monitoring Sasaran : Penyuluh pendamping di desa lokasi P2BN Waktu Pelaksanaan : Januari . PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI METODE DEMFARM DENGAN POLA SLAGRIBISNIS PADI (3. Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung P2BN Di Lokasi SL-PTT (5760 Desa) Tujuan : Meningkatkan kinerja penyuluh pendamping dalam memfasilitasi program Percepatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Output : Terfasilitasinya petani pelaku program percepatan produksi beras nasional oleh para penyuluh pendamping di 5.6.600 DESA) Tujuan : Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompoktani serta memberi contoh petani di sekitarnya menerapkan teknologi baru melalui kerjasama kelompok.September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 1. Output : Terlaksanannya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompoktani melalui percontohan serta menyebarnya teknologi baru yang diterapkan petani sekitarnya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.1.1) Mengetahui perkembangan pemberdayaan balai penyuluhan kecamatan 2) Mengidentifikasi permasalahan kelembagaan petani dan solusi pemecahannya Output : 1) Diketahuinya perkembangan pemberdayaan balai penyuluhan kecamatan 2) Teridentifikasi permasalahan kelembagaan petani dan solusi pemecahannya Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Mei.

Output : Meningkatnya pengetahuan.Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Penyusunan rencana pengawalan 3) Pengawalan dan pendampingan Sasaran : 3.2. dan sikap kelompoktani dan gabungan kelompoktani dalam pengelolaan (manajerial) sumber daya dan kewirausahaan serta mampu mengembangkan kegiatan agribisnis perdesaan. 2) Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan lembaga usaha pertanian menjadi lembaga ekonomi di perdesaan/LKM (unit usaha simpan pinjam).September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian. dan kabupaten/kota 2. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan. Provinsi. Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani (Rembug Tani) Tujuan : 1) Meningkatkan kemampuan manajerial pengurus kelembagaan petani dalam mengelola kegiatan agribisnis. ketrampilan. Output : 1) Terselenggaranya 3 (tiga) paket Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani yang diikuti oleh 132 orang. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani ( 5 Jurus Kemampuan Kelompok Tani) Tujuan : Meningkatkan pengetahuan.600 desa yang memiliki kelompoktani berhasil dan mampu dalam membina kerjasama di tempatnya masing-masing Waktu Pelaksanaan : April. 60 . ketrampilan.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. monitoring dan evaluasi Sasaran :Pimpinan kelembagaan petani di Provinsi Waktu Pelaksanaan : Maret. dan sikap kelompoktani dan gabungan kelompoktani dalam pengelolaan (manajerial) sumber daya dan kewirausahaan serta mampu mengembangkan kegiatan agribisnis perdesaan. 2) Terdapatnya kesamaan persepsi pengurus gapoktan di dalam meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan lembaga usaha pertanian menjadi lembaga ekonomi di perdesaan/LKM yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.3.

Output : Termotivasinya petani dan pengurus kelembagaan petani (gapoktan) untuk melakukan peningkatan PKS berusahatani dan mengembangkan kemitraan usaha melalui jejaring usaha.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2. Pertemuan Pengurus Kelembagaan Usaha Tani Tujuan : Meningkatkan wawasan dan kemampuan pengurus kelembagaan usahatani dalam menerapkan prinsip-prinsip agribisnis serta perencanaan agribisnis. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Pengurus kelembagaan petani di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Pebruari . Output : Termotivasinya pengurus kelembagaan usaha pertanian untuk melakukan peningkatan usahatani dan mengembangkan kemitraan usaha melalui jejaring usaha. Pemberian Penghargaan Bagi Petani dan Gapoktan Berprestasi Tujuan : 1) Memberikan penghargaan bagi 33 orang petani dan 33 orang pengurus gapoktan berprestasi tingkat Nasional.4. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Pengurus kelembagaan Usahatani (Gapoktan) dan Pendamping pegurus gapoktan Waktu Pelaksanaan : Mei – Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2.3) Tersedianya rumusan pembinaan kelembagaan petani poktan/gapoktan mendekati spesifikasi lokalita. Mekanisme/Metode: 1) Penilaian 2) Pemberian penghargaan Sasaran : 33 orang petani dan 33 orang pengurus gapoktan berprestasi Waktu Pelaksanaan : Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 2) Menyusun buku dan tayangan VCD profil Petani dan Gapoktan berprestasi tingkat Nasional.2012 61 .5.

Pengawalan dan Pendampingan Poktan dan Gapoktan Tujuan : 1) Mengetahui tingkat kemampuan pelaku usaha agribisnis. serta meningkatnya fungsi 62 . penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : anggota perhimpuna se-profesi di bidang pertanian Waktu Pelaksanaan : Mei – Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 2.7. 3) Membuka peluang kerjasama antara anggota organisasi profesi mengenai usaha dan pembangunan pertanian.2. 3) Diketahuinya peningkatan kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis. serta sejauhmana meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan. 5) Meningkatkan wawasan dan pengetahuan pengurus organisasi petani tentang arah pembinaan petani dalam pengembangan agribisnis. Output : 1) Diketahuinya peningkatan kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi program-program pemberdayaan petani di pedesaan. 2) Tersedianya rekomendasi guna penetapan kebijakan dalam pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. pengurus gapoktan dan penyuluh pendamping.6. 2) Mengetahui tingkat kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program-program pemberdayaan petani di perdesaan. 2) Diketahuinya peningkatan kemampuan pelaku usaha agribisnis. 4) Memperoleh masukan guna penetapan kebijakan dalam pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. Output : 1) Terlaksananya kegiatan pertemuan koordinasi pimpinan kelembagaan petani tingkat nasional. Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Petani Tingkat Nasional Tujuan : 1) Menyamakan persepsi para peserta dari organisasi profesi di bidang pertanian tentang upaya pengembangan kemandirian dan profesionalisme petani. 3) Mengetahui tingkat kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis. 2) Membangun satu kesatuan korps diantara anggota organisasi profesi dalam upaya pembangunan pertanian.

kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan; Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengawalan dan Pendampingan Sasaran : Poktan dan Gapoktan Se-Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret – November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

2.8. Pengawalan dan Pendampingan Kelembagaan Usahatani Di Pedesaan
Tujuan : 1) Mengetahui tingkat kemampuan pelaku usaha agribisnis, pengurus gapoktan dan penyuluh pendamping; 2) Mengetahui tingkat kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program-program pemberdayaan petani di perdesaan; 3) Mengetahui tingkat kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis, serta sejauhmana meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan. Output : 1) Diketahuinya peningkatan kinerja penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan dalam memfasilitasi Program -program pemberdayaan petani di pedesaan; 2) Diketahuinya peningkatan kemampuan pelaku usaha agribisnis, penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan; 3) Diketahuinya peningkatan kemampuan dan peningkatan kelembagaan petani dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis, serta meningkatnya fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses terhadap permodalan; Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Monitioring dan Evaluasi 3) Pengawalan dan Pendampingan Sasaran : Kelembagaan Usahatani Se-Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret – November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

63

2.9. Pengembangan Jejaring Usaha Kelembagaan Petani
Tujuan : Meningkatnya kemampuan kelembagaan petani dalam membangun jejaring usaha baik antar kelembagaan petani maupun dengan pihak-pihak lain. Output : Terbentuknya jejaring usaha baik antar kelembagaan petani maupun dengan pihak lainnya dalam pengembangan komoditi unggulan. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Monitoring dan Evaluasi Sasaran : Kelembagaan petani (gapoktan) yang telah mengembangkan kelembagaannya menjadi kelembagaan usahatani Waktu Pelaksanaan : Peruari - Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Kelembagaan penyuluhan Kabupaten/Kota

2.10. Evaluasi Pembinaan Poktan dan Gapoktan
Tujuan : 1) Untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kelompoktani berdampak terhadap peningkatan kelas kemampuan kelompoktani; 2) Sejauhmana pembinaan kelompoktani berdampak terhadap peningkatan usahatani. Output : Diketahuinya kelas kemampuan kelompoktani seluruh Indonesia. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Kelembagaan petani atau kelompoktani di 33 Provinsi. Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

2.11. Pembinaan Poktan dan Gapoktan
Tujuan : Tujuan pembinaan poktan dan gapoktan adalah untuk memperkuat manajemen kelembagaan petani melalui kegiatan penyelenggaraan penyuluhan Output : Terbinanya poktan dan gapoktan dalam memperkuat manajemen kelembagaan petani Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 64

2) Pembinaan Sasaran : Pengurus poktan dan gapoktan di 33 Provinsi (115 Kab/kota). Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

2.12. Pemberdayaan Petani Berbasis Teknologi di Kutai Kertanegara
Tujuan : 1) Memperkenalkan teknologi tepat guna spesifik lokasi yang merupakan hasil kaji terap; 2) Meningkatkan penguasaan pengetahuan dan teknologi tepat guna bagi petani di sekitarnya Output : Meningkatnya kemampuan petani dalam menerapakan teknologi inovatif spesifik lokasi Mekanisme/Metode: 1. Pertemuan 2. Aplikasi teknologi Sasaran : Pengurus poktan dan gapoktan di 33 Provinsi (115 Kab/kota). Waktu Pelaksanaan : Maret - September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP provinsi Kalimatan Timur berama Kabupaten Kutai Katanegara

3. Penataan dan Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan
3.1. Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya Tingkat Provinsi dan Kab/Kota
Tujuan : Melakukan penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian pusat, provinsi, kabupaten/kota dan BPTP terhadap usulan DUPAK. Output : 1) Terlaksananya pembinaan pola karier penyuluh pertanian PNS yang dapat menjamin terlaksananya penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian; 2) Terbitnya Hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk setiap tingkatan jabatan fungsional penyuluh pertanian PNS. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan sosialisasi Sasaran : Pimpinan kelembagaan/unit kerja terkait, penyelengara penyuluhan pusat dan daerah Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

65

3.2. Pengembangan Profesionalisme Penyuluh Pertanian
Tujuan : 1) Meningkatkan profesionalisme penyuluh pertanian pusat melalui seminar/lokakarya/magang dll. 2) Meningkatkatkan PKS untuk meningkatkan kemampuan para penyuluh pertanian agar dapat mengoptimalkan tugasnya dalam mendukung pengembangan kariernya. Output : 1) Meningkatnya kemampuan para penyuluh pertanian pusat untuk mendukung pengembangan kariernya Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan sosialisasi Sasaran : Penyuluh Pertanian Pusat Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

3.3. Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya
Tujuan : Meningkatkan fungsi, peran dan motivasi penyuluh pertanian swadaya dalam penyelenggaraan penyuluhan secara optimal. Output : Meningkatnya fungsi, peran dan motivasi penyuluh pertanian swadaya dalam melakukan pendampingan petani, kelompoktani dan gabungan kelompoktani. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : Penyuluh Swadaya di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari- Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian

3.4. Bimbingan Teknis Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh
Tujuan : Menyamakan pemahaman tentang Jabatan Fungsional Penyuluhan Pertanian dan Angka Kreditnya di kalangan para pimpinan kelembagaan/unit kerja terkait dan

pelaksana/penyelenggara penyuluhan pertanian di Pusat dan Daerah serta fungsional penyuluh pertanian.

66

6. Output : Termotivasinya 33 orang Penyuluh Pertanian PNS. THL TB PP dan Balai Penyuluhan Kecamatan terbaik Sasaran : 33 Penyuluh Pertanian PNS.2012 67 . efektif dan efisien. kabupaten/kota dan BPTP terhadap usulan DUPAK. THL-TB PP Teladan dan Balai Penyuluhan Kecamatan Terbaik Tujuan : Memotivasi dan mendorong penyuluh pertanian PNS. Penyuluh Swadaya.Output : Meningkatnya pemahaman tentang teknis penilaian jabatan fungsional oleh pemangku kepentingan. Fasilitasi Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Pertanian Pusat Tujuan : Melakukan penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian pusat. 33 orang Penyuluh Pertanian Swadaya dan 33 orang THL-TBPP Teladan Tingkat Nasional dari 33 provinsi seluruh Indonesia dalam melaksanakan penyelenggaraan penyuluhan. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Bimbingan teknis Sasaran : Penyuluh pertanian di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari. penyuluh pertanian Swadaya dan THLTBPP untuk meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas penyuluhan pertanian secara produktif. 33 THL TB PP dan 1 Balai Penyuluhan Kecamatan terbaik Waktu Pelaksanaan : Mei .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. provinsi. Pemberian Penghargaan Bagi Penyuluh Pertanian PNS. menjamin Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/Metode: 1) Penilaian dan pemberian penghargaan bagi Penyuluh Pertanian PNS. Penyuluh Swadaya. 33 Penyuluh Swadaya.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3.5. Output : 1) Terlaksananya pembinaan pola karier penyuluh pertanian PNS yang dapat terlaksananya penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh pertanian.

8. kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari. provinsi. Pengembangan Profesionalisme Staf Tujuan : Meningkatkan motivasi kerja da kerjasama staf dalam mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian di pusat Output : Meningkatnya motivasi kerja dan kerjasama staf dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) outbond Sasaran : Seluruh staf pusat penyuluhan pertanian Waktu Pelaksanaan : Juli . Output : 1) Meningkatnya proses pembelajaran melalui interaksi antar penyuluh pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Sosialisasi Sasaran : Penyuluh pertanian pusat. 2) Meningkatkan kinerja dan motivasi kerja penyuluh pertanian. provinsi.Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan Provinsi Lampung 3. pembinan jabatan fungsional Penyuluh pertanian di pusat. 3) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian. Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian Dalam Rangka Mendukung 4 Sukses Pembangunan Pertanian Tujuan : 1) Meningkatkan proses pembelajaran melalui interaksi antar penyuluh pertanian.7. 2) Meningkatnya kinerja dan motivasi kerja penyuluh pertanian.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 68 . 3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian. kab/kota. dan kab/kota Waktu Pelaksanaan : Juni .2) Terbitnya Hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk setiap tingkatan jabatan fungsional penyuluh pertanian PNS. provinsi. Mekanisme/Metode: 1) Penilaian Sasaran : Penyuluh pertanian pusat.

10. 2) Mengidentifikasi permasalahan dan pemecahannya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di masing-masing provinsi. Pendampingan/Binaan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian Tujuan : 1) Memberikan dukungan/pembinaan terhadap penyelenggaraan penyuluhan pertanian pada 33 provinsi di Indonesia.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3.3. Output : 1) Terselenggaranya penyuluhan pertanian di 33 provinsi di Indonesia secara lebih baik dan terarah 2) Terindentifikasinya permasalahan dan pemecahannya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di lapangan 3) Tecapainya persamaan persepsi tentang penyeleggaraan penyuluhan pertanian di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota di Indonesia.2012 69 . Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan 3) Pendampingan Sasaran : Kelembagaan penyuluhan pertanian.9. Output : Meningkatnya motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam melakukan pendampingan petani.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. kelompoktani dan gabungan kelompoktani. Apresiasi Peningkatan Kapasitas THL-TB PP Penyuluh Pertanian Tujuan : Meningkatkan fungsi.. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pembinaan Sasaran : THL-TB PP di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Oktober. Waktu Pelaksanaan : April . penyuluh pertanian dan pelaku utama/pelaku usaha di 33 provinsi dan 497 kabupaten/kota. peran dan motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan secara optimal. 3) Menyamakan persepsi tentang penyeleggaraan penyuluhan pertanian di 33 provinsi.

Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3.11. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP) Waktu Pelaksanaan : April . Fasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) Tujuan : Memfasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional dalam penyusunan bahan kebijakan penyelenggaraan penyuluhan bagi Menteri Pertanian. kelompoktani dan gabungan kelompoktani .3. Koordinasi Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP) Tujuan : Mewujudkan persamaan persepsi antar Komisi Penyuluhan Provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian Output : Terwujudnya persamaan persesi antar Komisi Penyuluhan Provinsi dalam memberikan saran mengenai penyelenggaraan penyuluhan pertanian.12. Output : 1) Tersedianya bahan masukan kebijakan penyelenggaraan penyuluhan pertanian bagi Menteri Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) Waktu Pelaksanaan : Januari. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pegawalan dan Pendampingan 70 .13. 2) Terlaksananya pembinaan KPPN terhadap KPP dan KPPK. Output : Meningkatnya kinerja dan motivasi THL-TB Penyuluh Pertanian dalam melakukan pendampingan petani.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3. Pengawalan dan Pendampingan THL-TB PP Penyuluh Pertanian Tujuan : Meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi serta kinerja THL-TB Penyuluh Pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

2012 71 . Mekanisme/Metode: 1) Verifikasi data penyuluh pertanian PNS 2) Pencairan BOP Sasaran : Penyuluh Pertanian PNS Waktu Pelaksanaan : Januari .163 orang THL-TB Penyuluh pertanian. Output : Meningkatnya kinerja dan motivasi penyuluh pertanian PNS utama.15. Mekanisme/Metode: 1) Verifikasi data THL-TB Penyuluh Pertanian 2) Penetapan THL-TB Penyuluh Pertanian 3) Penyaluran honorarium dan BOP THL-TB Penyuluh Pertanian Sasaran : THL-TB Penyuluh Pertanian di 33 Provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari .16.14. Apresiasi Cyber Extension (3 Regional) Tujuan : 1) Mensosialisasikan sistim pengoperasian Cyber Extension.Sasaran : THL-TB PP di 33 provinsi Waktu Pelaksanaan : Maret .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker Pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP dalam memberdayakan pelaku 3.163 orang THL-TB Penyuluh Pertanian tahun 2012.Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker Pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 3. Honorarium dan BOP THL-TB PP Tujuan : Menyediakan honorarium dan BOP bagi 22. 2) Menyiapkan tenaga admin yang mampu mengoperasionalkan Cyber Extension. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. BOP Penyuluh Pertanian PNS Tujuan : Meningkatkan kinerja dan motivasi penyuluh pertanian PNS dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memfasilitasi pemberdayaan pelaku utama. Output : Tersedianya honorarium dan BOP bagi 22.

agar penyuluh di tingkat Provinsi dan Kabupaten dapat ikut serta mengembangkan materi. 6) Membuat system kelembagaan penyuluhan. Output : 1) Dipahaminya system pengoperasian Cyber Extension oleh para calon Admin. terintegrasi. tepat guna dan bermanfaat bagi kelembagaan penyuluhan pengambil keputusan. 2) Tersedianya Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota. Apresiasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) Tujuan : 1) Mengaplikasikan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUH) dengan fokus pada database ketenagaan dan kelembagaan petani. 2) Terbangunnya integritas data ketenagaan dan kelembagaan tani yang mutakhir melalui website Kementerian Pertanian. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. 5) Mengembangkan Sistem Informasi yang terpadu. 2) Membangun integritas data ketenagaan dan kelembagaan petani yang mutakhir melalui website Kementerian Pertanian. terintegrasi. 4) Menyelenggarakan apresiasi Cyber Extension admin level 3 dan 4. 4) Tersedianya Sistem Informasi yang terpadu. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. 5) Tersedianya system kelembagaan penyuluhan Mekanisme/Metode: 1) Apresiasi Cyber Extension Sasaran : Petugas Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota Waktu Pelaksanaan : Pebruari . Mekanisme/Metode: 1) Apresiasi SIMLUHTAN Sasaran : Petugas Admin Provinsi dan Kabupaten/Kota Waktu Pelaksanaan : Februari – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 72 . tepat guna dan bermanfaat bagi para pengguna baik pengambil keputusan.Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 3.17. 3) Dipahaminya tugas dan tanggungjawab pengelola Cyber Extension di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Output : 1) Tersedianya tenaga terampil di provinsi dan kabupaten/kota yang mampu mengaplikasikan SIMLUH khususnya dengan fokus pada data ketenagaan dan kelembagaan petani.3) Menjelaskan tugas pokok dan fungsi petugas Administrator (Admin) Provinsi dan Kabupaten/Kota.

terintegrasi. Output : 1) Tersedianya Sistem Informasi berbasis Web yang terpadu. 2) Tersedianya materi/informasi pertanian yang dibutuhkan pelaku utama dan pelaku usaha serta masyarakat pertanian pada umumnya sesuai kebutuhan spesifik lokalita Mekanisme/Metode: 1) Pengembangan Materi Cyber Extension 2) Fasilitasi Pengelolaan Cyber Extension Sasaran : Bakorluh provinsi. 2) Meningkatkan keterampilan pelaku utama dan pelaku usaha dalam berusaha tani melalui penerapan dari materi tayangan televisi.2.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Televisi Tujuan : 1) Menambah wawasan dan pengetahuan penyuluh pertanian. 2) Menyediakan materi informasi pertanian yang dibutuhkan penyuluh. terintegrasi. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. Materi Penyuluhan Yang Dihasilkan 4. pelaku usaha. Output : 1) Tersusunnya materi penyuluhan pertanian dalam bentuk film dokumenter 2) Tersirkannya 10 paket materi Penyuluhan Pertanian melalui siaran televisi nasional Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah dan pembahasan naskah siaran televisi 2) Produksi dan penayangan materi siaran Sasaran : Penyuluh pertanian. serta pemangku kepentingan lainnya.4.1. pelaku utama. pelaku utama. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret . penyuluh swadaya. tepat guna dan bermanfaat bagi penyuluh dan kelembagaan penyuluhan selaku pengambil keputusan.Agustus 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. pelaku usaha dan masyarakat pertanian sesuai kebutuhan spesifik lokalita. pelaku agribisnis ataupun pihak lain yang terkait. Pengembangan dan Penyusunan Materi Cyber Extension Tujuan : 1) Mengembangkan sistem Informasi berbasis web yang terpadu.2012 73 . tepat guna dan bermanfaat bagi para pengguna baik pengambil keputusan. penyuluh pertanian dan masyarakat pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari . Bapelluh kabupaten/kota.

brosur. penyuluh swadaya.3.4. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan wawasan penyuluh pertanian. leaflet dan poster 2) Pencetakan liptan. leaflet dan poster 3) Pengiriman materi penyuluhan Sasaran : Penyuluh pertanian. pelaku utama. brosur. pelaku usaha. 2) Tersiarnya 24 materi tentang inovasi/informasi peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012 melalui siaran radio yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Cetak Tujuan : 1) Tersusunya berbagai materi penyuluhan pertanian dalam bentuk liptan. brosur. Output : 1) Tersedianya 24 naskah materi siaran radio tentang inovasi/informasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret . petugas lainnya tentang informasi/inovasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012. pencetakan liptan. brosur. Output : 1) Terbit dan tersebarnya liptan.4. khususnya dalam rangka pengembangan usaha agribisnis pedesaan.Mei 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 74 . leaflet dan poster 2) Tersusunnya buku kerja bagi penyuluh pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah. 2) Mendukung kegiatan usaha agribsinis agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri.November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan penyiaran melalui radio Sasaran : Penyuluh pertanian. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Januari . leaflet dan poster. penyuluh swadaya.

2012 75 . pelaku utama. Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan wawasan penyuluh pertanian. penyuluh swadaya. 2) Tersiarnya 24 materi tentang inovasi/informasi peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012 melalui siaran radio yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. 2) Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan penyuluh pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan penyiaran melalui radio Sasaran : Penyuluh pertanian. kontak tani dan penyuluh swakarsa dalam melaksanakan penyuluhan pertanian. kontak tani dan penyuluh swakarsa maupun swasta. petugas lainnya tentang informasi/inovasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012. Output : Tercetak dan tersebarnya majalah Ekstensia masing-masing 10.000 eksemplar sebanyak 2 edisi kepada para penyuluh pertanian. pelaku usaha.6.4. Penerbitan Majalah Ekstensia Tujuan : 1) Meningkatnya efektifitas dan kualitas pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh para penyuluh pertanian lapangan. Output : 1) Tersedianya 24 naskah materi siaran radio tentang inovasi/informasi Peningkatan usaha agribisnis perdesaan yang mendukung program percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi tahun 2012. kontak tani dan penyuluh swakarsa. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret .November 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4.5. penyuluh swadaya. THL-TB PP dan petani serta masyarakat Waktu Pelaksanaan : Maret – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman majalah Sasaran : Penyuluh pertanian.

penyuluh swadaya. Output : 1) Tersedianya bahan informasi teknis berupa buku saku dalam melakukan penyuluhan pertanian di wilayah kerjanya.Maret 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4. 2) Termotivasinya dan tumbuhnya kepercayaan diri para penyuluh dalam memfasilitasi pelaku utama Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan 2) Produksi dan Pengiriman materi Sasaran : Penyuluh pertanian. dan THL-TB PP Waktu Pelaksanaan : Januari . Penggandaan Materi Penyuluhan Provinsi dan Kab/Kota Tujuan : Memperbanyak materi penyuluhan. yang akan membantu pengembangan penyelenggaraan penyuluhan pertanian 76 . Penyusunan dan Penggandaan Materi Penguatan Kelembagaan Petani dan Usahatani Tujuan : Terfasilitasinya pengembangan kelembagaan usahatani dan penumbuhan pos penyuluhan desa oleh penyuluh dan petugas teknis lainnya sesuai dengan pedoman Output : Tersedianya pedoman pengembangan kelembagaan usahatani dan penumbuhan pos penyuluhan desa Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Waktu Pelaksanaan : Maret – Juli 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 4.4.9. 2) Memberikan motivasi dan kepercayaan diri para penyuluh dalam memberikan penyuluhan kepada pelaku utama.8.7. Pencetakan Buku Saku Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyedian bahan informasi teknis penyuluhan yang dibutuhkan oleh para penyuluh PNS dan THL-TB Penyuluh Pertanian di lapangan.

Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 4. Langganan Tabloid Pertanian Tujuan : Menyampaikan Informasi teknis pertanian penyuluhan pertanian dan kebijakan penyuluhan oleh kementerian pertanian Output : Tersampaikan Informasi teknis penyuluhan pertanian dan kebijakan penyuluhan pertanian dari kementerian pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan materi 2) Pencetakan 3) Pengiriman Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.11.Output : Tersedianya materi penyuluhan.2012 77 . yang akan membantu pengembangan penyelenggaraan penyuluhan pertanian Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan materi 2) Penggandan materi Sasaran : Penyuluh pertanian dan petugas teknis lainnya Waktu Pelaksanaan : Januari .10.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 28 Provinsi dan 319 Kab/Kota 4. Penyusunan dan Penggandaan Materi Penyuluhan bagi Poktan dan Gapoktan Tujuan : Memfasilitasi pengembangan kelembagaan poktan dan gapoktan dalam meningkatkan kapasitanya melalui penyusunan pedoman Output : Tersedianya pedoman pengembangan kelembagaan poktan dan gapoktan Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan naskah 2) Produksi dan pengiriman Sasaran : Poktan dan Gapoktan Waktu Pelaksanaan : Januari .

2) Tersedianya bahan rujukan/acuan bagi penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Provinsi Tahun 2013. 2) Mengetahui tingkat kemampuan admin dalam mengoperasikan cyber extension. Pedoman dan Kebijakan yang dihasilkan dan dikembangkan 5. Mekanisme/Metode: 78 . Mekanisme/Metode: 1) Pengawalan dan pendampingan Sasaran : Sasaran yang akan dicapai dalam pengawalan dan pendampingan kegiatan ini adalah provinsi. Norma. Waktu Pelaksanaan : Januari . 2) Menyediakan bahan rujukan/acuan bagi penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Provinsi Tahun 2013. 3) Mengetahui penggunaan alat pengolah data.12. 3) Tersedianya bahan rujukan/acuan bagi penyuluh pertanian di Pusat dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian Tahun 2013.Waktu Pelaksanaan : Januari . 2) Diketahuinya peningkatan kinerja admin cyber extension. kecamatan penerima alat pengolah data cyber extension tahun 2010. 3) Diketahuinya penggunaan alat pengolah data cyber extension. Output : 1) Diketahuinya peningkatan penggunaan cyber extension di daerah. 3) Menyediakan bahan rujukan/acuan bagi penyuluh pertanian di Pusat dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian Tahun 2013. Pengawalan dan Pendampingan Sistem Informasi Penyuluhan Tujuan : 1) Mengetahui tingkat penggunaan cyber extension di daerah.September 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.1. Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyusun Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2013 berdasarkan hasil sintesa program-program strategis dan prioritas unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian dan program/kegiatan Organisasi Petani Tingkat Nasional Tahun 2013. kabupaten/kota. Output : 1) Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian Nasional Tahun 2013 berdasarkan hasil sintesa program-program prioritas unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian dan program/kegiatan Organisasi Petani Tingkat Nasional Tahun 2013.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : 33 Satker dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 4. Standar.

penyuluh pertanian dan instansi terkait Waktu Pelaksanaan : Februari – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Bapelluh kab/kota. 2) Tersusunnya Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Satker Pelaksana Dana Dekonsentrasi lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di 33 provinsi. 4) Pedoman RKT Pusat Penyuluhan Pertanian. Penyusunan Program dan Kegiatan Pengembangan Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Menyusun program dan kegiatan penyuluhan pertanian di pusat tahun 2013 dan terciptanya keselarasan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan daerah.3. 2) Pedoman Umum Supervisi.1) Pertemuan dan pembahasan penyusunan programa Sasaran : Penyuluh pertanian pusat Waktu Pelaksanaan : Mei . 5) Pedoman pengelolaan honorarium dan BOP THL-TB Penyuluh Pertanian.2012 79 . 3) Pedoman Karya Tulis Ilmiah Penyuluh. 2) Menyusun program dan kegiatan penyuluhan pertanian di daerah/dekonsentrasi tahun 2013 dan terciptanya keselarasan penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan pusat. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pengumpulan bahan 2) Penerbitan dan pendistribusian pedoman Sasaran : Bakorluh provinsi.Juni 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.2. Output : 1) Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Penyuluhan melalui Dana Dekonsentrasi/Tugas Perbantuan. Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Memberikan acuan standar bagi para penyelenggara penyuluhan di Pusat dan Daerah dalam mengembangkan penyelenggaraan penyuluhan pertanian melaui pedoman-pedoman. 3) Menyusun kegiatan dan anggaran pusat dan daerah ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga/ RKA-KL tahun 2013 Output : 1) Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan Pusat Penyuluhan Pertanian Tahun 2012.

5.3) Tersusunnya Usulan Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Kerja Pusat Penyuluhan Pertanian Tahun 2013 dalam bentuk Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL).4. 3) Memfasilitasi pengelolaan administrasi kantor Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. RAB. Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja dan Evaluasi Penyelenggaraan Dalam Rangka Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Mensosialisasikan rencana kegiatan dan anggaran tahun 2012 dan mengevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2011 2) Menggoordinasikan dan mensinergikan rencana kegiatan dan anggaran tahun 2013 dan mengevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2012 Output : 1) Tersosialisasikannya rencana kegiatan dan anggaran tahun 2012 dan terevaluasinya penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2011 2) Terjadinya koordinasi dan sinergitas rencana kegiatan dan anggaran tahun 2013 dan terngevaluasi penyelenggaraan dana dekonsentrasi tahun 2012 Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : 33 Bakorluh/Dinas satker dana dekonsentrasi di provinsi dan kabupatan/kota Waktu Pelaksanaan : Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. 80 . 4) Memfasilitasi pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Penyusunan TOR. Administrasi Kegiatan Tujuan : 1) Memfasilitasi pengelolaan keuangan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 2) Memfasilitasi pengelolaan ketatausahaan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. dan Logical Frame work kegiatan Pusat dan Daerah melalui Dana Dekonsentrasi tahun 2013 2) Penyusunan Formula Dana Dekonsentrasi tahun 2013 dll Sasaran : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Bakorluh/Dinas satker dana dekonsentrasi di provinsi Waktu Pelaksanaan : Januari – Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.

kabupaten/kota dan kecamatan sesuai UU No. sarana produksi dan pemasaran. pemerintah daerah Waktu Pelaksanaan : Januari . serta terjadinya satu kesatuan gerak langkah dalam memberdayakan pelaku utama Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan Sasaran : Pemerintah.2012 81 .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.7. 2) Mewujudkan pertukaran ide dan informasi mengenai peluang usaha di bidang pertanian dan teknologi. 3) Mempromosikan usaha-usaha pertanian dan membangun jaringan kerjasama usaha di antara petani/organisasi petani yang memiliki kesamaan keterkaitan dan sasaran. 2) Terfasilitasinya pengelolaan ketatausahaan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Mekanisme/Metode: 1) Pelaksanaan administrasi Pusluhtan dan satker dana dekonsentrasi provinsi serta pelaksana di kab/kota Sasaran : Pusat penyuluhan pertanian dan satker dana dekonsentrasi provinsi serta pelaksana di kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari .6. kabupaten/kota dan kecamatan sesuai UU No. 4) Terfasilitasinya pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.Output : 1) Terfasilitasinya pengelolaan keuangan Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. provinsi. provinsi. 16 Tahun 2006 dan aturan pelaksanaannya sehingga terjadinya sinergitas antar kelembagaan penyuluhan Output : Terselenggaranya penyuluhan pertanian secara baik di tingkat pusat. tenaga kerja. Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyamakan persepsi tentang penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik ditingkat pusat.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 Provinsi pelaksana dana dekonsntrasi lingkup Badan PPSDMP 5. 3) Terfasilitasinya pengelolaan administrasi kantor dan kepegawaian Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 16 Tahun 2006 dan aturan pelaksanaannya. Kerjasama Pengembangan Penyuluhan Dalam dan Luar Negeri Tujuan : 1) Memperkuat semangat kerjasama pembangunan pertanian berorientasi agribisnis antara petani. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. pengusaha pertanian dan petugas dari negara-negara ASEAN.

4) Tersedianya umpan balik dari seluruh stakeholders dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian 5) Hasil pengukuran pencapaian dampak kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan indikator yang di tetapkan 82 . tenaga kerja. 5) Mengukur pencapaian dampak kegiatan penyuluhan pertanian sesuai dengan indikator yang ditetapkan. sarana produksi dan pemasaran. 2) Diketahuinya tingkat kemajuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. 2) Mengetahui tingkat kemajuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. 2) Terwujudnya pertukaran ide dan informasi mengenai peluang usaha di bidang pertanian dan teknologi.4) Mewujudkan tukar menukar pengalaman terhadap berbagai budaya dan tradisi yang ada di antara sesama anggota ASEAN. Mekanisme/Metode: 1) Penetapan dan pengiriman petugas/penyuluh pertanian ke dalam dan luar negeri Sasaran : Petugas dan Penyuluh pertanian Waktu Pelaksanaan : Maret . 5) Terwujudnya kunjungan kerjasama luar negeri dalam rangka kunjungan dinas dan atau studi banding. pengusaha pertanian dan petugas dari negara-negara ASEAN. 3) Terpromosikannya usaha-usaha pertanian dan membangun jaringan kerjasama usaha di antara petani/organisasi petani yang memiliki kesamaan keterkaitan dan sasaran. Output : 1) petani. 3) Memastikan penggunaan sumberdaya penyuluh pertanian secara efektif dan efisien. 4) Terwujudnya saling tukar menukar pengalaman terhadap berbagai budaya dan tradisi yang ada di antara sesama anggota ASEAN. 4) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tujuan : 1) Mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya penyuluhan pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. 3) Dipastikannya penggunaan sumberdaya penyuluh pertanian secara efektif dan efisien.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.8. Output : 1) Diketahuinya tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya penyuluhan pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

Penyelesaian Peraturan Presiden Tindak Lanjut UU No.16/2006 dan Peraturan-Peraturan Lainnya Tujuan : Mewujudkan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tujuan : 1) Mengetahui penggunaan dana alokasi khusus untuk kegiatan penyuluhan 2) Mengetahui pemanfaatan dana alokasi khusus yang sedang berjalan maupun telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan.Mekanisme/Metode: 1) Pembahasan Instrumen. kunjungan lapangan ke daerah 2) Penyusunan rekomendasi Sasaran : Penyelenggara penyuluhan pertanian kab/kota di Indonesia Waktu Pelaksanaan : Januari .10.9.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5.2012 83 .Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan 33 satker pelaksana dana dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP 5. 3) Memastikan kesesuaian penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK). 2) Diketahuinya pemanfaatan dana alokasi khusus yang sedang berjalan maupun telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. Output : 1) Diketahuinya penggunaan dana alokasi khusus. 3) Dipastikannya kesesuaian penggunaan Dana Alokasi K husus (DAK). kunjungan lapangan ke daerah 2) Penyusunan rekomendasi Sasaran : Pusat Penyuluhan Pertanian dan satker dana dekonsentrasi provinis serta peelaksana di kab/kota Waktu Pelaksanaan : Januari . Mekanisme/Metode: 1) Pembahasan Instrumen. perikanan dan kehutanan yang holistik dan komprehensif Mekanisme/Metode: 1) Rapat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. perikanan dan kehutanan yang holistik dan komprehensif Output : Terwujudnya sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

penyuluh pertanian swadaya. penyuluh pertanian swadaya.11.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. Pengembangan Database Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Mendapatkan data kelembagaan penyuluhan yang akurat berbasis teknologi di tingkat provinsi.12. Output : Tersedianya data ketenagaan penyuluh pertanian PNS. Penyuluh pertanian swasta.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 5. dan THL-TB Penyuluh Pertanian yang akurat dan mutakhir. Penyuluh pertanian swasta. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : penyuluh pertanian PNS. Pengembangan Database Ketenagaan Penyuluhan Pertanian Tujuan : Menyediakan data Ketenagaan penyuluh pertanian PNS. dan THL-TB Penyuluh Pertanian secara berkala bagi perencanaan program dan kegiatan penyuluhan. Penyuluh pertanian swasta. penyuluh pertanian swadaya. Waktu Pelaksanaan : Januari .2) Penerbitan Perepres dan Permentan Sasaran : Kementerian Terkait Waktu Pelaksanaan : Januari . Output : Tersedianya data kelembagaan penyuluhan pertanian yang akurat dari seluruh Indonesia Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : Kelembagaan penyuluhan pertanian di 33 Propinsi dan 497 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. dan THL-TB Penyuluh Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari . kabupaten/kota dan kecamatan agar dapat dipergunakan sebagai acuan perencanaan untuk pengembangan kegiatan pembangunan pertanian.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 84 .

Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 6.13.1. Pengembangan Database Kelembagaan Petani Tujuan : Mengetahui data dan kondisi terakhir kelembagaan petani dan usahatani baik secara fisik maupun aktivitasnya dari seluruh kabupaten dan provinsi di Indonesia Output : Tersedianya data base kelembagaan petani dan usahatani dari pelaku utama. 16/2006 yang ditetapkan oleh PERDA Waktu Pelaksanaan : Januari .2012 85 . Kendaraan Bermotor Operasional Roda 2 bagi Penyuluh Pertanian Tujuan : 1) Meningkatkan motivasi dan kinerja para penyuluh pertanian di lapangan 2) Mengoptimalkan pembinaan poktan dan gapoktan oleh penyuluh pertanian 3) Membantu penyebaran informasi penyuluhan pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha Output : 1) Tersedianya sarana operasional bagi penyuluh pertanian 2) Optimalnya pembinaan poktan dan gapoktan oleh para penyuluh pertanian 3) Tersebarnya informasi penyuluhan pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha Mekanisme/Metode: 1) Lelang 2) Pengiriman barang Sasaran : Penyuluh.5.Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 6. Mobil Unit Penyuluhan Pertanian dan Kendaraan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan 2) Pengumpulan data Sasaran : Kelembagaan petani dan usahatani Waktu Pelaksanaan : Januari . petani dan kelembagaan penyuluhan pertanian yang membentuk kelembagaan sesuai UU No.

Output: Terbentuknya/ berkembangnya asosiasi/ korporasi yang berorientasi agribisnis. Penyusunan Proposal FMA Berorientasi agribisnis Tujuan: 1) Menetapkan prioritas kegiatan yang diusulkan untuk memperoleh dana FMA. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 7. 2) Fasilitasi. Sasaran: 1) Penyuluh Pertanian yang tergabung dalam Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) Kabupaten. 8.1.7.d November 2012. Waktu Pelaksanaan: Mei s.2. pertemuan dan pembinaan penumbuhan/ pengembangan kelembagaan ekonomi petani. Penguatan Sistem Penyuluhan yang Berorientasi pada Kebutuhan Petani (FEATI) 8. Asistensi Pengembangan Kelembagaan Formal Ekonomi (Koperasi dan BUMP) Tingkat Kabupaten Tujuan: Memfasilitasi penyuluh untuk dapat membina kelompok pembelajaran FMA dalam penumbuhan/pengembangan kelembagaan ekonomi petani (korporasi dan BUMP). 2) FMA yang telah membangun jejaring usaha di tingkat kabupaten.1. 86 . Pengadaan Alat Multimedia Tujuan : Meningkatkan kualitas kinerja staf pusat penyuluhan pertanian dalam menyeselaikan kegiatankegiatannya dengan menggunakan alat multi media Output : Tersedianya perlengkapan multimedia dalam mendukung kegiatan-kegaiatn puluhtan dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia pertanian berbasis teknologi Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan barang Sasaran : Staf penyuluhan pertanian pusat Waktu Pelaksanaan : Pebruari-Maret 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian 8. Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi kelompok pembelajaran FMA yang telah membangun jejaring usaha di tingkat kabupaten. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi. 3) Fasilitasi pembuatan akte notaris bagi kelembagaan ekonomi petani yang baru terbentuk.

2) Fasilitasi Penyusunan Perencanaan FMA dan programa desa. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 8. Mekanisme/ Metode: 1) Workshop Penyusunan proposal. Output: Proposal FMA untuk memperoleh dana. Waktu Pelaksanaan: Jan s. Mekanisme/ Metode: 1) 2) Pelaksanaan Pembelajaran/ praktek usaha agribisnis. Output: 1) Terselenggaranya proses pembelajaran agribisnis bagi petani. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI.4.d November 2012. Mekanisme/ Metode: 1) Sosialisasi program/ kegiatan 2011.2012 87 . Output: Meningkatkan kapasitas manajemen dan organisasi kelompok pembelajaran FMA. 2) Peningkatan ketrampilan petani di bidang agribisnis. Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Juli 2012.2) Menyusun dan mengajukan proposal pendanaan FMA ke Satker Kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Mei s. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten.d Desember 2012. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI. Bantuan Sosial Bagi UP-FMA Tujuan: memberikan bantuan untuk peningkatan pembelajaran agribisnis bagi petani peserta FMA. Sasaran: Petani yang terlibat dalam pembelajaran FMA di desa FEATI. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. 2) Pengajuan proposal ke Satker kabupaten. Fasilitasi FMA oleh Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) Tujuan: Memfasilitasi dan mengawal proses pengembangan organisasi petani berorientasi agribisnis.3. Penyusunan dokumen hasil pembelajaran dan rencana pengembangan usaha. 8. 3) Kunjungan dan pendampingan oleh Penyuluh/anggota TPL/ TPOP dan Penyuluh Swadaya.

7. 8. 8. Perguruan tinggi dan Petani di Desa Lokasi FEATI. 2) Fasilitasi dan pembinaan. Penyelenggara/ Pelaksana: CPMU-FEATI Pusat dan DPIU-FEATI Kabupaten.d.8. Sasaran: Aparat pemerintah.5.d Agustus 2012. Apresiasi Implementasi Peningkatan Skala FMA Tujuan: Meningkatkan kemampuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator Penyuluh dalam memfasilitasi peningkatan skala Output: 1) Terjadinya kesamaan persepsi dan tindakan dalam pelaksanaan Scaling Up FMA berorientasi Agribisnis. Output: Terselesaikannya pengurusan administrasi kemitraan usaha dan dukungan permodalan. 2) Tindakan anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI. usaha FMA (scaling up) berorientasi agribisnis. Waktu Pelaksanaan: Mei s. dukungan permodalan dan pembentukan badan hukum bagi kelompok sasaran. Apresiasi Gerakan Tindakan Anti Korupsi Tujuan: 1) Menyusun materi publikasi anti korupsi. Pencetakan media anti korupsi. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Penyusunan materi anti korupsi. Waktu Pelaksanaan: Maret s. Fasilitasi bagi Organisasi Berprestasi Dalam Membangun Kemitraan Usaha Tujuan: Memfasilitasi kelompok pembelajaran FMA dalam pengurusan administrasi kemitraan usaha dan dukungan permodalan. 88 . Sasaran: Kelompok pembelajaran FMA yang berhasil dalam mengembangkan kelembagaannya dan terpilih sebagai organisasi petani yang telah ditingkatkan kualitas FMAnya (scaling up). Output: 1) Tersedianya publikasi tentang rencana aksi anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI. serta pembentukan badan hukum bagi kelompok pembelajaran FMA berprestasi. serta pengurusan aspek legal formal.6. Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi kelompok sasaran. LSM. 2) Memberikan pemahaman publik terhadap tindakan anti korupsi dalam pelaksanaan program P3TIP/FEATI. Oktober 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. 3) Penyelesaian administrasi kemitraan usaha. Deseminasi anti korupsi.

Mekanisme/ Metode: 1) Identifikasi masalah dan potensi pengembangan agribisnis kelompok pembelajaran FMA dan analisa senjang kemampuan fasilitasi penyuluh.2) Dokumen rencana kegiatan fasilitasi scaling up. Pertemuan pembekalan. Organisasi Petani (Asosiasi/ Gapoktan/ Kelompoktani/ UPFMA yang akan melaksanaan scaling up). Pameran Pertanian Tujuan: Mempromosikan kegiatan dan hasil pembelajaran petani peserta pembelajaran FMA kepada masyarakat di kabupaten Output: Adopsi hasil pembelajaran petani peserta pembelajaran FMA oleh masyarakat di kabupaten/kota Mekanisme/ Metode: pameran Sasaran: Petani/ masyarakat di desa lokasi FEATI Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output: 1) 2) 3) Dokumen perencanaan peningkatan kapasitas penyuluh di lokasi BPP. Sasaran: Penyuluh pendamping yang tergabung dalam Tim Penyuluh Lapangan(TPL). 2) Pengelola P3TIP Kabupaten. Dokumen rencana peningkatan kapasitas penyuluh di lokasi BPP. Waktu Pelaksanaan: Juni s.2012 89 . Waktu Pelaksanaan: Juni s.8. fasilitator peningkatan skala 8. Penyusunan dokumen rencana kegiatan. 3) Lokakarya evaluasi dan perumusan rencana tindak lanjut. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi. Sasaran: 1) Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Koordinator Penyuluh usaha FMA (scaling up) berorientasi agribisnis. 2) Pelaksanaan pelatihan untuk peningkatan kapasitas penyuluh.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten 8. Penerapan teknologi spesifik lokasi. Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Lokasi BPP Tujuan: Meningkatkan kemampuan TPL dalam pengembangan agribisnis dan penerapan inovasi teknologi spesifik lokalita kepada petani. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Identifikasi kelompok pembelajaran yang akan ditingkatkan skala usahanya.9.d Sept 2012.

Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Tingkat Nasional Tujuan: Merumuskan permasalahan dan langkah-langkah pemecahan masalah dalam rangka pelaksanaan P3TIP/FEATI. BBP2TP. Waktu Pelaksanaan: Januari. RAB dan draft RKAKL tahun 2012.FEATI.Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten 8. 2) Tindak lanjut rekomendasi. Konsultan dan pengelola FEATI Pusat/ CPMU. April. Output: 1) Kesamaan persepsi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Nasional. Sasaran/ peserta : Anggota tim pengarah dan tim teknis. Output: 1) Rencana kegiatan dan anggaran FEATI tahun 2012 dalam bentuk TOR. Pertemuan Konsultasi Program (SC dan Tim Teknis) Tujuan: Mengevaluasi perkembangan pelaksanaan. 2) Rekomendasi penyempurnaan pelaksanaan kegiatan FEATI. Okt. Waktu Pelaksanaan: Januari. Agustus dan September 2012. 2) Rekomendasi perbaikan pelaksanaan kegiatan FEATI. 2) Dokumen rekomendasi pemecahan masalah dan perbaikan pelaksanaan kegiatan FEATI . 68 Kab). . Mekanisme/ Metode: 1) 90 Pertemuan. 8. Mekanisme/ Metode: Pertemuan dan Rapat. dan Des 2012. 8. Sasaran: 86 Satker FEATI (18 Prov. 2) Mengevaluasi realisasi fisik dan keuangan berdasarkan komponen dan katagori kegiatan FEATI dari tahun 2007 – 2011. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat.12. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan. Perencanaan dan Evaluasi Program Tujuan: 1) Menyusun rencana kegiatan dan anggaran FEATI tahun 2012.11. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. April.10. mengkaji permasalahan serta memberi rekomendasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi FEATI. Output: 1) Termonitornya perkembangan dan permasalahan FEATI Project oleh Steering Committee dan Tim Teknis FEATI. Pusdatin. Juni.

Penyuluh dan Pendamping terbaik Pemberian Penghargaan. Monev. Penyelenggara/ Pelaksana: CPMU-FEATI Pusat. Monitoring and evaluation officer. Pemberian Penghargaan bagi UP-FMA terbaik Tingkat Nasional Tujuan: Memberikan motivasi bagi pengelola UP-FMA untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya Output: Pemberian penghargaan bagi 68 FMA terbaik Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) 4) 5) Penyiapan instrumen. BPTP dan Kabupaten. 68 Kab) 18 BPTP. pengadaan barang. Agustus dan November 2012. Dokumen rekomendasi tindak lanjut pelaksanaan dan perbaikan kegiatan tiga bulan berikutnya. Kesepakatan pelaksanaan rekomendasi. Penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Penilaian berjenjang.14. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. DPIU-FEATI Kabupaten. April. Verifikasi hasil penilaian provinsi. dan Pusdatin. Sasaran/ peserta : Pejabat Pembuat Komitmen. Waktu Pelaksanaan: Januari. monev. pengadaan barang dan teknis kegiatan untuk disampaikan ke Bank Dunia. 68 Kab). 8. Output: 1) 2) Dokumen hasil konsolidasi audit FEATI.2012 91 . Procurement Officer. 2) Meningkatkan kualitas pelaksana FEATI untuk memperbaiki kinerja pelaksana di Provinsi. PPMU-FEATI Provinsi. Teknis dari Provinsi. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pertemuan konsolidasi. dan Bendahara dari 86 Satker FEATI (18 Prov. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Teknikal Officer. 3) Laporan IFR tentang keuangan. BPTP dan Kabupaten. 3) Menyusun laporan IFR dari seluruh lokasi FEATI. 8. Penetapan UP-FMA. Waktu Pelaksanaan: Juni 2012. Pertemuan Konsolidasi Audit Tujuan: 1) Mengkonsolidasikan laporan triwulan keuangan.13. Sasaran: Pimpinan kelembagaan dari lokasi 86 Satker FEATI (18 Prov. Financial Officer.2) Perumusan rekomendasi tindak lanjut.

8. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian. Pengurus FMA. Peningkatan kemampuan dan tanggung jawab pengelola FEATI daerah dalam melaksanakan tugasnya. Pembinaan Keuangan.16. Output: Terfasilitasi tim bank dunia dalam melaksanakan supervisi ke daerah. Sasaran: 30 Kabupaten lokasi FEATI terpilih. Waktu Pelaksanaan: Juli dan Okt 2012. BPTP. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat. Waktu Pelaksanaan: Juni . Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pertemuan. Mekanisme/ Metode: 1) 2) Kunjungan lapangan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Bagian Keuangan dan Perlengkapan). dan Staf Pengelola FEATI). pengadaan barang dan jasa di daerah. 92 .d Desember 2012. teknis. Pembinaan petugas. dan CPMU-FEATI Pusat. Petugas Monev. Bendahara. Kunjungan lapangan. Lokasi FEATI. pembahasan rekomendasi.Agustus 2012. Supervisi Bank Dunia Tujuan: Mendampingi Tim Bak Dunia dalam melaksanakan supervisi ke daerah ( Provinsi.15.Sasaran: 68 Desa/UP-FMA terbaik di 68 Kab. 8. Teknis Bidang Pemberdayaan serta Pengadaan Barang dan Jasa Tujuan: 1) Mengidentifikasi permasalahan lapangan. Kabupaten dan desa lokasi FEATI). Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian. Monitoring dan Evaluasi. 2) Memberikan bimbingan dan meningkatkan kemampuan dan tanggung jawab pengelola FEATI daerah dalam melaksanakan tugasnya. Petugas Teknis FO dan PO. Sasaran: 708 orang pengelola FEATI (PPK. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa. anatara lain pengelolaan keuangan. Output: 1) 2) Teridentifikasinya permasalahan lapangan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. CPMU-FEATI Pusat dan instansi terkait.

d Agustus 2012. 4) Pelaksanaan evaluasi dampak oleh pihak ketiga. Output: 1) Dokumen evaluasi dampak pelaksanaan kegiatan FEATI di provinsi dan kabupaten. 2) Proses lelang. Workshop Keberlanjutan Program FEATI Tujuan: Merumuskan strategi keberlanjutan program FEATI Output: 1) Dokumen strategi keberlanjutan pelaksanaan program FEATI.18. 2) Dokumen rekomendasi tindak lanjut. Waktu Pelaksanaan: Juni s. 4) Penanyangan film semi dokumenter. Output: Film semi dokumenter hasil pembelajaran FMA. 5) Pembahasan hasil evaluasi dan rekomendasi. Evaluasi Dampak Program FEATI Tujuan: Mengevaluasi dampak pelaksanaan kegiatan program FEATI di provinsi dan kabupaten.19. 8. dan Bank Dunia. Sasaran: Lokasi FEATI di Provinsi dan Kabupaten. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran/ peserta : Wakil Pemerintah Indonesia. Bank Dunia dan Pemerintah Daerah. 3) pembuatan produksi film semi dokumenter. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan dokumen pelelangan. 2) Kesepakatan pelaksanaan keberlanjutan program FEATI. Sasaran: FMA yang berhasil/terbaik. 3) Penetapan pemenang. Bappenas.2012 93 .17.8. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan Pembahasan. 2) Penetapan lokasi.d Desember 2012. 8. Waktu Pelaksanaan: Juni s. Penyelenggara/ Pelaksana: Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Kementerian Keuangan. Penyusunan dan Perbanyakan Dokumen Keberhasilan FEATI Tujuan: Mendokumentasikan dan menyebarluaskan keberhasilan petani dalam mengelola usahatani setelah mengikuti proses pembelajaran FMA. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan naskah. Penanggung jawab : Pusat Penyuluhan Pertanian dan FEATI Pusat.

d Nopember 2012. 94 . Sasaran: CPMU-FEATI Pusat dan DMIU-FEATI Kabupaten. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten.d Desember 2012.d Desember 2012. Sasaran: Pelaksanaan FEATI Provinsi dan Kabupaten.20. Output: Tersediannya 10 orang konsultan FEATI pusat dan 68 konsultan FEATI daerah.22. Pembinaan Pengelolaan Keuangan UP-FMA Tujuan: Membina pengelolaan keuangan dana FMA. 8.d Desember 2012. Review akhir Pelaksanaan Program Tujuan: Mereview kegiatan yang telah dilaksanakan di provinsi dan kabupaten sesuai dengan PAD.Waktu Pelaksanaan: Maret s. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Pelaporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan Tujuan: Memfasilitasi kelancaran pelaksanaan administrasi dan pelaporan FEATI secara tertib dan akurat. 2) Penyusunan laporan. 8. Pelaksana : Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat.21. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan instrumen. Pengadaan Konsultan Tujuan: Menyediakan tenaga pendamping pelaksanaan FEATI di Pusat dan Daerah. 3) Kunjungan lapangan. Penanggung jawab : PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten. Sasaran: Pengelola administrasi dan pelaporan FEATI. Waktu Pelaksanaan: Agustus s.23. 8. Mekanisme/ Metode: 1) Pelaksanaan administrasi dan penataan arsip. Output: Dokumen administrasi dan pelaporan. 8. Mekanisme/ Metode: Pelaksanaan 9 kontrak lanjutan/Andendum dan 2 kontrak baru. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Output: Pencapaian Indikator sesuai AD. 2) Pertemuan. 4) Penyusunan dokumen pencapaian indikator. Penyelenggara/ Pelaksana: Pusat Penyuluhan Pertanian dan CPMU-FEATI Pusat.

Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten.Output: Pengelolaan keuangan dilaksanakan dengan tertib dan akuntabel. Pembinaan Monitoring dan Evaluasi UP-FMA Tujuan: Membina pengurus UP FMA dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan FMA. Penyelenggara/ Pelaksana: PPMU-FEATI Provinsi dan DPIU-FEATI Kabupaten. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Mekanisme/ Metode: Kunjungan dan Bimbingan. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan. Waktu Pelaksanaan: Januari s.2012 95 .d Desember 2012.d Desember 2012. Mekanisme/ Metode: Kunjungan dan Bimbingan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten.25. Mekanisme/ Metode: Pertemuan. Sasaran: Bendahara dan Pengurus UP FMA. Penanggung jawab: DPIU-FEATI Kabupaten. 8. Sasaran: Pengelola keuangan dan pengadaan barang dan jasa di lokasi FEATI. Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012. Penyusunan Laporan SAI Tujuan: Memfasilatasi pembuatan laporan semesteran keuangan dan pengadaan barang dan jasa. Output: Laporan SAI. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penilaian Proposal FMA oleh Tim Verifikasi Kabupaten Tujuan: Menilai kesesuaian proposal FMA yang diajukan oleh UP-FMA. Sasaran: Pengurus UP FMA.d Juli 2012. 8.24. Output: Laporan monitoring dan evaluasi kegiatan FMA. Output: Proposal yang siap untuk menerima dana hibah FMA. 8.26. 2) Kunjungan dan Bimbingan. Sasaran: UP-FMA.

Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan koordinasi. Waktu Pelaksanaan: Maret dan November 2012. 8. Output: Dokumen evaluasi pelaksanaan FMA. 2) Penyusunan rencana tindak lanjut. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten.8.28. Sasaran: pengurus FMA. 96 . 2) Penyusunan dokumen evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut. Pertemuan Pengurus UP-FMA. Penyuluh dan Koordinator BPP. Penyelenggara/ Pelaksana: DPIU-FEATI Kabupaten. Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan koordinasi.27. Sasaran: TPL dan Koordinator BPP di kabupaten lokasi FEATI. Pertemuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP Tujuan: Merumuskan upaya peningkatan kualitas pendampingan dan pembinaan dalam pembelajaran FMA berorientasi agribisnis. Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan FMA. Output: Dokumen rencana pengembangan kegiatan FMA. Waktu Pelaksanaan: Juni dan Desember 2012.

Diklat Prajabatan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan. kurikulum dan metode Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan Tingkat IV mengacu pada Pedoman Diklat Prajabatan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi Pembina Diklat Aparatur Sasaran Pegawai Negeri Sipil yang akan atau telah menduduki Jabatan Struktural Eselon III dan Eselon IV Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran: Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil pengangkatan pada tahun 2011.2. PEMANTAPAN SISTEM PELATIHAN PERTANIAN Diklat Pertanian bagi Aparatur Diklat Aparatur untuk meningkatkan kompetensi kerja dalam upaya pengembangan karir PNS dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2000 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 49/Permentan/OT. Diklat Dalam Jabatan 1.1.2012 97 . bidang tugas. 390 orang golongan I dan II. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Output: 960 orang golongan III. Waktu Pelaksanaan Diklat Prajabatan golongan III dilaksanakan selama 24 hari sedangkan pelatihan prajabataban golongan I dan II dilaksanakan selama 19 hari. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Prajabatan adalah Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) – Ciawi Bogor. Diklat Kepemimpinan Tujuan Untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural Output: 60 orang pejabat struktural eselon III dan 60 orang pejabat eselon IV Mekanisme/ Metode Mekanisme.2.VI. kurikulum dan metode Pelatihan Prajabatan mengacu pada Pedoman Diklat Prajabatan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi Pembina Pelatihan Aparatur. dan budaya organisasinya. 1.140/9/2011 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aparatur dan Non Aparatur sebagai berikut: 1. kepribadian dan etika PNS.1. 1. pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.

ketrampilan.2.2. Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung.Waktu Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan tingkat III 44 hari dan Pelatihan Kepemimpinan tingkat IV 36 hari Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Kepemimpinan adalah Lembaga Diklat Pemerintah yang terakreditasi yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kempimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi-Bogor 1.160/6/2009 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 sebagai berikut: 1. Balai 98 . dan sikap sebagai Penyuluh Pertanian.2. Kurikulum dan metode diklat fungsional bagi pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 5/PER/KP. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Diklat Fungsional bagi Penyuluh Tujuan 1) Membangun landasan bagi penyelenggara untuk melaksanakan diklat fungsional Penyuluh Pertanian. BBPP Kupang. Meningkatkan pengetahuan. organisasi.1. BBPP Binuang. BBPP Ketindan. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. tata kerja dan tata hubungan kerja Penyuluh Pertanian. 3) 4) 5) Meningkatkan kompetensi dalam pelaksanaan pekerjaan bagi Penyuluh Pertanian.430/J/1/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) 2) 3) PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Penyuluh Pertanian PNS dari jabatan lain yang akan menduduki jabatan fungsional Penyuluh Pertanian Berpendidikan SLTA dan Diploma III untuk pejabat Fungsional PP Terampil. Output: 1710 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme.2. BBPP Batangkaluku. Meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian. Sarjana (S1)/ Diploma IV untuk PP Ahli di Bidang Pertanian Waktu Pelaksanaan 1) 2) 3) Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Terampil 120 jam berlatih Diklat Dasar Penyuluh Pertanian Ahli 150 jam berlatih Diklat Alih Kelompok Penyuluh Pertanian 120 jam berlatih Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Diklat Fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Diklat Fungsional RIHP untuk meningkatkan kompetensi kerja dalam upaya pengembangan karir pejabat fungsional RIHP dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33/Permentan/OT. 2) Menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi.

2. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara pelatihan Fungsional POPT yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.2. Waktu Pelaksanaan 1) 2) 3) Diklat Dasar Fungsional POPT Terampil dilaksanakan selama 150 jam diklat (@ 45 menit). Sasaran 1) Sasaran Diklat Dasar adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan atau telah diangkat menjadi Pejabat Fungsional POPT yang memiliki kualifikasi pendidikan minimal SLTA-IPA atau SMK dibidang pertanian untuk POPT Terampil sedangkan minimal Sarjana/Diploma IV di bidang pertanian Jurusan/Program Studi Ilmu Hama Penyakit atau Proteksi Tumbuhan atau Perlindungan Tanaman/Biologi Tumbuhan untuk POPT Ahli.2012 99 .3. organisasi. keterampilan dan sikap bagi bagi pejabat fungsional POPT. Diklat Alih Kelompok bagi POPT dilaksanakan selama 150 jam diklat (@ 45 menit). Diklat bagi Pengawas Benih Tanaman (PBT) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Pejabat Fungsional PBT.430/J/7/09 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. 3) 4) Meningkatkan pengetahuan. tata kerja dan tata hubungan kerja bagi pejabat fungsional POPT. Output: 270 orang Fungsional PBT Mekanisme/ Metode Mekanisme. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. 1. 3) Memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komperhensip bagi PBT. Diklat Dasar Fungsional POPT Ahli dilaksanakan selama 200 jam diklat (@ 45 menit). Diklat bagi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tujuan 1) Memberikan landasan pemahaman kepada calon dan atau pemangku jabatan fungsional POPT Terampil dan Ahli. BBPP Binuang. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.2. BBPP Ketindan. organisasi. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional POTP Terampil ke POPT Ahli. BBPP Batangkaluku.430/J/5/10 yang akan disempunakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012.1. Meningkatkan kompetensi POPT Terampil sehingga mampu melaksanakan tugas sebagai POPT Ahli. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. Output: 488 orang Fungsional POPT Mekanisme/ Metode Mekanisme. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional POPT mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 66/Per/KP. tata kerja dan tata hubungan kerja Pejabat Fungsional PBT. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional PBT mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 43/Per/KP.2.2.

3) Diklat Alih Kelompok bagi Pengawas Bibit Ternak dilaksanakan selama 120 jam diklat (@ 45 menit). Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara pelatihan Fungsional PBT yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional PBT Terampil ke PBT Ahli.430/J/1/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Wasbitnak memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional Wasbitnak Terampil dilaksanakan selama 120 jam diklat (@ 45 menit). memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Pertanian dan Diploma III bidang Pertanian untuk PBT Terampil. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional Wasbitnak Terampil ke Wasbitnak Ahli. BBPP Batangkaluku.2.Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional PBT.2. 1.4. 3) Meningkatkan pengetahuan. dan Diploma III bidang Peternakan untuk Wasbitnak Terampil. organisasi tata kerja dan tata hubungan kerja Pengawas Bibit Ternak. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk Wasbitnak Ahli. 3) Diklat Alih Kelompok bagi Pengawas Benih Tanaman dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang pertanian untuk PBT Ahli. keterampilan dan sikap sebagai Wasbitnak . 2) Meningkatkan kompetensi kerja pelaksanaan tugas dan fungsi. Output: 180 orang Fungsional Wasbitnak Mekanisme/ Metode Mekanisme. 2) Diklat Dasar Fungsional Pengawas Benih Tanaman Ahli dilaksanakan selama 168 jam Diklat (@ 45 menit). Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional Pengawas Benih Tanaman Terampil dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). 100 . BBPP Binuang. 2) Diklat Dasar Fungsional Wasbitnak Ahli dilaksanakan selama 168 jam diklat (@ 45 menit). kurikulum dan metode diklat Fungsional Wasbitnak mengacu pada Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 40/Per/KP. Diklat bagi Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Wasbitnak. BBPP Ketindan.

tata kerja dan tata hubungan kerja Tenaga Paramedik Veteriner 3) Meningkatkan pengetahuan. dan sikap sebagai Tenaga Paramedik Veteriner.6. keterampilan. BBPP Kupang dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara 1. organisasi. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. 1. keterampilan dan sikap pejabat fungsional Medik Veteriner Output: 30 orang Fungsional Medik Veteriner Mekanisme/ Metode Mekanisme. organisasi.2.2.100/J/5/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Medik Veteriner memiliki kualifikasi pendidikan minimal Dokter Hewan Waktu Pelaksanaan Diklat Dasar Fungsional Medik Veteriner dilaksanakan selama 100 jam pelatihan @ 45 menit) Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara diklat Fungsional Medik Veteriner adalah lembaga diklat pemerintah yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara.2.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional Wasbitnak yaitu Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Output: 60 orang Fungsional Paramedik Veteriner Mekanisme/ Metode Mekanisme. kurikulum dan metode Pelatihan Fungsional Medik Veteriner mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 52/Per/SM. tata kerja dan tata hubungan kerja Medik Veteriner. Diklat bagi Medik Veteriner Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Medik Veteriner. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Diklat bagi Paramedik Veteriner Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Tenaga Paramedik Veteriner.100/J/5/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Paramedik Veteriner memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan atau Kesehatan Hewan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Meningkatkan pengetahuan.2.5. kurikulum dan metode diklat Fungsional Paramedik Medik Veteriner mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 51/Per/SM.2012 101 .

2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.2. dan sikap sebagai Pengawas Mutu Pakan. dan tata hubungan kerja Pengawas Mutu Pakan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dan BBPP Kupang. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional Wastukan Terampil ke Wastukan Ahli. keterampilan. organisasi. Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Pengawas Mutu Pakan Terampil dilaksanakan selama 120 jam pelatihan (@45 menit) 2) Diklat Dasar Pengawas Mutu Pakan Ahli dilaksanakan selama 150 jam pelatihan (@45 menit) 3) Diklat Alih Kelompok Pengawas Mutu Pakan dilaksanakan selama 130 jam pelatihan (@45 menit) Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional Wastukan adalah Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara.8. tata kerja dan tata hubungan kerja pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian.7. 430/J/4/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012 Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional Wastukan memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan dan Diploma III bidang Peternakan untuk Wastukan Terampil. 1. 1.2. Pelatihan bagi Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) Tujuan 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Pengawas Mutu Pakan. kurikulum dan metode diklat Fungsional Pengawas Mutu Pakan mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor : 39/Per/KP. Pelatihan bagi Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Tujuan 1) Membangun landasan untuk Pertanian. 2) Meningkatkan kompetensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. tata kerja. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk Wastukan Ahli.2.2. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara diklat Fungsional Paramedik Veteriner yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara dan Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang. 102 pelaksanaan tugas Fungsional Pengawas Mutu Hasil . Output: 195 orang Fungsional Wastukan Mekanisme/ Metode Mekanisme. organisasi. 3) Meningkan pengetahuan.Waktu Pelaksanaan Diklat Dasar Fungsional Paramedik Veteriner dilaksanakan selama 120 jam pelatihan (@ 45 menit).

sikap dan keterampilan teknis agribisnis padi dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian di wilayah pengembangan produksi padi khususnya di wilayah Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Fungsional PMHP yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan BBPP Ketindan. Sasaran: Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi padi.220 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. 1. khususnya di wilayah P2BN. 2) Sasaran Diklat Alih Kelompok adalah Pejabat Fungsional PMHP Terampil ke PMHP Ahli.430/J/1/11. Diklat Teknis Agribisnis Padi Tujuan Meningkatkan pengetahuan. 2) Diklat Dasar Fungsional PMHP Ahli dilaksanakan selama 168 jam Diklat (@ 45 menit). Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP.2012 103 . Output: 62 orang Fungsional PMHP.3.3) Meningkatkan pengetahuan.2. 1. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. sedangkan kualifikasi pendidikan minimal Sarjana/Diploma IV bidang Peternakan untuk PMHP Ahli. 3) Diklat Alih Kelompok bagi PMHP dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit). Diklat Teknis pertanian dilaksanakan untuk memenuhi standar kompetensi kerja aparatur melalui prinsip pelatihan berbasis kompetensi kerja (Competency Based Training).3. kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Padi mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Diklat Teknis Pertanian Berdasarkan Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000. kurikulum dan metode diklat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 134/PER/KP.1. keterampilan dan sikap sebagai Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian. 430/J/11/10 yang akan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012.2. Output: 1. Sasaran 1) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dan atau telah menduduki jabatan fungsional PMHP memiliki kualifikasi pendidikan minimal SPP/SMK Peternakan dan Diploma III bidang Peternakan untuk PMHP Terampil. diklat teknis diperuntukan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas bagi PNS (aparatur). Waktu Pelaksanaan 1) Diklat Dasar Fungsional PMHP Terampil dilaksanakan selama 120 jam Diklat (@ 45 menit).

BPP Lampung dan UPTD Pelatihan Pertanian Propinsi. Output: 540 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme.3.3. Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Binuang. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Jagung yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. 1. BBPP Batangkaluku. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP.3. Diklat Teknis Agribisnis Kedele Tujuan Meningkatkan pengetahuan. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Jagung dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Jagung. kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Kedele mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi.430/J/1/11. 1. Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Empat Sukses Kementerian Pertanian Nomor 10/Per/KP. Sasaran Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Jagung. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi. BBPP Batangkaluku. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Kedele dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh pertanian di wilayah pengembangan produksi Kedele Output: 450 orang Fungsional Penyuluh Pertanian Mekanisme/ Metode Mekanisme. BBPP Ketindan.Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Diklat Teknis Agribisnis Jagung Tujuan Meningkatkan pengetahuan.2. Waktu Pelaksanaan Diklat dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.430/J/1/11. BBPP Ketindan. Sasaran: Penyuluh Pertanian di wilayah pengembangan produksi Kedele.2. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Padi yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Binuang. 104 .2. kurikulum dan metode Diklat Teknis Agribisnis Jagung mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi.

Output: 565 orang Fungsional Penyuluh Peternakan.430/J/3/11. Pelatihan Teknis Agribisnis Peternakan Agribisnis Sapi Potong Tujuan Meningkatkan pengetahuan. BBPP Batangkaluku. sikap dan keterampilan teknis agribisnis Peternakan Sapi Potong dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh peternakan di wilayah pengembangan agribisnis Sapi Potong.4. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. BBPP Binuang. 1. BBPP Kupang dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Propinsi.3.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Kedele yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.430/J/2/11 Sasaran Penyuluh Peternakan dan Petugas di wilayah pengembangan agribisnis Peternakan Sapi Potong. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. BPP Lampung dan UPTD Diklat Pertanian Provinsi. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Sapi Potong yaitu Balai Besar Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Tebu Nomor : 53/Per/KP. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Mekanisme/ Metode Mekanisme.2.2012 105 . Jambi (BPP). BBPP Ketindan. Balai Pelatihan Pertanian 1. Diklat Teknis Agribisnis Tebu Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Output: 150 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Perkebunan/Pertanian. Waktu Pelaksanaan: Diklat Teknis Agribisnis Tebu dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.3. Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Sapi Potong dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Perkebunan/Pertanian.5. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas perkebunan di wilayah pengembangan produksi Tebu. kurikulum dan metode Pelatihan Teknis Agribisnis Peternakan Sapi Potong Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Agribisnis Sapi Potong Nomor 11/Per/KP.2.

dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. BBPP Batangkaluku. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura Nomor : 101/Per/KP.2. Output: 1. Output: 750 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Perkebunan/Pertanian. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Perkebunan/Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.350 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Hortikultura/Pertanian. BPP Lampung dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 106 .430/J/5/11. BBPP Batangkaluku.2. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan (Kakao/Karet/Kelapa Sawit) Nomor : 68/Per/KP. Mekanisme/ Metode Mekanisme.Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Tebu yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Lembang. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas perkebunan di wilayah pengembangan produksi perkebunan. Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas hortikultura di wilayah pengembangan produksi hortikultura. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Hortikultura/Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. BBPP Binuang. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Perkebunan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang. Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. BPP Lampung dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 1.3. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. 1.3. Mekanisme/ Metode Mekanisme.430/J/4/11.6. BBPP Ketindan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Hortikultura yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang.7. BBPP Batangkaluku.

Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Peternakan yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Diklat Teknis Agribisnis Peternakan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 107 .2. kurikulum dan metode Pelatihan Diversifikasi Pangan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Diversifikasi Pangan Nomor : 27/Per/KP. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Diversifikasi Pangan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.430/J/4/11. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Deversifikasi Pangan yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Peternakan Nomor : 67/Per/KP.740 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Peternakan. BBPP Binuang. Pelatihan Diversifikasi Pangan Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Output: 1. BBPP Ketindan. BBPP Kupang. BBPP Kupang dan beberapa UPTD Diklat Pertanian Provinsi 1.3.8. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.2.9. Mekanisme/ Metode Mekanisme.430/2/1/11. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas peternakan di wilayah pengembangan produksi peternakan.1. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya diversifikasi pangan yang mempunyai tujuan utama adalah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi pangan beras. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Sasaran: Penyuluh Peternakan/Petugas Peternakan Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Agribisnis Peternakan dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.3. Output: 330 Orang Fungsional Penyuluh /Petugas Pertanian. BBPP Batangkaluku.

BBPP Batangkaluku. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.2. BBPP Binuang. BBPP Ketindan. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian dalam upaya menyiapkan penyuluh pertanian menjadi profesional untuk meningkatkan kompetensi kerjanya.1. Mekanisme/ Metode Mekanisme. BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi 1.460/J/06/11.3. Output: 210 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh /Petugas Pertanian.400 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian. Diklat Sertifikasi Penyuluh Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.460/J/05/11. BBPP Ketindan. Output: 1. BBPP Binuang. Diklat Teknis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing Pertanian Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. BBPP Batangkaluku. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Teknis Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Nomor : 65/Per/KP. sikap dan keterampilan penyuluh pertanian/petugas dalam upaya meningkatkan kompetensi kerja penyuluh/petugas dalam membantu petani/peternak/pekebun untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian. BBPP Kupang. BBPP Kupang.11. BPP Lampung 108 . Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Sasaran: Penyuluh Pertanian Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu.10. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Diklat Mendukung Nilai Tambah dan Daya Saing Nomor : 117/Per/KP.2.3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.

Output: 540 Orang Pejabat Fungsional Penyuluh/petugas Pertanian. Sasaran: Penyuluh/Petugas Pertanian Pertanian Waktu Pelaksanaan Diklat Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Ketindan. kurikulum dan metode diklat akan ditentukan kemudian sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. Diklat Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. hortikultura dan perkebunan. BBPP Batangkaluku. BBPP Ketindan. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi.3. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. sikap dan keterampilan penyuluh/petugas pertanian dalam upaya menyiapkan penyuluh/petugas pertanian dengan meningkatkan kompetensi kerjanya untuk membantu petani/ peternak/pekebun dalam menghadapi perubahan iklim. BBPP Kupang.12. kurikulum dan metode diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Teknis Antisipasi Adaptasi dan Mitigasi Prubahan Ikim Nomor : 12/Per/KP.430/J/1/11. Diklat Perbenihan Tanaman Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.13. BPP Lampung 1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Perbenihan Tanaman yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. dan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3.2.2. Sasaran: Petugas Perbenihan Tanaman Waktu Pelaksanaan Diklat Perbenihan Tanaman dilaksanakan selama 56 jam pelatihan (@ 45 menit) dan setara dengan satu minggu. Mekanisme/ Metode Mekanisme.2012 109 . BBPP Batangkaluku. Output: 240 Orang Petugas Perbenihan Tanaman.1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. sikap dan keterampilan petugas perbenihan tanaman dalam upaya meningkatkan kompetensi kerjanya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas benih tanaman di wilayah pengembangan produksi tanaman pangan. BBPP Binuang.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.1. Diklat Teknis Lainnya Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan. kurikulum dan metode pelatihan teknis lainnya mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya.2. Sasaran: Penyuluh Pertanian/Petugas Pertanian Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. sikap dan keterampilan pejabat fungsional/petugas dalam memenuhi kompetensi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan jabatan atau pekerjaanya.14.3. Diklat Bagi Widyaiswara Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan.15.2. 110 . Output: 360 orang pejabat fungsional/petugas pertanian. BBPP Ketindan. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat Teknis Agribisnis Lainnya yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. BBPP Binuang. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Output: 510 orang pejabat fungsional widyaiswara/calon widyaiswara. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. kurikulum dan metode pelatihan teknis lainnya mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Diklat bagi akan ditentukan kemudian sesuai dengan jenis diklatnya. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Batangkaluku. 1. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Sasaran: Pejabat Fungsional Widyaiswara/Calon Widyaiswara Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan sesuai dengan jenis diklatnya. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. BBPP Kupang. sikap dan keterampilan pejabat fungsional widyaiswara atau Calon Widyaiswara dalam memenuhi kompetensi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan spesialisanya.3.

diversifikasi pangan. Pelatihan Teknis Pertanian Tujuan Meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis sesuai kebutuhan pelaku utama/pelaku usaha dalam kemajuan ilmu dan teknologi di bidang tanaman pangan. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan pelatihan manajemen/kepemimpinan yang disusun berdasarkan perkembangan ilmu manajemen dan kepemimpinan di bidang pertanian/ agribisnis Sasaran: Pengurus Gapoktan. Output: 4. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Teknis Agribisnis Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan pelatihan teknis yang disusun berdasarkan perkembangan teknologi di bidang pertanian/agribisnis Sasaran: Pengurus Gapoktan. Penyelenggara/ Pelaksana Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output: 980 Orang Petani/Masyarakat.1. hortikultura.2012 111 .140/9/2011 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aparatur dan Non Aparatur. perkebunan. Mekanisme/ Metode Mekanisme. Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan Tujuan Meningkatkan kompetensi administrasi dan manajemen yang memuat aspek manajemen dan kepemimpinan. BBPP Batangkaluku. 2. BBPP Kupang. Petani Waktu Pelaksanaan Pelatihan teknis pertanian bagi non aparatur dilaksanakan minimal 35 jam berlatih @ 45 menit. Pengelola P4S. BBPP Ketindan. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. Pengelola P4S. dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. Waktu Pelaksanaan Pelatihan manajemen/administrasi dilaksanakan minimal 35 jam berlatih @ 45 menit.880 Orang Petani/ Masyarakat Mekanisme/ Metode Mekanisme. peternakan. Petani. Diklat Pertanian bagi Non Aparatur Diklat Pertanian bagi Non Aparatur Pertanian dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 49/Permentan/OT. serta kemampuan mengelola administrasi lembaga maupun kelompok sesuai kebutuhan usaha agribisnis. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. dan pelatihan mendukung nilai tambah. BBPP Binuang.2. Pelatihan Non Aparatur Pertanian dimaksudkan untuk pengembangan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian yang bergerak di bidang agribisnis pertanian terdiri atas empat jenis pelatihan: 2.2.

diskusi. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Mekanisme/ Metode ATC diselenggarakan dengan prinsip menarik. Pengelola P4S. 2. Output: 715 orang petani/Masyarakat. Kaum muda anggota masyarakat lainnya. dan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian. Petani Muda Waktu Pelaksanaan Pelatihan kewirausahaan bagi non aparatur dilaksanakan selama 56 jam berlatih @ 45 menit. BBPP Batangkaluku. BBPP Ketindan. menantang. luwes dan pengalaman nyata dan dilaksanakan dengan metode secara fleksibel (demontrasi. quiz. praktek. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. BBPP Batangkaluku. 2) Mengembangkan usaha agribisnis dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing. proyek. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. menyenangkan. menggembirakan. Mekanisme/ Metode Mekanisme. kurikulum dan metode pelatihan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan kewirausahaan agribisnis yang disusun berdasarkan perkembangan teknologi di bidang pertanian/agribisnis.Penyelenggara Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (PPMKP) Ciawi. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara Pelatihan Kewirausahaan bagi Non Aparatur yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (PPMKP) Ciawi. dan SLTA Sederajat). SLTP. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Output: 630 org pelajar/anggota organisasi kepemudaan. Pelatihan Agri Training Camp (ATC) Tujuan Meningkatkan minat. BBPP Binuang. latihan siap. dll) Sasaran 1) 2) 3) Pelajar (SD. BBPP Kupang. BBPP Ketindan. partisipatif. pengetahuan. mental imagery. serta menumbuhkan apresiasi masyarakat umum terhadap pembangunan pertanian.3. perlombaan. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung. BBPP Binuang. Waktu Pelaksanaan 112 . Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Pelatihan Kewirausahaan Tujuan 1) Mengembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan agribisnis. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan BPP Lampung dan beberapa UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. 2. Anggota Organisasi Kepemudaan.4. Sasaran: Pengurus Gapoktan.

Pengembangan Sarana dan Prasarana Diklat Tujuan 1) Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pelatihan yang dapat memenuhi kebutuhan dalam waktu lama.1. Sasaran: 10 UPT Pelatihan Waktu Pelaksanaan: Akreditasi Program Pelatihan dilaksanakan pada bulan Januari – Desember 2012. sehingga dapat meningkatkan kinerja UPT Pusat Pelatihan dalam penyelenggaraan pelatihan. Akreditasi Program Pelatihan Tujuan 1) Untuk mengetahui tingkat kelayakan Lembaga Pelatihan dalam menyelenggarakan program pelatihan pada UPT Pelatihan.2. BBPP Binuang.1.1.1. Penyelenggara/ Pelaksana Penyelenggara ATC yaitu Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. sehingga dapat meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar mutu penyelenggaraan Pelatihan. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. BBPP Binuang.Dilaksanakan pada saat liburan sekolah berkolaborasi dengan Diknas setempat selama minimal 35 jam berlatih. BBPP Kupang. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara (BBPKH). 3.2012 113 . Output Terakreditasi dan tersertifikasinya 10 paket program pelatihan yang diajukan oleh masingmasing UPT.Penataan dan Akreditasi UPT Pelatihan Pusat dan Daerah 3. yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan (BPP) Lampung. Penguatan Kelembagaan Pelatihan Pertanian 3. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Ketindan. BBPP Batangkaluku. BPP Lampung. 2) Untuk mendapat pengakuan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. BBPP Batangkaluku. Mekanisme/ Metode Mekanisme/Metoda pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi mengacu pada Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 194/XIII/10/6/2001 tanggal 22 Maret 2001 tentang Pedoman Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga Diklat Pegawai Negeri Sipil. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Penyelenggara/ Pelaksana UPT Pelatihan. 3.

Waktu Pelaksanaan: Pengembangan Sarana dan Prasarana pelatihan dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012. BBPP Ketindan. 2) Memberikan motivasi terhadap P4S agar terus mengembangkan manajemen dan kelembagaannya. Output: 10 paket pengembangan sarana dan prasarana pelatihan Mekanisme/ Metoda Mekanisme pelaksanaan pengembangan sarana dan prasara diklat mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Prasarana dan Sarana Pelatihan. BBPP Batangkaluku. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. 3) Mengevaluasi pengelolaan P4S. Sasaran: 10 UPT Pelatihan Pusat. BBPP Ketindan. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Swadaya (P4S) Tujuan 1) Mengetahui tingkat kemajuan P4S. Output: 170 lembaga P4S yang diklasifikasi. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. BPP Lampung.410/1/ 2010 tanggal 20 Januari 2010 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Swadaya: 2) Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan P4S. Sasaran: Lembaga P4S yang yang belum terklasifikasi. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Penyelenggara/ Pelaksana UPT Pelatihan yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. BBPP Kupang. BBPP Batangkaluku. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.2) Untuk menunjang tugas dan fungsi yang berbeda-beda dari UPT Pelatihan.1. 3. Mekanisme/ Metoda: Mekanisme pelaksanaan Klasifikasi Kelembagaan P4S mengacu pada: 1) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/PP.3. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Binuang. Waktu Pelaksanaan: Penataan dan Klasifikasi Kelembagaan P4S dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Besar Pelatihan 114 . 4) Memberi penghargaan kepada P4S yang berprestasi. BBPP Binuang.

2. sehingga dapat meningkatkan kualitas pelatihan dan kapasitas lembaga pelatihan. Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kediklatan Tujuan Untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja tenaga Kediklatan. 6) Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian tentang Spesialisasi Widyaiswara Pertanian. 2) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PERMENPAN) Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya.1.1.1. serta UPT Daerah. 4) Peraturan Kepala LAN Nomor 5 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Widyaiswara. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara Untuk meningkatkan kompetensi kerja Widyaiswara.1. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. Sasaran: Pejabat struktural dan pejabat fungsional umum Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Peraturan Bersama Kepala LAN dan kepala BKN Nomor 1 dan Nomor 2 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. Peningkatan Kediklatan Tujuan 4.2012 115 . Output: 1. BBPP Kupang. Output: 510 orang Widyaiswara pertanian Mekanisme/Metoda Dalam meningkatkan profesionalisme Widyaiswara mengacu pada: 1) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. BBPP Lembang. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.115 orang pejabat struktural dan fungsional umum Pusat Pelatihan Pertanian dan UPT Pelatihan Pusat Mekanisme/Metoda Peningkatan Profesionalisme tenaga kediklatan mengacu pada tugas dan fungsi masing-masing instansi. BBPP Bangkaluku. BPP Lampung. Sasaran: Widyaiswara di UPT Pelatihan Pusat dan UPT Daerah Waktu Pelaksanaan: Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. 4. BBPP Binuang.4. 5) Peraturan Kepala LAN Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Sertifikasi Widyaiswara. Peningkatan Ketenagaan Pelatihan Pertanian Profesionalisme Widyaiswara dan Tenaga 4.

dan BPP Lampung. Sasaran: Pusat Pelatihan Pertanian dan UPT Pelatihan Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Pertanian. 3) Untuk meningkatkan efisiensi. 2) Untuk mempermudah dalam mengoperasionalkan kegiatan yang sedang berjalan. efektifitas. Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian (Program READ) Pertemuan Awal Tujuan: Menginformasikan Program READ dan mekanisme pelaksanaan kegiatan di desa.1. Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. dan Kebijakan Tujuan 1) Untuk meningkatkan kualitas kegiatan sesuai dengan tupoksi dari masing – masing penanggung jawab kegiatan. BBPP Lembang. BPP Lampung dan UPTD Pelatihan Pertanian Provinsi. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Standar.Waktu Pelaksanaan: Peningkatan profesionalisme tenaga kediklatan dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana Pusat Pelatihan Pertanian. BBPP Kupang. 5. Output: 255 Dokumen yang dihasilkan dan dikembangkan Mekanisme/Metoda Mekanisme pelaksanaan mengacu pada Peraturan dan Perundang-Undangan yang berlaku sesuai dengan kebutuhan pada tahun 2012. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. BBPP Binuang. dan akuntabilitas dalam melaksanakan kegiatan. 6. Output: Pemahaman masyarakat tentang program READ Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: District Management Unit (DMU) di 5 Kabupaten 116 . BBPP Ketindan. Pedoman. BBPP Batangkaluku. Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi. 6. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. UPT Pelatihan Pusat yaitu: Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. BBPP Kupang. Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Norma. BBPP Binuang. BBPP Bangkaluku.

Akses produksi pertanian dan hidup sehat. keterampilan dan wawasan Ketua UPDD/Ketua Kelompok READ. Studi Banding bagi Ketua Unit Pengelola Dana Desa (UPDD)/Ketua Kelompok READ Tujuan: Meningkatkan motivasi dan pengalaman dalam menyusun perencanaan pembangunan perdesaan. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Output: Data dan informasi mengenai perencanaan pembangunan desa Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Output: Peningkatan pengetahuan. Pertemuan Tahunan Tujuan: Menyusun rencana pembangunan desa yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.4. perbaikan pengelolaan SDA serta infrastruktur untuk akses ke pasar.6. Output: Dokumen usulan perencanaan SDA serta infrastruktur untuk akses ke pasar.3. Survey Desa / Participatory Rural Appraisal (PRA) Tujuan: Mengidentifikasi permasalahan dan potensi desa yang dapat digunakan sebagai bahan dasar / pertimbangan perencanaan pembangunan desa. Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan Sasaran: 150 Ketua UPDD/Ketua Kelompok READ di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 117 .2. Akses produksi pertanian dan hidup sehat.

keterampilan. Pengadaan Benih Unggul dari BPTP Tujuan: Memfasilitasi petani dalam penggunaan benih unggul Padi/Jagung. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Fasilitator Desa READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. TOT Pengarusutamaan Gender untuk Fasilitator Desa Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan Fasilitator Desa dalam proses persamaan Hak . Output: Peningkatan kemampuan Fasilitator Desa dalam proses persamaan Hak . pelaksanaan.7.6. 118 .5. Mekanisme/ Metode: pertemuan Sasaran: 100 org Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Province Facilitating Unit (PFU) 6. Kewajiban dan Kemampuan antara Laki-laki dan Perempuan mulai dari perencanaan kegiatan. TOT Pemasaran untuk Fasilitator Desa Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan Fasilitator Desa dalam hal pemasaran produk pertanian. Output: Peningkatan kemampuan Fasilitator Desa dalam hal dalam hal pemasaran produk pertanian. sampai evaluasi kegiatan. dan memperluas wawasan bagi penyuluh pertanian dalam budidaya Padi/Jagung Output: Peningkatan sikap. keterampilan. dan wawasan penyuluh pertanian dalam budidaya padi/jagung.8. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 150 Fasilitator Desa READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Kewajiban dan Kemampuan antara Laki-laki dan Perempuan mulai dari perencanaan kegiatan. Pelatihan Penyegaran Padi/Jagung bagi Penyuluh Pertanian Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap.6. sampai evaluasi kegiatan. pelaksanaan.

11.2012 119 . Lokakarya Evaluasi Demo Tujuan: Mengevaluasi kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengelolaan Demplot Sasaran: 1. Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung Tujuan: Memperbaiki kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: 1.Output: Terfasilitasinya petani dalam menggunakan benih unggul padi/jagung Mekanisme/ Metode: Pengadaan benih unggul Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU 6.Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Bahan Demplot: 5 demplot di 5 kabupaten pelaksana program READ 2. Lokakarya Monitoring Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung Tujuan: Memonitor kesinambungan praktek dalam pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani dalam memonitor pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April . Bahan Demplot 2.10. Pengelolaan demplot:30 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten dalam pengelolaan demplot dengan 6.9.

TOT – SL Kakao kerjasama dengan PT. sikap dan motivasi petani dalam hal pemahaman kerjasama dengan PT. sikap dan motivasi petani dalam hal pemahaman kerjasama dengan PT. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan penyuluh pertanian tentang komoditas kakao.MARS Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada penyuluh pertanian. Lokakarya Penggunaan Traktor Tujuan: Meningkatkan pengetahuan sikap. Peningkatan Kapasitas Motivasi Petani Kerjasama dengan PT.keterampilan. MARS Output: Peningkatan pengetahuan. Mekanisme/ Metode: pertemuan Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. dan memperluas wawasan bagi petani dalam penggunaan traktor Output: Peningkatan sikap. MARS Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. dan wawasan petani dalam penggunaan traktor. MARS Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. keterampilan. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 120 .Output: Peningkatan pengetahuan dan wawasan petani dalam mengevaluasi pengelolaan demplot dengan menggunakan bibit unggul Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.14.13.12.

5 Paket perlengkapan CDC. 100 Paket perlengkapan VCC Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. 2. MARS Output: perlengkapan CDC dan VCC Mekanisme/ Metode: Pengadaan perlengkapan CDC dan VCC Sasaran: 1. Penyediaan Pengering Copra Tujuan: Memfasilitasi petani dalam penyediaan pasca panen copra berkualitas.18.15.2012 121 . keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan.17. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. Output: Terfasilitasinya petani dalam penyenydiaan pasca pnen copra berkualitas Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. MARS Tujuan: Membantu masyarakat desa membeli perlengkapan CDC dan VCC untuk mendukung kerjasama dengan PT. Perlengkapan Cocoa Development Centre (CDC) dan VCC kerjasama dengan PT. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani kopra. Pelatihan Petani – SL kakao Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani kakao. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani kopra. Sekolah Lapang Kopra Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.6.16. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani kakao.

Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 50 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.19. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada peternak.Oktober 2012 Penyelenggara/Pelaksana: PFU 6. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. Sekolah Lapang Sayuran Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Sekolah Lapang Peternakan Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. mempercepat proses alih teknologi dari sumber atau perekayasa teknologi sampai kepada petani sayuran. Penyediaan Dana Pengembangan Sayuran Tujuan: Membantu modal bagi petani dan keluarganya agar memiliki usaha budidaya sayuran berskala mikro yang menguntungkan dan berkembang Output: Tersedianya modal bagi petani sayuran Mekanisme/ Metode: Penyediaan dana pengembangan usaha budidaya sayuran Sasaran: 150 desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 122 .Mekanisme/ Metode: Pengadaan pengering copra Sasaran: 100 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Maret . Mekanisme/ Metode: Sekolah Lapang (SL) Sasaran: 50 Desa di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. keterampilan dan pengalaman serta perilaku sasaran pelatihan. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan petani sayuran. Output: Peningkatan kapasitas kemampuan peternak.21.20.

25. Pengadaan Ternak Tujuan: Memfasilitasi peternak dalam pengadaan ternak yang memiliki kualitas baik Output: Terfasilitasinya peternak dalam pengadaan ternak dengan kualitas yang baik Mekanisme/ Metode: Pengadaan ternak Sasaran: 50 buah di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April – Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.24. Pengadaan Peralatan Pasca Panen Tujuan: Meningkatkan peranan pemberdayaan perempuan dalam pengembangan usaha pasca panen Output: Peningkatan peranan pemberdayaan perempuan dalam pengembangan usaha pasca panen Mekanisme/ Metode: Pengadaan peralatan pasca panen Sasaran: 200 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: April – Oktober 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 123 .23.6.22. Output: Terfasilitasinya petani menerapkan berbagai teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas peternakan Mekanisme/ Metode: Pengadaan kandang dan fasilitasnya Sasaran: 100 unit di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. Pengadaan Kandang dan Fasilitasnya Tujuan: Memfasilitasi petani dalam menerapkan berbagai teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas budidaya peternakan. Bantuan Dana Pengembangan UPDD Tujuan: Membantu modal bagi UPDD agar memiliki usaha pertanian (budidaya dan non budidaya) berskala mikro yang menguntungkan dan berkembang Output: Tersedianya modal bagi UPDD Mekanisme/ Metode: Penyediaan dana pengembangan UPDD Sasaran: 150 desa di Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Februari – Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6.

dan Revisi PIM. Output: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas DMU di bidang monitoring dan evaluasi.27.Penyelenggara/ Pelaksana: DMU di 5 Kabupaten 6. maksud. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 1 Propinsi dan 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan NSU 124 . Lokakarya Review Tahunan Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Manajemen.26.28. tujuan dan operasional program READ. Pengadaan Konsultan Monev. Manajemen dan Revisi Project Tujuan: Menyediakan konsultan agar pengendalian program READ dapat berjalan efektif. Mekanisme/ Metode: Pertemuan Sasaran: 30 petugas dari 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Juni dan Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU 6. Implementation Manual (PIM) efisien dan akuntabel. keterampilan petugas DMU di bidang monitoring dan evaluasi. kerjasama serta manajemen operasional penyelenggara program READ Output: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta sikap petugas pelaksana program READ terhadap hakekat. Output: Tersedianya konsultan Monev. Refresh Training (Rapat Koordinasi) Tujuan: Meningkatkan koordinasi. Mekanisme/ Metode: Pengadaan konsultan Sasaran: 1) Konsultan Monev : 1 orang konsultan monev di tk NSU dan 1 orang di tk PFU 2) Konsultan Manajemen : 1 orang konsultan manajemen di tk NSU 3) Konsultan Revisi PIM : 1 orang konsultan Perencanaan (gender) di tk NSU Waktu Pelaksanaan: Februari – April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan NSU 6.

Output: Tersedianya LSM yang mampu memfasilitasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan pendampingan masyarakat perdesaan sasaran program READ dengan baik. pengadaan konsultan dan Pencetakan media informasi Sasaran: 11 paket media dan informasi serta 1 website Waktu Pelaksanaan: Februari – Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. Pengadaan Konsultan Fasilitator Tujuan: Merekrut LSM yang mampu memfasilitasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan pendampingan masyarakat perdesaan sasaran program READ dengan baik. Mekanisme/Metode: 1) Honor Pengelola 2) Pengadaan Bahan dan ATK 3) Pengiriman surat 4) Biaya proses pengadaan 5) Honor Penterjemah 6) Pemeliharaan Kendaraan R-4 dan R-2 7) Perjalanan Koordinasi dan Pembinaan Sasaran: Pelaksana kegiatan program READ di NSU.2012 125 .6. PFU dan DMU Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU.30. Mekanisme/ Metode: Pengadaan konsultan Sasaran: 1 LSM Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: National Supporting Unit (NSU) 6. Pengembangan Media dan Informasi Tujuan: Mensosialisasikan program READ melalui media internet maupun pencetakan medika dan informasi Output: Tersosialisasikannya program READ melalui media internet dan cetak Mekanisme/ Metode: Pengambilan bahan.29. Administrasi Kegiatan Tujuan: Memperlancar kegiatan administrasi pengelola program READ. PFU dan DMU Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Output: terselenggaranya kegiatan administrasi. PFU.31. penyusunan media dan informasi. dan DMU 6.

34. penyusunan laporan. Monitoring. dokumen SABMN dan dokumen LAKIP Mekanisme/ Metode: Pengumpulan data. analisis data. PFU. DMU 6.6. konsultasi Sasaran: 7 dokumen Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU.32.33. Output: Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana. Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2013 Tujuan: Menyediakan dana agar sesuai dengan tujuan program READ. mengidentifikasi masalah dan penyebabnya serta alternatif pemecahan masalah sebagai upaya perbaikan di masa yang akan datang 2) Memberikan pembinaan kepada pelaksana kabupaten dan provinsi termasuk pelaksana lapangan 3) Memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program. Pengawalan dan pendampingan Tujuan: 1) Mengetahui pencapaian hasil dan proses pelaksanaan. Penyusunan Juklak dan Juknis Tujuan: Membuat petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan kegiatan program tahun anggaran 2012. dokumen SAI.35. Output: Usulan dokumen anggaran Mekanisme/ Metode: Rapat pertemuan dan kunjungan lapangan dengan metode partisipatif Sasaran: 150 desa Waktu Pelaksanaan: Maret – Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU. PFU dan DMU 6. Evaluasi dan Pelaporan Tujuan: 1) Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan 2) Menilai hasil pelaksanaan kegiatan 3) Melaporkan pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun keuangan Output: Dokumen monev. Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan Sasaran: 150 desa di 5 kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6. 126 .

Studi Kasus Tujuan: Memperoleh data tentang kelompok sasaran READ sebagai pembanding dalam rangka kemajuan pelaksanaan program READ Output: Dokumen Studi Kasus Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan Konsultan 2) Pendampingan dan Supervisi Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Waktu Pelaksanaan: Maret – Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6.36.Output: Dokumen Juklak dan Juknis Mekanisme/ Metoda: Rapat dan pertemuan Sasaran: 1 Juklak dan 5 Juknis Waktu Pelaksanaan: Februari – Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: PFU dan DMU 6.2012 127 . Penilaian UPDD Tujuan: Memberikan penghargaan kepada UPDD terbaik dalam rangka memotivasi kemajuan pelaksanaan program READ Output: Penghargaan kepada UPDD terbaik Mekanisme/Metode: 1) Perjalanan Penilaian 2) Pemberian Penghargaan Sasaran: 10 UPDD di 5 Kabupaten pelaksana program READ Waktu Pelaksanaan: Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6.37. Penyusunan Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator Tujuan: Membuat sistem yang terintegrasi untuk menilai kinerja Fasilitator Desa Output: Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator Mekanisme/Metode: 1) Pembuatan Sistem 2) Perjalanan Uji Coba ke Lapangan 3) Pertemuan Sosialisasi Program Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.38.

Penyusunan Sistem Aplikasi Monev Program READ Tujuan: Membuat sistem yang terintegrasi untuk melihat kemajuan/realisasi fisik maupun keuangan Program READ Output: Sistem Aplikasi Monev Program READ Mekanisme/Metode: 1) Pembuatan Sistem 2) Perjalanan Uji Coba ke Lapangan 3) Pertemuan Sosialisasi Program Sasaran: 5 Kabupaten pelaksana Program READ Waktu Pelaksanaan: April – Juni 2012.39.Waktu Pelaksanaan: Februari – September 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 6. Penyelenggara/ Pelaksana: NSU 128 .

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian – BPPSDMP. Desember 2012 dengan rincian jadwal: 1) Peserta Tugas Belajar . Waktu Pelaksanaan: Januari s. pertemuan setiap semester dan pertemuan evaluasi akhir tahun.Tugas Belajar oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian a. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian – BPPSDMP. Kementerian Pertanian atas usulan dari Pusat Pendidikan. 610 tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Mekanisme/Metode : 1) Penerimaan mahasiswa Baru : proses rekrutmen dilakukan oleh masing-masing STPP sementara Penetapan peserta didik di masing-masing STPP dilakukan melalui rapat penetapan yang dikoordinasikan oleh Pusat Pendidikan. 3) Pemantauan dan evaluasi melalui kunjungan lapangan. Output: Meningkatnya jenjang pendidikan 204 aparatur pertanian Mekanisme/Metode: 1) Pendanaan dan penyiapan beasiswa tugas belajar oleh Pusat Pendidikan.1. Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Formal Pasca Sarjana 1.VII.Lanjutan : Januari . 2) Penerbitan SK . Sasaran: Pegawai Negeri Sipil lingkup Pertanian yang telah Belajar. Menteri Pertanian dilaksanakan oleh Biro Organisasi dan Kepegawaian. STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PROFESI PERTANIAN.d. REVITALISASI PENDIDIKAN.Desember 2012. Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Diploma IV Tujuan : meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Output : meningkatnya jenjang pendidikan 2. Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama . 2) Peserta Tugas Belajar – Baru TA. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Pusat Pendidikan. SERTA PENDIDIKAN MENENGAH PERTANIAN 1. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012 129 .n. 2011 : September – Desember 2012 (semester 1). Pendidikan S2 dan S3 bagi Aparatur Pertanian Tujuan: Meningkatkan kualitas dan profesionalisme PNS lingkup pertanian dalam rangka pengembangan SDM pertanian yang mendukung dan memperkuat pembangunan perekonomian nasional melalui pembangunan pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian memenuhi persyaratan Tugas 2. dilaksanakan dengan melibatkan instansi terkait (Universitas/Perguruan Tinggi dan Instansi sebagai pengirim peserta tugas belajar).

2.Proses perencanaan kegiatan mencakup penyiapan materi ajar.d Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 130 .Proses pembelajaran di STPP secara rinci dapat dilihat pada Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran di STPP (Peraturan Kepala Badan PSDMP No.d Desember Pelaksana : STPP 3. Kelembagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 3. 142.Pembelajaran in campuss dilaksanakan setiap semester ganjil sedangkan out campuss dilaksanakan setiap semester genap. 3) Pelaksanaan perkuliahaan : penyelenggaraan perkuliahan dilaksanakan dengan pola pembelajaran in campuss dan out campuss. Pembinaan dan Pengawalan Program dan Anggaran Tujuan: terselenggaranya program dan anggaran pendidikan pertanian oleh STPP dan SMKSPP sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Output: terbina dan terkawalnya program dan anggaran pendidikan pertanian di 7 STPP dan 71 SMK-SPP Mekanisme/ Metode: Kunjungan lapangan ke 7 STPP dan 71 SMK-SPP dalam rangka pembinaan dan pengawalan program dan anggaran Sasaran: program dan anggaran pendidikan pertanian dapat dilaksanakan secara akuntabel Waktu Pelaksanaan: Maret s.2) Perencanaan perkuliahan : merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap STPP sebelum perkuliahan reguler berjalan.120/12/07) Sasaran : tenaga fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. serta rencana monitoring proses pembelajaran.1/Kpts/SM. Penataan Kelembagaan Program Studi Tujuan: tertatanya penyelenggaraan program studi di 7 STPP Output: meningkatnya kualitas penyelenggaran program studi di 7 STPP Mekanisme/ Metode: pertemuan civitas akademika STPP dan pemangku kepentingan terkait dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan program studi Sasaran: program studi STPP Waktu Pelaksanaan: Maret s. penyiapan bahan evaluasi pembelajaran. Pusat Pendidikan. penggandaan materi pembelajaran.1. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 3.

3. dan media publikasi lainnya 2.3.4. Sosialisasi penerimaan mahasiswa baru melalui website. Melakukan pertemuan dengan lembaga yang potensial untuk mengirimkan stafnya menempuh pendidikan di STPP 3.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 3.2012 131 .d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 3.5. Pengembangan Website dan Sistem Informasi Tujuan: meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan melalui website dan sistem informasi di STPP Output: website dan sistem informasi di STPP Mekanisme/ Metode: 1) Perancangan pengembangan design website dan sistem informasi 2) Pembangunan Infrastruktur website dan sistem informasi 3) Implementasi website dan sistem informasi Sasaran: website dan sistem informasi di 7 STPP Waktu Pelaksanaan: Maret s. Penjaminan Mutu dan Evaluasi Diri Tujuan: terselenggaranya proses jaminan mutu dan evaluasi diri di 7 STPP Output: meningkatnya kualitas penyelenggaran penyelenggaraan di 7 STPP sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan Mekanisme/ Metode: 1) Pertemuan civitas akademika STPP 2) Penilaian penyelenggaraan pendidikan STPP oleh Tim Penjaminan Mutu menggunakan Instrumen Standar Mutu yang telah ditetapkan 3) Merumuskan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan standar secara berkelanjutan Sasaran: penyelenggaraan pendidikan STPP Waktu Pelaksanaan: Juli s. Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Tujuan: memperoleh calon peserta didik STPP yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan Output: Mahasiswa baru STPP Mekanisme/ Metode: 1. radio. Penyusunan laporan kegiatan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.

Sasaran: terpenuhinya mahasiswa baru sesuai dengan daya tampung STPP Waktu Pelaksanaan: April s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama.d September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 4. studi banding. Peningkatan Profesionalisme Staff Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi keahlian aparatur lingkup Pusat dan STPP Output: Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme 60 aparatur lingkup Pusat dan STPP Mekanisme/ Metode: Pelatihan. Sasaran: Guru SPP dan Dosen STPP Waktu pelaksanaan: Januari s. Magang bagi Guru SMK-SPP Bidang Produktif Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan keahlian guru SMK-SPP bidang produktif melalui kegiatan magang di dunia usaha/dunia industri. Ketenagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 4. Pusat Pendidikan. magang. Output: Meningkatnya kompetensi 30 orang guru SMK-SPP bidang produktif Mekanisme/ Metode: 1) Seleksi dan penetapan calon peserta 2) Pengiriman calon peserta magang 132 .d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. dan seminar baik di dalam maupun luar negeri Sasaran: aparatur lingkup Pusat dan STPP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Output: Meningkatnya kompetensi 4 orang tenaga pendidik di SPP dan STPP Mekanisme/Metode: 1) Seleksi dan penetapan calon pendidik yang akan dikirim yang dilaksanakan melalui koordinasi dengan SPP dan STPP 2) Pengurusan dokumen yang berkaitan dengan proses pengiriman pendidik ke luar negeri.1. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Fasilitasi Program Pertukaran Pendidik ke Luar Negeri Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik di SPP dan STPP.3.2. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Pusat Pendidikan. berkoordinasi dengan Biro KLN Kementerian Pertanian dan KBRI di Negara tujuan 3) Pelepasan keberangkatan pendidik ke luar negeri 4) Penyusunan dan pembuatan laporan. workshop.

d. Peningkatan Kompetensi Metodologi Pendidikan dan Pengajaran bagi Tenaga Pendidik Pertanian Tujuan: Meningkatkan kompetensi Dosen STPP di bidang metode pendidikan dan pengajaran Output: Meningkatnya kompetensi 60 orang Dosen STPP dalam metodologi pendidikan dan pengajaran Mekanisme/ Metode: 1) Persiapan Workshop 2) Pelaksanaan Workshop bekerjasama dengan Instansi yang memiliki Lisensi di bidang penyelenggaraan Diklat PEKERTI 3) Penyusunan dan pembuatan laporan Sasaran: 60 orang Dosen STPP Waktu Pelaksanaan: Mei s.4. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Pembekalan dan Pengawalan Sertifikasi Guru Tujuan: Membantu dan mendampingi Guru SMK-SPP untuk mengikuti program sertifikasi guru Output: Terfasilitasinya 30 orang guru untuk proses sertifikasi. Waktu Pelaksanaan: Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan rencana pembekalan dan rencana pengawalan 2) Pelaksanaan pembekalan sertifikasi guru 3) Pelaksanaan pengawalan guru bersertifikasi 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.3) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan magang 4) Penyusunan dan pembuatan laporan Sasaran: 30 orang Guru SPP SMK-SPP seluruh Indonesia.d. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4.5. September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Sasaran: 30 orang Guru SMK-SPP. Pusat Pendidikan.2012 133 . Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan.

4. Sasaran: 20 orang aparatur pertanian Waktu Pelaksanaan: Februari s. 134 .7. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4.6. bukti-bukti pendukung yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi kepada Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen. 2) Pelaksanaan Bimbingan Teknis bekerjasama dengan BNSP. c) Melakukan koordinasi dengan penyedia tempat bimbingan teknis.8. 3) Penyunan laporan kegiatan. d) Melakukan koordinasi dengan pihak lain yang terkait. Sertifikasi Dosen Tujuan: meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dosen STPP Output: dosen STPP yang mendapat sertifikat dosen Mekanisme/ Metode: 1) Penetapan usulan dosen yang akan mengikuti proses sertifikasi dosen 2) Menyampaikan dokumen. b) Melakukan koordinasi dengan instansi calon peserta bimbingan teknis. Bimbingan Teknis Penyusunan Panduan Mutu Tujuan: Tersedianya aparatur pertanian yang mampu menyusun Panduan Mutu Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Output: 20 orang aparatur pertanian yang memiliki sertifikat sebagai Penyusun Panduan Mutu Sertifikasi Profesi Mekanisme/ Metode: 1) Persiapan : a) Melakukan koordinasi dengan BNSP. Pusat Pendidikan.d. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi.d Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4. Bimbingan Teknis Calon Asesor Kompetensi Tujuan: Menyiapkan tenaga Asesor Kompetensi Bidang Pertanian Output: 30 orang aparatur pertanian yang memiliki sertifikat Asesor Kompetensi Mekanisme/ Metode: Diklat Assesor Kompetensi yang dilaksanakan bekerjasama dengan BNSP Sasaran: 30 orang aparatur pertanian Waktu Pelaksanaan: April s.

Diklat Profesi. Pusat Pendidikan. penyelenggaran dan penetapan : program sertifikasi profesi.d Juni 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan masyarakat pengguna Sasaran: Tersusunnya rancangan program standardisasi dan sertifikasi profesi sektor pertanian untuk 5 tahun ke depan Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi.3) Proses penilaian dan penetapan oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertikasi Dosen 4) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran : dosen di 7 STPP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5. serta Prosedur Kriteria dan Kriteria penilaian uji kompetensi Output: 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian Mekanisme/ Metode: 1) Membentuk Tim Komite dan Penyusun RSKKNI Sektor Pertanian 2) Melaksanakan serangkaian pertemuan dalam penyusunan RSKKNI Sektor Pertanian. Profesi Bidang Pertanian yang Distandardisasi Program Standardisasi dan 5. Penyusunan RSKKNI Bidang Pertanian Tujuan: Tersusunnya Rancangan SKKNI Sektor Pertanian yang akan dijadikan Acuan dalam pengembangan. 3) Mempersiapkan RSKKNI yang telah disusun untuk dilakukan proses verifikasi awal melalui forum Pra Konvensi Sasaran: Tersusunnya 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian Waktu Pelaksanaan: Maret s.2.2012 135 .1. Himpunan Profesi.d Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: STPP 5. Koordinasi dan Sinkronisasi Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: 1) Mengidentifikasi dan menetapkan profesi-profesi sektor pertanian yang harus distandardisasi dan disertifikasi 2) Melakukan sinkronisasi kegiatan standarisasi dan sertifikasi kompetensi sektor pertanian Output: 1) Dihasilkannya profesi-profesi sektor pertanian yang harus distandardisasi dan disertifikasi 2) Sinkronnya kegiatan standardisasi dan sertifikasi sektor pertanian Mekanisme/ Metode: workshop dengan melibatkan unsur-unsur birokrasi lingkup pertanian.

Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifkasi.4.33/Lattas/II/2009 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans 3) Penyempurnaan RSKKNI yang telah dikonversikan untuk ditetapkan sebagai SKKNI oleh Menakertrans 4) Penetapan SKKNI oleh Menakertrans 5) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: 7 unit SKKNI sektor Pertanian.d Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifikasi. Pusat Pendidikan. Waktu Pelaksanaan: Juli s. Pusat Pendidikan. dan pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan Pra Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian 2) Pelaksanaan Prakonvensi RSKKNI Sektor Pertanian sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pra Konvensi dan Konvensi Nomor : KEP.33/Lattas/II/2009 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans 3) Verifikasi RSKKNI Sektor Pertanian oleh Kemenakertrans 4) Penyiapan RSKKNI yang telah di Pra Konvensi untuk dikonvensikan 5) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: 7 unit RSKKNI Sektor Pertanian yang siap dikonvensikan Waktu Pelaksanaan: Juli s. dan Pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian 2) Pelaksanaan Konvensi RSKKNI Sektor Pertanian sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Pra Konvensi dan Konvensi Nomor : KEP. Pra Konvensi RSKKNI Tujuan: menyamakan persepsi terhadap konsep rancangan SKKNI Sektor Pertanian Output: 7 unit RSKKNI yang telah diverifikasi melalui forum Pra Konvensi Mekanisme/ Metode: 1) Koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.3. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 5. BNSP. BNSP. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 136 . Pusat Pendidikan.d. Konvensi SKKNI Tujuan: Menyepakati hasil Pra Konvensi RSKKNI untuk ditetapkan sebagai SKKNI Sektor Pertanian oleh Kemenakertrans Output: 7 unit SKKNI Sektor Pertanian Mekanisme/ Metode: 1) Koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standarisasi dan Sertifikasi.

d Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.5. Fasilitasi Sertifikasi Penyuluh Pertanian Tujuan: Terfasilitasinya sertifikasi penyuluh pertanian profesi Output: 1. Pra assesment Penyuluh Pertanian Profesi oleh Assesor Kompetensi Assesment Penyuluh Pertanian Profesi oleh Assesor Kompetensi Penetapan Penyuluh Pertanian yang lulus Uji Kompetensi dan berhak mendapat sertifikat Penyuluh Pertanian Profesi Sasaran: 1.2012 137 . Proses pendaftaran dan verifikasi administrasi Penyuluh Pertanian yang akan mengikuti sertifikasi 2. penyelenggaran dan penetapan : program sertifikasi profesi. 3. Output: dimanfaatkannya SKKNI sektor pertanian oleh pemangku kepentingan Mekanisme/ Metode: 1) 2) Menyiapkan bahan sosialisasi SKKNI sektor pertanian Pelaksanaan Sosialisasi SKKNI sektor pertanian melalui seminar. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 6.Pusat Pendidikan. Diklat Profesi. dan kunjungan ke pemangku kepentingan 3) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan: Maret s. publikasi.d.1. SDM Pertanian yang Mendapat Sertifikasi Profesi 6.400 orang Penyuluh Pertanian Waktu Pelaksanaan: April s.400 orang Penyuluh Pertanian Profesi Mekanisme/ Metode: 1. 4. Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Standardisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. serta Prosedur Kriteria dan Kriteria penilaian uji kompetensi sektor pertanian.5. Sosialisasi SKKNI Tujuan: Menginformasikan SKKNI sektor pertanian yang telah dihasilkan kepada pemangku kepentingan untuk dipergunakan sebagai acuan dalam pengembangan.

7. Standar. sehingga dapat disinergikan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien Output: 1) Diperolehnya kesepahaman bersama mengenai kebijakan dan kegiatan pendidikan Menengah pertanian tahun 2012. Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Pertanian Tujuan: program dan kegiatan Pendidikan Menengah Pertanian yang dirancang oleh Pusat dan SMK-SPP dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan.1. Rapat Teknis Lingkup Pusat Tujuan: Koordinasi program dan kegiatan Pendidikan. 2) Terlaksananya Program dan kegiatan Tahun 2012 di Pusat dan UPT Pendidikan Tinggi sesuai dengan arah kebijakan pengembangan pendidikan pertanian Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi Sasaran: Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi Pertanian Tujuan: program dan kegiatan Pendidikan Tinggi Pertanian yang dirancang oleh Pusat dan STPP dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan. Standarisasi dan Sertifikasi profesi SDM pertanian tahun 2012 lingkup Pusat Output: Tersusunnya rencana detail pelaksanaan kegiatan Pusat Pendidikan Pertanian tahun 2012 Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi dalam rangka penyusunan rencana kerja detail oleh masing-masing Bidang/Sub Bidang sebagai dasar pelaksanaan kegiatan. sehingga dapat disinergikan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien Output: 1) Diperolehnya kesepahaman bersama mengenai kebijakan dan kegiatan pendidikan Tinggi pertanian tahun 2012. Pusat Pendidikan. Sasaran: karyawan lingkup Pusat Waktu Pelaksanaan: Januari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pedoman dan Kebijakan yang Dihasilkan dan Dikembangkan 7.2. 138 . Norma. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.3. Pusat Pendidikan.

2) Terlaksananya Program dan kegiatan Pendidikan Menengah Pertanian oleh SMK-SPP seluruh Indonesia sesuai dengan arah kebijakan pengembangan pendidikan menengah pertanian Mekanisme/ Metode: pertemuan dan diskusi Sasaran: SMK-SPP seluruh Indonesia Waktu Pelaksanaan: Februari 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 Waktu Pelaksanaan: November s.2012 139 . Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Output: Standar Biaya Masukan pendidikan di STPP dan SMK-SPP tahun 2013 Mekanisme/ Metode: pertemuan dan pembahasan dalam rangka penetapan Standar Biaya Penyelenggaraan pendidikan di SMK-SPP dan STPP Sasaran: SMK-SPP dan STPP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.4. Penyusunan Bahan Evaluasi dan Laporan Tujuan: 1) Memberikan informasi yang akurat tentang pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan pada tahun 2011 2) Bahan evaluasi bagi penentu kebijakan untuk perencanaan dan pelaksanaan program kerja tahun berikutnya Output: 1) Laporan Kegiatan Pusat Pendidikan. Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian tahun 2012 Mekanisme/ Metode: 1) Pengumpulan data hasil kegiatan serta pertemuan dalam rangka penyusunan laporan tahunan dan LAKIP 2) 3) Penyusunan laporan tahunan dan LAKIP Penggandaan dokumen laporan tahunan dan LAKIP Sasaran: : terpublikasikannya kegiatan Revitalisasi sistem pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Penyusunan Standar Biaya Tujuan: Menyusun Standar Biaya Masukan yang akan dijadikan dasar/acuan dalam penyusunan anggaran pendidikan di STPP dan SMK-SPP tahun 2013 .d. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama.5. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tahun 2012 2) Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pusat Pendidikan. Pusat Pendidikan.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: Sosialisasi kebijakan revitalisasi sistem pendidikan pertanian. Sosialisasi revitalisasi Pendidikan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian 2) Pertemuan dalam rangka merumuskan program pendidikan. Standardisasi dan Tujuan: Merancang pengembangan program pendidikan. serta instansi lain yang terkait dengan pengembangan pendidikan pertanian Waktu Pelaksanaan: Maret s.d Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pusat Pendidikan. Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Nopember 2011 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Output: 1) 2) Rencana Kerja Tahunan 2012 RKAKL Tahun Anggaran 2013 140 . standarisasi dan sertifikasi profesi SDM pertanian . Pusat Pendidikan. Pengembangan Program Sertifikasi Profesi Pertanian Pendidikan.6. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.Waktu Pelaksanaan: Juli s.d. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi permasalahan. Mekanisme/ Metode: Kunjungan ke Instansi terkait di berbagai daerah Sasaran: Pendidik dan tenaga kependidikan.7. Output: dipahaminya kebijakan. kendala dan hambatan terkait program pengembangan pendidikan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 kepada pemangku kepentingan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian tahun 2012 oleh pemangku kepentingan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Penyusunan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2013 Tujuan: Menyusun program kerja bidang pendidikan. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian sebagai acuan penetapan kegiatan pada tahun mendatang Output: disain program pendidikan.d. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.8. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian yang dapat digunakan sebagai cetak biru rancangan kegiatan untuk tahun-tahun mendatang Sasaran: pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan: Juni s. Pusat Pendidikan. program dan kegiatan revitalisasi sistem pendidikan pertanian.

pencetakan pedoman. Output: jurnal teknologi pertanian sebanyak 2 edisi. jurtek dan untuk kegiatan administrasi pendidikan. kartu NIS.3) Rencana Operasional Kegiatan 2012 Mekanisme/ Metode: Dilakukan melalui beberapa pertemuan dalam rangka 1) 2) Penyusunan Program/Rencana Kerja dan Anggaran. serta supervisi Sasaran: Kebutuhan Administrasi Pusat. pencetakan blanko NIS. Output: Terpenuhinya kebutuhan alat tulis kantor (ATK). Publikasi Jurnal Teknologi.9. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Satker SPP Waktu Pelaksanaan: Agustus s. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Penyusunan Term Of Reference (TOR) dan rincian anggaran belanja (RAB) sesuai peraturan yang berlaku. Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian Editing karya tulis yang terkumpul untuk dijadikan bahan jurnal teknologi Pencetakan jurnal teknologi pertanian Distribusi jurna teknologi kepada STPP. persiapan.10. pencetakan modul. Administrasi Pendidikan.2012 141 . Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian. dan 3) Pembahasan RKA KL berkoordinasi dengan Bagian Perencanaan Badan Pengembangan SDM Pertanian dan Direktorat Jenderal Anggaran Departemen Keuangan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Pencetakan Kartu Nomor Induk Siswa dan bahan atau alat dukungan administrasi lainnya. Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) 4) Pengumpulan karya tulis dosen STPP. Pencetakan Ijasah dan Sertifikat. blangko ijasah.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan. Mekanisme/ Metode: Penyediaan dan pendistribusian sarana administrasi pendidikan. konsumsi rapat-rapat. Penyusunan Jurnal Teknologi Tujuan: Menyusun dan mempublikasikan jurnal teknologi pertanian. Guru SPP. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan: Menyediakan sarana prasarana berupa: Alat Tulis Kantor. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. fotokopi. pencetakan blangko Ijasah. penggandaan. pencetakan sertifikat pengiriman soal ujian. SMK-SPP dan pengguna lain Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sasaran: Satker Pusat Pendidikan.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Penggandaan/ Fotocopy. Satker STPP. untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pusat Pendidikan. Pusat Pendidikan.

Pusat Pendidikan.11. Penandatangan MoU dan SKB Pengawalan SMK-SPP Tingkat Provinsi Non RSBI. Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. Output: media publikasi pendidikan pertanian. Mekanisme/ Metode: 1) Melaksanakan pertemuan dengan pihak terkait dalam rangka mengidentifikasikan materi media publikasi 2) 3) Menyusun story bord materi publikasi Bersama pihak terkait membuat media publikasi berdasarkan story board yang telah disusun Sasaran: kegiatan pembelajaran di SMK-SPP dan STPP serta standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Waktu Pelaksanaan: Juli dan Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Pengesahan statuta dan SOTK STPP. Sasaran : Mantapnya kelembagaan pendidikan pertanian di STPP dan SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Februari s.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Pendidikan. 7. Pusat Pendidikan.12. Pembuatan Media Publikasi Tujuan: Merancang dan menyusun media publikasi terkait dengan pengembangan pendidikan pertanian. Penyusunan dan Pembahasan MoU dan SKB.Sasaran: diketahuinya karya ilmiah dosen STPP dan guru SMK-SPP oleh masyarakat luas Waktu Pelaksanaan: Juli dan Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama. Pembinaan dan Pemantapan Status Kelembagaan Pendidikan Pertanian Tujuan : membina dan memantapkan status kelembagaan pendidikan pertanian Output : meningkatnya status kelembagaan pendidikan pertanian Mekanisme/Metode : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penyusunan statuta dan SOTK STPP. 142 . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian.

Sasaran : penyelenggara pendidikan SPP. 2) Meningkatkan kemampuan kepala sekolah/pengelola sekolah dalam melaksanakan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai bahan/materi dalam pengelolaan sekolah.15. Penyusunan Silabi Kurikulum Pendidikan di STPP Tujuan : menyusun silabi kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pertanian di SMK-SPP Output : Tersusunnya silabi kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pertanian di SMK-SPP Mekanisme/Metode : pertemuan teknis yang melibatkan unsur-unsur dari SPP Sasaran : SPP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pengembangan Penyelenggaraan Pendidikan di SMK-SPP dan STPP Tujuan : mengkoordinasikan penyelenggaraan program pendidikan Diploma IV di STPP dan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP Output : Terlaksananya koordinasi dan evaluasi program pendidikan Diploma IV di STPP dan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP Mekanisme/Metode : 1) penyelenggaraan penyelenggaraan program pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP.d Juni 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan. Waktu Pelaksanaan : Juni – Nopember 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan.14. Pusat Pendidikan.2012 143 . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Diploma IV Penyuluhan Pertanian di STPP dan SMK- 7.13.7. Output : 1) meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kepala sekolah/pengelola sekolah dalam pengelolaan sekolah 2) Terumuskannya standar pengelolaan sekolah di SPP Mekanisme/Metode : ceramah dan diskusi Sasaran : Kepala Sekolah SPP Waktu Pelaksanaan : April s. Workshop Manajemen Sekolah Tujuan : 1) Meningkatkan kemampuan profesionalisme kepala sekolah/pengelola sekolah dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Pusat Pendidikan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.

Krida-Krida. 144 . 2) Koordinasi.Waktu pelaksanaan : Maret s. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2) Menfasilitasi kegiatan Saka Tarunabumi pada Kegiatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Pelatihan. 4) Fasilitasi Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian untuk mengukuhkan calon wisudawan di STPP dan SMK-SPP Sasaran : STPP dan SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Agustus s.17. SakaSaka.16. Workshop. Sosialisasi dan Pembinaan kegiatan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Kwartir Daerah (Provinsi). Perkemahan Bakti. Mekanisme/metode : Metode kegiatan berupa Rapat Koordinasi. Pembinaan Generasi Muda Pertanian Melalui Sakatarunabumi Gerakan Pramuka Tujuan : 1) Koordinasi dan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Pangkalan Saka. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Seminar. Output : Terlaksananya fasilitasi pengukuhan wisuda di 7 STPP dan 3 SPP Mekanisme/Metode : 1) 2) Pendataan calon wisudawan STPP dan SPP Tahun 2012 Penerimaan Surat Permintaan Pengukuhan Wisuda lulusan STPP dan SPP Tahun Ajaran 2012/2013 3) Fasilitasi Pejabat Eselon I dan II lingkup Badan Pengembangan SDM Pertanian untuk mengukukuhkan calon wisudawan STPP dan SPP Tahun Ajaran 2012/2013. Pameran dan Pembinaan Pangkalan Saka Tarunabumi yang dilakasanakan dalam beberapa tahap kegiatan: 1) Koordinasi dan Sosialisasi kegiatan Pembinaan Saka Tarunabumi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Output : 1) 2) Terlaksananya Koordinasi dan Pembinaan Saka Tarunabumi. Pengawalan Ujian dan Wisuda SMK-SPP dan STPP Tujuan : 1) Mengukuhkan kelulusan setelah siswa dan mahasiswa selesai mengikuti pendidikan di lembaga masing-masing. Terlaksananya Kegiatan Saka Tarunabumi pada Kegiatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2012. 2) Memotivasi siswa dan mahasiswa untuk berprestasi.d.d Juli 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan.

18. 4) Peranserta Saka Tarunabumi berupa Seminar. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian dengan Instansi Terkait Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi peluang kerjasama dalam negeri 2) Koordinasi dengan Pihak Terkait 3) Penyusunan Naskah Kerjasama dengan Pihak Terkait 4) Penandatanganan Naskah Kerjamasa Sasaran : terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan dengan Pihak Terkait Waktu pelaksanaan : Februari s.d. Pusat Pendidikan. Sasaran : Sasaran Pembinaan Saka Tarunabumi adalah Pimpinan Saka Tarunabumi.2012 145 . 5) Penyusunan laporan kegiatan. Pelatihan. Pengembangan Kerjasama Luar Negeri Tujuan : menjalin kerjasama dengan lembaga terkait di luar negeri dalam pengembangan pendidikan pertanian.19. Pameran dilaksanakan disesuai dengan agenda Kwarnas Gerakan Pramuka Tahun 2012. 7. Pengembangan Kerjasama Dalam Negeri Tujuan : menjalin kerjasama dengan lembaga terkait di dalam negeri dalam pengembangan pendidikan pertanian. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian dengan Instansi Terkait di luar negeri Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi peluang kerjasama luar negeri 2) Koordinasi dengan Pihak Terkait 3) Penyusunan Naskah Kerjasama dengan Pihak Terkait 4) Penandatanganan Naskah Kerjamasa Sasaran : terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan dengan Pihak Terkait Waktu pelaksanaan : Februari s. Perkemahan Bakti. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Output : Naskah Kerjasama pendidikan pertanian. standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian Output : Naskah Kerjasama pendidikan pertanian. Workshop.3) Pembinaan Saka Tarunabumi dilaksanakan ke Pangkalan Saka di Kwartir Daerah (Provinsi) dan Pangkalan Saka (SPP). Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.d Nopember 2011 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama. Anggota Saka Tarunabumi.d Nopember 2011 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kwartir Daerah (Provinsi) dan Pangkalan Saka Waktu pelaksanaan : Februari s. Pusat Pendidikan. Desember 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan.

SPP Pertanian Waktu Pelaksanaan : Juli s. Mekanisme/Metode : pertemuan dan diskusi 146 . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. November 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan. Dunia Usaha dan Dunia Industri. Perwakilan SMK Pertanian) dalam rangka mengidentifikasi dan merumuskan program revitalisasi SMK pertanian mendukung ketahanan pangan. 2) Merancang program aksi dan pilot project revitalisasi SMK pertanian mendukung ketahanan pangan. 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Sasaran : SMK .22.21. Pusat Pendidikan. 3) Melakukan pembinaan teknis kepada SMK yang dijadikan sebagai pilot porject.d. Revitalisasi SMK Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan Tujuan : meningkatkan peranan SMK Pertanian dalam mendukung Ketahanan pangan Output : rumusan program Revitalisasi SMK Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan multipihak (Kementerian Pertanian.d November 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan. Kementerian Pendidikan Nasional. Penilaian dan Penetapan Angka Kredit Guru dan Dosen Tujuan : meningkatkan profesionalisme guru SPP dan dosen STPP melalui penetapan angka kredit Output : terprosesnya kenaikan angka kredit guru SPP dan dosen STPP Mekanisme/Metode : 1) Identifikasi guru SPP dan Dosen STPP yang mengusulkan proses kenaikan angka kredit 2) Proses penilaian dan penetapan angka kredit Guru SPP dan Dosen STPP 3) Proses pengiriman pemberitahuan kepada Guru SPP dan Dosen yang mengajukan kenaikan angka kredit Sasaran : Guru SPP dan Dosen STPP Waktu Pelaksanaan : Februari s.Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama.20. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Output : Tersosialisasikannya program sertifikasi bidang pertanian yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Sosialisasi Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Tujuan : menyebarluaskan informasi program sertifikasi profesi sektor pertanian kepada para pemangku kepentingan.

Sasaran : LSP sektor pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s. pentunjuk teknis dan bahan lain yang diperlukan dalam rangka kegiatan. Sasaran : LDP dan TUK sektor pertanian seluruh Indonesia Waktu Pelaksanaan : Maret s.24. Output : LDP dan TUK sektor Pertanian sektor pertanian yang kompeten dan terpercaya Mekanisme/Metode : 1) Menyiapkan pedoman.23.Sasaran : Lembaga Pemerintah. Output : LSP Sektor Pertanian sektor pertanian yang kompeten dan terpercaya Mekanisme/Metode : 1) Menyiapkan pedoman. Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. 2) Melaksanakan pertemuan dengan berbagai berbagai pihak yang tekait dalam rangka membangun kesepahaman mengenai LSP bidang pertanian yang akan dibentuk. 3) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan.d Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Pembinaan LSP Sektor Pertanian Tujuan : Meningkatnya peran LSP Sektor Pertanian dalam proses sertifikasi profesi. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. 2) Melaksanakan pertemuan dengan berbagai berbagai pihak yang tekait dalam rangka membangun kesepahaman mengenai LDP dan TUK sektor pertanian. Perusahaan bidang pertanian. 4) 5) Menginiasi pembentukan LSP bidang pertanian. pentunjuk teknis dan bahan lain yang diperlukan dalam rangka pembinaan LDP dan TUK.2012 147 . Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan para pemangku kepentingan lainnya Waktu Pelaksanaan : April 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. 3) Melakukan kunjungan ke berbagai pihak dalam rangka membangun persepsi manfaat dan pentingnya LSP bidang pertanian yang akan dibentuk.d Mei 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Pembinaan LDP dan TUK Tujuan : Meningkatnya peran LDP dan TUK Sektor Pertanian dalam proses diklat dan uji kompetensi SDM pertanian.

Mekanisme/Metode : Pertemuan antara Badan Pengembangan SDM Pertanian. asesor . Penyempurnaan Pedoman Sertifikasi Profesi Pertanian Tujuan : Tersusunnya Pedoman Sertifikasi sektor pertanian yang disempurnakan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 148 .7. Sasaran : LSP-P1 Penyuluh Pertanian. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7.d Agustus 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. LDP dan TUK dalam rangka penjaminan mutu sertifikasi profesi penyuluh pertanian.d. Penjaminan Mutu Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Tujuan : Menjamin Mutu Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian agar sesuai dengan standar yang ditentukan Output : Penyuluh Pertanian Profesi yang kompeten dan kredibel Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan LSP-P1 Penyuluh Pertanian. Mei 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan. Sasaran : Profesi bidang pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s. BNSP.27. Inisiasi Pembentukan LSP Bidang Pertanian Tujuan : memfasilitasi dan menyiapkan proses pembentukan LSP bidang pertanian.25. asesor . dan menyusun rencana tindak lanjut penjaminan mutu sertifikasi profesi penyuluh pertanian. Sasaran : SDM pertanian Waktu Pelaksanaan : Maret s. LDP dan TUK Waktu Pelaksanaan : Juni s.d. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Output : rancangan kelembagaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pertanian. Oktober 2011 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.26. Mekanisme/Metode : pertemuan dengan melibatkan unsur-unsur STPP dan eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Output : Pedoman Sertifikasi Bidang Pertanian yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian. dan Pemangku kepentingan.

Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Verifikasi TUK Tujuan : meningkatkan kualitas pelaksanaan uji kompetensi sektor pertanian Output : proses uji kompetensi sektor pertanian yang sesuai dengan standard yang ditetapkan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam rangka koordinasi dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi profesi pertanian. Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian melalui Seed Money Tujuan : mendorong lulusan SPP untuk membuka usaha di bidang agribisnis melalui bantuan modal kerja usaha bagi Lulusan SPP Output : bertambahnya jumlah lulusan SPP yang membuka usaha di bidang pertanian.2012 149 . Sasaran : TUK sektor pertanian Waktu Pelaksanaan : Februari s.28.30. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. dan menyusun rencana tindak lanjut peningkatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi profesi pertanian. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Mekanisme/Metode : Dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan : 1) Sosialisasi kegiatan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012. Sasaran : pemangku kepentingan terkait Waktu Pelaksanaan : April s. Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Tujuan : meningkatkan kualitas pelaksanaan sertifikasi profesi bidang pertanian Output : proses sertifikasi profesi bidang pertanian yang sesuai dengan standard yang ditetapkan Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan yang melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam rangka koordinasi dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi profesi pertanian. 2) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 7. 2) Seleksi Administrasi calon penerima dana bantuan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012.d Maret Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.7.29. dan menyusun rencana tindak lanjut peningkatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi profesi pertanian.d Agustus 2012 Pelaksana : Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Pusat Pendidikan.

3) Penetapan penerima Dana Bantuan Modal Kerja Usaha Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012 bagi lulusan SPP sesuai dengan pedoman dan proposal pengajuan (jumlah bantuan). 4) Pencairan Dana Bantuan sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian tentang Penetapan Penerima Bantuan Modal Kerja Usaha dan Fasilitasi bagi SPP untuk Pendampingan serta Surat Perintah Pembayaran Pembayaran pada bulan Oktober. 5) Monitoring dan Evaluasi kegiatan pemberian modal usaha bagi lulusan SPP 6) Pembuatan Profil penerima Bantuan kegiatan Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Tahun 2012. 7) Pembuatan laporan kegiatan Sasaran : alumni siswa SPP Waktu pelaksanaan : Maret s.d. Desember 2011 Pelaksana : Bidang Pendidikan, Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.31. Pengawalan Pengembangan SMK-SPP RSBI
Tujuan : meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan menengah pertanian di SMK-SPP RSBI Output : meningkatnya kualitas kelembagaan SMK-SPP RSBI Mekanisme/Metode : 1) Pelaksanaan pengawalan dan pembinaan. 2) Pelaksanaan pertemuan evaluasi. 3) Fasilitasi akreditasi SMK – SPP RSBI. 4) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Sasaran : SMK-SPP RSBI Waktu Pelaksanaan : Januari s.d September 2012 Pelaksana : Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.32. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian
Tujuan : 1) Membangun sistem data base pendidikan pertanian Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian. 2) Meningkatkan kemampuan staf Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian dalam pengelolaan data base. Output : 1) Tersedianya system data base pendidikan pertanian Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertfikasi Profesi Pertanian.

150

2) Meningkatnya kemampuan staf Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertfikasi Profesi Pertanian dalam pengelolaan data base. Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan dalam rangka penyusunan SOP dan penentuan jenis data yang akan dimasukan dalam data base 2) Perancangan system data base 3) Pengadaan server, printer dan scanner 4) Pelatihan pengelola data base 5) Inputing data dan pengelolaan data base Sasaran : Meningkatkan akurasi dan kecepatan penyediaan data pendidikan pertanian yang meliputi : data Peserta didik, data Ketenagaan, data Kelembagaan pendidikan pertanian dan data Admistrasi Pusat Pendidikan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan : Juni s.d Juli 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

7.33. Pengadaan Alat Multimedia
Tujuan : meningkatkan kecepatan pemrosesan, pengolahan data dan informasi pendidikan, standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian. Output : tersedianya perangkat multimedia untuk mendukung pemrosesan dan pengolahan data. Mekanisme/Metode : 1) Pertemuan dalam rangka identifikasi kebutuhan peralatan yang dibutuhkan. Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat stuktural dan tim teknis lingkup Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian serta Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Pada pertemuan ini peserta mengidentifikasi dan mengemukakan jenis peralatan dan singkronisasi sistem yang diperlukan oleh masingmasing bidang/sub bidang. Untuk selanjutnya merancang jenis pengadaan barang dan Jasa sesuai dengan kebutuhan. 2) Survey peserta lelang dan calon pemenang lelang. 3) Tahap Pelaksanaan yang meliputi :Pengumuman Lelang & Anwizing, pengadaan Lelang Barang dan Jasa, serah Terima Barang dan pihak pengada kepada panitia lelang serta serah Terima Barang kepada Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 4) Penyusunan laporan kegiatan Sasaran: pegawai lingkup Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Waktu Pelaksanaan : Januari s.d Juni 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

151

8.

Generasi Muda Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Menengah

8.1. Pemberian Bantuan Praktik Siswa Program Studi Kesehatan Hewan, Penyuluhan Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan Dan Hortikultura
Tujuan : memfasilitasi siswa SMK - SPP dalam proses pembelajaran melalui bantuan praktik siswa SMK – SPP. Output : terfasilitasinya proses pembelajaran siswa SMK – SPP. Mekanisme/Metode : 1) Sosialisasi pedoman teknis pemberian bantuan praktik siswa SMK – SPP. 2) Pengumpulan proposal dari SPP penerima bantuan 3) Verifikasi proposal dan penyiapan SK penetapan bantuan sosial praktek siswa. 4) Proses pencairan dana 5) Monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan praktik siswa SMK – SPP. Waktu Pelaksanaan : Februari – Maret dan September - Oktober 2012 Pelaksana : Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.2. Fasilitasi Program Pertukaran Siswa SMK-SPP ke Luar Negeri
Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kompetensi siswa SMK-SPP melalui program pertukaran siswa ke luar negeri Output: Terfasilitasinya 10 orang siswa SMK-SPP mengikuti program pertukaran siswa ke luar negeri Mekanisme/ Metode: 1) Pembentukan tim kerja untuk menyeleksi dan penetapan calon program pertukaran siswa SPP ke Luar negeri berkoordinasi dengan SMK-SPP 2) Penyiapan dan pengurusan dokumen calon peserta program yang akan dikirim 3) Pelepasan keberangkatan calon peserta program 4) Penyusunan laporan Sasaran: 10 orang Siswa SMK-SPP. Waktu Pelaksanaan: Maret s.d. Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.3. Fasilitasi PKU Siswa SMK-SPP di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit
Tujuan: meningkatkan kompetensi siswa SMK-SPP melalui program magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit.

152

Output: 808 siswa SMK-SPP mengikuti program magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit. Mekanisme/ Metode: 1) Berkoordinasi dengan SMK-SPP untuk menyiapkan siswa yang akan mengikuti magang/ PKU di perusahaan perkebunan sawit. 2) SMK-SPP menjalin kerjasama dengan perusahaan perkebunan sawit terkait dengan pelaksanaan magang/PKU 3) SMK-SPP yang akan menyertakan siswanya untuk mengikuti program magang/PKU, mengajukan usulan fasilitasi magang/PKU siswa ke Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian 4) Pusat c.q. Bidang Program dan Kerjasama melakukan verifikasi data calon peserta dan kesiapan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menerima peserta magang. 5) Pusat c.q Bidang Program dan Kerjasama menyalurkan bantuan dana magang/PKU siswa SMK-SPP 6) Pengawalan dan Evaluasi pelaksanaan program magang/PKU siswa SMK-SPP 7) Penyusunan Laporan Kegiatan Sasaran: 808 orang siswa SMK-SPP di seluruh Indonesia. Waktu Pelaksanaan: Juli s.d Desember 2011 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.4. Bimbingan Teknis Siswa SMK-SPP di Bidang Peternakan
Tujuan: meningkatkan kompetensi siswa SMK-SPP Program Studi Peternakan Dan Kesehatan Hewan melalui Bimbingan Teknis Bidang Peternakan Output: meningkatnya kompetensi 60 orang siswa SMK-SPP bidang peternakan Mekanisme/ Metode: Dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu: 1) Pusat c.q. Bidang Program dan Kerjasama, mensosialisasikan kegiatan peningkatan kompetensi Siswa SMK-SPP melalui Bimbingan Teknis Bidang Peternakan. 2) Siswa SMK-SPP yang akan mengikuti Bimbingan Teknis Bidang Peternakan diseleksi sesuai dengan Pedoman Teknis Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Melalui Program Praktik Kerja Usaha Bidang Peternakan. 3) Pusat menjalin kerjasama dengan Lembaga yang memiliki kompetensi dalam Bimbingan Teknis bidang peternakan.Terkait dengan pelaksanaan peternakan bagi Siswa SMK-SPP 4) Penyelenggaran pelaksanaan Bimbingan Teknis bidang peternakan bagi Siswa SMK-SPP bekerjasama dengan Instansi yang kompeten.Proses dan Metode Bimbingan Teknis mengacu kepada Pedoman Teknis Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Melalui Program Praktik Kerja Usaha Bidang Peternakan. 5) Penyusunan laporan kegiatan Bimbingan Teknis bidang

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

153

Sasaran/ peserta: 60 orang Siswa SPP jurusan peternakan dan kesehatan hewan Waktu Pelaksanaan: Mei s.d. Agustus 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bidang Program dan Kerjasama Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.5. Perumusan Metodologi Pembelajaran Bidang Produktif di SMKSPP
Tujuan : merumuskan metodologi pembelajaran bidang produktif di SMK-SPP Output : metodologi pembelajaran bidang produktif di SMK-SPP Mekanisme/Metode : 1) Penyiapan bahan pertemuan Perumusan metodologi pembelajaan di SMK-SPP. 2) Pertemuan perumusan Metodologi Pembelajaran Bidang Produktif di SMK-SPP. 3) Penyusunan laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan. Sasaran : SMK-SPP Waktu Pelaksanaan : Februari s.d Mei 2012 Pelaksana : Bidang Pendidikan Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

8.6. Pengembangan Karya Teknologi Inovasi Siswa SMK-SPP
Tujuan : Meningkatkan wawasan siswa SPP untuk mewujudkan minat dan bakatnya dalam bidang pertanian. Output : Karya Teknologi Inovasi Teknologi Siswa SMK-SPP. Mekanisme/Metode : Dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan : 1. Sosialiasi penyelenggaraan lomba Karya Inovasi Siswa SMK-SPP 2. Penerimaan Karya Inovasi oleh Panitia 3. Penilaian Karya Ilmiah Inovasi Siswa SMK-SPP oleh Tim Juri 4. Penetapan Pemenang Sasaran : Siswa SMK-SPP seluruh Indonesia. Waktu Pelaksanaan : April s.d. Agustus 2011 Pelaksana : Bidang Pendidikan, Pusat Pendidikan, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian

154

VI.

DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA

1.

Perencanaan Program dan Anggaran

1.1. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan PPSDMP
Tujuan: Mengevaluasi kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun 2011 dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian tahun 2012. Output: 1) Perbaikan pelaksanaan kegiatan tahun 2012 2) Kesatuan pemahaman dan tindakan dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran oleh 130 satker. Mekanisme/Metode: Pertemuan Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari/Februari 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.2. Pengawalan Kegiatan TA. 2012 dan Penyiapan Anggaran TA. 2013
Tujuan: 1) Melakukan pengawalan serta penyesuaian dokumen kegiatan dan anggaran TA. 2012; 2) Melakukan identifikasi dan koordinasi kegiatan Badan PPSDMP TA. 2013; 3) Menyusun garis besar usulan kegiatan dan anggaran TA. 2013 dan menyelesaikan usulan revisi POK, DIPA TA 2012 lingkup Badan PPSDMP. Output: 1) Dokumen Revisi POK dan DIPA TA. 2012; 2) Bahan Usulan Kegiatan dan Anggaran TA. 2013; Mekanisme/Metode: 1) Rapat–rapat koordinasi 2) Pertemuan penyusunan dokumen Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

155

1.3. Penyusunan SBK TA. 2013
Tujuan: Menyusun standar biaya sebagai bahan acuan dalam penyusunan dokumen anggaran agar dapat tercapai kegiatan yang efektif, efisien dan akuntabel. Output: Dokumen Standart Biaya Masukan (SBM) TA. 2013 Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data dan Penelaahan SBM. Sasaran: SBM kegiatan pelatihan dan pendidikan TA. 2013 Waktu Pelaksanaan: Maret/April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.4. Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran TA. 2013
Tujuan: Menyusun rancangan kegiatan dan anggaran untuk 130 satker dalam format Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) yang dilengkapi dengan data dukung berupa : Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), dan data dukung lain yang dibutuhkan. Output: 1) Dokumen RKA-K/L Pagu Anggaran TA. 2013; 2) Dokumen KAK, RAB, dan data dukung lainnya. Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data; 3) Penelaahan; Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.5. Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran TA. 2013
Tujuan: 1) Menyelesaikan Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk 130 satker dalam format Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) yang dilengkapi dengan data dukung berupa : Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), dan data dukung lain yang dibutuhkan; 2) Menyiapkan konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

156

Output: 1) Dokumen RKA-KL Alokasi anggaran TA. 2013; 2) Dokumen KAK, RAB, dan data dukung lainnya; 3) Dokumen DIPA TA. 2013. Mekanisme/Metode: 1) Workshop; 2) Pengolahan data; 3) Penelaahan; 4) Validasi. Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. Waktu Pelaksanaan: November s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

1.6. Penyusunan Perencanaan Program Badan PPSDMP Tahun 2013
Tujuan: Penyempurnaan kebijakan pengembangan SDM perlu dijabarkan ke arah yang lebih operasional, terstruktur, terintegrasi dan berbasiskan pada tugas dan fungsi masing-masing Instansi Pelaksana Pengembangan SDM Pertanian baik Pusat maupun Daerah. Output: 1) Nota Keuangan dan RAPBN BPP SDMP Tahun 2013; 2) Review Rencana Strategis BPPSDMP Tahun 2010 - 2014; 3) Dokumen kebutuhan untuk perencanaan Program dan Kegiatan 2013; 4) Pedoman Pelaksanaan kegiatan Lingkup BPPSDMP Tahun 2013; 5) RKP; 6) Renja K/L Pagu Indikatif. Mekanisme/Metode: 1. Pertemuan; 2. Kunjungan Lapangan; 3. Diskusi dan penyusunan laporan. Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Waktu Pelaksanaan: 1) Persiapan dan pengumpulan bahan : Januari 2012; 2) Pelaksanaan : Januari s.d Desember 2012; 3) Penyusunan Laporan : Desember 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.2012

157

terstruktur. diskusi dan penyusunan laporan Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Juli dan Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Menyempurnakan kebijakan pengembangan SDM perlu dijabarkan kearah yang lebih operasional. diskusi grup. 1.1. Apresiasi Program Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1) Mensosialisasikan program-program kerjasama penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian 2) Mengembangkan koordinasi antara BPPSDMP dengan UPT serta Instansi/Lembaga terkait lainnya. Mekanisme/Metode: Pertemuan. Waktu Pelaksanaan: April s/d mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. terintegrasi dan berbasiskan pada tugas dan fungsi masing-masing instansi pelaksana pengembangan SDM pertanian baik pusat maupun daerah. 158 . Output: Rumusan tindak lanjut pemantapan program dan kegiatan yang harus ditindaklanjuti satker Mekanisme/Metode: Pertemuan. perumusan dan pengembangan SDM pertanian Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sinkronisasi Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1) Menyempurnakan mekanisme perencanaan program dan keuangan serta langkah-langkah operasionalnya. Output: 1) Tersosialisasinya program-program kerjasama penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian 2) Tercapainya koordinasi antara BPPSDMP dengan UPT serta Instansi/Lembaga terkait lainnya.8.7.

3) Tinjauan lapangan dan penyusunan laporan.11. 1. Output: Teroptimalisasinya peluang kerjasama luar negeri Mekanisme/Metode: 1) Pertemuan. 2) Diskusi. 1. Pengembangan Teknologi Informasi Tujuan: 1) Mengkoordinir pengembangan website lingkup Badan PPSDMP 2) Mengkoordinir perawatan website lingkup Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. meningkatkan wawasan dan pengetahuan. pendidikan. Sasaran: Satuan kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari – Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Perencanaan Kerjasama : Januari s.1. pelatihan. Output: 1) Dokumen Petunjuk Pelaksanaan Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. bertukar informasi dan pembelajaran serta memanfaatkan peluang-peluang kerjasama dalam rangka memperkuat dan menyempurnakan sistim perencanaan program dan kerjasama.d Maret 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Pertemuan penyusunan dokumen. 3) Database Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.d Desember 2012. Optimalisasi Peluang Kerjasama Luar Negeri Tujuan: Meningkatkan hubungan kerjasama.2012 159 . 2) Buku Biru Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.. menjaga komitmen.. dan pembentukan karakter (capacity building). Mekanisme/Metode: 1) Rapat–rapat koordinasi. Penyusunan Perencanaan Program Kerjasama Tujuan: Mengembangkan kapasitas SDM Pertanian melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan. Sasaran: 130 Satker pelaksana kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian.9. Waktu Pelaksanaan: 1) Perencanaan Program : Januari s.10.

3) Buku saku data ketenagakerjaan sektor pertanian Tahun (n-1) Mekanisme/Metode: 1) Pengadaan raw data dari BPS 160 . 2) Data dan Informasi berbasis website Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: 1) Rapat dan workshop 2) Bimbingan ke UPT lingkup Badan PPSDMP. Koordinasi dan Bimbingan Pengelolaan Data Tujuan: 1) Menyediakan data lingkup Badan PPSDMP yang akurat dan mutakhir 2) Melaksanakan bimbingan pengelolaan data dan informasi di 20 UPT lingkup Badan PPSDMP Output: Data yang akurat dan mutakhir. 2) Buku statistik ketenagakerjaan sektor pertanian (petani) 6 seri. tersaji dalam format buku BPPSDMP dalam angka Tahun (n-1) dan buku saku serta tampilan di website Mekanisme/Metode: 1) Rapat dan pertemuan 2) Bimbingan pengelolaan data dan informasi di UPT 3) Pengumpulan dan validasi data Badan PPSDMP 4) Pengolahan dan penyajian data Badan PPSDMP Sasaran: Kantor pusat dan 20 UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s.13. Output: 1) Website dan jaringan teknologi informasi lingkup Badan PPSDMP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 1.12. 1. Penyediaan Data Statistik SDM Pertanian Tujuan: Menyediakan data tenaga kerja pertanian (petani) per tahun Output: 1) Data ketenagakerjaan pertanian (petani) yang menjadi bahan buku statistik Kementerian Pertanian dan data dalam website Badan PPSDMP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.3) Mengkoordinir perawatan jaringan teknologi informasi kantor pusat 4) Mengkoordinir proses up-load materi website dari unit kerja kantor pusat. Sasaran: Kantor pusat dan 20 UPT lingkup Badan PPSDMP serta lembaga/unit kerja lain binaan Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s.

perkebunan dan peternak Waktu Pelaksanaan: Maret s. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.14. Pengelolaan Keuangan. 2.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Perencanaan. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tujuan: Melakukan rekonsiliasi atau pencocokan laporan keuangan yang dikirim oleh masing-masing satker lingkup Badan PPSDMP. Pembangunan Sistem Database BPPSDMP yang terintegrasi Tujuan: Mengintegrasikan Data lingkup BPPSDMP Output: Terintegrasikannya Data lingkup BPPSDMP Mekanisme/Metode: 1) Rapat-rapat 2) Pembangunan data yang terintegrasi 3) Pengintegrasian data-data Sasaran: Data lingkup BPPSDMP Waktu Pelaksanaan: Mei s. Sekretariat Badan PPSDMP 2. 3) Up load data di website Badan PPSDMP 4) Pencetakan buku dan deseminasi data Sasaran: Data tenaga kerja/ petani tanaman pangan. Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Tujuan: Menyusun laporan keuangan dan neraca tahun 2011 dan semester I 2012 Badan PPSDMP Output: Laporan Keuangan dan neraca Tahun 2011 dan semester 1 tahun 2012.2) Pengolahan raw-data dan penyajian data. Pengelolaan BMN Akuntansi.d Oktober 2012 Penanggung Jawab: Bagian Perencanaan. Verifikasi dan 2. 1.2.1. hortikultura. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.2012 161 .

Output: Laporan rekonsiliasi realisasi anggaran (SAK. Konsinyasi dan Konsultasi Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. Output: 1) Dokumen Rencana Kerja dan Tindak Lanjut Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi Dan Verifikasi 2) Kesamaan persepsi dan tindakan dalam pelaksanakan tugas dan fungsi akuntansi dan verifikasi. Mekanisme/Metode: Pembinaan lapangan Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari.3. Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi dan Verifikasi Tujuan: 1) Meningkatkan kinerja petugas akuntansi dan verifikasi 2) Mengembangkan pemahaman petugas akuntansi dan verifikasi tentang peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanakan tugas dan fungsinya. Forecast Satker dan GPP) Tujuan: Menyusun dan Menata data dasar pengelolaan perbendaharaan (SIMAK. LPJ.SIMAK BMN) dan SIMAK Perbendaharaan) Mekanisme/Metode: Pertemuan. LPJ. Sekretariat Badan PPSDMP 2.4. SPM. SPM. SPP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. dan GPP). Sekretariat Badan PPSDMP 162 . Output: Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan. Peningkatan Kualitas Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan (SIMAK. Juni dan Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Forecast satker. SPP.

Mekanisme/Metode: Pembinaan ke daerah. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Output: Peningkatan sistem. mekanisme dan tata kelola perbendaharaan.6. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Mekanisme/Metode: Rapat-rapat pertemuan. Output: Laporan dan proposal realisasi target dan realisasi PNBP. Output: Peningkatan pemahaman aturan perbendaharaan dan kesamaan tindakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perbendaharaan.5. Peningkatan Pengelolaan dan Dukungan Teknis Perbendaharaan Tujuan: Melakukan bimbingan dan pembinaan langsung untuk peningkatan kualitas pengelolaan perbendaharaan. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Apresiasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Perbendaharaan Tujuan: Mensinkronkan pemahaman tentang aturan perbendaharaan pada satker lingkup Badan PPSDMP. Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Maret 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.2. Mekanisme/Metode: Pembinaan ke UPT Sasaran: 20 Satker UPT lingkup Badan PPSDMP.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Sekretariat Badan PPSDMP 2.2012 163 . Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP. Sekretariat Badan PPSDMP 2.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Peningkatan Kualitas Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tujuan: Melakukan pembinaan dan bimbingan langsung intensifikasi dan ekstensifikasi PNBP di lingkup Badan PPSDMP.7.

Pelelangan.d Oktober 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.11. Peningkatan Kualitas Inventarisasi dan Penilaian BMN Tujuan: Meningkatkan kualitas pengelolahaan Barang Milik Negara pada satker Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian Output: Dokumen penilaian asset Mekanisme/Metode: Rapat/ pertemuan dan Penyusunan dokumen Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Waktu Pelaksanaan: Januari s. Mekanisme/Metode: Rapat.2. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Peningkatan Kualitas Laporan Barang Milik Negara (BMN) Tujuan: Menyusun Laporan BMN lingkup Badan PPSDMP semester II tahun 2011 dan semester I tahun 2012 Output: Laporan BMN semester II tahun 2011 dan semester I tahun 2012 Mekanisme/Metode: Workshop Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari dan Juli 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Evaluasi Sasaran: Barang dan Jasa Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. 164 . Output: Barang dan Jasa.9.d September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Tujuan: Menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa lingkup Badan PPSDMP.8. Pengumuman.10. Peningkatan Kualitas (Forecasting Satker) Tujuan: Laporan Rencana Kebutuhan Dana Melakukan pembinaan dan bimbingan langsung intensifikasi dan ekstensifikasi PNBP di lingkup Badan PPSDMP Output: Peningkatan laporan rencana kebutuhan dana satker Mekanisme/Metode: Pembinaan ke UPT Sasaran: 20 Satker UPT lingkup Badan PPSDMP.

pelaksanaan. Output: Kesepahaman dan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan Mekanisme/Metode: Rapat/ pertemuan. membangun komunikasi dan koordinasi yang sinergis dalam aspek perencanaan. Mekanisme/Metode: Kunjungan ke satker dan Penyusunan dokumen Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP di 33 Propinsi Waktu Pelaksanaan: Januari s.Waktu Pelaksanaan: Januari s. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Sekretariat Badan PPSDMP 2. dan akuntabel. efektif.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan BMN Tujuan: Memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan pengelolaan BMN baik aspek perencanaan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. baik. Sekretariat Badan PPSDMP 2. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. pelaksanaan. Waktu Pelaksanaan: April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. serta pelaporan agar pengelolaan anggaran oleh Satker lingkup Badan PPSDMP berjalan tertib. pengorganisasian.12.13. Sasaran: 21 Satker Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP.14.pengorganisasian. pengendalian dan pelaporan oleh Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Peningkatan sistem dan mekanisme serta tatakelola pengelolaan Barang milik Negara. Pelaksanaan Proses Penghapusan/Hibah BMN Tujuan: Meningkatkan tertib administrasi pengelolaan BMN satker lingkup Badan PPSDMP Output: Dokumen penghapusan/hibah Mekanisme/Metode: Kunjungan ke satker dan penyusunan dokumen Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP di 13 Propinsi 274 Kabupaten Waktu Pelaksanaan: Januari s.2012 165 . Forum Komunikasi Pengelola Keuangan dan Perlengkapan Tujuan: Menyamakan persepsi. pengendalian.

Sasaran: 33 Propinsi Satker lingkup Badan PPSDMP. Peningkatan Koordinasi dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan dan Perlengkapan Tujuan: Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan perlengkapan bagi pengelola keuangan dan perlengkapan bagi Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Kesepahaman dan rencana tindak lanjut untuk meningkatan kualitas pengelolaan keuangan dan perlengkapan oleh Satker lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Pembinaan ke daerah.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Keuangan dan Perlengkapan. 2) memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan: 3) melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Monitoring dan Evaluasi. pedoman yang ditetapkan. transparansi. pencapaian target keluaran (output). Output: 1) Meningkatnya kinerja. Sekretariat Badan PPSDMP 3. akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. melaporkan keuangan negara secara andal. outcome dan keberhasilan program dan kegiatan. Pelaporan dan Kehumasan 3. Tujuan 1) Memberi keyakinan yang memadai bahwa penyelenggaraan kegiatan di Badan PPSDMP dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. 5) menilai hasil pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan rencana. 3) Terukurnya pencapaian kinerja 4) Informasi tentang output. 4) mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya.15. dan mendorong ketaatan terhadap peraturan 166 . mengamankan aset perundangan. negara. dan pengamanan aset negara di lingkup Badan PPSDMP sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku 2) Informasi perkembangan realisasi penyerapan dana. Waktu Pelaksanaan: Januari s. dan kendala yang dihadapi.2.1. Evaluasi. dan penggunaan input sesuai dengan keperluan serta dilaksanakan sesuai jadwal. Pembinaan Pengelolaan dan Penyusunan Pengendalian. sehingga tujuan dan sasaran dapat tercapai 6) mendapatkan masukan informasi bagi perumusan perencanaan dalam menyusun rancangan pengembangan kegiatan tahap berikutnya.

monitoring dan evaluasi 6) Koordinasi. dan analisis data. (2) Pelaksanaan (pengumpulan. (5) Penyusunan laporan. (2) Pembahasan rancangan juklak. penyusunan proposal. 5) Konsolidasi. pembinaan dan supervisi pengendalian. Monitoring dan Evaluasi Program: (1) Persiapan (koordinasi. Workshop Simonev Tujuan: Tersosialisasinya aplikasi Simonev keseluruh UPT lingkup Badan PPSDMP serta teraplikasikannya Simonev diseluruh Satker lingkup Badan PPSDMP Output: Terbentuknya kesamaan persepsi terhadap aturan yang tertuang dalam pedoman yang mengatur monitoring dan evaluasi di antara unit kerja lingkup dan binaan Badan PPSDMP Tersosialisasinya informasi dan metode mengenai sistem Monitoring. (3) Pengumpulan bahan juklak. (6) Penyampaian laporan. workshop dan forum-forum pengendalian. Monitoring dan Evaluasi: (1) Pengumpulan bahan. (b) anggaran monev yang tersedia. 2) Penyusunan Juklak Pengendalian. (2) Entry dan pengolahan data. (6) Revisi juklak. penggandaan. Monev: (1) Identifikasi dan analisis kriteria pengendalian. (c) ketersediaan dan kesiapan SDM dan (d) sarana prasarana lainnya. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. monev pelaksanaan program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. (3) Verifikasi data. melalui desk analisis terhadap (a) program/rencana kegiatan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. perumusan indikator. (4) Penyusunan draft juklak. pengolahan. Berbagai upaya diatas. Sekretariat Badan PPSDMP 3. serta lokakarya hasil). dan 6) Permasalahan yang dihadapi. Evaluasi dan Pelaporan kepada seluruh unit kerja lingkup Badan PPSDMP Terbangunnya komitmen seluruh unit kerja lingkup Badan PPSDMP untuk melaksanakan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam pedoman sistem Monitoring. (4) Analisis data. dan (3) Pelaporan (penyusunan. Evaluasi dan Pelaporan Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. (5) Pembahasan draft juklak. penyusunan instrumen. pembahasan. lokakarya persiapan pelaksanaan. solusi yang dilakukan dan rekomendasi perbaikan di masa mendatang Mekanisme /Metode: 1) Penyusunan rencana tahunan kegiatan pengendalian.d. dan pre-test). diintegrasikan kedalam sub-komponen kegiatan sebagai berikut: 1) Workshop Simonev 2) Peningkatan Efektivitas monitoring dan evaluasi program 3) Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) 4) Forum SPI lingkup Badan 5) Koordinasi monev Sasaran/ Target group: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s. monitoring dan evaluasi.2. dan penyampaian laporan). 4) Pengelolaan Data Pengendalian.2012 167 . 3) Pengendalian. monitoring dan evaluasi.5) Gambaran potensi pengembangan.

(2) Entry dan pengolahan data. (5) Penyusunan laporan. 4) Menilai efektivitas.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. manfaat. penggandaan. Output 1) Data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP: 2) Hasil penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Sekretariat Badan PPSDMP 168 . 6) Rumusan masukan-masukan untuk penyempurnaan program dan kegiatan ke depan. penyusunan proposal. 3) Mengantisipasi secara dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. Mekanisme/Metode 1) Studi dokumen dan survey ke lapangan 2) Desk analisis 3) Penyusunan Juklak Monev: 4) Monitoring dan Evaluasi Program: (1) Persiapan (koordinasi.3. penyusunan instrumen. perumusan indikator. (3) Verifikasi data. Peningkatan Efektivitas Monitoring Dan Evaluasi Program Tujuan: 1) Memantau proses dan kemajuan pelaksanaan sekaligus mendapatkan data dan informasi yang akurat tentang kemajuan yang telah dicapai dari setiap kegiatan di setiap Satker lingkup Badan PPSDMP: 2) Melaksanakan penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. efisiensi. serta keberlanjutan program dan kegiatan 5) Rumusan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan. dan analisis data. pembahasan. dan pretest).Metode: ceramah. Sasaran: 130 Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu : Maret s. (2) Pelaksanaan (pengumpulan. serta lokakarya hasil). dan penyampaian laporan). Sekretariat Badan PPSDMP 3. lokakarya persiapan pelaksanaan. dan (3) Pelaporan (penyusunan. (4) Analisis data. 4) Informasi tentang efektivitas. 6) Merumuskan masukan-masukan untuk penyempurnaan program dan kegiatan ke depan. pengolahan. serta keberlanjutan program dan kegiatan 5) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan. 5) Pengelolaan Data Evaluasi: (1) Pengumpulan bahan. (6) Penyampaian laporan. efisiensi. 3) Tindakan antisipatif terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. diskusi dan latihan Sasaran/ Target: seluruh UPT dan Satker Dekonsentrasi lingkup Badan PPSDMP Waktu: April 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. manfaat.

Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) Tujuan: 1) Membina pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 2) Memantau dan melaksanakan supervisi proses dan kemajuan pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 3) Mengkonsolidasikan kegiatan SPI di Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP 4) Mengidentifikasi kendala/masalah secara dini dan melakukan pengendalian 5) Bahan usulan untuk penyempurnaan pelaksanaan kegiatan tahun mendatang 6) Kesamaan persepsi dalam pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 7) Informasi tentang proses dan kemajuan pelaksanaan SPI di UPT lingkup Badan PPSDMP 8) konsolidasi dan sinkronisasi kegiatan SPI di Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode 1) 2) 3) Documental study.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Survey observasi. Output 1) Gambaran tentang pelaksanaan kegiatan SPI di seluruh UPT lingkup BPSDMP 2) Rumusan kendala/masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan SPI 3) Rumusan langkah tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang.2012 169 .3. Sekretariat Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.4. Forum SPI Lingkup Badan PPSDMP Tujuan 1) Mereviu pelaksanaan kegiatan SPI di seluruh UPT lingkup BPSDMP 2) Mengidentifikasi kendala/masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan SPI 3) Merumuskan langkah tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja dimasa yang akan datang. Sekretariat Badan PPSDMP 3. Mekanisme/Metode 1) Penyajian laporan kegiatan SPI didaerah 2) Diskusi Kelompok Terfokus 3) Lokakarya Sasaran: UPT Pusat lingkup Badan PPSDMP Waktu: Juni 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Workshop. Sasaran: Kantor pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu: Februari s.5.

3) Pembinaan. 2) Meningkatkan kemampuan aparat dalam penyusunan LAKIP melalui pembinaan.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. 170 .7. Sasaran: Kantor Pusat dan UPT lingkup Badan PPSDMP Waktu: Januari s. 4) Penyusunan laporan. Tindak Lanjut Penyelesaian Hasil Pemeriksaan Tujuan 1) Mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan tanggapan dan tindak lanjut hasil pengawasan dari seluruh Satuan Kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. BPKP dan Itjen Kemtan).6. Output 1) Data dan informasi yang berhubungan dengan tanggapan dan tindak lanjut hasil pengawasan dari seluruh Satuan Kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 3) Penyusunan LAKIP Output 1) Informasi tentang kinerja pelaksanaan kegiatan Sekretariat dan Satuan Kerja (Satker)/unit kerja lingkup Badan PSDMP Tahun 2011 sebagai bahan LAKIP Badan PPSDMP 2) Peningkatan kemampuan aparat dalam penyusunan LAKIP melalui pembinaan. Penyusunan LAKIP Sekretariat Badan dan LAKIP Badan PPSDMP Tujuan 1) Memperoleh informasi tentang kinerja pelaksanaan kegiatan Sekretariat dan Satuan Kerja (Satker)/unit kerja PSDMP. 3) Dokumen LAKIP Mekanisme /Metode 1) Pertemuan. 2) Tindaklanjut hasil pengawasan (LHP) baik secara korespondensi maupun kunjungan lapangan. 3) Mengolah serta menyajikan data dan informasi mengenai tanggapan dan tindak lanjut penyelesaian hasil pengawasan dalam bentuk laporan dan bentuk-bentuk lainnya. 2) Menindaklanjuti laporan hasil pengawasan (LHP) baik secara korespondensi maupun kunjungan lapangan.3. Sekretariat Badan PPSDMP lingkup Badan PSDMP Tahun 2011 sebagai bahan LAKIP Badan 3. menyusun rencana tindak lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara di lingkup BadanP PSDMP dan menyamakan data temuan hasil pemeriksaan yang dimiliki Badan PPSDMP dengan lembaga auditor (BPK. 4) Menyelenggarakan dan menghadiri pertemuan konsultasi dengan lembaga auditor untuk menindaklanjuti kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP. 2) Diskusi.

Sekretariat Badan PPSDMP 3. Tujuan Menyusun berbagai bentuk laporan yang akan disampaikan kepada berbagai kepentingan.2012 171 . 3) koordinasi/konsultasi. Mekanisme /Metode 1) Persiapan. 4) pemutahiran data. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Sekretariat Badan PPSDMP 3. Penyusunan Laporan Badan PPSDMP. 4) Penyusunan laporan Sasaran: Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu: Januari s.9. 2) analisa pengolahan data.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. 2) Pertemuan. menyusun rencana tindak lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP dan menyamakan data temuan hasil pemeriksaan yang dimiliki Badan PPSDMP dengan lembaga auditor (BPK.8.3) Laporan mengenai tanggapan dan tindak lanjut penyelesaian hasil pengawasan 4) Terselenggaranya pertemuan konsultasi dengan lembaga auditor untuk menindaklanjuti kasus-kasus kerugian negara di lingkup Badan PPSDMP. Konsolidasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Lingkup Badan PPSDMP Tujuan 1) Meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap penyelenggaraan kepemerintahan. dan kunjungan lapang dalam rangka tindak lanjut LHP Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP Waktu: Januari s. BPKP dan Itjen Kemtan). 3) Diskusi.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. serta pembinaan penyusunan laporan di satker/unit kerja lingkup Badan PSDMP Output 1) Laporan Rapim Kementerian Pertanian 2) Laporan Rapim Badan PPSDMP 3) Laporan Raker/RDP DPR RI 4) Laporan Bulanan Sekretariat 5) Laporan Bulanan Badan PPSDMP 6) Laporan Bulanan kegiatan Kepala Badan PPSDMP Mekanisme /Metode 1) Persiapan.

Sekretariat Badan PPSDMP 3. dan keping DVD.10. program dan kegiatan Badan Pengembangan SDM Pertanian.2) Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pimpinan tentang pentingnya tindak lanjut hasil pengawasan. brosur. kliping.. Mekanisme /Metode 1) Monitoring dan koordinasi. 3) Penyampaian laporan. 2) Rekapitulasi dan pengiriman ke obyek pemeriksaan LHP. 4) Tindak lanjut hasil pemeriksaan. Mekanisme /Metode: 1) Pengumpulan bahan informasi. 2) Meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab pimpinan tentang pentingnya tindak lanjut hasil pengawasan. 4) Melakukan introspeksi pimpinan instansi sebagai salah satu sarana percepatan. Satuan Kerja lingkup Badan PPSDMP dan Masyarakat luas / Stakeholders Waktu: Januari s. bulettin. Sasaran: Kantor Pusat Badan PPSDMP Waktu: Januari s. 5) Penyusunan Laporan Perkembangan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan. 3) Meningkatnya koordinasi antar pimpinan satker lingkup Badan PPSDMP.d Desember 2012. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan.Penyusunan Materi Informasi Tujuan: Hasil penyusunan materi informasi menjadi salah satu wahana informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders). selain dapat mengetahui dan memahami juga dapat memberi masukan terhadap kebijakan. 3) Meningkatkan koordinasi antar pimpinan satker lingkup Badan PPSDMP. Output media informasi berupa : Materi informasi disusun dalam berbagai format kemasan yaitu leaflet. 2) Pengolahan bahan informasi. Sekretariat Badan PPSDMP 172 . 3) Pemutakhiran Data.d Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. Sasaran: Pusat. 4) Melakukan introspeksi pimpinan instansi sebagai salah satu sarana percepatan. 5) Peningkatan tindak lanjut hasil pengawasan dan dapat terjalin komitmen antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam membangun tata kepemerintahan yang baik (good governance). Output 1) Meningkatnya efektivitas pengawasan terhadap penyelenggaraan kepemerintahan. 5) Peningkatan atas tindak lanjut hasil pengawasan dan terjalinnya komitmen antara pihakpihak yang berkepentingan dalam membangun tata kepemerintahan yang baik (good governance).

Sekretariat Badan PPSDMP 3. pemahaman dan memberikan umpan balik terhadap program kegiatan/ kebijakan BPPSDMP dalam rangka perbaikan pelaksanaan program/kebijakan di BPPSDMP Output: Meningkatnya pengetahuan.3.11. pemahaman dan mendapatkan masukan atas program kegiatan/ kebijakan Badan PPSDMP dalam rangka perbaikan pelaksanaan program/kebijakan di BPPSDMP Mekanisme /Metode 1) Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui Pameran. Mekanisme /Metode 1) persiapan 2) pelaksanaan kegiatan 3) penyusunan laporan Sasaran: Satker lingkup Badan PPSDMP dan stakeholders Waktu: Januari s. Temu Koordinasi Kehumasan Tujuan: Menyamakan persepsi dan meningkatkan wawasan aparat pelaksana kehumasan tentang kegiatan kehumasan dan kegiatan Badan PPSDMP Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 2) Terbangunnya citra positif Badan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian.d Desember 2012. Penyebaran Informasi Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan pengetahuan. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. konsumsi Sasaran: Masyarakat luas / Stakeholders Waktu: Januari s. 2) Membangun citra positif Badan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Liputan/Jumpa Pers. Dukungan kegiatan adalah ATK bahan habis pakai.13. Sekretariat Badan PPSDMP. kunjungan Pers. Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. 3. Output 1) Acara resmi kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan aturan keprotokolan.12. Publikasi media TV dan Radio.2012 173 .d Desember 2012. Penyelenggaraan kehumasan dan keprotokolan Tujuan 1) Menerapkan norma-norma tata aturan acara resmi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan aturan keprotokolan. Sewa Rubrik.

Sasaran: Pejabat/pelaksana kehumasan lingkup Kementerian Pertanian dan UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu: Juni 2012. dan kegiatan Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: 1) 2) pertemuan dan. Sekretariat Badan PPSDMP 4. Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan. tinjauan lapangan.Output: Kesamaan persepsi bagi aparat pelaksana kehumasan tentang kegiatan kehumasan. Pengembangan dan Kodefikasi Produk Hukum lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: 1. Inventarisasi Permasalahan Hukum. Pengadaan bahan pustaka yang telah diseleksi Sasaran: Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s/d Nopember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Bagian Evaluasi dan Pelaporan.1. Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital Tujuan: Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perpustakaan yang seiring dan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan mengembangkan perpustakaan digital yang mampu menyediakan informasi secara cepat jelas dan akurat.14. Menyusun dan menerbitkan produk hukum untuk menindaklanjuti kebijakan/peraturan di bidang SDM Pertanian 2. Menginventarisasi dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hukum di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan danPengembangan SDM Pertanian 174 . Sekretariat Badan PPSDMP 3. Organisasi. Kepegawaian. Rumah Tangga dan Tata Usaha 4. Output: 1) 2) 3) 4) 5) Katalog Buku referensi Majalah Iptan Perundang-undangan Audio visual baik dalam bentuk CD maupun melalui jaringan internet dan intranet Mekanisme/ Metode: 1) 2) 3) Pengadaan Buku Perpustakaan Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital.

identifikasi. pengolahan data danpenyusunandokumen 4) sosialisasi Sasaran: Kantor pusat dan Unit Pelaksana teknis lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: JanuarisampaidenganDesember 2012 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Pemantapan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: 1) Dokumen rancangan pengembangan kelembagaan lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 2) Dokumen SOP.2. Inventarisasi. pengumpulandanpengolahan data 3. Terpahaminya peraturan perundangan yang berlaku Mekanisme: 1. Peraturan Perundangan (Peraturan dan Keputusan Menteri Pertanian. Peraturan dan Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian) 2. Rapat. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. tata hubungan kerja dan rincian tugas pekerjaan unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 3) Dokumen usulan penghargaan Abdi bakti tani 4) Dokumen Indek penerapan Nilai-nilai Budaya Kerja (IPNBK) 5) Dokumen Indek kepuasan Masyarakat (IKM) Mekanisme/Metoda: 1) Rapat /pertemuan 2) kunjunganlapangan 3) pengumpulan. Melaksanakan bimbingan teknis di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian agar dalam penyusunan produk hukum sesuai dengan peraturan perundangundangan Output: 1.3.2012 175 ./pertemuan 2. Sosialisasi Sasaran: 210 produk hukum WaktuPelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi.

rapat/pertemuan Sasaran: Semua aparatur Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 176 .4.Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Sinkronisasi SOP dan Analisis Jabatan/Uraian Jabatan Tujuan: 1) Untuk meningkatkan pelayanan dan tata kelola administrasi dan manajemen yang efektif dan efisien 2) Untuk mensinergikan uraian jabatan dengan analisis jabatan dalam rangka meningkatkan profesionalisme aparatur sehingga terwujud pemerintahan yang baik Output: Tersusunnya SOP yang sinkron dengan uraian jabatan Mekanisme/Metode: Koordinasi. Bimbingan Teknis Organisasi dan Metoda Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi Output: Terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN Lingkup Badan Sasaran: Aparatur Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi.3. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Workshop Penyusunan Produk Hukum Tujuan: 1) Untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman SDM pertanian dalam penyusunan produk hukum 2) Mewujudkan keseragaman bentuk produk hukum 3) Mewujudkan keterpaduan materi dan koordinasi dalam penyusunan produk hukum 4) Menjamin produk hukum sesuai dengan kebutuhan dan system hokum nasional 5) Menjamin kepastian hukum dalam penyusunan produk hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan Output: 1) Tersusunnya produk hukum lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Sasaran: Aparatur yang terampil menyusun produk hukum Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Bagian Umum Sekretariat Badan 4.5. Bagian Umum Sekretariat Badan 4.

Perencanaan. saran. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Bagian Umum Sekretariat Badan 4.8. ahli.7. dan Pengembangan Pegawai Tujuan: Meningkatkan kualitas dan kuantitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di setiap unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. dan FGD / jaring pendapat dari pakar. masyarakat.2012 177 . Pembinaan. Sosialisasi Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tujuan: Menyebarluaskan dan memberikan pemahaman kepada petani tentang Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Output: 1) Naskah Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani 2) Peraturan-peraturan tindak lanjut Naskah Kebijakan Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Mekanisme/Metode: Pertemuan dan sarasehan Sasaran: Petani kecil yang luas lahannya kurang dari 2 ha Waktu Pelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara / Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. akademisi dll dalam rangka penyempurnaan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Output: 1) Rancangan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani 2) Daftar Inventarisasi Masalah Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Mekanisme/Metode: Rapat dan pertemuan Sasaran: Petani WaktuPelaksanaan: Januari sampai dengan Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. Bagian Umum Sekretariat Badan 4. Bagian Umum Sekretariat Badan 4.6.Penyelenggara/Pelaksana: Subbagian Hukum dan Organisasi. seminar. Penyusunan dan Pembahasan Naskah Kebijakan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tujuan: Menghimpun masukan.

10. Output : Peningkatan kompetensi pegawai 178 . impassing. 2) Peningkatan kemampuan dan keterampilan pegawai dalam mendukung tugas pokoknya. Mekanisme/Metode 1. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. dan fakta integritas. 3) Dokumen pelantikan dalam jabatan. 3) Layanan bimbingan/kajian-kajian/konsultasi. 2) Dokumen yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian. jabatan. gaji berkala. keahlian. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. 2. Peningkatan Kompetensi Pegawai Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Meningkatkan wawasan. sumpah pegawai. pensiun).d. pengetahuan. serah terima jabatan. 2) Sosilisasi/workshop. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 4. Biro Organisasi dan Kepegawaian. mutasi alih tugas. Pengumpulan dan pengolahan data. 3) Sertifikat kelulusan Ujian Dinas dan KPPI. 4) Dokumen sumpah pegawai dan Izin Belajar. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Sasaran : 750 dokumen Waktu Pelaksanaan: Januari s.9. Output: 1) Surat Keputusan (BKN. Pertemuan/ rapat/ koordinasi/ apresiasi/ sosialisasi. 5) Dokumen pembinaan pegawai Mekanisme/Metode: 1) Rapat-rapat/pertemuan/koordinasi. dan kemampuan pegawai dalam menunjang pelaksanaan tugas-tugas kedinasan.Output: 1) Dokumen formasi dan kebutuhan pegawai unit kerja lingkup BPPSDMP. Optimalisasi Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Tujuan: Meningkatkan pelayanan prima kepada setiap pegawai di unit kerja lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Mentan. Kepala Badan) yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian (Surat Keputusan pangkat. 4. Sekretaris Jenderal.d. Sasaran: Pegawai lingkup unit kerja Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu pelaksanaan: Januari s.

Pembinaan dan Pengembangan Pegawai Calon Purnabhakti Tujuan: Meningkatkan kualitas dan produktifitas pegawai purnabhakti yang berhasil guna mendukung keperluan bagi dirinya dan keluarganya. pembinaan. Pengembangan dan Pemutakhiran Data Pegawai Tujuan: 1) Meningkatkan fungsi pelayanan di bidang data dan informasi di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana :Bagian Umum. Penyusunan Kompetensi Pegawai Tujuan : Menentukan kualifikasi dan syarat suatu jabatan lingkup Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 4. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 4. Sasaran : Pegawai lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Waktu pelaksanaan :Januari s.Mekanisme/Metode : Diklat. 4.13. apresiasi. Sasaran: Kantor pusat dan UPT lingkup BPPSDMP Tempat dan Waktu pelaksanaan : Kegiatan akan dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan Februari 2012. workshop.12.11. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.d. pengolahan data dan validasi data. Output: Data pegawai yang akurat dan mutakhir Mekanisme/Metode: Workshop. 2) Meningkatkan koordinasi yang baik antara para pengelola data kepegawaian di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.2012 179 . Output: Peningkatan kompetensi pegawai calon purna bhakti di bidang agribisnis Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. sosialisasi. Output: Standar kualifikasi jabatan Mekanisme/Metode: Sosialisasi/workshop Sasaran: Pegawai lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tempat dan Waktu pelaksanaan : Kegiatan akan dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan Februari 2012 Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. seminar. apabila telah purna tugas sebagai PNS.

Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2) Identifikasi. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Output: Sistem pelayanan teknis dan administrasi yang efektif. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.15. Mekanisme/Metode: 1) Inventarisasi dan identifikasi dokumen Renstra. Sasaran: Pengelola di bidang Kesekretariatan Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Bali pada bulan Maret 2012.Mekanisme/metode: Pelatihan/magang/kunjungan lapangan. dan memperbaiki manajemen kinerja dengan baik. meningkatkan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Pengembangan Indeks Kinerja Kunci Individu Tujuan: 1) Memberikan acuan agar setiap kegiatan pelaksanaan tugas pokok oleh setiap PNS. tugas. Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Mei 2012.14. Output: Dokumen /informasi mengenai Sasaran Kerja Pegawai dan Indeks Kunci Utama. selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam Renstra dan Renja organisasi. 4) Sosialisasi/workshop. analisis kewenangan. 180 . fungsi pada unit kerja BPPSDMP 3) Penyusunan instrument. efisien. Sasaran: Pegawai calon purnabhakti lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. 2) Memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan. 4. Apresiasi Kesekretariatan Tujuan: Memberikan pemahaman dalam bidang pengelolaan 3M lingkup BPPSDMP. dan tepat waktu Mekanisme/metode: Koordinasi/pertemuan. 4. Sasaran: Pegawai Negeri Sipil lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Tempat dan Waktu pelaksanaan: Kegiatan akan dilaksanakan di Jakarta dan Nusa Tenggara Barat pada bulan Maret 2012.

4. dan unit kerja. Gubernur dan Lembaga-Lembaga terkait di daerah ataupun di luar negeri antara lain Kedutaan Besar RI dan Lembaga-Lembaga Internasional lainnya. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. Eselon II.17. Lingkup Kementerian Pertanian dan Kementerian yang terkait. 3) Terdistribusinya surat. 5) Tersampaikannya surat melalui kurir ke Menteri Pertanian. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sasaran: Pejabat struktural Tempat dan Waktu: Kegiatan akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat pada bulan Juni 2012.16. Pusat-Pusat dan Lembaga-Lembaga binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang berada di kantor Pusat. 4) Terkirimnya surat dan paket melalui kantor pos atau jasa kurir. paket wesel dan faximile yang diterima oleh Subbag Tata Usaha dab Rumah Tangga Kelompok Sekrtetariat Badan. Pegawai di lingkup 4. Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Tujuan: Memberikan acuan bagi para pengelola pegawai dalam mengukur pencapaian sasaran atau tujuan setiap individu. serta faximile ke UPT lingkup BPPSDMP. atau Lembaga-Lembaga non Pemerintah baik swasta ataupun Internasional yang berada di Jakarta ataupun di luar Jakarta. Biro.2012 181 . 2) Terpahaminya dan terlaksananya teknik penyusunan sasaran kerja pegawai kepada pejabat structural di lingkungan BPPSDMP. kelompok. Mekanisme/metoda: Koordinasi/sosialisasi/apresiasi. Penyelenggara/Pelaksana : Bagian Umum. Eselon I. 2) Tata nasakah dinas dan Kearsipan. Output: 1) Tersusunnya dan tersosialisasinya penyusunan Sasaran Kerja BPPSDMP. Sekjen. 6) Terkirimnya penomoran surat keluar dan terasipnya dengan copy surat-surat keluar melalui sisitem kompoterisasi. Terselenggaranya urusan ketatausahaan lingkup Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Tujuan: Badan 1) Memberikan pelayanan ketatausahan Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian selama 1 tahun 2) Menyelenggarakan tata nasakah dinas dan ketatalakasanaan/kearsipan Lingkup Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian 3) Mensosialisasikan tata naskah dinas dan kearsipan lingkup UPT Badan PPSSDMP Output: 1) Tertib administrasi dan dokumentasi persuratan lingkup BPPSDMP.

4 dan 2 Lingkup Badan PPSDMP Mekanisme/Metode: Pelayanan operasional kendaran dinas Lingkup Badan PPSDMP Sasaran: 1) Kantor Pusat 2) UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu Pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kerumahtanggaan Perkantoran Lingkup Badan PPSDMP Tujuan: Meningkatkan kualitas pelayanan Kerumahtanggaan Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: Terlayaninya keperluan Rumahtangga Kantor Pusat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Mekanisme/Metode: Pelayanan operasional perkantoran Sasaran: 1) Kantor Pusat Badan PPSDMP 2) Kantor LBTC (loka bina taruna cibubur) 3) Kantor Mess/Pool BPPSDMP Waktu pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelengara/Pelaksanaan: Bagian Umum. Sekretariat Badan PPSDMP 4.Mekanisme/Metode: 1) Pencatatan surat. Sekretariat Badan PPSDMP 182 . Sekretariat Badan PPSDMP 4.18. pendistribusiaan surat dan pendokumentasian administrasi katatausahan dan kearsipan Sasaran/Target: 1) Ketatausahaan lingkup Kantor Pusat Badan PPSDMP 2) Tata naskah dinas dan ketatalaksanaan/kearsipan Kantor Pusat dan UPT Lingkup Badan PPSDMP Waktu pelaksanaan: Januari s/d Desember 2012 Penyelenggara/Pelaksana: Bagian Umum.19. Pelayanan Pool Kendaraan Dinas Lingkup Badan PPSDMP Tujuan: Meningkatkan kualitas pelayanan kendaraan Kantor Pusat Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Output: Telayaninya keperluan Kendaraan baik roda 6.

serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian) 3) Penyebaran LM3 berdasarkan usulan 4) Data LM3 Model Mekanisme/Metode: 1) Disain pengembangan data base. Output: Tersedianya data base data dan informasi mengenai LM3 yang akurat dan terbaru. 2) Menyiapkan/memperbaharui data dan informasi tentang keragaan program pengembangan usaha agribisnis melalui LM3. 5. dan desa) 2) Penyebaran LM3 berdasarkan subsektor (tanaman pangan. 5) Verifikasi data dan pemasyarakatan data. Sasaran/ Target: 1. Penyusunan Pedoman LM3 Tujuan: Memberikan acuan dan gambaran secara menyeluruh dan jelas agar terjalin koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan pola pemberdayaan dan pengembangan usaha agribisnis di LM3 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Mekanisme/Metode: penulisan dan penyusunan.000 eksemplar Waktu Pelaksanaan: Januari s.d April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Tim Pelaksana LM3 BPPSDMP.2. Output: Tersusunnya Pedoman Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis LM3 tahun 2011 sebagai acuan kerja pelaksanaan kegiatan yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.5. peternakan. 4) Koordinasi dengan Eselon I terkait. hortikultura. 2) Pengumpulan bahan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 3) Mengetahui perkembangan LM3 yang telah menerima fasilitasi dari Kementerian Pertanian. 3) Entry dan pengolahan data.1.2012 183 . Pemutahiran Data LM3 Tujuan: 1) Membangun sistem data dan informasi LM3. kabupaten. Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) 5. Sasaran: Meningkatnya akurasi dan kecepatan penyediaan data dan iinfromasi LM3 yang meliputi: 1) Penyebaran LM3 berdasarkan lokasi (provinsi. kecamatan. diskusi dan pembahasan yang melibatkan Unit Kerja Eselon I terkait.

5) Bimbingan Lanjut. Jawa Timur. 4) Perumusan strategi penerapan pengelolaan LM3 Model. teknologi produksi.3. Bali). dan mempelajari proses dan kiat-kiat penerapan usaha agribisnis secara komprehensip. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP. Penyebaran 5. Mekanisme/Metoda: 1) Arahan pengelolaan LM3 Model. Oktober 2012 di Jawa Timur. pengolahan dan pemasaran hasil. terutama mengenai manajemen agribisnis. Sasaran: Pengelola LM3 Model Waktu dan Tempat : September s. Sasaran: Seluruh LM3 Model yang difasilitasi Kementerian Pertanian. Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Tim Pelaksana LM3. Studi Banding LM3 Model Tujuan: menciptakan wahana belajar bagi para pengelola LM3.d.Waktu Pelaksanaan: Januari s. Waktu dan Tempat: Agustus s. melihat dari dekat.d. Mekanisme/Metode: studi banding dilakukan dengan cara mengunjungi. 5. serta membangun jaringan kerjasama baik dengan subsistem hilir maupun subsistem hulu. Apresiasi Pengelolaan LM3 Model Tujuan: merupakan ajang pertemuan antara pemimpin/pengelola LM3 Model dengan pihakpihak terkait untuk mengembangkan kerjasama usaha dan merumuskan pengelolaan LM3 bagi tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat lainnya menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan Pembelajaran dalam pengembangan agribisnis. November 2012 di 3 (tiga) tempat (Jawa Barat. 184 .d.4. Output: Terlaksanya studi banding bagi LM3 Model. 2) Testimoni pengelolaan LM3 Model yang berhasil. guna memperluas wawasan dan pengetahuan. Output: Terlaksananya kegiatan Apresiasi Pengelolaan LM3 Model yang juga melibatkan pelaku usaha agribisnis secara teknis. meningkatkan motivasi dan pengalaman dalam mengembangkan usaha agribisnis mereka dengan mengunjungi dan melihat secara langsung ke lokasi/sentra agribisnis yang berhasil. Penanggung Jawab kegiatan: Tim Pelaksana LM3. 3) Diskusi/pembahasan penerapan pengelolaan LM3 Model.

5. Sasaran: LM3 Model yang termasuk dalam kategori berkembang. Waktu dan Tempat : Juni s. Sasaran: LM3 Model Waktu Pelaksanaan: Maret s.6. Output: Terlaksananya Magang bagi LM3 Model. 2) Perumusan Pola dan Desain bimbingan LM3 Model. Penanggung Jawab kegiatan: Tim Pelaksana LM3. Bimbingan Lanjut LM3 Model Tujuan: untuk menumbuhkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan nyata di lapangan sehingga LM3 menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. Output: Pengelola LM3 Model yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. Mekanisme/ Metode: 1) Survei Identifikasi kebutuhan bimbingan LM3 Model. Magang LM3 Model Tujuan: memberikan pembelajaran bagi Pengelola LM3 untuk belajar sambil bekerja secara nyata di kelembagaan Usaha Agribisnis sehingga LM3-nya menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan. 3) Pemilihan dan penetapan lokasi magang. 2) Perumusan kebutuhan materi magang. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 5.d.d. April 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: 1) Penanggung Jawab 2) Pelaksana : Sekretariat Badan PPSDMP : UPT Pelatihan lingkup BBPSDMP 5.2012 185 . Agustus 2012 di sentra agribisnis.7. Mekanisme/Metode: 1) Survei Identifikasi LM3 Model peserta magang. 4) Magang. 3) Penyusunan materi dan bahan serta jadwal bimbingan LM3 Model. Penyusunan Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model Tujuan: Memberikan acuan kegiatan bagi pemimpin/pengelola LM3 untuk menumbuhkan dan mengembangkan LM3 menjadi lembaga usaha agribisnis yang mampu berperan sebagai Pusat Informasi dan Pembelajaran dalam pengembangan agribisnis di Perdesaan.5. 4) Proses Pembelajaran/Bimbingan.

4) Menganalis dan merumuskan solusi permasalahan di lapangan untuk perbaikan kegiatan ke depan bagi semua pihak terkait. 2) Tersedianya informasi berkala tentang kemajuan. mampu mengembangkan dirinya sebagai motivator dan fasilitator pengembangan agribisnis di masyarakat sekitarnya (agent of development) Output: 1) Terlaksananya kegiatan pembinaan.d Mei 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Tim Pelaksana LM3 BBPSDMP 5. 3) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. dan supervisi LM3 sehingga pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan pengembangan usaha agribisnis LM3 berjalan secara efektif. 2) Mengetahui tingkat kemajuan kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan. Mekanisme/Metode: penulisan dan penyusunan. 5) Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program.8. 7) dilakukan secara berkelanjutan sehingga LM3 tersebut mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program beserta dampaknya. 2) Observasi dan kunjungan lapang. Pembinaan. Penyuluh Pendamping. triwulan. Koordinasi. masyarakat sekitar dan instansi terkait (UPT Pelatihan dan Dinas lingkup pertanian setempat). 4) Mengukur pencapaian dampak kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan. dan Supervisi LM3 Tujuan: 1) Membimbing para pelaksana program pemberdayaan SDM dan Penguatan Kelembagaan Usaha Agribisnis LM3 di tiap tingkatan wilayah. untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengelola program tersebut. 186 . Waktu Pelaksanaan: Januari s. dan tahunan).d Desember 2012. koordinasi.Output: Tersusunnya satu paket Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model sebagai acuan kerja pelaksanaan kegiatan yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Mekanisme/Metoda: 1) Identifikasi masalah di lapangan. 6) Menyediakan laporan berkala (bulanan. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP. Sasaran: Pelaksana kegiatan program LM3 di tiap tingkatan wilayah dan Pengelola LM3. 3) Diskusi mendalam dengan Pengelola LM3. diskusi dan pembahasan Sasaran/ Target: 200 eksemplar Waktu Pelaksanaan: Januari s.

2) Hasil penilaian dan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan LM3 agar berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. efisiensi. 3) Menyediakan umpan balik dari seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. September 2012 Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP 5. Monitoring dan Evaluasi LM-3 Tujuan: 1) Mengetahui tingkat kemajuan kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan/tindakan yang diperlukan.10. 3) Pelaporan Hasil Monitoring Evaluasi dan Rekomendasi. 2) Membangun sikap aparat yang transparan dan akuntabel. Output: 1) Data dan informasi yang akurat tentang perkembangan LM3 yang telah dicapai. 3) Tindakan antisipatif terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat segera dicari solusinya. 3) untuk menyusun strategi komunikasi untuk mendukung pelaksanaan program LM3 yang dikemas dalam berbagai media.2012 187 . Pengembangan Media LM-3 Tujuan: 1) Untuk mengkomunikasikan. 5) Rumusan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program LM3 di lapangan. triwulan. Sasaran: LM-3 yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian Waktu Pelaksanaan: April s. 6) Rumusan masukan untuk menyempurnakan program LM3 ke depan. 2) Sebagai wahana komunikasi bagi para pemangku kepentingan (Stakeholder) serta masyarakat luas agar mereka selain dapat mengetahui dan memberi masukan terhadap program pengembangan usaha agribisnis LM3. Mekanisme/ Metode: 1) Penyusunan disain dan instrumen monitoring evaluasi. mempromosikan serta sebagai wahana diskusi ilmiah populer dalam pengembangan sumberdaya manusia yang dikemas dalam bentuk multi media. juga dapat berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut. 4) Informasi tentang efektivitas. Output: 1) Tersedianya media tercetak dan media audio visual sebagai bahan informasi tentang kegiatan pemberdayan SDM melalui program LM-3.9. 4) Mengukur pencapaian dampak kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.d. kemanfaatan serta keberlanjutan program dan kegiatan LM3. dan tahunan). 5) Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. 2) Monitoring dan Evaluasi Lapangan. 6) Menyediakan laporan berkala (bulanan.5.

Mekanisme/Metode: 1. khususnya pemberdayaan SDM pertanian. Penerima manfaat adalah Penentu Kebijakan dan Pengelola Kegiatan/Program LM3. Tersedianya buku profile LM3 Model Meningkatnya dukungan dari pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis melalui LM3. 5.d. masyarakat petani sekitar LM3. penetapan disain media. 2.2) Meningkatnya dukungan dari pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan program Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis melalui LM3. 2. untuk mempromosikan hasil-hasil kegiatan pengembangan usaha agribisnis LM3 kepada masyarakat luas yang berminat di bidang pertanian. sehingga masyarakat luas menjadi tahu tentang kinerja dan keberhasilan suatu program pengembangan LM3 Model. Penyusunan Buku Profil LM3 Model Tujuan: 1. gambar). 4. 2. Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP 5. 3. 3. 2. Juni 2012. pengumpulan bahan (materi. penyusunan/pembuatan media. Mekanisme/Metode: 1. Waktu Pelaksanaan: Maret s. Menyediakan salah satu bentuk media informasi yang ditujukan khususnya untuk khalayak ramai. 5. Instansi Pemerintah/swasta di luar Kementerian Pertanian serta masyarakat luas. 7. 3. 4. Sasaran: 1. 6. Sebagai wahana informasi bagi para pemangku kepentingan (Stakeholder) yaitu Pejabat/Karyawan-karyawati lingkup Kementerian Pertanian.11. Identifikasi kebutuhan sasaran. Pengelola LM3. 188 Penetapan tema dan desain buku Identifikasi dan penetapan LM3 Model yang dipilih Disain dan format buku profil LM3 Model Pengumpulan bahan (materi dan gambar) Pengolahan Bahan Penyusunan bahan Pembuatan Media Pencetakan dan penyebaran . 8. LM3 yang telah berhasil dalam mengelola dan mengembangan usaha agribisnisnya sebagai sumber materi. Output: 1. 2. 3. dan masyarakat umum. pengolahan bahan. LM-3 dan masyarakat sebagai sasaran komunikasi.

1.Sasaran: 1. November 2012. Penerima manfaat adalah Penentu Kebijakan dan Pengelola Kegiatan/Program LM3. Pemberdayaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Kawasan Agropolitan Tahun 2012 Tujuan: 1) Menyediakan data dan informasi yang akurat dan faktual yang diperlukan untuk perencanaan fasilitasi dalam rangka pengembangan sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan 2) Menyebarluaskan informasi yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan kawasan agropolitan. masyarakat petani sekitar LM3.2.d. Penilaian dan Pemetaan Kelayakan Fasilitasi Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) 2) Melakukan penilaian kelayakan fasilitasi kawasan agropolitan di kabupaten/kota.d.d. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. Memetakan kriteria kawasan agropolitan untuk menetapkan kelayakan fasilitasi berdasarkan tingkat perkembangannya. Maret 2012 Pengumpulan dan pengolahan data dan informasi: Maret s. pengambilan gambar. Waktu Pelaksanaan: September s. dan masyarakat umum. editing. Desember 2012. 2. Juni 2012 Penyebaran data dan informasi: Juni s. editing. Waktu Pelaksanaan: 1) 2) 3) 4) Penyusunan daftar isian data base dan informasi : Januari s. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. finishing: Maret s.d. Pengelola LM3. 6. Output: 1) 2) Data base dan informasi kawasan agropolitan. Juni 2012 Pembuatan skenario dan pengambilan gambar. 6. LM3 Model yang telah berhasil dalam mengelola dan mengembangan usaha agribisnisnya sebagai sumber materi. Pengembangan Data Base dan Informasi di Kawasan Agropolitan Mekanisme/Metode: 1) 2) 3) Penyusunan daftar isian untuk pengumpulan data dan informasi Pengumpulan dan pengolahan data Pembuatan dokumentasi kawasan agropolitan secara visual (dimulai dari penyusunan skenario.d. 6. Output: 1) 2) Penilaian 15 kawasan agropolitan Peta model kelayakan fasilitasi kawasan agropolitan mewakili 4 komoditas unggulan. dan pembuatan masterdisk) Sasaran/ Target: tersedianya data dan informasi yang lengkap dan dinamis dan mudah diakses tentang semua yang mempengaruhi sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan.2012 189 . Penyelenggara/ Pelaksana kegiatan: Sekretariat Badan PPSDMP. Dokumentasi kawasan agropolitan dalam bentuk visual.

2) 3) Rumusan fasilitasi agribisnis di tiga kawasan agropolitan. september 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP.d. hortikultura. Penataan dan Penguatan Organisasi dan Manajemen Pengelola Kawasan Agropolitan Tujuan: menyamakan persepsi. Penguatan Kelembagaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha (Di Tiga Kawasan Agropolitan Sebagai Model) Tujuan: 1) Menumbuhkembangkan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di kawasan agropolitan.Mekanisme/Metode: 1) 2) 3) Pembuatan instrumen penilaian Melakukan penilaian Penyusunan peta kelayakan Sasaran/ Target: terselenggaranya penilaian 15 kawasan agropolitan yang mewakili komoditas tanaman pangan.d. dan implementasi pengembangan kawasan agropolitan.3. Oktober 2012. Sasaran/ Target: Pengelola kawasan agropolitan Waktu Pelaksanaan: April s. Mekanisme/Metode: Pertemuan dan Pelatihan Sasaran/ Target: 1) 2) Kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di tiga kawasan agropolitan sebagai model 30 orang pelaku utama dan pelaku usaha sistem dan usaha agribisnis di kawasan agropolitan 190 . 2) Meningkatkan kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengembangkan sistem dan usaha agribisnis. konsepsi. peternakan. Waktu Pelaksanaan: Agustus s. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP 6. Terlatihnya 30 orang pelaku utama dan pelaku usaha di kawasan agropoliitan.4. Output: 1) 2) Modul pelatihan manajemen pengelolaan kawasan agropolitan 30 orang pengelola kawasan siap menjadi pelatih pengelolaan kawasan agropolitan. Mekanisme/Metode: 1) 2) Penyusunan modul Pelatihan. dan perkebunan. 6. Output: 1) Rumusan fasilitasi penguatan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha di tiga kawasan agropolitan.

6. Provinsi. Output: 1) 2) Data dan informasi tentang pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Umpan balik (feedback) tentang usulan kegiatan. yang mencakup rencana koordinasi pengembangan organisasi.5.d.2012 191 . Desember 2012 Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. Waktu Pelaksanaan: April dan Agustus 2012.6. Output: 1) 2) Informasi pengalaman koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Rencana tindak lanjut koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan Mekanisme/Metode: pertemuan Sasaran/ Target: terselenggaranya pertemuan koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan. dan Kabupaten/Kota) Petani/kelembagaan ekonomi petani Swasta pengusaha agribisnis Kelembagaan penyuluhan Kelembagaan diklat Stakeholders terkait Waktu Pelaksanaan: Januari s.Waktu Pelaksanaan: September 2012. pengendalian dan pembinaan. mengelola dan mengembangkan kawasan agropolitan. Mekanisme/Metode: monitoring dan pertemuan Sasaran/ Target: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pokja Agropolitan (Pusat. saran perbaikan dan kerjasama fungsional antara Kelompok Kerja (Pokja). Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP. 6. Pembinaan Program Pemantapan Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) Mendapatkan informasi tentang pelaksanaan koordinasi pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan. Monitoring dan Evaluasi Kawasan Agropolitan Tujuan: 1) Memonitor dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan dan pengembangan kawasan agropolitan 2) Melakukan kegiatan koordinasi. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA. 2) Media untuk bertukar pengalaman dalam hal merancang. manajemen pengelolaan dan pengembangan. permasalahan yang dihadapi serta hal-hal yang telah dicapai. Penyelenggara/ Pelaksana: Sekretariat Pokja Agropolitan BBPSDMP.

Ato Suprapto. Ir.IX. MS 192 . Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dr. Pedoman ini dijadikan dasar dalam penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk kelancaran kegiatan dan anggaran di lapangan. PENUTUP Pedoman pelaksanaan kegiatan dan anggaran penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian tahun 2012 ini disusun sebagai acuan bagi setiap pengelola dan pelaksana kegiatan baik di pusat maupun daerah.

.

....................................................................................1....... 27 12...................................... Ruang lingkup 2 II............ Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)............. Perencanaan Kas Bulanan ..3............... Perencanaan Kas Mingguan ....................2..3...........1.. 25 12................................................... PENDAHULUAN 1 1...................5......2............. Langkah-Langkah Penyusunan Perkiraan Penarikan Dana .................................... 3 2....... 26 12........ Latar Belakang 1 2........ 18 5................. 26 12................1.........................3............................... Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 8 2.... PROGRAM.... Pengajuan dan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Dalam Negeri ........................ Pengorganisasian Pengelolaan Anggaran Terpadu Berbasis Kinerja 5 2.......................... Penyusunan Target Penerimaan ...................................................... 22 10... Landasan Operasional.......... Media Penyampaian dan Instansi Penerima Pelaporan ... DIPA Kantor Daerah ...................................................... DIPA dalam rangka Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan .............................5.......................... Target dan Indikator 3 2................... Pengelola Anggaran di Pusat 5 3..........6. Pengelola Anggaran Tugas Pembantuan di Tingkat Kabupaten/Kota 6 IV..... 22 10.................................. DIPA Kantor Pusat .................. 9 2............ Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian .............................6..1............................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ……………………………………………………...........................................2.............. 28 13............ 23 12............... 23 11............4.............................. KEGIATAN...................4............................2................ 4 2.............. 4 III... Kelompok Penerimaan ........................ 27 13........... Pembukuan Bendahara Instansi ............ 3 2......... Pelaporan ....... Pendidikan Menengah Pertanian ..... Tujuan 2 3. 22 10........3.................................... Penatausahaan Kas dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendaharawan Instansi 24 12.................................. 18 5..............5.......... 23 10............................1............ Verifikasi 21 10............................ Penggunaan Hasil Penerimaan Fungsional .. 27 13. Pengadaan Barang dan Jasa 20 9........... Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian ....................................... MEKANISME PENGELOLAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN 8 1.... Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP ) 22 10. Revisi Anggaran 9 5...... 17 5................2...............................................................ii PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN NOMOR: /Per/KU....................………………………………………....... Perencanaan Kegiatan dan Anggaran 8 2.........3..... Pengajuan dan Pelaksanaan Biaya Kegiatan .... Tuntutan Perbendaharaan 23 11.................. Pengelola Anggaran di UPT Pusat 6 4... 16 5.................i Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………….........1. Struktur Organisasi Pengelola Keuangan ...................... 30 ii ......2.................................................... Alur Pemantauan .................................................................................3...............................................1............. Tuntutan Perbendaharaan (TP) ............................. Jenis Laporan............................1........ TARGET DAN INDIKATOR 3 1........................ Prosedur Pencairan Hasil Penerimaan Fungsional ...........................................2............. Program dan Kegiatan 3 2......... Petunjuk Operasional Kegiatan 9 4................. Jenis Penerimaan ... Tujuan Pemantauan .................... 19 6..............................4..............4.......... 9 2........ 22 10............................... 26 12.............................4.... Pelaksanaan Kegiatan dan Pengelolaan Anggaran 16 5................. Ketentuan Umum.............. 9 3..................3................... Pemantauan dan Pelaporan 27 13.................................. 28 13......................... PROGRAM DAN ANGGARAN KINERJA PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN 5 1..... Perencanaan Kas .................. Tatalaksana Pelaporan ............................. Revitalisasi Pendidikan Pertanian serta Pengembangan Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ........................ Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ..110/J/12/11 Tanggal : 30 Desember 2010………………………………………………………………………………iii I....... 19 5.......................... Pengelola Anggaran Dekonsentrasi di Tingkat Provinsi 6 5..................3... 4 2.......................................... Dokumen Pendukung Pelaksanaan ............

...1 17...8....... 58 1. 16............ 35 Laporan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) ................... Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung P2BN Di Lokasi SL-PTT (5760 Desa)………………………....... Evaluasi Dan Pelaporan. Pembinaan Poktan dan Gapoktan... 60 2.........600 DESA) ……………………………………… 60 2.................................... 49 Kegiatan Pemantauan.2........ Pembinaan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian…………………………………….. PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI METODE DEMFARM DENGAN POLA SL-AGRIBISNIS PADI (3................. Format Pelaporan Hasil Pemantauan .... Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian 13...................... Perikanan dan Kehutanan………………………………………………………………............57 1................ Pertemuan Pengurus Kelembagaan Usaha Tani……………………………………...........2...... 60 2............. 49 Sistem Pengendalian Intern 50 Pengendalian Intern Kegiatan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ................................... Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA..........2... 65 3. Pemberdayaan Petani Berbasis Teknologi di Kutai Kertanegara .......3......4................. 15......... Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya …………………………………………… 65 3.......... 58 1....................5................ 18................. 39 LAKIP 43 Laporan Lainnya 46 Jenis dan Waktu Penyampaian Laporan ................ 18..... 50 Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup ...................... Penataan dan Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan………………………….......3...... Tuntutan Ganti Rugi (TGR) ............... 14...... Pengembangan Jejaring Usaha Kelembagaan Petani...........4............. 52 18.... Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan..5.................................... Pemberian Penghargaan Bagi Penyuluh Pertanian PNS....................1........................ 15.... Bimbingan Teknis Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh……………………..... Penataan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani 59 2..............11........... 14...........1.. 17................... 48 Koordinasi Kegiatan Pemantauan...... Penataan dan Pengembangan Kelembagan Penyuluhan…………………………..... 57 1............ 34 Pelaporan Hasil Evaluasi Rencana Kerja (Renja) ......................................4.....3..... Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Petani Tingkat Nasional ……………………........... 13......... 51 18.........4..... 58 2.................6....1.............. 56 PEMANTAPAN SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN 57 1...... 17...V................... 49 Hubungan Teknis Fungsional ....... 32 Pedoman Pengisian Formulir Hasil Pemantauan ......4....................................1.....5.... 64 3.....................1. Pengawalan dan Pendampingan Balai Penyuluhan Kecamatan…………………… 58 1........... Proses Usaha Mendapatkan Pengantian Kerugian Negara ......... 55 19............... Penyuluh Swadaya.....................4.......... 64 3........... 61 2..................7............ 62 2................ 51 Badan PPSDMP untuk Kegiatan APBN.... THL-TB PP Teladan dan Balai Penyuluhan Kecamatan Terbaik…………………… 66 3..... Pengembangan Profesionalisme Penyuluh Pertanian …………………………….................. Fasilitasi Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Pertanian Pusat ……………………...................3......... 36 Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) 37 Sistem Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah ......... 15.........6...... 57 1....... 46 Alamat Pengiriman Laporan ....... 33 Evaluasi Kinerja 34 Tujuan .....6...... 48 Hubungan Berdasarkan Fungsi Koordinatif ... Pengawalan dan Pendampingan Kelembagaan Usahatani di Pedesaan ………. 61 2............................... Tuntutan Ganti Rugi 55 19.......................6............. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani (5 Jurus Kemampuan Kelompok Tani)………………………………………………… 60 2................... 17............5... 63 2............. 66 3..... Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya Tingkat Provinsi dan Kab/Kota …………………………….............. 14........ 16.3....................9..... 14................ Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan 53 19..............3..........12..................................... 18.2.... Apresiasi Pengurus Kelembagaan Petani (Rembug Tani)………………………….......... Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja Satuan Pengendali Intern Lingkup Badan PPSDMP untuk Kegiatan PHLN ........ 15......... 14.... 14..........................2... Pemberian Penghargaan Bagi Petani dan Gapoktan Berprestasi ………………. Pengawalan dan Pendampingan Poktan dan Gapoktan…………………………...2...... 61 2........ 60 2............ 65 3...................... Kelembagaan Teknis dan Kelembagaan Litbang……………………………………….................. 16.......2. 37 Penetapan Kinerja ............2012 iii ...........5......3....1..1...............2... Fasilitasi Wadah Koordinasi Penyuluhan Pertanian... Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan............10..7....... Evaluasi Pembinaan Poktan dan Gapoktan .......2................................... 63 2................ 17... 36 Format Pelaporan Evaluasi Kinerja .....................1.......... evaluasi dan pelaporan 48 Koordinasi Berdasarkan Hubungan Hirarki .......... 64 3.................. 34 Mekanisme Evaluasi Kinerja ..........

...11................... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Cetak……………………………………............11...........16/2006 dan Peraturan-Peraturan Lainnya……………………………………………………….......... 78 Mobil Unit Penyuluhan Pertanian dan Kendaraan Operasional Roda 2 bagi Penyuluh Pertanian………………………………………...5....8... 5.......... 8......3... 74 Kerjasama Pengembangan Penyuluhan Dalam dan Luar Negeri…………………...... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio ………………………………… 70 Penerbitan Majalah Ekstensia………………………………………………………….......9.................... 76 Pengembangan Database Ketenagaan Penyuluhan Pertanian…………………… 77 Pengembangan Database Kelembagaan Petani……………………………………..1... 5......10.... 3......... 4....1................2............. 71 Pencetakan Buku Saku Penyuluhan Pertanian……………………………………….......4. 89 Perencanaan dan Evaluasi Program ..................... 3.7...... 8..3....................... 8.......... 5...1......3................ 69 Materi Penyuluhan Yang Dihasilkan…………………………………………………... 8........ 6.. 5............... 89 Pameran Pertanian ................. 3... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Radio…………………………………....3.........................11......................... 5.... 79 Pengadaan Alat Multimedia...............16...... 4............... 80 Penguatan Sistem Penyuluhan yang Berorientasi pada Kebutuhan Petani (FEATI) 86 Asistensi Pengembangan Kelembagaan Formal Ekonomi (Koperasi dan BUMP) Tingkat Kabupaten ...... 7...1. 66 Pengembangan Profesionalisme Staf………………………………………………..10............ 75 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)…………………………………………………… 76 Penyelesaian Peraturan Presiden Tindak Lanjut UU No... 68 Pengawalan dan Pendampingan THL-TB PP Penyuluh Pertanian………………… 68 BOP Penyuluh Pertanian PNS.....8.. 5........7....4..........14............... 67 Pendampingan/Binaan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian………………………… 67 Fasilitasi Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN)…………………………..............6......12...... 8.................................. 5................... 8. 6................. 78 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi...........1..... Dalam Rangka Mendukung 4 Sukses Pembangunan Pertanian…………………........ 5................... 71 Pengawalan dan Pendampingan Sistem Informasi Penyuluhan…………………… 71 Norma........... 4....................9...... 90 Pertemuan Konsultasi Program (SC dan Tim Teknis) ..15..........4. 87 Fasilitasi bagi Organisasi Berprestasi Dalam Membangun Kemitraan Usaha .......... 87 Bantuan Sosial Bagi UP-FMA . 88 Apresiasi Gerakan Tindakan Anti Korupsi ...... 4............................................................. 5................. 3.. 68 Koordinasi Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP)………………………....... 69 Apresiasi Cyber Extension (3 Regional)……………………………………………… 69 Apresiasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN)….............. 71 Penyusunan dan Penggandaan Materi Penyuluhan bagi Poktan dan Gapoktan................... 69 Pengembangan dan Penyusunan Materi Cyber Extension………………………..11.....................9....................................8...... 72 Penyusunan Program dan Kegiatan Pengembangan Penyuluhan Pertanian……...... 5............ 8.13..17........ 3...13........... 8........... 70 Penyuluhan dan Penyebaran Melalui Media Televisi………………………………............ 74 Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian……………….. 91 iv ...6.............. 3.............7............10.... 88 Apresiasi Implementasi Peningkatan Skala FMA .. 86 Penyusunan Proposal FMA Berorientasi agribisnis . 5...... 8. 5............... 8. 4............ 4.10................... 7.. Pedoman dan Kebijakan yang dihasilkan dan dikembangkan…………………………………………………… 72 Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian………………………………………....6.... 5..........12.. 3..... 4. 88 Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Lokasi BPP ................ 8.....8............................ 8............ 73 Pertemuan Penyusunan Rencana Kerja dan Evaluasi Penyelenggaraan Dalam Rangka Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian……………………….............. 67 Apresiasi Peningkatan Kapasitas THL-TB PP Penyuluh Pertanian………………...... 4........... 71 Penggandaan Materi Penyuluhan Provinsi dan Kab/Kota........................ 3..... 76 Pengembangan Database Kelembagaan Penyuluhan Pertanian………………….......... 72 Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian…………………...................... 68 Honorarium dan BOP THL-TB PP..............14....................... Standar....5......... 90 Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Tingkat Nasional .......... 90 Pertemuan Konsolidasi Audit . 71 Penyusunan dan Penggandaan Materi Penguatan Kelembagaan Petani dan Usahatani ………………………………………………….... 4.................................. 77 Kendaraan Bermotor.9. 8......... 73 Administrasi Kegiatan…………………………………………………………………… 73 Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian………………………………....12................................ 3.....2............... 86 Fasilitasi FMA oleh Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan Tim Pengembangan Organisasi Petani (TPOP) ............. 5................ 5.... 8...... 4.............. 4....18........................... 8.2....... 3..... 4........ 71 Langganan Tabloid Pertanian...............................5.14.......13... 91 Pemberian Penghargaan bagi UP-FMA terbaik Tingkat Nasional............

. 95 8............................ 122 6............... TOT Pengarusutamaan Gender untuk Fasilitator Desa ...........22..1.... 97 2. Pengadaan Konsultan Fasilitator ..... Penyediaan Pengering Copra ................................................................................... Penyediaan Dana Pengembangan Sayuran ........ Peningkatan Ketenagaan Pelatihan Pertanian 115 4.............................3..... 121 6....................................................................... Teknis Bidang Pemberdayaan serta Pengadaan Barang dan Jasa ............. 94 8.................................20.................... Pertemuan Pengurus UP-FMA....................................................................MARS ....................19................................. Pelatihan Manajemen/Kepemimpinan . 118 6..... Penguatan Kelembagaan Pelatihan Pertanian 113 3........................... Pelatihan Kewirausahaan ................ 111 2........................... Pengadaan Konsultan .........22.................................................................. Lokakarya Penggunaan Traktor .......................1..............................................................................23......... 122 6... 120 6...... Sekolah Lapang Kopra ............................. Penataan dan Akreditasi UPT Pelatihan Pusat dan Daerah ....................................................19.3..... TOT – SL Kakao kerjasama dengan PT........ 115 5.. 124 6...................................2........................................ Evaluasi Dampak Program FEATI .......... Diklat Prajabatan ......... Pengadaan Benih Unggul dari BPTP ...1................................ 118 6. Lokakarya Monitoring Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung ............................1. Pelatihan Penyegaran Padi/Jagung bagi Penyuluh Pertanian ....2....... Penyusunan dan Perbanyakan Dokumen Keberhasilan FEATI .... Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara dan Tenaga Kediklatan........... Pengadaan Peralatan Pasca Panen ........2............... Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian (Program READ) 116 6.........................................................................................................................................................14................................... 122 6................................... Pedoman............. Penilaian Proposal FMA oleh Tim Verifikasi Kabupaten ...................................... 94 8.................23............................................. Norma.................... Pengembangan Sarana dan Prasarana Diklat ...........................4..............1................1........9..............VI..............................27......28......10........................................3..............17...... Sekolah Lapang Peternakan..4........................... 95 8............................................................................................ 121 6...................... 125 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA........... Diklat Dalam Jabatan............ 119 6.........................26................... Sekolah Lapang Sayuran....................13..............................12....... 125 6.................................... 120 6...................... Pembinaan Monitoring dan Evaluasi UP-FMA ....... 94 8.....5.......................... Pengadaan Kandang dan Fasilitasnya ...............7............ 114 3....................................................................................... Diklat Pertanian bagi Aparatur 97 1.. Pelatihan Agri Training Camp (ATC) .. Review akhir Pelaksanaan Program ..................... 112 2....... 112 3....... Penyusunan Laporan SAI .................. Studi Banding bagi Ketua Unit Pengelola Dana Desa (UPDD)/ Ketua Kelompok READ ......................................16........1.... Standar.......................... 121 6................................. 92 8................................ Administrasi Kegiatan ...... Survey Desa / Participatory Rural Appraisal (PRA) .............. Refresh Training (Rapat Koordinasi) ........................... 117 6....... 117 6..........................2.....21............. Lokakarya Evaluasi Demo . Pertemuan Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP ................. 116 6.................. 93 8....................29.................................. Lokakarya Review Tahunan ....... 121 6.....................25........................... 118 6.......... Diklat Pertanian bagi Non Aparatur 111 2.................. Peningkatan Kapasitas Motivasi Petani Kerjasama dengan PT........... 96 PEMANTAPAN SISTEM PELATIHAN PERTANIAN 97 1........... 93 8.................................. 124 6..........21.................28............25...................26.............. 123 6.......................................... 8.......... 120 6............. Pelatihan Petani – SL kakao ...... Perlengkapan Cocoa Development Centre (CDC) dan VCC kerjasama dengan PT......... Pengadaan Konsultan Monev. 114 4.......... Monitoring dan Evaluasi.............. 118 6.................... 117 6............................18.................................... Bantuan Dana Pengembangan UPDD ...........6.....................................................................................8.. 96 8...... Pelaporan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan ...... 124 6.. 94 8.. 95 8.27....... MARS ........ 113 3......................................... 97 1.............16.... dan Kebijakan 116 6...........................................15.............................................. 119 6............ 111 2......................................................24.................... 123 6.................... Pelatihan Teknis Pertanian ............................. 92 8.........11.................... Demo Perbanyakan Benih Padi/Jagung......... Pertemuan Awal ...................... Supervisi Bank Dunia . Workshop Keberlanjutan Program FEATI ..... Tim Penyuluh Lapangan (TPL) dan koordinator BPP ... TOT Pemasaran untuk Fasilitator Desa ................................2012 v ............................................... Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pelatihan Swadaya (P4S) ....................17...................... Pembinaan Keuangan........ Manajemen dan Revisi Project Implementation Manual (PIM) ......18........... 123 6....24...................................................20...... Pembinaan Pengelolaan Keuangan UP-FMA.... 93 8.....15.......................................... Pertemuan Tahunan ..... MARS ....................................... 119 6......................................................................30. Pengadaan Ternak ........................................................ 123 6...

....... Profesi Bidang Pertanian yang Distandardisasi 135 5........................................ 2012 dan Penyiapan Anggaran TA...............3................ 159 vi ........5........................................ STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI PROFESI PERTANIAN..... 139 7......... Bimbingan Teknis Penyusunan Panduan Mutu .2.11........................................ Penyusunan Standar Biaya ......... Studi Kasus ..................................................... 140 7........ 2013 .. 133 4.......2................................. Evaluasi dan Pelaporan... Penilaian UPDD........ 129 3...........................................................3................8............... Pedoman dan Kebijakan yang Dihasilkan dan Dikembangkan 138 7............... Norma............. Kelembagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 130 3.....4.............................1......................... Sosialisasi revitalisasi Pendidikan.................................... 140 7......................... 134 4...........................................................9.......... 132 4............ Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran TA.......8......................33..............4............... Pembekalan dan Pengawalan Sertifikasi Guru ............. 128 VII............... 134 4........7........................ 135 5..... Fasilitasi Program Pertukaran Siswa SMK-SPP ke Luar Negeri . 132 4.. Pengembangan Website dan Sistem Informasi 131 3........................ Penyusunan Perencanaan Program Kerjasama .. 135 5.......................2......4. 156 1..5.34.... Penyusunan RSKKNI Bidang Pertanian....... Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2013 ........... SERTA PENDIDIKAN MENENGAH PERTANIAN 129 1............. 152 8... Penyusunan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2013 ............................................... 138 7.............................................. Magang bagi Guru SMK-SPP Bidang Produktif ...................................4......................................................... 126 6... DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA 155 1...................5.......... Pendidikan S2 dan S3 bagi Aparatur Pertanian ..................... 152 8.......................... Pengembangan Media dan Informasi .............................2.............................................39. Penyusunan Sistem Evaluasi Kinerja Fasilitator . Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Pertanian .............. 159 1. 127 6.... 136 5.......................................................32........... 159 1....................... Pengawalan dan pendampingan...........1.....5......... 155 1........ Koordinasi dan Sinkronisasi Program Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ..............7..3................ Penyusunan SBK TA..............1......................................6...... Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian. 139 7............................. Konvensi SKKNI ...............................................10............................................... Penataan Kelembagaan Program Studi 130 3......6...............2....... Apresiasi Program Kerjasama Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian........ Fasilitasi Program Pertukaran Pendidik ke Luar Negeri . Pengembangan Program Pendidikan........... Standardisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian ..........4.....................................3...... Perencanaan Program dan Anggaran 155 1.................... REVITALISASI PENDIDIKAN................................. Fasilitasi PKU Siswa SMK-SPP di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit .......................37........................ Peningkatan Profesionalisme Staff ............... 126 6................. Pra Konvensi RSKKNI .................................................... 142 8................... Sosialisasi SKKNI .... 132 4. 155 1.. Ketenagaan Pendidikan Pertanian yang Difasilitasi dan Dikembangkan 132 4..36......... Pengembangan Teknologi Informasi......... 137 7......... Penjaminan Mutu dan Evaluasi Diri 131 3..... 156 1.. Fasilitasi Sertifikasi Penyuluh Pertanian.......................... 156 1..... 157 1................... Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan PPSDMP.......................................1......................... 153 VI....................................31........................................................ 140 7.................................. Pembinaan dan Pengawalan Program dan Anggaran 130 3......... Penyusunan Perencanaan Program Badan PPSDMP Tahun 2013...........2... 141 7.. 127 6... Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran TA.........10....................6............ 126 6.. Peningkatan Kompetensi Metodologi Pendidikan dan Pengajaran bagi Tenaga Pendidik Pertanian .......3......................... Aparatur Pertanian yang Mengikuti Pendidikan Formal Pasca Sarjana 129 1....... 2013 . Penyusunan Bahan Evaluasi dan Laporan ...... 125 6......................................1....1........ Penyusunan Jurnal Teknologi ... 127 6...................................... Optimalisasi Peluang Kerjasama Luar Negeri ..... 137 6..........................3...............4.....11......................6.................................... 2013 .......... Sinkronisasi Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian .............. Koordinasi Teknis Pendidikan Tinggi Pertanian .......... Penyusunan Sistem Aplikasi Monev Program READ ...................................................... Monitoring................ Pengawalan Kegiatan TA...... 133 4...... 136 5............................... Sertifikasi Dosen...........7............. Bimbingan Teknis Siswa SMK-SPP di Bidang Peternakan ............................... 158 1...... 138 7.................. 2013 .. Pembuatan Media Publikasi ..........................................35........ Penyusunan Juklak dan Juknis .38.............................................. 158 1.......... 138 7........ SDM Pertanian yang Mendapat Sertifikasi Profesi 137 6....................................................................... Bimbingan Teknis Calon Asesor Kompetensi ..5.. Rapat Teknis Lingkup Pusat ........ Standar...........................8...........................................1................ 126 6.......... 134 5.. Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa 131 4............

.................................. 2.......... 4.....1...............2.................. 165 Forum Komunikasi Pengelola Keuangan dan Perlengkapan ............... 3. Akuntansi. 2....................................................3............ 5.............................. 190 Penguatan Kelembagaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha (Di Tiga Kawasan Agropolitan Sebagai Model) ......... 160 Penyediaan Data Statistik SDM Pertanian ...............6.......... 3. 165 Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan BMN . 2........... 5.. 6......................2........... 166 Workshop Simonev...................... 1..... 171 Konsolidasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Lingkup Badan PPSDMP ................................................. 190 Pembinaan Program Pemantapan Kawasan Agropolitan ..... 2... 164 Pelaksanaan Proses Penghapusan/Hibah BMN ....12.......10.......................13... 189 Penataan dan Penguatan Organisasi dan Manajemen Pengelola Kawasan Agropolitan...... 3.................................... 163 Peningkatan Pengelolaan dan Dukungan Teknis Perbendaharaan ...................... 187 Pengembangan Media LM-3 .........15.............11.... 2.............................13.........................6.9................9............................................................................................................ 2...1....................... 168 Konsolidasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) ..............8........................ 172 Penyebaran Informasi Pengembangan SDM Pertanian ............... IX..... 161 Rekonsiliasi Laporan Keuangan .......... 5..................4..............8..... 1................... 5.... 171 Penyusunan Materi Informasi ............12........................................ 2..................... 189 Pengembangan Data Base dan Informasi di Kawasan Agropolitan ... 165 Peningkatan Koordinasi dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan dan Perlengkapan ..............................2.............. 3................... 189 Tahun 2012……………………………………………………………………………….14. 167 Peningkatan Efektivitas Monitoring Dan Evaluasi Program ....................... 3............ 5.................................. 2............................ Kepegawaian......................... 183 Studi Banding LM3 Model .................. 3...............................................4.......... 185 Penyusunan Buku Panduan Pengelolaan LM3 Model .... 4........ 5........ 6....... dan Supervisi LM3..................... 170 Tindak Lanjut Penyelesaian Hasil Pemeriksaan .................... LPJ.................. 169 Penyusunan LAKIP Sekretariat Badan dan LAKIP Badan PPSDMP ........8.................................................... 161 Peningkatan Dukungan Teknis Pengelolaan Akuntansi dan Verifikasi ... 183 Pemutahiran Data LM3 .......................1......................1...... 5............ 162 Apresiasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Perbendaharaan ......... Rumah Tangga dan Tata Usaha 174 Perencanaan....3...............12.................................. 173 Penyelenggaraan kehumasan dan keprotokolan ............ 184 Apresiasi Pengelolaan LM3 Model .....................5......... Pembinaan..................................11.............10... 191 192 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran PPSDMP TA.. 2................................. 173 Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital...... 160 Pembangunan Sistem Database BPPSDMP yang terintegrasi .........3....... 163 Peningkatan Kualitas Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)....... 170 Penyusunan Laporan Badan PPSDMP....... 2......3........................ ..... 163 Peningkatan Kualitas Laporan Rencana Kebutuhan Dana (Forecasting Satker) .... 6.................... 161 Pengelolaan Keuangan............. 5....................... 164 Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa .... 162 Peningkatan Kualitas Data Dasar (Data Base) Pengelolaan Perbendaharaan (SIMAK..... 164 Peningkatan Kualitas Laporan Barang Milik Negara (BMN) ..... 6..........2.............. 6.. PENUTUP Koordinasi dan Bimbingan Pengelolaan Data ...................... 184 Bimbingan Lanjut LM3 Model ............................9... 2......................................... Koordinasi........ 185 Magang LM3 Model ..... 6............................7......6.... .........................14..2012 vii ............................................14.......5... 5........... 166 Evaluasi..... 2................ 164 Peningkatan Kualitas Inventarisasi dan Penilaian BMN .......................5..13............................... SPP.... 3.......... 185 Pembinaan.............1................................4..... 5... 3..............7.... 174 Organisasi............................... 6......... 3.... 2........ 3.......................... 3................................................... Verifikasi dan Pengelolaan BMN 161 Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan .11....................... 5............ Forecast Satker dan GPP) .......... 169 Forum SPI Lingkup Badan PPSDMP ..... Pelaporan dan Kehumasan 166 Pembinaan Pengelolaan dan Penyusunan Pengendalian. 173 Temu Koordinasi Kehumasan ....5... 2.. dan Pengembangan Pegawai .......................................7................................ 5.. 187 Penyusunan Buku Profil LM3 Model 188 Pemberdayaan Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Kawasan Agropolitan………................ 2....... 177 Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) 183 Penyusunan Pedoman LM3 .......................... 2................................................4..................10........ SPM..... 3........8......... 191 Monitoring dan Evaluasi Kawasan Agropolitan....... 189 Penilaian dan Pemetaan Kelayakan Fasilitasi Kawasan Agropolitan ........ 3....... Monitoring dan Evaluasi............................ 186 Monitoring dan Evaluasi LM-3....... 3......6.... 3...........

[Type the document title] BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN © JANUARI 2012 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->