Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Obstruksi jalan napas atas adalah gangguan yang menimbulkan penyumbatan pada saluran pernapasan bagian atas.

Beberapa gangguan yang merupakan obstruksi pada jalan napas atas, diantaranya adalah : a. Obstruksi Nasal Merupakan tersumbatnya perjalanan udara melalui nostril oleh deviasi septum nasi, hipertrofi tulang torbinat / tekanan polip yang dapat mengakibatkan episode nasofaringitis infeksi. (Arif Mansjoer, dkk, 1999) b. Obstruksi Laring Adalah adanya penyumbatan pada ruang sempit pita suara yang berupa pembengkakan membran mukosa laring, dapat menutup jalan dengan rapat mengarah pada astiksia. (Arif Mansjoer, dkk, 1999) Sumbatan laring biasanya disebabkan oleh:

Radang akut dan radang kronis. Benda asing Trauma akibat kecelakaan, perkelahian ,percobaan bunuh diri dengan senjata tajam Trauma akibat tindakan medik Tumor laring, baik berupa tumor jinak atau pun tumor ganas. Kelumpuhan nervus rekurens bilateral.

Gejala dan tanda sumbatan laring ialah:


Suara serak (disfonia) sampai afoni Sesak nafas (dispnea) Stridor (nafas berbunyi) yang terdengar pada waktu inspirasi Cekungan yang terdapat pada waktu inspirasi di suprasternal, epigastrium,supraklavikula dan interkostal.Cekungan ini terjadi sebagai upaya dari otot-otot pernafasan untuk mendapatkan oksigen yang adekuat. Gelisah karena haus udara. (air hunger) Warna muka pucat dan terakhir menjadi sianosis karena hipoksia.

Jackson membagi sumbatan laring yang progressif dalam 4 stadium dengan tanda dan gejala. a.Stadium 1.

Cekungan tampak pada waktu inspirasi di suprasternal Stridor pada waktu inspirasi Pasien masih tampak tenang

b.Stadium 2

Cekungan pada waktu inspirasi didaerah suprasternal maikn dalam

Cekungan di daerah epigastrium Stridor terdengar pada waktu inspirasi Pasien mulai tampak gelisah.

c.Stadium 3

Cekungan selain di suprasternal, epigastrium juga terdapat di infraklvikula dan disela-sela iga. Stridor terdengar pada waktu inspirasi dan ekspirasi Pasien sangat gelisah dan dispnea.

d.Stadium 4

Cekungan cekungan diatas bertambah jelas,pasien sangat gelisah, tampak sangat ketakutan dan sianosis. Pasien dapat kehabisan tenaga,pusat perafasan paralitik karena hiperkapnea. Pasien lemah dan tertidur,akhirnya mninggal karena asfiksia.

C. Edema Laring Definisi Edema Laring

Edema laring adalah pembengkakan yang dapat diamati dari akumulasi cairan yang terdapat di daerah laring. Pembengkakan adalah akibat dari akumulasi cairan yang berlebihan dibawah kulit dalam ruang-ruang didalam jaringan-jaringan. Edema merupakan manifestasi umum kelebihan volume cairan yang membutuhkan perhatian khusus.Pembentukan edema, sebagai akibat dari perluasan cairan dalam kompartemen cairan intertisial, dapat terlokalisir, contohnya pada pergelangan kaki;dapat berhubungan dengan rematoid arthritis; atau dapat menyeluruh, seperti pada gagal jantung atau ginjal, edema menyeluruh yang berat disebut anasarka(Brunner and Sudarth, 2001).

Etiologi Edema Laring Penyebab lain yang mungkin edema laring meliputi peningkatan tekanan kapiler akibat sindrom vena kava superior, ligasi vena jugularis internal, kegagalan osmotik menurunkan plasma disebabkan oleh gagal ginjal, gangguan aliran limfatik, dan peningkatan permeabilitas kapiler terhadap protein. (From Paparella et al., Otolaryngology, 3d ed, p2253) (Dari Paparella dkk., THT, 3d ed, p2253). Manifestasi Klinis Manifestasi klinis dari edema laring antara lain:

Kesulitan untuk bernafas, bahkan bisa menyebabkan tidak bisa bernafas. Takikardia Peningkatan tekanan darah, tekanan nadi, dan tekanan vena sentral Peningkatan berat badan Nafas pendek dan Mengi

Retensi Cairan Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium: urinalisa, urem, creatinin, darah lengkap, elektrolit, protein (albumin), analisa gas darah, gula darah Radiology: foto laring Biopsy jaringan di sekitar laring

Penatalaksanaan konservatif

Meliputi pengaturan diet, cairan dan garam, memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa, mengendalikan hiperensi, penanggulangan asidosis, pengobatan neuropati, deteksi dan mengatasi komplikasi.

D. Benda Asing di Saluran Nafas Benda asing jalan nafas adalah benda asing yang secara tidak sengaja terhirup masuk ke jalan nafas ( laring, trakea dan bronkus ).Sering terjadi pada anak-anak dibawah 6 tahun yang pertumbuhan gerahamnya belum terbentuk sempuma. Jenis benda asing: kacang, kecik, sempritan mainan dll. Masuknya benda asing ke dalam laring, trakea/bronkus terjadi ketika benda berada di dalam mulut penderita, penderita menghirup nafas ( inspirasi ) dengan mulut terbuka (waktu tertawa atau menangis ), sehingga benda tersebut terhisap masuk ke dalam laring atau trakea / bronkus. Diagnosis 1.Anamnesis:

Pada awalnya timbul batuk mendadak, hebat, bertubi-tubi dan dapat sampai biru (sianosis).Kemudian diikuti dengan fase tenang, tidak batuk, sebab benda asing berhenti pada salah satu cabang bronkus. Bila "lepas", dapat timbul batuk -batuk lagi. Sesak nafas terjadi bila ada penyumbatan pada laring atau trakea. Anamnesis yang cermat,sangat penting dalam menegakkan diagnosis.

2.Pemeriksaan fisik:

Kadang-kadang tidak dapat diternukan gejala yang jelas. Bila ada penyumbatan jalan napas atas, tampak gelisah, sesak dan stridor inspirasi Retraksi supraklavikuler, interkostal, epigastrial, supra steroal biru (sianosis) Bila benda asing berhenti pada salah satu cabang bronkus: Gerak nafas satu sisi berkurang Suara nafas satu sisi berkurang Pada fase tenang, mungkin gejala tersebut di atas tidak ada.

3.Pemeriksaan tambahan: X-foto toraks, hanya dikerjakan pada kasus-kasus tertentu, karena bila masih baru dan bendanya non radio opaqe, sering tidak tampak kelainan.

Diagnosis banding 1. 2. 3. 4. 5. Asma bronkial: didapatkan stridor ekspiratoir. Laringitis akut. Trakeitis Bronkitis Pneumoni

Penyulit

Penyumbatan total laring/trakea meninggal Bronkitis Pneumoni Emfisema, terjadi bila timbul "check valve mechanism", di mana udara dapat masuk tetapi tak dapat keluar. Atelektasis, terjadi bila timbul penyumbatan total pada salah satu cabang bronkus.

Terapi

Ekstraksi benda asing melalui bronkoskopi Bila sesak dapat dilakukan trakeotomi. Bila penderita apatis dan tidak tersedia peralatan tersebut, dapat dilakukan "Heimlich manouvre".

Cara-cara pengiriman penderita:


Duduk, miring ke sisi obstruksi ( anak dipangku ibunya ). Jangan banyak bergerak atau menangis, sebab benda asing dapat cepat dibatukkan dan mungkin dapat terjepit pada rima glotis sehingga menimbulkan penyumbatan jalan nafas yang fatal Diberikan oksigen. Sebaiknya disertai paramedis yang dapat melakukan'Heimlich

Penanggulangan Sumbatan laring Dalam penanggulangan sumbatan laring pada prinsipnya diusahakan supaya jalan nafas lancar kembali . Tindakan konservatif dengan pemberian anti inflamai, anti alergi,antibiotika, serta pemberian oksigen intermitten dilakukan pada sumbatan laring stadium 1 yang disebabkan peradangan. Tindakan operatif atau resusitasi untuk membebaskan saluran nafas ini dapat dengan cara memasukkan pipa endotrakea melalui mulut (intubasi orotrakea) atau melalui hidung (intubasi nasotrakea), membuat trakeostomi atau melakukan krikotirotomi. Intubasi endotrakea dan trakeostomi dilakukan pada pasien dengan sumbatan laring stadium 2 dan 3, sedangkan krikotirotomi dlakukan pada sumbatan laring stadium 4.

Tindakan operatif atau resusitasi dapat dilakukan berdasarkan analisa gas darah (pemeriksaan astrup). Bila fasilias tersedia, maka intubasi endotrakea merupakan pilihan pertama, sedangkan jika ruangan perawatan intensif tidak tersedia, sebaiknya dilakukan trakeostomi. Indikasi intubasi endotrake adalah : 1. 2. 3. 4. Untuk mengatasi sumbatan saluran nafas bagian atas Membantu ventilasi Memudahkan mengisap sekret dari traktus trakeo-bronkial Mencegah aspirasi sekret yang ada di rongga mulut atau yang berasal dari lambung.

Anda mungkin juga menyukai