Anda di halaman 1dari 21

DAFTAR ISI

Daftar Isi ........................................................................................................................1 Bab I Bab II Pendahuluan ...................................................................................................2 Laporan Kasus ................................................................................................3

Bab III Pembahasan ....................................................................................................5 Bab IV Tinjauan Pustaka............................................................................................15 Bab V Kesimpulan ...................................................................................................18 Bab VI Penutup dan Ucapan Terimakasih ...............................................................19

Daftar Pustaka .............................................................................................................20

BAB I PENDAHULUAN

Diskusi modul EMG kasus ketiga ini dengan judul Seorang laki-laki yang merasa khawatir mempunyai penyakit jantung. Diskusi sesi 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Maret 2013 pukul 08.00-10.00, dilanjutkan dengan sesi 2 yang dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Maret 2013 pukul 10.00-11.45. Diskusi sesi 1 dipimpin oleh Ocica Zakiah dengan Pandu Satya Widiarto sebagai sekretaris dan jalannya sesi 2 dipimpin oleh Novia Sugianto Limantara dengan Pandu Satya Widiarto sebagai sekretaris. Kedua diskusi ini dibimbing oleh dr. Hartoto Setyo sebagai tutor. Kedua diskusi berjalan lancar dengan partisipasi seluruh anggota kelompok 7 yang berjumlah 12 orang. Pada kasus pertama ini, dibahas mengenai seorang laki-laki bernama Tn. Cholid, berusia 38 tahun dengan keluhan merasa khawatir mempunyai penyakit jantung. Baik hari pertama maupun hari kedua, diskusi kelompok 7 dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Semua anggota yang berjumlah 12 orang ikut berpartisipasi dengan memberikan pendapatnya masing-masing sehingga kami dapat menyelesaikan kasus tersebut. Demikianlah makalah ini kami susun sebaik-baiknya dengan segala kekurangan dan kelebihan. Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca.

BAB II LAPORAN KASUS Sesi 1 Tn. Cholid berusia 38 tahun datang ke RS untuk melakukan general check up karena ia khawatir mempunyai penyakit jantung. Ia menyangkal mempunyai masalah kesehatan dan tidak sedang meminum obat apapun. Ia bekerja sebagai pembuat program computer. Ia tidak merokok tapi mempunyai kebiasaan meminum bir 2 hingga 3 gelas tiap akhir minggu sejak 3 tahun terakhir. Ayahnya mendapat serangan jantung pertama kali pada usia 37 tahun dan akhirnya meninggal pada usia 49 tahun. Kakak laki-laki Tn. Cholid beberapa minggu lalu sakit dan oleh dokternya dikatakan menderita kencing manis.dan kadar kolesterolnya tinggi. Pada pemeriksaan awal didapatkan : TD Nadi TB BB : 170/100 mmHg : 92x/m : 175 cm : 82 kg

Gula Darah Sewaktu : 160 mg/dl

Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Sesi 2 Pada pemeriksaan laboratorium ternyata didapatkan : 3

Kolesterol total Trigliserida HDL LDL HbA1C

362 mg/dl

: 800 mg/dl : 26 mg% : 266 mg% : 7%

BAB III PEMBAHASAN

3.1 REKAM MEDIS PASIEN Identitas Nama Jenis Kelamin Usia Pekerjaan Anamnesis Keluhan utama Khawatir mempunyai sakit jantung 1. Riwayat Kebiasaan Tidak merokok Minum bir 2-3 gelastiap akhir minggu sejak 3 tahun terakhir. : Tn. Cholid : Laki-laki : 38 tahun : Programmer

2. Riwayat Keluarga Ayahnya mendapat serangan jantung pertama kali pada usia 37 tahun dan 5

akhirnya meninggal pada usia 49 tahun. Kakak laki-laki Tn. Cholid beberapa minggu lalu sakit dan oleh dokternya dikatakan menderita kencing manis.dan kadar kolesterolnya tinggi.

3. Riwayat Pengobatan tidak sedang meminum obat apapun.

Anamnesis Tambahan
1. Apakah ada sakit kepala? 2. Bagaimana frekuensi buang air kecil dan pola makan pasien?

3. Apakah pasien cepat lelah dan sering haus?


4. Bagaimana aktivitas sehari-sehari pasien? Olahraga atau tidak?

5. Apakah ada masalah pekerjaan? Stress?

3.2

PEMERIKSAAN FISIK : Baik : Compos mentis :

Keadaan umum Kesadaran Tanda Vital

Nilai Normal TD Sistol <120 Diastole <80

Hasil Pemeriksaan 170/100 mmHg

Keterangan Hipertensi grade II

Nadi TG TB BB

60-100x/m <150 mg/dl 175 cm 82 kg

92x/m 800 mg/dl BMI = 26,8

Normal Meningkat Obesitas stage I

Berikut ini klasifikasi berat badan lebih dan obesitas berdasarkan IMT/BMI menurut Kriteria Asia Pasifik (WHO, 2000): Nilai <18,5 18,5-22,9 >23 23-24,9 25-29,9 >30 Keterangan Berat badan kurang BB normal BB lebih BB dengan resiko obes Obes I Obes II

Klasifikasi Tekanan Darah Tinggi Pada Orang Dewasa menurut JNC VII : Klasifikasi Tekanan Darah Normal Pre-hipertensi Hipertensi stage 1 Hipertensi stage 2 Tekanan Darah Sistol (mmHg) <120 120-139 140-159 160 Tekanan Darah Diastol (mmHg) <80 80-89 90-99 100

Pemeriksaan fisik lain tidak ditemukan kelainan.

3.3 PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium Hasil Nilai Normal Pemeriksaan 7 Keterangan

GDS Kolesterol total TG HDL LDL HbA1c

<140 mg/dl <200 mg/dl

160 mg/dl 362 mg/dl

Meningkat Meningkat

<150 mg/dl >45 mg% <130 mg% 4-6,7 %

800 mg/dl 26 mg% 262 mg% 7%

Meningkat Menurun Meningkat Meningkat

3.4

DAFTAR MASALAH

Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik,dan pemeriksaan penunjang pada kasus ini didapatkan masalah-masalah sebagai berikut: Hipotesis Penyebab NO 1. Masalah Dasar Penetapan Masalah Masalah Dislipidemia -Anamnesis Riwayat penyakit keluarga Riwayat kebiasaan minum bir - Pemeriksaan lipid -Genetik -Intake makanan berlebih

2.

Hipertensi Grade II (JNC VII)

-Pemeriksaan Fisik : TD 170/100mmHg

-Genetik -Pola hidup yang tidak sehat (minum alkohol) -Atherosklerosis

3.

Obesitas Grade I (klasifikasi

-Anamnesis : Pekerjaan pasien Riwayat kebiasaan minum bir

-Genetik -Aktivitas fisik yang rendah -Alkoholisme 8

Asia)

-BMI

-Intake makanan berlebih

4.

Suspect DM tipe 2

GDS : 160mg/dl HbA1c : 7%

-Resistensi Insulin akibat: Obesitas Genetik

Dislipidemia ditandai dengan kolesterol total, trigliserida dan LDL yang meningkat kemungkinan disebabkan oleh genetik, dimana terdapat kekurangan sebagian reseptor LDL di jaringan hepatik sehingga LDL banyak menumpuk di aliran darah. Selain itu juga kadar kolesterol total dan trigliserida dapat meningkat dikarenakan adanya intake makanan yang berlebihan (penyerapan dalam bentuk kilomikron) sehingga proses lipolisis asam lemak meningkat dan juga reuptake asam lemak ke hepar untuk membentuk TG-VLDL-LDL juga meningkat. HDL yang menurun menunjukkan berkurangnya proses anti-agregasi endotel pembuluh darah. Selain itu, pada saat lipolisis trigliserid di jaringan adipose meningkat akan menghasilkan asam lemak bebas yang tinggi di darah sehingga di hati akan dipergunakan untuk membuat trigliserid kembali dan menjadi bagian VLDL.sehingga VLDL yang dihasilkan itu kaya akan trigliserid atau VLDL besar. Trigliserid VLDL besar dipertukarkan dengan kolesterol ester dari HDL dan menghasilkan HDL miskin kolesterol ester tapi kaya trigliserid. Kolesterol HDL bentuk demikian lebih mudah dikatabolisme oleh ginjal sehingga jumlah HDL menurun. Tekanan darah yang meningkat pada pasien dikarenakan faktor genetik 9

ditambah dengan sering mengonsumsi alkohol yang dapat menghambat oksidasi Acyl-coA sehingga pembentukan TG di hepar meningkat peningkatan produksi VLDL LDL yang dihasilkan juga meningkat memudahkan terjadinya trombus di endotel pembuluh darah Atherosklerosis TD meningkat. Penyebab obesitas pada pasien ini kemungkian kurang olahraga dan intake yang berlebih. Olahraga dapat membantu pada pencegahan peningkatan berat badan. Karena kurangnya berolahraga maka berat badan mudah bertambah sehingga meningkatkan faktor resiko dislipidemia. Resistensi insulin pada pasien kemungkinan karena obesitas yang menyebabkan lemak dapat menjadi resistor insulin sehingga fungsi reseptor insulin menjadi berubah dan glukosa darah tidak dapat digunakan oleh jaringan sebagai sumber energi.

3.5 UPAYA DIAGNOSTIK Dari beberapa masalah yang sudah diraikan diatas,perlu pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnostik secara pasti. Berikut pemeriksaan lanjutan yang dianjurkan : Pemeriksaan tambahan yang perlu diajukan :
1. Darah lengkap dan urine rutin.

10

2. Pemeriksaan lingkar perut untuk memastikan pasien obesitas sentral atau

tidak.
3. Kadar gula darah puasa, gula darah 2 jam post pradial, TTGO untuk

memastikan apakah pasien sudah termasuk DM atau belum.


4. SGOT dan SGPT menilai fungsi hati, untuk menegakkan kemungkinan

terjadinya fatty liver akibat konsumsi alcohol.


5. USG hepar memastikan adanya hepatomegali (fatty liver) akibat konsumsi

alcohol.
6. Rontgen Thorax untuk mengetahui apakah sudah terjadi remodelling

jantung akibat hipertensi.


7. Treadmill test EKG untuk melihat apakah jantung sudah ada yang

mengalami iskemik atau belum. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosis pasien ini adalah Hipertensi stage II, Dislipidemia, Obesitas stage I dengan Suspect DM.

3.6

PENATALAKSANAAN

1. Rawat jalan 2. Medikamentosa

11

Dislipidemia : Golongan obat statin ( penghambat HMG CoA reduktase ). Golongan obat ini dapat menghambat HMG CoA reduktase, yang sifat dari enzim ini adalah untuk mengkontrol biosintesis kolesterol di hepar. Dengan dihambatnya enzim HMG CoA reduktase, sintesis kolesterol menurun dan diikuti penurunan kolesterol intrasel. Akibatnya jumlah receptor LDL meningkat menimbulkan Peningkatan klirens IDL dan LDL dari darah.

Hipertensi : Golongan ACE inhibitor seperti Captopril yang bekerja menghambat enzim Angiotensin-converting-enzyme yang mengkonversi angiotensin I menjadi angiotensin II sehingga tidak terjadi retensi Na yang kemudian menyebabkan turunnya tekanan darah.

3. Non medikamentosa Terapi Gizi Medik

Terapi ini pada prinsipnya adalah melakukan pengaturan pola makan yang didasarkan pada status gizi dan melakukan modifikasi diet berdasarkan kebutuhan individual. Terapi gizi medik ini dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar glukosa darah, memperbaiki profil lipid, meningkatkan sensitivitas reseptor insulin dan memperbaiki sistem koagulasi darah. Penentuan kalori per-hari yang dibutuhkan pada pasien ini dapat dihitung sebagai berikut: Penentuan berat badan ideal = 67,5 kg Status gizi : dari BMI yang didapatkan pasien menderita Obesitas Kebutuhan kalori (laki-laki) Kebutuhan untuk aktivitas ringan 67,5 x 24 kalori 1968 X 10 % = 1968 kalori = 19,68 kalori 12

BB lebih

1968 X 30 %

= (-) 590,4 kalori

Jadi total kebutuhan kalori perhari adalah : 1968 + 19,68 - 590,4 kalori = 1397,28 kalori, dapat digenapkan menjadi 1400 kalori. Distribusi makanan dapat disesuaikan dengan keadaan pasien. Pasien tetap diberikan karbohidrat dengan jumlah yang tidak dikurangi (60% dari kalori total) dan harus disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari, dan diatur juga mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik rendah.

Latihan Jasmani

Pasien ini sangat dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga agar memaksimalkan kerja tubuh untuk mengolah karbohidrat. Untuk menyesuaikan intake makanan dengan penggunaan energi yang harus seimbang. Pasien ini harus dianjurkan latian jasmani dengan menggunakan prinsip CRIPE system yaitu Continous Rhytmical Interval Progressive Endurance. Continous : jumlah olahraga perminggu sebaiknya dilakukan

teratur minimal 3-5x/minggu, dengan durasi 30-60 menit Rhytmical : melakukan jenis olahraga yang berirama agar tubuh

tetap melakukan gerakan Interval Progressive : olahraga dilakukan tetap ada jeda : dengan intensitas dimulai dari ringan hingga sedang (60-70%

Maximum Heart Rate) Endurance : dipilih jenis latihan yang aerobik untuk meningkatkan

kemampuan kardiorespirasi seperti jalan, jogging, berenang dan bersepeda. Edukasi

Edukasi merupakan hal yang paling penting diberikan kepada pasien ini. 13

Pemberitahuan mengenai masalah yang terjadi, penatalaksanaan yang akan dilakukan, sampai komplikasi yang akan mungkin bisa terjadi pada pasien. Diberitahukan juga agar pasien dapat menaati anjuran dan pengobatan yang telah diberikan, menjaga pola makan dan gaya hidupnya agar menghentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol.

3.7 PROGNOSIS Ad vitam Ad sanationam Ad functionam : Ad Bonam : Dubia Ad Bonam : Dubia Ad Bonam

Dengan penatalaksanaan yang adekuat serta perubahan pola hidup yang sehat maka prognosis Tn. Chalid baik.

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA

A. ARTEROSKLEROSIS 14

I. DEFISINI Arterosklerosis berasal dari bahasa Yunani, sclerosis adalah penebalan di tunika intima arteri dan athere yang berarti pasta atau penimbunan lipid yang menjadi lesi khas arterosklerosis. Arterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah ( arteri besar dan sedang ), bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa kolagen, lemak, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai proliferasi miosit yang menimbulkan penebalan dan pengeseran dinding arteri, sehingga mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri. Arteri yang biasanya mengalami arterosklerosis adalah arteri poplitea, arteri femoralis, arteri karotis, arteri renalis, dan aorta.

II. 1. Usia

FAKTOR RISIKO

Factor risiko biologis yang tidak bisa diubah

Usia lebih dari 45 tahun pada laki laki Usia lebih dari 55 tahun pada perempuan 2. Jenis kelamin

Lebih banyak terjadi pada laki laki dibandingkan perempuan, namun setelah menopause, perempuan dan pria kerentanan terhadap arteroskelorosis sama. 3. Riwayat keluarga Jika dari ayah atau saudara laki laki sebelum usia 55 tahun menderita diabetes, hipertensi, dislipidemia, arterosklerosis. Jika dari ibu atau saudara perempuan sebelum usia 65 tahun menderita diabetes, hipertensi, dislipidemia, arterosklerosis.

15

Factor risiko yang dapat diubah

Hiperkolesterolimia Hiperkolesterolemi adalah peninggian kadar kolesterol di dalam darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi merupakan problema yang serius karena merupakan problem yang serius karena merupakan salah satu faktor risiko yang paling utama untuk terjadinya arterosklerosis di samping faktor lainnya yaitu tekanan darah tinggi dan merokok. Kolesterol, lemak dan substansi lainnya dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah arteri, sehingga lubang dari pembuluh darah tersebut menyempit; proses ini disebut aterosklerosis. Penyempitan pembuluh darah ini akan menyebabkan aliran darah menjadi lambat bahkan dapat tersumbat sehingga aliran darah pada pembuluh darah koroner yang fungsinya memberi oksigen (O2) ke jantung menjadi berkurang. Kurangnya O2 ini akan menyebabkan otot jantung menjadi berkurang. Kurangnya O2 ini akan menyebabkan otot jantung menjadi lemah, sakit dada, serangan jantung bahkan kematian. - Kolesterol total - LDL kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) kolesterol merupakan jenis kolesterol yang bersifat buruk atau merugikan (bad cholesterol) karena kadar LDL kolesterol yang meninggi akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah. - HDL kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) kolesterol merupakan jenis kolesterol yang bersifat baik atau menguntungkan (good cholesterol); karena mengangkut kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang sehingga mencegah penebalan dinding pembuluh darah atau mencegah terjadinya proses aterosklerosis. - Kadar trigliserid Trigliserid merupakan lemak di dalam tubuh yang terdiri dari 3 jenis lemak yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda. Jadi bila kadar trigliserida tinggi, hal itu bisa menjadi factor risiko arterosklerosis. 16

2. Hipertensi

Mempercepat timbulnya aterosklerosis. Tekanan darah yang tinggi dan menetap akan menimbulkan trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri koronaria, sehingga memudahkan terjadinya aterosklerosis koroner (faktor koroner). Hal ini menyebabkan angina pektoris, insufisiensi koroner dan miokard infark lebih sering didapatkan pada penderita hipertensi dibandingkan orang normal.

3. Obesitas Obesitas adalah kelebihan jumlah lemak tubuh >19% pada laki-laki dan > 21% pada perempuan. Obesitas sering didapatkan bersama-sama dengan hipertensi, DM dan hipertrigliserdemi. Obesitas juga dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan LDL kolesterol. Risiko arterosklerosis akan jelas meningkat bila BB mulai melebihi 20% dari BB ideal. Penderita yang gemuk dengan kadar kolesterol yang tinggi dapat menurunkan kadar kolesterolnya dengan mengurangi BB melalui diet ataupun menambah exercise.

17

BAB V KESIMPULAN

Tn. Cholid, berusia 38 tahun, datang ke Rumah Sakit karena merasa khawatir mempunyai penyakit jantung. Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium dapat disimpulkan bahwa Tn.Cholid mengalami Hipertensi stage II, Dislipidemia, Obesitas stage I dengan Suspect DM. Penatalaksanaan yang diberikan untuk pasien ini meliputi meliputi medikamentosa dan non medikamentosa. Prognosis pasien ini akan baik apabila pasien menjalankan tatalaksana dan edukasi yang diberikan dengan baik.

18

BAB VI PENUTUP DAN UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan anugerah-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah hasil diskusi kami ini dengan judul Seorang Laki-Laki yang Merasa Khawatir Mempunyai Penyakit Jantung. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih atas penunjuk, pendapat, bimbingan, saran dan kesempatan yang diberikan selama penulisan makalah ini. Ucapan terima kasih kami tujukan kepada : 1. dr. Hendarto Natadidjaja, MARS, Sp.PD, selaku koordinator dan penanggung jawab modul organ EMG. 2. dr. R. Khairani, Sp.P, selaku sekretaris modul organ EMG. 3. dr. Hartoto Setyo, selaku tutor. 4. Seluruh dosen yang telah memberi bimbingan kepada penulis dalam penulisan makalah ini. 5. Temanteman yang telah membantu serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah mendukung baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis menyadari masih ada kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu penulis sangat menghargai dan berterima kasih untuk saran dan kritik yang bersifat membangun dan mendorong ke arah pengembangan penulisan makalah ini lebih lanjut. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kemajuan pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. 19

DAFTAR PUSTAKA

20

21