P. 1
Sungai Gangga Di India (Artikel)

Sungai Gangga Di India (Artikel)

|Views: 327|Likes:
Dipublikasikan oleh mesymail11_492174418
lingkungan
lingkungan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: mesymail11_492174418 on Mar 22, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2015

pdf

text

original

SUNGAI GANGGA

Bagi yang sering nonton film India,pasti nama sungai Gangga udah biasa didengar... inilah sedikit kehidupan di sungai Gangga – India

sungai ini biasa dijadikan tempat mencuci, mandi,dan kakus..

Namun ada sedikit perbedaan dengan negara kita dalam menggunakan sungai,bagi umat Hindu di India, ritual pembakaran mayat pun biasa dilakukan di sisi sungai Gangga untuk kemudian dihanyutkan (larung) di sungai yang disucikan oleh mereka ini..

sehingga, kegiatan MCK pun.. harus bersamaan dengan mayat-mayat yang mengapung diantara mereka...

dan melihat mayat mengapung disungai pun bukanlah hal yang aneh lagi..

Sungai Gangga adalah sungai delta yang terluas di dunia, sungai gangga adalah sungai yang di
sucikan dan di keramatkan oleh umat hindu di india. Sungai ini memiliki delta (muara sungai di lautan terbuka) terluas di dunia, yaitu 78000 m2. Nama gangga berasal dari Dewi Gangga, lambang kesuburan dan pembersih dosa. Orang hindu india percaya bahwa jika mandi di sungai gangga akan di ampuni dosanya dan di beri keselamatan.

Masyarakat Hindu India menganggap sungai ini suci dan biasa, sungai Gangga merupakan cita-cita ‘kuburan’ mereka kelak, sebagai pamungkas kesucian jiwa-raga. Selama ribuan tahun jutaan orang dimakamkan (baca : dilarung) di sana atau cita citanya dikremasi di sungai Gangga jika meninggal. Yang membuat Sungai Gangga unik adalah terjadinya drama kehidupan dan kematian setiap hari di tempat ini. Di satu sisi sungai, banyak orang bersama-sama melakukan ritual keagamaan dengan mandi di Sungai Gangga. Mandi dengan air suci Sungai Gangga dipercaya dapat menghapus dosa dan memberi berkat kehidupan yang lebih baik. Di sisi lain, beberapa orang berkumpul untuk melakukan ritual pembakaran mayat. Setelah dibakar, abu dibuang ke Sungai Gangga. Ritual ini dipercaya akan mempermudah proses transmisi roh dari kehidupan nyata ke kehidupan akhirat sehingga akan segera mencapai Nirvana. Di Sungai Gangga, setiap jasad dibakar di Manikarnika Ghat, atau tempat pembakaran utama. Ghat ini beroperasi selama 24 jam untuk membakar sebanyak 150 sampai 240 jenazah setiap hari. Tidak semua jasad di India dibakar. Ada beberapa pengecualian, yakni jasad holy man, wanita hamil, anakanak, orang yang menderita cacar air, dan orang yang dipatuk ular kobra. Jika mereka meninggal dunia, jasad mereka akan dibungkus dengan kain kafan kemudian diikatkan ke batu besar. Jasad bersama batu tadi lalu ditenggelamkan di tengah Sungai Gangga. Tak jarang ditemukan mayat mengambang di Sungai Gangga. Menurut orang di sana, kemungkinan ikatan batu pada mayat di dasar sungai longgar atau bahkan mayat itu terlepas dari batu sehingga mengapung di permukaan sungai. Ketika menelusuri sungai dengan perahu, biasanya ada anak kecil membawa karangan bunga kecil dengan sebatang lilin yang menyala di atasnya. Mereka menjualnya seharga 20 rupee (Rp 4.000). Bunga dan lilin menyala ini disebut flower candle. Masing-masing orang mengucapkan harapannya sebelum menghanyutkan karangan bunga ke Sungai Gangga. Ritual ini dipercaya akan membawa karma baik dan merupakan tradisi yang selalu dilakukan orang lokal. Aktivitas yang dilakukan di Sungai Gangga bukan hanya ritual menyucikan diri, membuang abu pembakaran jenazah, dan menenggelamkan orang mati. Kegiatan sehari-hari seperti mencuci pakaian, mandi, menggosok gigi, hingga membuang limbah juga dilakukan di sungai ini. Sering ditemukan mayat terbungkus rapi mengapung, nampaknya mayat ini belum dikremasi. Mayat ini berasal dari keluarga miskin yang tidak mampu melakukan upacara kremasi. Bahkan tampak pula mayat yang tidak dibungkus apapun kecuali pakaian yang melekat di badanya. Mayat-mayat yang mengapung ini merupakan pemandangan biasa sehari-hari, namun sangat mengejutkan bagi turis yang pertama kali menyaksikan hal ini. Saking biasanya pemandangan

melihat mayat mengapung utuh atau setengah utuh, anak-anakpun tidak takut. Bahkan anak-anak itu dengan tertawa gembira dan bercanda mengorek-ngorek ‘bungkusan’ putih besar dengan galah bambu. India identik dengan Hindu; S. Gangga dan Bollywood. Dengan S. Gangga sekitar dua juta orang melakukuakn ritual mandi di sungai Gangga tiap harinya. Dalam agama Hindu sungai Gangga ini dipercaya berasal dari air yang mengalir dari kaki dewa Wisnu (bagi pemeluk Vaisnava) atau juga merupakan rambut dewa Shiwa (bagi pemuja Dewa Shiwa). Sungai Gangga sangat berarti bagi masyarakat Hindu sama berartinya dengan sungai Nil di Mesir. Namun demikian walau S. Gangga dianggap suci, keadaan sehari-harinya justru jauh dari suci secara kasat mata, dalam arti sungai Gangga menyimpan problem khusus yang sangat memprihatinkan. Yaitu polusi air kategori berat. Air sungai kecoklatan lebih merupakan sungai yang sangat keruh full limbah sampah2 : Kimia, sampah berasal dari ratusan got, kotoran manusia; sisa jenazah dan bangkai binatang. Semua yang berjudul sampah tumplek blek di sungai ini. Dan sampah inilah yang beresiko tinggi bagi kesehatan manusia apabila mandi di sungai itu. Resiko umum misalnya terkena penyakit infeksi Bilharziasis atau jika minum air sungai akan terkena Fecal-oral route. Kombinasi bakteri dan penduduk yang banyak melakukan ritual bersih-bersih campur aduk menjadi satu menjadikan sungai Gangga menjadi sangat khas. Walau faktanya berbagai limbah tumpuk undung, namun ternyata sungai Gangga ini berkekuatan magis karena sungai ini mempunyai kemampuan unik yaitu melakukan upaya pembersihan-sendiri (self purification) terhadap polusi secara alami dan menyebabkan bakteri semacam disentri dan Kolera akan mati dengan sendirinya dalam waktu yang sangat singkat. Di bagian Upstream Varanasi, sebagian besar peziarah yang mandi sepanjang sungai menganggap air di bagian ini jauh lebih murni dan suci karena mengandung biochemical yang jauh lebih rendah. Menurut sebuah studi tahun 1983 bakteri semacam E-coli, fecal streptococci dan kolera akan mati dua atau tiga kali kebih cepat di sungai Gangga dibanding dengan air sungai lainnya dan juga jika dibanding air sumur di sekitarnyan (http://en.wikipedia.org/wiki/Pollution_of_the_Ganges) Jika tiap harinya jutaan masyarakat mandi di sungai ini maka jumlah yang mandi akan jauh lebih banyak saat musim festival sepanjang tahun. Uniknya dari sekian juta orang yang mandi di sungai Gangga belum pernah dilaporkan ada orang yang terjangkit penyakit contagious yang menular dan tidak ditemukan tanda adanya penyakit kulit lainnya. Selama ini mandi campur aduk ribuan orang pada saat yang sama ternyata tidak mengakibatkan terjangkitnya penyakit menular, dengan kata lain air keruh Gangga aman. Sungai Gangga sepanjang 2525 Km ini merupakan jantung kehidupan masyarakat setempat.  Menurut berbagai penelitian pada air sungai Gangga, diketahui bahwa air sungai tersebut adalah Antibacterial Nature; Tahun 1896, E. Hanbury Hankin (ahli Fisika dari Inggris) setelah menguji kemurnian air

sungai Gangga, beliau melaporkan sebuah report yang ditulis di salah satu makalah yang dimuat di French journal Annales de IInstitut Pasteur, bahwa Bakteri Vibrio Cholerae penyebab penyakit kolera jika dimasukkan dalam air yang berasal dari sungai Gangga maka bakteri itu mati dalam waktu 3 jam. Hal ini mengejutkan jika dibanding dengan bakteri yang dimasukkan di air ‘biasa’ bakteri-bakteri tersebut akan mati dalam waktu 48 jam. Anti-putrefication; C.E. Nelson, ahli Fisika British lain, mencatat bahwa air yang berasal dari sungai Gangga terbukti tetap segar jauh melebihi air biasa, ini dibuktikan ketika beliau mebawa air sample sungai Gangga untuk dibawa ke daratan Inggris, dan selama berhari-hari anehnya air tersebut masih dalam keadaan segar dan tidak berbau seperti halnya air biasa yang sudah berhari-hari. Cleaning the dead. Pada tahun 1927, Flix dHerelle, ahli microbiologist dari Perancis, heran ketika berdiri di tepi sungai Gangga dan menyaksikan mayat -mayat yang mengambang dengan bebas tanpa hambatan, lenggak-lenggok mengikuti irama air. Jenazah orang yang meninggal karena komplikasi penyakit kolera dan desentri, saat dibuang di sungai Gangga, mayat yang diangap penuh bakteri tersebut ternyata bebas dari bakteri. Dengan kata lain masyarakat India ribuan tahun percaya bahwa Sungai Gangga berfungsi mensucikan jenazah. Dan itulah mengapa mereka sering membuang jenazah begitu saja. (http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/2/1615/terungkap_horor_di_sungai_gangga)FatchurR

Keanehan-keanehan disekitar sungai Gangga dan Yamuna tersebut, dapat mengundang ahli –ahli ilmu pengetahuan Barat. Para ahli tersebut, biasanya tidak mudah percaya begitu saja. Sebelum kebenarannya dapat dibuktikan secara ilmiah. Dr. D,Herelle Seorang dokter bangsa Perancis yang terkenal, suatu hari melihat sendiri, mayat-mayat mengambang di Sungai Gangga. Mayat-mayat yang bergelimpangan di sungai itu, merupakan korban-korban keganasan wabah kolera dan desentri. Di hilir tidak jauh dari mayat-mayat yang menjijikkan itu, dilihat pula oleh Dr. D,Herele, orang-orang mandi dengan asyiknya. Malahan diantara mereka ada yang meminum air sungai tanpa merasakan jijik. Tetapi mengapa mereka tidak ketularan kolera dan desentri yang kejam itu? Aneh! Dr.

D,Herele, yang tahu betul tentang medis sangat keheranan menyaksikan keajaiban dunia yang satu ini.

Sebagai seorang ilmuwan, dokter Prancis itu terpanggil untuk menyelidikinya. Ia pulang, kemudian mengumpulkan kuman-kuman itu dibawanya ke tepian Sungai Gangga. Dan dicampur dengan air Sungai Gangga yang telah diambilnya dengan gelas. Terkejutlah! Dokter itu keheranan. Ternyata, dalam waktu yang relative singkat, kuman-kuman kolera dan desentri itu mati. Penyelidikan pun dilanjutkan. Dr. D,Herelle mendekati mayat-mayat yang mengambang di Sungai Gangga. Dengan menggunakan mikroskopnya mulai penyelidikannya yang kedua. Terlihatlah olehnya, ternyata kira-kira setengah meter dari mayat-mayat itu, tak seekor pun kuman desentri dan kolera yang hidup. Dari hasil penyelidikkannya Dr. D,Herelle menyatakan, "suatu mineral yang tak dikenal, yang terkandung oleh air sungai Gangga, bisa membunuh kuman-kuman penyakit". Dr. G.E. Nelson, yaitu seorang dokter berkebangsaan Inggris, juga mengadakan penyelidikan. Ia membuktikan, bahwa kapal-kapal yang berlayar dari Calcutta, pelabuhan India paling timur , yang menuju Inggris, mengambil air perbekalannya dari Sungai Hugli. Sungai Hugli, adalah suatu muara Sungai Gangga yang airnya paling kotor. Walau kapal-kapal itu berlayar berbulanbulan, ternyata air yang dibawanya masih segar, tidak berbau. Sedangkan kapal-kapal yang berlayar dari Inggris menuju India, mengambil air perbekalan dari Pelabuhan Inggris, setelah kapal-kapal itu berlayar selama satu minggu, setibanya di pelabuhan India terbarat, Bombay air perbekalannya sudah berbau busuk, tidak dapat diminum lagi, walaupun air perbekalan itu telah diganti terusan Suez atau di Aden (Laut merah). Dari hasil penyelidikannya itu Dr. G.E. Nelson berpendapat, "Air sungai Gangga, mengandung anasir-ansir, yang tak dikenal, sehingga air itu tahan berbulan-bulan". Bahkan telah dibuktikan, bahwa air Sungai Gangga itu dapat bertahan bertahun-tahun.

Seorang sarjana Amerika yang berasal dari Kanada, Dr. F.G. Harrison, juga mengadakan penyelidikan terhadap keajaiban Sungai Gangga. Setelah melakukan penyelidikan, Ia berkata: "Suatu keajaiban alam yang belum dapat diterangkan. Ternyata, kuman-kuman kolera dan lainlainnya, mati dengan cepatnya, setelah dalam air sungai Gangga. Anehnya, khasiat pembunuh kuman dari Sungai Gangga itu, akan hilang, jika air itu dimasak. Dan jika air Sungai Gangga dicampur dengan air lain, air sumur diterpian Sungai Gangga sekalipun, dengan seketika kuman-kuman penyakit tidak mati malah akan berkembang biak dengan cepatnya." Seorang doter Prancis yang paling laku di negerinya, memilih tinggal di tepi Sungai Gangga. Ia meninggalkan negerinya, setelah mengetahui Khasiat dari Sunga Gangga. Dan kini, ia menjadi sorang sadhu, orang suci Hindu.

Seorang Amerika, yang baru mendapat title dotor dalam filsafat dari Benares Hindu University (BHU) sejak menulis thesisnya, ia meninggalkan asrama walaupun asrama itu mewah. Ia memilih hidup di sebuah perahu, yang mengambang ditepian Sungai Gangga. Kalau ia mandi, tidak pernah memakai sabun. "Percuma", katanya. Ia percaya bahwa air Sungai Gangga saja sudah membunuh segala kuman yang mungkin ada di badan. . Yang dilakukan oleh Program Registry Kanker Nasional (NCRP) di bawah Dewan Riset Medis India, studi nasional melemparkan temuan mengejutkan. Sungai yang kental dengan logam berat dan bahan kimia mematikan yang menyebabkan kanker, dikatakan. “Kita tahu bahwa kejadian kanker tertinggi di negara di wilayah yang dikeringkan oleh Gangga Kita juga tahu kenapa.. Sekarang, kita akan lebih dalam masalah. Semoga, kita akan dapat memberikan laporan kepada kesehatan Union pelayanan di satu atau dua bulan, “kata kepala NCRP A Nandkumar. Yang paling parah adalah peregangan timur Uttar Pradesh, dataran banjir Bengal dan Bihar. Kanker kandung empedu, ginjal, pipa makanan, prostat, hati, ginjal, kandung kemih dan kulit yang umum di daerah ini. Kasus-kasus ini jauh lebih umum dan sering ditemukan di sini daripada di tempat lain di negara itu, kata studi tersebut. Bahkan lebih menakutkan adalah menemukan bahwa kasus kanker kandung empedu di sepanjang sungai saja adalah yang tertinggi kedua di dunia dan kanker prostat tertinggi di negara ini. Survei melempar temuan up lebih menakutkan: Dari setiap 10.000 orang yang disurvei, 450 laki-laki dan 1.000 perempuan penderita kanker kandung empedu. Varanasi di Uttar Pradesh, Bihar Vaishali dan pedesaan Patna dan saluran luas antara Murshidabad dan Selatan 24-Parganas di Bengal Barat adalah zona panas. Dalam bagian ini, dari setiap 1 orang lakh disurvei, 20-25 pasien kanker. Ini adalah tinggi nasional. Debit tanpa henti dari polutan ke sungai bertanggung jawab.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->