Anda di halaman 1dari 8

SKILL LAB.

DASAR DIAGNOSTIK GIZI


PROSEDUR PENGUKURAN ANTROPOMETRI ANAK 1. PROSEDUR SEBELUM PENGUKURAN a. Rancangan Prosedur Setiap langkah pada prosedur ini dirancang sesuai tugas yang akan dilakukan seorang prtugas lapangan. Petugas yang bersangkutan ditulis dengan huruf tebal pada awal setiap langkah. Misalnya : "pengukur", "asisten", dll. b. Diperlukan 2 Tenaga Terlatih Diperlukan 2 tenaga terlatih untuk mengukur tinggi/panjang badan (TB/PB) dan berat badan (BB) anak. Pengukur memegang anak dan melakukan pengukuran. Asisten membantu memegang anak dan mencatat hasil pengukuran. c. Penempatan Alat Ukur Sebelum kegiatan pengukuran dimulai lakukan terlebih dahulu observasi tempat yang mungkin digunakan untuk menempatkan pengukur tinggi dan menggantung timbangan. Pilihlah tempat yang terbaik. Sangat baik melakukan pengukuran di luar rumah pada waktu siang. Jika tidak mungkin (misalnya karena hujan), pastikan bahwa terdapat cukup cahaya dalam ruangan yang digunakan. d. Penentuan Umur Sebelum anda mengukur, tentukan dahulu umur anak yang akan diukur. Prosedur penentuan umur dapat dilihat dibawah ini. e. Kapan Pengukuran Dilakukan Ukurlah PB/TB dan BB anak setelah anda menciptakan suasana bersahabat dengan para ibu/pengasuh anak-anak tersebut. JANGAN memulai pengukuran sebelum anda pastikan bahwa telah tercipta suasana bersahabat.

f. Ukurlah PB/TB dan BB Seorang Anak Sekaligus Anda akan mengukur banyak anak dalam waktu yang sama. Mulailah dengan melengkapi kuesioner anak yang akan diukur, kemudian ukur PB dan BB sesudah itu langsung catat hasilnya pada kuesioner. JANGAN mengukur PB dan BB semua anak sekaligus kemudian baru dicatat hasilnya setelah semuanya diukur. Cara terakhir ini mudah membingunkan dan akan membuka peluang yang besar untuk terjadinya kesalahan misalnya mencatat PB dan/atau BB seorang anak pada formulir anak yang lain. g. Jaga dan Rawat Alat Ukur Anda Kemasi semua alat ukur segera setelah pengukuran selesai dan simpanlah di tempat yang aman. h. Jagalah Sang Anak dengan Baik Pada saat pengukuran jagalah sang anak dengan baik. Janganlah menganggap enteng kekuatan dan gerakannya, meskipun anak tampak masih kecil. Penampilan anda yang tenang dan penuh percaya diri akan sangat menyentuh perasaan baik ibu maupun anaknya. Begitu anak mulai bersentuhan dengan alat ukur, anda harus memegang dan mengawasi sang anak dengan baik agar ia tidak berpindah atau jatuh. Jangan pernah tinggalkan anak sendirian dengan salah satu alat ukur. Jagalah selalu kontak fisik dengan anak kecuali harus membiarkannya beberapa detik ketika membaca hasil pengukuran BB. i. Mengatasi Stres Ingatlah, sepanjang yang dilakukan adalah pengukuran antropometri yang memerlukan sentuhan dan penanganan terhadap anak, maka tingkat stres selalu lebih tinggi dibandingkan dengan survei wawancara. Anda harus dapat memutuskan kapan menghentikan pengukuran bila anak dan/ atau ibunya berada dalam keadaan tegang. Ingat anak-anak kecil pada umumnya yidak koperatif; mereka cenderung menangis, menjerit, menedang, dan sesekali menggigit.

Bila anak tampak sangat tegang dan menangis keras, cobalah menenangkannya atau kembalikan sejenak kepada ibunya sebelum meneruskan pengukuran. JANGAN lakukan pengukuran bila : a. ibunya menolak b. anak sakit berat c. anak yang secara fisik mengalami kelainan (deformitas) yang akan mengganggu atau menyebabkan hasil yang keliru pada pengukuran. Anda bisa melakukan pengukuran tetapi harus mencatat kelainan tersebut dengan jelas pada formulir. j. Mencatat Hasil dan Bekerja dengan Hati-hati Gunakan pensil untuk mencatat hasil pengukuran. Jika anda salah mencatat, hapuslah dengan sempurna kesalahan tersebut dan tulislah kembali hasil yang benar dengan jelas. Letakkan clipping board pada tempat yang aman (jangan dipegang) dan taruhlah pensil pada mulut, rambut atau saku atas baju agar anda bisa berkonsentrasi pada anak yang diukur. Jika pensil tidak digunakan, simpanlah pada tempat pensil atau clipping board. Pastikan bahwa kuku anda telah dipotong pendek dan terawat baik. Simpanlah gelang dan arloji anda sebelum mulai melakukan pengukuran. Janganlah merokok selama pengukuran berlangsung. k. Berusahalah Agar Menjadi Lebih Baik Anda dapat menjadi seorang trampil dan ahli dalam pengukuran bila anda selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan mengikuti setiap langkah dan semua prosedur dengan cara yang sama setiap waktu. Ingatlah, kualitas dan kecepatan pengukuran anda akan meningkat dengan praktek dan praktek. Anda akan bekerja dengan rekan anda dalam bentuk sebuah tim. Karena itu anda bertanggung jawab tidak hanya terhadap apa yang anda lakukan tetapi juga terhadap kualitas kerja tim. Anda akan melakukan pengukuran terhadap banyak anak. Janganlah menganggap bahwa anda akan selalu melakukan prosedur yang benar walaupun prosedur tersebut

tampaknya sederhana dan dilakukan berulang-ulang. Sangat mudah malakukan kesalahan bila anda tidak berhati-hati.

2. PROSEDUR PENENTUAN UMUR a. Jika Anak Memiliki Catatan Tanggal Lahir Asisten Pengukur Asisten Pengukur : Catat tanggal pengukuran TB dan BB saat itu : Mintalah ibu memperlihatkan catatan kelahiran atau menyebutkan tanggal lahir anaknya. : Catat tanggal lahir anak kemudian perlihatkan kepada pengukur : Periksa ketelitian dan kejelasan catatan tanggal lahir anak. Instruksikan Asisten untuk menghapus dan memperbaiki jika terdapat kesalahan atau ketidak jelasan. b. Jika Ibu Hanya Mengingat Bulan Lahir tahun Masehi Asisten Pengukur Asisten Pengukur : Catat tanggal pengukuran TB/PB dan BB saat itu : Mintalah ibu menyebutkan bulan lahir anaknya. : Catat tanggal lahir anak kemudian perlihatkan kepada pengukur : Periksa ketelitian dan kejelasan catatan tanggal lahir anak. Instruksikan Asisten untuk menghapus dan memperbaiki jika terdapat kesalahan atau ketidak jelasan. c. Jika Ibu Hanya Mengingat Bulan Lahir tahun Hijriyah Asisten Asisten : Catat tanggal pengukuran TB/PB dan BB saat itu : Catat tanggal lahir anak kemudian perlihatkan kepada pengukur Asisten untuk menghapus dan memperbaiki jika terdapat kesalahan atau ketidak jelasan. Pengukur : Mintalah ibu menyebutkan bulan lahir anaknya. Pengukur : Periksa ketelitian dan kejelasan catatan tanggal lahir anak. Instruksikan

CARA MENGHITUNG UMUR ANAK Untuk mengurangi peluang terjadinya kesalahan maka perhitungan umur dilakukan di Posko atau Poslap. a. Tanggal lahir diketahui Misalnya : - Tanggal lahir anak : 13 Juli 1990 - Pengukuran dilakukan antara tanggal 13 Desember 1991 - 12 Januari 1992 - Umur anak pada saat pengukuran : 18 bulan Catatan : Jika pengukuran dilakukan pada tanggal 12 Desember 1991 maka umur anak pada saat pengukuran dihitung 17 bulan. b. Hanya bulan lahir masehi yang diketahui Misalnya : - Bulan lahir anak : Maret 2000 - Pengukuran dilakukan pada tanggal 13 juli 2001 - Umur anak pada saat pengukuran : 16 bulan Catatan : Jika pengukuran dilakukan pada tanggal 16 Juli 2001 maka umur anak pada saat pengukuran dihitung 17 bulan. c. Hanya bulan lahir hijriah yang diketahui Misalnya : - Bulan lahir anak : Ramadhan 1999 - Sesuaikan bulan Ramadhan 1999 dengan bulan Masehi pada tahun yang sama. Untuk penyesuaian ini pakailah DAFTAR PERSESUAIAN BULAN HIJRIAH DAN BULAN MASEHI (Lampiran) - Ramadhan 1990 sesuai dengan minggu 2 Desember 1999 sampai minggu pertama 2001. - Selanjutnya sama dengan cara ke-2

Catatan : Jika orang tua anak tidak dapat memberi informasi samasekali baik tanggal, bulan masehi maupun bulan hijriah maka, tanyakan peristiwa penting bagi masyarakat setempat yang terjadi bersamaan atau berdekatan dengan kelahiran anak. Misalnya Pemilu, pemilihan kades, gunung meletus, gerhana matahari, maulid Nabi, dan sebagainya. Kemudian sesuaikan dengan bulan masehi atau bulan hijriah. Selanjutnya perhitungan dilakukan dengan cara yang sama seperti di atas. 3. PROSEDUR PENGUKURAN PANJANG BADAN ANAK a. Pengukur atau Asisten : Letakkan alat ukur pada permukaan yang rata dan keras, misalnya lantai atau meja. b. Asisten : Letakkan kuesioner dan pensil pada lantai atau meja (Panah 1). Berlutut dengan kedua lutut di belakang papan pembatas kepala jika dasarnya adalah lantai (Panah 2). c. Pengukur : Berlutut di samping kanan anak sehingga anda dapat menggerakkan pembatas-kaki dengan tangan kanan (Panah 3). d. Pengukur dan Asisten : Dengan bantuan ibu sang anak, baringkan anak pada papan pengukur dengan cara berikut: Asisten : Topang belakang kepala anak dengan tangan anda kemudian berangsurangsur turunkan ke papan pengukur. Pengukur : Topang bagian badan sang anak. e. Pengukur dan Asisten : Jika diperlukan, mintalah ibu berlutut di samping alat ukur berhadapan dengan Pengukur untuk membantu menenangkan sang anak.

f. Asisten : Letakkan tangan pada daerah telinga anak (Panah 4). Dengan lengan selurus mungkin (Panah 5), letakkan kepala anak pada dasar pengukur sehingga terlentang lurus. Garis pandang anak harus tegak lurus dengan dasar (Panah 6). Kepala anda harus lurus dengan kepala anak. Tatap amata sang anak. g. Pengukur : Pastikan bahwa anak telah berbaring lurus dan rata di tengah alat ukur (Panah 7). Dengan tangan kiri fiksasi kaki anak pada pergelangan kaki (di mata kaki) atau pada lutut (Panah 8) dengan cara menekan (dengan perasaan) ke dasar pengukur. Dengan tangan kanan geserlah pembatas kaki sampai menempel tepat pada tapak kaki (Panah 9). h. Pengukur dan Asisten : Periksa kembali posisi anak (Panah 1 - 9).Ulangi setiap langkah bilamana perlu. i. Pengukur : Bila posisi anak telah benar, baca dan tentukan PB anak dengan akurasi 0,1 cm. Geser kembali pembatas kaki, lepaskan tangan kiri dari pergelangan kaki atau lutut anak dan bantulah anak pada saat pencatatan hasil. j. Asisten : Lepaskan segera kepala anak, catat hasil pengukuran dan perlihatkan kepada pengukur. k. Pengukur : Periksa ketelitian dan kejelasan pencatatan hasil pengukuran pada kuesioner. Instruksikan Asisten untuk menghapus dan memperbaiki jika terdapat kesalahan.

4. PENGUKURAN BERAT BADAN ANAK DENGAN TIMBANGAN SALTER a. Pengukur atau Asisten : Gantungkan timbangan pada tiang silang tiga atau tempat gantungan yang aman, aturlah jarak gantungan agar timbangan tepat berada setinggi mata pengukur. b. Asisten : Mintalah ibu untuk melapaskan pakaian anak (termasuk topi, kaos kaki dan sepatu ). c. Pengukur : Pasang celana gantung, aturlah agar jarum timbangan menunjuk tepat pada angka nol. d. Pengukur : Lepaskan dulu celana tersebut dari timbangan. Kemudian pakaikan timbangan tersebut kepada anak seperti yang diperlihatkan pada anak panah satu dan dua. Pastikan bahwa celana sudah terpasang dengan baik dan benar. e. Pengukur : Gantung anak dengan satu tangan dan dengan tangan lainnya kaitkan calana timbang pada gantungan timbangan. Lihat arah panah 3. JANGAN MENGANGKAT ANAK DENGAN HANYA MEMEGANG CELANA TIMBANG. f. Asisten : Berdiri di samping pengukur siap untuk mencatat. Siapkan kuesioner (anak panah 4) g. Pengukur dan Asisten : Perikasa posisi anak. Pastikan bahwa anak tergantung bebas dan tidak menyentuh sesuatu apapun. Ulangi setiap langkah bilamana perlu. h. Pengukur : Pegang timbangan dan baca berat badan anak dengan ketelitian 0,1 Kg pada kondisi anak yang tenang dan jarum tidak bergerak lagi. PERHATIKAN : Meskipun anak sangat aktif sehingga sulit memperoleh posisi jarum yang tidak bergerak untuk dibaca, ANDA HARUS TETAP MENUGGU HINGGA JARUM BERHENTI BERGERAK (Arah panah 5). i. Asisten : Segera catat hasil pengukuran . j. Pengukur: Segara setelah asisten mencatat hasil pengukuran, gendong anak dengan tangan satu tangan dan tangan yang lain melepaskan celana timbangan. JANGAN TURUNKAN ANAK DENGAN HANYA MEMEGANG CELANA TIMBANG. k. Pengukur : Periksa kembali catatan hasil pengukuran yang ditulis asisten untuk memastikan kebenaran pencatatan. Instruksikan asisten untuk memperbaiki catatannya saat itu juga jika terdapat kesalahan pencatatan.